Transcript
ZYJWnE-B-xY • Petani Cabai Banting Setir Jadi Peternak Kambing PE, Cetak Juara Kontes Nasional
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0691_ZYJWnE-B-xY.txt
Kind: captions
Language: id
[musik]
Jadi bahannya breading seni [musik]
kontes. Soalnya kambing kontes ini
enggak harus anak dari kambing kontes
toh, Mas. Tapi kebanyakan kambing kontes
ini hasil dari anak kambing kontes di
tahun 2023 [musik] 150, Mas. Tapi bukan
dikurbankan loh, Mas. Mau digaco lagi
[musik] jantan. Di usia 8 bulan 8
prestasi 8 kali laga 8 prestasi [musik]
juara satu ada, juara du ada juara 3
pernah juara empat ada. Kambing seperti
ini harga bisa amblek ketika ditawarkan.
Kalau ingin harga maksimal perbaiki
kualitasnya, [musik] teruskan
prestasinya jangan dijual. Walaupun kita
pengin ngedol niku mungkin regone iso
maksimal, Mas. Tapi kalau iki l tukunen
niku pada harga jatuh-jatuhnya, Mas.
Soalnya kesempatan si pembeli ya. Kalau
kita [musik] mau fokus di ternak ya
kalau suara miring ya gituak enggak usah
didengarkan Mas. Soalnya kalau wong Mas
lek kita rodok semilir ngerasani [musik]
nek kita jatuh ngeploki berarti yo ggak
usah dirungokne. Mau jatuh ya ambil
resikonya mau berhasil ya dirasakan
nikmatnya. Gu aja [musik] enggak usah
kalau suara orang kita ikuti dengan
suara miring ya kita geneng nyelot su
masalamualaikum
[musik]
warahmatullahi wabarakatuh perkenalkan
nama saya Jazaul Khair akl disebut Jack
CMF. CMF itu cabe merah farm kok unik.
Mungkin sangat menyimpang dengan apa
yang kita geluti saat ini. Itu menjadi
simbol awal dari berdirinya yang
sekarang digeluti ini di dunia
peternakan kambing peras kali gesing.
Saya ini sejak kecil memang anak seorang
petani. Bisa dikatakan sangat kurang
mampu. Jadi tahunya hanya di sawah, Mas.
Pengalaman dari kecil mungkin yang kita
petik hanya bertani ikut bapak ke sawah.
Tapi pengalaman itu ternyata terbawa
sampai sekarang. Kaitannya dengan cabai
merah tadi, seusai saya sekolah itu
ngertinya ya di sawah. Pengalaman dari
sawah mosok panggah yang sawah terus
gitu. Biasanya pertanian itu
gandengannya sama peternakan. Jadi
mungkin selepas bawa cangkul pulang bawa
rumput. Seusai sekolah saya didaftarkan
polisi sama orang tua. Enggak 100% dari
niat hati saya. Itu mungkin lebih besar
dari niatan orang tua saya. Jadi saya yo
ngikut daftar. Alhamdulillah secara
fisik ya juga enggak gak diterima.
[tertawa]
Akhirnya itu pun sudah dijualkan tanah
Mas pada waktu itu. Kan identiknya orang
desa daftar polisi itu pakai biaya Mas.
Entah itu e sebenarnya pakai biaya apa
enggak kita juga enggak tahu. Tapi dia
jual tanah dulu. untuk daftar. Selagi
saya kan juga enggak begitu pengin giih
akhirnya
saya daftar gagal. Terus ada sebidang
sawah saya sewa, Mas untuk nanam cabe
untuk persiapan [musik] nikah. Kalau
orang desa kan gak terlalu mikir ini Mas
pendidikan jenjang yang lebih tinggi.
Jadi mikirnya lulus sekolah ya nikah.
Akhirnya n cabe untuk mengembangkan apa
yang ada di belakang rumah pindah ke
jenis. Soalnya di belakang rumah dulu
adanya kambing Jawa kecil-kecil itu,
Mas, yang Jawa Kacang. Terus saya pernah
main ke suatu tempat itu kok ada kambing
yang agak besar. Saya kaget itu harganya
kan yo memang dibanding dengan kambing
kacang kan jauh, Mas. Jadi kita ada sewa
lahan nanam cabe. Alhamdulillah pada
waktu itu nanam cabainya
kasil.
