Transcript
tBc9w4sc9_g • Meredam Amarah & Memaafkan - Hadist-Hadist Perbaikan Hati #3 - Ust Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2460_tBc9w4sc9_g.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu
ala taufqih asadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman
wa asadu anna muhammadan abduhu waasuluh
ridwan allahumma shli alaihi waa alihi
wa ashabihi wa ikhwani. Eh, kita akan
masuk pada bab 59. Saya pilihkan bab-bab
yang belakang ini merupakan praktik dari
hati yang bersih ya. Di awal-awal adalah
mukadimah tentang sifat-sifat hati. Tapi
kita langsung aja sesekali kita selingi
dengan praktik hati yang bersih adalah
hati yang mudah untuk memaafkan dan
mudah untuk meredam amarah ya. Di sini
ada ee pembahasan
kazmul ghaid ya.
Kazmul ghaid
wal afwan aninas.
Kadam maksudnya menahan ya. menahan
ee alghis maksudnya amarah yang
memuncak. Amarah di puncak ya
seperti kalau ada apa namanya air sudah
mau keluar kemudian kita tutup sehingga
dia tidak tidak meluber ya namanya gid
puncak. Jadi amarah sudah di puncak
tinggal kita lampiaskan tapi kita ikat
kita redam kita tahan amarah tersebut.
Wal afwanwaninas memaafkan
orang lain. Ya, annas maksudnya orang
lain. Kapan kita maafkan orang tersebut?
Maksudnya ketika dia menzalimi kita.
Ketika dia bersalah
atau menzalimi kita.
Ee dan ini ee dan ini ee apa yang
pertama kul ghais amarah di puncak
padahal mampu untuk ee melampiaskan.
Padahal mampu untuk melampiaskan
dan ternyata ini adalah ibadah yang
sangat agung. Ya, ibadah ini adalah
ibadah yang sangat agung. Akan kita
disebut oleh Syekh Abdur Razzaq
dalil-dalilnya bahwasanya ibadah ini
adalah ibadah yang sangat agung
yang mengajarkan kepada kita bahwasanya
ibadah itu bukan hanya sekedar baca
Quran, salat malam ya, tapi ibadah
mengontrol hati itu juga luar biasa. Dan
ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang
hatinya bersih yang mengharapkan
ganjaran dari Allah Subhanahu wa taala.
Karena kalau dia punya ego, dia enggak
akan bisa melakukan ini. Makanya
nilainya besar di sisi Allah Subhanahu
wa taala. Kalau ada ego ya maka enggak
bakalan bisa. Ya, ini ee tanda hati yang
bersih
yang hanya mencarai keridaan Allah.
Ya, yang mencari keridaan Allah.
Ya, kalau ada ego tidak akan bisa.
Tib. Kemudian ee
Syekh Abdur Razzaq hafidahullah
membawakan beberapa dalil ya. Saya
bacakan dulu. An Abi Hur radhiallahu
anhu rasulah alaihi wasallam q maqatq
min bahwasanya sedekah tidak akan
mengurangi harta.
Wadallahu abdan bin. Izan. Ini jadi
perhatian kita. Allah tidak menambah
seorang hamba yang memaafkan kecuali dia
semakin mulia.
W tawadillah illa rafaahullah. Tidak
seorang pun tawadu karena Allah, bukan
karena penceraan
kecuali Allah akan mengangkatnya. Di
sini hadis riwayat Muslim sini yang
menjadi poin kita. Wada abdun binain
illa izzan. Jadi Nabi Nabi bersabda,
"Tidaklah seorang hamba dengan sikapnya
memaafkan kecuali Allah akan semakin
menambah ke muliaannya."
Hadis berikutnya Sahal bin Muad bin Sa
bin Muad bin Anas Aljuhani an abihi Nabi
sallallahu alaihi wasallam manidan
perhatikan manidan
siapa yang meredam amarah padahal dia
mampu untuk melampiaskannya daahullahu
yaumalqiamah Allah akan menyerunya pada
hari kiamat kelil di depan semua orang
Allah akan buat dia tenar Allah akan
buat dia tersohora hatta yukirohu ayil
sampai Allah suruh dia memilih bida dari
mana yang dia sukai Ya. Maka ee
ini menunjukkan tentang agungnya ya ee
seseorang ketika dia maafkan, dia
mendapatkan
ee duniawi dan ukhrawi. Jadi perhatian
sini
mendapatkan
keuntungan
duniawi,
duniawi, dan ukhrawi.
Tib. duniawi tadi apa? Ditambah semakin
mulia. Kalau dia maafkan dia semakin
mulia di di di mata masyarakat, di
hadapan masyarakat,
di hadapan musuhnya, musuhnya bahkan
kemudian di ukhrawi, di akhirat apa?
Dapat bidadari. Pilih bidadari yang dia
suka. Ini jika laki-laki yang apa?
Memaafkan. Perempuan tentunya wanita
tentunya akan mendapatkan pahala yang
setimpal dengan pahala yang mulia lain.
Pilih bidadari.
yang dia suka.
Tib ini secara umum. Artinya seorang
maafkan itu dia akan dapatkan duniawi
dan akhrawi. Sekarang kita akan bahas
dalil-dalil tentang keutamaan dalam
Al-Qur'an ya agar kita sadar bahwasanya
tentaranya maafkan ini pahalanya sangat
besar. Baik, kita bahas ini sudah ya
sudah Win.
Ee
kita berikutnya keutamaan
keutamaan memaafkan.
Syekh Abdur Razzaq hafidahullah
menyebutkan beberapa dalil.
pertama ee seorang kalau maafkan
dia termasuk muhsin
termasuk derajat
al-muhsin
yaitu orang-orang berbuat ihsan.
Orang-orang yang mencapai derajat ihsan.
Dan kita tahu bahwasanya derajat ihsan
adalah derajat yang paling tinggi di
atas keimanan. Ketika dalam hadis Jibril
Rasul sahu alaihi wasallam berkata,
"Faakhbirni anil Islam." Kabarkan kepada
tentang Islam. Maka Rasulullah menjawab
tentang amalan zahir itu rukun Islam.
Syahadatain, salat, zakat, puasa, ee
haji ya.
