Kitab Riyadush Shalihin #3.21: Beramal Shaleh Bukan Karena Allah, Maka Amalannya Tertolak
2aPuBzVm6QM • 2026-02-14
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillahi alaniukr ala taufiani asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lani wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani. Kita masuk pada bab ke-35 bab tahrimir riya. Bab tentang diharamkannya riya. Ee annawi rahimahullah dalam kitabnya Riyadus Shihin bawakan ayat-ayat sudah pernah saya bahas. Kita masuk pada hadis ya. Wa abiat radhiallahu anhu qala dari sahabat Abu Hurairah beliau berkataah sallallahu alaihi wasallam yaakul aku mendengar Rasul sahu al wasallam bersabda qallahu taala Allah berfirman ana ana agnuraka anirk aku adalah zat yang paling tidak butuh dengan syarik dengan partner ya aku tidak butuh dengan persekutuan amila amalan Siapa yang melakukan satu amalan kemudian dia menyekutukan aku dengan selain maka aku akan tinggalkan dia dengan kesyirikannya. Hadis riwayat Muslim. Hadis ini dikenal dengan hadis qudsi karena Nabi sallallahu alaihi wasallam meriwayatkan dari Allah Subhanahu wa taala. Ya. Ya. Nabi mengatakan qallallahu taala. Allah berfirman dan kita tahu bahwasanya firman Allah banyak ya. Ya. Dan di antara firman Allah adalah Al-Qur'anul Karim. Tetapi Allah berfirman, berbicara dengan malaikat, berbicara dengan para nabi, berbicara dengan Nabi Musa. Di antaranya Allah memberikan ilham kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dan Nabi meriwayatkan firman Allah tapi bukan dari Al-Qur'an yang dikenal dengan hadis apa? Qud qudsi. Apa kata Allah? Ana agnasuraka. Aku adalah zat yang paling tidak butuh dengan sekutu, dengan partner. Kita tahu bahwasanya dalam banyak hal manusia butuh dengan syarik dengan butuh dengan ee partner. Sehingga kalau dia tidak punya partner, dia tidak bisa menjalankan kegiatannya. Dan demikianlah manusia adalah makhluk sosial ijtimai. Dia selalu membutuhkan pasangan untuk ee mendapatkan tujuannya. Tetapi Allah Subhanahu wa taala, Dia Maha Esa secara zatnya. dan dia maha alhayyu alqayyum sehingga tidak butuh dengan sekutu. Oleh karenanya Allah ingatkan, siapa yang melakukan amalan amal apapun. Di sini umum datang ee isim nakirah tanwin dalam konteks syarat memberikan faedah umum. Yaitu siapa yang melakukan amal ibadah apapun, apakah haji, apakah salat, apakah jihad, apakah sedekah, apakah baca Quran, apakah berbakti kepada tua, ya amal saleh apapun asraka fi ghairi. ternyata dia mensekutukan aku dengan selain ya, yaitu dia ternyata berniat bukan cuma untuk Allah tapi juga untuk mencari pujian misalnya ya atau dia tujukan ibadahnya kepada selain Allah. Di sini umum juga kepada selain apakah kepada malaikat, apakah kepada para nabi, kepada orang saleh atau kepada siapapun. Taraktuu wasirkahu maka aku tinggalkan dia dengan kesyirikan. Itu amalan amalannya tidak akan aku terima. Ini dalil bahwasanya sebagaimana dibawakan dalam bab tahrimur riya, bab pengharaman riya. Dibawakan oleh Nawawi rahimahullah tentang bab pengharaman riya. Maka seorang kalau beribadah niatnya bercampur karena Allah dan juga karena ingin dipuji, maka amalnya tertolak. Seletih apapun dia sudah capek-capek haji berhari-hari, sudah ngantrinya lama, ternyata ketika dia haji, dia hanya ingin cari pujian, ingin disanjung. Kata al Imam Alghazali rahimahullah, "Yang namanya ri adalah memperlihatkan amal." Untuk apa? Tholabul manzilah fi qulubinas. Untuk mencari pengakuan di hati manusia agar kita dianggap oleh orang. Siapa yang beribadah dengan ibadah apapun dan dia ingin dihormati oleh orang, disanjung oleh orang, dia tampakkan amal salehnya, dia publish, dia jadikan status, ya dalam rangka untuk dipuji oleh orang, dikasih jempol, dikasih like sama orang, maka amalannya gugur, tidak diterima. Seletih apapun dia kerjakan amal tersebut. Bayangkan seorang ngantri haji 20 tahun kemudian sudah bayar mahal kemudian dia pergi ke tanah suci 40 hari. Kemudian dia letih ya di Mina, kemudian di Arafah, kemudian ke Muzdalifah, kemudian ke Mina lagi. Lempar jamarat ya. Lempar jamarat sampai berhari-hari. Capek dalam safar di kendaraan. Makan yang tidak biasa dia makan, minum yang tidak biasa dia minum, tidur sendirian tidak bersama keluarganya. Kemudian ternyata dia hanya ingin dipuji di sanjung, hanya ingin dipanggil Pak Haji untuk dipasang gelar H. Maka ini hajinya tidak diterima. Sah fikih, tetapi pahalanya enggak ada. Oleh karenanya seleti apapun, sebanyak apapun harta yang dia keluarkan, dia bangun masjid niatnya untuk disanjung, dia sedekah dengan banyak-banyak, dia publish agar orang-orang memujinya, menyanjungnya. Meskipun betapa banyak pun uang dia keluar, tapi dia mencari sanjungan orang. maka tidak diterima. Di sini Allah menjelaskan Allah tidak menerima ee pembagian sekutu. Seandainya ada seorang dia beribadah salat atau haji atau puasa atau umrah 90% untuk Allah. Benar-benar niatnya 90% untuk Allah, tapi 10%-nya dia juga untuk dipuji. Inilah namanya menjadikan sekutu bagi Allah. Allah tidak terima meskipun persekutuan tersebut hanya 5%, hanya 10% Allah tidak terima. Maka ini peringatan keras agar kita berusaha memperbaiki hati kita. Bahwasanya kalau kita beramal saleh niatnya bukan untuk disanjung. Sanjung buat apa? Sanjungan manusia tidak ada nilainya di akhirat sama sekali. Rugi kita sudah ee haji susah-susah ya kemudian ternyata hanya mencari sanjungan, maka ibadah tersebut tidak diterima. Kata Allah tarokuahu. Aku tinggalkan dia dan sekutunya. Jadi kalau masalah ibadah mencari sanjungan, mencari pujian, mencari kedudukan di hati manusia, maka ini tidak menerima persekutuan. Para ulama membahas berbeda. Ketika seorang beribadah ikhlas kepada Allah, tapi dia punya tujuan duniawi selain daripada riya. Selain daripada ri itu apa? RI adalah dari yuroi riyaan. Roa yuroi riyaan. Memperlihatkan, mempublish amal untuk disanjung. ya. Nah, kalau ada orang punya niat lain, tapi selain riya misalnya dia haji sambil berdagang, maka ini dibolehkan oleh para ulama selama niat duniawi tidak menyamai atau mendominasi niat akhirat. Sebagaimana dijelaskan oleh Al Imam Alghazali rahimahullah dan dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari ya ketika membahas tentang hadis niat. Dalilnya apa? Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Laisa alaikum junahun an tabtagu fadlam mirbikum." Tidak mengapa bagi kalian kalau kalian berhaji sambil berdagang. Tidak mengapa. Orang hajian dia juga punya niat, "Saya pengin dagang." Karena banyak akan datang manusia dari berbagai penjuru. Sambil hajian, saya sambil dagang. Ini niat untuk dagang, niat duniawi. Tetapi tidak mengapa didompleng pada niat akhirat selama tidak men mendominasi, selama tidak seimbang dengan niat ukhrawi. Ya, siapa yang menjadikan niat duniawinya seimbang, maka dia tidak dapat pahala sama sekali. Siapa yang menjadikan niat duniawinya mendominasi, tidak bergerak kecuali karena ada dunia di balik itu dengan bentuk amal saleh, maka tidak ada pahalanya sama sama sekali. Ini kalau niat duniawi seperti seorang misalnya ee kerja jadi imam kemudian dia niat ketika jadi imam supaya dapat gaji banyak ya. Maka ketika niat duniawinya mendominasi maka setiap dia jadi imam tidak ada pahalanya. Kenapa? Karena niat duniawinya mendominasi. Ya. Maka ini masalah niat. Seperti seorang pendakwah ketika dia berdakwah ternyata dia ingin apa namanya? dapat niatnya untuk dapat dunia ya dan itu mendominasinya. Maka setiap dia berdakwah letih ke sana kemari enggak ada pahalanya jika niat dunianya duniawinya men mendominasi. Tetapi kalau niat akhiratnya masih mendominasi maka masih dapat pahala tetapi pahalanya berkurang. Makanya Rasul sahu al wasallam bersabda, "Siapa yang berjihad kemudian dia berniat untuk mengambil ganonimah qajala ajri, maka dia telah menyegerakan dua pertiga pahalanya ke dunia sehingga dia tidak mendapatkan pahala jihad sempurna di akhirat." Kenapa? Ketika dia berjihad niatnya untuk apa? Dunia juga. Dunia juga. Tentu yang sempurna seorang melakukan amal ibadah niatnya karena Allah. Adapun dunia yang datang kepadanya dia tidak, dia tidak cari. Kalau datang dia terima. Tapi bukan itu tujuan utamanya. Siapa yang kemudian dia ingin jadi imam masjid, imam rawatib, dia tahu ada gajinya. Tapi niat dia untuk menjadi imam agar dia bisa murajaah, agar bisa mengimami salat, agar pahalanya dapat banyak. Ternyata dapat gaji, dia dapat pahala sempurna karena hati dia tidak melirik kepada masalah gaji. Tapi ini susah. Susah atau gampang? Susah. Susah. Tapi ini kaidah. Lain halnya ketika seorang beramal saleh untuk ri, maka tidak menerima persekutuan meskipun 5%. Dia beribadah sekaligus ingin di dipuji. Dia beribadah sekaligus untuk dapat like dari netizen. Maka ketika itu pahalanya hilang seluruhnya. Kata Allah dalam hadis qudsi, "Tarakuhu wasyirkahu." Aku tinggalkan dia dan sekutunya. Maka ini pintan keras bagi kita untuk waspada. Jangan spekulasi dengan amal saleh kita. Benar. Tidak semua orang yang memppublish amal salehnya ri tidak mesti. Mungkin dia punya tujuan lain ingin memotivasi. Tetapi itu sangat rawan. Oleh karenanya saya sampaikan amal terbaik adalah amal yang disembunyikan. Hukum asalam yang sunah hukum asalnya disembunyikan. Kata Rasul sahu alaihi wasallam minkumakun minalin shyafal. Siapa di antara kalian mampu punya amal saleh yang tersembunyi hanya Allah yang tahu. Maka lakukanlah. Itu hukum asal. Terkadang seorang boleh menampakkan amal salehnya kalau ada maslahatnya seperti motivasi dengan syarat tidak boleh mendompleng niat untuk dipuji sedikit pun. Kapan terdompleng niat untuk dipuji sedikit pun, maka amalnya buyar. Amalnya buyar, tidak diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Maka hati-hati kalau tidak tidak perlu maka jangan publish amal amal saleh. Sampai ada orang tawaf di publish status alhamdulillah putaran ketujuh. Janganlah kita enggak tuduh dia lihat tapi hati-hati. Bukan kebiasaan para salaf dahulu. Para salaf dahulu menyembunyikan amal saleh mereka sebisa mungkin sampai istrinya pun tidak tahu. Ini kita hidup di zaman semua orang ingin semua orang tahu amalnya. Makanya coba kita cek pada diri kita masing adakah amal kita yang yang tahu cuma Allah? Ada atau tidak? Ataukah semua amal kita sudah kita ceritain? Ataukah semua amal kita semua orang sudah pada tahu? Kalau ada amal yang tahu hanya Allah, berbahagialah. Itu amal andalan untuk bertemu dengan Allah. Karena tauhid nilainya sangat besar di sisi Allah. Ya Rasulullah mengatakan siapa yang mau punya amal saleh yang tersembunyi falal maka lakukanlah maka lakukanlah. Tapi manusia pengin diakui sifat dasar manusia tapi kita lawan sifat dasar ingin diakui. Sifat dasar ingin disanjung, ingin dapat like ya sehingga ingin menunjukkan ee amal salehnya. Kalau ada yang tanya sudah haji belum? Jangan bilang belum. Kalau sudah haji bohong namanya. Sudah alhamdulillah. Itu gak apa-apa karena haji wajib ya. Gak apa orang lihat orang tahu enggak ada masalah. Tapi jangan bilang alhamdulillah lima kali. Wis kenapa harus bilang lima kali? Bilang aja sudah haji. Kalau bilang sudah haji satunya ikhlas empatnya ri masalah. Bilang aja. Oh cuma lima kali. Saya tu saya 20 kali. 20 kali 19 18 kali. Enggak, enggak resmi. Satu visa bermasalah, satu visa yang resmi. Oleh karenanya ini peringatan bagi kita. Karena kalau kita meninggal dunia, apa yang kita bawa? Harta kita tidak ada yang kita bawa. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Yatbaul mayit salat." Tiga hal mengikuti mayat. Farijil isnan maka dua akan kembali. Kemudian wajab wahid. Tinggal satu yang ikut dalam liang lahad. Tiga perkara tersebut adalah keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarganya akan meninggalkannya. Kalau dia antum meninggal, istri antum nangis-nangis, setelah itu dia pergi. Memang dia mau dikubur sama antum? Enggak. Ibu-ibu juga kalau ibu-ibu meninggal apa suaminya nangis-nangis mau di kubur? Enggak. Ibu meninggal dia kawin lagi. Bahkan masih hidup pun kadang dia kawin lagi. Apalagi sudah meninggal. Bercanda, Ibu-ibu ya. Tapi intinya semua keluarga akan meninggalkan kita, anak-anak kita meninggalkan kita. Harta yang kita kumpulkan selama ini jadi milik orang, kita wariskan kepada orang lain. Kita letih-letih kumpulkan berkerja sampai berlebih lumbur-lembur. Ternyata yang setia menemani kita amal saleh. Nah, pastikanlah bahwasanya amal saleh yang ikhlas yang bisa menemani kita. Kalau tidak ikhlas minggir antum sudah haji 10 kali difilter. Wah, yang yang ikhlas cuma satu. yang 19 hilang semua. Antum sudah sedekah ratusan