Transcript
Ppzfppwe7Ac • COVID 19 IS A SIMULATION MADE BY BILL GATES & EPSTEIN?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1667_Ppzfppwe7Ac.txt
Kind: captions
Language: id
pengakuan dari Estein yang mengatakan
kalau mereka berdua ini merencanakan
melakukan simulasi yang mana rencana
tersebut jauh sebelum COVID-19 melanda
dunia di tahun 2020. Jadi ibaratnya eh
ini mengakui kalau COVID-19 itu adalah
rencana settingannya mereka. Di dalam
sebuah email dengan subject BGC3
deliverable and scope ya abstein ini
menawarkan proposal di dalam sejumlah
bidang mulai dari keamanan nasional
sampai dengan bidang kesehatan. Ada lima
topik yang dikerjakan. Salah satunya
adalah simulasi pandemi, yaitu menyusun
spesifikasi teknis dan rekomendasi
pelacakan untuk strain pandemi.
Geng, kemarin rasa-rasanya kayak agak
tanggung ya atau agak kentang gitu ya
pembahasan kita tentang abstain file.
Nah, jadi hari ini gua bakal melanjutkan
tentang pembahasan abstain file ini.
Soalnya file ini itu ada 3 juta halaman,
Geng. Jadi pastinya banyak banget yang
bisa dibahas. Kalau kemarin kita sudah
membahas sebagian kecilnya, nah hari ini
kita bakal melanjutkan lagi nama-nama
yang tertulis dan fakta-fakta yang
tertulis di dalam AppS file. Ini nama
besar lain yang tertulis di dalam AppS
file itu ada nama Bill Gates. Nah, ini
cukup menarik ya membahas tentang Bill
Gates yang mana Estein mengatakan dia
sering bertemu dengan Bill Gates. Bahkan
kabarnya mereka pernah merencanakan
simulasi pandemi yang mana pandemi yang
dimaksud itu diduga adalah Covid-19.
Kasus kematian di tanah air bertambah
1604 jiwa. Hingga total pasien COVID-19
yang meninggal dunia mencapai 95.723
jiwa. Sementara kasus positif bertambah
sebanyak 30.738
kasus baru. Sehingga total positif
COVID-19 di tanah air kini mencapai
R3.440.396
kasus. Nah, klaim ini langsung memicu
spekulasi dan teori konspirasi bahwa
jangan-jangan COVID-19 yang pernah kita
rasakan kemarin yang sempat membuat
dunia seperti keriset gitu ya, apakah
itu cuma simulasi yang dijalankan oleh
Epstein dan Bill Gates? Nah, tapi Bill
Gates bukan satu-satunya nama besar yang
ada di berkas tersebut. Seperti yang gua
katakan sebelumnya, ada lagi nama-nama
lain seperti Syekh Muhammad bin Zaid Al
Nahyan, seorang pemimpin Uni Emirat Arab
yang namanya muncul di dalam dokumen
terkait lingkaran elit internasional
yang pernah berinteraksi dengan Epstein.
Bahkan tokoh spiritual dunia seperti
Dalai Lama juga tercantum di dalam
berkasnya ini. Tapi geng, penting untuk
kita tahu nih kalau munculnya nama-nama
besar di dalam Appsta file tersebut
tidak secara otomatis, artinya memiliki
keterlibatan di dalam kejahatan yang
dilakukan oleh Epstein. Banyak dokumen
tersebut ya hanya sekedar catatan
pertemuan, email atau laporan yang belum
diverifikasi. Tapi berkas-berkas ini
menjelaskan satu hal, betapa luasnya
jaringan abstain dan betapa dekatnya dia
dengan kekuasaan, mau itu di bidang
teknologi, politik, keuangan, bahkan
spiritual. Jadi nih orang nih
pengaruhnya besar banget. Nah, di video
kali ini kita bakal membahas beberapa
nama lain yang ada di AppStin file dan
apa saja hubungannya dan apa saja
misteri di dalamnya. Nah, sekarang kita
langsung masuk ke dalam pembahasannya.
Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry
Geng Geng. Suka bikin konten pakai HP
tapi kapasitas memorinya kecil? Jangan
khawatir, sekarang kapasitas memori HP
kalian bisa dibikin jadi besar. Ini
namanya portable SSD dari SSK. Kapasitas
yang gua beli ini adalah 4 TB.
Sebelumnya gua juga udah beli yang
kapasitasnya 500 gig. Sekarang gua
upgrade ke 4 TB supaya data yang
ditampung jauh lebih banyak. Dan
gokillnya ini kecepatannya sampai 40
Gbps, Geng. Proses pemindahan datanya
juga simpel banget, cukup pakai kabel,
colokin ke HP kalian dan langsung
pindahin.
Prosesnya jauh lebih cepat daripada
kalian mindahin pakai Airdrops. Ngapain
beli HP dengan kapasitas memori yang
besar tapi harga mahal? Mendingan beli
portable SSD dari SSK. Harganya jauh
lebih terjangkau dan kapasitasnya jauh
lebih besar. Untuk link pembelian kalian
bisa langsung cek di bawah. Oke, untuk
pembahasan yang pertama kita bakal
membahas soal simulasi pandemi yang
diisukan dilakukan oleh Jeffre Epstein
dan juga Bill Gates. Nah, gimana fakta
tentang hal ini?
Jadi, Geng, kalau kita cari di website
milik Departemen Kehakiman Amerika dan
mengetik nama Bill Gates itu sebenarnya
ada banyak berkas yang menunjukkan kalau
Epstein dan Bill Gates itu sering banget
bertemu. Kalian bisa lihat sendiri
buktinya. Ini salah satu contohnya ya,
di dalam email yang dikirim oleh Leslie
Grove, asisten Epstein kepada Epstein di
tanggal 5 September 2014 yang mana ini
berisikan pertemuan antara Epstein
dengan Bill Gates serta Tom Pritzcare di
Park Hayatt yang ada di New York.
