Transcript
Iny4fGcGIrw • Sejarah Idul Adha - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2440_Iny4fGcGIrw.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihi wamtinanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Ee pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang sejarah disyariatkannya ee Al-Udhiyah yaitu korban ya. Sebagaimana disinggung oleh para ulama di antaranya oleh Ibnu Qayyim rahimahullahu taala bahwasanya di antara sebab disyariatkannya ee Idul Adha atau korban ya adalah kisah bagaimana Nabi Ibrahim Alaih Salam ketika akan menyembelih putranya Ismail Alaih Salam. Dan sebagian ulama memperluas lagi bukan cuma Idul Adha, tetapi ee al-hadyu atau al-hadaya hewan-hewan yang disembelih pada hari nahar untuk oleh jemaah haji, baik yang melakukan haji tamatuk atau haji qiran. Ee itu semua kembali kepada hikmah dari peristiwa Ibrahim Alaih Salam ketika hendak menyembelih Ismail. Jadi bukan cuma kurban saja, tapi juga apa? Alhadyu atau al-hadaya itu hewan-hewan yang disembelih oleh para jemaah haji. Karena mereka menyembelih juga pada tanggal berapa? 10 Zulhijah. Sama seperti ee kurban Udhiyah. Udhiyah juga disembelih mulai tanggal 10 Zulhijah. Adapun kisah bagaimana Ibrahim Alaih Salam hendak menyembelih Ismail, maka Allah sebutkan dalam surah Assfat. Dalam surat Asssafat ee Allah sebutkan kisah Nabi Ibrahim mulai ee dari ayat 83 83 sampai penyebutan Nabi Ishak sampai ayat 113. 83 sampai 113. Maka pada kesempatan kali ini kita akan membaca ayat-ayat tersebut sambil kita terangkan secara ringkas ya tentang bagaimana Ibrahim Alaih Salam akhirnya disuruh untuk menyembelih putranya Ismail agar kita mendapat gambaran yang lengkap tentang bagaimana ujian tersebut sangat berat. Tentang bagaimana ujian tersebut sangat sangat berat. Bab Allah Subhanahu wa taala berfirman di ayat 83 kata Allah subhanahu wa taala wa inna min syiatihi la Ibrahim. Dan sesungguhnya di antara golongan-golongannya di sini ada yang mengatakan golongan Muhammad sallallahu alaihi wasallam, ada yang mengatakan golongan Nuh yang lebih benar. Wallahu alam bes maksudnya golongan Nabi Nuh. Karena sebelumnya Allah bercerita tentang Nabi Nuh. Kata Allah, "Walaqad nadana Nuhun fal mujibun." Sungguh Nuh telah ee berdoa kepada kami dan kami kabulkan doanya. Dan kami selamatkan dia dan keluarganya dari e apa namanya? penderitaan yang besar itu banjir besar. Dan kami jadikan keturunannya yang tersisa. Kemudian setelah itu Allah sebutkan tentang Nabi Nuh eh Nabi Ibrahim. Allah berkata, "Wa inna min syi'atihi la Ibrahim." Sesungguhnya di antara Syiahnya, Syiah maksudnya kelompoknya, golongannya ee yang seorang taasub dengan golongan tersebut, membela golongan tersebut, penolongnya. Ini di antara rombongan Nuh adalah siapa? Ibra Ibrahim. Sebagai isyarat bahwasanya Ibrahim Alaih Salam mengikuti ajaran Nabi Nuh ee dan mengikuti langkah Nabi Nuh. Nabi Nuh Alaih Salam mendakwahkan tauhid dengan penuh kesabaran sampai 950 tahun. Maka apa yang dilakukan oleh Ibrahim itulah yang dilakukan oleh Nuh. Di sini Allah ingin memuji Nabi Nuh dengan menyebutkan Ibrahim. Sesungguhnya di antara orang yang mengikuti langkah Nuh adalah siapa? Ibrahim Alaih Salam. Sama-sama menyeru kepada tauhid dengan ujiannya masing-masing. Nabi Nuh berdakwah 950 tahun. Ibrahim tidak selama itu, tapi ujiannya juga sangat sangat berat tapi tegar. Tegar dalam mendakwahkan tauhid. Ya. Kemudian ee di antaranya juga sebagian ahli tafsir seperti Thahir bin Asyur mengisyaratkan bahwasanya di antara yang diikuti oleh Ibrahim ee Ibrahim di antara mengikuti apa yang dilakukan oleh Nuh adalah kesabaran. Kesabaran. ee bagaimana kesabarannya Nabi Nuh Alaih Salam yang berdakwah begitu lama menghadapi berbagai ujian, tantangan, dimusih oleh kaumnya sampai bergenerasi-generasi. Maka demikian pula Ibrahim sangat sabar ketika berdakwah. Di antara juga yang diikuti oleh Ibrahim dari perkara-perkara Nabi Nuh adalah hati yang bersih. Makanya setelah itu Allah berfirman, "Idz jaabbahu biqolbin salim. Ya. Wa inati Ibrahim. Di antara pengikut Nabi Nuh adalah Ibrahim alaihi salam. Jaabbahu biqalbin salim. Ketika dia menemui Rabbnya dengan hati yang bersih. Hati yang bersih dari kesyirikan, hati yang bersih dari ee penyakit-penyakit hati secara umum, yaitu dongkol, dendam, hasad. Ya, ini bersih sebagaimana hati Nabi Nuh yang bersih, ya. Nabi Nuh hatinya bersih sehingga dia bisa bersabar sampai 950 50 tahun ee berdakwah ya. Baru dia berdoa agar mereka dibinasakan. Ketika Allah telah menyampaikan, "Ya tidak akan beriman kepadamu kecuali yang telah kami tetapkan." Ya Allah bilang sudah enggak ada lagi yang bisa beriman. Ya, setelah disampaikan kepada Nabi Nuh bahwasanya tidak akan agil Nabi bisa baru Nabi Nuh kemudian berdoa. Nabi Nuh khawatir kalau dibiarkan semakin banyak orang orang kafir karena setiap mereka melahirkan generasi berikutnya tambah kafir. Tambah kafir dan semakin merusak ee dunia karena memperbanyak orang orang kafir. Ya, akhirnya beliau pun berdoa. Ini kenapa sebab kenapa Nabi Nuh berdoa agar kaumnya dibinasakan? ada sebab-sebabnya ya. Bukannya beliau tidak sabar ya, tapi beliau sabar setelah ee illa man qod aman ya tidak ada yang akan beriman kecuali yang telah beriman ya sudah tidak ada lagi yang bisa beriman. Kemudian Nabi Nuh melihat ternyata mereka bergenerasi-generasi semakin kafir. Bahkan seorang kakek bawa cucunya untuk memaki-maki Nabi Nabi Nuh. ini bergenerasi semuanya kafir. Wala yalidu illa fajiran kafaro. Mereka tidak melahirkan kecuali orang-orang fajir dan kafir. Kalau gitu sudahlah jangan dibiarkan mereka terus seperti itu. Maka Nabi Nuh kemudian berdoa akhirnya mereka dibinasakan dengan banjir yang sangat luar biasa. Tapi ini tidak menafikan kesabaran Nabi Nuh yang bertahan sampai 950 tahun berdakwah. Maka Nabi Ibrahim Alaih Salam juga berdakwah dengan penuh kesabaran dan hatinya bersih. Makanya Allah berfirman tentang Ibrahim. Inna Ibrahima laimun awahun munib. Ibrahim adalah hamba yang halim. Halim itu maksudnya adalah bukan sekedar sabar bahkan lebih dari itu ya ee bijak sopan santun. Kemudian kalau punya kesempatan untuk ee membalas, tidak membalas, ya itulah Ibrahim Alaih Salam. Kenapa? Karena semua dibangun di atas hati yang bersih, tidak cepat emosi, sabar. Ya, makanya kalau ada orang yang maki-maki Ibrahim, Ibrahim Alaih Salam hanya berkata, "Allah yahdik. Semoga Allah beri hidayah kepadamu." Ya, hatinya benar-benar bersih, ya. Ayahnya maki-maki, dia malah mengatakan, "Aku akan doakan ampunan buatmu." Ya, Ibrahim hatinya luar biasa. Ya, ketika Sarah cemburu ingin nyakiti Hajar, Ibrahim juga tidak ngomel-ngomel sama Sarah. Kemudian dia bawa pergi apa? Hajar. Ya. Dan dia tidak berdoa juga, "Wahai ya Allah, binasakan kaumku." Gak Ibrahim enggak berdoa untuk membinasakan apa kaumnya. Padahal mereka semua mau bakar dia. Kenapa? Karena kesabaran dia. Bahkan ketika malaikat ingin membinasakan kaum Nabi Luth, Nabi Ibrahim sempat diskusi sama malaikat. Ya, sesungguhnya di situ ada Luth. Ya, itu diskusi kenapa harus diturunkan azab. Diskusi dulu Ibrahim ya menunjukkan hati yang sangat yang sangat sabar dan sangat lapang. Makanya Allah memujinya dengan berkata, "Id jaabbahu biqolbin salim." Ketika dia mendatangi Allah dengan hati yang selamat, bersih dari kesyirikan, bersih dari ketergantungan kepada selain Allah, bersih dari penyakit-penyakit hati yang ada seperti dongkol, dendam, hasad, dengki, ya suudon dan yang lainnya. Ini hati Ibrahim hatinya sangat sangat bersih. Dan sebagian ulama mengatakan demikian juga Nabi Nuh. Karena ketika Allah menyebutkan tentang bersihnya Nabi Ibrahim, Allah sedang menyatakan Ibrahim pengikut Nuh. Pengikut Nuh. Ya, berarti Nuh alaihi salam juga demikian. Meskipun secara umum Ibrahim lebih afdal daripada Nuh. Karena