Transcript
vZImMAdVeYs • Cari Muka Sama Allah - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2453_vZImMAdVeYs.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufikihi wamtinani asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh da ridwani allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali ini kita akan bahas bagaimana kita menjalin hubungan yang terbaik dengan pencipta kita Allah Subhanahu wa taala. Kita tahu banyak orang yang memperhatikan bagaimana hubungan dia, interaksi dia dengan sesama manusia ya. bagaimana dia bisa menjadi istimewa di tengah-tengah manusia, menjadi ya pusat perhatian, dipuji, disanjung, dan bagaimana dia bisa berinteraksi yang menguntungkan dia ya. Sehingga sampai-sampai ada namanya fannut taamul, yaitu seni berinteraksi dengan sesama. Ya, tentunya hal ini adalah baik seorang berusaha agar dia bisa berinteraksi yang baik sesama manusia. Ya. Dan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam juga mengajarkan hal ini dengan dalam banyak hadis-hadisnya. Bagaimana seorang berinteraksi dengan orang tuanya, dengan istrinya, dengan anaknya, dengan tetangganya, dengan kawannya. Ya. Dan ini tentu hal yang baik jika diniatkan karena Allah subhanahu wa taala. Tetapi yang lebih baik daripada itu, yang lebih penting bagaimana interaksi kita dengan Allah Subhanahu wa taala. Bagaimana hubungan kita dengan Allah Subhanahu wa taala? Karena siapa yang interaksinya dengan Allah, hubungannya baik, maka sesungguhnya Allah akan memudahkan dia untuk bisa menjalin hubungan baik dengan sesama manusia. Inilah wasiat yang sering disampaikan oleh para salaf. Di antaranya diriwayatkan dari imam kota Makkah di zamannya yaitu Sufyan Ibnu Uyainah rahimahullahu taala. Beliau berkata, "Kanal ulama fima mad yau ba'duhum ba'din haulail kalimat." Dahulu para ulama saling mengirim surat di antara mereka, yaitu mengingatkan di antara mereka dan mereka para ulama. Ini pembahasan di kalangan para ulama, bukan di kalangan orang awam. Mereka saling mengingatkan dan mereka mengingatkan beberapa nasihat. Apa nasihat tersebut yang mereka saling mengingatkan bahkan mereka menulis surat satu dengan yang lainnya. Man aslaha sariratahu aslahullahu ala niyatahu. Siapa yang memperbaiki apa yang tersembunyi pada dirinya yaitu hubungan dia ketika dia tatkala bersendirian ternyata dia seorang yang baik. Aslahu maka Allah akan perbaiki yang zahir darinya. Kalau yang batin darinya, yang tersembunyi darinya dia perbaiki, maka Allah akan memperbaiki yang lahir darinya atau yang tampak darinya. Masihat yang pertama. Yang kedua, waman aslaha ma bainahu wa bainallah aslahullahu ma bainahu wainanas. Siapa yang perbaiki hubungan antara dia dengan Allah Subhanahu wa taala, maka Allah akan membuat baik hubungan antara dia dengan manusia. Ini yang kita bahas ya. Memperbaiki hubungan kita dengan Allah subhanahu wa taala maka niscaya Allah akan memperbaik hubungan dia dengan manusia. Yang ketiga, waman amila liakiratihi kafahullahu amr dunyahu. Siapa yang beramal untuk akhiratnya, niscaya Allah akan mencukupkan perkara dunianya. Hadis ini, riwayat ini diriwayatkan oleh Ibnu Abid dunya dalam kitab Al Ikhlas dan juga disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam Majmu Alfatawa. Ini adalah wasiat yang dulu diperhatikan oleh para salaf bukan di kalangan orang awam di antara mereka bahkan di kalangan para ulama. Ini tiga tiga perkara yang penting. Bagaimana dia berusaha baik ketika bersendirian, baik ketika tidak ada orang yang melihatnya, batinnya baik, maka niscaya Allah akan memperbaiki zahirnya di hadapan manusia. Yang kedua, siapa yang memperbaiki hubungan dia dengan Allah, maka Allah akan perbaiki hubungan dia dengan manusia. Dan yang ketiga adalah siapa yang beramal untuk akhiratnya, kegiatan kesehariannya, aktivitasnya, pekerjaannya, dia keluar rumah sampai balik lagi hanya untuk akhirat, hanya untuk Allah, maka Allah akan cukupkan urusan dunianya. Ini wasiat yang agung yang diwasiatkan di kalangan para para salaf. Maka mungkin orang bertanya kepada kita, "Bagaimana hubunganmu dengan orang tuamu?" ya kita mungkin bisa jawab ya dan kita berusaha jawab dengan jawaban yang baik. Mungkin ada yang bertanya juga, "Bagaimana interaksimu dengan istrimu?" Ya, masing-masing punya jawaban. Bagaimana interaksimu dengan kakak adikmu? Masing-masing punya jawaban. Yang lebih penting daripada itu semua pertanyaan, "Bagaimana interaksimu dengan Allah Subhanahu wa taala? Bagaimana keterkaitanmu antara engkau dengan Allah? Bagaimana hubungan batinmu antara engkau dengan penciptamu yang menentukan kebahagiaanmu atau penderitaanmu yang menentukan ya bagaimana ya apakah engkau hidup dengan tentram atau dengan sengsara yang menentukan rezekimu Allah subhanahu wa taala. Maka sungguh menakjubkan kalau ada seorang kemudian dia perhatian terkait interaksi sama manusia luar biasa. Tapi ternyata interaksi antara dia dengan Allah tidak dia pedulikan sama sekali. Masyaallah. Kalau ketemu orang murah senyum kalau ada yang apa datang maka dia murah mudah untuk membantu ringan tangan. Ya, kalau dengan istrinya masyaallah ya, dengan orang tuanya masyaallah, dengan tetangganya, tapi ternyata hubungan dia dengan Allah tidak tidak baik. Ini adalah hal yang sungguh merugikan orang tersebut. Maka kita semua malam ini berasa berusaha untuk belajar memperbaiki hubungan kita dengan Allah Subhanahu wa taala agar hidup kita tentram di dunia terlebih lagi di alam barzakh, terlebih lagi di akhirat kelak. Tayib. Bagaimana cara kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah Subhanahu wa taala? Intisari dari agar kita bisa memperbaiki hubungan kita dengan Allah itu bagaimana kita bisa bertauhid dengan tauhid yang benar dan ikhlas dengan ikhlas yang benar. Karena kalau kita bertauhid maka apapun yang kita lakukan karena Allah Subhanahu wa taala. Kalau kita ikhlas apa yang kita lakukan semuanya demi mencari perhatian Allah Subhanahu wa taala. Kalau saya boleh kasih judul kajian kita malam ini. Saya mungkin kasih judul bagaimana cari muka sama Allah Subhanahu wa taala. Kalau saya boleh kasih judul dengan judul yang mungkin mudah dipahami. Kita terbiasa cari muka sama manusia, cari muka sama kerabat, cari muka sama tetangga, cari muka sama publik, ya cari muka sama masyarakat. Sekarang kita belajar gimana cari muka sama Allah subhanahu wa taala. Bagaimana Allah lebih perhatian kepada kita sehingga hubungan kita semakin baik. Ya, kalau hubungan kita baik, Allah lebih perhatian sama kita. Nah, ini yang mau kita bahas. Gimana cara yang tepat agar kita bisa cari perhatian Allah Subhanahu wa taala. Karena kalau orang-orang sudah hubungannya kuat dengan Allah, selalu dia ingat Allah Subhanahu wa taala. Selalu dia ingat Allah Subhanahu apapun yang dialami selalu sandarannya adalah Allah Subhanahu