Transcript
vZImMAdVeYs • Cari Muka Sama Allah - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2453_vZImMAdVeYs.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufikihi wamtinani asadu alla
ilahaillallah wahdahu la
syarikalahuim wa ashadu anna muhammadan
abduhu wa rasuluh da ridwani allahumma
sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi
wa
ikhwani. Hadirin dan hadirat yang
dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala.
Pada kesempatan kali ini kita akan bahas
bagaimana
kita menjalin hubungan yang
terbaik dengan pencipta kita Allah
Subhanahu wa
taala. Kita tahu banyak orang yang
memperhatikan bagaimana hubungan dia,
interaksi dia dengan sesama manusia ya.
bagaimana dia bisa menjadi istimewa di
tengah-tengah manusia, menjadi ya pusat
perhatian, dipuji,
disanjung, dan bagaimana dia bisa
berinteraksi yang menguntungkan dia
ya. Sehingga sampai-sampai ada namanya
fannut taamul, yaitu seni berinteraksi
dengan sesama. Ya,
tentunya hal ini adalah baik seorang
berusaha agar dia bisa berinteraksi yang
baik sesama manusia. Ya. Dan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam juga
mengajarkan hal ini dengan dalam banyak
hadis-hadisnya. Bagaimana seorang
berinteraksi dengan orang
tuanya, dengan istrinya, dengan anaknya,
dengan tetangganya, dengan kawannya.
Ya. Dan ini tentu hal yang baik jika
diniatkan karena Allah subhanahu wa
taala. Tetapi yang lebih baik daripada
itu, yang lebih penting bagaimana
interaksi kita dengan Allah Subhanahu wa
taala.
Bagaimana hubungan kita dengan Allah
Subhanahu wa taala? Karena siapa yang
interaksinya dengan Allah, hubungannya
baik, maka sesungguhnya Allah akan
memudahkan dia untuk bisa menjalin
hubungan baik dengan sesama
manusia. Inilah wasiat yang sering
disampaikan oleh para salaf.
Di antaranya diriwayatkan
dari imam kota Makkah di zamannya yaitu
Sufyan Ibnu Uyainah rahimahullahu taala.
Beliau berkata, "Kanal ulama fima mad
yau ba'duhum ba'din haulail kalimat."
Dahulu para ulama saling mengirim surat
di antara mereka, yaitu mengingatkan di
antara mereka dan mereka para ulama. Ini
pembahasan di kalangan para ulama, bukan
di kalangan orang awam. Mereka saling
mengingatkan dan mereka mengingatkan
beberapa
nasihat. Apa nasihat tersebut yang
mereka saling mengingatkan bahkan mereka
menulis surat satu dengan yang
lainnya. Man aslaha sariratahu
aslahullahu ala niyatahu. Siapa yang
memperbaiki apa yang tersembunyi pada
dirinya yaitu hubungan dia ketika dia
tatkala bersendirian ternyata dia
seorang yang baik.
Aslahu maka Allah akan perbaiki yang
zahir darinya. Kalau yang batin darinya,
yang tersembunyi darinya dia perbaiki,
maka Allah akan
memperbaiki yang lahir darinya atau yang
tampak darinya. Masihat yang pertama.
Yang kedua, waman aslaha ma bainahu wa
bainallah aslahullahu ma bainahu
wainanas. Siapa yang perbaiki hubungan
antara dia dengan Allah Subhanahu wa
taala, maka Allah akan membuat baik
hubungan antara dia dengan manusia. Ini
yang kita bahas ya. Memperbaiki hubungan
kita dengan Allah subhanahu wa taala
maka niscaya Allah akan memperbaik
hubungan dia dengan
manusia. Yang ketiga, waman amila
liakiratihi kafahullahu amr dunyahu.
Siapa yang beramal untuk akhiratnya,
niscaya Allah akan mencukupkan perkara
dunianya. Hadis ini, riwayat ini
diriwayatkan oleh Ibnu Abid dunya dalam
kitab Al Ikhlas dan juga disebutkan oleh
Ibnu Taimiyah dalam Majmu
Alfatawa. Ini adalah wasiat yang dulu
diperhatikan oleh para
salaf bukan di kalangan orang awam di
antara mereka bahkan di kalangan para
ulama.
Ini tiga tiga perkara yang penting.
Bagaimana dia
berusaha baik ketika
bersendirian, baik ketika tidak ada
orang yang melihatnya, batinnya baik,
maka niscaya Allah akan memperbaiki
zahirnya di hadapan manusia. Yang kedua,
siapa yang memperbaiki hubungan dia
dengan Allah, maka Allah akan perbaiki
hubungan dia dengan manusia. Dan yang
ketiga adalah siapa yang beramal untuk
akhiratnya, kegiatan kesehariannya,
aktivitasnya, pekerjaannya, dia keluar
rumah sampai balik lagi hanya untuk
akhirat, hanya untuk Allah, maka Allah
akan cukupkan urusan
dunianya. Ini wasiat yang agung yang
diwasiatkan di kalangan para para
salaf.
Maka mungkin orang bertanya kepada kita,
"Bagaimana hubunganmu dengan orang
tuamu?" ya kita mungkin bisa jawab ya
dan kita berusaha jawab dengan jawaban
yang baik. Mungkin ada yang bertanya
juga,
"Bagaimana interaksimu dengan istrimu?"
Ya, masing-masing punya
jawaban. Bagaimana interaksimu dengan
kakak
adikmu? Masing-masing punya
jawaban. Yang lebih penting daripada itu
semua pertanyaan, "Bagaimana interaksimu
dengan Allah Subhanahu wa taala?
Bagaimana keterkaitanmu antara engkau
dengan Allah? Bagaimana hubungan batinmu
antara engkau dengan
penciptamu yang
menentukan kebahagiaanmu atau
penderitaanmu yang menentukan
ya bagaimana
ya apakah engkau hidup dengan tentram
atau dengan
sengsara yang menentukan
rezekimu Allah subhanahu wa taala.
Maka sungguh menakjubkan kalau ada
seorang kemudian dia perhatian terkait
interaksi sama manusia luar biasa. Tapi
ternyata interaksi antara dia dengan
Allah tidak dia pedulikan sama sekali.
Masyaallah. Kalau ketemu orang murah
senyum kalau ada yang apa datang maka
dia murah mudah untuk membantu ringan
tangan. Ya, kalau
dengan istrinya masyaallah ya, dengan
orang tuanya masyaallah, dengan
tetangganya, tapi ternyata hubungan dia
dengan Allah tidak tidak baik. Ini
adalah hal yang sungguh merugikan orang
tersebut.
Maka kita semua malam ini berasa
berusaha untuk belajar memperbaiki
hubungan kita dengan Allah Subhanahu wa
taala agar hidup kita tentram di dunia
terlebih lagi di alam barzakh, terlebih
lagi di akhirat
kelak.
Tayib. Bagaimana cara kita memperbaiki
hubungan kita dengan Allah Subhanahu wa
taala?
Intisari dari agar kita bisa memperbaiki
hubungan kita dengan Allah itu bagaimana
kita bisa bertauhid dengan tauhid yang
benar dan ikhlas dengan ikhlas yang
benar. Karena kalau kita bertauhid maka
apapun yang kita lakukan karena Allah
Subhanahu wa taala. Kalau kita ikhlas
apa yang kita lakukan semuanya demi
mencari perhatian Allah Subhanahu wa
taala. Kalau saya boleh kasih judul
kajian kita malam ini. Saya mungkin
kasih judul bagaimana cari muka sama
Allah Subhanahu wa taala. Kalau saya
boleh kasih judul dengan judul yang
mungkin mudah dipahami. Kita terbiasa
cari muka sama manusia, cari muka
sama kerabat, cari muka sama tetangga,
cari muka sama publik, ya cari muka sama
masyarakat. Sekarang kita belajar gimana
cari muka sama Allah subhanahu wa taala.
Bagaimana Allah lebih perhatian kepada
kita sehingga hubungan kita semakin
baik. Ya, kalau hubungan kita baik,
Allah lebih perhatian sama kita. Nah,
ini yang mau kita bahas. Gimana cara
yang tepat agar kita bisa cari perhatian
Allah Subhanahu wa
taala. Karena kalau orang-orang sudah
hubungannya kuat dengan Allah, selalu
dia ingat Allah Subhanahu wa taala.
Selalu dia ingat Allah Subhanahu apapun
yang dialami selalu sandarannya adalah
Allah Subhanahu wa taala. Karena
hubungannya kuat.
dengan kuat dia selalu husnuzan kepada
Allah Subhanahu ini di antara buah
dampak baik kalau kita punya hubungan
baik dengan Allah subhanahu wa taala.
