Transcript
YfjXlkBfTsY • Tafsir Juz 23: Surat Az-Zumar #8 Ayat 32-37 - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2463_YfjXlkBfTsY.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrullahu
ala
taufiqihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarika lahu lya'nih wa
ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh
ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwani. Ibu-ibu
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala,
Bapak-bapak yang dimuliakan oleh Allah
subhanahu wa taala. Kita lanjutkan
bahasan kita dari surah Az-Zumar sampai
pada ayat ke-32.
Allah Subhanahu wa taala berfirman,
"Famanlamu mimman kadaba alallahi wadaba
bidah alisa fi jahanamawil
kafirin." Maka siapakah yang lebih zalim
daripada orang yang berbuat dusta
terhadap
Allah dan mendustakan kebenaran ketika
datang
kepadanya? Bukankah di neraka jahanam
tersedia tempat tinggal bagi orang-orang
yang kafir?
Di sini Allah
menyebutkan ee pertama siapa yang lebih
zalim dari orang yang berdusta atas nama
Allah Subhanahu wa
taala. Dan orang yang berdusta atas nama
Allah Subhanahu wa taala ada
beberapa bentuk ya.
Seperti dijelaskan oleh Syekh S'di
rahimahullahu
taala, salah satu bentuk dosa asam Allah
yaitu pertama
menisbahkan apa yang tidak pantas bagi
Allah subhanahu wa taala. Seperti
mengatakan Allah punya anak misalnya ya.
Ini dusta atas nama Allah Subhanahu wa
taala. Seperti perkataan orang
musyrikin Arab yang mengatakan
bahwasanya malaikat-malaikat adalah
putri-putri Allah.
Seperti perkataan Nasra yang mengatakan
Isa adalah putra Allah dan seperti
perkataan Yahudi yang mengatakan Uzair
ibnullah. Ini tidak pantas bagi Allah.
Di antaranya juga yang tidak pantas bagi
Allah seperti mereka mengatakan Allah
tidak mampu untuk
membangkitkan manusia setelah ee manusia
menjadi tulang belulang dan
tulang-bulang sudah hancur seperti
tanah, maka Allah tidak mampu untuk
membangkitkan membangkitkannya.
Ya, dalam hadis dalam sahih Bukhari
Rasul Allah berfirman hadis qudsi
kadaban ibnu Adam walam yakun lahu dalik
wasataman ibnu Adam walam yakun lahu
dalik. Anak Adam telah berdusta atas
namaku dan tidak pantas baginya berdusta
atas namaku dan dia telah mencaciku dan
tidak pantas dia mencaciku. Ammau iyaya
adapun dia berdusta namaku, dia
berkata, "Aku tidak akan
membangkitkannya.
i adapun dia mencaciku, dia mengatakan
analia waladan. Dia mengatakan aku punya
punya anak. Di sini dalam hadis ini ee
menyatakan Allah tidak mampu
membangkitkan manusia. Itu adalah
kedustaan atas nama Allah Subhanahu wa
taala. Ini salah satu dusta atas nama
Allah Subhanahu wa taala.
Demikian juga ee di antara bentuk kudus
atas nama atas kepada Allah Subhanahu wa
taala seperti kata Syekh Saidi biddia
nubuwah mengaku dia adalah e nabi atau
diberi wahyu oleh Allah Subhanahu wa
taala. Dalam surat Alanam Allah
berfirman
mimarahi
waqamai. Dan siapa yang lebih dusta,
lebih zalim daripada orang yang berdusta
nama Allah dan dia mengatakan uhiya
ilaiya. Aku telah diberi wahyu walam
yuha ilaihi. Padahal dia tidak diberi
wahyu sama sekali.
Dan inilah bentuk dusta at nama Allah
seperti nabi-nabi palsu yang mengatakan
bahwasanya kami telah diberikan wahyu
oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan nabi
palsu jumlahnya sangat banyak. Di zaman
nabinya sudah muncul beberapa. Nabi
masih hidup sudah muncul nabi palsu.
Seperti Musailimah alkadzab yang
mengatakan, "Ya Rasulullah,
kenabian ee bagi dua." Ya, kau separuh,
saya separuh ya. Ini ini sudah sudah ada
sejak zaman Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kemudian setelah Nabi
meninggal akan datang banyak nabi palsu.
Dan Rasul sahu alaih wasallam bersabda,
"Sayakunu min umtiuna
kadzabunaumzumuahun nabi." Akan ada 30
orang dari umatku yang mengatakan mereka
adalah apa? Nabi. Wa ana khatamun
nabiyin. Aku nabi terakhir wala nabiya
ba'di dan tidak ada nabi
setelahku. Dan nabi-nabi banyak ya.
Makanya ada buku judulnya tentang ee
para nabi palsu
ya.
Ee demikian juga ya termasuk berdusta
nama Allah Subhanahu wa
taala. Alikhbar bianallaha qala
kad akhbaro bikad au hakama bikad wahua
kadib. Yaitu dia mengabarkan bahwasanya
Allah berfirman demikian atau Allah
mengabarkan demikian atau Allah berhukum
demikian padahal dia tahu itu dusta.
Padahal dia tahu itu dusta. Di antaranya
sebenarnya mengatakan seperti
menafsirkan Al-Qur'an padahal dia tahu
tafsirannya bukan demikian. Orang
menafsirkan Al-Qur'an bisa benar bisa
salah. Ketika dia berusaha menafsirkan
dengan mendatangkan dalil-dalil, dia
membandingkan dengan komparasi dengan
ayat-ayat yang semisal atau dia
menafsirkan sesuai dengan sunah-sunah
Nabi atau sesuai dengan konsekuensi
bahasa, maka ini mujtahid ya.
Makanya dapat pahala kalau dia memang ee
berkompeten dalam hal tersebut. Tapi
kalau dia sengaja menafsirkan, dia tahu
salah, kemudian dia bilang Allah bilang
begini. Meskipun dia tidak langsung
bilang firman Allah, tapi bilang
tafsirannya begini. Padahal dia tahu itu
bukan tafsirannya, berarti dia sengaja
berdusta atas nama Allah Subhanahu wa
taala.
Ya. Dan bahkan berfatwa kalau tahu
fatwanya tidak demikian, dia sengaja.
Karena fatwa kan hukum atas nama Allah.
Makanya Ibnu Qayyim membuat buku iklamul
muwaqqiin anbil alamin. Ya, almwaqqiun
anbil. Maksudnya para orang yang
berbicara tentang
hukum. Orang yang berbicara tentang
hukum Allah itu berarti dia tanda tangan
atas nama Allah Subhanahu wa taala.
Gantangannya, gampangannya dia mewakili
Allah subhanahu wa taala. Maka hendaknya
dia bersungguh-sungguh ketika
menyampaikan suatu fatwa, suatu hukum.
Kalau dia tahu itu salah, dia enggak
boleh sampaikan. Kalau dia itu tahu itu
salah, tidak benar, kemudian dia sengaja
mengatakan hukumnya demikian, berarti
dia telah berfatwa dengan sengaja salah
atas nama Allah Subhanahu wa taala. Ini
juga merupakan dusta atas nama Allah
Subhanahu wa
taala. Jadi dusta nama Allah,
menisbahkan tidak layak bagi Allah,
mengaku kenabian dan juga mengabarkan
yang tidak benar tentang hukum Allah
Subhanahu wa taala. Dan juga ada
dusta-dusta yang sebenarnya bersambung
kepada dusta atas nama Allah Subhanahu
wa taala meskipun secara tidak langsung.
Meskipun secara tidak langsung di
antaranya berdosa atas nama Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Ya. Alkadibu alai laisa kal kadib al
giri. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Dusa atas namaku tidak sama
seperti dosa nama selain selain orang
berdusta atas nama Nabi otomatis dusta
atas nama Allah atau tidak?" Iya. Karena
hukum Nabi adalah hukum siapa? Hukum
Allah.
Makanya kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Man kadaba alya falyq minar."
Siapa yang sengaja berusah namaku,
siapkan kaplingnya di neraka. Karena
orang kalau ngarang ayat enggak berani,
tapi kalau ngarang hadis berani. Nabi
bilang begini, Nabi bilang begini.
Padahal enggak ada hadisnya, hadis palsu
atau hadis tidak ada sanadnya. La
aslalahu, tidak ada sanadnya. Dengan
mudah
mengatakan Rasulullah bersabda demikian,
demikian, demikian.
Diriwayatkan oleh Muslim. Muslim siapa?
Muslim. Setiap muslim bukan imam muslim
tapi muslim. Seorang muslim yang
meriwayatkan ber hadis apa? Hadis palsu.
Ini meskipun dusta senama Nabi, tapi
secara secara tidak langsung dia dusta
atas nama Allah Subhanahu wa taala. Juga
di antara dosa besar adalah seorang
ngaku-ngaku mimpi
sesuatu akan diazab di neraka jahanam.
