Transcript
Ts-KAxTHAY4 • Dauroh 'Mengenal Asma'ul Husna' Sesi 2 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/3209_Ts-KAxTHAY4.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsan yaumilqiyamah Amma bad ikhwani Wa akhwati eh bapak-bapak dan ibu-ibu yang dirahmati Allah subhanahu wa taala kita lanjutkan pembahasan kita masih tentang ee Manhaj ahlusunah terhadap ayat-ayat sifat ya tadi telah kita bahas bahwasanya di antara hal yang harus kita yakini dalam memahami sifat-sifat Allah adalah qat th idrakil kaifiah yaitu seorang harus memutuskan harapannya untuk berusaha memahami kaifiat sifat Allah karena itu enggak mungkin karena mengenali kaifiat itu dibangun di atas mengkiaskan atau menganalogikan dari apa yang ditangkap oleh panca indra dan ini tidak mungkin karena Allah telah berfirman Laisa kamliiai wahua samiul bir sesungguhnya tidak ada yang serupa dengan Allah dan Dia Maha Melihat maha mendengar ya tib hadirin dan hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala ee di antara contoh yang disebutkan oleh Syekh wasam Taimiyah juga ini contoh pertama Tentang ruh contoh kedua tentang naimul Jannah nikmat-nikmat surga ini yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam risalah tatmuriah nikmat-nikmat surga inti dari contoh tersebut syikhul Islam Taimiyah ingin menjelaskan ya bahwasanya di sana ada makhluk yang nama-namanya sama dengan ee makhluk-makhluk yang lain tetapi hakikatnya berbeda Ya seperti di surga ada namanya sungai di dunia juga ada namanya sungai di surga ada namanya buah di dunia juga ada namanya buah kemudian di surga ada namanya pohon di dunia juga ada namanya pohon tetapi hakikatnya semuanya berbeda di surga ada namanya wanita di dunia juga namanya wanita tapi hakikatnya berbeda ya Meskipun namanya sama hakikatnya berbeda kalau itu antara makhluk dengan makhluk saja nama sama hakikatnya berbeda apalagi makhluk dengan Allah subhanahu wa taala sebagai contoh di surga ya Ee Boleh dihapus semuanya a hapus semuanya hapus semuanya [Musik] jadi Ibnu Taimiyah Menyebutkan contoh tentang nikmat surga contoh nikmat surga dalam kitab apa tadmuriah risalah tadmuriah untuk menjelaskan kaedah kesamaan dalam nama tidak melazimkan kesamaan dalam hakikat contoh jika ini berlaku antara makhluk dengan makhluk yang lain maka bagaimana lagi antara makhluk dan Khalik Allah berfirman wakallahu samian bir wakallahu samian basiro contoh juga ini tentang Allah contohnya lagi ya Lais Kamli wahua samiul bir makhluk ya makhluk kata Allah fajaalnahu gimana ayatnya hal ins an perhatikan di sini kata Allah subhanahu wa taala dan Allah maha mendengar mendengar mendengar dan melihat lihat persis sama seperti ini persis samian Basir persis sama Enggak ada bedanya faalnahu inini manusia kami jadikan manusia mendengar dan melihat mendengar dan melihat lafalnya sama samian sami'an Basiran Basiran secara lafal tidak ada bedanya sama-sama mendengar mendengar melihat-melihat tapi di sini Allah di sini makhluk paham ini tadi surat apa alinsan ayat berapa tadi alawal ya alinsan cari siri nanti alinsan hal at Alal Insani ayat berapa coba nanti lihat ya Ada surat al-insan dapat tak ha ayat 2 ayat 2 ayat 2 ya itu ada surat annisayat 58 innallahaana samian bir Innallaha kaana samian Basir contoh lagi Annisa 134 jadi ini di antaranya surat apa surah Annisa ayat 134 wallahu samian basiro 134 demikian juga yang persis sama juga sat nomor 58 inallah W Allah 148 juga sama 148 ini semua surat Annisa wallahu samian Basir ini ayat 2 tiib di sini perhatikan eh jadi Allah menyebutkan sami sami basirbasir tetapi pendengaran Allah tidak sama dengan pendengaran makhluk ya Sebagai contoh kita pendengaran kita sangat terbatas kita kalau mendengar orang berbicara dari jarak jauh kita sudah tidak dengar kemudian kalau terlalu kecil juga kita tidak bisa mendengar ya Adapun Allah tentunya maha mendengar segalanya bahkan ya dalam hati aja berbicara Allah bisa tahu isi hati kita apalagi apa yang diucapkan kemudian juga kalau kita berbicara dengan lima orang langsung lima orang lagi bicara sama kita kita sudah susah bingung untuk menangkap lima orang tadi kita paling berbicara sama satu sama si A yang b c d e kita suruh diam kamu diam dulu saya mau dengar dulu ini Adapun Dengar langsung lima-limanya kita tidak mampu ya bagaimana kalau Allah subhanahu wa taala di padang Arafah kemudian jutaan manusia berdoa kepada Allah Subhan dalam satu waktu dan Allah mendengar seluruhnya dalam satu waktu mereka semua meminta kepada Allah dan Allah maha mendengar Nah untuk menjelaskan kaidah ini kesamaan dalam nama tidak melazimkan kesamaan dalam hakikat maka syekhul Islam Ibnu Taimiyah membuat sebuah perumpamaan contoh yaitu tentang nikmat Surga Di Surga ya Coba kita perbandingan ya