Usaha Sampingan Rasa Penghasilan Utama, Karyawan Ini Sukses Untung Besar Dari Ternak Ayam
rsuYkZ0nUTI • 2026-02-11
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id rilis ayam ini tahun 2014 ayam 1 itu sudah produktivitas telurnya 180 butir per tahun satu ekor ayam ya tahun 2021 itu rilis lagi ayam KUB2 ayam KUB2 ayam KUB2 Janak dan ayam KUB2 Narayana nah itu produktivitas telurnya lebih tinggi lagi yaitu 200 butir per tahun dan ayam KUB itu secara FCR atau konversi pakan menjadi daging dia paling efisien. Jadi konversi untuk menjadi daging itu lebih optimal. Nggih. Kalau per bulan kita di pedagingnya itu perputaran sekitar 250 sampai 300 ekor. Kemudian untuk indukan, indukan muda yang lebih ekonomis itu per bulannya kita keluarkan 20 paket. Kalau indukan siap telur itu kita keluarkan sekitar 10 paket per bulannya. Kalau dikonversi ke rupiah mungkin sekitar perputaran per bulan 25 35 mungkin Mas. Cukup saya menyisihkan waktu 2 jam per hari itu sudah bisa menyelesaikan pekerjaan di perayaman iki ya. Jadi sangat cocok kalau misalkan ada teman-teman yang pengin cari inspirasi pekerjaan sampingan atau pengin penghasilan tambahan. Menurut saya dipelihara ayam KUB ini menurut saya cukup potensial juga. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Fadgulusrona Nawawi dari Harmoni Farm. Alamat farm saya itu ada di Desa Wono Tengah, Kecamatan Purwo Asri, Kabupaten Kediri. Usia 27 tahun. Kalau harmoni farm sendiri itu bergerak di aktivitas peternakan ayam kampung, tapi khususnya ayam kampung KUB. Semuanya KUB. Jadi fokus hanya di ayam kampung KUB Mawon. Kenapa KUB? Sebenarnya pertanyaan menarik. Jadi kenapa KUB itu karena yang pertama ayam KUB itu adalah ayam genetik asli Indonesia, bukan ayam kampung persilangan dari luar negeri atau semacamnya. Jadi MKUB ini full genetiknya asli dari Indonesia. Ya. Jadi ketika saya beternak MKUB, saya yang pertama ikut melestarikan genetik asli dari Indonesia itu. Terus kemudian sing alasan kedua karena di antara semua jenis ayam kampung di Indonesia niki kan sekarang sudah banyak macamnya. Ayam Kuntara, ayam Elba, terus ayam KPU dan lain sebagainya. Untuk pasar dan peminat yang paling besar antusiasmenya itu di AMKUB, Mas. Mungkin dari lain faktor karena MKOB ini kan produk dari balai dari Kementerian Pertanian. Jadi ketika dari tim balai melakukan sosialisasi atau bantuan berupa bibit peternakan itu pasti mereka akan membawa ayam KUB Niku. Jadi sekaligus promosi untuk promosi MKUB ini kita dibantu dari tim balinya nggih. Selain itu ayam KUB itu peminatnya juga udah besar. itu bisa dilihat dari sudah banyak perusahaan-perusahaan seperti PT Intama, kemudian PT Aki yang produksi per minggunya itu udah sekitar 100 atau bangar ribuan box dan itu juga bisa tersalurkan dan perputarannya juga sudah jalan. Dan itu kalau pertimbangan saya kenapa milih KUB karena ya tinggal ngikut alus yang sudah ada niku mawon. Kalau untuk peternakan saya sebenarnya punya background dari SD, SMP ng itu memang suka beternak ayam, Mas. Jadi dulu tuh saya beternak ayam Bangkok dan sudah lumayan besar juga dari ketika mungkin teman-teman seusia SD saya itu masih banyak main saya mainnya sama ayam dan sudah dibudidayakan terus dijual ke peternak-peternak yang membutuhkan. Jadi sebenarnya kalau perjalanan mulai kapan beternak ayam kampung? Ya, dari kecil mungkin dari SD sudah hobi pelihara ayam. Memang saya hobi. Jadi ketika melihar ayam terus nyekeli ayam, ngelihat ayam itu bisa berkembang biak itu rasanya kayak ada kepuasan gitu dari kecil. Jadi