Dia mengatakan, "Saya melihat begini,
begini begini." Ee bermimpi, padahal dia
tidak bermimpi. Dan kita tahu bahwasanya
mimpi itu punya rasa kepercayaan. Karena
Rasulullah mengatakan bahwasanya mimpi
adalah salah satu dari eh juzun min
sittin arbain minan nubuwah. Mimpi yang
benar adalah satu dari 1/46 dari bagian
kenabian.
Dan orang kalau sudah bilang saya mimpi
begini, mimpi begitu, maka masyarakat
lebih hormat sama dia. Ya, padahal tidak
benar dia tidak mimpi demikian. Ya, dia
bilang, "Saya mimpi
misalnya masuk ke surga ya." Jadi kan uh
masyaallah mimpimu luar biasa ini orang
saleh gitu. Padahal dia bohong. Saya
pergi ke
jannah. Jannah. Ya, dipikir surga.
Padahal orang namanya
Jannah atau ketemu tempat namanya
jannah. Jadi maksudnya mengesan hebat.
Seperti saya bertemu mimpi Nabi, ketemu
Nabi, ketemu sahabat dan dia bohong. P
dia enggak ketemu Nabi, dia bohong aja
sehingga seakan-akan wow. Ini ini
sebenarnya bukan dosa sama Allah, tapi
kelazimannya seakan-akan ilham dari
Allah atau pertanda dari Allah
bahwasanya dia orang muli mulia. Nah,
maka gak boleh ee berdusta dengan
mimpi-mimpi ee terkait dengan keagamaan
ya. Mimpi masuk surga, mimpi apa kayak
mimpi kejatuhan bulan, kayak mimpi
seakan-akan luar biasa
ya. Ini secara tidak langsung
seakan-akan dia mengatakan Allah telah
memberi tanda kepada saya bahwa saya
saya begini begini begini tafsirnya
begini begini. Padahal dia tidak
bermimpi ee demikian ya. mimpi demikian.
Sebu ada seorang dulu mengatakan, "Saya
bermimpi ya
Rasulullah kemudian dalam
kemah tersebut. Setelah itu Rasulullah
suruh, intinya kamu keluar dulu kau
belum waktunya ke sini." Masyaallah. Dia
ceritakan kepada orang kaj orang.
Masyaallah luar biasa ini orang ya.
Berarti dia rombongan Nabi cuma dia
harus berdakwah makanya belum boleh mati
sekarang. Begitu gampangnya gitu.
mengesankan demikian orang yang
wau car lagi mengatakan saya ketemu
Nabi. Nabi bilang, "Kau sebelum 40 tahun
bakalan
meninggal. Ternyata dia meninggal umur
41 kan enggak benar. Berarti mimpinya
enggak benar ya." Tapi intinya hati-hati
seorang jangan berdusa nama Allah
Subhanahu wa
taala. Tib. Kemudian kata Allah
Subhanahu wa taala, "Famanlamu mimman
kadaba alallah." Siapa yang berdusa
lebih zalim dari orang yang berdosa atas
nama Allah. Kemudian dosa yang kedua
tadi pertama dosa pertama berdusta nama
Allah. Yang
kedua bidq idah dan mendustakan
kebenaran ketika kebenaran tersebut
datang
kepadanya. Di sini ada khilaf di
kalangan para
ulama tentang
ee kebenaran apa yang dimaksud ya.
Kemudian siapa yang
membenarkan dan dia
mendustakan dosa yang kedua dia
mendustakan dia mendustakan kebenaran
ketika kebenaran telah datang
kepadanya. Ada yang mengatakan
bahwasanya
ee maksudnya adalah lailahaillallah
kemudian di ditolak. Dia mendustakan
lailahaillallah. Kebenaran tersebut. Ada
yang mengatakan kebenaran tersebut
maksudnya Al-Qur'an. Kemudian dia tolak
Al-Qur'an tersebut. Ada yang mengatakan
asidq maksudnya apa yang dibawa oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Kenabian Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Maka orang seperti ini
adalah orang yang telah mendustakan
kebenaran, maka dia telah kafir. Ya,
karena dia mendustakan Al-Qur'an atau
mendustakan lailahaillallah atau
mendustakan Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam.
Ya, maka dia telah kafir. Dan Allah
berkata, "Id jaah." Ketika kepenan
tersebut telah datang kepadanya. Ini
parah karena sudah di depan mata dia.
Beda dengan dia mendosakan sesuatu yang
dia cuma dengar-dengar. Tapi ini telah
datang di hadapan dia. Telah sampai
padanya Al-Qur'an. Bahkan kalau di zaman
Nabi, Nabi telah datang menemuinya ya
telah menyampaikan lailahaillallah tapi
dia dustakan. Maka tidak ada yang lebih
zalim daripada orang yang menggabungkan
dua dosa ini. Dosa berdusta sama Allah
dan dosa menolak apa? Mendustakan
kebenaran. Maka orang ini orang kafir.
Jelas tidak ada yang lebih kafir dari
orang seperti ini. Maka Allah berfirman
di akhir ayat, "Alaisallah alaisa fi
jahannama matwal lil kafirin." Bukankah
di neraka ada tempat tinggal ya bagi
orang-orang kafir ya? orang-orang kafir.
Maksudnya di sini lebih zalim karena
zalim tersebut adalah lebih maksudnya
kufur, kezaliman yang
kafir. Ini dalil
bahwasanya neraka adalah tempat
orang-orang kafir. Isyarat bahwasanya
kalau ada orang muslim masuk neraka maka
tidak akan abadi. Tidak akan abadi.
Karena yang abadi di neraka cuma
orang-orang kafir. Orang
mukmin separah apapun dosanya selama dia
tidak membatalkan lailaha maka suatu
saat dia akan keluar dari neraka
jahanam. Dan Al Imam Ibnu Taimiyah
rahimahullah telah menyebutkan telah
banyak hadis mutawatir terlalu banyak
hadis mengabarkan bahwasanya sebagian
ahli tauhid masuk dalam
neraka ya ketika tauhidnya lemah dosanya
mendominasi maka bisa masuk neraka.
Sudah dalam hadis syafaat kaum mukminin
minta izin kepada Allah. Ya Allah
izinkan kami untuk beri syafaat kepada
teman-teman kami. Kanu yusuna maana.
Dulu mereka salat bersama kami. Kanu
yasumuna maana dulu puasa sama kami.
Kanu yahujuna maana dulu berhaji sama
kami. Ya, ternyata mereka di neraka. Ya.
Kemudian juga dalam hadis Rasulullah
Allah berfirman, "Akriju
minanari ya
ebuhu
fiqbihi minan."
keluarkan dari neraka orang dalam
hatinya masih ada iman meskipun seberat
zarah atau seberat biji sawi jadi
berarti dia belum batal tapi imannya
lemah. Imannya lemah, maksiatnya
mendominasi. Kemudian juga dalam hadis
Allah tidak membakar neraka tidak
memakan bekas sujud. Jadi ada orang yang
salat masuk neraka ya kemudian dibakar
tapi bekas sujudnya tidak terbakar tapi
badannya semua hangus. Berarti ada orang
salat masuk neraka. Ada orang haji masuk
neraka. Ada orang ee puasa masuk neraka
ada. Kapan? Ketika dosanya maksiatnya
mendominasi. Terlalu banyak dosanya.
Sebenarnya kan salat p Pak p haji
kemudian puasa itu pahalanya besar. Tapi
ketika dia zalimnya terlalu, dosanya
terlalu banyak melampaui batas maka
kalah kebaikan-kebaikannya itu kalah
dengan maksiat yang dia lakukan.
Sehingga ketika ditimbang kalah,
akhirnya masuk masuk neraka jahanam.
masuk neraka jahanam ya
sayait baca lafal itu kanu yahujuna
maana ya Allah diizinkan kami untuk
memberi syafaat kepada saudara-saudara
kami. Mereka dulu haji bersama kami.
Subhanallah. Sudah haji masuk neraka ya.
Satu travel lagi padahal
mungkin mungkin visanya bermasalah
mungkin. Atau haji berbuat zalim. Ada
orang haji zalim, ada pergi haji pakai
visa umrah tidak pulang-pulang ya
akhirnya yang keluarkan provider visanya
bayar denda. Dar denda enggak tahu
berapa 50.000 riyal atau berapa kan
zalim di Padang Arafah. Tapi yang bayar
dendanya siapa? Orang lain. Zalim atau
tidak?
Zalim. Orang haji ngambil jatah antri
orang lain zalim atau tidak zalim?
Harusnya orang lain yang berangkat dia
ngambil jatahnya. Haji tapi zalim.
ngeri. Bahkan kita tahu
ada orang yang sudah haji tiga kali,
ternyata penghujung hayatnya dia bunuh
diri. Sudah haji berapa kali? Tiga kali.
