Transcript
Iny4fGcGIrw • Sejarah Idul Adha - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2440_Iny4fGcGIrw.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihi wamtinanih ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman
lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala.
Ee pada kesempatan kali ini kita
akan membahas tentang sejarah
disyariatkannya ee Al-Udhiyah yaitu
korban ya.
Sebagaimana disinggung oleh para ulama
di antaranya oleh Ibnu Qayyim
rahimahullahu taala
bahwasanya di antara sebab
disyariatkannya ee Idul Adha atau korban
ya adalah kisah bagaimana Nabi Ibrahim
Alaih Salam ketika akan menyembelih
putranya Ismail Alaih Salam.
Dan sebagian ulama memperluas lagi bukan
cuma Idul Adha,
tetapi
ee al-hadyu atau al-hadaya hewan-hewan
yang disembelih pada hari nahar untuk
oleh jemaah haji, baik yang melakukan
haji tamatuk atau haji qiran. Ee itu
semua kembali kepada hikmah dari
peristiwa Ibrahim Alaih Salam ketika
hendak menyembelih Ismail. Jadi bukan
cuma kurban saja, tapi juga apa? Alhadyu
atau al-hadaya itu hewan-hewan yang
disembelih oleh para jemaah haji. Karena
mereka menyembelih juga pada tanggal
berapa? 10 Zulhijah. Sama seperti ee
kurban Udhiyah. Udhiyah juga disembelih
mulai tanggal 10 Zulhijah. Adapun kisah
bagaimana Ibrahim Alaih Salam hendak
menyembelih Ismail, maka Allah sebutkan
dalam surah Assfat. Dalam surat
Asssafat ee Allah sebutkan kisah Nabi
Ibrahim mulai ee dari ayat
83 83
sampai penyebutan Nabi
Ishak sampai ayat 113. 83 sampai 113.
Maka pada kesempatan kali ini kita akan
membaca ayat-ayat tersebut sambil kita
terangkan secara ringkas ya tentang
bagaimana Ibrahim Alaih Salam akhirnya
disuruh untuk menyembelih putranya
Ismail agar kita mendapat gambaran yang
lengkap tentang bagaimana ujian tersebut
sangat berat. Tentang bagaimana ujian
tersebut sangat sangat berat.
Bab Allah Subhanahu wa taala berfirman
di ayat
83 kata Allah subhanahu wa taala wa inna
min syiatihi la Ibrahim. Dan
sesungguhnya di antara
golongan-golongannya di sini ada yang
mengatakan golongan Muhammad sallallahu
alaihi wasallam, ada yang mengatakan
golongan Nuh yang lebih benar. Wallahu
alam bes maksudnya golongan Nabi Nuh.
Karena sebelumnya Allah bercerita
tentang Nabi Nuh. Kata Allah, "Walaqad
nadana Nuhun fal mujibun." Sungguh Nuh
telah ee berdoa kepada kami dan kami
kabulkan doanya.
Dan kami selamatkan dia dan keluarganya
dari e apa namanya? penderitaan yang
besar itu banjir
besar. Dan kami jadikan keturunannya
yang tersisa. Kemudian setelah itu Allah
sebutkan tentang Nabi Nuh eh Nabi
Ibrahim. Allah berkata, "Wa inna min
syi'atihi la Ibrahim." Sesungguhnya di
antara Syiahnya, Syiah maksudnya
kelompoknya,
golongannya
ee yang seorang taasub dengan golongan
tersebut, membela golongan tersebut,
penolongnya. Ini di antara rombongan Nuh
adalah siapa? Ibra Ibrahim. Sebagai
isyarat
bahwasanya Ibrahim Alaih Salam mengikuti
ajaran Nabi
Nuh ee dan mengikuti langkah Nabi Nuh.
Nabi Nuh Alaih Salam mendakwahkan tauhid
dengan penuh kesabaran sampai 950 tahun.
Maka apa yang dilakukan oleh Ibrahim
itulah yang dilakukan oleh Nuh. Di sini
Allah ingin memuji Nabi Nuh dengan
menyebutkan Ibrahim. Sesungguhnya di
antara orang yang mengikuti langkah Nuh
adalah siapa? Ibrahim Alaih Salam.
Sama-sama menyeru kepada tauhid dengan
ujiannya masing-masing. Nabi Nuh
berdakwah 950 tahun. Ibrahim tidak
selama itu, tapi ujiannya juga sangat
sangat berat tapi tegar. Tegar dalam
mendakwahkan tauhid. Ya.
Kemudian ee di antaranya juga sebagian
ahli tafsir seperti Thahir bin Asyur
mengisyaratkan bahwasanya di antara yang
diikuti oleh
Ibrahim ee Ibrahim di antara mengikuti
apa yang dilakukan oleh Nuh adalah
kesabaran. Kesabaran.
ee bagaimana kesabarannya Nabi Nuh Alaih
Salam yang berdakwah begitu lama
menghadapi berbagai ujian, tantangan,
dimusih oleh kaumnya sampai
bergenerasi-generasi. Maka demikian pula
Ibrahim sangat sabar ketika berdakwah.
Di antara juga yang diikuti oleh Ibrahim
dari perkara-perkara Nabi Nuh adalah
hati yang bersih. Makanya setelah itu
Allah berfirman, "Idz jaabbahu biqolbin
salim.
Ya. Wa inati Ibrahim. Di antara pengikut
Nabi Nuh adalah Ibrahim alaihi salam.
Jaabbahu biqalbin salim. Ketika dia
menemui Rabbnya dengan hati yang bersih.
Hati yang bersih dari kesyirikan, hati
yang bersih dari ee penyakit-penyakit
hati secara umum, yaitu dongkol, dendam,
hasad. Ya, ini bersih sebagaimana hati
Nabi Nuh yang bersih, ya. Nabi Nuh
hatinya bersih sehingga dia bisa
bersabar sampai
950 50 tahun ee
berdakwah
ya. Baru dia berdoa agar mereka
dibinasakan. Ketika Allah telah
menyampaikan, "Ya tidak akan beriman
kepadamu kecuali yang telah kami
tetapkan." Ya Allah bilang sudah enggak
ada lagi yang bisa beriman.
Ya, setelah disampaikan kepada Nabi Nuh
bahwasanya tidak akan agil Nabi bisa
baru Nabi Nuh kemudian berdoa. Nabi Nuh
khawatir kalau dibiarkan semakin banyak
orang orang kafir karena setiap mereka
melahirkan generasi berikutnya tambah
kafir. Tambah kafir dan semakin merusak
ee dunia karena memperbanyak orang orang
kafir. Ya, akhirnya beliau pun berdoa.
Ini kenapa sebab kenapa Nabi Nuh berdoa
agar kaumnya dibinasakan? ada
sebab-sebabnya ya. Bukannya beliau tidak
sabar ya, tapi beliau sabar setelah ee
illa man qod aman ya tidak ada yang akan
beriman kecuali yang telah beriman ya
sudah tidak ada lagi yang bisa beriman.
Kemudian Nabi Nuh melihat ternyata
mereka bergenerasi-generasi semakin
kafir. Bahkan seorang kakek bawa cucunya
untuk memaki-maki Nabi Nabi Nuh. ini
bergenerasi semuanya kafir. Wala yalidu
illa fajiran kafaro. Mereka tidak
melahirkan kecuali orang-orang fajir dan
kafir. Kalau gitu sudahlah jangan
dibiarkan mereka terus seperti itu. Maka
Nabi Nuh kemudian berdoa akhirnya mereka
dibinasakan dengan banjir yang sangat
luar biasa. Tapi ini tidak menafikan
kesabaran Nabi Nuh yang bertahan sampai
950 tahun berdakwah. Maka Nabi Ibrahim
Alaih Salam juga berdakwah dengan penuh
kesabaran dan hatinya
bersih. Makanya Allah berfirman tentang
Ibrahim. Inna
Ibrahima laimun awahun munib. Ibrahim
adalah hamba yang halim. Halim itu
maksudnya adalah bukan sekedar sabar
bahkan lebih dari itu ya
ee bijak sopan santun. Kemudian kalau
punya kesempatan untuk ee membalas,
tidak membalas, ya itulah Ibrahim Alaih
Salam. Kenapa? Karena semua dibangun di
atas hati yang bersih, tidak cepat
emosi, sabar. Ya, makanya kalau ada
orang yang maki-maki Ibrahim, Ibrahim
Alaih Salam hanya berkata, "Allah
yahdik. Semoga Allah beri hidayah
kepadamu." Ya, hatinya benar-benar
bersih, ya. Ayahnya
maki-maki, dia malah mengatakan, "Aku
akan doakan ampunan buatmu." Ya, Ibrahim
hatinya luar biasa. Ya,
ketika Sarah cemburu ingin nyakiti
Hajar, Ibrahim juga tidak ngomel-ngomel
sama Sarah. Kemudian dia bawa pergi apa?
Hajar. Ya. Dan dia tidak berdoa juga,
"Wahai ya Allah, binasakan kaumku." Gak
Ibrahim enggak berdoa untuk membinasakan
apa kaumnya. Padahal mereka semua mau
bakar
dia. Kenapa? Karena kesabaran dia.
Bahkan ketika malaikat ingin
membinasakan kaum Nabi Luth, Nabi
Ibrahim sempat diskusi sama malaikat.
Ya, sesungguhnya di situ ada Luth. Ya,
itu diskusi kenapa harus diturunkan
azab. Diskusi dulu Ibrahim ya
menunjukkan hati yang sangat yang sangat
sabar dan sangat lapang.
Makanya Allah memujinya dengan berkata,
"Id jaabbahu biqolbin salim." Ketika dia
mendatangi Allah dengan hati yang
selamat, bersih dari kesyirikan, bersih
dari ketergantungan kepada selain Allah,
bersih dari penyakit-penyakit hati yang
ada seperti dongkol, dendam, hasad,
dengki, ya suudon dan yang lainnya. Ini
hati Ibrahim hatinya sangat sangat
bersih. Dan sebagian ulama mengatakan
demikian juga Nabi Nuh. Karena ketika
Allah menyebutkan tentang bersihnya Nabi
Ibrahim, Allah sedang menyatakan Ibrahim
pengikut Nuh. Pengikut Nuh. Ya, berarti
Nuh alaihi salam juga demikian. Meskipun
secara umum Ibrahim lebih afdal daripada
Nuh. Karena tidak ada nabi yang diberi
gelar dengan Khalil, Khalilurrahman
kekasih Allah kecuali cuma dua yaitu
Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan
Nabi
Ibrahim. Tib. Kemudian di antara
konsekuensi bersihnya
hati,
beliau tidak suka dengan kesyirikan
karena hati yang bersih. Maka bukan
berarti hati bersih kemudian diam-diam
aja, kemudian ee sembunyi-sembunyi.
