Kitab Riyadush Shalihin #3.21: Beramal Shaleh Bukan Karena Allah, Maka Amalannya Tertolak
2aPuBzVm6QM • 2026-02-14
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahi alaniukr ala taufiani
asadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalahuiman lani wa asadu anna
muhammadan abduhuasul ridwan allahumma
sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa
ikhwani. Kita masuk pada bab ke-35 bab
tahrimir riya. Bab tentang diharamkannya
riya.
Ee annawi rahimahullah dalam kitabnya
Riyadus Shihin bawakan ayat-ayat sudah
pernah saya bahas. Kita masuk pada hadis
ya. Wa abiat radhiallahu anhu qala dari
sahabat Abu Hurairah beliau berkataah
sallallahu alaihi wasallam yaakul aku
mendengar Rasul sahu al wasallam
bersabda qallahu taala Allah berfirman
ana ana agnuraka anirk aku adalah zat
yang paling tidak butuh dengan
syarik dengan partner ya aku tidak butuh
dengan persekutuan
amila amalan
Siapa yang melakukan satu amalan
kemudian dia menyekutukan aku dengan
selain maka aku akan tinggalkan dia
dengan kesyirikannya. Hadis riwayat
Muslim.
Hadis ini dikenal dengan hadis qudsi
karena Nabi sallallahu alaihi wasallam
meriwayatkan
dari Allah Subhanahu wa taala. Ya. Ya.
Nabi mengatakan qallallahu taala. Allah
berfirman dan kita tahu bahwasanya
firman Allah banyak ya.
Ya.
Dan di antara firman Allah adalah
Al-Qur'anul Karim. Tetapi Allah
berfirman, berbicara dengan malaikat,
berbicara dengan para nabi, berbicara
dengan Nabi Musa. Di antaranya Allah
memberikan ilham kepada Nabi sallallahu
alaihi wasallam dan Nabi meriwayatkan
firman Allah tapi bukan dari Al-Qur'an
yang dikenal dengan hadis apa? Qud
qudsi. Apa kata Allah? Ana agnasuraka.
Aku adalah zat yang paling tidak butuh
dengan sekutu, dengan partner. Kita tahu
bahwasanya dalam banyak hal manusia
butuh dengan syarik dengan butuh dengan
ee
partner.
Sehingga kalau dia tidak punya partner,
dia tidak bisa menjalankan kegiatannya.
Dan demikianlah manusia adalah makhluk
sosial ijtimai. Dia selalu membutuhkan
pasangan untuk ee mendapatkan tujuannya.
Tetapi Allah Subhanahu wa taala, Dia
Maha Esa secara zatnya.
dan dia maha alhayyu alqayyum sehingga
tidak butuh dengan sekutu.
Oleh karenanya Allah ingatkan, siapa
yang melakukan amalan amal apapun. Di
sini umum datang ee isim nakirah tanwin
dalam konteks syarat memberikan faedah
umum. Yaitu siapa yang melakukan amal
ibadah apapun, apakah haji, apakah
salat, apakah jihad, apakah sedekah,
apakah baca Quran, apakah berbakti
kepada tua, ya amal saleh apapun asraka
fi ghairi. ternyata dia mensekutukan aku
dengan selain ya, yaitu dia ternyata
berniat bukan cuma untuk Allah tapi juga
untuk mencari pujian misalnya ya atau
dia tujukan ibadahnya kepada selain
Allah. Di sini umum juga kepada selain
apakah kepada malaikat, apakah kepada
para nabi, kepada orang saleh atau
kepada siapapun. Taraktuu wasirkahu maka
aku tinggalkan dia dengan kesyirikan.
Itu amalan amalannya tidak akan aku
terima. Ini dalil bahwasanya sebagaimana
dibawakan dalam bab tahrimur riya, bab
pengharaman riya. Dibawakan oleh Nawawi
rahimahullah
tentang bab pengharaman riya. Maka
seorang kalau beribadah niatnya
bercampur karena Allah dan juga karena
ingin dipuji, maka amalnya tertolak.
Seletih apapun dia sudah capek-capek
haji berhari-hari, sudah ngantrinya
lama, ternyata ketika dia haji, dia
hanya ingin cari pujian, ingin
disanjung. Kata al Imam Alghazali
rahimahullah, "Yang namanya ri adalah
memperlihatkan amal."
Untuk apa? Tholabul manzilah fi
qulubinas. Untuk mencari pengakuan di
hati manusia agar kita dianggap oleh
orang. Siapa yang beribadah dengan
ibadah apapun dan dia ingin dihormati
oleh orang, disanjung oleh orang, dia
tampakkan amal salehnya, dia publish,
dia jadikan status, ya
dalam rangka untuk dipuji oleh orang,
dikasih jempol, dikasih like sama orang,
maka amalannya gugur, tidak diterima.
Seletih apapun dia kerjakan amal
tersebut. Bayangkan seorang ngantri haji
20 tahun kemudian sudah bayar mahal
kemudian dia pergi ke tanah suci 40
hari. Kemudian dia letih ya di Mina,
kemudian di Arafah, kemudian ke
Muzdalifah, kemudian ke Mina lagi.
Lempar jamarat ya. Lempar jamarat sampai
berhari-hari.
Capek dalam safar di kendaraan. Makan
yang tidak biasa dia makan, minum yang
tidak biasa dia minum, tidur sendirian
tidak bersama keluarganya. Kemudian
ternyata dia hanya ingin dipuji di
sanjung, hanya ingin dipanggil Pak Haji
untuk dipasang gelar H. Maka ini hajinya
tidak diterima.
Sah fikih, tetapi pahalanya enggak ada.
Oleh karenanya seleti apapun, sebanyak
apapun harta yang dia keluarkan, dia
bangun masjid niatnya untuk disanjung,
dia sedekah dengan banyak-banyak, dia
publish agar orang-orang memujinya,
menyanjungnya. Meskipun betapa banyak
pun uang dia keluar, tapi dia mencari
sanjungan orang.
maka tidak diterima. Di sini Allah
menjelaskan Allah tidak menerima
ee pembagian sekutu. Seandainya ada
seorang dia beribadah salat atau haji
atau puasa atau umrah 90% untuk Allah.
Benar-benar niatnya 90% untuk Allah,
tapi 10%-nya dia juga untuk dipuji.
Inilah namanya menjadikan sekutu bagi
Allah. Allah tidak terima meskipun
persekutuan tersebut hanya 5%, hanya 10%
Allah tidak terima.
Maka ini peringatan keras agar kita
berusaha memperbaiki hati kita.
Bahwasanya kalau kita beramal saleh
niatnya bukan untuk disanjung. Sanjung
buat apa? Sanjungan manusia tidak ada
nilainya di akhirat sama sekali. Rugi
kita sudah ee haji susah-susah ya
kemudian ternyata hanya mencari
sanjungan, maka ibadah tersebut tidak
diterima. Kata Allah tarokuahu. Aku
tinggalkan dia dan sekutunya. Jadi kalau
masalah ibadah mencari sanjungan,
mencari pujian, mencari kedudukan di
hati manusia, maka ini tidak menerima
persekutuan. Para ulama membahas
berbeda. Ketika seorang beribadah ikhlas
kepada Allah, tapi dia punya tujuan
duniawi selain daripada riya. Selain
daripada ri itu apa? RI adalah dari
yuroi riyaan. Roa yuroi riyaan.
Memperlihatkan, mempublish amal untuk
disanjung. ya. Nah, kalau ada orang
punya niat lain, tapi selain riya
misalnya dia haji sambil berdagang, maka
ini dibolehkan oleh para ulama selama
niat duniawi tidak menyamai atau
mendominasi niat akhirat. Sebagaimana
dijelaskan oleh Al Imam Alghazali
rahimahullah dan dinukil oleh Ibnu Hajar
dalam Fathul Bari ya ketika membahas
tentang hadis niat. Dalilnya apa? Allah
Subhanahu wa taala berfirman, "Laisa
alaikum junahun an tabtagu fadlam
mirbikum." Tidak mengapa bagi kalian
kalau kalian berhaji sambil berdagang.
