Transcript
MgX-b2KgTYQ • CHINA BERHASIL MEBUAT MESIN PROTOTYPE EUV YANG HANYA ADA 1 DI BUMI MILIK BARAT ! AKAN PERANG DUNIA?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/KamarJERI_Official/.shards/text-0001.zst#text/1671_MgX-b2KgTYQ.txt
Kind: captions
Language: id
Dari informasi yang didapatkan oleh dua
orang yang mengetahui proyek tersebut,
prototype ini dibangun oleh tim mantan
insinyur dari ESML yang melakukan
rekayasa balik mesin litografi EUV milik
perusahaan tersebut. Wah, jadi ada yang
berkhianat akhirnya, ada yang membelot
akhirnya dan membantu Cina untuk membuat
mesin yang sama.
Oke, Geng. Hari ini kita bakal membahas
seputar dunia teknologi. Jadi, ada
sebuah kabar yang cukup menghebohkan
dari Cina karena negara tersebut kembali
membuat langkah besar di bidang
teknologi semikonduktor. Nah, ini buat
kalian yang masih muda-muda wajib dengar
nih berita ini. Kenapa? Ini supaya bisa
men-rigger kalian untuk lebih sadar
bagaimana kemajuan teknologi itu
berkembang. Jadi, sebagai anak muda
jangan cuma terjebak di dalam hal-hal
konyol, berjalan di tempat dan enggak
maju-maju. yang ada kita semakin
ketinggalan dengan anak muda-anak muda
dari negara lain. Jadi, geng ceritanya
Cina ini dilaporkan berhasil
mengembangkan prototype teknologi EUV,
sebuah teknologi kunci yang selama ini
menjadi pondasi produksi chip paling
canggih di dunia.
Designed to replicate extreme ultravolet
or EUV lithography machines. EUV systems
are critical for making the most
powerful chips used in artificial
intelligence.
advanced weapons and currently.
Pencapaian tersebut langsung menarik
perhatian global karena EUV ini bukanlah
sekedar mesin atau alat produksi biasa,
tetapi melainkan ini adalah sebuah
simbol dominasi teknologi tingkat
tertinggi. Dan selama bertahun-tahun,
teknologi EUV ini dikuasai oleh
negara-negara barat, Geng. Dan menjadi
salah satu alat paling efektif untuk
menjaga keunggulan mereka di dalam
industri cip. Bayangin tuh dulunya punya
barat, sekarang Cina udah bisa pegang
kendali. Akses terhadap teknologi ini
sangat terbatas dan pembatasan ekspor
menjadi bagian penting dari strategi
geopolitik untuk menahan laju
perkembangan Cina di sektor teknologi
tinggi.
Tapi dengan munculnya prototype EUV ini
yang merupakan buatan Cina, persaingan
ini mulai menunjukkan adanya perubahan.
Langkah tersebut tentu enggak berdiri
sendiri, Geng. Hal ini adalah bagian
dari upaya jangka panjang untuk
mengurangi ketergantungan pada teknologi
Barat, memperkuat industri di dalam
negeri mereka, serta membangun rantai
pasok cip secara mandiri. Jadi, Cina
semakin menggila setelah ini, Geng.
Nah, di dalam konteks yang lebih luas
nih, Geng, ya. Ini adalah bagian dari
apa yang disebut sebagai perang
teknologi global. di mana cip bukan
hanya komponen elektronik biasa, tapi
ini adalah aset strategis yang
menentukan kekuatan ekonomi, militer,
dan juga politik sebuah negara.
Keberhasilan membuat prototype memang
belum berarti Cina secara langsung
menyamai atau melampaui kemampuan
produksi cip paling maju saat ini. Tapi
pencapaian ini sudah menunjukkan
keseriusan dan arah yang jelas dari Cina
bahwa mereka enggak cuma mengejar
ketertinggalan, tapi mereka berupaya
mematahkan dominasi lama yang selama ini
dipegang oleh Barat.
Gua bakal merangkum fenomena ini kepada
kalian agar kalian tahu bahwa Cina yang
sekarang jauh melampaui apa yang mungkin
kita pernah pikirkan. Jadi mereka ini
udah benar-benar di atas awan, Geng.
Bukan di atas awan, bahkan udah di luar
angkasa sekarang. Nah, langsung aja nih
ya kita bahas video ini. Kalian harus
mendengar dengan seksama supaya bisa
m-trigger kalian untuk mau belajar lebih
keras lagi supaya ya siapa tahu generasi
Indonesia selanjutnya bisa menyamai
Cina. Amin ya. Oke, langsung aja kita
bahas. Halo, Geng. Welcome back to Kamar
Jerry
Ging
King Valentine sebentar lagi. Buat lo
semua yang mau merayakan Valentine sama
pasangan, gua mau rekomendasiin baket
bunga yang cantik banget ini. Ini adalah
bunga asli yang dirangkai secantik ini,
Geng. Kalau lu ngasih bunga kayak gini
ke pasangan lu, dia pasti bakal happy
dan makin sayang. Dan hubungan kalian
udah pasti makin langgeng. Buat yang mau
order baket bunga kayak gua gini,
linknya udah gua terahin di bawah.