Ee kemudian
eh malaikat J bertanya tentang iman.
Kemudian Rasulullah jawab dengan rukun
iman yang enam.
Kemudian Jibril alaihiam bertanya lagi,
lebih tinggi lagi. Maka eh Nabi berkata,
"Kau berdoa seakan-akan melihat Allah
dan kau tidak bisa melihat, maka
yakinilah Allah pasti melihatmu." Jadi
orang yang melakukan pemaafan berarti
dia telah mencapai derajat ihsan. Karena
dia lagi melawan egonya dan dia berbuat
baik sama orang yang menzaliminya. Ini
tidak mudah. Ini berat sekali. Ini berat
sekali. Makanya ee
dia telah mencapai derajat lisan. Kata
Allah Subhanahu wa taala surat Al-Maidah
13.
Kata Allah, "Fau'fu anhum."
Fa'fu anhum wasfah.
Fafu itu maksudnya maafkan.
Maafkan. Fasfah maksudnya berlapang
dada.
Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala
ee
innallaha yuhibbul muhsinin. Innallaha
yuhibbul muhsinin.
Sungguhnya Allah mencintai orang-orang
berbuat ihsan. Jadi ini dalil bahwasanya
orang yang berlapang dada dia termasuk
derajat muhsinin.
Yang kedua ee kita ambil juga berarti
dia dicintai oleh Allah.
Salah satu agar kita dicintai oleh Allah
adalah kita memaafkan orang lain.
Dalilnya tadi innallaha yuhibbul
muhsinin. Sesungguhnya Allah mencintai
orang berbuat ihsan.
Sesungguhnya
Allah mencintai
orang-orang yang berbuat ihsan. Yang
ihsan. Nah, di antara orang ihsan adalah
orang yang memaafkan. Maka di antara
sebab kita mudah dicintai Allah adalah
kita memaafkan. Faufuhum wasfah
innallaha yuhibbul muhsinin.
Subhanallah.
Berat tapi ya jengkel sama orang kita
zalimi. Dikata-katain dijatuhkan,
dikhianati kita maafin itu berat. Berat
sekali. Tapi kita mau dicintai Allah
enggak? Kalau mau maafin
yang berikutnya Syekh Abdul Razak
sebutkan
wahua babunimun min abwabil rahmah.
walfran ini adalah pintu besar untuk
meraih untuk meraih ee ampunan Allah dan
kasih sayang Allah.
Meraih
ampunan Allah
dan kasih sayangnya.
Sebagaimana disebutkan dalam surat ee
attagabun Allah berfirman, "Wain ta'fu
watasfahu watagfiru fainnallah gfurur
rahim.
wain tafu ya
kalau kalian memaafkan
watasfahu
watagfiru
fainnallaha
gfurur rahim
ini ayat terkait dengan keluarga dalam
surat atagabun 14.
Jadi Allah berfirman, kita bacakan.
Ya ayyuhalladzina amanu
inna min azwajikum.
Ya ayyuhadina amanu in min azwajikum
auladikum aduwakumaruhum.
Jadi Allah berfirman, "Wahai orang
beriman, sesungguhnya di antara istri
kalian dan anak kalian ada musuh bagi
kalian." Maksudnya musuh apa? Anak istri
ini menghalangi kita untuk melakukan
ketaatan atau anak istri ini mengajak
kita untuk bermaksiat. Misalnya anak
istri ngajak kita nonton bioskop, anak
istri ngajak kita nonton sinetron
misalnya atau anak istri anak istri kita
melarang kita untuk berbuat kebaikan.
Mau sedekah dilarang-larang. Ini terkait
suami terhadap istriist istri dan
anaknya. Jadi musuh kata Allah. Tetapi
ketika Allah menyebut anak istri musuh,
bukan berarti Allah Subhanahu wa taala
menyuruh kita membalas permusuhan anak
dan istri, tapi ternyata Allah suruh
memaafkan. Ini disebut dengan ikhtiras
dalam dalam apa namanya? Dalam istilah
ee tafsir namanya ikhtiras.
Ikhtiras itu untuk
menghilangkan
ee persangkaan yang persangkaan yang
salah.
Kenapa? Karena sebelumnya ayat Allah
berfirman, perhatikan ibu-ibu ayat surat
ayat 14 Allah berfirman, "Ya
ayyuhalladzina amanu in azwajikumadikum
adakum." Sesungguhnya di antara istri
kalian dan anak kalian ada yang musuh.
Namanya musuh kan kita disuruh ngelawan.
Jadi orang kalau Allah cuma stop sampai
di situ disangka kita disuruh melawan,
menghukum. Ternyata tidak. Setelah itu
Allah berfirman, "Wain tafu
watasfahuagfiru." Tapi kalau kalian
memaafkan, berlapang dada dan
mengampuni,
fainnallah gfurur rahim. Kalian akan
mendapatkan rahmat Allah dan ampunan
Allah. Subhanallah.
Memaafkan istri pahalanya besar. Maafkan
anak pahalanya besar. Meskipun anak
istri cari gara. Sama ibu-ibu maafkan
seorang suami pahalanya besar ya. Ee dan
dapat ampunan dan rahmat Allah Subhanahu
wa taala.
Dan ini sama juga dalam surat Annur
ee saya carikan
dalam surat An-Nur ayat 22 ya. Ibu boleh
lihat Quran surah ayat 24.
E saya bacakan ayatnya 22
surah 24 22 ya. Waliul fadli minkum
wasatiu
ulil qurba wal masakin wal muhajirin
fibilillah walyafu walasfahu ala
tuhibbunaagfirallahu lakum. Kata Allah
hendaknya, "Janganlah orang yang punyai
kelebihan dan kelapangan di antara
kalian bersumpah, mereka tidak akan beri
bantuan kepada kaum kerabatnya,
orang-orang miskin dan orang-orang yang
berhijrah pada jalan Allah. Dan
hendaknya mereka maafkan dan berlapang
dada. Apa kamu tidak ingin Allah
mengampunimu?" Ya, jadi ee
bahwasanya ini menunjukkan memaafkan itu
pintu ampunan
dari Allah.
Ayat ini kisahnya bagaimana? Kisahnya
ada seorang sahabat namanya Mistah.