mungkin misalkan bisa orang tua saya cerita itu waktu saya bersama keluarga itu malah jauh lebih sedikit daripada bersama ayam. Jadi terlalu banyak dengan ayam. SD, SMP, fokus ayam. Kemudian SMP akhir itu saya mulai coba beralih dari ayam ke burung, burung kenari. Dulu saya tuh sempat nyoba tapi mungkin belum berjodoh di burung. Jadi ketika udah bisa breeding, ternyata harganya anjlok. Harmoni Farm ini dimulai ketika saya lulus sekolah, lulus kuliah. Jadi lulus kuliah saya sebelum lulus kan ikut proyek dari dosen, ikut inventarisasi keanekaragaman hayati ngoten iku. Jadi proyek di kota A, kota B. Terus di sela-sela proyek itu saya pengin punya kesibukan di rumah. Akhirnya saya mulai kenalah ayam KUB itu dan kan tertarik kenapa kok ayam KUB ini ternyata ayam kampung tapi dia telurnya banyak terus dia enggak mengeram juga. Akhirnya saya mulai menekuni itu dan nyoba pelihara ayam KB itu. Jadi kan memang dari kecil suka pelihara ayam. Jadi ketika lulus kuliah bingung cari kegiatan apa, akhirnya yang ada di kepala langsung pertama kali yo pelihara ayam itu akhirnya. Tapi yo akhirnya kerja juga. Akhirnya kerja juga. Jadi untuk mengisi waktu senggang gitu loh, Mas. Nggih. Seperti itu. Saya kerja di lab molekuler bidding, Mas. Jadi departemennya di departemen penelitian pengembangan di perusahaan pertanian. untuk kerjaan rutinitas saya ya, ekstraksi DNA, terus PCR, terus ya kerja sama bakteri virus yang ada di tanaman gitu. Kalau yang menurut saya nyambi itu ya ayam, Mas karena kan simpel perawatannya. Kemudian bisa disambi cukup cukup saya menyisihkan waktu 2 jam per hari itu sudah bisa menyelesaikan pekerjaan di perayaman iki ya. Jadi sangat cocok kalau misalkan ada teman-teman yang pengin cari inspirasi pekerjaan sampingan. atau pengin penghasilan tambahan. Menurut saya dipelihara ayam KB ini menurut saya cukup potensial juga. Pertama kali ternak ayam Kobulasi 100 ekor langsung. Karena kan kalau kita beli bibit ayam KUB itu biasanya kebanyakan minimal pembelian satu bok dan isinya itu 100 plus 2 ekor. Sebenarnya kalau untuk pemeliharaan ayam KUB ini simpel sih, Mas. Jadi cukup kasih makan di pagi sama sore dah cukup itu mawon. Karena dalam proses seleksinya kalau saya kan banyak publikasi terkait AMKUB ini yang dipublikasikan sama Bu Drkter Tikesartika sebagai peneliti dari MKUB ini. Beliau itu menyebutkan bahwasanya MKUB itu diseleksi bukan hanya dari produktivitas saja tapi juga meliputi dari genetiknya Mas. Jadi genetik yang dipilih oleh butike di AMKUB ini butik benar-benar memperhatikan gen-gen ketahanan. Bisa dibilang simpelnya itu ayam KB lebih tahan penyakit gitu. Jadi kalaupun kita pemeliharaannya minim karena gen yang di bawahnya sudah mayoritas gen ketahanan penyakit jadi lebih simpel untuk perawatannya. Enggak gampang matian, enggak gampang sakit, enggak gampang stres. Untuk masalah di AMKB ini enggak terlalu banyak. Mungkin kalau dulu saya sebelumnya pernah pelihara ayam Bangkok itu ketika pergantian musim atau biasanya orang-orang nyebut aratan itu biasanya banyak yang kena sakit, kena snot, kena pilek, terus matanya bengkak. Tapi alhamdulillah di ayam KUB ini untuk penyakit-penyakit yang sering dialami di ayam lain itu sangat-sangat minim. Sekarang populasi di kita itu 1500 ekor dan kita per siklus, Mas. Jadi dibagi jadi tiga usia. Jadi karena di harmoni farm kan yang pertama kita fokusnya di penyedia indukan indukan AMKUB dan kita benar-benar menjaga kualitas indukan yang kita jual. Makanya untuk bibit kita kerja sama langsung dengan Balit