Transcript
ZYJWnE-B-xY • Petani Cabai Banting Setir Jadi Peternak Kambing PE, Cetak Juara Kontes Nasional
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0691_ZYJWnE-B-xY.txt
Kind: captions Language: id [musik] Jadi bahannya breading seni [musik] kontes. Soalnya kambing kontes ini enggak harus anak dari kambing kontes toh, Mas. Tapi kebanyakan kambing kontes ini hasil dari anak kambing kontes di tahun 2023 [musik] 150, Mas. Tapi bukan dikurbankan loh, Mas. Mau digaco lagi [musik] jantan. Di usia 8 bulan 8 prestasi 8 kali laga 8 prestasi [musik] juara satu ada, juara du ada juara 3 pernah juara empat ada. Kambing seperti ini harga bisa amblek ketika ditawarkan. Kalau ingin harga maksimal perbaiki kualitasnya, [musik] teruskan prestasinya jangan dijual. Walaupun kita pengin ngedol niku mungkin regone iso maksimal, Mas. Tapi kalau iki l tukunen niku pada harga jatuh-jatuhnya, Mas. Soalnya kesempatan si pembeli ya. Kalau kita [musik] mau fokus di ternak ya kalau suara miring ya gituak enggak usah didengarkan Mas. Soalnya kalau wong Mas lek kita rodok semilir ngerasani [musik] nek kita jatuh ngeploki berarti yo ggak usah dirungokne. Mau jatuh ya ambil resikonya mau berhasil ya dirasakan nikmatnya. Gu aja [musik] enggak usah kalau suara orang kita ikuti dengan suara miring ya kita geneng nyelot su masalamualaikum [musik] warahmatullahi wabarakatuh perkenalkan nama saya Jazaul Khair akl disebut Jack CMF. CMF itu cabe merah farm kok unik. Mungkin sangat menyimpang dengan apa yang kita geluti saat ini. Itu menjadi simbol awal dari berdirinya yang sekarang digeluti ini di dunia peternakan kambing peras kali gesing. Saya ini sejak kecil memang anak seorang petani. Bisa dikatakan sangat kurang mampu. Jadi tahunya hanya di sawah, Mas. Pengalaman dari kecil mungkin yang kita petik hanya bertani ikut bapak ke sawah. Tapi pengalaman itu ternyata terbawa sampai sekarang. Kaitannya dengan cabai merah tadi, seusai saya sekolah itu ngertinya ya di sawah. Pengalaman dari sawah mosok panggah yang sawah terus gitu. Biasanya pertanian itu gandengannya sama peternakan. Jadi mungkin selepas bawa cangkul pulang bawa rumput. Seusai sekolah saya didaftarkan polisi sama orang tua. Enggak 100% dari niat hati saya. Itu mungkin lebih besar dari niatan orang tua saya. Jadi saya yo ngikut daftar. Alhamdulillah secara fisik ya juga enggak gak diterima. [tertawa] Akhirnya itu pun sudah dijualkan tanah Mas pada waktu itu. Kan identiknya orang desa daftar polisi itu pakai biaya Mas. Entah itu e sebenarnya pakai biaya apa enggak kita juga enggak tahu. Tapi dia jual tanah dulu. untuk daftar. Selagi saya kan juga enggak begitu pengin giih akhirnya saya daftar gagal. Terus ada sebidang sawah saya sewa, Mas untuk nanam cabe untuk persiapan [musik] nikah. Kalau orang desa kan gak terlalu mikir ini Mas pendidikan jenjang yang lebih tinggi. Jadi mikirnya lulus sekolah ya nikah. Akhirnya n cabe untuk mengembangkan apa yang ada di belakang rumah pindah ke jenis. Soalnya di belakang rumah dulu adanya kambing Jawa kecil-kecil itu, Mas, yang Jawa Kacang. Terus saya pernah main ke suatu tempat itu kok ada kambing yang agak besar. Saya kaget itu harganya kan yo memang dibanding dengan kambing kacang