Setiap ada permasalahan, setiap ada
problem, bahkan setiap ada keberhasilan
selalu kita sandarkan kepada Allah
subhanahu wa taala. Sebagai contoh,
Allah menyebutkan tentang kisah Nabi
Musa Alaih Salam.
Nabi Musa
yang ee hubungannya dengan Allah sangat
sangat kuat sehingga setiap ada problem
dia selalu ingat Allah Subhanahu wa
taala. Allah sebutkan dalam surat
Al-Qasas ketika terjadi apa yang
terjadi? Ketika ada seorang dari Bani
Israil bertengkar dengan seorang dari
pengikut Firaun, maka akhirnya pengikut
dari Bani Israil yaitu sekampung dengan
Musa, se seras dengan Nabi Musa. Maka
dia minta tolong ya dia minta tolong
kepada Nabi Musa. Kata Allah,
"Fastagahulladzi minyi alladzi min
aduwihi."
Maka orang yang dari golongan Musa minta
tolong kepada Musa Alaih Salam untuk
melawan orang dari golongan musuhnya itu
dari Firaun. Fawakazahu Musa faq alai.
Maka Nabi Musa pun mukulnya. Akhir orang
itu pun meninggal dunia. Situ Nabi Musa
langsung ketika dia
salah langsung dia ingat Allah Subhanahu
wa taala. Allah abadikan. Ketika Allah
berkata, "Fawakazahu Musa faq alaih."
Nabi Musa memukul dia tidak bermaksud
untuk membunuhnya. Tapi Musa Alaih Salam
ini terlalu kuat orangnya terlalu kuat
ya. Makanya disebutkan dalam kisah
ketika dia beliau alaih salam mandi
kemudian dia taruh bajunya di atas batu
kemudian batunya pergi bawa bajunya maka
dia pun kejar batu tersebut. Dia
berkata, "Ya Hajar Tsubi, wahai Hajar
batu bajuku jangan pergi." Namun batu
tersebut tetap berjalan. Akhirnya Musa
Alaih Salam memukul batu tersebut. Dia
kejar, dia pukul dengan mungkin enam
atau tujuh pukulan sehingga nampak bekas
pukulannya di batu. Luar biasa. Kapalan
tangganya terbekas di batu. Kalau kita
mukul batu, ada bekas batu di tangan
kita. Ya maksudnya Nabi Musa sangat
kuat. Dan para ulama mengatakan dia
tidak bermaksud membunuh orang tersebut
sehingga dia dikategorikan dosa kecil
karena dia tidak sengaja. Dia tidak
sengaja ternyata orang tersebut
meninggal. Tapi dia langsung bertobat.
Ketika itu kembali kepada Allah,
langsung dia
berkata,
"Ya, hadza min amali setan." Ini dari
perbuatan setan. Innahu aduun mudillum
mubin. Sungguhnya adalah musuh dan
penyesat yang
nyata. Kemudian beliau berkata, "Qala
rbi inniamtu nafsi fagfirli."
Ya Rabbku,
ampunilah dosaku. Sesungguhnya aku telah
menzalimi diriku, telah berbuat
maksiat, kesalahan karena telah
mengakibatkan orang tersebut mati. Maka
ampunilah aku. Kata Allah,
fagofaralah. Maka Allah pun
mengampuninya langsung. Fagofaralah.
Interaksi yang beliau minta ampun
langsung Allah apa? Ampuni. Kenapa?
Karena hubungan antara beliau dengan
Allah sangat sangat kuat. Innahu hual
gfurur rahim. Sesungguhnya Allah maha
pengampun lagi maha penyayang. Beliau
langsung berkata lagi, qabbi bima anamta
alaiya falan akunir lil mujriminin.
Kemudian dia berikrar kepada Allah, "Ya
Allah, karena nikmat yang Kau berikan
kepadaku, aku tidak akan menolong lagi
orang yang melakukan kesalahan." Tib.
Akhirnya Nabi Musa ketahuan telah
membunuh anak buah Firaun. Maka dia pun
dijadikan buronan oleh Firaun dan bala
tentaranya. Mereka ingin cari Musa untuk
dibunuh. Ya. Maka datanglah seorang beri
nasihat kepada Nabi Musa dengan berkata,
"Ya Musa
inal
inih." "Wahi Musa, sesungguhnya
orang-orang telah bermusyawarah,
bersepakat untuk membunuhmu. Kaburlah
dari negeri ini. Sesungguhnya aku beri
nasihat kepada engkau." Ketika dia
kabur, kata Allah, "Fakaraja minha
khanataraqab." Maka dia keluar dengan
ketakutan. Karena ini dia masih di areal
Mesir dan areal Mesir seluruhnya
kekuasaan Firaun dan anak buah Firaun di
mana-mana. Dia taraqqab, dia
menanti-nanti bisa saja keburukan
menimpanya kapan-kapan saja. Makanya
yataraq sambil menanti-nanti siapa tahu
ada keburukan menimpanya. Lantas dia
berkata, "Qbij najjini minalizalimin."
Langsung berdoa kepada Allah, "Ya Allah
selamatkanlah aku dari orang-orang yang
zalim."
Jadi kalau hubungan dengan Allah kuat,
sedikit-sedikit ada apapun segera
kembali kepada siapa? Kepada Allah
Subhanahu wa taala. Kemudian dia pun
berjalan ya walam tawajhat tilqadyan.
Maka dia meninggalkan Mesir menuju
Madyan. Kalau dipeta Mesir ke Madin itu
sangat jauh. Mesir di benua benua
Afrika, Madian di benua Asia. Ada khilaf
Madyan tempatnya di mana? Ada yang
mengatakan di Yordan, ada yang
mengatakan di Tabuk. Intinya benua lain.
Maka dia berjalan ratusan kilo. Maka dia
berkata, "Asabi ayyahdiani sawa asabil."
Semoga Allah menunjukkan kepadaku jalan
yang tepat. Subhanallah. Berdoa lagi
kepada Allah subhanahu wa taala.
Akhirnya Allah sampaikan dia ke negeri
Madyan. Ketika sampai negeri Madyan, dia
mendatangi ada sumur. Ternyata banyak
orang-orang yang ambil air. Ternyata ada
dua wanita yang tidak mengambil air.
Maka Musa datang kepada wanita tersebut.
Dia kasihan. Dia mengatakan, "Kenapa
kalian tidak ambil air bersama
mereka? Kabir kami ndak bisa ambil air
sampai orang-orang semua pergi.
Sebenarnya ayah kami yang tugasnya
ngambil air kerjaan lelaki, tapi ayah
kami sudah tua." Kata Allah,
"Fasaqalah." Ya. Maka Musa pun mengambil
air untuk mereka berdua. Tawalla ilil.
Dan dia pun bernaung di bawah sebuah
pohon karena dia kelaparan. Karena tadi
dia kabur dari Mesir tidak bawa bekal,
langsung kabur. Tidak bawa bekal, tidak
naik kendaraan. Sampai disebutkan beliau
makan daun-daun sampai nampak warna
hijau di tubuhnya karena banyak daun
yang beliau makan. Kemudian beliau di
bawah naungan pohon, beliau berkata,
"Rabbi inni lima anzalta ilaiya min
khairin faqir." Ya Allah, sungguh aku
ini sangat fakir, sangat butuh akan
kebaikan yang Kau berikan kepadaku.
Kembali lagi kepada siapa? Allah berdoa
kepada Allah maka Allah kabulkan.
Ternyata Nabi Musa
lapar. Dalam sebagian dalam sebagian
riwayat sebagian salaf menafsirkan,
"Nabi Musa minta roti kepada Allah
Subhanahu wa taala." Akhirnya benar
diundang makan sama wanita yang ditolong
tadi. Maka datanglah wanita tersebut.
Faja'at ihdah tamsi alasya. Maka
datanglah salah seorang tersebut datang
malu-malu kemudian berkata, "Ya Musa,
wahai ee Musa, sungguhnya ayahku
mengundangmu. Inna abi yaduka liyajziaka
ajraqitana." Sungguhnya ayahku, ayahku
mengundangmu untuk memberi ganjaran
karena kau telah membantu kami mengambil
air. Akhirnya Musa pun datang kemudian
ngobrol sama ayahnya.
Akhirnya wanita ini tertarik dengan
berkata, "Wahai ayahanda, istajirhu.
Jadikanlah Musa pekerja. Engkau kan
sedang mencari tukang kebun. Inir manjar
alqawul amin." Sebaik-baik orang yang
kau yang kau jadikan pekerja adalah yang
kuat dan amanah. Akhirnya ayahnya
menawarkan pekerjaan. Q
inu hij.