Enggak. Dia mengingkari
kemungkaran. Mengingkari kemungkaran
berarti hatinya bersih. Ingin mencari
rida Allah subhanahu wa taala, bukan
mencari rida netizen. Enggak.
Benar-benar dia ketergantungan kepada
Allah, bukan kepada manusia. Makanya
dengan bersihnya hatinya dia mengingkari
kemungkaran. Dia mengingkari
kemungkaran. Kalau kamu benar cinta
kepada Allah, benar tergantung kepada
Allah, tidak perlu takut dengan komentar
netizen kalau dalam rangka untuk
menyampaikan agama Allah. Maka dia pun
mendakwahi kaumnya. Kata Allah, "Idqala
liabihi waumihi maza ta'budun." Ketika
dia berkata kepada ayahnya dan kepada
kaumnya apa yang kalian ibadahi. Maka
dia dakwahi dalam surat Maryam dia
berkata, "Ya abati lima tabudu ma yasma
w yubsiru w
yni." Wahai ayahanda, kenapa engkau
menyembah berhala yang tidak mendengar,
tidak melihat, tidak bisa membantumu
sama sekali? Sampai ayahnya mengatakan,
"Ariibun anta Ibrahim laamtahijumaka."
Kau benci dengan tuhan-tuhanku wahai
Ibrahim. Kalau kau ceramah-ceramah
terus, laarjumannak. Sungguh aku akan
merajamu. Lempar kau dengan batu.
Wahjurni maliya. Tinggalkan aku. Ibrahim
ketika diusri oleh ayahnya dia berkata,
"Salamun alaik. Semoga
keselamatan apa ee kepadamu hai ayahku.
Saastagfirulaka rabbi. Aku akan mohon
ampunan kepada Allah untukmu." Akhirnya
Allah larang. Tapi maksudnya Ibrahim
tidak marah marah sama
ayahnya. Dia sabar dan di ketika diusir
dia pergi dengan tenang.
Ya, ini di antara ujian yang sangat
berat oleh Ibrahim Alaih Salam. Ternyata
ayahnya sendiri dan seluruh kaum
negerinya menyembah berhala.
Maka di antara perkataan beliau kepada
mereka banyak dalam Al-Qur'an Ibrahim
diskusi dengan mereka ya dalam surat
Alanbiya, dalam surat Assafat ya. Di
antaranya Ibrahim berkata, "Aifkan
alihatan dunallahi
turidun." Apakah kalian menghendaki
sembahan-sembahan selain Allah dengan
cara berbohong? Ini semua kedustaan yang
kalian bikin. Ya, ini adalah kedustaan
yang kalian lakukan. Mengatakan
bahwasanya berhala begini, berhala
begini.
Makanya kesyirikan ya. Waman yusyrik
billahi faqad
iftaro isman adziman. Siapa yang berbuat
syirik kepada Allah maka dia telah
melakukan dusta yang sangat besar. Ya,
dusta besar. Bagaimana kemudian
menyembah berhala? Bagaimana Nabi Isa
disembah? Bagaimana Nabi Muhammad
disembah? Bagaimana wali disembah?
Bagaimana malaikat? Itu semua kedustaan.
Yang berhak disembah adalah yang
menciptakan.
Kalau tidak menciptakan, maka tidak
berhak di disembah. Ya Allah
berfirman eh apa namanya? Afam yakluqu
la yakluqu afala tadakkarun. Apakah yang
mencipta sama dengan tidak yang
diciptakan yang di yang tidak bisa
mencipta? Ya. Yang yang berhak disembah
cuma yang mencipta mencipta kita. Yang
tidak mencipta kita tidak berhak untuk
kita sembah. Seandainya yang cipta kita
dua zat, kita sembah dua-duanya ya.
Tetapi yang cipta kita cuma satu, yaitu
Allah semata.
Maka dia semata yang berhak untuk di
disembah. Wataku minunihian laak wahum
yukun. Mereka mengambil
sembahan-sembahan selain Allah yang
tidak bisa menciptakan apa-apa. Bahkan
sembahan-sembahan itu di
diciptakan.
Ya, oleh karenanya Ibrahim menamakan
kesyirikan tersebut dengan kedustaan.
Mengada-ngada. Mengada-ngada.
Mengada-ngada. Datang ke kuburan
minta-minta. Emang wali bisa apa ya?
mengada-ngada
ya syirik itu mengada-ngada. Saya sering
sampaikan cerita ini bagaimana ketika
musim corona ada orang muncul di YouTube
kemudian bilang, "Kalau kalian ingin
selamat dari corona gampang, tinggal
tempel foto wali
ini. Wali bawa jadikan jimat selamat."
Ini yang disebut wali ini waktu sakit
dia ke rumah
sakit berobat ternyata dia mati. Ya
enggak? berarti dia sendiri tidak bisa
menyelamatkan apa dirinya. Sementara dia
masih hidup. Kemudian sekarang dia sudah
mati dibilang jadi jimat. Bukankah ini
mengada-ngada? Benar. Syirik itu
mengada-ngada. Enggak
benar.
Ngada-ngada. Kok bisa ada nabi kemudian
disembah?
Mengada-ngada. Cipta apa? Dia tidak
pernah mencipta apa-apa.
Dia saja tercipta belakangan.
Ya, oleh karenanya benar kata Ibrahim
alaihi salam, ifkan alihatan dunallahi
turidun. Apa kamu mengadakan
sembahan-sembahan dengan cara berbohong?
Ini semua kebohongan. Semua kebohongan.
Bagaimana berhala di disembah? Jadi dia
diskusi sama mereka.
Akhirnya beliau berkata, "Famaukum
birabbil alamin." Ya.
Ya. Bagaimana anggapan kalian terhadap
pencipta alam semesta? Pencipta alam
semesta ya tentang Allah Subhanahu wa
taala. Terus bagaimana menurut kalian
terhadap Allah? Ini tidak disebutkan apa
yang dimaksud oleh Ibrahim Alaih Salam.
Ada yang mengatakan maksudnya Ibrahim
mengajak mereka
berpikir apakah pantas sembahan-sembahan
ini disembah sementara yang menciptakan
alam semesta cuma siapa? Allah atau
Ibrahim berkata, "Apa yang akan Allah
timpakan kepada kalian sementara yang
ciptakan kalian adalah Allah, ternyata
kalian menyembah selain Allah Subhanahu
wa taala."
Ya. Apa menurut kalian Tuhan seperti
ini? Ya, patung-patung ini adalah Tuhan
yang berhak kalian sembah. Artinya
Ibrahim ngajak mereka berpikir,
"Famaukum birabbil alamin." Terus
bagaimana menurut kalian tentang
pencipta alam
semesta? Fanadara nadratan fin nujum.
Kemudian dia memandang sekali pandangan
ke arah bintang-bintang. Ya, di sini ada
mengatakan fi maknanya ila ila nujum.
Tib. Kemudian Ibrahim berkata, "Faqala
inni saqim." Aku sakit aku ini sakit.
Ada beberapa tafsir di kalangan para
ulama terkait dengan firman Allah ini.
Fadratan fin nujum faqala inni saqim.
Dia pun memandang ke atas. Kemudian dia
mengatakan, "Aku sakit."
Ada yang mengatakan Nabi Ibrahim Alaih
Salam ini trik yang beliau lakukan agar
orang menjauh darinya supaya dia bisa
bebas ngancurin
patung-patung. Trik pertama dia
bilang, "Hm, saya lagi
sakit." Ya, ada yang mengatakan sakit
taun. Sakit taun yaitu sakit yang parah
menular. Makanya setelah itu dikatakan
fatawallau anhum mudibirin. Mereka pun
kabur darinya. Ibrahim bilang, "Saya
sakit."
Kemudian kenapa dia lihat ke bintang?
Yaitu karena mereka punya keyakinan
terhadap
bintang. Sehingga dia mengatakan
seakan-akan ini bintang menunjukkan saya
sakit atau saya sakit gara-gara terkena
ee dampak dari bintang tersebut dan
sakit saya berbahaya. Akhirnya mereka
pun kabur.
Ya, ini pendapat. Namun tidak disetujui
oleh sebagian ahli tafsir. Kebanyakan
ahli tafsir mengatakan Ibrahim
mengatakan melakukan demikian. Yaitu
beliau seakan-akan berpikir seperti
orang berpikirat berpikir lihat ke atas.
Kenapa dia lihat ke atas? Dia diajak
untuk ikut acara hari rayanya mereka.
Jadi mereka bilang, "Ibrahim, kita ada
hari raya, ayo
ikut." Maka dia mikir, "Apa yang harus
saya bilang ya supaya selamat tidak ikut
hari raya?" Maka dia bilang, "Saya sakit
sehingga saya tidak bisa ikut hari hari
raya." Ya, akhirnya mereka pergi.
Akhirnya mereka
pergi. Dan ini salah satu dari tiga
dusta yang dilakukan oleh Ibrahim. Dua
dusta karena Allah, satu dusta karena
Sarah. Dusta yang pertama ini meskipun
ini bukan dusta yang nyata tapi hanyalah
tauriah. Tauriah itu ucapan yang benar
tapi disalah pahami oleh pendengar.
Ucapan yang benar tapi disalah pahami
oleh pendengar. Seperti yang dilakukan
oleh Abu Bakar Assiddiq radhiallahu anhu
ketika beliau berhijrah kemudian bersama
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka
sebagian orang tanya orang-orang tidak
kenal Nabi. Mereka kenal Abu Bakar. Abu
Bakar orang suka berdagang ke sana
kemari. Nabi Muhammad Nabi sallallahu
alaihi wasallam tidak sering berdagang.