kan jauh, Mas. Jadi kita ada sewa lahan nanam cabe. Alhamdulillah pada waktu itu nanam cabainya kasil. Bisa dikatakan seperti itu walaupun jauh dari berhasil. Alhamdulillah. Terus kita mulai merintis maunya dipeternakan ya walaupun belum besar maunya dipeternakan kambing e peras kali kesing ini itu lulus sekolah Mas. Pokoknya pindah ke PE ini 2005. Fokus di peternakan kambing ini di 2009. Kan dari awal belum bisa difokuskan, Mas. Karena kan masih sedikit mau kita fokus ke peternakan mungkin misalkan buat beli rokok kan ya juga kurang soalnya hasilnya dari peternakan itu kan bulan Mas harus dibreeding dulu, diperanakkan dulu baru bisa jual. Kalau enggak dicampur dengan perbelantian atau perbakulan biasanya akrab disebut peternakan kan perbelantian. untuk cari pekerjaan lain juga enggak layak mungkin nggih. Kalau lulusan aliah, Mas setara SMA pada waktu itu juga belum negeri. Jadi kita enggak PD untuk melamar kerja mungkin di yang bersepatu nggih, Mas. Nggih. Jadi kita jalani saja di peternakan itu entah seberapa hasilnya kita tekuni. Enggak ada pekerjaan lain. Setelah itu sawah kita off-kan, Mas. Karena kita harus terfokus di satu kegiatan yang sangat menopang untuk permodalan pada waktu itu di cabai merah. Jadi nama cabe merah itu buat pengeliling-eling lah, Mas. Dulunya berawalnya dari tani cabe gitu. Mulai dari awal sampai sekarang pindah bergelut di kambing PE ini. Kalau kita jangka ke hasil bulan tentunya enggak bisa karena peternakan ini kan dibreadingkan dulu bisa beranak baru bisa dijual dan itu pun bisa dijual kan harus berusia istilahnya sapih lah. Itu kan juga panjang. Ini kan lama untuk perekonomian ya. Kita campuri perbelantian, Mas. Perbakulan. Oh, kenapa kok bisa bertahan sampai sekarang? Satu, ya. Mungkin kita hidup di desa nyamannya di peternakan. Kalau medos sampai sekarang belum medos sebenarnya, Mas. Kita menunggu medosnya itu kan gini, Mas. Menurut konsep kami, nggih, bagaimana di peternakan ini setiap tahunnya ada perkembangan. Jadi bagaimana supaya kambing-kambing di sini dan kegiatan kita ini supaya bisa bertahan. Jadi kita ya ngikuti aja. Jadi dibreadingkan yang betina kita piara, yang jantan kita keluarkan. Soalnya yang bisa berkembang kan betina, Mas. Kalau jantan kan ibaratnya satu jantan 100 betina kan cukup. Jadi mungkin lebih banyak betina yang kita tahan biar nanti bisa berkembang biak. Tapi itu pun kalau enggak dicampuri perbelantian mungkin saya juga sudah enggak di Selok Kajang, Mas. Mungkin sudah di Malaysia atau di Brunei atau di Taiwan [tertawa] kalau mengandalkan ternaknya saja. Soalnya kan jangka beranaknya kan juga [musik] 5 bulan, Mas. Itu pun dikawinkan satu dua kali harapan kita. Jadi kan hasilnya ya juga belum [musik] tentu. Kadang dikawinkan satu kali 2 bulan bray lagi. [musik] Populasi di sini enggak tentu, Mas. Karena 70% dicampuri dengan perbelantian itu kadang ya juga banyak, kadang juga kosong. Tapi hari-hari mungkin tidak kurang dari 100 ekor lah. Di sini pindah, Mas. Babat lagi. Untuk yang saya ceritakan di cabe merah dulu itu di kandang rumah orang tua saya. Di sini di tempat istri saya. Nah, jadi yang di sini ini kandang bakoqoh ini usianya sekitar 5 tahun, Mbak. Jadi kandang yang dulu sudah