kali, tetapi ternyata yang ikhlas cuma 5, 6, 7 sedikit. Yang lainnya tidak ikhlas. Maka itu minggir semuanya. Maka jangan sampai orang merugi gara-gara cinta dengan sanjungan. Akhirnya dia tidak mendapatkan pahala. Hati-hati ya. Hati-hati. Maka seorang berusaha membersihkan hatinya jangan sampai cinta dengan sanjungan manusia. Manusia apa yang kitaap sanjungannya? Manusia itu kalau dia suka sama kita, dia sanjung berlebih-lebihan. Kalau dia enggak suka, dia habisin berlebih-lebihan. Rugi kita sudah taruh kepala kita di tanah, salat, merendahkan diri kita, terus kita hanya ingin dipuji oleh sama seseorang. Masyaallah rajin salat. Ngapain kita harapan gitu? Ngapain kita cari muka sama Allah? Cari muka sama Allah. Tib kita lanjutkan. Setelah itu Al Imam Nawawi rahimahullah membawakan contoh nasib tragis orang-orang yang beramal saleh, namun ternyata sial di neraka, masuk neraka. Maka an-nawawi rahimahullah membawakan hadis di antaranya ee hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang tiga orang yang pertama kali masuk neraka. Wa anhu. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu qala samu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yaakl aku mendengar Rasulull sahu alaihi wasallam bersabda inna awalanasi yuq yaumalqiamah alaihi rajulun ustushid. Sesungguhnya orang yang pertama kali ditegakkan sidang kepadanya itu bahwasanya di hari kiamat manusia setelah dibangkitkan berkumpul di padang mahsyar kemudian matahari jarak 1 mil kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam memberikan syafaat Allah datang lifaslil qada maka Allah datang lifaslil qada maka Allah memulai persidangan masing-masing disidang manusia semua persidangan yang tidak beres di dunia akan diulang lagi. Akan diulang diulang lagi. Semua masalah yang belum disidangkan akan disidangkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Semua sidang yang curang akan diulangi lagi oleh Allah Subhanahu wa taala. Tapi di hari tersebut enggak ada yang bisa dibayar untuk disogok. Hakim tidak bisa disogok, saksi tidak bisa disogok. Maka Allah akan menyidang. Kemudian setelah Allah menyidang ada hisab. Allah memutuskan perkara-perkara. Allah audit setiap orang. termasuk yang diaudit oleh Allah, dihisab oleh Allah adalah amal-amal saleh dan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada para hamba. Tib. Rasulullah bersabda, "Orang yang pertama kali disidang oleh Allah atau diputuskan hukumannya oleh Allah subhanahu wa taala rajulun ustusyahid." Seorang yang mati syahid. Hebat mati syahid. Di sini Rasulullah sebutkan tiga orang yang hebat. Pertama mati syahid. Yang kedua ustaz. Yang ketiga dermawan. Tiga orang hebat yang sangat dibutuhkan oleh agama. Agama ini butuh apa? butuh orang alim ya. Butuh pejuang dengan jiwa dan harta. Yang berjuang dengan jiwa namanya mujahid. Berjuang membela negara, membela Islam, bela kaum muslimin. Ini dibutuhkan. Dan yang berikutnya yang berjuang dengan apa? Berji dengan harta yaitu para dermawan. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "La hasada illa fitnatain." Tidak ada hasad, tidak ada cemburu kecuali kepada dua orang. Ini dua orang yang pantas untuk dicemburui. Karena dengan dua orang inilah tegak agama. Yang pertama, rajulun atahullahu alhikmah w yaqdi biha waallimuha. Seorang diberikan ilmu, maka dia mengajarkannya dia berhukum dengan ilmu tersebut. Dia memberi keputusan hukum tersebut dengan ilmu tersebut. Orang berilmu yang kedua rajulun atahullahul ma. Seorang diberikan harta wahua yusitu alakati filha yang dia menyengajakan untuk menyalurkan hartanya tersebut dalam kebaikan. Ini dua orang pondasi agama. Tetapi maksudnya dua orang ini hebat ya, orang berilmu dan jihad baik secara fisik maupun secara uang. Tetapi ketika amalan-amalan tiga amalan hebat ini ya kemudian bukan karena Allah maka binasa. Maka binasa. Saya tanya sama antum apa yang paling dicintai oleh kita manusia? Yang paling dicintai oleh kita adalah jiwa kita. Ya tidak? Jiwa kita. Orang yang mati syahid dia telah mengorbankan yang paling dia cintai dalam dalam dunia itu jiwanya. Kenapa kita olahraga? supaya kita se sehat, supaya bisa hidup. Kenapa kita makan pilah-pilih? Supaya kita bisa hidup panjang umur. Kita paling mencintai nyawa kita nih. Ada orang mengorbankan nyawanya untuk Islam. Seandainya dia ikhlas, dia di derajat yang tinggi. Tapi ketika dia tidak ikhlas ria, maka dia hancur. Dia hancur. Yang kedua, di antara yang paling dicintai oleh orang adalah harta. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Wau tuhibbunal maa hubban jamma." Kalian mencintai harta dengan kecintaan yang dalam. Ya, wa innahu liubbilhairiadid. Kata Allah, "Sesungguhnya manusia itu sangat cinta kepada harta." Orang dermawan tuh enggak gampang ngeluarin harta. Dia sudah cari capek-capek, kemudian dia kasih orang miskin, dia kasih ee untuk bangun masjid, untuk dakwah. Berat ketika dia mengorbankan apa yang dia cintai, maka derajatnya sangat tinggi. Orang dermawan derajatnya sangat tinggi. Makanya kita lihat dalil terlalu banyak suruh dermawakan apa? Simbangkan sumbangkan infak. Infak itu banyak dalam Al-Qur'an maupun hadis. Banyak. Kenapa di antara suatu yang sangat dicintai manusia adalah apa? Harta. Ketika dia mengorbankan maka kedudukannya tinggi. Tetapi ketika dia dermawan karena ingin dipuji maka dia menjadi terhina. Demikian juga menjadi ustaz yang berilmu tidak mudah. Di antara yang dia korbankan kesenangannya. Waktu. Makanya orang kalau punya waktu pengin main-main, pengin jalan-jalan. Tapi karena dia ustaz, dia duduk hafal Quran, dia duduk hafal hadis, dia baca buku, baca buku, baca buku, baca buku, baca buku, baca buku. Harusnya orang pada main-main. Ada yang main padel, ada yang main moge, ada yang main anu main ini. Ya, baca buku, baca buku. Dia korbankan kesenangannya untuk menuntut ilmu, untuk memberi faedah kepada masyarakat. Mengulang-ulang ayat, mengulang-ulang hadis untuk dia hafal, disampaikan. Tapi ketika dia seandainya dia lakukan karena Allah, kedudukannya sangat tinggi di sisi Allah dan dia menempuh jalan para nabi. Apa jalan para nabi? Berdakwah. Tapi ketika dia menempuhnya dalam rangka untuk dipuji, maka dia menjadi orang termasuk yang paling terhina di awal-awal sidang Allah Subhanahu wa