Ada yang tidak semua. Tapi intinya kalau
lailahaillallahnya masih belum batal,
kalaupun mereka masuk neraka, suatu-sat
mereka akan
dikeluarkan. Dikeluarkan dalam bentuk
sudah
hangus menciut tubuhnya. Karena kalau
dibakar kan menyusut menyusut tubuhnya
kemudian sudah hanyut hangus seperti
faham, seperti arang. Kemudian
dimasukkan ke nahrul hayat, sungai
kehidupan. Kemudian tumbuh kembali
seperti kecambah yang yang tumbuh. Baru
kemudian masuk surga. Setelah itu mereka
dikenal dengan jahanamiyun, yaitu alumni
neraka
jahanam. Mudah-mudahan kita bukan
alumni.
Tapi intinya bakalan masuk
surga. Adapun orang kafir kekal di dalam
neraka selama-lamanya. Bahkan orang
kafir terbaik di alam semesta yaitu Abu
Abu Thalib. Orang kafir terbaik mungkin
di alam semesta. Siapa yang mengalahkan
kebaikan Abu Thalib? Yang waktu kecil
ngerawat siapa? Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Yang pasang badan bela Nabi
sallallahu alaihi wasallam. yang Nabi
boikot 3 tahun di tempat areal dia
disebut Syib Abi Thalib. Dikumpulkan di
arealnya milik Abu Thalib. Kemudian
diboikot selama 3 tahun. Itu pun tidak
bisa keluar dari neraka jahanam. Nabi
diizinkan secara khusus dan ini khusus
Nabi memohon agar diringankan
siksaannya. Orang orang kafir yang lain
enggak ada diringankan. Ya w yukafuum
minabiha. Kata Allah orang kafir tidak
diringankan azab azabnya sama sekali
enggak ada.
Ya, makanya di antara ayat yang paling
ee mereka
ee takutkan itu firman Allah,
faduqualam nazidakum illaaba walam
nazidakum wid
apa eh illaab kami tidak memberi
tambahan kecuali azab
ya dalam surat annaba
Kata Allah, "Fadzuquu falam nazidakum
falan nazidakum illa adzaba."
Maka
rasakanlah kami tidak berikan kecuali
tambahan. Jadi mereka minta diringankan
malah dikasih apa? Tambahan. Dan ini
ayat yang paling ditakuti oleh orang
kafir khusus Abu Thalib dan dia adalah
orang terbaik, mungkin orang kafir
terbaik di alam
semesta diberi khusus kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam yaitu Nabi
boleh minta keringanan. Makanya Nabi
sallallahu alaihi wasallam mengatakan,
"Laula ana lana fidqil asfali minanar."
Kalau bukan karena aku, sungguh dia
berada di neraka jahanam yang paling
bawah.
Dalam riwayat ahwana inna ahwana ahlin
inna ahwana ahlinari yaumalqiamah abu
thib
wag orang yang paling ringan azabnya
pada hari kiamat kelak adalah Abu
Thalib. Dia memakai sendal dari api dan
otaknya mendidih.
itu pun dia tidak bisa keluar dari
neraka, hanya bisa diringankan khusus
dia. Oleh karenanya ketika Allah
berfirman, "Alisa fi jahannamail
kafirin." Bukankah neraka jahanam tempat
bagi orang kafir? Seb berpendapat ini
dalil bahwasanya yang abadi di neraka
cuma apa? Orang-orang kafir. Adapun
kalau tidak kafir masih bisa keluar dari
neraka jahanam. Ya sekali lagi tapi
jangan bilang yang penting aman. Kan
ujungnya juga surga. Eh jangan jangan
begitu ujungnya surga. Berapa tahun kok
di
situ? Setahun aja sudah. Setahun sehari
sudah mampus. Ya. Dan ini orang Yahudi,
orang Yahudi begitu. Mereka nyaman
melakukan
maksiat. Mereka lan tamamasananaru illa
ayyaman ma'duda kata mereka, "Kami tidak
di disiksa neraka cuma beberapa hari
aja. Sehingga mereka pede melakukan
maksiat." Zalim sana, zalim sini. Masuk
neraka cuma berapa hari. Makanya jangan
seperti perasaan Yahudi. Oh, tenang
sebentar juga lolos akhirnya. Enggak. 1
menit aja kok tidak kuat. Kita aja bakar
tangan di lilin 1 menit kita enggak
kuat. Itu padahal api dunia bagaimana
api neraka. Jangan macam-macam. Jangan
coba-coba ya. Jangan
coba-coba. Saya sering sampaikan ya
seorang berzina mungkin dia berzina 15
menit setengah jam tahu-tahu dia masuk
neraka. Masuk nerakanya berapa lama? 1
tahun 1 tahun mungkin. 100 tahun mungkin
1000 tahun mungkin. Gara-gara maksiat
cuma sejuk sebentar. Mungkin mungkin
kalau berkehendak ingin bakar
bakar sama dia makan riba kok mungkin
diazab mungkin gara-gara makan riba
sekali mungkin. Kenapa tidak
mungkin? Semua mbok dosa tahta
masyiatillah bisa Allah azab bisa Allah
tidak azab. Kalau pas Allah azab Allah
tidak ampuni kamu. Coba k disiksa berapa
tahun kok gak
tahu. Gak gak
tahu. Wubillah.
Makanya ada nasihat dari
guru kita maksudnya terutama orang yang
ee tidak menikah atau belum menikah.
Jangan sampai dia tidak menikah kemudian
dia melihat yang haram gara-gara
pandangan haramnya dia masuk neraka.
Mending dia
nikah. Dia nikah sehingga dia
menyalurkan hasratnya pada yang halal.
Kemudian kita lanjutkan Allah berfirman,
"Walladzi jaa biddiq wasqika humul
muttaquun." Dan orang dan orang yang
membawa
kebenaran dan membenarkannya ulaika
humul
muttaquun. Mereka
itulah orang-orang
yang
ee bertakwa.
Dan orang yang bawa kebenaran
ditafsirkan ada yang menafsirkan itu
Muhammad dan membenarkannya. Mereka
itulah orang-orang yang bertakwa dan itu
yang membenarkan Rasulullah sallallahu
alaihi
wasallam. Kita bacakan tafsir Ibnu
Katsir rahimahullahu taala.
Walladzi jaa bisiddiq. Dan orang yang
membawa kebenaran maksudnya Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Ada pendapat
maksudnya Jibril alaihi salam. Wasadaq
bihi maksudnya Muhammad. Muhammad Jibril
datang kebenaran Muhammad
membenarkan. Ini salah satu tafsiran.
Jadi walladzi jaa bisidq yang membawa
kebenaran Jibril wasaddaq bihi. Yang
membenarkannya adalah Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Perkataan eh
Ibnu Abbas
ya walladzi jaa bisiddiq. Masih orang
yang mendatangkan bahwa lailahaillallah
wasodq bihi yaitu Rasulull sallahu
alaihi wasallam membenarkan
lailahaillallah. Ada yang mengatakan
walladzi jaa bisiddiq yang membawa
kebenaran. Maksudnya Rasulullah wasodqo
bihi a kaum mukminun. orang-orang
beriman yang ee membenarkan. Intinya ini
beberapa
tafsiran. Kemudian Allah mengatakan,
"Ulaika humul muttaquun." Yaitu mereka
orang-orang yang bertakwa. Mereka adalah
orang-orang yang
bertakwa. Ini setelah Allah menyebutkan
tentang para pendusta yang mendustakan
kebenaran, setelah itu Allah menyebutkan
orang-orang yang berlawanan dengan
mereka yaitu yang membenarkan kebenaran.
Kalau yang mendustakan kebenaran
tempatnya neraka jahanam kekal abadi.
Sebaliknya yang membenarkan kebenaran
maka mereka di sur surga. Ini metode
Al-Qur'an. Menyebut orang beriman orang
kafir. Menyebut surga menyebut neraka.
Menyebut pendusta kemudian menyebut
dengan yang membenarkan.
Ya, walladzi jaa bisiddiq. Ada yang
datang Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam kemudian dibenarkan oleh kaum
mukminin. Maka Allah
berkata, "Ulaika humul
muttaquun." Yaitu kaum mukminin. Ya,
mereka
ee adalah orang-orang yang yang
bertakwa.
Ada yang mengatakan bahwasanya siddiq
adalah umum, yaitu kebenaran. Kebenaran
apapun kalau datang dibenarkan. Tentang
kebenaran, tentang balasannya di akhirat
dibenarkan. Sehingga ulaika humul
muttaquun itu umum mencakup para nabi,
mencakup kaum mukminin. Semua yang
membenarkan kebenaran dari Allah
Subhanahu wa taala maka mereka termasuk
dalam ayat ini. Ulaika humul muttaquun.
Mereka adalah orang-orang yang bertakwa.
Ini pujian ya dari Allah Subhanahu wa
taala. Apa balasannya di akhirat? Lahum
ma
yasyaunahimika jazaul muhsinin. Maka
bagi mereka apa yang mereka sukai di
sisi Rabb
mereka. Dalika jazaul muhsinin. Ini
balasan bagi orang berbuat
ihsan. Balasannya kalau mereka
membenarkan kebenaran. Dan ini dalil
bahwasanya ee di
antara amal yang agung adalah amalan
hati, yaitu
membenarkan berita dari Allah dan berita
dari Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam dengan pembenaran yang mantap
tanpa
keraguan. Walladzi jaa bisiddiq wasdaqo
bihi dan membenarkan kebenaran tersebut.