di surga surga sama KL ya [Musik] k di dunia kan I contoh ada namanya pohon pohon surga Hm batangnya dari emas pohon QL dari apa kayu contoh ya dua kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Ma saajaratin kata nabi tidak ada sebuah pohon di surga kecuali batangnya terbuat dari apa emas gimana bayangkan batang terbuat dari emas contoh Dua sungai di surga Apa isinya apa ee dari madu ya madu Terus apa susu air segar Terus apa Laban apa apa lagi khamar ya kalau sungai di KL apa lumpur ini biar kita tahu namanya sama sungai dalam sebagian tafsiran sebagian salah mengatakan al-anha Eh sebagian Salaf menafsirkan Sungai surga dengan anh Nun tajri minir ukdud Sungai Mengalir tanpa lubang jadi mengalirnya di atas di atas sebagian tafsiran Salaf mereka mengatakan sungai di surga itu tidak ada lubangnya di bawah ya kalau sungai di KUA lumbur berlubang semuanya Ya baik ini contoh apalagi beda nya tiga buah buah di surga ya tidak mengenal musim setiap saat ada musim terus dahannya rendah rendah mudah diraih kata Allah apa namanya ukuluha daimun ukuluha Daim ya selalu ada terus apa lagi eh apa namanya ini contohnya ya kalau buah di KL ya durian musangking apa namanya musangking saya pesan enggak ada Ternyata saya tanya Pak adigara ada durian tak tak ada katanya wah ternyata durian ini tidak selalu ada di QL kadang ada kadang tidak ada kalau di surga selalu ada buahnya berbeda musimnya berbeda sama-sama Namanya buah ya kata Allah kutufuha Daniah dahannya rendah kutufuha Daniah Daniah dahannya rendah yang terakhir cewek di surga cewek tahu bahasa cewek cewek di surga dengan cewek di KL sangat jauh berbeda lihat perbedaannya ya catat baik-baik ya cewek di surga muda terus Mudah terus tidak ada baunya H tidak rewel cewek di KL ngomong sendiri Saya tidak tahu di surga perempuan muda terus tidak pernah tua gadis terus tidak pernah tidak gadis terus tidak ada baunya tidak ada buau ktiaknya ya tidak ada bau ilirnya tidak ada bau kentutnya gak ada semuanya harum sampai Dalam Hadis disebutkan in dalam riwayat Ibnu Abbas berkata inarula Alin S la w tamallu suungguhnya seorang penghuni surga memeluk bidadari di surga 70 tahun dia peluk tidak bosan dipeluk 70 tahun kalau wanita KL berapa dipeluk satu hari sudah berbagai macam bau keluar darinya ya tidak Rebel tidak pernah marah-marah kalau wanita di mana di surga wanita di KL kadang marah Kadang enggak ya tergantung nasib ya kadang dapat nasib yang marah-marah terus kadang yang dapat nasib jarang marah-marah beda semuanya lihat wanita di surga kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam putihnya luar biasa kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya apa ee apa apa namanya eh kanahunal yaquutu Wal Marjan wanita di surga seperti alyaquut Wal Marjan alyaquut maksudnya adalah intan berlian almarjan maksudnya adalah mutiara disebut alyaakut intan berlian dari sisi beningnya dan disebut almarjan dari sisi putihnya sehingga bidadari di surga mengumpulkan antara saking putih sangat putih dan sangat bening saking beningnya wanita surga kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kabiduha miratuhu suesngguhnya hati bidadari surga wanita surga itu cermin bagi suaminya Jadi kalau Anda masuk surga Anda Ketemu Bidadari wajah anda kelihatan dalam hatinya ya bukan nama anda aja di dalam situ bahkan wajah anda kelihatan dalam hatinya saking bening tubuhnya Bagaimana kita bisa bayangkan enggak mungkin anda bisa bayangkan anda bayangkan paling nih robot ya ini terbuat dari kaca tidak Dia Manusia terbuat Allah ciptakan Tetapi dia saking beningnya sampai wajah kalau seorang masuk surga tercerminkan di hati Sang Bidadari luar biasa begitu beningnya sampai sungsung tulang dalamnya kelihatan kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya Eh tentang apa namanya y Min eh apa namanya apa gimana kata kata nabi dilihat eh sumsumnya di balik daging betisnya kata nabi Minal Hasan karena saking cantiknya ya laham Minal Husni kata nabi terlihat sumsum betisnya dalam tulangnya kelihatan saking biknya dibalik dagingnya karena saking indahnya nabi tutup dengan perkataan Minal Husni karena saking indahnya supaya kita tidak salah khayal karena kalau kita mengkhayal ada cewek ternyata kelihatan sumsumnya Wah Kita takut Ini apa ini hantu berjalan paham jadi begitulah bidadari di surga saking putihnya kata Nabi Sallallahu alhi wasallami terlihat putih betisnya di balik 70 gaun Jadi kalau Bidadari sudah pakai gaun 70 saking putihnya putihnya itu menembus baju 7 lapis paham Antum enggak paham Saya juga enggak paham Ti maksudnya maksudnya saking putihnya sampai 70 lapis tembustembus ya tembus itu wanita di surga coba wanita di KL Coba gak gak begitu ya di Indonesia juga sama begitu tidak begitu juga jadi ini