Langsung aja klik dan check out.
Harganya cukup affordable. Ramah di
kantong tapi kualitasnya enggak
main-main. Untuk pembahasan yang
pertama, kita bahas dulu soal mesin EUV
yang menjadi komponen penting bagi
terciptanya chip.
Sebelum gua masuk ke dalam inti
pembahasan, gua mau menjelaskan sedikit
mengenai mesin EUV. Karena lewat
pembahasan tersebut, kalian jadi punya
gambaran kenapa sih Cina sampai harus
buat prototype EUV mereka sendiri. EUV
ini ya ini adalah sebuah singkatan dari
extreme ultraviolet, yaitu sebuah alat
paling kompleks dan mahal di dunia dalam
proses fabrikasi chip. Nah, mesin inilah
yang digunakan oleh
perusahaan-perusahaan semikonduktor
global seperti TSMC, Intel, terus
Samsung juga untuk membuat chip
berukuran nanometer yang menjadi pondasi
bagi revolusi digital di abad ke-21.
Yang ibaratnya nih ya kalau enggak ada
tuh alat ini handphone ya, ini tab atau
PC, komputer, kamera yang kita pakai
sekarang itu enggak bakal ada, Geng.
Nah, tanpa itu semua gak ada yang
namanya chip 7 st2 nanometer dan gak ada
prosesor AI dan gak ada teknologi 5G
bahkan gak akan ada yang namanya
smartphone gadget yang kita pakai hari
ini. Yang memproduksinya itu semua
adalah advance semiconductor materials
litography atau ESML, sebuah perusahaan
teknologi asal Belanda yang bergerak
dalam bidang manufaktur mesin litografi.
Jadi even kita selama ini lihat semuanya
made in Cina, made in Cina asal muasal
atau akarnya itu ada di Belanda. Tanpa
adanya campur tangan advance
semikonduktor materials litografi asal
Belanda ini ya, maka enggak akan
tercipta nih handphone. Perusahaan yang
disingkat dengan ESML tadi berdiri dari
tahun 1984 dan saat ini menjadi
satu-satunya perusahaan di muka bumi ini
yang mampu memproduksi mesin litografi
EUV, Geng. cuma ada di Belanda tadi. Dan
ASML itu berperan sebagai jantung utama
di dalam rantai pasokan global untuk
teknologi mikroprosesor. Dan mesin yang
diproduksi oleh ESML kemudian digunakan
oleh perusahaan-perusahaan besar untuk
menciptakan chip yang digunakan di dalam
smartphone, komputer, kendaraan listrik,
perangkat militer sampai dengan
perangkat berbasis AI. Tanpa adanya
ESML, maka kemajuan teknologi modern
seperti yang kita kenal sekarang hampir
enggak akan mungkin ada. ESML ini
menggunakan prinsip lografi yaitu proses
pemindahan pola sirkuit ke permukaan
waver silikon namanya yang menggunakan
cahaya. Ya, ribet deh kalau untuk kita
pahami dengan pemikiran awam memang agak
ribet tapi informasi yang gua dapatkan
seperti itu. Dan mesin EUV ESML itu
menciptakan pola sirkuit dengan
menggunakan cahaya ultraviolet ekstreme
yang panjang gelombangnya cuma 13,5 nanm
yang bahkan lebih kecil dari ukuran
virus. Kebayang enggak tuh? Kita virus
aja udah enggak bisa lihat. Nah, tapi
mereka bisa menggunakan cahaya
ultraviolet ekstreme yang panjang
gelombangnya tuh lebih kecil dari virus
tadi. Dan prosesnya itu dimulai dari
sinar laser berenergi tinggi yang
menembakkan tetesan logam timah dan
menghasilkan plasma. Plasma ini kemudian
memancarkan cahaya EUV yang begitu kuat
yang dipantulkan oleh serangkaian cermin
ultra presisi hingga mengenai wafer
tadi. Nah, waver ini bukan makanan ya,
Geng. Bukan roti, bukan. Nah, dia ini
merupakan lempengan tipis berbentuk
bulat yang terbuat dari silikon murni
dan menjadi bahan dasar untuk membuat
chip. Kebayang ya kalau alat ini enggak
ada, kalau teknologi ini enggak ada,
mungkin lu bawa handphone tuh
segede-gede gaban segede-gede gini tuh.
Halo, halo. Tapi hari ini kita punya
handphone segede gini doang bisa
digenggam. Jadi ini apa ya? Kinerjanya
tuh kayak printer tapi bukan seperti
printer biasa. Mesin EUV itu mencetak
pola dengan akurasi atomik. Terdapat
lebih dari 100.000 rib komponen mekanis
di dalam satu mesin EUV dan semua
dikendalikan dengan sistem otomatisasi
dan kontrol suhu tingkat tinggi. Terus
pasti kalian bakal bingung ya, masa sih
Bang, cuma orang Belanda doang yang bisa
masa sih cuma perusahaan yang bernama
ESML doang yang bisa bikin kayak gini.
