Transcript
Ppzfppwe7Ac • COVID 19 IS A SIMULATION MADE BY BILL GATES & EPSTEIN?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1667_Ppzfppwe7Ac.txt
Kind: captions Language: id pengakuan dari Estein yang mengatakan kalau mereka berdua ini merencanakan melakukan simulasi yang mana rencana tersebut jauh sebelum COVID-19 melanda dunia di tahun 2020. Jadi ibaratnya eh ini mengakui kalau COVID-19 itu adalah rencana settingannya mereka. Di dalam sebuah email dengan subject BGC3 deliverable and scope ya abstein ini menawarkan proposal di dalam sejumlah bidang mulai dari keamanan nasional sampai dengan bidang kesehatan. Ada lima topik yang dikerjakan. Salah satunya adalah simulasi pandemi, yaitu menyusun spesifikasi teknis dan rekomendasi pelacakan untuk strain pandemi. Geng, kemarin rasa-rasanya kayak agak tanggung ya atau agak kentang gitu ya pembahasan kita tentang abstain file. Nah, jadi hari ini gua bakal melanjutkan tentang pembahasan abstain file ini. Soalnya file ini itu ada 3 juta halaman, Geng. Jadi pastinya banyak banget yang bisa dibahas. Kalau kemarin kita sudah membahas sebagian kecilnya, nah hari ini kita bakal melanjutkan lagi nama-nama yang tertulis dan fakta-fakta yang tertulis di dalam AppS file. Ini nama besar lain yang tertulis di dalam AppS file itu ada nama Bill Gates. Nah, ini cukup menarik ya membahas tentang Bill Gates yang mana Estein mengatakan dia sering bertemu dengan Bill Gates. Bahkan kabarnya mereka pernah merencanakan simulasi pandemi yang mana pandemi yang dimaksud itu diduga adalah Covid-19. Kasus kematian di tanah air bertambah 1604 jiwa. Hingga total pasien COVID-19 yang meninggal dunia mencapai 95.723 jiwa. Sementara kasus positif bertambah sebanyak 30.738 kasus baru. Sehingga total positif COVID-19 di tanah air kini mencapai R3.440.396 kasus. Nah, klaim ini langsung memicu spekulasi dan teori konspirasi bahwa jangan-jangan COVID-19 yang pernah kita rasakan kemarin yang sempat membuat dunia seperti keriset gitu ya, apakah itu cuma simulasi yang dijalankan oleh Epstein dan Bill Gates? Nah, tapi Bill Gates bukan satu-satunya nama besar yang ada di berkas tersebut. Seperti yang gua katakan sebelumnya, ada lagi nama-nama lain seperti Syekh Muhammad bin Zaid Al Nahyan, seorang pemimpin Uni Emirat Arab yang namanya muncul di dalam dokumen terkait lingkaran elit internasional yang pernah berinteraksi dengan Epstein. Bahkan tokoh spiritual dunia seperti Dalai Lama juga tercantum di dalam berkasnya ini. Tapi geng, penting untuk kita tahu nih kalau munculnya nama-nama besar di dalam Appsta file tersebut tidak secara otomatis, artinya memiliki keterlibatan di dalam kejahatan yang dilakukan oleh Epstein. Banyak dokumen tersebut ya hanya sekedar catatan pertemuan, email atau laporan yang belum diverifikasi. Tapi berkas-berkas ini menjelaskan satu hal, betapa luasnya jaringan abstain dan betapa dekatnya dia dengan kekuasaan, mau itu di bidang teknologi, politik, keuangan, bahkan spiritual. Jadi nih orang nih pengaruhnya besar banget. Nah, di video kali ini kita bakal membahas beberapa nama lain yang ada di AppStin file dan apa saja hubungannya dan apa saja misteri di dalamnya. Nah, sekarang kita langsung masuk ke dalam pembahasannya. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry Geng Geng. Suka bikin konten pakai HP tapi kapasitas memorinya kecil? Jangan khawatir, sekarang kapasitas memori HP kalian bisa dibikin jadi besar. Ini namanya portable SSD dari SSK. Kapasitas yang gua beli ini adalah 4 TB. Sebelumnya gua juga udah beli yang kapasitasnya 500 gig. Sekarang gua upgrade ke 4 TB supaya data yang ditampung jauh lebih banyak. Dan gokillnya ini kecepatannya sampai 40 Gbps, Geng. Proses pemindahan datanya juga simpel banget, cukup pakai kabel, colokin ke HP kalian dan langsung pindahin. Prosesnya jauh lebih cepat daripada kalian mindahin pakai Airdrops. Ngapain beli HP dengan kapasitas memori yang besar tapi harga mahal? Mendingan beli portable SSD dari SSK. Harganya jauh lebih terjangkau dan kapasitasnya jauh lebih besar. Untuk link pembelian kalian bisa langsung cek di bawah. Oke, untuk pembahasan yang pertama kita bakal membahas soal simulasi pandemi yang diisukan dilakukan oleh Jeffre Epstein dan juga Bill Gates. Nah, gimana fakta tentang hal ini? Jadi, Geng, kalau kita cari di website milik Departemen Kehakiman Amerika dan mengetik nama Bill Gates itu sebenarnya ada banyak berkas yang menunjukkan kalau Epstein dan Bill Gates itu sering banget bertemu. Kalian