Wahai Musa, aku ingin menikahkan
engkau." Ya, bukan dikerjakan saja, tapi
langsung di nikahkan. Ya, mumpung ada
orang saleh, kapan lagi dapat ketemu
orang orang saleh. Sementara
putri-putrinya masih ee jomblo,
jomblowati, ya. Maka dia berkata, "Aku
ingin nikahkan engkau dengan salah satu
dari dua putriku ini dengan syarat kau
jadi tukang kebun ngurus kambing selama
8 tahun."
Hijaj. Kalau ternyata kau kerja sampai
10 tahun terserah
engkau. Aku tidak ingin merepotkan
engkau. Insyaallahu minihin. Kau akan
dapati aku orang yang yang baik. Jadi
Musa kalau mau nikah sama putriku suruh
kerja jadi tukang kebun berapa tahun? 8
tahun. Berat atau ringan? Berat atau
ringan? Ringan ya. 8 tahun bayar
mahar, tapi Musa alaihi salam terima.
Ya, ini dalil
bahwasanya akad pernikahan itu akad yang
sakral. Sampai Musa rela menghabiskan
waktunya 8 tahun bahkan kata para ulama
10 tahun untuk membayar mahar tersebut.
Kata Nabi Musa alaihi salam, "Qala
dalalika baini wainak." Ini antara aku
dengan engkau. Ayyamal ajalaini qitu
fala udwana alai. Ya satajiduni.
Insyaallah.
Kalau
wallahuak kata Nabi Musa, "Mana yang
saya lakukan? Apakah 8 tahun atau 10
tahun?" Ya, maka itu terserah saya ya.
Kemudian kata Nabi Musa, "Wallahu ala ma
naquulu wakil." Allah yang menjadi
saksi, menjadi ee apa namanya?
Perwakilan atau tempat kita bersandar
atas apa yang kita sepakati. Kembalikan
lagi kepada siapa? Allah Subhanahu wa
taala. Demikianlah seorang yang
hubungannya baik dengan Allah Subhanahu
wa taala. Dalam masalah apapun selalu
Allah. Selalu Allah. Kenapa dia bisa
demikian? Karena dia sangat mudah
husnuzan kepada Allah subhanahu wa
taala. Karena selama ini hubungan dia
dengan baik. Baik dengan Allah subhanahu
wa taala. Lain halnya ketika seorang
hubungannya tidak
baik maka sangat sulit dia berhusnudan
kepada Allah subhanahu wa taala. Yang
ini dijelaskan oleh Ibnu Qayyim dalam
kitab Aljawabul Kahfi. Kalau seorang
tukang maksiat ya ketika bersendirian
maksiat jauh dari perintah-perintah
Allah, semangat melakukan
larangan-larangan Allah subhanahu wa
taala, apapun yang menimpanya dia sulit
mengatakan saya serahkan kepada Allah.
Saya serahkan. Susah. Karena dia tahu
hubungan dia dengan Allah tidak tidak
baik. sehingga dia senantiasa suuzan,
jangan-jangan begini, kayaknya nasib
saya begini, kayaknya begini, kayaknya
tidak ada solusi, kayaknya semua ee
solusi tertutup, tidak ada jalan keluar,
selalu suudon sehingga dia stres,
sehingga dia hidupnya susah. Kenapa?
Karena tidak ada tempat bersandar.
Bagaimana dia bersandar kepada Allah
sementara hubungan dia dengan Allah
buruk. Maka di antara faedah utama
seorang ketika hubungan Allah baik, maka
dia mudah bersendar bersandar kepada
Allah subhanahu wa taala. Ibarat kita
enggak usah bicara Allah. Walillahil
matalul a'la. Allah memiliki perempuan
yang tinggi. Kalau misalnya kita tinggal
suatu kota, kita punya hubungan baik
dengan gubernur atau bupati kota
tersebut, kita gampang kapan-kapan kita
bisa kontak. Eh, dia kenal saya baik
kok. Oh, tenang. Ada masalah tenang.
Saya bisa apa telepon tenang. Karena
hubungan kita baik dengan ee kepala
daerah tersebut.
Bagaimana lagi ketika yang
yang melindungi kita, yang mengurusi
kita adalah Allah Subhanahu wa
taala. Maka perbaguslah hubungan kita
dengan Allah. Cari muka kepada Allah
sehingga kita dekat dengan Allah dan
apapun yang kita hadapi insyaallah kita
tenang. Kenapa? Hubungan saya dengan
Allah baik. Insyaallah.
selalu berdoa, berzikir ya dekat dengan
Allah, berusaha mengenal Allah Subhanahu
wa taala. Kita merasa diperhatikan oleh
Allah Subhanahu wa taala. Ini menjadikan
hidup menjadi tentram, tenang, dan
bahagia. Sebesar apapun permasalahan
yang kita hadapi, sebesar apapun
permasalahan yang kita hadapi, sesulit
apapun permasalahan kita hadapi, kalau
hubungan kita dekat dengan Allah, maka
akan membuat kita tentram dan tenang.
Tayib. Jadi tadi sekedar contoh
bagaimana sosok Nabi Musa Alaih Salam
yang selalu setiap permasalahan kembali
kepada kepada Allah. Selalu kembali
kepada Allah. Selalu menyerahkan kepada
Allah. Bahkan ketika dia berperjanjian
Allah menjadi saksi atas apa namanya
akad-akad kita
berdua.
Tayib. Ustaz apakah mungkin Allah
memperhatikan kita kalau kita cari muka?
Mungkin. Kita semua ini makhluk Allah
Subhanahu wa taala. Dan ketahuilah Allah
ngurusin kita person demi person satu
persatu. Bukan seperti misalnya kepala
negara atau presiden atau gubernur atau
bupati, mereka tidak bisa ngurus kita
satu persatu. Sehingga di mereka harus
punya anak buah. Anak buah itu juga
harus punya anak
buah. Kenapa mereka tidak mampu ngurus
satu
persatu? Adapun Allah Subhanahu wa taala
ngurusi seluruh makhluknya satu persatu.
Jangankan antum, jangankan manusia,
jangankan
kita, makhluk selain kita, hewan-hewan
diurusi oleh Allah subhanahu wa taala.
Allah berfirman, "Waayyim min
daabah la tahmilu rizqoha." Allahu
yarzuquha waakum. Betapa banyak hewan
melata tidak bisa ngurusin
rezekinya. Artinya hewan kalau kita
secara kasat mata dia enggak mampu
ngurus rezekinya. Kenapa? Akal dia tidak
seperti akal manusia. Kalau manusia kan
cari rezeki, bisa inovasi ya, bisa
ngibulin
orang. Cara-cara cari duit tuh banyak ya
begini bohongin orang ini akalnya banyak
ya. Hewan akalnya tidak ada ya. Tetapi
Allah bilang Allah urusin rezekinya. Way
dain tahmilu rizqoha. Betapa banyak
hewan yang tidak bisa ngurusin
rezekinya.
Allahuquha. Allah yang kari rezeki
kepada binatang-binatang tersebut. Wa
iyakum dan juga kalian. Apalagi kalian.
Jadi Allah ngurusi, jangankan kalian,
Allah ngurusi juga
hewan-hewannya dengan cara Allah. Diberi
instinglah, disediakanlah dibuat ee apa
misalnya ekosistemlah urusan Allah
Subhanahu wa taala. Tapi Allah urus
semuanya. Jangankan kita diketahui oleh
Allah, bahkan daun yang gugur pun Allah
tahu. Waahuatihul gaibi
yamillahu barah
wqtin yam. Kata Allah Subhanahu wa
taala, "Di sisinya adalah ilmu gaib.
Tidak ada yang mengetahui ilmu gaib
tersebut kecuali Allah subhanahu wa
taala. Dan Allah mengetahui ma fil bar."
Semua yang di dataran di daratan Allah
tahu semuanya. Semua yang di daratan,
hewan, benda mati, batu, tumbuh-tumbuhan
semua Allah
tahu. Wafil bahri. Dan semua yang di
lautan Allah pun tahu. Kerang-kerang,
hewan-hewan, ikan-ikan ya semua Allah
tahu. Tumbuh-tumbuhan, rumput laut Allah
tahu semuanya. Sampai Allah mengatakan
wqt yam tidak ada satu daun pun yang
jatuh kecuali Allah tahu. Daun di atas
muka bumi ini ada berapa, Ikhwan? Ada
yang pernah hitung? Daun sangat banyak.