wa taala. Karena hubungannya kuat. dengan kuat dia selalu husnuzan kepada Allah Subhanahu ini di antara buah dampak baik kalau kita punya hubungan baik dengan Allah subhanahu wa taala. Setiap ada permasalahan, setiap ada problem, bahkan setiap ada keberhasilan selalu kita sandarkan kepada Allah subhanahu wa taala. Sebagai contoh, Allah menyebutkan tentang kisah Nabi Musa Alaih Salam. Nabi Musa yang ee hubungannya dengan Allah sangat sangat kuat sehingga setiap ada problem dia selalu ingat Allah Subhanahu wa taala. Allah sebutkan dalam surat Al-Qasas ketika terjadi apa yang terjadi? Ketika ada seorang dari Bani Israil bertengkar dengan seorang dari pengikut Firaun, maka akhirnya pengikut dari Bani Israil yaitu sekampung dengan Musa, se seras dengan Nabi Musa. Maka dia minta tolong ya dia minta tolong kepada Nabi Musa. Kata Allah, "Fastagahulladzi minyi alladzi min aduwihi." Maka orang yang dari golongan Musa minta tolong kepada Musa Alaih Salam untuk melawan orang dari golongan musuhnya itu dari Firaun. Fawakazahu Musa faq alai. Maka Nabi Musa pun mukulnya. Akhir orang itu pun meninggal dunia. Situ Nabi Musa langsung ketika dia salah langsung dia ingat Allah Subhanahu wa taala. Allah abadikan. Ketika Allah berkata, "Fawakazahu Musa faq alaih." Nabi Musa memukul dia tidak bermaksud untuk membunuhnya. Tapi Musa Alaih Salam ini terlalu kuat orangnya terlalu kuat ya. Makanya disebutkan dalam kisah ketika dia beliau alaih salam mandi kemudian dia taruh bajunya di atas batu kemudian batunya pergi bawa bajunya maka dia pun kejar batu tersebut. Dia berkata, "Ya Hajar Tsubi, wahai Hajar batu bajuku jangan pergi." Namun batu tersebut tetap berjalan. Akhirnya Musa Alaih Salam memukul batu tersebut. Dia kejar, dia pukul dengan mungkin enam atau tujuh pukulan sehingga nampak bekas pukulannya di batu. Luar biasa. Kapalan tangganya terbekas di batu. Kalau kita mukul batu, ada bekas batu di tangan kita. Ya maksudnya Nabi Musa sangat kuat. Dan para ulama mengatakan dia tidak bermaksud membunuh orang tersebut sehingga dia dikategorikan dosa kecil karena dia tidak sengaja. Dia tidak sengaja ternyata orang tersebut meninggal. Tapi dia langsung bertobat. Ketika itu kembali kepada Allah, langsung dia berkata, "Ya, hadza min amali setan." Ini dari perbuatan setan. Innahu aduun mudillum mubin. Sungguhnya adalah musuh dan penyesat yang nyata. Kemudian beliau berkata, "Qala rbi inniamtu nafsi fagfirli." Ya Rabbku, ampunilah dosaku. Sesungguhnya aku telah menzalimi diriku, telah berbuat maksiat, kesalahan karena telah mengakibatkan orang tersebut mati. Maka ampunilah aku. Kata Allah, fagofaralah. Maka Allah pun mengampuninya langsung. Fagofaralah. Interaksi yang beliau minta ampun langsung Allah apa? Ampuni. Kenapa? Karena hubungan antara beliau dengan Allah sangat sangat kuat. Innahu hual gfurur rahim. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Beliau langsung berkata lagi, qabbi bima anamta alaiya falan akunir lil mujriminin. Kemudian dia berikrar kepada Allah, "Ya Allah, karena nikmat yang Kau berikan kepadaku, aku tidak akan menolong lagi orang yang melakukan kesalahan." Tib. Akhirnya Nabi Musa ketahuan telah membunuh anak buah Firaun. Maka dia pun dijadikan buronan oleh Firaun dan bala tentaranya. Mereka ingin cari Musa untuk dibunuh. Ya. Maka datanglah seorang beri nasihat kepada Nabi Musa dengan berkata, "Ya Musa inal inih." "Wahi Musa, sesungguhnya orang-orang telah bermusyawarah, bersepakat untuk membunuhmu. Kaburlah dari negeri ini. Sesungguhnya aku beri nasihat kepada engkau." Ketika dia kabur, kata Allah, "Fakaraja minha khanataraqab." Maka dia keluar dengan ketakutan. Karena ini dia masih di areal Mesir dan areal Mesir seluruhnya kekuasaan Firaun dan anak buah Firaun di mana-mana. Dia taraqqab, dia menanti-nanti bisa saja keburukan menimpanya kapan-kapan saja. Makanya yataraq sambil menanti-nanti siapa tahu ada keburukan menimpanya. Lantas dia berkata, "Qbij najjini minalizalimin." Langsung berdoa kepada Allah, "Ya Allah selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim." Jadi kalau hubungan dengan Allah kuat, sedikit-sedikit ada apapun segera kembali kepada siapa? Kepada Allah Subhanahu wa taala. Kemudian dia pun berjalan ya walam tawajhat tilqadyan. Maka dia meninggalkan Mesir menuju Madyan. Kalau dipeta Mesir ke Madin itu sangat jauh. Mesir di benua benua Afrika, Madian di benua Asia. Ada khilaf Madyan tempatnya di mana? Ada yang mengatakan di Yordan, ada yang mengatakan di Tabuk. Intinya benua lain. Maka dia berjalan ratusan kilo. Maka dia berkata, "Asabi ayyahdiani sawa asabil." Semoga Allah menunjukkan kepadaku jalan yang tepat. Subhanallah. Berdoa lagi kepada Allah subhanahu wa taala. Akhirnya Allah sampaikan dia ke negeri Madyan. Ketika sampai negeri Madyan, dia mendatangi ada sumur. Ternyata banyak orang-orang yang ambil air. Ternyata ada dua wanita yang tidak mengambil air. Maka Musa datang kepada wanita tersebut. Dia kasihan. Dia mengatakan, "Kenapa kalian tidak ambil air bersama mereka? Kabir kami ndak bisa ambil air sampai orang-orang semua pergi. Sebenarnya ayah kami yang tugasnya ngambil air kerjaan lelaki, tapi ayah kami sudah tua." Kata Allah, "Fasaqalah." Ya. Maka Musa pun mengambil air untuk mereka berdua. Tawalla ilil. Dan dia pun bernaung di bawah sebuah pohon karena dia kelaparan. Karena tadi dia kabur dari Mesir tidak bawa bekal, langsung kabur. Tidak bawa bekal, tidak naik kendaraan. Sampai disebutkan beliau makan daun-daun sampai nampak warna hijau di tubuhnya karena banyak daun yang beliau makan. Kemudian beliau di bawah naungan pohon, beliau berkata, "Rabbi inni lima anzalta ilaiya min khairin faqir." Ya Allah, sungguh aku ini sangat fakir, sangat butuh akan kebaikan yang Kau berikan kepadaku. Kembali lagi kepada siapa? Allah berdoa kepada Allah maka Allah kabulkan. Ternyata Nabi Musa lapar. Dalam sebagian dalam sebagian riwayat sebagian salaf menafsirkan, "Nabi Musa minta roti kepada Allah Subhanahu wa taala." Akhirnya benar diundang makan sama wanita yang ditolong tadi. Maka datanglah wanita tersebut. Faja'at ihdah tamsi alasya. Maka datanglah salah seorang tersebut datang malu-malu kemudian berkata, "Ya Musa, wahai ee Musa, sungguhnya ayahku mengundangmu. Inna abi yaduka liyajziaka ajraqitana." Sungguhnya ayahku, ayahku mengundangmu untuk memberi ganjaran karena kau telah membantu kami mengambil air. Akhirnya Musa pun datang kemudian ngobrol sama ayahnya. Akhirnya wanita ini tertarik dengan berkata, "Wahai ayahanda, istajirhu. Jadikanlah Musa pekerja. Engkau kan sedang mencari tukang kebun. Inir manjar alqawul amin." Sebaik-baik orang yang kau yang kau jadikan pekerja adalah yang kuat dan amanah. Akhirnya ayahnya menawarkan pekerjaan. Q inu hij. Wahai Musa, aku ingin menikahkan engkau." Ya, bukan dikerjakan saja, tapi langsung di nikahkan. Ya, mumpung ada orang saleh, kapan lagi dapat ketemu orang orang saleh. Sementara putri-putrinya masih ee jomblo, jomblowati, ya. Maka dia berkata, "Aku ingin nikahkan engkau dengan salah satu dari dua putriku ini dengan syarat kau jadi tukang kebun ngurus kambing selama 8 tahun." Hijaj. Kalau ternyata kau kerja sampai 10 tahun terserah engkau. Aku tidak ingin merepotkan engkau. Insyaallahu minihin. Kau akan dapati aku orang yang yang baik. Jadi Musa kalau mau nikah sama putriku suruh kerja jadi tukang kebun berapa tahun? 