bisa lihat sendiri buktinya. Ini salah satu contohnya ya, di dalam email yang dikirim oleh Leslie Grove, asisten Epstein kepada Epstein di tanggal 5 September 2014 yang mana ini berisikan pertemuan antara Epstein dengan Bill Gates serta Tom Pritzcare di Park Hayatt yang ada di New York. Kemudian di dalam email lain yang dikirimkan oleh Leslie Grove ini ya untuk Fstain gitu ya pada tanggal 28 November 2010 Leslie ini menanyakan jadwal pertemuan Epstein dengan Bill Gates sebab Epstein meminta Leslie untuk mengingatkan dia kalau dia akan bertemu dengan Bill Gates di tanggal 5 Desember. Tapi seminggu sebelumnya Epstein bilang kalau dia bertemu dengan Bill Gates di tanggal 6 Desember. Nah, jadi ini semacam apa ya? kayak dia menyampaikan kepada salah satu stafnya atau orang terdekatnya untuk mengingatkan dia kalau dia ada pertemuan penting dengan Bill Gates gitu, Geng. Nah, di dalam email itu Lesle ini ingin memastikan kalau Epsteain bertemu dengan Bill Gates di tanggal berapa. Apakah di tanggal 5 atau justru di tanggal 6. Jadi di situ jelas ya, mereka dekat banget nih antara Bill Gates dengan Epstein. Lalu geng, kedekatan antara Bill Gates dan Epstein ini juga gak dibantah oleh Bill Gates. Nah, karena buktinya ada di dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal, Bill Gates ini bilang kalau dia merasa sangat bodoh karena sudah menghabiskan waktu bersama dengan Epstein. Nah, jadi dia pernah tuh mengakui ya gimana ya kalau misalkan enggak diakui juga rasa-rasanya enggak mungkin karena dokumennya, foto dokumentasinya jelas semuanya ada. Kalau mau dibilang itu AI ya itu di saat foto-fotonya tersebar itu belum ada AI, belum di era AI gitu, Geng. Nah, jadi mau enggak mau Bill Gates bilang, "Ya, memang benar dia dekat dengan Epstein, tapi dia menyesali." Tapi agak janggal, ya, Geng. orang yang mengaku menyesal dekat dengan seseorang, tapi udah sering banget ketemu. Biasanya kan kalau yang menyesal itu baru sekali bertemu terus tiba-tiba kayak eh first impression-nya tuh kayak kurang oke, ya udah enggak ketemu lagi ya kan. Nah, itu bisa dikatakan menyesal. Nah, tapi ini kayak urusannya itu sering banget. banyak eh track record kalau mereka memang sedekat itu. Nah, jadi seolah-olah Bill Gates di dalam wawancara dengan The Wall Street Journal seolah-olah ingin cuci tangan. Di saat itu Bill Gates menyebut kalau abstein bisa dekat dengan banyak orang dengan cara bergaul dengan orang lain lagi. Jadi kayak dari networking satu ke networking lainnya. Jadi dari teman ke teman gitu. Dan Bill Gates berpikir hubungan dia dengan Estain akan membantu filantropi yang sedang dia kerjakan. Tapi kenyataannya kedekatan dia dengan Estain tidak membantu usahanya dia sama sekali. Bahkan justru mencoreng nama baik Bill Gates. Nah, ini menurut pengakuan dari Bill Gates. Ada beberapa email antara E Stain dan juga Bill Gates ini yang ditemukan. Tapi yang paling menggemparkan adalah salah satu yang sedang dibicarakan oleh banyak orang saat ini, yaitu ya pengakuan dari Istein yang mengatakan kalau mereka berdua ini merencanakan melakukan simulasi yang mana rencana tersebut jauh sebelum COVID-19 melanda dunia di tahun 2020. Jadi ibaratnya ehstein ini mengakui kalau COVID-19 itu adalah rencana settingannya mereka. Di dalam sebuah email dengan subjek BGC3 deliverable and Scope ya abstein ini menawarkan proposal di dalam sejumlah bidang mulai dari keamanan nasional sampai dengan bidang kesehatan. Ada lima topik yang dikerjakan. Salah satunya adalah simulasi pandemi, yaitu menyusun spesifikasi teknis dan rekomendasi pelacakan untuk strain pandemi. Nah, jadi relate banget ya, Geng, dengan apa yang terjadi di muka bumi ini yang diakui atau ditemukan di dalam Abstain file ini semuanya berbukti jelas terjadi gitu, Geng. Jadi, mau dibantah kayak gimana lagi? Dan ada juga yang mengenai soal senjata neuroteknologen buku putih neuroteknologi yang digunakan sebagai senjata di dalam industri intelijen dan pertahanan nasional. Dan selain itu terkait data kesehatan digital yaitu pengembangan sistem digital berbasis bukti tanpa pengetahuan yang meningkatkan akses ke data kesehatan pribadi serta menjamin keamanan pribadi. Berikutnya tuh ya ada lagi penyakit kronis dan ilmu otak untuk memberikan rekomendasi neuroteknologi untuk penyakit degeneratif dan kronis. Dan yang terakhir mereka membahas mengenai ekonomi kesehatan yang menyusun laporan mengenai pengeluaran kesehatan konsumen di Amerika Serikat. Jadi, Estein ini mengungkapkan di dalam