Kemudian di dalam email lain yang
dikirimkan oleh Leslie Grove ini ya
untuk Fstain gitu ya pada tanggal 28
November 2010 Leslie ini menanyakan
jadwal pertemuan Epstein dengan Bill
Gates sebab Epstein meminta Leslie untuk
mengingatkan dia kalau dia akan bertemu
dengan Bill Gates di tanggal 5 Desember.
Tapi seminggu sebelumnya Epstein bilang
kalau dia bertemu dengan Bill Gates di
tanggal 6 Desember. Nah, jadi ini
semacam apa ya? kayak dia menyampaikan
kepada salah satu stafnya atau orang
terdekatnya untuk mengingatkan dia kalau
dia ada pertemuan penting dengan Bill
Gates gitu, Geng. Nah, di dalam email
itu Lesle ini ingin memastikan kalau
Epsteain bertemu dengan Bill Gates di
tanggal berapa. Apakah di tanggal 5 atau
justru di tanggal 6. Jadi di situ jelas
ya, mereka dekat banget nih antara Bill
Gates dengan Epstein. Lalu geng,
kedekatan antara Bill Gates dan Epstein
ini juga gak dibantah oleh Bill Gates.
Nah, karena buktinya ada di dalam sebuah
wawancara dengan The Wall Street
Journal, Bill Gates ini bilang kalau dia
merasa sangat bodoh karena sudah
menghabiskan waktu bersama dengan
Epstein. Nah, jadi dia pernah tuh
mengakui ya gimana ya kalau misalkan
enggak diakui juga rasa-rasanya enggak
mungkin karena dokumennya, foto
dokumentasinya jelas semuanya ada. Kalau
mau dibilang itu AI ya itu di saat
foto-fotonya tersebar itu belum ada AI,
belum di era AI gitu, Geng. Nah, jadi
mau enggak mau Bill Gates bilang, "Ya,
memang benar dia dekat dengan Epstein,
tapi dia menyesali." Tapi agak janggal,
ya, Geng. orang yang mengaku menyesal
dekat dengan seseorang, tapi udah sering
banget ketemu. Biasanya kan kalau yang
menyesal itu baru sekali bertemu terus
tiba-tiba kayak eh first impression-nya
tuh kayak kurang oke, ya udah enggak
ketemu lagi ya kan. Nah, itu bisa
dikatakan menyesal. Nah, tapi ini kayak
urusannya itu sering banget. banyak eh
track record kalau mereka memang sedekat
itu. Nah, jadi seolah-olah Bill Gates di
dalam wawancara dengan The Wall Street
Journal seolah-olah ingin cuci tangan.
Di saat itu Bill Gates menyebut kalau
abstein bisa dekat dengan banyak orang
dengan cara bergaul dengan orang lain
lagi. Jadi kayak dari networking satu ke
networking lainnya. Jadi dari teman ke
teman gitu. Dan Bill Gates berpikir
hubungan dia dengan Estain akan membantu
filantropi yang sedang dia kerjakan.
Tapi kenyataannya kedekatan dia dengan
Estain tidak membantu usahanya dia sama
sekali. Bahkan justru mencoreng nama
baik Bill Gates. Nah, ini menurut
pengakuan dari Bill Gates.
Ada beberapa email antara E Stain dan
juga Bill Gates ini yang ditemukan. Tapi
yang paling menggemparkan adalah salah
satu yang sedang dibicarakan oleh banyak
orang saat ini, yaitu ya pengakuan dari
Istein yang mengatakan kalau mereka
berdua ini merencanakan melakukan
simulasi yang mana rencana tersebut jauh
sebelum COVID-19 melanda dunia di tahun
2020. Jadi ibaratnya ehstein ini
mengakui kalau COVID-19 itu adalah
rencana settingannya mereka. Di dalam
sebuah email dengan subjek BGC3
deliverable and Scope ya abstein ini
menawarkan proposal di dalam sejumlah
bidang mulai dari keamanan nasional
sampai dengan bidang kesehatan. Ada lima
topik yang dikerjakan. Salah satunya
adalah simulasi pandemi, yaitu menyusun
spesifikasi teknis dan rekomendasi
pelacakan untuk strain pandemi. Nah,
jadi relate banget ya, Geng, dengan apa
yang terjadi di muka bumi ini yang
diakui atau ditemukan di dalam Abstain
file ini semuanya berbukti jelas terjadi
gitu, Geng. Jadi, mau dibantah kayak
gimana lagi? Dan ada juga yang mengenai
soal senjata neuroteknologen
buku putih neuroteknologi yang digunakan
sebagai senjata di dalam industri
intelijen dan pertahanan nasional. Dan
selain itu terkait data kesehatan
digital yaitu pengembangan sistem
digital berbasis bukti tanpa pengetahuan
yang meningkatkan akses ke data
kesehatan pribadi serta menjamin
keamanan pribadi. Berikutnya tuh ya ada
lagi penyakit kronis dan ilmu otak untuk
memberikan rekomendasi neuroteknologi
untuk penyakit degeneratif dan kronis.