Pohon aja sangat banyak. Satu pohon
berapa daunnya? Setiap daun Allah tahu
person-person. Satu satu daun demi daun.
Kenapa? Karena semua itu ciptaan Allah.
Dan Allah berkata, "Ala yalamu man
khalaq." Bukankah yang menciptakan tahu
tentang apa yang diciptakannya? Bukankah
kreator tahu tentang kreasinya? Itulah
Allah Subhanahu wa taala. Dengan
demikian Allah ngurusi kita persoalan.
Allah berfirman, "Afaman hua qoimun ala
kulli nafsin bima kasabat?" Apakah sama
seperti Allah Subhanahu wa taala yang
mengurusi qoimun ala kulli nafsin
mengurusi setiap jiwa atas apa yang dia
lakukan. Allah ngurusi satu demi satu.
Kita ini diurus satu demi satu. Apa kata
eh
Albagawi? A hafiduha waoquha waimun biha
wa mujaziha bima amilat. Allah yang
menjaga setiap jiwa. Allah yang memberi
rezeki setiap jiwa. Allah yang ngerti
tetap setiap jiwa. Dan Allah akan
memberi balasan baik atau buruk bagi
setiap setiap jiwa. Ini perkataan
Albagawi dalam tafsirnya.
Kemudian juga Ibnu Asur dalam tafsirnya
tahrir wat tanwir dia berkata,
"Mutawalliha wudabiruha
jamihaqi
waljali walimuahwaliha waaliha." Dialah
Allah Subhanahu wa taala yang mengurusin
setiap jiwa, yang mengaturnya dalam
segala urusannya. Baik dalam
penciptaannya, penentuan ajalnya,
rezekinya, dan Allah tahu kondisi
seluruh kondisinya dan Allah tahu
seluruh amal perbuatannya. Jadi Allah
nunggu si satu demi satu. Saya beberapa
waktu yang lalu ada orang Om tanya sama
saya, "Ustaz, saya ditanya sama orang,
kamu ngapain berdoa-berdoa
terus? Allah belum tentu dengar doamu.
Allah belum tentu ngurusin kamu. Kamu
siapa?" Subhanallah. Bikin orang juga
akhirnya enggak mau apa berdoa. "Iya
emang saya siapa?" Ya. "Ya, saya ciptaan
Allah." Saya bilang, "Itu salah.
Karena Allah ngurusin kita satu demi
satu. Allah mengetahui makhluknya satu
demi
satu. Beda dengan saya kata tadi para
penguasa. Para penguasa gak usah
penguasa pemilik
perusahaan dia punya anak buah 10.000
dia enggak bisa ngurus satu demi satu.
Gak bisa mendengar curhatan 10.000 orang
tersebut. Mau dengar api kalau demo dia
kabur. Dia butuh direksi. direksi butuh
ini, butuh ini, butuh ini. Dan dia hanya
bisa mendengar sebagian dari curhatan
mereka. Itu kalau manusia yang penuh
banyak keterbatasan. Tapi Allah
Subhanahu wa taala jangan saya bilang,
"Jangan antum bapak, hewan saja Allah
urusin. Jangankan antum bapak Allah
tidak bagaimana Allah tidak dengar doa
antum sementara daun jatuh saja Allah
urusin." Kenapa saya sampaikan ini? Agar
kita yakin bahwasanya kita ini bisa cari
muka sama Allah. Jangan, jangan, jangan,
jangan kita pikir, "Ah, saya ini siapa
sih? Emang saya kalau puasa kalau baca
Quran, emang Allah tahu? Emang Allah
ngurusin saya? Allah ngurusin kita satu
person demi person, satu demi
satu." Sampai ada orang yang tidak
diduga, dikenal ternyata terkenal di
sisi Allah. Contoh siapa? Uwais
al-Qarani Uwais Al-Qarani kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Khairut
tabiin." Sebaik-baik apa? Tabiin. Uwais
al-Qarani tidak
terkenal. Bahkan dituduh yang tidak-tid
kaumnya. Tetapi Allah kenal Uwais. Allah
kabarkan kepada Nabi dan Nabi kabarkan
kepada Umar. Kata Nabi kepada Umar,
"Wahai Umar, akan ada seorang dari
pasukan Yaman namanya Uwais dari Qaran,
dari Murad. Carilah dia. Kalau kau
ketemu dia, minta agar dia doakan engkau
agar kau diampuni oleh Allah subhanahu
wa taala. Sungguhnya dia dulu punya
penyakit baros di sekujur tubuhnya.
Kemudian dia berdoa, maka disembuhkan
kecuali seukuran dirham di bagian
perutnya. Dan dia punya ibu dan dia
berbakti." Subhanallah. Akhirnya Umar
setelah wafatnya Nabi Umar jadi
khalifah. Jaa amdad min ahlil Yaman.
Kalau ada pasukan datang dari Yaman,
pasukan tambahan untuk berjihad maka
Umar tanya, "Afikum Uwais?" "Adakah
kalian seorang namanya Uwais?" Cari
sampai ketemu. Akhirnya ketemu Uwais.
Ini Uwais. Umar bertanya, "Kau Uwais
Alqarani dari Murad?" "Iya, Amirul
Mukminin. Dulu kau punya ibu terus kau
berbakti sama dia." Uh, dia kaget ini
kok tahu dari mana?
Dulu kau punya
penyakit terus kau berdoa disembuhkan
oleh Allah. Dari mana Anda tahu? Dia ke
akhirnya Islam dia sembunyikan. Dia
tidak pernah publish di YouTube atau di
Facebook. Saya ini loh dulu sakit
kemudian sembuh karena saya berdoa. Saya
wali Allah doa saya dikabul. Gak juga.
Dia juga enggak pernah juga. Dia
diam-diam aja. Bahkan ketika dia berdoa
dia minta kepada Allah agar tidak
disembuhkan secara total. Dia pengin
disisakan agar dia selalu ingat dia dulu
pernah sakit. Agar dia tidak lupa dengan
nikmat Allah. Karena manusia suka lupa
dengan nikmat Allah Subhanahu wa taala.
Maka dia sampai heran, "Dari mana Anda
tahu? Yang kasih tahu Umar siapa?"
Rasulullah. Yang kasih tahu Rasulullah
siapa? Allah. Berarti Allah ngurusin
seorang makhluk di ujung sana di Yaman
yang tidak ada yang ngurusin dia, tidak
terkenal di kalangan masyarakat tapi
Allah urusin dia satu demi
satu. Oleh K, Ikhwan, maksud saya kita
menjalin hubungan Allah. Jangan
menyangka ah itu sih mungkin ustaz atau
lulusan Madinah atau lulusan Yaman atau
lulusan pondok atau mungkin pejabat kita
siapa? Apa Allah ngelihat kita? Apa
Allah ngurusin kita? Kita bilang,
"Jangankan ente, daun aja diurusin sama
siapa?" Allah. Artinya kesempatan cari
muka itu
besar. Kalau kita mau cari muka sama
presiden, mudah atau susah?
Susahlah mau cari muka sama
presiden. Cari muka sama ustaz aja
susah. Apalagi sebagian ustaz ada ring
satunya, ada ring duanya, tambah susah
lagi. Tapi kalau mau cari muka sama
Allah, terbuka untuk siapa
saja. Siapa mau cari muka? Bisa. Mau
Anda pejabat, mau orang kaya, mau orang
miskin, mau ganteng, mau setengah
ganteng, mau cantik, e kurang cantik,
ya.
Mau punya duit enggak punya duit. Kalau
mau cari muka, pintu terbuka
selebar-lebarnya. Dan Allah mengatakan
dalam hadis
qudsi
ya, man takaraba ilaiya syibr takarabtu
ilaiha ziraan. Siapa yang mendekatkan
dirinya kepadaku sejengkal, aku akan
mendekat kepadanya
sehasta. Usaha manusia sedikit, Allah
balas dengan lebih. Dan itulah asyakur.
Dialah Allah Asyakur yang maha berterima
kasih. Kalau bahasa kita artinya kita
lakukan sedikit balasannya jauh lebih
lebih
banyak. Yang penting luruskan niat. Nah,
sekarang kita membahas
bagaimana cari muka kepada Allah. Itu
pembahasannya. Judulnya apa? Bagaimana
cari muka kepada Allah Subhanahu wa
taala.