Mistah ini adalah kerabatnya Abu Bakar
Assiddiq. Kerabat jauh ya. Dinya
kerabat. Dan Abu Bakar biasa memberi
nafkah kepada Mistah. Dikasih uang
bulanan gampangannya kalau bahasa kita.
Ternyata ketika orang-orang munafik
menuduh Aisyah berzina dengan Safan bin
Muatthal Asulami radhiallahu anhuma
dalam suatu peristiwa namanya haditatul
Ifiq. Peristiwa al-Ifq. Peristiwa
kedustaan.
Di situ Aisyah dituduh berzina dan
akhirnya orang-orang munafik menyebarkan
berita tersebut, hoaks tersebut sampai
akhirnya sebagian orang Islam
terprovokasi ikut-ikutan. Tiga orang
Islam yang terikut-ikutan. Pertama
Mistah, kemudian Hasan bin Tsabit,
kemudian Hamnah bin Jahsy. Tiga orang
ini mereka di antara yang ikut-ikutan
mur Aisyah berzina adalah Mistah.
Padahal dia kerabatnya Abu Bakar.
Seharusnya dia radhiallahu anhu dia
sahabat mulia tapi dia kebawa. Harusnya
dia membela Aisyah. Apalagi Aisyah ini
kerabat dia. Apalagi Abu Bakar sering
berikan nafkah kepada dia.
Malah dia menuduh Aisyah berzina
radhiallahu anha. Akhirnya
Allah turunkan ayat bela Aisyah. Di situ
Abu Bakar jengkel. Wajarlah ini anak ini
orang sering sering bantu kasih bulanan
tiap bulan gampangannya. Tahu-tahu dia
bukannya bela ke saya bukan beda harga
diri keluarga saya dia malah
menjatuhkan. Maka Abu Bakar bersumpah
saya tidak akan maafkan dia. Ini
maksudnya ini berkhianat kalau pandangan
kita. Maksudnya sudah dibantu malah
menyerang, ikut-ikutan menjatuhkan. Maka
Allah tegur, subhanallah. Allah turunkan
ayat ini. Walyafu walasfahu. Hendaknya
mereka memaafkan dan berlapang dada. Ala
tuhibbuna yagfirallahu lakum. Tidak
kalian ingin diampuni?
Ini pintu sangat penting, Ibu-ibu.
Karena kita ini banyak dosa. Banyak dosa
kita
yang mungkin belum diampuni.
Belum diampuni Allah.
Mungkin kita enggak tahu kenapa belum
diampuni Allah. Kenapa? Mungkin kita
tidak istigfar. Mungkin kita enggak
istigfar. Mungkin kita tidak merasa
berdosa saking seringnya kita lakukan.
Atau kita sudah beristigfar tapi kurang
berkualitas istigfar kita. Sehingga
akhirnya Allah punya cara agar kita
diampuni oleh Allah. Caranya dengan ada
orang zalimi kita terus kita maafkan
dia, maka Allah maafin kita.
Orang zalimi kita, kita maafin dia.
Kemudian dia maafin kita. Ee apa? Dia
dialimi kita, kita maafin dia. Ketika
kita maafin dia, maka Allah akan maafin
maafin kita. Ini cara Allah. Allah yang
lebih tahu. Allah yang lebih lebih tahu.
Bab ini di antara keutamaan berikutnya.
Di antara keutamaan ee memaafkan
babun wahua babun linaili adimil ujuri
wa jazilwab. Meraih pahala yang
terbesar. Meraih pahala sangat besar.
Allah sebutkan dalam surah Asyura ayat
40. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Faman afa wa aslaha
faajru alallah.
Ini dalam Quran surah As-yura
ayat 40.
Allah berfirman, "Faman afa, siapa yang
maafkan wa aslahat buatbuatbaikan,
melakukan perbaikan faajruhu alallah,
maka pahalanya ditanggung Allah. Ini ini
cara uslub Allah untuk mengatakan
pahalanya besar. Allah mengatakan faajru
allallah pahalanya di sisi Allah
subhanahu wa taala. Berarti pahalanya
sangat besar. Apalagi kita ketahui
bahwasanya memaafkan itu include di
dalamnya ada sabar ya.
Ya memaafkan itu sabar plus
sudah include di dalamnya.
Sabar.
Dan sabar itu pahalanya tanpa batas.
Allah berfirman,
"Innama yobiruna ajrahum."
Dalam surat Azzumar bighir hisab azzumar
ayat
Quran surah Az-Zumar
ayat 10.
Ayat 10.
Ya Allah mengatakan sungguhnya
orang-orang bersabar itu pahalanya tanpa
batas. Nah, orang yang maafkan dia sudah
pasti sabar. Jadi dia berajat lebih
tinggi daripada sekedar bersabar. Jadi
maafkan tu derajat yang lebih tinggi
sekedar bersabar. Dia sudah bersabar
kemudian maafkan lagi sehingga pahalanya
pasti besar. Kalau sabar aja pahalanya
besar apalagi memaafkan. Ada orang sabar
tapi dia enggak maafin. Sabar deh gua
sabar deh. Tapi dia enggak maafin. Ada
yang kalau dia memaafkan sudah pasti dia
bersabar.
Dan kalau sabar pahalanya sangat besar.
Innama yirun ajal hisab. Seorang
bersabar pahalanya tanpa hisab. Apalagi
kalau memaafkan. Jadi sabar plus. Sabar
plus bab. Ini di antara ee
keutamaan sabar. Yang berikutnya,
yang kelima
adalah wahua babun rofi lil fauzi bil
jinan. Dia adalah pintu yang sangat
tinggi untuk meraih surga. Waili
ridahman dan untuk meraih keridaan Allah
subhanahu wa taala. Lihat dalam surah
Ali Imran
ayat 133 sampai 34.
Ibu-ibu semua sudah ada bukunya kan?
Sudah di kirim ya. Dan buku ini sekarang
sudah masuk di bekal Islam. Kalau Ibu
buka bekal Islam ya bisa di-download e
terjemahannya. Coba bekal Islam.
Kemudian masuk di bagian ee
penuntut ilmu. Kemudian penuntut ilmu
masuk ke dalam hadis.