Dan yang terakhir mereka membahas
mengenai ekonomi kesehatan yang menyusun
laporan mengenai pengeluaran kesehatan
konsumen di Amerika Serikat. Jadi,
Estein ini mengungkapkan di dalam
dokumen itu dia sudah melakukan
pertemuan dengan sejumlah ahli setelah
bertemu dengan Bill Gates dan nama-nama
ahli yang dia tuliskan itu adalah Roger,
terus ada Mark, Chris, Trevor, dan juga
Geov. Nah, Esten juga mengucapkan terima
kasih di akhir emailnya ya. Di akhir
tulisan emailnya ada kata terima kasih
dan memastikan siap membantu dengan cara
apapun. Tapi sebenarnya ya, Geng, kalau
kita membicarakan keterkaitan antara
Bill Gates dengan pandemi Covid-19, ya,
kedua topik ini udah sering dihubungkan
bahkan sejak tahun 2020 waktu itu ya
tersebar sebuah video Bill Gates ketika
menjadi pembicara di dalam konferensi
TED yang ada di Vancouver Kanada pada
tahun 2015 yang mana dia bilang nih
dalam bahasa Indonesia kayak gini
artinya. Jika sesuatu membunuh lebih
dari 10 juta orang selama beberapa
dekade ke depan, sepertinya itu akan
menjadi virus yang sangat menular
ketimbang dengan peperangan. Today, the
greatest risk of global catastrophe
doesn't look like this.
Instead, it looks like this.
If anything over 10 million people in
the next few decades, it's most likely
to be a highly infectious rather than a
war.
Nah, pernyataan itu diliput oleh
beberapa media. Nah, ketika pandemi
Covid-19 melanda dunia di tahun 2020,
video itu viral lagi. Tapi dengan
diskusi yang lebih mengerucut kepada
alasan Bill Gates kenapa dia
menyampaikan hal itu, kenapa dia
mengeluarkan statement tersebut
seolah-olah COVID-19 itu udah dia
ramalkan. Jadi, dia kayak udah tahu apa
yang akan terjadi di tahun 2020, yaitu
pandemi Covid-19. Jadi, di sini relate
banget kan, Geng? pengakuan dari e
dialah yang meng-create atau
merencanakan COVID-19 bersama Bill
Gates. Ditambah Bill Gates pernah
mengucapkan kalimat tadi yaitu ya virus
yang sangat menular ketimbang peperangan
yang ya lebih mematikan virusnya gitu
ya. Dan setelah itu 2020 terjadilah
COVID-19. Semuanya berkesinambungan
jelas berbukti.
Sejak awal 2020 pandemi Covid-19
lamat-lamat sudah terdengar di
Indonesia. Sejumlah kejadian di Wuhan,
Tiongkok membuat warga dunia khawatir,
tak terkecuali bagi warga Indonesia.
Nah, beberapa pihak sempat menuduh Bill
Gates sebagai pemimpin kelas elit global
dan sebagian lainnya percaya kalau dia
memimpin upaya untuk mengurangi populasi
dunia dengan membuat virus corona
tersebut. Jadi ibaratnya COVID-19 itu
adalah bagian dari New World Order,
yaitu tatanan dunia baru dan tujuannya
adalah mengurangi populasi umat manusia
di muka bumi. Supaya apa? Ya, supaya
menurut elit global semuanya bisa
berimbang dan mudah dikontrol. Jadi
kalau misalkan manusianya terlalu ramai,
susah untuk dikontrol tapi dengan
populasi yang sedikit ya manusia akan
sangat mudah dikontrol. Dan seperti yang
kita tahu ya, di muka bumi ini yang
mengontrol sistem itu adalah 1% manusia
di dunia. Jadi kalau misalkan kalian
menjalani hidup kayak sekarang nih harus
bangun pagi, terus kalian harus kerja 9
to5 gitu ya, itu semua adalah sistem
yang dicreate oleh manusia. Dan siapa
yang meng-create itu ya? Siapa lagi
kalau bukan para elit global pengendali
uang. Dan kita semua sekarang menjalani
kehidupan tersimulasi gitu ya. Kayak
kita bangun pagi harus jam sekian, gosok
gigi harus makan, terus kita ke kantor,
e setelah itu kita ada jam istirahat,
kerja lagi dan baru pulang. Itu semua
kan sistem. Dan kita sebagai manusia
harus mengikuti itu. Padahal kalau kita
telaah ya mungkin di zaman dulu, di
zaman sebelum uang kertas ini ada,
sistem itu kan enggak ada. Yang
ibaratnya tuh orang ya hidup dari hasil
bertani, dari hasil melaut atau
berternak gitu. Nah, semenjak adanya
sistem yang diciptakan oleh manusia yang
mana penciptanya itu adalah 1% 1% dan
bahkan bisa gua bilang yang menciptakan
sistem uang itu adalah keluarga. Dan ada
dua nama keluarga yang sangat
berpengaruh di muka bumi ini yaitu Rosd
dan Rocaaveller. Maka setelah itu,
semenjak itu, kita semua terkontrol.
Kita semua akan menghamba kepada uang,
ya kan? Nah, tapi ketika populasinya
terlalu ramai, terlalu banyak, apa yang
akan dilakukan oleh orang-orang
pengontrol kehidupan ini? Mengurangi
populasi supaya lebih gampang untuk
dikontrol dan kita tunduk pada sistem
mereka.
Jadi, ya kita balik lagi ke Bill Gates
nih. Ada yang paling aneh ya, ada
konspirasi mengenai Bill Gates yang
dituduh mencoba menanamkan mikrochip ke
manusia. Nah, ini sempat muncul ya di
era COVID-19 di saat itu. Ketika itu
dugaan terkait Bill Gates yang menjadi
dalang di balik COVID-19 ya dianggap
hanya spekulasi liar. Jadi buktinya tuh
enggak bisa dibuktikan atau enggak bisa
dimunculkan ke media manapun. Nah, tapi
setelah absen file ini dipublikasikan,
makin banyak yang mengangkat lagi
tentang tuduhan tersebut yang
seolah-olah COVID-19 ciptaan dari Bill
Gates dan Bill Gates menciptakan vaksin.
