Kitab Al-Adab Al-Mufrad #65: Hukum Memboikot Muslim Yang Lain
ZDzo0Mz7td8 • 2026-02-12
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasukrulahu ala taufiqianiau alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim. anna muhammadan abduhu Allah shi alaihi waa alihi wa ikhw ee sebelumnya saya mohon maaf karena tadi terlambat ya qadarullah macet ya biasanya jam 09 sudah sampai tadi .30 baru sampai ya. Jadi terus siap-siap kamera jadi telat ya. Enggak tahu lagi musim banjir mungkin ya. Tib ya Tib kita lanjutkan babun hijratul muslim bab menghajar muslim. Hijrah maksudnya tark ya. Kadang maknanya adalah hijrah seperti yang kita pahami yaitu berhijrah maksudnya meninggalkan ee kampung halaman yang penuh dengan kekufuran. menuju ke negeri yang penuh dengan ee nilai-nilai agama seperti yang dilakukan oleh para sahabat berhijrah dari Makkah menuju Madinah. Demikian juga hijrah maknanya meninggalkan maksiat menuju ketaatan meskipun tidak berpindah tempat. Ya, Rasulullah bersabda, "Wal muhajir man hajaro mahallahu anhu." Seorang muhajir yaitu yang sesungguhnya yang meninggalkan apa yang Allah larang. itu karena hijrah maknanya meninggalkan. Tetapi yang kita bahas di sini adalah meninggalkan orang ya. Kalau tadi meninggalkan tempat, kedua meninggalkan maksiat, yang ketiga meninggalkan orang lain, menjauhinya. Kalau bahasa kita memboikot. Jadi haji sini namanya apa? Memoikot. Memboikot muslim yang lain. Apa hukumnya? Secara umum memboikot muslim yang lain ada dua kondisi. Kondisi pertama memboikotnya karena perkara dunia. Kalau memboikotnya karena perkara dunia, maka ini maksimal cuma 3 hari. Lebih dari 3 hari, maka hukumnya haram. Maksimal 3 hari. Adapun kalau memboikot muslim yang lain karena urusan agama, maka ini boleh lebih dari 3 hari. Bahkan boleh seumur hidup jika memang ada maslahat yang dipandang dari sikap memboikot tersebut. Bukan karena urusan duniawi, bukan karena kepentingan duniawi yang dipasang dalam casing agama, tetapi benar-benar murni karena karena agama. Maka seorang boleh memboikot muslim yang lain, yaitu menjauhinya tanpa ada batasan waktu tertentu. Dan ada dua kemaslahatan. Kemaslahatan pertama adalah demi untuk sang yang diboikot, yang al-mahjur, yang diboikot. Misalnya dia melakukan suatu bidah atau melakukan suatu maksiat, maka kita memboikotnya agar dia sadar. Jika memang proses pemboikotan tersebut membuat dia sadar, kita boleh boikot dia sampai dia sa sadar. Ini boleh. Sebagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam memboikot Ka'ab bin Malik dan dua kawannya yang tidak ikut perang Tabuk. Maka diboikot sampai sekitar 50 hari. Akhirnya Allah turunkan ayat menerima tobat mereka. Baru kemudian Rasulullah memberhentikan pemboikotan tersebut. yaitu diboikot agar sadar. Diboikot agar sadar. Ini kemaslahatan pertama. Keslatan kedua, seorang memboikot muslim yang lain karena kepentingan yang memboikot. Dia khawatir kalau dia dekat dengan orang tersebut, dia akan terpengaruh. Apakah terpengaruh dalam kemaksiatannya atau terpengaruh dalam kekufurannya atau terpengaruh dalam kebidahannya. Kalau saya gaul sama dia, saya bisa terpengaruh. Saya menjadi duniawi, saya lupa dengan akhirat, saya lupa salat, saya malah maksiat. Atau kalau saya dekat dengan dia, duduk dengan dia, saya terpengaruh pemikiran saya, terpengaruh dengan pemikiran bidah. Maka seperti itu dia boleh meninggalkan. Ini demi kemaslahatan yang memboikot. Jadi saya ulangi, kalau memboikot karena agama, ada dua maslahat yang dilihat. Kemaslahatan yang diboikot, diboikot agar dia kembali sadar atau kemaslahatan yang mem boikot karena takut terpengaruh. Tapi tapi ini semua melihat maslahat. Jika tidak ada maslahat, misalnya kita memboikot orang tersebut agar sadar, ternyata dia tidak sadar bahkan tambah parah, ya jangan diboikot ya. Misalnya ada orang tidak salat, kita kamu enggak salat saya, saya boikot kau. Ya ternyata dia malah punya teman-teman yang tidak salat lagi. Dia punya komunitas tidak salat, komunitas tidak salat, grup tidak salat, ternyata dia malah minum khamar, malah zina. Ya, jangan diboikot karena tambah parah, ya. Atau ee tadi ee apa namanya? pemboikatan tersebut malah menimbulkan kemudaratan. Maka ini proses hajr tidak dikerjakan. Tidak dikerjakan. Oleh karenanya kebanyakan praktik hajar sekarang memang tidak ber tidak bermanfaat. Tidak bermanfaat ya. Tidak bermanfaat. Adapun kalau perkara dunia hajr karena tersinggung, karena salah ngomong, karena ini ya ini tidak boleh lebih dari tiga 3 hari. Tidak boleh lebih dari tiga 3 hari. Saya bacakan hadisnya karena hukum hajr asalnya adalah haram. Dia hanya boleh kalau urusan dunia 3 hari lebih dari itu tidak boleh. Al Imam Bukhari berkata, "Qdasana Ismail q hadani Malik an ibni Syihab an Anas ibn Malik an Rasul wasam ras wasam bersabda w tahasadu wadar ibadah ikhwan. Janganlah kalian saling membenci dari albug. Albug artinya membenci. Jangan kalian saling membenci. Wala tahasadu. Janganlah kalian saling hasad. Wala tadabaru. Dan jangan kalian saling memboikot. Tadabar dari dubur yaitu saling balik belakang, saling membelakangi. Waunu ibadallah ikhwana. Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. W yahilu limuslimin. Tidak halal bagi seorang muslim an yahjuro akahu untuk memboikot saudaranya. lebih dari t hari. Lebih dari 3 hari Tib di sini Rasul Sallahu Alaih Wasallam menjelaskan hukum asal permusuhan atau perpisahan di antara muslim dengan muslim yang lain hukum asalnya haram. Dan Rasulullah mengatakan wala tadabaru. Janganlah salin kalian saling membelakangi itu saling memboikot tidak boleh. Di awal Rasulullah mengatakan wala tabagadu. Janganlah kalian saling membenci. Saling membenci gak boleh ya. Dan ini isyarat tidak boleh kita melakukan hal-hal yang menimbulkan permusuhan. Itu kalau bahasa kita jangan saling memusuhi. Semua hal-hal yang bisa membuat kita saling bermusuhan maka kita hindari. Makanya banyak hal yang dilarang karena menimbulkan permusuhan seperti istihza, mengejek. Allah berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanu la yashar qumum min asakunuir minhum." Wahai orang yang beriman, janganlah sebagian kaum mengejek sebagian yang lain. Bisa jadi yang diejek lebih baik daripada yang mengejek. Dan janganlah sebagian wanita mengejek sebagian wanita yang lain. Bisa jadi wanita yang