Usaha Sampingan Rasa Penghasilan Utama, Karyawan Ini Sukses Untung Besar Dari Ternak Ayam
rsuYkZ0nUTI • 2026-02-11
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
rilis ayam ini tahun 2014 ayam 1 itu
sudah produktivitas telurnya 180 butir
per tahun satu ekor ayam ya tahun 2021
itu rilis lagi ayam KUB2 ayam KUB2 ayam
KUB2 Janak dan ayam KUB2 Narayana nah
itu produktivitas telurnya lebih tinggi
lagi yaitu 200 butir per tahun dan ayam
KUB itu secara FCR atau konversi pakan
menjadi daging dia paling efisien. Jadi
konversi untuk menjadi daging itu lebih
optimal. Nggih. Kalau per bulan kita di
pedagingnya itu perputaran sekitar 250
sampai 300 ekor. Kemudian untuk indukan,
indukan muda yang lebih ekonomis itu per
bulannya kita keluarkan 20 paket. Kalau
indukan siap telur itu kita keluarkan
sekitar 10 paket per bulannya. Kalau
dikonversi ke rupiah mungkin sekitar
perputaran per bulan 25 35 mungkin Mas.
Cukup saya menyisihkan waktu 2 jam per
hari itu sudah bisa menyelesaikan
pekerjaan di perayaman iki ya. Jadi
sangat cocok kalau misalkan ada
teman-teman yang pengin cari inspirasi
pekerjaan sampingan atau pengin
penghasilan tambahan. Menurut saya
dipelihara ayam KUB ini menurut saya
cukup potensial juga.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan nama saya
Fadgulusrona Nawawi dari Harmoni Farm.
Alamat farm saya itu ada di Desa Wono
Tengah, Kecamatan Purwo Asri, Kabupaten
Kediri. Usia 27 tahun. Kalau harmoni
farm sendiri itu bergerak di aktivitas
peternakan ayam kampung, tapi khususnya
ayam kampung KUB. Semuanya KUB. Jadi
fokus hanya di ayam kampung KUB Mawon.
Kenapa KUB? Sebenarnya pertanyaan
menarik. Jadi kenapa KUB itu karena yang
pertama ayam KUB itu adalah ayam genetik
asli Indonesia, bukan ayam kampung
persilangan dari luar negeri atau
semacamnya. Jadi MKUB ini full
genetiknya asli dari Indonesia. Ya. Jadi
ketika saya beternak MKUB, saya yang
pertama ikut melestarikan genetik asli
dari Indonesia itu. Terus kemudian sing
alasan kedua karena di antara semua
jenis ayam kampung di Indonesia niki kan
sekarang sudah banyak macamnya. Ayam
Kuntara, ayam Elba, terus ayam KPU dan
lain sebagainya. Untuk pasar dan peminat
yang paling besar antusiasmenya itu di
AMKUB, Mas. Mungkin dari lain faktor
karena MKOB ini kan produk dari balai
dari Kementerian Pertanian. Jadi ketika
dari tim balai melakukan sosialisasi
atau bantuan berupa bibit peternakan itu
pasti mereka akan membawa ayam KUB Niku.
Jadi sekaligus promosi untuk promosi
MKUB ini kita dibantu dari tim balinya
nggih. Selain itu ayam KUB itu
peminatnya juga udah besar. itu bisa
dilihat dari sudah banyak
perusahaan-perusahaan seperti PT Intama,
kemudian PT Aki yang produksi per
minggunya itu udah sekitar 100 atau
bangar ribuan box dan itu juga bisa
tersalurkan dan perputarannya juga sudah
jalan. Dan itu kalau pertimbangan saya
kenapa milih KUB karena ya tinggal
ngikut alus yang sudah ada niku mawon.