dokumen itu dia sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah ahli setelah bertemu dengan Bill Gates dan nama-nama ahli yang dia tuliskan itu adalah Roger, terus ada Mark, Chris, Trevor, dan juga Geov. Nah, Esten juga mengucapkan terima kasih di akhir emailnya ya. Di akhir tulisan emailnya ada kata terima kasih dan memastikan siap membantu dengan cara apapun. Tapi sebenarnya ya, Geng, kalau kita membicarakan keterkaitan antara Bill Gates dengan pandemi Covid-19, ya, kedua topik ini udah sering dihubungkan bahkan sejak tahun 2020 waktu itu ya tersebar sebuah video Bill Gates ketika menjadi pembicara di dalam konferensi TED yang ada di Vancouver Kanada pada tahun 2015 yang mana dia bilang nih dalam bahasa Indonesia kayak gini artinya. Jika sesuatu membunuh lebih dari 10 juta orang selama beberapa dekade ke depan, sepertinya itu akan menjadi virus yang sangat menular ketimbang dengan peperangan. Today, the greatest risk of global catastrophe doesn't look like this. Instead, it looks like this. If anything over 10 million people in the next few decades, it's most likely to be a highly infectious rather than a war. Nah, pernyataan itu diliput oleh beberapa media. Nah, ketika pandemi Covid-19 melanda dunia di tahun 2020, video itu viral lagi. Tapi dengan diskusi yang lebih mengerucut kepada alasan Bill Gates kenapa dia menyampaikan hal itu, kenapa dia mengeluarkan statement tersebut seolah-olah COVID-19 itu udah dia ramalkan. Jadi, dia kayak udah tahu apa yang akan terjadi di tahun 2020, yaitu pandemi Covid-19. Jadi, di sini relate banget kan, Geng? pengakuan dari e dialah yang meng-create atau merencanakan COVID-19 bersama Bill Gates. Ditambah Bill Gates pernah mengucapkan kalimat tadi yaitu ya virus yang sangat menular ketimbang peperangan yang ya lebih mematikan virusnya gitu ya. Dan setelah itu 2020 terjadilah COVID-19. Semuanya berkesinambungan jelas berbukti. Sejak awal 2020 pandemi Covid-19 lamat-lamat sudah terdengar di Indonesia. Sejumlah kejadian di Wuhan, Tiongkok membuat warga dunia khawatir, tak terkecuali bagi warga Indonesia. Nah, beberapa pihak sempat menuduh Bill Gates sebagai pemimpin kelas elit global dan sebagian lainnya percaya kalau dia memimpin upaya untuk mengurangi populasi dunia dengan membuat virus corona tersebut. Jadi ibaratnya COVID-19 itu adalah bagian dari New World Order, yaitu tatanan dunia baru dan tujuannya adalah mengurangi populasi umat manusia di muka bumi. Supaya apa? Ya, supaya menurut elit global semuanya bisa berimbang dan mudah dikontrol. Jadi kalau misalkan manusianya terlalu ramai, susah untuk dikontrol tapi dengan populasi yang sedikit ya manusia akan sangat mudah dikontrol. Dan seperti yang kita tahu ya, di muka bumi ini yang mengontrol sistem itu adalah 1% manusia di dunia. Jadi kalau misalkan kalian menjalani hidup kayak sekarang nih harus bangun pagi, terus kalian harus kerja 9 to5 gitu ya, itu semua adalah sistem yang dicreate oleh manusia. Dan siapa yang meng-create itu ya? Siapa lagi kalau bukan para elit global pengendali uang. Dan kita semua sekarang menjalani kehidupan tersimulasi gitu ya. Kayak kita bangun pagi harus jam sekian, gosok gigi harus makan, terus kita ke kantor, e setelah itu kita ada jam istirahat, kerja lagi dan baru pulang. Itu semua kan sistem. Dan kita sebagai manusia harus mengikuti itu. Padahal kalau kita telaah ya mungkin di zaman dulu, di zaman sebelum uang kertas ini ada, sistem itu kan enggak ada. Yang ibaratnya tuh orang ya hidup dari hasil bertani, dari hasil melaut atau berternak gitu. Nah, semenjak adanya sistem yang diciptakan oleh manusia yang mana penciptanya itu adalah 1% 1% dan bahkan bisa gua bilang yang menciptakan sistem uang itu adalah keluarga. Dan ada dua nama keluarga yang sangat berpengaruh di muka bumi ini yaitu Rosd dan Rocaaveller. Maka setelah itu, semenjak itu, kita semua terkontrol. Kita semua akan menghamba kepada uang, ya kan? Nah, tapi ketika populasinya terlalu ramai, terlalu banyak, apa yang akan dilakukan oleh orang-orang pengontrol kehidupan ini? Mengurangi populasi supaya lebih gampang untuk dikontrol dan kita tunduk pada sistem mereka. Jadi, ya kita balik lagi ke Bill Gates nih. Ada yang paling aneh ya, ada konspirasi mengenai Bill Gates yang dituduh mencoba menanamkan mikrochip ke manusia. Nah, ini sempat muncul ya di era COVID-19 di saat itu. Ketika itu dugaan terkait Bill Gates yang menjadi dalang di balik COVID-19 ya dianggap hanya spekulasi liar. Jadi buktinya tuh enggak bisa