Bangtan, pencipta ayam KUB langsung niku lah. Jadi langsung dari balai kita kerja sama dari balai. Dari balai setiap bulan sekali itu mengirimkan 400 ekor bibit ayam ke harmoni farm untuk dibesarkan sampai usia 3 bulan. Nanti ketika usia 3 bulan kita lakukan seleksi, Mas. Jadi mana yang pertumbuhannya bagus kemudian dari FCR dan pertumbuhan kerangkanya bagus itu kita seleksi sesuai dengan kaidah yang sudah kita miliki tentang kriteria dan sebagainya itu kita besarkan sampai usia siap telur itu yang kita jual sebagai calon indukan. Sedangkan sisanya itu kita alokasikan untuk dijual daging. Sejarah dari MKUB itu Bu itu mulai penentian tahun 1997, Mas. Jadi beliau ini mengumpulkan ayam dari seluruh Indonesia terutama di daerah Jawa Barat itu disilang, dicampur, disilang-silangkan dan dari sumber genetik itu diseleksi ayam-ayam yang tidak memiliki sifat mengeram. Kenapa kok tidak mengeram yang dipilih sama putike? Karena ayam yang tidak mempunyai sifat mengeram itu produktivitas telurnya jauh lebih tinggi daripada ayam yang punya sifat mengeram. Kalau kita pernah pelihara ayam kampung, Mas, ayam kampung liaran ngoten niku kan kadang kita menemukan anomali ada betina yang tidak mengeram ya kan. Nah, biasanya kita ngarani ayam betina yang enggak jowo gitulah. Nah, padahal itu secara bentukan itu kan ya ayam kampung, ayam-ayam seperti itu yang dipilih sama Botike. Jadi disilangkan dan dimuliakan selama 6 generasi dari tahun 1997. Kemudian butik rilis AMKUB ini tahun 2014. MKUB 1 itu sudah produktivitas telurnya 180 butir per tahun. Satu ekor ayam ya. Dan persentase mengeramnya itu tinggal 10%. Jadi misalkan kita punya 100 ekor betina yang mengeram itu hanya 10 ekor. Nah, kemudian setelah tahun 2014 ternyata masih dikembangkan lagi sama butike dan tim. Dari tahun 2014 tahun 2021 itu rilis lagi ayam KUB2, ayam KUB2, ayam KUB2 Janaka, dan ayam KUB2 Narayana. Nah, itu produktivitas telurnya lebih tinggi lagi yaitu 200 butir per tahun dan persentase mengeramnya hanya tinggal 5%. Jadi misalkan kita punya 100 betina yang mengeram harusnya cuma 5 ekor saja. Jadi yang lainnya full aktif bertelur. Jadi kalau ayam KB ini lebih ke ayam galur murni, Mas. Kalau di varietas tanaman atau di hewan itu biasanya kan ada varietas galur murni atau varietas hibrida. Nah, kalau galur murni itu kalau misalkan kita tetap menjaga kemurniannya dia sampai keturunan berapapun kualitasnya akan sama dengan nenek moyangnya. Tapi kalau ayam hibrida, ayam hibrida itu contoh ayam joper. Jadi ayam joper itu kan betinanya ayam ras petelur disilangkan dengan ayam bangkok. Itu kan beda varietas, beda galur murni. Kemudian kalau disilangkan jadi ayam hibrida. Baik di ayam maupun di tanaman itu yang namanya varietas hibrida itu ketika dikembangkan lagi enggak bisa, Mas. Jadi potensi genetiknya stop sampai di situ. Kalau sepengalaman saya itu, Mas. Jadi benar ayam KB ini cocok buat sambilan karena yang pertama lebih penyakit, kemudian pangsa pasarnya juga sudah jelas, perputaran di Indonesia sendiri itu juga sudah sangat besar. Dan yang ketiga, ayam KB itu bukan yang tercepat. Mungkin ada varietas lain, entah itu ayam Kuntara atau ayam Mardi itu ayam dari Malaysia dia pertumbuhannya lebih cepat, Mas. Tapi ayam KUB itu secara FCR atau konversi pakan menjadi daging dia paling efisien. Jadi memang pertumbuhannya memang kalau di harmonif itu 70 hari panen. Mungkin kalau jenis ayam lain bisa 50 atau 60 hari. Tapi meskipun lambat dia itu irit pakan. Jadi konversi untuk menjadi daging itu lebih lebih optimal. Engih. Kalau per bulan kita di pedagingnya itu perputaran sekitar 250 sampai 300 ekor untuk kebutuhan pedaging saja. Dan itu masih kita juga masih ambil dari peternak mitra dan lain sebagainya karena kita belum mencukupi untuk produksi pedagingnya. Kemudian untuk indukan saya kebetulan jual dua usia, Mas. Indukan muda yang lebih ekonomis itu per bulannya kita keluarkan 20 paket. 