Kalau untuk peternakan saya sebenarnya
punya background dari SD, SMP ng itu
memang suka beternak ayam, Mas. Jadi
dulu tuh saya beternak ayam Bangkok dan
sudah lumayan besar juga dari ketika
mungkin teman-teman seusia SD saya itu
masih banyak main saya mainnya sama ayam
dan sudah dibudidayakan terus dijual ke
peternak-peternak yang membutuhkan. Jadi
sebenarnya kalau perjalanan mulai kapan
beternak ayam kampung? Ya, dari kecil
mungkin dari SD sudah hobi pelihara
ayam. Memang saya hobi. Jadi ketika
melihar ayam terus nyekeli ayam,
ngelihat ayam itu bisa berkembang biak
itu rasanya kayak ada kepuasan gitu dari
kecil. Jadi mungkin misalkan bisa orang
tua saya cerita itu waktu saya bersama
keluarga itu malah jauh lebih sedikit
daripada bersama ayam. Jadi terlalu
banyak dengan ayam.
SD, SMP, fokus ayam. Kemudian SMP akhir
itu saya mulai coba beralih dari ayam ke
burung, burung kenari. Dulu saya tuh
sempat nyoba tapi mungkin belum berjodoh
di burung. Jadi ketika udah bisa
breeding, ternyata harganya anjlok.
Harmoni Farm ini dimulai ketika saya
lulus sekolah, lulus kuliah. Jadi lulus
kuliah saya sebelum lulus kan ikut
proyek dari dosen, ikut inventarisasi
keanekaragaman hayati ngoten iku. Jadi
proyek di kota A, kota B. Terus di
sela-sela proyek itu saya pengin punya
kesibukan di rumah. Akhirnya saya mulai
kenalah ayam KUB itu dan kan tertarik
kenapa kok ayam KUB ini ternyata ayam
kampung tapi dia telurnya banyak terus
dia enggak mengeram juga. Akhirnya saya
mulai menekuni itu dan nyoba pelihara
ayam KB itu. Jadi kan memang dari kecil
suka pelihara ayam. Jadi ketika lulus
kuliah bingung cari kegiatan apa,
akhirnya yang ada di kepala langsung
pertama kali yo pelihara ayam itu
akhirnya.
Tapi yo akhirnya kerja juga.
Akhirnya kerja juga.
Jadi untuk mengisi waktu senggang gitu
loh, Mas.
Nggih. Seperti itu. Saya kerja di lab
molekuler bidding, Mas. Jadi
departemennya di departemen penelitian
pengembangan di perusahaan pertanian.
untuk kerjaan rutinitas saya ya,
ekstraksi DNA, terus PCR, terus ya kerja
sama bakteri virus yang ada di tanaman
gitu. Kalau yang menurut saya nyambi itu
ya ayam, Mas karena kan simpel
perawatannya.
Kemudian bisa disambi cukup cukup saya
menyisihkan waktu 2 jam per hari itu
sudah bisa menyelesaikan pekerjaan di
perayaman iki ya. Jadi sangat cocok
kalau misalkan ada teman-teman yang
pengin cari inspirasi pekerjaan
sampingan. atau pengin penghasilan
tambahan. Menurut saya dipelihara ayam
KB ini menurut saya cukup potensial
juga.
Pertama kali ternak ayam Kobulasi 100
ekor langsung. Karena kan kalau kita
beli bibit ayam KUB itu biasanya
kebanyakan minimal pembelian satu bok
dan isinya itu 100 plus 2 ekor.
