Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id pola hidup kita yang kita anggap sehat dari dulu hampir semua salah. Kalau enggak ngerti knowledge-nya, enggak bakalan bisa. Kondisi Zara ini adalah salah satu case yang paling parah yang pernah ditemui. Sampai saya sempat ergue dengan dokter itu benar-benar sudah parah banget. Kami enggak tahu gimana bisa lewat. Saya bisa kehilangan Zahara. Dan kita semua ini systematically poison supaya semakin tergantung dan sampai akhirnya tidak pernah bisa keluar. Dan ini bukan kebetulan, ini sudah by desain. Kebanyakan orang enggak sadar kalau mereka sedang diprogram revolusi AI ini akan semakin masif. Ini levelnya beda dengan revolusi industri. Apa yang sebenarnya kita cari di hidup ini? Kesehatan itu pondasinya. Ketika kesehatan membaik, aspek lain juga akan ikut membaik. Karena sebenarnya ini bukan hanya soal kesehatan, tapi kualitas hidup secara menyeluruh. Dan dengan sistem ini alhamdulillah banyak yang sembuh dari berbagai penyakit kronis lepas dari obat dan lain-lain. Dan ternyata kuncinya satu. [musik] Hai semua, ini adalah video personal terakhir kami di YouTube. Bukan karena kami berhenti, bukan karena channel ini stop, tapi kita ingin mengubah format ke arah yang lebih impactful lagi. Channel ini akan tetap aktif tapi dengan format yang berbeda. Dan sebelum kami benar-benar pindah ke format baru, kami ingin jawab banyak pertanyaan yang masuk dari teman-teman kemarin. Kita ingin jawab secara jujur dan apa adanya. Ini pertanyaan yang paling sering ditanyain tapi masih dari komen-komen yang negatif ya. Tapi ini kami jawab aja. Saya sendiri lulusan TN industri ITB. Background dan karir saya ini kebanyakan di bidang supply chain dan system development. Kalau Zahra itu background-nya di psychology dan children development. Dan beberapa tahun terakhir ini kami memang ngebild berdua. Jadi kami ini memang bukan dokter, bukan juga ahli gizi, bukan dari background medis sama sekali. Dan memang kami tidak pernah klaim kalau kami adalah dokter ataupun tenaga medis. Mungkin yang butuh diluruskan di awal, kami sendiri tidak pernah bilang kalau kami ini ahli kesehatan. Kami juga tidak pernah terpikirkan untuk ngegantiin peran dokter ataupun ahli gizi sekalipun. Kami ini belajar dari pengalaman pribadi. Bagaimana dulu kami menghadapi perjalanan kesehatan yang sangat panjang dari perjalanan kesehatan Zahra yang sudah sakit belasan tahun. Termasuk saya sendiri juga dulu mengalami obesitas, diabetes, dan kolesterol. Kami pernah melewati fase yang sangat berat dalam hidup kami. Bagaimana penyakit yang kami alami itu hampir merusak hidup kami. Pernah berada di titik terendah dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dan sangat hopeless pada waktu itu. Singkata, akhirnya kami belajar banyak hal yang bisa mengubah hidup kami ke arah yang lebih baik. Dan kami tidak ingin kalau orang lain harus struggle seperti yang kami alami dulu. Jadi kami sering informasi dan pembelajaran kami berupaya menyederhanakan apa yang kami pelajari, menjelaskannya secara saentifik supaya semakin banyak orang yang ngerti tentang bagaimana cara tubuh bekerja sehingga nulisnya bisa meningkat, tahu apa yang dilakukan dan hidupnya juga bisa meningkat, bisa hidup lebih baik lagi. Dan alhamdulillah dari segala upaya kami banyak yang kondisinya menjadi membaik, banyak juga yang sembuh, banyak juga yang lepas dari ketergantungan obat. Ini yang bikin kami sangat bersyukur banget ya. Dan sebenarnya memang kami berdua sangat passion di bidang edukasi, suka baca buku karena knowledge is power. Lebih baik lagi kalau bisa membagikannya. Dulu saya sendiri pernah jadi asisten dosen lumayan lama. Kalau Zara dulu suka ngajak anak-anak dan ikut di berbagai kegiatan sosial. Berbagi knowledge itu memang sudah ada dalam DND. Kami kami pikir sebenarnya siapapun boleh ya membagikan informasi yang benar asal paham suatu hal secara mendalam. Memberikan informasi itu secara ilmiah dengan tujuan yang baik dan ikut andil dalam mencerdaskan masyarakat. Tidak peduli apapun background-nya. Dan ini juga berlaku kebalikannya. Ya walaupun banyak gelar tapi kalau informasi yang diberikan misleading dan penuh dengan titipan kepentingan itu malah butuh dipertanyakan. Dan dari upaya dengan etikat positif kami, mungkin ada yang mengganggap kami sebagai ahli kesehatan atau apapun itu, itu sudah di luar kendali kami. Tapi sekali lagi, kami sendiri tidak pernah klaim kalau kami adalah ahli kesehatan dan ingin menggantikan peran dokter. Kami juga tidak pernah buka layanan konsultasi medis. Yang kami upayakan hanya memberikan edukasi dan membangun tools yang bisa bantu orang-orang untuk semakin ngerti sesuai dengan eksperti dan pengalaman. dan juga pembelajaran kami. Sebenarnya ini semua dimulai dari perjalanan kesehatan Zahra. Zahra memang sudah sakit lama banget. Dari kecil sudah sering banget keluar masuk rumah sakit. Dari usia 6 tahun sudah operasi usus buntu. Setelah operasi itu kondisi pencernaannya bukannya membaik tapi malah getting worse. Dan yang paling membingungkan, setiap kalau kita ke dokter itu diagnosanya beda-beda. Ada yang bilang cuman gert, ada yang bilang autoimun, tapi ada juga yang langsung vonis leukimia. Jadi dari gert sampai ke leukia ini kan karena kami mikir ya ini diagnosa atau main tebak-tebakan. Karena kalau salah diagnosa itu bisa sangat membahayakan pasien. Mis diagnosa ini juga sering banget terjadi di mana-mana. Banyak banget yang ditreatmen untuk penyakit yang salah dan pada akhirnya enggak pernah sembuh juga. Jadi selama itu enggak pernah ada satuun dokter yang bisa justifikasi dengan pasti ini sebenarnya sakit apa. Tapi setiap kali ke dokter tetap dikasih obat. Obatnya macam-macam banyak banget. Jadi selama bertahun-tahun Zara keluar masuk rumah sakit diinfus macam-macam baru keluar rumah sakit cabut infus pingsan. masuk lagi selama bertahun-tahun seperti itu. Dan kondisi Zara juga semakin lama ya pasti makin drop komplikasi ke mana-mana. Setiap hari badannya sakit-sakit bisa tiba-tiba keluar darah dan muncul memar ungu di tubuh. Tidurnya juga enggak bisa benar. Susah banget kalau mau tidur. Kalau tidur juga sering banget mer kadang-kadang sampai teriak-teriak. Jadi badannya enggak pernah bisa benar-benar istirahat. In paralel ya kami