Nanti ada hadis ada menjaga QBUbu jilid
satu, menjaga QBU jilid dua. Ini ada di
menjaga QBU jilid
ee dua ya.
Ini bab 56 ya.
A bab 58.
59. Oh 59. 59. Oke ya. Jadi halaman
berapa itu di buku
Rasa Malalu 59?
[Musik]
Ya, maksudnya ibu-ibu kalau enggak punya
buku bisa download bekal Islam. Oh, iya
di jilid 2 halaman 297. Jilid 2 halaman
297 ya. Jadi bab 59
jilid 2 halaman 297 terjemahan ya.
Lihat di bekal Islam.
Bekal Islam penuntut ilmu.
Kemudian buka lagi hadis.
Nah, nanti baru ada buku ini ya. Ini
sekedar agar bisa ngikutin ya.
Tib kita lanjutkan. Ibu yang dirahmati
Allah Subhanahu wa taala.
Tib. Jadi Allah Subhanahu wa taala
berfirman dalam surat Al Imran, wasariu
magfirbikum
segeralah menuju kepada ampunan Allah.
menuju surga yang seluas langit dan
bumi.
Ya Allah, siapkan surga yang seluas
langit dan bumi tersebut bagi orang yang
bertakwa. Siapa orang bertakwa tersebut
yang berhak masuk surga? Kata Allah,
yaitu orang-orang yang berinfak dalam
kondisi lapang mereka berinfak, dalam
kondisi sulit mereka berinfak. Kemudian
kata Allah, walid, orang yang meredam
amarah walina dan memaafkan orang lain
menzaliminya. Wallahu yuhibbul muhsin.
Allah mencintai orang yang berbuat
ihsan.
Ini menunjukkan bahwasanya orang yang
berbuat ihsan mudah masuk surga.
Di antara perbuatan ihsan adalah dengan
memaafkan.
Ini sekali saya ingatkan bahwasanya
ternyata pahala itu bukan cuma sekedar
baca Quran, puasa. Di antara pahala yang
besar adalah memaafkan.
Kemudian yang ee terakhir mungkin yang
keenam
memaafkan dekat kepada ketakwaan.
Memaafkan bukti ketakwaan.
Ayat tadi juga menunjukkan kemudian
Allah juga berfirman dalam ayat yang
lain wa an tafu aqrabuqwa.
Wa tafu
aqrabu taqwa.
Memaafkan lebih dekat pada ketakwaan.
Lebih dekat pada ketakwaan.
Dalam surah Al-Baqarah 237.
Nah, ini semua, Ibu-ibu dirahmati Allah
Subhanahu wa taala
ee menunjukkan keutamaan
takwa kepada Allah Subhanahu wa taala.
Kemudian di antara di antara juga
mungkin yang dalil menunjukkan akan
keutamaan bertakwa kepada Allah
disebutkan oleh Syekh Abdur Razak juga
kita boleh tambah ini yang ketujuh
bahwasanya di antara nama Allah adalah
alfu. Di antara nama Allah
al-afu.
Alafu artinya yang maha memaafkan. Alafu
yang maha memaafkan.
Dan kita secara umum berusaha berakhlak
dengan akhlak yang yang mungkin kita
tiru dari Allah Subhanahu wa taala. Ya,
seperti kata para ulama yaitu berakhlak
seperti yang yang baik yang mungkin
ditiru dari Allah seperti memaafkan,
seperti kasih sayang, seperti
mengampuni, seperti Allah setir menutupi
aib orang ee seperti banyak yang yang
yang apa namanya yang banyak yang tidak
boleh juga ya. Seperti Allah Subhanahu
wa taala alaziz. Kemudian ee kita merasa
maha perkasa. Kemudian Allah al-Akbar,
alkabir yang maha agung. Kita itu enggak
boleh. Tapi ada sifat-sifat Allah yang
kita dianjurkan untuk ee menirunya
seperti memaafkan. Dan kita tahu
bahwasanya di antara perkataan Aisyah
radhiallahu anha untuk ketika dia tanya
kepada Nabi, "Ya Rasulullah, in
alimtalila lailatul qadar a fiha." Ya
Rasulullah, kalau saya tahu lailatul
qadar, apa doa yang harus saya baca yang
terindah yang bisa saya panjatkan kepada
Allah di malam yang paling diharapkan
ampunan? Kata Nabi, "Quli Allahumma
innaka afuwun tuhibbul af fafu anni." Ya
Allah, Engkau adalah Maha Pengampun.
Engkau mencintai pengampunan, maka
ampunilah aku. Ya, ampunilah aku. Maka
seorang berusaha berakhlak dengan akhlak
Allah Subhanahu wa taala seperti
maafkan, mengampuni, menutup aib ya
kasih sayang ya tentu ee tidak ada
bandingannya. Tapi kita meniru-niru
karena di antara yang baik dan siapa
yang maafkan dia akan dimaafkan oleh
Allah subhanahu wa taala. Siapa yang
memaafkan dia akan maafkan Allah
subhanahu wa taala.
Tib. Ee
Nabi sallallahu alaihi wasallam juga ya
memiliki sifat tersebut. Banyak contoh.
Kita akan bacakan bagaimana contoh Nabi
sallallahu alaihi wasallam memaafkan.
An Abi Abdillah Aljadali qala saaltu
Aisyah an khuluqi Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam faqala. Aku bertanya
kepada Aisyah tentang akhlak Nabi. Maka
Aisyah berkata lam yakun fahisan wala
mutafahisan. Rasul wasallam tidak pernah
keji dan tidak pernah sengaja
mengucapkan kata-kata yang keji. Waban
fil aswa dan tidak pernah teriak-teriak
di pasar.
Wah, tidak pernah membalas keburukan
dengan keburukan. Wakin yafah
subhanallah. Tapi Rasulullah maafkan dan
berlapang dada.
Hadis riwayat Tirmizian Albani.
Rasulullah tidak pernah balas
keburukan-keburukan
ya.
Kemudian juga dari Abdullah bin Amr bin
Ashiallahu anhu ayti Quran ya.