Tidak mengapa. Orang hajian dia juga
punya niat, "Saya pengin dagang." Karena
banyak akan datang manusia dari berbagai
penjuru. Sambil hajian, saya sambil
dagang. Ini niat untuk dagang, niat
duniawi. Tetapi tidak mengapa didompleng
pada niat akhirat selama tidak men
mendominasi, selama tidak seimbang
dengan niat ukhrawi. Ya, siapa yang
menjadikan niat duniawinya seimbang,
maka dia tidak dapat pahala sama sekali.
Siapa yang menjadikan niat duniawinya
mendominasi, tidak bergerak kecuali
karena ada dunia di balik itu dengan
bentuk amal saleh, maka tidak ada
pahalanya sama sama sekali. Ini kalau
niat duniawi seperti seorang misalnya
ee kerja jadi imam kemudian dia niat
ketika jadi imam supaya dapat gaji
banyak ya.
Maka ketika niat duniawinya mendominasi
maka setiap dia jadi imam tidak ada
pahalanya. Kenapa? Karena niat
duniawinya mendominasi.
Ya. Maka ini masalah niat. Seperti
seorang pendakwah ketika dia berdakwah
ternyata dia ingin apa namanya? dapat
niatnya untuk dapat dunia ya dan itu
mendominasinya. Maka setiap dia
berdakwah letih ke sana kemari enggak
ada pahalanya jika niat dunianya
duniawinya men mendominasi.
Tetapi kalau niat akhiratnya masih
mendominasi maka masih dapat pahala
tetapi pahalanya berkurang. Makanya
Rasul sahu al wasallam bersabda, "Siapa
yang berjihad kemudian dia berniat untuk
mengambil ganonimah qajala
ajri, maka dia telah menyegerakan dua
pertiga pahalanya ke dunia sehingga dia
tidak mendapatkan pahala jihad sempurna
di akhirat." Kenapa? Ketika dia berjihad
niatnya untuk apa? Dunia juga. Dunia
juga. Tentu yang sempurna seorang
melakukan amal ibadah niatnya karena
Allah. Adapun dunia yang datang
kepadanya dia tidak, dia tidak cari.
Kalau datang dia terima. Tapi bukan itu
tujuan utamanya. Siapa yang kemudian dia
ingin jadi imam masjid, imam rawatib,
dia tahu ada gajinya. Tapi niat dia
untuk menjadi imam agar dia bisa
murajaah, agar bisa mengimami salat,
agar pahalanya dapat banyak. Ternyata
dapat gaji, dia dapat pahala sempurna
karena hati dia tidak melirik kepada
masalah gaji. Tapi ini susah. Susah atau
gampang? Susah. Susah. Tapi ini kaidah.
Lain halnya ketika seorang beramal saleh
untuk ri, maka tidak menerima
persekutuan meskipun 5%.
Dia beribadah sekaligus ingin di dipuji.
Dia beribadah sekaligus untuk dapat like
dari netizen.
Maka ketika itu pahalanya hilang
seluruhnya. Kata Allah dalam hadis
qudsi, "Tarakuhu wasyirkahu." Aku
tinggalkan dia dan sekutunya. Maka ini
pintan keras bagi kita untuk waspada.
Jangan spekulasi dengan amal saleh kita.
Benar. Tidak semua orang yang
memppublish amal salehnya ri tidak
mesti. Mungkin dia punya tujuan lain
ingin memotivasi. Tetapi itu sangat
rawan. Oleh karenanya saya sampaikan
amal terbaik adalah amal yang
disembunyikan. Hukum asalam yang sunah
hukum asalnya disembunyikan. Kata Rasul
sahu alaihi wasallam minkumakun minalin
shyafal. Siapa di antara kalian mampu
punya amal saleh yang tersembunyi hanya
Allah yang tahu. Maka lakukanlah. Itu
hukum asal. Terkadang seorang boleh
menampakkan amal salehnya kalau ada
maslahatnya seperti motivasi dengan
syarat tidak boleh mendompleng niat
untuk dipuji sedikit pun. Kapan
terdompleng niat untuk dipuji sedikit
pun, maka amalnya buyar. Amalnya buyar,
tidak diterima oleh Allah subhanahu wa
taala. Maka hati-hati kalau tidak tidak
perlu maka jangan publish amal amal
saleh. Sampai ada orang tawaf
di publish status alhamdulillah
putaran ketujuh.
Janganlah kita enggak tuduh dia lihat
tapi hati-hati. Bukan kebiasaan para
salaf dahulu. Para salaf dahulu
menyembunyikan amal saleh mereka sebisa
mungkin sampai istrinya pun tidak tahu.
Ini kita hidup di zaman semua orang
ingin semua orang tahu amalnya. Makanya
coba kita cek pada diri kita masing
adakah amal kita yang yang tahu cuma
Allah? Ada atau tidak? Ataukah semua
amal kita sudah kita ceritain? Ataukah
semua amal kita semua orang sudah pada
tahu? Kalau ada amal yang tahu hanya
Allah, berbahagialah. Itu amal andalan
untuk bertemu dengan Allah. Karena
tauhid nilainya sangat besar di sisi
Allah. Ya Rasulullah mengatakan
siapa yang mau punya amal saleh yang
tersembunyi falal maka lakukanlah maka
lakukanlah. Tapi manusia pengin diakui
sifat dasar manusia tapi kita lawan
sifat dasar ingin diakui. Sifat dasar
ingin disanjung, ingin dapat like ya
sehingga ingin menunjukkan ee
amal salehnya.
Kalau ada yang tanya sudah haji belum?
Jangan bilang belum. Kalau sudah haji
bohong namanya. Sudah alhamdulillah. Itu
gak apa-apa karena haji wajib ya. Gak
apa orang lihat orang tahu enggak ada
masalah. Tapi jangan bilang
alhamdulillah lima kali. Wis kenapa
harus bilang lima kali? Bilang aja sudah
haji. Kalau bilang sudah haji satunya
ikhlas empatnya ri masalah.
Bilang aja. Oh cuma lima kali. Saya tu
saya 20 kali. 20 kali 19 18 kali.
Enggak, enggak resmi. Satu visa
bermasalah, satu visa yang resmi.
Oleh karenanya ini peringatan bagi kita.
Karena kalau kita meninggal dunia, apa
yang kita bawa? Harta kita tidak ada
yang kita bawa. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Yatbaul mayit salat."
Tiga hal mengikuti mayat. Farijil isnan
maka dua akan kembali. Kemudian wajab
wahid. Tinggal satu yang ikut dalam
liang lahad. Tiga perkara tersebut
adalah keluarganya, hartanya, dan
amalnya. Keluarganya akan
meninggalkannya. Kalau dia antum
meninggal, istri antum nangis-nangis,
setelah itu dia pergi. Memang dia mau
dikubur sama antum? Enggak. Ibu-ibu juga
kalau ibu-ibu meninggal apa suaminya
nangis-nangis mau di kubur? Enggak. Ibu
meninggal dia kawin lagi. Bahkan masih
hidup pun kadang dia kawin lagi. Apalagi
sudah meninggal. Bercanda, Ibu-ibu ya.
Tapi intinya semua keluarga akan
meninggalkan kita, anak-anak kita
meninggalkan kita. Harta yang kita
kumpulkan selama ini jadi milik orang,
kita wariskan kepada orang lain. Kita
letih-letih kumpulkan berkerja sampai
berlebih lumbur-lembur. Ternyata yang
setia menemani kita amal saleh. Nah,
pastikanlah bahwasanya amal saleh yang
ikhlas yang bisa menemani kita. Kalau
tidak ikhlas minggir antum sudah haji 10
kali difilter. Wah, yang yang ikhlas
cuma satu. yang 19 hilang semua. Antum
sudah sedekah ratusan kali, tetapi
ternyata yang ikhlas cuma 5, 6, 7
sedikit. Yang lainnya tidak ikhlas. Maka
itu minggir semuanya. Maka jangan sampai
orang merugi gara-gara cinta dengan
sanjungan. Akhirnya dia tidak
mendapatkan pahala. Hati-hati ya.