Dan vaksin itulah yang dianggap sebagai
mikro inteligen, microagent atau
mikrochip yang sengaja ditanamkan ke
tubuh manusia. Nah, tuduhannya semakin
berimbang dengan bukti yang ada
sekarang. Kira-kira menurut kalian
gimana tuh, Geng? Hah?
Kalian lebih percaya ini nyata atau ini
hanya sekedar rumor. Dan ya kalau kita
lihat ya makin banyak orang yang percaya
kalau COVID-19 tuh bukan sekedar
konspirasi tanpa dasar tapi justru ini
memang menjadi rencana Bill Gates dengan
Epstein untuk mengontrol manusia. Nah,
terus geng selain terungkapnya rencana
simulasi pandemi yang dibuat oleh
Epstein dan Bill Gates di dalam Appsta
File juga mengungkapkan kalau Bill Gates
ternyata berselingkuh geng. berselingkuh
dari istrinya yang bernama Melinda. Hal
ini terungkap dari salah satu email yang
bertanggal 18 Juli 2013 untuk seseorang
yang bernama Boris yang mana
disebut-sebut Boris ini bekerja untuk
Bill and Melinda Gates Foundation milik
Bill Gates dan istrinya. Email tersebut
diduga tadinya ingin dikirim ke Bill
Gates langsung setelah terjadi ya
perselisihan lah gitu. Di dalam draftnya
tersebut, Estain mengklaim kalau Bill
Gates pernah meminta bantuan medis
melalui Estein setelah bertemu dengan
gadis-gadis Rusia karena khawatir dia
akan tertular penyakit gitu-gituan ya,
penyakit H garis V setelah dia melakukan
ee apa ya hubungan badan lah sama
gadis-gadis Rusia tadi. dan dia mencari
bantuan untuk mendapatkan antibiotik
yang disebut bisa diberikan kepada
istrinya tanpa sepengetahuan sang istri.
Jadi ibaratnya gini, Geng. Bill Gates
ini udah kena penyakit. Nah, dia tuh
pengin ketika dia berhubungan sama
istrinya, istrinya itu enggak tertular.
Jadi, istrinya itu harus ditanamkan atau
diinjeksi dengan antibiotik. Tapi gimana
caranya istrinya enggak tahu kalau dia
sedang di-inject antibiotik. Nah, kurang
lebih kayak gitu. Di dalam pesan lain
juga disebutkan kalau Bill Gates meminta
untuk menghapus email yang menyebutkan
dugaan penyakit menular tadi serta
detail-detail yang terlalu privacy. Jadi
dia khawatir gitu loh, Geng. Arsip yang
sama juga memuat draft dari Boris tadi
yang menjelaskan kalau dia merasa
gelisah dan terjadi ketegangan di
internal mereka. Di internalnya Bill
Gates, Melinda, dan juga Boris sebagai
stafnya atau karyawannya.
Kemudian Wall Street Journal juga pernah
melaporkan di tahun 2023 bahwa ini
mengancam akan membongkar
perselingkuhannya Bill Gates dengan
seorang pemain bridge asal Rusia pada
tahun 2017 ya ketika dia sudah menikah
dengan Melinda. Nah, media tersebut
melaporkan bahwa di saat itu Estenin
gagal membujuk Bill Gates untuk mau
bergabung di dalam dana amal. Jadi, dana
amal yang dibuat oleh Epstein. Nah, Bill
Gates enggak mau gabung. Jadinya Epstein
ini ngancam gitu. STEN di saat itu
mengirimkan dia email pada tahun 2017
dengan meminta pergantian uang yang
sudah dia keluarkan untuk dikirimkan
kepada seorang pemain bridge yang
bernama Mila Antanova ke sekolah
pemrograman komputer. Nah, jadi di situ
abste tuh minta ganti rugi. Minta ganti
rugi kepada Bill Gates. Menurut laporan
media tersebut, isi pesannya juga
mengisyaratkan ancaman gitu, Geng, yang
seolah-olah Epstein bisa membongkar
dugaan hubungan mereka, hubungan si Bill
Gates dengan si Mila tadi. kalau Bill
Gates tidak mau memenuhi keinginan dari
Estain. Nah, namun Wall Street Journal
itu menegaskan kalau tidak ada
pembayaran yang dilakukan oleh Bill
Gates ketika itu kepada Epstein. Jadi
kayak ancaman abstein itu enggak
berhasil. Nah, jadi kurang lebih itulah
beberapa fakta mengenai nama Bill Gates
yang tercantum di dalam AppS File. Tapi
nih, Geng, perwakilan dari Bill Gates
atau pihak dari Bill Gates itu membantah
semua informasi mengenai Bill Gates yang
tercantum di dalam berkasin file. Mereka
menyebut semua itu sebagai karangan dari
Appstain yang masih menyimpan dendam
terhadap Bill Gates. Jadi, mereka anggap
ini fitnah dan mereka berpendapat bahwa
dokumen tersebut lebih menunjukkan rasa
kesal karena Estain yang sudah tidak
lagi memiliki akses ke Bill Gates.
Dulunya mereka dekat, terus Bill Gates
udah enggak mau dekat lagi sama dia.
Jadi itu dianggap oleh pihak Bill Gates,
bukan bukti dari kesalahan Bill Gates
itu sendiri. Jadi cuma karangan doang.