Berdagang tapi sekali tidak sering. Ber
dengan Abu Bakar. Abu Bakar orang yang
ee apa namanya? Supel. Kemudian suka ke
mana-mana, tahu daerah-daerah sehingga
banyak orang kenal dia. Makanya ketika
perang perang di setelah wafatnya Nabi
sallallahu alaihi wasallam muncul
nabi-nabi
baru. Maka Abu Bakar mengirim pasukan.
Kalau enggak salah dia buat 11 pasukan
dan benar-benar dia bisa memetakan 11
pasukan tersebut. Sini, sebelah sini
sini nanti ketemu di mana.
Seakan-akan Google Map sudah di kepala
beliau. Dia bisa memetakan. Kenapa?
Makara dia sering apa? Sering
bersafar dan berhasil akhirnya
memadamkan api ee murtad yang ketika
sedang berkorbar karena banyak nabi-nabi
palsu dan juga banyak orang-orang yang
enggan membayar zakat, mengingkari
kewajiban zakat. Maka Abu Bakar Assiddiq
menyiapkan kalau tidak salah 11 pasukan
di antaranya dipimpin oleh Khalid bin
Walid. Kemudian dia ini lewat sini, ini
ke sana, ini ke sini, nanti dari sini
ketemu di mana? Itu tidak gampang.
Belum ada Google Map waktu itu.
Menunjukkan beliau luar luar biasa.
Maksud saya ketika beliau sedang
berhijrah, ada yang tanya karena orang
kenal Abu Bakar tapi tidak kenal siapa
di depan Abu Bakar. Ini siapa depanmu?
Kata Abu Bakar, H hadin il thq. Ini
penunjuk jalan orang yang mendengar Abu
Bakar gak bohong. Cuma Abu Bakar sengaja
mengucapkan perkataan yang jujur supaya
disalah pahami oleh pendengar. Itu
namanya
tauriah. Inna fil ma'ar mandzuha.
Sebagian ulama mengatakan bahwasanya di
tauriah ini adalah solusi agar tidak
terjerumus dalam dusta. Ini boleh tapi
dalam kondisi
terdesak. Dalam kondisi
terdesak. Sehingga Abu Bakar mengatakan
ini penunjuk jalan. Orang yang mendengar
menyangka Muhammad penunjuk jalan, jalan
benar. Padahal maksudnya penunjuk jalan
menuju surga. Bukan jalan tikus bukan.
Bahkan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
ketika berhijrah juga tidak tahu jalan.
Makanya beliau menyewa seorang namanya
Abdullah bin Uraqit yang menunjukkan
apa? jalan ini contoh maksudnya seperti
gini kadang-kadang boleh tapi tidak
boleh
sering-sering tidak boleh apa
sering-sering ya misalnya kamu ada uang
enggak ada uang enggak ada enggak ada
uang saya benar-benar enggak ada uang
padahal di ATM
banyak kosong kosong memang ATM-nya
isinya R miliar uang enggak ada memang
enggak ada uang enggak ada uang enggak
ada uang memang enggak ada tapi ada ATM
isinya R miliar sesekali kali ya. Jangan
sering-sering sering-sering tercela.
Seorang mukmin asalnya adalah jujur
jelas. Asalnya jujur
jelas. Ibrahim
ketika diajak untuk ikut acara syirik
maka dia enggak ada solusi. Kecuali dia
bilang, "Saya sakit. Saya sakit."
Padahal dia tidak sakit.
Tapi ketika dia ngomong sakit, dia pakai
isim fa'il saqim atau istifah ee sigah
mubalagah atau musyabbah bismil fa'il.
Maknanya saya sakit. Yaitu fa'il
maknanya saya sakit. Saya sakit sini
maksudnya ya suatu saat saya akan
sakit. Karena isim fa'il itu bisa
maknanya akan atau bisa maknanya sedang.
Kalau dikatakan sedang, maksudnya dia
bilang, "Hati saya sakit lihat kalian
syirik." Atau kalau maknanya akan, yaitu
saya suatu saat akan sakit karena saya
memang manusia. Suatu saat saya akan
apa? Sakit. Ya, ini bahasa Arab. Kalau
isim fail itu maknanya demi
demikian. Seperti firman Allah kepada
Nabi Isa. Inni mutawafika warofiuka
ilaiya. Aku akan mewafatkan engkau dan
aku akan mengangkatmu. Rofi itu
maksudnya isim fail. Katanya inni saqim.
Enggak tahu kalau bahasa Inggris. Kalau
bahasa Inggris mungkin apa, enggak tahu
apa namanya tensnya kayak apa. Tapi
intinya isim fa'il itu bisa menunjukkan
sedang atau a akan. Sehingga mereka
pahami Ibrahim sedang sakit padahal dia
tidak sa sakit. Kalau dia pun sakit, dia
sakit hati bukan sakit fisik. Atau dia
akan sakit suatu saat karena manusia
semuanya akan sakit. Ini dusta
pertama. Dusta kedua ketika dia nanti
hancurin batu-batu ee berhala-berhala.
Mereka bertanya dalam surat
Alanbiya, "Ya Ibrahim, kaukah yang
menghancurkan patung-patung ini?" Kata
Ibrahim, "Bal faahu
kabirum fasalum inu yun." Justru yang
gede yang hancurin, yang
kecil-kecil. Tanya aja sama yang
kecil-kecil. Ibrahim ini dusta juga
enggak. Dia
namanya kebenaran bersyarat.
Dia bilang seakan-akan dia berkata yang
lakukan yang gede kalau yang kecil-kecil
bisa
ngomong. Kalau yang kecil-kecil enggak
bisa ngomong ya sayalah maksudnya
demikian. Karena kan dia
bilang fasaluhum in kanu yantiquun. Yang
bikin yang
gede. Apa namanya? Kalau enggak percaya
tanya yang
kecil-kecil. Ini semua terkait dengan
membela Allah Subhanahu wa taala. Dusta
yang ketiga, Ibrahim Alaih Salam ketika
jalan bersama Sarah di negeri Mesir,
ternyata di Mesir ada raja yang mata
keranjang yang punya intel-intel untuk
cari wanita cantik. Kalau dapat W cantik
harus diambil oleh sang raja. Maka
Ibrahim mengatakan, "Kita pasti
diintelin. Nanti kalau mereka tanya
kepadaku, "Siapa kamu wahai istriku
Sarah?" Saya akan bilang, "Engkau adalah
ukhti saudariku.
Karena di atas di atas negeri Mesir ini
tidak ada yang beriman kecuali saya dan
kamu. Subhanallah. Satu benua tidak ada
yang muslim kecuali saya dan dan kamu.
Maka saya mengatakan kau adalah
saudariku. Akhirnya mereka datang, "Ini
siapa nih?" Ini saudariku. Kalau Ibrahim
bilang, "Ini istriku," dia dibunuh.
Diambil paksa istrinya. Tapi kalau dia
bilang ini saudariku, dia
dimuliakan. Ya, dia tahu Allah akan
menjaga istrinya. Akhirnya sini diambil
ternyata Allah
jaga ya sebagaimana kisah yang makruf ya
TB. Dan tiga dosa inilah yang
menghalangi Ibrahim untuk memberi
syafaat pada hari kiamat. Sebenarnya ini
bukan
dosa. Ini bukan apa dosa. Ini apa ya?
Tauriah. Perkataan benar yang disalah
pahami. Dan ini pun semua terpaksa.
Bukan sebagian kita gampang-gampangin
bohong terus bilang, "Ibrahimah juga
begitulah. Kamu beda kamu apa yang
dibela? Ibrahim bela Allah Subhanahu wa
taala. Yang kedua bela dia bisa dibunuh.
Ya, semua terpaksa. Itu pun dia tidak
nyata-nyata bohong. Dia ucapkannya
jujur. Cuma disalahpahami oleh pendengar
namanya tauriah. Itu pun membuat dia
tidak PD dengan berbagai macam ujian
yang Allah dengan berbagai macam pujian
yang Allah muji dia dalam Al-Qur'an.
Rasulullah puji dalam hadis-hadis. Itu
pun ketika diminta syafaat oleh Allah
oleh orang-orang pada hari kiamat dia
mengatakan, "Enggak, saya pernah dusta
tiga kali."
Subhanallah. Kak kita berapa
kali? Yang sengaja banyak, yang tidak
sengaja juga banyak.
Ya, maka dia mengatakan, "Fainni saqim."
Saya
sakit. Fatawallahumnya mereka pergi. Ah,
ini inilah triknya Ibrahim agar dia
sendirian di kampung. Karena orang-orang
kampung semuanya sedang pergi ikut acara
hari raya, ngumpul suatu lapangan, suatu
daerah areal lagi senang-senang sehingga
kampung kosong. Kesempatan bagi dia
untuk menghancurin berhala-berhala
tersebut. Apa kata Allah Subhanahu wa
taala? Farag ila alihatihim faqala ala
takulun. Maka dia pun pergi menuju
berhala-berhala tersebut. Kemudian dia
berkata, "Kalian kenapa enggak makan?
Kalian kenapa enggak makan?" Rupanya
kebiasaan kaumnya kasih sajen di depan
berhala-berhala tersebut. Jadi sajen itu
bukan hal yang baru, Ikhwan. Itu sejak
sudah ada sejak zaman apa? Nabi Ibrahim.
Iblisnya ada berubah enggak dari dulu
sampai sekarang? Iblisnya sama atau
berubah? Sama ya. Iblis yang dulu
menyuruh kaum Nabi Ibrahim untuk beri
sajan kepada berhala-berhalanya, itulah
iblis yang menyuruh juga manusia zaman
zaman
sekarang. Tib Ibrahim ngapain? bilang
sama mereka, "Kamu kenapa enggak
makan?" Ada yang mengatakan Ibrahim
untuk menguatkan dirinya supaya dia
tidak ragu-ragu untuk menghancurkan
patung-patung tersebut. Dia tahu patung
tersebut enggak bisa ngomong, tidak bisa
dengar. Makanya ketika dia ngomong sama
ayahnya sebelum dia hancurkan
patung-patung tersebut, dia akan seti
ayahnya, "Ya abati lima tab'udu ma la
yasma wala yubsiru wala yugnianka."
