File TXT tidak ditemukan.
Transcript
gpxH9WV8IfI • Menjadi Yang Terbaik - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2436_gpxH9WV8IfI.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahi ala ihsani wasukrulahu
ala taufiqihiani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la
syarikalahuiman wa ashadu anna
muhammadan abduhu wa rasul ridwani
allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa
ashabihi wa
ikhwan. Para hadirin dan hadirat yang
dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala.
Pada malam hari ini kita akan bahas
topik yang penting buat kita semua yaitu
bagaimana menjadi terbaik di sisi Allah
Subhanahu wa taala. Hal ini kenapa?
Karena setelah kita lama berinteraksi
dengan medsos ya, kita masuk dalam
grup-grup ya, kita senantiasa melihat
komentar tentang kita atau kita
mengomentari orang, kita terbuai dan
bahagia melihat like yang banyak ya dan
sedih ketika dislike. Sehingga akhirnya
kita sudah
terbiasa mencari penilaian audiens itu
sudah
biasa. Kita terbawa dengan sendirinya.
Apalagi yang suka bikin konten itu
kontainer ya.
Jadi akhirnya akan terbiasa mencari
penilaian gimana konten saya bagus atau
tidak ya terbawa dengan sendirinya. Dia
tidak bisa menghindar sehingga dia sibuk
memperbaiki melihat
komentar. Akhirnya kita terkadang bisa
lalai dari mencari terbaik di sisi Allah
Subhanahu wa taala.
Jadilah sebagian wanita misalnya untuk
menjadi terbaik di komunitasnya, maka
dia sibuk memperbaiki, memperhatikan
penampilan luarnya. Tasnya harus branded
misalnya ya. Kemudian sepatunya harus
branded. Terkadang suaminya juga harus
branded ya
sehingga wow di hadapan
komunitasnya. Dan benar setelah dia
melakukan itu semua maka dia menjadi
terbaik di mata mereka. Orang melihat
dengan sanjung, orang melihat dengan
hormat.
kondisi menjadikan kita seperti itu mau
gak mau ya karena kita semua
berinteraksi dengan namanya
metsos akhirnya membuat kita
lupa untuk menjadi terbaik di sisi Allah
Subhanahu wa
taala. Padahal ketika seorang terbaik di
depan manusia belum tentu dia terbaik di
sisi Allah Subhanahu wa taala. Ada yang
terbaik di sisi manusia dan dia juga
terbaik di sisi Allah. Tapi betapa
banyak orang yang terbaik di mata
manusia, ternyata dia tidak terbaik di
sisi Allah Subhanahu wa taala. Bahkan
dia buruk, terburuk di sisi Allah
Subhanahu wa
taala.
Makanya Allah berfirman, "Yauma
tublarair." Hari di mana semua rahasia
akan
terungkap. Dalam surat Al-Waqiah Allah
berfirman, "Idza waqaatil waqia'ah laisa
liwaqatiha kadibah khofidatur rafi'ah.
Jika terjadi hari kiamat dan tidak ada
yang bisa mendustakan akan terjadinya
hari kiamat. Khofidatur rafi dan hari
kiamat akan merendahkan maupun akan
mengangkat. Sebagian ahli tafsir
mengatakan merendahkan itu merendahkan
orang-orang yang dulu dianggap terbaik
di dunia, dianggap hebat di dunia,
dihormati oleh orang, ternyata hakikat
di akhirat dia
direndahkan. Rofiah dan sebaliknya. Ada
orang-orang yang di dunia direndahkan
oleh manusia, ternyata dia sangat tinggi
di sisi Allah Subhanahu wa
taala. Karena
parameter untuk meraih keterbaikan,
parameter manusia beda dengan parameter
Allah Subhanahu wa taala. Manusia
terbaik dilihat duniawi. Prestasi
duniawi. Mau duitnya, mau jabatannya,
mau kepintarannya, kecerdasannya, dari
fisik kecantikannya, ketampanannya,
itulah parameter apa? Parameter manusia
secara umum. Oh, ini masyaallah. terbaik
ya. Adapun di sisi Allah Subhanahu wa
taala berbeda. Inna
akramakumallahi atqakum. Yang paling
termulia di sisi Allah, yang paling
bertakwa di antara kalian. Saya kasih
akan kasih
contoh bagaimana
terbaik di sisi Allah terkadang
disandang oleh orang-orang yang
dipandang sebelah mata oleh manusia.
Sebagai contoh misalnya
ya ee kisah tentang ketika Rasul sedang
bersama para
sahabat mar rajulun tiba-tiba ada
seorang
lewat maka Rasulullah berkata ma takluna
fi wahai para sahabatku bagaimana
menurut kalian tentang orang ini maka
para sahabat berkata h min asrofinas itu
dari orang kaya orang orang terpandang
lewat kata para sahabat hadza
Orang ini sangat sangat wajar kalau dia
melamar pasti
diterima.
Wayaaffa. Kalau dia memberi syafaat,
beri rekomendasi, rekomendasinya
diterima. Wain qala yusma. Kalau dia
berbicara pasti didengar
omongannya. Ini orang ini. Kemudian
lewat lagi orang kedua. Min fuqarail
muslimin. Orang miskin lewat.
Maka Rasulullah bertanya lagi, "Ma takun
f?" Terus menurut kalian bagaimana orang
kedua ini? Kata para sahabat, "Hariun
inkah." Ini orang kalau ngelamar pasti
ditolak. Ngelamar naik sepeda gimana mau
diterima? Saya sudah sampaikan sekarang
sudah tidak ada lagi cinta buta. Dulu
orang buta antara sepeda dengan mobil.
Sekarang semua mertua tahu mana motor,
mana mobil. Kalau datang ngelamar pakai
motor, ya ditolak wajar.
H in koba all yun. Kalau dia ngelamar
ditolak. Wa syafaa all yusyafa. Kalau
kasih rekomendasi rekomendasinya
ditolak. Waq allma kalau dia ngomong
tidak
didengar. Kemudian Rasulullah kasih
komentar di
akhir khairun min mlil ardi mlaza. Kata
Nabi, orang kedua ini yang kalian
rendahkan itu lebih baik daripada
sepenuh bumi orang
pertama. Lebih baik daripada sepenuh
bumi orang pertama. Berarti ternyata
pandangan masyarakat yang pertama
terbaik, ternyata dia buruk di sisi
Allah. Bahkan ada orang seperti dia
sepenuh bumi masih kalah dengan orang
yang yang
kedua. Contoh lagi seperti dalam satu
hadis Rasulullah
menyebutkan lam yatakallam fil mahdi
illa salf. tidak berbicara ketika masih
kecil kecuali tiga dalam gendongan
kecuali tiga orang. Di antaranya Isa bin
Maryam, di antaranya sahib Juris. Ini
ada saya ceramah khusus tentang Sahihbut
Juris. Yang ketiga, seorang anak sedang
digodong oleh ibunya. Dia lagi nek
ibunya. Tiba-tiba lewatlah seorang dari
orang-orang kaya ya naik kendaraan. Maka
kemudian ibunya berdoa, "Ya Allah,
Allahumaj'al ibni mlaza." Ya Allah,
jadikanlah putraku ini seperti orang
ini, top, terkenal, gagah. Maka anaknya
lagi nek. Dia lepas neteknya, dia lihat
itu orang. Terus dia bilang, "Ya Allah,
jangan jadikan aku seperti dia." Oh,
ibunya
kaget. Terus lewat ada seorang budak
wanita, dia dilempar-lemparin sama
orang. Maka ibunya yang begitu sayang
sama anaknya berdoa, "Allahumma la tajal
ibni mlazi." Ya Allah, jangan jadikan
putraku seperti perempuan
ini. Anaknya yang lagi neteek lepas dari
tetannya kemudian memandang perempuan
tadi. Anak ini berdoa dan dia bisa
ngomong, "Ya Allah, jadikanlah aku
seperti dia." Ibunya protes, "Kamu
gimana sih? Saya doain kamu seperti
pertama, kamu malah berdoa sebaliknya.
Saya doakan kamu jangan seperti kedua,
kamu malah berdoa sebaliknya." Maka di
anak ini
berbicara, "Wahai ibunda, sesungguhnya
orang pertama tadi jabbarun minal
jababirah, itu orang yang zalim meskipun
dihormati oleh banyak orang, aku tidak
ingin seperti dia." Adapun yang kedua
adalah seorang wanita yang dituduh
berzina walam
tazni. Dia tidak berzina dituduh mencuri
padahal dia tidak mencuri. Ketika dia
dilempar dengan batu, dia berkata,
"Hasbiallah." Dia berkata, "Hasbiallah."
Saya pengin seperti dia. Subhanallah.
Maksud saya ini orang kedua menurut
pandangan manusia rendah, tapi ternyata
di sisi Allah sangat tinggi. Ini
maksudnya kita bicara tentang
contoh-contoh orang yang di dunia rendah
tapi ternyata tinggi di sisi
Allah. Contoh lagi akan hal ini seperti
kisah Uwais al-Qarani. Uwais al-Qarani
ya. Rasulullah telah wasiatkan kepada
Umar bin Khattab. Jaakum amdadun min
ahlil Yaman. Kalau datang pasukan
tambahan dari negeri Yaman, maka carilah
wahai Umar seorang namanya Uwais. Maka
setiap datang di zaman kekha
kekhilafahan Umar bin Khattab
radhiallahu anhu dan dia adalah khalifah
di Al Amirul Mukminin. Setiap ada
bantuan pasukan dari Yaman, Umar selalu
bertanya, "Afikum Uwais? Apakah di
antara kalian ada namanya Uwais?" Kata
orang-orang tersebut, "Enggak ada."