semua ingin disampaikan oleh syekhul Islam in Taimiyah dalam risalah tatmriah bahwasanya sama nama ini pohon sungai durian cewek ini makhluk atau bukan makhluk di QL sama pohon Sungai Buah di surga ini makhluk bukan makhluk Semua Ciptaan Allah Tetapi meskipun namanya sama hakikatnya berbeda bahkan kita tidak mampu untuk menghayalkan tentang cewek di surga gak mungkin kita bisa mengkhayalkan cewek di surga seperti seperti apa Allah hanya menyebutkan sebagian sifat-sifatnya dalam al-qur'an nabi sebut dalam hadis tapi untuk mengkhayalkan bagaimananya kita enggak mungkin karena kita pasti salah mengkhayal makanya saya pernah bikin broadcast tentang Bidadari Terus ada yang balas Ustaz Tolong kirim fotonya Foto siapa mau [Tertawa] dikirim Jadi ini semua nah ini Dalil dan cerdas kecerdasan syikhul Islam B Taimiyah beliau ingin menjelaskan kalau antara surga dengan dunia saja berbeda meskipun namanya sama apalagi antara ini makhluk dengan makhluk apalagi antara makhluk dengan apa Tuhan antara makhluk dengan Khaliq itu tujuan syikhul Islam Ibnu Taimiyah membuat suatu perumpamaan di risalah Tad muriah tentang naimul Jannah tentang nikmat Surga untuk memantapkan kaidah ini kesamaan ya Ee dalam nama tidak melazimkan kesamaan di pada hakikat kata Ibnu Abbas qala Ibnu Abbas Laisa saaiun fil Jannah mimma Fid Dun illa al asma artinya tidak ada suatuun di surga dibandingkan dengan dunia kecuali hanya sekedar nama yang sama tidak ada suatuun di surga mimma Fid Dunya dibandingkan dengan dunia yang sama kecuali apa cuma nama hakikatnya berbeda Nah kalau itu berlaku antara ee makhluk dengan makhluk apalagi makhluk dengan Allah subhanahu wa taala biar Ee ibu-ibu tidak tersinggung jadi saya tulis QL dan apa Jakarta ya nanti dikira tayb kalau sudah difoto Dihapus yang mau Catat catat wis tolong di-share katanya tib Kalau sudah tolong dihapus kita lanjut Tolong dihapus tiib tadi kita sebutkan kita masih pada poin Manhaj ahlusunah Manhaj ahlusunah fil isbat fil isbat tentang apa penetapan tadi kita sudah bilang dibangun di atas dua pertama qatut th sudah kita jelaskan tadi memutuskan harapan yang kedua tanpa ee tatil kemudian namanya apa tahrif penyimpangan kita akan Jelaskan makna-makna ini tahrif namanya ee Tamsil menyamakanya lagi ee takyif membagaimanakan [Musik] membagaimanakan atau mengkaifiatkan atakyif tib sekarang yang dimaksud dengan tatil tatil ini dia lebih umum dia menolak menolak seperti seperti muktazilah seperti muktazilah Bahwasanya Allah tidak berilmu Allah tidak disifati dengan ilmu kata mereka Allah tidak boleh disifati dengan ilmu karena kalau Allah disifati dengan sifat Berarti ada kesyirikan kok bisa Syirik Nantilah kita bahas nan pas bahas syubhat tapi intinya contohnya gini atahrif ada dua Namanya atahrif Fi alalfaz fil makna diilfal makna makna ini namanya takwil lafal Contohnya seperti mereka ubah ee waka tapi ini Jang terjadi wakallamallah wakallamallahu Musa taklima harusnya wakallamallahu tapi mereka rubah wakallamallaha Musa taklima dan Allah dan Musa berbicara dengan Allah harusnya wakallamallahu artinya allah berbicara dengan Musa wakallamallahu ini artinya allah berbicara dengan Musa Allah berbicara dengan Musa tatkala diganti wakallamallaha diganti dengan wakallamallaha artinya lain lagi artinya Musa bicara dengan allah dan ini merubah lafal dan ini kekufuran tentunya ini pernah terjadi Ahlul bidah ya mereka lakukan tapi sekarang gak adal kebanyakan mereka menempuh takwil dengan mentakwil namanya takrif merubah makna contohnya ya istawa dimakna dengan apa ist taula ini contohnya ya di atas diganti dengan menguasai contohnya alyad tangan dengan alquuwah tangan diganti dengan kekuatan kalau tamsil tamsil artinya menyamakan sama persis menyamakan sama persis seperti yadun kaayadin tangan Allah seperti tangan saya atau tangan Fulan contohnya Ini hampir tidak ada sekarang ini pernah ada zaman dahulu namun sekarang sudah tidak tidak ada tamsil sudah hampir tidak ada sekarang yang tersisa sekarang adalah yang ini masih ada ini masih ada takwil tahrif masih ada yang ini sudah enggak ada juga ini hampir enggak ada takyif membagaimanakan Apa bedanya takyif sama tamsil kalau tamsil disebutkan ee kalau takyif ini tanpa menyebutkan menyebutkan almumatal bihi yang yang disamakan Kalau ini kan disamakan tangan Allah tangan saya berarti saya menyebutkan yang disamakan dengan Allah kalau takyif itu hanya membagaimanakan Oh tangan Allah tuh begini begegini tanpa disamakan dengan sesuatu hanya membagaimanakan paham itu namanya takyif membagaimanakan pun tidak boleh Oh tangan Allah tuh begini ee wajah Allah tuh begini e tanpa bilang seperti wajah ini enggak perlu tapi dia bilang wajah Allah misalnya besar atau gimana atau itu namanya membagaimanakan juga