tidak ada nabi yang diberi gelar dengan Khalil, Khalilurrahman kekasih Allah kecuali cuma dua yaitu Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan Nabi Ibrahim. Tib. Kemudian di antara konsekuensi bersihnya hati, beliau tidak suka dengan kesyirikan karena hati yang bersih. Maka bukan berarti hati bersih kemudian diam-diam aja, kemudian ee sembunyi-sembunyi. Enggak. Dia mengingkari kemungkaran. Mengingkari kemungkaran berarti hatinya bersih. Ingin mencari rida Allah subhanahu wa taala, bukan mencari rida netizen. Enggak. Benar-benar dia ketergantungan kepada Allah, bukan kepada manusia. Makanya dengan bersihnya hatinya dia mengingkari kemungkaran. Dia mengingkari kemungkaran. Kalau kamu benar cinta kepada Allah, benar tergantung kepada Allah, tidak perlu takut dengan komentar netizen kalau dalam rangka untuk menyampaikan agama Allah. Maka dia pun mendakwahi kaumnya. Kata Allah, "Idqala liabihi waumihi maza ta'budun." Ketika dia berkata kepada ayahnya dan kepada kaumnya apa yang kalian ibadahi. Maka dia dakwahi dalam surat Maryam dia berkata, "Ya abati lima tabudu ma yasma w yubsiru w yni." Wahai ayahanda, kenapa engkau menyembah berhala yang tidak mendengar, tidak melihat, tidak bisa membantumu sama sekali? Sampai ayahnya mengatakan, "Ariibun anta Ibrahim laamtahijumaka." Kau benci dengan tuhan-tuhanku wahai Ibrahim. Kalau kau ceramah-ceramah terus, laarjumannak. Sungguh aku akan merajamu. Lempar kau dengan batu. Wahjurni maliya. Tinggalkan aku. Ibrahim ketika diusri oleh ayahnya dia berkata, "Salamun alaik. Semoga keselamatan apa ee kepadamu hai ayahku. Saastagfirulaka rabbi. Aku akan mohon ampunan kepada Allah untukmu." Akhirnya Allah larang. Tapi maksudnya Ibrahim tidak marah marah sama ayahnya. Dia sabar dan di ketika diusir dia pergi dengan tenang. Ya, ini di antara ujian yang sangat berat oleh Ibrahim Alaih Salam. Ternyata ayahnya sendiri dan seluruh kaum negerinya menyembah berhala. Maka di antara perkataan beliau kepada mereka banyak dalam Al-Qur'an Ibrahim diskusi dengan mereka ya dalam surat Alanbiya, dalam surat Assafat ya. Di antaranya Ibrahim berkata, "Aifkan alihatan dunallahi turidun." Apakah kalian menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan cara berbohong? Ini semua kedustaan yang kalian bikin. Ya, ini adalah kedustaan yang kalian lakukan. Mengatakan bahwasanya berhala begini, berhala begini. Makanya kesyirikan ya. Waman yusyrik billahi faqad iftaro isman adziman. Siapa yang berbuat syirik kepada Allah maka dia telah melakukan dusta yang sangat besar. Ya, dusta besar. Bagaimana kemudian menyembah berhala? Bagaimana Nabi Isa disembah? Bagaimana Nabi Muhammad disembah? Bagaimana wali disembah? Bagaimana malaikat? Itu semua kedustaan. Yang berhak disembah adalah yang menciptakan. Kalau tidak menciptakan, maka tidak berhak di disembah. Ya Allah berfirman eh apa namanya? Afam yakluqu la yakluqu afala tadakkarun. Apakah yang mencipta sama dengan tidak yang diciptakan yang di yang tidak bisa mencipta? Ya. Yang yang berhak disembah cuma yang mencipta mencipta kita. Yang tidak mencipta kita tidak berhak untuk kita sembah. Seandainya yang cipta kita dua zat, kita sembah dua-duanya ya. Tetapi yang cipta kita cuma satu, yaitu Allah semata. Maka dia semata yang berhak untuk di disembah. Wataku minunihian laak wahum yukun. Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah yang tidak bisa menciptakan apa-apa. Bahkan sembahan-sembahan itu di diciptakan. Ya, oleh karenanya Ibrahim menamakan kesyirikan tersebut dengan kedustaan. Mengada-ngada. Mengada-ngada. Mengada-ngada. Datang ke kuburan minta-minta. Emang wali bisa apa ya? mengada-ngada ya syirik itu mengada-ngada. Saya sering sampaikan cerita ini bagaimana ketika musim corona ada orang muncul di YouTube kemudian bilang, "Kalau kalian ingin selamat dari corona gampang, tinggal tempel foto wali ini. Wali bawa jadikan jimat selamat." Ini yang disebut wali ini waktu sakit dia ke rumah sakit berobat ternyata dia mati. Ya enggak? berarti dia sendiri tidak bisa menyelamatkan apa dirinya. Sementara dia masih hidup. Kemudian sekarang dia sudah mati dibilang jadi jimat. Bukankah ini mengada-ngada? Benar. Syirik itu mengada-ngada. Enggak benar. Ngada-ngada. Kok bisa ada nabi kemudian disembah? Mengada-ngada. Cipta apa? Dia tidak pernah mencipta apa-apa. Dia saja tercipta belakangan. Ya, oleh karenanya benar kata Ibrahim alaihi salam, ifkan alihatan dunallahi turidun. Apa kamu mengadakan sembahan-sembahan dengan cara berbohong? Ini semua kebohongan. Semua kebohongan. Bagaimana berhala di disembah? Jadi dia diskusi sama mereka. Akhirnya beliau berkata, "Famaukum birabbil alamin." Ya. Ya. Bagaimana anggapan kalian terhadap pencipta alam semesta? Pencipta alam semesta ya tentang Allah Subhanahu wa taala. Terus bagaimana menurut kalian terhadap Allah? Ini tidak disebutkan apa yang dimaksud oleh Ibrahim Alaih Salam. Ada yang mengatakan maksudnya Ibrahim mengajak mereka berpikir apakah pantas sembahan-sembahan ini disembah sementara yang menciptakan alam semesta cuma siapa? Allah atau Ibrahim berkata, "Apa yang akan Allah timpakan kepada kalian sementara yang ciptakan kalian adalah Allah, ternyata kalian menyembah selain Allah Subhanahu wa taala." Ya. Apa menurut kalian Tuhan seperti ini? Ya, patung-patung ini adalah Tuhan yang berhak kalian sembah. Artinya Ibrahim ngajak mereka berpikir, "Famaukum birabbil alamin." Terus bagaimana menurut kalian tentang pencipta alam semesta? Fanadara nadratan fin nujum. Kemudian dia memandang sekali pandangan ke arah bintang-bintang. Ya, di sini ada mengatakan fi maknanya ila ila nujum. Tib. Kemudian Ibrahim berkata, "Faqala inni saqim." Aku sakit aku ini sakit. Ada beberapa tafsir di kalangan para ulama terkait dengan firman Allah ini. Fadratan fin nujum faqala inni saqim. Dia pun memandang ke atas. Kemudian dia mengatakan, "Aku sakit." Ada yang mengatakan Nabi Ibrahim Alaih Salam ini trik yang beliau lakukan agar orang menjauh darinya supaya dia bisa bebas ngancurin patung-patung. Trik pertama dia bilang, "Hm, saya lagi sakit." Ya, ada yang mengatakan sakit taun. Sakit taun yaitu sakit yang parah menular. Makanya setelah itu dikatakan fatawallau anhum mudibirin. Mereka pun kabur darinya. Ibrahim bilang, "Saya sakit." Kemudian kenapa dia lihat ke bintang? Yaitu karena mereka punya keyakinan terhadap bintang. Sehingga dia mengatakan seakan-akan ini bintang menunjukkan saya sakit atau saya sakit gara-gara terkena ee dampak dari bintang tersebut dan sakit saya berbahaya. Akhirnya mereka pun kabur. Ya, ini pendapat. Namun tidak disetujui oleh sebagian ahli tafsir. Kebanyakan ahli tafsir mengatakan Ibrahim mengatakan melakukan demikian. Yaitu beliau seakan-akan berpikir seperti orang berpikirat berpikir lihat ke atas. Kenapa dia lihat ke atas? Dia diajak untuk ikut acara hari rayanya mereka. Jadi mereka bilang, "Ibrahim, kita ada hari raya, ayo ikut." Maka dia mikir, "Apa yang harus saya bilang ya supaya selamat tidak ikut hari raya?" Maka dia bilang, "Saya sakit sehingga saya tidak bisa ikut hari hari raya." Ya, akhirnya mereka pergi. Akhirnya mereka pergi. Dan ini salah satu dari tiga dusta yang dilakukan oleh Ibrahim. Dua dusta karena Allah, satu dusta karena Sarah. Dusta yang pertama ini meskipun ini bukan dusta yang nyata tapi hanyalah tauriah. Tauriah itu ucapan yang benar tapi disalah pahami oleh pendengar. Ucapan yang benar tapi disalah pahami oleh pendengar. Seperti yang dilakukan oleh Abu Bakar Assiddiq radhiallahu anhu ketika beliau berhijrah kemudian bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka sebagian orang tanya orang-orang tidak kenal Nabi. Mereka kenal Abu Bakar. Abu Bakar orang suka berdagang ke sana kemari. Nabi Muhammad Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak sering berdagang. Berdagang tapi sekali tidak sering. Ber dengan Abu Bakar. Abu Bakar orang yang ee apa namanya? Supel. Kemudian suka ke mana-mana, tahu daerah-daerah sehingga banyak orang kenal dia. Makanya ketika perang perang di setelah wafatnya Nabi sallallahu alaihi wasallam muncul nabi-nabi baru. Maka Abu Bakar mengirim pasukan. Kalau enggak salah dia buat 11 pasukan dan benar-benar dia bisa memetakan 11 pasukan tersebut. Sini, sebelah sini sini nanti ketemu di mana. Seakan-akan Google Map sudah di kepala beliau. Dia bisa memetakan. Kenapa? Makara dia sering apa? Sering bersafar dan berhasil akhirnya memadamkan api ee murtad yang ketika sedang berkorbar karena banyak nabi-nabi palsu dan juga banyak orang-orang yang enggan membayar zakat, mengingkari kewajiban zakat. Maka Abu Bakar Assiddiq menyiapkan kalau tidak salah 11 pasukan di antaranya dipimpin oleh Khalid bin Walid. Kemudian dia ini lewat sini, ini ke sana, ini ke sini, nanti dari sini ketemu di mana? Itu tidak gampang. Belum ada Google Map waktu itu. Menunjukkan beliau luar luar biasa. Maksud saya ketika beliau sedang berhijrah, ada yang tanya karena orang kenal Abu Bakar tapi tidak kenal siapa di depan Abu Bakar. Ini siapa depanmu? Kata Abu Bakar, H hadin il thq. Ini penunjuk jalan orang yang mendengar Abu Bakar gak bohong. Cuma Abu Bakar sengaja mengucapkan perkataan yang jujur supaya disalah pahami oleh pendengar. Itu namanya tauriah. Inna fil ma'ar mandzuha. Sebagian ulama mengatakan bahwasanya di tauriah ini adalah solusi agar tidak terjerumus dalam dusta. Ini boleh tapi dalam kondisi terdesak. Dalam kondisi terdesak. Sehingga Abu Bakar mengatakan ini penunjuk jalan. Orang yang mendengar menyangka Muhammad penunjuk jalan, jalan benar. Padahal maksudnya penunjuk jalan menuju surga. Bukan jalan tikus bukan. Bahkan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam ketika berhijrah juga tidak tahu jalan. Makanya beliau menyewa seorang namanya Abdullah bin Uraqit yang menunjukkan apa? jalan ini contoh maksudnya seperti gini kadang-kadang boleh tapi tidak boleh sering-sering tidak boleh apa sering-sering ya misalnya kamu ada uang enggak ada uang enggak ada enggak ada uang saya benar-benar enggak ada uang padahal di ATM banyak kosong kosong memang ATM-nya isinya R miliar uang enggak ada memang enggak ada uang enggak ada uang enggak ada uang memang enggak ada tapi ada ATM isinya R miliar sesekali kali ya. Jangan sering-sering sering-sering tercela. Seorang mukmin asalnya adalah jujur jelas. Asalnya jujur jelas. Ibrahim ketika diajak untuk ikut acara syirik maka dia enggak ada solusi. Kecuali dia bilang, "Saya sakit. Saya sakit." Padahal dia tidak sakit. Tapi ketika dia ngomong sakit, dia pakai isim fa'il saqim atau istifah ee sigah mubalagah atau musyabbah bismil fa'il. Maknanya saya sakit. Yaitu fa'il maknanya saya sakit. Saya sakit sini maksudnya ya suatu saat saya akan sakit. Karena isim fa'il itu bisa maknanya akan atau bisa maknanya sedang. Kalau dikatakan sedang, maksudnya dia bilang, "Hati saya sakit lihat kalian syirik." Atau kalau maknanya akan, yaitu saya suatu saat akan sakit karena saya memang manusia. Suatu saat saya akan apa? Sakit. Ya, ini bahasa Arab. Kalau isim fail itu maknanya demi demikian. Seperti firman Allah kepada Nabi Isa. Inni mutawafika warofiuka ilaiya. Aku akan mewafatkan engkau dan aku akan mengangkatmu. Rofi itu maksudnya isim fail. Katanya inni saqim. Enggak tahu kalau bahasa Inggris. Kalau bahasa Inggris mungkin apa, enggak tahu apa namanya tensnya kayak apa. Tapi intinya isim fa'il itu bisa menunjukkan sedang atau a akan. Sehingga mereka pahami Ibrahim sedang sakit padahal dia tidak sa sakit. Kalau dia pun sakit, dia sakit hati bukan sakit fisik. Atau dia akan sakit suatu saat karena manusia semuanya akan sakit. Ini dusta pertama. Dusta kedua ketika dia nanti hancurin batu-batu ee berhala-berhala. Mereka bertanya dalam surat Alanbiya, "Ya Ibrahim, kaukah yang menghancurkan patung-patung ini?" Kata Ibrahim, "Bal faahu kabirum fasalum inu yun." Justru yang gede yang hancurin, yang kecil-kecil. Tanya aja sama yang kecil-kecil. Ibrahim ini dusta juga enggak. Dia namanya kebenaran bersyarat. Dia bilang seakan-akan dia berkata yang lakukan yang gede kalau yang kecil-kecil bisa ngomong. Kalau yang kecil-kecil enggak bisa ngomong ya sayalah maksudnya demikian. Karena kan dia bilang fasaluhum in kanu yantiquun. Yang bikin yang gede. Apa namanya? Kalau enggak percaya tanya yang kecil-kecil. Ini semua terkait dengan membela Allah Subhanahu wa taala. Dusta yang ketiga, Ibrahim Alaih Salam ketika jalan bersama Sarah di negeri Mesir, ternyata di Mesir ada raja yang mata keranjang yang punya intel-intel untuk cari wanita cantik. Kalau dapat W cantik harus diambil oleh sang raja. Maka Ibrahim mengatakan, "Kita pasti diintelin. Nanti kalau mereka tanya kepadaku, "Siapa kamu wahai istriku Sarah?" Saya akan bilang, "Engkau adalah ukhti saudariku. Karena di atas di atas negeri Mesir ini tidak ada yang beriman kecuali saya dan kamu. Subhanallah. Satu benua tidak ada yang muslim kecuali saya dan dan kamu. Maka saya mengatakan kau adalah saudariku. Akhirnya mereka datang, "Ini siapa nih?" Ini saudariku. Kalau Ibrahim bilang, "Ini istriku," dia dibunuh. Diambil paksa istrinya. Tapi kalau dia bilang ini saudariku, dia dimuliakan. Ya, dia tahu Allah akan menjaga istrinya. Akhirnya sini diambil ternyata Allah jaga ya sebagaimana kisah yang makruf ya TB. Dan tiga dosa inilah yang menghalangi Ibrahim untuk memberi syafaat pada hari kiamat. Sebenarnya ini bukan dosa. Ini bukan apa dosa. Ini apa ya? Tauriah. Perkataan benar yang disalah pahami. Dan ini pun semua terpaksa. Bukan sebagian kita gampang-gampangin bohong terus bilang, "Ibrahimah juga begitulah. Kamu beda kamu apa yang dibela? Ibrahim bela Allah Subhanahu wa taala. Yang kedua bela dia bisa dibunuh. Ya, semua terpaksa. Itu pun dia tidak nyata-nyata bohong. Dia ucapkannya jujur. Cuma disalahpahami oleh pendengar namanya tauriah. Itu pun membuat dia tidak PD dengan berbagai macam ujian yang Allah dengan berbagai macam pujian yang Allah muji dia dalam Al-Qur'an. Rasulullah puji dalam hadis-hadis. Itu pun ketika diminta syafaat oleh Allah oleh orang-orang pada hari kiamat dia mengatakan, "Enggak, saya pernah dusta tiga kali." Subhanallah. Kak kita berapa kali? Yang sengaja banyak, yang tidak sengaja juga banyak. Ya, maka dia mengatakan, "Fainni saqim." Saya sakit. Fatawallahumnya mereka pergi. Ah, ini inilah triknya Ibrahim agar dia sendirian di kampung. Karena orang-orang kampung semuanya sedang pergi ikut acara hari raya, ngumpul suatu lapangan, suatu daerah areal lagi senang-senang sehingga kampung kosong. Kesempatan bagi dia untuk menghancurin berhala-berhala tersebut. Apa kata Allah Subhanahu wa taala? Farag ila alihatihim faqala ala takulun. Maka dia pun pergi menuju berhala-berhala tersebut. Kemudian dia berkata, "Kalian kenapa enggak makan? Kalian kenapa enggak makan?" Rupanya kebiasaan kaumnya kasih sajen di depan berhala-berhala tersebut. Jadi sajen itu bukan hal yang baru, Ikhwan. Itu sejak sudah ada sejak zaman apa? Nabi Ibrahim. Iblisnya ada berubah enggak dari dulu sampai sekarang? Iblisnya sama atau berubah? Sama ya. Iblis yang dulu menyuruh kaum Nabi Ibrahim untuk beri sajan kepada berhala-berhalanya, itulah iblis yang menyuruh juga manusia zaman zaman sekarang. Tib Ibrahim ngapain? bilang sama mereka, "Kamu kenapa enggak makan?" Ada yang mengatakan Ibrahim untuk menguatkan dirinya supaya dia tidak ragu-ragu untuk menghancurkan patung-patung tersebut. Dia tahu patung tersebut enggak bisa ngomong, tidak bisa dengar. Makanya ketika dia ngomong sama ayahnya sebelum dia hancurkan patung-patung tersebut, dia akan seti ayahnya, "Ya abati lima tab'udu ma la