Bukannya Cina itu pintar banget,
bukannya Jepang itu pintar banget,
Amerika is rewel bukannya pintar, kenapa
justru adanya di Belanda? Kenapa mereka
yang bisa memproduksi EUV ini? Untuk
apa? Apa untuk memonopoli? Jawabannya
bukan. Bukan karena monopoli, Geng.
Sebenarnya ini semua akibat dari
tantangan teknologinya yang super
ekstrem. dibutuhkan waktu riset dan
pengembangan selama puluhan tahun sampai
orang-orangnya berganti-ganti untuk
meriset ini. Investasi mereka lebih dari
10 miliar dolar Amerika atau yang setara
dengan Rp16 triliun serta kolaborasi
dengan lebih dari 5.000 mitra global
untuk mengembangkan satu sistem doang
yang paling kompleks di muka bumi ini.
Beberapa komponen krusial seperti cermin
reflektif ultra presisi hanya bisa
diproduksi oleh Zeis dari Jerman. Kalau
kalian pernah lihat lensa-lensa kamera
atau kacamata ya, perusahaan Zeis inilah
ahlinya dan ternyata mereka bisa
menciptakan salah satu komponen untuk
membantu pembuatan EUV tadi yaitu cermin
reflectif ultra presisi dan juga ada
lagi yang namanya sistem laser plasma
yang hanya dikuasai oleh satu perusahaan
yaitu Shimer dari Amerika Serikat. Nah,
jadi ada tiga perusahaan yang bekerja
sama dan mereka ini vital banget yaitu
ASML dan Zei serta Shimer. Shimer apa
chimer tulisannya kayak gitu deh ya,
koreksi gua kalau salah. Kombinasi ini
membuat pengembangan sistem serupa
sangat sulit untuk bisa ditiru. Jadi,
gak ada perusahaan lain yang bisa meniru
kolaborasi tiga perusahaan ini. Dan
tidak adanya pesaing bukan karena pasar
yang tidak menguntungkan, tapi karena
hambatan teknologi yang begitu tinggi.
Selain itu, ya ESML memiliki
perlindungan dari ribuan paten dan
sistem hak milik intelektual yang
menjadikan teknologi mereka jadi sangat
eksklusif. Jadi hak paten. Jadi misalkan
nih mereka ya nyiptain remote,
remote-nya langsung diha paten. Jadi
perusahaan lain gak boleh bikin yang
sama. Bakal dituntut bikin misalkan apa
baterai handphone jenis apa dihak
patenin. Nah perusahaan lain enggak
boleh bikin e baterai handphone yang
sama dengan teknologi yang sama karena
itu sudah dihak patenin. Jadinya apa?
Eksklusif cuma mereka yang bisa
melakukan itu, Geng. Satu mesin EUV dari
ESML itu berukuran 14 * 5 * 4 m dan
beratnya bisa mencapai 180 ton. Nah, itu
mesinnya gede banget tuh mesin cetakv
itu hanya untuk mencetak chip yang
kecilnya kecil banget. Pengirimannya
nih, Geng, terbagi dalam ratusan modul
yang harus melalui perakitan ulang
secara presisi. Jadi, misalkan nih ee
dipesan nih dari perusahaan ESML tadi
mau beli mesin EUV pencetak chip dikirim
ke sebuah negara. Pas dikirim itu dia
dalam kondisi terbongkar. Nah, nanti
bakal dikirim teknisi ke tempat
pemasangan mesin EUV tadi. Dan teknisi
itu yang akan memasang sampai jadi. Dan
kalian tahu apa? Semuanya super ketat.
Bahkan teknisinya itu kan ilmuwan hebat
ya. Mereka aja udah disumpah, Geng,
untuk tidak membocorkan teknologi itu.
Dan apabila ada indikasi nih, misalkan
kayak e negara pembeli ya atau pihak
pembeli mesin itu mencoba
membongkar-bongkar dan ingin meniru cara
kerjanya, maka si teknisi yang sudah
disumpah ini enggak bakal mau
mengerjakan hal itu. Enggak bakal mau
memperbaiki mesin itu, memasang mesin
itu, dan mereka memilih untuk angkat
tangan dan mereka memilih untuk
melaporkan hal ini. Itu dianggap sebagai
pidana. Dan kalian harus tahu, Geng,
butuh waktu sekitar 6 bulan sampai 1
tahun loh, Geng, untuk pemasangan penuh
oleh tim teknisi khusus dari ESML tadi.