diejek lebih baik. Ini kenapa? Karena mengejek menimbulkan permusuhan. Enggak menimbulkan. Orang yang dijektu marah ya. Ya. W talmizu anfusakum. Dan janganlah kalian ee apa namanya? Ee ee apa namanya? Menceritakan atau menjatuhkan yang lainnya ya. Ya, jangan beri gelar-gelar yang buruk satu dengan yang lainnya. Hal-hal ini semua mencibir satu dengan yang lainnya, mencaci satu yang lainnya. Maka ini semua adalah sebab permusuhan. Ya, janganlah menggibah satu dengan yang lainnya, maka ini sebab permusuhan. Jangan namimah satu dengan yang lainnya maka ini adalah sebab permusuhan. Semua hal yang bisa menimbulkan permusuhan dilarang. Karena Rasulullah berkata wala tabagu. Janganlah kalian saling bermusuhan. Dan kita tahu di antara ee proyek utama setan setelah proyek syirik adalah proyek permusuhan. Yang pertama kali setan ingin lakukan agar kita kaum muslimin terjerumus dalam kesyirikan. Kalau dia tidak berhasil menjerumuskan dalam kesyirikan, maka dia menyeru kepada permusuhan, pertikaian, perpecahan. Makanya dalam hadis kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "In setan qod ayudahul musun fi jaziratil arab wakin fahrisi bainahum." Sesungguhnya setan sudah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang salat di Jazirah Arab, tetapi tidak pernah putus asa untuk mengadu domba di antara kalian. Ini proyek setan. Setan tidak pernah putus asa. Dia terus mengadu domba agar terjadi permusuhan. Permusuhan tingkat besar-besaran antara satu negara dengan negara yang lainnya atau antara satu kabilah dengan kabilah lainnya. Sama-sama muslim. suku dengan suku yang lainnya, antara komunis dengan komunis yang lainnya sampai antara istri dan suami. Sampai antara istri dan suami, kakak dan adik. Makanya Allah mengatakan, "Innasitana yanzagu bainahum." Sesungguhnya setan mengedoma di antara mereka. Makanya Nabi Yaakub menasihati Yusuf alaihi salamin. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata. Kata Nabi Yakub kepada Yusuf, "Jangan engkau ceritakan kisah mimpimu kepada kakak-kakakmu. Karena setan mengadu domba di antara kalian." Jadi kita harus tahu bahwasanya permuasan itu adalah proyek setan yang ke berapa? Yang kedua setelah kesyesyirikan. Makanya ibu-ibu kalau mulai ngomel-ngomel ah ini kena proyek setan. Karena setan senang ibu-ibu ngomel-ngomel suami setan senang. Suami ngomelin istri juga setan se senang karena setan paling senang ngadu domba. Dan di antara yang paling dia suka adu domba adalah suami istri. Ya, sampai setan kerja sama sama dukun untuk mengadu domba suami istri. Makanya Rasulullah bersabda, "In setan yad arsyahu inna iblis w arsyahu alal ma inna iblis w arsyahu aloahu." Sesungguhnya setan atau iblis meletakkan singgahsananya di laut kemudian dia mengutus anak buahnya. Fa faadnahum minhu manzilatan a'domum fitnah. Yang paling dekat dengan iblis adalah yang paling besar fitnahnya. Kemudian setelah dia utus pasukannya untuk menggoda manusia kemudian ada laporan. Setan juga terorganisir ya. Jadi ada laporan. Laporan kamu ngapain? Saya gini karena setan tidak tahu hal gaib ya. Maka ada laporan. Saya sudah begini kata setan belum. Satu lagi lapor saya sudah begini. Kata setan belum. Saya sudah bikin dia minum khamar. K. Ah belum. Kau hebat tapi belum. Sampai ada yang laporal bihiraati. Saya terus menggoda sang lelaki sampai dia ceraikan istrinya. Kata iblis, "Nikma anta ente setan yang top. Ente setan top." Karena telah berhasil menceraikan suami dari istrinya. Oleh karenanya setan tidak hanya sendiri dia bekerja sama dengan tukang sihir. Dan di antara tujuan tukang sihir adalah memisahkan suami dan istrinya. Allah sebutkan dalam Alquran. Dengan sihir tersebut mereka memisahkan antara suami dan istrinya. Ini salah satu program setan yang paling sukses ya dan yang paling banyak adalah memisahkan seorang laki dari istrinya. Maka kita harus sadar ya, jangan sampai kita terperangkap dengan setan dan jangan sampai kita ee apa ikut mensukseskan program setan ya. Kalau kita pun harus berpisah dengan istri karena memang hukum syar'i bukan karena emosi, bukan karena duniawi benar-benar ini syari, benar-benar kita bisa bertanggung jawab pendapan Allah benar-benar ada aturan yang sudah kita tempuh baru. Adapun sedikit-sedikit emosi, sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit ancam cerai, ini namanya kesetanan. Namanya apa? Kesetan. Kesetanan. Karena itu program setan, maka Rasulullah berkata, "Wa tabag jangan saling bermusuhan. Para ulama mengatakan, "Di antara sebab juga nanti akan datang hadis apa? Sebab terjadi permusuhan karena maksiat. Ketika ada dua teman berteman kemudian satu bermaksiat ini menimbulkan perpecahan di antara mereka. Karena seorang yang beriman tidak nyaman dengan apa? Maksiat. Akhirnya dia berpisah dari temannya gara-gara maksiat temannya. Kemudian juga di antara sebab perpesahan perpisahan antara dua orang yang tadinya saling mencintai, saling dekat, saling berkawan adalah bidah. bidah yang dilakukan oleh salah satu dari keduanya. Ketika melakukan bidah, maka ini sebab timbulnya perpecahan. Betapa banyak bidah menimbulkan perselisihan dan permusuhan dan pertikaian sejak zaman dahulu ya. Dari munculnya bidah khawarij, munculnya bidah qadariah, bidah ee muktazilah dan bidah-bidah muncul menimbulkan perpecahan di antara kaum kaum muslimin. Karena seorang mau dipaksa untuk berakidah, berkeyakinan dengan yang bukan datang dari Al-Qur'an dan sunah. Tentu seorang beriman tidak mau ketika itu harus terjadi per perpisahan. Ya, gimana kita disuruh meyakini bahwasanya kalau Allah ingin turunkan azab harus minta izin sama habib. Gimana kita mau yakini? Ya harus pisah. Enggak bisa ya. Enggak bisa. Gimana kita suruh yakini bahwasanya Rasul sahu alaihi wasallam jalan-jalan ikut acara? Kita enggak bisa meyakini itu. Enggak ada dalilnya. Dan sampai Imam Syaukani mengatakan salah satu ee apa namanya? kebodohan adalah meyakini Nabi keluar dari kuburan ikut hadir dalam acara di zaman sekarang ini. Ya, gimana kita gimana meyakini hal ini? Sementara dal-dalil begitu banyak tidak menyatakan demikian. Bahkan bertentangan dengan dald-al yang menunjukkan Nabilah tidak demikian. Nabi hanya keluar ketika hari kia kiamat. Dan banyak hal ya banyak hal gimana kita mau bersama ketika kita disuruh untuk minta-minta kepada mayat yang sudah mati. Sementara