Transcript
Ts-KAxTHAY4 • Dauroh 'Mengenal Asma'ul Husna' Sesi 2 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/3209_Ts-KAxTHAY4.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh alhamdulillah wasalatu
wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wa
ashabihi waman tabiahum biihsan
yaumilqiyamah Amma bad ikhwani Wa
akhwati eh bapak-bapak dan ibu-ibu yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala kita
lanjutkan pembahasan kita masih
tentang ee Manhaj ahlusunah terhadap
ayat-ayat sifat ya
tadi telah kita bahas
bahwasanya di
antara hal yang harus kita yakini dalam
memahami sifat-sifat Allah adalah qat
th idrakil kaifiah yaitu seorang harus
memutuskan harapannya untuk berusaha
memahami kaifiat sifat Allah karena itu
enggak mungkin karena mengenali kaifiat
itu dibangun di atas mengkiaskan atau
menganalogikan dari apa yang ditangkap
oleh panca indra dan ini tidak mungkin
karena Allah telah berfirman Laisa
kamliiai wahua samiul bir sesungguhnya
tidak ada yang serupa dengan Allah dan
Dia Maha Melihat maha mendengar ya tib
hadirin dan hadirat yang dirahmati oleh
Allah subhanahu wa taala
ee di
antara contoh yang disebutkan oleh Syekh
wasam Taimiyah
juga ini contoh pertama Tentang ruh
contoh
kedua tentang naimul
Jannah nikmat-nikmat surga ini yang
disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam
risalah
tatmuriah nikmat-nikmat surga inti dari
contoh tersebut syikhul Islam Taimiyah
ingin menjelaskan ya
bahwasanya di sana ada makhluk
yang nama-namanya
sama dengan
ee makhluk-makhluk yang lain tetapi
hakikatnya berbeda Ya seperti di surga
ada namanya sungai di dunia juga ada
namanya sungai di surga ada namanya buah
di dunia juga ada namanya buah kemudian
di surga ada namanya pohon di dunia juga
ada namanya pohon tetapi hakikatnya
semuanya berbeda di surga ada namanya
wanita di dunia juga namanya wanita tapi
hakikatnya berbeda ya Meskipun namanya
sama hakikatnya berbeda kalau itu antara
makhluk dengan makhluk saja nama sama
hakikatnya berbeda
apalagi makhluk dengan Allah subhanahu
wa taala sebagai contoh di surga ya
Ee Boleh dihapus
semuanya a hapus semuanya hapus semuanya
[Musik]
jadi Ibnu Taimiyah Menyebutkan contoh
tentang nikmat
surga
contoh nikmat
surga dalam kitab apa tadmuriah risalah
tadmuriah untuk
menjelaskan kaedah
kesamaan dalam
nama tidak
melazimkan
kesamaan dalam
hakikat
contoh
jika
ini
berlaku
antara
makhluk dengan makhluk yang
lain maka bagaimana
lagi antara makhluk dan Khalik
Allah berfirman wakallahu samian bir
wakallahu samian
basiro contoh juga ini tentang
Allah contohnya lagi
ya Lais
Kamli wahua samiul bir
makhluk
ya makhluk kata Allah
fajaalnahu gimana ayatnya hal
ins
an perhatikan di sini kata Allah
subhanahu wa taala dan Allah maha
mendengar
mendengar mendengar dan
melihat lihat persis sama seperti ini
persis
samian Basir persis sama Enggak ada
bedanya faalnahu inini manusia kami
jadikan manusia mendengar dan melihat
mendengar dan
melihat lafalnya sama samian sami'an
Basiran Basiran secara lafal tidak ada
bedanya sama-sama mendengar mendengar
melihat-melihat tapi di sini Allah di
sini makhluk paham ini tadi surat apa
alinsan ayat berapa tadi alawal ya
alinsan cari siri nanti alinsan hal at
Alal Insani ayat berapa
coba nanti lihat ya Ada surat
al-insan dapat
tak ha
ayat 2 ayat
2 ayat 2
ya itu ada surat annisayat 58
innallahaana samian bir Innallaha kaana
samian Basir contoh lagi Annisa
134 jadi ini di antaranya surat
apa surah
Annisa ayat
134 wallahu samian basiro
134 demikian juga yang persis sama juga
sat nomor
58 inallah
W Allah 148 juga sama 148 ini semua
surat Annisa wallahu samian
Basir ini ayat
2 tiib di sini perhatikan eh jadi Allah
menyebutkan sami sami basirbasir tetapi
pendengaran Allah tidak sama dengan
pendengaran makhluk ya Sebagai
contoh kita pendengaran kita sangat
terbatas kita kalau mendengar orang
berbicara dari jarak jauh kita sudah
tidak dengar kemudian kalau terlalu
kecil juga kita tidak bisa mendengar ya
Adapun Allah tentunya maha mendengar
segalanya bahkan ya dalam hati aja
berbicara Allah bisa tahu isi hati kita
apalagi apa yang
diucapkan kemudian juga kalau
kita berbicara dengan lima orang
langsung lima orang lagi bicara sama
kita kita sudah susah bingung untuk
menangkap lima orang tadi kita paling
berbicara sama satu sama si A yang b c d
e kita suruh diam kamu diam dulu saya
mau dengar dulu ini Adapun Dengar
langsung lima-limanya kita tidak mampu
ya bagaimana kalau Allah subhanahu wa
taala di padang Arafah kemudian jutaan
manusia berdoa kepada Allah Subhan dalam
satu waktu dan Allah mendengar
seluruhnya dalam satu waktu mereka semua
meminta kepada Allah dan Allah maha
mendengar Nah untuk menjelaskan kaidah
ini kesamaan dalam nama tidak melazimkan
kesamaan dalam hakikat maka syekhul
Islam Ibnu Taimiyah membuat sebuah
perumpamaan contoh yaitu tentang nikmat
Surga Di Surga ya Coba kita perbandingan
ya di
surga surga sama KL ya
[Musik]
k di dunia kan I contoh ada namanya
pohon pohon surga
Hm batangnya dari
emas pohon
QL dari apa
kayu contoh
ya dua kata Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam Ma saajaratin
kata nabi tidak ada sebuah pohon di
surga kecuali batangnya terbuat dari apa