yasma wala yubsiru wala yugnianka." Wahai ayahanda, kenapa kau sembah patung malaut? tidak bisa mendengar, tidak bisa melihat, tidak bisa bantu engkau sama sekali. Namun ketika dia mau hancurin patung, dia bilang, "Ala takulun." Eh, kenapa enggak makan? Kenapa enggak makan? Gak ada orang, cuma dia sendiri. Untuk menguatkan apa dirinya? Terkadang seorang goyang, dia harus apa? Kuatkan dirinya dengan ngomong sendiri, "Enggak apa-apa. Kamu kuat, kamu kuat. Bismillah jalan seperti itu. Karena dia mau hancurin patung, dia tahu konsekuensinya ngeri. Ini berarti bertempur sama satu negeri. Ayo makan itu. Makan itu ayam goreng. Makan apel tuh. Makan tuh. Ada kawan dulu cerita, "Ustaz, saya dulu di kampung sana. Pokoknya kalau ada makanan-makanan buat berhala-berhala saya ambil." Ustaz, boleh enggak? Boleh, enggak apa-apa. Yang penting jangan ketahuan. Jadi, para ulama membahas makanan yang ditaruh di berhala itu makanan yang tidak dipakai. Dalam Islam dilarang mubadir. Dibuang-buang mubadir. Kalau boleh diambil, tapi kalau dilarang ya sudah, jangan ya. Kecuali makanan tersebut sembelihan untuk selain Allah. Seperti ayam, seperti kambing. Tapi kalau telur, buah, nasi goreng aman. Cuma saya khawatir kalau diambil nanti semakin percaya w dimakan sama Tuhan. Khawatirnya seperti itu tambah bahaya. Tapi sebenarnya kan logika masa Tuhan butuh makan. Logika Tuhan masa butuh masa yang kita sembah butuh apa? Makan. Makanya ketika Allah membantah orang-orang Nasra Allah cuma mengatakan Isa dan ibunya bukan Tuhan. Kenapa? Kana yaakulani thaam. Mereka dua makan dulu. Gimana Tuhan makan? Jadi Ibrahim berkata, "Ala takulun, kalian enggak makan untuk menguatkan apa dirinya." Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala, "Malakum laquun." Ibrahim ngomong lagi. "Kenapa enggak ngomong?" "Ayo jawab." Dia tahu enggak bisa jawab. Cuma dia untuk memantapkan dirinya. Ayo jawab. Ini butuh keyakinan, butuh kekuatan iman, butuh tawakal. Ya, karena orang kalau goyang-goyang diganggu sama jin. Biasanya di balik-balik patung-patung begini ada jin biasanya. Oleh karenanya ketika Khalid bin Walid disuruh untuk menghancurkan al-uzza. Uzza itu kalau enggak salah ibarat dari pohon-pohon yang diberi selimut-selimut, kemudian diberi kain-kain, kemudian disembah. Setelah ditebang oleh Khalid bin Walid, dia balik. Rasulullah mengatakan, "Kau belum melakukan sesuatu." Balik lagi. Dia balik, ternyata ada jin perempuan sedang membuat mengurai rambutnya, menabur di atas pasir baru kemudian dihantam oleh Khalid bin Walid. Makanya terkadang ketika mereka pergi ke pohon-pohon tersebut ada suara sesuatu. Karena di balik itu ada jin yang ee menghiasi peribadatan tersebut. ya menimbulkan perasaan-perasaan apa ketika pergi ke patung-patung atau ke pohon-pohon tersebut ya. Maka seorang kalau menyeru kepada tauhid berusaha untuk benar-benar yakin dan tawakal kepada Allah Subhanahu wa taala. Ibrahim mengatakan, "Malakum laquun." Kenapa kalian tidak ngomong wahai patung-patung? alaibanamin. Maka dia pun segera menghancurkan menghancurkan patung-patung tersebut dengan kanan dengan tangan kanannya. Dorban yaitu dia hantam dengan sungguh-sungguh patung-patung tersebut. Ada yang mengatakan bilamin maksudnya dengan tangan kanannya. Ada yang mengatakan bilam maksudnya karena dia sudah bersumpah. asamakum dalam surat Alanbiya kata dia, "Demi Allah ketika mereka," kata Nabi Ibrahim, "Kalau kalian pergi acara, demi Allah saya akan bikin makar sama tuhan-tuhan kalian." Ini sumpahnya. Dia bersumpah dan dia jalankan sumpahnya. Maka bilamin ini dua tafsiran. Hadis mengatakan, "Farag alaihim dbanyamin." Yaitu dihancurkan dengan tangan kanannya. Ada yang menafsirkan yaitu beliau menghancurkan sesuai dengan sumpah yang pernah beliau janjikan bahwasanya beliau akan hancurin patung-patung tersebut. Akhirnya tersebarlah berita, "Waduh, tuhan-tuhan kita sudah hancur." Dan Ibrahim, masyaallah dia pintar. dia alaih salam ngajak mereka berpikir dia hancurin semua patung kecuali yang gede. Pertama supaya itu jadi kambing hitam tuhan yang gede. Yang gede bukan yang kecil. Gede. Tanya yang kecil-kecil. Yang kedua untuk kasih tahu yang gede tidak setuju ada tuhan-tuhan tandingan. Paham? Ahah. Kecil-kecil ngapain? Saya yang gede harusnya disembah. Jadi ajak berpikir mereka. Dihancurin tinggal satu ya. Faqbalu ilaiifun. Maka mereka segera datang bergegas. Yazifun tergesa-gesa, terburu-buru. Yusriun segera. Karena mereka dalam kondisi marah sekali. Mereka datang ini kok patung sudah hancur. Mereka ngobrol di antara mereka. Man faal bialihatina inahu laminadalimin. Siapa yang bikin tuhan-tuhan kita seperti ini? Sungguh dia orang yang zalim. Qina fatan yauhum yuq lahu Ibrahim. Kami dengar ada seorang pemuda. Lihat seorang pemuda Ibrahim masih muda yang memaki-maki Tuhan kita. Pemuda itu namanya siapa? Ibrahim. Quti fahi auninas laallahum yashhadun. Datangkan dia. Kita habisi dia di hadapan masa. Permalukan dia. Mau diba mau dibakar. Akhirnya diskusi tadi anta faalta bialihatina. He Ibrahim kau yang bikin ini semua. Dan mereka enggak lihat enggak ada CCTV waktu itu. Enggak lihat. Kau yang bikin Ibrahim dengan mudah mengatakan yang gede. Kalau enggak percaya tanya sama yang kecil-kecil, "Kenapa leher kalian patah, tangan kalian patah?" Coba ngomong, tanya sama yang gede. Tanya yang kecil-kecil. Pasti mereka bilang yang gede. Ya, ini namanya dusta bersyarat. Tapi syarat tidak terpenuhi maka bukan dusta. Seperti ada orang pernah bilang di satu daerah ada namanya patung Syekh Fulan. Kalau kau panggil dia terus dia dengar dia noleh gini. Cuma dia enggak dengar jadi enggak [Tertawa] noleh-noleh. Jadi Ibrahim tidak dusta secara murni tapi kita boleh bilang dia dusta bersyarat dan syaratnya tidak ter terpenuhi. Ini ngajak mereka berpikir. Coba tanya yang patung kecil. Jadi akhirnya mereka kalah berduel eh kalah berhujah argumentasi. Akhirnya mereka pakai otot ya. Harriqu bakar dia. Waansuru alihatakum. Tolonglah tuhan-tuhan kalian. Kalau kalian benar-benar membela tuhan-tuhan kalian, bakarlah Ibrahim. Dalam ayat ini, Ibrahim berkata kepada mereka, ajak mereka berpikir. Setelah mereka panggil, Ibrahim waktu habis hancur dia pulang ke rumah diam-diam aja dihadirkan dengan paksa. Dia berkata, "Ata'buduna ma tanhitun." Kok bisa kalian menyembah apa yang kalian pahat? Mahat pahat. Wallahu khalaqokum w tamalun. Allah yang menciptakan kalian. Dan apa yang kalian pahat tersebut? Ini logika sangat sangat logis dari Ibrahim. Kalau mau nyembah yang disembah adalah yang menciptakan kita, yang berikan nikmat kepada kita. Itu baru benar yang menciptakan kita. Ya, seperti doa sujud Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Sajada wajhi lilladzi khalaqahu. Wajahku sujud kepada yang menciptakan wajah tersebut. Ya, wasawarahu yang membentuk wajah tersebut. Itu yang kita sujudi, itu yang kita sembahi. Wasyaqo samah wa bashar yang buat menimbulkan pendengaran, penglihatan. Bukan sujud kepada yang tidak menciptakan kita. Kalau mau sujud, sujud kepada yang mencipta. Gimana kalian menyembah yang kalian pahat sementara yangciiptakan kalian adalah Allah. Jadi mereka ini sudah benar-benar dibawa ada peribadatan kepada yang lebih hebat daripada manusia. Yang menurut persangkaan manusia seperti menyembah malaikat. Kenapa nyembah malaikat? Karena menyangka malaikat lebih hebat. Kenapa ada penyembahan terhadap jin? Karena jin sosok yang dianggap hebat. Bisa ini, bisa anu, sehingga disembah atau menyembah orang-orang saleh. Karena dianggap orang-orang saleh tersebut memiliki kedudukan khusus meskipun tidak mencipta malaikat, jin, tidak orang sal tidak mencipta, tapi dianggap lebih tinggi. Maka disembah kalian aneh. Kalian menyembah yang di bawah kalian menyembah apa? Berhala. Yang berhala kalian yang