Hati-hati. Maka seorang berusaha
membersihkan hatinya jangan sampai cinta
dengan sanjungan manusia. Manusia apa
yang kitaap sanjungannya? Manusia itu
kalau dia suka sama kita, dia sanjung
berlebih-lebihan. Kalau dia enggak suka,
dia habisin berlebih-lebihan. Rugi kita
sudah taruh kepala kita di tanah, salat,
merendahkan diri kita, terus kita hanya
ingin dipuji oleh sama seseorang.
Masyaallah rajin salat. Ngapain kita
harapan gitu? Ngapain kita cari muka
sama Allah? Cari muka sama Allah. Tib
kita lanjutkan. Setelah itu Al Imam
Nawawi rahimahullah membawakan contoh
nasib tragis orang-orang yang beramal
saleh, namun ternyata sial di neraka,
masuk neraka.
Maka an-nawawi rahimahullah membawakan
hadis
di antaranya ee
hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim
tentang tiga orang yang pertama kali
masuk neraka. Wa anhu. Dari Abu Hurairah
radhiallahu anhu qala samu Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam yaakl aku
mendengar Rasulull sahu alaihi wasallam
bersabda inna awalanasi yuq yaumalqiamah
alaihi rajulun ustushid. Sesungguhnya
orang yang pertama kali ditegakkan
sidang kepadanya itu bahwasanya di hari
kiamat manusia setelah dibangkitkan
berkumpul di padang mahsyar kemudian
matahari jarak 1 mil kemudian Nabi
sallallahu alaihi wasallam memberikan
syafaat Allah datang lifaslil qada maka
Allah datang lifaslil qada maka Allah
memulai persidangan masing-masing
disidang manusia semua persidangan yang
tidak beres di dunia akan diulang lagi.
Akan diulang diulang lagi. Semua masalah
yang belum disidangkan akan disidangkan
oleh Allah Subhanahu wa taala. Semua
sidang yang curang akan diulangi lagi
oleh Allah Subhanahu wa taala. Tapi di
hari tersebut enggak ada yang bisa
dibayar untuk disogok. Hakim tidak bisa
disogok, saksi tidak bisa disogok. Maka
Allah akan menyidang. Kemudian setelah
Allah menyidang ada hisab. Allah
memutuskan perkara-perkara. Allah audit
setiap orang. termasuk yang diaudit oleh
Allah, dihisab oleh Allah adalah
amal-amal saleh dan nikmat-nikmat yang
Allah berikan kepada para hamba. Tib.
Rasulullah bersabda,
"Orang yang pertama kali disidang oleh
Allah atau diputuskan hukumannya oleh
Allah subhanahu wa taala rajulun
ustusyahid." Seorang yang mati syahid.
Hebat mati syahid. Di sini Rasulullah
sebutkan tiga orang yang hebat. Pertama
mati syahid. Yang kedua ustaz. Yang
ketiga dermawan. Tiga orang hebat yang
sangat dibutuhkan oleh agama. Agama ini
butuh apa? butuh orang alim ya. Butuh
pejuang dengan jiwa dan harta. Yang
berjuang dengan jiwa namanya mujahid.
Berjuang membela negara, membela Islam,
bela kaum muslimin. Ini dibutuhkan. Dan
yang berikutnya yang berjuang dengan
apa? Berji dengan harta yaitu para
dermawan. Makanya Rasul sahu alaihi
wasallam mengatakan, "La hasada illa
fitnatain." Tidak ada hasad, tidak ada
cemburu kecuali kepada dua orang. Ini
dua orang yang pantas untuk dicemburui.
Karena dengan dua orang inilah tegak
agama. Yang pertama, rajulun atahullahu
alhikmah w yaqdi biha waallimuha.
Seorang diberikan ilmu, maka dia
mengajarkannya dia berhukum dengan ilmu
tersebut. Dia memberi keputusan hukum
tersebut dengan ilmu tersebut. Orang
berilmu yang kedua rajulun atahullahul
ma. Seorang diberikan harta wahua yusitu
alakati filha yang dia
menyengajakan untuk menyalurkan hartanya
tersebut dalam kebaikan. Ini dua orang
pondasi agama.
Tetapi maksudnya dua orang ini hebat ya,
orang berilmu dan jihad baik secara
fisik maupun secara uang. Tetapi ketika
amalan-amalan tiga amalan hebat ini ya
kemudian bukan karena Allah maka binasa.
Maka binasa. Saya tanya sama antum apa
yang paling dicintai oleh kita manusia?
Yang paling dicintai oleh kita adalah
jiwa kita. Ya tidak? Jiwa kita. Orang
yang mati syahid dia telah mengorbankan
yang paling dia cintai dalam dalam dunia
itu jiwanya. Kenapa kita olahraga?
supaya kita se sehat, supaya bisa hidup.
Kenapa kita makan pilah-pilih? Supaya
kita bisa hidup panjang umur. Kita
paling mencintai
nyawa kita nih. Ada orang mengorbankan
nyawanya untuk Islam. Seandainya dia
ikhlas, dia di derajat yang tinggi. Tapi
ketika dia tidak ikhlas ria, maka dia
hancur. Dia hancur.
Yang kedua, di antara yang paling
dicintai oleh orang adalah harta. Kata
Allah Subhanahu wa taala, "Wau
tuhibbunal maa hubban jamma." Kalian
mencintai harta dengan kecintaan yang
dalam.
Ya, wa innahu liubbilhairiadid. Kata
Allah, "Sesungguhnya manusia itu sangat
cinta kepada harta." Orang dermawan tuh
enggak gampang ngeluarin harta. Dia
sudah cari capek-capek, kemudian dia
kasih orang miskin, dia kasih ee untuk
bangun masjid, untuk dakwah. Berat
ketika dia mengorbankan apa yang dia
cintai, maka derajatnya sangat tinggi.
Orang dermawan derajatnya sangat tinggi.
Makanya kita lihat dalil terlalu banyak
suruh dermawakan apa? Simbangkan
sumbangkan infak. Infak itu banyak dalam
Al-Qur'an maupun hadis. Banyak.
Kenapa di antara suatu yang sangat
dicintai manusia adalah apa? Harta.
Ketika dia mengorbankan maka
kedudukannya tinggi. Tetapi ketika dia
dermawan karena ingin dipuji maka dia
menjadi terhina.
Demikian juga menjadi ustaz yang berilmu
tidak mudah. Di antara yang dia
korbankan kesenangannya. Waktu. Makanya
orang kalau punya waktu pengin
main-main, pengin jalan-jalan. Tapi
karena dia ustaz, dia duduk hafal Quran,
dia duduk hafal hadis, dia baca buku,
baca buku, baca buku, baca buku, baca
buku, baca buku. Harusnya orang pada
main-main. Ada yang main padel,
ada yang main moge, ada yang main anu
main ini. Ya, baca buku, baca buku. Dia
korbankan kesenangannya untuk menuntut
ilmu, untuk memberi faedah kepada
masyarakat. Mengulang-ulang ayat,
mengulang-ulang hadis untuk dia hafal,
disampaikan. Tapi ketika dia seandainya
dia lakukan karena Allah, kedudukannya
sangat tinggi di sisi Allah dan dia
menempuh jalan para nabi. Apa jalan para
nabi? Berdakwah. Tapi ketika dia
menempuhnya dalam rangka untuk dipuji,
maka dia menjadi orang termasuk yang
paling terhina di awal-awal sidang Allah
Subhanahu wa taala. Mengerikan. Maka ini
apa ya? Kalau dia benar maka tinggi.
Kalau enggak benar maka hancur.
Tib kita bacakan. Orang yang pertama
kali diputuskan keputusannya
oleh Allah.
