Kitab Al-Adab Al-Mufrad #65: Hukum Memboikot Muslim Yang Lain
ZDzo0Mz7td8 • 2026-02-12
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasukrulahu
ala taufiqianiau
alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalahuim.
anna muhammadan abduhu
Allah shi alaihi waa alihi wa ikhw ee
sebelumnya saya mohon maaf karena tadi
terlambat ya qadarullah macet ya
biasanya jam 09 sudah sampai tadi .30
baru sampai ya. Jadi terus siap-siap
kamera jadi telat ya. Enggak tahu lagi
musim banjir mungkin ya.
Tib ya
Tib kita lanjutkan babun hijratul muslim
bab menghajar muslim. Hijrah maksudnya
tark ya. Kadang maknanya adalah hijrah
seperti yang kita pahami yaitu berhijrah
maksudnya meninggalkan
ee kampung halaman yang penuh dengan
kekufuran. menuju ke negeri yang penuh
dengan ee nilai-nilai agama seperti yang
dilakukan oleh para sahabat berhijrah
dari Makkah menuju Madinah. Demikian
juga hijrah maknanya meninggalkan
maksiat menuju ketaatan meskipun tidak
berpindah
tempat. Ya, Rasulullah bersabda, "Wal
muhajir man hajaro mahallahu anhu."
Seorang muhajir yaitu yang sesungguhnya
yang meninggalkan apa yang Allah larang.
itu karena hijrah maknanya meninggalkan.
Tetapi yang kita bahas di sini adalah
meninggalkan orang ya. Kalau tadi
meninggalkan tempat, kedua meninggalkan
maksiat, yang ketiga meninggalkan orang
lain, menjauhinya. Kalau bahasa kita
memboikot. Jadi haji sini namanya apa?
Memoikot. Memboikot muslim yang lain.
Apa hukumnya?
Secara umum memboikot muslim yang lain
ada dua kondisi. Kondisi pertama
memboikotnya karena perkara dunia. Kalau
memboikotnya karena perkara dunia, maka
ini maksimal cuma 3 hari. Lebih dari 3
hari, maka hukumnya haram. Maksimal 3
hari. Adapun kalau memboikot muslim yang
lain karena urusan agama, maka ini boleh
lebih dari 3 hari.
Bahkan boleh seumur hidup jika memang
ada maslahat yang dipandang dari sikap
memboikot tersebut. Bukan karena urusan
duniawi, bukan karena kepentingan
duniawi yang dipasang dalam casing
agama, tetapi benar-benar murni karena
karena agama. Maka seorang boleh
memboikot muslim yang lain, yaitu
menjauhinya
tanpa ada batasan waktu tertentu. Dan
ada dua kemaslahatan. Kemaslahatan
pertama adalah demi untuk sang yang
diboikot, yang al-mahjur, yang diboikot.
Misalnya dia melakukan suatu bidah atau
melakukan suatu maksiat, maka kita
memboikotnya agar dia sadar. Jika memang
proses pemboikotan tersebut membuat dia
sadar, kita boleh boikot dia sampai dia
sa sadar. Ini boleh. Sebagaimana Nabi
sallallahu alaihi wasallam memboikot
Ka'ab bin Malik dan dua kawannya yang
tidak ikut perang Tabuk. Maka diboikot
sampai sekitar 50 hari. Akhirnya Allah
turunkan ayat menerima tobat mereka.
Baru kemudian Rasulullah memberhentikan
pemboikotan tersebut. yaitu diboikot
agar sadar. Diboikot agar sadar. Ini
kemaslahatan pertama. Keslatan kedua,
seorang memboikot muslim yang lain
karena kepentingan yang memboikot. Dia
khawatir kalau dia dekat dengan orang
tersebut, dia akan terpengaruh. Apakah
terpengaruh dalam kemaksiatannya atau
terpengaruh dalam kekufurannya atau
terpengaruh dalam kebidahannya. Kalau
saya gaul sama dia, saya bisa
terpengaruh. Saya menjadi duniawi, saya
lupa dengan akhirat, saya lupa salat,
saya malah maksiat. Atau kalau saya
dekat dengan dia, duduk dengan dia, saya
terpengaruh pemikiran saya, terpengaruh
dengan pemikiran bidah. Maka seperti itu
dia boleh meninggalkan. Ini demi
kemaslahatan yang memboikot. Jadi saya
ulangi, kalau memboikot karena agama,
ada dua maslahat yang dilihat.
Kemaslahatan yang diboikot, diboikot
agar dia kembali sadar atau kemaslahatan
yang mem boikot karena takut
terpengaruh. Tapi tapi ini semua melihat
maslahat. Jika tidak ada maslahat,
misalnya kita memboikot orang tersebut
agar sadar, ternyata dia tidak sadar
bahkan tambah parah, ya jangan diboikot
ya. Misalnya ada orang tidak salat, kita
kamu enggak salat saya, saya boikot kau.
Ya ternyata dia malah punya teman-teman
yang tidak salat lagi. Dia punya
komunitas tidak salat, komunitas tidak
salat, grup tidak salat, ternyata dia
malah minum khamar, malah zina. Ya,
jangan diboikot karena tambah parah, ya.
Atau ee tadi ee apa namanya? pemboikatan
tersebut malah menimbulkan kemudaratan.
Maka ini proses hajr tidak dikerjakan.
Tidak dikerjakan. Oleh karenanya
kebanyakan praktik hajar sekarang memang
tidak ber tidak bermanfaat. Tidak
bermanfaat ya. Tidak bermanfaat.
Adapun kalau perkara dunia hajr karena
tersinggung, karena salah ngomong,
karena ini ya ini tidak boleh lebih dari
tiga 3 hari. Tidak boleh lebih dari tiga
3 hari.
Saya bacakan hadisnya karena hukum hajr
asalnya adalah haram. Dia hanya boleh
kalau urusan dunia 3 hari lebih dari itu
tidak boleh. Al Imam Bukhari berkata,
"Qdasana Ismail q hadani Malik an ibni
Syihab an Anas ibn Malik an Rasul wasam
ras wasam bersabda
w tahasadu wadar
ibadah ikhwan.
Janganlah kalian saling membenci dari
albug. Albug artinya membenci. Jangan
kalian saling membenci. Wala tahasadu.
Janganlah kalian saling hasad. Wala
tadabaru. Dan jangan kalian saling
memboikot. Tadabar dari dubur yaitu
saling balik belakang, saling
membelakangi. Waunu ibadallah ikhwana.
Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah
yang saling bersaudara. W yahilu
limuslimin. Tidak halal bagi seorang
muslim an yahjuro akahu untuk memboikot
saudaranya.
lebih dari t hari. Lebih dari 3 hari Tib
di sini Rasul Sallahu Alaih Wasallam
menjelaskan hukum asal permusuhan atau
perpisahan di antara muslim dengan
muslim yang lain hukum asalnya haram.
Dan Rasulullah mengatakan wala tadabaru.
Janganlah salin kalian saling
membelakangi itu saling memboikot tidak
boleh. Di awal Rasulullah mengatakan
wala tabagadu. Janganlah kalian saling
membenci. Saling membenci gak boleh ya.
Dan ini isyarat tidak boleh kita
melakukan hal-hal yang menimbulkan
permusuhan. Itu kalau bahasa kita jangan
saling memusuhi. Semua hal-hal yang bisa
membuat kita saling bermusuhan maka kita
hindari. Makanya banyak hal yang
dilarang karena menimbulkan permusuhan
seperti istihza, mengejek. Allah
berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanu la
yashar qumum min asakunuir minhum."
Wahai orang yang beriman, janganlah
sebagian kaum mengejek sebagian yang
lain. Bisa jadi yang diejek lebih baik
daripada yang mengejek.
Dan janganlah sebagian wanita mengejek
sebagian wanita yang lain. Bisa jadi
wanita yang diejek lebih baik. Ini
kenapa? Karena mengejek menimbulkan
permusuhan. Enggak menimbulkan. Orang
yang dijektu marah ya. Ya. W talmizu
anfusakum. Dan janganlah kalian ee apa
namanya? Ee ee apa namanya? Menceritakan
atau menjatuhkan yang lainnya ya.