dibuktikan atau enggak bisa dimunculkan ke media manapun. Nah, tapi setelah absen file ini dipublikasikan, makin banyak yang mengangkat lagi tentang tuduhan tersebut yang seolah-olah COVID-19 ciptaan dari Bill Gates dan Bill Gates menciptakan vaksin. Dan vaksin itulah yang dianggap sebagai mikro inteligen, microagent atau mikrochip yang sengaja ditanamkan ke tubuh manusia. Nah, tuduhannya semakin berimbang dengan bukti yang ada sekarang. Kira-kira menurut kalian gimana tuh, Geng? Hah? Kalian lebih percaya ini nyata atau ini hanya sekedar rumor. Dan ya kalau kita lihat ya makin banyak orang yang percaya kalau COVID-19 tuh bukan sekedar konspirasi tanpa dasar tapi justru ini memang menjadi rencana Bill Gates dengan Epstein untuk mengontrol manusia. Nah, terus geng selain terungkapnya rencana simulasi pandemi yang dibuat oleh Epstein dan Bill Gates di dalam Appsta File juga mengungkapkan kalau Bill Gates ternyata berselingkuh geng. berselingkuh dari istrinya yang bernama Melinda. Hal ini terungkap dari salah satu email yang bertanggal 18 Juli 2013 untuk seseorang yang bernama Boris yang mana disebut-sebut Boris ini bekerja untuk Bill and Melinda Gates Foundation milik Bill Gates dan istrinya. Email tersebut diduga tadinya ingin dikirim ke Bill Gates langsung setelah terjadi ya perselisihan lah gitu. Di dalam draftnya tersebut, Estain mengklaim kalau Bill Gates pernah meminta bantuan medis melalui Estein setelah bertemu dengan gadis-gadis Rusia karena khawatir dia akan tertular penyakit gitu-gituan ya, penyakit H garis V setelah dia melakukan ee apa ya hubungan badan lah sama gadis-gadis Rusia tadi. dan dia mencari bantuan untuk mendapatkan antibiotik yang disebut bisa diberikan kepada istrinya tanpa sepengetahuan sang istri. Jadi ibaratnya gini, Geng. Bill Gates ini udah kena penyakit. Nah, dia tuh pengin ketika dia berhubungan sama istrinya, istrinya itu enggak tertular. Jadi, istrinya itu harus ditanamkan atau diinjeksi dengan antibiotik. Tapi gimana caranya istrinya enggak tahu kalau dia sedang di-inject antibiotik. Nah, kurang lebih kayak gitu. Di dalam pesan lain juga disebutkan kalau Bill Gates meminta untuk menghapus email yang menyebutkan dugaan penyakit menular tadi serta detail-detail yang terlalu privacy. Jadi dia khawatir gitu loh, Geng. Arsip yang sama juga memuat draft dari Boris tadi yang menjelaskan kalau dia merasa gelisah dan terjadi ketegangan di internal mereka. Di internalnya Bill Gates, Melinda, dan juga Boris sebagai stafnya atau karyawannya. Kemudian Wall Street Journal juga pernah melaporkan di tahun 2023 bahwa ini mengancam akan membongkar perselingkuhannya Bill Gates dengan seorang pemain bridge asal Rusia pada tahun 2017 ya ketika dia sudah menikah dengan Melinda. Nah, media tersebut melaporkan bahwa di saat itu Estenin gagal membujuk Bill Gates untuk mau bergabung di dalam dana amal. Jadi, dana amal yang dibuat oleh Epstein. Nah, Bill Gates enggak mau gabung. Jadinya Epstein ini ngancam gitu. STEN di saat itu mengirimkan dia email pada tahun 2017 dengan meminta pergantian uang yang sudah dia keluarkan untuk dikirimkan kepada seorang pemain bridge yang bernama Mila Antanova ke sekolah pemrograman komputer. Nah, jadi di situ abste tuh minta ganti rugi. Minta ganti rugi kepada Bill Gates. Menurut laporan media tersebut, isi pesannya juga mengisyaratkan ancaman gitu, Geng, yang seolah-olah Epstein bisa membongkar dugaan hubungan mereka, hubungan si Bill Gates dengan si Mila tadi. kalau Bill Gates tidak mau memenuhi keinginan dari Estain. Nah, namun Wall Street Journal itu menegaskan kalau tidak ada pembayaran yang dilakukan oleh Bill Gates ketika itu kepada Epstein. Jadi kayak ancaman abstein itu enggak berhasil. Nah, jadi kurang lebih itulah beberapa fakta mengenai nama Bill Gates yang tercantum di dalam AppS File. Tapi nih, Geng, perwakilan dari Bill Gates atau pihak dari Bill Gates itu membantah semua informasi mengenai Bill Gates yang tercantum di dalam berkasin file. Mereka menyebut semua itu sebagai karangan dari Appstain yang masih menyimpan dendam terhadap Bill Gates. Jadi, mereka anggap ini fitnah dan mereka berpendapat bahwa dokumen tersebut lebih menunjukkan rasa kesal karena Estain yang sudah tidak lagi memiliki akses ke Bill Gates. Dulunya mereka dekat, terus Bill Gates udah enggak mau dekat lagi sama dia. Jadi itu dianggap oleh pihak Bill Gates, bukan bukti dari kesalahan Bill Gates itu sendiri. Jadi cuma karangan doang. Dan seorang juru bicara Bill Gates