emas gimana bayangkan batang terbuat
dari emas contoh Dua
sungai di
surga Apa isinya apa ee dari madu ya
madu Terus apa susu air
segar Terus apa Laban apa apa lagi
khamar
ya kalau sungai di KL
apa
lumpur ini biar kita tahu namanya sama
sungai dalam sebagian tafsiran sebagian
salah mengatakan al-anha
Eh sebagian Salaf menafsirkan Sungai
surga dengan anh
Nun tajri minir
ukdud
Sungai
Mengalir tanpa
lubang jadi mengalirnya di
atas di atas sebagian tafsiran Salaf
mereka mengatakan sungai di surga itu
tidak ada lubangnya di bawah ya kalau
sungai di KUA lumbur berlubang semuanya
Ya baik ini contoh apalagi beda nya tiga
buah buah di
surga ya tidak mengenal musim setiap
saat
ada musim terus dahannya
rendah rendah mudah
diraih kata
Allah apa namanya ukuluha daimun
ukuluha Daim
ya selalu ada terus apa lagi
eh apa
namanya ini contohnya ya kalau buah di
KL ya durian musangking apa
namanya musangking saya pesan enggak ada
Ternyata saya tanya Pak adigara ada
durian tak tak ada katanya
wah ternyata durian ini tidak selalu ada
di
QL kadang ada kadang tidak ada kalau di
surga selalu
ada buahnya berbeda musimnya berbeda
sama-sama Namanya buah ya kata Allah
kutufuha Daniah dahannya rendah kutufuha
Daniah
Daniah dahannya rendah yang terakhir
cewek di
surga cewek tahu bahasa cewek cewek di
surga dengan cewek di KL sangat jauh
berbeda lihat perbedaannya ya catat
baik-baik
ya cewek di surga muda
terus Mudah terus tidak
ada
baunya H tidak
rewel cewek di KL ngomong sendiri Saya
tidak
tahu di surga perempuan muda terus tidak
pernah tua gadis terus tidak pernah
tidak gadis terus tidak ada baunya tidak
ada buau ktiaknya ya tidak ada bau
ilirnya tidak ada bau kentutnya gak ada
semuanya harum sampai Dalam Hadis
disebutkan in dalam riwayat Ibnu Abbas
berkata
inarula
Alin S la w tamallu suungguhnya seorang
penghuni surga memeluk bidadari di surga
70 tahun dia peluk tidak bosan dipeluk
70 tahun kalau wanita KL berapa
dipeluk satu hari sudah berbagai macam
bau keluar darinya ya tidak Rebel tidak
pernah marah-marah kalau wanita di mana
di surga wanita di KL kadang marah
Kadang enggak ya tergantung nasib
ya kadang dapat nasib yang marah-marah
terus kadang yang dapat nasib jarang
marah-marah beda semuanya lihat wanita
di surga kata Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam putihnya luar biasa kata Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam ya apa
ee apa apa namanya
eh kanahunal yaquutu Wal Marjan wanita
di surga seperti alyaquut Wal Marjan
alyaquut maksudnya adalah intan berlian
almarjan maksudnya adalah mutiara
disebut alyaakut intan berlian dari sisi
beningnya dan disebut almarjan dari sisi
putihnya sehingga bidadari di surga
mengumpulkan
antara saking putih sangat putih dan
sangat bening saking beningnya wanita
surga kata Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam kabiduha miratuhu
suesngguhnya hati bidadari surga wanita
surga itu cermin bagi suaminya Jadi
kalau Anda masuk surga Anda Ketemu
Bidadari wajah anda kelihatan dalam
hatinya ya bukan nama anda aja di dalam
situ bahkan wajah anda kelihatan dalam
hatinya saking bening
tubuhnya Bagaimana kita bisa bayangkan
enggak mungkin anda bisa bayangkan anda
bayangkan paling nih robot ya ini
terbuat dari kaca tidak Dia Manusia
terbuat Allah ciptakan Tetapi dia saking
beningnya sampai wajah kalau seorang
masuk surga tercerminkan di hati Sang
Bidadari luar
biasa begitu beningnya sampai sungsung
tulang dalamnya kelihatan kata Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam ya Eh tentang
apa namanya y Min
eh apa namanya
apa gimana kata kata nabi dilihat
eh sumsumnya di balik daging betisnya
kata nabi Minal Hasan karena saking
cantiknya
ya laham Minal Husni kata nabi terlihat
sumsum betisnya dalam tulangnya
kelihatan saking biknya dibalik
dagingnya karena saking indahnya nabi
tutup dengan perkataan Minal Husni
karena saking indahnya supaya kita tidak
salah khayal karena kalau kita
mengkhayal ada cewek ternyata kelihatan
sumsumnya Wah Kita takut Ini apa ini
hantu
berjalan paham jadi begitulah bidadari
di surga saking putihnya kata Nabi
Sallallahu alhi
wasallami terlihat putih betisnya di
balik 70 gaun Jadi kalau Bidadari sudah
pakai gaun 70 saking putihnya putihnya
itu menembus baju 7 lapis paham Antum
enggak paham Saya juga enggak paham Ti
maksudnya maksudnya saking putihnya
sampai 70 lapis tembustembus ya tembus
itu wanita di surga coba wanita di KL
Coba gak gak begitu ya di Indonesia juga
sama begitu tidak begitu juga jadi ini
semua ingin disampaikan oleh syekhul
Islam in Taimiyah dalam risalah tatmriah
bahwasanya sama nama ini pohon sungai
durian cewek ini makhluk atau bukan
makhluk di QL sama pohon Sungai Buah di
surga ini makhluk bukan makhluk Semua
Ciptaan Allah Tetapi meskipun namanya
sama hakikatnya berbeda bahkan kita
tidak mampu untuk menghayalkan tentang
cewek di surga gak mungkin kita bisa
mengkhayalkan cewek di surga seperti
seperti apa Allah hanya menyebutkan
sebagian sifat-sifatnya dalam al-qur'an
nabi sebut dalam hadis tapi untuk
mengkhayalkan bagaimananya kita enggak
mungkin karena kita pasti salah
mengkhayal makanya saya pernah bikin
broadcast tentang Bidadari Terus ada
yang balas Ustaz Tolong kirim fotonya
