How to Stop High Blood Pressure Medication Scientifically and Safely
N70hnwx2-rA • 2025-12-18
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Kalau kamu baru didiagnosa hipertensi
atau baru mulai minum obat darah tinggi,
ini mungkin video terpenting yang pernah
kamu nonton. Karena jika kamu tidak
nonton video ini, kamu bisa terjebak
menjadi konsumen seumur hidup dan ketika
kamu sadar semua sudah terlambat.
Halo semua, dengan Ardi dan Zahra. Di
sini kami menjelaskan pola hidup sehat
yang sebenarnya agar setiap orang bisa
memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Dan alhamdulillah sejak kami memulai
EASI, kami sudah membantu ribuan orang
untuk menerapkan pola hidup sehat yang
benar melawan berbagai penyakit termasuk
membantu member-member premium kami
untuk sembuh dari hipertensi dan juga
berhasil melepas obat. Video ini akan
menjelaskan bagaimana jebakan obat ini
mulai terjadi. Tapi disclaimer, konten
di sini adalah untuk kebutuhan edukasi
bukan pengganti sara medis. Jadi tonton
semuanya dan pahami. Di akhir video kami
akan menjelaskan cara untuk keluar dari
obat secara saintifik dan logik. Dan
kalau kamu ingin memperoleh guidance
dari kami, kamu bisa join ke member
premium kami. Semua perjalanan
hipertensi biasanya mirip-mirip. Mungkin
karena satu dan lain hal kamu melakukan
check up. Bisa karena urusan kantor,
bisa juga ketika badan merasa kurang
enak. Mungkin kamu merasa pusing dan
kamu berobat ke dokter. Ketika dicek,
tekanan darah kamu tinggi. Katanya ini
kamu terkena hipertensi dan langsung
diberikan obat hipertensi. Kata dokter,
hipertensi itu adalah silent killer.
Jadi obatnya harus diminum. Karena kalau
tidak diminum itu bisa kenapa-kenapa.
Apalagi kalau sedang tidur, tekanan
darah bisa tiba-tiba tinggi, bisa kena
serangan jantung atau stroke. Kamu
langsung merasa, "Wah, untung aja nih
gua cek. Kalau enggak bisa bahaya." Tapi
ada satu hal yang tidak pernah
dijelaskan. Tekanan darah itu adalah
gejala, bukan akar masalahnya. Ini
analoginya seperti demam. Demam itu
adalah suatu gejala dan tanda tubuh
sedang melawan sesuatu. Terjadi demam
itu bisa jadi karena ada infeksi
bakteri, virus, atau peradangan. Jadi,
tekanan darah yang tinggi itu adalah
salah satu tanda bahwa ada sesuatu dalam
tubuh. Mungkin metabolismenya yang
rusak, mungkin kadar insulinnya yang
kacau, mungkin juga pembuluh darahnya
yang kaku karena inflamasi yang sudah
terjadi selama bertahun-tahun. Dan
fungsi obat yang diberikan itu sama
sekali tidak ada yang memperbaiki akar
masalah ini. Jadi, obat cuma menekan
gejalanya, menurunkan angka tekanan
darah supaya di kertas terlihat bagus
tapi agar masalahnya tidak tersentuh
sama sekali. Salah satu jenis obat yang
paling sering diberikan di awal adalah
jenis calcium channel blocker. Ini
dimulai dengan dosis kecil. Lalu kamu
juga minum dengan rajin karena kalau
tidak diminum tadi katanya bisa
kenapa-kenapa. Jadi cara kerja obat ini
sesuai dengan namanya yaitu menghambat
masuknya kalsium ke sel sehingga dinding
pembuluh darah tadi menjadi lemas.
Karena dinding pembuluh darah ini lemas,
tekanan ke dinding pembuluh darah ini
juga menurun. Setelah beberapa waktu,
kamu cek lagi angkanya. Angkanya turun.
Misalnya dari 140 menjadi 125, kamu
menjadi lega. Oh, ternyata obatnya
worse, semuanya baik-baik aja. Tapi
sekali lagi, akar masalahnya ini tidak
pernah diselesaikan. inflamasi tetap
jalan, pembuluh darah juga semakin hari
semakin kaku. Jadi, akar masalahnya itu
bisa jadi makin buruk, tapi angkanya
bagus. Jadi, kamu merasa semua ini
oke-oke aja. Tapi ternyata obat ini
memiliki efek samping. Salah satu yang
paling umum adalah kaki menjadi bengkak
yang dikenal dengan istilah edema.
Sekitar satu dari tiga pasien biasa
mengalami ini. Kenapa kaki bisa bengkak?