Orang yang mati syahid. Dalam riwayat
yang lain, awaluar bihimunar
yang pertama kali api neraka dinyalakan
untuknya. Tiga orang ini yang mati
syahid, ustaz dan dermawan. Sampai ulama
mengatakan, "Maksudnya mereka ini diazab
terlebih dahulu sebelum pezina, sebelum
peminum khamar." Kenapa? Karena mereka
bermaksiat dengan maksiat yang buruk
yaitu ri dalam bentuk amal saleh. Tapi
ternyata tujuannya bukan karena Allah
subhanahu wa taala, maka mereka berhak
untuk disiksa sebelumnya. Perkataan
seorang penyairun
biilmiamalan muabun minan. Sesungguhnya
orang yang berilmu namun tidak
mengamalkan amalnya maka akan diadab
sebelum penyembah berhala. Ini sebagian
ulama Syafi menyebutkan syair ini.
Maksud saya ee hati-hati ya. Maka
seorang masalah niat masalah yang
krusial harus diperhatikan, harus
diulang-ulang dicek. Jangan orang
terbawa dengan riak kemudian dia cuek.
Dia cuek akhirnya dia riak. Riak riak
seumur hidupnya. Hati-hati Tib. Yang
pertama, orang mati syahid itu pejuang.
Fautiya bihi, maka dia didatangkan,
dihadirkan di hadapan Allah. Faarofahu
nikmatahu faarofaha. Setelah itu Allah
ingatkan nikmat-nikmat yang pernah Allah
berikan kepadanya. Itu seorang mujahid
apa? Badannya kuat, jago main pedang,
jago memegang perisai atau jago naik
kuda. Kalau zaman sekarang mungkin
pendekar, jago gunakan senjata, jago
perang, ya intinya jago tas strategi.
Pokoknya mujahid.
dan dia berani ya, maka dia ingat
semuanya.
Dan kita tahu Allah berfirman, "Tumma
tusaluna yaumidin anin naim."
Sesungguhnya kalian semua akan ditanya
tentang nikmat yang Allah berikan kepada
kalian. Terutama nikmat-nikmat yang
merupakan kelebihan antum itu akan
ditanya dengan dahsyat. Yang orang lain
tidak punya, antum punya. Ini dahsyat
ya. Kalau Allah berikan kita kelebihan,
gunakan potensi tersebut untuk beribadah
kepada Allah. Sebagaimana nasihat
orang-orang saleh kepada Qarun.
diberi keliban punya harta yang banyak
maka dinasihati gunakanlah apa yang
Allah berikan kepada engkau sebagai
potensi untuk mencari apa akhirat. Maka
ditanya orang ini kelebihannya apa?
Jagoan, berani, ahli strategi, jago
menggunakan senjata dan yang semisalnya.
Maka ditanya, "Fama amilta fiha?" Apa
yang kau lakukan dengan nikmat tersebut?
Karena setiap nikmat akan ditanya, "Kau
pakai buat apa? Kau pakai buat apa?
Harta buat apa? Cerdas buat apa? Badan
sehat buat apa? Akan ditanya ya mobil
buat apa? Ya, semua akan ditanya oleh
Allah Subhanahu wa taala. Qaltu fikaitu
aku berperang berjihad karena Engkau ya
Allah sampai aku mati syahid. Dia
ngakunya demikian. Kata Allah kadabta
kau dusta wakinaka qataltaayuq
jari. Tetapi kau berperang supaya kau
dikatakan jagoan, pemberani. Faqil. Dan
tujuanmu untuk dijadikat pendekar jagoan
telah dikatakan dikabulkan. Jadi niat
dia tercapai. Orang-orang kenal dia
semua sebagai apa? Jagoan pendekar. Di
mata manusia dia hebat, di sisi Allah
dia hancur.
Di mata manusia dia hebat. Semua orang
kasih like, semua orang kasih pujian
mungkin semua orang kasih doa. Semua
orang menganggap dia mati syahid.
kelihatannya ternyata di akhirat dia
bina binasa.
Tma umir bihi kemudian Allah perintahkan
malaikat untuk menggeretnya. Fasuhiba
ala wajhi. Kemudian digeret di atas
wajahnya. Hatta ulqiya finar sampai
dilemparkan dalam neraka jahanam. Ini
laki-laki pertama yang sial harusnya
mendapat derajat tinggi. Bayangkan orang
yang mati syahid diizinkan untuk memberi
syafaat kepada 70 keluarganya. Dikasih
syafaat aja. Paman-paman masuk surga.
Istri surga, anak surga, Om, Om surga,
kawan ini yang biasa traktir baksa, Om
surga 70 orang dia kasih dia kasih
spesial luar biasa. Kalau seandainya dia
ikhlas kedudukannya sangat sangat
tinggi. Tapi apakah semua orang berjihad
ikhlas? Tidak. Dalam suatu riwayat kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, rubba
qotilin bain Allahu aam biniyatih.
Betapa banyak orang terbunuh di antara
dua saf. Saf kaum muslimin dan saf kaum
kafirin. Allah lebih tahu tentang
niatnya. Ada seorang bertanya, "Ya
Rasulullah, rajulun qatala hamiatan." Ya
Rasulullah, ada seorang berperang hanya
karena fanatik golongan atau fanatik
suku?
Ya. Apakah fisabilillah
rajulun qotala liyuzkar? Ada seorang
berperang supaya dikenang. Apakah
fisabilillah? Rajulun qotala godbanan.
Ada seorang berperang karena emosi. Dia
berperang emosi. Rajulun qala liyur
makanuhu. Ada seorang berperang supaya
orang tahu siapa dia. Ditanya apakah ini
semua fisabilillah? Dia mengatakan
tidak. Manatala litakuna kalimatullahi
hiyalulya fahua fisabilillah. Siapa yang
berperang agar meninggikan kalimat Allah
itu yang fisabilillah. Adapun perang
hanya untuk bela suku bukan karena
Allah. Meninggal ya meninggal biasa
bukan fisabilillah.
Ada orang berperang hanya untuk emosi,
marah, emosi, perang mati bukan karena
Allah, tapi karena emosi, bukan karena
Allah. Ada orang berperang hanya untuk
dikenang seperti di sini. Liuqol annaka
jari. Kau berperang supaya kau dikatakan
jagoan dan dia dapat. Mungkin diberi
gelar pahlawan, mungkin
disanjung-sanjung, tapi itu di mata
manusia. Di hakikatnya hanya Allah yang
tahu. Ternyata dia ri
saya orang yang hebat. Saya ahli
strategi.
Maka orang seperti gitu bisa sangat
tragis nasibnya di akhirat. Kemudian
yang kedua, siapa orang tragis yang
disiksa oleh Allah? Ustaz. Uh, ngeri
ustaznya. Alhamdulillah antum bukan
ustaz. Ini ustaz bahaya.
Seorang
qara Al-Qur'an. Dia ahli ilmu dan juga
ahli Quran. Fautiya bihi. Maka
dihadirkanlah di hadapan Allah pada hari
kiamat. Faahu niu faaha. Allah ingatkan
tentang nikmat yang Allah kepadanya.
Ustaz harusnya cerdas
hafalannya, pandai berorasi
yang terkait dengan seorang alim ya.
Kecerdasan, pandai berorasi, hafalan
yang kuat ya.
Maka dia ingat itu semua.
Ditanya, "Fama amilta fiha?" Apa yang
kau lakukan dengan nikmat-nikmat yang
aku berikan kepadamu? Qamul
waamu.
Aku menuntut ilmu ya Allah dan aku
mengajarkannya.
Waq fikal Quran dan aku baca Quran
karena engkau ya Allah. Maka Allah
berkata kadabta kau dusta. Wakinnaka
taalamtauq alimun. Tetapi kau dulu
nuntut ilmu supaya dikenal sebagai orang
alim supaya disanjung.
Waqal qurana liqal hua qori. Dan kau
baca Quran supaya dikatakan si qari ahli
qiraah,
ahli Quran bersanad, ahli sanadnya
tinggi untuk dipuji oleh manusia.
Faqil dan tujuanmu tersebut Allah
kabulkan di dunia. Kau disanjung semua
orang kenal loh ini orang alim. Ya.