Dan harga satu unit mesin EUV ini bisa
mencapai 200 hingga 400 juta Do atau
sekitar e R sampai Rp triliun. Nah, tapi
itu juga tergantung pada tingkat
versinya. Jadi, ada versi yang biasa,
menengah, dan paling bagus. Dan tanpa
adanya ESML ya perusahaan ini, maka
kemajuan chip komputer akan mandek,
enggak akan pernah maju. Nah, inovasi di
dalam smartphone, kendaraan, AI,
perangkat medis canggih, dan jaringan
komunikasi global sangat bergantung pada
cip yang hanya bisa dibuat dengan mesin
ESML ini. Dan ESML EUV ini menjadi
penopang dari seluruh perkembangan dunia
digital. Seperti yang gua bilang
sebelumnya, ini dia ibaratnya tuh
jantung dari revolusi teknologi yang
saat ini kita rasakan. Dari sektor
pertahanan nasional sampai dengan
layanan streaming hingga cloud computing
sangat membutuhkan nanochip ini.
Sehingga keberadaan ESML mendukung
terciptanya peradaban digital modern.
ESML tidak hanya berdampak secara teknis
tapi juga ekonomi. Dan mesin ini menjadi
ujung tombak kemajuan negara-negara
produsen teknologi dan menopang ekspor
teknologi bernilai miliaran dolar dan
menciptakan lapangan kerja profesional.
Nah, keberhasilan dari ESML ini
menunjukkan kepada kita bagaimana
kolaborasi ilmiah lintas disiplin ilmu
pengetahuan, dan teknologi bakal dapat
menghasilkan nilai ekonomi yang luar
biasa bagi kemajuan peradaban manusia.
Jadi, kehidupan manusia berubah nih
gara-gara perusahaan ESML ini, Geng.
Nah, tapi ini kita bercerita tentang
dulu, ya, Geng. Kalau dulu ya cuma ESML
aja yang bisa berkuasa dan membuat EUV.
Nah, kalau sekarang ya bukan Cina
namanya kalau tidak bisa bersaing di
dalam teknologi apapun dan gak ada yang
gak mungkin kayaknya buat Cina yang mana
sekarang mereka mengumumkan kalau mereka
sudah berhasil membuat prototype dari
EUV. Apakah ini akan menjadi awal dari
kebangkitan Cina sekaligus kejatuhan
bagi Barat di industri teknologi? Nah,
kita masuk ke dalam pembahasan utamanya.
Jadi, Geng, di sebuah laboratorium
berkeamanan tinggi di daerah Shenzen,
para ilmuwan Cina sudah membangun
sesuatu yang selama bertahun-tahun
dicegah oleh Amerika, dicegah oleh Barat
agar Cina tidak bisa memiliki benda ini,
yaitu prototype mesin yang mampu
memproduksi chip semikonduktor canggih
yang mendukung kecerdasan buatan atau
AI, smartphone, dan senjata yang menjadi
inti dari dominasi militer Barat.
Prototype ini selesai dibangun pada awal
tahun 2025 dan saat ini sedang menjalani
pengujian. Prototype-nya hampir memenuhi
seluruh lantai pabrik, Geng. Dari
informasi yang didapatkan oleh dua orang
yang mengetahui proyek tersebut,
prototype ini dibangun oleh tim mantan
insinyur dari ESML yang melakukan
rekayasa balik mesin litografi EUV milik
perusahaan tersebut. Wah, jadi ada yang
berkhianat akhirnya, ada yang membelot
akhirnya dan membantu Cina untuk membuat
mesin yang sama. Mesin EUV buatan Cina
ini sudah beroperasi dan menghasilkan
sinar ultraviolet ekstreme. Akan tetapi
belum menghasilkan cip yang berfungsi.
Kata dua orang tadi, Christop Fukquit
selaku CEO dari ESML itu menyebutkan
kalau Cina akan membutuhkan
bertahun-tahun lagi untuk bisa
mengembangkan teknologi yang sama
seperti mereka. Lagi-lagi ada yang
meremehkan Cina nih ya. Ini udah kayak
pas Elon Max mencoba meremehkan mobil
listrik Cina yang dibandingkan dengan
Tesla miliknya dia. Sekarang kita lihat
siapa yang merajai mobil listrik. By
cok. Byd. Byd udah ngalahin penjualan
Tesla. Sama kayak gini diketawain dulu,
terus dikatain, "Ah, butuh
bertahun-tahun untuk bisa bersaing."
Tahu-tahu kebalap, ke tikung. Tapi geng,
walaupun kayak gitu ya, karena
keberadaan prototype ini, ini
menunjukkan bahwa Cina mungkin bakal
lebih dekat untuk mencapai kemandirian
semikonduktor mereka dibandingkan yang
diperkirakan oleh para analis. Jadi
mereka bakal gak butuh barat sama sekali
setelah ini. Nah, meskipun begitu, Cina
masih menghadapi tantangan teknis utama
khususnya dalam meniru sistem optik
presisi yang diproduksi oleh pemasok
Barat. Ketersediaan suku cadang dari
mesin ESML yang lama di pasar sekunder
sudah memungkinkan Cina untuk membangun
prototype di dalam negeri. Nah, dengan
pemerintah mereka yang menetapkan tujuan
untuk memproduksi chip yang berfungsi
pada prototype tersebut pada tahun 2028.