Tib. Di antara cara untuk mencari muka
kepada Allah Subhanahu wa taala ya.
adalah salat malam. Salat malam. Ya,
makanya Rasul sahu alaihi wasallam
ketika berdakwah di Kota Madinah kata
Abdullah bin Salam radhiallahu anhu,
"Awalu kalamin samuhu minan Nabi
sallallahu alaihi wasallam." Dakwah
pertama kali yang saya dengar Rasulullah
serukan ketika Nabi pertama kali masuk
kota Madinah. Saya dengar pertama kali
Rasulullah berkata, "Ya ayyuhannas
afsyus
salam waimut thaam wasilul arham wasallu
bilil wasun niyam tadkul jannata
bisalam." Wahai manusia
sekalian, tebarkanlah salam
akhlakam. Berilah makanan, bagi-bagi
makanan. Wasilul arham, sambunglah
silaturahmi. Kemudian di akhir kata
Nabi, "Wasallu bail wasu niyamin."
Salatlah di dalam malam hari. Sementara
orang-orang sedang tidur pulas cari
muka. Sudah tidak ada kesempatan untuk
cari muka kepada manusia karena yang mau
dicari mukai sedang ti
tidur. Saatnya cari muka kepada Allah
Subhanahu wa taala.
Ya, saatnya cari muka kepada Allah.
Orang-orang sedang tidur kata Nabi,
"Solu bail." Salat di malam
harias niam. Sementara orang-orang
sedang tidur tadulul jann balam, kalian
akan masuk surga dengan penuh
keselamatan. Ini salah satu cara cari
muka. Kata Allah,
junub, lambung mereka jauh dari tempat
tidur. Kenapa?
sedang beribadah, sedang berdoa, sedang
salat. Tapi jangan bangun terus bikin
status alhamdulillah lagi salat malam.
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah
wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala
alihi wa ashabihi wa
mawalah. Hadirin dan hadirat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita
lanjutkan pembahasan kita tentang
bagaimana cara mencari muka kepada Allah
subhanahu wa taala. telah kita sebutkan
di antara cara pertama adalah dengan
salat malam. Karena ketika itu
orang-orang sedang pada tidur kemudian
kita ceri muka, kita bangun untuk
mengharapkan rida Allah subhanahu wa
taala. Dan orang seperti ini sangat
diperhatikan oleh Allah subhanahu wa
taala. Makanya ketika Allah menceritakan
tentang orang kafir, Allah bandingkan
dengan orang beriman yang Allah
contohkan orang yang salat malam. Dalam
surat Azzumar kata Allah subhanahu wa
taala, "Amman hua qonitun anaili sajid
waqim yahdarul akhirah waarju
rahmatabbih." Qul hal yastawilladina
y'lamuna walladina la yalamun. Setelah
Allah sebutkan tentang orang kafir
sebelumnya, lalu Allah katakan, "Apakah
sama dengan orang mukmin yang bangun
malam, berdiri,
sujud, yang takut dengan akhirat dan
berharap rahmat Allah Subhanahu wa
taala." Kemudian Allah tutup lagi.
Apakah sama orang berilmu dengan orang
tidak berilmu? Jawabannya tidak sama.
Yang Allah
contohkan untuk dijadikan komparasi
antara orang kafir, orang beriman, orang
mukmin yang Allah contohkan orang yang
salat salat malam yang sedang cari muka
kepada Allah subhanahu wa taala.
Kemudian Allah akhirnya akhirkan di ayat
di akhir akhir bagian ayat tersebut.
Allah komparasi lagi antara orang
berilmu dengan orang tidak
berilmu. Maka di antara cara termudah
untuk mencari perhatian Allah adalah
bangun malam ketika orang sedang tidur.
Terlebih lagi jika setelah salat malam
kemudian diakhiri dengan
istigfar. Allah berfirman, "Wabil ashari
hum
yastagfirun." Dan di waktu sahur mereka
beristigfar. Allah berfirman dalam ayat
yang lain, "Wal mustagfirina bil ashar."
Dan orang-orang yang beristigfar di
waktu sahur. Ahli tafsir mengatakan,
yaitu setelah mereka salat malam, mereka
beristigfar. Mereka
beristigfar. Ya, mereka sadar bahwasanya
usaha mereka ini tidak ada bandingannya
dengan keagungan Allah Subhanahu wa
taala. Maka mereka minta ampun padahal
mereka telah salat malam dan bermunajat
kepada Allah subhanahu wa taala.
Terlebih lagi sepertiga malam yang
terakhir di mana Allah memotivasi
hambanya untuk cari
muka. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Yanzilabuna tabaraka wa taala
yabq akir minil." Sesungguhnya Rabb kita
turun ke langit dunia ketika tinggal
tersisa sepertiga malam yang terakhir.
Fakul. Lantas Allah berkata, "Hal
mustagfirinagfirallah." Adakah yang
minta ampun beristigfar maka akan aku
ampuninya? Ampuni dia. Halilah.
Adakah yang mohon akan aku kabulkan
permintaannya? Halin faastajibahu.
Adakah yang berdoa akan aku kabulkan
doanya? Bayangkan di sepertiga malam
terakhir Allah mendekat turun ke langit
mencari hamba-hambanya. Terus antum
bangun cari muka sama Allah subhanahu wa
taala. Ini adalah kenikmatan yang luar
biasa yang Allah berikan kepada seorang
hamba ketika Allah beri taufik kepadanya
untuk bisa bangun malam bermunajat
kepada Allah sementara. orang-orang di
sekitarnya sedang tidur
pulas. Tib. Yang berikutnya di antara
cara
untuk ee mencari perhatian kepada Allah
Subhanahu wa
taala adalah dengan
banyak berzikir kepada Allah subhanahu
wa taala. Banyak berzikir, banyak ingat
Allah. Karena Allah mengatakan,
"Fadkuruni azkurkum."
Ingatlah aku, aku angat akan ingat
kalian. Jadi kalau kita ingin
diingat-ingat, disebut-sebut Allah
secara
spesifik, maka berzikir kepada Allah
Subhanahu wa taala. Kita cari muka
kepada Allah agar kita disebut-sebut
Allah dengan banyak berzikir kepada
Allah.
Fadkuruni, zikirlah kepadaku. Azkurum.
Aku akan menyebutmu. Dalam hadis yang ee
sahih kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, wa ana maahu. Kata Allah dalam
hadis qudsi, wa ana maahu haina
yadkuruni. Aku senantiasa bersamanya
jika dia berzikir kepadaku. Jika dia
mengingatkuaroni fi
nafsihiakartuhu fi nafsi. Kalau dia
mengingatku dalam jiwanya, aku akan
mengingatnya pada jiwaku. Waqarani
malain. Kalau dia berzikir kepadaku di
hadapan sekelompok orang, zakartu fi
malain khairin, maka aku akan
menyebutnya di depan golongan yang lebih
baik, yaitu golongan para malaikat. Ini
di antara cara agar kita diperhatikan
secara khusus oleh Allah subhanahu wa
taala. Sering berzikir kepada Allah. Ini
ibadah yang sangat mudah. Cuma kita
malas
melakukannya. Apa susahnya kita berkata
subhanallah walhamdulillah
walailahaillallah wallahu akbar. Apa
susahnya kita berkata la haula wala
quwwata illa billah. Apa usalnya kita
berkata astagfirullah astagfirullah
astagfirullah astagfirullah apa usalnya
kita berkata ya subhanallah wabihamdih
subhanalladzim subhanallah wabihamdih
subhanalladzimanya apa saja kita
subhanallah subhanallah subhanallah cuma
kita tidak melakukannya.
Oleh karenanya ketika seorang minta
wasiat kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam, Rasul wasallam berkata, "La ya
lisan minikrillah." Senantiasa lisanmu
basah dengan berzikir kepada Allah. Maka
saya nasihat diri saya pribadi dan juga
kepada hadirin hadirat agar tidak
buang-buang waktu kalau kita lagi
sendirian, lagi naik motor, lagi naik
kendaraan, jangan lupa kita berzikir
astagfirullah, astagfirullah,
astagfirullah bisa enggak sambil masak
sambil istigfar? Bisa. Astagfirullah.
Astagfirullah.
Bisa. Bisa enggak nyetir sambil
istigfar? Bisa. Astagfirullah.
Astagfirullah. Apalagi pas lihat
astagfirullah. Astagfirullah. Jangan
alhamdulillah. Bisa,
bisa, bisa. Artinya kita bisa nyambi ya
sambil beraktivitas zikir kepada Allah.
Ibadah yang s pahalanya banyak. Setiap
kita ingat Allah, yakin Allah ingat kita
secara spesifik. Ini di antara cara cari
muka kepada Allah Subhanahu wa
taala. Kemudian di antara cara cari muka
kepada Allah Subhanahu wa taala adalah
tadabur. Baca Al-Qur'an tapi dengan
tadabur. Dengan
tadabur. Kita sekarang mulai progres
dalam membaca Al-Qur'an. Mungkin kita
sering baca Quran tanpa tadabur.