Foto siapa mau
[Tertawa]
dikirim Jadi ini semua nah ini Dalil dan
cerdas kecerdasan syikhul Islam B
Taimiyah beliau ingin menjelaskan
kalau antara surga dengan dunia saja
berbeda meskipun namanya sama apalagi
antara ini makhluk dengan makhluk
apalagi antara makhluk dengan apa Tuhan
antara makhluk dengan Khaliq itu tujuan
syikhul Islam Ibnu Taimiyah membuat
suatu perumpamaan di risalah Tad muriah
tentang naimul Jannah tentang nikmat
Surga untuk memantapkan kaidah ini
kesamaan ya
Ee dalam nama tidak melazimkan kesamaan
di pada hakikat kata Ibnu Abbas qala
Ibnu
Abbas Laisa
saaiun fil
Jannah mimma Fid
Dun illa al
asma artinya tidak ada suatuun di surga
dibandingkan dengan dunia kecuali hanya
sekedar nama yang sama tidak ada suatuun
di surga mimma Fid Dunya dibandingkan
dengan dunia yang sama kecuali apa cuma
nama hakikatnya berbeda Nah kalau itu
berlaku antara
ee makhluk dengan makhluk apalagi
makhluk dengan Allah subhanahu wa taala
biar Ee ibu-ibu tidak tersinggung jadi
saya tulis QL dan apa Jakarta
ya nanti dikira
tayb kalau sudah difoto Dihapus yang mau
Catat
catat
wis tolong di-share
katanya tib Kalau sudah tolong dihapus
kita lanjut Tolong dihapus
tiib tadi kita sebutkan kita masih pada
poin Manhaj
ahlusunah
Manhaj
ahlusunah fil isbat fil
isbat tentang apa
penetapan tadi kita sudah bilang
dibangun di atas dua pertama qatut
th sudah kita jelaskan tadi memutuskan
harapan
yang
kedua
tanpa
ee
tatil kemudian namanya apa tahrif
penyimpangan kita akan Jelaskan
makna-makna ini tahrif namanya
ee Tamsil
menyamakanya lagi ee
takyif
membagaimanakan
[Musik]
membagaimanakan atau mengkaifiatkan
atakyif
tib
sekarang yang dimaksud dengan
tatil tatil ini dia lebih umum dia
menolak menolak
seperti seperti
muktazilah seperti
muktazilah Bahwasanya
Allah tidak
berilmu Allah tidak disifati dengan ilmu
kata mereka Allah tidak boleh disifati
dengan ilmu karena kalau Allah disifati
dengan sifat Berarti ada kesyirikan kok
bisa Syirik Nantilah kita bahas nan pas
bahas syubhat tapi intinya contohnya
gini atahrif ada dua Namanya
atahrif Fi
alalfaz fil
makna
diilfal
makna makna ini namanya
takwil lafal Contohnya seperti mereka
ubah
ee waka tapi ini Jang terjadi
wakallamallah
wakallamallahu Musa
taklima harusnya wakallamallahu tapi
mereka rubah wakallamallaha Musa
taklima dan Allah dan Musa berbicara
dengan Allah harusnya
wakallamallahu artinya allah berbicara
dengan Musa
wakallamallahu ini
artinya allah berbicara dengan Musa
Allah
berbicara dengan
Musa tatkala diganti
wakallamallaha diganti dengan
wakallamallaha artinya lain lagi artinya
Musa bicara dengan
allah dan ini merubah lafal dan ini
kekufuran tentunya ini pernah terjadi
Ahlul bidah ya mereka lakukan tapi
sekarang gak adal kebanyakan mereka
menempuh takwil dengan mentakwil namanya
takrif merubah makna contohnya ya istawa
dimakna dengan apa ist taula ini
contohnya ya di atas
diganti dengan
menguasai contohnya
alyad tangan dengan
alquuwah tangan diganti dengan
kekuatan kalau tamsil tamsil artinya
menyamakan sama
persis
menyamakan sama persis
seperti yadun
kaayadin tangan
Allah seperti tangan saya atau tangan
Fulan contohnya Ini hampir tidak ada
sekarang ini pernah ada zaman dahulu
namun sekarang sudah tidak tidak ada
tamsil sudah hampir tidak ada sekarang
yang tersisa sekarang adalah yang ini
masih ada ini masih ada takwil tahrif
masih ada yang ini sudah enggak ada juga
ini hampir enggak ada
takyif membagaimanakan Apa bedanya
takyif sama tamsil kalau tamsil
disebutkan ee kalau takyif ini
tanpa
menyebutkan menyebutkan almumatal
bihi yang yang
disamakan Kalau ini kan disamakan tangan
Allah tangan saya berarti saya
menyebutkan yang disamakan dengan Allah
kalau takyif itu hanya membagaimanakan
Oh tangan Allah tuh begini begegini
tanpa disamakan dengan sesuatu hanya
membagaimanakan paham itu namanya takyif
membagaimanakan pun tidak boleh Oh
tangan Allah tuh begini ee wajah Allah
tuh begini e tanpa bilang seperti wajah
ini enggak perlu tapi dia bilang wajah
Allah misalnya besar atau gimana atau
itu namanya membagaimanakan juga tidak
tidak boleh itu juga tidak diperboleh
itu namanya takyif Nah kita menetapkan
sifat-sifat Allah tanpa ini tanpa ini
tanpa ini tanpa ini tib saya ma kasih
gambaran besar
kira-kira
begini kalau orang
mentamsil menyamakan berarti dia pasti
mentakyif ya tidak dia pasti
mentakyif
paham kalau orang mentamsil menyamakan
si A dengan si B berarti dia telah
membagaimanakan kan paham kalau
Bagaimana kan Berti sudah mentahrif dia
sudah merubah makna yang benar bukan
seperti itu dia pas sudah melakukan
penyelewengan berarti dia menolak makna
yang benar makna yang benar bukan begitu
dia
tolak orang yang mentakyif dia belum
mentamsil mentakyif ini lebih umum belum
tentu dia men tamsil orang yang
mentakrif belum tentu
mentakyif belum tentu mentamsil ya kalau
orang mentatil belum tentu mentahrih
belum makwiimamsil kalau kita mau buat
himpunan kira-kira seperti ini Antum
masih ingat belajar gini enggak waktu SD
SMP
masih paham
gak dari sini kita ambil kaidah yang
sering disut oleh para ulama Kullu
muatilin
mumatil atau apa namanya ini kaidah lain
lagi ini kaidah lain lagi
ee sekarang ini dulu Antum paham Enggak