Tapi geng, pihak yang dekat dengan
proyek tersebut bilang target yang lebih
realistisnya itu sebenarnya Cina bisa
menghasilkan ini semua itu di tahun 2030
yang masih beberapa tahun lebih awal
dari dekade yang diprediksi oleh para
analis kalau Cina ingin menyamai
negara-negara barat di dalam hal cip.
Gua curiga nih ya, Geng. Rumor soal
perang dunia ketiga atau bubarnya
negara-negara kecil gara-gara perang
dunia ketiga di tahun 2030 ini adalah
sebuah kebenaran. Karena kalau kita
lihat dari sini ya, banyak hal yang
diprediksi akan terjadi di 2030 ini.
Kalau misalkan Cina sudah bisa mandiri
dengan teknologi, enggak butuh barat
lagi, akan sangat memungkinkan perang
dunia ketiga terjadi. Karena Cina udah
pegang kendali sendiri, berdiri di kaki
mereka sendiri, ya mereka udah bebas.
Mau menghabisi Barat ya silakan, udah
enggak ada kebutuhan apapun. Makanya nih
kayaknya prediksi 2030 adalah perang
dunia ketiga nih kayak makin benar aja
gitu, makin realistis aja gitu. Nah,
sistem EUV tercanggih milik ESML itu
berukuran kira-kira sebesar bis sekolah
dan beratnya itu 180 ton. Nah, Cina
sudah berupaya untuk mereplikasinya,
mereplikasi ukuran mesinnya tapi gagal.
Untuk itu, prototype yang ada di
laboratorium Senzen menjadi berkali-kali
lebih besar dibandingkan milik ESML
untuk bisa meningkatkan dayanya. Ya, apa
ya? Kayak teknologinya udah bisa ditiru
tapi kayak ukurannya belum gitu, Geng.
Nah, prototype buatan Cina ini masih
kasar kalau dibandingkan dengan mesin
buatan ESML. Tapi dari informasi yang
didapatkan, prototype tersebut masih
cukup fungsional untuk pengujian yang
namanya juga masih baru kan. Dan
prototype buatan Cina bisa dikatakan
masih tertinggal jauh sebenarnya
dibandingkan mesin-mesin ESML
dikarenakan para peneliti yang kesulitan
mendapatkan sistem optik seperti yang
diproduksi oleh Zeis dari Jerman dan
yang menjadi salah satu pemasok utama
ESML. Tapi kalian tahu enggak, Geng?
Tebakan gua nih ya. ya kan dari ESML
udah ada yang membelot ya kan. Masa sih
yang dari Zeis gak ada yang membelot?
Kayaknya Cina akan menggunakan segala
cara untuk bisa mendapatkan teknologi
tersebut. Pasti ada salah satu
insinyurnya atau desainernya atau
siapanya lah gitu ya dari Zeis yang
bakal direkrut oleh Cina dengan cara
apapun. Nah, dari informasi orang dalam
juga nih geng dikatakan bahwa lembaga
penelitian terkemuka Cina juga memainkan
peran kunci di dalam mengembangkan
proyek tersebut. Lembaga yang dimaksud
itu adalah The Changsun Institute of
Optic Fine Mechanics and Physic yang
disingkat dengan XIOM atau COMP yang ada
di Chinese Academy of Science. Nah,
mereka inilah yang berhasil
mengintegrasikan cahaya ultraviolet
ekstreme ke dalam sistem optik prototype
sehingga memungkinkan prototype tersebut
beroperasi di awal tahun 2025. Walaupun
juga katanya optiknya itu masih
memerlukan penyempurnaan yang
signifikan. Dan dikatakan kalau Xiaomi
ini melakukan rekrutmen di situs web-nya
pada bulan Maret tahun ini dan
menawarkan gaji tanpa batas maksimal.
Benar kan kata gua tanpa batas. Lu
mampu, lu dari mana? Lu dari Zeis. Oke.
Lu mampu mencapai keinginan mereka untuk
membuat prototype ini. Lu digaji, ah gua
gak bisa ngomong deh. Lu minta apapun
dikasih. Nah, dan selain gaji mereka
juga menawarkan dana riset sampai dengan
4 juta yuan serta tambahan subsidi
pribadi sebesar 1 juta yuan. Jadi
benar-benar diberikan hak spesial. Dan
meskipun ini baru prototype-nya aja,
tapi ini sudah menjadi sebuah terobosan
yang menandai puncak dari inisiatif
pemerintah Cina selama 6 tahun untuk
mencapai kemandirian semikonduktor. Hal
tersebut menjadi salah satu prioritas
tertinggi dari Presiden Sijin Ping.