20 paket indukan muda dan kalau indukan siap telur itu kita keluarkan sekitar 10 paket per bulannya. Kalau dikonversi ke rupiah mungkin sekitar perputaran per bulan 25 35 mungkin Mas. Jadi mungkin dimulai dari bangun pagi ya Mas. Saya itu bangun jam .30 pagi. .30 pagi itu masih ada waktu untuk salat tahajud dulu sambil nunggu salat subuh. Setelah salat subuh baru aktivitas di kandang. Bersihkan kotoran, kemudian kasih makan. Kemudian lanjut kotoran ayam itu kita kasihkan ke Meget BSF. Terus setelah dari kandang mungkin saya aktivitas di kandang sekitar 1 jaman. Kemudian persiapan berangkat kerja di sela-sela itu saya masih bisa ada waktu untuk anak istri sebelum berangkat kerja. Kemudian jam . pagi saya berangkat kerja ng-lab seperti biasa sampai jam .30 sore bias saya balik nyampai rumah itu sekitar jam .00 sore. Jam .00 sampai jam 5. pagi tadi di kandang. Bersihkan kotoran, kasih makan dan ngerawat perawatan ayam. Setelah jam 5.00 sore itu udah waktu free untuk keluarga sampai malam seperti itu. Kebetulan saya kan tinggal di daerah padat penduduk juga, Mas. Meskipun di kampung, tapi tetangga saya juga lumayan banyak. Terus saya sempat ada dulu waktu kecil ada kandang ayam broiler di sebelah situ. Itu didemo sama warga karena masalah lalat. Jadi kan karena manajemen kotorannya kurang bagus, akhirnya yang pertama timbul masalah bau. Terus yang kedua, ketika kotoran ayam itu tidak dikelola dengan baik, lalat rumahan itu akan bertelur di situ dan beranak pinak di situ. Akhirnya ketika dewasa dia akan nyebar ke rumah penduduk dan itu jumlahnya sangat sangat mengganggu gitu, Mas. Makanya saya di sini untuk manajemen kotoran ayam menggunakan maget BSF. Jadi kotoran itu kita bersihkan, kita ambil, kita koleksi setiap pagi dan sore, langsung kita kasih makan ke Meggut BSF. Jadi selama kurang lebih satu atau 1 seteng jam itu kotoran sudah habis bersih. Oke. Kenapa kok pakai magget? Jadi saya pernah baca literatur, Mas. Pencernaan ayam khususnya ayam kampung ini itu kan ususnya masih belum optimal seperti ayam broiler. Ayam kampung tuh penyerapannya masih sangat sangat sangat-sangat tidak maksimal. Jadi misalkan kita kasih makan ayam itu Rp10.000 yang diserap sama ayam itu cuma Rp7.000 yang Rp3.000-nya itu dibuang lagi ke kotoran. Nah itu kan sayang banget. Itu kan modal kita kan sama ayam dibuang di kotoran. Nah, saya mikir ternyata di luar negeri itu sudah banyak memanfaatkan Meget BSF untuk mengelola kotoran-kotoran dari peternakan. Nah, jadi 3.000 yang ada di kotoran tadi kita minta tolong sama Meget buat ngambil lagi. Jadi, selain mengatasi permasalahan bau kotoran, kemudian mengatasi masalah lalat di kandang ayam, maget itu bisa kita manfaatkan untuk mengambil sisa nutrisi yang terbuang di kotoran ayam tadi. Kalau untuk magget mempengaruhi konversi pakan karena kan yang sebetulnya 3.000 ini jatahnya kebuang, kita bisa ambil lagi dan kita kasih ke ayam yang indukan-indukan. Jadi salah satu keuntungan kalau kita menerapkan integrated farming itu, Mas. Jadi benar-benar zero waste. Kotoran ayam kita ngasih ke maget. Kemudian maget itu kan maggetnya kita kasih ke ayam. Kotoran magget