Akhirnya dia tunggu lagi. Umar sabar,
nunggu
lagi rombongan berikutnya. Setiap ada
rombongan berikut dari Yaman, Umar
tanya, "Apakah ada orang namanya Uwais?"
Gak ada. Sampai akhirnya datanglah satu
rombongan. Umar bertanya, "Apakah di
antara kalian namanya Uwais?" "Ada."
Kata Umar, "Minal murad." "Kau dari
kabilah Murad?" Kata dia, "Benar."
"Minalar." "Kau dari kabilah Qaran."
"Benar." Yaitu Uwais
al-Qarani, "Engkau dulu punya ibu dan
kau berbakti kepadanya?" Kata dia,
"Benar. Kau dulu punya penyakit sekujur
tubuhmu kena penyakit baras, yaitu
penyakit albino. Terus kau berdoa dan
kau minta disisakan sekeping dirham di
pusarmu agar tidak disembuhkan? Benar.
Maka dia berkata, "Ya Amirul Mukminin,
dari mana kau tahu ini? Demi Allah, saya
tidak pernah menceritakan kepada
siapapun." Dia curiga dari mana? Maka
Umar berkata, "Rasulullah mengabarkan
kepadaku dan Rasulullah mengatakan, jika
aku bertemu dengan engkau
faastagagfirullah fa'al." Kata Nabi,
"Wahai Umar, kalau kau mampu minta Uwais
doakan kau agar kau diampuni, maka
lakukanlah. Maka saya minta agar kau
doakan saya." Subhanallah. Akhirnya Us
setelah itu jadi tersohor. Kemudian dia
menghilang. dia tidak pengin di
dikenal. Dia ternyata tokoh yang tidak
dikenal. Bahkan dalam sebagian riwayat
dia dituduh yang tidak. Dia bilang,
"Dari mana dia punya baju? Dari mana
dituduh yang tidak." Dan dia diam aja.
Dan dia tidak pernah pamer. Saya dulu
berbakti sama orang tua. Ya, saya yang
dulu yang enggak pernah. Saya dulu, saya
ini wali dulu saya sakit, saya doa
langsung Allah sembuhkan juga. Dia tidak
pernah cerita. Bahkan dalam ketika dia
berdoa, dia bilang, "Allah, jangan
sembuhkan aku sekujur tubuhku. Sisakan
sedikit di pusarku agar aku ingat saya
dulu pernah apa? Pernah sakit. Sehingga
selalu bersyukur kepada Allah Subhanahu
wa taala. Dia rendah di hadapan manusia.
Tapi ternyata kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam khairut tabiin. Uwais
al-Qarani. Sebaik-baik tabiin adalah
Uwais al-Qarani. Lebih baik daripada
banyak tabiin yang terkenal. Dia tidak
terkenal.
Bahkan orang merendahkan dia. Ini
contoh.
Ternyata tidak mesti orang di hadapan
kita rendah. Ternyata rendah di sisi
Allah. Bahkan bisa jadi sangat sangat
tinggi. Contoh lagi,
pernah Alabbas Ibnu Abbas berkata kepada
muridnya kepada Atha, "Ala adulluka
bimatin min ahlil jannah." Wahai At,
maukah aku tunjukkan kepada engkau
wanita penghuni surga? Inilah had
imraatun sauda. Inilah wanita yang
berkulit
hitam, bukan yang cantik. Kemudian
menggoda menggoda iman, menggoda jenggot
dan kumis. Enggak
hitam. Tapi penghuni surga terbaik sisi
Allah. Atatin Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dia datang menemui Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Dia berkata,
"Ya
Rasulullah ya inni usro wa inni
atakasyaf." Ya Rasulullah, saya
penyakit. Saya suka kejang-kejang
seperti penyakit ayam. Kalau saya lagi
kamu ya Rasulullah tersingkap sebagian
auratku. Uduah an yasfiani. Doakanlah
aku agar aku diampuni oleh agar aku
disembuhkan oleh Allah subhanahu wa
taala. Maka Rasulullah kasih
tawaran. Ins dautu laki wain shobarti
wakil jannah. Terserah engkau wahai sang
wanita. Ini wanita berkulit hitam. Kalau
kau mau saya doakan kau akan sembuh.
Tapi kalau kau mau saya tidak doakan dan
kau bersabar, bagimu
surga. Maka dia pilih tidak usah sembuh.
Dia mengatakan, "Ya Rasulullah, kalau
gitu enggak usah doakan saya sembuh."
Walakin udullah ala atakasyaf. Tapi
tolong doakan Allah kalau saya lagi
kambuh jangan sampai auratku terbuka.
Bayangkan dia wanita berkulit hitam.
Mungkin orang lihat juga tidak begitu
tertarik dibandingkan dengan yang
lainnya. Tetapi dia tetap menjaga
auratnya dan dia minta agar kalau lagi
setannya wanita kalau lagi sakit
kemudian dia meronta-ronta kemudian
tersingkap auratnya dia tidak sadar dia
berdosa atau tidak. Berdosa atau tidak?
Tidak berdosa. Tapi dia tidak mau
meskipun dia tidak berdosa. Dia tidak
pengin auranya tersingkap meskipun dia
berkulit
hitam. Siapa yang lihat wanita ini
mungkin merendahkannya ternyata penghuni
sur surga. Subhanallah.
Demikian juga dalam satu hadis-hadis
riwayat Bukhari ketika Rasulullah
sallallahu alaihi
wasallam datang ke Masjid Nabawi kanat
imraatun sauda takumul masjid. Ada
seorang berkulit hitam kerjanya
nyapu-nyapu masjid. Rasulullah datang
ternyata Rasulullah tidak dapati dia.
Kata Rasulullah, "Mana si
Fulanah?" Kata para sahabat, "Sudah
meninggal, sudah kami kuburkan ya
Rasulullah." Mereka menganggap ini
perempuan tidak perlu untuk kasih tahu
Nabi. Ngapain Nabi tahu urusan wanita
cuma sapu-sapu masjid. Kata Rasul sahu
alaihi wasallam,
"Hallaantumuni." Kenapa kalian tidak
kabarkan kepadaku kalau dia meninggal?
Rasulullah tidak menganggap ini
perempuan biasa. Rasulullah menganggap
perempuan ini punya jasa. Kenapa dia
ngurus apa masjid? Dianya punya masjid
dengan tanpa pamrih. Ini bukan wanita
biasa ngurusin rumah Allah subhanahu wa
taala. Maka Rasulullah mengatakan,
"Tunjukkan ke mana kuburannya." Maka
Rasulullah datang. Rasulullah kemudian
doakan wanita tersebut. Ya,
ini inilah terbaik di sisi Allah. Tidak
mesti dihormati oleh
manusia. Saya sering sampaikan dalam
banyak kajian saya. Kita terkadang saya
saya saya punya pengalaman, punya
pembantu ya. Mungkin kalau kita lihat
kita rendahkan tapi lihat bagaimana dia
berkorban bekerja untuk orang tuanya.
Dia kalau kerja gajinya 100% dikirim ke
orang tuanya 100%. Tidak disisakan
sedikit pun langsung kirim ke orang tua.
Langsung kirim ke orang tua. Siapa di
antara kita yang bisa seperti itu?
Sementara kita memandang wanita ini,
pembantu ini, bibi ini mungkin dengan
pandangan merendahkan, ternyata dia bisa
berbakti kepada orang tua yang tidak
mampu kita
lakukan. Terus kita merendahkan dia.
Nah, dari
sini ikhwan dan akhwat yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala atau kerennya
brothers and sisters
ya, maka marilah kita
sama-sama introspeksi diri kita.
berhenti sebentar sejenak merenungkan
tentang diri kita. Sejauh mana ketakwaan
kita, sejauh mana keimanan kita, sejauh
mana kekhusyukan kita, sejauh mana
perhatian kita tentang akhirat
kita. Karena keterbaikan diraih dengan
sejauh mana kita peduli kepada akhirat
kita, persiapan kita kepada akhirat
lebih daripada persiapan terhadap dunia
yang akan kita tinggalkan.
Tayib. Secara
sederhana orang terbaik adalah yang
paling bertakwa di sisi Allah Subhanahu
wa taala. Dan ternyata untuk meraih
keterbaikan ada
dua cara. Yang pertama memperbaiki
hubungan dengan Allah subhanahu wa
taala. Bagaimana interaksi kita dengan
Allah? Bagaimana kondisi kita dengan
Allah. Ya, baik atau tidak? Kita
masing-masing
tahu kalau kita sama teman oke-oke saja,
baik-baikan kok. Kita masih ngobrol,
masih dia masih traktir saya berarti
masih oke. Hubungan dengan orang tua
oke, hubungan sama bos oke. Nah,
hubungan kamu dengan Allah
bagaimana? Baik-baik saja atau tidak?
Salat subuhmu bagaimana? Baik-baik saja
atau
tidak? Matamu itu baik-baik saja enggak
dengan Allah Subhanahu wa taala?