Sebenarnya kalau untuk pemeliharaan ayam
KUB ini simpel sih, Mas. Jadi cukup
kasih makan di pagi sama sore dah cukup
itu mawon. Karena dalam proses
seleksinya kalau saya kan banyak
publikasi terkait AMKUB ini yang
dipublikasikan sama Bu Drkter
Tikesartika sebagai peneliti dari MKUB
ini. Beliau itu menyebutkan bahwasanya
MKUB itu diseleksi bukan hanya dari
produktivitas saja tapi juga meliputi
dari genetiknya Mas. Jadi genetik yang
dipilih oleh butike di AMKUB ini butik
benar-benar memperhatikan gen-gen
ketahanan. Bisa dibilang simpelnya itu
ayam KB lebih tahan penyakit gitu. Jadi
kalaupun kita pemeliharaannya minim
karena gen yang di bawahnya sudah
mayoritas gen ketahanan penyakit jadi
lebih simpel untuk perawatannya. Enggak
gampang matian, enggak gampang sakit,
enggak gampang stres. Untuk masalah di
AMKB ini enggak terlalu banyak. Mungkin
kalau dulu saya sebelumnya pernah
pelihara ayam Bangkok itu ketika
pergantian musim atau biasanya
orang-orang nyebut aratan itu biasanya
banyak yang kena sakit, kena snot, kena
pilek, terus matanya bengkak. Tapi
alhamdulillah di ayam KUB ini untuk
penyakit-penyakit yang sering dialami di
ayam lain itu sangat-sangat minim.
Sekarang populasi di kita itu 1500 ekor
dan kita per siklus, Mas. Jadi dibagi
jadi tiga usia. Jadi karena di harmoni
farm kan yang pertama kita fokusnya di
penyedia indukan indukan AMKUB dan kita
benar-benar menjaga kualitas indukan
yang kita jual. Makanya untuk bibit kita
kerja sama langsung dengan Balit
Bangtan, pencipta ayam KUB langsung niku
lah. Jadi langsung dari balai kita kerja
sama dari balai. Dari balai setiap bulan
sekali itu mengirimkan 400 ekor bibit
ayam ke harmoni farm untuk dibesarkan
sampai usia 3 bulan. Nanti ketika usia 3
bulan kita lakukan seleksi, Mas. Jadi
mana yang pertumbuhannya bagus kemudian
dari FCR dan pertumbuhan kerangkanya
bagus itu kita seleksi sesuai dengan
kaidah yang sudah kita miliki tentang
kriteria dan sebagainya itu kita
besarkan sampai usia siap telur itu yang
kita jual sebagai calon indukan.
Sedangkan sisanya itu kita alokasikan
untuk dijual daging.
Sejarah dari MKUB itu Bu itu mulai
penentian tahun 1997, Mas. Jadi beliau
ini mengumpulkan ayam dari seluruh
Indonesia terutama di daerah Jawa Barat
itu disilang, dicampur,
disilang-silangkan dan dari sumber
genetik itu diseleksi ayam-ayam yang
tidak memiliki sifat mengeram. Kenapa
kok tidak mengeram yang dipilih sama
putike? Karena ayam yang tidak mempunyai
sifat mengeram itu produktivitas
telurnya jauh lebih tinggi daripada ayam
yang punya sifat mengeram. Kalau kita
pernah pelihara ayam kampung, Mas, ayam
kampung liaran ngoten niku kan kadang
kita menemukan anomali ada betina yang
tidak mengeram ya kan. Nah, biasanya
kita ngarani ayam betina yang enggak
jowo gitulah. Nah, padahal itu secara
bentukan itu kan ya ayam kampung,
ayam-ayam seperti itu yang dipilih sama
Botike. Jadi disilangkan dan dimuliakan
selama 6 generasi dari tahun 1997.
Kemudian butik rilis AMKUB ini tahun
2014. MKUB 1 itu sudah produktivitas
telurnya 180 butir per tahun. Satu ekor
ayam ya. Dan persentase mengeramnya itu
tinggal 10%. Jadi misalkan kita punya
100 ekor betina yang mengeram itu hanya
10 ekor. Nah, kemudian setelah tahun
2014 ternyata masih dikembangkan lagi
sama butike dan tim. Dari tahun 2014
tahun 2021 itu rilis lagi ayam KUB2,
ayam KUB2, ayam KUB2 Janaka, dan ayam
KUB2 Narayana. Nah, itu produktivitas
telurnya lebih tinggi lagi yaitu 200
butir per tahun dan persentase
mengeramnya hanya tinggal 5%. Jadi
misalkan kita punya 100 betina yang
mengeram harusnya cuma 5 ekor saja. Jadi
yang lainnya full aktif bertelur. Jadi
kalau ayam KB ini lebih ke ayam galur
murni, Mas. Kalau di varietas tanaman
atau di hewan itu biasanya kan ada
varietas galur murni atau varietas
hibrida. Nah, kalau galur murni itu
kalau misalkan kita tetap menjaga
kemurniannya dia sampai keturunan
berapapun kualitasnya akan sama dengan
nenek moyangnya. Tapi kalau ayam
hibrida, ayam hibrida itu contoh ayam
joper. Jadi ayam joper itu kan betinanya
ayam ras petelur disilangkan dengan ayam
bangkok. Itu kan beda varietas, beda
galur murni. Kemudian kalau disilangkan
jadi ayam hibrida. Baik di ayam maupun
di tanaman itu yang namanya varietas
hibrida itu ketika dikembangkan lagi
enggak bisa, Mas. Jadi potensi
genetiknya stop sampai di situ.