Karena obat ini melebarkan pembuluh
darah arteri. Tapi pembuluh darah vena
tidak ikut melebar. Jadi darah yang
masuk banyak tapi susah keluar sehingga
cairan menumpuk dan bocor ke jaringan
kaki menjadi bengkak. Ketika kita konsul
lagi apa yang terjadi? Diberikan obat
diuretik, obat untuk membuang air
sehingga harapannya bengkaknya menjadi
hilang. Jadi sekarang dari yang satu
obat menjadi dua obat. Nah, ini yang
orang jarang tahu. Calsium chiner
blocker artinya memblok kalsium.
Targetnya memang pembuluh darah menjadi
rileks, tapi kalsium juga dibutuhkan
oleh jantung untuk berkontraksi untuk
memompa darah. Kalau kalsium diblok,
kontraksi jantung menjadi lemah.
Ditambah lagi diuretik yang membuang air
sehingga kalium dan magnesium juga ikut
terbuang. Dan kalium dan magnesium ini
dibutuhkan oleh jantung. Jantung yang
sudah lemah makin kehilangan bahan
bakarnya. Dan ini bukan teori, ini data
metaanalisis dari lebih dari 150.000
pasien. Pasien yang menggunakan obat
golongan CCB ini punya resiko gagal
jantung 17 sampai 32% lebih tinggi
dibandingkan obat hipertensi yang lain.
Pada pasien diabetes resikonya bahkan
bisa naik hingga 70%. Jadi bisa
dibayangkan jantung yang harusnya
memompa darah ke seluruh tubuh
perlahan-lahan juga ikut melemah. Ketika
jantung mulai menunjukkan tanda-tanda
lemah diberikanlah obat tambahan. Ada
yang jenis ace inhibitor untuk
menurunkan beban jantung atau ada juga
beta blocker untuk mengistirahatkan
jantung dengan memperlambat detaknya.
Sekarang kamu mulai merasakan efek
sampingnya misalnya menjadi gampang
capek, berat badan juga makin naik. Dan
yang lebih serius, obat-obat ini juga
punya efek samping lain yang bikin tidak
nyaman. Beta blocker bisa bikin otot
menjadi gampang keram. Diuretik juga
tadi karena kalsium dan magnesium yang
terbuang kamu menjadi sering pegal-pegal
juga. sakit kepala, demam, dan apa yang
dilakukan dokter kasih obat anti nyeri,
Ibu Proven, atau ada juga obat pegelinu
dan lain-lain. Kamu mungkin mikirnya ini
enggak apa-apa. Ibu profen kan dijual
bebas di mana-mana, di apotek, di
warung. Kalau berbahaya, mana mungkin
bisa dijual bebas. Tapi ternyata
kombinasi ini yang disebut dengan triple
WMY as inhibitor ditambahkan dengan
diuretik ditambahkan dengan obat
antiinlamasi golongan NSAD seperti ibu
proven. Ketiganya ini sama-sama menekan
mekanisme perlindungan ginjal dari arah
yang berbeda. Normalnya ginjal punya
sistem untuk menjaga aliran darah ke
filternya dengan stabil. Tapi ketiga
obat ini jika dikombinasikan apalagi
dalam kondisi kamu kurang minum atau
sedang sakit, sistem perlindungan ini
menjadi lumpuh total. Fungsi ginjal bisa
drop mendadak. Dari yang awalnya cuman
hipertensi, sekarang kamu berpotensi
gagal ginjal. Dan tidak hanya jantung
dan ginjal. Ingat tadi, kalsium channel
blocker memblok kalsium ke sel otot.
Ternyata bukan cuman sel pembuluh darah
yang terdampak. Katup lambung kamu yang
namanya less atau lower esofhagus
spinter ini juga butuh kalsium untuk
bisa menutup rapat. Kalau kalsium
diblok, katup ini jadi lemah, tidak bisa
menutup dengan baik sehingga asam
lambung naik. Riset menunjukkan 35
sampai 60% pasien yang minum obat
golongan ini mengalami gejala grt yang
memburuk. kamu jadi ternugget. Kemudian
saluran pencernaan kamu mulai
bermasalah. Ini sudah kami buat video
yang sangat lengkap bagaimana saluran
pencernaan ini sengaja dirusak secara
sistematis dari hal yang kamu pikir
awalnya sepele sampai bisa mengalami
anxiety, depresi, bahkan autoimun. Jadi
ini ironis banget. Obat diuretik
memperburu resistensi insulin. Obat
betabloker memperburuk metabolisme.