Wahai ayahanda, kenapa kau sembah patung
malaut? tidak bisa mendengar, tidak bisa
melihat, tidak bisa bantu engkau sama
sekali. Namun ketika dia mau hancurin
patung, dia bilang, "Ala takulun." Eh,
kenapa enggak makan? Kenapa enggak
makan? Gak ada orang, cuma dia sendiri.
Untuk menguatkan apa dirinya? Terkadang
seorang goyang, dia harus apa? Kuatkan
dirinya dengan ngomong sendiri, "Enggak
apa-apa. Kamu kuat, kamu kuat. Bismillah
jalan seperti itu. Karena dia mau
hancurin patung, dia tahu konsekuensinya
ngeri. Ini berarti bertempur sama satu
negeri. Ayo makan itu. Makan itu ayam
goreng. Makan apel tuh. Makan
tuh. Ada kawan dulu cerita, "Ustaz, saya
dulu di kampung sana. Pokoknya kalau ada
makanan-makanan buat berhala-berhala
saya ambil." Ustaz, boleh enggak? Boleh,
enggak apa-apa. Yang penting jangan
ketahuan. Jadi, para ulama membahas
makanan yang ditaruh di berhala itu
makanan yang tidak dipakai. Dalam Islam
dilarang
mubadir. Dibuang-buang mubadir. Kalau
boleh diambil, tapi kalau dilarang ya
sudah, jangan ya. Kecuali makanan
tersebut sembelihan untuk selain Allah.
Seperti ayam, seperti kambing. Tapi
kalau telur, buah, nasi goreng aman.
Cuma saya khawatir kalau diambil nanti
semakin percaya w dimakan sama Tuhan.
Khawatirnya seperti itu tambah
bahaya. Tapi sebenarnya kan logika masa
Tuhan butuh makan. Logika Tuhan masa
butuh masa yang kita sembah butuh apa?
Makan. Makanya ketika Allah membantah
orang-orang Nasra Allah cuma
mengatakan Isa dan ibunya bukan Tuhan.
Kenapa? Kana yaakulani thaam. Mereka dua
makan dulu. Gimana Tuhan makan?
Jadi Ibrahim berkata, "Ala takulun,
kalian enggak makan untuk menguatkan apa
dirinya." Kemudian kata Allah Subhanahu
wa taala, "Malakum laquun." Ibrahim
ngomong lagi. "Kenapa enggak ngomong?"
"Ayo
jawab." Dia tahu enggak bisa jawab. Cuma
dia untuk memantapkan
dirinya. Ayo jawab.
Ini butuh
keyakinan, butuh kekuatan iman, butuh
tawakal. Ya, karena orang kalau
goyang-goyang diganggu sama jin.
Biasanya di balik-balik patung-patung
begini ada jin biasanya. Oleh karenanya
ketika Khalid bin
Walid disuruh untuk menghancurkan
al-uzza. Uzza itu kalau enggak salah
ibarat dari pohon-pohon yang diberi
selimut-selimut, kemudian diberi
kain-kain, kemudian
disembah. Setelah ditebang oleh Khalid
bin Walid, dia balik. Rasulullah
mengatakan, "Kau belum melakukan
sesuatu." Balik lagi. Dia balik,
ternyata ada jin perempuan sedang
membuat mengurai rambutnya, menabur di
atas pasir baru kemudian dihantam oleh
Khalid bin
Walid. Makanya terkadang ketika mereka
pergi ke pohon-pohon tersebut ada suara
sesuatu. Karena di balik itu ada jin
yang ee menghiasi peribadatan tersebut.
ya menimbulkan perasaan-perasaan apa
ketika pergi ke patung-patung atau ke
pohon-pohon tersebut
ya. Maka seorang
kalau menyeru kepada tauhid berusaha
untuk benar-benar yakin dan tawakal
kepada Allah Subhanahu wa taala. Ibrahim
mengatakan, "Malakum laquun." Kenapa
kalian tidak ngomong wahai
patung-patung?
alaibanamin. Maka dia pun
segera menghancurkan
menghancurkan patung-patung tersebut
dengan kanan dengan tangan kanannya.
Dorban yaitu dia hantam dengan
sungguh-sungguh patung-patung tersebut.
Ada yang mengatakan bilamin maksudnya
dengan tangan kanannya. Ada yang
mengatakan bilam maksudnya karena dia
sudah bersumpah.
asamakum dalam surat Alanbiya kata dia,
"Demi Allah ketika mereka," kata Nabi
Ibrahim, "Kalau kalian pergi acara, demi
Allah saya akan bikin makar sama
tuhan-tuhan kalian." Ini sumpahnya. Dia
bersumpah dan dia jalankan sumpahnya.
Maka bilamin ini dua tafsiran. Hadis
mengatakan, "Farag alaihim dbanyamin."
Yaitu dihancurkan dengan tangan
kanannya.
Ada yang menafsirkan yaitu beliau
menghancurkan sesuai dengan sumpah yang
pernah beliau janjikan bahwasanya beliau
akan hancurin patung-patung
tersebut. Akhirnya tersebarlah berita,
"Waduh, tuhan-tuhan kita sudah
hancur." Dan Ibrahim, masyaallah dia
pintar. dia alaih
salam ngajak mereka berpikir dia
hancurin semua patung kecuali yang
gede. Pertama supaya itu jadi kambing
hitam tuhan yang gede. Yang gede bukan
yang kecil. Gede. Tanya yang
kecil-kecil. Yang kedua untuk kasih tahu
yang gede tidak setuju ada tuhan-tuhan
tandingan.
Paham? Ahah. Kecil-kecil ngapain? Saya
yang gede harusnya
disembah. Jadi ajak berpikir mereka.
Dihancurin tinggal satu ya.
Faqbalu ilaiifun. Maka mereka segera
datang bergegas. Yazifun tergesa-gesa,
terburu-buru.
Yusriun segera. Karena mereka dalam
kondisi marah
sekali. Mereka datang ini kok patung
sudah hancur. Mereka ngobrol di antara
mereka. Man faal bialihatina inahu
laminadalimin. Siapa yang bikin
tuhan-tuhan kita seperti ini? Sungguh
dia orang yang zalim. Qina fatan yauhum
yuq lahu Ibrahim. Kami dengar ada
seorang pemuda. Lihat seorang pemuda
Ibrahim masih muda yang memaki-maki
Tuhan kita. Pemuda itu namanya siapa?
Ibrahim. Quti fahi auninas laallahum
yashhadun. Datangkan dia. Kita habisi
dia di hadapan
masa. Permalukan dia. Mau diba mau
dibakar. Akhirnya diskusi tadi anta
faalta bialihatina. He Ibrahim kau yang
bikin ini semua. Dan mereka enggak lihat
enggak ada CCTV waktu itu. Enggak lihat.
Kau yang
bikin Ibrahim dengan mudah mengatakan
yang
gede. Kalau enggak percaya tanya sama
yang kecil-kecil, "Kenapa leher kalian
patah, tangan kalian patah?" Coba
ngomong, tanya sama yang gede. Tanya
yang kecil-kecil. Pasti mereka bilang
yang gede. Ya, ini namanya dusta
bersyarat. Tapi syarat tidak terpenuhi
maka bukan dusta.
Seperti ada orang pernah bilang di satu
daerah ada namanya patung Syekh Fulan.
Kalau kau panggil dia terus dia dengar
dia noleh gini. Cuma dia enggak dengar
jadi enggak
[Tertawa]
noleh-noleh. Jadi Ibrahim tidak dusta
secara murni tapi kita boleh bilang dia
dusta bersyarat dan syaratnya tidak ter
terpenuhi. Ini ngajak mereka
berpikir. Coba tanya yang patung kecil.
Jadi akhirnya mereka kalah berduel eh
kalah berhujah argumentasi. Akhirnya
mereka pakai
otot ya. Harriqu bakar dia. Waansuru
alihatakum. Tolonglah tuhan-tuhan
kalian. Kalau kalian benar-benar membela
tuhan-tuhan kalian, bakarlah Ibrahim.
Dalam ayat ini, Ibrahim berkata kepada
mereka, ajak mereka berpikir. Setelah
mereka panggil, Ibrahim waktu habis
hancur dia pulang ke rumah diam-diam aja
dihadirkan dengan
paksa. Dia berkata,
"Ata'buduna ma
tanhitun." Kok bisa kalian menyembah apa
yang kalian pahat? Mahat
pahat. Wallahu khalaqokum w tamalun.
Allah yang menciptakan kalian.
Dan apa yang kalian pahat tersebut? Ini
logika sangat sangat logis dari Ibrahim.
Kalau mau nyembah yang disembah adalah
yang menciptakan kita, yang berikan
nikmat kepada kita. Itu baru benar yang
menciptakan kita. Ya, seperti doa sujud
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Sajada wajhi lilladzi
khalaqahu. Wajahku sujud kepada yang
menciptakan wajah
tersebut. Ya, wasawarahu yang membentuk
wajah tersebut. Itu yang kita sujudi,
itu yang kita sembahi. Wasyaqo samah wa
bashar yang buat menimbulkan
pendengaran,
penglihatan. Bukan sujud kepada yang
tidak menciptakan kita. Kalau mau sujud,
sujud kepada yang mencipta. Gimana
kalian menyembah yang kalian pahat
sementara yangciiptakan kalian adalah
Allah. Jadi mereka ini sudah benar-benar
dibawa ada peribadatan kepada yang lebih
hebat daripada manusia. Yang menurut
persangkaan
manusia seperti menyembah malaikat.
Kenapa nyembah malaikat? Karena
menyangka malaikat lebih hebat. Kenapa
ada penyembahan terhadap jin? Karena jin
sosok yang dianggap hebat. Bisa ini,
bisa anu, sehingga disembah atau
menyembah orang-orang saleh. Karena
dianggap orang-orang saleh tersebut
memiliki kedudukan khusus meskipun tidak
mencipta malaikat, jin, tidak orang sal
tidak mencipta, tapi dianggap lebih
tinggi. Maka disembah kalian aneh.
Kalian menyembah yang di bawah kalian
menyembah apa? Berhala. Yang berhala
kalian yang bikin. Harusnya berhala
sembah kalian.