8 tahun. Berat atau ringan? Berat atau ringan? Ringan ya. 8 tahun bayar mahar, tapi Musa alaihi salam terima. Ya, ini dalil bahwasanya akad pernikahan itu akad yang sakral. Sampai Musa rela menghabiskan waktunya 8 tahun bahkan kata para ulama 10 tahun untuk membayar mahar tersebut. Kata Nabi Musa alaihi salam, "Qala dalalika baini wainak." Ini antara aku dengan engkau. Ayyamal ajalaini qitu fala udwana alai. Ya satajiduni. Insyaallah. Kalau wallahuak kata Nabi Musa, "Mana yang saya lakukan? Apakah 8 tahun atau 10 tahun?" Ya, maka itu terserah saya ya. Kemudian kata Nabi Musa, "Wallahu ala ma naquulu wakil." Allah yang menjadi saksi, menjadi ee apa namanya? Perwakilan atau tempat kita bersandar atas apa yang kita sepakati. Kembalikan lagi kepada siapa? Allah Subhanahu wa taala. Demikianlah seorang yang hubungannya baik dengan Allah Subhanahu wa taala. Dalam masalah apapun selalu Allah. Selalu Allah. Kenapa dia bisa demikian? Karena dia sangat mudah husnuzan kepada Allah subhanahu wa taala. Karena selama ini hubungan dia dengan baik. Baik dengan Allah subhanahu wa taala. Lain halnya ketika seorang hubungannya tidak baik maka sangat sulit dia berhusnudan kepada Allah subhanahu wa taala. Yang ini dijelaskan oleh Ibnu Qayyim dalam kitab Aljawabul Kahfi. Kalau seorang tukang maksiat ya ketika bersendirian maksiat jauh dari perintah-perintah Allah, semangat melakukan larangan-larangan Allah subhanahu wa taala, apapun yang menimpanya dia sulit mengatakan saya serahkan kepada Allah. Saya serahkan. Susah. Karena dia tahu hubungan dia dengan Allah tidak tidak baik. sehingga dia senantiasa suuzan, jangan-jangan begini, kayaknya nasib saya begini, kayaknya begini, kayaknya tidak ada solusi, kayaknya semua ee solusi tertutup, tidak ada jalan keluar, selalu suudon sehingga dia stres, sehingga dia hidupnya susah. Kenapa? Karena tidak ada tempat bersandar. Bagaimana dia bersandar kepada Allah sementara hubungan dia dengan Allah buruk. Maka di antara faedah utama seorang ketika hubungan Allah baik, maka dia mudah bersendar bersandar kepada Allah subhanahu wa taala. Ibarat kita enggak usah bicara Allah. Walillahil matalul a'la. Allah memiliki perempuan yang tinggi. Kalau misalnya kita tinggal suatu kota, kita punya hubungan baik dengan gubernur atau bupati kota tersebut, kita gampang kapan-kapan kita bisa kontak. Eh, dia kenal saya baik kok. Oh, tenang. Ada masalah tenang. Saya bisa apa telepon tenang. Karena hubungan kita baik dengan ee kepala daerah tersebut. Bagaimana lagi ketika yang yang melindungi kita, yang mengurusi kita adalah Allah Subhanahu wa taala. Maka perbaguslah hubungan kita dengan Allah. Cari muka kepada Allah sehingga kita dekat dengan Allah dan apapun yang kita hadapi insyaallah kita tenang. Kenapa? Hubungan saya dengan Allah baik. Insyaallah. selalu berdoa, berzikir ya dekat dengan Allah, berusaha mengenal Allah Subhanahu wa taala. Kita merasa diperhatikan oleh Allah Subhanahu wa taala. Ini menjadikan hidup menjadi tentram, tenang, dan bahagia. Sebesar apapun permasalahan yang kita hadapi, sebesar apapun permasalahan yang kita hadapi, sesulit apapun permasalahan kita hadapi, kalau hubungan kita dekat dengan Allah, maka akan membuat kita tentram dan tenang. Tayib. Jadi tadi sekedar contoh bagaimana sosok Nabi Musa Alaih Salam yang selalu setiap permasalahan kembali kepada kepada Allah. Selalu kembali kepada Allah. Selalu menyerahkan kepada Allah. Bahkan ketika dia berperjanjian Allah menjadi saksi atas apa namanya akad-akad kita berdua. Tayib. Ustaz apakah mungkin Allah memperhatikan kita kalau kita cari muka? Mungkin. Kita semua ini makhluk Allah Subhanahu wa taala. Dan ketahuilah Allah ngurusin kita person demi person satu persatu. Bukan seperti misalnya kepala negara atau presiden atau gubernur atau bupati, mereka tidak bisa ngurus kita satu persatu. Sehingga di mereka harus punya anak buah. Anak buah itu juga harus punya anak buah. Kenapa mereka tidak mampu ngurus satu persatu? Adapun Allah Subhanahu wa taala ngurusi seluruh makhluknya satu persatu. Jangankan antum, jangankan manusia, jangankan kita, makhluk selain kita, hewan-hewan diurusi oleh Allah subhanahu wa taala. Allah berfirman, "Waayyim min daabah la tahmilu rizqoha." Allahu yarzuquha waakum. Betapa banyak hewan melata tidak bisa ngurusin rezekinya. Artinya hewan kalau kita secara kasat mata dia enggak mampu ngurus rezekinya. Kenapa? Akal dia tidak seperti akal manusia. Kalau manusia kan cari rezeki, bisa inovasi ya, bisa ngibulin orang. Cara-cara cari duit tuh banyak ya begini bohongin orang ini akalnya banyak ya. Hewan akalnya tidak ada ya. Tetapi Allah bilang Allah urusin rezekinya. Way dain tahmilu rizqoha. Betapa banyak hewan yang tidak bisa ngurusin rezekinya. Allahuquha. Allah yang kari rezeki kepada binatang-binatang tersebut. Wa iyakum dan juga kalian. Apalagi kalian. Jadi Allah ngurusi, jangankan kalian, Allah ngurusi juga hewan-hewannya dengan cara Allah. Diberi instinglah, disediakanlah dibuat ee apa misalnya ekosistemlah urusan Allah Subhanahu wa taala. Tapi Allah urus semuanya. Jangankan kita diketahui oleh Allah, bahkan daun yang gugur pun Allah tahu. Waahuatihul gaibi yamillahu barah wqtin yam. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Di sisinya adalah ilmu gaib. Tidak ada yang mengetahui ilmu gaib tersebut kecuali Allah subhanahu wa taala. Dan Allah mengetahui ma fil bar." Semua yang di dataran di daratan Allah tahu semuanya. Semua yang di daratan, hewan, benda mati, batu, tumbuh-tumbuhan semua Allah tahu. Wafil bahri. Dan semua yang di lautan Allah pun tahu. Kerang-kerang, hewan-hewan, ikan-ikan ya semua Allah tahu. Tumbuh-tumbuhan, rumput laut Allah tahu semuanya. Sampai Allah mengatakan wqt yam tidak ada satu daun pun yang jatuh kecuali Allah tahu. Daun di atas muka bumi ini ada berapa, Ikhwan? Ada yang pernah hitung? Daun sangat banyak. Pohon aja sangat banyak. Satu pohon berapa daunnya? Setiap daun Allah tahu person-person. Satu satu daun demi daun. Kenapa? Karena semua itu ciptaan Allah. Dan Allah berkata, "Ala yalamu man khalaq." Bukankah yang menciptakan tahu tentang apa yang diciptakannya? Bukankah kreator tahu tentang kreasinya? Itulah Allah Subhanahu wa taala. Dengan demikian Allah ngurusi kita persoalan. Allah