Kalau sepengalaman saya itu, Mas. Jadi
benar ayam KB ini cocok buat sambilan
karena yang pertama lebih penyakit,
kemudian pangsa pasarnya juga sudah
jelas, perputaran di Indonesia sendiri
itu juga sudah sangat besar. Dan yang
ketiga, ayam KB itu bukan yang tercepat.
Mungkin ada varietas lain, entah itu
ayam Kuntara atau ayam Mardi itu ayam
dari Malaysia dia pertumbuhannya lebih
cepat, Mas. Tapi ayam KUB itu secara FCR
atau konversi pakan menjadi daging dia
paling efisien. Jadi memang
pertumbuhannya memang kalau di harmonif
itu 70 hari panen. Mungkin kalau jenis
ayam lain bisa 50 atau 60 hari. Tapi
meskipun lambat dia itu irit pakan. Jadi
konversi untuk menjadi daging itu lebih
lebih optimal. Engih. Kalau per bulan
kita di pedagingnya itu perputaran
sekitar 250 sampai 300 ekor untuk
kebutuhan pedaging saja. Dan itu masih
kita juga masih ambil dari peternak
mitra dan lain sebagainya karena kita
belum mencukupi untuk produksi
pedagingnya. Kemudian untuk indukan saya
kebetulan jual dua usia, Mas. Indukan
muda yang lebih ekonomis itu per
bulannya kita keluarkan 20 paket. 20
paket indukan muda dan kalau indukan
siap telur itu kita keluarkan sekitar 10
paket per bulannya. Kalau dikonversi ke
rupiah mungkin sekitar perputaran per
bulan 25 35 mungkin Mas.
Jadi mungkin dimulai dari bangun pagi ya
Mas. Saya itu bangun jam .30 pagi. .30
pagi itu masih ada waktu untuk salat
tahajud dulu sambil nunggu salat subuh.
Setelah salat subuh baru aktivitas di
kandang. Bersihkan kotoran, kemudian
kasih makan. Kemudian lanjut kotoran
ayam itu kita kasihkan ke Meget BSF.
Terus setelah dari kandang mungkin saya
aktivitas di kandang sekitar 1 jaman.
Kemudian persiapan berangkat kerja di
sela-sela itu saya masih bisa ada waktu
untuk anak istri sebelum berangkat
kerja. Kemudian jam . pagi saya
berangkat kerja ng-lab seperti biasa
sampai jam .30 sore bias saya balik
nyampai rumah itu sekitar jam .00 sore.
Jam .00 sampai jam 5. pagi tadi di
kandang. Bersihkan kotoran, kasih makan
dan ngerawat perawatan ayam. Setelah jam
5.00 sore itu udah waktu free untuk
keluarga sampai malam seperti itu.