Bisa dikatakan seperti itu walaupun jauh
dari berhasil.
Alhamdulillah. Terus kita mulai merintis
maunya dipeternakan ya walaupun belum
besar maunya dipeternakan kambing e
peras kali kesing ini itu lulus sekolah
Mas. Pokoknya pindah ke PE ini 2005.
Fokus di peternakan kambing ini di 2009.
Kan dari awal belum bisa difokuskan,
Mas. Karena kan masih sedikit mau kita
fokus ke peternakan mungkin misalkan
buat beli rokok kan ya juga kurang
soalnya hasilnya dari peternakan itu kan
bulan Mas harus dibreeding dulu,
diperanakkan dulu baru bisa jual.
Kalau enggak dicampur dengan
perbelantian atau perbakulan biasanya
akrab disebut peternakan kan
perbelantian. untuk cari pekerjaan lain
juga enggak layak mungkin nggih. Kalau
lulusan aliah, Mas setara SMA pada waktu
itu juga belum negeri. Jadi kita enggak
PD untuk melamar kerja mungkin di yang
bersepatu nggih, Mas. Nggih. Jadi kita
jalani saja di peternakan itu entah
seberapa hasilnya kita tekuni. Enggak
ada pekerjaan lain. Setelah itu sawah
kita off-kan, Mas. Karena kita harus
terfokus di satu kegiatan yang sangat
menopang untuk permodalan pada waktu itu
di cabai merah. Jadi nama cabe merah itu
buat pengeliling-eling lah, Mas. Dulunya
berawalnya dari tani cabe gitu. Mulai
dari awal sampai sekarang pindah
bergelut di kambing PE ini. Kalau kita
jangka ke hasil bulan tentunya enggak
bisa karena peternakan ini kan
dibreadingkan dulu bisa beranak baru
bisa dijual dan itu pun bisa dijual kan
harus berusia istilahnya sapih lah.
Itu kan juga panjang. Ini kan lama untuk
perekonomian ya. Kita campuri
perbelantian, Mas. Perbakulan.
Oh,
kenapa kok bisa bertahan sampai
sekarang? Satu, ya. Mungkin kita hidup
di desa nyamannya di peternakan.
Kalau medos sampai sekarang belum medos
sebenarnya, Mas. Kita menunggu medosnya
itu kan gini, Mas. Menurut konsep kami,
nggih, bagaimana di peternakan ini
setiap tahunnya ada perkembangan. Jadi
bagaimana supaya kambing-kambing di sini
dan kegiatan kita ini supaya bisa
bertahan. Jadi kita ya ngikuti aja. Jadi
dibreadingkan yang betina kita piara,
yang jantan kita keluarkan. Soalnya yang
bisa berkembang kan betina, Mas. Kalau
jantan kan ibaratnya satu jantan 100
betina kan cukup. Jadi mungkin lebih
banyak betina yang kita tahan biar nanti
bisa berkembang biak. Tapi itu pun kalau
enggak dicampuri perbelantian mungkin
saya juga sudah enggak di Selok Kajang,
Mas. Mungkin sudah di Malaysia atau di
Brunei atau di Taiwan [tertawa]
kalau mengandalkan ternaknya saja.
Soalnya kan jangka beranaknya kan juga
[musik] 5 bulan, Mas. Itu pun dikawinkan
satu dua kali harapan kita. Jadi kan
hasilnya ya juga belum [musik] tentu.
Kadang dikawinkan satu kali 2 bulan bray
lagi.
[musik]
Populasi di sini enggak tentu, Mas.
Karena 70% dicampuri dengan perbelantian
itu kadang ya juga banyak, kadang juga
kosong. Tapi hari-hari mungkin tidak
kurang dari 100 ekor lah. Di sini
pindah, Mas. Babat lagi. Untuk yang saya
ceritakan di cabe merah dulu itu di
kandang rumah orang tua saya. Di sini di
tempat istri saya. Nah, jadi yang di
sini ini kandang bakoqoh ini usianya
sekitar 5 tahun, Mbak. Jadi kandang yang
dulu sudah rusak kita pindah di sini
untuk bangun kandang seperti ini. Kita
batinya seberapa kita juga enggak tahu.