Ya, jangan beri gelar-gelar yang buruk
satu dengan yang lainnya. Hal-hal ini
semua mencibir satu dengan yang lainnya,
mencaci satu yang lainnya. Maka ini
semua adalah sebab permusuhan.
Ya, janganlah menggibah satu dengan yang
lainnya, maka ini sebab permusuhan.
Jangan namimah satu dengan yang lainnya
maka ini adalah sebab permusuhan. Semua
hal yang bisa menimbulkan permusuhan
dilarang. Karena Rasulullah berkata wala
tabagu. Janganlah kalian saling
bermusuhan. Dan kita tahu di antara ee
proyek utama setan setelah proyek syirik
adalah proyek permusuhan.
Yang pertama kali setan ingin lakukan
agar kita kaum muslimin terjerumus dalam
kesyirikan. Kalau dia tidak berhasil
menjerumuskan dalam kesyirikan, maka dia
menyeru kepada permusuhan, pertikaian,
perpecahan. Makanya dalam hadis kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, "In
setan qod ayudahul musun fi jaziratil
arab wakin fahrisi bainahum."
Sesungguhnya setan sudah putus asa untuk
disembah oleh orang-orang yang salat di
Jazirah Arab, tetapi tidak pernah putus
asa untuk mengadu domba di antara
kalian. Ini proyek setan. Setan tidak
pernah putus asa. Dia terus mengadu
domba agar terjadi permusuhan.
Permusuhan tingkat besar-besaran antara
satu negara dengan negara yang lainnya
atau antara satu kabilah dengan kabilah
lainnya. Sama-sama muslim. suku dengan
suku yang lainnya, antara komunis dengan
komunis yang lainnya sampai antara istri
dan suami. Sampai antara istri dan
suami, kakak dan adik. Makanya Allah
mengatakan, "Innasitana yanzagu
bainahum." Sesungguhnya setan mengedoma
di antara mereka. Makanya Nabi Yaakub
menasihati Yusuf alaihi salamin.
Sesungguhnya setan adalah musuh yang
nyata. Kata Nabi Yakub kepada Yusuf,
"Jangan engkau ceritakan kisah mimpimu
kepada kakak-kakakmu. Karena setan
mengadu domba di antara kalian."
Jadi kita harus tahu bahwasanya
permuasan itu adalah proyek setan yang
ke berapa?
Yang kedua setelah kesyesyirikan.
Makanya ibu-ibu kalau mulai
ngomel-ngomel ah ini kena proyek setan.
Karena setan senang ibu-ibu
ngomel-ngomel suami setan senang. Suami
ngomelin istri juga setan se senang
karena setan paling senang ngadu domba.
Dan di antara yang paling dia suka adu
domba adalah suami istri. Ya, sampai
setan kerja sama sama dukun
untuk mengadu domba suami istri.
Makanya Rasulullah bersabda, "In setan
yad arsyahu inna iblis w arsyahu alal ma
inna iblis w arsyahu aloahu."
Sesungguhnya
setan atau iblis meletakkan
singgahsananya di laut kemudian dia
mengutus anak buahnya. Fa faadnahum
minhu manzilatan a'domum fitnah. Yang
paling dekat dengan iblis adalah yang
paling besar fitnahnya. Kemudian setelah
dia utus pasukannya untuk menggoda
manusia kemudian ada laporan. Setan juga
terorganisir ya. Jadi ada laporan.
Laporan kamu ngapain?
Saya gini karena setan tidak tahu hal
gaib ya. Maka ada laporan. Saya sudah
begini kata setan belum. Satu lagi lapor
saya sudah begini. Kata setan belum.
Saya sudah bikin dia minum khamar. K. Ah
belum. Kau hebat tapi belum. Sampai ada
yang laporal
bihiraati.
Saya terus menggoda sang lelaki sampai
dia ceraikan istrinya. Kata iblis,
"Nikma anta ente setan yang top. Ente
setan top." Karena telah berhasil
menceraikan suami dari istrinya. Oleh
karenanya setan tidak hanya sendiri dia
bekerja sama dengan tukang sihir. Dan di
antara tujuan tukang sihir adalah
memisahkan suami dan istrinya. Allah
sebutkan dalam Alquran.
Dengan sihir tersebut mereka memisahkan
antara suami dan istrinya. Ini salah
satu program setan yang paling sukses ya
dan yang paling banyak adalah memisahkan
seorang laki dari istrinya. Maka kita
harus sadar ya, jangan sampai kita
terperangkap dengan setan dan jangan
sampai kita ee apa ikut mensukseskan
program setan ya. Kalau kita pun harus
berpisah dengan istri karena memang
hukum syar'i bukan karena emosi, bukan
karena duniawi benar-benar ini syari,
benar-benar kita bisa bertanggung jawab
pendapan Allah benar-benar ada aturan
yang sudah kita tempuh baru. Adapun
sedikit-sedikit emosi, sedikit-sedikit
marah, sedikit-sedikit ancam cerai, ini
namanya kesetanan. Namanya apa? Kesetan.
Kesetanan. Karena itu program setan,
maka
Rasulullah berkata, "Wa tabag jangan
saling bermusuhan.
Para ulama mengatakan, "Di antara sebab
juga nanti akan datang hadis apa? Sebab
terjadi permusuhan karena maksiat.
Ketika ada dua teman berteman kemudian
satu bermaksiat ini menimbulkan
perpecahan di antara mereka. Karena
seorang yang beriman tidak nyaman dengan
apa? Maksiat. Akhirnya dia berpisah dari
temannya gara-gara maksiat temannya.
Kemudian juga di antara sebab perpesahan
perpisahan antara dua orang yang tadinya
saling mencintai, saling dekat, saling
berkawan adalah bidah. bidah yang
dilakukan oleh salah satu dari keduanya.
Ketika melakukan bidah, maka ini sebab
timbulnya perpecahan. Betapa banyak
bidah menimbulkan perselisihan dan
permusuhan dan pertikaian sejak zaman
dahulu ya. Dari munculnya bidah
khawarij, munculnya bidah qadariah,
bidah ee muktazilah dan bidah-bidah
muncul menimbulkan perpecahan di antara
kaum kaum muslimin. Karena seorang mau
dipaksa untuk berakidah, berkeyakinan
dengan yang bukan datang dari Al-Qur'an
dan sunah. Tentu seorang beriman tidak
mau ketika itu harus terjadi per
perpisahan. Ya, gimana kita disuruh
meyakini bahwasanya kalau Allah ingin
turunkan azab harus minta izin sama
habib. Gimana kita mau yakini? Ya harus
pisah. Enggak bisa ya. Enggak bisa.
Gimana kita suruh yakini bahwasanya
Rasul sahu alaihi wasallam jalan-jalan
ikut acara? Kita enggak bisa meyakini
itu. Enggak ada dalilnya.
Dan sampai Imam Syaukani mengatakan
salah satu ee apa namanya? kebodohan
adalah meyakini Nabi keluar dari kuburan
ikut hadir dalam acara di zaman sekarang
ini. Ya, gimana kita gimana meyakini hal
ini? Sementara dal-dalil begitu banyak
tidak menyatakan demikian. Bahkan
bertentangan dengan dald-al yang
menunjukkan Nabilah tidak demikian. Nabi
hanya keluar ketika hari kia kiamat. Dan
banyak hal ya banyak hal gimana kita mau
bersama ketika kita disuruh untuk
minta-minta kepada mayat yang sudah
mati. Sementara sunah Nabi kita
mendoakan mereka bukan minta doa sama
sama mereka. Mereka sudah meninggal,
kita datang, kita doain, kita suruh
untuk bersedekah atas nama mereka. Kalau
orang tua kita hajikan, kita umrahkan,
kita doakan, ini malah kebalik. Kita
disuruh malah setoran muka sama mereka
untuk meminta-minta kepada mereka. Ini
kan kebalik dengan sunah Nabi. Kalau ada
bidah pasti terjadi pertikaian dan
perpecahan. Ya,
gimana kita disuruh bertawakal kepada
Allah maka kemudian mereka nyuruh kita
untuk bertawakal dengan jimat. Bahkan
jimat foto kiainya dipasang kadang
dijadikan di pinggang kadang dipasang di
rumah sebagai sebab keselamatan. Enggak
bisa kita bertawakal kepada siapa?