Ya, ayat dalam Alquran ada dalam surat
Alahzab 45. Wahai Nabi, sesungguhnya
kami mengutus engkau sebagai saksi,
sebagai pemberi kabar gembira dan
sebagai pemberi peringatan. Kata
Abdullah bin Abdul Asury
inirin
anta abdiulit
mutawakil
win as wadah
wakinfahtaqil
millahillallah
bihaunan umyanan summan gulfan rah
bukhari. Jadi kata Abdullah bin Ash, dia
pernah menelaah, dia pernah membaca
Taurat yang tentu Taurat mengalami
perubahan-perubahan. Dia pernah baca
Taurat
yang isinya maknanya dalam bahasa Arab.
Wahai Nabi, sungguhnya kami utus engkau
sebagai saksi, sebagai pemberi kabar
gembira dan sebagai penjaga bagi
al-umiyin, yaitu orang-orang Arab yang
dijaga di atas tauhid. Engkau adalah
hambaku dan rasulku. Aku menamakan
engkau wahai Rasulullah dengan
almutawakil. Dan rasul tersebut bukanlah
kasar dan juga hatinya keras. Tidak. Dan
bukan orang yang suka berteriak-teriak
di pasar. Perhatikan sini. W yadfaata
bayi dan rasul tersebut tidak pernah
membalas keburukan dengan keburukan.
Walakin yafu waasfah. Tapi dia memaafkan
dan berapang dada. Ternyata ini sudah
ada di Taurat. Bahwasanya sifat nabi
yang disebut dari Taurat di antaranya
dia mudah memaafkan dan tidak pernah
membalas keburukan dengan keburukan.
Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengamalkan firman Allah, "Idfa billati
hiya ahsanusiah." Allah berfirman,
"Balaslah ya kebaik apa namanya
keburukan dengan yang terbaik." Jadi
bukanlah bukanlah akhlak terbaik adalah
membalas kebaikan dengan kebaikan,
tetapi akhlak terbaik bagaimana bisa
membalas keburukan dengan kebaikan.
Ini yang butuh perjuangan. Kalau balas
keburukan-keburukan
itu jelas. Balas kebaikan-kebaikan orang
harusnya demikian. Tapi yang menakjubkan
bagaimana keburukan dibalas dengan
kebaikan.
Ini ya ini yang menakjubkan ya. Syekh
S'di berkata
ya wamin makarimil akhlati amarallahu
biha Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Di antara akhlak mulia yang
Allah perintahkan kepada Nabi.
Jika musuhmu, musuh-musuh membuat
berbuat buruk kepadamu dengan perkataan
perbuatan
maka jangan kau balas dengan keburukan.
Meskipun boleh kita balas
keburukan-keburukan secara syari boleh
tetapi wakin idatika
ilaihim tapi balaslah keburukan mereka
kepadamu dengan perbuatan baik darimu
kepada mereka
fadlun min al dan ini adalah karunia
engkau kepada orang yang melakukan
keburukan
masalihiik
dan di antara manfaatnya kalau kita
balas keburukan dengan kebaikan apa
manfaatnya kata Syekh Zaiddi
rahimahullah annahu tuhiful isaah angka
akan mengurangi keburukan. Kalau dia
jahat, dia akan mengurangi karena ya
sudahlah kita maafin dia. Akhirnya ni
nanti orang yang jahat itu namanya dia
akan turun dia tidak dia akan berkurang
fil baik sekarang
fil mustaqbal atau di kemudian hari.
Waahuil
haq. Dan ini kalau kita maafkan
menjadikan orang yang bersalah tadi
lebih mudah untuk menerima kebenaran dia
karena dia tidak dendam. Dia tahu orang
ini baik kok. Maafkan saya
akhi
dan buat dia nanti mudah menyesalui
bubati am fa'al dan dia akan segera
bertobat atas kesalahan yang dilakukan
bifatil ihsan dan hendaknya seorang yang
memaafkan memiliki sifat alihsan berbuat
baik sama orang lain meskipun orang tadi
orang tadi berbuat buruk kepada dia.
Dengan sifat ihsan tersebut dia bikin
jengkel dia tundukkan setan. Setan
pengin buat dia marah. Setan pengin dia
buat bola sendam tapi dia lawan
minallah. Dengan demikian dia akan
mendapatkan pahala yang besar dari
Allah. Q taala Allah berfirman,
Allah siapa yang maafkan dan berbuat
baik maka pahalanya di sisi Allah
subhanahu wa taala.
Ini ee di antara faedah mungkin kita
tambah di sini ee keutamaan maafkan
disungguh oleh Syekh Sa'di rahimahullahu
taala.
Keutamaan yang berikutnya
kalau tadi sudah nomor 6 kita tambah ya.
Nomor 7 kata Syekh S'di tadi
yaitu apa? Menjadikan musuh menjadi
lebih baik.
Musuh
bersikap lebih baik.
Di antara sikap lebih baik tersebut akan
mengurangi gangguannya
karena kita memaafkan dia.
Manusia seperti itu. Ketika dia
musuh-musuh ternyata musuhnya maaf kan
dia kurangi. Ya. Yang kedua tadi bisa
jadi bisa membuatnya kepada kebenaran.
Membawanya kepada kebenaran.
Ya. Kemudian juga bahkan dalam ayat yang
lain bisa menjadikan dia teman ya. Ya.
Idfa billati hiya ahsan id faalladzi
bainakainahu adawatun kaahu waliyun
hamim. Saya carikan ayatnya ya.
Surat Fussilat ya.
W tastil hasanatu wiah id billati ahsan.
Surat Assilat Quran surah 41 ayat 34
yaitu musuh bisa jadi kawan.
Kata Allah Subhanahu wa taala wala
tastawil hasanatu wiah. Tidak sama
antara kebaikan dengan keburukan. Idfa
billati hiya ahsan. Balaslah dengan yang
lebih baik.
bisa jadi eh yang orang yang antara
engkau dengan dia ada permusuhan,
seolah-olah dia telah menjadi teman yang
setia. Bisa jadi balik jadi kawan kalau
kita maafin dia.
Ya.
Ee kemudian tadi ee bikin jengkel setan
ya
tadi
delapan bikin jengkel setan.
Setan jadi jengkel ya karena dia pengin
mengadu domba. Setan apa kata Allah
yang hobinya mengadu domba. Yang hobi
adu domba.