itu mengatakan kepada media people bahwa urusan antara Bill Gates dengan Estein hanyalah sebatas kegiatan amal. Jadi ibaratnya nih sesama orang kaya bergabung ya kan patungan berdua terus membuat kegiatan amal. Itu yang dikatakan oleh juru bicara dari Bill Gates dan Estein sudah beberapa kali mencoba menarik Bill Gates ke urusan lain, tapi selalu gagal katanya. Nah, jadi kayak absen ini udah mencoba gitu ayo ngajak-ngajak atau rayu-rayu Bill Gates tapi kabarnya gagal. Dan karena gagal itulah Esten kemudian mencoba menekan atau mengancam Bill Gates dengan menggunakan hubungan mereka sebagai tameng. Tapi itu semua enggak berhasil. Nah, terus istrinya Bill Gates yaitu Melinda juga pernah mengungkapkan ketidaksukaannya dia atas pertemuan Bill Gates dengan Epstein. Jadi, Melinda ini sebenarnya agak apa ya, curiga, enggak setuju kenapa Bill Gates harus e berurusan dengan Epstein. Dan hal tersebut sudah dia ungkapkan, sudah diungkapkan oleh Melinda kepada Bill Gates. Nah, tapi entah bagaimana hasilnya, apakah Bill Gates tetap berurusan dengan ee atau justru dia mendengarkan istrinya. Nah, itu enggak ada yang tahu. Tapi yang jelas ya, Melinda di saat itu sudah sempat melarang Bill Gates atau dia sudah mengungkapkan kalau dia enggak suka kalau Bill Gates dekat dengan Epstein. Terus, Geng, terkait dengan apakah isi dari semua email e Appstain file ini benar adanya mulai dari simulasi pandemi sampai ke isu perselingkuhan Bill Gates? Nah, sampai detik ini tidak ada validasi apapun, pembenaran apapun dari Bill Gates. Tidak ada komentar apapun dari Bill Gates. Tapi ini sudah menjadi perbincangan umat manusia di muka bumi sekarang. Nah, tapi yang jelas dari pihak Bill Gates-nya mereka itu membantah semua tuduhan tersebut. Oke. Wah, gila ya hubungan Abstein dengan Bill Gates cukup seru untuk kita bahas. Gara-gara mereka berteman, seluruh umat manusia harus mengalami penderitaan ketika pandemi. Ya, gue yakinlah kayaknya enggak tahu ya kalian setuju sama gua atau enggak, lebih banyak orang yang meninggal kelaparan di saat ee Covid-19 itu ketimbang terkena COVID-nya sendiri. I enggak sih? Ya kan? Kita enggak boleh kerja, kita enggak boleh ke mana-mana, semuanya terbatas. Akhirnya banyak yang meninggal karena gak tahu mau makan apa. Kerja enggak ada, penghasilan enggak ada. Nah, sekarang geng kita bakal beranjak ya ke tokoh lain yang masih ada hubungannya dengan Jeffre Epstein. Nah, kali ini kita bakal membahas soal Presiden Uni Emirat Arab yaitu Syekh Muhammad bin Zaid Al-Nahyan. kita bahas nih. Jadi, geng, nama Syekh Muhammad bin Zaid Al-Nahyan ini ada di dalam salah satu berkas Jaoben Hun 2018 yang ditujukan kepada Epstein. Di dalam surat tersebut, Jobenh ini menawarkan Epstein untuk menjabat di kursi senior adviser atau penasehat senior. Jika dia menerima tawaran tersebut, maka dewan direksi bakal memberikan dia opsi saham. Saham tersebut tidak langsung diberikan sekaligus, tapi justru dicicil setiap bulan selama 24 bulan mulai dari tanggal 1 November 2018 dan hanya berlaku selama dia masih menjalankan perannya di perusahaan. Sebagai penasehat senior, tugas utama abstein yang disebutkan di dalam surat tersebut adalah membantu mengatur dan memfasilitasi pertemuan untuk memperkenalkan layanan pemantauan kesehatan milik Jaob Bon kepada para penguasa dan pengambilan keputusan di kawasan Teluk. Kawasan Teluk tuh maksudnya tuh kawasan Timur Tengah sana, Geng. Nama-nama yang disebutkan secara jelas itu antara lain Muhammad bin Rasyid alaktum, terus ada Hamdan bin Muhammad bin Rasyid alaktum, terus Muhammad bin Zaid Al-Nahyan dan Muhammad bin Salman. Selain itu dia juga diminta untuk membantu perusahaan masuk ke pasar baru di luar kawasan Teluk, di luar kawasan Timur Tengah. Dan di bagian akhir surat tersebut menjelaskan kalau opsi saham tersebut tunduk pada aturan perusahaan dan SSIN harus menandatangani perjanjian resmi kalau dia menerima tawaran itu. Gua bakal membahas sedikit nih, Geng, soal siapa Muhammad bin Zaid Al-Nahyani ini. Jadi, beliau ini adalah anak ketiga dari Zaid bin Sultan Al-Nahyan yang pernah menjadi penguasa Abu Dhabi dan pemimpin keluarga Nahyan dari tahun 1966 sampai 2004. sekaligus dia adalah Presiden Uni Emirat Arab dari 1971 sampai 2004. Setelah dia lulus dari Royal Military Academy Stars pada tahun 1979, Muhammad bin Zaid Al-Nahyani ini memiliki peran penting di Angkatan Udara Uni Emirat Arab. Saat terjadi perang Teluk Persia, dia menjadi rekan yang dipercaya oleh militer Amerika dan berperan