Cuman kita hanya ngikuti alurnya saja,
Mas. Bila ada rezeki kita sisihkan untuk
pembuatan kandang lagi. Kok langsung ada
modal langsung buat kandang langsung
terakan cerita dari cabai merah dulu
memang benar-benar dari nol karena
dulunya kambingnya yo cuma 1 2 3
nambah-nambah ndak ndak langsung banyak
gitu mboten. Selain takut juga
permodalannya juga enggak ada Mas.
[tertawa] Ternak juga melantik kandang
juga melantik kandang bakul kandang
istilahnya. Alhamdulillah mungkin yang
dulu saya sekolah, saya sekarang
menyekolahkan anak dan anak saya
sekarang yang asli dua yang anak angkat
sekarang 12. Di sini yang rawat kandang
di sini 4 orang, Mas. Terus yang untuk
kandang itu 8 orang. Jadi di sini enggak
ada istilah karyawan wis kabeh jadi jadi
anake nggih. Dan semua tidurnya di sini
enggak pulang. Pulangnya mungkin 1 bulan
sekali, 2 minggu sekali gitu. Makanya
kita bilang di sini enggak ada karyawan,
tapi di sini anak. Soalnya tidurnya di
sini setiap hari.
Kalau perkandangan kan sistem borong,
Mas. Karena kita jualnya kandang itu kan
meteran. Jadi untuk yang operasional di
kandang dia juga borong. Jadi nak bisa
dibilang 1 bulan ini berapa gak bisa.
Tergantung dia ini 1 bulan berapa meter
untuk pengerjaannya. Tapi kalau untuk
kandang bulan, Mas. Untuk yang rumat
kandang ini kan harus terpantau setiap
hari, setiap menitnya. Kalau kandang kan
perlu proses penebangan kayu dulu,
pemotongan kan sesuai harus ukuran, Mas.
Itu kan lama enggak bisa dikatakan
hitungan hasil hari. Kalau bisa dihitung
hasil hari ini ya di peternakan kambing
ini disusu. Soalnya susu kan perah dua
kali, Mas. Bisa dikatakan hasil dua kali
sehari. Enggak tentu, Pak. Karena yang
di sini lebih banyak di peternak. Jadi
kita buat pasarnya itu muter. Ibaratnya
gini, kita kasih bibit, kita kasih
resep, berarti kita perlu susu. Soalnya
untuk setutan kontes itu ee yang
tercepat adalah susu. Kalau diminum
enggak nutut, Mas. Soalnya orang minum 1
hari 12/2 liter sudah plempoken, Mas.
Tapi kalau kambing mungkin di bakalan
kecil itu satu kambing kan bisa 4 lit, 5
lit. Perbandingannya satu kambing 11
orang. Kita punya pelanggan 10 ekor
kambing sama seperti 100 pelanggan
orang. Kalau kita jual ke orang kan
kelamaan, Mas. Kalau dia enggak habis 4
liter kan aduh nanti kontes kalah.
Soalnya dia bersaing perawatan kan di
situ. Kalau barang sekarang kan sudah
hampir-hampir sama, Mas. tergantung
perawatannya masing-masing ee pencetut
itu.
[musik]
Kalau lebih gampang atau lebih sulitnya
mungkin kita kan belum pernah main di
domba kan, Mas. Jadi di PE kontes ini
kan kalau kita mau kontes dan mau menang
ya perbuatan kita ya jangan seperti
lawan kita. Ibaratnya gini, nyetut
cemplit dot 12 kali, lawannya nanti 14
kali. Yo, kita jangan begitu banget
mengharapkan nanti di arena menang, Mas.
Karena lebih banyak waktunya ke kambing
itu yang lawan kita. Jadi enggak ada
ukurnya. 1 hari setengah hari nanti
setengah hari tidur gak bisa. Kita harus
terpantaunya setiap detik, [musik]
setiap menit. Khusus kambing kontes
nggih. Kan kaitannya tentang susu tadi,
Mas. Tergantung masing-masing jenis itu.
Rumitnya kambing PE ini dia contoh kecil
saja dia enggak mandi 1 minggu. Dia
sudah ruwet, Mas. Bulunya sudah ruwet.