Allah. Kita bagaimana berteman sementara
tauhid kita menjadi tumbal. Enggak bisa.
Enggak bisa. Oleh karenanya selain
kemaksiatan bisa menimbulkan pertikaian,
bidah juga menimbulkan apa? Per
pertikaian. Enggak bisa.
Enggak bisa. Oleh karenanya kalau ingin
bersatu, bersatu di atas sun sunah, di
atas ajaran Islam, di ajar ajar
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Ya. Kemudian kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Wala tahasadu, janganlah
kalian saling hasad." Saling hasad. Ya,
di antara kebodohan adalah orang yang
hasad. Kenapa dia bodoh? Karena dia
protes kepada pembagian Allah.
baum faqin darajat. Kata Allah, "Kamilah
yang membagi di antara mereka kehidupan
mereka." Allah yang menjadikan satu
kaya, satu miskin, satu pintar, satu
agak pintar.
Yang satu tinggi, yang satu pendek, yang
satu ganteng, yang satu kurang ganteng,
yang satu cantik, yang satu kurang
cantik, satu Allah yang bagi ya. Satu
IQ-nya tinggi, satu IQ-nya rendah,
masing-masing ada ada
hisabnya.
Masing-masing ada hisabnya yang lain
kita protes.
Yang satu cantik, yang satu kurang
cantik. Tib yang cantik hisabnya lebih
berat ya, ujiannya juga lebih banyak.
Iya. Enggak. Kalau cantik berpotensi
pamer kecantikan, berpotensi jadi artis
buka-bukaan. Tapi kalau pas-pasan
mungkin juga jadi artis, start jadi
penjahat. Ya mungkin
artis penjahat bisa saja. Tapi maksud
saya, maksud saya masing-masing,
masing-masing kenikmatan tuh ada potensi
ujiannya besar. Maka harusnya kita
sudahlah enggak usah hasad, Allah yang
bagi. Yang kaya juga punya potensi untuk
sombong, untuk angkuh, untuk mubadir,
untuk buang-buang harta, untuk
jalan-jalan enggak enggak tahu ujungnya
ke mana ya untuk beli barang-barang yang
mahal-mahal sehingga memperberat
hisabnya. Yang miskin ya sudah enggak
bisa apa-apa ya. Kalau mau jalan-jalan
ya paling dari mana ke mana gitu aja
balik lagi ya melihat tugu Monas selesai
pulang alhamdulillah
mau ke jauh-jauh duitnya enggak ada ya.
Oleh karenanya ada seorang salaf
mengatakan ketika saya membaca ayat ini
maka saya pun meninggalkan hasad. Karena
saya tahu kalau hasad berarti protes
terhadap pembagian Allah subhanahu wa
taala. Karena Allah berfirman, "Nahnu
qasamna." Kami yang bagi. Terus ngapain
kita hasad?
Kalau kita hasad pun kita tidak akan
merubah kondisi. Jadi orang hasad, orang
bodoh. Kenapa dia tidak akan merubah
kondisi? Kalau kita hasad kemudian kita
jadi kaya, dia jadi miskin. Kalau kita
hasad, kita jadi kaya, hasad aja.
Beneran? Kalau saya lihat dia terus,
kurang ajar tuh, terus saya jadi kaya,
hasad, bermanfaat. Kenapa? Kekayaan dia
pindah kepada ki kita. Tapi kalau enggak
bermanfaat, terus ngapain kita hasad?
Hanya orang bodoh yang hasad. Kemudian
orang yang hasad siapa yang dizalimi?
Orang yang pertama dizalimi oleh orang
yang hasad adalah dirinya sendiri.
Kenapa dia yang tersiksa? Orang tambah
kaya dia tersiksa. Orang temannya beli
mobil dia tersiksa. Temannya kawin lagi
tambah trikesa lagi. Ngapain hasad? Dia
beli mobil ada ujiannya sendiri. Dia
kawin lagi ada ujiannya sendiri. Benar
atau tidak?
Ngapain kita hasad?
Ngapain orang ngapain kita zalimi diri
sendiri? Yang lain tambah kaya kok kita
yang seng sengsara. Masing-masing ada
hisabnya. Masing-masing ada ujiannya.
Tapi kalau kita, "Ah, saya pengin
seperti dia," itu bukan hasad. Namanya
giibtah. Saya ingin sukses seperti dia.
Oke. Kalau urusan duniawi tercela, kalau
urusan akhirat terpuji. Allah tidak
suruh kita berlomba-lomba dalam dunia.
Tapi kalau tapi masih boleh okelah. Tapi
jangan hasad. Hasad itu apa maknanya?
Hasad tamanni zawali nikma anil ghair.
Yaitu berkeinginan nikmat orang lain
hilang dari orang tersebut. Bahkan ada
yang lebih kencang lagi, dahsyat adalah
karohiyatu anikma alal ghair. Sekedar
benci orang lain dapat nikmat berarti
kita disebut ha hasad.
Bahkan dalam urusan dakwah ada kita
dakwah yang hadir mungkin cuma sedikit,
yang satu hadir ribuan, kita hadir cuma
apa namanya cuma puluhan misalnya ya.
Enggak usah hasad. Masing-masing ada ada
ujian. E kalau antum yang hadir cuma 10
orang mungkin enggak ri ya sudahlah
tawadu kenapa hadir cuma 10 orang tapi
yang satu hadir ribuan ada kemungkinan
potensi riak sombong angkuh merendahkan
yang ada enggak kemungkinan gitu?
Ada.
Ada. Manusia lemah terpedaya dengan
penampilan zahir.
Ngapain kita hasad? Apa yang dia alami
ujian semakin berat dia terkenal kita
enggak terkenal. Memang terkenal enak,
terkenal juga ada uji ujiannya.
Dikirimi, didatangi orang-orang yang
mungkin membuat dia tergoda ya di WA
sama akhwat-akhwat enggak jelas.
Kalau antum yang yang ng WA jelas istri
antum.
Kalau orang terkenal yang WA macam-macam
apalagi nomornya tersebar macam-macam
orang inilah anulah macam-macam fitnah
macam-macam ya macam-macam ujian,
macam-macam.
Oleh karena gak usah hasad. Gak usah ha
hasad. Kita kalau berusaha bergembira
ikut bergembira dengan kegembiraan
sahabat kita. Kalau sahabat tidak
alhamdulillah masyaallah Allah berikan
semoga berkah. Kita doain
ya. E saudara kita naik pangkat.
Alhamdulillah. Semoga kau bisa
menunaikan tugasmu dalam jabatan yang
baru. Semoga Allah menolongmu. Kita jadi
kita ikut bahagia dengan apa yang Allah
berikan kepada orang-orang lain. Tinggal
ngatur mindset aja sebenarnya.
Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Wala tadabaru." Jangan saling
me boikot, jangan saling membelakangi. E
dubur maksudnya belakang. Jangan saling.
Ini yang dilarang. Hukum asal memboikot
adalah haram. Karena kalau kita sudah
menghajar saudara kita, kita boikot dia.
Ketemu saling ngeles, saling melengos,
kembuang buang muka, saling balik
belakang. Sehingga ini dilarang oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya.
Kemudian Rasulullah nyuruh yang
sebaliknya, waquun ibadallahi ikhwan
hendaknya kalian menjadi
hamba-hamba Allah yang saling
bersaudara.
Rasulullah kemudian mengingatkan secara
spesifik tentang larangan hajar.
Tidak halal bagi seorang muslim untuk
menghajar memboikat saudaranya lebih
dari 3 hari. Tib. Ee berarti
kesimpulannya kalau 3 hari boleh. Iya.