Kebetulan saya kan tinggal di daerah
padat penduduk juga, Mas. Meskipun di
kampung, tapi tetangga saya juga lumayan
banyak. Terus saya sempat ada dulu waktu
kecil ada kandang ayam broiler di
sebelah situ. Itu didemo sama warga
karena masalah lalat. Jadi kan karena
manajemen kotorannya kurang bagus,
akhirnya yang pertama timbul masalah
bau. Terus yang kedua, ketika kotoran
ayam itu tidak dikelola dengan baik,
lalat rumahan itu akan bertelur di situ
dan beranak pinak di situ. Akhirnya
ketika dewasa dia akan nyebar ke rumah
penduduk dan itu jumlahnya sangat sangat
mengganggu gitu, Mas. Makanya saya di
sini untuk manajemen kotoran ayam
menggunakan maget BSF. Jadi kotoran itu
kita bersihkan, kita ambil, kita koleksi
setiap pagi dan sore, langsung kita
kasih makan ke Meggut BSF. Jadi selama
kurang lebih satu atau 1 seteng jam itu
kotoran sudah habis bersih.
Oke. Kenapa kok pakai magget? Jadi saya
pernah baca literatur, Mas. Pencernaan
ayam khususnya ayam kampung ini itu kan
ususnya masih belum optimal seperti ayam
broiler. Ayam kampung tuh penyerapannya
masih sangat sangat sangat-sangat tidak
maksimal. Jadi misalkan kita kasih makan
ayam itu Rp10.000 yang diserap sama ayam
itu cuma Rp7.000 yang Rp3.000-nya itu
dibuang lagi ke kotoran. Nah itu kan
sayang banget. Itu kan modal kita kan
sama ayam dibuang di kotoran. Nah, saya
mikir ternyata di luar negeri itu sudah
banyak memanfaatkan Meget BSF untuk
mengelola kotoran-kotoran dari
peternakan. Nah, jadi 3.000 yang ada di
kotoran tadi kita minta tolong sama
Meget buat ngambil lagi. Jadi, selain
mengatasi permasalahan bau kotoran,
kemudian mengatasi masalah lalat di
kandang ayam, maget itu bisa kita
manfaatkan untuk mengambil sisa nutrisi
yang terbuang di kotoran ayam tadi.
Kalau untuk magget mempengaruhi konversi
pakan karena kan yang sebetulnya 3.000
ini jatahnya kebuang, kita bisa ambil
lagi dan kita kasih ke ayam yang
indukan-indukan. Jadi salah satu
keuntungan kalau kita menerapkan
integrated farming itu, Mas. Jadi
benar-benar zero waste. Kotoran ayam
kita ngasih ke maget. Kemudian maget itu
kan maggetnya kita kasih ke ayam.
Kotoran magget atau khas gold-nya itu
kita gunakan sebagai pupuk tanaman.
Dari kecil mungkin salah satu cita-cita
atau bayangan saya punya peternakan
ayam, Mas. Enggak sih, enggak kebayang
sebelumnya mungkin, Mas. Bayangan saya
dulu mungkin hanya sebagai peliharaan
hobi saja sih, Mas. Jadi untuk waktu
luang, ngisi waktu senggang, pelepas
stres. Bayangan saya pelihara ayam juga
cukup sampai situ aja. Mungkin enggak
ada potensial yang bisa dikembangkan.
Tapi ternyata sampai sini kita saya bisa
tahu bahwasanya ayam ini kalau kita bisa
memaksimalkan dan menjalankannya dengan
efisien itu hasilnya juga lumayan kok
gitu. Kalau sebagai pemula semisalkan
mau beternak MKUB itu saya
mengkategorikan menjadi dua Mas. Jadi
yang pertama pemula yang pengin fokus
pembesaran saja. Nah kalau pemula yang
pengin fokus pembesaran dan untuk cetak
daging itu saran saya mulai dari DOC.
Jadi beli bibit kemudian dibesarkan.
Nanti ketika udah usia 2, seteng atau 3
bulan nanti tinggal jual pedaging.
Kemudian kalau misalkan pemula yang
pengin menjadi peternak mandiri karena
ayam KUB ini kan adalah ayam galur
murni, Mas. Dan salah satu keunggulan
galur murni ini adalah kita enggak perlu
beli bibit sebenarnya. Karena kalau kita
bisa mbreeding sendiri itu kualitas
anakannya itu juga sama dengan indukan.