bikin. Harusnya berhala sembah kalian. Paham lah. Iya. Yang bikin berhala siapa? Kalian. Kan? Harusnya berhala sembah kalian. Kalau dia mau bersembah ini kalian yang bikin berhala, kalian sembah berhala. Gimana logikanya? Kalian yang pahat, kalian yang bikin bentuk, gimana kalian sembah berhala tersebut? Nabi Ibrahim ajak berfirman. Mereka tidak bisa jawab. Tidak bisa jawab. Kalian pahat, kalian bikin bentuk, kalian yang susun, kalian yang campur semen sama apa ee itu pasir kalian. Kalau kurang mancung, kalian mancungin terus kalian sembah kan enggak enggak logis. Enggak logis. Saya pernah cerita ada kawan masuk Islam gara-gara dia lagi nyetop bis. Dia bukan orang Islam. Terus dia lihat ada pabrik pembuatan Tuhan. Dia lihat lihat dia sambil lihat tuh ada yang bikin Tuhan. Bikin Tuhan. Terus ada Tuhan yang setengah jadi dia dudukin. Wah ini orang enggak sopan nih. Meskipun belum jadi jangan didudukin dong. Du kaknya diangkat sambil bikin Tuhan satunya lah ini Tuhan setengah jadi. Jangan begitu dong. Dia berpikir dapat hidayah dia masuk is Islam masuk Islam J. Saya bilang sembahan itu logikanya kita menyembah yang menciptakan kita. Kalau enggak orang menyembah biasanya yang lebih hebat daripada daripada dia. Dia tunduk meskipun tidak boleh. Ini aneh kalian menyembah yang kalian pahat sendiri. Wallah khalaqokumalun. Dan Allah yang menciptakan kalian. Dan Allah menciptakan patung-patung tersebut. Ini semua ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Bagaimana kalian menyembah sesama makhluk kalian. Allah ciptakan patung juga yang ciptakan siapa? Allah. Ya. Semen, batu yang ciptakan siapa? Allah. Pohon yang kalian pahat yang ciptakan pohon siapa? Allah. Bagaimana makhluk cipta menyembah makhluk? Yang ada itu nyambut makhluk nyembah khaliq sang pencipta. Ini ada pembahasan akidah, tapi saya tidak bahas sekarang tentang wallahu khalaq ma tammalun tib. Akhirnya ketika mereka kalah berargumentasi, maka harus pakai otot. Enggak ada jalan lain. Maka mereka memprovokasi. Wansuru alihatakum. Ayo tolong tuhan-tuhan kalian. Sudah dizalimi tuhan-tuhan kita dihancurin. Ayo tolong. Mana apa namanya? Eh kesetiaan kalian. Ayo tolong. Qolu bnu lahu bunyanan faalquuhu fil jahim. Kata mereka, "Bikin bangunan, lemparkan dia dalam api." Jadi, dibuat bangunan api tersebut tidak terbuka, tapi dalam bangunan sehingga panasnya luar biasa. Dibuat bangunan secukupnya, dikumpulkan kayu bakar, kasih batu-batu kemudian di jadi kayu bercampur dengan apa? Batu. Jadi panas biar apa? Diungkap luar biasa panasnya. Baru dilempar situ ceritanya. Faalquuh fil jahim. Kalau sudah panas, lemparkanlah Ibrahim dalam bangunan tersebut yang berisi kayu bakar dan batu-batu yang panas. Maka disebutkan mereka semangat karena ini adalah ibadah membela Tuhan, maka mereka kumpulkan kayu bakar sebanyak-banyaknya. Sampai disebut dalam sebagian buku tafsir seperti Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan sebagian wanita bernazar kalau saya sembuh saya akan bawa kayu bakar buat Ibrahim. Sampai mereka nazar demikian. Jadi Ibrahim ditahan kemudian dicari waktu untuk buat apa? Bangunan tersebut. Bangunan untuk bakar Ibrahim. Akhirnya setelah itu Ibrahim dibuka bajunya kemudian dilempar. Dilempar ke tengah lautan api. Situlah Ibrahim berkata, "Ya ee hasbiallah wanikmal wakil. Cukuplah Allah bagiku dan dia sebaik-baik tempat bertawakal. Akhirnya Ibrahim pun di diselamatkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Kata Allah subhanahu wa taala, "Faarodu bihi kaidan fa'alnahumul asfalin." Mereka hendak melakukan makar kepada Ibrahim. Namun kami menjadikan merekalah yang rendah. Yaitu mereka gagal, mereka malu. Sudah satu negara semuanya ingin bakar Ibrahim. Ternyata tidak, tidak berhasil. Ternyata Ibrahim keluar dengan nyaman. Allah berfirman, "Ya naru kununi bardan wasalaman ala Ibrahim." Wahai api, jadilah engkau dingin dan penuh keselamatan bagi Ibrahim. Ibrahim keluar dengan nyaman, tidak terbakar sama sekali. Kemudian dia berkata, "Waqala inni rabbi sayahin." Dan dan Ibrahim berkata, "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku. dan dia akan beri petunjuk kepadaku. Ini ada dua tafsiran juga. Tafsiran pertama, ketika Ibrahim mau dibakar, dia pasrah. Karena di sini Allah tidak menggunakan fa. Allah mengatakan wa. Ketika Allah berfirman, mereka berkata, "Faalquuh fil jahim." Lempar dia di api. Ibrahim berkata, "Waqala inni rbi sayahdin." Aku akan pergi menuju Rabbku. Dia akan beri petunjuk kepadaku. Ada yang mengatakan Ibrahim pasrah. Saya akan pergi ke surga. Meninggal. Ya sudah. Ini tafsiran per demikian. Ya sudah innihibun saya pergi ke Tuhanku. Yang suatu saat kita semua harus pergi cepat atau lambat. Coba bagaimana cara kita pergi? Dengan cara mulia atau biasa-biasa aja atau cara memalukan ketika bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya sudah kalau harus mati dengan cara disiksa oleh musuh dibakar inni dahhib. Saya tetap akan pergi menuju Allah. Sayahdin dia akan beri petunjuk kepadaku, yaitu dia akan masukkanu ke dalam ke dalam surga. Gak ada gak ada bantu dia sendirian. Ibrahim alaihi salam sendirian. Ini pendapat pertama. Pendapat kedua ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim setelah selamat. Setelah beliau keluar selamat maka beliau berkata di hadapan kaumnya. Innihibun ila rabbi, aku akan pergi menuju Rabbku. Saya dia akan beri petunjuk kepadaku. Itu enggak usah urus aku lagi. Sudah aku enggak akan tidak akan dakwah lagi. Saya harus pergi. Kalian saya dakwah kalian tangkap bakar, kalian tangkap bakar. Ya sudah, Ibrahim harus pergi meninggalkan negerinya yang dia cintai. Babilonia, Irak. Babilonia situ ada Raja Namrud, ada anak buahnya. Maka dia mengatakan demikian untuk meninggalkan kaumnya dengan penuh kesedihan. Kaumnya mungkin, om-omnya mungkin, kakak-kakaknya mungkin, adiknya mungkin. sepupunya dia dari situ orang kampung situ. Akamsi anak kampung apa situ? Iya benar ya singkatannya. Benar. Dia kampung situ, orang situ, keluarganya di situ, bapaknya kafir. Wallahualam tentang ibunya. Tapi dia pergi sendiri dengan penuh kesedihan. Khilaf di kalangan para ulama. Apakah Ibrahim ketika sudah menikah dengan Sarah atau dia menikah dengan Sarah di ee di Suriah di Haran? Haran itu daerah Suriah atau perbatasan Turki dengan Suriah. Sebah mengatakan Ibrahim sudah menikah dengan Sarah. Ada yang mengatakan gak Ibrahim menikah dengan Sarah di sana karena tidak disebutkan Sarah bersama Ibrahim. Lagi pula Sarah terkenal cantik dan orang terkenal cantik dari Syam. Dari Syam. Maka dia pun ketika pergi dengan penuh kesedihan, tidak ada yang bersamanya, maka dia pun ingin punya teman, keluarga yang saleh menemaninya dalam kehidupannya. Maka dia berdoa, "Rabbi habli minas shihin." Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku anak yang saleh. Subhanallah. Kata Allah, "Almaalu wal banuna zinatul hayatid dunya." Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Orang kalau punya anak saleh luar biasa. Itu nikmat yang sangat-sangat luar biasa. punya anak saleh nurut dikasih tahu, nurut diarahkan membahagiakan orang tua, membanggakan orang tuanya. Sampai kadang-kadang anak begitu saleh dia yang nasihati kita. Dia yang nasihati kita. Sungguh kebahagiaan Allah menjadikan nasihat kepada kita dari orang yang sangat tulus, yaitu anak kita sendiri. Kalau istri yang nasihati mungkin modus, tapi kalau anak yang nasihati insyaallah apa? Tulus. Istri juga tulus ya. Tapi kadang-kadang modus ya. Jadi, subhanallah, maka dia berdoa, "Rabbi habli minihin." Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku anak saleh. Dan anak saleh itu adalah hibah. Hibah itu anugerah. Makanya Allah mengatakan yah inanir. Allah menganugerahkan kepada sebagian orang hanya anak-anak perempuan dan Allah menganugerahkan sebagian orang hanya anak laki-laki dan sebagian orang Allah anugerahkan anak laki dan perempuan. Jadi anak itu apa? Anugerah. Ada orang anaknya perempuan, nikah lagi perempuan lagi nikah lagi perempuan. Enggak ada laki-lakinya. Sampai ada seorang syekh cerita sama saya, dia ketemu dengan seorang sudah sangat tua. Dia punya anak perempuan 65. Semua perempuan gak ada laki-laki sudah nikah perempuan lagi. Dia nikah perempuan lagi. Ya Allah takdirkan memang benar ada orang yang punya anak perempuan saja. Ada yang anak cuma laki-laki saja. Lima laki-laki semua, tujuh laki-laki semua. Ada ada yang anak laki anak perempuan. Banyakan kita anak laki per perempuan. Ada orang saya ketemu di Malang orang Arab. Ustaz saya punya keluarga nikah istri pertama anak laki atau kalau enggak salah perempuan. Perempuan semua 11 orang. 11 orang perempuan semua. Kemudian dinikah lagi sama istri kedua semuanya anak 11 lelaki semua. Luar biasa. Jangan ditiru ini. Cuma cerita. Cuma cerita. Jadi anak itu anugerah. Kalau anugerah kita syukuri. Syukuri dengan menjaganya, membimbingnya, mengarahkannya. Bukan cuma dikasih makan, bukan memanjakannya, mendidiknya agar dia mampu mandiri dan lain-lain. Karena kita akan ditanya tentang anugerah tersebut. Ibrahim berkata, "Rabbi habli minasihin." Anugerahkan aku anak yang saleh. Tibrahim ketika keluar dari Babilonia, dia masih muda. Fatan masih muda. Subhanallah. Dia baru dapat anak 60 tahun kemudian sekitar 60. Kan Ibrahim punya anak Ismail ketika usia 80 tahun. Kalau dia taruhlah umur dia 20, berarti dia menunggu berapa tahun? 60. 50-an tahunan. 60 tahunan baru dapat anak. Allah berfirman, "Fabasyarnahu bighulamin halim." Maka kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Halim. Ibrahim halim, anaknya juga halim. Inna Ibrahima laimun awahun munib. Ibrahim sangat halim, sangat penyabar. Anaknya juga, anak pertamanya juga halim. Itu Ismail. Di sini faabasyarnahu maksudnya bukan langsung dikabulkan. Tapi ketika kami akan mengabulkan akar dia punya anak, maka kami beri kabar gembira. Dia akan punya anak. Tapi Allah kasih isyarat ketika Allah mengatakan bigulamin halim. Anak yang sangat menyabar isyarat dia akan diuji anak ini. Akan diuji di kemudian hari. Dan benar akan diuji dengan ujian yang sangat berat. Sejak kecil sudah diuji. Sejak kecil sudah diuji. Kara lahir dari Hajar. Hajar pembantunya siapa? Sarah. Sarah karena lihat suaminya enggak punya anak sudah puluhan tahun udah bi nikah sama ini pembantu. Begitu nikah malah punya anak. Ketika punya anak dan tujuan Sarah agar Ibrahim punya anak tapi ketika sudah muncul sang anak dia cemburu. Begitulah perempuan tidak komitmen. Yang nyarikan istri siapa? Ayo. Sarah. Sunahnya Sarah. Siapa yang melakukan sunahnya Sarah? Nyarikan istri buat siapa? Suami. Yang nyarikan istri siapa? Sarah. Yang tujuannya agar punya anak supaya suaminya punya anak juga siapa? Saro. Ketika ada anak dia enggak kuat. Begitulah perempuan lemah. Akhirnya dia cemburu karena madunya punya sesuatu yang tidak dia miliki. Akhirnya dia bersumpah untuk melukai Hajar. Akhirnya Ibrahim harus bawa Hajar pergi jauh bersama putranya Ismail ke negeri yang gersang. namanya Makkah. Subhanallah. Dan itu sudah takdir Allah. Seandainya Sarah tidak cemburu, Ismail tidak di Makkah. Kalau Ismail tidak di Mekah, tidak ada Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Cemburunya Sarah tu sudah takdir Allah Subhanahu wa taala. Seandainya Sarah juga punya anak langsung, tidak. Tentu Ismail Ismail tidak muncul karena Sarah tidak akan mengizinkan Ibrahim nikah sama Hajar. Iya enggak? Kenapa Sarah mengizinkan bahkan menyuruh Ibrahim nikah sama Hajar? Karena Sarah tidak punya tidak punya anak. Jadi di balik semua musibah ada hi hikmah. Setelah Ibrahim punya anak dari Hajar baru Allah kasih saro anak yaitu is Ishak. Makanya kita ini kadang semua kejadian di luar nalar kita. Di luar nalar kita. Kalau nyaman-nyaman aja, nyaman-nyaman aja Ibrahim pergi kemudian nikah dengan Sarah punya anak. Selesai. Emang akan menikah dengan Hajar? Enggak. Kalau enggak ada hajar nikah enggak nikah dengan hajar tidak ada Ismail. Kalau Ismail enggak dibuang di Makkah enggak akan muncul Muham Muhammad. Ini semua sudah Allah siapkan takdirnya. Maka akhirnya wal hasil akhirnya Ismail Halim kata Allah kami akan berikan kepada engkau anak yang sangat penyabar. Sejak kecil sudah diuji. Maka pergilah dia bersama ibunya dipisahkan jauh. Kisah yang masyhur akhirnya dibekali dengan sekantong air minum dan sekantong kurma. Air minum habis, kurma habis. Akhirnya Hajar tidak lagi keluar asinya, air susunya tidak keluar. Akhirnya Ismail kesakitan. Akhirnya Hajar pun cari air, cari makanan ke Bukit Safa Marwah. Safa Marwah. Akhirnya Jibril datang ngeluarin air. Namanya air zam Zamzam. Maka kemudian Hajar di situ akhirnya ngerawat Ismail. Alkisah. Kisah panjang. Tapi kita bukan mau cerita itu. Akhirnya Ismail besar di sini kata Allah Subhanahu wa taala, "Falamma balag maahusya." Ketika anak itu sudah sampai pada umur yang bisa bekerja itu bisa bantu ayahnya, bisa menggantikan posisi ayahnya, bisa berburu sama ayahnya yaitu umur ada yang mengatakan banyak ahli tafsir mengatakan umur 13 tahun. Berapa tahun? 13 tahun. Maka Ibrahim diuji oleh Allah. diuji lagi. Pertama diuji dengan terpisah dari anak satu-satunya yang dia cintai. Sudah dinanti 60 tahun baru lahir. Bayang kalau doa nunggu 60 tahun anak baru lahir. Baru lahir suruh pisah. Sedih atau tidak? Sedih. Luar biasa pikiran anak saya gimana, gimana ibunya? Gimana anaknya, makan apa. Tapi ini ujian. Ketika anak tersebut sudah besar, sudah 13 tahun, sudah ganteng-gantengnya, sudah gagah-gagahnya, disuruh sembelih. ujian berikutnya. Jadi kalau kita perhatikan Ibrahim ini alaihi salam ini diberi gelar Khalilurrahman kekasih Allah yaitu yang dicintai oleh Allah itu Allah mencintainya dan dia mencintai Allah sehingga dia dipuji pada perkara-perkara yang dia cintai. Diuji pada perkara-perkara yang dia cintai. Bapaknya dia cintai harus kafir. Negerinya dia cintai harus dia tinggalkan. Istri yang dicintai hajar harus jauh darinya. Putra yang dia cintai harus jauh darinya. Putra yang dia cintai harus disembelih anak satu-satunya. Ketika itu belum ada anak, masih Ismail. Setelah itu baru lahir Ishak. Ishak lahir 13 tahun kemudian setelah peristiwa ini. Jadi Ismail umurnya 13 tahun menurut pendapat banyak ahli tafsir ketika itu maka Ibrahim mimpi. Mimpi bahwasanya dia menyembelih anaknya. Dan kita tahu mimpi para nabi adalah wahyu. Mimpi para nabi adalah wahyu. Dan mimpi adalah derajat wahyu terendah. Dan subhanallah, Ibrahim sekali mimpi langsung dia jalankan menunjuk imannya yang luar biasa. Mungkin dia tidak bilang, "Ah, ini cuma mimpi. Mungkin salah kali gak. Coba saya tunggu siapa tahu mimpi kedua." Ya, dia tidak tahu, "Ya Allah, benar enggak mimpi? Ya Allah, enggak ada enggak perintah yang lain, ya Allah? Masa ini perintahnya?" Gak ada. Ibrahim benar-benar tunduk dan patuh kepada Allah. Allah kasih perintah yang istilahnya isyarat, bukan perintah yang tegas, cuma mimpi. Karena wahyu yang paling rendah mimpi. Setelah itu mungkin ee malaikat Jibril turun. Yang paling tinggi adalah bicara langsung dengan Allah Subhanahu wa taala. Tapi derajat mimpi yang paling wahyu paling rendah pun akhirnya Ibrahim menjalankan. Dia mimpi dia datang kepada putranya Ismail. Ya bunayya inni aro fil manami anni fanzur maza tara. Wahai ayah, wahai putraku. Disebut dengan panggilan yang penuh k sayang. Wahai putraku, wahai ya bunayya, wahai putraku. Bahkan dia tidak mengatakan wahai ibni tapi putra kecilku." Yaitu bunayinya itu ditasghir putra kecilku. Ya, wahai anakku. Ini arao fil manami. Dan dia menggunakan fi'il mudhor' bahasa Inggris apa? Present tense itu continue. J searenakan sedang