ini paham ya setiap orang yang mentamsil
dia sudah pasti mentakyif
membagaimanakan dia sudah pasti
menyimpbang dia sudah pasti menolak
makna yang
benar tidak sebaliknya tidak
sebaliknya ini secara pembagian
tib ada kaidah kaidah seb ulama
kaidah
Kullu Kullu
muatil
mumatsil seluruh ini yang
pertama
seluruh penolak sifat
pasti musyabbih atau mumatsil
musyabbih karena
sebelum dia
menolak dia menyamakan
dulu
hah apa yang
terbalik ini lain lagi ini lain lagi
lain lagi ini ini lain ini lain ini
kaidah dengan kelaziman ini kaidah tidak
berkaitan dengan ini ya ini kaidah
kaidah
kelaziman tidak ada kaitannya dengan
gambar dengan bola
ya dengan bulatan ini lain
lagi engak salalah
tib Maksudnya bagaimana Kullu
muatil seorang penolak sifat pasti dia
musyabbiih karena sebelum dia menolak
dia pasti menyamakan contoh seorang yang
menolak Allah istiwa di atas Arsy Kenapa
dia tolak sehingga akhirnya dia
mentahrif merubah menjadi istaula
menguasai karena sebelum dia tolak dia
mikir dulu kalau Allah istiwa berarti
Allah berada di atas berarti Allah butuh
kepada tempat berarti Allah lebih kecil
dari daripada tempat tersebut Kalau
tempat tersebut jatuh Allah ikut jatuh
berarti dia mentasbih dulu baru kemudian
dia tolak tidaklah Mereka menolak sifat
kecuali dalam benaknya mentasbih
dulu paham Saya ulangi Antum tanya sama
orang Kenapa mereka
mentakwil Kenapa mereka
mentakwil sifat istiwa dengan istila
dengan
menguasai sebelum mereka karena mereka
mengatakan kalau kita menetapkan istiwa
melazimkan
tasbih Kenapa berarti Allah berada di
atas yang di atas itu lebih kecil
daripada yang di bawah berarti ars lebih
besar daripada Allah dan kemudian Allah
pasti butuh kepada apa ars kalau arsnya
jatuh Allah juga akan ikut jatuh itu
mereka mentasbih gara-gara mereka
mentasbih akhirnya mereka menolak dengan
mentakwil Paham maksud saya semua orang
yang mentakwil itu di dalam benaknya
mentasbih terlebih dahulu
dulu paham atau tidak sebagaimana
diucapkan oleh arrazi dalam kitabnya
asasut takdis dia mengatakan seandainya
kita menetapkan Allah beristiwa di atas
Arsy berarti Allah lebih kecil daripada
Arsy karena Arsy menaungi Allah dan
berarti Allah butuh kepada enggak boleh
bilang butuh Ya Allah perlu kepada Arsy
Maaf Pak Adi Ting lupa berarti Allah
perlu kepada Arsy kalau arsynya jatuh
Allah juga akan apa jatuh
berarti mereka mentasbih Sebelum
menetapkan padahal ini sangat mudah
dibantah Tidak semua yang di atas
berarti lebih kecil daripada yang di
bawah dan tidak semua yang di atas perlu
kepada yang di
bawah
ya Allah menyebutkan dalam Alquran apa
dalam surat
tentangit ciptakan langit tanpa
tiang langit di atas bumi di bawah
sementara Allah ciptakan langit tersebut
tanpa adanya tiang sehingga Allah
sehingga langit tidak perlu kepada
bumi pertama langit lebih luas daripada
bumi mana yang lebih luasit at bumi
langit di langit matahari ada rembulan
ada macam-macam Mana lebih di atas
langit atau Bumi Langit ternyata yang di
atas lebih besar daripada yang di bawah
dan yang di atas tak perlu kepada yang
di bawah itu antara makhluk Kenapa Anda
bilang Allah kalau di atas berarti harus
lebih kecil dari mana dalilnya itu otak
anda seperti itu Kenapa Anda mengatakan
kalau di atas berarti perlu kepada yang
di bawah itu otak anda kenyataannya
antara Langit Dan Bumi Langit lebih di
atas dan langit tidak perlu kepada yang
di bawah tidak ada tiang menyangga
langit biri
amadinarun kemudian ternyata pun yang di
atas lebih besar daripada yang di bawah
sudah berarti tasbih anda tidak
lazim ini maksudnya kaidah penting kull
muatil
apa mumatil atau musyabbih dan
sebaliknya berdasarkan kelaziman juga
Kullu musyabbih
muatil setiap
pentasbih Pasti
penolak maksudnya apa kalau dia
mentasbih berarti dia menolak makna yang
benar yang benar bukan seperti itu bukan
seperti yang kamu bayangkan jadi
kelaziman kedua ini kelaziman
ada yang tanya kalau enggak saya suruh
hapus lanjut
lagi ada ada yang
bingung nanti sore masih hadir atau
tidak jangan-jangan sudah pulang
semua ini belum masih belum panas nanti
Lebih susah lagi santai
[Tertawa]
aja yang penting paham dulu
jangan lupa tadi ini contohnya tadi
Apa contohnya tadi
apa penolak apa sifat
istiwa dia pasti musyabih dulu sebelum
dia menolak bab Kalau sudah tolong
dihapus nanti besok ada ujiannya tak ini
tib kita lanjutkan
manaj ahlusunah tentang Nafi tentang
Fima lam yarid Fin nusus yang tidak
datang dalam dalil tadi sudah kita
singgung ya yang tidak datang dalam
dalil nafian Wal
isbatan ini yang
penafian
EE mana alusun dalam masalah Nafi yaitu
menetapkan atau
menafikan apa yang
dinafikan oleh
dalil Maa isbati
kamalii
disertai
menetapkan lawannya yang
sempurna
contoh
Allah
tidak ngantuk dan
tidur berarti Allah lawannya apa Allah
Maha
terjaga la takuduhu sinatu wala naum
contohnya W mana minugub
W Masana Min
lugub Allah
tidak Allah tidak
lelah setelah menciptakan langit dan
bumi Na masa berarti lawannya Allah Maha
Apa Maha
Kuat ini
contoh jadi semua yang dinafikan oleh
Allah tujuannya bukan penafian yang
dinafikan dalam al-qur'an penafian bukan
tujuannya penafian tapi lawan dari
penafian tersebut Contoh lagi
wbukailid
Allah tidak zalim
bukan tujuannya ini tujuannya adalanya
Allah Maha Adil itu maksudnya