Dia membenarkan Rasulullah, membenarkan
Al-Qur'an, dia membenarkan apa yang dari
Allah Subhanahu wa tanpa ada keraguan
sedikit pun. ini butuh belajar, butuh
iman ya. Karena membenarkan
bertingkat-tingkat. Semakin dia kuat
membenarkan berita dari Allah, berita
dari Rasulullah sahu alaihi wasallam,
maka dia memiliki amal hati yang luar
biasa.
Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala,
"Lahum yasyaunabihim." Bagi mereka apa
yang mereka kehendaki di sisi Rabb
mereka, yaitu mereka dapatkan
pahala di surga di sisi Allah Subhanahu
wa taala yang Allah siapkan pahala.
tersebut. Dan perkataan indabbihim di
sisi Rabb
mereka menunjukkan spesialnya pahala
tersebut. Karena pahala tersebut di sisi
Allah Subhanahu wa taala Allah siapkan
buat
mereka dan apa yang mereka minta
dikabulkan. Seperti dalam ayat yang lain
ya.
Falakum fiha maahi anfusukum wakum fiha
maun. Di surga apa yang kalian hasratkan
dan di surga apa yang kalian ee
aku-akui. Ya matadaun maksudnya apa yang
kalian akui. Jadi apa yang dihasratkan
kemudian akan hadir di depan mata. Apa
yang kalian aku-akui kemudian akan jadi
milik kalian juga. Kalau di dunia banyak
orang ngaku-ngaku ya ngaku begini, ngaku
begitu, saya punya ini, saya punya
ternyata enggak benar ya.
Ternyata tidak, tidak benar. Tapi kalau
di surga seorang ngaku-ngaku, "Saya
punya ini, saya punya ini."
Jadi ngaku-ngaku apa saja silakan ngaku
apa
aja. Kalau di dunia kan ngaku-ngaku
belum belum tuh punya. Tapi kalau di
surga ngaku apa saja pasti di
dikabulkan. Dalam hadis penghuni surga
dikatakan oleh Allah Subhanahu wa taala,
Allah berkata kepadanya, "Tamanni atau
tamanna tamanna." Silakan engkau
berangan-angan. Kemudian dia pun
berangan-angan pengin punya ini, pengin
punya ini, pengin punya
itu. Wala yazalu yatamanna. Dia terus
berangan. Hatta yangqati tanqati ya al
al yaitu umniyatuhu. Dia berangan-angan
sampai seluruh angan-angannya habis.
Sudah enggak mampu lagi
berkhayal. Kau pengin apa coba? Kalau
antum dibilang pengin apa coba?
Angan-angan.
Pengin ini, pengin ini, pengin ini.
Terus sampai ini enggak mampu
lagi. Saya telah
berkata,
"Lakalik wa asratu amsalii maahu." Apa
yang kau angan-angankan semua itu akan
kau dapatkan dan 10 kali
lipatnya. J di surga, di luar nalar ya.
Di luar nalar kenikmatan di di luar
nalar. nya. Selain itu, selain apa yang
diangan-angankan namanya orang anak-an
itu biasanya apa yang pernah dia lihat,
yang pernah dia tahu, itu yang
diangan-angankan. Ternyata Allah siapkan
lagi di luar
angan-angannya. Seperti dalam hadis
qudsi kata Allah subhanahu wa taala,
aatu liibadi shihin ma ainun roat wunun
samiat w k alqbi basyar. Aku siapkan
bagi hamba-hambaku yang saleh kenikmatan
yang tidak pernah dilihat oleh mata
mereka, tidak pernah didengar oleh
telinga mereka dan tidak pernah terbetik
dalam hati mereka. Nah, jadi ada
kenikmatan spesial yang kita enggak bis
yang seorang pengundi di surga tidak
bisa
bayangkan. Seandainya antum sekarang
masuk surga, antum pasti apa? Pengin
mobil ini, pengin mobil yang antum
pernah lihat. Antum tidak bisa meminta
sesuatu yang tidak pernah antum lihat
karena gak bisa berangan-angan. Apa yang
kita berangan-angan itu sejenis apa yang
pernah kita lihat. Ternyata setelah itu
ada lagi nikmat lain yang Allah siapkan
yang tidak pernah kita terbetik dalam
benak kita sama sama sekali.
tidak pernah terbetik oleh para penghuni
surga sama sekali. Dan kita di dunia
kita lihat yang semisal
ini mungkin kalau kita kembali ke
neneknenek moyang dahulu 1000 tahun lalu
atau 500 tahun lalu, mereka tidak
terbayangkan ada namanya
HP bahwasanya HP tersebut bisa video
call. Enggak enggak enggak enggak
terbayang benak mereka karena mereka
enggak pernah tahu enggak enggak
terbetik akan ada seperti itu. Padahal
kenikmatan luar biasa. Ini namanya
kenikmatan lain jenis. Kenikmatan lain
lain jenis. Mereka tidak berpikir akan
naik suatu mobil yang mewah, ada AC-nya
kemudian jalan. Masyaallah ya. Gak gak
terbayang. Karena mereka tidak pernah
lihat kenikmatan seperti itu. Kalau kita
bicara misalnya 2000 tahun lalu, 3000
tahun belum ada mobil misalnya kita
bicara 3.000 tahun lalu orang tak bayang
ternyata ada pesawat. Enggak kebayang.
Enggak kebayang. Kalau disuruh minta
minta apa? Dia pasti minta yang
sejenisnya.
Paling diminta istana. Istana kan ada
zaman dahulu ya seperti itu ya. Minta ee
apa kek apa kek yang yang sejenis yang
dia lihat. Ternyata banyak kenikmatan
kemudian yang muncul yang tidak sejenis.
Ya kira-kira demikian kalau di surga
demikian. Seorang masuk surga dia minta
apa yang diinginkan. kenikmatan yang
pernah dia lihat mungkin dia ee apa
lebih mewahkan lagi. Tapi ternyata ada
kenikmatan-kenikmatan yang di luar nalar
dia yang tidak pernah dia lihat, tidak
pernah dia
dengar, bahkan tidak pernah terbetik
dalam
hati. Kita aja yang sejenis aja ya.
Banyak kenikmatan sejenis di dunia ini
yang kita tidak duga ternyata enak
sekali.
Saya sering contohkan seperti durian.
Saya dulu suka makan durian ya. Makan
durian. Terus akhirnya ada dikenalkan
durian Malaysia musangking. Oh wah
ternyata sudah makan musangking durian
kok ada durian enak seperti ini gitu.
Sebelum pernah terbayang bahwasanya ada
durian saya enak apa saya enak ini. Itu
contoh nikmat sejenis. Pikiran saya
durian cuma gitu-gitu. Ternyata ada yang
enak. Akhirnya sekarang kalau ketemu
durian kurang selera.
Kemudian muncul lagi namanya Black Thor.
Lebih enak lagi. Ya Allah mau sangking
kalau maksudnya contoh ini kenikmatan
sejenis ada yang kita tahu ternyata
akhirnya membuat kita lupa kenikmatan
yang sebelumnya. Diberi kenikmatan baru,
kenikmatan lama jadi sudah tidak rasa
lagi. Benar atau tidak? Sejenis ya.
Seperti misalnya dulu kalau kita sebelum
belum tahu nasi mandi paling enak kita
makan nasi apa? Nasi kebuli enak. Begitu
sampai di Madinah ada nasi kambing bakar
di atas batu. Luar biasa. Saya kalau
makan sana saya bilang ini salah satu
keajaiban dunia saking enaknya. K makan
yang lain sudah kurang. Ya. Ini
kenikmatan sejenis. Kenikmatan sejenis.
Jadi pengin umrah terus
ini. Dulu kita makan namanya dessert
paling enak namanya kunafa. Ibuibu
mungkin pernah pernah umrah tahu makan.
Enak. Luar biasa. Enak ini kayaknya
enak. W paling enak. Tahu-tahu kemudian
ada produk baru namanya
bilaban di Makkah. Enak sekali. Wah
kenapa udah enggak pakai kalah. Ada
kenikmatan baru yang tidak pernah kita
bayangkan sebelumnya. Tapi kenikmatan
sejenis. Paham? Sama-sama desert.
Luar biasa. Enak
sekali. Baru makan-makan dua kali makan
tiga kali umrah makan. Sekarang sudah
ditutup tokonya. Ternyata ada yang makan
keracunan. Alhamdulillah saya tidak
termasuk yang keracunan lagi
diinvestigasi. Mudah-mudahan bisa balik
lagi ya. Tapi maksudnya ini contoh ada
kenikmatan-kenikmatan yang tidak pernah
dirasakan
apa sebelumnya tapi sejenis. Tapi se
sejenis ya.