Baik. Kemudian di antara keutamaan
menambah kemuliaan. Tadi sudah kita
singgung di awal ee kajian.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Wama zada Allahu abdan bin illa izzan."
Allah tidak menambah seorang hamba yang
kecuali semakin mulia. Semakin mulia.
Ini di antara keutamaan yang sangat
agung ya. Rasul sahu alaihi wasallam
tidak pernah membalas kec untuk dirinya.
Dia hanya marah ketika syariat
dilanggar. Aisyah berkata, "Mair
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
baina amra illa ak aisaruma."
Rasul sahu al wasallam tidak pernah
dipilih dua perkara kecuali dipilih yang
paling mudahman selama tidak dosa
kalau perkara dosa dia akan tinggalkan
sejauh-jauhnya
rasul wasam rasul wasam tidak pernah
marah untuk bela dirinya sini enggak
pernah
hormatullah kecuali ada kehormatan Allah
yaitu yang dilanggar baru dia marah
bukan karena untuk diri tapi karena
Allah subhanahu wa taala
ee demikian juga dalam hadis ini
Rasulullah memaafkan ini contoh Contoh
Nabi maafkan. Dari Anas bin Malik
radhiallahu berkata, "Kuntu amsi ma
rasulillah sallallahu alaihi wasallam."
"Aku berjalan bersama Nabi sallallahu
alaihi wasallam wa alaihi ridun
najroni." Rasulullah pakai rida dibuat
dari Najran yaitu selendang. Golidul
hasiah yang kasar ujungnya ya mungkin
dipilihin dia ujungnya kasar dia pakai
di selendang di lehernya. Faadr
aiyunajabadahu.
Maka tiba-tiba ada orang Arab menuju
orang Arab Badwi menuju Nabi. Kemudian
dia tarik selendang Nabi.
Jabatanidatan
unuki rasulah wasallam waqarat biha
minid jabatihi. Dia tarik dengan keras
sampai ada bekas merah di leher Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Orang ini
Nabi lagi jalan dari belakang dia tarik
suruh berhenti ya. Arab Badui. Kemudian
dia berkata dengan kasar, "Ya Muhammad,
murli minillahilladziak."
Ya Muhammad, perintahkanlah anak buahmu
untuk berikan harta Allah yang ada pada
dirimu. Faltafata ilaihin Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam fadahik.
Rasul sahu alaih wasallam lihat orang
Arab Badu Rasul tersenyumma amarahu bi
Rasul sahu alaih wasam suruh kasih dan
ini memaafkan luar biasa. Siapa di
antara kita yang kuat begitu disakiti
langsung maafkan? Rasulullah bisa.
Disakiti ngelihat langsung tersenyum.
Dan Rasulullah bilang kasih. Dan orang
ini orang ini kasar. Dia bukan panggil
ya Rasul, panggil ya Muhammad namanya
langsung. Dia bilang, "Itu harta yang
ada pada kamu milik Allah. Berikan aku
sebagian." Ini minta tapi kasar.
Rasulullah tidak marah.
Rasulullah maafkan.
Rasulullah mafkan. Dan terlalu banyak
Rasulullah memaafkan istri-istrinya.
Di antara juga memaafkan seperti ketika
perang ee Fatu Makkah, Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam saatnya marah. Ya,
bayangkan beliau diusir 8 tahun yang
lalu kemudian harus berhijrah dari
Makkah menuju Madinah. 8 tahun kemudian
Rasul wasallam bawa 1000 10.000 pasukan
menyerang Makkah. Sehingga orang-orang
Quraisy yang dulu mengusir Nabi tidak
berkutik.
Ya. Maka Rasulull sallahu alaihi
wasallam bertanya setelah Rasulullah
kalahkan mereka, mereka dikumpulkan.
Kalau Rasulullah mau bunuh, mau dendam,
mudah tinggal dibunuh.
Tapi Rasulullah berkata, "Ma tadunnun
anni failum bikum?" Menurut kalian, apa
yang aku lakukan kepadamu? kepada
kalian. Kata mereka, "Anta khairuna wnu
kirina maun bika khairan." Engkau adalah
orang terbaik kami dan ayahmu juga orang
terbaik kami dan
kami memandang kau melakukan kebaikan.
Dan benar, maka Rasulullah berkata
ketika itu, "Maul lakum illa kama qa
akhi Yusuf lahriba alaikum alyaum
idhabuantumq." Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Orang kafir Quraisy,
aku tidak berkata kepada kalian kecuali
seperti perkataan saudaraku Yusuf alaihi
salam ketika memaafkan kakak-kakaknya.
Yusuf berkata, "La triba alaikumulum."
Aku tidak akan mencela kalian. Jadi,
maafkan dengan lapang dada tanpa
mencela. Itu Rasulullah lakukan kepada
orang-orang kafir Quraisy Makkah.
Akhirnya mereka ketika mereka
dibebaskan, banyak di antara mereka
masuk Islam. Ini contoh. Harusnya
Rasulullah balas, Rasulullah bunuh
mereka, Rasulullah tidak bunuh.
Rasulullah maafkan justru mereka
kemudian menjadi ee kaum muslimin bahkan
menjadi para mujahidin.
Subhanallah. Ini bagaimana maafkannya
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sangat
mudah, sangat lapang lapang dada ya.
Tib. Ee ini di antara keutamaan
memaafkan.
Kemudian ee
Syekh Abdur Razzaq hafidahullahu taala
ya membacakan
perkataan-perkataan para ulama
bahwasanya maafkan itu bisa kalau kita
bermujahadah.
Apa kita bisa maafkan? Ini kan berat ya.
Benar berat. Tapi seorang berusaha dia
bisa. Bisa tentu dengan penghayatan.
Ingat tentang pahala-pahala.
Dan kalau saya mau tambah
orang yang maafkan 10 tenang hidupnya.
Hidupnya tidak diliputi dendam.
Coba kalau seandainya dia tidak
memaafkan maka dia akan dendam. Dendam
dendam dendam tidak bisa tidur. Ya.
Baik. Memaafkan itu bisa dengan belajar.
Rasulullah bersabda, "Innamal ilmu b
taallum." Ilmu itu diraih dengan
belajar. Wa innamalmu bitahalum.
bahwasanya hilm yaitu di antaranya sabar
itu dengan belajar.