Walaupun tujuan semikonduktor Cina sudah
diumumkan kepada publik, proyek EUV yang
ada di Shenzen ini sudah dilakukan
secara rahasia ya. Dan menurut
sumber-sumber tersebut, proyek ini ya
termasuk ke dalam strategi semikonduktor
negara Cina yang menurut media
pemerintah dijalankan oleh orang
kepercayaan dari si Jinping. Namanya
adalah Ding Suesang yang mengepalai
Komisi Sains dan Teknologi Pusat dari
Partai Komunis Cina. Nah, emang beda ya
kalau presiden negara orang itu kalau
udah berhubungan dengan
penemuan-penemuan, teknologi-teknologi
di-support habis-habisan, ya kan? Nah,
kalau di negara lain ya gua enggak tahu
deh. Ada mobil listrik dihalangi, ada
penemuan bahan bakar dari jerami
diremehkan. Ya kan kita enggak tahu.
Tapi kalau di negara Cina semuanya
di-support. Nah, menurut
informasi-informasi orang dalam juga
raksasa elektronik Cina yaitu Huawei
memiliki peran kunci di dalam
mengkoordinasikan jaringan perusahaan
dan lembaga penelitian di seluruh negara
Cina dengan melibatkan ribuan insinyur
mereka. Orang-orang menggambarkan apa
yang dilakukan oleh Cina saat ini adalah
proyek Manhattan versi Cina. Proyek
Manhattan sendiri adalah proyek yang
dilakukan oleh Amerika Serikat di dalam
Perang Dunia Kedua untuk mengembangkan
bom atom yang mana bom atom inilah yang
membuat sekutu menjadi menang dan
perubahan dunia terjadi ya kan. Nah, itu
diibaratkan seperti apa yang saat ini
dilakukan oleh Cina, Geng. Makanya
disebut dengan proyek Manhattan-nya
Cina. Meskipun Cina tidak membuat bom
atom, tapi kan secara enggak langsung
ini adalah bom atom teknologi gitu.
Ketika ini meledak, maka semua teknologi
bisa tumbang dengan Cina. Dan tujuannya
adalah agar Cina pada akhirnya mampu
membuat cip canggih pada mesin yang
sepenuhnya. Buatan Cina benar-benar made
in Cina to. Dan mereka menginginkan agar
Amerika Serikat sepenuhnya dikeluarkan
dari rantai pasokan. Gila. Aduh gila.
Cina Cina luar biasa ya. Kayak
jadi impian gitu. Dan ESML pernah
mengeluarkan sebuah pernyataan mengenai
Cina yang pada saat itu dituliskan
sedang membuat replika dari EUV yang
diproduksi oleh ESML. Mereka menyebutkan
bahwa masuk akal kalau perusahaan lain
ingin meniru teknologi mereka, tapi
untuk melakukannya bukanlah hal yang
mudah. Nah, kalau bukanlah hal yang
mudah berarti kan susah, bukan berarti
tidak bisa ya kan. Nah, sistem EUV ASML
di saat ini kata mereka tersedia untuk
sekutu-sekutunya Amerika, Geng. Di
antaranya ada Taiwan, Korea Selatan, dan
Jepang. Mulai tahun 2018, Amerika
Serikat mulai menekan Belanda agar ESML
tidak menjual sistem EUV ke Cina. Udah
mulai panik nih Amerika nih. Udah mulai
nekan-nekan Belanda nih mereka. Dan
pembatasan tersebut kemudian diperluas
pada tahun 2022 ketika pemerintahan Joe
Biden memberlakukan kontrol ekspor yang
luas dengan tujuan memutuskan akses Cina
ke teknologi semikonduktor canggih. Dan
kontrol ini tidak hanya menargetkan
sistem EUV aja, tetapi juga mesin
litografi ultraviolet dalam atau
disingkat dengan DUV yang sebenarnya
lebih tua dibandingkan EUV. Jadi
semuanya tuh gak boleh tuh dijual ke
Cina supaya Cina gak bisa tiru. Nah, si
DUV ini beda dengan EUV. Dia itu memang
dipergunakan untuk membuat chip juga,
tapi kurang canggih. Dan di UV ini
dipakai oleh Huawei. Nah, kalah dia sama
EUV. Dan alasan Amerika juga membatasi
DUV agar Cina setidaknya tertinggal satu
generasilah di dalam kemampuan pembuatan
chip. Dan dari sini timbullah
pertanyaan, kalau ESML diminta oleh
Amerika untuk tidak menjual sistem EUV
ke Cina, jadi gimana bisa Cina membuat
prototype-nya? Gimana cara mereka
meniru? Nah, ternyata untuk mendapatkan
suku cadang yang dibutuhkan, Cina malah
mengambil komponen dari mesin ESML yang
lebih tua dan mendapatkan suku cadang
dari pemasuk ESML melalui pasar barang
bekas. Jadi mereka tuh membeli
barang-barang bekas yang udah rusak
mungkin atau udah tua mungkin diambil
sama mereka dibongkar dan demi
menghindari pelacakan siapa pembelinya
akhirnya digunakanlah jaringan
perusahaan perantara atau dari pasar
gelap. Perusahaan-perusahaan ini
berfungsi sebagai penutup sehingga
identitas pembeli yang sebenarnya dari
China tidak terlihat secara langsung.