Dan kalau sudah ruwet mengembang menjadi
gimbal. Kalau sudah gimbal nanti bulunya
dia kalau dimandikan pasti putus, pasti
berkurang dan itu mengurangi keindahan
pada kambing itu. [musik] Kalau
mengurangi keindahan jelas mengurangi
nilai harga kambing itu.
[musik]
Sebenarnya ini 100 populasi sekitar itu
semuanya kambing kontes toh, Pak?
Kambing kontes yang bisa dikonteskan,
Mas. Jadi bahannya breading seni kontes.
Soalnya kambing kontes ini enggak harus
anak dari kambing kontes toh, Mas. Tapi
kebanyakan kambing kontes ini hasil dari
anak kambing kontes. Gaco saat ini
tumbang dua, Mas. Jadi mungkin kalau
jenengan ke sini sekitar di 2 bulanan
yang lalu kita suguhkan ada bapak, anak,
putu, buyut, canggah yang runtut juara
satu di situ. Cuman yang di depan kita
ini kemarin ninggal namanya Barongan di
usia 12 tahun. Terus kemarin yang di
belakang saya ini BCA induk dia yang
bisa mengeluarkan juara presiden. Dia
kemarin mati laktasi kelima itu yang
anaknya tepat di bawahnya yang sini itu
juga mati. Jadi bapak sama anak sudah
mati, Mas. Di sini tinggal putu, buyut
canggah. Sebenarnya kita mengarahnya ke
tujuh turunan lah, Mas, minimal. Tapi
masih ada yang di satu kandang gitu loh.
Bukan yang mencar-mencar di kandang
teman-teman. Bukan. Yang mungkin yang
mencar sudah ada Masti Wareng atau
udek-udek yang barongan ini. Cuman yang
di kandang ini dulu ada bapak, anak,
putu, buyut, canggah yang generasi juara
terus gitu kita simpan. Lek barongan
mungkin karena usia. Soalnya di 12 tahun
ini kalau kita noleh ya, Mas, itu
termasuk rekor usia pada kambing. Yang
jenis kambing kontes loh ya. 12 tahun
ini barongan. Ini belum ada 1 bulan kok,
Mas, meninggalnya. Kalau kita bergelut
di kambing ini kayaknya belum ada, Mas,
yang sampai tembus ke 12 tahun. Yang
jenis kontes loh, Mas. Nggih.
Iya.
Rata-rata kan kalau kambing kontes kan
kita asupi apapunh, Kingko kontes menang
kan, Mas. Jadi duduk tuke dilebokne
akhir umure kan. Tapi kalau di kita
kambing yang sudah juara satu dua kali
apalagi sudah nasional ya kita opkan
Mas. PR kita sudah anaknya enggak terus
kita bawa enggak soalnya mau kita denk
kan mau kita oyo dia enggak bakal
kondang kan sudah misalkan kontes lokal
naik lagi ke regional naik lagi ke op
naik lagi ke nasional ya sudah kalau
kita tugas dia harus anaknya harus
membuktikan ya juga nasional apalagi
lebih tinggi [musik] dia gitu dia yang
lebih tinggi di cucu dia di nasional
tapi cucunya di Piala presiden
[musik]
kita kalau sudah dinyatakan off untuk
kontes, fokus ke breeding, kita kembali
ke alamiahnya, Mas. Mungkin bantuannya
hanya combor karena kalau puluan mungkin
badannya juga enggak bisa seindah yang
[musik] dicombor, Mas. Kita combornya
yang baku pakai ampas dan kangkung
kering itu, Mas. Seperti teman-teman
ternak lain. Tapi hijauannya kita kasih
dua kali, Mas. [musik] siang dan malam
itu rutin. Nah, ini yang rutin ini
mungkin yang agak sulit dilakukan.