Ya, orang-orang dahulu zaman dahulu
sekaya apapun raja-raja dulu mereka
enggak ada
AC. Mereka kalau kepanasan pasti mungkin
ada yang kipas-kipasin. Mungkin yang
kipasin cewek-cewek. Okelah cewek-cewek
tapi kan lebih enak AC bicara anginnya
ya. Mereka tidak bayangkan ternyata di
kemudian hari ada AC bisa diatur
derajatnya. Kalau dingin diturunkan luar
biasa. Tapi itu kenikmatan sejenis.
Kenikmatan apa? Sejenis. Nah, di surga
Allah siapkan kenikmatan yang tidak
sejenis. Kenikmatan yang tidak sejenis.
Ya, makanya di antara kenikmatan tidak
sejenis yang Allah sebutkan adalah
memandang wajah Allah. Makanya Allah
mengatakan, "Lilladzina ahsanul husna
waziadah." Bagi orang-orang yang ihsan,
berbuat ihsan di di dunia mereka akan
dapatkan husna itu surga waziadah.
Ziadah tafsiran yaitu tambahan tambahan
itu nikmat tambahan untuk melihat wajah
Allah. Kenapa disebut dengan tambahan?
Seb ulama kara ini nikmat bukan nikmat
sejenis yang pernah mereka tahu di
dunia. Jadi di sini Allah mengatakan
lahum ma yasyauna rbihim. Bagi mereka
apa yang mereka inginkan di sisi Rabb
mereka di
surga. Firman Allah indabbihim
menunjukkan spesial nikmat yang spesial.
Timbul pertanyaan, Ustaz, kalau benar
semua orang pengin apa saja
dikabulkan, boleh enggak dia ketika di
surga pengin surganya sama dengan
surganya Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam? Kan semua minta dikasih. Iya.
Enggak boleh
enggak? Boleh enggak? Ya enggak
bolehlah. Engak boleh. Rasulullah punya
tempat yang tidak boleh disamain oleh
siapapun.
Apa doa? Doa. Doa dengar azan. Allahumma
rabba hadi dawati tamah wasatil qimah
ati Muhammadin muhadin wasilah wal
fadilah. Ya
alwasilah. Alwasilah wal fadilah.
Ya. Disebutkan di antaranya itu suatu
tempat kedudukan yang hanya boleh untuk
satu orang. Wa arju an akuna hua. Dan
aku berharap akulah orangnya. Ya, tempat
yang paling tinggi yang tidak ada yang
bisa menempatinya kecuali siapa?
Rasulullah. Ya. Terus bagaimana, Ustaz?
Maka para ulama menjawab ya beberapa
jawaban. Jawaban
pertama kita tahu penghuni surga
berlevel-level enggak?
Berlevel-level. Orang yang salat
malamnya tiap hari misalnya, misalnya
dia tiap hari salat 2 jam sama orang
salat malamnya cuma 15
menit. Surganya beda enggak? Beda, beda.
Terus yang 15 menit bilang, "Ya Allah,
saya pengin seperti dia. Enak kali kau
di dunia cuma salat 15 menit sekarang
mau sama dengan saya." Ya, enggak enggak
enggak enggak enggak enggak adil.
Makanya Allah maha adil. Walikullin
darajatum mima amilu. Setiap orang
tergantung apa
amalannya. Dua orang sama-sama berbakti
tapi satu berbaktinya masih perhitungan.
Satunya jor-joran. Kalau sama orang tua
dia jor-joran gak peduli. Tentu surganya
beda atau sama? Beda, jelas. Kemudian di
ketika mau surga, "Ya Allah, saya pengin
seperti dia. Enak kali kau dulu pelit
sama orang tua, sekarang mau sama dengan
dia. Tentu harus beda. Harus beda." Nah,
bagaimana? Padahal Allah berkata apa
yang dia minta di dikasih. Sebagaimana
jawabannya? Jawaban pertama bahwasanya
kondisi di surga tidak seperti kondisi
di di dunia. Seorang kalau sudah masuk
surga dengan levelnya dia sudah nyaman
dan dia tidak punya hasad sama sekali.
Allah cabut hasad dari dadanya.
Makanya
eh Allah berfirman inina
amanuhatiatahum jannatul firdausi nuzula
khidina
fihawala. Sesungguhnya orang beriman
beramal saleh bagi mereka surga firdaus.
Dan firdaus ini maksudnya bukan surga
tertinggi yaitu surga secara umum.
Karena firdaus terkadang maknanya surga
tertinggi terkadang maknanya
surga. Nzula Allah berikan hidangan
kepada mereka. Kemudian kata Allah
khalidina fiha. Mereka berada kekal
dalam surga. La yabunaha hiwala. Mereka
tidak mau
pindah. Sehingga mereka dalam setiap
level sudah
nyaman. Sudah nya nyaman. Mereka tidak
mau
pindah. Makanya apakah penghuni surga
bisa saling
kunjungan? Tentu bisa. Ya.
Misalnya seorang ee saudaranya di surga
tinggi, dia surga
bawah. Main gimana? Ya, urusan Allah
lah. Ketemu di
mana. Yang jelas tidak ketemu di
Starbucks apalagi Kentaki.
Enggak. Produk Yahudi apalagi ya. E jadi
gak ada yang mengatakan gak ada hadisnya
secara spesifik. Ada yang mengatakan
kalau ada kunjungan maka yang di atas
turun ke
bawah. Tengok di bawah. Kalau bawah naik
ke atas agak repot.
Oh, ternyata bidadarinya beda ya.
Repot. Tinya berlevel-level. Intinya
mereka akan ketemuan caranya terserah
Allah Subhanahu wa taala. Jadi tafsiran
pertama tidak ada hasad. Yang
kedua, bukankah keinginan yang atur
adalah Allah Subhanahu wa taala? Kalau
dia tidak kepingin, ya sudah. Di antara
hal yang menunjukkan ini, Rasulullah
pernah ditanya, "Ya Rasulullah, apakah
seorang kalau di surga pengin punya
anak?
akan dikasih anak. Kata Rasul sahu
alaihi wasallam, "Innal mukmintaha
waladan." Sesungguhnya seorang mukmin
kalau pengin punya
anak,
maka kalau perempuan
hamilnya ee besarnya dalam sekejap satu
waktu sut. Jadi bukan merangkak dulu
ingusan gak langsung langsung cepat.
Tapi kata Nabi dengan lafal idastaha
waladan kalau dia pengin punya anak.
Tapi belum tentu dia pengin punya anak
kalau sampai di sana.
Tapi kalau dia pengin Allah kasih
ya seorang datang sama saya, "Ustaz,
kalau kita di surga mau main bola bisa
enggak?" Ya bisa aja. Tapi belum tentu
kalau di sana kok pengin main bola lagi.
Enggak sempat main bola. Banyak
permainan di sana ya. Sehingga tidak
sempat main apa bola ya. Tapi kalau kok
kepopingin mungkin ya. Di antara juga
seperti para ulama membahas hadis,
manibal kham fid dunya lam yasha fil
akhirah. Siapa yang minum khamar di
dunia, dia tidak bekalan minum di
akhirat. Sampai kata ulama, seandainya
dia pun masuk surga, dia tidak berhasrat
minum khamar karena dia pernah minum
khamar di dunia. Allah akan kasih dia
minuman jenis lain. Dia tidak tertarik
karena perasaan karena itu salah satu
hukuman bagi dia karena dia di dunia
pernah minum khamar. Ini pendapat tapi
belum tentu benar. Maksudnya ini
pendapat sebagian apa? Ulama. Maksudnya
di antara tafsiran benar seorang minta
apa saja akan dikabulkan tapi dia tidak
minta yang lebih
daripada yang seharusnya. Misalnya minta
punya kedudukan seperti Abu Bakar,
surganya sama, kedudukannya seperti
Nabi. Tentu tidak. Karena level amal
berbeda. Dia tidak terpikir untuk
seperti itu.
Ya. Jadi meskipun ingin apa saja bisa,
tetapi tidak sampai melampaui batas. Ya,
nanti dia bilang pengin surganya seperti
Rasulullah, bahkan pengin surga lebih
tinggi dari surganya Nabi kan ini
berlebihan. Itu tidak akan
terjadi. Kata Allah, "Dzalika jazaul
muhsinin." Itu adalah balasan bagi
orang-orang berbuat ihsan. Ihsan ee
dengan dua tafsiran. Pertama, ihsan
dalam beribadah kepada Allah. Kedua,
ihsan kepada sesama kaum
mukminin. Ihsan terkait dengan Allah
maksudnya seperti sabda
Nabi ketika Jibril bertanya,
"Faakbirniil ihsan?" Kabarkanlah kepada
kepadaku tentang ihsan. Maka Rasul sahu
alaihi wasallam bersabda, "An
ta'budallaha kaaka tarahu." Engkau
beribadah kepada Allah seakan-akan
engkau melihatnya. Faillam takun tarahu
fainnahu yar. Kalau kau tidak melihat
Allah, yakinnya Allah melihatmu. Ini
ihsan. Ihsan. Ketika kita beribadah,
setiap beribadah kita merasa sedang
dilihat oleh Allah Subhanahu wa taala.