rusak kita pindah di sini untuk bangun kandang seperti ini. Kita batinya seberapa kita juga enggak tahu. Cuman kita hanya ngikuti alurnya saja, Mas. Bila ada rezeki kita sisihkan untuk pembuatan kandang lagi. Kok langsung ada modal langsung buat kandang langsung terakan cerita dari cabai merah dulu memang benar-benar dari nol karena dulunya kambingnya yo cuma 1 2 3 nambah-nambah ndak ndak langsung banyak gitu mboten. Selain takut juga permodalannya juga enggak ada Mas. [tertawa] Ternak juga melantik kandang juga melantik kandang bakul kandang istilahnya. Alhamdulillah mungkin yang dulu saya sekolah, saya sekarang menyekolahkan anak dan anak saya sekarang yang asli dua yang anak angkat sekarang 12. Di sini yang rawat kandang di sini 4 orang, Mas. Terus yang untuk kandang itu 8 orang. Jadi di sini enggak ada istilah karyawan wis kabeh jadi jadi anake nggih. Dan semua tidurnya di sini enggak pulang. Pulangnya mungkin 1 bulan sekali, 2 minggu sekali gitu. Makanya kita bilang di sini enggak ada karyawan, tapi di sini anak. Soalnya tidurnya di sini setiap hari. Kalau perkandangan kan sistem borong, Mas. Karena kita jualnya kandang itu kan meteran. Jadi untuk yang operasional di kandang dia juga borong. Jadi nak bisa dibilang 1 bulan ini berapa gak bisa. Tergantung dia ini 1 bulan berapa meter untuk pengerjaannya. Tapi kalau untuk kandang bulan, Mas. Untuk yang rumat kandang ini kan harus terpantau setiap hari, setiap menitnya. Kalau kandang kan perlu proses penebangan kayu dulu, pemotongan kan sesuai harus ukuran, Mas. Itu kan lama enggak bisa dikatakan hitungan hasil hari. Kalau bisa dihitung hasil hari ini ya di peternakan kambing ini disusu. Soalnya susu kan perah dua kali, Mas. Bisa dikatakan hasil dua kali sehari. Enggak tentu, Pak. Karena yang di sini lebih banyak di peternak. Jadi kita buat pasarnya itu muter. Ibaratnya gini, kita kasih bibit, kita kasih resep, berarti kita perlu susu. Soalnya untuk setutan kontes itu ee yang tercepat adalah susu. Kalau diminum enggak nutut, Mas. Soalnya orang minum 1 hari 12/2 liter sudah plempoken, Mas. Tapi kalau kambing mungkin di bakalan kecil itu satu kambing kan bisa 4 lit, 5 lit. Perbandingannya satu kambing 11 orang. Kita punya pelanggan 10 ekor kambing sama seperti 100 pelanggan orang. Kalau kita jual ke orang kan kelamaan, Mas. Kalau dia enggak habis 4 liter kan aduh nanti kontes kalah. Soalnya dia bersaing perawatan kan di situ. Kalau barang sekarang kan sudah hampir-hampir sama, Mas. tergantung perawatannya masing-masing ee pencetut itu. [musik] Kalau lebih gampang atau lebih sulitnya mungkin kita kan belum pernah main di domba kan, Mas. Jadi di PE kontes ini kan kalau kita mau kontes dan mau menang ya perbuatan kita ya jangan seperti lawan kita. Ibaratnya gini, nyetut cemplit dot 12 kali, lawannya nanti 14 kali. Yo, kita jangan begitu banget mengharapkan nanti di arena menang, Mas. Karena lebih banyak waktunya ke kambing itu yang lawan kita. Jadi enggak ada ukurnya. 