atau khas gold-nya itu kita gunakan sebagai pupuk tanaman. Dari kecil mungkin salah satu cita-cita atau bayangan saya punya peternakan ayam, Mas. Enggak sih, enggak kebayang sebelumnya mungkin, Mas. Bayangan saya dulu mungkin hanya sebagai peliharaan hobi saja sih, Mas. Jadi untuk waktu luang, ngisi waktu senggang, pelepas stres. Bayangan saya pelihara ayam juga cukup sampai situ aja. Mungkin enggak ada potensial yang bisa dikembangkan. Tapi ternyata sampai sini kita saya bisa tahu bahwasanya ayam ini kalau kita bisa memaksimalkan dan menjalankannya dengan efisien itu hasilnya juga lumayan kok gitu. Kalau sebagai pemula semisalkan mau beternak MKUB itu saya mengkategorikan menjadi dua Mas. Jadi yang pertama pemula yang pengin fokus pembesaran saja. Nah kalau pemula yang pengin fokus pembesaran dan untuk cetak daging itu saran saya mulai dari DOC. Jadi beli bibit kemudian dibesarkan. Nanti ketika udah usia 2, seteng atau 3 bulan nanti tinggal jual pedaging. Kemudian kalau misalkan pemula yang pengin menjadi peternak mandiri karena ayam KUB ini kan adalah ayam galur murni, Mas. Dan salah satu keunggulan galur murni ini adalah kita enggak perlu beli bibit sebenarnya. Karena kalau kita bisa mbreeding sendiri itu kualitas anakannya itu juga sama dengan indukan. Jadi kalau misalkan pemula dan pengin menjadi peternak mandiri mulai dari beli paket indukan mungkin. Jadi bisa dari satu atau dua paket. Kalau misalkan kita punya 10 betina saja Mas dengan hand produksinya MKOB itu 60%. Jadi semisalkan kita punya 10 betina berarti rata-rata kita produksi telur 6 butir per harinya setiap hari itu, Mas. Dan 6 butir itu kita kumpulkan selama 7 hari sebelum masuk mesin tetas. Jadi 6 * 7 kan sudah 42 butir. Itu hanya dari 10 betina. Kemudian 42 butir ini kita masukkan ke mesin tetas. Sambil nunggu ini menetas. Ini kan 3 minggu perlu menetasnya. Nanti minggu ke depannya kita udah panen lagi 42 ekor 42 butir telur. Kita masukkan mesin tetas lagi. Nanti di minggu ketiga kita sudah panen sekitar 40 bibit dan itu siklusnya udah berjalan. Kalau untuk paketan itu satu jantan li betina, Mas. Iya, idealnya satu jantan li betina. Kalau misalkan mau ngebush lagi itu bisa satu jantan tujuh betina tapi biasanya pengaruh ke fertilitas telurnya. Sebenarnya untuk pemulai ketahanan pangan di keluarga itu kalau misalkan kita punya lahan 3 m² saja itu sudah cukup sebenarnya, Mas. Untuk ayam satu paket satu jantan 5 betina itu hanya butuh ruang 1,5 m². Jadi 1,5 * 1 m itu sudah muat diisi satu paket. Kemudian dari situ kita sudah bisa panen 3 sampai 4 butir telur per harinya dari melihara satu paket dari lahan yang sekian itu tadi. Itu sudah sangat cukup dan itu masih ada sisa lahan sekitar 1,5 m bisa kita gunakan untuk menanam sayuran itu hasil kompos dari ayam tadi langsung kita alihkan ke sayuran yang kita tanam tadi. Kalau untuk skala bisnis, misalkan kita hanya fokus di pembesaran daging saja, itu minimal satu bok, Mas, atau 100 ekor. Itu bisa kita rasakan untuk ya lumayanlah untuk nambah-nambah uang dapur seperti itu. Tapi kalau misalkan kita mulai dari peternak yang mandiri itu saran saya mulai dari dua paket dulu, dua jantan 10 betina. Itu setiap minggunya kita sudah bisa produksi DOC sekitar 40 bibit dan itu bisa kita besarkan, bisa kita jual pedaging juga. itu hasilnya jauh lebih maksimal sebagai peterap mandiri. Itu kan kita lebih untung karena yang pertama kita enggak usah beli bibit. Kemudian yang kedua secara cost produksinya bisa lebih kita tekan seperti itu sih Mas. Jadi