Sekarang kita berusaha baca Al-Qur'an
dengan apa? tadabur berusaha kita
mencari tahu apa sih maunya Allah kirim
surat kepada kita melalui nabinya. Ayat
ini maksudnya apa? Apa di balik ini ada
rahasia apa? Surat ini kandungannya apa?
Kita mulai baca. Mulai kita menggelitik
jiwa kita untuk mencari
tahu. Untuk mencari tahu.
Ya. Dan Allah berkata, "Waid tuliat
alaihim ayatuhum imanawakalun."
Dan jika dibacakan terhadap orang-orang
yang
beriman ayat-ayat Allah imana maka
bertambah iman iman mereka. Dan Allah
mengatakan jaakum
maikumur telah datang pada kalian
Al-Qur'an yang merupakan mauah wejangan
dari Rabb kalian. Allah kasih wejangan.
Nah, kita ngerti enggak wujangan
tersebut? Ini mau tidak mau kita baca
dengan tadabur, pelan-pelan memahami
maknanya. Itu di antara ya cara mudah
kita untuk dekat dengan Allah Subhanahu
wa taala. Makanya seb ulama mengatakan,
"Siapa yang ingin
seakan-akan diajak bicara oleh Allah,
baca Al-Qur'an. Karena semua Al-Qur'an
isinya firman Allah. Seakan-akan kita
sedang diajak bicara oleh Allah dan
siapa ingin berbicara dengan Allah
salat. Siapa ingin berbicara dengan
Allah maka
salat. Islam mudah mau connecting dengan
Allah mudah connecting langsung salat.
Mau seperti seakan-akan kita sedang
diajak bicara oleh Allah, baca
Al-Qur'an. Semua isinya adalah firman
Allah. Kita berusaha maksud Allah ini
surat ini bicara dengan kita
menyampaikan semua Al-Qur'an ditujukan
kepada hamba-hambanya. Ini maksudnya
apa? Ya maksudnya maksudnya apa
ya?
Maka baca Al-Qur'an dengan tadabur. Maka
wasilah paling utama untuk mengetahui
apa sih yang Allah inginkan dari kita?
sampai menurunkan surat-surat tersebut.
Maka sisihkan waktu baca Al-Qur'an
dengan tadabbur, sisihkan waktu dengar
tafsir ee kajian-kajian tafsir, baca
tafsir. Selain kita baca, kita juga
berusaha
mentadaburi. Tib di antara cara mencari
muka kepada Allah, memperbanyak
amalan-amalan sunah.
Kata Allah subhanahu wa ta hadis qudsi
wqwafilta uhibbah senantiasa hambaku
mendekatkan dirinya kepadaku dengan
perkara-perkara sunah sampai aku
mencintainya kalau aku sudah
mencintainya bihi aku menjadi
pendengarannya yang dia mendengar
dengannya aku menjadi penglihatan yang
dia melihat
dengannyaahu biha aku menjadi tangan
yang dia mukul dengan tangan
tersebut aku menjadi kakinya
melangkahkan berjalan kakinya tersebut
dalam seb
riwayat aku menjadi lisan yang dia
berkata dengan lisan
tersebut ya aku menjadi hatinya yang dia
berpikir dengan hatinya
tersebut maksudnya kata para ulama yaitu
Allah beri taufik kepada dia hamba ini
karena Allah beri perhatian khusus
sehingga Allah jaga Allah jaga matanya
dia tidak sembarang melihat kalau
melihat yang buruk dia langsung
Istigfar. Allah menjaga telinganya. Dia
tidak betah mendengar hal-hal yang tidak
baik. Allah menjaga kakinya, Allah
menjaga tangannya, Allah menjaga hatinya
sehingga dia tidak berpikir yang tidak
baik, berusaha berpikir yang bermanfaat.
Allah menjaga lisannya sehingga dia
tidak mengucapkan kata-kata yang tidak
ber bermanfaat atau kata-kata yang
mendatangkan kemurkaan Allah. Kapan
Allah jaga itu? Allah jaga dia, Allah
bimbing dia ketika dia dicintai oleh
Allah. Kalau Allah sudah mencintai
seorang, berarti Allah perhatian sama
dia. Berarti ada perhatian khusus. Kapan
dia dicintai oleh Allah? Ketika dia
banyak melakukan amalan amalan sunah.
Nah, kita belajar kita menamakan diri
kita ahlusunah, yaitu orang yang suka
melakukan sunah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Maka jangan sepelekan
sunah-sunah keseharian. Berusaha kita
hidup di atas sunah. Ya, mau tidur
jalankan sunah, mau toilet jalankan
sunah, keluar toilet, keluar rumah baca
doa, keluar selalu menjalankan sunah.
Sunah di rumah seperti apa? Keseharian
seperti apa? Berusaha menjalankan sunah.
Terkait dengan puasa sunah, terkait
dengan salat sunah, terkait dengan
sedekah sunah.
Berusaha semakin banyak perkara sunah
yang kita lakukan, semakin dicintai oleh
Allah subhanahu wa taala.
Ya, oleh karenanya ini butuh belajar dan
ketika kita niatkan jalankan sunah agar
dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala.
Sampai seorang salaf kalau tidak salah
Sufyanuri berkata
iniakafal. Kalau kau mampu tidak
menggaruk kepala kecuali ada sunahnya.
Kalau seandainya ada sunahnya Nabi kalau
garuk kepala caranya begini ikuti kalau
memang ada.
Sehingga setiap kita melakukan sesuatu,
kita ingat Nabi sallallahu alaihi
wasallam yang menyuruh kita untuk
menjalankan sunahnya dan Allah yang
menyuruh kita untuk mengikuti sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Qul inuntum
tuhibbunallah
fattabiuni. Katakanlah wahai Muhammad
kepada mereka, "Kalau kalian cinta
kepada Allah maka ikutilah aku.
Yuhbibukumullah." Niscaya Allah akan
mencintai kalian. Timbul pertanyaan,
kenapa kalau mengikuti sunah Nabi
dicintai oleh Allah? Jawabannya mudah.
Karena yang paling tahu apa yang
dicintai oleh Allah adalah Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Yang paling
tahu apa yang dicintai oleh Allah adalah
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ketika
kita mengikuti sunah Nabi, berarti kita
melakukan apa yang dicintai oleh Allah.
Kalau kita melakukan apa yang dicintai
oleh Allah, maka Allah akan mencintai
mencintai kita. Maka gak usah sepelekan
sunah dalam segala hal. Sunah kita
perhatikan dalam akhlak, dalam
berpakaian, dalam
adab. Kita tidak melalaikan atau
meremehkan sunah apapun. Semakin banyak
sunah kita kerjakan, semakin
diperhatikan oleh Allah subhanahu wa
taala dan hubungan kita semakin baik
dengan Allah subhanahu wa taala. Tayib.
Di antara cara mencari muka kepada Allah
Subhanahu wa taala ini juga banyak
berdoa. Banyak
berdoa. Orang yang paling banyak berdoa
adalah Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam.
Coba cari buku tentang kumpulan doa.
Banyak atau tidak banyak? Nabi setiap
kegiatannya
berdoa dan Allah telah berfirman, "Waid
saalaka ibadi fainni qoribun ujibu da."
Jika hamba-hambaku bertanya kepada
engkau tentang aku, katakanlah aku
sangat dekat. Aku mengabulkan orang yang
berdoa kepadaku. Yaitu Allah sangat
dekat dengan orang yang berdoa kepada
kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka
kalau kita ingin dekat dengan Allah,
sering berdoa, sering mengentungkan hati
kita. Connecting. Bukankah kalau kita
berdoa kita connecting dengan Allah?
Iya, kita
connecting. Maka berusaha belajar
doa-doa
keseharian. Praktikkan doa kel rumah.
Doa masuk rumah.
Mau makan bilang bismillah. Setelah
makan bilang apa? Masuk WC, keluar WC.
Mau berhubungan dengan istri apa doanya?
Mau tidur apa doanya? Ya, naik kedaran
apa
doanya? Ketika masuk suatu negeri apa
doanya? Ya, doa mau safar apa doanya.
Pulang dari safar apa doanya? Menyengu
orang sakit apa doanya? Ketika mengantar
jenazah sampai di kuburan apa doanya?
Apa yang berusaha selalu berdoa kepada
Allah Subhanahu wa taala. Dan saya
bilang kalau minimal kalau kita lupa
minimal kita bilang apa? Bis bismillah.