Tetapi bagaimana nasibnya?
umir bihi ternyata dia untuk ri maka
diperintahkan
di atas wajahnya dengan terhina bukan
disuruh jalan didorong digeret di atas
wajahnya hatta ulqi finar sampai lempar
ke neraka jahanam rasul wasallam
bersabdaamal
mimma wajhalahamah
bihiun
lamar jannah atau lamjid jannah siapa
yang nuntut ilmu ilmu agama. Kalau ilmu
dunia gak apa-apa. Memang kita nuntut
ilmu dunia cari dunia. Itu belajar
fisika untuk jadi ahli ee apa namanya?
Ahli
nukle
antum belajar ilmu dunia untuk jadi
dokter boleh. Memang saya mau cari uang.
Saya ngapain bayar kuliah mahal-mahal?
Memang saya untuk cari uang. Tapi ilmu
beda. Tidak sama dengan ilmu dunia. Ilmu
agama untuk akhirat enggak boleh untuk
dunia. Kau nuntut ilmu untuk akhirat.
Kalau dunia datang kepadamu, silakan
terima. Tapi bukan kau nuntut ilmu untuk
cari apa? Dunia. Apa kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam? Man taalamal
ilma. Siapa yang nuntut ilmu? Mimma
yubtaq bihi wajhullah. Yang seharusnya
nuntut ilmu untuk mencari wajah Allah.
Untuk bisa melihat Allah di hari kiamat
kelak untuk bisa masuk surga kemudian
merasakan kelezatan, memandang wajah
Allah. Yang Nabi berdoa asalukatan
wajhik. Aku berdoa kepada Engkau ya
Allah agar bisa merasakan kelezatan
memandang wajahmu. Itu yang dicari.
Laatau
minun. Ternyata dia nuntut ilmu hanya
untuk mencari secercah dunia. Cari
fulus, cari kesanjungan, cari ketenaran,
cari popularitas, menci pujian. Ini
semua dunia. Dunia macam-macam.
Dunia bisa fulus, bisa dunia bisa
kedudukan, dunia bisa sanjungan. Ini
semua dunia. Dia memang tujuannya untuk
itu. Kata Nabi, "Lam yajid arfal
jannah." Dia tidak akan cium wangi
surga. Ini ancaman keras. Karena wangi
surga bisa dicium dari sekian tahun
perjalanan sebelum sampai surga.
Rasulullah tidak bilang dia tidak mau
surga, tapi Rasulullah tidak akan
mencium wangi surga. Dalam hadis yang
lain,
manalama
ilman
bihi al ulama
bihifahari
wujuh ilaih lam yadil jannah. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Siapa yang
nuntut ilmu supaya bisa dijajarkan
dengan ulama, supaya dia keren jalan
sama ulama, keren, supaya bersanding di
samping ulama, diakui oleh masyarakat,
ulama secara secara manusiawi dihormati
masyarakat. Mereka tidak cari
penghormatan aja dihormati oleh
masyarakat. Tapi beda yang memang
sengaja untuk mencari penghormatan,
nuntut ilmu supaya sejajar ulama atau
untuk mendebati orang-orang bodoh supaya
kelihatan pintarnya. dia debat ini,
debat ini supaya kelihatan dia pintar ya
untuk dipuji
agar orang-orang semua memandangnya
terpesona lihat dia. Maka dia tampil di
YouTube supaya orang semua memalingkan
wajah kepadanya. Niatnya untuk itu ya.
Jadi kalau sudah punya masa banyak
tinggal jualan kan gampang.
Kata Nabi, "Lam yadkulil jannah, dia
tidak bakalan masuk surga." Ini masalah
ilmu agama ini agak repot ya. Kalau ilmu
dunia silakan.
untuk ilmu dia supaya kaya raya ya
silakan. Ilmu agama beda. Ini ilmu
khusus ilmu yang buat orang langsung
dekat dengan Allah tapi niatnya harus
harus benar. Lihat orang ini dia nuntut
ilmu supaya dikatakan alim, dikatakan
qari, dikatakan ahli, ahli fikih, ahli
qiraah, ahli akidah ya ahli ini, ahli
ini, ahli ini, ahli bahasa, ahli balagah
supaya dikenal seperti itu. Untuk
menyaingi yang lain supaya dia nomor
satu, dia terkenal supaya unggul. Maka
masuk neraka di luar. Sebelum pemabuk
masuk neraka di luar. Sebelum pezina
masuk neraka di luar. Alhamdulillah
antum bukan ustaz. Ini buat ustaz-ustaz
saja ngeri ya.
Tib. Yang berikutnya warajulun ini
dermawan. Warajulun wasaallahu alaih.
Seorang yang Allah lapangkan harta
baginya.
Asnafil mali. Allah berikan dia berbagai
macam model harta. Dia punya properti
ada mungkin sawah ladang ada e tanah ada
emas perak ada, duit ada dengan berbagai
macam mata uang kaya raya. Fautiya bihi.
Ini jelas bukan antum ini. Ini orang
lain
mungkin antum ada yang diam-diam gak mau
ketahuan ada yang ikhlas. Ya kalau
begini sudah bunyi ya
bunyi. Lihatlihat mobilnya keren anunya
keren ya. Jamnya keren kelihatan ya.
Tayib. diberikan dengan berbagai macam
harta bihi dihadirkanlah dia pada hari
kiamat keluar
faha Allah ingatkan dia dengan
nikmat-nikmat yang Allah berikan
kepadanya maka dia pun ingat itu semua
hartanya begitu banyak pertanyaan
berikutnya setelah kau mengakui nikmat
dari Allah selalu pertanyaan
berikutnyaalunna
yaumaidin naim kau akan ditanya nikmat
yang kau rasakan dikemanakan nikmat itu
buat apa nikmat tersebut
sampai subhanallah saya dapat baca
khilaf tentang masalah estranjus itu
seperti ee semacam masalah catur. Dahulu
ada permainan yang mirip dengan catur.
Para ulama khilaf hukumnya makruh atau
haram. Di antara sebagian ulama yang
mengatakan hukumnya haram atau makruh,
kenapa permen ini tidak disukai? Mereka
mengatakan karena nikmat tidak digunakan
pada tempatnya. Kecerdasannya untuk
mikirin itu.
Sebatakan demikian. Kenapa? Karena
setiap nikmat akan ditanya. Di antara
nikmat ditanya kecerdasan. Ngapain kau
habiskan pikiranmu untuk duduk
berjam-jam untuk angkat kuda, angkat
benteng berat-berat lagi
ngejar raja
berjam-jam, berhari-hari, berbulan. Ini
maksudnya saya sebutkan pendapat
sebagian apa? Ulama di antara mereka
yang mengharamkan atau memakruhkan
permainan ini karena menggunakan
kenikmatan akal, kecerdasan tidak pada
tempatnya.
Makanya antum yang badannya sehat-sehat,
yang kekar-kekar, yang sispek-sispek,
one pack juga oke.
Badan sehat untuk apa? Nih tanya ini
kamu badanmu kekar ini buat apa? Buat
pakai baju ketat, pamer sama akhwat atau
untuk ibadah? Untuk dekatkan diri kepada
Akan ditanya. Akan ditanya semua nikmat
akan ditanya. Gak ada nikmat yang enggak
ditanya. Tanya dulu benar enggak nikmat?
Iya. Kalau sudah diakui ini nikmat.
Faarofahu niamahu. Benarkah ini nikmat
dariku? Faarofaha. Dia ingat, dia
pertanyaan berikutnya. Wama amilta fiha.
Apa yang kau lakukan dengan harta yang
aku berikan kepada kepadamu? Ya
sama wanita cantik. Kecantikan nikmat.
Buat apa? Ternyata buat untuk buka
aurat, untuk jadi artis, tontonan
manusia. Sejutaan manusia lihat
kemulikan tubuhnya.
Ah, ngeri ngeri.
Maka seorang kalau dapat nikmat dia
harus tahu itu nikmat titipan amanah.