sebagai penghubung utama di dalam urusan koordinasi keamanan. Pada tahun 2005 dia diangkat sebagai wakil panglima tertinggi angkatan bersenjata Uni Emirat Arab dan mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Letnan jenderal di saat itu. Pada tahun 2004 setelah ayahnya meninggal dunia dan kakaknya yang bernama Khalifah bin Zaid Al-Nahyan jadi penguasa menggantikan ayahnya, Muhammad bin Zaid Al-Nahyan ini diangkat sebagai putra mahkota Abu Dhabi. Di tahun yang sama dia juga menjadi ketua dewan eksekutif Abu Dhabi, lembaga yang mengurus pemerintahan, Geng. Terus singkat cerita, setelah Khalifah itu mengalami stroke pada tahun 2014, Muhammad kemudian mengambil alih sebagian besar tugas pemerintahan termasuk ya peran sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata. Dan seiring dengan kuatnya kendali militer, banyak pengamat yang menilai kalau Muhammad ini berperan besar dalam perubahan kebijakan luar negeri Uni Emirat Arab sehingga jadi lebih aktif pada tahun 2010-an. Muhammed juga sangat berpengaruh di dalam hubungan luar negeri antara Uni Emirat Arab dengan negara-negara lain. Setelah wafatnya khalifah pada bulan Mei 2022, Muhammad bin Zaid Al-Nahyan secara resmi dipilih menjadi Presiden Uni Emirat Arab oleh Dewan Tertinggi Federal. Nah, di dalam pemerintahannya, Uni Emirat Arab mendukung eksistensi Isriwil dan tetap berada di dalam barisan mereka saat Isriwil melakukan serangan ke Gaza. Dan dikatakan juga bahwa Muhammad bin Zaid Al-Nahyan juga terlibat di dalam pencurian emas di Sudan dan menjual emas-emas tersebut bersama dengan Isriwil. Jadi di sini kita udah tahu ya track record-nya dia kalian udah paham dan ya kenapa dia bisa berhubungan dengan Epstein. Ternyata emang banyak juga sisi gelapnya beliau ini. Nah, di internet beredar foto Muhammad bin Zaid Al-Nahyan ini ketika dia masih muda yang mana di sana terlihat dia dengan dua orang perempuan yang sedang mencium pipinya dia. Jadi ini benar-benar kontradiktif banget dengan budaya Arab ya, Geng ya. Yang mana kan dia ini kan pemimpin Arab yang pasti dihormati, yang pasti dia menjunjung tinggi syariat Islam. Tapi di dalam foto tersebut tidak mencerminkan kalau dia adalah pemimpin tinggi negara Islam. Ya kan? Kalian bisa lihatlah itu jelas-jelas dua cewek bukan muhrimnya dia mencium pipinya dia dan itu semacam di sebuah partti. Karena namanya dia yang tercatut di dalam Absten file, banyak yang menduga kalau foto tersebut diambil di pulau pribadi milik Epstein yang dijadikan sebagai tempat bagi orang-orang penting melakukan kejahatan mereka. Kejahatannya apa? ya kalian tahu sendiri yaitu melakukan hubungan gitu-gitu dengan para gadis di bawah umur. Dan ternyata ya Muhammad bin Zaid Al-Nahyan pernah terlibat di dalam tindakan tersebut. Berdasarkan berkas abstein yang baru dirilis, enggak ada bukti yang terverifikasi bahwa Muhammad bin Zaid pernah bertemu dengan Epstein sebenarnya di pulau pribadinya tersebut. Nah, memang ada catatan bahwa Epstein memiliki hubungan dengan beberapa tokoh dari Uni Emirat Arab yang dekat dengan Muhammad bin Zaid Al-Nahyan ini. Tapi hal tersebut tidak berkaitan secara langsung dengan Abstein sesuai dengan yang terlampir di Abstain file. Jadi kayak apa ya? Dia itu berhubungan dengan Muhammad bin Zaid ini justru dari kolega-koleganya yang lain. Jadi dari teman ke teman gitu, dari kenalan ke kenalan. Tapi nih geng ya, gua juga dapat informasi dari netizen yang menyebutkan sebenarnya foto Muhammad bin Zaid al Nahyan tersebut yang pipinya dicium oleh dua perempuan itu kemungkinan besar adalah foto hasil editan. Katanya sih gitu ya. Nah, foto tersebut kabarnya sebenarnya adalah foto pemain sepak bola Maroko yang di-upload ke Facebook pada tahun 2012. Jadi mungkin wajahnya mirip gitu ya. Karena seperti yang kita tahu ya, wajah orang-orang di Maroko itu sebagian besarnya ada yang kearab-araban lah wajahnya. Jadi itu bukan foto asli milik Muhammad bin Zaid katanya. Nah, tapi wallahualam ya sampai sekarang itu belum ada verifikasi langsung dari si Muhammad bin Zaid-nya. Nah, tapi ada juga nih, Geng, informasi lain yang berkaitan dengan Uni Emirat Arab yang terungkap di dalam Appsta File. Dari total 3 juta dokumen tersebut, di dalamnya terdapat percakapan antara Stain dengan seorang pria yang bernama Anas Al-Rasyid yang membicarakan kasus dari jurnalis Arab Saudi bernama Jamal Kashogi yang dieksekusi di Istanbul, Turki. Kayaknya gua udah pernah bahas deh. Apa pernah apa udah di-take down ya? kayaknya gua