taala. Mengerikan. Maka ini apa ya? Kalau dia benar maka tinggi. Kalau enggak benar maka hancur. Tib kita bacakan. Orang yang pertama kali diputuskan keputusannya oleh Allah. Orang yang mati syahid. Dalam riwayat yang lain, awaluar bihimunar yang pertama kali api neraka dinyalakan untuknya. Tiga orang ini yang mati syahid, ustaz dan dermawan. Sampai ulama mengatakan, "Maksudnya mereka ini diazab terlebih dahulu sebelum pezina, sebelum peminum khamar." Kenapa? Karena mereka bermaksiat dengan maksiat yang buruk yaitu ri dalam bentuk amal saleh. Tapi ternyata tujuannya bukan karena Allah subhanahu wa taala, maka mereka berhak untuk disiksa sebelumnya. Perkataan seorang penyairun biilmiamalan muabun minan. Sesungguhnya orang yang berilmu namun tidak mengamalkan amalnya maka akan diadab sebelum penyembah berhala. Ini sebagian ulama Syafi menyebutkan syair ini. Maksud saya ee hati-hati ya. Maka seorang masalah niat masalah yang krusial harus diperhatikan, harus diulang-ulang dicek. Jangan orang terbawa dengan riak kemudian dia cuek. Dia cuek akhirnya dia riak. Riak riak seumur hidupnya. Hati-hati Tib. Yang pertama, orang mati syahid itu pejuang. Fautiya bihi, maka dia didatangkan, dihadirkan di hadapan Allah. Faarofahu nikmatahu faarofaha. Setelah itu Allah ingatkan nikmat-nikmat yang pernah Allah berikan kepadanya. Itu seorang mujahid apa? Badannya kuat, jago main pedang, jago memegang perisai atau jago naik kuda. Kalau zaman sekarang mungkin pendekar, jago gunakan senjata, jago perang, ya intinya jago tas strategi. Pokoknya mujahid. dan dia berani ya, maka dia ingat semuanya. Dan kita tahu Allah berfirman, "Tumma tusaluna yaumidin anin naim." Sesungguhnya kalian semua akan ditanya tentang nikmat yang Allah berikan kepada kalian. Terutama nikmat-nikmat yang merupakan kelebihan antum itu akan ditanya dengan dahsyat. Yang orang lain tidak punya, antum punya. Ini dahsyat ya. Kalau Allah berikan kita kelebihan, gunakan potensi tersebut untuk beribadah kepada Allah. Sebagaimana nasihat orang-orang saleh kepada Qarun. diberi keliban punya harta yang banyak maka dinasihati gunakanlah apa yang Allah berikan kepada engkau sebagai potensi untuk mencari apa akhirat. Maka ditanya orang ini kelebihannya apa? Jagoan, berani, ahli strategi, jago menggunakan senjata dan yang semisalnya. Maka ditanya, "Fama amilta fiha?" Apa yang kau lakukan dengan nikmat tersebut? Karena setiap nikmat akan ditanya, "Kau pakai buat apa? Kau pakai buat apa? Harta buat apa? Cerdas buat apa? Badan sehat buat apa? Akan ditanya ya mobil buat apa? Ya, semua akan ditanya oleh Allah Subhanahu wa taala. Qaltu fikaitu aku berperang berjihad karena Engkau ya Allah sampai aku mati syahid. Dia ngakunya demikian. Kata Allah kadabta kau dusta wakinaka qataltaayuq jari. Tetapi kau berperang supaya kau dikatakan jagoan, pemberani. Faqil. Dan tujuanmu untuk dijadikat pendekar jagoan telah dikatakan dikabulkan. Jadi niat dia tercapai. Orang-orang kenal dia semua sebagai apa? Jagoan pendekar. Di mata manusia dia hebat, di sisi Allah dia hancur. Di mata manusia dia hebat. Semua orang kasih like, semua orang kasih pujian mungkin semua orang kasih doa. Semua orang menganggap dia mati syahid. kelihatannya ternyata di akhirat dia bina binasa. Tma umir bihi kemudian Allah perintahkan malaikat untuk menggeretnya. Fasuhiba ala wajhi. Kemudian digeret di atas wajahnya. Hatta ulqiya finar sampai dilemparkan dalam neraka jahanam. Ini laki-laki pertama yang sial harusnya mendapat derajat tinggi. Bayangkan orang yang mati syahid diizinkan untuk memberi syafaat kepada 70 keluarganya. Dikasih syafaat aja. Paman-paman masuk surga. Istri surga, anak surga, Om, Om surga, kawan ini yang biasa traktir baksa, Om surga 70 orang dia kasih dia kasih spesial luar biasa. Kalau seandainya dia ikhlas kedudukannya sangat sangat tinggi. Tapi apakah semua orang berjihad ikhlas? Tidak. Dalam suatu riwayat kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, rubba qotilin bain Allahu aam biniyatih. Betapa banyak orang terbunuh di antara dua saf. Saf kaum muslimin dan saf kaum kafirin. Allah lebih tahu tentang niatnya. Ada seorang bertanya, "Ya Rasulullah, rajulun qatala hamiatan." Ya Rasulullah, ada seorang berperang hanya karena fanatik golongan atau fanatik suku? Ya. Apakah fisabilillah rajulun qotala liyuzkar? Ada seorang berperang supaya dikenang. Apakah fisabilillah? Rajulun qotala godbanan. Ada seorang berperang karena emosi. Dia berperang emosi. Rajulun qala liyur makanuhu. Ada seorang berperang supaya orang tahu siapa dia. Ditanya apakah ini semua fisabilillah? Dia mengatakan tidak. Manatala litakuna kalimatullahi hiyalulya fahua fisabilillah. Siapa yang berperang agar meninggikan kalimat Allah itu yang fisabilillah. Adapun perang hanya untuk bela suku bukan karena Allah. Meninggal ya meninggal biasa bukan fisabilillah. Ada orang berperang hanya untuk emosi, marah, emosi, perang mati bukan karena Allah, tapi karena emosi, bukan karena Allah. Ada orang berperang hanya untuk dikenang seperti di sini. Liuqol annaka jari. Kau berperang supaya kau dikatakan jagoan dan dia dapat. Mungkin diberi gelar pahlawan, mungkin disanjung-sanjung, tapi itu di mata manusia. Di hakikatnya hanya Allah yang tahu. Ternyata dia ri saya orang yang hebat. Saya ahli strategi. Maka orang seperti gitu bisa sangat tragis nasibnya di akhirat. Kemudian yang kedua, siapa orang tragis yang disiksa oleh Allah? Ustaz. Uh, ngeri ustaznya. Alhamdulillah antum bukan ustaz. Ini ustaz bahaya. Seorang qara Al-Qur'an. Dia ahli ilmu dan juga ahli Quran. Fautiya bihi. Maka dihadirkanlah di hadapan Allah pada hari kiamat. Faahu niu faaha. Allah ingatkan tentang nikmat yang Allah kepadanya. Ustaz harusnya cerdas hafalannya, pandai berorasi yang terkait dengan seorang alim ya. Kecerdasan, pandai berorasi, hafalan yang kuat ya. Maka dia ingat itu semua. Ditanya, "Fama amilta fiha?" Apa yang kau lakukan dengan nikmat-nikmat yang aku berikan kepadamu? Qamul waamu. Aku menuntut ilmu ya Allah dan aku mengajarkannya. Waq fikal Quran dan aku baca Quran karena engkau ya Allah. Maka Allah berkata kadabta kau dusta. Wakinnaka taalamtauq alimun. Tetapi kau dulu nuntut ilmu supaya dikenal sebagai orang alim supaya disanjung. Waqal qurana liqal hua qori. Dan kau baca