Apalagi kelebihan yang tidak dimiliki
oleh banyak orang. Allah akan tanya ke
kau gunakan untuk apa nikmat tersebut?
Akhirnya orang ini mengatakan minilin
tuhibun fiha.
Ya Allah, tidak ada satu jalan kebaikan
pun yang kau suka aku berinfak di situ,
kecuali aku akan infak. Apun bangun
pondok saya bantu ya Allah. Bangun
masjid saya bantu.
Ada anak yatim saya bantu ya Allah. Ada
janda saya bantu. Janda tua janda muda
saya bantu.
Dakwah saya bantu. Orang minta-minta
saya bantu.
Tetangga perlu keperluan saya bantu.
Semua jalan yang kau suka untuk saya
sedekahkan, saya sedekahkan. Semuanya
karena engkau. Laka karena engkau. Dia
mau bohongin Allah. Memang kalau di
dunia kita bisa bohongin hakim.
Apalagi kita pandai ngomong. Hakim bisa
kita bohongin, bisa kita kibulin,
tinggal datang saksi palsu. Ada
pengacara kita bayar mahal-mahal,
hakimnya pun kita bayar sebelum sidang.
Gampang. Kita bisa bikin tim, membuat
opini di dunia bisa aja bayar semua
media-media bikin opini keluar dalam
satu waktu yang sama serentak semua
masyarakat terbawa opini. Bisa atau
tidak? Bisa dan terjadi.
Terjadi. Tetapi kalau depan Allah
gimana? Enggak bisa. Allah tahu semua.
Yauma tubalarair hari di mana seluruh
rahasia akan terungkap.
Ya.
Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Kadzabta, kau dusta." Wakinaka faalq
hua jawad. Tetapi kau melakukannya
supaya kau dikatakan sang dermawan.
Faqodqil. Dan telah dikatakan
mau bagi R.000 bikin pengumuman dulu.
2.000. Haji fulan ingin bagikan. Orang
ngantri semua. Semua shoting semua. Wah
terkenal Pak Haji bagi Rp2.000.
Saya pernah hajian. Hajian sama
orang-orang kaya. Haji plus. Haji plus
biasanya orang kaya enggak? Biasanya
orang kaya. Keluar kita dari hotel
keluar ada orang Arab datang bagi-bagi
albait terus dia pergi gitu saja. Besok
dia bagi-bagi sajah sajadah. Terus pergi
dia pergi ada tanya, "Ustaz itu enggak
didokumentasi?"
Saya bilang, "Orang sini enggak ada
gitu-gituan. Mereka pergi langsung
pergi. Bukan tradisi. Kita sudah jadi
tradisi. Sedikit-sedikit publish,
sedikit-sedikit publish sehingga yang
melihat pun terikut.
Di sana tradisinya enggak begitu.
Tradisi bagi selesai hilang.
Itu rata-rata. Rata-rata itu. Makanya
ini pentingnya peran ulama. Ketika ulama
para dai
menghidupkan tradisi menyembunyikan amal
saleh, maka audiens akan ikut. Tetapi
ketika
kita juga suka pamer, suka jadi anggap
biasa sama audiens
di sana. Mana ada ulama muncul di
podcast saya dulu begini, saya begini,
saya begini, saya bantu sana saya, mana
ada.
Karena mereka tradisi mereka
menyembunyikan amal saleh. Itu harus
kita itu contoh yang baik. Contoh yang
baik agar kita selamat di akhirat kelak.
Orangorang Indonesia itu heran, "Pak
jemaji loh, Ustaz enggak didokumentasi
enggak ada di sini. Dokumentasi enggak
ada ya. Ya sudah bagi selesai. Selesai.
Saya punya kawan beli AC.
Beli AC. Terus ee ada orang Arab samping
dia ngelihat
dia tunjuk sini, Pak. Dia tawar-tawar
dengan penjual teman saya sendiri. Tawar
tawar tawar tawar. Terus ya udah udah
udah gini ya. Ya udah lagi gini. Terus
dia lihat yang lain dia balik. Sudah
dibayar Pak. Subhanallah. Sudah
dibayarin orang.
orangnya dia enggak kenal dan orang ini
juga tidak kenal dia. Ya, cuma dia tahu
teman saya penampilannya seperti
penuntut ilmu. Sudah bantu langsung
pergi enggak tinggalin nomor telepon
hubungi saya.
Kalau kita mungkin dicari siapa orangnya
untuk konten ya konten cari duit ada
konten seperti ini malah orangnya
akhirnya terpublish. Kasihan hatinya.
Kasihan apa hatinya?
Maka Allah mengatakan, "Kau dusta, kau
sumbang sana sini bukan karena aku."
Walakin liuqal hua jawad. Tapi dikatakan
kau seorang dermawan dan sudah terkenal
seorang yang dermawan.
Tumma umir bihi. Maka diperintahkan
untuk digeret fasuhiba ala wajhi.
Kemudian digeret sewa wajahnya. Tma
ulqiya finar. Kemudian dilemparkan dalam
neraka jahanam.
Tib hadis berikutnya
an ibni umar radhiallahu anhuma anasan
lahu inna nadkulu alanina fanaqu lahum
bikilafi natakallamu khajna minihim.
Ada yang sekelompok orang berkata kepada
Ibnu Umar. Ibnu Umar sahabat radhiallahu
anhuma. Abdullah bin Umar anaknya Umar
bin Khattab. Maka disebut Ibnu Umar
namanya Abdullah.
Orang tanya sama dia, orang alim di
kalangan para sahabat, kami masuk ke
penguasa, lalu kami berbicara kepada
penguasa dengan pembicaraan yang berbeda
kalau kami tidak di hadapan mereka.
Bagaimana hukum seperti ini? Kalau depan
pengasa, "Oh, masyaallah, oh masyaallah
di belakang." Wah, kurang ajar itu.
Belakang, depan bermanis-manis muka, di
belakang ngumpat-ngumpat.
Ini maksudnya apa yang diucapkan di
depan tidak sama dengan di belakang
dibicarakan. Ini ada beberapa bentuk. di
antara bentuk di depan penguasa
muji-muji menjilat-jilat di belakang
gibah-gibahin dia ngumpat-ngumpat. Ini
contoh yaitu di depan beda dengan di
belakang.
Atau di antaranya di depan penguasa, di
depan misalnya ee misalnya sekretaris
desa atau sekda atau sekretaris daerah
ngomong sama bupati obatannya gimana.
Kondisi aman aman aman semua normal aman
dan terkendali. Padahal sana kelaparan,
padahal sini ngamuk. Tapi dia tidak
menyampaikan hakikatnya. Padahal dia
tahu di luar berbeda. Ini juga tidak
boleh. Tidak boleh. Ini khianat kepada
masyarakat
dalam rangka untuk mencari hati
penguasa. Kalau penguasa tahu kenapa
belum beres, dia takut dimarah. Akhirnya
dia, "Ah, aman, aman, tenteramu, aman."
Disembunyikan masalah yang terjadi.
Bagaimana hukum seperti ini? Apa kata
Ibnu Umar? Kunna naudu h nifaqan ala
ahdi rasulillah sallallahu alaihi
wasallam. Dalam hadis riwayat Bukhari,
kami memandang perbuatan seperti ini
adalah perbuatan kemunafikan ketika di
zaman Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Ini dikenal juga dengan dzul
wajhain ya. Dul wajhain yang memiliki
dua wajah ya.
Yaltaqi biulwajin wulai biwajin. Ketemu
dengan kelompok ini wajahnya beda,
kelompok sana beda. Dan orang yang punya
dua wajah lisanain minanar dia akan
punya dua lidah dari api neraka karena
dia begini beda begitu beda. Dan
dikatakan munafik karena tidak sesuai
dengan isi hatinya.
Di antaranya karena ingin dipuji oleh
penguasa. Mungkin karena itu dimasukkan
dalam bab ri ini seseorang cari muka di
hadapan penguasa supaya dipuji oleh apa?