Dan seorang juru bicara Bill Gates itu
mengatakan kepada media people bahwa
urusan antara Bill Gates dengan Estein
hanyalah sebatas kegiatan amal. Jadi
ibaratnya nih sesama orang kaya
bergabung ya kan patungan berdua terus
membuat kegiatan amal. Itu yang
dikatakan oleh juru bicara dari Bill
Gates dan Estein sudah beberapa kali
mencoba menarik Bill Gates ke urusan
lain, tapi selalu gagal katanya. Nah,
jadi kayak absen ini udah mencoba gitu
ayo ngajak-ngajak atau rayu-rayu Bill
Gates tapi kabarnya gagal. Dan karena
gagal itulah Esten kemudian mencoba
menekan atau mengancam Bill Gates dengan
menggunakan hubungan mereka sebagai
tameng. Tapi itu semua enggak berhasil.
Nah, terus istrinya Bill Gates yaitu
Melinda juga pernah mengungkapkan
ketidaksukaannya dia atas pertemuan Bill
Gates dengan Epstein. Jadi, Melinda ini
sebenarnya agak apa ya, curiga, enggak
setuju kenapa Bill Gates harus e
berurusan dengan Epstein. Dan hal
tersebut sudah dia ungkapkan, sudah
diungkapkan oleh Melinda kepada Bill
Gates. Nah, tapi entah bagaimana
hasilnya, apakah Bill Gates tetap
berurusan dengan ee atau justru dia
mendengarkan istrinya. Nah, itu enggak
ada yang tahu. Tapi yang jelas ya,
Melinda di saat itu sudah sempat
melarang Bill Gates atau dia sudah
mengungkapkan kalau dia enggak suka
kalau Bill Gates dekat dengan Epstein.
Terus, Geng, terkait dengan apakah isi
dari semua email e Appstain file ini
benar adanya mulai dari simulasi pandemi
sampai ke isu perselingkuhan Bill Gates?
Nah, sampai detik ini tidak ada validasi
apapun, pembenaran apapun dari Bill
Gates. Tidak ada komentar apapun dari
Bill Gates. Tapi ini sudah menjadi
perbincangan umat manusia di muka bumi
sekarang. Nah, tapi yang jelas dari
pihak Bill Gates-nya mereka itu
membantah semua tuduhan tersebut.
Oke. Wah, gila ya hubungan Abstein
dengan Bill Gates cukup seru untuk kita
bahas. Gara-gara mereka berteman,
seluruh umat manusia harus mengalami
penderitaan ketika pandemi. Ya, gue
yakinlah kayaknya enggak tahu ya kalian
setuju sama gua atau enggak, lebih
banyak orang yang meninggal kelaparan di
saat ee Covid-19 itu ketimbang terkena
COVID-nya sendiri. I enggak sih? Ya kan?
Kita enggak boleh kerja, kita enggak
boleh ke mana-mana, semuanya terbatas.
Akhirnya banyak yang meninggal karena
gak tahu mau makan apa. Kerja enggak
ada, penghasilan enggak ada. Nah,
sekarang geng kita bakal beranjak ya ke
tokoh lain yang masih ada hubungannya
dengan Jeffre Epstein. Nah, kali ini
kita bakal membahas soal Presiden Uni
Emirat Arab yaitu Syekh Muhammad bin
Zaid Al-Nahyan. kita bahas nih.
Jadi, geng, nama Syekh Muhammad bin Zaid
Al-Nahyan ini ada di dalam salah satu
berkas Jaoben Hun
2018 yang ditujukan kepada Epstein. Di
dalam surat tersebut, Jobenh ini
menawarkan Epstein untuk menjabat di
kursi senior adviser atau penasehat
senior. Jika dia menerima tawaran
tersebut, maka dewan direksi bakal
memberikan dia opsi saham. Saham
tersebut tidak langsung diberikan
sekaligus, tapi justru dicicil setiap
bulan selama 24 bulan mulai dari tanggal
1 November 2018 dan hanya berlaku selama
dia masih menjalankan perannya di
perusahaan. Sebagai penasehat senior,
tugas utama abstein yang disebutkan di
dalam surat tersebut adalah membantu
mengatur dan memfasilitasi pertemuan
untuk memperkenalkan layanan pemantauan
kesehatan milik Jaob Bon kepada para
penguasa dan pengambilan keputusan di
kawasan Teluk. Kawasan Teluk tuh
maksudnya tuh kawasan Timur Tengah sana,
Geng. Nama-nama yang disebutkan secara
jelas itu antara lain Muhammad bin
Rasyid alaktum, terus ada Hamdan bin
Muhammad bin Rasyid alaktum, terus
Muhammad bin Zaid Al-Nahyan dan Muhammad
bin Salman. Selain itu dia juga diminta
untuk membantu perusahaan masuk ke pasar
baru di luar kawasan Teluk, di luar
kawasan Timur Tengah. Dan di bagian
akhir surat tersebut menjelaskan kalau
opsi saham tersebut tunduk pada aturan
perusahaan dan SSIN harus menandatangani
perjanjian resmi kalau dia menerima
tawaran itu.
Gua bakal membahas sedikit nih, Geng,
soal siapa Muhammad bin Zaid Al-Nahyani
ini. Jadi, beliau ini adalah anak ketiga
dari Zaid bin Sultan Al-Nahyan yang
pernah menjadi penguasa Abu Dhabi dan
pemimpin keluarga Nahyan dari tahun 1966
sampai 2004. sekaligus dia adalah
Presiden Uni Emirat Arab dari 1971
sampai 2004. Setelah dia lulus dari
Royal Military Academy Stars pada tahun
1979, Muhammad bin Zaid Al-Nahyani ini
memiliki peran penting di Angkatan Udara
Uni Emirat Arab. Saat terjadi perang
Teluk Persia, dia menjadi rekan yang
dipercaya oleh militer Amerika dan
berperan sebagai penghubung utama di
dalam urusan koordinasi keamanan. Pada
tahun 2005 dia diangkat sebagai wakil
panglima tertinggi angkatan bersenjata
Uni Emirat Arab dan mendapatkan kenaikan
pangkat menjadi Letnan jenderal di saat
itu. Pada tahun 2004 setelah ayahnya
meninggal dunia dan kakaknya yang
bernama Khalifah bin Zaid Al-Nahyan jadi
penguasa menggantikan ayahnya, Muhammad
bin Zaid Al-Nahyan ini diangkat sebagai
putra mahkota Abu Dhabi. Di tahun yang
sama dia juga menjadi ketua dewan
eksekutif Abu Dhabi, lembaga yang
mengurus pemerintahan, Geng.