1 hari setengah hari nanti setengah hari tidur gak bisa. Kita harus terpantaunya setiap detik, [musik] setiap menit. Khusus kambing kontes nggih. Kan kaitannya tentang susu tadi, Mas. Tergantung masing-masing jenis itu. Rumitnya kambing PE ini dia contoh kecil saja dia enggak mandi 1 minggu. Dia sudah ruwet, Mas. Bulunya sudah ruwet. Dan kalau sudah ruwet mengembang menjadi gimbal. Kalau sudah gimbal nanti bulunya dia kalau dimandikan pasti putus, pasti berkurang dan itu mengurangi keindahan pada kambing itu. [musik] Kalau mengurangi keindahan jelas mengurangi nilai harga kambing itu. [musik] Sebenarnya ini 100 populasi sekitar itu semuanya kambing kontes toh, Pak? Kambing kontes yang bisa dikonteskan, Mas. Jadi bahannya breading seni kontes. Soalnya kambing kontes ini enggak harus anak dari kambing kontes toh, Mas. Tapi kebanyakan kambing kontes ini hasil dari anak kambing kontes. Gaco saat ini tumbang dua, Mas. Jadi mungkin kalau jenengan ke sini sekitar di 2 bulanan yang lalu kita suguhkan ada bapak, anak, putu, buyut, canggah yang runtut juara satu di situ. Cuman yang di depan kita ini kemarin ninggal namanya Barongan di usia 12 tahun. Terus kemarin yang di belakang saya ini BCA induk dia yang bisa mengeluarkan juara presiden. Dia kemarin mati laktasi kelima itu yang anaknya tepat di bawahnya yang sini itu juga mati. Jadi bapak sama anak sudah mati, Mas. Di sini tinggal putu, buyut canggah. Sebenarnya kita mengarahnya ke tujuh turunan lah, Mas, minimal. Tapi masih ada yang di satu kandang gitu loh. Bukan yang mencar-mencar di kandang teman-teman. Bukan. Yang mungkin yang mencar sudah ada Masti Wareng atau udek-udek yang barongan ini. Cuman yang di kandang ini dulu ada bapak, anak, putu, buyut, canggah yang generasi juara terus gitu kita simpan. Lek barongan mungkin karena usia. Soalnya di 12 tahun ini kalau kita noleh ya, Mas, itu termasuk rekor usia pada kambing. Yang jenis kambing kontes loh ya. 12 tahun ini barongan. Ini belum ada 1 bulan kok, Mas, meninggalnya. Kalau kita bergelut di kambing ini kayaknya belum ada, Mas, yang sampai tembus ke 12 tahun. Yang jenis kontes loh, Mas. Nggih. Iya. Rata-rata kan kalau kambing kontes kan kita asupi apapunh, Kingko kontes menang kan, Mas. Jadi duduk tuke dilebokne akhir umure kan. Tapi kalau di kita kambing yang sudah juara satu dua kali apalagi sudah nasional ya kita opkan Mas. PR kita sudah anaknya enggak terus kita bawa enggak soalnya mau kita denk kan mau kita oyo dia enggak bakal kondang kan sudah misalkan kontes lokal naik lagi ke regional naik lagi ke op naik lagi ke nasional ya sudah kalau kita tugas dia harus anaknya harus membuktikan ya juga nasional apalagi lebih tinggi [musik] dia gitu dia yang lebih tinggi di cucu dia di nasional tapi cucunya di Piala presiden [musik] kita kalau sudah dinyatakan off untuk kontes, fokus ke breeding, kita kembali ke alamiahnya, Mas. Mungkin bantuannya hanya combor karena kalau puluan mungkin badannya juga enggak bisa seindah yang [musik] dicombor, Mas. Kita combornya yang baku pakai ampas dan kangkung kering itu, Mas. Seperti teman-teman ternak lain. Tapi hijauannya kita kasih dua kali, Mas. [musik] siang dan malam itu rutin. Nah, ini yang rutin ini mungkin yang agak sulit dilakukan. [musik] Kadang kita ketendang becek buwuh rodo adoh. Eleh sesok wong sesuk je enek dino kadang ngoten. Kalau kita kita haruskan, kita fokus, kita konsistenkan. Tergantung orangnya sih, Mas. Kalau korban itu kadang