kalau di ayam KaUB ini kan disebut ayam duiguna. Sebenarnya pada awalnya itu kan fokusnya butika itu kan hanya untuk ayam kampung petelur. Tapi ternyata selain potensial sebagai ayam kampung petelur, ayam KB ini juga memiliki potensi lain yaitu pertumbuhan dagingnya yang cepat juga. Selain itu, rasa daging dari ayam KB ini juga sangat otentik, mirip dengan ayam kampung asli. Makanya di beberapa rumah makan yang legendaris, yang benar-benar menjaga kualitas, ketika rumah makan itu tidak menemukan ayam kampung yang liaran, opsi satu-satunya yang dipilih ayam oleh rumah makan itu adalah ayam KUB, Mas. Karena dari tekstur daging kemudian organoleptik dari ayam KUB ini sangat-sangat menyerupai ayam kampung. Kalau misalkan saya sendiri pernah membandingkan dari bentukan karkas, Mas. Jadi bentukan karkas itu kan ketika ayam beberapa varietas itu sudah dijadikan karkas atau dijadikan daging utuhan itu bentuk fisiknya udah kelihatan berbeda. Jadi ayam KB itu mirip dengan ayam kampung liaran dengan postur yang panjang. Itu salah satu indikasi yang kriteria dari yang diterima oleh rumah makan yang benar-benar menjaga kualitas dari kulinernya. Kalau ayam Kubi bukan rekayasa genetik, Mas. Jadi lebih ke pemuliaan saja dan seleksi. Bukan dari persilangan macam-macam, tapi lebih ke seleksi. Makanya perlu waktu yang sangat panjang untuk merilis ayam KB ini. Baik KUB1 dan KB2. Kalau di harmoni farm, karena kita kan fokusnya di jualan indukan. kita pemuliaan dari segi nutrisi dan perawatan, Mas. Jadi, nutrisi benar-benar kita optimalkan sesuai di fase pertumbuhan mulai dari prestarter, starter, terus grower itu nutrisinya kita sesuaikan sesuai kebutuhan yang diminta oleh ayam seperti itu. Jadi secara teknis itu sebenarnya kebutuhan nutrisi setiap fase ayam itu berbeda, Mas. Jadi mulai dari yang di sebelah kita ini fase broading itu fase dari 0 sampai 1 bulan itu dia mau pakan dengan protein tinggi dan ME-nya tinggi juga karena untuk ngebush dari pertumbuhan dia. Kemudian ketika masuk usia grower 1 bulan ke atas itu mulai kita turunkan dari segi protein dan ME-nya. Kemudian ketika usia 3 bulan ke atas itu kita turunkan lagi me pakan atau energi pakan supaya ayam itu bisa makan lebih banyak dan melatih dari tembolo ayam ini agar ketika fase produksi nanti ayam itu terbiasa makan banyak dan untuk produksi telur kan otomatis butuh nutrisi yang banyak juga itu agar tidak patah produksi karena banyak kasus ayam yang perawatannya salah ketika usia 3 sampai 5 bulan itu fase-fase kritis untuk pulet ketika perawatannya salah ayam itu produksinya enggak bisa sampai afkir lama, Mas. Kalau di MKUB ini afkir harusnya 2 sampai 2,5 tahun. Nah, kalau salah perawatan biasanya sampai usia 1 atau 1,eng tahun itu udah udah produksinya turun drastis. Maka dari itu kita benar-benar menjaga SOP dari nutrisi, kemudian dari obat dan vaksin kita benar-benar memperhatikan itu. Karena kita bekerja sama langsung dari balai makanya SOP langsung kita implementasikan dengan betul agar pembeli-pembeli indukan di benar-benar merasakan manfaatnya AMKUB itu. Sekarang ini banyak kasus, Mas. Jadi kalau kita lihat di sosial media banyak yang menjual AMKUB. Padahal kalau kita lihat secara fisiknya itu bukan ayam KUB, itu udah ayam hasil dari persilangan. Dan sekarang ini miris ya, Mas. Maksudnya salah satu yang menjadikan stigma negatif untuk AMKUB itu karena pedagang-pedagang nakal tadi. Jadi sebenarnya bukan AMKUB tapi diomongno AMKUB. Akhirnya pemula-pemula yang baru mau belajar niatnya cari untung, tapi berhubung