[musik] Kadang kita ketendang becek
buwuh rodo adoh. Eleh sesok wong sesuk
je enek dino kadang ngoten. Kalau kita
kita haruskan, kita fokus, kita
konsistenkan. Tergantung orangnya sih,
Mas. Kalau korban itu kadang orang kan
pokok lemu daging, kadang juga bangga
dengan nuntun gede. Ya, kalau nuntun
gedi kan [musik] jenis spesies kambing
itu kan paling besar kambing PEM. setiap
tahunnya itu kan banyak orang-orang Arab
itu, Mas, yang beli, Mas, yang
besar-besar itu. Apalagi yang juara
pilihannya dia [musik] yang
brewok-brewok itu. Enggak tahu Arab asli
apa anu, enggak tahu, Mas. Itu pokoknya
yang kebanyakan di hari raya besar itu
kambing seperti ini, apalagi yang mantan
juara itu kebanyakan yang beli [musik]
orang-orang itu. Kalau dengar-dengar ya
mahal kok, Mas. Ada yang ratusan juta
kok, Mas. Kalau kita ke ratusan juta ke
korban belum, Mas. di tahun 2023 150,
[musik] Mas. Tapi bukan dikurbankan loh,
Mas. Mau digaco lagi. Jantan di usia 8
bulan 8 [musik] prestasi 8 kali laga 8
prestasi. Juara satu ada, juara dua ada,
juara 3 pernah juara empat [musik] ada.
[musik]
Menurut kulo pada waktu itu nggih juga
enggak [musik] masuk akal, Pak. Cuman
pada waktu itu pembelinya kita juga
enggak ngundang. Dia datang ke sini
langsung. Dan pembelinya bukan dari
orang Jawa, Mas. Dari NTB Lombok. Kalau
boleh saya sebutkan namanya pembelinya
itu Bapak Girang dari NTB Lombok di
tahun 2023. Mau ke sini juga enggak
telepon dia moro-moro teko ngono, Mas.
Yang diminta pada waktu itu pitulas yang
juara presiden. Tapi pada waktu itu kan
mau Piala Presiden Mas, jadi kita buat
gaco sendiri. Itu pun bisa. Tapi kita
mintanya mahal biar enggak dibeli.
Mintanya kita pada waktu itu kalau
dinominalkan 500, kalau enggak dinomil
enggak dinominalkan kita minta center
gres biar enggak dia enggak enggak mau,
Mas. Soalnya mau kita bawa ke Piala
Presiden. Soalnya Piala presiden ini kan
sulit diadakan toh, Mas. Enggak setiap
tahun ada. Jadi kita ingin sekali tampil
di pada waktu itu. Tapi pada waktu itu
kalah Mas juara dua pada waktu itu kita
ngawut Mas Regane dibayar Mas 150 pernah
100 pernah 100 itu di 2020
Mas pembelinya Mas Dodi dari Jepara.
Jadi ini enggak cerita asli ril apa
adanya Mas. Kalau selebihnya itu bukan
kita enggak mempercayai, Mas, tapi kita
kalau enggak tahu sendiri transaksinya,
kita juga belum yakin untuk ratus-ratus
gini. Soalnya kita sekitar 20 tahun. Itu
yang saya lihat dengan mata kepala saya
sendiri. Selebihnya itu belum. Kalau
penawaran enggak jadi kadang kan yang
punya enggak boleh. Penawaran sudah
misalkan 500 kadang yang punya ini malah
belum belum boleh, Mas. Karena kalau di
ketika kambing seni ini ditawar mahal,
pemiliknya pasti pas lagi demen-demene,
Mas. Kadang pas diwehne pembeline wis
mundur. Karena kambing seperti ini harga
bisa amblek ketika ditawarkan. Kalau
ingin harga maksimal, perbaiki
kualitasnya, teruskan prestasinya.
Jangan dijual. Walaupun kita pengin
ngedol niku mungkin regone is maksimal,
Mas. Tapi kalau iki L tukunen niku pada
harga jatuh-jatuhnya, Mas. Soalnya
kesempatan si pembeli kan kambingnya
kambing PE seni, Mas. Jadi pasarnya di
mana? Kanak enggak ada pasarnya. Ya
ketika ada orang seni datang.
Dulu anu, Mas pada waktu COVID kita
minim sosmet Mas. Ngerti kita Facebook.