terus berupaya cari penyembuhan. Banyak banget treatmen yang dicoba mulai dari treatmen yang medis sampai juga alternatif termasuk ke luar negeri juga tapi enggak pernah membaik. Kalau kita hitung-hitung keluar masuk rumah sakit, ke klinik, ke berbagai pengobatan itu literally sudah ratusan kali. Kalau biayanya jangan ditanya. Sampai suatu saat kami ketemu tempat riset imunologi yang lebih advance. Jadi ini bukan rumah sakit tapi labet. Kita cek darah. baru found out kalau T sel regulator Zara itu sangat rendah, sangat jauh di angka normal. Jadi, TEL regulator itu atau nama ilmianya regulatory cell ini adalah sel yang bertugas untuk ngatur sistem imun tubuh supaya sistem imun ini tidak overreact dan nyerang sembarangan. Kalau ti regulatornya rendah, sistem imunnya jadi tidak terkontrol. Bukan cuma nyerang benda asing yang masuk seperti bakteri atau virus, tapi juga bisa menyerang tubuh kita sendiri. Inilah yang terjadi pada kondisi autoimun dan penyakit autoimun itu sudah banyak banget, sudah lebih dari 100 jenis penyakit autoimun. Ada yang namanya lupus, RA, Hasimoto, Sorgan Sindrom, dan lain-lain. Tapi sebenar intinya sama. Sistem imun yang harusnya melindungi tubuh tapi malah menyerang tubuh kita sendiri. Dan akhirnya kami finally tahu dengan jelas kalau Zara autoimun SL lupus. Dan yang namanya lupus ini menyerang secara sistemik. artinya menyerang ke seluruh tubuh. Jadi dalam kezara autoimunnya nyerang ke otot, ke kulit, ke pembuluh darah, ke jantung, ke ginjal, ke hormon, ke tulang. Jadi hampir semuanya. Ini yang buat kita dapat gambaran kenapa zarat bisa bleeding tiba-tiba. Kenapa tiba-tiba tadi bisa muncul ungu di tubuh dan juga bisa mengalami renal disis. Jadi, tubuhnya tiba-tiba sering dingin banget kayak es karena sirkulasi darahnya terganggu. Tapi tahu apa yang terjadi bukan berarti langsung tahu apa yang harus dilakukan. Kondisi searah juga agak getting better karena memang case-nya ini sudah sangat marah. Kami pernah discuss waktu itu dengan profesor di sana. Katanya kondisi Zahra ini adalah salah satu case yang paling parah yang pernah ditemui. Tentu kalau kita sakit, kita mau sembuh, otomatis coba hidup sehat. Kita beli produk-produk yang katanya lebih sehat. Biskuit juga nyarinya yang gluten free. Semua yang ada label sehatnya yang harganya terkadang bisa 3 sampai empat kali lipat lebih mahal. Tapi tetap aja kondisi Zara juga ya gitu-gitu aja gak getting better malah makin drop. Ke dokter juga enggak ada pernah ada solusi. Ke profesor sama aja semua kasih steroid. Jadi steroid ini memang obat yang diresepkan untuk autoimun. Tapi masalahnya kalau enggak diminum autoimun Zara kan selerap. Tapi kalau diminum Zara muntah-muntah enggak berhenti. Dibawa ke rumah sakit lagi, diinfus lagi. Jadi serba salah. Sampai saya sempat dengan dokter, "Ya gimana ya, Dok? Ini istri saya kalau minum obatnya malah muntah. Jawabannya ya kalau autoimun ini obatnya." Titik. malah dosisnya dinaikin terus dikasih obat-obatan tambahan lagi untuk nekan efek sampingnya, untuk nekan mualnya. Obat mual, obat PPI, obat anti muntah, obat hormon, painkiller, obat demam, obat penenang, itu macam-macam. Kalau dihitung-hitung itu sudah puluhan jenis obat yang pernah masuk ke dalam tubuh Zahra. Dan efek obatnya ini juga membuat kondisi Zara semakin parah. Bukan cuman secara fisik, tapi juga mental. Misalnya ada satu obat yang sering diminum yang efeknya ini saya kasihan banget lihatnya karena Zara setiap minum obat itu itu langsung merasa gimana ya sedih banget depresi itu tanpa sebab. Terus untuk ngatasin ini kalau kita ke dokter diresepin obat penenang. Yang ini malah makin seram lagi. Itu Zara jadi seperti edik. Kalau obatnya habis itu langsung panik banget sampai bisa nge-chat ke dokternya minta diresepin itu pesan online itu persis banget seperti orang yang ketagihan. Saya waktu itu takut banget. Ternyata obat penenang itu bekerja untuk menekan sistem saraf supaya kita merasa tenang. Tapi lama-lama otak jadi berhenti untuk memproduksi sinyal tenangnya sendiri. Jadi begitu obatnya berhenti, tubuhnya menjadi panik. Inilah yang disebut dengan withdrawal syndrome. Dan withdrawal ini bisa jadi anxiety yang jauh lebih parah daripada sebelumnya. Dan ini yang terjadi pada kondisi Zara. Lalu ada lagi obat yang disuntikkan. Tiba-tiba bikin Zara enggak bisa jalan sampai besok paginya. Begitu balik ke dokternya, dokternya malah marah ketika kami nanya obatnya apa yang disuntikin. Jadi bisa dibayangkan betapa despernya kami waktu itu. Itu sudah kayak kelinci percobaan ya. itu enggak tahu dimasukin obat apa aja. Dan karena waktu itu kami juga sangat desperate, kami explore macam-macam treatment. Ada juga yang suggest pengobatan regeneratif, PRP, steam cell. Steam sel sendiri juga sumbernya macam-macam. Ada yang dari lemak tubuh sendiri, ada yang dari umilical code atau tali pusar bayi. Sekali treatment ini bisa puluhan juta dan ada yang sampai ratusan juta. Dan jujur untuk bisa tahu mana yang benar-benar berkualitas dan mana yang cuman marketing gim butuh knowledge yang sangat mendalam. Karena di industri ini banyak banget yang klaimnya besar tapi no evidence. Susah banget untuk dapat yang benar-benar bagus dan terpercaya. Bahkan banyak banget yang sebenarnya bukan beneran steam sell. Zahra sempat beberapa kali treatment steam cell. Ada yang pakai lemak sendiri, pernah juga pakai umbilical crot. Tapi semuanya enggak ada yang membuahkan hasil. Dan waktu itu dengan knowledge kami yang juga masih sangat minim, bahkan ada treatment yang bikin efek samping yang sangat fatal untuk kondisi Zara. Bahkan sampai sekarang ini juga belum termasuk suplemen-suplemen yang diminum. Ada yang namanya DNA salmon. Ada juga suplemen-suplemen lain yang mahal-mahal banget yang ternyata setelah kami mengerti banyak berisi harmful ingredience yang tidak baik bagi tubuh. Lalu pada saat itu muncul COVID. Ini saya tahu banget ya, kalau sampai Zara dibawa ke rumah sakit, kalau sampai terkena virus COVID itu akan sangat berisiko. Jadi waktu COVID kami serinya ke klinik infusnya macam-macam juga tapi kondisi Zara ya makin hari makin drop sampai satu titik itu sudah tidak mungkin lagi ke klinik doang. Akhirnya kita dikasih tahu ada dokter yang bisa ke rumah. Waktu itu dokternya datang ke rumah bawa tiang infus dan