Paham lah. Iya. Yang bikin berhala
siapa? Kalian. Kan? Harusnya berhala
sembah kalian. Kalau dia mau bersembah
ini kalian yang bikin berhala, kalian
sembah berhala. Gimana logikanya? Kalian
yang pahat, kalian yang bikin bentuk,
gimana kalian sembah berhala
tersebut? Nabi Ibrahim ajak berfirman.
Mereka tidak bisa jawab. Tidak bisa
jawab. Kalian pahat, kalian bikin
bentuk, kalian yang susun, kalian yang
campur semen sama apa ee itu pasir
kalian. Kalau kurang mancung, kalian
mancungin terus kalian sembah kan enggak
enggak logis. Enggak
logis. Saya pernah cerita ada kawan
masuk Islam gara-gara dia lagi nyetop
bis. Dia bukan orang Islam. Terus dia
lihat ada pabrik pembuatan Tuhan. Dia
lihat lihat dia sambil lihat tuh ada
yang bikin Tuhan. Bikin Tuhan. Terus ada
Tuhan yang setengah jadi dia dudukin.
Wah ini orang enggak sopan nih. Meskipun
belum jadi jangan didudukin dong.
Du kaknya diangkat sambil bikin Tuhan
satunya lah ini Tuhan setengah jadi.
Jangan begitu dong. Dia berpikir dapat
hidayah dia masuk is Islam masuk
Islam J. Saya bilang sembahan itu
logikanya kita menyembah yang
menciptakan kita. Kalau enggak orang
menyembah biasanya yang lebih hebat
daripada daripada dia. Dia tunduk
meskipun tidak boleh. Ini aneh kalian
menyembah yang kalian pahat sendiri.
Wallah khalaqokumalun. Dan Allah yang
menciptakan kalian. Dan Allah
menciptakan patung-patung tersebut. Ini
semua ciptaan Allah Subhanahu wa taala.
Bagaimana kalian menyembah sesama
makhluk kalian. Allah ciptakan patung
juga yang ciptakan siapa? Allah.
Ya. Semen, batu yang ciptakan siapa?
Allah. Pohon yang kalian pahat yang
ciptakan pohon siapa? Allah. Bagaimana
makhluk cipta menyembah makhluk? Yang
ada itu nyambut makhluk nyembah khaliq
sang
pencipta. Ini ada pembahasan akidah,
tapi saya tidak bahas sekarang tentang
wallahu khalaq ma tammalun tib.
Akhirnya ketika
mereka kalah berargumentasi, maka harus
pakai otot. Enggak ada jalan lain. Maka
mereka memprovokasi. Wansuru alihatakum.
Ayo tolong tuhan-tuhan kalian. Sudah
dizalimi tuhan-tuhan kita dihancurin.
Ayo tolong. Mana apa namanya? Eh
kesetiaan kalian. Ayo tolong. Qolu bnu
lahu bunyanan faalquuhu fil jahim. Kata
mereka, "Bikin bangunan, lemparkan dia
dalam api." Jadi, dibuat bangunan api
tersebut tidak terbuka, tapi dalam
bangunan sehingga panasnya luar biasa.
Dibuat bangunan secukupnya, dikumpulkan
kayu bakar, kasih batu-batu kemudian di
jadi kayu bercampur dengan apa? Batu.
Jadi panas biar apa? Diungkap luar biasa
panasnya. Baru dilempar situ
ceritanya. Faalquuh fil jahim. Kalau
sudah panas, lemparkanlah Ibrahim dalam
bangunan tersebut yang berisi kayu bakar
dan batu-batu yang panas. Maka
disebutkan mereka semangat karena ini
adalah ibadah membela Tuhan, maka mereka
kumpulkan kayu bakar sebanyak-banyaknya.
Sampai disebut dalam sebagian buku
tafsir seperti Ibnu Katsir rahimahullah
menyebutkan sebagian wanita bernazar
kalau saya sembuh saya akan bawa kayu
bakar buat Ibrahim. Sampai mereka nazar
demikian. Jadi Ibrahim ditahan kemudian
dicari waktu untuk buat apa? Bangunan
tersebut. Bangunan untuk bakar
Ibrahim. Akhirnya setelah itu Ibrahim
dibuka bajunya kemudian
dilempar. Dilempar ke tengah lautan api.
Situlah Ibrahim berkata,
"Ya
ee hasbiallah wanikmal wakil.
Cukuplah Allah bagiku dan dia
sebaik-baik tempat
bertawakal. Akhirnya Ibrahim pun di
diselamatkan oleh Allah Subhanahu wa
taala. Kata Allah subhanahu wa taala,
"Faarodu bihi kaidan fa'alnahumul
asfalin." Mereka hendak melakukan makar
kepada Ibrahim. Namun kami
menjadikan merekalah yang rendah. Yaitu
mereka gagal, mereka malu. Sudah satu
negara semuanya ingin bakar Ibrahim.
Ternyata tidak, tidak berhasil. Ternyata
Ibrahim keluar dengan nyaman. Allah
berfirman, "Ya naru kununi bardan
wasalaman ala Ibrahim." Wahai api,
jadilah engkau dingin dan penuh
keselamatan bagi Ibrahim. Ibrahim keluar
dengan nyaman, tidak terbakar sama
sekali. Kemudian dia berkata, "Waqala
inni rabbi
sayahin." Dan dan Ibrahim berkata,
"Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada
Tuhanku. dan dia akan beri petunjuk
kepadaku. Ini ada dua tafsiran juga.
Tafsiran pertama, ketika Ibrahim mau
dibakar, dia
pasrah. Karena di sini Allah tidak
menggunakan fa. Allah mengatakan wa.
Ketika Allah berfirman, mereka berkata,
"Faalquuh fil jahim." Lempar dia di api.
Ibrahim berkata, "Waqala inni rbi
sayahdin." Aku akan pergi menuju Rabbku.
Dia akan beri petunjuk kepadaku. Ada
yang mengatakan Ibrahim pasrah. Saya
akan pergi ke surga. Meninggal. Ya
sudah.
Ini tafsiran per demikian. Ya sudah
innihibun saya pergi ke Tuhanku. Yang
suatu saat kita semua harus pergi cepat
atau lambat. Coba bagaimana cara kita
pergi? Dengan cara mulia atau
biasa-biasa aja atau cara memalukan
ketika bermaksiat kepada Allah Subhanahu
wa taala. Ya sudah kalau harus mati
dengan cara disiksa oleh musuh dibakar
inni dahhib. Saya tetap akan pergi
menuju Allah. Sayahdin dia akan beri
petunjuk kepadaku, yaitu dia akan
masukkanu ke dalam ke dalam surga. Gak
ada gak ada bantu dia sendirian. Ibrahim
alaihi
salam
sendirian. Ini pendapat pertama.
Pendapat
kedua ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim
setelah selamat. Setelah beliau keluar
selamat maka beliau berkata di hadapan
kaumnya. Innihibun ila rabbi, aku akan
pergi menuju Rabbku. Saya dia akan beri
petunjuk kepadaku. Itu enggak usah urus
aku lagi. Sudah aku enggak
akan tidak akan dakwah lagi. Saya harus
pergi. Kalian saya dakwah kalian tangkap
bakar, kalian tangkap bakar. Ya sudah,
Ibrahim harus pergi meninggalkan
negerinya yang dia cintai. Babilonia,
Irak. Babilonia situ ada Raja Namrud,
ada anak buahnya. Maka dia mengatakan
demikian untuk meninggalkan kaumnya
dengan penuh
kesedihan. Kaumnya mungkin, om-omnya
mungkin, kakak-kakaknya mungkin, adiknya
mungkin. sepupunya dia dari situ orang
kampung situ. Akamsi anak kampung apa
situ? Iya benar ya singkatannya. Benar.
Dia kampung situ, orang situ,
keluarganya di
situ, bapaknya kafir. Wallahualam
tentang ibunya. Tapi dia pergi sendiri
dengan penuh
kesedihan. Khilaf di kalangan para
ulama. Apakah Ibrahim ketika sudah
menikah dengan Sarah atau dia menikah
dengan Sarah di ee di Suriah di Haran?
Haran itu daerah Suriah atau perbatasan
Turki dengan Suriah. Sebah mengatakan
Ibrahim sudah menikah dengan Sarah. Ada
yang mengatakan gak Ibrahim menikah
dengan Sarah di
sana karena tidak disebutkan Sarah
bersama Ibrahim. Lagi pula Sarah
terkenal cantik dan orang terkenal
cantik dari
Syam. Dari Syam.
Maka dia pun ketika pergi dengan penuh
kesedihan, tidak ada yang bersamanya,
maka dia pun ingin punya teman, keluarga
yang saleh menemaninya dalam
kehidupannya. Maka dia berdoa, "Rabbi
habli minas shihin." Ya Allah,
anugerahkanlah
kepadaku anak yang saleh. Subhanallah.
Kata Allah, "Almaalu wal banuna zinatul
hayatid dunya." Harta dan anak-anak
adalah perhiasan kehidupan dunia. Orang
kalau punya anak saleh luar biasa. Itu
nikmat yang sangat-sangat luar biasa.
punya anak saleh nurut dikasih tahu,
nurut diarahkan membahagiakan orang tua,
membanggakan orang
tuanya. Sampai kadang-kadang anak begitu
saleh dia yang nasihati kita. Dia yang
nasihati kita. Sungguh kebahagiaan Allah
menjadikan
nasihat kepada kita dari orang yang
sangat tulus, yaitu anak kita sendiri.
Kalau istri yang nasihati mungkin
modus, tapi kalau anak yang nasihati
insyaallah apa? Tulus. Istri juga tulus
ya. Tapi kadang-kadang modus ya.
Jadi, subhanallah, maka dia berdoa,
"Rabbi habli minihin." Ya Allah,
anugerahkanlah kepadaku anak saleh. Dan
anak saleh itu adalah hibah. Hibah itu
anugerah.
Makanya Allah mengatakan yah
inanir. Allah menganugerahkan kepada
sebagian orang hanya anak-anak perempuan
dan Allah menganugerahkan sebagian orang
hanya anak laki-laki dan sebagian orang
Allah anugerahkan anak laki dan
perempuan. Jadi anak itu apa? Anugerah.