salah dari sumber bibit yang dia beli, akhirnya dia enggak dapat untung yang maksimal karena sudah ayam KUB hasil persilangan tadi, bukan murni ayam KUB gitu. Sebenarnya bisa dilihat kok, Mas, secara fisik kalau untuk ayam KUB1 memang masih beragam. Cirinya masih macam-macam. Ada yang warna hitam, putih dan lain sebagainya. Tapi kalau di AMKUB2 ini sudah lumayan seragam. Jadi kalau ayam KUB2 kan ada janaka dan arayana. Kalau janaka itu yang betina warnanya dominan coklat. Kemudian kalau yang jantannya warnanya dominan hitam dengan bulu rawisnya merah. Itu ayam KB2 Janaka. Kalau ayam KB2 Narayana itu bulunya dominan hitam dengan kaki hitam dan jantannya pun juga seperti itu. Bulu dominan hitam dan kakinya juga hitam. Kalau saya lihat di grup-grup sosial media itu banyak yang nawarkan ayam KUB. paketan ayam KUB siap telur. Tapi ternyata secara fisik itu ada ayam yang blirik-birik. Ono sing warnane putih, ono sing warnane ireng. Tapi tetap dibilangnya MKUB. Itu yang yang saya prihatin. Karena kan kasihan pemula. Pemula kan harapannya wah ternak a terunnya banyak tapi ternyata setelah dibeli berhubung salah bibit akhirnya enggak bisa maksimal gitu hasilnya. Kalau untuk di harmoni farm sendiri pengalaman saya mulai dari DOC fase broading sampai dengan panen itu kematian rekor selalu di bawah 2% Mas. Jadi kalau misalkan kita pelihara 100 yang mati di bawah 2 ekor. Treatmennya yang pertama pertama tadi Mas kuncinya ada dinutrisi agar menekan kematian atau problem di ayam pertama adalah nutrisi. Kemudian yang kedua adalah manajemen kandang. Manajemen kandang ini banyak faktor. Salah satunya adalah sirkulasi udara. Kemudian manajemen kotoran ayam itu juga harus benar-benar kita perhatikan agar pertumbuhan ayam ini bisa tetap maksimal dan masalah penyakit dan lain sebagainya itu bisa ditekan seminimal mungkin. Selain itu, vaksin. Vaksin itu juga sangat berpengaruh karena kita kan cetak indukan, otomatis pembeli kita kan invest ya, Mas. Jadi ketika dia beli indukan otomatis ada uang investasi di situ. Makanya kita benar-benar menjaga vaksin itu benar-benar kita lengkapi agar selama fase produksi di pembeli itu benar-benar bisa maksimal untuk induk-indukan yang dari kita. Mungkin untuk ke depannya, Mas, untuk ke depannya saya pengin mengembangkan harmoni farm ini. Saya pengin sebagai wadah sih, Mas, untuk teman-teman yang pengin belajar peternak ayam untuk sebagai sambilan saya pengin jadikan ini sebagai percontohan. Ini loh. Bisa kita bisa memelihara ayam dengan efisiensi tinggi, dengan cara integrated farming dan lain sebagainya. Ya, jadi populasi enggak harus yang sampai ratusan ribu, tapi untung bisa kita sangat-sangat optimalkan seperti itu. Di ekonomi sekarang ini, Mas, yang semuanya serba tidak stabil meskipun kita sudah punya pekerjaan, pasti sewaktu-waktu ada kemungkinan yang tidak kita harapkan. Dan salah satu yang saya pegang untuk sumber penghasilan itu jangan, jangan cuma satu kalau bisa. Nah, maka dari itu saya mulai merintis di harmony farm ini. Saya pengin share ke teman-teman bahwasanya untuk memulai integrated farming atau beternak AMKB itu enggak harus resign dulu kok. Kita bisa mulai sambilan sebagai sambilan. Nanti kalau misalkan sudah mulai lancar, dirasa sudah stable dan penghasilan sudah sesuai harapan kita, kita mau bebas memilih mau fokus di karir kah atau mau fokus di usaha kita kah itu sesuai pilihan teman-teman masing-masing. Saya Fadgul Yusron dari Harmoni Farm Kediri. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Categories