Kalau 3 hari boleh. 3 hari boleh. Karena
manusia tidak bisa langsung mema
memaafkan. Ketika hari pertama, hari
kedua, hari ketiga, apalagi hari pertama
baru disakiti, tentu api kemarahan
menyala-nyala. Tapi mudah-mudahan hari
kedua mulai turun, hari ketiga masih
boleh marah, hari keempat dia harus
lawan kalau masih ada sisa kemarahan.
Karena dia menjalankan perintah Nabi
sallallahu alaihi wasallam tidak
membikat saudara karena masalah dunia
lebih dari 3 hari.
Tapi kita lanjutkan. Al Imam Bukhari
berkata, Q haddasana Abdullah bin Saleh
qala haddasani lait qala haddasani Yunus
an ibni Syihab an Atha bin Yazid alaiiti
tummal junda an eh atau janda
saya lupa ini apa ini mungkin salah
tulis anna Aba Ayyub shahiba Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam akbarahu ya
ee bahwasanya Abu Ayyub
sahabat Rasulullah sahu alaihi wasallam
mengabarkannya inna rasul sahu alaihi
wasallam q Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda
Tidak halal bagi seorang pun untuk
memboikot saudaranya lebih dari 3 hari.
Mereka berdua ketemu
maka yang satu memalingkan diri, yang
satu juga memalingkan diri. Whairuhuma
alladzi yabdau bisalam. Yang terbaik di
antara keduanya adalah yang ee
yang mulai pertama kali memberi salam.
Tib.
Di sini sebagaimana tadi Rasulullah
melarang saling memboikot dan Rasulullah
memberi motivasi
kepada orang yang berusaha memutuskan
pemboikotan tersebut. Dengan apa? Dengan
memberi salam. Dengan memberi salam
terkadang dua orang saling memboikot.
sama-sama merasa benar ya atau tidak?
Terkadang jelas si A benar, si B salah,
maka A yang memboikot B. B tahu dia
salah, dia berusaha salami Aa enggak mau
salam. Boleh enggak A tidak menjawab
salamnya 3 hari?
Boleh atau tidak
boleh? Karena dia yang benar dan boleh
memboikot selama tiga 3 hari. Di salam
enggak jawab, ditelepon enggak diangkat,
dipandang balik muka, dikasih wajah
kasih belakang kasih bokong. nya
sehingga begitu
si A merasa benar tapi setelah 3 hari
enggak boleh ah begitu ya dan terkadang
saling memboikot karena merasa sama-sama
benar ini juga terjadi. Ada permasalahan
dulu sahabat lama kemudian terjadi
masalah dia yang salah, dia yang salah
ribut selama 3 hari. Maka Rasulullah
tidak berbicara tentang siapa benar,
siapa salah. Tentunya kalau kita tahu
kita salah, kita yang harusnya berusaha
mendekati, mengucapkan salam, minta
maaf. Itu kewajiban kita ketika kita
merasa salah. Tetapi seandainya kita
merasa benar, dia yang salah, itu pun
tetap dianjurkan untuk mendahulu
mendahu, mendahului untuk mengucapkan
apa?
Salam. Agar dia mendapatkan pahala. Maka
Rasulullah mengatakan khairuhuma yang
terbaik di antara keduanya alladzi
yabdau bisalam. Yang mulai mengucapkan
salam, yang mendahului mengucapkan
salam. Rasulullah tidak mengatakan yang
terbaik di antara keduanya adalah yang
benar atau yang terbaik di antara
keduanya yang mengaku salah. Tidak.
Rasulullah mengatakan yang terbaik di
antara keduanya yang mulai mengucapkan
salam. Terlepas kau di posisi benar atau
posisi salah maka kau ucapkan sa salam.
Ini dalil bahwasanya
siapa yang mengucapkan salam, berusaha
memutuskan boikot, maka dia telah
mendapatkan khairiah, keterbaikan,
rekomendasi dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam dan dia telah mengalahkan setan
yang ingin bahwasanya pembaikan tersebut
berkepanjangan. Berkepanjangan.
Seorang membuang
huduzun nafs, yaitu hasrat-hasrat
pribadinya dia lawan. Ego-egonya. Nafsu
ego. Dia buang egonya. Sudahlah saya
ngapain saya ikuti ego saya kemudian
tidak dapat pahala. Hidup ini kadang
sering kita harus kalahkan ego kita demi
untuk meraih keridaan Allah Subhanahu wa
taala. Kalau kita ikuti ego kita, kita
pengin uang kita semua untuk kesenangan
kita, tapi kita kelawan. Saya enggak
ikuti ego saya. Ego saya uang ini saya
untuk sedekahkan di jalan Allah. Ya,
kalau ikut ego kita, kita mauy balas
sendam. Ngapain kita ikut ego kita? Kita
balas dendam enggak dapat pahala, tapi
kita ingin rida Allah, maka kita buang
ego ego kita.
Kita kalau ikut ego kita, istri kita
yang salah, kita pengin istri kita
tunduk sama kita, minta maaf enggak mau.
Kalau enggak enggak ada kembali misalnya
enak gitu kita ngapain? Udlah yang
penting bisa ngobrol bercanda lagi
seperti dulu ketawa-ketiwahi. Ngapain
ikut ego kita kemudian kita tidak meraih
rida Allah? Kapan kita ikut ego kita?
Kita terjebak dalam propaganda setan,
propaganda iblis. Karena iblis memang
ingin menyalahkan ego kita. Kau ini
tidak pantas orang itu gituin kamu. Kamu
kan sudah bersahabat lama. Kenapa dia
gitu kamu? Dia berkhianat
dipanas-panasin oleh iblis.
Ya, itu berarti dia memang dari dulu
jahat. Dia di iblis panas-panasin.
Akhirnya kita ikut ego kita, akhirnya
berpisah selama-lamanya.
Hadis berikutnya Imam Bukhari berkata q
hadana Musa q hadanahaib q hadana Suhail
Abi Ibrah radhiallahu anhu Nabi
sallallahu alaihi wasallam dari Nabi
sallallahu alaihi wasallam beliau
bersabda
wfasu wau ibadallahi ikhwana janganlah
kalian saling memusuhi saling membenci
janganlah kalian saling membenci kalau
kita merasa benci sama orang jangan kita
teruskan
jangan kita benci dia. N kita benci dia
juga benci kita. Artinya saling
membenci. Ya, jangan kita berusaha tidak
membenci orang kita berusaha memberi
uzur kepada orang lain sebisa mungkin.
Ya udahlah namanya juga orang ya
sudahlah ini sudah takdir. Jadi gak usah
saling membenci. Wala tanafasu. Dan
janganlah kalian saling bersaing.
Maksudnya bersaing dan urusan dunia.
Antum kalau cari dunia bukan karena
menyaingi orang, tapi cari dunia untuk
sarana akhirat. Gak apa-apa saya pengin
usaha banyak supaya hasilnya untuk
sedekah. Saya pengin bangun masjid, maka
saya berusaha kerja keras agar bisa
bangun masjid. Saya ingin bekerja
mati-matian supaya apa? Saya bisa
menghajikan ayah ibu saya. Saya berusaha
kerja sampai lembur. Kenapa? Untuk
mensekolahkan anak-anak saya biayanya
besar. Ini enggak apa-apa. Tapi bukan
karena saya pengin kaya untuk menyaingi
si fulan. Jangan. Rasulullah larang.
Kalau tanafus urusan akhirat. urusan
akhirat Allah suruh bersaing. Kata Allah
Subhanahu wa taala setelah menyebutkan
nikmat-nikmat surga kata Allah wafalika
falatanafasil mutanafisun. Untuk urusan
nikmat surga maka bersainglah. Wah dia
punya hafalan sekian saya juga pengin
punya hafalan. Saya pengin melampaui
dia. Bukan karena ingin mengalahkannya
tapi karena ingin mendapatkan kebaikan
terbaik di akhirat. Makanya Umar ingin
menyaingi Abu Bakar. Kata Umar, "Saya
tidak pernah menyaingi Abu Bakar." Maka
suatu hari Rasul sahu al wasallam amqah
Rasulullah menyuruh kami bersedekah
kebetulan ketika Rasulullah suruh
bersedekah kebetulan saya lagi punya
uang maka alyauma hari ini kalau saya
ingin mengalahkan Abu Bakar inilah
saatnya saya kalahkan Abu Bakaru Rasul
wasallam binisfi maka saya bawa setengah
hartaku kepada Nabi. Nabi bertanya
apa yang kutinggalkan buat keluargamu?