tidak tidak boleh itu juga tidak diperboleh itu namanya takyif Nah kita menetapkan sifat-sifat Allah tanpa ini tanpa ini tanpa ini tanpa ini tib saya ma kasih gambaran besar kira-kira begini kalau orang mentamsil menyamakan berarti dia pasti mentakyif ya tidak dia pasti mentakyif paham kalau orang mentamsil menyamakan si A dengan si B berarti dia telah membagaimanakan kan paham kalau Bagaimana kan Berti sudah mentahrif dia sudah merubah makna yang benar bukan seperti itu dia pas sudah melakukan penyelewengan berarti dia menolak makna yang benar makna yang benar bukan begitu dia tolak orang yang mentakyif dia belum mentamsil mentakyif ini lebih umum belum tentu dia men tamsil orang yang mentakrif belum tentu mentakyif belum tentu mentamsil ya kalau orang mentatil belum tentu mentahrih belum makwiimamsil kalau kita mau buat himpunan kira-kira seperti ini Antum masih ingat belajar gini enggak waktu SD SMP masih paham gak dari sini kita ambil kaidah yang sering disut oleh para ulama Kullu muatilin mumatil atau apa namanya ini kaidah lain lagi ini kaidah lain lagi ee sekarang ini dulu Antum paham Enggak ini paham ya setiap orang yang mentamsil dia sudah pasti mentakyif membagaimanakan dia sudah pasti menyimpbang dia sudah pasti menolak makna yang benar tidak sebaliknya tidak sebaliknya ini secara pembagian tib ada kaidah kaidah seb ulama kaidah Kullu Kullu muatil mumatsil seluruh ini yang pertama seluruh penolak sifat pasti musyabbih atau mumatsil musyabbih karena sebelum dia menolak dia menyamakan dulu hah apa yang terbalik ini lain lagi ini lain lagi lain lagi ini ini lain ini lain ini kaidah dengan kelaziman ini kaidah tidak berkaitan dengan ini ya ini kaidah kaidah kelaziman tidak ada kaitannya dengan gambar dengan bola ya dengan bulatan ini lain lagi engak salalah tib Maksudnya bagaimana Kullu muatil seorang penolak sifat pasti dia musyabbiih karena sebelum dia menolak dia pasti menyamakan contoh seorang yang menolak Allah istiwa di atas Arsy Kenapa dia tolak sehingga akhirnya dia mentahrif merubah menjadi istaula menguasai karena sebelum dia tolak dia mikir dulu kalau Allah istiwa berarti Allah berada di atas berarti Allah butuh kepada tempat berarti Allah lebih kecil dari daripada tempat tersebut Kalau tempat tersebut jatuh Allah ikut jatuh berarti dia mentasbih dulu baru kemudian dia tolak tidaklah Mereka menolak sifat kecuali dalam benaknya mentasbih dulu paham Saya ulangi Antum tanya sama orang Kenapa mereka mentakwil Kenapa mereka mentakwil sifat istiwa dengan istila dengan menguasai sebelum mereka karena mereka mengatakan kalau kita menetapkan istiwa melazimkan tasbih Kenapa berarti Allah berada di atas yang di atas itu lebih kecil daripada yang di bawah berarti ars lebih besar daripada Allah dan kemudian Allah pasti butuh kepada apa ars kalau arsnya jatuh Allah juga akan ikut jatuh itu mereka mentasbih gara-gara mereka mentasbih akhirnya mereka menolak dengan mentakwil Paham maksud saya semua orang yang mentakwil itu di dalam benaknya mentasbih terlebih dahulu dulu paham atau tidak sebagaimana diucapkan oleh arrazi dalam kitabnya asasut takdis dia mengatakan seandainya kita menetapkan Allah beristiwa di atas Arsy berarti Allah lebih kecil daripada Arsy karena Arsy menaungi Allah dan berarti Allah butuh kepada enggak boleh bilang butuh Ya Allah perlu kepada Arsy Maaf Pak Adi Ting lupa berarti Allah perlu kepada Arsy kalau arsynya jatuh Allah juga akan apa jatuh berarti mereka mentasbih Sebelum menetapkan padahal ini sangat mudah dibantah Tidak semua yang di atas berarti lebih kecil daripada yang di bawah dan tidak semua yang di atas perlu kepada yang di bawah ya Allah menyebutkan dalam Alquran apa dalam surat tentangit ciptakan langit tanpa tiang langit di atas bumi di bawah sementara Allah ciptakan langit tersebut tanpa adanya tiang sehingga Allah sehingga langit tidak perlu kepada bumi pertama langit lebih luas daripada bumi mana yang lebih luasit at bumi langit di langit matahari ada rembulan ada macam-macam Mana lebih di atas langit atau Bumi Langit ternyata yang di atas lebih besar daripada yang di bawah dan yang di atas tak perlu kepada yang di bawah itu antara makhluk Kenapa Anda bilang Allah kalau di atas berarti harus lebih kecil dari mana dalilnya itu otak anda seperti itu Kenapa Anda mengatakan kalau di atas berarti perlu kepada yang di bawah itu otak anda kenyataannya antara Langit Dan Bumi Langit lebih di atas dan langit tidak perlu kepada yang di bawah tidak ada tiang menyangga langit biri amadinarun kemudian ternyata pun yang di atas lebih besar daripada yang di bawah sudah berarti tasbih anda tidak lazim ini maksudnya kaidah penting kull muatil apa mumatil atau musyabbih dan sebaliknya berdasarkan kelaziman juga Kullu