Kalau lupa bilang bis
bismillah. Sering
berdoa. Makanya Nabi sallallahu alaihi
wasallam ketika subhanallah
ketika ee haji wada Rasul sahu alaihi
wasallam berdoa dari zuhur sampai magrib
beliau wukuf di atas untanya di bawah
trik matahari. Kemudian beliau angkat
kedua tangannya berdoa kepada Allah
bermunajat. Ketika untanya bergerak,
saat tangan kirinya memegang kekang unta
agar bisa tenang, tangan kanannya tetap
mengadah ke langit meminta kepada Allah
subhanahu wa taala dengan doa yang
sangat
panjang.
Ya, kita enggak kuat doa
panjang-panjang. Baru doa 5 menit sudah
habis. Ya Allah, utangi lunas lunasan
hutangku. Ya Allah, cepatkan jodohku.
Ya Allah, selesai itu apalagi bingung.
Padahal kebutuhan kita sangat-sangat
apa?
Banyak. Maka orang yang dekat dengan
Allah yaitu orang yang senantiasa
bersandar kepada Allah. Makanya Nabi
mengatakan, "Ya Hu ya qayyum birahmatika
astagil nafsi."
Wahai zat yang maha hidup, yang maha
qayyum, dengan rahmat-Mu aku mohon
pertolongan kepadamu. Perbaiki segala
urusanku. Jangan biarkan aku bersandar
kepada diriku meskipun sekejap mata.
Jangan. Senantiasa kita connecting
dengan Allah, berarti kita dekat.
Senantiasa berdoa. Bismillah. Berdoa
tawakal kepada Allah Subhanahu wa taala.
Ini menjadikan kita terasa dekat dengan
Allah Subhanahu wa taala.
Tib. Di antara cara mencari muka kepada
Allah Subhanahu wa taala dan
ini adalah alkfi yaitu khafa. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Innallaha
yuhibbul abdqial gani khofi." Allah
mencintai hamba yang bertakwa yang
alghani alkfi. Alghani yaitu maksudnya
dia merasa cukup. Alkfi maksudnya dia
tidak suka tampil agar fokus mencari
muka kepada Allah. sebisa mungkin jaga
jangan suka tampil kecuali dalam
tampilanmu itu ada faedahnya. Karena
sebagian orang memang harus tampil untuk
beramar makruf, bernahi mungkar, untuk
berdakwah dia
tampil. Tapi kalau sebisa mungkin tidak
tampil, ada maslahat apalagi terkait
dengan ibadah, jangan
tampil. Karena tampil jadi pusat
perhatian itu tidak mudah. Seorang tidak
mudah mengatur hatinya.
Ketika dia terbiasa berhadapan dengan
jumhur, dengan publik, bisa jadi yang
menjadi pusat perhatian dia bagaimana
komentar publik sehingga dia lupa dengan
komentar Allah Subhanahu wa
taala. Maka sebisa mungkin ya jadi
seorang yang khofi yang tidak suka
tampil. Yang tidak suka tampil. Tidak
suka tampil bukan berarti main HP mulu.
Enggak. Maksudnya karena dia tidak
tampil tersebut dia terbiasa sendiri
berkhalwat dengan Allah Subhanahu wa
taala.
Dia baca kitab. Bayangkan sungguh indah
seorang di pojok rumah baca kitab tafsir
sambil minum kopi Pontianak.
Indah. Enggak ada urusan dengan orang.
WA dia matikan. Dia baca sambil minum
kopi. Di antara saya baca biografinya
Syekh Abdurrahman bin Nasir S'di,
gurunya Syekh Utsimin, penulis kitab
tafsir tafsir Sa'di. Beliau kalau salat
malam bawa qahwah. Bawa qahwa. Jadi
beliau salat malam sambil minum apa?
Qahwa. untuk menghilangkan rasa kantuk
enggak ada
masalah. Berusaha untuk tidak mendengar
komentar orang gimana caranya sehingga
kita terbiasa fokus kepada Allah
Subhanahu wa taala. Baca Quran di
pojokan. Baca Quran sendiri mana enggak
ada yang
tahu. Gak usah bikin status lagi baca
Quran. Enggak usah, enggak usah.
Alhamdulillah sudah satu juz. Enggak
usah juga enggak usah.
Usah kita enggak dengar komentar orang.
KFI sibuk ngurusin keluarga, ngurusin
ibu, ngurusin bapak yang sedang sakit,
ngambung silaturahmi, enggak ada yang
tahu. Kita
sendiri. Karena Allah Subhanahu wa
taala. Semakin kita sering cerita, kita
semakin menunggu komentar orang.
Sehingga kita tidak cari muka sama
Allah, tapi cari muka kepada manu
manusia. Itu masalahnya kalau sering
tampil, sering publish.
Allah suka dengan hamba yang tidak
tampil. Lebih mudah ikhlas untuknya.
Lebih mudah dia untuk mencari muka
kepada Allah Subhanahu wa taala. Tampil
tuh enggak mudah. Antum mau tampil aja
harus keren ini. Harus keren. Sudah cari
nanti kalau salah begini topinya miring
komentar orang. Tapi kalau di
sendiri yang penting penilaian Allah
Subhanahu wa taala.
Ya, nanti kalau sudah terbiasa seperti
ketika Nabi menyebutkan
tentang tujuh golongan yang Allah naungi
pada hari kiamat kelak di antaranya yang
terakhir Nabi berkata, "Rajulunakarallah
khanfad a seorang tatkala bersendirian
tidak tampil di hadapan manusia dia
berzikir kemudian dia
menangis berarti murni dia tidak
menunggu komentar manusia dia serang
connecting dengan Allah dia ingat Allah
ingat keagungan Allah ingat dosa-dosanya
dia sedang sedang koneking kemudian dia
menangis. Ini orang dimuliakan oleh
Allah. Sampai kata alafiz Ibnu Hajar
rahimahullah dalam Fathul Bari,
seandainya dia pun berzikir di hadapan
banyak orang kemudian dia menangis ke
namun dia mengkondisingin dirinya karena
dia sudah terbiasa seperti itu dia tidak
peduli dengan komentar manusia maka sama
saja. Maksudnya Ibnu Hajar mengatakan
jika dia sudah terbiasa seperti itu di
rumah bersendirian nangis, suatu saat
dia lagi berzikir di hadapan manusia
tetap
sama. Karena dia sudah terbiasa mencari
muka kepada siapa?
Allah. Tapi kalau depan orang nangis, di
rumah gak pernah nangis. Ah, ini
masalah. Ini masalah. Ya berarti dia
nangis dulu sebenarnya karena siapa dia
nangis? Di luar aja depan orang
nangis-nangis, di dalam rumah enggak
nangis.
ini dia di rumah dia nangis dan suatu
saat kalau dia ternyata di depan orang
pun dia berzikir sambil
nangis ternyata dia ikhlas dia bisa
memfokuskan antara dia dengan Allah saja
maka sama hukumnya ketika dia sendiri
kenapa dia sudah terbiasa mencari muka
kepada Allah subhanahu wa taala maka
seorang suka-suka hobi untuk beribadah
sendirian latih diri hobi baca Quran
sendiri
Ya, berzikir dalam
kesendirian, baca kitab dalam
kesendirian, ya menikmati kesendirian,
berkhalwat bersama Allah Subhanahu wa
taala. Latih diri karena Allah mencintai
hamba yang
demikian. Di antara cara mencari muka
kepada Allah tadi Nabi berkata alghani.
Allah mencintai hamba yang al-ghani.
Al-ghani ditafsirkan maksudnya di
antaranya dia memiliki sifat qanaah.
Merasa cukup. Merasa cukup. Dia
tunjukkan kepada Allah, "Ya Allah, aku
rida dengan apa yang Kau berikan. Aku
qanaah. Aku merasa
cukup. Aku merasa merasa cukup." Dan ini
mencari muka kepada Allah. Apa yang
Allah tetapkan, apa yang Allah apa yang
Allah takdirkan kepada dia, dia merasa
cukup. Dia rida dengan pemberian Allah
Subhanahu wa taala. Itulah dimakna
alghani yaitu gina
nafsisal
ginail wa inamal gina gina nafs bukanlah
kekayaan dengan banyaknya aset tetapi
kekayaanlah kaya
hati ini kita butuhkan sekarang kita
butuh kaya hati benar tidak kita
berusaha cari nafkah cari rezeki tapi
tapi titik qanaah apa yang Allah berikan
itu. Ya sudah saya rida dengan pemberian
Allah hari ini. Saya rida dengan
keuntungan hari ini. Saya rida dengan
keputusan Allah ternyata saya rugi hari
ini. rida. Dan itu membuat Allah mudah
mencintai seorang seorang hamba. Allah
memperhatikan dia karena dia rida dengan
segala keputusan Allah subhanahu wa
taala. Bahkan ketika terkena musibah
maka dia rida dengan keputusan Allah
Subhanahu wa berkata, "Alhamdulillah ala
kullial." Allah mencintai hamba seperti
ini. Kenapa kita mudah rida kepada k?