udah pernah bahas nih soal e Jamal Kashogi ini. Jadi, Jamal Kashogi ini dieksekusi di dalam konsulat Arab Saudi pada tanggal 2 Oktober 2019 yang mana intelijen Amerika kemudian menyimpulkan bahwa pengeksekusian itu bukanlah sekedar aksi penghilangan nyawa biasa, melainkan ini merupakan sebuah operasi yang disetujui oleh putra mahkota Arab Saudi yaitu Muhammad bin Salman atau MBS. Pada tanggal 12 Oktober 2018, kasus itu tuh sudah berkembang menjadi krisis internasional dan memicu kecaman global atas pengeksekusian brutal terhadap Kashogi. Nah, karena kan Kashogi ini adalah seorang jurnalis dan jurnalis itu kan punya hak imunitas yang mana ya seorang jurnalis itu tidak boleh diperlakukan semena-mena yang mana dia ini merupakan kontributor Middle East I dan penulis di Washington Post. Nah, di dalam sebuah pesan yang tertanggal 12 Oktober 2018, Anas Al-Rasyid itu menggambarkan pengeksekusian tersebut atau kejadian itu dengan kalimat ugly, very ugly yang artinya buruk, sangat buruk. Abstain kemudian membalas dengan menuliskan, "Smells like something bigger to me." Arti dari kalimat itu adalah Estain mencium adanya sesuatu yang lebih besar dan menyatakan tidak akan terkejut kalau Muhammad bin Zaid atau MBZ selaku penguasa Uni Emirat Arab yang menjadi dalang di balik kejadian tersebut. Nah, lalu Al-Rasyid merespon singkat dengan tulisan em kayak gitu. Nah, saatte ingin meminta penjelasan lebih lanjut, Al-Rasyid menuliskan bahwa situasinya sulit untuk dipastikan. Sekaligus menyebut bahwa informasi bocor secara terencana dan disebarkan dengan sangat cepat. Dan dia juga memperingatkan bahwa krisis tersebut sudah berubah menjadi perang media. Di dalam pesannya, Al-Rasyid ini bilang kalau saat itu dia pikir Arab Saudi sedang kehilangan Trump jika mereka tidak mulai membela diri. Nah, pertahanan terbaik adalah kebenaran meskipun itu akan berakhir buruk. Kayak gitulah kurang lebih pesannya dia di dalam email tersebut. Terus, geng, di dalam email lanjutan lain yang termasuk ke dalam dokumen, ini bilang sebuah sumber lain yang memberitahu dia bahwa salah satu peserta di dalam operasi pengeksekusian itu merekam sebuah video menggunakan handphone sebelum handphone tersebut diretas dan rekamannya itu ya bisa diambil atau ee tersebarlah gitu. Nah, cuma nih, Geng, dokumen email tersebut tidak menjelaskan siapa yang berhasil meretas atau nge-hack handphone yang dimaksud. Jadi pada tanggal 13 Oktober 2018, ini kembali mengajukan sejumlah pertanyaan di dalam pertukaran pesan lain. Dia membahas kemungkinan Jamal Kashogi tadi yang dilabeli sebagai teroris serta menjelaskan skenario bahwa operasi rahasia yang ditujukan kepada Kashogi itu gagal atau berubah menjadi jebakan yang sudah direncanakan sejak awal sambil berulang kali dia menyebutkan nama MBZ. Di malam yang sama dokumen menunjukkan bahwa abstein ini menerima pesan dari seseorang kenalan yang namanya disamarkan. Dalam pesan itu disebutkan bahwa MBZ itu meminta pertemuan yang bersifat mendesak dengan rencana keberangkatan pada keesokan paginya. Jadi kayak tergesa-gesa dan terburu-buru gitu. Nah, secara terpisah ada sebuah memo milik FBI yang menyatakan bahwa Estein bekerja sama dengan intelligenten Amerika dan East Rewel juga. Memo tersebut menyebutkan bahwa Estein memiliki kedekatan dengan mantan perdana menteri Isriwil yang bernama Ehud Barak dan dilaporkan pernah dilatih sebagai mata-mata di bawah bimbingannya dia. Nah, begitulah kurang lebih ya, Geng, mengenai hubungan antara Epstein dengan para petinggi Uni Emirat Arab. Nah, gimana tuh menurut kalian, Geng? Apakah bukti-bukti yang tertera itu cukup menjawab semua rumor atau justru kalian masih belum percaya dengan hal ini. Sekarang gua bakal masuk ke dalam pembahasan selanjutnya mengenai tercantumnya nama seorang tokoh spiritual yang begitu terkenal di dunia yaitu Dalai Lama di dalam Epstein File. Kita bahas. Nah, jadi geng waktu itu Dalai Lama sempat menjadi pembicaraan dikarenakan tindakannya Dalai Lama ini yang meminta seorang bocah laki-laki untuk menghisap lidahnya. Jadi kayak French kiss gitu loh, Geng. Wah, parah. Tapi bocil laki-laki loh, Geng. Jadi kayak menyimpang bangeteng. Tapi sekarang nama Dalil Lama kembali dibicarakan dikarenakan namanya tertulis di dalam Appsta File. Namanya disebut sebanyak 169 kali di AppStin File. Nah, menurut laporan beberapa email dari bulan Oktober 2012 berisikan referensi yang menyiratkan bahwa Dalai Lama pernah bertemu dengan Epstein bahkan diharapkan hadir di dalam