Kata Umar mlahu seperti ini. Jadi
setengah buat engkau setengah buat
keluarga. Ternyata Abu Bakar
menginfakkan seluruh hartanya. Maka
Rasulullah bertanya, "Ma tarokta
liahlik?" Apa yang kau sisakan buat
keluargamu? Kata Abu Bakar, "Taroktu
lahumullaha wa rasulah. Saya tinggalkan
bagi mereka Allah dan Rasulnya." Kata
Umar, "Gak bakalan bisa ngalahin siapa?"
Abu Bakar. Tapi terjadi persaingan di
kalangan para sahabat.
Urusan apa? Akhi akhirat. Terusjadi
persaingan.
Jadi jadi persaingan
dan mereka bukan karena hasad maksudnya
benci gak tapi mereka ingin saling
berloma dalam kebaikan dan Allah suruh
wafalikafasil
mutanafisun untuk urusan akhirat maka
bersainglah. Tapi kalau urusan dunia
Allah cela. Allah cela. Seperti Allah
berfirman, "Alhakumut takatur."
Sungguh sikap takatur saling
banyak-banyakan, bangga-banggaan,
bermegah-megahan. Kalau terjemahannya
bermegah-megah itu banyak-banyakan.
Kamu berapa? Saya lebih banyak. Kamu
anakmu berapa? Mau lima. Saya tujuh.
Kalah saya ini.
Istri berapa? Wah cih
mending saya. Saya diomilin sama satu
orang kok diomilin tiga orang. Saya
bangga-banggaan banyak ini banyak.
Rumahmu berapa? Rumah saya sekian.
Mobilmu berapa? Mobil saya sekian. Dunia
ya bangga-banggaan.
Kalau memperbanyak harta untuk
bangga-banggaan tercela. tercela. Itu
namanya takatur
ya. Takatur banyak-banyakan,
bermegah-megahan. Bermegah-megahan.
Kebunmu berapa hektar sih? Ah, cuma
segitu. Ah, kita ke hektar kita enggak
sombong cuma merendahkan.
Enggak sombong tapi merendahkan orang
lain. Bangga, Bang. Ini enggak boleh
kalau dunia enggak boleh. Enggak boleh.
Kalau kau pengin dunia silakan. Tapi
tujuanmu apa? Akhirat. Tujuanah akhirat.
Allah berfirman,
annamalyatud dunya laibu walahu.
Ketahuilah kehidupan dunia hanyalah
permainan sedang gurau. Ya,
watakurum bainakum. Ya. Ya. Dan cuma
cuma banyak-banyakan di antara kalian
ya. Eatunum
amal. Kata Allahu
yakinilah, ilmuilah.
dunia walahu. Sesungguhnya dunia
hanyalah permainan senda gurau.
Kemudian wazinah perhiasanum
hanya bangga-bangga kalian
dan banyak-banyakan dalam urusan harta
dan anak-anak. Orangorang Arab dahulu
bangga-banggaan jumlah anak. Berapa
anakmu? Nahnu aksaru amwalan wa aulada.
Kami lebih banyak anak, lebih banyak
harta. Karena mereka kalau punya banyak
anak berarti banyak pengikut kabilahnya
semakin kuat. Makanya mereka enggak suka
kalau punya anak perempuan. Mereka suka
anak laki-laki karena kabilahnya semakin
apa? Kuat. Jadi berapa saya punya kawan
cerita dia 12 bersaudara laki semua 12
atau 14 saya lupa. Kalau ada masalah di
sekolah orang juga takut. Kenapa? Ini
keroyokan 14 orang. Benar. Kalau
laki-laki semua juga mikir-mikir orang
mau ganggu. Kalau cuma adiknya cuma
satu, ini mereka 12 14 bersaudara yang
lain takut juga.
Kamu siapa? Oh iya ya ya. Banyak orang
itu cari masalah dikeroyok. Oleh
karenanya orang-orang Arab dahulu bangga
dengan jumlah harta. Waturum fil amwali
wal aulad. Itulah hakikat dari kehidupan
dunia. Hanya bangga-banggaan,
sombong-sombongan, bermegah-megahan,
banyak-banyakan. Maka dilarang wala
tanafasu. Jangan saing-saingan urusan
apa? Urusan dunia. Jangan. Kita beli
sesuatu bukan karena menyaingi si fulan.
Gak boleh. Kita buka perusahaan bukan
menyaingi perusahaan fulan. Enggak. Tapi
kena untuk akhirat kita. Saya pengin
uang banyak karena ada maslahat akhirat
yang ingin saya raih.
Enggak usah banyak-bangun.
Makanya kata Hasan Albasri,
roitum roita ahada nafasaka fid dunya
fanafisu fil akhirah. Kalau kau lihat
ada orang menyaingimu urusan dunia, maka
saingil dalam urusan akhirat. Orang
bangga-banggaan punya mobil banyak, ente
bahagia bisa hafalan lebih banyak. Orang
baga-bangan punya rumah banyak, ente
bahagia bisa salat malam lebih banyak.
Kalau ente saingan dengan dunia, belum
tentu ente menang. Kalau menang pun
enggak ada faedahnya.
Tapi kalau antum menyaingi urusan
akhirat, ya dia bangga. Orang asyik
cerita dunia habis waktunya ngobrol sana
sini ente urusan akhirat. Jadikan semua
dunia kita untuk apa? Akhirat.
Oleh karena tadi saya bahas, bolehkah
seorang gibth urusan agama dianjurkan?
Rasulullah hasada illa fitnata
ya tidak boleh hasad itu gibt ingin
seperti orang lain kecuali dalam dua
hal. Rajulun atahullahu
alhikmah yaq bihaallimuha yaitu seorang
yang Allah berikan ilmu atau kebijakan
maka kemudian dia mengajarkannya dan dia
mengamalkannya. Ini kita hasad sama dia
dalam makna gibto. Giibtoh itu pengin
seperti dia. Bukan ingin dia jadi bodoh
tapi pengin seperti dia. Kita pengin
seperti dia. Kita bahkan pengin
menyainginya. Enggak ada masalah. Yang
kedua, rajulun atahullahul wahua yusuh
alakati filq. Yang kedua, orang yang
Allah kasih dia harta dan dia gunakan
harta tersebut untuk infak di jalan
Allah. Maka kita hasad sama orang
seperti ini bukan karena kekayaannya,
karena dunia, tapi dia beramal saleh
karena dia mampu menginfakkan harta
jalan Allah. Sementara kita punya harta,
kita tidak mampu berinfak seperti dia.
Orang se kita giipto boleh. Ini karena
urusan apa? Agama. Lihat orang hafalan
lebih banyak, kita giiptoh pengin
seperti dia. Boleh atau tidak boleh?
Bahkan dianjurkan
enggak ada masalah bersaing dalam urusan
agama. Adapun gibt bukan hasad. Kalau
hasad haram. Harat. Ada orang punya
harta banyak kita benci sama dia. Kita
pengin dia miskin seperti kita. Ini
namanya apa? Hasad.
Maka ini ini haram. Nah, bagaimana kalau
tidak hasad urusan dunia? Pengin seperti
dia. Dia punya mobil dua, saya juga
pengin deh. Saya tidak azad sama dia,
tapi saya pengin mobil punya mobil dua
seperti dia juga. Ini makruh. Kenapa?
Karena ini adalah dalam urusan apa?