Trigliserida menjadi naik, gula darah
naik, metabolisme juga menjadi rusak.
Dan ini semua adalah salah satu penyebab
utama hipertensi yang diagnosa awal
siklus tadi. Jadi, kamu ingin minum obat
untuk mengobati hipertensi, justru efek
sampingnya memperburu akar masalahnya.
Kemudian kamu ke dokter, coba tebak apa
yang dilakukan, ditingkatkan lagi
dosisnya atau ditambahkan lagi
obat-obatan lain lagi sehingga spiralnya
menjadi lebih dalam lagi. Beberapa tahun
atau bahkan beberapa bulan kemudian,
hidup kamu yang awalnya biasa-biasa aja,
sekarang menjadi penuh dengan obat.
Setiap pagi kamu minum 3 empat mungkin
sampai enam macam obat. Obat tekanan
darah, obat diuretik, obat jantung, obat
kolesterol. Karena tadi trigliserida
juga naik efek samping dari obat
sebelumnya. Obat asam urat lagi karena
efek samping diuretik, mungkin juga obat
diabetes karena insulin resistance dan
juga obat lambung seperti jenis PPI
tadi. Karena obat calsium cheler di awal
tadi bikin katup lambung kamu menjadi
melemah sehingga kamu terkena gred asam
lambung menjadi naik terrus. dikasih PPI
ini menekan asam lambung. Tapi PPI ini
punya efek samping lain lagi. Asam
lambung itu bukan musuh. Ini adalah
sistem pencernaan tubuh dan kunci untuk
penyerapan nutrisi. Kalau ditekan terus,
penyerapan nutrisi seperti magnesium
akan terganggu juga termasuk penyerapan
vitamin. Jadi ini semua akan menyebabkan
siklus yang semakin dalam lagi. Vitamin
semakin berkurang, fungsi jantung juga
semakin berkurang, dan tulang juga
menjadi semakin rapuh. Kemudian karena
lambung kita asamnya kurang, bakteri
yang harusnya mati di lambung sekarang
lolos sampai ke usus. Resiko infeksi
menjadi naik, kamu kemudian dikasih
antibiotik lagi. Jadi, pencernaan ini
akan semakin rusak. Ini sudah kami bahas
lengkap di video tentang PPI dan GERT.
Bagaimana obat yang seharusnya membantu
justru merusak sistem pencernaan secara
sistematis. Biaya yang habis bisa
ratusan ribu atau bahkan jutaan per
bulan atau kamu pakai sistem BPJS
ngantri berjam-jam di puskesmas atau
rumah sakit setiap bulan hanya untuk
bisa ambil obat atau mungkin juga
seminggu tiga kali kamu cuci darah. Coba
bayangkan posisi ini. Kamu bangun pagi,
badan rasanya berat, kaki masih bengkak
dari kemarin. Kamu ambil kotak obat
isinya 6 sampai 10 macam. Kamu telan
obatnya satu persatu. Kamu mau makan
tapi harus dihitung-hitung garamnya
berapa. Kolesterolnya berapa, gulanya
berapa, kalorinya berapa. Lapar tapi
makan makanan yang hambar. Makanan yang
dulu sangat bisa dinikmati, sekarang
menjadi musuh. Kamu mau olahraga tapi
badan terasa lemas, naik tangga aja udah
ngos-ngosan. Padahal dulu kamu aktif.
Kamu lihat teman-teman seusia masih bisa
traveling, masih bisa hidup bebas.
Sedangkan kamu setiap bulan harus
kontrol, setiap bulan harus ambil obat,
belum lagi harus cuci tara. Setiap
pusing sedikit kamu langsung panik. Ini
jangan-jangan mau stroke ya. Step
kontrol kamu degdegan untuk lihat
angkanya. Kamu tidak ingat lagi kapan
terakhir kamu merasa benar-benar sehat.
Kamu sudah lupa arti hidup yang tenang.
Dan yang paling menyiksa, suatu saat
kamu menjadi sadar kalau kamu tahu
obat-obatan ini ternyata tidak
menyembuhkan. Kamu tahu ini semua hanya
menekan angka, tapi kamu tidak berani
untuk berhenti. Atau suatu saat kamu
berpikir, "Ini gua udah minum obat
bertahun-tahun, mungkin gua mau coba
untuk kurangin." Kamu skip 1 du hari.
Kemudian tekanan darah kamu tiba-tiba
melonjak jadi 160 lebih tinggi lagi dari
sebelum minum obat. Kamu langsung panik
ke dokter. Dokter langsung bilang, "Tuh
kan, jangan sampai kelupaan obatnya.