Quran supaya dikatakan si qari ahli qiraah, ahli Quran bersanad, ahli sanadnya tinggi untuk dipuji oleh manusia. Faqil dan tujuanmu tersebut Allah kabulkan di dunia. Kau disanjung semua orang kenal loh ini orang alim. Ya. Tetapi bagaimana nasibnya? umir bihi ternyata dia untuk ri maka diperintahkan di atas wajahnya dengan terhina bukan disuruh jalan didorong digeret di atas wajahnya hatta ulqi finar sampai lempar ke neraka jahanam rasul wasallam bersabdaamal mimma wajhalahamah bihiun lamar jannah atau lamjid jannah siapa yang nuntut ilmu ilmu agama. Kalau ilmu dunia gak apa-apa. Memang kita nuntut ilmu dunia cari dunia. Itu belajar fisika untuk jadi ahli ee apa namanya? Ahli nukle antum belajar ilmu dunia untuk jadi dokter boleh. Memang saya mau cari uang. Saya ngapain bayar kuliah mahal-mahal? Memang saya untuk cari uang. Tapi ilmu beda. Tidak sama dengan ilmu dunia. Ilmu agama untuk akhirat enggak boleh untuk dunia. Kau nuntut ilmu untuk akhirat. Kalau dunia datang kepadamu, silakan terima. Tapi bukan kau nuntut ilmu untuk cari apa? Dunia. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Man taalamal ilma. Siapa yang nuntut ilmu? Mimma yubtaq bihi wajhullah. Yang seharusnya nuntut ilmu untuk mencari wajah Allah. Untuk bisa melihat Allah di hari kiamat kelak untuk bisa masuk surga kemudian merasakan kelezatan, memandang wajah Allah. Yang Nabi berdoa asalukatan wajhik. Aku berdoa kepada Engkau ya Allah agar bisa merasakan kelezatan memandang wajahmu. Itu yang dicari. Laatau minun. Ternyata dia nuntut ilmu hanya untuk mencari secercah dunia. Cari fulus, cari kesanjungan, cari ketenaran, cari popularitas, menci pujian. Ini semua dunia. Dunia macam-macam. Dunia bisa fulus, bisa dunia bisa kedudukan, dunia bisa sanjungan. Ini semua dunia. Dia memang tujuannya untuk itu. Kata Nabi, "Lam yajid arfal jannah." Dia tidak akan cium wangi surga. Ini ancaman keras. Karena wangi surga bisa dicium dari sekian tahun perjalanan sebelum sampai surga. Rasulullah tidak bilang dia tidak mau surga, tapi Rasulullah tidak akan mencium wangi surga. Dalam hadis yang lain, manalama ilman bihi al ulama bihifahari wujuh ilaih lam yadil jannah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Siapa yang nuntut ilmu supaya bisa dijajarkan dengan ulama, supaya dia keren jalan sama ulama, keren, supaya bersanding di samping ulama, diakui oleh masyarakat, ulama secara secara manusiawi dihormati masyarakat. Mereka tidak cari penghormatan aja dihormati oleh masyarakat. Tapi beda yang memang sengaja untuk mencari penghormatan, nuntut ilmu supaya sejajar ulama atau untuk mendebati orang-orang bodoh supaya kelihatan pintarnya. dia debat ini, debat ini supaya kelihatan dia pintar ya untuk dipuji agar orang-orang semua memandangnya terpesona lihat dia. Maka dia tampil di YouTube supaya orang semua memalingkan wajah kepadanya. Niatnya untuk itu ya. Jadi kalau sudah punya masa banyak tinggal jualan kan gampang. Kata Nabi, "Lam yadkulil jannah, dia tidak bakalan masuk surga." Ini masalah ilmu agama ini agak repot ya. Kalau ilmu dunia silakan. untuk ilmu dia supaya kaya raya ya silakan. Ilmu agama beda. Ini ilmu khusus ilmu yang buat orang langsung dekat dengan Allah tapi niatnya harus harus benar. Lihat orang ini dia nuntut ilmu supaya dikatakan alim, dikatakan qari, dikatakan ahli, ahli fikih, ahli qiraah, ahli akidah ya ahli ini, ahli ini, ahli ini, ahli bahasa, ahli balagah supaya dikenal seperti itu. Untuk menyaingi yang lain supaya dia nomor satu, dia terkenal supaya unggul. Maka masuk neraka di luar. Sebelum pemabuk masuk neraka di luar. Sebelum pezina masuk neraka di luar. Alhamdulillah antum bukan ustaz. Ini buat ustaz-ustaz saja ngeri ya. Tib. Yang berikutnya warajulun ini dermawan. Warajulun wasaallahu alaih. Seorang yang Allah lapangkan harta baginya. Asnafil mali. Allah berikan dia berbagai macam model harta. Dia punya properti ada mungkin sawah ladang ada e tanah ada emas perak ada, duit ada dengan berbagai macam mata uang kaya raya. Fautiya bihi. Ini jelas bukan antum ini. Ini orang lain mungkin antum ada yang diam-diam gak mau ketahuan ada yang ikhlas. Ya kalau begini sudah bunyi ya bunyi. Lihatlihat mobilnya keren anunya keren ya. Jamnya keren kelihatan ya. Tayib. diberikan dengan berbagai macam harta bihi dihadirkanlah dia pada hari kiamat keluar faha Allah ingatkan dia dengan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepadanya maka dia pun ingat itu semua hartanya begitu banyak pertanyaan berikutnya setelah kau mengakui nikmat dari Allah selalu pertanyaan berikutnyaalunna yaumaidin naim kau akan ditanya nikmat yang kau rasakan dikemanakan nikmat itu buat apa nikmat tersebut sampai subhanallah saya dapat baca khilaf tentang masalah estranjus itu seperti ee semacam masalah catur. Dahulu ada permainan yang mirip dengan catur. Para ulama khilaf hukumnya makruh atau haram. Di antara sebagian ulama yang mengatakan hukumnya haram atau makruh, kenapa permen ini tidak disukai? Mereka mengatakan karena nikmat tidak digunakan pada tempatnya. Kecerdasannya untuk mikirin itu. Sebatakan demikian. Kenapa? Karena setiap nikmat akan ditanya. Di antara nikmat ditanya kecerdasan. Ngapain kau habiskan pikiranmu untuk duduk berjam-jam untuk angkat kuda, angkat benteng berat-berat lagi ngejar raja berjam-jam, berhari-hari, berbulan. Ini maksudnya saya sebutkan pendapat sebagian apa? Ulama di antara mereka yang mengharamkan atau memakruhkan permainan ini karena menggunakan kenikmatan akal, kecerdasan tidak pada tempatnya. Makanya antum yang badannya sehat-sehat, yang kekar-kekar, yang sispek-sispek, one pack juga oke. Badan sehat untuk apa? Nih tanya ini kamu badanmu kekar ini buat apa? Buat pakai baju ketat, pamer sama akhwat atau untuk ibadah? Untuk dekatkan diri kepada Akan ditanya. Akan ditanya semua nikmat akan ditanya. Gak ada nikmat yang enggak ditanya. Tanya dulu benar enggak nikmat? Iya. Kalau sudah diakui ini nikmat. Faarofahu niamahu. Benarkah ini nikmat dariku? Faarofaha. Dia ingat, dia pertanyaan berikutnya. Wama amilta fiha. Apa yang kau lakukan dengan harta yang aku berikan kepada kepadamu? Ya sama wanita cantik. Kecantikan nikmat. Buat apa? Ternyata buat untuk buka aurat, untuk jadi artis, tontonan manusia. Sejutaan manusia lihat kemulikan