Dunia. Sementara Allah melarang kita
atau menegur kita jangan berlebih-lebih
dalam urusan apa? Dunia. Tapi kalau
untuk akhirat silakan lomba-lomba
bersaing. Ya,
makanya ketika Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam ketemu Nabi Musa Alaih
Salam di langit
ee ketemu dengan Nabi Musa. Kemudian
setelah Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam lewat, Nabi Musa pun menangis.
Maka ditanya, "Mayu bekik, apa yang buat
kau nangis wahai Musa?" Kata Nabi Musa
alaihi salam, "Diutus setelahku seorang
anak muda yang pengikutnya lebih banyak
mau surga daripada pengikutku." Ini
gibah.
Kenapa? Karena Nabi Musa tidak bisa
meraih derajatnya Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Bukan Nabi
Musa hasad sama Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Tapi ini perkara
akhirat mereka berlomba. Sehingga kalau
ada derajat yang tinggi yang mereka
luputkan, mereka sedih. Terluput dari
mereka sedih.
Jadi sini kata Nabi, wala tanafasu.
Jangan saling berlomba-lomba dalam
urusan apa? Dunia. Dan lomba-lomba dalam
urusan dunia menimbulkan permusuhan. Iya
atau tidak?
Akhirnya dunia dunia akhirnya terjadi
permusuhan.
Waunu ibadallahi ikhwana. Jadilah kalian
hamba-hamba Allah yang saling
bersaudara.
Kita lanjutkan hadis berikutnya.
Ini makanya kalau di apa di kalangan
ibu-ibu hati-hati ya lomba-lombaan. Eh
apa tasnya mereka apa? Oh sudah ikut
lagi. Emang dia KW berapa? KW3. Saya KW1
padahal sama-sama KW. Maksudnya KW.
KW. Ini KW tapi kualitas asli.
KW kualitas apa? Asli. KW tap KW. KW aja
sudah sombong. Gimana kalau asli? KW aja
sombong. Weh, ini KW1 itu sombong KW1.
Gimana kalau asli? Baru KW sombong
gimana kalau as asli? Akhirnya
lomba-lombaan urusan dunia. Ya, kamu
salon mana? Ah, salon murah itu. Ini
salon artis. Bangga-banggaan salon.
Emang kalau salon artis bikin tambah
cantik? Tidak signifikan.
Yang signifikan duitnya. Wajah gitu-gitu
aja.
Kadang-kadang hal-hal yang tidak perlu
lomba-lombaan, bangga-banggaan ya.
Bangga-banggaan
sampai urusan ibadah. Ente di Makkah? Di
hotel mana? Wis
bilang ah ring 7. Saya ring satu depan
di mana? Di Ka'bah gratisan.
Masih kadang bangga-banggaan sampai
umrah, haji pun bangga-banggaan. Memang
kalau hotel paling depan lebih apa
namanya? lebih diterima umrahnya
makbulah kan enggak ya itu punya uang
silakan fasilitas yang penting kita bisa
ibadah tapi bukan untuk merendahkan yang
yang lain
sebaliknya ada yang hasad saya
diceritain sama ikhwan ada orang datang
sama dia. Dia waktu itu umrahnya murahan
datang sama seorang pembimbingnya.
Pembimbingnya bilang kita lihat itu
mereka lihat motel-hotel mewah. Intinya
dicela orang yang di hotel mewah ya.
Karena enggak punya duit jangan cela
yang punya duit.
Yang kaya jangan merendahkan yang gak
punya duit. Yang yang punya duit jangan
menghina yang kaya. Emang yang tinggal
di ring 7 berarti umrahnya lebih
diterima daripada yang di Darut Tauhid.
Enggak juga ya. Urusan hati urusan
siapa? Allah Subhanahu wa taala. Ya.
Tapi maksudnya terkadang bangga-banggaan
apalagi kemudian lagi umrah kemudian
level 1 level apa kasihan maksudnya. Wah
kamu level berapa? Oh, saya level 1.
Maksudnya kamu level 3, set,
Pak. Saya bangga-bangan urusan apa
urusan ibadah.
Kita haji kamu bisnya kita bis ini VIP
super VV V VI VIP. Masyaallah.
Itu aja kalau kita lewat semua askar
minggir. Masyaallah
luar biasa. Apa linknya ya? Luar biasa.
Kalau kamu diusir kan. Oh, kita langsung
ini ngapain bangga-bangga iniang dunia
bangga-bangga tentang dun dunia
fasilitas tuh dunia
gak boleh gak boleh yang fasilitas
diberi fasilitas mudah alhamdulillah
bersyukur dibeli fasilitas yang susah ya
bersabar ya bersabar
hadis berikutnya al Imam Bukhari berat
qala hadan Yahya bin Sulaiman qala
haddasani Ibnu Wahbin qala akhbarani Amr
an Yazid bin Abi Habib
sampai ada kasus Terus benar ini. Jadi
mereka lagi umrah terus ada
kelas-kelasnya ya, kelas ini, kelas ini,
kelas ini.
Akhirnya dibedakan
fasilitas jelas hotelnya beda. Dibedakan
entah jaketnya dibedakan apanya gitu.
Yang fasilitas bawah ngamuk.
Jadi menimbulkan diskriminasi ya.
Ngapain gitu ibadah kok kayak gitu ya.
Jangan. Ya sudah, kalau memang ada beda
beda hotel ya wajar, tapi jangan sampai
ada diskriminasi bahwasanya begini
begini. Kasihan timbulkan menimbulkan
kejengkelan, permusuhan,
hasad. Jangan menimbulkan jangan
maksudnya jangan menimbulkan ee sarana
untuk menimbulkan hasad di antara kaum
kaum muslimin.
Maka diatur dengan baik. Hadis
berikutnya eh qani Yahya bin Sulaiman Q
had ibn Wahbin Qar Amr an Yazid bin Abi
Habib an Sinan bin Saad an An anas Rasul
wasallam q rasul wasallam bersabda
ma tawadnani
fillahi jalla waza fil islami fayufarqu
atau fayufarqu bainahuma
illa bidzambin yuhdituhu ahaduhuma
tidaklah dua orang saling mencintai
karena Allah atau saling mencintai dalam
Islam lantas terpisah keduanya kecuali
karena dosa yang dilakukan oleh salah
satunya. Ini salah satu dalil bahwasanya
dosa bisa menimbulkan
perpecahan karena hati sudah tidak bisa
sinkron lagi. Tentu hati orang beriman
dengan hal tidak beriman terkadang tidak
bisa sinkron. Tidak cocok. Kemudian
selera sudah berbeda, suasana sudah
berbeda, nuansa ee yang satunya
penginnya begini, satunya begini.
Akhirnya gara-gara dosa akhirnya ter
terpisah. Dan ini isyarat bahwasanya
kalau kita ingin persahabatan kita
langgeng maka kita bertakwa kepada
Allah. Kalau sama-sama bertakwa
insyaallah Allah akan jaga. Tapi ketika
itu berubah satu ukhrawi, satu duniawi
akan terpisah. Enggak akan enggak akan
gabung. Karena satu pikirannya duniawi
terus, satu pikirannya apa? Akhirat
terus. Akhirnya persahaban tersebut
daradinya tadinya lengket mulai hambar,
mulai hambar, akhirnya mundur
pelan-pelan, akhirnya terpisah. Kenapa?
Karena ada dosa yang dilakukan oleh
salah salah satunya.
Ini menunjukkan dosa menimbulkan
perpecahan, dosa menimbulkan
kejengkelan, dosa mengakibatkan
permusuhan. Ya, datang dalam sebagian
riwayat, illa bihadain yuhditsuhu
ahaduhuma. Bahwasanya tidaklah dua orang
saling mencintai karena Allah dalam
Islam kemudian terpisah di antara
keduanya. Kalau dalam riwayat ini karena
dosa yang dilakukan salah satunya. Dalam
riwayat karena bidah yang dilakukan oleh
sala salah satunya. Bahkan kalau
dilakukan bidah lebih dahsyat, mudah
terpecah daripada sekedar do dosa. Ya,
kalau sudah melakukan bidah ya tidak
nyaman. Akhirnya terpecah. Yang tadinya
bersatu, yang tadinya saling sayang
menyayangi ukhuwah tersebut menjadi
tercoreng bahkan menjadi rusak gara-gara
salah satunya melakukan dosa atau salah
satunya melakukan bidah. Karena kita
ingin persatuan di atas sunah bukan di
atas bidah.