musyabbih muatil setiap pentasbih Pasti penolak maksudnya apa kalau dia mentasbih berarti dia menolak makna yang benar yang benar bukan seperti itu bukan seperti yang kamu bayangkan jadi kelaziman kedua ini kelaziman ada yang tanya kalau enggak saya suruh hapus lanjut lagi ada ada yang bingung nanti sore masih hadir atau tidak jangan-jangan sudah pulang semua ini belum masih belum panas nanti Lebih susah lagi santai [Tertawa] aja yang penting paham dulu jangan lupa tadi ini contohnya tadi Apa contohnya tadi apa penolak apa sifat istiwa dia pasti musyabih dulu sebelum dia menolak bab Kalau sudah tolong dihapus nanti besok ada ujiannya tak ini tib kita lanjutkan manaj ahlusunah tentang Nafi tentang Fima lam yarid Fin nusus yang tidak datang dalam dalil tadi sudah kita singgung ya yang tidak datang dalam dalil nafian Wal isbatan ini yang penafian EE mana alusun dalam masalah Nafi yaitu menetapkan atau menafikan apa yang dinafikan oleh dalil Maa isbati kamalii disertai menetapkan lawannya yang sempurna contoh Allah tidak ngantuk dan tidur berarti Allah lawannya apa Allah Maha terjaga la takuduhu sinatu wala naum contohnya W mana minugub W Masana Min lugub Allah tidak Allah tidak lelah setelah menciptakan langit dan bumi Na masa berarti lawannya Allah Maha Apa Maha Kuat ini contoh jadi semua yang dinafikan oleh Allah tujuannya bukan penafian yang dinafikan dalam al-qur'an penafian bukan tujuannya penafian tapi lawan dari penafian tersebut Contoh lagi wbukailid Allah tidak zalim bukan tujuannya ini tujuannya adalanya Allah Maha Adil itu maksudnya lawannya jadi perhatikan lawan daripada ngantuk dan tidur lawannya adalah Maha terjaga lawan dari lelah lawannya adalah Maha Kuat lawan dari zalim lawannya adalah adil maksudnya itu itu tujuan Nafi jadi maksud dari penafian dalam al-qur'an dan Sunah bukan sekedar penafian Kenapa demikian Ya lianna annafyu almujarrad laaisa madhan sekedar penafian bukanlah pujian ini semua dibahas di risalah tatmuriah saya cuma menyampaikan si nanti kalau antum baca Antum paham Insyaallah saya menyampaikan secara ringkas isi tadmriah ya kenapa karena ya Tiga sebab ya penafian semata bukan pujian yang pujian itu adalah penetapan adalah penetapan yang kedua bisa jadi penafian karena adamul qabiliah AdaMu alqobiliah tidak artinya tidak bisa menerima per bisa jadi karena bisa jadi karena tidak mampu BB saya jelaskan sekarang kenapa annafyul mujarrad penafian semata itu bukanlah pujian dan itu tidak dimaksudkan dalam hadis-hadis dan ayat Allah kalau menafikan sesuatu bukan maksudnya penafian tapi menetapkan lawan dari penafian tersebut karena kalau penafian tidak ada pujian saya bilang sama orang Kamu tidak zalim apa pujiannya pujiannya kalau dia adil baru itu dipuji kalau sekedar kamu tidak zalim apa pujiannya enggak ada pujiannya yang kedua bisa jadi dipuji karena memang bisa jadi dinafikan karena ketidakmampuan untuk menerima contoh kita bilang dinding ini tidak zalim loh ya memang dia tidak adil juga Memang dia tidak menerima zalim dan adil paham tidak mungkin dibilang dinding ini tidak bodoh ini dia juga tidak pintar Memang karena dia tidak menerima pintar dan bodoh paham tidak contohnya kita mengatakan apa dinding dinding tidak bodoh atau tidak zalim Kenapa ini bukan berarti kita memuji dinding karena dinding memang tidak menerima zalim dan adil dan tidak menerima bodoh dan pintar paham sehingga penafian semata tidak menunjukkan pujian karena bisa jadi dinafikan karena memang tidak menerima hal tersebut dan bisa jadi dinafikan karena tidak mampu seperti perkataan seorang penyair kubayilatun la yakdiruna bidimmatin wala yadlimasa habbalin artinya k qubayilah ini artinya syair ini kabilah kecil tidak berkhianat sama sekali dan tidak menzalimi manusia sedikit pun Apakah ini pujian terhadap kabilah ini dia tidak pernah menzalimi tidak berkhianat jawabannya bukan pujian karena memang dia tidak mampu untuk menzalimi karena dia kabilah kecil paham saya bilang anak kecil anak ini orang ini apa namanya tidak bisa apa namanya ee menundukkan pandangan Ya karena memang dia masih kecil ngapain lihat macam-macam paham ini anak tidak zalim ya tidak zalim memang dia tidak bisa menzalimi kalau kita katakan penguasa tidak zalim itu baru kita Puji Padahal dia mampu untuk berbuat zalim Nam tidak berbuat zalim paham kabilah kecil tidak berkhianat sedikit pun dan tidak menzalimi ya tidak menzalimi manusia sedikitp ini penting Ikhwan ini kaedah nanti akan kita pakai tatkala masalah pembahasan tentang melihat Allah subhanahu wa taala tapi Antum paham dulu bahwasanya ini kaidah diperlukan Kapan tatkala membahas bahas sifat Allah dilihat rukyatullah fil Jannah kaidah ini untuk tib paham tidak paham tak sedangkan lafaz-lafal yang tidak ada dalam dalam