tubuhnya. Ah, ngeri ngeri. Maka seorang kalau dapat nikmat dia harus tahu itu nikmat titipan amanah. Apalagi kelebihan yang tidak dimiliki oleh banyak orang. Allah akan tanya ke kau gunakan untuk apa nikmat tersebut? Akhirnya orang ini mengatakan minilin tuhibun fiha. Ya Allah, tidak ada satu jalan kebaikan pun yang kau suka aku berinfak di situ, kecuali aku akan infak. Apun bangun pondok saya bantu ya Allah. Bangun masjid saya bantu. Ada anak yatim saya bantu ya Allah. Ada janda saya bantu. Janda tua janda muda saya bantu. Dakwah saya bantu. Orang minta-minta saya bantu. Tetangga perlu keperluan saya bantu. Semua jalan yang kau suka untuk saya sedekahkan, saya sedekahkan. Semuanya karena engkau. Laka karena engkau. Dia mau bohongin Allah. Memang kalau di dunia kita bisa bohongin hakim. Apalagi kita pandai ngomong. Hakim bisa kita bohongin, bisa kita kibulin, tinggal datang saksi palsu. Ada pengacara kita bayar mahal-mahal, hakimnya pun kita bayar sebelum sidang. Gampang. Kita bisa bikin tim, membuat opini di dunia bisa aja bayar semua media-media bikin opini keluar dalam satu waktu yang sama serentak semua masyarakat terbawa opini. Bisa atau tidak? Bisa dan terjadi. Terjadi. Tetapi kalau depan Allah gimana? Enggak bisa. Allah tahu semua. Yauma tubalarair hari di mana seluruh rahasia akan terungkap. Ya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Kadzabta, kau dusta." Wakinaka faalq hua jawad. Tetapi kau melakukannya supaya kau dikatakan sang dermawan. Faqodqil. Dan telah dikatakan mau bagi R.000 bikin pengumuman dulu. 2.000. Haji fulan ingin bagikan. Orang ngantri semua. Semua shoting semua. Wah terkenal Pak Haji bagi Rp2.000. Saya pernah hajian. Hajian sama orang-orang kaya. Haji plus. Haji plus biasanya orang kaya enggak? Biasanya orang kaya. Keluar kita dari hotel keluar ada orang Arab datang bagi-bagi albait terus dia pergi gitu saja. Besok dia bagi-bagi sajah sajadah. Terus pergi dia pergi ada tanya, "Ustaz itu enggak didokumentasi?" Saya bilang, "Orang sini enggak ada gitu-gituan. Mereka pergi langsung pergi. Bukan tradisi. Kita sudah jadi tradisi. Sedikit-sedikit publish, sedikit-sedikit publish sehingga yang melihat pun terikut. Di sana tradisinya enggak begitu. Tradisi bagi selesai hilang. Itu rata-rata. Rata-rata itu. Makanya ini pentingnya peran ulama. Ketika ulama para dai menghidupkan tradisi menyembunyikan amal saleh, maka audiens akan ikut. Tetapi ketika kita juga suka pamer, suka jadi anggap biasa sama audiens di sana. Mana ada ulama muncul di podcast saya dulu begini, saya begini, saya begini, saya bantu sana saya, mana ada. Karena mereka tradisi mereka menyembunyikan amal saleh. Itu harus kita itu contoh yang baik. Contoh yang baik agar kita selamat di akhirat kelak. Orangorang Indonesia itu heran, "Pak jemaji loh, Ustaz enggak didokumentasi enggak ada di sini. Dokumentasi enggak ada ya. Ya sudah bagi selesai. Selesai. Saya punya kawan beli AC. Beli AC. Terus ee ada orang Arab samping dia ngelihat dia tunjuk sini, Pak. Dia tawar-tawar dengan penjual teman saya sendiri. Tawar tawar tawar tawar. Terus ya udah udah udah gini ya. Ya udah lagi gini. Terus dia lihat yang lain dia balik. Sudah dibayar Pak. Subhanallah. Sudah dibayarin orang. orangnya dia enggak kenal dan orang ini juga tidak kenal dia. Ya, cuma dia tahu teman saya penampilannya seperti penuntut ilmu. Sudah bantu langsung pergi enggak tinggalin nomor telepon hubungi saya. Kalau kita mungkin dicari siapa orangnya untuk konten ya konten cari duit ada konten seperti ini malah orangnya akhirnya terpublish. Kasihan hatinya. Kasihan apa hatinya? Maka Allah mengatakan, "Kau dusta, kau sumbang sana sini bukan karena aku." Walakin liuqal hua jawad. Tapi dikatakan kau seorang dermawan dan sudah terkenal seorang yang dermawan. Tumma umir bihi. Maka diperintahkan untuk digeret fasuhiba ala wajhi. Kemudian digeret sewa wajahnya. Tma ulqiya finar. Kemudian dilemparkan dalam neraka jahanam. Tib hadis berikutnya an ibni umar radhiallahu anhuma anasan lahu inna nadkulu alanina fanaqu lahum bikilafi natakallamu khajna minihim. Ada yang sekelompok orang berkata kepada Ibnu Umar. Ibnu Umar sahabat radhiallahu anhuma. Abdullah bin Umar anaknya Umar bin Khattab. Maka disebut Ibnu Umar namanya Abdullah. Orang tanya sama dia, orang alim di kalangan para sahabat, kami masuk ke penguasa, lalu kami berbicara kepada penguasa dengan pembicaraan yang berbeda kalau kami tidak di hadapan mereka. Bagaimana hukum seperti ini? Kalau depan pengasa, "Oh, masyaallah, oh masyaallah di belakang." Wah, kurang ajar itu. Belakang, depan bermanis-manis muka, di belakang ngumpat-ngumpat. Ini maksudnya apa yang diucapkan di depan tidak sama dengan di belakang dibicarakan. Ini ada beberapa bentuk. di antara bentuk di depan penguasa muji-muji menjilat-jilat di belakang gibah-gibahin dia ngumpat-ngumpat. Ini contoh yaitu di depan beda dengan di belakang. Atau di antaranya di depan penguasa, di depan misalnya ee misalnya sekretaris desa atau sekda atau sekretaris daerah ngomong sama bupati obatannya gimana. Kondisi aman aman aman semua normal aman dan terkendali. Padahal sana kelaparan, padahal sini ngamuk. Tapi dia tidak menyampaikan hakikatnya. Padahal dia tahu di luar berbeda. Ini juga tidak boleh. Tidak boleh. Ini khianat kepada masyarakat dalam rangka untuk mencari hati penguasa. Kalau penguasa tahu kenapa belum beres, dia takut dimarah. Akhirnya dia, "Ah, aman, aman, tenteramu, aman." Disembunyikan masalah yang terjadi. Bagaimana hukum seperti ini? Apa kata Ibnu Umar? Kunna naudu h nifaqan ala ahdi rasulillah sallallahu alaihi wasallam. Dalam hadis riwayat Bukhari, kami memandang perbuatan seperti ini adalah perbuatan kemunafikan ketika di zaman Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ini dikenal juga dengan dzul wajhain ya. Dul wajhain yang memiliki dua wajah ya. Yaltaqi biulwajin wulai biwajin. Ketemu dengan kelompok ini wajahnya beda, kelompok sana beda. Dan orang yang punya dua wajah lisanain minanar dia akan punya dua lidah dari api neraka karena dia begini beda begitu beda. Dan dikatakan munafik karena tidak sesuai dengan isi hatinya. Di antaranya karena ingin dipuji oleh penguasa. Mungkin karena itu dimasukkan dalam bab ri ini seseorang cari muka di hadapan penguasa