berfirman, "Afaman hua qoimun ala kulli nafsin bima kasabat?" Apakah sama seperti Allah Subhanahu wa taala yang mengurusi qoimun ala kulli nafsin mengurusi setiap jiwa atas apa yang dia lakukan. Allah ngurusi satu demi satu. Kita ini diurus satu demi satu. Apa kata eh Albagawi? A hafiduha waoquha waimun biha wa mujaziha bima amilat. Allah yang menjaga setiap jiwa. Allah yang memberi rezeki setiap jiwa. Allah yang ngerti tetap setiap jiwa. Dan Allah akan memberi balasan baik atau buruk bagi setiap setiap jiwa. Ini perkataan Albagawi dalam tafsirnya. Kemudian juga Ibnu Asur dalam tafsirnya tahrir wat tanwir dia berkata, "Mutawalliha wudabiruha jamihaqi waljali walimuahwaliha waaliha." Dialah Allah Subhanahu wa taala yang mengurusin setiap jiwa, yang mengaturnya dalam segala urusannya. Baik dalam penciptaannya, penentuan ajalnya, rezekinya, dan Allah tahu kondisi seluruh kondisinya dan Allah tahu seluruh amal perbuatannya. Jadi Allah nunggu si satu demi satu. Saya beberapa waktu yang lalu ada orang Om tanya sama saya, "Ustaz, saya ditanya sama orang, kamu ngapain berdoa-berdoa terus? Allah belum tentu dengar doamu. Allah belum tentu ngurusin kamu. Kamu siapa?" Subhanallah. Bikin orang juga akhirnya enggak mau apa berdoa. "Iya emang saya siapa?" Ya. "Ya, saya ciptaan Allah." Saya bilang, "Itu salah. Karena Allah ngurusin kita satu demi satu. Allah mengetahui makhluknya satu demi satu. Beda dengan saya kata tadi para penguasa. Para penguasa gak usah penguasa pemilik perusahaan dia punya anak buah 10.000 dia enggak bisa ngurus satu demi satu. Gak bisa mendengar curhatan 10.000 orang tersebut. Mau dengar api kalau demo dia kabur. Dia butuh direksi. direksi butuh ini, butuh ini, butuh ini. Dan dia hanya bisa mendengar sebagian dari curhatan mereka. Itu kalau manusia yang penuh banyak keterbatasan. Tapi Allah Subhanahu wa taala jangan saya bilang, "Jangan antum bapak, hewan saja Allah urusin. Jangankan antum bapak Allah tidak bagaimana Allah tidak dengar doa antum sementara daun jatuh saja Allah urusin." Kenapa saya sampaikan ini? Agar kita yakin bahwasanya kita ini bisa cari muka sama Allah. Jangan, jangan, jangan, jangan kita pikir, "Ah, saya ini siapa sih? Emang saya kalau puasa kalau baca Quran, emang Allah tahu? Emang Allah ngurusin saya? Allah ngurusin kita satu person demi person, satu demi satu." Sampai ada orang yang tidak diduga, dikenal ternyata terkenal di sisi Allah. Contoh siapa? Uwais al-Qarani Uwais Al-Qarani kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Khairut tabiin." Sebaik-baik apa? Tabiin. Uwais al-Qarani tidak terkenal. Bahkan dituduh yang tidak-tid kaumnya. Tetapi Allah kenal Uwais. Allah kabarkan kepada Nabi dan Nabi kabarkan kepada Umar. Kata Nabi kepada Umar, "Wahai Umar, akan ada seorang dari pasukan Yaman namanya Uwais dari Qaran, dari Murad. Carilah dia. Kalau kau ketemu dia, minta agar dia doakan engkau agar kau diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Sungguhnya dia dulu punya penyakit baros di sekujur tubuhnya. Kemudian dia berdoa, maka disembuhkan kecuali seukuran dirham di bagian perutnya. Dan dia punya ibu dan dia berbakti." Subhanallah. Akhirnya Umar setelah wafatnya Nabi Umar jadi khalifah. Jaa amdad min ahlil Yaman. Kalau ada pasukan datang dari Yaman, pasukan tambahan untuk berjihad maka Umar tanya, "Afikum Uwais?" "Adakah kalian seorang namanya Uwais?" Cari sampai ketemu. Akhirnya ketemu Uwais. Ini Uwais. Umar bertanya, "Kau Uwais Alqarani dari Murad?" "Iya, Amirul Mukminin. Dulu kau punya ibu terus kau berbakti sama dia." Uh, dia kaget ini kok tahu dari mana? Dulu kau punya penyakit terus kau berdoa disembuhkan oleh Allah. Dari mana Anda tahu? Dia ke akhirnya Islam dia sembunyikan. Dia tidak pernah publish di YouTube atau di Facebook. Saya ini loh dulu sakit kemudian sembuh karena saya berdoa. Saya wali Allah doa saya dikabul. Gak juga. Dia juga enggak pernah juga. Dia diam-diam aja. Bahkan ketika dia berdoa dia minta kepada Allah agar tidak disembuhkan secara total. Dia pengin disisakan agar dia selalu ingat dia dulu pernah sakit. Agar dia tidak lupa dengan nikmat Allah. Karena manusia suka lupa dengan nikmat Allah Subhanahu wa taala. Maka dia sampai heran, "Dari mana Anda tahu? Yang kasih tahu Umar siapa?" Rasulullah. Yang kasih tahu Rasulullah siapa? Allah. Berarti Allah ngurusin seorang makhluk di ujung sana di Yaman yang tidak ada yang ngurusin dia, tidak terkenal di kalangan masyarakat tapi Allah urusin dia satu demi satu. Oleh K, Ikhwan, maksud saya kita menjalin hubungan Allah. Jangan menyangka ah itu sih mungkin ustaz atau lulusan Madinah atau lulusan Yaman atau lulusan pondok atau mungkin pejabat kita siapa? Apa Allah ngelihat kita? Apa Allah ngurusin kita? Kita bilang, "Jangankan ente, daun aja diurusin sama siapa?" Allah. Artinya kesempatan cari muka itu besar. Kalau kita mau cari muka sama presiden, mudah atau susah? Susahlah mau cari muka sama presiden. Cari muka sama ustaz aja susah. Apalagi sebagian ustaz ada ring satunya, ada ring duanya, tambah susah lagi. Tapi kalau mau cari muka sama Allah, terbuka untuk siapa saja. Siapa mau cari muka? Bisa. Mau Anda pejabat, mau orang kaya, mau orang miskin, mau ganteng, mau setengah ganteng, mau cantik, e kurang cantik, ya. Mau punya duit enggak punya duit. Kalau mau cari muka, pintu terbuka selebar-lebarnya. Dan Allah mengatakan dalam hadis qudsi ya, man takaraba ilaiya syibr takarabtu ilaiha ziraan. Siapa yang mendekatkan dirinya kepadaku sejengkal, aku akan mendekat kepadanya sehasta. Usaha manusia sedikit, Allah balas dengan lebih. Dan itulah asyakur. Dialah Allah Asyakur yang maha berterima kasih. Kalau bahasa kita artinya kita lakukan sedikit balasannya jauh lebih lebih banyak. Yang penting luruskan niat. Nah, sekarang kita membahas bagaimana cari muka kepada Allah. Itu pembahasannya. Judulnya apa? Bagaimana cari muka kepada Allah Subhanahu wa taala. Tib. Di antara cara untuk mencari muka kepada Allah Subhanahu wa taala ya. adalah salat malam. Salat malam. Ya, makanya Rasul sahu alaihi wasallam ketika berdakwah di Kota Madinah kata Abdullah bin Salam radhiallahu anhu, "Awalu kalamin samuhu minan Nabi sallallahu alaihi wasallam." Dakwah pertama kali yang saya dengar Rasulullah serukan ketika Nabi pertama kali masuk kota Madinah. Saya dengar pertama kali Rasulullah berkata, "Ya ayyuhannas afsyus salam waimut thaam wasilul arham wasallu bilil wasun niyam tadkul jannata bisalam." Wahai manusia sekalian, tebarkanlah salam akhlakam. Berilah makanan, bagi-bagi makanan. Wasilul arham, sambunglah silaturahmi. Kemudian di akhir kata Nabi, "Wasallu bail wasu niyamin." Salatlah di dalam malam hari. Sementara orang-orang sedang tidur pulas cari muka. Sudah tidak ada kesempatan untuk cari muka kepada manusia karena yang mau dicari mukai sedang ti tidur. Saatnya cari muka kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya, saatnya cari muka kepada Allah. Orang-orang sedang tidur kata Nabi, "Solu bail." Salat di malam harias niam. Sementara orang-orang sedang tidur tadulul jann balam, kalian akan masuk surga dengan penuh keselamatan. Ini salah satu cara cari muka. Kata Allah, junub, lambung mereka jauh dari tempat tidur. Kenapa? sedang beribadah, sedang berdoa, sedang salat. Tapi jangan bangun terus bikin status alhamdulillah lagi salat malam. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wa mawalah. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan pembahasan kita tentang bagaimana cara mencari muka kepada Allah subhanahu wa taala. telah kita sebutkan di antara cara pertama adalah dengan salat malam. Karena ketika itu orang-orang sedang pada tidur kemudian kita ceri muka, kita bangun untuk mengharapkan rida Allah subhanahu wa taala. Dan orang seperti ini sangat diperhatikan oleh Allah subhanahu wa taala. Makanya ketika Allah menceritakan tentang orang kafir, Allah bandingkan dengan orang beriman yang Allah contohkan orang yang salat malam. Dalam surat Azzumar kata Allah subhanahu wa taala, "Amman hua qonitun anaili sajid waqim yahdarul akhirah waarju rahmatabbih." Qul hal yastawilladina y'lamuna walladina la yalamun. Setelah Allah sebutkan tentang orang kafir sebelumnya, lalu Allah katakan, "Apakah sama dengan orang mukmin yang bangun malam, berdiri, sujud, yang takut dengan akhirat dan berharap rahmat Allah Subhanahu wa taala." Kemudian Allah tutup lagi. Apakah sama orang berilmu dengan orang tidak berilmu? Jawabannya tidak sama. Yang Allah contohkan untuk dijadikan komparasi antara orang kafir, orang beriman, orang mukmin yang Allah contohkan orang yang salat salat malam yang sedang cari muka kepada Allah subhanahu wa taala. Kemudian Allah akhirnya akhirkan di ayat di akhir akhir bagian ayat tersebut. Allah komparasi lagi antara orang berilmu dengan orang tidak berilmu. Maka di antara cara termudah untuk mencari perhatian Allah adalah bangun malam ketika orang sedang tidur. Terlebih lagi jika setelah salat malam kemudian diakhiri dengan istigfar. Allah berfirman, "Wabil ashari hum yastagfirun." Dan di waktu sahur mereka beristigfar. Allah berfirman dalam ayat yang lain, "Wal mustagfirina bil ashar." Dan orang-orang yang beristigfar di waktu sahur. Ahli tafsir mengatakan, yaitu setelah mereka salat malam, mereka beristigfar. Mereka beristigfar. Ya, mereka sadar bahwasanya usaha mereka ini tidak ada bandingannya dengan keagungan Allah Subhanahu wa taala. Maka mereka minta ampun padahal mereka telah salat malam dan bermunajat kepada Allah subhanahu wa taala. Terlebih lagi sepertiga malam yang terakhir di mana Allah memotivasi hambanya untuk cari muka. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Yanzilabuna tabaraka wa taala yabq akir minil." Sesungguhnya Rabb kita turun ke langit dunia ketika tinggal tersisa sepertiga malam yang terakhir. Fakul. Lantas Allah berkata, "Hal mustagfirinagfirallah." Adakah yang minta ampun beristigfar maka akan aku ampuninya? Ampuni dia. Halilah. Adakah yang mohon akan aku kabulkan permintaannya? Halin faastajibahu. Adakah yang berdoa akan aku kabulkan doanya? Bayangkan di sepertiga malam terakhir Allah mendekat turun ke langit mencari hamba-hambanya. Terus antum bangun cari muka sama Allah subhanahu wa taala. Ini adalah kenikmatan yang luar biasa yang Allah berikan kepada seorang hamba ketika Allah beri taufik kepadanya untuk bisa bangun malam bermunajat kepada Allah sementara. orang-orang di sekitarnya sedang tidur pulas. Tib. Yang berikutnya di antara cara untuk ee mencari perhatian kepada Allah Subhanahu wa taala adalah dengan banyak berzikir kepada Allah subhanahu wa taala. Banyak berzikir, banyak ingat Allah. Karena Allah mengatakan, "Fadkuruni azkurkum." Ingatlah aku, aku angat akan ingat kalian. Jadi kalau kita ingin diingat-ingat, disebut-sebut Allah secara spesifik, maka berzikir kepada Allah Subhanahu wa taala. Kita cari muka kepada Allah agar kita disebut-sebut Allah dengan banyak berzikir kepada Allah. Fadkuruni, zikirlah kepadaku. Azkurum. Aku akan menyebutmu. Dalam hadis yang ee sahih kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, wa ana maahu. Kata Allah dalam hadis qudsi, wa ana maahu haina yadkuruni. Aku senantiasa bersamanya jika dia berzikir kepadaku. Jika dia mengingatkuaroni fi nafsihiakartuhu fi nafsi. Kalau dia mengingatku dalam jiwanya, aku akan mengingatnya pada jiwaku. Waqarani malain. Kalau dia berzikir kepadaku di hadapan sekelompok orang, zakartu fi malain khairin, maka aku akan menyebutnya di depan golongan yang lebih baik, yaitu golongan para malaikat. Ini di antara cara agar kita diperhatikan secara khusus oleh Allah subhanahu wa taala. Sering berzikir kepada Allah. Ini ibadah yang sangat mudah. Cuma kita malas melakukannya. Apa susahnya kita berkata subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahu akbar. Apa susahnya kita berkata la haula wala quwwata illa billah. Apa usalnya kita berkata astagfirullah astagfirullah astagfirullah astagfirullah apa usalnya kita berkata ya subhanallah wabihamdih subhanalladzim subhanallah wabihamdih subhanalladzimanya apa saja kita subhanallah subhanallah subhanallah cuma kita tidak melakukannya. Oleh karenanya ketika seorang minta wasiat kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, Rasul wasallam berkata, "La ya lisan minikrillah." Senantiasa lisanmu basah dengan berzikir kepada Allah. Maka saya nasihat diri saya pribadi dan juga kepada hadirin hadirat agar tidak buang-buang waktu kalau kita lagi sendirian, lagi naik motor, lagi naik kendaraan, jangan lupa kita berzikir astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah bisa enggak sambil masak sambil istigfar? Bisa. Astagfirullah. Astagfirullah. Bisa. Bisa enggak nyetir sambil istigfar? Bisa. Astagfirullah. Astagfirullah. Apalagi pas lihat astagfirullah. Astagfirullah. Jangan alhamdulillah. Bisa, bisa, bisa. Artinya kita bisa nyambi ya sambil beraktivitas zikir kepada Allah. Ibadah yang s pahalanya banyak. Setiap kita ingat Allah, yakin Allah ingat kita secara spesifik. Ini di antara cara cari muka kepada Allah Subhanahu wa taala. Kemudian di antara cara cari muka kepada Allah Subhanahu wa taala adalah tadabur. Baca Al-Qur'an tapi dengan tadabur. Dengan tadabur. Kita sekarang mulai progres dalam membaca Al-Qur'an. Mungkin kita sering baca Quran tanpa tadabur. Sekarang kita berusaha baca Al-Qur'an dengan apa? tadabur berusaha kita mencari tahu apa sih maunya Allah kirim surat kepada kita melalui nabinya. Ayat ini maksudnya apa? Apa di balik ini ada rahasia apa? Surat ini kandungannya apa? Kita mulai baca. Mulai kita menggelitik jiwa kita untuk mencari tahu. Untuk mencari tahu. Ya. Dan