bawa banyak banget obat infusan warna-warni. itu sebenarnya saya sudah was-was ya karena Zara sebenarnya sangat sensitif terhadap obat-obatan dan saya bilang ke dokternya kata dokternya aman dipasang infusannya dikasih nomor di urutan bungkus infusannya ya katanya kalau ini habis ganti nomor dua ganti nomor dan seterusnya terus kami ditinggal beberapa jam kemudian Zara muntah-muntah itu saya panik banget coba hubungi dokternya kata dokternya cuman skip infusannya diganti next-nya nya. Tapi setelah saya ganti itu juga tetap muntah-muntah enggak berhenti. Mungkin sudah puluhan kali muntah-muntah dihubungin lagi dokternya sudah enggak bisa. Akhirnya saya yang enggak ada background medis beranikan diri untuk lepas infusan sendiri. Jadi kami enggak pernah bisa ngelupain malam itu. Itu benar-benar sudah parah banget. Kami enggak tahu gimana bisa lewat. Dan ini semua baru setengah yang kami ceritain dari seluruh health journey Zahra. Dan di situlah kami putuskan kami enggak bisa gini terus. Kami harus take control kesehatan kami. Karena nyatanya enggak ada satu orang pun yang bisa menolong kami. Dan kalau enggak take contontrol sendiri, saya bisa kehilangan Zaha. Dan itulah titik baliknya. Kami harus ngerti bagaimana cara tubuh bekerja. Karena logikanya tubuh kita ini kan bekerja secara ilmiah. Pasti ada penjelasannya. Kalau kami mengerti cara kerjanya secara menyeluruh, insyaallah ada hal yang mungkin bisa kita upayakan untuk menyembuhkan Zara. Jadi, waktu itu di sanaah titik baliknya. Itu yang buat kami memutuskan untuk belajar kesehatan sendiri. Setelah kami belajar banyak tentang kesehatan ini, kami mulai menarik benang merah. Jujur enggak mudah karena banyak sekali conflic of interest dan juga istilah-istilah medis di luar sana. Jadi ini seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Biasanya setiap sumber itu ada ahli masing-masing. Beberapanya ada titipan kepentingan dan masing-masing ahli ini juga cuman omongin eksperti mereka aja. Misalnya ngomongin gula darah, gula darah aja. Ngomongin asam urat, asam urat aja. Ada yang ngomongin tidur aja. Jadi ini seperti ngumpulin kepingan puzzle. Dari ini kita melihat mana yang logis kita masukin ke dalam kepingan puzzle. demikian seterusnya dan long story short kami belajar dari banyak buku, dari jurnal dan juga dokter-dokter expertise di bidang masing-masing tadi. Itu semua dari luar negeri. Dan kita coba mapping, coba pelajari bagaimana sebenarnya cara kerja tubuh secara saentifik dan tentu kita filter pakai logika karena tadi banyak conf of interest. Kita filter, kita implement dan tril and error ke tubuh sendiri dan makin lama alhamdulillah kita makin ngerti cara tubuh bekerja. Dan ternyata kuncinya satu. yaitu pola hidup sehat secara holistik. Karena mayoritas penyakit kronis itu mau itu autoimun, diabetes, kolesterol, obesitas, hipertensi, termasuk sampai kanser yang selalu dihubung-hubungkan semua dengan faktor genetik yang katanya enggak bisa sembuh yang harus minum obat seumur hidup agar masalahnya itu sama, pola hidup yang tidak sehat dan kebanyakan ini tidak kita sadari terakumulasi bukan setahun, 2 tahun, tapi bisa jadi 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun. perlahan-lahan merusak tubuh dan menyebabkan penyakit kronis. Yang bikin kaget, mostly pola hidup kita yang kita anggap sehat dari dulu itu ternyata hampir semua salah. Jadi, kita mau coba hidup sehat, kalau enggak ngerti knowledge-nya enggak bakalan bisa. No wonder, banyak banget orang yang percaya kalau penyakit-penyakit ini enggak pernah bisa sembuh. Lalu yang kami lakukan untuk menyembuhkan Zara adalah kita solve akar masalahnya. terapin pola hidup sehat secara holistik yang sebenarnya. Dan ini enggak ada yang instan, semuanya berprogres, bertahap. Terkadang orang suka enggak make sense ya. Pola hidup enggak sehat itu terakumulasi dari kecil selama puluhan tahun. Mikirnya baru jalanin hidup sehat 1 minggu itu bisa tiba-tiba semua normal kembali. Jadi tubuh ini juga butuh waktu untuk healing dan juga butuh sustain konsisten. Setelah kami belajar lebih dalam, kami flashback. Dari kecil memang Zara banyak terpapar hal-hal yang merusak tubuh tanpa disadari. Mulai dari terpapar UPH dari kecil termasuk obat-obatan, antibiotik, treatment-treatment seperti operasi usus buntu tadi yang ternyata usus buntu adalah safe house untuk bakteri baik kita dan treatment medis lainnya juga. Belum lagi termasuk segala trauma yang sangat mendalam yang Zara alami. Mulai dari tekanan, bullying sampai harassment. Ini kami enggak bisa cerita detailnya di sini karena ini semua sangat personal. Tapi yang perlu dipahami trauma itu bukan cuman luka emosional. Trauma itu tersimpan di dalam tubuh kita. Dan secara saintifik trauma ini bisa merusak kesehatan, bisa merusak sistem imun, pencernaan, hormon, semuanya ini terdampak. Jadi proses healing Zahra itu bukan cuma soal makanan, tapi juga menyembuhkan trauma, perbaiki tidur, kelola stresnya, jaga environment, semua dilakukan secara holistik. Dan alhamdulillah pelan-pelan, step by step kondisi kesehatan Zara membaik. Bukan karena obat, bukan karena treatment yang mahal, tapi karena kita mengembalikan tubuh kita ke kondisi yang seharusnya dengan cara yang seharusnya. Dan ini juga yang coba kami share ke orang-orang. Alhamdulillah sekarang kondisi Zara sudah sangat baik, sudah bisa activity dengan normal tanpa obat sama sekali. Tapi tentang sembuh ini, ini butuh kita klarifikasi. Kalau arti sembuh adalah bisa hidup dengan baik tanpa obat. Jawabannya iya. Tapi yang biasanya orang selalu hubungkan dengan kata sembuh adalah bebas makan makanan apapun. Katanya kalau belum bebas makan-makan apapun itu bukan namanya sembuh tapi remisi. Ini salah satu framing yang sangat membodohi masyarakat. Masyarakat kita ini memang suka termakan istilah sembuh, remisi, atau apapun itu. Coba kita berikan pakai logika. Agar penyebab sakitnya adalah pola hidup yang salah yang sudah terbentuk dari kecil termasuk pola makan. Kalau rumah kita banyak sampah terus dibersihin itu kan jadi bersih ya. buat tetap bersih. Solusinya jangan masukin sampah lagi. Karena tadi sampah yang menyebabkan rumah menjadi kotor. Jadi sampah itu akar penyebabnya. Kita mandangnya juga sama. Sakit butuh untuk kita sehatin. Yang bikin sakit dari