Siapa yang berusaha mencari kebaikan dia
akan mendapatkannya.
Siapa yang berusaha menghindari
keburukan, dia akan dihindarkan. Seorang
jadi berusaha maafkan. Ada masalah
maafkan. Ingat pahala-pahala yang begitu
banyak. Ampunan Allah surga yang tinggi.
Maafkan lawan ego.
Qal Fudhail bin Iyad. Jaaka syaksun
yashqu akhar.
Kata Fudhail bin Iyad rahimahullah, jika
ada seorang datang kepadamu, dia
mengeluhkan temannya. Teman saya
begini-begini.
Katakan pada orang tersebut, maafin
temanmuwa.
Karena memaafkan itu lebih dekat kepada
ketakwaan.
Jika dia kemudian berkata,
hatiku tidak bisa maafkanu.
Tapi saya pengin pengin ngalahin dia.
Jadi dia enggak bisa memaafkan dia
terlalu jengkel. Saya ingin mengalahkan
dia sebagaimana perintah Allah ya. Yaitu
boleh ya.
inir
kalau kau ingin menang sebagaimana
perintah Allah
ya sesungguhnya kalau kau pengin menang
dengan memaafkan itulah kau menang
sebagian perintah Allah perintahkan kau
untuk maafkan dan maafkan pintunya luar
biasa terbuka ya
dan ini peringatan dari Fudhail bin Iyad
ee
bahwasanya seorang terkadang bisa kalau
sudah jengkel dia pengin balas dan dia
pengin balas lebih supaya tunjukkan
bahwasanya dia yang menang. Ya,
kalau ada mengatakan saya tidak bisa
maafkan bisa karena memang ini perlu
perjuangan. Hatimu harus kau lawan, kau
harus memaafkan.
Jadi intinya maafkan itu butuh butuh
perjuangan. Kemudian Syekh menyampaikan
perkataan yang indah di beliau berkata,
"Wamin asyaddil adalqaba." Di antara
gangguan yang paling berat adalah
gangguan kerabat orang dekat dengan
kita. Seperti min zaujatin istri ganggu
menjengkelkan atau kalau perempuan suami
menjengkelkan au ibnin atau anak yang
menjengkelkan au akhin atau saudara yang
ini harusnya orang yang dekat dengan
kita tolong kita ini malah bikin jengkel
kita atau berbuat zalim kepada kita.
Banyak orang yang hatinya tidak bisa
maafkan.
Karena mereka tahu saya punya hak.
Mereka tuh saya punya hak. Saya malah
dibalas ee apa dibalas dengan keburukan.
Jadi susah untuk memaafkan susah.
Ternyata kebaikan saya dibalas dengan
kezaliman, permusuhan dan keburukan.
Ya faro katir minasal maqam maqun laht.
Maka banyak orang memandang kalau sudah
seperti ini kayaknya gak usah dimaafkan.
Bagaimana istri kurang ajar, suami
kurang ajar, anak kurang ajar, tetapi
Allah beda. Allah suruh memaafkan.
Sebagaimana ayat yang kita sebutkan
tadi. Ya ayyuadzina amanu inna min
azwajikum wa auladikumakum fahdaruhum
wafahuagfiruallahfurahim.
Wahai orang beriman, sungguhnya istri
kalian, anak kalian di antaranya ada
yang jadi musuh bagi kalian. Kata Allah
di akhir di akhirnya, "Fahdaruhum."
Waspadalah. Allah bilang waspada bukan
untuk kalian.
balas kalian pukul enggak. Bahkan Allah
bilang hanya sekedar waspada tapi Allah
bilang maafkan. Wafuagfiru faallah gfur
rahim. Ampunilah maafkanlah. Berlapang
dadalah. Sesungguhnya Allah maha
pengampun lagi maha penyayang. Kalau
hati timbul ingin balas dendam maka
lawanlah ya lawanlah hati bahwasanya
saya ingin memaafkan. Ingat tentang
keutamaan memaafkan. Ya. Siapa yang
maafkan akan milih bidadari. Siapa yang
maafkan dapat derajat yang tinggi. Siapa
yang maafkan dapat pahala yang banyak.
Siapa yang maafkan dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala. Siapa yang maafkan
diampuni oleh Allah subhanahu wa taala.
Siapa yang maafkan dirahmati oleh Allah
subhanahu wa taala. Ya. Dan seterusnya
maka seorang
berusaha untuk memaafkan. Tib terakhir
apakah boleh kita tidak maafkan? Sekedar
sekedar apa ee
hukum memaafkan,
tambahan wawasan.
Jadi jika
orang lain
zalimi kita,
maka sikap kita
ada beberapa kemungkinan.
pertama
ee yang pertama adalah
ee
membalas.
Membalas. Membalas ini ada dua
kemungkinan. Dua kemungkinan.
Yang pertama setimpal.
Yang kedua berlebihan.
Adapun kalau setimpal ini boleh
dalilnya banyak seperti wa jaazau
sayiatin sayiatun mluha faman afa wa
aslaha fajru alallah
innahu la yuhibbudzalimin. dalam surat
Asyura ya
saya carikan ayatnya ayat surah 40 ya di
antaranya Quran surah As-yura
Allah mengatakan balasan wazu sayiatin
sayiatin sayiatun mluha balasan
keburukan adalah seperti yang semisalnya
dalam ayat yang juga Allah berfirman,
"Wain aqobtum faqibu bimli
Surat Annahl ayat 128. Quran surah
Annahl
ayat 126.
Kata Allah, "Jika kalian balas, wain
aqobtum faqibu bimli ma uqbitum bihi."
Silakan balas sesuai dengan kalian
dizalimi. Boleh. Kata Allah, "Walin
sabartum, kalau kalian bersabar lebih
baik, gak usah dibalas." Tapi boleh
membalas. Di antaranya juga firman Allah
Subhanahu wa taala
surah Al-Baqarah ayat 178.
Surah Al-Baqarah
surah kedua ayat 178. Kata Allah
Subhanahu wa taala
ee
famani ee oh bukan bukan sebentar
salah salah.