sunah Nabi kita mendoakan mereka bukan minta doa sama sama mereka. Mereka sudah meninggal, kita datang, kita doain, kita suruh untuk bersedekah atas nama mereka. Kalau orang tua kita hajikan, kita umrahkan, kita doakan, ini malah kebalik. Kita disuruh malah setoran muka sama mereka untuk meminta-minta kepada mereka. Ini kan kebalik dengan sunah Nabi. Kalau ada bidah pasti terjadi pertikaian dan perpecahan. Ya, gimana kita disuruh bertawakal kepada Allah maka kemudian mereka nyuruh kita untuk bertawakal dengan jimat. Bahkan jimat foto kiainya dipasang kadang dijadikan di pinggang kadang dipasang di rumah sebagai sebab keselamatan. Enggak bisa kita bertawakal kepada siapa? Allah. Kita bagaimana berteman sementara tauhid kita menjadi tumbal. Enggak bisa. Enggak bisa. Oleh karenanya selain kemaksiatan bisa menimbulkan pertikaian, bidah juga menimbulkan apa? Per pertikaian. Enggak bisa. Enggak bisa. Oleh karenanya kalau ingin bersatu, bersatu di atas sun sunah, di atas ajaran Islam, di ajar ajar Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya. Kemudian kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Wala tahasadu, janganlah kalian saling hasad." Saling hasad. Ya, di antara kebodohan adalah orang yang hasad. Kenapa dia bodoh? Karena dia protes kepada pembagian Allah. baum faqin darajat. Kata Allah, "Kamilah yang membagi di antara mereka kehidupan mereka." Allah yang menjadikan satu kaya, satu miskin, satu pintar, satu agak pintar. Yang satu tinggi, yang satu pendek, yang satu ganteng, yang satu kurang ganteng, yang satu cantik, yang satu kurang cantik, satu Allah yang bagi ya. Satu IQ-nya tinggi, satu IQ-nya rendah, masing-masing ada ada hisabnya. Masing-masing ada hisabnya yang lain kita protes. Yang satu cantik, yang satu kurang cantik. Tib yang cantik hisabnya lebih berat ya, ujiannya juga lebih banyak. Iya. Enggak. Kalau cantik berpotensi pamer kecantikan, berpotensi jadi artis buka-bukaan. Tapi kalau pas-pasan mungkin juga jadi artis, start jadi penjahat. Ya mungkin artis penjahat bisa saja. Tapi maksud saya, maksud saya masing-masing, masing-masing kenikmatan tuh ada potensi ujiannya besar. Maka harusnya kita sudahlah enggak usah hasad, Allah yang bagi. Yang kaya juga punya potensi untuk sombong, untuk angkuh, untuk mubadir, untuk buang-buang harta, untuk jalan-jalan enggak enggak tahu ujungnya ke mana ya untuk beli barang-barang yang mahal-mahal sehingga memperberat hisabnya. Yang miskin ya sudah enggak bisa apa-apa ya. Kalau mau jalan-jalan ya paling dari mana ke mana gitu aja balik lagi ya melihat tugu Monas selesai pulang alhamdulillah mau ke jauh-jauh duitnya enggak ada ya. Oleh karenanya ada seorang salaf mengatakan ketika saya membaca ayat ini maka saya pun meninggalkan hasad. Karena saya tahu kalau hasad berarti protes terhadap pembagian Allah subhanahu wa taala. Karena Allah berfirman, "Nahnu qasamna." Kami yang bagi. Terus ngapain kita hasad? Kalau kita hasad pun kita tidak akan merubah kondisi. Jadi orang hasad, orang bodoh. Kenapa dia tidak akan merubah kondisi? Kalau kita hasad kemudian kita jadi kaya, dia jadi miskin. Kalau kita hasad, kita jadi kaya, hasad aja. Beneran? Kalau saya lihat dia terus, kurang ajar tuh, terus saya jadi kaya, hasad, bermanfaat. Kenapa? Kekayaan dia pindah kepada ki kita. Tapi kalau enggak bermanfaat, terus ngapain kita hasad? Hanya orang bodoh yang hasad. Kemudian orang yang hasad siapa yang dizalimi? Orang yang pertama dizalimi oleh orang yang hasad adalah dirinya sendiri. Kenapa dia yang tersiksa? Orang tambah kaya dia tersiksa. Orang temannya beli mobil dia tersiksa. Temannya kawin lagi tambah trikesa lagi. Ngapain hasad? Dia beli mobil ada ujiannya sendiri. Dia kawin lagi ada ujiannya sendiri. Benar atau tidak? Ngapain kita hasad? Ngapain orang ngapain kita zalimi diri sendiri? Yang lain tambah kaya kok kita yang seng sengsara. Masing-masing ada hisabnya. Masing-masing ada ujiannya. Tapi kalau kita, "Ah, saya pengin seperti dia," itu bukan hasad. Namanya giibtah. Saya ingin sukses seperti dia. Oke. Kalau urusan duniawi tercela, kalau urusan akhirat terpuji. Allah tidak suruh kita berlomba-lomba dalam dunia. Tapi kalau tapi masih boleh okelah. Tapi jangan hasad. Hasad itu apa maknanya? Hasad tamanni zawali nikma anil ghair. Yaitu berkeinginan nikmat orang lain hilang dari orang tersebut. Bahkan ada yang lebih kencang lagi, dahsyat adalah karohiyatu anikma alal ghair. Sekedar benci orang lain dapat nikmat berarti kita disebut ha hasad. Bahkan dalam urusan dakwah ada kita dakwah yang hadir mungkin cuma sedikit, yang satu hadir ribuan, kita hadir cuma apa namanya cuma puluhan misalnya ya. Enggak usah hasad. Masing-masing ada ada ujian. E kalau antum yang hadir cuma 10 orang mungkin enggak ri ya sudahlah tawadu kenapa hadir cuma 10 orang tapi yang satu hadir ribuan ada kemungkinan potensi riak sombong angkuh merendahkan yang ada enggak kemungkinan gitu? Ada. Ada. Manusia lemah terpedaya dengan penampilan zahir. Ngapain kita hasad? Apa yang dia alami ujian semakin berat dia terkenal kita enggak terkenal. Memang terkenal enak, terkenal juga ada uji ujiannya. Dikirimi, didatangi orang-orang yang mungkin membuat dia tergoda ya di WA sama akhwat-akhwat enggak jelas. Kalau antum yang yang ng WA jelas istri antum. Kalau orang terkenal yang WA macam-macam apalagi nomornya tersebar macam-macam orang inilah anulah macam-macam fitnah macam-macam ya macam-macam ujian, macam-macam. Oleh karena gak usah hasad. Gak usah ha hasad. Kita kalau berusaha bergembira ikut bergembira dengan kegembiraan sahabat kita. Kalau sahabat tidak alhamdulillah masyaallah Allah berikan semoga berkah. Kita doain ya. E saudara kita naik pangkat. Alhamdulillah. Semoga kau bisa menunaikan tugasmu dalam jabatan yang baru. Semoga Allah menolongmu. Kita jadi kita ikut bahagia dengan apa yang Allah berikan kepada orang-orang lain. Tinggal ngatur mindset aja sebenarnya. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wala tadabaru." Jangan saling me boikot, jangan saling membelakangi. E dubur maksudnya belakang. Jangan saling. Ini yang dilarang. Hukum asal memboikot adalah haram. Karena kalau kita sudah menghajar saudara kita, kita boikot dia. Ketemu saling ngeles, saling melengos, kembuang buang muka, saling balik belakang. Sehingga ini dilarang oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Kemudian Rasulullah nyuruh yang sebaliknya, waquun ibadallahi ikhwan hendaknya kalian menjadi hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Rasulullah kemudian mengingatkan secara spesifik tentang larangan hajar. Tidak halal bagi seorang muslim untuk menghajar memboikat saudaranya lebih dari 3 hari. Tib. Ee berarti kesimpulannya kalau 3 hari boleh. Iya. Kalau 3 hari boleh. 3 hari boleh. Karena manusia tidak bisa langsung mema memaafkan. Ketika hari pertama, hari kedua, hari ketiga, apalagi hari pertama baru disakiti, tentu api kemarahan menyala-nyala. Tapi mudah-mudahan hari kedua mulai turun, hari ketiga masih boleh marah, hari keempat dia harus lawan kalau masih ada sisa kemarahan. Karena dia menjalankan perintah Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak membikat saudara karena masalah dunia lebih dari 3 hari. Tapi kita lanjutkan. Al Imam Bukhari berkata, Q haddasana Abdullah bin Saleh qala haddasani lait qala haddasani Yunus an ibni Syihab an Atha bin Yazid alaiiti tummal junda an eh atau janda saya lupa ini apa ini mungkin salah tulis anna Aba Ayyub shahiba Rasulullah sallallahu alaihi wasallam akbarahu ya ee bahwasanya Abu Ayyub sahabat Rasulullah sahu alaihi wasallam mengabarkannya inna rasul sahu alaihi wasallam q Rasul sahu alaihi wasallam bersabda Tidak halal bagi seorang pun untuk memboikot saudaranya lebih dari 3 hari. Mereka berdua ketemu maka yang satu memalingkan diri, yang satu juga memalingkan diri. Whairuhuma alladzi yabdau bisalam. Yang terbaik di antara keduanya adalah yang ee yang mulai pertama kali memberi salam. Tib. Di sini sebagaimana tadi Rasulullah melarang saling memboikot dan Rasulullah memberi motivasi kepada orang yang berusaha memutuskan pemboikotan tersebut. Dengan apa? Dengan memberi salam. Dengan memberi salam terkadang dua orang saling memboikot. sama-sama merasa benar ya atau tidak? Terkadang jelas si A benar, si B salah, maka A yang memboikot B. B tahu dia salah, dia berusaha salami Aa enggak mau salam. Boleh enggak A tidak menjawab salamnya 3 hari? Boleh atau tidak boleh? Karena dia yang benar dan boleh memboikot selama tiga 3 hari. Di salam enggak jawab, ditelepon enggak diangkat, dipandang balik muka, dikasih wajah kasih belakang kasih bokong. nya sehingga begitu si A merasa benar tapi setelah 3 hari enggak boleh ah begitu ya dan terkadang saling memboikot karena merasa sama-sama benar ini juga terjadi. Ada permasalahan dulu sahabat lama kemudian terjadi masalah dia yang salah, dia yang salah ribut selama 3 hari. Maka Rasulullah tidak berbicara tentang siapa benar, siapa salah. Tentunya kalau kita tahu kita salah, kita yang harusnya berusaha mendekati, mengucapkan salam, minta maaf. Itu kewajiban kita ketika kita merasa salah. Tetapi seandainya kita merasa benar, dia yang salah, itu pun tetap dianjurkan untuk mendahulu mendahu, mendahului untuk mengucapkan apa? Salam. Agar dia mendapatkan pahala. Maka Rasulullah mengatakan khairuhuma yang terbaik di antara keduanya alladzi yabdau bisalam. Yang mulai mengucapkan salam, yang mendahului mengucapkan salam. Rasulullah tidak mengatakan yang terbaik di antara keduanya adalah yang benar atau yang terbaik di antara keduanya yang mengaku salah. Tidak. Rasulullah mengatakan yang terbaik di antara keduanya yang mulai mengucapkan salam. Terlepas kau di posisi benar atau posisi salah maka kau ucapkan sa salam. Ini dalil bahwasanya siapa yang mengucapkan salam, berusaha memutuskan boikot, maka dia telah mendapatkan khairiah, keterbaikan, rekomendasi dari Nabi sallallahu alaihi wasallam dan dia telah mengalahkan setan yang ingin bahwasanya pembaikan tersebut berkepanjangan. Berkepanjangan. Seorang membuang huduzun nafs, yaitu hasrat-hasrat pribadinya dia lawan. Ego-egonya. Nafsu ego. Dia buang egonya. Sudahlah saya ngapain saya ikuti ego saya kemudian tidak dapat pahala. Hidup ini kadang sering kita harus kalahkan ego kita demi untuk meraih keridaan Allah Subhanahu wa taala. Kalau kita ikuti ego kita, kita pengin uang kita semua untuk kesenangan kita, tapi kita kelawan. Saya enggak ikuti ego saya. Ego saya uang ini saya untuk sedekahkan di jalan Allah. Ya, kalau ikut ego kita, kita mauy balas sendam. Ngapain kita ikut ego kita? Kita balas dendam enggak dapat pahala, tapi kita ingin rida Allah, maka kita buang ego ego kita. Kita kalau ikut ego kita, istri kita yang salah, kita pengin istri kita tunduk sama kita, minta maaf enggak mau. Kalau enggak enggak ada kembali misalnya enak gitu kita ngapain? Udlah yang penting bisa ngobrol bercanda lagi seperti dulu ketawa-ketiwahi. Ngapain ikut ego kita kemudian kita tidak meraih rida Allah? Kapan kita ikut ego kita? Kita terjebak dalam propaganda setan, propaganda iblis. Karena iblis memang ingin menyalahkan ego kita. Kau ini tidak pantas orang itu gituin kamu. Kamu kan sudah bersahabat lama. Kenapa dia gitu kamu? Dia berkhianat dipanas-panasin oleh iblis. Ya, itu berarti dia memang dari dulu jahat. Dia di iblis panas-panasin. Akhirnya kita ikut ego kita, akhirnya berpisah selama-lamanya. Hadis berikutnya Imam Bukhari berkata q hadana Musa q hadanahaib q hadana Suhail Abi Ibrah radhiallahu anhu Nabi sallallahu alaihi wasallam dari Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau bersabda wfasu wau ibadallahi ikhwana janganlah kalian saling memusuhi saling membenci janganlah kalian saling membenci kalau kita merasa benci sama orang jangan kita teruskan jangan kita benci dia. N kita benci dia juga benci kita. Artinya saling membenci. Ya, jangan kita berusaha tidak membenci orang kita berusaha memberi uzur kepada orang lain sebisa mungkin. Ya udahlah namanya juga orang ya sudahlah ini sudah takdir. Jadi gak usah saling membenci. Wala tanafasu. Dan janganlah kalian saling bersaing. Maksudnya bersaing dan urusan dunia. Antum kalau cari dunia bukan karena menyaingi orang, tapi cari dunia untuk sarana akhirat. Gak apa-apa saya pengin usaha banyak supaya hasilnya untuk sedekah. Saya pengin bangun masjid, maka saya berusaha kerja keras agar bisa bangun masjid. Saya ingin bekerja mati-matian supaya apa? Saya bisa menghajikan ayah ibu saya. Saya berusaha kerja sampai lembur. Kenapa? Untuk mensekolahkan anak-anak saya biayanya besar. Ini enggak apa-apa. Tapi bukan karena saya pengin kaya untuk