Terus singkat cerita, setelah Khalifah
itu mengalami stroke pada tahun 2014,
Muhammad kemudian mengambil alih
sebagian besar tugas pemerintahan
termasuk ya peran sebagai panglima
tertinggi angkatan bersenjata. Dan
seiring dengan kuatnya kendali militer,
banyak pengamat yang menilai kalau
Muhammad ini berperan besar dalam
perubahan kebijakan luar negeri Uni
Emirat Arab sehingga jadi lebih aktif
pada tahun 2010-an. Muhammed juga sangat
berpengaruh di dalam hubungan luar
negeri antara Uni Emirat Arab dengan
negara-negara lain. Setelah wafatnya
khalifah pada bulan Mei 2022, Muhammad
bin Zaid Al-Nahyan secara resmi dipilih
menjadi Presiden Uni Emirat Arab oleh
Dewan Tertinggi Federal. Nah, di dalam
pemerintahannya, Uni Emirat Arab
mendukung eksistensi Isriwil dan tetap
berada di dalam barisan mereka saat
Isriwil melakukan serangan ke Gaza. Dan
dikatakan juga bahwa Muhammad bin Zaid
Al-Nahyan juga terlibat di dalam
pencurian emas di Sudan dan menjual
emas-emas tersebut bersama dengan
Isriwil. Jadi di sini kita udah tahu ya
track record-nya dia kalian udah paham
dan ya kenapa dia bisa berhubungan
dengan Epstein. Ternyata emang banyak
juga sisi gelapnya beliau ini. Nah, di
internet beredar foto Muhammad bin Zaid
Al-Nahyan ini ketika dia masih muda yang
mana di sana terlihat dia dengan dua
orang perempuan yang sedang mencium
pipinya dia. Jadi ini benar-benar
kontradiktif banget dengan budaya Arab
ya, Geng ya. Yang mana kan dia ini kan
pemimpin Arab yang pasti dihormati, yang
pasti dia menjunjung tinggi syariat
Islam. Tapi di dalam foto tersebut tidak
mencerminkan kalau dia adalah pemimpin
tinggi negara Islam. Ya kan? Kalian bisa
lihatlah itu jelas-jelas dua cewek bukan
muhrimnya dia mencium pipinya dia dan
itu semacam di sebuah partti. Karena
namanya dia yang tercatut di dalam
Absten file, banyak yang menduga kalau
foto tersebut diambil di pulau pribadi
milik Epstein yang dijadikan sebagai
tempat bagi orang-orang penting
melakukan kejahatan mereka. Kejahatannya
apa? ya kalian tahu sendiri yaitu
melakukan hubungan gitu-gitu dengan para
gadis di bawah umur. Dan ternyata ya
Muhammad bin Zaid Al-Nahyan pernah
terlibat di dalam tindakan tersebut.
Berdasarkan berkas abstein yang baru
dirilis, enggak ada bukti yang
terverifikasi bahwa Muhammad bin Zaid
pernah bertemu dengan Epstein sebenarnya
di pulau pribadinya tersebut. Nah,
memang ada catatan bahwa Epstein
memiliki hubungan dengan beberapa tokoh
dari Uni Emirat Arab yang dekat dengan
Muhammad bin Zaid Al-Nahyan ini. Tapi
hal tersebut tidak berkaitan secara
langsung dengan Abstein sesuai dengan
yang terlampir di Abstain file. Jadi
kayak apa ya? Dia itu berhubungan dengan
Muhammad bin Zaid ini justru dari
kolega-koleganya yang lain. Jadi dari
teman ke teman gitu, dari kenalan ke
kenalan. Tapi nih geng ya, gua juga
dapat informasi dari netizen yang
menyebutkan sebenarnya foto Muhammad bin
Zaid al Nahyan tersebut yang pipinya
dicium oleh dua perempuan itu
kemungkinan besar adalah foto hasil
editan. Katanya sih gitu ya. Nah, foto
tersebut kabarnya sebenarnya adalah foto
pemain sepak bola Maroko yang di-upload
ke Facebook pada tahun 2012. Jadi
mungkin wajahnya mirip gitu ya. Karena
seperti yang kita tahu ya, wajah
orang-orang di Maroko itu sebagian
besarnya ada yang kearab-araban lah
wajahnya. Jadi itu bukan foto asli milik
Muhammad bin Zaid katanya. Nah, tapi
wallahualam ya sampai sekarang itu belum
ada verifikasi langsung dari si Muhammad
bin Zaid-nya. Nah, tapi ada juga nih,
Geng, informasi lain yang berkaitan
dengan Uni Emirat Arab yang terungkap di
dalam Appsta File. Dari total 3 juta
dokumen tersebut, di dalamnya terdapat
percakapan antara Stain dengan seorang
pria yang bernama Anas Al-Rasyid yang
membicarakan kasus dari jurnalis Arab
Saudi bernama Jamal Kashogi yang
dieksekusi di Istanbul, Turki. Kayaknya
gua udah pernah bahas deh. Apa pernah
apa udah di-take down ya? kayaknya gua
udah pernah bahas nih soal e Jamal
Kashogi ini. Jadi, Jamal Kashogi ini
dieksekusi di dalam konsulat Arab Saudi
pada tanggal 2 Oktober 2019 yang mana
intelijen Amerika kemudian menyimpulkan
bahwa pengeksekusian itu bukanlah
sekedar aksi penghilangan nyawa biasa,
melainkan ini merupakan sebuah operasi
yang disetujui oleh putra mahkota Arab
Saudi yaitu Muhammad bin Salman atau
MBS. Pada tanggal 12 Oktober 2018, kasus
itu tuh sudah berkembang menjadi krisis
internasional dan memicu kecaman global
atas pengeksekusian brutal terhadap
Kashogi. Nah, karena kan Kashogi ini
adalah seorang jurnalis dan jurnalis itu
kan punya hak imunitas yang mana ya
seorang jurnalis itu tidak boleh
diperlakukan semena-mena yang mana dia
ini merupakan kontributor Middle East I
dan penulis di Washington Post. Nah, di
dalam sebuah pesan yang tertanggal 12
Oktober 2018, Anas Al-Rasyid itu
menggambarkan pengeksekusian tersebut
atau kejadian itu dengan kalimat ugly,
very ugly yang artinya buruk, sangat
buruk. Abstain kemudian membalas dengan
menuliskan, "Smells like something
bigger to me."