Allah berkata, "Waid tuliat alaihim ayatuhum imanawakalun." Dan jika dibacakan terhadap orang-orang yang beriman ayat-ayat Allah imana maka bertambah iman iman mereka. Dan Allah mengatakan jaakum maikumur telah datang pada kalian Al-Qur'an yang merupakan mauah wejangan dari Rabb kalian. Allah kasih wejangan. Nah, kita ngerti enggak wujangan tersebut? Ini mau tidak mau kita baca dengan tadabur, pelan-pelan memahami maknanya. Itu di antara ya cara mudah kita untuk dekat dengan Allah Subhanahu wa taala. Makanya seb ulama mengatakan, "Siapa yang ingin seakan-akan diajak bicara oleh Allah, baca Al-Qur'an. Karena semua Al-Qur'an isinya firman Allah. Seakan-akan kita sedang diajak bicara oleh Allah dan siapa ingin berbicara dengan Allah salat. Siapa ingin berbicara dengan Allah maka salat. Islam mudah mau connecting dengan Allah mudah connecting langsung salat. Mau seperti seakan-akan kita sedang diajak bicara oleh Allah, baca Al-Qur'an. Semua isinya adalah firman Allah. Kita berusaha maksud Allah ini surat ini bicara dengan kita menyampaikan semua Al-Qur'an ditujukan kepada hamba-hambanya. Ini maksudnya apa? Ya maksudnya maksudnya apa ya? Maka baca Al-Qur'an dengan tadabur. Maka wasilah paling utama untuk mengetahui apa sih yang Allah inginkan dari kita? sampai menurunkan surat-surat tersebut. Maka sisihkan waktu baca Al-Qur'an dengan tadabbur, sisihkan waktu dengar tafsir ee kajian-kajian tafsir, baca tafsir. Selain kita baca, kita juga berusaha mentadaburi. Tib di antara cara mencari muka kepada Allah, memperbanyak amalan-amalan sunah. Kata Allah subhanahu wa ta hadis qudsi wqwafilta uhibbah senantiasa hambaku mendekatkan dirinya kepadaku dengan perkara-perkara sunah sampai aku mencintainya kalau aku sudah mencintainya bihi aku menjadi pendengarannya yang dia mendengar dengannya aku menjadi penglihatan yang dia melihat dengannyaahu biha aku menjadi tangan yang dia mukul dengan tangan tersebut aku menjadi kakinya melangkahkan berjalan kakinya tersebut dalam seb riwayat aku menjadi lisan yang dia berkata dengan lisan tersebut ya aku menjadi hatinya yang dia berpikir dengan hatinya tersebut maksudnya kata para ulama yaitu Allah beri taufik kepada dia hamba ini karena Allah beri perhatian khusus sehingga Allah jaga Allah jaga matanya dia tidak sembarang melihat kalau melihat yang buruk dia langsung Istigfar. Allah menjaga telinganya. Dia tidak betah mendengar hal-hal yang tidak baik. Allah menjaga kakinya, Allah menjaga tangannya, Allah menjaga hatinya sehingga dia tidak berpikir yang tidak baik, berusaha berpikir yang bermanfaat. Allah menjaga lisannya sehingga dia tidak mengucapkan kata-kata yang tidak ber bermanfaat atau kata-kata yang mendatangkan kemurkaan Allah. Kapan Allah jaga itu? Allah jaga dia, Allah bimbing dia ketika dia dicintai oleh Allah. Kalau Allah sudah mencintai seorang, berarti Allah perhatian sama dia. Berarti ada perhatian khusus. Kapan dia dicintai oleh Allah? Ketika dia banyak melakukan amalan amalan sunah. Nah, kita belajar kita menamakan diri kita ahlusunah, yaitu orang yang suka melakukan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka jangan sepelekan sunah-sunah keseharian. Berusaha kita hidup di atas sunah. Ya, mau tidur jalankan sunah, mau toilet jalankan sunah, keluar toilet, keluar rumah baca doa, keluar selalu menjalankan sunah. Sunah di rumah seperti apa? Keseharian seperti apa? Berusaha menjalankan sunah. Terkait dengan puasa sunah, terkait dengan salat sunah, terkait dengan sedekah sunah. Berusaha semakin banyak perkara sunah yang kita lakukan, semakin dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Ya, oleh karenanya ini butuh belajar dan ketika kita niatkan jalankan sunah agar dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Sampai seorang salaf kalau tidak salah Sufyanuri berkata iniakafal. Kalau kau mampu tidak menggaruk kepala kecuali ada sunahnya. Kalau seandainya ada sunahnya Nabi kalau garuk kepala caranya begini ikuti kalau memang ada. Sehingga setiap kita melakukan sesuatu, kita ingat Nabi sallallahu alaihi wasallam yang menyuruh kita untuk menjalankan sunahnya dan Allah yang menyuruh kita untuk mengikuti sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Qul inuntum tuhibbunallah fattabiuni. Katakanlah wahai Muhammad kepada mereka, "Kalau kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku. Yuhbibukumullah." Niscaya Allah akan mencintai kalian. Timbul pertanyaan, kenapa kalau mengikuti sunah Nabi dicintai oleh Allah? Jawabannya mudah. Karena yang paling tahu apa yang dicintai oleh Allah adalah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Yang paling tahu apa yang dicintai oleh Allah adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ketika kita mengikuti sunah Nabi, berarti kita melakukan apa yang dicintai oleh Allah. Kalau kita melakukan apa yang dicintai oleh Allah, maka Allah akan mencintai mencintai kita. Maka gak usah sepelekan sunah dalam segala hal. Sunah kita perhatikan dalam akhlak, dalam berpakaian, dalam adab. Kita tidak melalaikan atau meremehkan sunah apapun. Semakin banyak sunah kita kerjakan, semakin diperhatikan oleh Allah subhanahu wa taala dan hubungan kita semakin baik dengan Allah subhanahu wa taala. Tayib. Di antara cara mencari muka kepada Allah Subhanahu wa taala ini juga banyak berdoa. Banyak berdoa. Orang yang paling banyak berdoa adalah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Coba cari buku tentang kumpulan doa. Banyak atau tidak banyak? Nabi setiap kegiatannya berdoa dan Allah telah berfirman, "Waid saalaka ibadi fainni qoribun ujibu da." Jika hamba-hambaku bertanya kepada engkau tentang aku, katakanlah aku sangat dekat. Aku mengabulkan orang yang berdoa kepadaku. Yaitu Allah sangat dekat dengan orang yang berdoa kepada kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka kalau kita ingin dekat dengan Allah, sering berdoa, sering mengentungkan hati kita. Connecting. Bukankah kalau kita berdoa kita connecting dengan Allah? Iya, kita connecting. Maka berusaha belajar doa-doa keseharian. Praktikkan doa kel rumah. Doa masuk rumah. Mau makan bilang bismillah. Setelah makan bilang apa? Masuk WC, keluar WC. Mau berhubungan dengan istri apa doanya? Mau tidur apa doanya? Ya, naik kedaran apa doanya? Ketika masuk suatu negeri apa doanya? Ya, doa mau safar apa doanya. Pulang dari safar apa doanya? Menyengu orang sakit apa doanya? Ketika mengantar jenazah sampai di kuburan apa doanya? Apa yang berusaha selalu berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan saya bilang kalau minimal kalau kita lupa minimal kita bilang apa? Bis bismillah. Kalau lupa bilang bis bismillah. Sering berdoa. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika subhanallah ketika ee haji wada Rasul sahu alaihi wasallam berdoa dari zuhur sampai magrib beliau wukuf di atas untanya di bawah trik matahari. Kemudian beliau angkat kedua tangannya berdoa kepada Allah bermunajat. Ketika untanya bergerak, saat tangan kirinya memegang kekang unta agar bisa tenang, tangan kanannya tetap mengadah ke langit meminta kepada Allah subhanahu wa taala dengan doa yang sangat panjang. Ya, kita enggak kuat doa panjang-panjang. Baru doa 5 menit sudah habis. Ya Allah, utangi lunas lunasan hutangku. Ya Allah, cepatkan jodohku. Ya Allah, selesai itu apalagi bingung. Padahal kebutuhan kita sangat-sangat apa? Banyak. Maka orang yang dekat dengan Allah yaitu orang yang senantiasa bersandar kepada Allah. Makanya Nabi mengatakan, "Ya Hu ya qayyum birahmatika astagil nafsi." Wahai zat yang maha hidup, yang maha qayyum, dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan kepadamu. Perbaiki segala urusanku. Jangan biarkan aku bersandar kepada diriku meskipun sekejap mata. Jangan. Senantiasa kita connecting dengan Allah, berarti kita dekat. Senantiasa berdoa. Bismillah. Berdoa tawakal kepada Allah Subhanahu wa taala. Ini menjadikan kita terasa dekat dengan Allah Subhanahu wa taala. Tib. Di antara cara mencari muka kepada Allah Subhanahu wa taala dan ini adalah alkfi yaitu khafa. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Innallaha yuhibbul abdqial gani khofi." Allah mencintai hamba yang bertakwa yang alghani alkfi. Alghani yaitu maksudnya dia merasa cukup. Alkfi maksudnya dia tidak suka tampil agar fokus mencari muka kepada Allah. sebisa mungkin jaga jangan suka tampil kecuali dalam tampilanmu itu ada faedahnya. Karena sebagian orang memang harus tampil untuk beramar makruf, bernahi mungkar, untuk berdakwah dia tampil. Tapi kalau sebisa mungkin tidak tampil, ada maslahat apalagi terkait dengan ibadah, jangan tampil. Karena tampil jadi pusat perhatian itu tidak mudah. Seorang tidak mudah mengatur hatinya. Ketika dia terbiasa berhadapan dengan jumhur, dengan publik, bisa jadi yang menjadi pusat perhatian dia bagaimana komentar publik sehingga dia lupa dengan komentar Allah Subhanahu wa taala. Maka sebisa mungkin ya jadi seorang yang khofi yang tidak suka tampil. Yang tidak suka tampil. Tidak suka tampil bukan berarti main HP mulu. Enggak. Maksudnya karena dia tidak tampil tersebut dia terbiasa sendiri berkhalwat dengan Allah Subhanahu wa taala. Dia baca kitab. Bayangkan sungguh indah seorang di pojok rumah baca kitab tafsir sambil minum kopi Pontianak. Indah. Enggak ada urusan dengan orang. WA dia matikan. Dia baca sambil minum kopi. Di antara saya baca biografinya Syekh Abdurrahman bin Nasir S'di, gurunya Syekh Utsimin, penulis kitab tafsir tafsir Sa'di. Beliau kalau salat malam bawa qahwah. Bawa qahwa. Jadi beliau salat malam sambil minum apa? Qahwa. untuk menghilangkan rasa kantuk enggak ada masalah. Berusaha untuk tidak mendengar komentar orang gimana caranya sehingga kita terbiasa fokus kepada Allah Subhanahu wa taala. Baca Quran di pojokan. Baca Quran sendiri mana enggak ada yang tahu. Gak usah bikin status lagi baca Quran. Enggak usah, enggak usah. Alhamdulillah sudah satu juz. Enggak usah juga enggak usah. Usah kita enggak dengar komentar orang. KFI sibuk ngurusin keluarga, ngurusin ibu, ngurusin bapak yang sedang sakit, ngambung silaturahmi, enggak ada yang tahu. Kita sendiri. Karena Allah Subhanahu wa taala. Semakin kita sering cerita, kita semakin menunggu komentar orang. Sehingga kita tidak cari muka sama Allah, tapi cari muka kepada manu manusia. Itu masalahnya kalau sering tampil, sering publish. Allah suka dengan hamba yang tidak tampil. Lebih mudah ikhlas untuknya. Lebih mudah dia untuk mencari muka kepada Allah Subhanahu wa taala. Tampil tuh enggak mudah. Antum mau tampil aja harus keren ini. Harus keren. Sudah cari nanti kalau salah begini topinya miring komentar orang. Tapi kalau di sendiri yang penting penilaian Allah Subhanahu wa taala. Ya, nanti kalau sudah terbiasa seperti ketika Nabi menyebutkan tentang tujuh golongan yang Allah naungi pada hari kiamat kelak di antaranya yang terakhir Nabi berkata, "Rajulunakarallah khanfad a seorang tatkala bersendirian tidak tampil di hadapan manusia dia berzikir kemudian dia menangis berarti murni dia tidak menunggu komentar manusia dia serang connecting dengan Allah dia ingat Allah ingat keagungan Allah ingat dosa-dosanya dia sedang sedang koneking kemudian dia menangis. Ini orang dimuliakan oleh Allah. Sampai kata alafiz Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari, seandainya dia pun berzikir di hadapan banyak orang kemudian dia menangis ke namun dia mengkondisingin dirinya karena dia sudah terbiasa seperti itu dia tidak peduli dengan komentar manusia maka sama saja. Maksudnya Ibnu Hajar mengatakan jika dia sudah terbiasa seperti itu di rumah bersendirian nangis, suatu saat dia lagi berzikir di hadapan manusia tetap sama. Karena dia sudah terbiasa mencari muka kepada siapa? Allah. Tapi kalau depan orang nangis, di rumah gak pernah nangis. Ah, ini masalah. Ini masalah. Ya berarti dia nangis dulu sebenarnya karena siapa dia nangis? Di luar aja depan orang nangis-nangis, di dalam rumah enggak nangis. ini dia di rumah dia nangis dan suatu saat kalau dia ternyata di depan orang pun dia berzikir sambil nangis ternyata dia ikhlas dia bisa memfokuskan antara dia dengan Allah saja maka sama hukumnya ketika dia sendiri kenapa dia sudah terbiasa mencari muka kepada Allah subhanahu wa taala maka seorang suka-suka hobi untuk beribadah sendirian latih diri hobi baca Quran sendiri Ya, berzikir dalam kesendirian, baca kitab dalam kesendirian, ya menikmati kesendirian, berkhalwat bersama Allah Subhanahu wa taala. Latih diri karena Allah mencintai hamba yang demikian. Di antara cara mencari muka kepada Allah tadi Nabi berkata alghani. Allah mencintai hamba yang al-ghani. Al-ghani ditafsirkan maksudnya di antaranya dia memiliki sifat qanaah. Merasa cukup. Merasa cukup. Dia tunjukkan kepada Allah, "Ya Allah, aku rida dengan apa yang Kau berikan. Aku qanaah. Aku merasa cukup. Aku merasa merasa cukup." Dan ini mencari muka kepada Allah. Apa yang Allah tetapkan, apa yang Allah apa yang Allah takdirkan kepada dia, dia merasa cukup. Dia rida dengan pemberian Allah Subhanahu wa taala. Itulah dimakna alghani yaitu gina nafsisal ginail wa inamal gina gina nafs bukanlah kekayaan dengan banyaknya aset tetapi kekayaanlah kaya hati ini kita butuhkan sekarang kita butuh kaya hati benar tidak kita berusaha cari nafkah cari rezeki tapi tapi titik qanaah apa yang Allah berikan itu. Ya sudah saya rida dengan pemberian Allah hari ini. Saya rida dengan keuntungan hari ini. Saya rida dengan keputusan Allah ternyata saya rugi hari ini. rida. Dan itu membuat Allah mudah mencintai seorang seorang hamba. Allah memperhatikan dia karena dia rida dengan segala keputusan Allah subhanahu wa