menyaingi si fulan. Jangan. Rasulullah larang. Kalau tanafus urusan akhirat. urusan akhirat Allah suruh bersaing. Kata Allah Subhanahu wa taala setelah menyebutkan nikmat-nikmat surga kata Allah wafalika falatanafasil mutanafisun. Untuk urusan nikmat surga maka bersainglah. Wah dia punya hafalan sekian saya juga pengin punya hafalan. Saya pengin melampaui dia. Bukan karena ingin mengalahkannya tapi karena ingin mendapatkan kebaikan terbaik di akhirat. Makanya Umar ingin menyaingi Abu Bakar. Kata Umar, "Saya tidak pernah menyaingi Abu Bakar." Maka suatu hari Rasul sahu al wasallam amqah Rasulullah menyuruh kami bersedekah kebetulan ketika Rasulullah suruh bersedekah kebetulan saya lagi punya uang maka alyauma hari ini kalau saya ingin mengalahkan Abu Bakar inilah saatnya saya kalahkan Abu Bakaru Rasul wasallam binisfi maka saya bawa setengah hartaku kepada Nabi. Nabi bertanya apa yang kutinggalkan buat keluargamu? Kata Umar mlahu seperti ini. Jadi setengah buat engkau setengah buat keluarga. Ternyata Abu Bakar menginfakkan seluruh hartanya. Maka Rasulullah bertanya, "Ma tarokta liahlik?" Apa yang kau sisakan buat keluargamu? Kata Abu Bakar, "Taroktu lahumullaha wa rasulah. Saya tinggalkan bagi mereka Allah dan Rasulnya." Kata Umar, "Gak bakalan bisa ngalahin siapa?" Abu Bakar. Tapi terjadi persaingan di kalangan para sahabat. Urusan apa? Akhi akhirat. Terusjadi persaingan. Jadi jadi persaingan dan mereka bukan karena hasad maksudnya benci gak tapi mereka ingin saling berloma dalam kebaikan dan Allah suruh wafalikafasil mutanafisun untuk urusan akhirat maka bersainglah. Tapi kalau urusan dunia Allah cela. Allah cela. Seperti Allah berfirman, "Alhakumut takatur." Sungguh sikap takatur saling banyak-banyakan, bangga-banggaan, bermegah-megahan. Kalau terjemahannya bermegah-megah itu banyak-banyakan. Kamu berapa? Saya lebih banyak. Kamu anakmu berapa? Mau lima. Saya tujuh. Kalah saya ini. Istri berapa? Wah cih mending saya. Saya diomilin sama satu orang kok diomilin tiga orang. Saya bangga-banggaan banyak ini banyak. Rumahmu berapa? Rumah saya sekian. Mobilmu berapa? Mobil saya sekian. Dunia ya bangga-banggaan. Kalau memperbanyak harta untuk bangga-banggaan tercela. tercela. Itu namanya takatur ya. Takatur banyak-banyakan, bermegah-megahan. Bermegah-megahan. Kebunmu berapa hektar sih? Ah, cuma segitu. Ah, kita ke hektar kita enggak sombong cuma merendahkan. Enggak sombong tapi merendahkan orang lain. Bangga, Bang. Ini enggak boleh kalau dunia enggak boleh. Enggak boleh. Kalau kau pengin dunia silakan. Tapi tujuanmu apa? Akhirat. Tujuanah akhirat. Allah berfirman, annamalyatud dunya laibu walahu. Ketahuilah kehidupan dunia hanyalah permainan sedang gurau. Ya, watakurum bainakum. Ya. Ya. Dan cuma cuma banyak-banyakan di antara kalian ya. Eatunum amal. Kata Allahu yakinilah, ilmuilah. dunia walahu. Sesungguhnya dunia hanyalah permainan senda gurau. Kemudian wazinah perhiasanum hanya bangga-bangga kalian dan banyak-banyakan dalam urusan harta dan anak-anak. Orangorang Arab dahulu bangga-banggaan jumlah anak. Berapa anakmu? Nahnu aksaru amwalan wa aulada. Kami lebih banyak anak, lebih banyak harta. Karena mereka kalau punya banyak anak berarti banyak pengikut kabilahnya semakin kuat. Makanya mereka enggak suka kalau punya anak perempuan. Mereka suka anak laki-laki karena kabilahnya semakin apa? Kuat. Jadi berapa saya punya kawan cerita dia 12 bersaudara laki semua 12 atau 14 saya lupa. Kalau ada masalah di sekolah orang juga takut. Kenapa? Ini keroyokan 14 orang. Benar. Kalau laki-laki semua juga mikir-mikir orang mau ganggu. Kalau cuma adiknya cuma satu, ini mereka 12 14 bersaudara yang lain takut juga. Kamu siapa? Oh iya ya ya. Banyak orang itu cari masalah dikeroyok. Oleh karenanya orang-orang Arab dahulu bangga dengan jumlah harta. Waturum fil amwali wal aulad. Itulah hakikat dari kehidupan dunia. Hanya bangga-banggaan, sombong-sombongan, bermegah-megahan, banyak-banyakan. Maka dilarang wala tanafasu. Jangan saing-saingan urusan apa? Urusan dunia. Jangan. Kita beli sesuatu bukan karena menyaingi si fulan. Gak boleh. Kita buka perusahaan bukan menyaingi perusahaan fulan. Enggak. Tapi kena untuk akhirat kita. Saya pengin uang banyak karena ada maslahat akhirat yang ingin saya raih. Enggak usah banyak-bangun. Makanya kata Hasan Albasri, roitum roita ahada nafasaka fid dunya fanafisu fil akhirah. Kalau kau lihat ada orang menyaingimu urusan dunia, maka saingil dalam urusan akhirat. Orang bangga-banggaan punya mobil banyak, ente bahagia bisa hafalan lebih banyak. Orang baga-bangan punya rumah banyak, ente bahagia bisa salat malam lebih banyak. Kalau ente saingan dengan dunia, belum tentu ente menang. Kalau menang pun enggak ada faedahnya. Tapi kalau antum menyaingi urusan akhirat, ya dia bangga. Orang asyik cerita dunia habis waktunya ngobrol sana sini ente urusan akhirat. Jadikan semua dunia kita untuk apa? Akhirat. Oleh karena tadi saya bahas, bolehkah seorang gibth urusan agama dianjurkan? Rasulullah hasada illa fitnata ya tidak boleh hasad itu gibt ingin seperti orang lain kecuali dalam dua hal. Rajulun atahullahu alhikmah yaq bihaallimuha yaitu seorang yang Allah berikan ilmu atau kebijakan maka kemudian dia mengajarkannya dan dia mengamalkannya. Ini kita hasad sama dia dalam makna gibto. Giibtoh itu pengin seperti dia. Bukan ingin dia jadi bodoh tapi pengin seperti dia. Kita pengin seperti dia. Kita bahkan pengin menyainginya. Enggak ada masalah. Yang kedua, rajulun atahullahul wahua yusuh alakati filq. Yang kedua, orang yang Allah kasih dia harta dan dia gunakan harta tersebut untuk infak di jalan Allah. Maka kita hasad sama orang seperti ini bukan karena kekayaannya, karena dunia, tapi dia beramal saleh karena dia mampu menginfakkan harta jalan Allah. Sementara kita punya harta, kita tidak mampu berinfak seperti dia. Orang se kita giipto boleh. Ini karena urusan apa? Agama. Lihat orang hafalan lebih banyak, kita giiptoh pengin seperti dia. Boleh atau tidak boleh? Bahkan dianjurkan enggak ada masalah bersaing dalam urusan agama. Adapun gibt bukan hasad. Kalau hasad haram. Harat. Ada orang punya harta banyak kita benci sama dia. Kita pengin dia miskin seperti kita. Ini namanya apa? Hasad. Maka ini ini haram. Nah, bagaimana kalau tidak hasad urusan dunia? Pengin seperti dia. Dia