awal adalah pola hidup yang salah. Termasuk makan makanan yang salah yang menyebabkan inflamasi tadi. Jadi ini akar masalahnya, akar penyebabnya. Lalu apakah definisi sembuh adalah bebas untuk makan makanan ini yang jadi akar penyebab sakitnya? Ini kan enggak masuk akal. Yang bikin susah dilihat memang karena penyakit kronis itu enggak instan. Bukan hari ini makan salah, besok langsung autoimun. Tapi ini kan terakumulasi bertahun-tahun. Jadi narasi sembuh bisa makan apapun itu sangat membodohi masyarakat. Dan sebenarnya ini juga soal mindset. Makanan yang kami makan sekarang yaitu whole food itu sebenarnya memang makanan manusia yang seharusnya. Sedangkan makanan yang sekarang umum di masyarakat yang diproduce oleh industri ultrapress food yang penuh dengan gula, bahan aditif, pengawet, perisa, pewarna, emulsifier, dan lain-lain itu bukan makanan. Itu racun yang diracik sedemikian rupa, dikemas, dan dipasarkan sebagai makanan. Jadi bukan berarti kami pantang makan ini itu. Kami cuman enggak mau makan racun dan makan makanan yang memang makanan kita. Dan kami juga mau let food be our medicine. Sesimpel itu. Dan sering banget kami dapat komentar, "Kalau gitu makan apa dong?" Atau misalnya susah banget enggak bisa makan apapun, enggak usah makan aja sekalian. Itu mindset yang sangat menyedihkan ya. Justru makanan yang bisa dimakan itu variasinya itu banyak banget dan enak-enak. Kami enggak pernah merasa tersisa atau kekurangan. Fenomena yang terjadi sekarang adalah masyarakat sudah sangat terbiasa dengan makanan industri sampai lupa. Whole food itu banyak banget pilihannya. Nenek moyang kita itu hidup ribuan tahun tanpa mie instan, tanpa bakso, tanpa snack kemasan, tanpa ultra prosess food. Mereka makan apa? Makan whole food. Dan mereka jauh lebih sehat dari generasi sekarang. Jadi yang sebenarnya terbatas itu bukan pilihan makanan kami. Yang terbatas itu adalah perspektif masyarakat yang sudah terlalu terdoktrin oleh industri dan terjebak oleh sistem. Sudah terbiasa makan racun-racun ini tanpa sadar. Menganggapnya sebagai makanan mengkonsumsi setiap hari. Jadi ini yang dianggap normal. Balik lagi ke pertanyaan tadi. Jadi kondisi Zara sekarang bagaimana? Jawabannya bisa beraktivitas dengan normal lagi, dengan baik lagi, tanpa obat, tapi pastinya tetap mindful dengan pola hidup sehat secara holistik yang sebenarnya secara konsisten dan sustain tetap menghindari hal-hal yang bisa jadi trigger inflamasi. Dan semua ini dilakukan secara enjoy. Dan Zara juga sudah bisa kerja lagi, jalan-jalan lagi dan ngelakuin hal-hal yang memang disukai yang dulu sudah enggak bisa dilakukan. Kami melihat ternyata trigger itu bukan hanya dari makanan. Setelah makanan jadi fokus awal yang kami perbaiki, kondisi Zara semakin membaik. Tapi masih ada kondisi di mana tiba-tiba bisa flare up. Kami mulai amati tubuh sendiri. Ternyata ada pattern yang berulang. Misalnya ketika kurang tidur atau ketika stres habis ketemu orang tertentu atau ketika misalnya ada di lingkungan yang toksik. Setelah itu flare up-nya bisa muncul dan tentu kami juga selalu crosset dengan jurnal dan juga penjelasan saentifiknya. Ternyata yang namanya stres, tidur, movement, dan juga aspek-aspek tadi yang disebutkan environment toksik dan sebagainya itu juga mempengaruhi cara kerja tubuh. Contoh sederhana ada yang namanya guard brain connection. Usus dan otak ini saling terhubung langsung. Di usus kita ada triliunan mikroorganisme yang disebut mikrobiom. Makanan yang kita makan ini akan mempengaruhi keseimbangan microbiom ini dan kondisi microbiom ini akan mempengaruhi mood dan cara berpikir kita. That's why kalau kita makan makanan yang salah, bukan cuman badan kita yang rusak, tapi juga mood kita bisa berantakan, fokus bisa menurun, stres, anxiety juga. Dan sebaliknya kalau pikiran stres terus, tubuh kita juga merespon. Kortisol naik, inflamasi meningkat dan ini juga bisa merusak pencernaan. Jadi, ini akan membentuk siklus yang saling terkait. Karena semuanya saling terkait, ini kita enggak bisa perbaiki satu aspek aja karena ini seperti chicken and egg. Enggak bisa dengan makanan aja, enggak bisa dengan meditasi aja, enggak bisa dengan movement aja. That's why kami jadi sadar ternyata semua ini butuh dijalankan secara paralel. Dan kalau kita lihat di kamus, holistic itu artinya characterized by the belief that the part of something are interconnected and can be explained only by reverence to the whole. Intinya semua bagian itu saling terhubung dan hanya bisa dipahami kalau kita lihat semuanya secara menyeluruh. Dalam perjalanan kesembuhan Zara, kami harus benarin semuanya secara holistik. Makanan iya, tapi juga butuh tidur yang berkualitas, butuh tidur yang cukup, butuh stress managemen, butuh menyembuhkan trauma masa lalu. Belajar setting boundaries juga dengan orang-orang toksik, bangun komunitas yang positif juga kurangi sosial media, grounding, movement. Jadi, butuh menciptakan environment yang mendukung proses healing secara menyeluruh. Dan satu lagi yang enggak kalah penting itu spiritual wellbeing. Yaitu menemukan ketenangan batin itu punya sense of purpose. Merasa terhubung dengan sesuatu yang lebih besar daripada diri sendiri apapun kepercayaan masing-masing. Karena banyak riset yang menunjukkan orang yang punya kehidupan spiritual yang baik, tingkat stresnya akan lebih rendah, sistem imunnya akan lebih kuat, dan kualitas hidupnya akan lebih tinggi. Jadi semuanya bukan hanya satu-satu aja tapi paralel. konsisten sustain dan ini yang kita maksud dengan holistik yang amat sangat disayangkan ini masyarakat kita sangat termakan terminologi dan aliran. Holisti itu dipikirnya cuman meditasi, cuman soal pikiran atau cuman herbal doang. Banyak banget produk-produk herbal yang dijual yang ngaku aliran holistik itu penuh dengan gula dan harmful ingrediens. Kami bukan menganut aliran tertentu atau ikut protokol tertentu. Kami hanya menjalani hidup yang sehat yang sebenarnya secara holistik. Pegangan kami hanya scientific base dan logic. Enggak fanatik terhadap suatu aliran. Kami juga ganti dokter. Ada kondisi-kondisi yang memang butuh intervensi medis. misalnya kecelakaan, serangan jantung, termasuk kondisi darurat lainnya. Beberapa treatmen medis juga dibutuhkan untuk kondisi tertentu. Tapi mostly