Dan orang seperti ini dia akan
ikhlas karena dia merasa Allah selalu
mengawasi. Ketika dia sibuk dengan
pengawasan Allah, dengan penilaian
Allah, dia tidak dia tidak dia tidak
peduli dengan penulian netizen. Dia
tidak peduli dengan penilaian apa?
Natizan. Orang yang ihsan dia pasti
ikhlas karena dia pedulikan bagaimana
penilan Allah terhadap saya. Saya begini
benar atau enggak? Dia tahu yang yang
tahu Allah. Kalau netizen kita bisa
bohongin, kita bisa bersandiwara. Bisa
kalau netizen, kalau Allah kita enggak
bisa. Maka kalau seorang fokus merasa
senantiasa dilihat oleh Allah, dinilai
oleh Allah, dia akan ikhlas karena
hatinya akan fokus terkait dengan
penilaian Allah. Dan akhirnya ini
berdampak pada kesehariannya, kepada
aktivitasnya karena dia ikhlas, dia
tidak cepat marah, dia tidak cepat
mutung, dia tidak malas ee dan
macam-macam ya. Karena dia tahu yang
nilai adalah siapa? Allah. Ini ihsan
pertama. Ihsan kedua, berbuat ihsan
kepada orang
lain dengan berbagai macam kebaikan.
Memberi memberi apa namanya? Ee sedekah,
mengorbankan sebagian harta buat sesama
muslim. Di antaranya
memaafkan orang berbuat zalim kepada
kita. Makanya Allah mengatakan dalam
surat Al
Imran, mutta
allina
wallahuin. Kata Allah, "Bersegeralah
menuju surga, menuju ampunan Allah dan
surga yang luasnya seluas langit dan
bumi yang Allah siapkan bagi orang
bertakwa." Kemudian kata Allah,
"Alladinafiqu yang senantiasa berinfak
dalam kondisi lapang maupun dalam
kondisi sulit selalu berinfak.
min yang meredam
amarah walinas dan yang memaafkan orang
lain. Wallahu yuhibbul muhsin. Allah
mencintai orang-orang ihsan. Orang tiga
orang ini pelaku tiga amal ini disebut
orang muhsin di sisi Allah Subhanahu wa
taala. Karena dia senantiasa
berinfak maka dia berbuat baik sama
orang lain. Dia bisa marah, dia redam
amarahnya maka dia berbuat baik sama
orang lain. Dia mau membalas tapi dia
memaafkan, berlapang dada. ini telah
berbuat baik kepada orang orang lain.
Maka ini disebut orang-orang yang ihsan.
Maka seorang menggabungkan keduanya
ihsan ketika beribadah dan berbuat ihsan
kepada orang lain dengan berbagai macam
kebaikan. dengan tutur kata yang baik,
dengan memaafkan, dengan mengajari
kebaikan, ya ee dengan menghargai dia ya
dengan berbagai kebaikan yang bisa kita
lakukan kepada siapapun, kepada kerabat,
kepada tetangga, kepada pekerja, kepada
kawan, ya kepada siapapun yang kita bisa
berbuat baik, kita berbuat berbuat
baik. Makanya Sa'di
berkata
bahwasanya dua landasan kebahagiaan.
Pertama,
al-ikhlas. Ikhlas kepada Allah ketika
beribadah. Yang kedua, berbuat baik
kepada orang lain. Dan itu dikumpulkan
dengan
ihsan. Siapa yang ikhlas dalam ibadahnya
dan suka membantu orang lain, dia orang
yang paling bahagia. Dia orang paling
bahagia. Apapun kondisinya, apapun ee
lingkungannya, dia pasti orang yang
bahagia. Kata Allah, "Dzalika jazaul
muhsinin." Dan itu adalah orang yang
berbuat
ihsan. Balas orang berbuat ihsan. Ya,
terutama para sahabat yang kemudian
mereka banyak berkorban di zaman Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Mereka harus
berhijrah, meninggalkan harta mereka,
meninggalkan kampung halaman
mereka, ee meninggalkan kerabat mereka,
harus ribut dengan kerabat, harus
terkadang suami harus pisah dengan
istrinya, harus bermusuhan dengan orang
tuanya, ya.
kemudian harus berjuang dan mereka orang
yang
muhsinin yang ikhlas kepada Allah
Subhanahu wa
taala. Tiib.
Ee makanya di sini kata Syekh
SDI dalika jaza muhsin barasan bagi
orang berbuat ihsan yaitu alladzina
ya'budunallaha kaannahum yaraunahu.
Yaitu orang beribadah kepala
seangan-akan mereka melihat Allah.
Faillam yakunu yarunahu fainnahu
yarahum. Ya, kalau mereka tidak bisa
melihat Allah, mereka yakin Allah
melihat mereka. Dan almuhsinin
ibadillah. Dan yang berbuat baik kepada
hamba-hamba Allah yang lain. Kita kalau
berbuat baik sama orang
apapun berarti kita sedang berbuat apa?
Ih ihsan. Dan kita yakin Allah melihat
apa yang kita lakukan.
Setelah itu Allah
berfirman,
asilum. Agar Allah menggugurkan dari
mereka amal terburuk yang mereka
lakukan. Dan Allah balas kebaikan mereka
dengan amal terbaik yang mereka lakukan.
Di sini di antara
eh faedah dari walladzi
jaaq bihi humul muttaquun ya yaitu
membenarkan membenarkan berita dari
Allah membenarkan berita dari Rasulullah
sahu alaihi wasallam membenarkan
menjalankan perintah Allah menjalankan
perintah Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam
ya yaitu Allah akan menggugurkan
dosa-dosa itu. Siapa yang beramal saleh
maka dosa-dosanya akan di digugurkan.
Di sini ada dua
tafsiran. Allah berkata, "Liyukirallahu
anhum aswaadzi amilu." Agar Allah
menggugurkan amal terburuk yang mereka
lakukan. Di sini aswa dengan isim
tafdil. Ada yang menafsirkan dengan amal
terburuk yang mereka lakukan. Di
antaranya syirik, di kekufuran. Kalau
mereka sudah masuk Islam, mereka
benarkan Rasulullah, mereka masuk Islam.
Maka kesyirikan-ekufuran yang mereka
lakukan karena itu amal terburuk akan
diampuni oleh Allah. Dan jika yang
terburuk saja diampuni, apalagi yang
biasa-biasa saja. Ini tafsiran pertama.
Aswa diartikan dengan isim
tafdil. Tafsiran kedua yang di aswa ini
bukan maknanya isim tafdil laisa ala
babihi maksudnya su. Apalagi dalam
sebagian qiraah ada yang baca
liyukirallahu anhum aswa alladzi amilu.
Maksudnya agar Allah menghapuskan
dosa-dosa mereka umum dosa-dosa mereka.
Oleh karena ses dia mengatakan seluruh
dia mengatakan amal terbagi tiga. Saya
bacakan amalul insan
lahuat. Kata Syekh Sedi rahimahullah,
amal manusia tiga kondisi. Imma aswa
terburuk. Yang kedua ahsan yang terbaik.
Yang ketiga la aswa wala ahsan tidak
terbaik tidak
terburuk. Walqismul akhir qismul mubahat
wab.
Adapun yang ketiga, tidak tidak terburuk
dan tidak terbaik
maksudnya yang tidak ada kaitannya
dengan dosa maupun
pahala. Wal aswa. Adapun yang terburuk,
almaasi kulluha, yaitu seluruh maksiat
disebut dengan
terburuk. Wal ahsan dan amal terbaik
maksudnya taat kulluha, seluruh
ketaatan. Jadi si dia tidak membagi
maksiat ada dua, terburuk dengan yang
buruk. Enggak. Yang dimaksud terburuk
semua amal maksiat itu disebut terburuk.
terburuk dari amal seorang
hamba yang disebut al-ahsan terbaik.
Bukan ada ada ketaatan yang terbaik dan
baik. Semua ketaatan adalah amal hamba
yang terbaik. Jadi amal hamba cuma tiga
kata beliau. Terburuk eh terbaik
terburuk yang enggak terburuk dan
terbaik. Yang terbaik apa? Ketaatan
seluruhnya. Yang terburuk semua maksiat.
Terburuk dari amalnya. Yang tidak
terburuk tidak terbaik maksudnya perkara
yang mubah. Ini pendapat. Jadi ada dua
pendapat ahli tafsir. Maksudnya yang
terburuk yaitu yang buruk-buruk semuanya
tanpa derajat terburuk maupun buruk sama
disebut dengan terburuk. Semua maksiat
disebut amal
terburuk. Semua kebaikan disebut amal
terbaik. Adapun pendapat se tafsir
enggak. Aswa
maksudnya dosa itu ada yang terburuk ada
yang buruk. Sehingga kalau dia melakukan
amal saleh, membenarkan Nabi sallallahu
alaihi wasallam, masuk Islam misalnya,
maka akan diampuni dosa terburuknya dan
konsekuensinya yang buruk-buruk juga
akan
diampuni. Ee khilaf tidak terlalu apanya
jika dimaknakan demikian tidak terlalu
signifikan perbedaannya. Kemudian
wajizum ajrhum bianadzi kanu ya'malun.