Coba masing-masing kita
renungkan. Ini yang pertama. Saluran
pertama meraih keterbaikan dengan
memperbaiki hubungan antara kita dengan
Allah. Saluran kedua dan ini juga sangat
penting meraih keterbaikan dengan
perbaiki interaksi kita dengan sesama
manusia. Jadi dua dua
cara dan tentunya ketika kita
memperbaiki interaksi kita dengan sesama
manusia juga harus karena Allah
subhanahu wa taala. Dan ini rawan ketika
kita memperbaiki hubungan kita orang
tua, dengan teman, dengan kawan, dengan
tetangga, rawan pencitraan, rawan. Maka
harus ikhlas kepada Allah Subhanahu wa
taala. Maka saya akan menyebutkan secara
singkat ya. Kalau saya mau jelaskan
satu-satu, setiap poin harusnya
pengajian tersendiri ya. Tapi kita hanya
ingin memberi
isyarat-isyarat tentang ee poin-poin apa
yang hendaknya kita perhatikan agar kita
menjadi terbaik di sisi Allah Subhanahu
wa taala. Baik, kita masuk pada saluran
pertama. Bagaimana kita memperbaiki
hubungan kita dengan Allah Subhanahu wa
taala. Di antaranya kita berusaha
mencari amalan-amalan yang buat Allah
rida kepada kita dan buat Allah cinta
sama kita. Semua amalan yang buat Allah
cinta kepada kita, membuat Allah rida
kepada kita, maka sungguhnya kita
menjadi terbaik di sisi Allah. Karena
Allah mencintai orang yang terbaik.
Semakin terbaik, maka semakin dicintai
oleh Allah subhanahu wa taala. Oleh
karenanya orang paling mulia di alam
semesta ini dua, Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam dengan
Ibrahim Alaih Salam yang kedua-duanya
mendapat predikat khusus.
Khalilurrahman kekasih Allah yang tidak
diraih oleh nabi-nabi yang lain. Karena
dua nabi ini spesial ya. Kata Allah
Subhanahu wa taala watakallahu Ibrahima
khila. Allah menjadikan Ibrahim sebagai
kekasihnya. Dan Rasul sahu alaihi
wasallam berkata, "Innallah khilaha
Ibrahima khila." Allah menjadikan aku
kekasihnya sebagaimana Allah menjadikan
Ibrahim seb kekasih Allah Subhanahu wa
taala. itu Khalil telah mencapai derajat
khullah kecintaan yang sangat tinggi dan
itu hanya diraih oleh Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam dan Nabi
Ibrahim. Maksud saya semakin kita
diridai, semakin kita dicintai oleh
Allah derajat kita semakin semakin
tinggi. Nah, apa sih sifat-sifat orang
dicintai oleh Allah dan apa sih
sifat-sifat orang diridai oleh Allah?
Ini yang kita singgung sedikit ya.
Pertama, di antara sifat-sifat yang
menjadikan seorang dicintai oleh
Allah dalam Al-Qur'an Allah sebutkan
pertama Allah mengatakan wallahu
yuhibbus shobirin. Allah mencintai
hambanya yang penya penyabar. Semakin
kita dihadapkan dengan ujian kita sabar
nih. Berarti Allah semakin cinta sama
saya.
Semakin berat ujian, semakin besar
tantangan untuk emosi, untuk berteriak,
kita tahan, semakin Allah cinta sama
kita. Dan kita tahu ayat Allah,
innallaha maasobirin. Allah bersama
orang yang sabar. Kapan kita tidak
bersabar, Allah tinggalin kita. Kapan
kita tidak bersabar, maka solusi disuruh
cari sendiri. Tapi kalau kita bersabar,
Allah kasih kita solusi. Kenapa? Allah
cinta sama orang yang sabar. Wallahu
yuhibbirin. Saya tahu antum-antum ini
wajah orang-orang yang diuji. Iya atau
tidak?
Diuji ngelamar enggak diterima-terima.
Kemarin saya ketemu ada
ustaz, ustaz muda, adik kelas saya.
Alhamdulillah ini Ustaz Firanda yang
dulu nasihati saya. Saya ngelamar tujuh
kali ditolak. Kata Ustaz Firanda,
"Sabar." Akhirnya saya diterima. Saya
baru tahu dia lamar tujuh kali di
ditolak. ujian hidup atau bukan ujian
hidup yang di PHK, yang ngelamar kerja
enggak diterima yang diuji oleh
suaminya, yang diuji dengan istrinya,
yang diuji dengan mertuanya, kita semua
hidup dengan ujian. Karena memang kita
diciptakan untuk
diuji. Ingat, kalau kita bersabar maka
Allah mencintai kita. Wallahu yuhibbus
shobirin. Allah mencintai orang yang
bersabar dan ee perbandingan lurus.
Semakin sabar semakin dicintai oleh
Allah. Ini salah satu ayat tinggal kita
terapkan. Lihat kita sabar enggak.
Sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit
curhat, sedikit-sedikit cerita sama
orang. Ada masalah sedikit nangis,
cerita sama orang, itu namanya enggak
sabar. Curhatin Allah sama orang. Kenapa
sih Allah giniin saya? Emang Allah
ngapain kamu? Ya anu gini-gini. Itu
namanya kita curhatin Allah sama
orang. Mana sabar seperti ini. Kalau
bisa seperti Nabi Yakub.
Sabar yang indah. Sabar yang indah
adalah sabar tanpa mengeluh kepada
Allah. Kepada manusia hanya mengeluh
kepada Allah subhanahu wa taala. Inama
asniallah. Aku hanya mengeluhkan
kesedihanku hanya kepada Allah. Latih
diri kita seperti itu sehingga solusi
akan datang dari Allah dengan solusi
yang terbaik. Sabar aja.
Sabar. Tapi kalau kita ngeluh sama
orang, ngeluh sama orang, ya sudah Allah
tinggalkan kita. Selesai.
Semakin cinta kepada kita
hilang. Tib yang
berikutnya, innallaha yuhibbul muttaqin.
Sesungguhnya Allah mencintai orang yang
bertakwa. Di antara makna spesifik takwa
adalah meninggalkan
maksiat. Sejauh mana kita tinggalkan
maksiat, maka sejauh itu Allah cinta
sama
kita. Kita diuji depan kita ada maksiat.
Apalagi ketika
bersendirian kemudian sarana mudah, maka
itulah hakikat ujian. Kata para ulama,
jika engkau terjebak pada suatu
kondisi, sarana maksiat mudah, tidak ada
yang lihat, ketahuilah kau sedang
diuji. Seperti Nabi Yusuf ketika diuji
dengan siapa? Zulaikha. Pintu semua
sudah
dikunci. Kemudian Zulaikha yang malah
merayu sudah enggak ada kesulitan.
tinggal melakukan berarti sedang di
diuji. Ketika sarana maksiat mudah,
tidak ada yang lihat, ketahuilah engkau
sedang diuji. Kalau kau bisa lolos,
Allah langsung cinta sama
engkau. Makanya Allah menyebut dalam
Al-Qur'an, innalladzina yaksyunahum bil
ghaibi lahum magfiratun waun kabir.
Pahalanya besar. Sesungguhnya
orang-orang yang takut kepada Allah
dalam kesendiriannya bil gaib tidak ada
yang lihat. Lahum magfiratun bagi
mereka.
ampunan wa ajrun kabir ganjaran yang
besar
ya ketika Allah berbicara tentang surga
dalam surat Qaf
ya tentang man khasiar rahmana bil ghaib
wajaa biqolbin
munibang inilah surga yang dijanjikan
kepada mereka siapa man khasyarahmana
bil ghaib orang yang takut kepada
arrahman ketika dia sedang bersendirian
Dan itulah hakikat
takwa. Benar dia tergoda. Allah
berfirman menunjukkan bagaimana hakikat
orang bertwa bertakwa. Innalladzinaqa
catati dalam surat biar antum
ingat-ingat surat surah Ala'raf.
Innalladzinaqa idahum thum
minitakaru faid humubsirun.
Dalam surat Al-A'raf ayat 2011. Ini ciri
orang bertakwa. Bukannya orang bertakwa
tidak digoda setan? Justru setan godain
orang
bertakwa. Kalau orang tidak bertakwa
enggak usah digoda setan, dia sudah
kesetanan. Enggak perlu
digoda. Makanya ada yang datang kepada
Ibnu Abbas, "Ya, Ibnu Abbas, orang
Yahudi katanya mereka kalau ibadah
mereka khusyuk." Kata Ibnu Abbas, "Kaifa
yati setan ila qolbin kharib?" Ngapain
setan ganggu orang yang hatinya sudah
hancur? Biarin aja khusyuk khusyuk
khusyuk kesyirikan, khusyuk kerusakan.
Yang beriman ini yang digoda. Orang
bertakwa digoda kata Allah innalladinaq.
Sesungguhnya orang yang
bertakwaahum minan setan mutar-mutar
bisikin. Ayo ayo diingatkan masa lalu di
nostalgia diingatkan, CLBK
diingatkan. Ah setan ini tazar dia ingat
bilang azubillahim
minasyaitanirrajim. Ini kalau antum
lolos langsung dicintai oleh Allah.
Levelnya tinggi langsung. Makanya Allah
berfirman, "Waliman khoa maqabbihi
jannatan." Bagi orang yang takut
keagungan Allah, dia mendapatkan dua
surga. Kata sebagian ulama, ini adalah
orang yang ketika dia bersendirian
tiba-tiba terbetik syahwatnya ingin
bermaksiat, tiba-tiba dia ingat Allah.
Terbetik ingin maksiat. Aduh, ya Allah
tolong aku. Kemudian dia tinggalkan.
Bagi dia dua surga, kata Allah Subhanahu
wa taala.
Maka Allah mengatakan, "Innallaha
yuhibbul muttaqin." Allah mencintai
orang-orang yang
bertakwa. Bertakwa. Kita sedang hidup di
zaman yang ketakwaan kita bisa luntur
setiap
hari. Nonton ini nonton anu, nonton ini,
nonton anu, akhirnya luntur luntur
luntur luntur tanpa kita sadari, kita
anggap sudah hal biasa. Padahal takwa
kita sedang luntur. Akhirnya salat malam
susah, sedekah pelit, taat sama suami
susah, berbakti sama orang tua berat,
salat enggak khusyuk-kusyuk, imamnya
disalah-salahin, bacanya enggak enak.
Padahal dia hatinya yang enggak
beres. Jangan salahkan kaca kalau
wajahmu
jelek. Kenapa? Hatinya bermasalah.
Kemudian imam-imam enggak enak, imamnya
kepanjangan imamnya. Padahal hatinya
yang bermasalah.
Oleh karenanya ini poin kalau kalau
ingin menjadi terbaik sisi Allah
bertakwa tinggalkan dosa besar dosa
kecilubairqan. Tinggalkanlah dosa besar
maupun kecil. Itulah hakikat ketakwaan.
Jadilah engkau sedang berjalan. Orang
berjalan di atas tanah yang penuh dengan
duri. Duri besar, duri kecil dia
waspada. Jangan sampai dia injak. Jangan
kau remehkan dosa kecil. Sesungguhnya
gunung besar berasal dari kumpulan
batu-batu yang kecil. Ti yang berikutnya
Allah
sebutkan, innallaha yuhibbul muhsinin.
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang
yang berbuat apa? Ihsan. Ihsan itu
maknanya dua. Pertama terkait kita
dengan Allah Subhanahu wa taala. Yaitu
senantiasa merasa Allah melihat kita.
Ketika Nabi menjelaskan tentang ihsan,
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Wal ihsan anudallah kaakau faillam
takun tarahu fainnahu yar." Ihsan itu
kau beribadah kepada Allah seakan-akan
engkau melihat Allah. Jika kau tidak
mampu, yakinlah Allah selalu melihat
melihatmu. Ini kalau kita bisa hadirkan,
benar-benar kita dekat dengan Allah,
benar-benar kita terbaik karena kita
telah mencapai derajat yang tinggi. Jadi
derajat itu agama, derajatnya
maratibuddin ada tiga. Islam ini
perkara-perkara zahir dia perhatikan.
Iman, perkara-perkara batin, akidah dia
perhatikan. Lebih tinggi lagi ihsan.
merasa senantiasa diawasi oleh Allah
Subhanahu sehingga dia selalu connecting
sehingga dia selalu memikirkan apa
komentar Allah terhadap saya kalau saya
begini apa komentar Allah dan dia selalu
berpikir yang penting Allah sudah tahu
selesai ya wama taf'alu min khairin
fainnallaha bihi alim apapun kebaikan
yang kau lakukan Allah tahu ylamhullah
Allah juga tahu
sehingga setiap dia beraktivitas dia
tahu Allah sedang
menilai ini. bicara agar kita terbaik di
sisi Allah. Sehingga kita
mau misalnya berbis orang tua, belikan
oleh-oleh buat orang tua. Kita tahu
Allah sedang melihat kita beli
oleh-oleh. Kita antar ke ibu, ternyata
sampai di sana ibu bilang, "Apa
oleh-oleh kayak gini kembaliin." Sedih
atau tidak sedih? Tapi kita bilang,
"Allah sudah tahu saya niatnya baik."
seperti itu
ya. Sama kita sudah semangat mau
ngelamar dalam rangka untuk menundukkan
pandangan, punya keturunan yang baik,
begitu ngelamar ditolak. Sedih atau
tidak sedih? Tapi Allah sudah tahu saya
niatnya apa? Baik. Sehingga tidak
terlalu kecewa. Karena fainnallaha bihi
alim. Sesungguhnya Allah maha melihat,
mengetahui apa yang kita lakukan.
Makna ihsan ini
hilang ketika kita sibuk bermetsos ya,
publish apa yang kita lakukan, aktivitas
kita keseharian, kita menunggu komentar
orang, likes atau dislikes dan
macam-macam sehingga kita hilang.
Bagaimana penilaian Allah kepada saya
hilang. Yang kita sibukkan bagaimana
penilaian netizenan kepada kita sehingga
kita berusaha terbaik bagi netizen bukan
bagi Allah subhanahu wa taala. Maka ini
di antara yang buat seorang derajatnya
tinggi di sisi Allah memiliki derajat
ihsan. Ini salah satu makna ihsan. Makna
kedua ihsan adalah berbuat baik sama
orang lain. Berbuat baik sama orang
lain. Itu saluran kedua nanti yang kita
bahas. Berbuat baik kepada orang
lain. Tib di antaranya
ya. Innallaha yuhibbul muqsitin. Allah
mencintai orang-orang yang adil.
Berusaha
adil sama anak-anak. adil sama anak buah
adil kalau punya anak 2 3 4 adil jangan
berat sebelah ya kalau punya istri 2 3 4
jangan berat sebelah karena kalau berat
sebelah maka akan bengkok pada hari
kiamat kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam
lahumanihuma
jaumalqiamati siapa yang punya dua istri
kemudian dia condong kepada salah
satunya tidak adil dia datang pada hari
kiamat badannya miring
Jenggotnya miring, dagunya miring,
kakinya miring. Akhi ente
kenapa? Kenapa? Anu qadarullah ada dulu
saya sembunyikan
satunya. Antum yang satu aman enggak
miring
insyaallah. Apalagi jomblo apa yang mau
dimiringkan?
Kalau istri dua tiga tidak adil miring
sama anak-anak sayang sama yang satunya
satu tidak disayangnya miring
nanti. Allah mencintai orang yang adil
selalu bersikap adil. Menilai orang juga
adil. Kita kalau nilai orang kita adil
ya. Kalau baik baik. Kalau enggak
enggak. Jangan kita nutupi kebaikannya.
Jangan kita berlebihan dalam menjelaskan
keburukannya. Atau sebaliknya berlebihan
dalam kebaikannya. Lupa dengan
kekurangannya. Kita adil kalau menilai
orang adil.
Ya kata
Allahumwa. Jangan sampai kebencian kamu
kepada suatu kelompok membuat kau tidak
adil. Adillah dalam menilai, dalam
bersikap meskipun kepada musuh yang
membencimu. Huaqra takqwa. Lebih dekat
kepada ketakwaan. Kata Ibnu Taimiyyah
rahimahullah, ayat ini terkait dengan
sikap adil terhadap orang
kafir. Jangan sampai kebencianmu kepada
suatu kaum buat kau tidak adil sehingga
kau berlebihan dalam
mensifati apalagi sesama kaum kaum
muslimin. Jadi berusaha adil dalam
tulisan, dalam komentar ya jangan
timbangan ganda. Adil dalam mengomentari
dalam kalau perlu berkomentar komentar
dengan cara yang adil. Jadi kalau kita
adil maka kita dicintai oleh Allah
Subhanahu wa taala.
Bab di antara yang menjadikan seorang
dicintai oleh Allah, apa kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam? Innallaha
yuhibbul abdqial gani khofi. Sungguhnya
Allah mencintai seorang hamba yang
bertakwa. Tadi sudah kita bahas.
Innallah yuhibbul
muttaqin. Alghani. Alghani itu
qanaah. Dia rida dengan pemberian Allah.
Dia merasa ya dia cari tapi apa yang dia
dapatkan sekarang sudah membuat dia
bersyukur. Dia tidak mengatakan kenapa
cuma dapat segini, kenapa begini. Dia
tidak merasa puas. Dia aduh cuma punya
mobil cuma segini. Ini orang tidak
dicintai oleh Allah, tidak bersyukur
atas nikmat Allah Subhanahu wa taala.
Tapi alghani yaitu dia merasa cukup dan
dia tidak minta-minta sama orang.
Bertopang pada dirinya, bertopang kepada
Allah kemudian pada dirinya mensyukuri
apa yang ada. Maka yang dicintai oleh
Allah subhanahu wa taala. Kemudian
alkfi. Alkhafi dicintai oleh Allah
adalah seorang yang tidak suka tampil.
Dia sibuk dengan privasinya, tidak suka
tampil menjadi buah bibir orang-orang,
menjadi pembicaraan banyak orang,
dikomentari oleh banyak orang. Dia
enggak suka. Dia enggak
suka. Dia suka sendirian. Kenapa? Kalau
orang seperti ini dia akan lebih ikhlas
beribadah. Dia akan lebih fokus ngurusi
anak istrinya. Tapi kalau hobinya tampil
tampil tampil tampil, anak istri
terbengkalai.
Kerabat terbengkalai, ibadah
terbengkalai, sibuk jadi kontainer
melulu, habis
waktu tampil tampil hobinya tampil
hobinya dikomentari. Suka yang nonton
banyak, yang komentar banyak justru
kalau bertengkar gara-gara dia, dia
happy ngelihatnya. Wah, ada yang bela
ada yang enggak happy. Suka
tampil kita tampil kalau perlu. Kalau
enggak perlu enggak usah.
Kalau perlu darurat tampil, kalau enggak
sebaiknya kita menghindar. Karena Allah
suka dengan orang yang tidak suka tampil
sehingga dia sibuk beribadah, sibuk
ngurus anak. Kita kalau suka tampil
kapan baca Quran? Kalau suka tampil
kapan kita mau belajar ngaji dengan
serius, runut, nulis,
dipraktikkan? Kalau kita suka tampil
kapan mau salat malam. Sebelum tidur
sibuk mikir konten. Bangun tidur sibuk
lihat komentar tentang konten. Mau bikin
konten satu aja susah. Eh, kurang sini
dari sana. Kurang kurang bajunya ini.
Ustaz ganti
sibuk sibuk karena kontainer itu
konsekuensi apa kontainer mau
diapain? Alkfi kalau ingin dicintai oleh
Allah Subhanahu wa taala. Di
antara agar kita dicintai oleh Allah,
menjadi terbaik di sisi Allah.
Berat-berat memang kalau
mau memang semua berat yang saya
sampaikan dari awal sampai akhir susah
atau susah? Susah atau susah atau susah?
Susah. Susah atau
sulit? Susah. Tapi yasir liman
yasarahullah. Mudah bagi orang berniat
Allah akan
mudahkan.
Berikutnya ada seorang sahabat datang
kepada Nabi. Ya Rasulullah dullani ala
amalin id amiluhu ahabbaniallah.
Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku
suatu amalan yang jika aku melakukannya,
Allah
mencintaiku. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Izhad fid dunya
yuhibbakallah." Zuhudlah kepada dunia,
Allah akan cinta sama
kamu. Zuhudlah terhadap dunia, Allah
akan cinta sama kamu. Zuhud maksudnya
apa? Menilai dunia bukan suatu yang
penting. Kalau dia dapat dunia untuk
akhirat, sebagaimana nasihat Allah
kepada Qarun yang punya harta banyak.
Kata Allah,
wabakallahu akhirah. Wahai Qarun,
gunakanlah melalui orang-orang saleh
nasihati Qarun. Wahai Qarun, gunakanlah
harta yang kau miliki, potensi tersebut
untuk akhirat. W tansa nasibaka minad
dunya. Jangan lupa bagianmu dari dunia,
tapi hukum asal seluruh potensi dunia
yang kau miliki untuk akhirat. Jadi,
zuhud kepada
dunia. Oleh karenanya makna zuhud yang
disebutkan oleh Ibnu Taimiyah
rahimahullahu taala ini makna yang
paling indah.
Tarku ma yanfa akhirah. Meninggalkan
suatu perkara yang tidak ada manfaatnya
di akhirat. Semua perkara yang tidak ada
manfaatnya di akhirat tidak mendatangkan
pahala di akhirat gak usah bikin. Semua
komentar yang Anda mau tulis, yang
brothers and
sisters mau tulis tidak ada faedahnya.
Enggak usah tulis. Di grup kita ma bikin
suatu
statement, kalau enggak ada faedahnya
enggak usah tulis. Kalau ada faedahnya
di akhirat tulis.
Mau ikut kegiatan, pikir dulu ini
kegiatan ada faedahnya buat akhirat saya
enggak. Kalau enggak ada cari kegiatan
lain. Mau posting sesuatu ada enggak
manfaat saya di akhirat? Kalau ada
posting. Kalau enggak antum kalau makan
stik harganya R2 juta, antum posting ada
enggak manfaat di
akhirat? Ada
enggak? Ada enggak? Saya tanya sama
antum?
Kalau antum ikut fitnas kemudian badan
keren pakai baju ketat, antum posting
di mana? Di statusnya
emak-emak. Ada enggak manfaatnya di
akhirat? Kalau ada posting
aja. Kalau enggak ada manfaatnya jangan.
Apalagi bikin masalah
dihisab. Ini membuat Anda dicintai oleh
Allah. Karena Anda selalu mikir yang
menjadi pertimbangan Anda utama adalah
akhirat.
Kalau ada manfaatnya lakukan. Contoh,
saya niat olahraga. Oke. Olahraga, Pak.
Olahraga saya biar kuat. Saya bisa
dakwah, saya bisa bangun malam, saya
bisa umrah. Kalau bimbing jemah kuat.
Oke. Ada manfaatnya?
Olahraga. Saya pengin jalan ajak istri,
anak istri jalan-jalan. Kenapa? Ya, biar
mereka semakin sayang sama saya, semakin
nurut. Dan ana ada refreshing masa ngaji
terus ada saatnya butuh apa? Refreshing.
Niatnya untuk akhirat. Lakukan. Kata
Ibnu Abbas, "Kara Nabi sallallahu alaihi
wasallam yatawaluna bil mau Rasul sahu
al wasam juga tidak setiap hari bikin
apa nasihat ada waktunya libur supaya
makofat saama agar tidak bosan kata Ibnu
Abbas jadi semua yang kita lakukan kalau
niatnya
baik ada manfaat di akhirat
lakukan." Sekarang saya tanya sama antum
kalau
antum beli jam harganya R1
miliar ada enggak manfaat di akhirat?
Emang ada duit? Juju enggak ada, Ustaz.
Ini misalnya antum orang kaya suatu saat
kan masih remaja. Ke depan insyaallah
bisa jadi orang kaya
ya yang saleh tentunya ya. Ya. Terus
antum punya uang pengin beli jam 2
miliar ada enggak pa ada pahalah
manfaatnya di
akhirat? Kalau ada
beli. Kalau enggak ada apa?
Jangan. Jangan.
Mohon maaf, antum beli motor harganya R2
miliar. Keren, gagah. Jaketnya Rp50 juta
misalnya. Saya enggak tahu jaket itu
berapa harganya. Siapa yang orang moge
sini? Kalau jaket itu harganya berapa?
Juta-juta. Enggak. Jaket kulit keren.
Helm berapa? Tayib. Itu antum beli
semua, aksesoris
semua.
Wah, coba renung sedikit. Ini ada
manfaatnya di akhirat. Kalau ada beli
aja enggak apa-apa saya
dukung. Kalau enggak konsekuensi zuhud
rem. Ustaz, saya beli mobil misalnya
Alpart mahal 1,5 miliar. Ada manfaatnya?
Ada. Saya buat safar bukan saya ya.
Maksudnya ini ada teman saya enggak
punya mobil Alpard ya. Buat ini buat
jalan ke sini safar. Alhamdulillah
ketemu orang tua turun langsung segar.
Oke, ada manfaatnya berarti.
Silakan beli, tidak ada yang larang.
Justru kau gunakan kekayaanmu untuk
akhirat. Itu
namanya setiap kita melakukan sesuatu
pertimbangan. Itu namanya zuhud. Ada
manfaatnya enggak untuk akhiratku? Kalau
ada lakukan, kalau enggak ada enggak
usah. Kalau nonton film Korea
coba, ada enggak manfaatnya di
akhirat? Ada.
Berat
ya. Antum sih mau jadi terbaik di sisi
Allah. Ya, berat. Semua berat kita
merasa berat zaman sekarang ini terlalu
banyak membuat kita
lalai. Ini menjadi terbaik sisi Allah
Subhanahu wa taala. Di antaranya agar
dicintai oleh Allah subhanahu wa
taala. Jika melakukan suatu amalan rutin
meskipun sedikit. Ahabbul amaliallah
adwuha inqal. Amalan yang paling
dicintai oleh Allah adalah yang
berkesinambungan meskipun sedikit bukan
banyak-banyak kemudian mutung di tengah
jalan. Rasulullah bersabda, "Alaikum
minal amali maquun fnallaha la yamalta
tamallu." Lakukanlah amal yang mungkin
kau bisa continue, yang kau mampu.
Sesungguhnya Allah tidak bosan sampai
kau sendiri yang bosan.
Makanya ketika ada seorang
wanita mengikat tali di masjid di zaman
Nabi kemudian dia supaya salat malam
sambil ngantuk-ngantuk bisa berpegangan.
Rasul tanya talinya siapa? Ini talinya
Fulana. Buat apa dia bikin tali di
masjid? Ya Rasulullah kalau dia ngantuk
dia berpegangan dengan tali sambil salat
malam. Subhanallah semangatnya luar
biasa. Kata Rasulullah
putusin ini enggak bisa seperti ini.
Amal yang paling baik adalah yang kon
kontinue. Meskipun sedikit. Nanti kalau
kita sudah level bagus, kita naikkan
level daripada langsung banyak-banyak
kemudian mutung di tengah tengah
jalan. Amal seperti ini yang kita yang
kita atur, yang kita manage, saya inilah
puasa Senin Kamis dululah. Senin Kamis,
Senin Kamis alhamdulillah. Kalau saya
mampu naik pangkat, mungkin saya puasa
apa lagi tambah lagi. Kalau enggak saya
bertahan di situ. Atau sebelum puasa
Senin Kamis saya puasa 3 hari sebulan.
Mampu enggak saya bertahan? mampu.
Alhamdulillah 3 bulan sehari enggak 3
hari sebulan gak gak gak sulit. Kalau
bisa naik lagi, kalau bisa naik lagi.
Kalau enggak bertahan enggak ada
masalah. Allah suka yang
kontinue. Amal yang kontinue. Yang
terakhir sebenarnya amal yang dicintai
Allah banyak. Yang terakhir adalah
asalatu fi awil wqt. Ketika Rasulullah
ditanya, "Mal ayyul amali ahabbuallah?"
Amal apa yang paling dicintai oleh
Allah? Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Alatu ala wqtiha." Salat pada
waktunya. Ditafsirkan dalam sebagian
hadis salat di awal waktu. Ini ikhwan
maupun akhwat berusaha kalau sudah
datang waktu salat panggilan Allah
menunjukkan kita perhatian terhadap
panggilan Allah. Begitu tiba waktu azan
zuhur sudah kalau bisa sebelum zuhur
kita sudah siap-siap. Sehingga begitu
azan zuhur, begitu diuman azan kita
segera menuju masjid. Yang ibu-ibu juga
di rumah, akhwat-akhwat, sister-sister
di rumah segera langsung apa? langsung
berwudu, siap untuk salat. Biasakan hati
kita terikat dengan panggilan Allah
Subhanahu wa taala. Sejauh mana kita
perhatian terhadap panggilan Allah,
sejauh itu derajat kita
naik dan kita menjadi terbaik di sisi
Allah Subhanahu wa taala. Ti saya
cukupkan ini. Ngomong-ngomong kita
sampai jam berapa? Karena masih panjang
belum? Saya masih lanjut. Saya mau tanya
kita sampai jam berapa? Ee sampai .30
masih boleh, Ustaz? 1 jam lagi. Iya,
insyaallah. Yang benar saya jawab.
Insyaallah.
Boleh, Ustaz. Saya mau jadi terbaik bagi
istri saya. Harus pulang. Oh,
silakan. Silakan Ustaz.
Tib. Lanjut. Yang kedua, kita ma saluran
pertama. Gimana menjadi terbaik? Carilah
keridaan Allah Subhanahu wa taala.
Carilah keridaan Allah subhanahu wa
taala. Cari dalil-dalil amal apa yang
buat Allah rida kepada kita. Di
antaranya yang pertama adalah senantiasa
memuji Allah meskipun pada nikmat nikmat
yang dianggap sepele. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam,
"Innallahaardil abdi akal akalahmadahu
alaiha
waaribahmadahu alaiha." Sesungguhnya
Allah rid. Kalau rida kan suka berarti
derajatnya
tinggi. Nabi Musa ketika dipanggil oleh
Allah, dia datang kecepatan.
Kata Nabi, kata
Allah, "Ya Musa, saya kan suruh kau
datang sama kaummu wahai Musa. Kenapa
kau datang di luar? Kaumu di belakang."
Kata Nabi
Musa, "Saya datang segera sebelum
waktunya. Saya tinggalkan kaum saya,
nanti mereka nyusul, ya Allah, saya
datang lebih daripada waktunya lebih
dahulu agar Engkau rida
kepadaku." Musa semangat. belum waktunya
sudah datang di luar supaya diridai.
Nah, di antara cara kita diridai Allah
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Sesungguhnya Allah rida dengan seorang
hamba jika dia makan satu makanan dia
puji Allah dan jika dia minum satu
minuman, dia puji Allah." Dia mensyukuri
nikmat makanan yang dia
makan.
Makanya Nabi Nuh disebut dengan abdan
syakura, hamba yang pandai bersyukur.
Kenapa? Karena setiap kenikmatan kecil
dia muji Allah. Sampai disebutkan Nabi
dalam tafsir kalau dia pakai baju dia
bilang, "Ya Allah segala puji bagimu.
Seandainya engkau engkau berkehendak
tentu aku tidak bisa punya baju. Kalau
dia pakai sendal dia muji Allah. Segala
puji bagi demi Allah. Kalau Allah
berkehendak aku tidak punya sendal.
Kalau dia makan dia puji Allah jika kau
berar aku kelaparan. Selalu memuji
Allah." Dan itu juga sifat Nabi Ibrahim.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Syakiran
liani." Ibrahim mensyukuri nikmat-nikmat
bahkan yang kecil-kecil.
Jadi kalau kita sering memuji Allah
berarti
kita mensyukuri nikmat Allah. Maka dapat
nikmat apa? Bilang apa?
Alhamdulillah.
Alhamdulillah. Alhamdulillah. Sering
puji Allah Subhanahu wa taala. Bukan
sebaliknya ngelu. Waduh waduh waduh
subhanallah.
ngelihat ke atas terus tidak pernah
bersyukur
ya. Tapi kalau sering puji Allah nikmat
yang kita rasakan begitu banyak. Memang
ada kekurangan gak ada yang sempurna.
Sempurna cuma di surga. Musibah yang
menimpa kita tidak ada apa-apanya
dibandingkan nikmat yang kita rasakan
begitu banyak. Enggak ada
apa-apanya. Kalau kita ma bikin list.
List musibah dibandingkan list nikmat.
Banyakan list
nikmat. Coba list musibah. PHK satu,
dua, diomelin istri dua, tiga. Apalagi
sakit encok tiga tiib cuma sedikit. Coba
nikmat. Nikmat pandangan, nikmat
pendengaran, nikmat sehat, nikmat bisa
ngaji, nikmat bisa salat, nikmat
bertetangga, nikmat masih punya istri,
nikmat masih punya anak, banyak orang
ditinggal
istrinya. Tadi kemarin saya baru
ditanya, "Ustadz, istri saya menceraikan
saya." Subhanallah.
Istrinya ceraikan dia. Padahal gak ada
istri
mencerai. Kasihan. Jadi banyak. Maka
kita dapat nikmat sedikit pun kita
bilang apa?
Alhamdulillah. Alhamdulillah. Ini
membuat kita diridai oleh Allah. Yang
kedua, agar kita diridai oleh Allah
subhanahu wa taala ketika terkena
musibah kita berusaha memuji Allah
subhanahu wa taala. Memuji Allah.
Makanya ketika Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam anaknya meninggal, anak
laki-laki satu-satunya yang hidup ketika
itu. Anaknya semua sudah tinggal
perempuan ketika Rasulullah ana ada
Qasim Abdullah sudah meninggal sebelum
Nabi jadi Nabi. Ketika Nabi jadi nabi
anaknya perempuan semua yaitu Zainab,
Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fatimah.
Kemudian ada anak lagi namanya Ibrahim.
Laki-laki. Tentu Rasulullah senang punya
anak laki-laki. Sampai Rasulullah pernah
tabani, pernah punya anak ngangkat anak
itu Zaid bin Haritah. Laki-laki terus
dilarang oleh Allah subhanahu wa taala.
Ketika punya anak laki-laki, Rasulullah
sayang luar biasa. Ternyata sebelum 2
tahun meninggal dunia dan meninggal di
pangkuan Nabi. Dan Nabi pun menangis.
Kemudian Nabi berkata, "Innal qolba la
yahzan." Sungguhnya hati ini bersidih.
Wa inal aina tadma. Dan sungguhnya mata
ini mengalirkan air mata.
W naquulu illa bima yurdibana. Dan kami
tidak akan berucap kecuali yang
mendatangkan keridaan siapa? Allah. Wa
inna bika ya Ibrahim lamahzunun. Sungguh
kami sedih dengan kepergianmu. Tetap
Rasulullah mengatakan alhamdulillah ala
kullial. Bukan ya Allah kenapa kau ambil
dia? Ya Allah kenapa kau senangkan aku
terus kau sedihkan aku? Mending dari
awal tidak punya anak. Enggak ada
ngomongan kayak
gitu. Mending dari awal tidak ketemu
kamu. Kenapa sekarang saya menderita?
Ini namanya protes sama siapa? Sama
Allah. Alhamdulillah ala
kullial. Makanya ketika ada seorang
hamba Allah yang anaknya meninggal dunia
masih kecil, maka Allah bertanya kepada
malaikat, "Halqadtum walada abdi?"
Apakah kau engkau kalian para malaikat
telah mencabut nyawa putra hambaku? Kata
malaikat, "Iya ya Allah. Halqumar fuadii
apakah kalian telah mengambil nyawa buah
hatinya?" Kata malaikat, "Iya, ya
Allah." Kata Allah, "Maqala abdi, apa
komentar hambaku ketika anaknya
diwafatkan?" Kata malaikat, "Hamidaka
wastarja." Hambamu berkata,
"Alhamdulillah, innillahi wa inna ilaihi
rojiun." Subhanallah. Dalam kesedian
masih bisa mengucapkan apa?
Alhamdulillah alal. Kata Allah Subhanahu
wa taala, "Ubnu baitan abdi wasamuhu
bibaitil hamdi." Bangunkan istana bagi
hambaku tersebut dan namakan dengan
istana pujian. Kenapa? Dia terkena
musibah masih memuji siapa? Allah. Ini
membuat Allah sangat rida cepat kepada
kita dan kita langsung upgrade dengan
cepat. Tapi ini butuh ilmu, butuh
penghayatan, butuh keridaan. Kita tiap
zikir pagi petang bilang roditu billahi
rba. Di antara maknanya, "Ya Allah, aku
rida dengan segala keputusan. Aku tahu
apa yang kau putuskan, yang kau putuskan
untukku yang terbaik. Meskipun aku paham
atau aku tidak paham." Raditu billahi
rba. Ini membuat kita cepat naik di sisi
Allah Subhanahu wa taala.
Yang ketiga, di antara amal yang membuat
Allah cepat rida kepada kita, terkadang
kita
lakukan adalah mencari muka kepada Allah
dengan kemurkaan
manusia. Ketika Muawiyah kirim surat
kepada Aisyah, "Wahai Aisyah, berikan
nasihat kepadaku." Muawiyah jadi
gubernur atau jadi khalifah? Dia minta
nasihat kepada Aisyah radhiallahu anha.
Ya, wala tukir alaiya. Kasih saya
nasihat singkat, jangan banyak-banyak.
Maka Aisyah tulis surat, "Sesungguhnya
aku mendengar Rasul wasallam
bersabda,"ilidah bisas radhiallahu
anhu waardasa anhu. Siapa yang mencari
keridaan Allah dengan kemurkaan manusia,
Allah akan rida sama dia. Dan Allah akan
menjadi ujungnya menjadikan orang pun
rida sama sama dia.
Siapa yang mencari kemurkaan
Allah dengan menyenangkan manusia, Allah
akan murka sama dia dan Allah akan buat
orang akan murka pada dia di kemudian
hari. Demikian nasihat wasalam. Jadi
terkadang kita untuk diridai Allah kalau
kita tahu itu benar kita ucapkan
meskipun konsekuensinya tapi ini benar
cari bukan cari muka ya bukan cari muka
sama manusia tapi benar-benar cari muka
kepada siapa? Allah. Kita sampaikan
statement tersebut meskipun orang
maki-maki kita.
Kalau ini kebenaran tentu dengan cara
yang baik kita sampaikan meskipun orang
murka sama kita. Di saat itulah Allah
rida kepada
kita. Tayib. Kita selesai dari saluran
yang pertama yaitu menjadi terbaik
melalui
apa? Hubungan interaksi kita dengan
siapa? Allah subhanahu wa taala. Agar
kita dicintai, agar kita diridai.
Berikutnya kita mencari menjadi yang
terbaik.
dengan interaksi kita dengan manusia.
Dan ini
banyak syaratnya harus karena Allah
bukan
pencitraan. Kapan kita karena pencitraan
maka tidak ada pahalanya sama sekali
bahkan menjadi bemerang menyerang kita
pada hari kiamat. Karena ternyata kita
berbuat baik hanya sekedar mencari
sanjungan manusia. Makanya
ketika Adi bin Hatim masuk Islam, Adi
bin Hatim seorang sahabat. Dia punya
ayah namanya Hatim at
Thai, yaitu dari dari Hail sekarang,
kota di Arab Saudi. Dan ayahnya terkenal
sangat dermawan sampai yudrobu bihil
matsal fil jud wal karam. Kalau orang
bicara tentang kedermawanan, mereka akan
bilang, "Lihatlah Hatim, orang sangat
dermawan." Sampai disebutkan di antara
kedermawanannya ketika musim dingin, dia
suruh budaknya untuk bakar api di
gunung. Dia bilang sama budaknya, "Kalau
ada musafir lewat terus dia lihat apimu
dan dia datang ke tempatku minta makan,
saya kasih makan, kau
merdeka." Sampai
begitu nyalain api, tunggu musafir
lewat. Kalau ada dia datang, saya kasih
makan, kau merdeka. Berarti kau telah
berhasil mendatangkan orang yang bisa
saya jamu. Luar biasa.
Maka Adi bin Hatim putranya masuk Islam.
Bapaknya meninggal dalam kondisi musyrik
yang tadi dermawan. Maka putranya sama
tanya sama Nabi, "Ya Rasulullah, ayahku
dulu dermawan, nyambung silaturahmi,
suka kasih makan orang, sangat
baik. Bagaimana nasib ayahku?" Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, beliau
berkata, "Auka ar amrobahu air, ayahmu
dulu waktu melakukan itu ingin dipuji
oleh manusia dan dia mendapatkan pujian
tersebut. Sampai sekarang dipuji-puji,
sampai hari ini masih dipuji, tapi
enggak dapat apa-apa di
akhirat." Jadi, kita kalau berbuat baik
sama orang jangan pencitraan. Maksudnya
kalau Anda lagi baik sama ibu, sama
bapak, gak usah Anda
posting. Ini loh, jadilah seperti saya,
anak berbakti sama orang tua. Maksud lu
gimana ini? Maksudnya ini kenapa
diposting? Maksudnya apa? Alhamdulillah
saya telah ngajak ibu saya jalan-jalan.
Maksud lu
apa? Alhamdulillah saya sudah bangunkan
rumah buat ibu saya. Maksudnya
apa? Ingin pengakuan manusia?
Jadi saluran kedua ini juga merupakan
potensi besar untuk menjadi terbaik di
sisi Allah Subhanahu wa taala. Tetapi
jangan karena pencitraan. Apa saja?
Pertama, siapa yang terbaik bagi
istrinya, maka dia terbaik di sisi
Allah. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, khairukum khairukum liahlihi
wa ana khairukum liahli. Sebaik-baik
kalian di sisi Allah adalah yang terbaik
bagi istrinya. Dan aku kata Nabi, adalah
suami yang terbaik. Maka seorang lelaki
kalau ingin jadi terbaik berusaha
mencari hati istrinya karena Allah.
Menyenangkan hati istrinya karena Allah.
Memilih kata-kata yang baik untuk
istrinya karena Allah. Sampai kalau
orang tanya sama istrinya, "Gimana anti
suaminya?" "Gimana suamiku?" Masyaallah
Allahumma barik luar biasa. Saya enggak
bisa ungkapkan. Pokoknya saya sangat
bahagia. Udah, ente masuk surga kalau
begitu.
Tapi kalau gimana suami anti
Allah amit-amit
Allah ya Allah sabarkanlah hambau ya
Allah. Jadi jadilah terbaik bagi
istri. Dan Rasulullah bilang, "Saya
suami yang terbaik."
Rasulullah dia seorang kepala negara,
dia seorang kalau kita bilang ulama
besar sebagai super ulama lah itu yang
mungkin dihormati oleh seluruh manusia.
Tapi dia kalau di rumah tidak seperti
itu sama istrinya. Eh kau enggak tahu
saya ustaz kah? Enggak. Dia sama
istrinya sebagaimana suami terhadap apa?
Istri. Kadang istrinya ngambek, kadang
istrinya
anu. Dia punya sikap berbeda ketika di
rumah. Karena dia memposisikan dirinya
sebagai seorang apa?
suami itu Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Ah, cerita tentang bagaimana
Nabi itu kajian sendiri saya tidak
sedang menceritakan bagaimana Nabi
terhadap istrinya. Jadi berusaha menjadi
suami terbaik bagi
istri. Bahkan saya punya kawan ini kisah
nyata. Dia ceraikan istrinya. Ceraikan
istrinya. Subhanallah. Sampai akhirnya
dia meninggal dunia ketika COVID. Terus
apa
namanya itu kenal dengan istri saya.
Kemudian ditelepon, "Bagaimana si
Fulan?" Maka Umu langsung
bilang, "Ternyata dia puji-puji
suaminya." Padahal bukan suaminya lagi.
"Iya dulu si fulan tuh baiknya sama
saya." Padahal
dicerai. Subhanallah. Padahal dicerai.
Gak ada kayaknya ada masalah sesuatu.
Sehingga harus menceraikan sang wanita.
Tapi tetap menjadi lelaki yang
terbaik. Terkesan bagi wanita yang sudah
dia ceraikan. Bagaimana ketika mereka
masih dalam rumah tangga? Oleh karenanya
seorang berusaha menjadi terbaik di sisi
Allah dengan menjadi terbaik bagi
istrinya.
Ya memang istri kita kita suruh-suruh
ya tapi jangan membuat dia terkesan
seperti babu ya. Tapi bilang kamu ratu
meskipun ada
babunya. Ratu di rumah ya ratu juga
bantu raja dong. Tapi kita mengesankan
dia seorang apa? Ratu ngomong baik-baik.
pilih kata-kata ya kalau salah diarahkan
dengan cara baik. Tidak ada kata-kata
merendahkan dia, menghinakan dia. Pilih
kata-kata dia. Ibunya anak dia yang
menjaga kehormatan kita. Kita
menyalurkan hasrat kita dengan halal
dengan sebab dia banyak kebaikanlah.
Tentu di balik kekurangannya masih
banyak apa kebaikannya. Baik. Berikutnya
untuk menjadi terbaik di sisi Allah
jadilah tetangga yang terbaik. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Kirul
jiranumiranihi." Sebaik-baik tetangga
adalah yang terbaik bagi tetangganya.
Wakhairul ashab khairuhum li ashabihi.
Sebaik-baik teman, teman yang terbaik
bagi teman-temannya. Jadi sekarang,
sekarang misalnya kita tinggal di suatu
kluster yang mungkin rumah cuma 20
tarulah itu kan bertetangga itu. Kalau
kita mau jadi terbaik di sisi Allah,
jadilah kita yang paling baik di antara
20 orang tersebut. Saya rasa tidak susah
zaman sekarang. Kalau antum ke Jogja
beli gudek Jogja bagi-bagi setahun dua
kali sudah terbaik. Karena jarang
sekarang tetangga bagi-bagi. Jarang.
Antum cari muka membagi-bagi makanan
yang tidak mereka
lakukan. Tidak ada susahnya. Saya tidak
bilang tiap hari antum bangkrut. Enggak.
Pas lagi safar beli apa? Beli kue kek,
beli apa
bagi-bagi. Lagi umrah beli kurma
bagi-bagi. Ya paling
tidak antum sudah berusaha berbaik sama
tetangga. Ketika Allah melihat di antara
20 ente yang terbaik, ente jadi terbaik
di sisi Allah.
Saya rasa tidak
susah. Yang sahabat terbaik di sisi
Allah kata Nabi adalah yang terbaik bagi
para sahabatnya. Kalau ini susah
nih, siap sedia. Kapan sahabatnya susah,
dia siap menemani. Kalau sahabat sudah
dia siap membantu, ini agak susah. Dulu
di zaman orang-orang jahiliah sebagian
orang diberi gelar dengan zadur raqib,
yaitu bekal musafirin. Dia diberi gelar
demikian. Kenapa? Setiap kalau dia
bersafar dengan teman-temannya semua
tidak boleh bayar, dia yang bayar. Itu
sudah ada sejak zaman
jahiliah. Antum ada yang bisa kayak
gitu? Tenang, safar semua. Tiket saya
yang bayar. Gak usah bayar. Tenang.
Masyaallah. Hotel saya yang bayar. Nanti
notanya saya kirim
belakangan. Jadi kalau zaman dulu ada
orang seperti itu, kita juga punya teman
seperti itu ada. Makanya kita senang
safar sama dia. Kalau dia bilang,
"Ustadz, jalan." Ah, sudah. Tenang,
semua gratis, aman.
berarti menjadi terbaik bagi sahabatnya.