lawannya jadi
perhatikan lawan daripada ngantuk dan
tidur lawannya adalah Maha
terjaga lawan dari lelah lawannya adalah
Maha Kuat lawan dari zalim lawannya
adalah adil maksudnya itu itu tujuan
Nafi jadi maksud dari penafian dalam
al-qur'an dan Sunah bukan sekedar
penafian
Kenapa demikian Ya lianna
annafyu
almujarrad laaisa
madhan
sekedar
penafian bukanlah
pujian ini semua dibahas di risalah
tatmuriah saya cuma menyampaikan si
nanti kalau antum baca Antum paham
Insyaallah saya menyampaikan secara
ringkas isi tadmriah ya
kenapa
karena ya Tiga sebab ya penafian
semata bukan
pujian yang pujian itu adalah penetapan
adalah
penetapan yang kedua bisa
jadi
penafian karena adamul
qabiliah AdaMu
alqobiliah tidak artinya tidak bisa
menerima per bisa jadi karena bisa jadi
karena tidak
mampu BB saya jelaskan sekarang kenapa
annafyul mujarrad penafian semata itu
bukanlah
pujian dan itu tidak dimaksudkan dalam
hadis-hadis dan ayat Allah kalau
menafikan sesuatu bukan maksudnya
penafian tapi menetapkan lawan dari
penafian tersebut karena kalau penafian
tidak ada pujian saya bilang sama orang
Kamu tidak zalim apa pujiannya pujiannya
kalau dia adil baru itu dipuji kalau
sekedar kamu tidak zalim apa pujiannya
enggak ada pujiannya yang kedua bisa
jadi dipuji karena memang bisa jadi
dinafikan karena ketidakmampuan untuk
menerima contoh kita bilang dinding ini
tidak zalim loh ya memang dia tidak adil
juga Memang dia tidak menerima zalim dan
adil paham tidak mungkin dibilang
dinding ini tidak bodoh ini dia juga
tidak pintar Memang karena dia tidak
menerima pintar dan bodoh paham
tidak contohnya kita mengatakan
apa
dinding dinding tidak
bodoh atau tidak
zalim Kenapa ini bukan berarti kita
memuji dinding karena dinding memang
tidak menerima zalim dan adil dan tidak
menerima bodoh dan pintar paham sehingga
penafian semata tidak menunjukkan pujian
karena bisa jadi dinafikan karena memang
tidak menerima hal tersebut
dan bisa jadi dinafikan karena tidak
mampu seperti perkataan seorang
penyair
kubayilatun la yakdiruna
bidimmatin wala
yadlimasa
habbalin artinya k qubayilah ini artinya
syair ini kabilah kecil tidak berkhianat
sama sekali dan tidak menzalimi manusia
sedikit pun Apakah ini pujian terhadap
kabilah ini dia tidak pernah menzalimi
tidak berkhianat jawabannya bukan pujian
karena memang dia tidak mampu untuk
menzalimi karena dia kabilah kecil
paham saya bilang anak kecil anak ini
orang ini apa namanya tidak bisa apa
namanya ee menundukkan pandangan Ya
karena memang dia masih kecil ngapain
lihat macam-macam paham
ini anak tidak zalim ya tidak zalim
memang dia tidak bisa
menzalimi kalau kita katakan penguasa
tidak zalim itu baru kita Puji Padahal
dia mampu untuk berbuat zalim Nam tidak
berbuat zalim
paham kabilah kecil tidak berkhianat
sedikit pun dan tidak menzalimi ya tidak
menzalimi manusia sedikitp ini penting
Ikhwan ini kaedah nanti akan kita pakai
tatkala masalah pembahasan tentang
melihat Allah subhanahu wa taala tapi
Antum paham dulu bahwasanya ini kaidah
diperlukan Kapan tatkala
membahas
bahas
sifat Allah
dilihat
rukyatullah fil
Jannah kaidah
ini untuk
tib paham
tidak paham
tak sedangkan lafaz-lafal yang tidak ada
dalam dalam dalil ya maka cara ya adalah
ya langkah
pertama ditanyakan
istifsar Apa
maksudnya Langkah kedua
jika sesuai dengan
dalil maka
ditetapkan jika tidak
tidak sesuai maka
ditolak
contoh yang
pertama
Ji maka jika
maksudnya
adalah Allah Maha Tinggi
maka
diterima
dibenarkan jika
maksudnya
Allah diliputi oleh
tempat
maka maka tidak diterima maka
ditolak contoh
kedua misalnya jisem Allah jisem Allah
jisim Tunggu dulu jisim dalam hadis
tidak ada dalam al-quran juga tidak
tidak
ada jihad juga tidak ada dalam al-quran
ada Ulu atau Fa ada tapi jihad gak ada
dalam dalil Enggak ada enggak ditolak
enggak ditetapkan nah sikap kita
bagaimana kita istifsar dulu tanya dulu
maksudnya apa kalau maksudnya adalah
Allah Maha Tinggi maka di dibenarkan ya
menang Allah di F jihha kalau begitu
tapi kalau maksudnya Allah diliputi oleh
tempat kita bilang enggak Allah tidak
ada yang meliputinya maka kita tolak
makna jihad tersebut paham yang kedua
misalnya Jism Jism ya kemudian jika
maksudnya tubuh yang
berdaging maka ditolak
namun jika
maksudnya adalah
zat maka diterima karena Allah
berzat paham tak saya lupa ada beberapa
lafal seperti ini ada risalah ilmiah
kakak Kak kelas saya risalah s2-nya
judulnya alalfaz almjmalah lafal-lafal
yang masih mujmal masih Global bisa
diartikan makna begini bisa diartikan
makna begini dia kumpulkan seluruhnya
yang sering digunakan oleh Ahlul Bida
tatkala berdiskusi ya dan itu tidak ada
dalam al-qur'an tidak juga dalam sunah
maka tidak langsung kita terima tidak
langsung kita tolak tapi kita tanya
Maksud anda apa
sudah hang kah kayaknya enggak bisa
dipaksa
deh sudah dulu nanti malam nanti sore
kita lanjut lagi kita buka tanya jawab
aja dulu ya masih mau
lanjut masih
kuat gak ada yang ya enggak
ada Ya Sudahlah jangan
dipaksa jadi tadi satu rangkaian ya ini
ada tadi Manhaj apa filis bat
ya tadi telah lalu
mana Ustaz stop dulu kayaknya udah hang
semua
ini maksudnya tanya jawab aja ya Hah I
saya masih kuat cuma kasihan lihat
wajah-wajah dari jauh-jauh Kasihan ya