supaya dipuji oleh apa? Penguasa sehingga dia menutup-nutupi hakikat yang ada di hatinya. Maka ini tentu tidak boleh dan ini bentuk kalau dia menyembunyikan masalah problematika masyarakat maka dia berkhianat kepada masya masyarakat. Ya, ini tidak boleh tentunya adalah bagian dari kemunafikan. Hadis berikutnya. Wa anan Jundub bin Abdillah bin Sufyan radhiallahu anhu qala dari Jundub bin Abdillah bin Sufyan radhiallahu anhu semoga Allah meridainya beliau berkata q Nabi sallallahu alaihi wasallam rasul sahu alaihi wasallam bersabda man samma samma Allahu bih waman yuri yuroillahu bih muttafaqun alaihi hadis riwayat Bukhari dan Muslim siapa yang sama memperdengarkan, menceritakan amal salehnya maka Allah akan memperdengarkannya dan siapa yang riya yurai maka Allah akan meriakkannya. nya ada dua penyakit pembatal ikhlas. Satu namanya Ra, satu namanya Sumah'ah. Ya. Jadi Mbak Ria ini punya saudara Mbak Sumah. Sumah kalau RI memperlihatkan amal saleh, mempublish secara visual agar dipuji oleh orang, agar mengambil hati orang lain, agar dianggap oleh orang lain. Kalau semua cerita, "Saya dulu begini, saya begini, saya begini." Dengan tujuan agar dihargai orang. Saya yang telah bantu kakak, saya yang telah bantu adik saya, saya telah bantu orang tua saya, saya yang telah membangun masjid itu, saya yang telah ini, saya yang telah itu. Agar dihormati orang. Ini namanya suma dengan cerita. Kalau dengan untuk dilihat ya tinggal di-shooting, kemudian dibuat video, kemudian dipublish namanya. Dengan niat untuk dipuji orang, amal saleh, dengan niat dipuji orang maka itu adalah ria. Adapun kalau diceritakan agar dipuji namanya sumah'ah. Apa kata Nawawi rahimahullahu taala? Allah akan bongkar suatu hari bahwasanya hakikatnya dialah orang yang ri ya samma Allahu bih. Adapun dia sumah maka maknanya fadahahu yaumalqiamah. Allah akan membongkar aibnya ketika di hari kiamat kelak. Ya. Jadi, man roa eh roallahu bih sariratahu alusil khq maka Allah akan bongkar rahasianya di depan ee masyarakat TB. Ini hadis tentang ada beberapa penafsiran di kalangan para ulama. Ibnu Hajar kalau tidak salah dalam Fathul Bari menyebutkan delapan tafsir ya tentang hadis ini. Banyak tafsir juga yang lain. Di antaranya man samma samma allahu bih. Siapa yang sumah cerita-cerita amal salehnya agar dipuji samma allahu bihi maka dia dapatkan Allah akan buat dia terkenal. Ini di antara tafsir seperti tadi, faqodqil ketika dia ingin berjihad supaya dikatakan jagoan, dikabulkan enggak ada oleh-oleh di dunia? Dikabulkan tapi di akhirat enggak dapat apa-apa. Siapa yang ingin kesenangan duniawi disegerakan di antaranya ingin dipuji dengan amal saleh, ingin dapat kesenangan duniawi, kami berikan dengan segera bagi kami kehendaki. Kemudian kami jadikan neraka jahanam sebagai tempatnya ya dan dia akan dilempar dalam neraka jahanam dengan penuh terhina. Ya, waman aral akirata wasalaha wahua mukmin mukmin. Adapun siapa yang ingin cari akhirat dan dia berusaha dalam kondisi beriman, maka itulah yang masuk surga. Itulah yang usahanya akan dibalas baik oleh Allah subhanahu wa taala. Jadi, siapa yang ingin duniawi, ingin ri dapat. Contohnya adalah Hatim Athai. Hatim Atha orang mungkin paling dermawan di kalangan orang-orang yang diceritakan dalam kisah orang-orang Arab. Orang-orang Arab jahiliyah dulu sangat dermawan. Di antara tokoh-tokoh yang dermawan ada Hatim Atha'i, ada Abdullah bin Jud'an, ada ee Amr bin Al-Khuza'i. Ini tokoh-tokoh dermawan semua. Di antaranya Hatim Atha'i. Berapa menit lagi, Azan? Hatim Athai yang tinggal di Jabal Tha yang sekarang tempatnya namanya Hail. Kalau antum ke Hail, saya sudah pernah ke sana, antum dapati penduduknya dermawan sampai mereka buka apa angkringan di depan rumah mereka. Antum bisa datang minum kopi, ada yang bikin kopi dan ada kurma-korma kadang mereka siapkan kue-kue ya. Dan itu banyak yang begitu. Di situ ada begitu, sini ada begini, sini ada begitu. Banyak. Padahal mereka bukan orang kaya. Beda dengan mungkin penduduk kota Riyad yang kaya-kaya, penduduk Qasim mungkin kaya-kaya. Penduduk hail bukan orang kaya. Tetapi kebiasaan mereka kalau ada orang datang mereka buka di depan rumah mereka setiap orang bisa datang. Datang aja tinggal datang kemudian minum kopi ada kurma pilihan-pilihan itu. Karena saya sudah coba saya ke sini makan kurma minum saya ke sini makan minum saya ke sini sampai saya keluar sore saya lima tempat saya makan ganti-ganti. Subhanallah. Lima tempat. Dan itu kebiasaan mereka dan mereka banggakan dulu nenek moyang kami Hatim Atha terkenal. Cuma masalahnya dia dulu ri. Hatim Athaib punya anak namanya Adi bin Hatim masuk Islam dan dia adalah sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka dia tanya tentang nasib bapaknya. Dia mengatakan, "Ya Rasulullah, ayah saya dahulu yutimut thaam memberi makanan dulu, mengambung silaturahmi dulu, menjamu tamu, dulu begini begini begini begini." Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Kana abuka ar amron faasobahu. Ayahmu dulu waktu melakukan itu semua ingin dipuji dan dia dapatkan sampai sekarang masih dipuji. Hatim at Thaib. Jadi kalau seorang beramal untuk dipuji terkadang dia dapat terkadang enggak dia dapatkan. Karena Allah berfirman, "Ajjalna lahu fiha man nasya ma nasyau liman nid." kami berikan kepada siapa yang kami kehendaki. Ada orang ingin terkenal, terkadang terkenal, terkadang tidak terkenal. Ya, kalau dia pengin terkenal berarti pengin duniawi. Terkadang Allah berikan. Contohnya Hatim Athai'i ketika anaknya bertanya, "Ayahku dulu begini sangat baik." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Kana abuka ar amron faasobahu." Ayahmu dulu pengin ketenaran, popularitas dan dia mendapatkannya. Artinya dia tidak mendapatkan ee di akhirat. Maka ini maksud dari man samma sama Allahuhi. Siapa yang ingin disebut-sebut Allah akan penuhi keinginannya. Waman yurillahu bih. Siapa yang ri pun demikian Allah akan menjadikan dia terkenal. Ini tafsiran pertama sebagai hukuman dia hanya mendapatkan pahala duniawi. Adapun akhirat kosong sama sekali. Ya. Ya. Manana yudil hayat dunya wazinataha nuwafi ilaihim nuwafi ilaihi aalahum fiha wahum fiha la yubkun. Ulaikalladina laisa lahum fil akiratiar w mau fiha wtilum mau ymalun. Kata Allah, "Barang siapa yang ingin mencari ee dunia dan perhiasannya, ya, maka kami berikan tanpa kami kurangi." Tetapi di akhirat semua amalnya buyar, tidak ada nilainya sama sekali. Seperti orang-orang ini. Jadi mereka di dunia beraramal saleh, mencari duniawi. Di antara dunia adalah popularitas. Di antara dunia adalah ingin nomor satukan. Di antara dunia ingin tidak tersaingi dunia. Ya, makanya Allah berfirman, "Tilkadarul akhiratu naj'aluha lilladina la yuriduna uluwan fil ardhi wala fasada." Sesungguhnya surga itu kami berikan kepada orang yang tidak pengin unggul, yaitu dia pengin nomor satu aja. Dia pengin tidak ada yang menyainginya. Ya, ingin ingin dinomor satukan. Ingin diunggulkan, ri ini duniawi semua. Dunia bukan hanya fulus ya. Maka kata Allah, "Kami berikan di dunia tapi di akhirat enggak dapat apa-apa." Ini di antara tafsir man sama Allahu bih. Siapa yang cerita-cerita supaya dia terkenal, Allah berikan ketenaran. Tapi tidak semua mendapatkannya. Ada yang terkenal, ada yang enggak. Tafsiran kedua disebut oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, yaitu Allah akan permainkan dia di akhirat. Jadi orang yang ria, orang yang sumah pada hari kiamat kelak Allah akan hadirkan pahalanya. Dia lihat pahala hajinya, dia lihat pahala jihadnya, dia lihat pahala sedekahnya, dia pahala palal yang dilakukan. Ketika dia sudah gembira, tiba-tiba Allah jadikan debu yang berterbangan. Allah permainkan dia karena selama ini dia menipu menipu orang-orang. Ya, kata Allah kalladzias wahi walumil akiru alaihi. Orang yang berinfak karena ri perumpamanya seperti apa? seperti ee ada adau yang licin atasnya ada tanah yang menyangka ini tanah subur ditanam apa saja akan tumbuh. Mereka tidak tahu ternyata di balik tanah itu ada debu ada batu yang keras yang licin. Tiba-tiba ada hujan mengenai tanah tersebut tersingkaplah hakikatnya. Maka tanda tersebut ternyata buyar, tidak bisa ditanami. Ternyata di dalamnya ada batu yang li licin. Seperti itulah orang yang riak, orang yang lihat masyaallah orang saleh, orang baik itu di mata di dunia orang puji-puji. Di akhirat hancur dan di akhirat pun demikian. Dia melihat pahalanya dihadirkan, dia sudah senang, tiba-tiba Allahkan. Tarakahu sholda ya faasobahu wabilun farakahu ditimpa dengan hujan yang deras. Maka tanah semua tersebut hancur, hilang tinggal batu yang keras. apa-apa. Jadi bahaya seorang kalau mau ri dia ingat jangan sampai dia ri. Dan saya sampaikan bahwasanya setiap kita ada signal yang memberi peringatan kepada kita ini ri kita kalau bermaksiat degdegan enggak? Kayak enggak pernah maksiat aja. Kalau maksiat degdegan enggak? Degdegan. Kalau mau chattingan sama istri orang ada istri degdegan enggak? Degdekan. Jadi, jadi ada signal ini bukan pengalaman pribadi, cuma cerita aja pengalaman bersama kali ya. Tapi intinya jadi intinya kita maksiat mau apa, mau nonton yang enggak benar, mau terima sogokan, mau nipu orang, pasti kalau kita masih normal deg-degan. Itu namanya nafsul lawwamah. La uqsimu biumilqiamah wqsimu bfsil lawamah. Kata Allah, "Aku bersumpah dengan hari kiamat dan aku bersumpah dengan jiwa maksiat. gelisah dibuat gelisah. Kalau kita tangkap signal tersebut kita sensitif maka kita berhenti. Lakukan lakukan. Pertama degdegan maksiat kedua degdegan maksiat degdegan. Ketujuh sudah mulai hilang. Ke-10 enggak ada degdegan sama sekali ke-11 kalau enggak maksiat malah deg-degan. Signal sudah hilang. Nah, demikian juga kalau kita riak kita harus sensitif. Kita mau cerita nih, "Eh, saya kemarin ih tiba-tiba riak tuh." Eh, kenapa? Enggak, enggak, enggak. Berhenti. Jangan lanjutkan. Eh, saya kemarin waktu di di mana? Enggak enggak enggak. Mau bilang di Madinah, di Makkah, enggak jadi deh. Nanti ketahuan waktu di pasar belian. Kalau sudah signal jangan dilanjutin. Itu berarti sensitivitas kita masih ada. Tapi kalau kita cuek aja, lama-lama kita riak dan kita merasa tidak ria. Itu yang bahaya. Salaf dahulu mereka sangat takut dengan riak. Mereka tidak pernah spekulasi. Maka mereka terkenal menyembunyikan amal saleh mereka. Padahal mereka lebih bertakwa atau kita yang bertakwa? Ya, para salaf bertakwa. Tidak ada zuhurat dunia luar biasa. Tidak ada keinginan dunia tapi mereka takut riak. Kita ibadah ngacau masih enggak takut riak. Santai pamer semua amal kita. Takut. Lisanul hal mengatakan demikian. Maka seorang hati-hati ya. Jangan sampai dia terbiasa. Jadi kalau signal sudah bunyi berhenti, jangan lanjut. Dan itu kadang dia bunyi, kadang bunyinya telat. Ih tadi kenapa saya ceritain astagfirullah ya kita istigfar karena kita terbawa terpanjang ak kita cerita amal saleh kita. Kita ingat belakangan gak apa-apa kita istigfar. Hadis terakhir nabi radhiallahu anhu q Rasulullah sallallahu alaihi wasallam manama mimubah. Pada tafsiran ketiga, Syekh Utsimin sebutkan hadis tadi. Siapa samma sama Allahu bih, siapa yang melakukan amal karena rimah, Allah akan bongkar suatu hari, akan ketahuan suatu hari di dunia sebelum di akhirat akan terlihat ternyata dia begini. Orang yang sadar akan, "Oh, ini ri seperti ini." Tadinya saya pikir dia ikhlas, ternyata ujung-ujungnya kelihatan. Kata sebagian salaf, "Man thabal hadis lighirillah mukiro bihi." Siapa yang menuntut ilmu hadis, mencari hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam bukan karena Allah, Allah akan bikin makar kepadanya. Itu satu suatu saat akan terbongkar akan bikin makar kepadanya. A radhiallahu anhu dari Abuah Rasulullah was ilmu akhirat wajah Allahun ternyata dia nuntut ilmu untuk mencari dunia. maka dia tidak akan mencium aroma surga pada hari kiamat kelak. Ini bahaya nuntut ilmu satu ibadah yang sangat agung. Maka jangan dicari untuk duniawi. Kemudian kata nawi rahimahullah, wal ahaditu fil babi katiratun masyurah. Bab hadis tentang hal ini larangan ri sangat banyak dan sudah dikenal. Wallahu taala. Insyaallah kita lanjutkan pada bab berikutnya. Bab yang indah kata annawawi babu ma yutawahamu annahu riya waaisa hua riya. Bab tentang perkara-perkara yang dianggap riak ternyata bukan ri. Tapi kita lanjutkan nanti ya. Kalau lanjutkan sekarang nanti subuh ya. Tib sampai sini saja ya. Insyaallah kita lanjutkan pada pertemuan berikutnya. Wallahu taala bab. Kurang lebih saya mohon maaf. Wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Categories