Kalau enggak punya Facebook ketinggalan
zaman pada waktu itu mungkin ng kita
didatangi YouTuber namanya Jenderal Tani
kita dikonten redeks. Koy iki Mas. Nedek
sampan kontenene iki aku ii tukang takon
wong tapi lek takoni nedek [tertawa]
dikontenlah barongan lah akhirnya banyak
komentar mung loh mas je kok kok enggak
bikin YouTube biar tahu keseharian pada
waktu itu pas nom-nomane si barongan ini
Mas Coro wong no pas ganteng-gantenge
barongan pada waktu itu. Terus akhirnya
yo iseng-iseng buat konten wis kita
video apapun keseharian kita video kalau
kelingan yo izin Mas [tertawa]
itu. Harapan kita pokoke ternakku sing
cilik iki walaupun sak cilik-cilike gen
ruh wong ngoten tok ora ketang elek-elek
rodok dipamerne ning ng sosmet ngono Mas
pada waktu itu terus akhirnya ada teman
dari Jakarta yang keluarganya di Mitar
saya kan ndak tahu ngedit yo engak
enggak bisa carane kamera nanti videonya
pokoknya manualan biasalah Mas akhirnya
diajari itu. Gini gini gini gini
daripada ngajarin wis melu aku ae aku
pedon aku tak sing ngomong gitu. Jadi 1
tahun dia yang anu Mas kalau tadi bilang
medos dan saya belum bilang medos pengin
je medos.
Heeh. yaitu YouTube, Mas. Dan kandang
yang terbangun di sini mungkin dampak
juga penjualan dari YouTube itu soalnya
sebelum kita ngonten di YouTube kita kan
masih di kandang yang lama, Mas.
Sekarang sudah rusak mau pembenahan itu
bukan adsennya, Mas. Kita ngonten
dagangan itu. Terus kita unggah ke
YouTube itu lek bayaran YouTube wong
jenengan kan bisa ngeramal. Oh, cek ini
penontonnya sekian, subscribe-nya
sekian. Paling mulai wiki kan gitu.
Cuman itu yo isin lah, Mas. Lek
diomongne gajine piro ngoten meek titik
pengine ya. Oke, Mas. [musik]
Pak, kalau dari sisi kandang kandang
yang bagus rekomendasi apo, Pak?
Kalau yang rekomendasi
namanya kayu sekarang juga mahal, Mas.
Tergantung peternaknya ini. Kalau memang
dia inginnya jangka panjang dan kandang
ini awet, minimal ya jati sama [musik]
akasia. Dua pilihan itu. Satu awet. Dua,
kambing itu awet bersih. Misalkan kayu,
mohon maaf ya, kita kan juga main
kandang kan, Mas. Kita juga menyesuaikan
[musik] budget pembeli. Misalkan kita
ngerentang mulai harga Rp1 juta sampai R
juta per meternya. Nek milih s juta ojo
milih kayu ng nek wani sing duwur yo iki
pilihane kan kadang kayu mauni mas
kambing bulunya bisa kuning-kuning merah
soalnya kayunya kan merah heeh kalau
jati sama kan dia awet bersih mas cuma
kaitannya juga budget [musik] nggih
budgetnya soalnya kayu jati kan juga
layaknya buat rumah mas bukan buat ini.
[musik] Kalau cara pengerjaannya seperti
kandang bakoh ini yang setiap hari
diguyang 5 tahun, Mas, untuk lantai
[musik] kan kayu ini musuhnya banyu,
Mas. Kalau enggak sering dicuci
kandangnya, ya mungkin ya puluhan tahun,
Mas. Tapi kalau kambing seni kan gak
mungkin dia enggak dicuci kandangnya.
Ini kambing keluar mandi, [musik]
kandang kan juga dicuci dia terus kena
air. Apalagi yang kayu jenis di bawahnya
mungkin agak lebih ini [musik] lagi.
Tapi kalau dibuat kandang pada umumnya
yang enggak pernah digoyang ya mungkin
puluhan tahun, Mas. Kalau kalau jenis
dua kayu [musik] itu mungkin 15 tahun,
20 tahun mungkin ya belum belum rusak.