dalil ya maka cara ya adalah ya langkah pertama ditanyakan istifsar Apa maksudnya Langkah kedua jika sesuai dengan dalil maka ditetapkan jika tidak tidak sesuai maka ditolak contoh yang pertama Ji maka jika maksudnya adalah Allah Maha Tinggi maka diterima dibenarkan jika maksudnya Allah diliputi oleh tempat maka maka tidak diterima maka ditolak contoh kedua misalnya jisem Allah jisem Allah jisim Tunggu dulu jisim dalam hadis tidak ada dalam al-quran juga tidak tidak ada jihad juga tidak ada dalam al-quran ada Ulu atau Fa ada tapi jihad gak ada dalam dalil Enggak ada enggak ditolak enggak ditetapkan nah sikap kita bagaimana kita istifsar dulu tanya dulu maksudnya apa kalau maksudnya adalah Allah Maha Tinggi maka di dibenarkan ya menang Allah di F jihha kalau begitu tapi kalau maksudnya Allah diliputi oleh tempat kita bilang enggak Allah tidak ada yang meliputinya maka kita tolak makna jihad tersebut paham yang kedua misalnya Jism Jism ya kemudian jika maksudnya tubuh yang berdaging maka ditolak namun jika maksudnya adalah zat maka diterima karena Allah berzat paham tak saya lupa ada beberapa lafal seperti ini ada risalah ilmiah kakak Kak kelas saya risalah s2-nya judulnya alalfaz almjmalah lafal-lafal yang masih mujmal masih Global bisa diartikan makna begini bisa diartikan makna begini dia kumpulkan seluruhnya yang sering digunakan oleh Ahlul Bida tatkala berdiskusi ya dan itu tidak ada dalam al-qur'an tidak juga dalam sunah maka tidak langsung kita terima tidak langsung kita tolak tapi kita tanya Maksud anda apa sudah hang kah kayaknya enggak bisa dipaksa deh sudah dulu nanti malam nanti sore kita lanjut lagi kita buka tanya jawab aja dulu ya masih mau lanjut masih kuat gak ada yang ya enggak ada Ya Sudahlah jangan dipaksa jadi tadi satu rangkaian ya ini ada tadi Manhaj apa filis bat ya tadi telah lalu mana Ustaz stop dulu kayaknya udah hang semua ini maksudnya tanya jawab aja ya Hah I saya masih kuat cuma kasihan lihat wajah-wajah dari jauh-jauh Kasihan ya ada yang naik pesawat Maksudnya saya dari jauh-jauh Tayib ini dulu nanti kita lanjutkan lagi bada asar ya Iya Oh habis ini kapan kajian lagi nanti malam baru mulai lagi ini ini kosong ini libur tib yang mau bertanya silakan kita masih punya waktu sampai Zuhur ya nanti bahasan belakangan ya ya Insyaallah itu ikhbar lagi yang bertanya jadi ada namanya ikhbar pengkhabaran ya Ee Kita berusaha menetapkan sifat-sifat Allah sesuai dengan dalil Ya Allah ada yang lebih bagus daripada qadim adanya alawal hal awalu ya Yang Maha pertama qadim ada yang mengatakan maknanya bisa awal bisa jadi dia dulu tapi dia tidak tidak apa namanya nya dia tidak Absolute bisa jadi relatif ya ada sebelumnya dia adalah dibandingkan dengan yang setelahnya tapi ada yang lebih akdam dari dia yaitu yang sebelumnya jadi Tapi kalau itu ya tadi benar lafal qadim juga bisa dimasukkan di sini Ya benar itu Ini bisa juga masuk apa qadim ya kalau maksudnya qadim adalah Maha awal dialah yang pertama maka kita terima Tapi kalau qadim maksudnya pertama tapi dia relatif tidak Absolute maka tidak kita terima ti ada lagi yang bertanya Hm tolong Jelaskan hikmah Allah tidak menampakkan zatnya kepada manusia di dunia karena di antara manusia diciptakan untuk diuji kalau Allah menambahkan zatnya sudah semua orang akan beriman gak usah Allah Allah muncul ulkan bidadari di QL semua orang rajin ibadah semuanya itu Bidadari contoh di mall mana yang ada dua itu kasih Bidadari satu di situ Mejing begini semua orang beriman semua pengajian berhenti kerja semuanya baca Quran karena Bidadari sudah kelihatan kamu kalau mati dapat itu siapa orang semua semangat paham jadi memang banyak hal yang Allah tidak tampakkan karena itu berkaitan dengan gaib seandainya Allah tampakkan malaikat enggak ada bermaksiat coba malaikat dua mau catat ente maksiat dicatat enggak jadi tapi ini berkaitan karena kita di dunia ini diciptakan untuk diuji beriman dengan yang gaib Apakah anda beriman dengan penghabaran Allah atau tidak cukup Allah Jelaskan Tuhan itu ada Nabi Ada setelah itu ujian semuanya dinampakkan tidak ada lagi ujian tidak ada orang kafir orang kafir semuanya bakalan apa beriman dan itu lepas daripada tujuan Allah Allah menciptakan manusia untuk apa diuji Bagaimana pemahaman yang benar tentang sifat dapat menambah ketakuan kita kepada Allah dan kesalahan dalam hal ini mengurangi ketakwaan kepada Allah ee contoh saya bilang ya sederhana ya orang yang parah seperti nasara nasara salah dalam masalah asma sifat ya meyakini atau dalam masalah ketuhanan ya masalah ketuhanan secara umum kalau salah berbahaya Ya seperti nasara salah dalam masalah meyakini ada Tuhan anak ya ini salah dalam keyakinan ini bukan salah dalam akhlak orang nasaro mungkin akhlaknya bagus