ada yang naik
pesawat Maksudnya saya dari jauh-jauh
Tayib ini dulu nanti kita lanjutkan lagi
bada asar ya Iya
Oh habis ini kapan kajian
lagi nanti malam baru mulai lagi ini ini
kosong ini libur tib yang mau bertanya
silakan kita masih punya waktu sampai
Zuhur
ya nanti bahasan
belakangan ya ya Insyaallah itu ikhbar
lagi yang
bertanya jadi ada namanya ikhbar
pengkhabaran ya
Ee Kita berusaha menetapkan sifat-sifat
Allah sesuai dengan dalil Ya Allah ada
yang lebih bagus daripada qadim adanya
alawal hal awalu ya Yang Maha pertama
qadim ada yang mengatakan maknanya bisa
awal bisa jadi dia dulu tapi dia tidak
tidak apa namanya nya dia tidak Absolute
bisa jadi relatif ya ada sebelumnya dia
adalah dibandingkan dengan yang
setelahnya tapi ada yang lebih akdam
dari dia yaitu yang sebelumnya jadi Tapi
kalau itu ya tadi benar lafal qadim juga
bisa dimasukkan di sini Ya benar itu Ini
bisa juga masuk apa qadim ya kalau
maksudnya qadim adalah Maha awal dialah
yang pertama maka kita terima Tapi kalau
qadim maksudnya pertama tapi dia relatif
tidak Absolute maka tidak kita terima ti
ada lagi yang
bertanya
Hm tolong Jelaskan hikmah Allah tidak
menampakkan zatnya kepada manusia di
dunia karena di
antara manusia diciptakan untuk diuji
kalau Allah menambahkan zatnya sudah
semua orang akan beriman gak usah Allah
Allah muncul ulkan bidadari di QL semua
orang rajin ibadah semuanya itu Bidadari
contoh di mall mana yang ada dua itu
kasih Bidadari satu di situ Mejing
begini semua orang beriman semua
pengajian berhenti kerja semuanya baca
Quran karena Bidadari sudah kelihatan
kamu kalau mati dapat itu siapa orang
semua semangat
paham jadi memang banyak hal yang Allah
tidak tampakkan karena itu berkaitan
dengan gaib seandainya Allah tampakkan
malaikat enggak ada bermaksiat coba
malaikat dua mau catat ente maksiat
dicatat enggak jadi tapi ini berkaitan
karena kita di dunia ini diciptakan
untuk
diuji beriman dengan yang gaib Apakah
anda beriman dengan penghabaran Allah
atau tidak cukup Allah Jelaskan Tuhan
itu ada Nabi Ada setelah itu ujian
semuanya dinampakkan tidak ada lagi
ujian tidak ada orang kafir orang kafir
semuanya bakalan apa beriman dan itu
lepas daripada tujuan Allah Allah
menciptakan manusia untuk apa
diuji Bagaimana pemahaman yang benar
tentang sifat dapat menambah ketakuan
kita kepada Allah dan kesalahan dalam
hal ini mengurangi ketakwaan kepada
Allah
ee contoh saya bilang ya sederhana ya
orang yang parah seperti nasara nasara
salah dalam masalah asma sifat ya
meyakini atau dalam masalah ketuhanan ya
masalah ketuhanan secara umum kalau
salah berbahaya Ya seperti nasara salah
dalam masalah meyakini ada Tuhan anak ya
ini salah
dalam keyakinan ini bukan salah dalam
akhlak orang nasaro mungkin akhlaknya
bagus bahkan di antara mereka saking
begitu rajin beribadah tidak mau nikah
tetapi mereka salah ya disalahkan oleh
Allah dikafirkan kenapa karena salah
dalam masalah keyakinan terhadap Tuhan
nah Allah mengajarkan kepada kita untuk
meyakini Allah sebutkan sifat-sifatnya
untuk kita yakini kita enggak boleh
salah
meyakini kata
dialah Allah yang telah menciptakan
langit dan bumi kemudian Agar kalian
mengetahui Bahwasanya Allah Maha
menguasai atas segala sesuatu ya Dan
Allah ilmunya meliputi segala sesuatu
jadi mempelajari asma sifat dengan benar
kita akan mahami sifat-sifat Allah
dengan dengan benar contoh sederhana
tatkala kita mengetahui ada namanya
sifat wajah dan wajah Allah wajah yang
sangat terindah yang wajah Allah
subhanahu wa taala kalau disingkap maka
Allah orang-orang akan lupa dengan
kenikmatan yang ada itu adalah mazid
tambahan kata Allah lah yya fiha W Maid
bagi mereka apa yang mereka kehendaki di
surga dan kami berikan tambahan yaitu
melihat wajah Allah orang kalau tahu
tentang ini dia rindu untuk bertemu
dengan Allah Dia berdoa untuk bertemu
dengan Allah dia beribadah dengan
kecintaan kepada Allah subhanahu wa
taala ya contoh jadi seperti
eh dia mengetahui Allah Maha mengilmui
ya saya susah bayangkan bagaimana orang
muktazilah mengatakan Allah tidak punya
tidak memiliki sifat ilmu susah ya
tatkala kita mengetahi Allah mencintai
dan Allah bisa dicintai tatkala Allah
mencintai kita ingin dicintai oleh Allah
Allah sebut dalam banyang ayat inallah
yuhib tawabin kita ingin dicintai oleh
Allah maka kita beda tatkala kita tahu
Allah ingin kebaikan dengan Allah
mencintai beda berarti ada Allah rasa
sayang kepada kita ada cinta kepada kita
senang dengan kita ini membuat kita
semangat untuk apa beribadah kalau kita
tahu Allah murka kita enggak berani
maksiat mereka Al bid mengatakan gak
boleh bilang Allah marah enggak boleh
Allah enggak murka tapi apa maksudnya
Allah ingin balas loh ingin balas lain
rasanya berbeda tapi saya katakan tadi
kebanyakan orangor awam mereka tidak
kenal akidahnya Ahlul Bida mereka dengan
fitrah mereka tahu Allah marah Allah
cinta mereka terima dengan fitrah dan
mereka berjalan dengan fitrah mereka
nanti Allah marah sama kamu betapa
banyak anak kecil pun ngomong sama anak
kecil eh kamu jangan mencuri kamu jangan
Bang nanti Allah murka loh dengan
mudahnya mereka mengatakan Allah murka
sementara Al bidah mengatakan gak boleh
kita bilang Allah murka gak boleh bilang