Ayat 194, mohon maaf. 194. Ayat 194.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Famanada
alaikum faadu alaihi alaikum." Barang
siapa yang berbuat kezaliman kepada
kalian, maka balaslah seperti yang
mereka lakukan. Boleh.
Namun jika berlebihan seorang mukul
sekali, kita balas mukul dua kali, maka
ini hukumnya haram.
Ini hukumnya zalim.
Dalilnya Quran surah Asyura
sama seperti yang di sebelum J 40.
Karena Allah sebutkan wazau sayatinatun
mluha. Siapa yang membalas silakan balas
setimpalan asjur Allah. Siapa yang
memaafkan lebih baik. Kemudian di akhir
Allah mengatakan, "Innahu la
yuhibbudzalimin." Innahu la
yuhibbuzzalimin.
Yaitu Allah tidak tidak menyukai orang
zalim jika melampaui batas balasan.
Seperti dalam hadis juga Rasul sahu
alaihi wasallam berkata, "Al mustabbani
maqala faal badi." Kalau ada dua orang
saling caci-mencaci maka dosanya semua
kepada yang mulai. Illa anyadi almadlum.
Kecuali yang dimaki kedua melampaui
batas. Jadi kalau si A menzalimi B, dia
mengatakan misalnya kamu brengsek atau
kamu misalnya mohon maaf hewan anjing.
Yang B bilang kamu anjing juga ya itu
nak B tidak berdosa. Semuanya kembali
kepada A. Tapi kalau si B nambah
berlebihan dia mengatakan kamu anjing.
Bapakmu anjing. Ini dua dosa. Karena dia
membalas kezaliman dengan kezaliman yang
lebih. Maka status B yang tadinya
terzalimi berubah status menjadi
menzalimi. Ya, ini ini apa namanya?
ee
kemungkinan ya. Yang kedua,
tidak memaafkan, tidak membalas tapi
tidak memaafkan.
Ini harapnya nuntut di akhirat.
Ini boleh, boleh juga enggak? Saya gak
mau nanti aja di akhirat ini boleh juga
saya tidak maafkan saya nt di akhirat.
Balas saja boleh apalagi gak saya enggak
perlu balas. Saya nuntut di akhirat
karena di akhirat lebih baik nuntut di
akhirat ganjarannya lebih besar.
Bab yang ketiga adalah memaafkan
dengan bersabar.
Ini yang utama.
Tadi keutamaannya banyak pahalanya lebih
besar. Kata Allah wama yulaqoha illain
illalladina sharu. Hanya orang spesial.
yang bisa mendapatkan akhlak seperti
ini. Ya,
kata Allah wama
yulaqoha. Dalam surat Fusilah tadi kita
sudah sebutkan eh
watu
ahli
ham. Balaslah keburukan dengan kebaikan.
Tiba jadi tiba-tiba musuh bisa jadi
kawanmu. Kemudian kata Allah w
yqhallinaaru.
Tidak ada yang sifat yang baik itu tidak
dianugerahkan melainkan kepada orang
yang sabar. W yulqinim. Tidak diberikan
kecuali kepada orang yang memiliki
keuntungan yang besar yaitu hanya orang
hebat yang bisa.
tadi surat Fusilat
ayat 35.
Ini orang hebat.
Allah berfirman tadi eh waqumitum
winartum. Yairin
kata Allahartum.
Kalau kalian bersabar whairul lobirin
sabar fahua khairul lobirin.
Di antara sabar dengan memaafkan jika
kalian
maafkan maka itu lebih lebih baik dalam
surat Annahl tadi.
Dan keuntungannya orang yang memaafkan
dan sabar tenang hidupnya.
Dia sudah dapat kenikmatan dunia sebelum
akhirat. Makanya benar kata Nabi tadi,
siapa maafkan maka dia semakin mulia.
Dia hidup tenang, dia tidak banyak
pikir. Ngapain kita dendam sama orang?
Mikir orang dendam jengkel, kita yang
hidup susah. Kadang-kadang kita hasad
dia, ternyata ini kita jengkel, kita
dendam dan ternyata dia jatuhjatuh dia
semakin tinggi, kita tambah hasad. Kita
yang susah sendiri. Tapi kalau kita
maafkan sudahlah kita maafkan. Kalau
yang kedua kita tidak membalas tapi
minta di akhirat ini kita tidak tenang
karena kita jengkel terus. Jadi yang
direkomendasi adalah sikap yang ketiga
dan ini menunjukkan hati yang bersih,
hati yang mulia. Namun tidak mudah
menjalankan ini. Maka saya sampaikan
diri saya kepada ibu-ibu dalam hidup ini
banyak orang menjengkelkan kita, banyak
orang zalimi kita, banyak kita tertahan.
Latih diri kita untuk maafkan.
Maafkan,
Ustaz. Kalau ternyata orang tersebut
kalau kita maafkan dia tambah rusak, ee
kita boleh tetap hati maafkan, tapi kita
boleh mengambil sikap agar dia menjadi
lebih baik. Kita maafkan tapi kita
misalnya ada pencuri misalnya nyuri,
kita tidak kita maafkan hati kita
mungkin di tapi kita lapor ke polisi
supaya dia misalnya cerah misalnya ya.
Karena kalau kita biarkan ternyata dia
tambah parah, boleh kita ngambil sikap
tapi hati tetap memaafkan. Inilah salah
satu bukti tentang bersihnya hati. Hati
yang bersih
yang baik adalah hati yang mudah
maafkan. Hati yang mengedepankan
akhirat daripada dunia. Hati yang
membuang egonya demi menjalankan
perintah Allah Subhanahu wa taala. Ya,
hati yang mengharapkan ampunan dari
Allah subhanahu wa taala dengan
mengampuni orang lain dia diampuni oleh
Allah subhanahu wa taala. Hati yang
berharap dia bahagia di dunia dengan
memaafkan maka dia hidup lebih tenang
daripada dia dipenuhi dengan dendam,
dengki, dongkol kepada orang yang
menzaliminya. Semoga Allah subhanahu wa
taala menjadin kita semua hamba-hamba
Allah yang mudah memaafkan termasuk
dalam firmannya walinaas orang-orang
yang memaafkan orang lain. Wallaham.
Demikian apa yang saya sampaikan mohon
maaf. Wabillah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.