punya mobil dua, saya juga pengin deh. Saya tidak azad sama dia, tapi saya pengin mobil punya mobil dua seperti dia juga. Ini makruh. Kenapa? Karena ini adalah dalam urusan apa? Dunia. Sementara Allah melarang kita atau menegur kita jangan berlebih-lebih dalam urusan apa? Dunia. Tapi kalau untuk akhirat silakan lomba-lomba bersaing. Ya, makanya ketika Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ketemu Nabi Musa Alaih Salam di langit ee ketemu dengan Nabi Musa. Kemudian setelah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam lewat, Nabi Musa pun menangis. Maka ditanya, "Mayu bekik, apa yang buat kau nangis wahai Musa?" Kata Nabi Musa alaihi salam, "Diutus setelahku seorang anak muda yang pengikutnya lebih banyak mau surga daripada pengikutku." Ini gibah. Kenapa? Karena Nabi Musa tidak bisa meraih derajatnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Bukan Nabi Musa hasad sama Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Tapi ini perkara akhirat mereka berlomba. Sehingga kalau ada derajat yang tinggi yang mereka luputkan, mereka sedih. Terluput dari mereka sedih. Jadi sini kata Nabi, wala tanafasu. Jangan saling berlomba-lomba dalam urusan apa? Dunia. Dan lomba-lomba dalam urusan dunia menimbulkan permusuhan. Iya atau tidak? Akhirnya dunia dunia akhirnya terjadi permusuhan. Waunu ibadallahi ikhwana. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Kita lanjutkan hadis berikutnya. Ini makanya kalau di apa di kalangan ibu-ibu hati-hati ya lomba-lombaan. Eh apa tasnya mereka apa? Oh sudah ikut lagi. Emang dia KW berapa? KW3. Saya KW1 padahal sama-sama KW. Maksudnya KW. KW. Ini KW tapi kualitas asli. KW kualitas apa? Asli. KW tap KW. KW aja sudah sombong. Gimana kalau asli? KW aja sombong. Weh, ini KW1 itu sombong KW1. Gimana kalau asli? Baru KW sombong gimana kalau as asli? Akhirnya lomba-lombaan urusan dunia. Ya, kamu salon mana? Ah, salon murah itu. Ini salon artis. Bangga-banggaan salon. Emang kalau salon artis bikin tambah cantik? Tidak signifikan. Yang signifikan duitnya. Wajah gitu-gitu aja. Kadang-kadang hal-hal yang tidak perlu lomba-lombaan, bangga-banggaan ya. Bangga-banggaan sampai urusan ibadah. Ente di Makkah? Di hotel mana? Wis bilang ah ring 7. Saya ring satu depan di mana? Di Ka'bah gratisan. Masih kadang bangga-banggaan sampai umrah, haji pun bangga-banggaan. Memang kalau hotel paling depan lebih apa namanya? lebih diterima umrahnya makbulah kan enggak ya itu punya uang silakan fasilitas yang penting kita bisa ibadah tapi bukan untuk merendahkan yang yang lain sebaliknya ada yang hasad saya diceritain sama ikhwan ada orang datang sama dia. Dia waktu itu umrahnya murahan datang sama seorang pembimbingnya. Pembimbingnya bilang kita lihat itu mereka lihat motel-hotel mewah. Intinya dicela orang yang di hotel mewah ya. Karena enggak punya duit jangan cela yang punya duit. Yang kaya jangan merendahkan yang gak punya duit. Yang yang punya duit jangan menghina yang kaya. Emang yang tinggal di ring 7 berarti umrahnya lebih diterima daripada yang di Darut Tauhid. Enggak juga ya. Urusan hati urusan siapa? Allah Subhanahu wa taala. Ya. Tapi maksudnya terkadang bangga-banggaan apalagi kemudian lagi umrah kemudian level 1 level apa kasihan maksudnya. Wah kamu level berapa? Oh, saya level 1. Maksudnya kamu level 3, set, Pak. Saya bangga-bangan urusan apa urusan ibadah. Kita haji kamu bisnya kita bis ini VIP super VV V VI VIP. Masyaallah. Itu aja kalau kita lewat semua askar minggir. Masyaallah luar biasa. Apa linknya ya? Luar biasa. Kalau kamu diusir kan. Oh, kita langsung ini ngapain bangga-bangga iniang dunia bangga-bangga tentang dun dunia fasilitas tuh dunia gak boleh gak boleh yang fasilitas diberi fasilitas mudah alhamdulillah bersyukur dibeli fasilitas yang susah ya bersabar ya bersabar hadis berikutnya al Imam Bukhari berat qala hadan Yahya bin Sulaiman qala haddasani Ibnu Wahbin qala akhbarani Amr an Yazid bin Abi Habib sampai ada kasus Terus benar ini. Jadi mereka lagi umrah terus ada kelas-kelasnya ya, kelas ini, kelas ini, kelas ini. Akhirnya dibedakan fasilitas jelas hotelnya beda. Dibedakan entah jaketnya dibedakan apanya gitu. Yang fasilitas bawah ngamuk. Jadi menimbulkan diskriminasi ya. Ngapain gitu ibadah kok kayak gitu ya. Jangan. Ya sudah, kalau memang ada beda beda hotel ya wajar, tapi jangan sampai ada diskriminasi bahwasanya begini begini. Kasihan timbulkan menimbulkan kejengkelan, permusuhan, hasad. Jangan menimbulkan jangan maksudnya jangan menimbulkan ee sarana untuk menimbulkan hasad di antara kaum kaum muslimin. Maka diatur dengan baik. Hadis berikutnya eh qani Yahya bin Sulaiman Q had ibn Wahbin Qar Amr an Yazid bin Abi Habib an Sinan bin Saad an An anas Rasul wasallam q rasul wasallam bersabda ma tawadnani fillahi jalla waza fil islami fayufarqu atau fayufarqu bainahuma illa bidzambin yuhdituhu ahaduhuma tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah atau saling mencintai dalam Islam lantas terpisah keduanya kecuali karena dosa yang dilakukan oleh salah satunya. Ini salah satu dalil bahwasanya dosa bisa menimbulkan perpecahan karena hati sudah tidak bisa sinkron lagi. Tentu hati orang beriman dengan hal tidak beriman terkadang tidak bisa sinkron. Tidak cocok. Kemudian selera sudah berbeda, suasana sudah berbeda, nuansa ee yang satunya penginnya begini, satunya begini. Akhirnya gara-gara dosa akhirnya ter terpisah. Dan ini isyarat bahwasanya kalau kita ingin persahabatan kita langgeng maka kita bertakwa kepada Allah. Kalau sama-sama bertakwa insyaallah Allah akan jaga. Tapi ketika itu berubah satu ukhrawi, satu duniawi akan terpisah. Enggak akan enggak akan gabung. Karena satu pikirannya duniawi terus, satu pikirannya apa? Akhirat terus. Akhirnya persahaban tersebut daradinya tadinya lengket mulai hambar, mulai hambar, akhirnya mundur pelan-pelan, akhirnya terpisah. Kenapa? Karena ada dosa yang dilakukan oleh salah salah satunya. Ini menunjukkan dosa menimbulkan perpecahan, dosa menimbulkan kejengkelan, dosa mengakibatkan permusuhan. Ya, datang dalam sebagian riwayat, illa bihadain yuhditsuhu ahaduhuma. Bahwasanya tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah dalam Islam kemudian terpisah di antara keduanya. Kalau dalam riwayat ini karena dosa yang dilakukan salah satunya. Dalam riwayat karena bidah yang dilakukan oleh sala salah satunya. Bahkan kalau dilakukan bidah lebih dahsyat, mudah terpecah daripada sekedar do dosa. Ya, kalau sudah melakukan bidah ya tidak nyaman. Akhirnya terpecah. Yang tadinya bersatu, yang tadinya saling sayang menyayangi ukhuwah tersebut menjadi tercoreng bahkan menjadi rusak gara-gara salah satunya melakukan dosa atau salah satunya melakukan bidah. Karena kita ingin persatuan di atas sunah bukan di atas bidah. Hadis ini ee di pada salatnya ada Sinan bin Sa'ad dan dia statusnya Saduq tetapi dia tidak bersendirian. Telah datang hadis dengan jalan yang banyak yang menguatkan satu dengan yang lainnya. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Albani rahimahullah dalam silsilah silsilah asahihah. Jadi hadisnya hasan. Tib hadis berikutnya. Al Imam Bukhari berkata q hadana Abu Ma'm qadana Abdul Warit an Yazid Qat Muadah samu Hisyam bin Amir al-Anshari ya ibna ammi Anas ibni Malikin wana qutila abuhu yauma uhudin. Aku mendengar kata Muadzah radhiallahu ee Muadzah dia berkata, "Aku mendengar Hisyam bin Amir al-Anshari dan dia adalah ee anak dari pamannya Anas." Itu ponakannya Anas bin Malik dan ayahnya terbunuh ketika perang Uhud. Ya annahu sami Rasul wasallam q bahwasanya Ibn Amir ini al-Anshari mendengar Rasul sahu alaihi wasallam bersabda. Apa sabda Nabi? Muslim tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot muslim yang lain lebih dari 3 hari. Kalau sudah lebih dari 3 hari maka keduanya menyimpang dari jalan yang benar selama mereka berdua masih saling memboikot. Wa inalahu kaatanu sabaqahu ya. bahwasanya ee siapa yang pertama kali kembali yaitu memberi salam atau berusaha damai maka akan menjadi kafarah atas kesalahan-kesalahan sebelumnya. Sudah boikot setahun, sudah memboikot 2 tahun, kemudian ada yang akhirnya berniat untuk damai, akhirnya seluruh kesalahannya diampuni oleh Allah. Waomihima. Kalau keduanya meninggal dalam kondisi saling memboikot, lam yadulal jann jamian abadan. maka keduanya tidak akan masuk surga selama-lamanya. Wainama alaihi. Jika salah satunya mengucapkan salam, faaba anyaqbal taslimahu wasalamahu. Ternyata kawannya tidak mau menerima salamnya, tidak membalas. Rda alaihil malak. Maka malaikat yang akan balas salamnya. Dia asalamualaikum tidak dijawab. Malaikat jawab, "Waalaikumsalam." Adapun kawannya tidak mau balas salam, maka setan tepuk tangan. setan menjawab salamnya. Jadi, setan apa ee senang dengan perbuatannya. Ya, hadis ini ee berisi peringatan yang sangat keras, yang sangat berbahaya bagi orang yang memboikot saudaranya ya sehingga lebih dari 3 hari. Lebih dari 3 hari. Karena rasul sahu wasallam mengatakan selama mereka berdua saling boikot fahuma naqibaniil haqqiama maka keduanya berpaling dari jalan kebenaran selama saling memboikot saling memboikot selama ini mereka di atas kesesatan karena ego akhirnya berpaling dari jalan kebenaran kemudian rasul sahu alaihi wasallam memberi motivasi ya bahwasanya siapa yang ee mulai berusaha kembali Kiai dengan mengucapkan salam, berusaha mendekati maka seluruh dosa-dosa yang dia lakukan selama ini gara-gara akibat memboikot maka diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Ini motivasi luar biasa. Kadang kita punya kawan, "Ah, sudah 2 tahun saya boikot dia. Ya sudah kita mulai telepon dia. Gimana kabar? Gak usah cerita masa lalu, enggak usah korek-korek. Sudah lupain aja, lupain aja." Maka semua yang telah terjadi akan diampuni oleh Allah. Meskipun kita di posisi benar, dia posisi salah. Meskipun dia yang menghindar, meskipun dia benar, dia yang salah. Ya sudah kita ketemu lagi. Gak usah kita bicara masa lalu. Sudahlah masa lalu kita perlukan ngobrol ketawa-ketiwi. Gak harus jadi teman dekat lagi. Enggak harus. Gak harus. Yang penting sudah selesai. Kalau ketemu dia kita tidak marah. Kalau disebut namanya kita tidak dongkol. Tapi kalau kita saling boikot, siapap setiap disebut namanya jengkel atau tidak jengkel? Apalagi disebutnya tambah kaya, tambah jeng jengkel. Tapi kalau sudah ketemu, sudah ngobrol, minum kopi bareng ya atau makan apa namanya di warung apa? Warmindo apa warung apa? Indomie goreng. Ya udah selesai selesai ngapain? Enggak usah mikir. Ah, hidup ini enggak ada yang semua nyaman. Pasti ada masalah. Kalau kita selesaikan masa lalu kita yang dulu dongkol-dongkolan, saling menjatuhkan, saling membuka aib, subhanallah semuanya jadi kafarah, nikmat. Manusia siapa yang ya selalu baik? Gak ada ya? Masih ada kesalahan. Maka ini motivasi. Terus Rasulullah kasih semangat lagi. Salami saja, usaha. Yang penting usaha. Kalau kau salami dia, ternyata dia cuek, maka malaikat akan jawab, "Waalaikum salam." Dia yang cuek ditepuk tangani oleh setan. Ah, terus terus kata setan. H oh terus. Makanya hati-hati. Suami istri ribut. Suaminya telepon dimatiin. Istri lagi telepon suaminya matiin. Diketuk pintu, pintunya dikunci, kuncinya dibuang. Wah. Ah. Ini setan senang. Setan tepuk tangan karena ribut ya. Dan yang mengerikan kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, wain mata alamima. Kalau keduanya meninggal dalam kondisi saling memboikot, tidak masuk surga. Ini adalah hadis-hadis tentang ancaman bahaya bagi orang yang ee kemudian memboikot sampai kemudian sampai meninggal. Ngeri masalah sama orang sampai meninggal dunia. Ada yang begitu? Ada. Baikot tidak mau ketemu sampai akhirnya salah satu keduanya meninggal terlebih dahulu. Ini mengerikan. Ngapain kita ikut ego kita kemudian kita sengsara di kehidupan dunia dan kehidupan akhirat? Orang kalau maafkan hatinya tenang, dia bahagia. Jadi ada beban yang ada di benaknya hilang. Antum nih punya masalah lima orang, antum masalah terus dengan L5 Antum punya masalah sama lima orang ini. Setiap disebut nama ini antum jengkel. Iya enggak? Tapi kalau antum maafkan beban jadi tinggal empat. Maafkan satu lagi beban tinggal berapa? Tiga. Maafkan semuanya enggak ada beban. A lah ngapa yang dipikirin? Ya sudahlah saya maafin ya. Ini saya juga punya salah ya. Ngurangi dosa-dosa saya ya. Manusia tidak ada yang sempurna. Kita mindset aja rubah yang sempurna ya. Masih mending dia daripada Abu Jahal, masih mending daripada Abu Lahab. Masih daripada apa namanya ee Benyamin Tanyaho ya. Masih masih sudahlah. Jadi kita tenang hidup pulang juga bisa tidur nyaman ya. Tapi kalau kita mikirin kita sengsara