Allah marah kenapa Karena marah itu
jaroyani eh golayani Dam adalah darah
yang apa bergejolak di dalam jantung Lah
ini kan marahnya manusia tidak sama
dengan marahnya apa Allah subhanahu wa
taala ya dengan semakin kita melajari
sifat-sifat Allah kita semakin cinta
kepada Allah logikanya sederhana Tak
Kenal Maka Tak Sayang Semakin kenal
semakin apa Sayang Bagaimana seorang
lebih cinta kepada nabi kalau dia
belajar sirah Nabi dia tahu bagaimana
rahmatnya nabi Bagaimana perjuangan Nabi
lembutnya nabi kita semakin sayang sama
Rasulullah menakjubkan ini manusia ini
apalagi Allah subhanahu wa taala saya
katakan tadi kita merenungkan saja
sifatahu
arhamibadiadiha Allah lebih sayang
kepada hambaNya daripada seorang ibu
terhadap anaknya betapa banyak husnudan
akan muncul di diri kita tatkala kita
tahu hadis ini ternyata Allah lebih
sayang kepada hambaNya daripada seorang
ibu terhadap anaknya Nah kalau kita
bilang oh ini gak benar ini cuma ini
Lain rasanya jadi hambar ibadah kita
kepada Allah subhanahu wa taala wallahu
alam
bissawab Apa bedanya tasbih dengan
Tamsil kalau tasbih itu tamsil adalah
penyamaan tasbih dari segala Sisi
namanya tamsil contoh tangan kita sama
dengan tangan Allah itu namanya tamsil
tasbih dalam sebagian Sisi benar kita
bilang rahmat Allah dari sisi makna sama
dengan rahmat manusia Sisi makna ya itu
rasnya sayang artinya sama-sama sayang
kekuatan sama kita ngerti maknanya
kekuatan itu dari situ ada tasbihnya ada
kesamaannya aslul makna kalau itu
dinamakan tasbih maka itu boleh dan
harus kalau gak kita enggak bisa paham
Apa maknanya Rahmat Apa maknanya kuat
untuk bisa membayangkan Bagaimana
hebatnya Allah Bagaimana bisa merasuk
dalam diri kita tentang hebatnya Allah
kuatnya Allah kita harus tahu makna
kuat paham kalau kita enggak tahu makna
Kuat Kita enggak
bisa mengartikan Allah Maha Kuat nah
kuat yang kita pahami kekuatan manusia
kekuatan makhluk Nah kita bilang Allah
lebih kuat daripada itu semuanya Allah
berfirman tentang kaum Ad ya wama
fastakbaru fil ARD biril Haq waqu Man
asadu Minna quah awalam Yar anallahadzi
khqohum hu as Adapun kaum Ad maka mereka
sombong dan Angku di atas muka bumi
tanpa kebenaran dan mereka berkata Siapa
yang lebih kuat daripada kami kata kaum
kata Allah awalam Yamu Tidakkah mereka
mengetahui anallahadzi khqahum asaduumah
Allah yang menciptakan mereka lebih kuat
daripada daripada mereka ya Jadi ada
tasbih tasbih yang dibolehkan bahkan
diharuskan dari sisi asal makna antara
kekuatan Allah dengan K kekuatan kita
sama-sama ada irisannya sama-sama ada
maknanya tetapi hakikatnya berbeda paham
oleh karenanya syariat tidak datang
dalam menafikan tasbih namun syariat
datang dalam lafal-lafal yang
menunjukkan tamsil seperti almitl Laisa
kamitliai
alkufu walam Yakun lahu kufuan Ahad
kemudian
illahi sama tandingan sama kemudian
alidlan apa Kau jadikan aku sebanding
dengan Allah ID itu kalau antum tahu
e apa namanya himar himar dia membawa
dua keranjang kanan kiri keranjang kan
Kiri namanya idlan kanan dan kiri waktu
Nabi dikatakan oleh sahabat
Masyaallah karena kehendak Allah dan
kehendak engkau Wah Muhammad sallahuaii
wasam mengatakan ajaaltani lillahi idlan
Kau jadikan aku penyimbang bagi Allah
oleh karenanya syariat datang dengan
menafikan lafal-lafal yang menunjukkan
kesamaan seperti ML nid kufu sama
alidl Adapun tasbih tidak ada datang
karena Tasbih ini kita dituduh
musyabbih Kenapa karena kita menyatakan
rahmat Allah dengan rahmat kita maknanya
sama kita dituduh musyabbih kita bilang
itu tasybih yang benar makanya nanti
saya Sebutkan dalam dalam Risalah
saya
sebentar orang yang sering menduduh
musyabih itulah jahmiah orang yang
sering menduduh musyabih itulah jahmiah
sebentar
ee saya bacakan ya
Islam
berkata yakni
salfu melihat seorang kerjanya ini Mus
iniahal
dia maka dia Mere berkata
inahahanyak se
per
yamun minifat musabbihan orang yahmiah
dan muatilah sampai sekarang kata
syikhul Islam di abad ke-8 Menyama
menamakan orang yang menetapkan sifat
dengan apa
musyabbih ini kedustaan
saya bacakan per perkataan Isha bin
rohaw
tanda-tandanya mereka menuduh ahahah
dengan itu tanda-tandanya jahmiah kita
sekarang pun dikatakan musyabihah oleh
mereka Kenapa karena kita mengatakan
rahmat Allah sama dengan rahmat kita
dari sisi makna paham bukan dari sisi
hakikat beda nabi yang
mengatakan Tidakkah kau lihat Bagaimana
Rahmat ibu terhadap anaknya Allah lebih
Rahmat paham kalau Rahmat maknanya beda
ngap yang Allah Nabi bandingkan dengan
rahmat seorang ibu terhadap
anaknya paham tidakah mereka mengatakan
tidak sama loh tidak sama kalau maknanya
sama perkataan nabi sia-sia kalau begitu
perkataan nabi sia-sia ya jadi bedanya
tasbih dengan tamsil kalau tamsil adalah
tasbih dari Sega Sisi kalau tasbih bisa
maknanya benar bisa maknanya salah kalau
maknanya benar adalah tasbih dari sisi
asal makna dari pokok makna maka itu
harus itu benar rahmat Allah dengan
rahmat makhluk sama dari sisi maknanya
hakikatnya berbeda kekuatan Allah dengan
kekuatan makhluk kita pahami sama-sama
kekuatan tapi hakikatnya apa berbeda
paham Bolehkah memanggil orang dengan
Rahman saja ini problem besar ya tentang
masalah
ee masalah nama-nama Allah jadi ada