penyakit-penyakit ini akar masalahnya sama. Kebanyakan dari pola hidup yang salah. Berarti solusinya yang harus dilakukan juga dari sana, dari root cost-nya sehingga bisa sembuh secara tuntas. Enggak semua tindakan medis itu salah dan enggak semua herbal. Hanya karena natural itu otomatis baik. Begitu juga sebaliknya. Dan juga enggak ada satuun solusi yang cocok untuk semua kondisi istilahnya no one size fits all. Karena itulah kami selalu bilang, pahami dan gunakan akal pikiran. Dan pesan kami enggak bosan-bosannya tetap sama. Jangan generalisir label atau gelar dokter, herbal, holistik, dan lain-lain. Pahami dengan benar karena semua itu butuh dimengerti konteksnya dan enggak bisa digeneralisir. Ada dokter yang baik, yang benar-benar peduli dengan pasien, tapi ada juga yang oknum. Begitu juga dengan profesi lainnya. That's why kami selalu bilang kalau yang enggak benar itu oknum. Ada yang memang enggak tahu dan jadi korban sistem. Tapi ada juga yang oknum tadi yang sebenarnya sudah tahu tapi malah makin menjerumuskan. Dan cara untuk bisa terlepas dari oknum-oknum ini adalah dengan paham, dengan punya knowledge. Karena kalau kita enggak paham, kita akan mudah kejebak lagi. Karena onum ini jumlahnya banyak dan tersebar di berbagai kalangan. Malah banyak juga member kami yang dokter, banyak juga yang spesialis, ada juga yang praktisi holistik. Karena ini bukan tentang antimedis atau promedis. ini tentang knowledge dan kebenaran dan melakukan apa yang terbaik untuk tubuh kita. Thomas Alfa Edison itu pernah bilang, "The doctor of the future will give no medicine but will instruct his patient in the care of the human frame in diet and in the cause and prevention of disease." Dokter masa depan tidak akan memberikan obat tapi akan mengajarkan pasiennya tentang perawatan tubuh, pola makan, dan pencegahan penyakit. Ini kita setuju banget. Dan menurut kami, mencegah benar-benar jauh lebih baik daripada mengobati. Dan yang paling penting, yang paling kenal tubuh kita adalah kita sendiri. Kita yang hidup di tubuh kita ini setiap hari 24 jam dan kitalah yang tahu apa yang kita rasakan. Pada akhirnya semua itu pilihan. Ada yang memilih untuk terus bergantung seumur hidup. Ada yang memilih untuk take control terhadap kesehatannya. Dan yang kami upayakan yaitu memberikan tools untuk membantu orang-orang yang mau take kontrol terhadap kesehatannya. Sebenarnya di awal kami merasa ada panggilan hati untuk sharing karena personal head journe dan dari sana kami found out banyak banget hal-hal yang misleading. Hidup sehat itu sebenarnya pilihan. Tapi yang sangat menyedihkan ketika kita sadar kita ingin hidup sehat, kita sudah sangat effort, sudah bayar lebih mahal, sudah habis uang, waktu, tenaga, pikiran, tapi ternyata apa yang kita lakukan, yang kita upayakan, yang kita anggap lebih sehat malah semakin merusak kesehatan. Ini juga yang kami alami dulu. Dan kita semua ini systematically poison dibuat sakit tanpa sadar oleh sistem yang sangat besar dan sangat rapi. Kalau teman-teman tahu seberapa besar sistemnya mungkin akan kaget juga. Industri makanan global ini nilainya triliunan dolar. Industri farmasi juga besar dan banyak yang tidak tahu perusahaan ini saling connected. Contohnya ada perusahaan rokok terbesar. Itu juga salah satu pemilik industri makanan terbesar. Ada juga perusahaan yang di satu sisi jual produk yang bikin sakit, di sisi lain jual produk yang diklaim sehat yang seakan-akan solusi. Banyak yang seperti itu, tapi enggak bisa kita ceritain semua di sini. Intinya sistem ini sudah sangat masif dan sangat powerful. Dan tujuannya satu, menjadikan kita konsumen seumur hidup. Dibuat kecanduan produk-produk industri, dibuat kecanduan makanan-makanan yang merusak kesehatan kita pelan-pelan tanpa kita sadari. Ketika kita mulai sakit, dikasih obat yang tidak menyembuhkan, hanya menekan gejala dengan efek samping yang semakin merusak tubuh. Lalu butuh obat lagi untuk menekan efek sampingnya. Mungkin butuh berbagai treatment medis lagi, hanya sekedar untuk bertahan hidup supaya semakin tergantung dan sampai akhirnya tidak pernah bisa keluar terjebak seumur hidup. Dan ini bukan kebetulan ini sudah by desain. Ketika kami sadar ini, kami merasa butuh untuk share. awalnya dari Instagram, tapi kemudian akun IG kami kena shadow band. Jadi kami mulai sharing lagi di YouTube mulai dari nol dan alhamdulillah responnya sangat positif. Banyak yang jadi lebih mindful, banyak yang hidupnya jadi benar-benar lebih sehat, banyak juga yang sembuh dari berbagai penyakit dan kami sangat grateful bisa jadi bagian dari jerni teman-teman di sini. Dan ini juga yang bikin kami merasa hidup kita itu semakin meaningful. Inilah yang buat kami realize segala perjalanan kesehatan Zahra, segala perjuangan kami selama bertahun-tahun mungkin memang happen for a reason. Dari dulu makna hidup buat kami adalah bisa memberikan manfaat buat orang lain. Buat kami definisi sukses adalah seberapa besar impact positif yang bisa kami berikan. Dan karena perjalanan kesehatan kami, kami realize juga kalau kesehatan itu adalah hal yang paling penting. Karena kesehatan itu pondasinya. Ketika kesehatan membaik, aspek lain juga akan ikut membaik. Energi, pikiran, produktivitas, relation sampai ke ekonomi. Karena semuanya saling terkait satu sama lain dan semuanya berproses, bukan instan. Karena sebenarnya ini bukan hanya soal kesehatan, tapi kualitas hidup secara menyeluruh. Kesehatan itu bukan salah satu aspek hidup, tapi multiplier untuk semua aspek kehidupan kita. Kalau kesehatan kita nol, mau dikalikan apapun hasilnya tetap nol. Dan kebanyakan orang baru sadar betapa pentingnya kesehatan ketika sudah sakit dan sudah kehilangan kualitas hidup mereka. Mudah-mudahan ini bisa menjawab tentang latar belakang dan alasan kami. Next, kami akan jawab pertanyaan-pertanyaan yang lebih spesifik, termasuk beberapa yang mungkin lebih kontroversial yang belum pernah kami ceritakan sebelumnya. Sebenarnya ini bukan tiba-tiba ya, sudah lama banget sebenarnya kami kepikiran untuk stop YouTube. Kalau teman-teman yang sudah ikut kami dari dulu, kami pernah vakum juga sebelumnya, tapi butuh diclearin dulu. Kami enggak stop, hanya ubah format ke arah yang lebih baik. Nanti kita akan cerita ke depannya bagaimana ini. Kami jawab dulu