bahkan di antara mereka saking begitu rajin beribadah tidak mau nikah tetapi mereka salah ya disalahkan oleh Allah dikafirkan kenapa karena salah dalam masalah keyakinan terhadap Tuhan nah Allah mengajarkan kepada kita untuk meyakini Allah sebutkan sifat-sifatnya untuk kita yakini kita enggak boleh salah meyakini kata dialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi kemudian Agar kalian mengetahui Bahwasanya Allah Maha menguasai atas segala sesuatu ya Dan Allah ilmunya meliputi segala sesuatu jadi mempelajari asma sifat dengan benar kita akan mahami sifat-sifat Allah dengan dengan benar contoh sederhana tatkala kita mengetahui ada namanya sifat wajah dan wajah Allah wajah yang sangat terindah yang wajah Allah subhanahu wa taala kalau disingkap maka Allah orang-orang akan lupa dengan kenikmatan yang ada itu adalah mazid tambahan kata Allah lah yya fiha W Maid bagi mereka apa yang mereka kehendaki di surga dan kami berikan tambahan yaitu melihat wajah Allah orang kalau tahu tentang ini dia rindu untuk bertemu dengan Allah Dia berdoa untuk bertemu dengan Allah dia beribadah dengan kecintaan kepada Allah subhanahu wa taala ya contoh jadi seperti eh dia mengetahui Allah Maha mengilmui ya saya susah bayangkan bagaimana orang muktazilah mengatakan Allah tidak punya tidak memiliki sifat ilmu susah ya tatkala kita mengetahi Allah mencintai dan Allah bisa dicintai tatkala Allah mencintai kita ingin dicintai oleh Allah Allah sebut dalam banyang ayat inallah yuhib tawabin kita ingin dicintai oleh Allah maka kita beda tatkala kita tahu Allah ingin kebaikan dengan Allah mencintai beda berarti ada Allah rasa sayang kepada kita ada cinta kepada kita senang dengan kita ini membuat kita semangat untuk apa beribadah kalau kita tahu Allah murka kita enggak berani maksiat mereka Al bid mengatakan gak boleh bilang Allah marah enggak boleh Allah enggak murka tapi apa maksudnya Allah ingin balas loh ingin balas lain rasanya berbeda tapi saya katakan tadi kebanyakan orangor awam mereka tidak kenal akidahnya Ahlul Bida mereka dengan fitrah mereka tahu Allah marah Allah cinta mereka terima dengan fitrah dan mereka berjalan dengan fitrah mereka nanti Allah marah sama kamu betapa banyak anak kecil pun ngomong sama anak kecil eh kamu jangan mencuri kamu jangan Bang nanti Allah murka loh dengan mudahnya mereka mengatakan Allah murka sementara Al bidah mengatakan gak boleh kita bilang Allah murka gak boleh bilang Allah marah kenapa Karena marah itu jaroyani eh golayani Dam adalah darah yang apa bergejolak di dalam jantung Lah ini kan marahnya manusia tidak sama dengan marahnya apa Allah subhanahu wa taala ya dengan semakin kita melajari sifat-sifat Allah kita semakin cinta kepada Allah logikanya sederhana Tak Kenal Maka Tak Sayang Semakin kenal semakin apa Sayang Bagaimana seorang lebih cinta kepada nabi kalau dia belajar sirah Nabi dia tahu bagaimana rahmatnya nabi Bagaimana perjuangan Nabi lembutnya nabi kita semakin sayang sama Rasulullah menakjubkan ini manusia ini apalagi Allah subhanahu wa taala saya katakan tadi kita merenungkan saja sifatahu arhamibadiadiha Allah lebih sayang kepada hambaNya daripada seorang ibu terhadap anaknya betapa banyak husnudan akan muncul di diri kita tatkala kita tahu hadis ini ternyata Allah lebih sayang kepada hambaNya daripada seorang ibu terhadap anaknya Nah kalau kita bilang oh ini gak benar ini cuma ini Lain rasanya jadi hambar ibadah kita kepada Allah subhanahu wa taala wallahu alam bissawab Apa bedanya tasbih dengan Tamsil kalau tasbih itu tamsil adalah penyamaan tasbih dari segala Sisi namanya tamsil contoh tangan kita sama dengan tangan Allah itu namanya tamsil tasbih dalam sebagian Sisi benar kita bilang rahmat Allah dari sisi makna sama dengan rahmat manusia Sisi makna ya itu rasnya sayang artinya sama-sama sayang kekuatan sama kita ngerti maknanya kekuatan itu dari situ ada tasbihnya ada kesamaannya aslul makna kalau itu dinamakan tasbih maka itu boleh dan harus kalau gak kita enggak bisa paham Apa maknanya Rahmat Apa maknanya kuat untuk bisa membayangkan Bagaimana hebatnya Allah Bagaimana bisa merasuk dalam diri kita tentang hebatnya Allah kuatnya Allah kita harus tahu makna kuat paham kalau kita enggak tahu makna Kuat Kita enggak bisa mengartikan Allah Maha Kuat nah kuat yang kita pahami kekuatan manusia kekuatan makhluk Nah kita bilang Allah lebih kuat daripada itu semuanya Allah berfirman tentang kaum Ad ya wama fastakbaru fil ARD biril Haq waqu Man asadu Minna quah awalam Yar anallahadzi khqohum hu as Adapun kaum Ad maka mereka sombong dan Angku di atas muka bumi tanpa kebenaran dan mereka berkata Siapa yang lebih kuat daripada kami kata kaum kata Allah awalam Yamu Tidakkah mereka mengetahui anallahadzi khqahum