Jadi kalau misalkan pemula dan pengin
menjadi peternak mandiri mulai dari beli
paket indukan mungkin. Jadi bisa dari
satu atau dua paket. Kalau misalkan kita
punya 10 betina saja Mas dengan hand
produksinya MKOB itu 60%. Jadi
semisalkan kita punya 10 betina berarti
rata-rata kita produksi telur 6 butir
per harinya setiap hari itu, Mas. Dan 6
butir itu kita kumpulkan selama 7 hari
sebelum masuk mesin tetas. Jadi 6 * 7
kan sudah 42 butir. Itu hanya dari 10
betina. Kemudian 42 butir ini kita
masukkan ke mesin tetas. Sambil nunggu
ini menetas. Ini kan 3 minggu perlu
menetasnya. Nanti minggu ke depannya
kita udah panen lagi 42 ekor 42 butir
telur. Kita masukkan mesin tetas lagi.
Nanti di minggu ketiga kita sudah panen
sekitar 40 bibit dan itu siklusnya udah
berjalan. Kalau untuk paketan itu satu
jantan li betina, Mas. Iya, idealnya
satu jantan li betina. Kalau misalkan
mau ngebush lagi itu bisa satu jantan
tujuh betina tapi biasanya pengaruh ke
fertilitas telurnya.
Sebenarnya untuk pemulai ketahanan
pangan di keluarga itu kalau misalkan
kita punya lahan 3 m² saja itu sudah
cukup sebenarnya, Mas. Untuk ayam satu
paket satu jantan 5 betina itu hanya
butuh ruang 1,5 m². Jadi 1,5 * 1 m itu
sudah muat diisi satu paket. Kemudian
dari situ kita sudah bisa panen 3 sampai
4 butir telur per harinya dari melihara
satu paket dari lahan yang sekian itu
tadi. Itu sudah sangat cukup dan itu
masih ada sisa lahan sekitar 1,5 m bisa
kita gunakan untuk menanam sayuran itu
hasil kompos dari ayam tadi langsung
kita alihkan ke sayuran yang kita tanam
tadi. Kalau untuk skala bisnis, misalkan
kita hanya fokus di pembesaran daging
saja, itu minimal satu bok, Mas, atau
100 ekor. Itu bisa kita rasakan untuk ya
lumayanlah untuk nambah-nambah uang
dapur seperti itu. Tapi kalau misalkan
kita mulai dari peternak yang mandiri
itu saran saya mulai dari dua paket
dulu, dua jantan 10 betina. Itu setiap
minggunya kita sudah bisa produksi DOC
sekitar 40 bibit dan itu bisa kita
besarkan, bisa kita jual pedaging juga.
itu hasilnya jauh lebih maksimal sebagai
peterap mandiri. Itu kan kita lebih
untung karena yang pertama kita enggak
usah beli bibit. Kemudian yang kedua
secara cost produksinya bisa lebih kita
tekan seperti itu sih Mas.
Jadi kalau di ayam KaUB ini kan disebut
ayam duiguna. Sebenarnya pada awalnya
itu kan fokusnya butika itu kan hanya
untuk ayam kampung petelur. Tapi
ternyata selain potensial sebagai ayam
kampung petelur, ayam KB ini juga
memiliki potensi lain yaitu pertumbuhan
dagingnya yang cepat juga. Selain itu,
rasa daging dari ayam KB ini juga sangat
otentik, mirip dengan ayam kampung asli.
Makanya di beberapa rumah makan yang
legendaris, yang benar-benar menjaga
kualitas, ketika rumah makan itu tidak
menemukan ayam kampung yang liaran, opsi
satu-satunya yang dipilih ayam oleh
rumah makan itu adalah ayam KUB, Mas.
Karena dari tekstur daging kemudian
organoleptik dari ayam KUB ini
sangat-sangat menyerupai ayam kampung.
Kalau misalkan saya sendiri pernah
membandingkan dari bentukan karkas, Mas.