tentang alasannya. Yang kami upayakan ini adalah mengedukasi karena itulah salah satu cara agar kita bisa benar-benar sehat dan bisa punya quality life yang lebih baik. Yang namanya mengedukasi itu memang kadang susah. Tapi yang paling susah adalah karena ini berkaitan dengan industri yang sangat powerful. Mereka punya resource untuk bentuk opini publik, mempengaruhi media, bahkan mempengaruhi regulasi. Jadi ketika ada yang mencoba mengedukasi kebenaran pasti ada resistensi dari berbagai pihak. Sejak kami posting di YouTube, alhamdulillah yang support banyak karena memang mungkin merasakan manfaatnya. Tapi yang menghujat dan yang nyerang itu juga enggak kalah banyak. Ini juga enggak pernah kami ceritain. Ada masa-masa di mana kami sangat merasa gak tenang. Banyak komen-komen yang bilang dibiarin aja kalau ada komentar-komentar negatif. Tapi enggak semudah itu. Buat yang belum tahu, ada yang namanya subconscious mind, pikiran bawa sadar. Otak kita menyerap semua informasi yang masuk mulai dari apa yang kita lihat termasuk apa yang kita dengar. Dan ini semua terjadi tanpa sadar. Mau kita abaikan secara sadar pun subconsciousment tetap akan merekam dan menyerap. Jadi ketika setiap hari kami terpapar komentar negatif, hujatan atau yang lebih parah lagi serangan itu semua masuk terakumulasi mempengaruhi mood, mempengaruhi energi bahkan kesehatan. Dan di sisi lain kami put so much effort untuk setiap konten. Bikin script sama Zahra itu itu bukan sejam 2 jam. Jadi susunya itu bisa berhari-hari. Mikirin gimana caranya supaya mudah dimengerti oleh semua kalangan. Jangan terlalu panjang tapi tetap harus komprehensif. Kenapa harus komprehensif? Karena kalau tahunya cuman setengah-setengah itu bisa jadi salah paham malah enggak bagus. Jadi kami selalu berusaha jelasin secara menyeluruh supaya orang benar-benar paham konteksnya. Tapi justru dibilang bertele-tele. Kadang sampai ngorbanin tidur, ngorbanin kesehatan kami sendiri. Dan karena saya ini introvert ketika take video seperti ini ya ini ngenterin energi banget. Jadi energi yang keluar besar, ada positif yang masuk, tapi negatif yang masuk juga jauh lebih besar. Dan negativity ini terserap oleh subconscious mind kami berdua. terakumulasi tanpa sadar lama-lama semakin exhausted dan enggak bagus juga buat kesehatan kami. Dan jujur ini juga enggak sustain YouTube itu penghasilannya sebenarnya utamanya dari sponsorship bukan dari ads. Jadi kalau kami enggak ambil sponsorship itu sudah pasti subsidi. Dan mungkin teman-teman yang sudah lama subscribe kami sudah pasti tahu kalau kami putuskan untuk enggak ambil sponsoring sama sekali biar kami bisa benar-benar provide informasi yang memihak ke audiens bukan ke sponsor. Jadi efnya enggak sebanding. Dari sisi energi lebih dominan negatifnya dari sisi bisnis juga engak sustain. Jadi kami memutuskan untuk switching model sekali lagi bukan berhenti, tapi switching model ke solusi yang lebih sistemik dan sustain. Jadi bisa lebih impactful juga yang sesuai dengan expertise kami tentunya dan yang sejalan juga dengan IKG kami yaitu intersection antara apa yang kami passion, apa yang dunia butuhkan, apa yang bisa kami lakukan dengan baik, dan apa yang sustainable secara bisnis. Kami enggak mau jawab gimana-gimana soal ini karena kami juga hanya share apa yang benar-benar bermanfaat aja. Tapi yang pastinya ada pihak yang akan lebih senang kalau masyarakat kita enggak kritis. Istilah harnya tetap bodoh karena ini jauh lebih profitable buat sekelompok orang. Coba pikir ya, lebih gampang mana buyer influencer untuk bilang suatu produk sehat atau benar-benar bikin produk yang sehat dan enggak bikin kecanduan? Tentu lebih gampang bayar influencer dan lebih profitable kalau produknya bikin candu supaya bisa dibeli terus-menerus. seumur hidup. Permasalahan benar atau salah tinggal mengamankan para ahli. Kalau masyarakat kita enggak kritis, enggak akan pernah sadar juga. Dan kebohongan yang diulang-ulang terus akan dipercaya sebagai kebenaran. Ini bukan teori konspirasi, ini bisnis. Dan kita semua terjebak dalam sistem ini. Ini industri yang sekali lagi sangat masif. Mungkin yang paling sering kami sebut adalah seindustri farmasi dan rumah sakit. Tapi kalau teman-teman tahu semuanya itu jauh lebih mencengangkan lagi. Berbagai pihak ini saling bersinergi membentuk lapisan di masyarakat dan membuat masyarakat kita semakin susah untuk hidup lebih baik lagi. Jadi ini seperti spiral. Kalau makanannya enggak baik, perilakunya cenderung negatif. Mindsetnya juga cenderung negatif. Keputusan-keputusan yang diambil juga cenderung negatif dan melakukan hal-hal negatif juga. Riset sudah menunjukkan ada hubungan antara apa yang kita makan dengan kondisi mental kita. Jadi ini bukan cuman teori dan ini yang kami sebut sebagai sisi left, sisi kiri, sisi yang tertinggal yang ingin semuanya serba instan, disbeliever, denial, enggak sadar, enggak bersedia pakai akal pikiran lagi. Dan berapa banyak pihak yang push masyarakat kita ke arah sisi left? Banyak banget, baik secara sadar ataupun enggak sadar. Termasuk sosial media juga. Misalnya YouTube ini secara bisnis model itu enggak visibel kalau enggak ambil sponsor dan hanya ngandalin ads. Dan yang namanya sosial media itu didesain untuk membuat kita kecanduan juga. Setiap kali kita scroll, otak kita akan rilase dopamin atau reward system. Dan semakin lama kita scrolling, apalagi kalau kita terpapar ke konten negatif, kortisol dan hormon stres itu juga akan meningkat. Banyak orang yang bisa scrolling berjam-jam itu tanpa sadar. waktunya habis, energinya habis, tapi enggak dapat apa-apa, malah makin stres, semakin ansious, dan semakin negatif. Dan sosial media itu mau itu YouTube, Instagram, TikTok, dan lain-lain, notstar matricnya itu adalah seberapa lama kita stay di platform, bukan seberapa besar manfaat yang kita peroleh. Jadi memang didesain seedtif mungkin supaya kita enggak pernah bisa berhenti scrolling dan yang gakal penting adalah privasi kita. Tapi ini kita enggak akan bahas di sini, nanti di belakang kita aja. Jadi semua ini mendorong masyarakat kita ke sisi left. That's why kami sangat enggak mau nyentuh sosial media. Sangat minim hanya untuk kebutuhan kerjaan aja dan langsung logout lagi. Mungkin YouTube yang masih kami pakai untuk cari sesuatu yang spesifik. Misalnya kalau saya suka basket nonton highlight NBA, tapi kami batasi dan bukan scrolling. Dan kami di sini berupaya untuk bantu orang-orang untuk bisa keluar dari sisi left ini ke arah spiral yang right, ke arah yang kanan, ke hidup yang lebih baik. Bukan hanya kesehatan, tapi semuanya karena semua terhubung. Tapi ini kan dilema banget kan ya. YouTube tempat kita sekarang ini provide edukasi seperti yang tadi sudah kita ceritain lebih push konten-konten yang bikin orang stay lama di platform yang sebenarnya ningkatin kortisol. Jadi kalau kita mau bikin konten kita lebih banyak ditonton yang bisa viral itu harus ikut push orang ke sisi left. Kalau kita bikin konten yang calming, yang edukatif yang bantu orang bergerak ke sisi tekanan, view-nya menjadi sedikit. Algoritma enggak akan push. Ya, karena begitulah sistem-sistem ini bersinergi bukan hanya food industri, farmasi, dan rumah sakit, tapi juga sosial media dan masih banyak lagi berbagai pihak lainnya. Di YouTube kami bakal tetap posting, tapi lebih ke awareness yang bikin orang-orang mulai sadar dan questioning, bukan yang komprehensif seperti dulu, jadi lebih simpel. Tipsnya juga yang simpel-simpel aja, tetap tanpa sponsor. Sedangkan kami akan put effort lebih besar di platform yang kami buat. Ini adalah community dan lifestyle platform. Kami desain platform ini untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan sehat. Secara tidak sadar, pelan-pelan, setiap hari ada hal-hal kecil yang di-improve dan dilakukan yang lama-lama ini bisa menjadi lifestyle. Dan kami juga buat sistem ini agar bisa menjalankannya dengan enjoy dan sustain. Karena perubahan yang sustain itu bukan dari motivasi sesaat, bukan juga dari rasa takut, tapi dari manfaat yang dirasakan dan habit yang enjoyable. dari semua sistem yang mendukung dan juga dari environment yang positif juga. Di dalamnya ada konten-konten dari kami. Bukan cuman soal kesehatan, tentu kesehatan menjadi pilar utama. Tapi ada juga aspek lainnya dalam kehidupan, misalnya mindset, productivity, sampai review-review dari kami juga yang bisa bermanfaat buat teman-teman dengan berbagai format. Ada juga AI yang kami develop khusus untuk nemenin journey teman-teman. bisa bantu jawab pertanyaan, kasih guidance yang personalize untuk lebih mengenal tubuh masing-masing, termasuk ngecek ingrediens, bahan-bahan dan ada fitur jurnaling. Teman-teman bisa nyata journey masing-masing. Ini bukan sekedar nulis-nulis ya. Riset itu sudah menunjukkan kalau journaling itu bisa menurunkan stres, ningkatin self awareness, dan ningkatin kesehatan. Lalu teman-teman juga bisa share ke sesama member. Jadi saling support dan saling menginspirasi. Jadi di sini kita semua tergabung dengan orang-orang yang memang punya tujuan yang sama yang bisa saling encourage. Karena perjalanan ke arah yang lebih baik itu itu lebih enjoy kalau enggak sendirian. Di sana juga jadi lebih tenang, lebih fokus. Enggak ada algoritma yang push konten-konten negatif, enggak ada ads, enggak ada conflict of interest, dan tentu enggak ada toxic environment. Orang-orangnya juga sudah terfilter. Yang masuk ke sana adalah orang-orang yang memang ingin bergerak ke arah kanan seperti yang sudah kami bahas tadi ke arah yang hidupnya lebih baik. Dan memang platform kami ini bukan untuk semua orang tertutup hanya untuk orang yang mau ke right, bukan yang ke left yang mau berproses dan punya visi yang sama. Karena di sana kita juga punya collective goal, cita-cita kita bersama untuk hidup yang lebih sehat, lebih bermakna, lebih berkualitas, dan bisa memberikan impact positif untuk orang-orang di sekitar kita, untuk keluarga, untuk komunitas, dan untuk generasi selanjutnya. Zaha sering banget Zen Goda soal ini. What you do makes a difference and you have to decide what kind of difference you want to make. Apa yang kita lakukan ini punya dampak dan kita yang menentukan maunya dampak yang seperti apa. Think globally locally. Mulai dari kesehatan kita sendiri, lalu orang-orang terdekat komunitas kita perlahan-lahan meluas. Kami percaya impact besar itu lahir dari yang kecil, dari komunitas kecil kita yang solid, dari orang-orang yang punya visi yang sama dan yang saling support. Ini juga satu mindset yang perlu dilurusin ya. Apa sih yang gratis di dunia ini? Di sosial media kita merasa gratis, tapi sebenarnya kita yang jadi produknya data kita dijual ke industri untuk iklan. Cuman kita enggak sadar aja. Coba total berapa yang sudah kita habiskan? karena impulsif buying termakan iklan di sosial media belum termasuk badan yang semakin rusak karena produk-produk yang merusak kesehatan belum termasuk stres karena scrolling terus-menerus belum termasuk data kita dijual secara masif lagi waktu kita yang hilang dan waktu itu adalah yang paling berharga tapi ini semua dianggap gratis atau yang sering juga kita dengar konsultasi gratis. Apakah itu benar-benar konsultasi atau jebakan untuk beli produk yang dilabelin konsultasi? Jadi yang menganggap berbayar itu sesuatu yang negatif itu justru mindset spiral kiri banget nyarinya yang gratisan. Dan inilah yang gampang dimanipulasi. Kenapa? Karena mereka enggak kritis. Dikasih label gratis langsung percaya. Padahal di dunia ini kalau kita enggak bayar dengan uang, kita bayar dengan sesuatu yang lain. Dengan data kita, dengan waktu, dengan kesehatan kita, atau bahkan keputusan yang tanpa sadar sudah diambil dari kita. Sebenarnya kalau seseorang menjual sesuatu yang bermanfaat itu sangat bagus. Enggak ada yang salah dengan berbayar. Bukan hanya memberikan manfaat, tapi juga memutar rada ekonomi. Inilah mindset spiral kanan. Ada konsep yang namanya ikigikai tadi. Sederhananya, ikigai adalah intersection dari empat hal. Dari yang kita sukai, yang kita kuasai, apa yang dunia butuhkan, dan yang bisa menghasilkan. Ketika keempatnya bertemu, di situlah meaning dan sustainability. Kalau kami hanya provide value tanpa sustainability, lama-lama habis. Enggak bisa jalan terus, enggak bisa growing, enggak bisa bantu lebih banyak orang lagi. Yang harus diubah mindsetnya adalah apakah value-nya work dibandingkan dengan harga yang dibayar. Itulah yang selalu kami upayakan di EI. Bisa memberikan value yang jauh melebihi harganya. Ini intermezo sedikit ya. Ini ada cerita