Hadis ini ee di pada salatnya ada Sinan
bin Sa'ad dan dia statusnya Saduq tetapi
dia tidak bersendirian. Telah datang
hadis dengan jalan yang banyak yang
menguatkan satu dengan yang lainnya.
Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Albani
rahimahullah dalam silsilah
silsilah asahihah. Jadi hadisnya hasan.
Tib
hadis berikutnya. Al Imam Bukhari
berkata q hadana Abu Ma'm qadana Abdul
Warit an Yazid Qat Muadah samu Hisyam
bin Amir al-Anshari
ya ibna ammi Anas ibni Malikin wana
qutila abuhu yauma uhudin.
Aku mendengar kata Muadzah radhiallahu
ee Muadzah dia berkata, "Aku mendengar
Hisyam bin Amir al-Anshari dan dia
adalah
ee anak dari pamannya Anas."
Itu ponakannya Anas bin Malik dan
ayahnya terbunuh ketika perang Uhud. Ya
annahu sami Rasul wasallam q bahwasanya
Ibn Amir ini al-Anshari mendengar Rasul
sahu alaihi wasallam bersabda. Apa sabda
Nabi?
Muslim tidak halal bagi seorang muslim
untuk memboikot muslim yang lain lebih
dari 3 hari.
Kalau sudah lebih dari 3 hari maka
keduanya menyimpang dari jalan yang
benar selama mereka berdua masih saling
memboikot. Wa inalahu
kaatanu
sabaqahu
ya.
bahwasanya ee siapa yang pertama kali
kembali yaitu memberi salam atau
berusaha damai maka akan menjadi kafarah
atas kesalahan-kesalahan sebelumnya.
Sudah boikot setahun, sudah memboikot 2
tahun, kemudian ada yang akhirnya
berniat untuk damai,
akhirnya seluruh kesalahannya diampuni
oleh Allah. Waomihima.
Kalau keduanya meninggal dalam kondisi
saling memboikot, lam yadulal jann
jamian abadan. maka keduanya tidak akan
masuk surga selama-lamanya.
Wainama alaihi. Jika salah satunya
mengucapkan salam, faaba anyaqbal
taslimahu wasalamahu. Ternyata kawannya
tidak mau menerima salamnya, tidak
membalas. Rda alaihil malak. Maka
malaikat yang akan balas salamnya. Dia
asalamualaikum tidak dijawab. Malaikat
jawab, "Waalaikumsalam."
Adapun kawannya tidak mau balas salam,
maka setan tepuk tangan. setan menjawab
salamnya. Jadi, setan apa ee senang
dengan perbuatannya. Ya,
hadis ini ee berisi peringatan yang
sangat keras, yang sangat berbahaya bagi
orang yang memboikot saudaranya ya
sehingga lebih dari 3 hari. Lebih dari 3
hari. Karena rasul sahu wasallam
mengatakan selama mereka berdua saling
boikot fahuma naqibaniil haqqiama
maka keduanya berpaling dari jalan
kebenaran selama saling memboikot saling
memboikot selama ini mereka di atas
kesesatan
karena ego akhirnya berpaling dari jalan
kebenaran kemudian rasul sahu alaihi
wasallam memberi motivasi ya bahwasanya
siapa yang ee mulai berusaha kembali
Kiai
dengan mengucapkan salam, berusaha
mendekati
maka seluruh dosa-dosa yang dia lakukan
selama ini gara-gara akibat memboikot
maka diampuni oleh Allah subhanahu wa
taala. Ini motivasi luar biasa. Kadang
kita punya kawan, "Ah, sudah 2 tahun
saya boikot dia. Ya sudah kita mulai
telepon dia. Gimana kabar? Gak usah
cerita masa lalu, enggak usah
korek-korek. Sudah lupain aja, lupain
aja." Maka semua yang telah terjadi akan
diampuni oleh Allah. Meskipun kita di
posisi benar, dia posisi salah. Meskipun
dia yang menghindar, meskipun dia benar,
dia yang salah. Ya sudah kita ketemu
lagi. Gak usah kita bicara masa lalu.
Sudahlah masa lalu kita perlukan ngobrol
ketawa-ketiwi. Gak harus jadi teman
dekat lagi. Enggak harus. Gak harus.
Yang penting sudah selesai. Kalau ketemu
dia kita tidak marah. Kalau disebut
namanya kita tidak dongkol. Tapi kalau
kita saling boikot, siapap setiap
disebut namanya jengkel atau tidak
jengkel? Apalagi disebutnya tambah kaya,
tambah jeng jengkel.
Tapi kalau sudah ketemu, sudah ngobrol,
minum kopi bareng ya atau makan apa
namanya di warung apa? Warmindo apa
warung
apa?
Indomie goreng. Ya
udah selesai selesai ngapain? Enggak
usah mikir. Ah, hidup ini enggak ada
yang semua nyaman. Pasti ada masalah.
Kalau kita selesaikan masa lalu kita
yang dulu dongkol-dongkolan, saling
menjatuhkan, saling membuka aib,
subhanallah semuanya jadi kafarah,
nikmat. Manusia siapa yang ya selalu
baik? Gak ada ya? Masih ada kesalahan.
Maka ini motivasi. Terus Rasulullah
kasih semangat lagi. Salami saja, usaha.
Yang penting usaha. Kalau kau salami
dia, ternyata dia cuek, maka malaikat
akan jawab, "Waalaikum salam." Dia yang
cuek ditepuk tangani oleh setan. Ah,
terus terus kata setan. H oh terus.
Makanya hati-hati. Suami istri
ribut. Suaminya telepon dimatiin. Istri
lagi telepon suaminya matiin.
Diketuk pintu, pintunya dikunci,
kuncinya dibuang. Wah.
Ah. Ini setan senang. Setan tepuk tangan
karena ribut ya.
Dan yang mengerikan kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, wain mata alamima.
Kalau keduanya meninggal dalam kondisi
saling memboikot, tidak masuk surga. Ini
adalah hadis-hadis tentang ancaman
bahaya bagi orang yang ee kemudian
memboikot sampai
kemudian sampai meninggal. Ngeri masalah
sama orang sampai meninggal dunia. Ada
yang begitu? Ada.
Baikot tidak mau ketemu sampai akhirnya
salah satu keduanya meninggal terlebih
dahulu. Ini mengerikan. Ngapain kita
ikut ego kita kemudian kita sengsara di
kehidupan dunia dan kehidupan akhirat?
Orang kalau maafkan hatinya tenang, dia
bahagia. Jadi ada beban yang ada di
benaknya hilang. Antum nih punya masalah
lima orang, antum masalah terus dengan
L5 Antum punya masalah sama lima orang
ini. Setiap disebut nama ini antum
jengkel.
Iya enggak? Tapi kalau antum maafkan
beban jadi tinggal empat. Maafkan satu
lagi beban tinggal berapa? Tiga. Maafkan
semuanya enggak ada beban.
A lah ngapa yang dipikirin? Ya sudahlah
saya maafin ya. Ini saya juga punya
salah ya. Ngurangi dosa-dosa saya ya.
Manusia tidak ada yang sempurna. Kita
mindset aja rubah yang sempurna ya.
Masih mending dia daripada Abu Jahal,
masih mending daripada Abu Lahab. Masih
daripada
apa namanya ee Benyamin Tanyaho ya.
Masih masih
sudahlah. Jadi kita tenang hidup pulang
juga bisa tidur nyaman ya. Tapi kalau
kita mikirin kita sengsara sendiri tanpa
ada hasil. Memang kalau kita jengkel
sama dia kemudian dia mati kan enggak
juga. Kita jengkel sama dia dia bisa
tambah sukses, tambah jengkel kita. Jadi
orang yang ingin masalah selesai
melupakan itu semua, maka dia bahagia di
dunia. Belum lagi yang dia raih di mana?