orang kan pokok lemu daging, kadang juga bangga dengan nuntun gede. Ya, kalau nuntun gedi kan [musik] jenis spesies kambing itu kan paling besar kambing PEM. setiap tahunnya itu kan banyak orang-orang Arab itu, Mas, yang beli, Mas, yang besar-besar itu. Apalagi yang juara pilihannya dia [musik] yang brewok-brewok itu. Enggak tahu Arab asli apa anu, enggak tahu, Mas. Itu pokoknya yang kebanyakan di hari raya besar itu kambing seperti ini, apalagi yang mantan juara itu kebanyakan yang beli [musik] orang-orang itu. Kalau dengar-dengar ya mahal kok, Mas. Ada yang ratusan juta kok, Mas. Kalau kita ke ratusan juta ke korban belum, Mas. di tahun 2023 150, [musik] Mas. Tapi bukan dikurbankan loh, Mas. Mau digaco lagi. Jantan di usia 8 bulan 8 [musik] prestasi 8 kali laga 8 prestasi. Juara satu ada, juara dua ada, juara 3 pernah juara empat [musik] ada. [musik] Menurut kulo pada waktu itu nggih juga enggak [musik] masuk akal, Pak. Cuman pada waktu itu pembelinya kita juga enggak ngundang. Dia datang ke sini langsung. Dan pembelinya bukan dari orang Jawa, Mas. Dari NTB Lombok. Kalau boleh saya sebutkan namanya pembelinya itu Bapak Girang dari NTB Lombok di tahun 2023. Mau ke sini juga enggak telepon dia moro-moro teko ngono, Mas. Yang diminta pada waktu itu pitulas yang juara presiden. Tapi pada waktu itu kan mau Piala Presiden Mas, jadi kita buat gaco sendiri. Itu pun bisa. Tapi kita mintanya mahal biar enggak dibeli. Mintanya kita pada waktu itu kalau dinominalkan 500, kalau enggak dinomil enggak dinominalkan kita minta center gres biar enggak dia enggak enggak mau, Mas. Soalnya mau kita bawa ke Piala Presiden. Soalnya Piala presiden ini kan sulit diadakan toh, Mas. Enggak setiap tahun ada. Jadi kita ingin sekali tampil di pada waktu itu. Tapi pada waktu itu kalah Mas juara dua pada waktu itu kita ngawut Mas Regane dibayar Mas 150 pernah 100 pernah 100 itu di 2020 Mas pembelinya Mas Dodi dari Jepara. Jadi ini enggak cerita asli ril apa adanya Mas. Kalau selebihnya itu bukan kita enggak mempercayai, Mas, tapi kita kalau enggak tahu sendiri transaksinya, kita juga belum yakin untuk ratus-ratus gini. Soalnya kita sekitar 20 tahun. Itu yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. Selebihnya itu belum. Kalau penawaran enggak jadi kadang kan yang punya enggak boleh. Penawaran sudah misalkan 500 kadang yang punya ini malah belum belum boleh, Mas. Karena kalau di ketika kambing seni ini ditawar mahal, pemiliknya pasti pas lagi demen-demene, Mas. Kadang pas diwehne pembeline wis mundur. Karena kambing seperti ini harga bisa amblek ketika ditawarkan. Kalau ingin harga maksimal, perbaiki kualitasnya, teruskan prestasinya. Jangan dijual. Walaupun kita pengin ngedol niku mungkin regone is maksimal, Mas. Tapi kalau iki L tukunen niku pada harga jatuh-jatuhnya, Mas. Soalnya kesempatan si pembeli kan kambingnya kambing PE seni, Mas. Jadi pasarnya di mana? Kanak enggak ada pasarnya. Ya ketika ada orang seni datang. Dulu anu, Mas pada waktu COVID kita minim sosmet Mas. Ngerti kita Facebook. Kalau enggak punya Facebook ketinggalan zaman pada waktu itu mungkin ng kita didatangi YouTuber namanya Jenderal Tani kita dikonten redeks. Koy iki Mas. Nedek sampan kontenene iki