Penguasa sehingga dia menutup-nutupi
hakikat yang ada di hatinya. Maka ini
tentu tidak boleh dan ini bentuk kalau
dia menyembunyikan masalah problematika
masyarakat maka dia berkhianat kepada
masya masyarakat. Ya, ini tidak boleh
tentunya adalah bagian dari kemunafikan.
Hadis berikutnya.
Wa anan Jundub bin Abdillah bin Sufyan
radhiallahu anhu qala dari Jundub bin
Abdillah bin Sufyan radhiallahu anhu
semoga Allah meridainya beliau berkata q
Nabi sallallahu alaihi wasallam rasul
sahu alaihi wasallam bersabda man samma
samma Allahu bih waman yuri yuroillahu
bih muttafaqun alaihi hadis riwayat
Bukhari dan Muslim siapa yang sama
memperdengarkan, menceritakan amal
salehnya maka Allah akan
memperdengarkannya dan siapa yang riya
yurai maka Allah akan meriakkannya. nya
ada dua penyakit pembatal ikhlas.
Satu namanya Ra, satu namanya Sumah'ah.
Ya. Jadi Mbak Ria ini punya saudara Mbak
Sumah.
Sumah kalau RI memperlihatkan amal
saleh, mempublish secara visual
agar dipuji oleh orang, agar mengambil
hati orang lain, agar dianggap oleh
orang lain. Kalau semua cerita, "Saya
dulu begini, saya begini, saya begini."
Dengan tujuan agar dihargai orang.
Saya yang telah bantu kakak, saya yang
telah bantu adik saya, saya telah bantu
orang tua saya, saya yang telah
membangun masjid itu, saya yang telah
ini, saya yang telah itu. Agar dihormati
orang. Ini namanya suma dengan cerita.
Kalau dengan untuk dilihat ya tinggal
di-shooting, kemudian dibuat video,
kemudian dipublish namanya. Dengan niat
untuk dipuji orang, amal saleh, dengan
niat dipuji orang maka itu adalah ria.
Adapun kalau diceritakan agar dipuji
namanya sumah'ah.
Apa kata Nawawi rahimahullahu taala?
Allah akan bongkar suatu hari bahwasanya
hakikatnya dialah orang yang ri ya
samma Allahu bih. Adapun dia sumah maka
maknanya fadahahu yaumalqiamah.
Allah akan membongkar aibnya ketika di
hari kiamat kelak.
Ya.
Jadi, man roa eh roallahu bih sariratahu
alusil khq maka Allah akan bongkar
rahasianya di depan ee masyarakat TB.
Ini
hadis tentang ada beberapa penafsiran di
kalangan para ulama. Ibnu Hajar kalau
tidak salah dalam Fathul Bari
menyebutkan delapan tafsir ya tentang
hadis ini. Banyak tafsir juga yang lain.
Di antaranya man samma samma allahu bih.
Siapa yang sumah cerita-cerita amal
salehnya agar dipuji samma allahu bihi
maka dia dapatkan Allah akan buat dia
terkenal. Ini di antara tafsir seperti
tadi, faqodqil ketika dia ingin berjihad
supaya dikatakan jagoan, dikabulkan
enggak ada oleh-oleh di dunia?
Dikabulkan tapi di akhirat enggak dapat
apa-apa.
Siapa yang ingin kesenangan duniawi
disegerakan di antaranya ingin dipuji
dengan amal saleh, ingin dapat
kesenangan duniawi, kami berikan dengan
segera bagi kami kehendaki. Kemudian
kami jadikan neraka jahanam sebagai
tempatnya ya
dan dia akan dilempar dalam neraka
jahanam dengan penuh terhina. Ya, waman
aral akirata wasalaha wahua mukmin
mukmin. Adapun siapa yang ingin cari
akhirat dan dia berusaha dalam kondisi
beriman, maka itulah yang masuk surga.
Itulah yang usahanya akan dibalas baik
oleh Allah subhanahu wa taala. Jadi,
siapa yang ingin duniawi, ingin ri
dapat. Contohnya adalah Hatim Athai.
Hatim Atha orang mungkin paling dermawan
di kalangan orang-orang yang diceritakan
dalam kisah orang-orang Arab.
Orang-orang Arab jahiliyah dulu sangat
dermawan. Di antara tokoh-tokoh yang
dermawan ada Hatim Atha'i, ada Abdullah
bin Jud'an, ada ee Amr bin Al-Khuza'i.
Ini tokoh-tokoh dermawan semua. Di
antaranya Hatim Atha'i. Berapa menit
lagi, Azan?
Hatim Athai yang tinggal di Jabal Tha
yang sekarang tempatnya namanya Hail.
Kalau antum ke Hail, saya sudah pernah
ke sana, antum dapati penduduknya
dermawan sampai mereka buka apa
angkringan di depan rumah mereka. Antum
bisa datang minum kopi, ada yang bikin
kopi dan ada kurma-korma kadang mereka
siapkan kue-kue ya. Dan itu banyak yang
begitu. Di situ ada begitu, sini ada
begini, sini ada begitu. Banyak. Padahal
mereka bukan orang kaya. Beda dengan
mungkin penduduk kota Riyad yang
kaya-kaya, penduduk Qasim mungkin
kaya-kaya. Penduduk hail bukan orang
kaya. Tetapi kebiasaan mereka kalau ada
orang datang mereka buka di depan rumah
mereka setiap orang bisa datang. Datang
aja tinggal datang kemudian minum kopi
ada kurma pilihan-pilihan itu. Karena
saya sudah coba saya ke sini makan kurma
minum saya ke sini makan minum saya ke
sini sampai saya keluar sore saya lima
tempat saya makan ganti-ganti.
Subhanallah. Lima tempat. Dan itu
kebiasaan mereka dan mereka banggakan
dulu nenek moyang kami Hatim Atha
terkenal. Cuma masalahnya dia dulu ri.
Hatim Athaib punya anak namanya Adi bin
Hatim masuk Islam dan dia adalah sahabat
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka
dia tanya tentang nasib bapaknya. Dia
mengatakan, "Ya Rasulullah, ayah saya
dahulu yutimut thaam memberi makanan
dulu, mengambung silaturahmi dulu,
menjamu tamu, dulu begini begini begini
begini." Apa kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam? Kana abuka ar amron faasobahu.
Ayahmu dulu waktu melakukan itu semua
ingin dipuji dan dia dapatkan sampai
sekarang masih dipuji. Hatim at Thaib.
Jadi kalau seorang beramal untuk dipuji
terkadang dia dapat terkadang enggak dia
dapatkan. Karena Allah berfirman,
"Ajjalna lahu fiha man nasya ma nasyau
liman nid." kami berikan kepada siapa
yang kami kehendaki. Ada orang ingin
terkenal, terkadang terkenal, terkadang
tidak terkenal.
Ya, kalau dia pengin terkenal berarti
pengin duniawi. Terkadang Allah berikan.
Contohnya Hatim Athai'i ketika anaknya
bertanya, "Ayahku dulu begini sangat
baik." Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Kana abuka ar amron
faasobahu." Ayahmu dulu pengin
ketenaran, popularitas dan dia
mendapatkannya. Artinya dia tidak
mendapatkan ee di akhirat. Maka ini
maksud dari man samma sama Allahuhi.
Siapa yang ingin disebut-sebut Allah
akan penuhi keinginannya. Waman
yurillahu bih. Siapa yang ri pun
demikian Allah akan menjadikan dia
terkenal. Ini tafsiran pertama sebagai
hukuman dia hanya mendapatkan pahala
duniawi. Adapun akhirat kosong sama
sekali. Ya. Ya.
Manana yudil hayat dunya wazinataha
nuwafi ilaihim
nuwafi ilaihi aalahum fiha wahum fiha la
yubkun.