Di akhirat. Pahala memaafkan, pahala
menghilangkan dendam, pahalanya luar
luar biasa. Maka kalau kita ikut ego,
terkadang kita yang seng sengsara.
Makanya saya tanya sama antum, coba
antum cek sekarang, ada enggak orang
yang antum jengkel sekarang? Sekarang
ini. Coba antum pikir-pikir. Coba pikir
ada berapa yang antum jengkel? Jangan
sampai 20. Aduh, ngeri. Siapa yang antum
jengkel dalam hidup ini? Ada. Mungkin
ada. Siapa ya? Aduh, siapa ya?
Kalau antum masih ada, antum yang
sengsara.
Ya sudahlah antum harus rubah mindset
antum antum bahagia di dunia terlebih
lagi di akhirat gak ada yang sempurna.
Jadi kalau seorang sudah bertikai dia
berusaha mengucapkan salam. Kalau tidak
dijawab jangan dia marah. Sombongnya
saya sudah salam dia. Antum harusnya
bersyukur malaikat yang jawab. Gak
apa-apa.
Kalau antum bilang sombong, dasar
bahlul, saya sudah minta, sudah mulai
salamin. Emang dia siapa? itu k antum
kesetanan juga sama setan tadi tepuk
tangan satu jadi tepuk tangan dua.
Ini yang jawab ya sudah berarti
alhamdulillah malaikat jawab coba lagi
sekali lagi. Hati orang bisa
berubah-berubah terkadang egonya naik
terkadang egonya turun.
Hadis berikutnya al Imam Bukhari
berkata, Qana Muhammad bin Salam Q
hadana abda an Hisyam bin Urwah an abi
an Aisyah radhiallahu anha q rasul wasam
inniaki
waridi. Kata Rasulullah kepada Aisyah,
"Wahai Aisyah, saya tahu sungguh-sungguh
saya tahu kapan kau marah dan kapan kau
lagi senang kepadaku. Saya tahu kauah
kapan lagi marah sama saya dan kapan kau
lagi senang sama saya." Qat qulu waifa
tarifik ya Rasulullah kok bisa tahu?
Bagaimana kau tahu wahai Rasulullah?
Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Innaki
kunti ryatan qulti bala Muhammad." Kau
kalau lagi senang sama saya dan kau
ingin menekankan sesuatu, kau bersumpah.
Kau berkata wahai Aisyah, "Benar demi
Rabbnya Muhammad." Sedikit-sedikit demi
Rabbnya Muhammad. Wa kunti sakitotan.
Kalau kau lagi marah, kau bilang nak
warabbi Ibrahim. Demi Rabbnya Ibrahim
dirubah
ya. Padahal sama Rabb Muhammad, Rabb
Ibrahim sama.
Ini Rasulullah bercanda. Maksudnya saya
tahu lagi marah Rabb Ibrahim marah ya.
Qatlu ajal benar ya Rasulullah uajiru
illa ism. Saya tidak memboikot bukan
dirimu yang saya boikot cuma namamu saja
yang saya boikot. Dari Muhammad jadi
siapa? Ibrahim. Tapi Rabbnya tetap Rabb
yang yang sama. Ini contoh maksudnya
ketika seorang marah kepada pasangannya
ya dia mengontrol dirinya jangan
berlebih-lebihan.
Aisyah kadang nama-namanya ada
kecemburuan dan Aisyah marah sama Nabi
bukan karena benci tapi karena kecintaan
yang berlebihan. Dan itu muncul di
antara bainadorair
di antara para madu-madu ya. Madu yang
satu ee apa namanya?
Cemburu kepada madu yang lain sehingga
suaminya jadi korban.
Yang dimarahin siapa? Suaminya. Kenapa?
Karena saking cem cemburu, maka seorang
laki sabar bagaimana dia bisa marah
kepada wanita yang berbuat salah karena
saking cinta kepadanya. Ya ingat
Bapak-bapak, gimana hendaknya seorang
suami sabar atas kesalahan istri yang
karena kesalahannya timbul karena cinta
kepadanya. Kalau tidak cinta, tidak akan
muncul kesalahan ini.
Ya, misalnya antum pulang tertahu ada
akhwat yang nge-chat HP antum, terus
istri buka, istri banting HP pecah. Tib
dia banting HP karena benci sama antum
atau karena cinta sama antum?
Karena cinta. Kalau dia tidak cinta kata
dia lanjutin.
Kalau dia cinta dia banting tuh HP ya.
Antum tahu ini ya. Kalau HP murah maafin
aja l kalau HP mahal ya harus ada
perhitungan. Tapi kalau HP murah ya
sudahlah ya. Berarti dia marah karena
cin cinta. Gimana kita mau menghukum
wanita yang salah berbuat karena cinta
kepada kita. Beda kalau dia karena benci
sama kita, karena dia yang lain
mencerita,
maka Aisyah lagi marah sama Nabi bukan
karena diri Nabi, tapi marah karena
saking cin cinta sehingga dia lagi
marah, lagi marah, lagi marah. Maka
Rasulullah ketika kapan Rasulullah
ngomong begini, "Saya tahu kau lagi
marah, saya tahu kau lagi senang."
Kapan? Ketika lagi marahan atau lagi
damaian. Lagi damaian. Ini fikih yang
kita dapat. Kalau istri lagi marah, kita
tahu dia salah, kita diamin aja. Nanti
kita ngomongin setelah kondisi te
tenang.
Bukan lagi marah ya? Lagi marah ya? Lagi
marah ya? Oh, tambah marah dia. Enggak.
Siapa yang bilang lagi marah?
Nanti sudah dia enggak bisa berpikir
jernih karena lagi emo emosi. Rasulullah
ngomong begini, "Saya tahu kau lagi
marah, lagi kapan." Ketika Aisyah lagi
senang baru dia ingatkan tentang hal
tersebut. tidak lagi sedang marah.
Kemudian kita berusaha menyelesaikan
terkadang tidak mudah karena dia belum
bisa berpikir dengan tenang. Setelah itu
biarin aja, biarin aja diam. Nanti
setelah itu baru kita ajak ngobrol.
Apalagi sambil makan bakso, apalagi
sambil kasih belikan emas. Insyaallah
dia ngerti. Insyaallah dia ngerti.
Benar begitu, Bapak-bapak?
Bab berikutnya, babun manajar akusanah.
Bab siapa yang memboikot saudaranya
lebih dari setahun atau setahun
memboikot saudaranya setahun. Ini boikot
berkepanjangan, bukan seminggu, bukan 2
minggu sampai setahun. Al Imam Bukhari
berkata, Qana Abdullah bin Yazid qasana
Haiwah Q hadani Abu Utsman Alwalid bin
Ail Walid almadani anna Imran bin Abi
Anas hadahu an Abi Khiraj Asulami Rasul
wasam Rasul wasallam bersabda manajah
fahua
siapa yang memboikot saudaranya selama
setahun seperti menumpahkan darah
saudaranya hadis berikutnya hadana ibnu
Abi Maryam Qana Yahya bin Ayyub hadid
bin Ab walid almadani ana imran bin abi
anas hadahu rajulan min aslam min
ashabin nabi sallallahu alaihi wasallam
hadasahu nabi sallallahu alaihi
wasallamq hijratul muslim sanatan
kadamihi memboikot seorang muslim selama
setahun seperti menumpahkan darahnya
wafil majelis muhammad bin munadir wa
abdullah bin abi attab faqala qod samna
h anh
hadis ini salah satu ancaman
ee bagi orang yang boikot saudaranya nya
setahun atau lebih maka seperti
menumbahkan darah. Kita tahu menumpahkan
darah hukumnya hukum dosa dosa besar
dosa besar. Maka karena selama setahun
dia pasti melakukan
pelanggaran-pelanggaran. Dia mau gibah
te
Resume
Read
file updated 2026-02-16 11:24:54 UTC
Categories
Manage