Dan akan Allah balas mereka dengan
ee amal terbaik yang mereka lakukan.
Amal terbaik yang mereka lakukan. Ya,
Allah akan berikan balasan yang terbaik
atas ketaatan yang mereka
lakukan. Setelah itu Allah
berfirman, "Maka itulah kenapa mereka
mau surga. Karena dosa mereka diampuni
dan kebaikan mereka dibalas oleh Allah
Subhanahu wa taala sehingga mereka masuk
surga. Dan masuk surga itu karena dua
hal itu diampuni dan diberi balasan.
Makanya ketika kemudian di surga mau
surga kata Allah subhanahu wa taala
mereka berkata, "Alhamdulillahilladzi
adhabal hazan inna
rbanafurun syakur."
Kata penghuni surga, "Ketika masuk
surga, segala puji bagi Allah yang telah
menghilangkan kesedihan dari kami
inbana dari neraka." Syakur maha
membalas dengan yang terbaik maka masuk
surga. Sehingga tidak ada yang perlu
dikhawatirkan, tidak ada kesedihan,
tidak khawatir akan dihukum. Karena
ketika orang mas tahu dosanya banyak,
dia tidak perlu khawatir karena Tuhan
maha
peng layak mendapatkan surga. Jangan
khawatir karena Allah syakur. Amal
sedikit dibalas dengan yang banyak.
Maka ras
mengatakan, "Jangan remehkan amal
kebajikan sedikit pun meskipun hanya
sekedar tersenyum ketika ketemu
saudara." Balasannya berlipat
ganda. Bukan kalau kita tersenyum di
dunia kemudian balasan cuma disenyumin
bidadari. Enggak. Enggak
gitu. Disenyumin doang. Senyum bah.
Senyum.
Enggak. Sifat ganda.
Karena rab, karena Allah subhanahu wa
taala syakur, maha membalas, maha
bersyukur. Maksudnya membalas amal
sedikit dengan balasan yang banyak
berlipat
ganda. Ayat berikutnya ayat 36 Allah
berfirman, "Alaisallahu bikafin
abda." Bukankah Allah yang ee mencukupi
hamba-Nya?
Bukankah Allah yang cukup untuk
melindungi
hambukina sementara mereka
menakut-nakuti engkau dengan
sembahan-sembahan selain
Allah. Siapa yang disaatkan oleh Allah
maka tidak ada yang bisa beri petunjuk
baginya. Ayat
selanjutnya dan siapa yang diberi
petunjuk oleh Allah tidak ada yang bisa
menyesatkannya.
Bukankah Allah Subhanahu wa taala maha
perkasa dan dia punya kemampuan untuk
bisa membalas yaitu
mengazab tib. Ee di sini Allah berkata,
"Alaisallahu bikafin abda." Bukankah
Allah yang mencukupi hambnya? Ya,
seperti
fasakfikahumullah. Ya Allah akan
menolong engkau dari mereka.
ya
ee
seperti ketika kisah tentang seorang
pemuda yang
kemudian dia menyembuhkan
penyakit yang buta bisa melihat sampai
akhirnya raja marah maka raja kirim
orang untuk bunuh dia. Ya, setiap raja
kirim orang untuk bunuh dia, dia
mengatakan,
"Allahumaksini, Allahumfini
allahumfinihim bim." Ya Allah, cukupkan
aku, lindung aku dari mereka dengan yang
kau
kehendaki. Ya Allahfinihim bimasi. Jadi
kafin, yaitu kafini. Ya Allah, jadilah
Engkau mencukupiku, yaitu
melindungiku ee dengan cara yang kau
kehendaki. Akhirnya ketika mereka ajak
dia di atas gunung, mereka jatuh. Ketika
mereka ajak mereka buang ingin buang di
lautan mereka yang tenggelam
ya. Sampai akhirnya dia meninggal ketika
dipanah dengan pemanahnya berkata
bismillahi rabbil gulam. Kisah yang
masyhur dalam kisah ashabul ukhdud. Di
antara doanya dia mengatakan Allahim
bim. Ya Allah eh lindungilah aku dari
mereka dengan cara yang kau kehendaki.
Allah berfirmisallahu bikafin abda
bukankah Allah pelindungmu yang itu
mencukupimu meskipun mereka nak-nakkoti
engkau dengan sembahan-sembahan mereka.
Kebiasaan orang ahlul batil
nakut-nakutin dari dulu seperti di zaman
Nabi Hud ya mereka kaum Ad berkata,
"Inna illa
bahatina tidaklah kami berkata
kecuali, yaitu wahai Hud, engkau ini
agak enggak beres karena kau telah
kalalat, telah terkena keburukan dari
sembahan-sembahan kami." itu karena kau
menentang berhala-berhala kau sekarang
enggak beres. Kau telah terkena
penyakit. Qala inni ushidullah. Maka
Nabi Hud banta ashadu anni bariu mimma
tusikuna minuni. Aku menjadikan Allah
sebagai
saksi. Dan saksikanlah aku berlepas diri
dari semua yang kalian sembah selain
Allah. Faqiduni jamian tunirun. Kalian
silakan buat makar kepadaku, berkumpul
kalian semua sembahan-sembahan kalian.
Panggil semua penjahat-penjahat bikin
makar kepadaku seluruhnya. Faqiduni
jamian seluruhnya. La tunzirun jangan
tunda-tunda sekarang juga bikin celaka
buat saya. Inni
tawakallaikum. Sesungguhnya aku
bertawakal kepada Allah rabku dan rab
kalian. Main dainu akti. Tidak ada satu
binatang melata. Tidak satu makhluk
hidup pun kecuali Allah pegang
ubun-ubunnya. Allah yang ngatur. Inna
rabi alaati mustaqim. Sesungguhnya Allah
Rabbku di atas jalan yang lurus. Dia
tidak peduli. Jadi Nabi Yud sudah
ditakut-takuti, "Oh, kau ini kayaknya
kalalat ini gara-gara cel-cela Tuhan
kami." Kualat. Nabi pun digutan, "Eh,
Muhammad, kau celaka gara-gara
mencela-cela siapa?" Berhala-berhala
kami. Ini kan
berhala-berhala lambang dari orang-orang
saleh. Kenapa kau cela?
Ya, kau akan kualat ya. Celaka, ya.
Dan seperti itu ya sejak dahulu mereka
menakut-nakuti. Maka Allah mengatakan
alaisallahu bikafin abd bukanlah
bukankah Allah yang melindungi
hambnya? Di sini dalam sebagian qiraat
ada yang baca bikafin ibadahu yang
melindungi hamba-hambnya yaitu hambanya
yang beribadah kepada Allah subhanahu wa
taala. Dalil bahwasanya semakin seorang
kuat ibadahnya semakin dilindungi oleh
Allah, semakin dicukupkan oleh Allah
subhanahu wa taala. Ya, semakin orang
kuat beribadah kepada Allah, semakin
kuat bertawakalnya kepada Allah, maka
dia semakin dilindungi oleh Allah
Subhanahu jadi kita enggak perlu takut.
Kita ibadah tentu kita menjalani
ikhtiar, kita cari nafkah, tapi kuatkan
ibadah ya. Kuatkan apa? Ibadah. Makanya
Rasulullah berkata laakum tatawakallaq
tawakumir. Kalau kalian bertawakal
dengan tawakal yang benar, Allah kasih
mudah rezeki. Sebagaimana Allah beri
rezeki pada burung. Kata Ibnu Rajab
al-Hambali, usaha yang sedikit dengan
tawakal yang tinggi hasilnya
maksimal. Usaha tetap harus ada, tapi
dengan tawakal yang tinggi hasilnya apa?
Mak maksimal. J kita kurang ibadah,
kurang tawakal
ya. Dalam hadis, "Ya bna Adam ya, wahai
anak Adam salatlah di awal hari empat
rakaat akfik akfika, maka aku akan
mencukupkan engkau di akhir apa? fi
akhirin nahar. Siapa yang di pagi hari
beribadah yang mengatakan empat rakaat
itu maksudnya dua qabliah subuh dan
subuh. Ada yang mengatakan empat rakaat
duha maka Allah akan cukupkan dia di
akhir hari. Maksudnya kita harus yakin
kalau kita beribadah kalau dengan ibadah
yang benar, tawakal yang benar, ikhlas
kepada Allah, urusan kita akan diurusin
oleh Allah subhanahu wa taala. Allah
berfirman, wahua yatawall shihin. Allah
yang mengurusi orang-orang yang saleh.
Wallahu waliyul muttaqin. Allah pengurus
orang-orang yang bertakwa. Jadi
diurusin. Diurusin. Yang penting
bertakwa. Yang penting salihin. Ya. Apa
kata Nabi Yusuf alaihi salam?