Hati-hati," katanya dengan penuh dada
empati. Tapi ini yang tidak pernah ada
yang jelaskan. Ini namanya rebond
hypertension. Setelah bertahun-tahun
tubuh kamu dipasah dengan obat, sistem
hormonal kamu sudah beradaptasi.
Pembuluh darah yang terus dipaksa
melebar jadi hipersensitif untuk
menyempit. Sistem yang terus ditekan
meledak ketika tekanannya dilepas. Ini
bukan bukti kamu butuh obat seumur
hidup. Ini bukti tubuh kamu sudah
ketergantungan. Ginjal semakin lemah,
jantung semakin lemah, biaya semakin
besar juga. Tapi kamu sudah terjebak,
tidak bisa maju, tidak bisa mundur.
Hidup kamu sekarang bukan lagi tentang
hidup dengan bahagia, tapi tentang
bertahan hidup. Dan yang paling tragis,
semua ini sebenarnya bisa dicegah.
Sekarang coba kamu pikir ulang dari
awal. Pertanyaan pertama, apakah kamu
benar-benar hipertensi dari awal? Karena
seringkius hipertensi itu sangat mudah
untuk dilakukan. Kamu cek di siang hari
setelah kerja misalnya dalam kondisi
stres, kurang tidur atau habis minum
kopi, tensi kamu tinggi langsung divonis
hipertensi, langsung dikasih obat.
Padahal mungkin itu bukan hipertensi
kronis, mungkin itu respon tubuh yang
normal terhadap kondisi saat itu.
Mungkin kalau kamu istirahat sebentar,
tekanan darah kamu akan normal kembali.
Tapi tidak ada yang cek lebih dalam.
Tidak ada yang tanya tentang pola hidup
kamu. Langsung obat. Pertanyaan kedua,
jika memang ada masalah metabolisme,
apakah obat-obatan ini memperbaiki atau
malah memperburuk? Kita sudah bahas
tadi. Diuretik tadi memperburuk
resistensi insulin, betabloker
memperburuk metabolisme. CCB melemahkan
jantung, kombinasinya ini bisa merusak
ginjal. Obat-obatan ini tidak
memperbaiki apapun. Mereka hanya menekan
angkanya. Sementara akar masalahnya
metabolismenya yang rusak ini justru
makin parah. Dan inilah kesimpulannya.
Sistem ini tidak didesain untuk
menyembuhkan kamu. Sistem ini didesain
untuk menjebak kamu menjadi konsumen
seumur hidup. Satu obat menimbulkan efek
samping. Efek samping itu dianggap
penyakit baru. Dikasih obat baru lagi.
Obat baru lagi akan menimbulkan efek
sampingnya lagi. Dikasih obat lagi.
Pertanyaannya, apakah obat-obat yang
diberikan ini menyembuhkan akar
masalahnya atau jangan-jangan
obat-obatan ini malah sumber masalahnya?
Sampai suatu hari kamu bangun dan sadar
kalau hidup kamu sudah bergantung pada
10 macam obat dan kamu sudah tidak bisa
keluar. Ini bukan teori konspirasi. Ini
bisnis model, tapi kami di sini bukan
untuk bikin kamu putus asa. Hipertensi
terutama di tahap awal itu bisa diverse,
bahkan yang lebih baik lagi bisa
dicegah. Tekanan darah tinggi itu adalah
gejala dan kalau kamu memperbaiki
penyebabnya, metabolismenya rusak,
resistensi insulin, inflamasi kronis,
gejalanya ini bisa hilang dengan
sendirinya. Bukan dengan menekan
angkanya pakai obat, tapi dengan
memperbaiki tubuh dari dalam. Bagaimana
kalau sudah lama? Ini sangat tergantung
dari seberapa jauh efek samping yang
sudah terjadi. Tapi bukan berarti tidak
mungkin. Seperti ada member kami, Ibu
Julianti yang sudah konsum obat selama
17 tahun akhirnya bisa berhasil melepas
obat dan stabil. Intinya mencegah itu
jauh lebih mudah daripada keluar setelah
terjebak. Kamu bisa perbaiki
metabolismenya dari sekarang. Sebelum
merusak terlalu jauh. Kamu bisa reverse
hipertensi sekarang sebelum tubuhmu
tergantung obat. Jangan tunggu sampai
kamu sudah terjebas makin dalam dan
jangan tunggu sampai semuanya terlambat.