aku ii tukang takon wong tapi lek takoni nedek [tertawa] dikontenlah barongan lah akhirnya banyak komentar mung loh mas je kok kok enggak bikin YouTube biar tahu keseharian pada waktu itu pas nom-nomane si barongan ini Mas Coro wong no pas ganteng-gantenge barongan pada waktu itu. Terus akhirnya yo iseng-iseng buat konten wis kita video apapun keseharian kita video kalau kelingan yo izin Mas [tertawa] itu. Harapan kita pokoke ternakku sing cilik iki walaupun sak cilik-cilike gen ruh wong ngoten tok ora ketang elek-elek rodok dipamerne ning ng sosmet ngono Mas pada waktu itu terus akhirnya ada teman dari Jakarta yang keluarganya di Mitar saya kan ndak tahu ngedit yo engak enggak bisa carane kamera nanti videonya pokoknya manualan biasalah Mas akhirnya diajari itu. Gini gini gini gini daripada ngajarin wis melu aku ae aku pedon aku tak sing ngomong gitu. Jadi 1 tahun dia yang anu Mas kalau tadi bilang medos dan saya belum bilang medos pengin je medos. Heeh. yaitu YouTube, Mas. Dan kandang yang terbangun di sini mungkin dampak juga penjualan dari YouTube itu soalnya sebelum kita ngonten di YouTube kita kan masih di kandang yang lama, Mas. Sekarang sudah rusak mau pembenahan itu bukan adsennya, Mas. Kita ngonten dagangan itu. Terus kita unggah ke YouTube itu lek bayaran YouTube wong jenengan kan bisa ngeramal. Oh, cek ini penontonnya sekian, subscribe-nya sekian. Paling mulai wiki kan gitu. Cuman itu yo isin lah, Mas. Lek diomongne gajine piro ngoten meek titik pengine ya. Oke, Mas. [musik] Pak, kalau dari sisi kandang kandang yang bagus rekomendasi apo, Pak? Kalau yang rekomendasi namanya kayu sekarang juga mahal, Mas. Tergantung peternaknya ini. Kalau memang dia inginnya jangka panjang dan kandang ini awet, minimal ya jati sama [musik] akasia. Dua pilihan itu. Satu awet. Dua, kambing itu awet bersih. Misalkan kayu, mohon maaf ya, kita kan juga main kandang kan, Mas. Kita juga menyesuaikan [musik] budget pembeli. Misalkan kita ngerentang mulai harga Rp1 juta sampai R juta per meternya. Nek milih s juta ojo milih kayu ng nek wani sing duwur yo iki pilihane kan kadang kayu mauni mas kambing bulunya bisa kuning-kuning merah soalnya kayunya kan merah heeh kalau jati sama kan dia awet bersih mas cuma kaitannya juga budget [musik] nggih budgetnya soalnya kayu jati kan juga layaknya buat rumah mas bukan buat ini. [musik] Kalau cara pengerjaannya seperti kandang bakoh ini yang setiap hari diguyang 5 tahun, Mas, untuk lantai [musik] kan kayu ini musuhnya banyu, Mas. Kalau enggak sering dicuci kandangnya, ya mungkin ya puluhan tahun, Mas. Tapi kalau kambing seni kan gak mungkin dia enggak dicuci kandangnya. Ini kambing keluar mandi, [musik] kandang kan juga dicuci dia terus kena air. Apalagi yang kayu jenis di bawahnya mungkin agak lebih ini [musik] lagi. Tapi kalau dibuat kandang pada umumnya yang enggak pernah digoyang ya mungkin puluhan tahun, Mas. Kalau kalau jenis dua kayu [musik] itu mungkin 15 tahun, 20 tahun mungkin ya belum belum rusak. Kalau piala kan ini, Mas. Kalau kambing laku pialanya ikut dia yang almarhum, Mas. Kebanyakan seperti pialanya Barongan itu sisa. Kalau kambing kan semisal ini saya punya kambing juara, jenengan beli kan jenengan enggak