sebuah acara bersama dengan Epstein. Media Eropa yang bernama Nextta TV juga mengklaim kalau beberapa orang yang disebut sebagai pengikut Dalai lama mungkin pernah bertemu dengan Abstain. Nah, namun seperti banyak bagian dari berkas Absten file, penyebutan nama dalam email tidak otomatis berarti mereka itu terlibat di dalam kejahatan. Ya, jadi kayak tertera di situ bukan berarti ya mereka sama jahatnya dengan Estain, tapi kayak itu merupakan perjalanan Epstein yang mana Estain mungkin pernah melalui atau berkenalan dengan orang-orang yang dia sebut di dalam catatannya dia itu. Nah, pada tahun lalu nih, Geng, ada seorang jurnalis yang bernama Michael Wolf yang mana dia membuat pernyataan yang mencuri perhatian di dalam podcast Daily Beast. Di podcast itu dia bercerita kalau banyak tokoh terkenal yang pernah hadir di dalam pertemuan di rumah mewah Epstein yang berada di Manhattan. Saat menyebut beberapa nama, dia juga memasukkan nama Dalai Lama ini. Nama petinggi atau pemuka agama yang sangat terkenal ini. Dan menurut Wolf ya kemungkinan alasan Day Lama hadir di dalam pertemuan bersama abstein tersebut dikarenakan urusan pendanaan, urusan duit. Karena banyak orang yang datang menemui abstein untuk mencari dukungan uang atau donasi bagi kegiatan amal mereka. Dan klaim yang disampaikan oleh Wolfes tersebut selanjutnya diberitakan dan dianalisa oleh jurnalis independen yang bernama Jacob Silverman dalam tulisannya dia di substack yang berjudul Why was the Dalai Lama at Jeffre Epstein House? Nah, di dalam artikelnya dia menyebutkan kalau kantor Dalai Lama tidak memberikan tanggapan ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya donasi yang mengalir ke mereka dari epstein. Sama sekali enggak digubris. Menurut si Silverman ini, Dal lama itu sebelumnya juga pernah menerima dukungan dari tokoh-tokoh yang kontroversial sebenarnya. Jadi, uangnya itu mengalir dari orang-orang yang sebenarnya apa ya? kayak ee enggak cocok aja gitu men-support pergerakan-pergerakan dari pemuka agama atau dari agama tertentu. Contohnya nih di tahun 2009 ya lama ini hadir sebagai pembicara di sebuah acara milik NXIVM. Gua enggak tahu nih ini dibaca sekaligus apa dibaca terpisah. Jadi yang jelas ini adalah kelompok yang kemudian dikenal sebagai sekte anu-anu, sekte tidak senonoh, sekte gitu-gituan. Tapi dalil lama pernah hadir di tengah-tengahnya. Aneh kan ya? Aneh. Dan pemimpinnya yang bernama Kate Rainier itu dinyatakan bersalah pada tahun 2019 atas tujuh tuduhan kriminal dan dijatuhi hukuman 120 tahun penjara. Dalam acara tersebut ya Dalama hadir. Dia dilaporkan memberikan pidato dan memasangkan Shal seremonial Tibet di bahu si Renier tadi. Dan Silverman mengklaim kalau atas kehadiran Dale Lama itu Dal Lama menerima bayaran sekitar 1 juta Do Amerika. Dari sinilah muncul dugaan jika ada uang absta yang juga diberikan atau mengalir kepada dalai lama. Namun sejauh ini ya belum ada tanggapan dari pihak dalil lama terkait tuduhan tersebut. Ya, intinya kan biasanya nih orang nih kalau dituduh sesuatu kalau dia membantah dia mengklarifikasi ya itu masih fifty-fifty soal kebenaran dari tuduhan tersebut. Nah, tapi kalau ini udah dituduh tapi diam aja ya bisa jadi kemungkinan tuduhannya benar gitu kan ya dia enggak bereaksi sama sekali gitu geng. Nah, jadi nama Dal lama juga disebutkan di dalam Appsta file dan beberapa track record dari Dalama itu ya bisa membuat orang-orang percaya dengan apa yang tercantum di dalam absta file tersebut. Ya, orang akan mengaitkan dengan track recordnya Dalai Lama tadi. Huh, gila ya, Geng, fakta-faktanya itu waduh bikin gua benar-benar kayak kok bisa gitu ya. Een ini sejauh itu pergerakannya, sejauh itu perjalanannya dia. Dan sampai sejauh ini akhirnya kita percaya bahwa the power of money itu nyata. Ya, seorang Jeffrey Epstein. Dia ini adalah investor kaya dengan uang yang dia punya dengan fasilitas yang gila, penawaran yang gila untuk bisa mendapatkan networking atau koneksi dengan orang-orang besar ya. Semuanya gampang buat dia. Hah. Sebenarnya masih banyak yang pengen gua bahas lagi ya terkait Absten file ini. Tapi kayaknya bakal panjang banget kalau gua bahas di episode ini lagi. Jadi nanti kita bakal lanjutkan lagi di episode selanjutnya ya. tentang misteri di balik absten file yang kabarnya ada nama pejabat Indonesia lain yang juga dicantumkan. Kira-kira menurut kalian setuju enggak kalau kita bakal bahas Appen File di episode selanjutnya? Kalau kalian setuju, tinggalkan komentar di bawah.