Arti dari kalimat itu adalah Estain
mencium adanya sesuatu yang lebih besar
dan menyatakan tidak akan terkejut kalau
Muhammad bin Zaid atau MBZ selaku
penguasa Uni Emirat Arab yang menjadi
dalang di balik kejadian tersebut. Nah,
lalu Al-Rasyid merespon singkat dengan
tulisan em kayak gitu. Nah, saatte ingin
meminta penjelasan lebih lanjut,
Al-Rasyid menuliskan bahwa situasinya
sulit untuk dipastikan. Sekaligus
menyebut bahwa informasi bocor secara
terencana dan disebarkan dengan sangat
cepat. Dan dia juga memperingatkan bahwa
krisis tersebut sudah berubah menjadi
perang media. Di dalam pesannya,
Al-Rasyid ini bilang kalau saat itu dia
pikir Arab Saudi sedang kehilangan Trump
jika mereka tidak mulai membela diri.
Nah, pertahanan terbaik adalah kebenaran
meskipun itu akan berakhir buruk. Kayak
gitulah kurang lebih pesannya dia di
dalam email tersebut. Terus, geng, di
dalam email lanjutan lain yang termasuk
ke dalam dokumen, ini bilang sebuah
sumber lain yang memberitahu dia bahwa
salah satu peserta di dalam operasi
pengeksekusian itu merekam sebuah video
menggunakan handphone sebelum handphone
tersebut diretas dan rekamannya itu ya
bisa diambil atau ee tersebarlah gitu.
Nah, cuma nih, Geng, dokumen email
tersebut tidak menjelaskan siapa yang
berhasil meretas atau nge-hack handphone
yang dimaksud. Jadi pada tanggal 13
Oktober 2018, ini kembali mengajukan
sejumlah pertanyaan di dalam pertukaran
pesan lain. Dia membahas kemungkinan
Jamal Kashogi tadi yang dilabeli sebagai
teroris serta menjelaskan skenario bahwa
operasi rahasia yang ditujukan kepada
Kashogi itu gagal atau berubah menjadi
jebakan yang sudah direncanakan sejak
awal sambil berulang kali dia
menyebutkan nama MBZ. Di malam yang sama
dokumen menunjukkan bahwa abstein ini
menerima pesan dari seseorang kenalan
yang namanya disamarkan. Dalam pesan itu
disebutkan bahwa MBZ itu meminta
pertemuan yang bersifat mendesak dengan
rencana keberangkatan pada keesokan
paginya. Jadi kayak tergesa-gesa dan
terburu-buru gitu. Nah, secara terpisah
ada sebuah memo milik FBI yang
menyatakan bahwa Estein bekerja sama
dengan intelligenten Amerika dan East
Rewel juga. Memo tersebut menyebutkan
bahwa Estein memiliki kedekatan dengan
mantan perdana menteri Isriwil yang
bernama Ehud Barak dan dilaporkan pernah
dilatih sebagai mata-mata di bawah
bimbingannya dia.
Nah, begitulah kurang lebih ya, Geng,
mengenai hubungan antara Epstein dengan
para petinggi Uni Emirat Arab. Nah,
gimana tuh menurut kalian, Geng? Apakah
bukti-bukti yang tertera itu cukup
menjawab semua rumor atau justru kalian
masih belum percaya dengan hal ini.
Sekarang gua bakal masuk ke dalam
pembahasan selanjutnya mengenai
tercantumnya nama seorang tokoh
spiritual yang begitu terkenal di dunia
yaitu Dalai Lama di dalam Epstein File.
Kita bahas.
Nah, jadi geng waktu itu Dalai Lama
sempat menjadi pembicaraan dikarenakan
tindakannya Dalai Lama ini yang meminta
seorang bocah laki-laki untuk menghisap
lidahnya. Jadi kayak French kiss gitu
loh, Geng. Wah, parah. Tapi bocil
laki-laki loh, Geng. Jadi kayak
menyimpang
bangeteng.