Ada orang anaknya perempuan, nikah lagi
perempuan lagi nikah lagi perempuan.
Enggak ada laki-lakinya. Sampai ada
seorang syekh cerita sama saya, dia
ketemu dengan seorang sudah sangat tua.
Dia punya anak perempuan 65. Semua
perempuan gak ada laki-laki sudah nikah
perempuan lagi. Dia nikah perempuan
lagi. Ya Allah takdirkan memang benar
ada orang yang punya anak perempuan
saja. Ada yang anak cuma laki-laki
saja. Lima laki-laki semua, tujuh
laki-laki semua.
Ada ada yang anak laki anak perempuan.
Banyakan kita anak laki per perempuan.
Ada orang saya ketemu di Malang orang
Arab. Ustaz saya punya keluarga nikah
istri pertama
anak laki atau kalau enggak salah
perempuan. Perempuan semua 11
orang. 11 orang perempuan semua.
Kemudian dinikah lagi sama istri kedua
semuanya anak 11 lelaki semua. Luar
biasa. Jangan ditiru ini. Cuma
cerita. Cuma cerita. Jadi anak itu
anugerah. Kalau anugerah kita syukuri.
Syukuri dengan menjaganya,
membimbingnya, mengarahkannya. Bukan
cuma dikasih makan, bukan
memanjakannya, mendidiknya agar dia
mampu mandiri dan lain-lain. Karena kita
akan ditanya tentang anugerah tersebut.
Ibrahim berkata, "Rabbi habli
minasihin." Anugerahkan aku anak yang
saleh. Tibrahim ketika keluar
dari Babilonia, dia masih muda. Fatan
masih muda.
Subhanallah. Dia baru dapat
anak 60 tahun
kemudian sekitar 60. Kan Ibrahim punya
anak Ismail ketika usia 80 tahun. Kalau
dia taruhlah umur dia 20, berarti dia
menunggu berapa tahun? 60. 50-an
tahunan. 60 tahunan baru dapat anak.
Allah berfirman, "Fabasyarnahu
bighulamin
halim." Maka kami beri dia kabar gembira
dengan seorang anak yang amat sabar.
Halim. Ibrahim halim, anaknya juga
halim. Inna Ibrahima laimun awahun
munib. Ibrahim sangat halim, sangat
penyabar. Anaknya juga, anak pertamanya
juga
halim. Itu Ismail. Di sini faabasyarnahu
maksudnya bukan langsung dikabulkan.
Tapi ketika kami akan mengabulkan akar
dia punya anak, maka kami beri kabar
gembira. Dia akan punya anak. Tapi Allah
kasih isyarat ketika Allah mengatakan
bigulamin halim. Anak yang sangat
menyabar isyarat dia akan diuji anak
ini. Akan diuji di kemudian hari. Dan
benar akan diuji dengan ujian yang
sangat berat. Sejak kecil sudah
diuji. Sejak kecil sudah diuji. Kara
lahir dari Hajar. Hajar pembantunya
siapa? Sarah. Sarah karena lihat
suaminya enggak punya anak sudah puluhan
tahun udah bi nikah sama ini pembantu.
Begitu
nikah malah punya anak. Ketika punya
anak dan tujuan Sarah agar Ibrahim punya
anak tapi ketika sudah muncul sang anak
dia cemburu. Begitulah perempuan tidak
komitmen. Yang nyarikan istri siapa?
Ayo. Sarah. Sunahnya Sarah. Siapa yang
melakukan sunahnya Sarah? Nyarikan istri
buat siapa? Suami. Yang nyarikan istri
siapa? Sarah. Yang tujuannya agar punya
anak supaya suaminya punya anak juga
siapa? Saro. Ketika ada anak dia enggak
kuat. Begitulah perempuan
lemah. Akhirnya dia cemburu karena
madunya punya sesuatu yang tidak dia
miliki. Akhirnya dia bersumpah untuk
melukai Hajar. Akhirnya Ibrahim harus
bawa Hajar pergi jauh bersama putranya
Ismail ke negeri yang gersang. namanya
Makkah.
Subhanallah. Dan itu sudah takdir
Allah. Seandainya Sarah tidak
cemburu, Ismail tidak di Makkah. Kalau
Ismail tidak di Mekah, tidak ada
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Cemburunya Sarah tu sudah takdir Allah
Subhanahu wa taala. Seandainya Sarah
juga punya anak langsung, tidak. Tentu
Ismail Ismail tidak muncul karena Sarah
tidak akan mengizinkan Ibrahim nikah
sama Hajar. Iya enggak?
Kenapa Sarah mengizinkan bahkan menyuruh
Ibrahim nikah sama Hajar? Karena Sarah
tidak punya tidak punya anak. Jadi di
balik semua musibah ada hi hikmah.
Setelah Ibrahim punya anak dari Hajar
baru Allah kasih saro anak yaitu is
Ishak. Makanya kita ini kadang semua
kejadian di luar nalar kita. Di luar
nalar
kita. Kalau nyaman-nyaman aja,
nyaman-nyaman aja Ibrahim pergi kemudian
nikah dengan Sarah punya anak. Selesai.
Emang akan menikah dengan Hajar? Enggak.
Kalau enggak ada hajar nikah enggak
nikah dengan hajar tidak ada Ismail.
Kalau Ismail enggak dibuang di Makkah
enggak akan muncul Muham Muhammad. Ini
semua sudah Allah siapkan
takdirnya. Maka akhirnya wal hasil
akhirnya Ismail Halim kata Allah kami
akan berikan kepada engkau anak yang
sangat penyabar. Sejak kecil sudah
diuji. Maka pergilah dia bersama ibunya
dipisahkan jauh. Kisah yang masyhur
akhirnya dibekali dengan
sekantong air minum dan sekantong kurma.
Air minum habis, kurma habis. Akhirnya
Hajar tidak lagi keluar asinya, air
susunya tidak keluar. Akhirnya Ismail
kesakitan. Akhirnya Hajar pun cari air,
cari makanan ke Bukit Safa Marwah. Safa
Marwah. Akhirnya Jibril datang ngeluarin
air. Namanya air zam
Zamzam. Maka kemudian Hajar di situ
akhirnya ngerawat Ismail. Alkisah. Kisah
panjang. Tapi kita bukan mau cerita itu.
Akhirnya Ismail besar di sini kata Allah
Subhanahu wa taala, "Falamma balag
maahusya." Ketika anak itu sudah sampai
pada umur yang bisa bekerja itu bisa
bantu ayahnya, bisa menggantikan posisi
ayahnya, bisa berburu sama ayahnya yaitu
umur ada yang mengatakan banyak ahli
tafsir mengatakan umur 13 tahun. Berapa
tahun? 13
tahun. Maka Ibrahim diuji oleh Allah.
diuji
lagi. Pertama diuji dengan terpisah dari
anak satu-satunya yang dia cintai. Sudah
dinanti 60 tahun baru
lahir. Bayang kalau doa nunggu 60 tahun
anak baru lahir. Baru lahir suruh pisah.
Sedih atau tidak? Sedih. Luar
biasa pikiran anak saya gimana, gimana
ibunya? Gimana anaknya, makan apa. Tapi
ini ujian. Ketika anak tersebut sudah
besar, sudah 13 tahun, sudah
ganteng-gantengnya, sudah
gagah-gagahnya, disuruh sembelih.
ujian
berikutnya. Jadi kalau kita perhatikan
Ibrahim ini alaihi salam ini diberi
gelar Khalilurrahman kekasih
Allah yaitu yang dicintai oleh Allah itu
Allah mencintainya dan dia mencintai
Allah sehingga dia dipuji pada
perkara-perkara yang dia cintai. Diuji
pada perkara-perkara yang dia cintai.
Bapaknya dia cintai harus
kafir. Negerinya dia cintai harus dia
tinggalkan. Istri yang dicintai hajar
harus jauh darinya. Putra yang dia
cintai harus jauh darinya. Putra yang
dia cintai harus disembelih anak
satu-satunya. Ketika itu belum ada anak,
masih Ismail. Setelah itu baru lahir
Ishak. Ishak lahir 13 tahun kemudian
setelah peristiwa ini. Jadi Ismail
umurnya 13 tahun menurut pendapat banyak
ahli tafsir ketika itu maka Ibrahim
mimpi. Mimpi bahwasanya dia menyembelih
anaknya. Dan kita tahu mimpi para nabi
adalah
wahyu. Mimpi para nabi adalah wahyu. Dan
mimpi adalah derajat wahyu
terendah. Dan subhanallah, Ibrahim
sekali mimpi langsung dia jalankan
menunjuk imannya yang luar
biasa. Mungkin dia tidak bilang, "Ah,
ini cuma mimpi. Mungkin salah kali gak.
Coba saya tunggu siapa tahu mimpi
kedua." Ya, dia tidak tahu, "Ya Allah,
benar enggak mimpi? Ya Allah, enggak ada
enggak perintah yang lain, ya Allah?
Masa ini
perintahnya?" Gak ada. Ibrahim
benar-benar tunduk dan patuh kepada
Allah. Allah kasih perintah yang
istilahnya isyarat, bukan perintah yang
tegas, cuma mimpi. Karena wahyu yang
paling rendah mimpi. Setelah itu mungkin
ee malaikat Jibril turun. Yang paling
tinggi adalah bicara langsung dengan
Allah Subhanahu wa taala. Tapi derajat
mimpi yang paling wahyu paling rendah
pun akhirnya Ibrahim
menjalankan. Dia mimpi dia datang kepada
putranya
Ismail. Ya bunayya inni aro fil manami
anni fanzur maza tara. Wahai ayah, wahai
putraku. Disebut dengan panggilan yang
penuh k sayang. Wahai putraku, wahai ya
bunayya, wahai
putraku. Bahkan dia tidak mengatakan
wahai ibni tapi putra kecilku." Yaitu
bunayinya itu ditasghir putra kecilku.
Ya, wahai
anakku. Ini arao fil manami. Dan dia
menggunakan fi'il
mudhor' bahasa Inggris apa?
Present tense itu continue. J searenakan
sedang sedang di hadapan dia padahal
mimpi sudah
selesai. Tapi seakan berkata ya anakku
saya sedang bermimpi dalam mimpiku aku.