Nah, itu cara negara Cina membeli ini.
Dan selain menggunakan komponen mesin
ESML yang lebih tua dan membeli lewat
pasar barang bekas atau pasar gelap,
Cina juga menggunakan suku cadang dari
Nikon dan Canon, perusahaan asal Jepang.
dan Nikon menolak memberikan komentar
sementara Canon menyatakan tidak
mengetahui laporan tersebut. Mereka gak
tahu kalau Cina membeli barang mereka ya
untuk merakit kembali sebuah mesin yang
sedang mereka tiru dari barat. Dan dari
informasi yang mengetahui proyek terkait
prototype EUV milik Cina ini juga
menyebutkan kalau bank-bank
internasional secara rutin melelang
peralatan lama untuk pabrik
semikonduktor. Berdasarkan penelusuran
daftar lelang di Alibaba Auction, sebuah
platform milik Alibaba ya, mesin
litografi SML lama itu masih dijual di
Cina hingga bulan Oktober 2025. Kemudian
dikatakan ada sekitar 100 lulusan
universitas baru dilibatkan di dalam tim
yang fokus melakukan rekayasa balik atau
reverse engineering terhadap komponen
mesin litografi IUV dan DUV. Setiap meja
kerja mereka dipantau oleh kamera khusus
untuk merekam proses pembongkaran dan
perakitan ulang komponen. Sebegitu
seriusnya, Geng. Di dalam mempekerjakan
para ilmuwan untuk membuat prototype
tersebut, ternyata Cina juga menuai
kontroversi nih, Geng. Jadi ada
keterangan dari salah satu orang yang
mengetahui proses perekrutan anggotanya
ini, yaitu seorang insinyur veteran asal
Cina yang sebelumnya bekerja di ESML
yang direkrut oleh Cina untuk
mengerjakan prototype tersebut. katanya
dia kaget ketika mengetahui bahwa saat
dia menandatangani kontrak, dia juga
diberikan kartu identitas menggunakan
nama palsu. Dan setelah dia masuk ke
dalam laboratorium Shenzen, dia juga
mengenali mantan rekan-rekan ESML
lainnya yang juga bekerja dengan nama
palsu dan diinstruksikan untuk
menggunakan nama palsu mereka di tempat
kerja untuk menjaga kerahasiaan itu. Dan
karena dirahasiakan inilah tidak ada
satu orang pun di luar kompleks bangunan
laboratorium yang boleh mengetahui apa
yang sedang mereka kerjakan di dalam
laboratorium. Bahkan tidak boleh ada
yang tahu identitas dari para pekerja
yang ada di dalam. Dan tim ilmuwan yang
bekerja di sana merupakan mantan
insinyur dan ilmuwan ESML yang mana
mereka semua lahir di Cina dan baru saja
pensiun dari ESML. Ya, sama aja kayak
membelot kan. Dan hal ini dikarenakan ya
mereka memiliki pengetahuan teknis tapi
menghadapi lebih sedikit kendala secara
profesional karena sudah meninggalkan
ESML. Mereka udah enggak terikat kontrak
lagi sama ESML. Cuman mereka kan punya
sumpah untuk tidak membocorkan semuanya
ya. Tapi mereka tetap membelot untuk
negara Cina. Dan ada dua karyawan ESML
berkewarganegaraan Cina yang bekerja di
Belanda yang mengatakan kalau mereka
sudah dihubungi oleh perekrut dari
Huawei sejak tahun 2020. Nah, karena
Undang-Undang Privasi Eropa itu membuat
ESML tidak bisa melacak mantan
karyawannya secara leluasa. Jadi
meskipun sebelum kontrak mereka
berakhir, para karyawan diharuskan
menandatangani perjanjian kerahasiaan,
tapi nyatanya perjanjian itu enggak bisa
ditegakkan di berbagai negara seperti
Cina. Cina membuat pengecualian kayak
apa? Lu udah kontrak sama ya? Katanya lu
disumpah untuk enggak boleh ee membelot
atau membocorkan rahasia. Udah aman lu
membelot aja. Bocorin sini. Kalau lu
diapa-apain sama mereka kita perang.
Cina sebegitunya ya. Seperti yang gua
pernah cerita ke kalian Cina ini dia
men-support apapun walaupun sebuah
kepintaran untuk kejahatan mereka
support. Salah satunya hacker, Geng.
Hacker-hacker Cina itu didanai, Geng,
sama pemerintahnya. Jadi sebegitunya
pemerintah itu pro terhadap orang-orang
pintar di negara mereka. Even kepintaran
dipakai untuk kriminal. Selama itu
enggak untuk menghancurkan Cina.
Misalkan hacker nih nge-hack negara lain
di luar sana dan e itu tidak merugikan
Cina. Cina pemerintahnya bakal support
kepada orang itu. Sini lu gua pelihara.