Tapi sekarang nama Dalil Lama kembali
dibicarakan dikarenakan namanya tertulis
di dalam Appsta File. Namanya disebut
sebanyak 169 kali di AppStin File. Nah,
menurut laporan beberapa email dari
bulan Oktober 2012 berisikan referensi
yang menyiratkan bahwa Dalai Lama pernah
bertemu dengan Epstein bahkan diharapkan
hadir di dalam sebuah acara bersama
dengan Epstein. Media Eropa yang bernama
Nextta TV juga mengklaim kalau beberapa
orang yang disebut sebagai pengikut
Dalai lama mungkin pernah bertemu dengan
Abstain. Nah, namun seperti banyak
bagian dari berkas Absten file,
penyebutan nama dalam email tidak
otomatis berarti mereka itu terlibat di
dalam kejahatan. Ya, jadi kayak tertera
di situ bukan berarti ya mereka sama
jahatnya dengan Estain, tapi kayak itu
merupakan perjalanan Epstein yang mana
Estain mungkin pernah melalui atau
berkenalan dengan orang-orang yang dia
sebut di dalam catatannya dia itu. Nah,
pada tahun lalu nih, Geng, ada seorang
jurnalis yang bernama Michael Wolf yang
mana dia membuat pernyataan yang mencuri
perhatian di dalam podcast Daily Beast.
Di podcast itu dia bercerita kalau
banyak tokoh terkenal yang pernah hadir
di dalam pertemuan di rumah mewah
Epstein yang berada di Manhattan. Saat
menyebut beberapa nama, dia juga
memasukkan nama Dalai Lama ini. Nama
petinggi atau pemuka agama yang sangat
terkenal ini. Dan menurut Wolf ya
kemungkinan alasan Day Lama hadir di
dalam pertemuan bersama abstein tersebut
dikarenakan urusan pendanaan, urusan
duit. Karena banyak orang yang datang
menemui abstein untuk mencari dukungan
uang atau donasi bagi kegiatan amal
mereka. Dan klaim yang disampaikan oleh
Wolfes tersebut selanjutnya diberitakan
dan dianalisa oleh jurnalis independen
yang bernama Jacob Silverman dalam
tulisannya dia di substack yang berjudul
Why was the Dalai Lama at Jeffre Epstein
House? Nah, di dalam artikelnya dia
menyebutkan kalau kantor Dalai Lama
tidak memberikan tanggapan ketika
ditanya mengenai kemungkinan adanya
donasi yang mengalir ke mereka dari
epstein.
Sama sekali enggak digubris. Menurut si
Silverman ini, Dal lama itu sebelumnya
juga pernah menerima dukungan dari
tokoh-tokoh yang kontroversial
sebenarnya. Jadi, uangnya itu mengalir
dari orang-orang yang sebenarnya apa ya?
kayak ee enggak cocok aja gitu
men-support pergerakan-pergerakan
dari pemuka agama atau dari agama
tertentu. Contohnya nih di tahun 2009 ya
lama ini hadir sebagai pembicara di
sebuah acara milik NXIVM.
Gua enggak tahu nih ini dibaca sekaligus
apa dibaca terpisah. Jadi yang jelas ini
adalah kelompok yang kemudian dikenal
sebagai sekte anu-anu, sekte tidak
senonoh, sekte gitu-gituan. Tapi dalil
lama pernah hadir di tengah-tengahnya.
Aneh kan ya? Aneh. Dan pemimpinnya yang
bernama Kate Rainier itu dinyatakan
bersalah pada tahun 2019 atas tujuh
tuduhan kriminal dan dijatuhi hukuman
120 tahun penjara. Dalam acara tersebut
ya Dalama hadir. Dia dilaporkan
memberikan pidato dan memasangkan Shal
seremonial Tibet di bahu si Renier tadi.
Dan Silverman mengklaim kalau atas
kehadiran Dale Lama itu Dal Lama
menerima bayaran sekitar 1 juta Do
Amerika. Dari sinilah muncul dugaan jika
ada uang absta yang juga diberikan atau
mengalir kepada dalai lama. Namun sejauh
ini ya belum ada tanggapan dari pihak
dalil lama terkait tuduhan tersebut. Ya,
intinya kan biasanya nih orang nih kalau
dituduh sesuatu kalau dia membantah dia
mengklarifikasi ya itu masih fifty-fifty
soal kebenaran dari tuduhan tersebut.
Nah, tapi kalau ini udah dituduh tapi
diam aja ya bisa jadi kemungkinan
tuduhannya benar gitu kan ya dia enggak
bereaksi sama sekali gitu geng. Nah,
jadi nama Dal lama juga disebutkan di
dalam Appsta file dan beberapa track
record dari Dalama itu ya bisa membuat
orang-orang percaya dengan apa yang
tercantum di dalam absta file tersebut.
Ya, orang akan mengaitkan dengan track
recordnya Dalai Lama tadi.
Huh, gila ya, Geng, fakta-faktanya itu
waduh bikin gua benar-benar kayak kok
bisa gitu ya. Een ini sejauh itu
pergerakannya, sejauh itu perjalanannya
dia. Dan sampai sejauh ini akhirnya kita
percaya bahwa the power of money itu
nyata. Ya, seorang Jeffrey Epstein. Dia
ini adalah investor kaya dengan uang
yang dia punya dengan fasilitas yang
gila, penawaran yang gila untuk bisa
mendapatkan networking atau koneksi
dengan orang-orang besar ya. Semuanya
gampang buat dia. Hah. Sebenarnya masih
banyak yang pengen gua bahas lagi ya
terkait Absten file ini. Tapi kayaknya
bakal panjang banget kalau gua bahas di
episode ini lagi. Jadi nanti kita bakal
lanjutkan lagi di episode selanjutnya
ya.
tentang misteri di balik absten file
yang kabarnya ada nama pejabat Indonesia
lain yang juga dicantumkan. Kira-kira
menurut kalian setuju enggak kalau kita
bakal bahas Appen File di episode
selanjutnya? Kalau kalian setuju,
tinggalkan komentar di bawah.