Jadi bentukan karkas itu kan ketika ayam
beberapa varietas itu sudah dijadikan
karkas atau dijadikan daging utuhan itu
bentuk fisiknya udah kelihatan berbeda.
Jadi ayam KB itu mirip dengan ayam
kampung liaran dengan postur yang
panjang. Itu salah satu indikasi yang
kriteria dari yang diterima oleh rumah
makan yang benar-benar menjaga kualitas
dari kulinernya.
Kalau ayam Kubi bukan rekayasa genetik,
Mas. Jadi lebih ke pemuliaan saja dan
seleksi. Bukan dari persilangan
macam-macam, tapi lebih ke seleksi.
Makanya perlu waktu yang sangat panjang
untuk merilis ayam KB ini. Baik KUB1 dan
KB2. Kalau di harmoni farm, karena kita
kan fokusnya di jualan indukan. kita
pemuliaan dari segi nutrisi dan
perawatan, Mas. Jadi, nutrisi
benar-benar kita optimalkan sesuai di
fase pertumbuhan mulai dari prestarter,
starter, terus grower itu nutrisinya
kita sesuaikan sesuai kebutuhan yang
diminta oleh ayam seperti itu. Jadi
secara teknis itu sebenarnya kebutuhan
nutrisi
setiap fase ayam itu berbeda, Mas. Jadi
mulai dari yang di sebelah kita ini fase
broading itu fase dari 0 sampai 1 bulan
itu dia mau pakan dengan protein tinggi
dan ME-nya tinggi juga karena untuk
ngebush dari pertumbuhan dia. Kemudian
ketika masuk usia grower 1 bulan ke atas
itu mulai kita turunkan dari segi
protein dan ME-nya. Kemudian ketika usia
3 bulan ke atas itu kita turunkan lagi
me pakan atau energi pakan supaya ayam
itu bisa makan lebih banyak dan melatih
dari tembolo ayam ini agar ketika fase
produksi nanti ayam itu terbiasa makan
banyak dan untuk produksi telur kan
otomatis butuh nutrisi yang banyak juga
itu agar tidak patah produksi karena
banyak kasus ayam yang perawatannya
salah ketika usia 3 sampai 5 bulan itu
fase-fase kritis untuk pulet ketika
perawatannya salah ayam itu produksinya
enggak bisa sampai afkir lama, Mas.
Kalau di MKUB ini afkir harusnya 2
sampai 2,5 tahun. Nah, kalau salah
perawatan biasanya sampai usia 1 atau
1,eng tahun itu udah udah produksinya
turun drastis. Maka dari itu kita
benar-benar menjaga SOP dari nutrisi,
kemudian dari obat dan vaksin kita
benar-benar memperhatikan itu. Karena
kita bekerja sama langsung dari balai
makanya SOP langsung kita
implementasikan dengan betul agar
pembeli-pembeli indukan di benar-benar
merasakan manfaatnya AMKUB itu.
Sekarang ini banyak kasus, Mas. Jadi
kalau kita lihat di sosial media banyak
yang menjual AMKUB. Padahal kalau kita
lihat secara fisiknya itu bukan ayam
KUB, itu udah ayam hasil dari
persilangan. Dan sekarang ini miris ya,
Mas. Maksudnya salah satu yang
menjadikan stigma negatif untuk AMKUB
itu karena pedagang-pedagang nakal tadi.
Jadi sebenarnya bukan AMKUB tapi
diomongno AMKUB. Akhirnya pemula-pemula
yang baru mau belajar niatnya cari
untung, tapi berhubung salah dari sumber
bibit yang dia beli, akhirnya dia enggak
dapat untung yang maksimal karena sudah
ayam KUB hasil persilangan tadi, bukan
murni ayam KUB gitu. Sebenarnya bisa
dilihat kok, Mas, secara fisik kalau
untuk ayam KUB1 memang masih beragam.
Cirinya masih macam-macam. Ada yang
warna hitam, putih dan lain sebagainya.