Ya
eh
minam anta wali fid dunya wal akhirat.
Antau pengurusku dunia akhirat. Tawafani
musliman. Wafakanlah aku dalam kondisi
Islam. Jadi semakin bertakwa, semakin
ikhlas, semakin ibadah, kuat ibadah
karena Allah sifati dengan abdahu
alaisallahu bikafin abdah. Bukankah
Allah yang akan senantiasa mencukupi? Di
sini kafin pakai isim fail, yaitu
senantiasa mencukupi. Siapa? Abdahu,
hambanya yang senantiasa beribadah
kepada Allah.
Saya pernah ketemu orang,
dia meninggalkan kegiatan-kegiatan yang
mungkin bisa mendatangkan uang banyak,
tapi dia pengin nuntut ilmu. Saya tanya
kamu kenapa? Dia bilang, "Orang kafir
aja Allah urusin. Masa saya gara-gara
nuntut ilmu tidak diurusin oleh Allah
Subhanahu wa taala." Artinya dia dia
percaya diri sean mau ibadah. Yang
ngurusin siapa? Allah Subhanahu wa
taala.
Sejauh mana kita kuat ibadah, maka
semakin sejauh itu kita akan diurusin
Allah. Semakin kita bertawakal kepada
Allah, maka semakin diurusin oleh Allah.
Tentu dengan ikhtiar, bukan tanpa
ikhtiar. Tentu dengan ujian
bermacam-macam. Ada ujiannya, bukan
enggak ada ujian. Para sahabat ketika
berhijrah mereka diuji atau tidak diuji.
Tapi ujungnya semuanya indah. Mereka
diuji. Wukhaifunaka. Mereka nakut-nakuti
engkau dengan sembahan selain Allah.
Kemudian kata Allah, min, siapa yang
disesatkan oleh Allah maka tidak ada
yang bisa kasih petunjuk. Kalau sudah
sesat enggak bisa ada yang kasih
petunjuk. Abu Thalib disesatkan oleh
Allah. Siapa yang bisa petunjuk? Enggak
ada yang Nabi. Nabi aja enggak bisa
dakwahi Abu Thalib. Tidak beriman sampai
mati.
Ya, orang
munafik semua sebab hidayah sudah ada
depan mata. Mereka salat sama Nabi,
mereka dengar ceramah Nabi, tetap aja
mati dalam kondisi apa? Munafik.
Ya, Nabi Luth istrinya. Nabi Nuh
istrinya. Istrinya sama Nabi Nuh berapa
tahun? Mungkin ratus. Ratusan tahun sama
Nabi Nuh. Istrinya tidur bareng
kemudian lihat keseharian Nabi Nuh. Nabi
Nuh pasti ceramah. Enggak mungkin
istrinya enggak diceramahin. Pasti
diceramahin. Saya tetap aja tidak dapat
apa. Tidak. Ya. Nabi Luth tinggal sama
istrinya. Sampai terakhir ketika azab
masih sama-sama Nabi Luth. Cuma dia
bilang, "Jangan kau tengok ke belakang.
Kalau kau mau selamat, tapi istrinya
nengok-nengok ke belakang. Karena
istrinya dari kampung situ, Akamsi, anak
kampung
situ. Nabi Luth pendatang. Jadi ketika
kaumnya di apa? Diazab, dia nengok.
Akhirnya dia maksudnya sampai akhir
hayat dia masih serumah sama Nabi Nabi
Luth. Sampai subuh masih malam masih
tidur sama Nabi Luth. Masih bareng
maksudnya ya. Tapi hidayah bukan di
tangan Nabi Luth, bukan di tangan Nabi
Nuh, bukan di tangan Nabi Ibrahim tidak
bisa hidayah kepada bapaknya, bukan di
tangan Nabi Muhammad bisa beri hidayah
kepada pamannya. Gak. Innaka la tahdi
man ahbabta. Kau tidak bisa beri
petunjuk kepada orang yang kau cintai.
Kita cuma bisa
berusaha ya. Ada orang istri
suaminya kacau, dia doa, doa, doa sampai
mati suaminya enggak dapat hidayah gitu.
Ya, ya mungkin aja. Bukan berarti kau
enggak salehah, bukan. Tapi hidayah di
tangan siapa? Allah. Seorang ustaz
mungkin doa supaya istrinya salehah.
Enggak salehah. Sampai mati pun bukan
berarti mungkin ya bukan berarti
ustaznya enggak saleh. Ini memang
hidayah di tangan siapa?
Allah. Apa? Nabi Muhammad kurang
salehnya sallallahu alaihi wasallam.
Pamannya sendiri tidak bisa dapat
hidayah. Wam yahdillahu fama lahu min
mudil. Sebaliknya siapa yang Allah kasih
hidayah tidak ada yang bisa menye
menyesatkan. Sekarang ada Syekh adik
kelas saya terkenal namanya Abdullah
Suwaidi. Dari
Swedia Bay yang tinggal di Swedia penuh
dengan ke orang kafir. Orang kafir
ateis. Entah bapak ibunya ateis atau
pokoknya di tengah-tengah orang kafir
tahu-tahu Allah cabut dia. Orang boleh
entah gimana caranya. Akhirnya dia
sekolah di Madinah jadi doktor. Sekarang
punya buku tentang bantahan terhadap
ateis. Sekarang ceramah-ceramah bahasa
Inggris oke, bahasa Arab
oke. Siapa yang duga diambil dari
lingkungan jutaan kafirin, Allah ambil
satu
cret? Siapa yang bisa nolak kalau Allah
mau kasih apa? Hidayah. Enggak ada yang
bisa. Salman al-Farisi contoh di
tengah-tengah kaum Majusi. Bapaknya pun
orang top, pembesar majusi. Sampai dia
dibelenggu sampai akhirnya dia bisa
dapat dia sendiri. cari kebenaran sampai
akhirnya jadi sahabat Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Di luar nalar, tapi
kalau Allah kasih kehendak gak ada yang
bisa
menghalangi. Enggak ada yang bisa
menghalangi. Saya ketemu ada orang dia
bilang, "Saya paling benci dakwah
sunah." Paling benci. Termasuk yang dia
benci saya.
Ya, dia benci, dia berusaha, berusaha,
berusaha. Tapi ternyata dia bilang,
"Saya seperti sapi ditarik. Tahu-tahu
saya dapat sekarang jadi ustaz."
Sekarang jadi
ustaz. Ada satu orang juga donator luar
biasa ya. Dia paling anti sama dakwah
sunah. Kalau ada dakwah dia
larang-larang. Dia larang. Ada dakwah
dilarang. Pokok gak boleh. Sampai
akhirnya satu-satu saya dengar cerita
dapat hidayah dia jengkel kemudian naik
naik mobil ada iklan yang sudah
dirobeh-robek kalau enggak salah kertas
tapi tulisan radio
roja 5 berapa
tuuh ya saya saking enggak pernah dengar
radio rojak lagi saya
lupa 756 apa
am apa sih dia coba coba subhanallah
dapat hidayah donator saya pernah ngisi
pengajian buka puasa
15 orang dia yang kasih buka
puasa. Hidayah mau dia mau kabur dari
hidayah kalau Allah berkehendak dapat
tetap
da. Jadi wam yahdillahu fama lahu mudil.
Siapa yang Allah kasih hidayah tidak
akan ada yang bisa menyesatkannya.
Alaisallahu biizintiqom. Bukanlah Allah
adalah laziz yang maha perkasa dan maha
untuk membalas. Aziz dari izzun. Dan
kalau Allah disebut aziz maka kembali
kepada tiga tiga makna. Pertama izzatul
quwah. Yang kedua izzatu alqah wal
golabah. Yang ketiga izzatul imtina.
Izzatul quah maksudnya Allah maha
perkasa. Allah punya kekuatan, Allah
bisa bikin apa sih yang dia kehendaki.
Namanya izzatul quwah. Yang kedua,
izzatul qah. Yaitu Allah mendominasi.
Tidak ada yang bisa keluar dari
keinginan Allah. Ya, siapapun yang Allah
kehendaki. Wahualqahiru fauqo ibadi.
Maka Allah berkuasa dan Allah
menjalankan apa yang diinginkan. tidak
ada yang keluar dari keinginan Allah.
Yang ketiga, izzatu imtina yaitu tidak
ada yang bisa ee mengalahkan Allah.
Yaitu seperti seorang yang terlindungi.
Kalau manusia disebut mani, yaitu gak
ada yang bisa mengganggunya, tidak ada
yang bisa mengoreknya. Kalau bahasa kita
Allah demikian, makhluknya semua rendah,
tidak ada yang bisa
mengusiknya. Zintiqam yaitu Allah mampu
untuk membalas. Allah mampu untuk
membalas. Ya, kalian nakut-nakuti Nabi
Muhammad dengan berhala-berhala yang
enggak bisa apa-apa. Kalau Allah balas
kalian, bahaya. Ya, ya Allah mampu untuk
membalas. Babung sampai di sini
saja bab demikian saja kajian kita.
Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.