nama-nama Allah yang merupakan
kekhususan Allah dan itu kebanyakan
berkaitan dengan rububiyah contoh Khali
yata ya Maha Pencipta ya
Ee tidak boleh seorang kita Panggil
Khaliq enggak boleh ada orang namanya
Abdul Khaliq Panggil khalq Khali khal
enggak Boleh saya kenal seorang suopir
namanya Abdul Khaliq dipanggilnya Khaliq
Masyaallah ini pencipta tapi nyetir
mobil gak benar ya Harus dipanggil
lengkap Abdul Khaliq
contoh anak saya yang datang sekarang
Abdur roazq sang Maha Pemberi rezeki
arrazaq Abdur roazak hamba Maha Pemberi
rezeki gak boleh kita Panggil razakrazak
enggak boleh wahai Maha Pemberi rezeki
Padahal dia masih minta
susu masih minta dot Ya gimana Maha
Pemberi rezeki baru minta dot ya jadi
seperti ini kita harus panggilnya
lengkap seperti Arrahman ar-rahman ini
hanya cocok untuk Allah beda rahim
Rahman ini Rahmat yang meliputi segala
sesuatu maka ini tidak layak kecuali
hanya untuk siapa Allah maka sebaiknya
jangan kita Panggil namanya Rahman kita
Panggil ABD Abdurrahman Tetapi kalau
rahim ada e apa namanya eh nabi
mengatakan Allah menyatakan tentang Nabi
Sallallahu alaih wasallam bilminina
rfurahim Nabi Sallallahu alaii wasallam
Rauf dan Rahim kepada kaum mukminin
Muhsin contohnya ada khil Apakah Muhsin
nama Allah atau tidak tapi Allah
menyebutkan Allahu maal Muhsinin Allah
bersama orang-orang yang Muhsin maka
Muhsin boleh Allah boleh juga selain
Allah seperti itu adapun Rahman
sebaiknya jangan dipanggil Rahman saja
tapi panggilnya Abdurrahman saya sering
sampaikan orang-orang Arab itu mereka
tidak ada menyingkat nama kecuali ada
tujuan yang tertentu tetapi kebanyakan
mereka kalau kasih nama dipanggilnya
lengkap seperti teman saya namanya Abdul
Maula atau Abdul Muhaimin semuanya
manggil Ya Abdul Muhaimin anak-anak
kecil juga Panggil di antara mereka ya
Abdul Muhaimin lagi marah-marah ya Abdul
Muhaimin enggak ada Panggil min min min
enggak ada semuanya Panggil lengkap
Abdul
Muhaimin Abdur roazq enggak ada anak
dipanggil anak saya Abdul Muhsin waktu
sekolah di Madinah enggak ada yang
panggil muhsinmuhsin semuanya Panggil ya
Abdul Muhsin teman-temannya kecil
manggil lengkap ya Abdul Muhsin ya Abdul
Muhsin enggak ada yang panggil sinsin ya
di Indonesia jadinya Ucin
Cin jadi makanya aneh orang Indonesia
orang Indonesia gak tahu orang Malaysia
Orang Indonesia itu suka kasih nama
panjang-panjang empat nama buat satu
orang ya Saya punya teman Insyaallah mau
umrah sama saya namanya Tri Raharjo
tofan Nusantara empat nama buat dia
sendiri dipanggilnya
Pan Subhanallah kasih nama
panjang-panjang buat apa dipanggil cuma
disingkat saya Firanda andirja teman
Panggil Fir Fir Fir nak n nak selesai ya
yang sunah nama cuma satu tapi dipanggil
apa lengkap Jadi kalau ada orang namanya
Abdurrahman kita Panggil dengan Nama
lengkapnya mudah-mudahan doa Abdurrahman
hambanya Arrahman bagus jangan disingkat
jadi Rahman kemudian ManMan
ya dan seterusnya
Apakah pemahaman yang benar tentang
hadis
inallahungguhnya Allah menciptakan Adam
sesuai dengan bentuknya ini dibahas Oh
para ulama dan ulama ahlahahasnya dengan
detail dengan masalah ini Adapun makna
in Allah menciptakan Adam sesuai dengan
bentuknya maka
DII kali kepada Allah
allahipakanam untuk Allah bukan berarti
bentuk yang sama tetapi kata para ulama
sebagaimana Allah memiliki zat
sebagaimana Allah memiliki wajah
sebagaimana Allah memiki tangan Miki
mata Adam pun demikian dengan perbedaan
antara Allah dengan wajah Adam dengan
perbedaan antara mata Allah dengan mata
Adam paham nah Sebagian ulama salah
dalam hal ini dan dibantah oleh para
ulama yang lain seperti
mengatakan
Innallaha khalaq Adam ala
Allah menciptakan Adam berdasarkan
bentuknya Adam dan ini salah apakah
sebelum Allah menciptakan Adam sudah ada
bentuknya
Adam yang jelas surah diciptakan dulu
yaakum dalam Alquran apa coba dalam
surah dalam surah
Alf surat Alf ayat 11 kata Allah
um kami ciptakan kalian baru membentuk
kalian berarti pembutungan terjadi
setelah apa penciptaan paham
wqqakummaarnakum kami menciptakan kalian
kemudian Summa ya pakai Summa itu
kemudian Kemudian kami menciptakan
bentuk kalian berarti bentuk setelah
penciptaan Nah kalau hadis itu
ditafsirkan Allah menciptakan Adam
berdasarkan bentuk Adam berarti bentuk
Adam sudah ada sebelum penciptaan paham
atau tidak Dan itu salah batil karena
pembentukan Adam setelah diciptakan dulu
baru k Allah bentuk yang benar Allah
menciptakan Adam makanya Mulia karena
Allah ciptakan Adam sesuai dengan bentuk
Allah subhanahu wa taala berbeda dengan
hewan-hewan tidak ya Ada bentuk yang
Allah subhanahu wa taala seperti
kemuliaan wajah dan yang lainnya dan itu
menunjukkan kemuliaan Adam alaih salam
ya tapi bagaimanapun wajah Allah berbeda
dengan wajah Adam Tan Allah berbeda
dengan tangan Adam
mata Allah beda dengan Adam dan yang
lainnya zat Allah beda dengan zat Adam
ini yang dijelaskan oleh Sebagian ulama
wahuam bawab demikian saja kajian kita
Pada kesempatan kali ini Insyaallah kita
lanjutkan nanti malam semoga Antum masih
hadir yang masih mau hadir mana coba
angkat
tangan yang masih mau hadir Yang lain
mana Enggak
hadir Nanti malam kita ketemu lagi
wabillahi taufik wal hidayayah
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh