File TXT tidak ditemukan.
Transcript
gpxH9WV8IfI • Menjadi Yang Terbaik - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2436_gpxH9WV8IfI.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillahi ala ihsani wasukrulahu ala taufiqihiani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwani allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan. Para hadirin dan hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Pada malam hari ini kita akan bahas topik yang penting buat kita semua yaitu bagaimana menjadi terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Hal ini kenapa? Karena setelah kita lama berinteraksi dengan medsos ya, kita masuk dalam grup-grup ya, kita senantiasa melihat komentar tentang kita atau kita mengomentari orang, kita terbuai dan bahagia melihat like yang banyak ya dan sedih ketika dislike. Sehingga akhirnya kita sudah terbiasa mencari penilaian audiens itu sudah biasa. Kita terbawa dengan sendirinya. Apalagi yang suka bikin konten itu kontainer ya. Jadi akhirnya akan terbiasa mencari penilaian gimana konten saya bagus atau tidak ya terbawa dengan sendirinya. Dia tidak bisa menghindar sehingga dia sibuk memperbaiki melihat komentar. Akhirnya kita terkadang bisa lalai dari mencari terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Jadilah sebagian wanita misalnya untuk menjadi terbaik di komunitasnya, maka dia sibuk memperbaiki, memperhatikan penampilan luarnya. Tasnya harus branded misalnya ya. Kemudian sepatunya harus branded. Terkadang suaminya juga harus branded ya sehingga wow di hadapan komunitasnya. Dan benar setelah dia melakukan itu semua maka dia menjadi terbaik di mata mereka. Orang melihat dengan sanjung, orang melihat dengan hormat. kondisi menjadikan kita seperti itu mau gak mau ya karena kita semua berinteraksi dengan namanya metsos akhirnya membuat kita lupa untuk menjadi terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Padahal ketika seorang terbaik di depan manusia belum tentu dia terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Ada yang terbaik di sisi manusia dan dia juga terbaik di sisi Allah. Tapi betapa banyak orang yang terbaik di mata manusia, ternyata dia tidak terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Bahkan dia buruk, terburuk di sisi Allah Subhanahu wa taala. Makanya Allah berfirman, "Yauma tublarair." Hari di mana semua rahasia akan terungkap. Dalam surat Al-Waqiah Allah berfirman, "Idza waqaatil waqia'ah laisa liwaqatiha kadibah khofidatur rafi'ah. Jika terjadi hari kiamat dan tidak ada yang bisa mendustakan akan terjadinya hari kiamat. Khofidatur rafi dan hari kiamat akan merendahkan maupun akan mengangkat. Sebagian ahli tafsir mengatakan merendahkan itu merendahkan orang-orang yang dulu dianggap terbaik di dunia, dianggap hebat di dunia, dihormati oleh orang, ternyata hakikat di akhirat dia direndahkan. Rofiah dan sebaliknya. Ada orang-orang yang di dunia direndahkan oleh manusia, ternyata dia sangat tinggi di sisi Allah Subhanahu wa taala. Karena parameter untuk meraih keterbaikan, parameter manusia beda dengan parameter Allah Subhanahu wa taala. Manusia terbaik dilihat duniawi. Prestasi duniawi. Mau duitnya, mau jabatannya, mau kepintarannya, kecerdasannya, dari fisik kecantikannya, ketampanannya, itulah parameter apa? Parameter manusia secara umum. Oh, ini masyaallah. terbaik ya. Adapun di sisi Allah Subhanahu wa taala berbeda. Inna akramakumallahi atqakum. Yang paling termulia di sisi Allah, yang paling bertakwa di antara kalian. Saya kasih akan kasih contoh bagaimana terbaik di sisi Allah terkadang disandang oleh orang-orang yang dipandang sebelah mata oleh manusia. Sebagai contoh misalnya ya ee kisah tentang ketika Rasul sedang bersama para sahabat mar rajulun tiba-tiba ada seorang lewat maka Rasulullah berkata ma takluna fi wahai para sahabatku bagaimana menurut kalian tentang orang ini maka para sahabat berkata h min asrofinas itu dari orang kaya orang orang terpandang lewat kata para sahabat hadza Orang ini sangat sangat wajar kalau dia melamar pasti diterima. Wayaaffa. Kalau dia memberi syafaat, beri rekomendasi, rekomendasinya diterima. Wain qala yusma. Kalau dia berbicara pasti didengar omongannya. Ini orang ini. Kemudian lewat lagi orang kedua. Min fuqarail muslimin. Orang miskin lewat. Maka Rasulullah bertanya lagi, "Ma takun f?" Terus menurut kalian bagaimana orang kedua ini? Kata para sahabat, "Hariun inkah." Ini orang kalau ngelamar pasti ditolak. Ngelamar naik sepeda gimana mau diterima? Saya sudah sampaikan sekarang sudah tidak ada lagi cinta buta. Dulu orang buta antara sepeda dengan mobil. Sekarang semua mertua tahu mana motor, mana mobil. Kalau datang ngelamar pakai motor, ya ditolak wajar. H in koba all yun. Kalau dia ngelamar ditolak. Wa syafaa all yusyafa. Kalau kasih rekomendasi rekomendasinya ditolak. Waq allma kalau dia ngomong tidak didengar. Kemudian Rasulullah kasih komentar di akhir khairun min mlil ardi mlaza. Kata Nabi, orang kedua ini yang kalian rendahkan itu lebih baik daripada sepenuh bumi orang pertama. Lebih baik daripada sepenuh bumi orang pertama. Berarti ternyata pandangan masyarakat yang pertama terbaik, ternyata dia buruk di sisi Allah. Bahkan ada orang seperti dia sepenuh bumi masih kalah dengan orang yang yang kedua. Contoh lagi seperti dalam satu hadis Rasulullah menyebutkan lam yatakallam fil mahdi illa salf. tidak berbicara ketika masih kecil kecuali tiga dalam gendongan kecuali tiga orang. Di antaranya Isa bin Maryam, di antaranya sahib Juris. Ini ada saya ceramah khusus tentang Sahihbut Juris. Yang ketiga, seorang anak sedang digodong oleh ibunya. Dia lagi nek ibunya. Tiba-tiba lewatlah seorang dari orang-orang kaya ya naik kendaraan. Maka kemudian ibunya berdoa, "Ya Allah, Allahumaj'al ibni mlaza." Ya Allah, jadikanlah putraku ini seperti orang ini, top, terkenal, gagah. Maka anaknya lagi nek. Dia lepas neteknya, dia lihat itu orang. Terus dia bilang, "Ya Allah, jangan jadikan aku seperti dia." Oh, ibunya kaget. Terus lewat ada seorang budak wanita, dia dilempar-lemparin sama orang. Maka ibunya yang begitu sayang sama anaknya berdoa, "Allahumma la tajal ibni mlazi." Ya Allah, jangan jadikan putraku seperti perempuan ini. Anaknya yang lagi neteek lepas dari tetannya kemudian memandang perempuan tadi. Anak ini berdoa dan dia bisa ngomong, "Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia." Ibunya protes, "Kamu gimana sih? Saya doain kamu seperti pertama, kamu malah berdoa sebaliknya. Saya doakan kamu jangan seperti kedua, kamu malah berdoa sebaliknya." Maka di anak ini berbicara, "Wahai ibunda, sesungguhnya orang pertama tadi jabbarun minal jababirah, itu orang yang zalim meskipun dihormati oleh banyak orang, aku tidak ingin seperti dia." Adapun yang kedua adalah seorang wanita yang dituduh berzina walam tazni. Dia tidak berzina dituduh mencuri padahal dia tidak mencuri. Ketika dia dilempar dengan batu, dia berkata, "Hasbiallah." Dia berkata, "Hasbiallah." Saya pengin seperti dia. Subhanallah. Maksud saya ini orang kedua menurut pandangan manusia rendah, tapi ternyata di sisi Allah sangat tinggi. Ini maksudnya kita bicara tentang contoh-contoh orang yang di dunia rendah tapi ternyata tinggi di sisi Allah. Contoh lagi akan hal ini seperti kisah Uwais al-Qarani. Uwais al-Qarani ya. Rasulullah telah wasiatkan kepada Umar bin Khattab. Jaakum amdadun min ahlil Yaman. Kalau datang pasukan tambahan dari negeri Yaman, maka carilah wahai Umar seorang namanya Uwais. Maka setiap datang di zaman kekha kekhilafahan Umar bin Khattab radhiallahu anhu dan dia adalah khalifah di Al Amirul Mukminin. Setiap ada bantuan pasukan dari Yaman, Umar selalu bertanya, "Afikum Uwais? Apakah di antara kalian ada namanya Uwais?" Kata orang-orang tersebut, "Enggak ada." Akhirnya dia tunggu lagi. Umar sabar, nunggu lagi rombongan berikutnya. Setiap ada rombongan berikut dari Yaman, Umar tanya, "Apakah ada orang namanya Uwais?" Gak ada. Sampai akhirnya datanglah satu rombongan. Umar bertanya, "Apakah di antara kalian namanya Uwais?" "Ada." Kata Umar, "Minal murad." "Kau dari kabilah Murad?" Kata dia, "Benar." "Minalar." "Kau dari kabilah Qaran." "Benar." Yaitu Uwais al-Qarani, "Engkau dulu punya ibu dan kau berbakti kepadanya?" Kata dia, "Benar. Kau dulu punya penyakit sekujur tubuhmu kena penyakit baras, yaitu penyakit albino. Terus kau berdoa dan kau minta disisakan sekeping dirham di pusarmu agar tidak disembuhkan? Benar. Maka dia berkata, "Ya Amirul Mukminin, dari mana kau tahu ini? Demi Allah, saya tidak pernah menceritakan kepada siapapun." Dia curiga dari mana? Maka Umar berkata, "Rasulullah mengabarkan kepadaku dan Rasulullah mengatakan, jika aku bertemu dengan engkau faastagagfirullah fa'al." Kata Nabi, "Wahai Umar, kalau kau mampu minta Uwais doakan kau agar kau diampuni, maka lakukanlah. Maka saya minta agar kau doakan saya." Subhanallah. Akhirnya Us setelah itu jadi tersohor. Kemudian dia menghilang. dia tidak pengin di dikenal. Dia ternyata tokoh yang tidak dikenal. Bahkan dalam sebagian riwayat dia dituduh yang tidak. Dia bilang, "Dari mana dia punya baju? Dari mana dituduh yang tidak." Dan dia diam aja. Dan dia tidak pernah pamer. Saya dulu berbakti sama orang tua. Ya, saya yang dulu yang enggak pernah. Saya dulu, saya ini wali dulu saya sakit, saya doa langsung Allah sembuhkan juga. Dia tidak pernah cerita. Bahkan dalam ketika dia berdoa, dia bilang, "Allah, jangan sembuhkan aku sekujur tubuhku. Sisakan sedikit di pusarku agar aku ingat saya dulu pernah apa? Pernah sakit. Sehingga selalu bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala. Dia rendah di hadapan manusia. Tapi ternyata kata Nabi sallallahu alaihi wasallam khairut tabiin. Uwais al-Qarani. Sebaik-baik tabiin adalah Uwais al-Qarani. Lebih baik daripada banyak tabiin yang terkenal. Dia tidak terkenal. Bahkan orang merendahkan dia. Ini contoh. Ternyata tidak mesti orang di hadapan kita rendah. Ternyata rendah di sisi Allah. Bahkan bisa jadi sangat sangat tinggi. Contoh lagi, pernah Alabbas Ibnu Abbas berkata kepada muridnya kepada Atha, "Ala adulluka bimatin min ahlil jannah." Wahai At, maukah aku tunjukkan kepada engkau wanita penghuni surga? Inilah had imraatun sauda. Inilah wanita yang berkulit hitam, bukan yang cantik. Kemudian menggoda menggoda iman, menggoda jenggot dan kumis. Enggak hitam. Tapi penghuni surga terbaik sisi Allah. Atatin Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia datang menemui Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia berkata, "Ya Rasulullah ya inni usro wa inni atakasyaf." Ya Rasulullah, saya penyakit. Saya suka kejang-kejang seperti penyakit ayam. Kalau saya lagi kamu ya Rasulullah tersingkap sebagian auratku. Uduah an yasfiani. Doakanlah aku agar aku diampuni oleh agar aku disembuhkan oleh Allah subhanahu wa taala. Maka Rasulullah kasih tawaran. Ins dautu laki wain shobarti wakil jannah. Terserah engkau wahai sang wanita. Ini wanita berkulit hitam. Kalau kau mau saya doakan kau akan sembuh. Tapi kalau kau mau saya tidak doakan dan kau bersabar, bagimu surga. Maka dia pilih tidak usah sembuh. Dia mengatakan, "Ya Rasulullah, kalau gitu enggak usah doakan saya sembuh." Walakin udullah ala atakasyaf. Tapi tolong doakan Allah kalau saya lagi kambuh jangan sampai auratku terbuka. Bayangkan dia wanita berkulit hitam. Mungkin orang lihat juga tidak begitu tertarik dibandingkan dengan yang lainnya. Tetapi dia tetap menjaga auratnya dan dia minta agar kalau lagi setannya wanita kalau lagi sakit kemudian dia meronta-ronta kemudian tersingkap auratnya dia tidak sadar dia berdosa atau tidak. Berdosa atau tidak? Tidak berdosa. Tapi dia tidak mau meskipun dia tidak berdosa. Dia tidak pengin auranya tersingkap meskipun dia berkulit hitam. Siapa yang lihat wanita ini mungkin merendahkannya ternyata penghuni sur surga. Subhanallah. Demikian juga dalam satu hadis-hadis riwayat Bukhari ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam datang ke Masjid Nabawi kanat imraatun sauda takumul masjid. Ada seorang berkulit hitam kerjanya nyapu-nyapu masjid. Rasulullah datang ternyata Rasulullah tidak dapati dia. Kata Rasulullah, "Mana si Fulanah?" Kata para sahabat, "Sudah meninggal, sudah kami kuburkan ya Rasulullah." Mereka menganggap ini perempuan tidak perlu untuk kasih tahu Nabi. Ngapain Nabi tahu urusan wanita cuma sapu-sapu masjid. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Hallaantumuni." Kenapa kalian tidak kabarkan kepadaku kalau dia meninggal? Rasulullah tidak menganggap ini perempuan biasa. Rasulullah menganggap perempuan ini punya jasa. Kenapa dia ngurus apa masjid? Dianya punya masjid dengan tanpa pamrih. Ini bukan wanita biasa ngurusin rumah Allah subhanahu wa taala. Maka Rasulullah mengatakan, "Tunjukkan ke mana kuburannya." Maka Rasulullah datang. Rasulullah kemudian doakan wanita tersebut. Ya, ini inilah terbaik di sisi Allah. Tidak mesti dihormati oleh manusia. Saya sering sampaikan dalam banyak kajian saya. Kita terkadang saya saya saya punya pengalaman, punya pembantu ya. Mungkin kalau kita lihat kita rendahkan tapi lihat bagaimana dia berkorban bekerja untuk orang tuanya. Dia kalau kerja gajinya 100% dikirim ke orang tuanya 100%. Tidak disisakan sedikit pun langsung kirim ke orang tua. Langsung kirim ke orang tua. Siapa di antara kita yang bisa seperti itu? Sementara kita memandang wanita ini, pembantu ini, bibi ini mungkin dengan pandangan merendahkan, ternyata dia bisa berbakti kepada orang tua yang tidak mampu kita lakukan. Terus kita merendahkan dia. Nah, dari sini ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala atau kerennya brothers and sisters ya, maka marilah kita sama-sama introspeksi diri kita. berhenti sebentar sejenak merenungkan tentang diri kita. Sejauh mana ketakwaan kita, sejauh mana keimanan kita, sejauh mana kekhusyukan kita, sejauh mana perhatian kita tentang akhirat kita. Karena keterbaikan diraih dengan sejauh mana kita peduli kepada akhirat kita, persiapan kita kepada akhirat lebih daripada persiapan terhadap dunia yang akan kita tinggalkan. Tayib. Secara sederhana orang terbaik adalah yang paling bertakwa di sisi Allah Subhanahu wa taala. Dan ternyata untuk meraih keterbaikan ada dua cara. Yang pertama memperbaiki hubungan dengan Allah subhanahu wa taala. Bagaimana interaksi kita dengan Allah? Bagaimana kondisi kita dengan Allah. Ya, baik atau tidak? Kita masing-masing tahu kalau kita sama teman oke-oke saja, baik-baikan kok. Kita masih ngobrol, masih dia masih traktir saya berarti masih oke. Hubungan dengan orang tua oke, hubungan sama bos oke. Nah, hubungan kamu dengan Allah bagaimana? Baik-baik saja atau tidak? Salat subuhmu bagaimana? Baik-baik saja atau tidak? Matamu itu baik-baik saja enggak dengan Allah Subhanahu wa taala? Coba masing-masing kita renungkan. Ini yang pertama. Saluran pertama meraih keterbaikan dengan memperbaiki hubungan antara kita dengan Allah. Saluran kedua dan ini juga sangat penting meraih keterbaikan dengan perbaiki interaksi kita dengan sesama manusia. Jadi dua dua cara dan tentunya ketika kita memperbaiki interaksi kita dengan sesama manusia juga harus karena Allah subhanahu wa taala. Dan ini rawan ketika kita memperbaiki hubungan kita orang tua, dengan teman, dengan kawan, dengan tetangga, rawan pencitraan, rawan. Maka harus ikhlas kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka saya akan menyebutkan secara singkat ya. Kalau saya mau jelaskan satu-satu, setiap poin harusnya pengajian tersendiri ya. Tapi kita hanya ingin memberi isyarat-isyarat tentang ee poin-poin apa yang hendaknya kita perhatikan agar kita menjadi terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Baik, kita masuk pada saluran pertama. Bagaimana kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah Subhanahu wa taala. Di antaranya kita berusaha mencari amalan-amalan yang buat Allah rida kepada kita dan buat Allah cinta sama kita. Semua amalan yang buat Allah cinta kepada kita, membuat Allah rida kepada kita, maka sungguhnya kita menjadi terbaik di sisi Allah. Karena Allah mencintai orang yang terbaik. Semakin terbaik, maka semakin dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Oleh karenanya orang paling mulia di alam semesta ini dua, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dengan Ibrahim Alaih Salam yang kedua-duanya mendapat predikat khusus. Khalilurrahman kekasih Allah yang tidak diraih oleh nabi-nabi yang lain. Karena dua nabi ini spesial ya. Kata Allah Subhanahu wa taala watakallahu Ibrahima khila. Allah menjadikan Ibrahim sebagai kekasihnya. Dan Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Innallah khilaha Ibrahima khila." Allah menjadikan aku kekasihnya sebagaimana Allah menjadikan Ibrahim seb kekasih Allah Subhanahu wa taala. itu Khalil telah mencapai derajat khullah kecintaan yang sangat tinggi dan itu hanya diraih oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan Nabi Ibrahim. Maksud saya semakin kita diridai, semakin kita dicintai oleh Allah derajat kita semakin semakin tinggi. Nah, apa sih sifat-sifat orang dicintai oleh Allah dan apa sih sifat-sifat orang diridai oleh Allah? Ini yang kita singgung sedikit ya. Pertama, di antara sifat-sifat yang menjadikan seorang dicintai oleh Allah dalam Al-Qur'an Allah sebutkan pertama Allah mengatakan wallahu yuhibbus shobirin. Allah mencintai hambanya yang penya penyabar. Semakin kita dihadapkan dengan ujian kita sabar nih. Berarti Allah semakin cinta sama saya. Semakin berat ujian, semakin besar tantangan untuk emosi, untuk berteriak, kita tahan, semakin Allah cinta sama kita. Dan kita tahu ayat Allah, innallaha maasobirin. Allah bersama orang yang sabar. Kapan kita tidak bersabar, Allah tinggalin kita. Kapan kita tidak bersabar, maka solusi disuruh cari sendiri. Tapi kalau kita bersabar, Allah kasih kita solusi. Kenapa? Allah cinta sama orang yang sabar. Wallahu yuhibbirin. Saya tahu antum-antum ini wajah orang-orang yang diuji. Iya atau tidak? Diuji ngelamar enggak diterima-terima. Kemarin saya ketemu ada ustaz, ustaz muda, adik kelas saya. Alhamdulillah ini Ustaz Firanda yang dulu nasihati saya. Saya ngelamar tujuh kali ditolak. Kata Ustaz Firanda, "Sabar." Akhirnya saya diterima. Saya baru tahu dia lamar tujuh kali di ditolak. ujian hidup atau bukan ujian hidup yang di PHK, yang ngelamar kerja enggak diterima yang diuji oleh suaminya, yang diuji dengan istrinya, yang diuji dengan mertuanya, kita semua hidup dengan ujian. Karena memang kita diciptakan untuk diuji. Ingat, kalau kita bersabar maka Allah mencintai kita. Wallahu yuhibbus shobirin. Allah mencintai orang yang bersabar dan ee perbandingan lurus. Semakin sabar semakin dicintai oleh Allah. Ini salah satu ayat tinggal kita terapkan. Lihat kita sabar enggak. Sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit curhat, sedikit-sedikit cerita sama orang. Ada masalah sedikit nangis, cerita sama orang, itu namanya enggak sabar. Curhatin Allah sama orang. Kenapa sih Allah giniin saya? Emang Allah ngapain kamu? Ya anu gini-gini. Itu namanya kita curhatin Allah sama orang. Mana sabar seperti ini. Kalau bisa seperti Nabi Yakub. Sabar yang indah. Sabar yang indah adalah sabar tanpa mengeluh kepada Allah. Kepada manusia hanya mengeluh kepada Allah subhanahu wa taala. Inama asniallah. Aku hanya mengeluhkan kesedihanku hanya kepada Allah. Latih diri kita seperti itu sehingga solusi akan datang dari Allah dengan solusi yang terbaik. Sabar aja. Sabar. Tapi kalau kita ngeluh sama orang, ngeluh sama orang, ya sudah Allah tinggalkan kita. Selesai. Semakin cinta kepada kita hilang. Tib yang berikutnya, innallaha yuhibbul muttaqin. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertakwa. Di antara makna spesifik takwa adalah meninggalkan maksiat. Sejauh mana kita tinggalkan maksiat, maka sejauh itu Allah cinta sama kita. Kita diuji depan kita ada maksiat. Apalagi ketika bersendirian kemudian sarana mudah, maka itulah hakikat ujian. Kata para ulama, jika engkau terjebak pada suatu kondisi, sarana maksiat mudah, tidak ada yang lihat, ketahuilah kau sedang diuji. Seperti Nabi Yusuf ketika diuji dengan siapa? Zulaikha. Pintu semua sudah dikunci. Kemudian Zulaikha yang malah merayu sudah enggak ada kesulitan. tinggal melakukan berarti sedang di diuji. Ketika sarana maksiat mudah, tidak ada yang lihat, ketahuilah engkau sedang diuji. Kalau kau bisa lolos, Allah langsung cinta sama engkau. Makanya Allah menyebut dalam Al-Qur'an, innalladzina yaksyunahum bil ghaibi lahum magfiratun waun kabir. Pahalanya besar. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Allah dalam kesendiriannya bil gaib tidak ada yang lihat. Lahum magfiratun bagi mereka. ampunan wa ajrun kabir ganjaran yang besar ya ketika Allah berbicara tentang surga dalam surat Qaf ya tentang man khasiar rahmana bil ghaib wajaa biqolbin munibang inilah surga yang dijanjikan kepada mereka siapa man khasyarahmana bil ghaib orang yang takut kepada arrahman ketika dia sedang bersendirian Dan itulah hakikat takwa. Benar dia tergoda. Allah berfirman menunjukkan bagaimana hakikat orang bertwa bertakwa. Innalladzinaqa catati dalam surat biar antum ingat-ingat surat surah Ala'raf. Innalladzinaqa idahum thum minitakaru faid humubsirun. Dalam surat Al-A'raf ayat 2011. Ini ciri orang bertakwa. Bukannya orang bertakwa tidak digoda setan? Justru setan godain orang bertakwa. Kalau orang tidak bertakwa enggak usah digoda setan, dia sudah kesetanan. Enggak perlu digoda. Makanya ada yang datang kepada Ibnu Abbas, "Ya, Ibnu Abbas, orang Yahudi katanya mereka kalau ibadah mereka khusyuk." Kata Ibnu Abbas, "Kaifa yati setan ila qolbin kharib?" Ngapain setan ganggu orang yang hatinya sudah hancur? Biarin aja khusyuk khusyuk khusyuk kesyirikan, khusyuk kerusakan. Yang beriman ini yang digoda. Orang bertakwa digoda kata Allah innalladinaq. Sesungguhnya orang yang bertakwaahum minan setan mutar-mutar bisikin. Ayo ayo diingatkan masa lalu di nostalgia diingatkan, CLBK diingatkan. Ah setan ini tazar dia ingat bilang azubillahim minasyaitanirrajim. Ini kalau antum lolos langsung dicintai oleh Allah. Levelnya tinggi langsung. Makanya Allah berfirman, "Waliman khoa maqabbihi jannatan." Bagi orang yang takut keagungan Allah, dia mendapatkan dua surga. Kata sebagian ulama, ini adalah orang yang ketika dia bersendirian tiba-tiba terbetik syahwatnya ingin bermaksiat, tiba-tiba dia ingat Allah. Terbetik ingin maksiat. Aduh, ya Allah tolong aku. Kemudian dia tinggalkan. Bagi dia dua surga, kata Allah Subhanahu wa taala. Maka Allah mengatakan, "Innallaha yuhibbul muttaqin." Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. Bertakwa. Kita sedang hidup di zaman yang ketakwaan kita bisa luntur setiap hari. Nonton ini nonton anu, nonton ini, nonton anu, akhirnya luntur luntur luntur luntur tanpa kita sadari, kita anggap sudah hal biasa. Padahal takwa kita sedang luntur. Akhirnya salat malam susah, sedekah pelit, taat sama suami susah, berbakti sama orang tua berat, salat enggak khusyuk-kusyuk, imamnya disalah-salahin, bacanya enggak enak. Padahal dia hatinya yang enggak beres. Jangan salahkan kaca kalau wajahmu jelek. Kenapa? Hatinya bermasalah. Kemudian imam-imam enggak enak, imamnya kepanjangan imamnya. Padahal hatinya yang bermasalah. Oleh karenanya ini poin kalau kalau ingin menjadi terbaik sisi Allah bertakwa tinggalkan dosa besar dosa kecilubairqan. Tinggalkanlah dosa besar maupun kecil. Itulah hakikat ketakwaan. Jadilah engkau sedang berjalan. Orang berjalan di atas tanah yang penuh dengan duri. Duri besar, duri kecil dia waspada. Jangan sampai dia injak. Jangan kau remehkan dosa kecil. Sesungguhnya gunung besar berasal dari kumpulan batu-batu yang kecil. Ti yang berikutnya Allah sebutkan, innallaha yuhibbul muhsinin. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat apa? Ihsan. Ihsan itu maknanya dua. Pertama terkait kita dengan Allah Subhanahu wa taala. Yaitu senantiasa merasa Allah melihat kita. Ketika Nabi menjelaskan tentang ihsan, kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wal ihsan anudallah kaakau faillam takun tarahu fainnahu yar." Ihsan itu kau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat Allah. Jika kau tidak mampu, yakinlah Allah selalu melihat melihatmu. Ini kalau kita bisa hadirkan, benar-benar kita dekat dengan Allah, benar-benar kita terbaik karena kita telah mencapai derajat yang tinggi. Jadi derajat itu agama, derajatnya maratibuddin ada tiga. Islam ini perkara-perkara zahir dia perhatikan. Iman, perkara-perkara batin, akidah dia perhatikan. Lebih tinggi lagi ihsan. merasa senantiasa diawasi oleh Allah Subhanahu sehingga dia selalu connecting sehingga dia selalu memikirkan apa komentar Allah terhadap saya kalau saya begini apa komentar Allah dan dia selalu berpikir yang penting Allah sudah tahu selesai ya wama taf'alu min khairin fainnallaha bihi alim apapun kebaikan yang kau lakukan Allah tahu ylamhullah Allah juga tahu sehingga setiap dia beraktivitas dia tahu Allah sedang menilai ini. bicara agar kita terbaik di sisi Allah. Sehingga kita mau misalnya berbis orang tua, belikan oleh-oleh buat orang tua. Kita tahu Allah sedang melihat kita beli oleh-oleh. Kita antar ke ibu, ternyata sampai di sana ibu bilang, "Apa oleh-oleh kayak gini kembaliin." Sedih atau tidak sedih? Tapi kita bilang, "Allah sudah tahu saya niatnya baik." seperti itu ya. Sama kita sudah semangat mau ngelamar dalam rangka untuk menundukkan pandangan, punya keturunan yang baik, begitu ngelamar ditolak. Sedih atau tidak sedih? Tapi Allah sudah tahu saya niatnya apa? Baik. Sehingga tidak terlalu kecewa. Karena fainnallaha bihi alim. Sesungguhnya Allah maha melihat, mengetahui apa yang kita lakukan. Makna ihsan ini hilang ketika kita sibuk bermetsos ya, publish apa yang kita lakukan, aktivitas kita keseharian, kita menunggu komentar orang, likes atau dislikes dan macam-macam sehingga kita hilang. Bagaimana penilaian Allah kepada saya hilang. Yang kita sibukkan bagaimana penilaian netizenan kepada kita sehingga kita berusaha terbaik bagi netizen bukan bagi Allah subhanahu wa taala. Maka ini di antara yang buat seorang derajatnya tinggi di sisi Allah memiliki derajat ihsan. Ini salah satu makna ihsan. Makna kedua ihsan adalah berbuat baik sama orang lain. Berbuat baik sama orang lain. Itu saluran kedua nanti yang kita bahas. Berbuat baik kepada orang lain. Tib di antaranya ya. Innallaha yuhibbul muqsitin. Allah mencintai orang-orang yang adil. Berusaha adil sama anak-anak. adil sama anak buah adil kalau punya anak 2 3 4 adil jangan berat sebelah ya kalau punya istri 2 3 4 jangan berat sebelah karena kalau berat sebelah maka akan bengkok pada hari kiamat kata Nabi sallallahu alaihi wasallam lahumanihuma jaumalqiamati siapa yang punya dua istri kemudian dia condong kepada salah satunya tidak adil dia datang pada hari kiamat badannya miring Jenggotnya miring, dagunya miring, kakinya miring. Akhi ente kenapa? Kenapa? Anu qadarullah ada dulu saya sembunyikan satunya. Antum yang satu aman enggak miring insyaallah. Apalagi jomblo apa yang mau dimiringkan? Kalau istri dua tiga tidak adil miring sama anak-anak sayang sama yang satunya satu tidak disayangnya miring nanti. Allah mencintai orang yang adil selalu bersikap adil. Menilai orang juga adil. Kita kalau nilai orang kita adil ya. Kalau baik baik. Kalau enggak enggak. Jangan kita nutupi kebaikannya. Jangan kita berlebihan dalam menjelaskan keburukannya. Atau sebaliknya berlebihan dalam kebaikannya. Lupa dengan kekurangannya. Kita adil kalau menilai orang adil. Ya kata Allahumwa. Jangan sampai kebencian kamu kepada suatu kelompok membuat kau tidak adil. Adillah dalam menilai, dalam bersikap meskipun kepada musuh yang membencimu. Huaqra takqwa. Lebih dekat kepada ketakwaan. Kata Ibnu Taimiyyah rahimahullah, ayat ini terkait dengan sikap adil terhadap orang kafir. Jangan sampai kebencianmu kepada suatu kaum buat kau tidak adil sehingga kau berlebihan dalam mensifati apalagi sesama kaum kaum muslimin. Jadi berusaha adil dalam tulisan, dalam komentar ya jangan timbangan ganda. Adil dalam mengomentari dalam kalau perlu berkomentar komentar dengan cara yang adil. Jadi kalau kita adil maka kita dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Bab di antara yang menjadikan seorang dicintai oleh Allah, apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Innallaha yuhibbul abdqial gani khofi. Sungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertakwa. Tadi sudah kita bahas. Innallah yuhibbul muttaqin. Alghani. Alghani itu qanaah. Dia rida dengan pemberian Allah. Dia merasa ya dia cari tapi apa yang dia dapatkan sekarang sudah membuat dia bersyukur. Dia tidak mengatakan kenapa cuma dapat segini, kenapa begini. Dia tidak merasa puas. Dia aduh cuma punya mobil cuma segini. Ini orang tidak dicintai oleh Allah, tidak bersyukur atas nikmat Allah Subhanahu wa taala. Tapi alghani yaitu dia merasa cukup dan dia tidak minta-minta sama orang. Bertopang pada dirinya, bertopang kepada Allah kemudian pada dirinya mensyukuri apa yang ada. Maka yang dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Kemudian alkfi. Alkhafi dicintai oleh Allah adalah seorang yang tidak suka tampil. Dia sibuk dengan privasinya, tidak suka tampil menjadi buah bibir orang-orang, menjadi pembicaraan banyak orang, dikomentari oleh banyak orang. Dia enggak suka. Dia enggak suka. Dia suka sendirian. Kenapa? Kalau orang seperti ini dia akan lebih ikhlas beribadah. Dia akan lebih fokus ngurusi anak istrinya. Tapi kalau hobinya tampil tampil tampil tampil, anak istri terbengkalai. Kerabat terbengkalai, ibadah terbengkalai, sibuk jadi kontainer melulu, habis waktu tampil tampil hobinya tampil hobinya dikomentari. Suka yang nonton banyak, yang komentar banyak justru kalau bertengkar gara-gara dia, dia happy ngelihatnya. Wah, ada yang bela ada yang enggak happy. Suka tampil kita tampil kalau perlu. Kalau enggak perlu enggak usah. Kalau perlu darurat tampil, kalau enggak sebaiknya kita menghindar. Karena Allah suka dengan orang yang tidak suka tampil sehingga dia sibuk beribadah, sibuk ngurus anak. Kita kalau suka tampil kapan baca Quran? Kalau suka tampil kapan kita mau belajar ngaji dengan serius, runut, nulis, dipraktikkan? Kalau kita suka tampil kapan mau salat malam. Sebelum tidur sibuk mikir konten. Bangun tidur sibuk lihat komentar tentang konten. Mau bikin konten satu aja susah. Eh, kurang sini dari sana. Kurang kurang bajunya ini. Ustaz ganti sibuk sibuk karena kontainer itu konsekuensi apa kontainer mau diapain? Alkfi kalau ingin dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Di antara agar kita dicintai oleh Allah, menjadi terbaik di sisi Allah. Berat-berat memang kalau mau memang semua berat yang saya sampaikan dari awal sampai akhir susah atau susah? Susah atau susah atau susah? Susah. Susah atau sulit? Susah. Tapi yasir liman yasarahullah. Mudah bagi orang berniat Allah akan mudahkan. Berikutnya ada seorang sahabat datang kepada Nabi. Ya Rasulullah dullani ala amalin id amiluhu ahabbaniallah. Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang jika aku melakukannya, Allah mencintaiku. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Izhad fid dunya yuhibbakallah." Zuhudlah kepada dunia, Allah akan cinta sama kamu. Zuhudlah terhadap dunia, Allah akan cinta sama kamu. Zuhud maksudnya apa? Menilai dunia bukan suatu yang penting. Kalau dia dapat dunia untuk akhirat, sebagaimana nasihat Allah kepada Qarun yang punya harta banyak. Kata Allah, wabakallahu akhirah. Wahai Qarun, gunakanlah melalui orang-orang saleh nasihati Qarun. Wahai Qarun, gunakanlah harta yang kau miliki, potensi tersebut untuk akhirat. W tansa nasibaka minad dunya. Jangan lupa bagianmu dari dunia, tapi hukum asal seluruh potensi dunia yang kau miliki untuk akhirat. Jadi, zuhud kepada dunia. Oleh karenanya makna zuhud yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala ini makna yang paling indah. Tarku ma yanfa akhirah. Meninggalkan suatu perkara yang tidak ada manfaatnya di akhirat. Semua perkara yang tidak ada manfaatnya di akhirat tidak mendatangkan pahala di akhirat gak usah bikin. Semua komentar yang Anda mau tulis, yang brothers and sisters mau tulis tidak ada faedahnya. Enggak usah tulis. Di grup kita ma bikin suatu statement, kalau enggak ada faedahnya enggak usah tulis. Kalau ada faedahnya di akhirat tulis. Mau ikut kegiatan, pikir dulu ini kegiatan ada faedahnya buat akhirat saya enggak. Kalau enggak ada cari kegiatan lain. Mau posting sesuatu ada enggak manfaat saya di akhirat? Kalau ada posting. Kalau enggak antum kalau makan stik harganya R2 juta, antum posting ada enggak manfaat di akhirat? Ada enggak? Ada enggak? Saya tanya sama antum? Kalau antum ikut fitnas kemudian badan keren pakai baju ketat, antum posting di mana? Di statusnya emak-emak. Ada enggak manfaatnya di akhirat? Kalau ada posting aja. Kalau enggak ada manfaatnya jangan. Apalagi bikin masalah dihisab. Ini membuat Anda dicintai oleh Allah. Karena Anda selalu mikir yang menjadi pertimbangan Anda utama adalah akhirat. Kalau ada manfaatnya lakukan. Contoh, saya niat olahraga. Oke. Olahraga, Pak. Olahraga saya biar kuat. Saya bisa dakwah, saya bisa bangun malam, saya bisa umrah. Kalau bimbing jemah kuat. Oke. Ada manfaatnya? Olahraga. Saya pengin jalan ajak istri, anak istri jalan-jalan. Kenapa? Ya, biar mereka semakin sayang sama saya, semakin nurut. Dan ana ada refreshing masa ngaji terus ada saatnya butuh apa? Refreshing. Niatnya untuk akhirat. Lakukan. Kata Ibnu Abbas, "Kara Nabi sallallahu alaihi wasallam yatawaluna bil mau Rasul sahu al wasam juga tidak setiap hari bikin apa nasihat ada waktunya libur supaya makofat saama agar tidak bosan kata Ibnu Abbas jadi semua yang kita lakukan kalau niatnya baik ada manfaat di akhirat lakukan." Sekarang saya tanya sama antum kalau antum beli jam harganya R1 miliar ada enggak manfaat di akhirat? Emang ada duit? Juju enggak ada, Ustaz. Ini misalnya antum orang kaya suatu saat kan masih remaja. Ke depan insyaallah bisa jadi orang kaya ya yang saleh tentunya ya. Ya. Terus antum punya uang pengin beli jam 2 miliar ada enggak pa ada pahalah manfaatnya di akhirat? Kalau ada beli. Kalau enggak ada apa? Jangan. Jangan. Mohon maaf, antum beli motor harganya R2 miliar. Keren, gagah. Jaketnya Rp50 juta misalnya. Saya enggak tahu jaket itu berapa harganya. Siapa yang orang moge sini? Kalau jaket itu harganya berapa? Juta-juta. Enggak. Jaket kulit keren. Helm berapa? Tayib. Itu antum beli semua, aksesoris semua. Wah, coba renung sedikit. Ini ada manfaatnya di akhirat. Kalau ada beli aja enggak apa-apa saya dukung. Kalau enggak konsekuensi zuhud rem. Ustaz, saya beli mobil misalnya Alpart mahal 1,5 miliar. Ada manfaatnya? Ada. Saya buat safar bukan saya ya. Maksudnya ini ada teman saya enggak punya mobil Alpard ya. Buat ini buat jalan ke sini safar. Alhamdulillah ketemu orang tua turun langsung segar. Oke, ada manfaatnya berarti. Silakan beli, tidak ada yang larang. Justru kau gunakan kekayaanmu untuk akhirat. Itu namanya setiap kita melakukan sesuatu pertimbangan. Itu namanya zuhud. Ada manfaatnya enggak untuk akhiratku? Kalau ada lakukan, kalau enggak ada enggak usah. Kalau nonton film Korea coba, ada enggak manfaatnya di akhirat? Ada. Berat ya. Antum sih mau jadi terbaik di sisi Allah. Ya, berat. Semua berat kita merasa berat zaman sekarang ini terlalu banyak membuat kita lalai. Ini menjadi terbaik sisi Allah Subhanahu wa taala. Di antaranya agar dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Jika melakukan suatu amalan rutin meskipun sedikit. Ahabbul amaliallah adwuha inqal. Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang berkesinambungan meskipun sedikit bukan banyak-banyak kemudian mutung di tengah jalan. Rasulullah bersabda, "Alaikum minal amali maquun fnallaha la yamalta tamallu." Lakukanlah amal yang mungkin kau bisa continue, yang kau mampu. Sesungguhnya Allah tidak bosan sampai kau sendiri yang bosan. Makanya ketika ada seorang wanita mengikat tali di masjid di zaman Nabi kemudian dia supaya salat malam sambil ngantuk-ngantuk bisa berpegangan. Rasul tanya talinya siapa? Ini talinya Fulana. Buat apa dia bikin tali di masjid? Ya Rasulullah kalau dia ngantuk dia berpegangan dengan tali sambil salat malam. Subhanallah semangatnya luar biasa. Kata Rasulullah putusin ini enggak bisa seperti ini. Amal yang paling baik adalah yang kon kontinue. Meskipun sedikit. Nanti kalau kita sudah level bagus, kita naikkan level daripada langsung banyak-banyak kemudian mutung di tengah tengah jalan. Amal seperti ini yang kita yang kita atur, yang kita manage, saya inilah puasa Senin Kamis dululah. Senin Kamis, Senin Kamis alhamdulillah. Kalau saya mampu naik pangkat, mungkin saya puasa apa lagi tambah lagi. Kalau enggak saya bertahan di situ. Atau sebelum puasa Senin Kamis saya puasa 3 hari sebulan. Mampu enggak saya bertahan? mampu. Alhamdulillah 3 bulan sehari enggak 3 hari sebulan gak gak gak sulit. Kalau bisa naik lagi, kalau bisa naik lagi. Kalau enggak bertahan enggak ada masalah. Allah suka yang kontinue. Amal yang kontinue. Yang terakhir sebenarnya amal yang dicintai Allah banyak. Yang terakhir adalah asalatu fi awil wqt. Ketika Rasulullah ditanya, "Mal ayyul amali ahabbuallah?" Amal apa yang paling dicintai oleh Allah? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Alatu ala wqtiha." Salat pada waktunya. Ditafsirkan dalam sebagian hadis salat di awal waktu. Ini ikhwan maupun akhwat berusaha kalau sudah datang waktu salat panggilan Allah menunjukkan kita perhatian terhadap panggilan Allah. Begitu tiba waktu azan zuhur sudah kalau bisa sebelum zuhur kita sudah siap-siap. Sehingga begitu azan zuhur, begitu diuman azan kita segera menuju masjid. Yang ibu-ibu juga di rumah, akhwat-akhwat, sister-sister di rumah segera langsung apa? langsung berwudu, siap untuk salat. Biasakan hati kita terikat dengan panggilan Allah Subhanahu wa taala. Sejauh mana kita perhatian terhadap panggilan Allah, sejauh itu derajat kita naik dan kita menjadi terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Ti saya cukupkan ini. Ngomong-ngomong kita sampai jam berapa? Karena masih panjang belum? Saya masih lanjut. Saya mau tanya kita sampai jam berapa? Ee sampai .30 masih boleh, Ustaz? 1 jam lagi. Iya, insyaallah. Yang benar saya jawab. Insyaallah. Boleh, Ustaz. Saya mau jadi terbaik bagi istri saya. Harus pulang. Oh, silakan. Silakan Ustaz. Tib. Lanjut. Yang kedua, kita ma saluran pertama. Gimana menjadi terbaik? Carilah keridaan Allah Subhanahu wa taala. Carilah keridaan Allah subhanahu wa taala. Cari dalil-dalil amal apa yang buat Allah rida kepada kita. Di antaranya yang pertama adalah senantiasa memuji Allah meskipun pada nikmat nikmat yang dianggap sepele. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Innallahaardil abdi akal akalahmadahu alaiha waaribahmadahu alaiha." Sesungguhnya Allah rid. Kalau rida kan suka berarti derajatnya tinggi. Nabi Musa ketika dipanggil oleh Allah, dia datang kecepatan. Kata Nabi, kata Allah, "Ya Musa, saya kan suruh kau datang sama kaummu wahai Musa. Kenapa kau datang di luar? Kaumu di belakang." Kata Nabi Musa, "Saya datang segera sebelum waktunya. Saya tinggalkan kaum saya, nanti mereka nyusul, ya Allah, saya datang lebih daripada waktunya lebih dahulu agar Engkau rida kepadaku." Musa semangat. belum waktunya sudah datang di luar supaya diridai. Nah, di antara cara kita diridai Allah kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Sesungguhnya Allah rida dengan seorang hamba jika dia makan satu makanan dia puji Allah dan jika dia minum satu minuman, dia puji Allah." Dia mensyukuri nikmat makanan yang dia makan. Makanya Nabi Nuh disebut dengan abdan syakura, hamba yang pandai bersyukur. Kenapa? Karena setiap kenikmatan kecil dia muji Allah. Sampai disebutkan Nabi dalam tafsir kalau dia pakai baju dia bilang, "Ya Allah segala puji bagimu. Seandainya engkau engkau berkehendak tentu aku tidak bisa punya baju. Kalau dia pakai sendal dia muji Allah. Segala puji bagi demi Allah. Kalau Allah berkehendak aku tidak punya sendal. Kalau dia makan dia puji Allah jika kau berar aku kelaparan. Selalu memuji Allah." Dan itu juga sifat Nabi Ibrahim. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Syakiran liani." Ibrahim mensyukuri nikmat-nikmat bahkan yang kecil-kecil. Jadi kalau kita sering memuji Allah berarti kita mensyukuri nikmat Allah. Maka dapat nikmat apa? Bilang apa? Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Sering puji Allah Subhanahu wa taala. Bukan sebaliknya ngelu. Waduh waduh waduh subhanallah. ngelihat ke atas terus tidak pernah bersyukur ya. Tapi kalau sering puji Allah nikmat yang kita rasakan begitu banyak. Memang ada kekurangan gak ada yang sempurna. Sempurna cuma di surga. Musibah yang menimpa kita tidak ada apa-apanya dibandingkan nikmat yang kita rasakan begitu banyak. Enggak ada apa-apanya. Kalau kita ma bikin list. List musibah dibandingkan list nikmat. Banyakan list nikmat. Coba list musibah. PHK satu, dua, diomelin istri dua, tiga. Apalagi sakit encok tiga tiib cuma sedikit. Coba nikmat. Nikmat pandangan, nikmat pendengaran, nikmat sehat, nikmat bisa ngaji, nikmat bisa salat, nikmat bertetangga, nikmat masih punya istri, nikmat masih punya anak, banyak orang ditinggal istrinya. Tadi kemarin saya baru ditanya, "Ustadz, istri saya menceraikan saya." Subhanallah. Istrinya ceraikan dia. Padahal gak ada istri mencerai. Kasihan. Jadi banyak. Maka kita dapat nikmat sedikit pun kita bilang apa? Alhamdulillah. Alhamdulillah. Ini membuat kita diridai oleh Allah. Yang kedua, agar kita diridai oleh Allah subhanahu wa taala ketika terkena musibah kita berusaha memuji Allah subhanahu wa taala. Memuji Allah. Makanya ketika Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam anaknya meninggal, anak laki-laki satu-satunya yang hidup ketika itu. Anaknya semua sudah tinggal perempuan ketika Rasulullah ana ada Qasim Abdullah sudah meninggal sebelum Nabi jadi Nabi. Ketika Nabi jadi nabi anaknya perempuan semua yaitu Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fatimah. Kemudian ada anak lagi namanya Ibrahim. Laki-laki. Tentu Rasulullah senang punya anak laki-laki. Sampai Rasulullah pernah tabani, pernah punya anak ngangkat anak itu Zaid bin Haritah. Laki-laki terus dilarang oleh Allah subhanahu wa taala. Ketika punya anak laki-laki, Rasulullah sayang luar biasa. Ternyata sebelum 2 tahun meninggal dunia dan meninggal di pangkuan Nabi. Dan Nabi pun menangis. Kemudian Nabi berkata, "Innal qolba la yahzan." Sungguhnya hati ini bersidih. Wa inal aina tadma. Dan sungguhnya mata ini mengalirkan air mata. W naquulu illa bima yurdibana. Dan kami tidak akan berucap kecuali yang mendatangkan keridaan siapa? Allah. Wa inna bika ya Ibrahim lamahzunun. Sungguh kami sedih dengan kepergianmu. Tetap Rasulullah mengatakan alhamdulillah ala kullial. Bukan ya Allah kenapa kau ambil dia? Ya Allah kenapa kau senangkan aku terus kau sedihkan aku? Mending dari awal tidak punya anak. Enggak ada ngomongan kayak gitu. Mending dari awal tidak ketemu kamu. Kenapa sekarang saya menderita? Ini namanya protes sama siapa? Sama Allah. Alhamdulillah ala kullial. Makanya ketika ada seorang hamba Allah yang anaknya meninggal dunia masih kecil, maka Allah bertanya kepada malaikat, "Halqadtum walada abdi?" Apakah kau engkau kalian para malaikat telah mencabut nyawa putra hambaku? Kata malaikat, "Iya ya Allah. Halqumar fuadii apakah kalian telah mengambil nyawa buah hatinya?" Kata malaikat, "Iya, ya Allah." Kata Allah, "Maqala abdi, apa komentar hambaku ketika anaknya diwafatkan?" Kata malaikat, "Hamidaka wastarja." Hambamu berkata, "Alhamdulillah, innillahi wa inna ilaihi rojiun." Subhanallah. Dalam kesedian masih bisa mengucapkan apa? Alhamdulillah alal. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Ubnu baitan abdi wasamuhu bibaitil hamdi." Bangunkan istana bagi hambaku tersebut dan namakan dengan istana pujian. Kenapa? Dia terkena musibah masih memuji siapa? Allah. Ini membuat Allah sangat rida cepat kepada kita dan kita langsung upgrade dengan cepat. Tapi ini butuh ilmu, butuh penghayatan, butuh keridaan. Kita tiap zikir pagi petang bilang roditu billahi rba. Di antara maknanya, "Ya Allah, aku rida dengan segala keputusan. Aku tahu apa yang kau putuskan, yang kau putuskan untukku yang terbaik. Meskipun aku paham atau aku tidak paham." Raditu billahi rba. Ini membuat kita cepat naik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Yang ketiga, di antara amal yang membuat Allah cepat rida kepada kita, terkadang kita lakukan adalah mencari muka kepada Allah dengan kemurkaan manusia. Ketika Muawiyah kirim surat kepada Aisyah, "Wahai Aisyah, berikan nasihat kepadaku." Muawiyah jadi gubernur atau jadi khalifah? Dia minta nasihat kepada Aisyah radhiallahu anha. Ya, wala tukir alaiya. Kasih saya nasihat singkat, jangan banyak-banyak. Maka Aisyah tulis surat, "Sesungguhnya aku mendengar Rasul wasallam bersabda,"ilidah bisas radhiallahu anhu waardasa anhu. Siapa yang mencari keridaan Allah dengan kemurkaan manusia, Allah akan rida sama dia. Dan Allah akan menjadi ujungnya menjadikan orang pun rida sama sama dia. Siapa yang mencari kemurkaan Allah dengan menyenangkan manusia, Allah akan murka sama dia dan Allah akan buat orang akan murka pada dia di kemudian hari. Demikian nasihat wasalam. Jadi terkadang kita untuk diridai Allah kalau kita tahu itu benar kita ucapkan meskipun konsekuensinya tapi ini benar cari bukan cari muka ya bukan cari muka sama manusia tapi benar-benar cari muka kepada siapa? Allah. Kita sampaikan statement tersebut meskipun orang maki-maki kita. Kalau ini kebenaran tentu dengan cara yang baik kita sampaikan meskipun orang murka sama kita. Di saat itulah Allah rida kepada kita. Tayib. Kita selesai dari saluran yang pertama yaitu menjadi terbaik melalui apa? Hubungan interaksi kita dengan siapa? Allah subhanahu wa taala. Agar kita dicintai, agar kita diridai. Berikutnya kita mencari menjadi yang terbaik. dengan interaksi kita dengan manusia. Dan ini banyak syaratnya harus karena Allah bukan pencitraan. Kapan kita karena pencitraan maka tidak ada pahalanya sama sekali bahkan menjadi bemerang menyerang kita pada hari kiamat. Karena ternyata kita berbuat baik hanya sekedar mencari sanjungan manusia. Makanya ketika Adi bin Hatim masuk Islam, Adi bin Hatim seorang sahabat. Dia punya ayah namanya Hatim at Thai, yaitu dari dari Hail sekarang, kota di Arab Saudi. Dan ayahnya terkenal sangat dermawan sampai yudrobu bihil matsal fil jud wal karam. Kalau orang bicara tentang kedermawanan, mereka akan bilang, "Lihatlah Hatim, orang sangat dermawan." Sampai disebutkan di antara kedermawanannya ketika musim dingin, dia suruh budaknya untuk bakar api di gunung. Dia bilang sama budaknya, "Kalau ada musafir lewat terus dia lihat apimu dan dia datang ke tempatku minta makan, saya kasih makan, kau merdeka." Sampai begitu nyalain api, tunggu musafir lewat. Kalau ada dia datang, saya kasih makan, kau merdeka. Berarti kau telah berhasil mendatangkan orang yang bisa saya jamu. Luar biasa. Maka Adi bin Hatim putranya masuk Islam. Bapaknya meninggal dalam kondisi musyrik yang tadi dermawan. Maka putranya sama tanya sama Nabi, "Ya Rasulullah, ayahku dulu dermawan, nyambung silaturahmi, suka kasih makan orang, sangat baik. Bagaimana nasib ayahku?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, beliau berkata, "Auka ar amrobahu air, ayahmu dulu waktu melakukan itu ingin dipuji oleh manusia dan dia mendapatkan pujian tersebut. Sampai sekarang dipuji-puji, sampai hari ini masih dipuji, tapi enggak dapat apa-apa di akhirat." Jadi, kita kalau berbuat baik sama orang jangan pencitraan. Maksudnya kalau Anda lagi baik sama ibu, sama bapak, gak usah Anda posting. Ini loh, jadilah seperti saya, anak berbakti sama orang tua. Maksud lu gimana ini? Maksudnya ini kenapa diposting? Maksudnya apa? Alhamdulillah saya telah ngajak ibu saya jalan-jalan. Maksud lu apa? Alhamdulillah saya sudah bangunkan rumah buat ibu saya. Maksudnya apa? Ingin pengakuan manusia? Jadi saluran kedua ini juga merupakan potensi besar untuk menjadi terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Tetapi jangan karena pencitraan. Apa saja? Pertama, siapa yang terbaik bagi istrinya, maka dia terbaik di sisi Allah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, khairukum khairukum liahlihi wa ana khairukum liahli. Sebaik-baik kalian di sisi Allah adalah yang terbaik bagi istrinya. Dan aku kata Nabi, adalah suami yang terbaik. Maka seorang lelaki kalau ingin jadi terbaik berusaha mencari hati istrinya karena Allah. Menyenangkan hati istrinya karena Allah. Memilih kata-kata yang baik untuk istrinya karena Allah. Sampai kalau orang tanya sama istrinya, "Gimana anti suaminya?" "Gimana suamiku?" Masyaallah Allahumma barik luar biasa. Saya enggak bisa ungkapkan. Pokoknya saya sangat bahagia. Udah, ente masuk surga kalau begitu. Tapi kalau gimana suami anti Allah amit-amit Allah ya Allah sabarkanlah hambau ya Allah. Jadi jadilah terbaik bagi istri. Dan Rasulullah bilang, "Saya suami yang terbaik." Rasulullah dia seorang kepala negara, dia seorang kalau kita bilang ulama besar sebagai super ulama lah itu yang mungkin dihormati oleh seluruh manusia. Tapi dia kalau di rumah tidak seperti itu sama istrinya. Eh kau enggak tahu saya ustaz kah? Enggak. Dia sama istrinya sebagaimana suami terhadap apa? Istri. Kadang istrinya ngambek, kadang istrinya anu. Dia punya sikap berbeda ketika di rumah. Karena dia memposisikan dirinya sebagai seorang apa? suami itu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ah, cerita tentang bagaimana Nabi itu kajian sendiri saya tidak sedang menceritakan bagaimana Nabi terhadap istrinya. Jadi berusaha menjadi suami terbaik bagi istri. Bahkan saya punya kawan ini kisah nyata. Dia ceraikan istrinya. Ceraikan istrinya. Subhanallah. Sampai akhirnya dia meninggal dunia ketika COVID. Terus apa namanya itu kenal dengan istri saya. Kemudian ditelepon, "Bagaimana si Fulan?" Maka Umu langsung bilang, "Ternyata dia puji-puji suaminya." Padahal bukan suaminya lagi. "Iya dulu si fulan tuh baiknya sama saya." Padahal dicerai. Subhanallah. Padahal dicerai. Gak ada kayaknya ada masalah sesuatu. Sehingga harus menceraikan sang wanita. Tapi tetap menjadi lelaki yang terbaik. Terkesan bagi wanita yang sudah dia ceraikan. Bagaimana ketika mereka masih dalam rumah tangga? Oleh karenanya seorang berusaha menjadi terbaik di sisi Allah dengan menjadi terbaik bagi istrinya. Ya memang istri kita kita suruh-suruh ya tapi jangan membuat dia terkesan seperti babu ya. Tapi bilang kamu ratu meskipun ada babunya. Ratu di rumah ya ratu juga bantu raja dong. Tapi kita mengesankan dia seorang apa? Ratu ngomong baik-baik. pilih kata-kata ya kalau salah diarahkan dengan cara baik. Tidak ada kata-kata merendahkan dia, menghinakan dia. Pilih kata-kata dia. Ibunya anak dia yang menjaga kehormatan kita. Kita menyalurkan hasrat kita dengan halal dengan sebab dia banyak kebaikanlah. Tentu di balik kekurangannya masih banyak apa kebaikannya. Baik. Berikutnya untuk menjadi terbaik di sisi Allah jadilah tetangga yang terbaik. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Kirul jiranumiranihi." Sebaik-baik tetangga adalah yang terbaik bagi tetangganya. Wakhairul ashab khairuhum li ashabihi. Sebaik-baik teman, teman yang terbaik bagi teman-temannya. Jadi sekarang, sekarang misalnya kita tinggal di suatu kluster yang mungkin rumah cuma 20 tarulah itu kan bertetangga itu. Kalau kita mau jadi terbaik di sisi Allah, jadilah kita yang paling baik di antara 20 orang tersebut. Saya rasa tidak susah zaman sekarang. Kalau antum ke Jogja beli gudek Jogja bagi-bagi setahun dua kali sudah terbaik. Karena jarang sekarang tetangga bagi-bagi. Jarang. Antum cari muka membagi-bagi makanan yang tidak mereka lakukan. Tidak ada susahnya. Saya tidak bilang tiap hari antum bangkrut. Enggak. Pas lagi safar beli apa? Beli kue kek, beli apa bagi-bagi. Lagi umrah beli kurma bagi-bagi. Ya paling tidak antum sudah berusaha berbaik sama tetangga. Ketika Allah melihat di antara 20 ente yang terbaik, ente jadi terbaik di sisi Allah. Saya rasa tidak susah. Yang sahabat terbaik di sisi Allah kata Nabi adalah yang terbaik bagi para sahabatnya. Kalau ini susah nih, siap sedia. Kapan sahabatnya susah, dia siap menemani. Kalau sahabat sudah dia siap membantu, ini agak susah. Dulu di zaman orang-orang jahiliah sebagian orang diberi gelar dengan zadur raqib, yaitu bekal musafirin. Dia diberi gelar demikian. Kenapa? Setiap kalau dia bersafar dengan teman-temannya semua tidak boleh bayar, dia yang bayar. Itu sudah ada sejak zaman jahiliah. Antum ada yang bisa kayak gitu? Tenang, safar semua. Tiket saya yang bayar. Gak usah bayar. Tenang. Masyaallah. Hotel saya yang bayar. Nanti notanya saya kirim belakangan. Jadi kalau zaman dulu ada orang seperti itu, kita juga punya teman seperti itu ada. Makanya kita senang safar sama dia. Kalau dia bilang, "Ustadz, jalan." Ah, sudah. Tenang, semua gratis, aman. berarti menjadi terbaik bagi sahabatnya. Sahabatnya nyaman sama dia. Kapan Anda menjadi seorang seperti itu? Anda menjadi terbaik dari sisi dari sisi saluran sahabat. Jadi cara terbaik banyak. Di antaranya khairukum anfaukum linnas. Sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi masyarakat. Seorang berusaha jadi terbaik dengan apa yang potensi dia miliki. Kalau jadi dokter, jadi dokter yang terbaik. berusaha memberi obat yang terbaik, memberi arahan yang terbaik. Jangan pikirannya dapat duit-duit. Gimana ngambil duit dari pasien sebanyak-banyaknya, bagaimana kerja sama dengan toko obat, kemudian obat yang tidak pas dia jual supaya dia dapat keuntungan. Ini pengkhianat seperti tidak amanah. Dokter-dokter seperti ini bukan terbaik bagi pasien, terburuk bagi pasien. Dia kasih resep obat-obat yang mahal karena dia dapat untung dan dia jual obat tersebut. Jadi lihat dia tukang jual obat. Dan ada enggak dokter seperti itu? Ada atau tidak? Ada atau banyak? Jangan sok tahu. Tapi ada karena saya sering ditanya jadi saya tahu. Jangan enggak boleh. Jadi dokter yang amanah terbaik bagi pasien. Kalau pasien datang ladang pahala. Saya berusaha menilai dengan yang terbaik yang saya mampu dengan waktu yang terbatas yang saya miliki. Kayaknya Oh, kalau enggak bisa, enggak bisa. Kalau tahu, tahu. Kalau bicara, bicara. potensi yang kita miliki. Kalau Anda pejabat, jadilah pejabat yang terbaik. Karena pejabat yang terbaik dia dekat sekali dengan Allah Subhanahu wa taala. Makanya ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan tujuh golongan yang Allah naungi pada hari kiamat kelak, orang pertama yang Nabi sebutkan adalah imamun adil. Imam yang adil. Bahkan kata Ibnu Taimiyah, imamun adil afdolul mujahidina fi zamanihi. Pejabat yang adil, pemimpin yang adil adalah mujahid terbaik di zamannya. Kenapa? Kalau dia baik, bawahannya semua ikut senang. Kalau dia zalim, dia zalimi banyak orang. Makanya saya bilang, jabatan itu bikin mudah masuk surga dan juga bikin mudah masuk neraka. Siapa yang jadi pejabat yang baik, dia buat undang-undang yang dengan semampu dia untuk kemaslahatan masyarakat dan dia berusaha seadil-adilnya. Oh, dia nanti di akhirat lebih mulia daripada banyak orang. Bahkan ketika Nabi sebutkan tujuh golongan, yang pertama yang Nabi sebutin dia. Kenapa? Kalau dia adil yang merasakan dampaknya banyak orang. Tapi kalau dia tidak adil, tapi kalau dia ternyata koruptor, tapi kalau ah sudah paling hancur nanti di akhirat. Kenapa? Rasulullah berkata khairukum anfaakum linas. Sebaik-baik kalian adalah yang paling terbaik bagi masyarakat. Berarti kebalikannya seburuk-buruk kalian yang paling mengganggu apa? Merugikan masya masyarakat. Hati-hati jadi pejabat. Pejabat-jabatan itu ujian, tapi itu sarana untuk Anda menjadi yang terbaik. Maka semangat jadi pejabat yang baik. Tib. Di antara hal yang menjadikan seorang terbaik kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Khairukum ahsanukum qadaan." Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam bayar hutang. Hm. Ini disebutkan oleh Nabi ketika Nabi ditagih. Nabi ternyata punya hutang. Nabi pernah berhutang? Pernah. Nabi pernah punya punya utang unta. Penagi unta datang, "Ya Rasulullah, bayar utangmu." Dan dia agak keras sampai para sahabat mau marah. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Biarkan dia berbicara." Faiahibil haqqi maqalan. Orang yang punya hak dia berhak menuntut. Kata Nabi, "Biarin." Nabi tidak. "Kau kenapa sama saya begitu?" Enggak. Rasul bilang, "Biarin dia berbicara. Dia punya hak." Kemudian Rasulullah bayar. Kata Rasulull sallallahu alaihi wasallam, "Carikan unta yang seumur yang pernah saya pinjam." Kata para sahabat, "Enggak ada unta yang seumur yang kau pinjam ya Rasulullah. Carikan yang lebih baik." Maka dicarikan lebih baik, Rasulullah bayar dengan lebih. Kemudian Rasulullah berkomentar di akhir hadis, "Inna khairakum ahsanukum qadaan. Sebaik-baik kalian yang paling baik ketika membayar apa? Hutang. Kita terkadang punya hutang sama orang. Maka jadilah orang yang beradab ketika bayar hutang. Kalau mampu punya uang, kalau bisa bayar sebelum jatuh tempo. Terus kalau bayar di akhir bisa ditambah tanpa ada kesepakatan, itu tidak mengapa. Yang tidak boleh ada kesepakatan ya nanti tambah ya. Enggak boleh riba namanya. Tapi kalau kita bayar terus kita terima kasih itu boleh-boleh saja yang penting bukan kesepakatan ya. Terus kalau antum enggak bisa bayar telepon ada pemberitahuan. Ya, akhi qadarullah saya lagi enggak ada duit. Mohon maaf ya. Dia maki-maki, ya. Biarin aja ya. Ya, mohon maaf ya. Saya pukulan enggak ada. Ketika kita beradab dalam bayar hutang, kita bisa menjadi terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Bukan sebagian orang hutang tidak bayar, nomor telepon ganti, tahu-tahu lagi jalan-jalan di luar negeri. Wuduh ngeri. Saya pernah ada dua orang, si A dan si B. Dua-dua saya kenal. Si A pinjam uang sama si B. Ditagih-tagih B nagi si A, si A enggak bayar-bayar. Qadarullah ketika umrah ketemu si B datang sama saya, "Ustaz, ini gimana saya tagih-tagi? Ternyata dia umrah, apalagi umrah sama istrinya. Saya saja sendirian misalnya. Bagaimana bisa demikian? Oh, uang tidak kau bayar kok malah umrah." Sampai ada kemari lagi teman seperti itu, "Ustaz, ini orang punya hutang sama saya R00 juta lebih sekarang dia haji. Saya saja tidak bisa haji, dia haji." Ini orang tidak punya adab. Orang buruk di sisi Allah Subhanahu wa taala. Kalau Anda kebetulan ditakdirkan punya hutang, beradablah ketika bayar hutang. Kalau bisa bayar pada waktunya, alhamdulillah. Kalau bisa lebih sebelum waktunya, itu yang terbaik. Kalau bisa kasih hadiah, kasih hadiah. Kalau tidak bisa bayar, minta maaf. Siap diomelin. Wajar. Dia juga lagi butuh kalau gak ada qadar. Kalau ada aset dijual, dijual. Ini malah sebaliknya. Duit ditahan kemudian berfoya-foya sementara utang utang banyak. Di antara orang terbaik Rasulullah bersabda, "Ala ukhbirukum bikhairikum." Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang orang yang terbaik di antara kalian dan orang yang terburuk di antara kalian? Kata para sahabat, "Bala ya Rasulullah, siapa orang terbaik?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Alladzina idza ruu zukirallah." Orang-orang yang kalau dilihat membuat orang ingat Allah subhanahu wa taala. Orang sebagai orang yang terbaik. Kenapa dengan zuhudnya? akhlaknya yang baik, tawadunnya. Sehingga kalau orang lihat dia saja baru lihat sudah ingat akhirat. Bukan sebaliknya malah dunia, dunia enggak. Kenapa? Tutur katanya ngajak kepada akhlaknya mulia, muat-membuat orang ingat kepada hari akhirat. Ya, intinya masih banyak dalil. Tapi kesimpulannya, interaksi yang terbaik kepada sesama manusia kalau karena Allah menjadikan seorang terbaik di sisi Allah. Rasulullah bersabda, "Kiarukum e khairukum ahsanukum khuluqo." Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya. Tentu dengan niat karena Allah subhanahu wa taala. Ini saja ikhwan dan akhwat, brothers and sisters yang bisa saya sampaikan agar kita mulai hari ini mulai fokus bagaimana kitajadi terbaik di sisi Allah bukan terbaik di mata natizen ya. Kalau kita pun terbaik di hadapan manusia pun karena Allah bukan karena penci pencitraan sehingga tetap kembalinya karena Allah subhanahu wa taala. Bab. Demikian saja. Mohon maaf kepada brothers and sisters. Saya cuma bisa sampai di sini. Semoga Allah memberikan kita kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebagaimana Allah kumpulkan kita di sini, semoga Allah kumpulkan kita di surga kelak. Amin ya rabbal alamin. Wabillahi taufik wal hiidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.