sendiri tanpa ada hasil. Memang kalau kita jengkel sama dia kemudian dia mati kan enggak juga. Kita jengkel sama dia dia bisa tambah sukses, tambah jengkel kita. Jadi orang yang ingin masalah selesai melupakan itu semua, maka dia bahagia di dunia. Belum lagi yang dia raih di mana? Di akhirat. Pahala memaafkan, pahala menghilangkan dendam, pahalanya luar luar biasa. Maka kalau kita ikut ego, terkadang kita yang seng sengsara. Makanya saya tanya sama antum, coba antum cek sekarang, ada enggak orang yang antum jengkel sekarang? Sekarang ini. Coba antum pikir-pikir. Coba pikir ada berapa yang antum jengkel? Jangan sampai 20. Aduh, ngeri. Siapa yang antum jengkel dalam hidup ini? Ada. Mungkin ada. Siapa ya? Aduh, siapa ya? Kalau antum masih ada, antum yang sengsara. Ya sudahlah antum harus rubah mindset antum antum bahagia di dunia terlebih lagi di akhirat gak ada yang sempurna. Jadi kalau seorang sudah bertikai dia berusaha mengucapkan salam. Kalau tidak dijawab jangan dia marah. Sombongnya saya sudah salam dia. Antum harusnya bersyukur malaikat yang jawab. Gak apa-apa. Kalau antum bilang sombong, dasar bahlul, saya sudah minta, sudah mulai salamin. Emang dia siapa? itu k antum kesetanan juga sama setan tadi tepuk tangan satu jadi tepuk tangan dua. Ini yang jawab ya sudah berarti alhamdulillah malaikat jawab coba lagi sekali lagi. Hati orang bisa berubah-berubah terkadang egonya naik terkadang egonya turun. Hadis berikutnya al Imam Bukhari berkata, Qana Muhammad bin Salam Q hadana abda an Hisyam bin Urwah an abi an Aisyah radhiallahu anha q rasul wasam inniaki waridi. Kata Rasulullah kepada Aisyah, "Wahai Aisyah, saya tahu sungguh-sungguh saya tahu kapan kau marah dan kapan kau lagi senang kepadaku. Saya tahu kauah kapan lagi marah sama saya dan kapan kau lagi senang sama saya." Qat qulu waifa tarifik ya Rasulullah kok bisa tahu? Bagaimana kau tahu wahai Rasulullah? Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Innaki kunti ryatan qulti bala Muhammad." Kau kalau lagi senang sama saya dan kau ingin menekankan sesuatu, kau bersumpah. Kau berkata wahai Aisyah, "Benar demi Rabbnya Muhammad." Sedikit-sedikit demi Rabbnya Muhammad. Wa kunti sakitotan. Kalau kau lagi marah, kau bilang nak warabbi Ibrahim. Demi Rabbnya Ibrahim dirubah ya. Padahal sama Rabb Muhammad, Rabb Ibrahim sama. Ini Rasulullah bercanda. Maksudnya saya tahu lagi marah Rabb Ibrahim marah ya. Qatlu ajal benar ya Rasulullah uajiru illa ism. Saya tidak memboikot bukan dirimu yang saya boikot cuma namamu saja yang saya boikot. Dari Muhammad jadi siapa? Ibrahim. Tapi Rabbnya tetap Rabb yang yang sama. Ini contoh maksudnya ketika seorang marah kepada pasangannya ya dia mengontrol dirinya jangan berlebih-lebihan. Aisyah kadang nama-namanya ada kecemburuan dan Aisyah marah sama Nabi bukan karena benci tapi karena kecintaan yang berlebihan. Dan itu muncul di antara bainadorair di antara para madu-madu ya. Madu yang satu ee apa namanya? Cemburu kepada madu yang lain sehingga suaminya jadi korban. Yang dimarahin siapa? Suaminya. Kenapa? Karena saking cem cemburu, maka seorang laki sabar bagaimana dia bisa marah kepada wanita yang berbuat salah karena saking cinta kepadanya. Ya ingat Bapak-bapak, gimana hendaknya seorang suami sabar atas kesalahan istri yang karena kesalahannya timbul karena cinta kepadanya. Kalau tidak cinta, tidak akan muncul kesalahan ini. Ya, misalnya antum pulang tertahu ada akhwat yang nge-chat HP antum, terus istri buka, istri banting HP pecah. Tib dia banting HP karena benci sama antum atau karena cinta sama antum? Karena cinta. Kalau dia tidak cinta kata dia lanjutin. Kalau dia cinta dia banting tuh HP ya. Antum tahu ini ya. Kalau HP murah maafin aja l kalau HP mahal ya harus ada perhitungan. Tapi kalau HP murah ya sudahlah ya. Berarti dia marah karena cin cinta. Gimana kita mau menghukum wanita yang salah berbuat karena cinta kepada kita. Beda kalau dia karena benci sama kita, karena dia yang lain mencerita, maka Aisyah lagi marah sama Nabi bukan karena diri Nabi, tapi marah karena saking cin cinta sehingga dia lagi marah, lagi marah, lagi marah. Maka Rasulullah ketika kapan Rasulullah ngomong begini, "Saya tahu kau lagi marah, saya tahu kau lagi senang." Kapan? Ketika lagi marahan atau lagi damaian. Lagi damaian. Ini fikih yang kita dapat. Kalau istri lagi marah, kita tahu dia salah, kita diamin aja. Nanti kita ngomongin setelah kondisi te tenang. Bukan lagi marah ya? Lagi marah ya? Lagi marah ya? Oh, tambah marah dia. Enggak. Siapa yang bilang lagi marah? Nanti sudah dia enggak bisa berpikir jernih karena lagi emo emosi. Rasulullah ngomong begini, "Saya tahu kau lagi marah, lagi kapan." Ketika Aisyah lagi senang baru dia ingatkan tentang hal tersebut. tidak lagi sedang marah. Kemudian kita berusaha menyelesaikan terkadang tidak mudah karena dia belum bisa berpikir dengan tenang. Setelah itu biarin aja, biarin aja diam. Nanti setelah itu baru kita ajak ngobrol. Apalagi sambil makan bakso, apalagi sambil kasih belikan emas. Insyaallah dia ngerti. Insyaallah dia ngerti. Benar begitu, Bapak-bapak? Bab berikutnya, babun manajar akusanah. Bab siapa yang memboikot saudaranya lebih dari setahun atau setahun memboikot saudaranya setahun. Ini boikot berkepanjangan, bukan seminggu, bukan 2 minggu sampai setahun. Al Imam Bukhari berkata, Qana Abdullah bin Yazid qasana Haiwah Q hadani Abu Utsman Alwalid bin Ail Walid almadani anna Imran bin Abi Anas hadahu an Abi Khiraj Asulami Rasul wasam Rasul wasallam bersabda manajah fahua siapa yang memboikot saudaranya selama setahun seperti menumpahkan darah saudaranya hadis berikutnya hadana ibnu Abi Maryam Qana Yahya bin Ayyub hadid bin Ab walid almadani ana imran bin abi anas hadahu rajulan min aslam min ashabin nabi sallallahu alaihi wasallam hadasahu nabi sallallahu alaihi wasallamq hijratul muslim sanatan kadamihi memboikot seorang muslim selama setahun seperti menumpahkan darahnya wafil majelis muhammad bin munadir wa abdullah bin abi attab faqala qod samna h anh hadis ini salah satu ancaman ee bagi orang yang boikot saudaranya nya setahun atau lebih maka seperti menumbahkan darah. Kita tahu menumpahkan darah hukumnya hukum dosa dosa besar dosa besar. Maka karena selama setahun dia pasti melakukan pelanggaran-pelanggaran. Dia mau gibah te
Resume
Categories