taala. Bahkan ketika terkena musibah maka dia rida dengan keputusan Allah Subhanahu wa berkata, "Alhamdulillah ala kullial." Allah mencintai hamba seperti ini. Kenapa kita mudah rida kepada k? Karena kita merasa alhamdulillah hubungan kita dengan Allah baik ya. Kita mudah husnudan. Coba kalau kita hubungannya jelek dengan Allah, maksiat, diam-diam nonton film Korea, sudah episode ke-72, nonton film India, nonton film box office, lihat maksiat setiap hari tengah malam bangun. Bukannya salat malam teriak gol. Anak-anak sampai kebangun. Abi ngapain B? Selalu kita lakukan ya. Kalau kita buang-buang waktu ya, waktu yang istimewa kita tidak gunakan dengan baik ya susah kita rida. Malah kita seudon kenal begini, kenal begitu, kenapa begini. Maka penting kita dekatkan diri kita kepada Allah. Yang terakhir, Ikhwan yang mau saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Jadi, ini di antara perkara yang sangat berat. Cari muka dengan Allah kepada Allah dengan membuat orang marah. Cari muka kepada Allah dengan membuat manusia apa? Marah. Meskipun konsekuensinya orang marah sama kita. Diriwayatkan kataba Muawiyah ila Aisyah. Muawiyah radhiallahu anhu ketika dia sebagai pejabat entah sebagai gubernur atau dia sebagai khalifah amirul mukminin. Dia tulis surat kepada Aisyah radhiallahu anha ummul mukminin. Dalam suratnya dia mengatakan, "Anuktubi uktubi ilaiya kitaban." Tolong tuliskan surat kepadaku wahai ibunda Aisyah. Tusini bihi wsiri. Berilah wasiat kepadaku dalam surat tersebut dan jangan banyak-banyak wasiatnya. Dia pengin wasiat ringkas bermanfaat. Surat dari seorang khalifah atau seorang pejabat kepada rakyat yang diminta adalah seorang wanita sangat mulia, sangat fakihah, yaitu siapa? Aisyah radhiallahu taala anha, istri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka fakatabat Aisyah menjawab surat Muawiyah singkat. Dia mengatakan salamun alaik, yaitu waalaikumsalam. Amma ba'du. Kemudian daripada itu fainni samu rasul sahu alaihi wasallam yaakul kasih satu hadis pendek. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda manilamasidallahias kafallahuatanas. Siapa yang mencari keridaan Allah dengan kemurkaan manusia maka Allah mencukupkan dia dari urusan manusia. Bahallahu taala. Dan siapa yang mencari keridaan manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah serahkan urusannya kepada manusia. Waalaikumsalam. Selesai. Subhanallah. Siapa yang mencari keridaan Allah dengan kemurkaan manu manusia? Ini berat. Apa kata netizen? Katanya apa kata netizen? Apa kata audiens? Apa kata orang? Sudahlah, enggak usahlah. Sering kita pertimbangkan. Kecuali memang dia pertimbangan karena maslahat dakwah. Tapi kalau dia takut perkataan manusia, nah ini repot. Terkadang seorang mencari muka kepada Allah dengan mengucapkan kebenaran meskipun dibenci oleh masyarakat. Di antara contohnya siapa yang cari muka dengan begitu? Siapa? Nabi Ibrahim Alaih Salam. Cari masalah. Semua pergi dia hancurin patung-patung. Cari masalah tidak? Antum jangan ikut-ikutan ya. Situasi dan kondisi berbeda. Buktinya Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika di Makkah selama 13 tahun tidak bisa menghancurkan berhala-berhala karena kemaslahatan dakwah. Ya. Tapi contoh maksudnya ketika Nabi Ibrahim melihat maslahat cuek dia. Kaumnya lagi pergi dia ngancurin apa? patung-patung. Dan dia tidak kabur dia di situ. Tenang aja. Ya, alunas datangkan Ibrahim dialog man faal siapa yang ngancurin patung-patung kami ya anta faal bihatina kau yang hancurin patung melakukan ini sama tuhan-tuhan kita Ibrahim dengan entengnya berkata, "Bal fa'alahu kabiruhum hadza." Ini yang gede yang bikin. Fas'aluhum in kanu yantiquun. Tanya sama patung-patung kecil, tuhan-tuhan kecil. tanya benar atau enggak kalau memang mereka bisa jawab. Memang dia memang cari perkara ya. Tapi banyak dalam hal kita takut padahal tidak ada mudarat bagi kita. Yang penting semuanya butuh dengan dapat hikmah dan kebijakan. Bijak dan hikmah. Tapi maksud saya di antara cara mencari muka kepada Allah adalah mencari keridaannya. Meskipun orang-orang pada marah tatkala kita mengucapkan kebenaran dengan hikmah, dengan bijak, dengan kita pertembangan, kita pertimbangkan maslahat dan mudarat, maka saat itu Allah akan memperhatikan kita rida dengan dengan kita. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Ini mungkin beberapa perkara yang cara kita mencari muka kepada Allah subhanahu wa taala sehingga memperbaiki hubungan kita dengan Allah. Kalau kita baik dengan Allah subhanahu wa taala maka Allah akan perbaiki hubungan kita dengan manusia. Allah akan mudahkan urusan kita. Apapun yang kita hadapi, kita bisa tegar menghadapi segala keputusan Allah. Karena kita senantiasa berbaik sangka kepada Allah Subhanahu wa taala. Makanya ada perkataan indah, lihatlah ya. Nabi Yusuf Alaih Salam meskipun diuji sampai dia buta tetap dia husnudan kepada Allah. Bayangkan Nabi Yakub alaihi salam diuji sampai buta atau tidak sampai buta. Berapa lama berpisah Nabi Yakub dengan Nabi Yusuf? khilaf di kalangan para ahli tafsir. Ada yang mengatakan 15 tahun, ada yang mengatakan 40 tahun, ada yang mengatakan 80 tahun, belasan tahun in minimal. Akhirnya ketemu lagi. Sebelum ketemu dia sampai menangis sampai ya wabad a minal huzni, sampai matanya jadi putih, jadi buta. Karena saking sedihnya di tengah-tengah kesedihan seperti itu dia tetap husnuzan kepada Allah Subhanahu wa taala. Dia mengatakan, "Asallahuanih jaman." Semoga Allah mendatangkan anak-anakku Yusuf dan Benyamin kepadaku. Padahal sudah hilang mereka. Kemudian dia mengatakan, "Ya bani, wahai anak-anakku, ayo pergi lagi cari Yusuf dan Benyamin. Jangan putus asa dari rahmat Allah. Inah kafirun." Sungguhnya tidak ada yang putus asa rahmat Allah kecuali orang kafir. Yakub mengatakan demikian. Sementara matanya buta karena sedih tetap husnudan kepada Allah. Kenapa bisa demikian? Karena hubungan dia dengan Allah sangat luar luar biasa. Waamu minallahi ma la tamun. Dia berkata, "Wahai anak-anakku, aku tahu apa yang kalian tidak tahu. Aku punya hubungan khusus dengan siapa? Allah Subhanahu wa taala." Kata Allah, "Wa innahu ilmin lima." Sungguh dia punya ilmu tentang apa yang kami ajarkan kepadanya. Allah memuji Nabi Yakub Alaih Salam. Demikian saja. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Semoga Allah memberikan ridanya kepada kita semua. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita. Semoga Allah menjadi kita orang yang bertakwa tatkala di depan masyarakat ataupun dalam kesendirian. Wasyahadah. Dan semoga Allah kumpulkan kita di surga kelak sebagaimana Allah kumpulkan kita di masjid yang mulia ini. Wallahu taala alam bawab. Wallahu taalaam bawab. Demikian sa saya sampaikan. Kurang mohon maaf. Wabillahi taufik walidah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.