Kalau piala kan ini, Mas. Kalau kambing
laku pialanya ikut dia yang almarhum,
Mas. Kebanyakan seperti pialanya
Barongan itu sisa. Kalau kambing kan
semisal ini saya punya kambing juara,
jenengan beli kan jenengan enggak mau
kalau enggak tropi di bawah. Berarti
yang tersisa ini kebanyakan almarhum dan
kambing yang masih kita konteskan. Kalau
yang laku ya sudah dibawa sama
pembelinya. Dia pasti enggak mau kalau
enggak ada tropi dan sertifikatnya. Iki
juara tenan opo gak iki? Lah iki pokok
dal ii terus tropine di diketutne iki
terus piye? Lebih banyak yang dibawa
kambingnya daripada yang tersisa di
sini. Kalau kontes sejak anu Mas 2008
pertama ikut soalnya kontes kambing
seperti ini kan pertama diadakan 2007
Mas. Yang kambing seni loh Mas. Nggih.
Bukan acuan dinas loh. Nggih. 2007 kita
lihat. Lihat enggak tanya kita beli kan
keliru Mas ya. itu kleru kleru kleru
kleriru kleriru ngoten. Kalau pertama
ikut ya 2008 tapi kalah kalah kalah
kalah kalah ngoten Mas karena ya hanya
melihat kita enggak tanya opo toh sing
dikarepne ngtin yo akhirnya keliru dan
kalah dan kalah masing
[musik]
setiap peternak yang baru mulai pasti
[musik] Mas dia harus siap mendapat
pertanyaan
Sok lekmu adol neng endi? Sing nuk iki
suk opo yo? Panggah payu larang.
Ditambahi lagi mbok angur ditukokne sapi
itu ketika mau ternak yang mulai pasti
itu
ya. [musik] Kalau kita mau fokus di
ternak ya kalau suara miring ya gituak
enggak usah didengarkan Mas. Soalnya
kalau uong Mas lek kita rodok semilir
ngerasani nek kita jatuh ngeploki
berarti yo enggak usah dirungokne.
[musik] Mau jatuh ya ambil resikonya.
Mau berhasil ya dirasakan nikmatnya. Itu
aja [musik] enggak usah. Kalau suara
orang kita ikuti dengan suara miring ya
kita geneng nyelot su mas kan akhirnya
ngetutne uong Mas. Sedangkan hasil kita
bukan orang itu yang menentukan kan
gitu. Tergantung kita konsistennya
seperti apa rezekine gare sing dwur kan
ngono to Mas. Penake yo wis lek sire
maju ya terus Mas.
Lek ngeramut kambing penake
bah n enek penake Mas. Dadi pong urung
lekas i mbok sangur ndak usah Mas.
tenan, Mas. Siji mesti kurang turu.
Soalnya kambing PE identik dengan harus
ikut kontes kan, Mas, untuk menarik
teman yang belum kenal biar datang. Itu
kan kita harus memperbaiki kualitas,
Mas. Ownernya dikondangkan tanpa
kualitasnya diperbaiki apa bisa, Mas?
Soalnya kan yang mengundang orang itu
kan si kambingnya itu kualitasnya itu
lek wonge eng piye, Mas? Misalnya
asalamualaikum Pak Jack wonten bad
ningali mendo mboten ningali Pak Jaek
kan mboten ngoten Mas ningali mendo
mboten ningali Pak Jaek kan ngoten
[musik] lek memang wis niat tenan p
saiki melangkah ada 1000 langkah ke
depan ya selesaikan sampai 1000 langkah
Mas jangan 100 langkah ada suara gini
terus leren rodo rugi ko ler lah eng lek
leren rugi mas batine sing langkah ke
101 pas bati pas eng ler Bine dipek uang
noh, Mas. Terus sampai apa yang
diangan-angan itu sampai Mas. Dan iku
kembali lagi kean jenengan tadi kok bisa
bertahan. Kulo kan ra nyauri Mas. Embuh
kita hanya ngikut. Mungkin jawabannya
itu Mas. Kita masih belum belum temu
titik finishnya seperti apa. Belum belum
ketemu.
Kalau ingin berangkat di kambing PE
kalau masih ragu-ragu janganlah. Tenan
Mas. Kalau kambing PE sudah rumor
suaranya seperti itu. Jadi lek kalau
sudah maju ya teruskan. Saya Pak Jack
dari Cabe Merah Farm, Desa Selokajang,
Kecamatan Sengat, Kabupaten Blitar, Jawa
Timur. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
[tepuk tangan]
Yeah.