sedang di hadapan dia padahal mimpi sudah selesai. Tapi seakan berkata ya anakku saya sedang bermimpi dalam mimpiku aku. Ini menggunakan dengan fi'il mudhar seakan-akan kisahnya hadir di hadapan dia. Inni ar manami anni. Aku lihat dalam mimpiku aku menyembelih engkau. Fanzur maza taro. Bagaimana menurutmu wahai putraku? Kata para ulama, Ismail bisa saja kabur. Enggak mau. Enggak mau, Bi. Enak aja kabur. Kabur maka dia kafir seperti anaknya Nuh. Iya enggak? Nuh alaihi salam. Tapi Allah sudah bilang, "Kau akan punya anak yang sabar." Dan namanya anak sabar tidak mungkin diketahui kesabarannya kecuali diu diuji. Isyarat pasti diuji. Diuji sejak kecil. Dia sudah tahan ujian. Hidup tanpa ayah, hidup bersama ibunya. di tengah orang-orang yang bukan dari sukunya. Ya. Maka Ismail dengan tegar berkata, "Ya abat'al maha ayahanda, lakukanlah apa yang kau diperintahkan. Satajiduni insyaallahu minobirin." Kau dapati aku insyaallah termasuk orang-orang yang sabar. Makanya Ismail berjanji, "Insyaallah kau akan dapati aku termasar." Dia tidak sombong. Dia tidak bilang saya pasti sabar. Tapi dia mengatakan apa? Insya Allah. Ini kalimatul istianah untuk meminta pertolongan. Insyaallah dengan izin Allah saya akan apa? Sabar. Dan dia bukan mengatakan insyaallahu shobiron enggak, tapi dia mengatakan minasobirin. Aku akan termasuk dari rentetan orang-orang yang bersabar. Aku termasuk dalam golongan mereka. Insyaallah menunjukkan lebih lebih mantap lagi. Ya. Ya. Masih kang berkata, "Ayhahanda, bukankah engkau tahu banyak orang-orang sabar? Insyaallah saya termasuk mereka golongan orang-orang yang yang sabar. Makanya Allah berfirman, "Wadkur fil kitabi Ismail innahu kana shodiqal w'di." Dan bacakanlah kepada mereka tentang kisah Ismail dalam Al-Qur'an. Innahuana shodqal w'di. Dia menunaikan janjinya dan dia janji dia akan apa? Sabar. Di sini kita bingung ya, mana yang lebih hebat, Ibrahim atau Ismail? yang sabar menyembelih anaknya atau yang sabar untuk disembelih bapaknya. Mana yang lebih susah menurut antum? Hah? Bukan menyembelih bapaknya, menyembelih anaknya. Mana yang lebih susah? Menyembelih anaknya atau disembelih bapaknya? Dua-duanya berat. Dua-duanya berat. Maka dua ini orang hebat. Bapaknya halim, anaknya juga halim. Kan anaknya subhanallah ya namanya umur 13 masih pengin main-main. Ini nasibku ayahanda disembelih. Berat. Kita bayangkan Ibrahim ini anak satu-satunya, anak laki-laki satunya. Enggak ada anak yang lain. Terus disuruh sembelih. Dia tak mau punya anak dia enggak tahu apa enggak masih punya anak lagi. Enggak tahu. Keturunannya cuma dari jalur ini. Kalau dia mati selesai mau turun enggak ada keturunan. Allah belum kabarkan dia bakalan punya anak namanya Ishak. Belum. Maka ujian sangat luar luar biasa. Ismail juga dengan sabar. Wahai ayahanda, lakukanlah apa yang kau diperintahkan. Insyaallah kau dapati aku termasuk orang-orang yang yang sabar. Ini seorang jangan jangan terlalu pde jangan lupa sertakan apa? Insya Allah. Ya Allah ajarkan bagaimana Nabi Sulaiman lupa bilang insyaallah akhirnya gagal. Dia mengatakan atufanal laila tisatan atau miat imrah. Malam ini saya akan datangi 99 wanita. Saya akan gauli semuanya malam ini. Dan Allah akan melahirkan dan semuanya akan mengandung dan semuanya akan punya anak mujahid fisabilillah. Malaikat bilang qul insyaallah. Bilang insyaallah. Sulaiman lupa bilang apa? Insyaallah. Akhirnya dia gauli 99 tersebut. Luar biasa kuatnya Nabi Sulaiman. Jadi setiap wanita ejakulasi ejek sampai 99 kali ejaulasi semuanya digauli. Ternyata tidak ada yang mengandung, tidak ada yang melahirkan kecuali satu. Itu pun anaknya cacat. Karena lupa bilang apa? Insyaallah. Insyaallah ini berkah luar biasa. Makanya insyaallah jangan terlalu pde atau lupa. Ya kadang terlalu pede kadang lupa ya. Maka biasakan mengucap insyaallah. Dan benar akhirnya Ismail sabar. Allah berfirman, "Falamma aslama." Tatkala mereka keduanya pasrah. Aslama yaitu Islam yaitu menyerahkan urusan semua kepada Allah. Bertawakal sepenuhnya kepada Allah. Ini berat nak siapa yang bisa nyembelih putranya sendiri? Siapa yang kuat disembelih oleh ayahnya? Falama aslama. Ketika keduanya sudah berserah diri. Watallahu lil jabin. Kemudian Ibrahim membandingkan anaknya di pelipisnya. Jabin ee ini Jabin ini ya. Jabhah di tengah ini namanya jabin. Ada kanan ada apa? Kiri. Ini bahasa Indonesia apa namanya? Dahi ini. Kalau ini ya sudah itu namanya jebin pokoknya ya. ditaruh. Ada yang mengatakan, "Ibrahim tidak tega kalau nyembelih langsung ke depannya. Dia balikkan anaknya supaya ketika dia nyembelih dia tidak melihat wajah anaknya dan anaknya juga tidak melihat wajah ayahnya ketika sedang menyembelihnya. Sungguh berat." Maka dia mengurangi kepiluan. Ya udah, anakku kamu begini aja habis sembelih. Maka dibaringkanlah anaknya di atas pelipisnya. Ya, akhirnya ketika mau disembelih, Allah seru tidak perlu disembelih karena Allah ganti dengan domba yang besar. Wadainahu ay Ibrahim. Maka kami pun menyeru kepadanya, "Wahai Ibrahim Qodqya, sungguh kamu telah membenarkan mimpi itu. Kamu telah menjalankan mimpi yang diwahyukan kepadamu." Innakalika najzil muhsinin. Demikianlah kami memberi ganjaran kepada orang-orang yang berbuat kebajikan. Inna hadza lahual balaul mubin. Ini sungguh benar-benar merupakan ujian yang berat. Allah menamakan albalaul mubin. Ujian yang benar-benar apa? Berat. Ada yang menafsirkan balaul mubin maksudnya anugerah yang besar. Karena albala terkadang maknanya ujian, terkadang maknanya balaan hasanan. Yaitu anugerah. Tapi yang zahirnya ini adalah ujian. Allah mengatakan inna hadza lahual balaul mubin. Ini adalah ujian yang sangat berat. Waadainahu bidhin adim. Kami tebus fida, kami tebus dengan sembelihan yang besar. Ya, adapun sembelihan ini dari mana? Wallahuam. Ada yang mengatakan ini sembelihan yang dulu diserahkan oleh anak Adam ketika zaman dahulu. Kemudian disimpan di langit kemudian diturunkan kembali. Wallahuam bawab. Tapi intinya Allah kirimkan domba untuk mengganti Ismail. Dan ini mengajarkan kepada kita tentang kepatuhan kepada syariat Allah Subhanahu wa taala. meskipun tidak kita sukai, meskipun melawan hawa nafsu kita dengan tetap husnudan kepada Allah Subhanahu wa taala. Watarokna alai fil akhirin. Dan kami jadikan abadikan untuk Ibrahim pujian kepada beliau di kalangan orang-orang yang datang. Kemudian salamun ala Ibrahim keselamatan Ibrahimika najizil muhsin. Demikianlah kami berikan balasan kepada orang yang berbuat baik. Innahu min ibadinal mukminin. Dia termasuk hamba-hamm yang beriman. Kemudian Allah sebut tentang Ishaqarnahu bi ishaq nabiyam minihin. Dan kami beri kabar gembira kepada dia dengan seorang nama anak yang namanya Ishak akan menjadi nabi dan termasuk orang-orang yang saleh. Wabarakna alaihi wa ala ishak. Dan kami beri keberkahan kepadanya dan kepada Ishak. Waminriyatihima dan dari keturunan keduanya Ibrahim dan Ishak. Muhsinun wimun lfsihi mubin. Ada yang muhsin Islam baik dan ada yang berbuat zalim yaitu kafir yang nyata. Tib. Ini dalil bahwasanya yang disembelih oleh Ibrahim yang mau disembelih bukanlah Ishak, tapi apa? Ibrahim. E Ismail. Karena Allah sebutkan Ismail sebelumnya, "Fabasyarnahu bighulamin halim." Kami beri kabar gembira kepada dia dengan anak yang sangat sabar. Setelah itu Allah sebutkan pada ayat berikutnya setelah terjadi proses penyembelihan tadi Allah mengatakan wabasyarnahu biishaq nabi minihin. Dan kami beri kabar gembira. Ini kabar gembira yang kedua. Berarti kabar gembira pertama beda dengan kabar gembira yang kedua. Dan banyak dalil yang menunjukkan bahwasanya yang dimaksud dengan yang disimil adalah ismail. Pertama dia anak yang pertama, anak satu-satunya. Kita tahu anak pertama bukan Ishak. Ini kesepakatan Ahlul Kitab dengan kita. Anak Ibrahim yang pertama siapa? Ismail. Ya, anak satunya Ishak muncul belakangan. Kemudian dalam Al-Qur'an tadi Allah bedakan bisyarat yang pertama, bisyarat kedua. Yang berikutnya Allah mensifati Ishak dengan bighulamin alim wabasyaruhu bighulamin alim. Kami mereka beri kabar gembira kepada Ibrahim dan istrinya dengan anak yang berilmu. Adapun Ismail Allah bilang bigulamin halim beda dengan anak yang seenya penyabar. Ketika Ishak, Allah mengatakan bigulamin alim dengan anak yang berilmu. Berarti dua beda. Yang berikutnya bahwasanya syariat tentang penyembelihan dilakukan oleh orang Islam yaitu karena kejadian tersebut di Makkah. Sehingga diabadikan dengan Idul Adha, diabadikan dengan haji yang itu tidak dikenal oleh ahlul ahlul kitab. Sehingga yang benar adalah apa? Is Ismail. Oleh karenanya disebutkan ini saya sebutkan ee ee nukilan dari Thahir bin Asyur ketika beliau mengkritik ee apa kitab Kejadian Lama ya. Kisah tentang penyembelihan juga disebutkan dalam kitab Kejadian 22 tapi yang disembelih adalah Ishak bukan Ismail ya. yaitu pada kitab kejadian 22 ayat 1 ayat 2 saya bacakan sini ya. Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham ia berfirman kepadanya Abraham itu Ibrahim lalu sahutnya ya Tuhan. Firmannya Tuhan berkata, "Ambillah anakmu yang tunggal itu yang engkau kasihi yakni Ishak. Pergilah ke tanah Maria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan kukatakan kepadamu. Di sini dikatakan, "Ambillah anakmu yang tunggal, yaitu is Ishak." Padahal kita tahu yang tunggal dulu cuma is Ismail karena Ishak anak yang kedua. Sehingga sebagian ulama mengatakan ini tambahan. Ada kalimat yakni Ishak ini tambahan. Kemudian ee Ismail dan Ishak punya hubungan. Makanya ketika Ibrahim meninggal dunia disebutkan dalam Perjanjian mereka berdua menguburkannya. Saya bacakan pada kejadian 25. Dan anak-anaknya Ishak dan Ismail menguburkan dia dalam gua Makpela. Jadi yang menguburkan Ibrahim dua anaknya Ismail dan apa? Ishak. Mereka ada hubungan ya, ada kontak-kontak. Kalau seandainya yang dimaksud dengan Ishak, enggak mungkin disebut anak tunggalmu. Padahal Ismail sudah sudah ada. Bukan Ismail bukan anak yang hilang tidak ada kontak sama sekali. Enggak. Sehingga yang tepat kalau anak tunggal berarti harusnya siapa? Ismail. Ismail. Tib. Demikian juga dalam Al-Qur'an dalam surat Hud mengatakan ee biishaqo wabasyarnahu biishaq wami war Ishaqo Yaakub. Ya. Dalam surat Hud Fabasyarnaha bi Ishaq. Kami beri kabar gembira kepada istrinya yaitu Sarah bi Ishaq dengan dia akan punya anak namanya siapa? Ishak. Wami war Ishak Yaakub. Dan setelah Ishak akan punya cucu namanya Yakub. Jadi sebelum Ishak lahir malaikat sudah kasih kabar kepada Sarah. Kamu bakalan punya anak namanya siapa? Ishak. Apakah titik? Bukan titik. Masih lanjut. Ishak ini bakalan punya anak namanya siapa? Yakub. Seandainya kalau Ishak mau disembelih kan aneh lah. Kan kamu bilang katanya bakalan punya anak, ngapain saya suruh sembelih. Jadi ujian tersebut akan tidak ada maknanya karena Allah sudah ngabarin dia bakalan punya anak. Ishak ini akan punya anak namanya siapa? Yakub. Seandainya Ishak lahir kemudian tiba-tiba pada usia 13 tahun Allah bilang sembelih Ishak. Nabi Ibrahim bisa tanya, "Ya Allah, bukankah pertama kau sudah bilang dia bakalan punya anak? Kena belum punya anak suruh disembelih." Ya, berarti yang benar yang disembelih adalah siapa? Ismail di ee akhir ayat tadi Allah mengatakan setelah itu wabasyarnahu bi ishaq nabi minasihin. Setelah itu Allah beri kabar gembira setelah Ismail lahir juga akan lahir seorang anak namanya siapa? Ishak. Wabarakna wokna alaihi waa ishak. Kami beri berkah kepada Ibrahim dan juga kepada Ishak. Kemudian kata Allah, wamriyatihima dan dari keturunan keduanya muhsinun wimun linafsi mubin. Ada yang muhsin berbuat baik Islam dan ada yang zalim kafir musyrik. Ini dalil bahwasanya keturunan Ibrahim dan Ishak tidak semuanya muslim. Syaukani agak tegas. Dia mengatakan ini menunjukkan bahwasanya keturunan para nabi tidak harus muslim, mukmin tidak harus. Di antara bukti bahwasanya ada keturunan Nabi yang kafir anaknya siapa? Nuh alaih salam. Dan kita semua ini manusia alam semesta semuanya keturunan Nabi Nuh. Entah cucu seberapa. Karena Allah mengatakan walnriyatahu humul baqin. Kami jadikan keturunannya itulah yang tersisa. Kita semua ini adalah anak Adam disebut alabul awal. Bapak yang pertama, nenek yang pertama. Nenek moyang yang kedua adalah Nuh. Karena ketika turun hujan deras kemudian banjir maka seluruh manusia binasa kecuali Nuh dan pengikutnya sekitar 80 orang. Dan dari 80 orang itu yang keturunannya bertahan cuma keturunan Nabi Nuh. Maka ahli sejarah menulis, "Oh, kalau Nabi Nuh punya anak ada namanya siapa? Siapa? Syam. E Sam, Ham, Yafit, kemudian siapa? Ini keturunan ini, ini keturunan ini, keturunan ini. Ya. Dan ternyata anak-anak Nabi Nuh ada yang kafir, ada yang mukmin. Maka khurafat yang mengatakan keturunan Nabi pasti mukmin. Khurafat tidak benar. Gak ada dalilnya. Enggak ada dalilnya. Orang-orang Yahudi keturunan Yakub bin Ishaq. Orang baik apa orang bejat? Orang bejat. Jelas ya. Yang bilang kita keturunan Nabi pasti saleh. Eh gak benar. Allah mengatakan di antara keturunannya ada yang baik dan ada yang tidak tidak baik. Ya Rasulullah bersabda, "Man lam yusri amaluhu man bihi amalum bihi nasabuh." Siapa yang amalnya pelan, nasabnya tidak bisa mempercepatnya. Jangan sampai kemudian mengatakan, "Saya keturunan Nabi seperti emas. Mau ditaruh di comberan mana pun tetap emas. Ini dari setan. Nasab itu nomor dua. Yang pertama adalah amal saleh. Inna akramakumallahi atqokum. Karena sebagian orang mengatakan demikian. Sebagian orang yang penting kita turunan siapa? Darah biru. Coba emas. Emas taruh comberan tetap emas enggak? Iya emas. Emas comberan bilang. Jadi kadang-kadang orang terpedaya. Jadi ini saja ikhwan dan akhwat dirahmati Allah Subhanahu wa taala tentang kisah Nabi Ibrahim Alaih Salam. Dan kita ambil faedah bahwasanya Allah menguji seorang Allah cintai seperti Ibrahim dengan perkara-perkara yang dicintainya untuk membuktikan bahwasanya dia lebih mencintai Allah daripada perkara-perkara yang dia cintai. Ya, ternyata untuk meraih predikat kekasih Allah tidak mudah. Allah berfirman, "Wa Ibrahim alladzi waffa." Yang Ibrahim dia menunaikan segala perintah Allah Subhanahu wa taala. Ya. Waala Ibrahimuhu bikalimatin faatamahun. Ketika Allah menguji Ibrahim dengan perintah-perintah, Ibrahim menyempurnakan perintah-perintah Allah tersebut. Semakin seorang menjalankan perintah Allah dengan tulus, dengan ikhlas, dengan pasrah, maka kedudukannya semakin tinggi di sisi Allah Subhanahu wa taala. Dari situ kalau seorang diberi kelebihan harta, jangan lupa untuk menjalankan syariat udhiyah. Dan itu salah satu bentuk syukur yang terbaik. Makanya Allah subhanahu wa taala berfirman ketika memberikan telaga e sungai Alkautsar kepada Nabi. Kata Allah subhanahu wa taala, "Innaakal kautar fasholli labiabbika wanhar. Sesungguhnya kami telah memberikan kepada engkau wahai Rasulullah sungai Alkautsar, sungai terbaik di surga sana." Kalau begitu kata Allah, "Fasabbih." Kalau begitu eh fasolli labika wanhar, kalau begitu salatlah engkau dan menyembelihlah. Maka di antara bentuk bersyukur atas nikmat yang terbaik dua, salat dan menyembelih. terkait dengan ibadah keseharian adalah salat dan terbaik terkait dengan harta. Ibadah harta dengan menyem menyembelih. Oleh karenanya kalau ada kelebihan harta jangan lupa untuk menyembelih dan sunahnya disyiarkan. Ini salah satu ibadah yang sunahnya disyiarkan. Jadi nyembelih sendiri ya kalau tidak berani ya hadir yang mending ikut apa berzikir di situ ya. Tapi kalau bisa nyembelih sini itu lebih baik ya. Demikian saja sampaikan subhanakamalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.