lucu. Ada member yang kontak kami. Katanya saking wor-nya dia mau bayar lagi. Karena katanya apa yang dia dan keluarganya dapat itu itu jauh lebih besar dari apa yang sudah dia bayar. Tapi kami enggak mau karena kami percaya kita butuh treat semuanya equal. Jadi akhirnya itu semua keluarganya subscribe jadi member sendiri-sendiri. Tapi kami juga realize ya yang namanya value itu relatif. Bisa jadi ada yang merasa enggak cocok atau enggak seword itu buat mereka. Dan itu enggak apa-apa berarti memang bukan itu jalannya. Platform ini memang bukan untuk semua orang dan kami memang dari awal mendesainnya seperti itu. Ini sebenarnya kami orangnya introvert ya. Tapi kalau kita lihat objektifnya dulu ya. Apa tujuan komunikasi personal? Apakah untuk konsultasi, untuk diskusi atau untuk nanya-nanya? Kalau untuk konsultasi seperti yang sudah dijelaskan, kami tidak menangani konsultasi. Cerita sedikit mungkin pengalaman kami dulu ya. Dulu kami coba untuk buka komunikasi personal, jawab semua chat yang masuk. Tapi yang masuk itu kebanyakan mau konsultasi. Dan karena kami base-nya edukasi bukan konsultasi, kami coba jelaskan satu-satu mekanismenya. Effort-nya itu banyak banget. Karena ketika kita ngomongin hidup sehat yang benar itu kebanyakan kontekstual dan detailnya itu matters yang sering ditemui bilangnya sudah coba hidup sehat tapi masih enggak sehat-sehat. Ini sering banget. Biasanya ditanya detail-detail setelah berjam-jam nih baru ketahuan ternyata banyak pola hidupnya yang salah. Handle beberapa orang seperti ini itu sudah kewalahan dan biasanya pertanyaannya ini beranak-pinak bisa berjam-jam atau bahkan lanjut berhari-hari. Dan kalau kami lain satu persatu itu enggak mungkin, enggak scalable. Bisa bayangkan enggak sih kalau kita adakan personal consultation itu berapa yang harus dibayar per sesi? Ratusan ribu, jutaan dan itu juga cukma untuk satu orang. Tapi buat kami itu bukan soal uang. Ada yang sampai willing bayar mahal untuk jasa personal dengan kami. Ini kami sangat appreciate atas kepercayaannya. Tapi mohon maaf sekali lagi, kami enggak bisa ambil karena kami memang bukan konsultasi. yang kami upayakan adalah bagaimana agar lebih banyak orang bisa memperoleh manfaatnya. Jadi, kami buat sistem apa yang dibutuhkan itu sudah kami provide di platform. Ada AI yang sudah kami develop khusus untuk bantu member. Jadi untuk menjawab pertanyaan harusnya sudah tercover di sini. Dan inilah eranya bagaimana teknologi AI yang didesain dengan benar bisa mengubah hidup kita. Teman-teman bisa punya companion untuk bantu memahami tubuh sendiri secara saintifik dengan mudah. Bukan disuguhi segala materi, tapi yang dasar-dasar penting dan yang relevan sesuai dengan kondisi masing-masing setiap hari. Dan kalau ada pertanyaan, standby 24 jam. Semua ini tanpa titipan kepentingan dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Dan dengan sistem ini, alhamdulillah sudah banyak banget member-member yang terbantu dan berhasil improve kondisi kesehatannya. Bahkan banyak yang semut dari berbagai penyakit kronis, lepas dari obat dan lain-lain. Semua karena effort masing-masing untuk bersedia belajar, bersedia memahami tubuhnya sendiri, dan mengambil keputusan secara sadar. Jadi, AI-nya ini bantu orang untuk nganalisa pola hidup, jelasin apa yang bisa di-improve secara saciific berdasarkan activity dan goal masing-masing. Jadi, ini bukan advice general, tapi action plan setiap hari yang spesifik untuk kondisi masing-masing. Jadi, bukan menggantikan dokter atau konsultasi. Dan tentu yang enggak kalah penting dengan sistem seperti ini kami bisa allocate waktu kami untuk terus improve knowledge kami untuk terus update dengan riset-riset terbaru supaya apa yang member peroleh itu juga tetap updated dan evident based. Jadi dari sini kami juga bisa share lebih mendalam lagi ke semua member. Kalau kontak untuk feedback itu tentu boleh. Kami selalu open karena platform kami juga enggak sempurna. Banyak yang butuh di-improve. Ada feedback form juga yang bisa diisi. Tapi feedback yang kami jalankan tentu yang kolektif bukan personal. Misalnya ada member yang request untuk bikin WhatsApp grup. Awalnya mungkin kita pikir esensial ya. Tapi setelah gather lebih banyak lagi, setelah polling ternyata banyak yang minta jangan ada WhatsApp grup. Dan sebenarnya ini sejalan dengan value kami. Karena chat grup seperti WhatsApp itu juga sosial media seringkiali malah bikin naik. Sedangkan platform kami didesain supaya tenang, supaya semua orang bisa fokus belajar, berproses, tanpa noise dan distraction. Jadi, hasilnya juga efektif dan maksimal, tapi bukan berarti enggak ada interaksi. Cara komunikasi antar member tetap ada, tapi kami rancang supaya lebih intensional, bisa saling serve progress, saling support, saling inspiring juga, tapi tanpa pressure untuk online terus atau harus balas chat terus dan juga tentunya tanpa drama, tanpa toxic. Jadi energinya positif bukan training. Sebenarnya kalau mau kerja sama itu simpel ya, tinggal email ke kami dari mana apa yang mau dikerja samain. Simpel. Biasanya banyak email yang masuk itu ngomongnya mau meeting, mau discus kerja sama dulu. Kami itu orangnya sangat straight forward sama hargai waktu. Jadi langsung aja kerja sama bentuknya seperti apa dan yang pasti kalau memang mau menawarkan produk dan jasa ke member tapi enggak bersedia transparan atau enggak komit untuk kesehatan orang cuman mau jualan aja enggak usah wasting time untuk email kami. Jujur kami punya pengalaman yang kurang baik soal kerja sama. Zara pernah ditawarin untuk jadi BA. Setelah ngobrol panjang di awal ini seakan-akan align dengan value kami dan akhirnya kami putuskan untuk kerja sama dengan skema yang sangat menguntungkan mereka karena kami juga punya belief kerja sama yang baik adalah support its other long story short begitu dapat traffic arahnya mulai melenceng akhirnya kami putuskan kerja samamanya banyak banget kerugian yang kami tanggung dan kami sangat mission driven ya ketika dulu kami dengar ada orang yang misinya sama ini kami langsung sangat semangat. Tapi ternyata dari situ kami belajar banget kalau kami juga terlalu naif. Karakter seseorang itu benar-benar diuji ketika punya opportunity dan dihadapkan dengan uang yang besar. Dan kami paham ini
Resume
Categories