Tapi kalau di AMKUB2 ini sudah lumayan
seragam. Jadi kalau ayam KUB2 kan ada
janaka dan arayana. Kalau janaka itu
yang betina warnanya dominan coklat.
Kemudian kalau yang jantannya warnanya
dominan hitam dengan bulu rawisnya
merah. Itu ayam KB2 Janaka. Kalau ayam
KB2 Narayana itu bulunya dominan hitam
dengan kaki hitam dan jantannya pun juga
seperti itu. Bulu dominan hitam dan
kakinya juga hitam. Kalau saya lihat di
grup-grup sosial media itu banyak yang
nawarkan ayam KUB. paketan ayam KUB siap
telur. Tapi ternyata secara fisik itu
ada ayam yang blirik-birik. Ono sing
warnane putih, ono sing warnane ireng.
Tapi tetap dibilangnya MKUB. Itu yang
yang saya prihatin. Karena kan kasihan
pemula. Pemula kan harapannya wah ternak
a terunnya banyak tapi ternyata setelah
dibeli berhubung salah bibit akhirnya
enggak bisa maksimal gitu hasilnya.
Kalau untuk di harmoni farm sendiri
pengalaman saya mulai dari DOC fase
broading sampai dengan panen itu
kematian rekor selalu di bawah 2% Mas.
Jadi kalau misalkan kita pelihara 100
yang mati di bawah 2 ekor.
Treatmennya yang pertama pertama tadi
Mas kuncinya ada dinutrisi agar menekan
kematian atau problem di ayam pertama
adalah nutrisi. Kemudian yang kedua
adalah manajemen kandang. Manajemen
kandang ini banyak faktor. Salah satunya
adalah sirkulasi udara. Kemudian
manajemen kotoran ayam itu juga harus
benar-benar kita perhatikan agar
pertumbuhan ayam ini bisa tetap maksimal
dan masalah penyakit dan lain sebagainya
itu bisa ditekan seminimal mungkin.
Selain itu, vaksin. Vaksin itu juga
sangat berpengaruh karena kita kan cetak
indukan, otomatis pembeli kita kan
invest ya, Mas. Jadi ketika dia beli
indukan otomatis ada uang investasi di
situ. Makanya kita benar-benar menjaga
vaksin itu benar-benar kita lengkapi
agar selama fase produksi di pembeli itu
benar-benar bisa maksimal untuk
induk-indukan yang dari kita. Mungkin
untuk ke depannya, Mas, untuk ke
depannya saya pengin mengembangkan
harmoni farm ini. Saya pengin sebagai
wadah sih, Mas, untuk teman-teman yang
pengin belajar peternak ayam untuk
sebagai sambilan saya pengin jadikan ini
sebagai percontohan. Ini loh. Bisa kita
bisa memelihara ayam dengan efisiensi
tinggi, dengan cara integrated farming
dan lain sebagainya. Ya, jadi populasi
enggak harus yang sampai ratusan ribu,
tapi untung bisa kita sangat-sangat
optimalkan seperti itu. Di ekonomi
sekarang ini, Mas, yang semuanya serba
tidak stabil meskipun kita sudah punya
pekerjaan, pasti sewaktu-waktu ada
kemungkinan yang tidak kita harapkan.
Dan salah satu yang saya pegang untuk
sumber penghasilan itu jangan, jangan
cuma satu kalau bisa. Nah, maka dari itu
saya mulai merintis di harmony farm ini.
Saya pengin share ke teman-teman
bahwasanya untuk memulai integrated
farming atau beternak AMKB itu enggak
harus resign dulu kok. Kita bisa mulai
sambilan sebagai sambilan. Nanti kalau
misalkan sudah mulai lancar, dirasa
sudah stable dan penghasilan sudah
sesuai harapan kita, kita mau bebas
memilih mau fokus di karir kah atau mau
fokus di usaha kita kah itu sesuai
pilihan teman-teman masing-masing. Saya
Fadgul Yusron dari Harmoni Farm Kediri.
Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Read
file updated 2026-02-14 20:16:26 UTC
Categories
Manage