Karena kita merasa alhamdulillah
hubungan kita dengan Allah baik ya. Kita
mudah husnudan. Coba kalau kita
hubungannya jelek dengan
Allah,
maksiat, diam-diam nonton film
Korea, sudah episode
ke-72, nonton film India, nonton film
box office, lihat maksiat setiap hari
tengah malam bangun. Bukannya salat
malam teriak gol.
Anak-anak sampai kebangun. Abi ngapain
B? Selalu kita
lakukan ya. Kalau kita buang-buang waktu
ya, waktu yang istimewa kita tidak
gunakan dengan baik
ya susah kita rida. Malah kita seudon
kenal begini, kenal begitu, kenapa
begini. Maka penting kita dekatkan diri
kita kepada Allah. Yang terakhir, Ikhwan
yang mau saya sampaikan pada kesempatan
kali ini. Jadi, ini di antara perkara
yang sangat
berat. Cari muka dengan Allah kepada
Allah dengan membuat orang
marah. Cari muka kepada Allah dengan
membuat manusia apa? Marah. Meskipun
konsekuensinya orang marah sama
kita.
Diriwayatkan kataba Muawiyah ila Aisyah.
Muawiyah radhiallahu anhu ketika dia
sebagai pejabat entah sebagai gubernur
atau dia sebagai khalifah amirul
mukminin. Dia tulis surat kepada Aisyah
radhiallahu anha ummul
mukminin. Dalam suratnya dia mengatakan,
"Anuktubi uktubi ilaiya
kitaban." Tolong tuliskan surat kepadaku
wahai ibunda Aisyah. Tusini bihi wsiri.
Berilah wasiat kepadaku dalam surat
tersebut dan jangan banyak-banyak
wasiatnya. Dia pengin wasiat ringkas
bermanfaat. Surat dari seorang khalifah
atau seorang pejabat kepada rakyat yang
diminta adalah seorang wanita sangat
mulia, sangat fakihah, yaitu siapa?
Aisyah radhiallahu taala anha, istri
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka
fakatabat Aisyah menjawab surat Muawiyah
singkat. Dia mengatakan salamun alaik,
yaitu waalaikumsalam. Amma ba'du.
Kemudian daripada itu fainni samu rasul
sahu alaihi wasallam yaakul kasih satu
hadis pendek. Sesungguhnya aku mendengar
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
bersabda
manilamasidallahias kafallahuatanas.
Siapa yang mencari keridaan Allah dengan
kemurkaan manusia maka Allah mencukupkan
dia dari urusan
manusia.
Bahallahu taala. Dan siapa yang mencari
keridaan manusia dengan kemurkaan Allah,
maka Allah serahkan urusannya kepada
manusia. Waalaikumsalam.
Selesai. Subhanallah. Siapa yang mencari
keridaan Allah dengan kemurkaan manu
manusia? Ini berat. Apa kata netizen?
Katanya apa kata
netizen? Apa kata
audiens? Apa kata orang? Sudahlah,
enggak usahlah.
Sering kita pertimbangkan. Kecuali
memang dia pertimbangan karena maslahat
dakwah. Tapi kalau dia takut perkataan
manusia, nah ini
repot. Terkadang seorang mencari muka
kepada Allah dengan mengucapkan
kebenaran meskipun dibenci oleh
masyarakat. Di antara contohnya siapa
yang cari muka dengan begitu? Siapa?
Nabi Ibrahim Alaih Salam. Cari masalah.
Semua pergi dia hancurin
patung-patung. Cari masalah
tidak? Antum jangan ikut-ikutan ya.
Situasi dan kondisi berbeda. Buktinya
Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika
di Makkah selama 13 tahun tidak bisa
menghancurkan berhala-berhala karena
kemaslahatan dakwah. Ya. Tapi contoh
maksudnya ketika Nabi Ibrahim melihat
maslahat cuek
dia. Kaumnya lagi pergi dia ngancurin
apa? patung-patung. Dan dia tidak kabur
dia di situ. Tenang aja.
Ya, alunas datangkan Ibrahim dialog man
faal siapa yang ngancurin patung-patung
kami ya anta faal bihatina kau yang
hancurin patung melakukan ini sama
tuhan-tuhan kita Ibrahim dengan
entengnya berkata, "Bal fa'alahu
kabiruhum hadza." Ini yang gede yang
bikin. Fas'aluhum in kanu yantiquun.
Tanya sama patung-patung kecil,
tuhan-tuhan kecil. tanya benar atau
enggak kalau memang mereka bisa jawab.
Memang dia memang cari
perkara
ya. Tapi banyak dalam hal kita takut
padahal tidak ada mudarat bagi
kita. Yang penting semuanya butuh dengan
dapat hikmah dan kebijakan. Bijak dan
hikmah. Tapi maksud saya di antara cara
mencari muka kepada Allah adalah mencari
keridaannya. Meskipun orang-orang pada
marah tatkala kita mengucapkan kebenaran
dengan hikmah, dengan bijak, dengan kita
pertembangan, kita pertimbangkan
maslahat dan mudarat, maka saat itu
Allah akan memperhatikan kita rida
dengan dengan kita.
Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
subhanahu wa
taala. Ini mungkin beberapa perkara yang
cara kita mencari muka kepada Allah
subhanahu wa taala sehingga memperbaiki
hubungan kita dengan Allah. Kalau kita
baik dengan Allah subhanahu wa taala
maka Allah akan perbaiki hubungan kita
dengan manusia. Allah akan mudahkan
urusan kita. Apapun yang kita hadapi,
kita bisa tegar menghadapi segala
keputusan Allah. Karena kita senantiasa
berbaik sangka kepada Allah Subhanahu wa
taala. Makanya ada perkataan indah,
lihatlah ya. Nabi Yusuf Alaih Salam
meskipun diuji sampai dia buta tetap dia
husnudan kepada Allah.
Bayangkan Nabi Yakub alaihi salam diuji
sampai buta atau tidak sampai buta.
Berapa lama berpisah Nabi Yakub dengan
Nabi Yusuf? khilaf di kalangan para ahli
tafsir. Ada yang mengatakan 15 tahun,
ada yang mengatakan 40 tahun, ada yang
mengatakan 80 tahun, belasan tahun in
minimal. Akhirnya ketemu lagi. Sebelum
ketemu dia sampai menangis sampai ya
wabad a minal huzni, sampai matanya jadi
putih, jadi buta. Karena saking sedihnya
di tengah-tengah kesedihan seperti itu
dia tetap husnuzan kepada Allah
Subhanahu wa taala. Dia mengatakan,
"Asallahuanih jaman." Semoga Allah
mendatangkan
anak-anakku Yusuf dan Benyamin kepadaku.
Padahal sudah hilang mereka. Kemudian
dia mengatakan, "Ya
bani, wahai anak-anakku, ayo pergi lagi
cari Yusuf dan
Benyamin. Jangan putus asa dari rahmat
Allah.
Inah kafirun." Sungguhnya tidak ada yang
putus asa rahmat Allah kecuali orang
kafir. Yakub mengatakan demikian.
Sementara matanya buta karena sedih
tetap husnudan kepada Allah. Kenapa bisa
demikian? Karena hubungan dia dengan
Allah sangat luar luar biasa. Waamu
minallahi ma la tamun. Dia berkata,
"Wahai anak-anakku, aku tahu apa yang
kalian tidak tahu. Aku punya hubungan
khusus dengan
siapa? Allah Subhanahu wa taala." Kata
Allah, "Wa innahu ilmin lima." Sungguh
dia punya ilmu tentang apa yang kami
ajarkan kepadanya. Allah memuji Nabi
Yakub Alaih Salam. Demikian saja. Ikhwan
dan akhwat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala.
Semoga Allah memberikan ridanya kepada
kita semua. Semoga Allah mengampuni
dosa-dosa kita. Semoga Allah menjadi
kita orang yang bertakwa tatkala di
depan masyarakat ataupun dalam
kesendirian. Wasyahadah. Dan semoga
Allah kumpulkan kita di surga kelak
sebagaimana Allah kumpulkan kita di
masjid yang mulia ini. Wallahu taala
alam bawab. Wallahu taalaam bawab.
Demikian sa saya sampaikan. Kurang mohon
maaf. Wabillahi taufik walidah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.