Kami membuat video ini nanti ada aja
yang komen, "Video ini membahayakan. Kan
bahaya kalau tensi 160." Ini contoh
orang yang enggak pakai akal pikiran
atau bazer-bazer dari oknum. Siapa yang
bilang enggak bahaya? Tentu bahaya. Obat
memang ada fungsinya untuk kondisi
darurat. Yang paling penting stabilkan
pola hidupnya. Lakukan pola hidup sehat
yang benar, root cost-nya yang
diperbaiki, yang diselesaikan. Itulah
peran kami untuk memberikan edukasi yang
benar tentang pola hidup sehat. Karena
pola hidup sehat yang benar itu
kuncinya. Kalau pola hidup sehatnya
salah, ya sama aja root cost-nya makin
parah. Dan inilah kenapa ketika kita
sadar bahwa pola hidup adalah akar
penyebab masalahnya, lalu kita mulai
coba-coba hidup sehat. Tapi nyatanya
lebih dari 90% informasi kesehatan yang
kamu temui di luar malah merusak
kesehatan. Jadi banyak yang walaupun
sudah berusaha tidak pernah bisa sembuh
akhirnya terima nasib. Ini kami sudah
buat video dulu tentang hipertensi.
Kenapa kamu tidak pernah bisa sembuh
dari hipertensi? Setelah fondasi hidup
sehatnya benar sambil bekerja sama
dengan dokter yang benar, perlahan-lahan
turunkan dosis. Karena kalau dokternya
benar, yang bukan oknum, yang bukan
affiliate marketer, ya ini pasti senang
pasiennya bisa sembuh dan willing untuk
adjust dosisnya juga. Perjalanan seperti
ini sudah sering sekali dialami oleh
member-member EZI bagaimana secara
bertahap bisa melepas obat. Mungkin
salah satu yang paling ramai selain
masalah pencernaan adalah hipertensi
juga di member kita. Jadi, inilah yang
tidak bosan-bosannya kami katakan,
gunakan akal pikiran. Karena sebenarnya
semua jika kita pikirkan dengan benar,
dengan tenang, ini sebenarnya adalah
penjelasan yang sangat masuk akal. Sudah
ada jalannya. Hanya keinginan kita untuk
tenang, filter informasi yang benar, dan
pakai akal pikiran. Jangan mudah
termakan emosi. Obat memang tidak baik
untuk jangka panjang, tapi jangan
gegabah juga. Karena di satu sisi ada
onum medis yang dengan giat untuk push
konsumsi obat. Di sisi lain ada onum
yang ngaku-ngaku holistik tapi fokus
jualan herbal yang memanfaatkan
emosional kita yang takut terhadap obat.
Untuk pola hidup sehat yang benar, kita
tidak akan bahas panjang lagi karena
kita sudah banyak banget bahas soal pola
hidup sehat secara holistik yang benar.
Kamu bisa cek video-video kami lainnya
di YouTube. Dan kalau kamu ingin
memperoleh support dari kami, kamu bisa
join ke member premium kami di Easy.
Kamu akan dibantu oleh EA assistant yang
sudah kami training. Caranya sangat
simpel. Kamu ceritain pola hidup
sehari-hari seperti apa. Setiap hari
nanti kamu akan dapat insight. Jadi,
perbaikinya step by step. Lama-lama kamu
jadi makin paham, pola hidupnya makin
benar juga. Otomatis kesehatan kamu akan
semakin membaik dan juga peluang untuk
terlepas dari obat juga semakin besar.
Dan ini semua dapat dijelaskan secara
saintifik. Inilah cara kami bagaimana
kami bisa men-support ribuan member kami
untuk menjalankan pola hidup sehat
secara holistik yang benar sesuai dengan
kondisi masing-masing dengan biaya yang
sangat terjangkau. Selain hidup menjadi
lebih sehat, ini juga akan bantu hemat
banyak banget biaya. Sekarang kamu
sebenarnya sudah dapat hal yang kamu
butuhkan untuk keluar dari obat atau
bahkan mencegah dari awal. Tinggal butuh
menjalankannya kalau kamu benar-benar
ingin hidup yang sehat. Dan sekali lagi,
hidup itu pilihan dan butuh effort dari
masing-masing. Kamu bisa explore video
kami lainnya di YouTube atau bisa join
member premium kami. Dan seperti biasa,
kalau kamu merasa video ini bermanfaat,
kamu bisa support kami dengan share.
Karena sekarang banyak sekali orang yang
tidak tahu apa-apa terjebak mulai dari
obat hipertensi. Dan saat sudah sadar
sudah banyak obat, bisa jadi semuanya
sudah terlambat. Kamu juga bisa support
kami dengan like dan komen video ini.
Sampai ketemu di video selanjutnya.
Salam sehat dan bahagia selalu.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 14:06:05 UTC
Categories
Manage