Lu hancur-hancurin tuh musuh-musuh
negara kita. Gitu, Geng. Gitu cara kerja
pemerintah Cina. Keren banget enggak
sih? Kalau di negara kita beda. Ada yang
maju dikit pajak mane pajak gitulah.
Nah, di waktu tahun 2019, ESML pernah
menggugat seorang mantan insinyur Cina
karena dituduh mencuri rahasia dagang.
ESML memenangkan putusan senilai 845
juta Do Amerika. Namun terdakwa
mengajukan kebangkrutan dan terus
beroperasi di Beijing dengan dukungan
dari pemerintah Cina. Enggak bisa
dipastikan apakah ada tindakan hukum
yang sudah diambil terhadap mantan
karyawan ESML yang terlibat di dalam
program EUV di China ini. Perusahaan
tersebut menyatakan bahwa mereka
melindungi pengetahuan EUV dengan
memastikan hanya karyawan tertentu yang
bisa mengakses informasi tersebut bahkan
di dalam perusahaan. Nah, tapi geng ya
dari sumber-sumber yang mengetahui
mengenai proyek IUV di Cina semuanya
menyebutkan kalau para veteran dari ESML
lah yang memungkinkan terciptanya
prototype IUV di Senzen. Jadi
orang-orang lamanya tuh yang udah
pensiun justru yang mana setelah pensiun
mereka cabut dari barat balik lagi ke
Cina nih. Kalau mereka memang orang Cina
misalkan mereka-mereka inilah yang
direkrut sama Cina lagi. Nah, tanpa
pengetahuan dari para veteran-veteran
ini ya tentang teknologi tersebut,
mereka yasa mesin EUV hampir enggak
mungkin dilakukan karena
generasi-generasi selanjutnya atau
karyawan dari ESML yang baru-baru yang
mereka kan cuma melanjutkan dan
perekrutan terhadap pensiunan-pensiunan
veteran ESML ini sudah dilakukan oleh
Cina sejak tahun 2019 dengan menawarkan
bonus penandatanganan mulai dari 3 juta
yuan sampai 5 juta yuan disertai dengan
subsidi pembelian rumah. Jadi dengan
kata lain mereka dijamin masa tuanya
sampai anak-anaknya 800 turunan kayak
lebai lebai. Enggak enggak sampai tuuh
turunannya udah dijamin sama pemerintah
Cina. Gimana enggak happy ya kan? Dan
meskipun proyek EUV ini dijalankan oleh
pemerintah Cina, Huawei terlibat di
dalam setiap langkah rantai pasokan.
Mulai dari desain chip, peralatan
fabrikasi sampai dengan manufaktur dan
integrasi akhir ke dalam produk seperti
smartphone. Dikatakan CEO Huawei yaitu
Ren Zengvei memberikan pengarahan kepada
para pemimpin senior Cina tentang
kemajuan yang sudah dicapai. Huawei
sudah mengerahkan karyawan mereka ke
kantor, pabrik fabrikasi, dan pusat
penelitian di seluruh Cina untuk proyek
tersebut. karyawan yang ditugaskan e ke
tim semikonduktor sering tidur di lokasi
bahkan menginap di sana dan dilarang
pulang ke rumah selama hari bekerja
dengan akses telepon yang dibatasi untuk
tim yang menangani tugas-tugas yang
lebih sensitif. Jadi rahasianya itu
benar-benar dijaga. Nah, di dalam Huawei
hanya ada sedikit karyawan yang
mengetahui cakupan pekerjaan ini.
Tim-tim tersebut dipisahkan satu sama
lain untuk melindungi kerahasiaan
Project sehingga mereka tidak tahu apa
yang sedang dikerjakan oleh tim lain.
Gila ya, Cina lebih ketat lagi. Dan
lagi-lagi, Geng, meskipun prototype Cina
masih jauh untuk menyaingi teknologi
Barat, tapi dari sini kita sudah bisa
lihat bagaimana usaha Cina untuk
mewujudkan ambisi mereka tersebut, yaitu
menyaingi dominasi Barat, terutama
Amerika di dalam hal teknologi. Mungkin
kita bisa lihat di dalam beberapa tahun
lagi ketika Cina sudah tidak lagi
disebut sebagai negara peniru teknologi,
tapi justru menjadi negara inovasi
teknologi. Sebuah anggapan yang mungkin
tidak pernah terpikirkan terkait Cina
beberapa tahun lalu yang selalu dituduh
sebagai negara pembuat barang-barang
enggak berkualitas atau negara pembuat
barang-barang tiruan palsu. Sekarang
kita bisa lihat siapa Cina. Waduh, gila
enggak tuh? Oke, itu dia, Geng,
pembahasan kita kali ini mengenai Cina
yang berhasil membuat prototype EUV yang
menjadi sebuah progres baik untuk
menyaingi Barat. Bagaimana menurut
kalian tentang pembahasan ini? Coba
tinggalkan komentar di bawah.