Ulaikalladina laisa lahum fil akiratiar
w mau fiha wtilum mau ymalun. Kata
Allah, "Barang siapa yang ingin mencari
ee dunia dan perhiasannya,
ya, maka kami berikan tanpa kami
kurangi." Tetapi di akhirat semua
amalnya buyar, tidak ada nilainya sama
sekali. Seperti orang-orang ini. Jadi
mereka di dunia beraramal saleh, mencari
duniawi. Di antara dunia adalah
popularitas.
Di antara dunia adalah ingin nomor
satukan. Di antara dunia ingin tidak
tersaingi
dunia. Ya, makanya Allah berfirman,
"Tilkadarul akhiratu naj'aluha lilladina
la yuriduna uluwan fil ardhi wala
fasada." Sesungguhnya surga itu kami
berikan kepada orang yang tidak pengin
unggul, yaitu dia pengin nomor satu aja.
Dia pengin tidak ada yang menyainginya.
Ya, ingin ingin dinomor satukan. Ingin
diunggulkan, ri ini duniawi semua. Dunia
bukan hanya fulus ya. Maka kata Allah,
"Kami berikan di dunia tapi di akhirat
enggak dapat apa-apa." Ini di antara
tafsir man sama Allahu bih. Siapa yang
cerita-cerita supaya dia terkenal, Allah
berikan ketenaran. Tapi tidak semua
mendapatkannya. Ada yang terkenal, ada
yang enggak. Tafsiran kedua disebut oleh
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, yaitu
Allah akan permainkan dia di akhirat.
Jadi orang yang ria, orang yang sumah
pada hari kiamat kelak Allah akan
hadirkan pahalanya. Dia lihat pahala
hajinya, dia lihat pahala jihadnya, dia
lihat pahala sedekahnya, dia pahala
palal yang dilakukan. Ketika dia sudah
gembira, tiba-tiba Allah jadikan debu
yang berterbangan. Allah permainkan dia
karena selama ini dia menipu menipu
orang-orang.
Ya, kata Allah kalladzias
wahi walumil akiru
alaihi.
Orang yang berinfak karena ri
perumpamanya seperti apa?
seperti
ee ada adau
yang licin atasnya ada tanah yang
menyangka ini tanah subur ditanam apa
saja akan tumbuh. Mereka tidak tahu
ternyata di balik tanah itu ada debu ada
batu yang keras yang licin. Tiba-tiba
ada hujan mengenai tanah tersebut
tersingkaplah hakikatnya. Maka tanda
tersebut ternyata buyar, tidak bisa
ditanami. Ternyata di dalamnya ada batu
yang li licin. Seperti itulah orang yang
riak, orang yang lihat masyaallah orang
saleh, orang baik itu di mata di dunia
orang puji-puji. Di akhirat hancur dan
di akhirat pun demikian. Dia melihat
pahalanya dihadirkan, dia sudah senang,
tiba-tiba Allahkan.
Tarakahu sholda ya faasobahu wabilun
farakahu ditimpa dengan hujan yang
deras. Maka tanah semua tersebut hancur,
hilang tinggal batu yang keras.
apa-apa.
Jadi bahaya seorang kalau mau ri dia
ingat jangan sampai dia ri.
Dan saya sampaikan bahwasanya setiap
kita ada signal
yang memberi peringatan kepada kita ini
ri kita kalau bermaksiat
degdegan enggak? Kayak enggak pernah
maksiat aja. Kalau maksiat degdegan
enggak? Degdegan. Kalau mau chattingan
sama istri orang ada istri degdegan
enggak? Degdekan. Jadi, jadi ada signal
ini bukan pengalaman pribadi, cuma
cerita aja
pengalaman bersama kali ya. Tapi intinya
jadi intinya kita maksiat mau apa, mau
nonton yang enggak benar, mau terima
sogokan, mau nipu orang, pasti kalau
kita masih normal deg-degan. Itu namanya
nafsul lawwamah. La uqsimu biumilqiamah
wqsimu bfsil lawamah. Kata Allah, "Aku
bersumpah dengan hari kiamat dan aku
bersumpah dengan jiwa
maksiat.
gelisah dibuat gelisah. Kalau kita
tangkap signal tersebut kita sensitif
maka kita berhenti.
Lakukan lakukan. Pertama degdegan
maksiat kedua degdegan maksiat degdegan.
Ketujuh sudah mulai hilang. Ke-10 enggak
ada degdegan sama sekali ke-11 kalau
enggak maksiat malah deg-degan.
Signal sudah hilang. Nah, demikian juga
kalau kita riak kita harus sensitif.
Kita mau cerita nih, "Eh, saya kemarin
ih tiba-tiba riak tuh." Eh, kenapa?
Enggak, enggak, enggak. Berhenti. Jangan
lanjutkan.
Eh, saya kemarin waktu di di mana?
Enggak enggak enggak. Mau bilang di
Madinah, di Makkah, enggak jadi deh.
Nanti ketahuan waktu di pasar belian.
Kalau sudah signal jangan dilanjutin.
Itu berarti sensitivitas kita masih ada.
Tapi kalau kita cuek aja, lama-lama kita
riak dan kita merasa tidak ria. Itu yang
bahaya. Salaf dahulu mereka sangat takut
dengan riak. Mereka tidak pernah
spekulasi. Maka mereka terkenal
menyembunyikan amal saleh mereka.
Padahal mereka lebih bertakwa atau kita
yang bertakwa? Ya, para salaf bertakwa.
Tidak ada
zuhurat dunia luar biasa. Tidak ada
keinginan dunia tapi mereka takut riak.
Kita ibadah ngacau masih enggak takut
riak. Santai pamer semua amal kita.
Takut. Lisanul hal mengatakan demikian.
Maka seorang hati-hati ya. Jangan sampai
dia
terbiasa. Jadi kalau signal sudah bunyi
berhenti, jangan lanjut. Dan itu kadang
dia bunyi, kadang bunyinya telat. Ih
tadi kenapa saya ceritain astagfirullah
ya kita istigfar karena kita terbawa
terpanjang ak kita cerita amal saleh
kita. Kita ingat belakangan gak apa-apa
kita istigfar. Hadis terakhir nabi
radhiallahu anhu q Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam manama mimubah. Pada
tafsiran ketiga, Syekh Utsimin sebutkan
hadis tadi. Siapa samma sama Allahu bih,
siapa yang melakukan amal karena rimah,
Allah akan bongkar suatu hari, akan
ketahuan suatu hari di dunia sebelum di
akhirat akan terlihat ternyata dia
begini. Orang yang sadar akan, "Oh, ini
ri seperti ini." Tadinya saya pikir dia
ikhlas, ternyata ujung-ujungnya
kelihatan.
Kata sebagian salaf, "Man thabal hadis
lighirillah mukiro bihi." Siapa yang
menuntut ilmu hadis, mencari hadis Nabi
sallallahu alaihi wasallam bukan karena
Allah, Allah akan bikin makar kepadanya.
Itu satu suatu saat akan terbongkar
akan bikin makar kepadanya.
A radhiallahu anhu dari Abuah Rasulullah
was
ilmu akhirat wajah Allahun
ternyata dia nuntut ilmu untuk mencari
dunia.
maka dia tidak akan mencium aroma surga
pada hari kiamat kelak. Ini bahaya
nuntut ilmu satu ibadah yang sangat
agung. Maka jangan dicari untuk duniawi.
Kemudian kata nawi rahimahullah, wal
ahaditu fil babi katiratun masyurah. Bab
hadis tentang hal ini larangan ri sangat
banyak dan sudah dikenal. Wallahu taala.
Insyaallah kita lanjutkan pada bab
berikutnya. Bab yang indah kata annawawi
babu ma yutawahamu annahu riya waaisa
hua riya.
Bab tentang perkara-perkara yang
dianggap riak ternyata bukan ri. Tapi
kita lanjutkan nanti ya. Kalau lanjutkan
sekarang nanti subuh ya. Tib sampai sini
saja ya. Insyaallah kita lanjutkan
pada pertemuan berikutnya.
Wallahu taala bab. Kurang lebih saya
mohon maaf. Wabillah taufik hidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Resume
Read
file updated 2026-02-16 11:23:49 UTC
Categories
Manage