mau kalau enggak tropi di bawah. Berarti yang tersisa ini kebanyakan almarhum dan kambing yang masih kita konteskan. Kalau yang laku ya sudah dibawa sama pembelinya. Dia pasti enggak mau kalau enggak ada tropi dan sertifikatnya. Iki juara tenan opo gak iki? Lah iki pokok dal ii terus tropine di diketutne iki terus piye? Lebih banyak yang dibawa kambingnya daripada yang tersisa di sini. Kalau kontes sejak anu Mas 2008 pertama ikut soalnya kontes kambing seperti ini kan pertama diadakan 2007 Mas. Yang kambing seni loh Mas. Nggih. Bukan acuan dinas loh. Nggih. 2007 kita lihat. Lihat enggak tanya kita beli kan keliru Mas ya. itu kleru kleru kleru kleriru kleriru ngoten. Kalau pertama ikut ya 2008 tapi kalah kalah kalah kalah kalah ngoten Mas karena ya hanya melihat kita enggak tanya opo toh sing dikarepne ngtin yo akhirnya keliru dan kalah dan kalah masing [musik] setiap peternak yang baru mulai pasti [musik] Mas dia harus siap mendapat pertanyaan Sok lekmu adol neng endi? Sing nuk iki suk opo yo? Panggah payu larang. Ditambahi lagi mbok angur ditukokne sapi itu ketika mau ternak yang mulai pasti itu ya. [musik] Kalau kita mau fokus di ternak ya kalau suara miring ya gituak enggak usah didengarkan Mas. Soalnya kalau uong Mas lek kita rodok semilir ngerasani nek kita jatuh ngeploki berarti yo enggak usah dirungokne. [musik] Mau jatuh ya ambil resikonya. Mau berhasil ya dirasakan nikmatnya. Itu aja [musik] enggak usah. Kalau suara orang kita ikuti dengan suara miring ya kita geneng nyelot su mas kan akhirnya ngetutne uong Mas. Sedangkan hasil kita bukan orang itu yang menentukan kan gitu. Tergantung kita konsistennya seperti apa rezekine gare sing dwur kan ngono to Mas. Penake yo wis lek sire maju ya terus Mas. Lek ngeramut kambing penake bah n enek penake Mas. Dadi pong urung lekas i mbok sangur ndak usah Mas. tenan, Mas. Siji mesti kurang turu. Soalnya kambing PE identik dengan harus ikut kontes kan, Mas, untuk menarik teman yang belum kenal biar datang. Itu kan kita harus memperbaiki kualitas, Mas. Ownernya dikondangkan tanpa kualitasnya diperbaiki apa bisa, Mas? Soalnya kan yang mengundang orang itu kan si kambingnya itu kualitasnya itu lek wonge eng piye, Mas? Misalnya asalamualaikum Pak Jack wonten bad ningali mendo mboten ningali Pak Jaek kan mboten ngoten Mas ningali mendo mboten ningali Pak Jaek kan ngoten [musik] lek memang wis niat tenan p saiki melangkah ada 1000 langkah ke depan ya selesaikan sampai 1000 langkah Mas jangan 100 langkah ada suara gini terus leren rodo rugi ko ler lah eng lek leren rugi mas batine sing langkah ke 101 pas bati pas eng ler Bine dipek uang noh, Mas. Terus sampai apa yang diangan-angan itu sampai Mas. Dan iku kembali lagi kean jenengan tadi kok bisa bertahan. Kulo kan ra nyauri Mas. Embuh kita hanya ngikut. Mungkin jawabannya itu Mas. Kita masih belum belum temu titik finishnya seperti apa. Belum belum ketemu. Kalau ingin berangkat di kambing PE kalau masih ragu-ragu janganlah. Tenan Mas. Kalau kambing PE sudah rumor suaranya seperti itu. Jadi lek kalau sudah maju ya teruskan. Saya Pak Jack dari Cabe Merah Farm, Desa Selokajang, Kecamatan Sengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. [tepuk tangan] Yeah.