Ini menggunakan dengan fi'il mudhar
seakan-akan kisahnya hadir di hadapan
dia. Inni ar manami anni. Aku lihat
dalam mimpiku aku menyembelih engkau.
Fanzur maza taro. Bagaimana menurutmu
wahai putraku?
Kata para ulama, Ismail bisa saja kabur.
Enggak mau. Enggak mau, Bi. Enak aja
kabur. Kabur maka dia kafir seperti
anaknya Nuh. Iya enggak? Nuh alaihi
salam. Tapi Allah sudah bilang, "Kau
akan punya anak yang
sabar." Dan namanya anak sabar tidak
mungkin diketahui kesabarannya kecuali
diu diuji. Isyarat pasti diuji. Diuji
sejak kecil. Dia sudah tahan ujian.
Hidup tanpa ayah, hidup bersama ibunya.
di tengah orang-orang yang bukan dari
sukunya.
Ya. Maka Ismail dengan tegar berkata,
"Ya abat'al maha ayahanda, lakukanlah
apa yang kau
diperintahkan. Satajiduni insyaallahu
minobirin." Kau dapati aku insyaallah
termasuk orang-orang yang
sabar. Makanya Ismail berjanji,
"Insyaallah kau akan dapati aku
termasar." Dia tidak sombong. Dia tidak
bilang saya pasti sabar. Tapi dia
mengatakan apa? Insya Allah. Ini
kalimatul istianah untuk meminta
pertolongan. Insyaallah dengan izin
Allah saya akan apa? Sabar. Dan dia
bukan mengatakan insyaallahu shobiron
enggak, tapi dia mengatakan minasobirin.
Aku akan termasuk dari rentetan
orang-orang yang bersabar. Aku termasuk
dalam golongan mereka.
Insyaallah menunjukkan lebih lebih
mantap lagi. Ya. Ya. Masih kang berkata,
"Ayhahanda, bukankah engkau tahu banyak
orang-orang sabar? Insyaallah saya
termasuk mereka golongan orang-orang
yang yang
sabar. Makanya Allah berfirman, "Wadkur
fil kitabi Ismail innahu kana shodiqal
w'di." Dan bacakanlah kepada mereka
tentang kisah Ismail dalam Al-Qur'an.
Innahuana shodqal w'di. Dia menunaikan
janjinya dan dia janji dia akan apa?
Sabar. Di sini kita bingung ya, mana
yang lebih hebat, Ibrahim atau Ismail?
yang sabar menyembelih anaknya atau yang
sabar untuk disembelih
bapaknya. Mana yang lebih susah menurut
antum?
Hah? Bukan menyembelih bapaknya,
menyembelih anaknya. Mana yang lebih
susah? Menyembelih anaknya atau
disembelih bapaknya? Dua-duanya berat.
Dua-duanya
berat. Maka dua ini orang hebat.
Bapaknya halim, anaknya juga halim.
Kan anaknya subhanallah ya namanya umur
13 masih pengin main-main. Ini nasibku
ayahanda
disembelih. Berat. Kita bayangkan
Ibrahim ini anak satu-satunya, anak
laki-laki satunya. Enggak ada anak yang
lain. Terus disuruh sembelih. Dia tak
mau punya anak dia enggak tahu apa
enggak masih punya anak lagi. Enggak
tahu. Keturunannya cuma dari jalur ini.
Kalau dia mati selesai mau turun enggak
ada keturunan.
Allah belum kabarkan dia bakalan punya
anak namanya Ishak.
Belum. Maka ujian sangat luar luar
biasa. Ismail juga dengan sabar. Wahai
ayahanda, lakukanlah apa yang kau
diperintahkan. Insyaallah kau dapati aku
termasuk orang-orang yang yang sabar.
Ini seorang
jangan jangan terlalu pde jangan lupa
sertakan apa? Insya Allah. Ya Allah
ajarkan bagaimana Nabi Sulaiman lupa
bilang insyaallah akhirnya gagal. Dia
mengatakan atufanal
laila
tisatan atau miat imrah. Malam ini saya
akan datangi 99 wanita. Saya akan gauli
semuanya malam
ini. Dan Allah akan melahirkan dan
semuanya akan mengandung dan semuanya
akan punya anak mujahid fisabilillah.
Malaikat bilang qul insyaallah. Bilang
insyaallah. Sulaiman lupa bilang apa?
Insyaallah. Akhirnya dia gauli 99
tersebut.
Luar biasa kuatnya Nabi Sulaiman. Jadi
setiap wanita ejakulasi ejek sampai 99
kali ejaulasi
semuanya digauli. Ternyata tidak ada
yang mengandung, tidak ada yang
melahirkan kecuali satu. Itu pun anaknya
cacat. Karena lupa bilang apa?
Insyaallah. Insyaallah ini berkah luar
biasa. Makanya insyaallah jangan terlalu
pde atau lupa. Ya kadang terlalu pede
kadang lupa ya.
Maka biasakan mengucap insyaallah. Dan
benar akhirnya Ismail sabar. Allah
berfirman, "Falamma aslama." Tatkala
mereka keduanya pasrah. Aslama yaitu
Islam yaitu menyerahkan urusan semua
kepada Allah. Bertawakal sepenuhnya
kepada Allah. Ini berat nak siapa yang
bisa nyembelih putranya sendiri? Siapa
yang kuat disembelih oleh ayahnya?
Falama aslama. Ketika keduanya sudah
berserah diri. Watallahu lil jabin.
Kemudian Ibrahim membandingkan anaknya
di pelipisnya.
Jabin ee ini Jabin ini ya. Jabhah di
tengah ini namanya jabin. Ada kanan ada
apa? Kiri. Ini bahasa Indonesia apa
namanya?
Dahi ini.
Kalau ini ya sudah itu namanya jebin
pokoknya ya. ditaruh. Ada yang
mengatakan, "Ibrahim tidak tega kalau
nyembelih langsung ke depannya. Dia
balikkan anaknya supaya ketika dia
nyembelih dia tidak melihat wajah
anaknya dan anaknya juga tidak melihat
wajah ayahnya ketika sedang
menyembelihnya. Sungguh berat." Maka dia
mengurangi kepiluan. Ya udah, anakku
kamu begini aja habis
sembelih. Maka dibaringkanlah anaknya di
atas pelipisnya.
Ya, akhirnya ketika mau disembelih,
Allah seru tidak perlu disembelih karena
Allah ganti dengan domba yang besar.
Wadainahu ay Ibrahim. Maka kami pun
menyeru kepadanya, "Wahai Ibrahim
Qodqya, sungguh kamu telah membenarkan
mimpi itu. Kamu telah menjalankan mimpi
yang diwahyukan
kepadamu." Innakalika najzil muhsinin.
Demikianlah kami memberi ganjaran kepada
orang-orang yang berbuat kebajikan.
Inna hadza lahual balaul mubin. Ini
sungguh benar-benar merupakan ujian yang
berat. Allah menamakan albalaul mubin.
Ujian yang benar-benar apa? Berat. Ada
yang menafsirkan balaul mubin maksudnya
anugerah yang besar. Karena albala
terkadang maknanya ujian, terkadang
maknanya balaan hasanan. Yaitu anugerah.
Tapi yang zahirnya ini adalah ujian.
Allah mengatakan inna hadza lahual
balaul mubin. Ini adalah ujian yang
sangat berat. Waadainahu bidhin adim.
Kami tebus fida, kami tebus dengan
sembelihan yang besar. Ya, adapun
sembelihan ini dari mana? Wallahuam. Ada
yang mengatakan ini sembelihan yang dulu
diserahkan oleh anak Adam ketika zaman
dahulu. Kemudian disimpan di langit
kemudian diturunkan kembali. Wallahuam
bawab. Tapi intinya Allah kirimkan domba
untuk mengganti
Ismail. Dan ini mengajarkan kepada kita
tentang kepatuhan kepada syariat Allah
Subhanahu wa taala. meskipun tidak kita
sukai, meskipun melawan hawa nafsu kita
dengan tetap husnudan kepada Allah
Subhanahu wa
taala. Watarokna alai fil akhirin. Dan
kami jadikan abadikan untuk Ibrahim
pujian kepada beliau di kalangan
orang-orang yang datang. Kemudian
salamun ala Ibrahim keselamatan
Ibrahimika najizil muhsin. Demikianlah
kami berikan balasan kepada orang yang
berbuat baik. Innahu min ibadinal
mukminin. Dia termasuk hamba-hamm yang
beriman. Kemudian Allah sebut tentang
Ishaqarnahu bi ishaq nabiyam minihin.
Dan kami beri kabar gembira kepada dia
dengan seorang nama anak yang namanya
Ishak akan menjadi nabi dan termasuk
orang-orang yang saleh. Wabarakna alaihi
wa ala ishak. Dan kami beri keberkahan
kepadanya dan kepada Ishak.
Waminriyatihima dan dari keturunan
keduanya Ibrahim dan Ishak. Muhsinun
wimun lfsihi mubin. Ada yang muhsin
Islam baik dan ada yang berbuat zalim
yaitu kafir yang nyata. Tib.
Ini dalil bahwasanya yang disembelih
oleh Ibrahim yang mau disembelih
bukanlah Ishak, tapi apa? Ibrahim. E
Ismail. Karena Allah sebutkan Ismail
sebelumnya, "Fabasyarnahu bighulamin
halim." Kami beri kabar gembira kepada
dia dengan anak yang sangat sabar.
Setelah itu Allah sebutkan pada ayat
berikutnya setelah terjadi proses
penyembelihan tadi Allah mengatakan
wabasyarnahu biishaq nabi minihin. Dan
kami beri kabar gembira. Ini kabar
gembira yang kedua. Berarti kabar
gembira pertama beda dengan kabar
gembira yang kedua. Dan banyak dalil
yang menunjukkan bahwasanya yang
dimaksud dengan yang disimil adalah
ismail. Pertama dia anak yang pertama,
anak satu-satunya. Kita tahu anak
pertama bukan Ishak. Ini kesepakatan
Ahlul Kitab dengan kita. Anak Ibrahim
yang pertama siapa? Ismail. Ya, anak
satunya Ishak muncul
belakangan. Kemudian dalam Al-Qur'an
tadi Allah bedakan bisyarat yang
pertama, bisyarat kedua.