Sahabatnya nyaman sama dia. Kapan Anda
menjadi seorang seperti itu? Anda
menjadi terbaik dari sisi dari sisi
saluran
sahabat. Jadi cara terbaik
banyak. Di antaranya khairukum anfaukum
linnas. Sebaik-baik kalian adalah yang
paling bermanfaat bagi masyarakat.
Seorang berusaha jadi terbaik dengan apa
yang potensi dia miliki. Kalau jadi
dokter, jadi dokter yang terbaik.
berusaha memberi obat yang terbaik,
memberi arahan yang terbaik. Jangan
pikirannya dapat duit-duit. Gimana
ngambil duit dari pasien
sebanyak-banyaknya, bagaimana kerja sama
dengan toko obat, kemudian obat yang
tidak pas dia jual supaya dia dapat
keuntungan. Ini pengkhianat seperti
tidak amanah. Dokter-dokter seperti ini
bukan terbaik bagi pasien, terburuk bagi
pasien. Dia kasih resep obat-obat yang
mahal karena dia dapat untung dan dia
jual obat tersebut. Jadi lihat dia
tukang jual
obat. Dan ada enggak dokter seperti itu?
Ada atau
tidak? Ada atau banyak?
Jangan sok tahu. Tapi ada karena saya
sering ditanya jadi saya
tahu. Jangan enggak boleh. Jadi dokter
yang amanah terbaik bagi
pasien. Kalau pasien datang ladang
pahala. Saya berusaha menilai dengan
yang terbaik yang saya mampu dengan
waktu yang terbatas yang saya
miliki. Kayaknya Oh, kalau enggak bisa,
enggak bisa. Kalau tahu, tahu. Kalau
bicara, bicara.
potensi yang kita miliki. Kalau Anda
pejabat, jadilah pejabat yang terbaik.
Karena pejabat yang terbaik dia dekat
sekali dengan Allah Subhanahu wa taala.
Makanya ketika Nabi sallallahu alaihi
wasallam menyebutkan tujuh golongan yang
Allah naungi pada hari kiamat kelak,
orang pertama yang Nabi sebutkan adalah
imamun adil. Imam yang adil. Bahkan kata
Ibnu Taimiyah, imamun adil afdolul
mujahidina fi zamanihi. Pejabat yang
adil, pemimpin yang adil adalah mujahid
terbaik di zamannya. Kenapa? Kalau dia
baik, bawahannya semua ikut senang.
Kalau dia zalim, dia zalimi banyak
orang. Makanya saya bilang, jabatan itu
bikin mudah masuk surga dan juga bikin
mudah masuk neraka. Siapa yang jadi
pejabat yang baik, dia buat
undang-undang yang dengan semampu dia
untuk kemaslahatan masyarakat dan dia
berusaha
seadil-adilnya. Oh, dia nanti di akhirat
lebih mulia daripada banyak orang.
Bahkan ketika Nabi sebutkan tujuh
golongan, yang pertama yang Nabi sebutin
dia. Kenapa? Kalau dia adil yang
merasakan dampaknya banyak orang. Tapi
kalau dia tidak adil, tapi kalau dia
ternyata koruptor, tapi kalau ah sudah
paling hancur nanti di
akhirat. Kenapa? Rasulullah berkata
khairukum anfaakum linas. Sebaik-baik
kalian adalah yang paling terbaik bagi
masyarakat. Berarti kebalikannya
seburuk-buruk kalian yang paling
mengganggu apa? Merugikan masya
masyarakat. Hati-hati jadi pejabat.
Pejabat-jabatan itu ujian, tapi itu
sarana untuk Anda menjadi yang terbaik.
Maka semangat jadi pejabat yang
baik. Tib. Di antara hal yang menjadikan
seorang terbaik kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Khairukum ahsanukum
qadaan." Sebaik-baik kalian adalah yang
paling baik dalam bayar hutang.
Hm. Ini disebutkan oleh Nabi ketika Nabi
ditagih. Nabi ternyata punya hutang.
Nabi pernah berhutang? Pernah.
Nabi pernah punya punya utang unta.
Penagi unta datang, "Ya Rasulullah,
bayar utangmu." Dan dia agak keras
sampai para sahabat mau marah. Kata
Rasul sahu alaihi wasallam, "Biarkan dia
berbicara." Faiahibil haqqi maqalan.
Orang yang punya hak dia berhak
menuntut. Kata Nabi, "Biarin." Nabi
tidak. "Kau kenapa sama saya begitu?"
Enggak. Rasul bilang, "Biarin dia
berbicara. Dia punya hak." Kemudian
Rasulullah bayar. Kata Rasulull
sallallahu alaihi wasallam, "Carikan
unta yang seumur yang pernah saya
pinjam." Kata para sahabat, "Enggak ada
unta yang seumur yang kau pinjam ya
Rasulullah. Carikan yang lebih baik."
Maka dicarikan lebih baik, Rasulullah
bayar dengan
lebih. Kemudian Rasulullah berkomentar
di akhir hadis, "Inna khairakum
ahsanukum qadaan. Sebaik-baik kalian
yang paling baik ketika membayar apa?
Hutang. Kita terkadang punya hutang sama
orang. Maka jadilah orang yang beradab
ketika bayar hutang. Kalau mampu punya
uang, kalau bisa bayar sebelum jatuh
tempo. Terus kalau bayar di akhir bisa
ditambah tanpa ada kesepakatan, itu
tidak
mengapa. Yang tidak boleh ada
kesepakatan ya nanti tambah ya. Enggak
boleh riba namanya. Tapi kalau kita
bayar terus kita terima kasih itu
boleh-boleh saja yang penting bukan
kesepakatan ya. Terus kalau antum enggak
bisa bayar telepon ada pemberitahuan.
Ya, akhi qadarullah saya lagi enggak ada
duit. Mohon maaf ya. Dia maki-maki, ya.
Biarin aja ya. Ya, mohon maaf ya. Saya
pukulan enggak
ada. Ketika kita beradab dalam bayar
hutang, kita bisa menjadi terbaik di
sisi Allah Subhanahu wa taala. Bukan
sebagian orang hutang tidak bayar, nomor
telepon
ganti, tahu-tahu lagi jalan-jalan di
luar negeri. Wuduh ngeri. Saya pernah
ada dua orang, si A dan si B. Dua-dua
saya kenal. Si A pinjam uang sama si B.
Ditagih-tagih B nagi si A, si A enggak
bayar-bayar. Qadarullah ketika umrah
ketemu si B datang sama saya, "Ustaz,
ini gimana saya tagih-tagi? Ternyata dia
umrah, apalagi umrah sama istrinya. Saya
saja sendirian
misalnya. Bagaimana bisa demikian? Oh,
uang tidak kau bayar kok malah
umrah." Sampai ada kemari lagi teman
seperti itu, "Ustaz, ini orang punya
hutang sama saya R00 juta lebih sekarang
dia haji. Saya saja tidak bisa haji, dia
haji." Ini orang tidak punya adab. Orang
buruk di sisi Allah Subhanahu wa taala.
Kalau Anda kebetulan ditakdirkan punya
hutang, beradablah ketika bayar hutang.
Kalau bisa bayar pada waktunya,
alhamdulillah. Kalau bisa lebih sebelum
waktunya, itu yang terbaik. Kalau bisa
kasih hadiah, kasih hadiah. Kalau tidak
bisa bayar, minta maaf. Siap diomelin.
Wajar. Dia juga lagi butuh kalau gak ada
qadar. Kalau ada aset dijual,
dijual. Ini malah sebaliknya. Duit
ditahan
kemudian berfoya-foya sementara utang
utang banyak.
Di antara orang terbaik Rasulullah
bersabda, "Ala ukhbirukum bikhairikum."
Maukah aku kabarkan kepada kalian
tentang orang yang terbaik di antara
kalian dan orang yang terburuk di antara
kalian? Kata para sahabat, "Bala ya
Rasulullah, siapa orang terbaik?" Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Alladzina idza ruu
zukirallah." Orang-orang yang kalau
dilihat membuat orang ingat Allah
subhanahu wa
taala. Orang sebagai orang yang terbaik.
Kenapa dengan zuhudnya?
akhlaknya yang baik,
tawadunnya. Sehingga kalau orang lihat
dia saja baru lihat sudah ingat
akhirat. Bukan sebaliknya malah dunia,
dunia
enggak. Kenapa? Tutur katanya ngajak
kepada akhlaknya mulia, muat-membuat
orang ingat kepada hari akhirat. Ya,
intinya masih banyak dalil. Tapi
kesimpulannya, interaksi yang terbaik
kepada sesama manusia kalau karena Allah
menjadikan seorang terbaik di sisi
Allah. Rasulullah bersabda, "Kiarukum e
khairukum ahsanukum khuluqo."
Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik
akhlaknya. Tentu dengan niat karena
Allah subhanahu wa taala. Ini saja
ikhwan dan akhwat, brothers and sisters
yang bisa saya
sampaikan agar kita mulai hari ini mulai
fokus bagaimana kitajadi terbaik di sisi
Allah bukan terbaik di mata natizen ya.
Kalau kita pun terbaik di hadapan
manusia pun karena Allah bukan karena
penci pencitraan sehingga tetap
kembalinya karena Allah subhanahu wa
taala. Bab. Demikian saja. Mohon maaf
kepada brothers and sisters. Saya cuma
bisa sampai di sini. Semoga Allah
memberikan kita kebahagiaan di dunia dan
di akhirat. Sebagaimana Allah kumpulkan
kita di sini, semoga Allah kumpulkan
kita di surga kelak. Amin ya rabbal
alamin. Wabillahi taufik wal hiidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.