Yang berikutnya Allah
mensifati Ishak dengan bighulamin alim
wabasyaruhu bighulamin alim. Kami mereka
beri kabar gembira kepada Ibrahim dan
istrinya dengan anak yang berilmu.
Adapun Ismail Allah bilang bigulamin
halim beda dengan anak yang seenya
penyabar. Ketika Ishak, Allah mengatakan
bigulamin alim dengan anak yang berilmu.
Berarti dua
beda. Yang berikutnya bahwasanya syariat
tentang penyembelihan dilakukan oleh
orang Islam yaitu karena kejadian
tersebut di Makkah. Sehingga diabadikan
dengan Idul Adha, diabadikan dengan haji
yang itu tidak dikenal oleh ahlul ahlul
kitab. Sehingga yang benar adalah apa?
Is Ismail.
Oleh karenanya disebutkan ini saya
sebutkan ee ee nukilan dari Thahir bin
Asyur ketika beliau mengkritik ee apa
kitab Kejadian Lama
ya. Kisah tentang penyembelihan juga
disebutkan dalam kitab Kejadian 22 tapi
yang disembelih adalah Ishak bukan
Ismail ya.
yaitu pada kitab kejadian
22 ayat 1 ayat 2 saya bacakan sini ya.
Setelah semuanya itu Allah mencoba
Abraham ia berfirman kepadanya Abraham
itu Ibrahim lalu sahutnya ya Tuhan.
Firmannya Tuhan berkata, "Ambillah
anakmu yang tunggal
itu yang engkau kasihi yakni Ishak.
Pergilah ke tanah Maria dan
persembahkanlah dia di sana sebagai
korban bakaran pada salah satu gunung
yang akan kukatakan kepadamu. Di sini
dikatakan, "Ambillah anakmu yang
tunggal, yaitu is Ishak." Padahal kita
tahu yang tunggal dulu cuma is Ismail
karena Ishak anak yang
kedua. Sehingga sebagian ulama
mengatakan ini tambahan. Ada kalimat
yakni Ishak ini tambahan.
Kemudian ee Ismail dan Ishak punya
hubungan. Makanya ketika Ibrahim
meninggal dunia disebutkan dalam
Perjanjian mereka berdua
menguburkannya. Saya bacakan pada
kejadian 25. Dan anak-anaknya Ishak dan
Ismail menguburkan dia dalam gua
Makpela. Jadi yang menguburkan Ibrahim
dua anaknya Ismail dan apa? Ishak.
Mereka ada hubungan ya, ada
kontak-kontak. Kalau seandainya yang
dimaksud dengan Ishak, enggak mungkin
disebut anak tunggalmu. Padahal Ismail
sudah sudah ada. Bukan Ismail bukan anak
yang hilang tidak ada kontak sama
sekali. Enggak. Sehingga yang tepat
kalau anak tunggal berarti harusnya
siapa? Ismail.
Ismail. Tib. Demikian juga dalam
Al-Qur'an dalam surat Hud mengatakan
ee
biishaqo wabasyarnahu biishaq wami war
Ishaqo Yaakub.
Ya. Dalam surat
Hud Fabasyarnaha bi Ishaq. Kami beri
kabar gembira kepada istrinya yaitu
Sarah bi Ishaq dengan dia akan punya
anak namanya siapa? Ishak. Wami war
Ishak Yaakub. Dan setelah Ishak akan
punya cucu namanya Yakub. Jadi sebelum
Ishak
lahir malaikat sudah kasih kabar kepada
Sarah. Kamu bakalan punya anak namanya
siapa? Ishak. Apakah titik? Bukan titik.
Masih lanjut. Ishak ini bakalan punya
anak namanya siapa? Yakub. Seandainya
kalau Ishak mau disembelih kan aneh lah.
Kan kamu bilang katanya bakalan punya
anak, ngapain saya suruh sembelih. Jadi
ujian tersebut akan tidak ada maknanya
karena Allah sudah ngabarin dia bakalan
punya anak. Ishak ini akan punya anak
namanya
siapa? Yakub. Seandainya Ishak lahir
kemudian tiba-tiba pada usia 13 tahun
Allah bilang sembelih Ishak. Nabi
Ibrahim bisa tanya, "Ya Allah, bukankah
pertama kau sudah bilang dia bakalan
punya anak? Kena belum punya anak suruh
disembelih." Ya, berarti yang benar yang
disembelih adalah siapa?
Ismail di
ee akhir ayat tadi Allah mengatakan
setelah itu wabasyarnahu bi ishaq nabi
minasihin. Setelah itu Allah beri kabar
gembira setelah Ismail lahir juga akan
lahir seorang anak namanya siapa? Ishak.
Wabarakna wokna alaihi waa ishak. Kami
beri berkah kepada Ibrahim dan juga
kepada Ishak. Kemudian kata Allah,
wamriyatihima dan dari keturunan
keduanya muhsinun wimun linafsi mubin.
Ada yang muhsin berbuat baik Islam dan
ada yang zalim kafir musyrik. Ini dalil
bahwasanya keturunan Ibrahim dan Ishak
tidak semuanya
muslim. Syaukani agak tegas. Dia
mengatakan ini menunjukkan bahwasanya
keturunan para nabi tidak harus muslim,
mukmin tidak harus. Di antara bukti
bahwasanya ada keturunan Nabi yang kafir
anaknya siapa?
Nuh alaih salam. Dan kita semua ini
manusia alam semesta semuanya keturunan
Nabi
Nuh. Entah cucu seberapa. Karena Allah
mengatakan
walnriyatahu humul baqin. Kami jadikan
keturunannya itulah yang tersisa. Kita
semua ini adalah anak Adam disebut
alabul awal. Bapak yang pertama, nenek
yang pertama. Nenek moyang yang kedua
adalah Nuh. Karena ketika turun hujan
deras kemudian banjir maka seluruh
manusia binasa kecuali Nuh dan
pengikutnya sekitar 80 orang. Dan dari
80 orang itu yang keturunannya bertahan
cuma keturunan Nabi Nuh. Maka ahli
sejarah menulis, "Oh, kalau Nabi Nuh
punya anak ada namanya siapa? Siapa?
Syam. E Sam, Ham, Yafit, kemudian siapa?
Ini keturunan ini, ini keturunan ini,
keturunan ini. Ya. Dan ternyata
anak-anak Nabi Nuh ada yang kafir, ada
yang mukmin.
Maka khurafat yang mengatakan keturunan
Nabi pasti mukmin.
Khurafat tidak benar. Gak ada
dalilnya. Enggak ada
dalilnya. Orang-orang Yahudi keturunan
Yakub bin
Ishaq. Orang baik apa orang bejat? Orang
bejat. Jelas ya. Yang bilang kita
keturunan Nabi pasti saleh. Eh gak
benar. Allah mengatakan di antara
keturunannya ada yang baik dan ada yang
tidak tidak
baik. Ya Rasulullah bersabda, "Man lam
yusri amaluhu man bihi amalum bihi
nasabuh." Siapa yang amalnya pelan,
nasabnya tidak bisa mempercepatnya.
Jangan sampai kemudian mengatakan, "Saya
keturunan Nabi seperti emas. Mau ditaruh
di comberan mana pun tetap emas. Ini
dari setan.
Nasab itu nomor dua. Yang pertama adalah
amal saleh. Inna
akramakumallahi atqokum. Karena sebagian
orang mengatakan demikian. Sebagian
orang yang penting kita turunan siapa?
Darah
biru. Coba emas. Emas taruh comberan
tetap emas enggak? Iya emas. Emas
comberan
bilang. Jadi kadang-kadang orang
terpedaya. Jadi ini saja ikhwan dan
akhwat dirahmati Allah Subhanahu wa
taala tentang kisah Nabi Ibrahim Alaih
Salam. Dan kita ambil faedah bahwasanya
Allah menguji seorang Allah cintai
seperti Ibrahim dengan perkara-perkara
yang dicintainya untuk membuktikan
bahwasanya dia lebih mencintai Allah
daripada perkara-perkara yang dia
cintai. Ya, ternyata untuk meraih
predikat kekasih Allah tidak mudah.
Allah berfirman, "Wa Ibrahim alladzi
waffa." Yang Ibrahim dia menunaikan
segala perintah Allah Subhanahu wa
taala. Ya. Waala Ibrahimuhu bikalimatin
faatamahun. Ketika Allah menguji Ibrahim
dengan perintah-perintah, Ibrahim
menyempurnakan perintah-perintah Allah
tersebut. Semakin seorang menjalankan
perintah Allah dengan tulus, dengan
ikhlas, dengan pasrah, maka kedudukannya
semakin tinggi di sisi Allah Subhanahu
wa taala. Dari situ kalau seorang diberi
kelebihan harta, jangan lupa untuk
menjalankan syariat udhiyah. Dan itu
salah satu bentuk syukur yang terbaik.
Makanya Allah subhanahu wa taala
berfirman ketika memberikan telaga e
sungai Alkautsar kepada Nabi. Kata Allah
subhanahu wa taala, "Innaakal kautar
fasholli labiabbika wanhar. Sesungguhnya
kami telah memberikan kepada engkau
wahai Rasulullah sungai Alkautsar,
sungai terbaik di surga sana." Kalau
begitu kata Allah, "Fasabbih." Kalau
begitu eh fasolli labika wanhar, kalau
begitu salatlah engkau dan
menyembelihlah. Maka di antara bentuk
bersyukur atas nikmat yang terbaik dua,
salat dan menyembelih. terkait dengan
ibadah keseharian adalah salat dan
terbaik terkait dengan harta. Ibadah
harta dengan menyem menyembelih. Oleh
karenanya kalau ada kelebihan harta
jangan lupa untuk menyembelih dan
sunahnya
disyiarkan. Ini salah satu ibadah yang
sunahnya disyiarkan. Jadi nyembelih
sendiri ya kalau tidak berani ya hadir
yang mending ikut apa berzikir di situ
ya. Tapi kalau bisa nyembelih sini itu
lebih baik ya.
Demikian saja sampaikan
subhanakamalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.