asaduumah Allah yang menciptakan mereka lebih kuat daripada daripada mereka ya Jadi ada tasbih tasbih yang dibolehkan bahkan diharuskan dari sisi asal makna antara kekuatan Allah dengan K kekuatan kita sama-sama ada irisannya sama-sama ada maknanya tetapi hakikatnya berbeda paham oleh karenanya syariat tidak datang dalam menafikan tasbih namun syariat datang dalam lafal-lafal yang menunjukkan tamsil seperti almitl Laisa kamitliai alkufu walam Yakun lahu kufuan Ahad kemudian illahi sama tandingan sama kemudian alidlan apa Kau jadikan aku sebanding dengan Allah ID itu kalau antum tahu e apa namanya himar himar dia membawa dua keranjang kanan kiri keranjang kan Kiri namanya idlan kanan dan kiri waktu Nabi dikatakan oleh sahabat Masyaallah karena kehendak Allah dan kehendak engkau Wah Muhammad sallahuaii wasam mengatakan ajaaltani lillahi idlan Kau jadikan aku penyimbang bagi Allah oleh karenanya syariat datang dengan menafikan lafal-lafal yang menunjukkan kesamaan seperti ML nid kufu sama alidl Adapun tasbih tidak ada datang karena Tasbih ini kita dituduh musyabbih Kenapa karena kita menyatakan rahmat Allah dengan rahmat kita maknanya sama kita dituduh musyabbih kita bilang itu tasybih yang benar makanya nanti saya Sebutkan dalam dalam Risalah saya sebentar orang yang sering menduduh musyabih itulah jahmiah orang yang sering menduduh musyabih itulah jahmiah sebentar ee saya bacakan ya Islam berkata yakni salfu melihat seorang kerjanya ini Mus iniahal dia maka dia Mere berkata inahahanyak se per yamun minifat musabbihan orang yahmiah dan muatilah sampai sekarang kata syikhul Islam di abad ke-8 Menyama menamakan orang yang menetapkan sifat dengan apa musyabbih ini kedustaan saya bacakan per perkataan Isha bin rohaw tanda-tandanya mereka menuduh ahahah dengan itu tanda-tandanya jahmiah kita sekarang pun dikatakan musyabihah oleh mereka Kenapa karena kita mengatakan rahmat Allah sama dengan rahmat kita dari sisi makna paham bukan dari sisi hakikat beda nabi yang mengatakan Tidakkah kau lihat Bagaimana Rahmat ibu terhadap anaknya Allah lebih Rahmat paham kalau Rahmat maknanya beda ngap yang Allah Nabi bandingkan dengan rahmat seorang ibu terhadap anaknya paham tidakah mereka mengatakan tidak sama loh tidak sama kalau maknanya sama perkataan nabi sia-sia kalau begitu perkataan nabi sia-sia ya jadi bedanya tasbih dengan tamsil kalau tamsil adalah tasbih dari Sega Sisi kalau tasbih bisa maknanya benar bisa maknanya salah kalau maknanya benar adalah tasbih dari sisi asal makna dari pokok makna maka itu harus itu benar rahmat Allah dengan rahmat makhluk sama dari sisi maknanya hakikatnya berbeda kekuatan Allah dengan kekuatan makhluk kita pahami sama-sama kekuatan tapi hakikatnya apa berbeda paham Bolehkah memanggil orang dengan Rahman saja ini problem besar ya tentang masalah ee masalah nama-nama Allah jadi ada nama-nama Allah yang merupakan kekhususan Allah dan itu kebanyakan berkaitan dengan rububiyah contoh Khali yata ya Maha Pencipta ya Ee tidak boleh seorang kita Panggil Khaliq enggak boleh ada orang namanya Abdul Khaliq Panggil khalq Khali khal enggak Boleh saya kenal seorang suopir namanya Abdul Khaliq dipanggilnya Khaliq Masyaallah ini pencipta tapi nyetir mobil gak benar ya Harus dipanggil lengkap Abdul Khaliq contoh anak saya yang datang sekarang Abdur roazq sang Maha Pemberi rezeki arrazaq Abdur roazak hamba Maha Pemberi rezeki gak boleh kita Panggil razakrazak enggak boleh wahai Maha Pemberi rezeki Padahal dia masih minta susu masih minta dot Ya gimana Maha Pemberi rezeki baru minta dot ya jadi seperti ini kita harus panggilnya lengkap seperti Arrahman ar-rahman ini hanya cocok untuk Allah beda rahim Rahman ini Rahmat yang meliputi segala sesuatu maka ini tidak layak kecuali hanya untuk siapa Allah maka sebaiknya jangan kita Panggil namanya Rahman kita Panggil ABD Abdurrahman Tetapi kalau rahim ada e apa namanya eh nabi mengatakan Allah menyatakan tentang Nabi Sallallahu alaih wasallam bilminina rfurahim Nabi Sallallahu alaii wasallam Rauf dan Rahim kepada kaum mukminin Muhsin contohnya ada khil Apakah Muhsin nama Allah atau tidak tapi Allah menyebutkan Allahu maal Muhsinin Allah bersama orang-orang yang Muhsin maka Muhsin boleh Allah boleh juga selain Allah seperti itu adapun Rahman sebaiknya jangan dipanggil Rahman saja tapi panggilnya Abdurrahman saya sering sampaikan orang-orang Arab itu mereka tidak ada menyingkat nama kecuali ada tujuan yang tertentu tetapi kebanyakan mereka kalau kasih nama dipanggilnya lengkap seperti teman saya namanya Abdul Maula atau Abdul Muhaimin semuanya manggil Ya Abdul Muhaimin anak-anak kecil juga Panggil di antara mereka ya Abdul Muhaimin lagi marah-marah ya Abdul Muhaimin enggak ada Panggil min min min enggak ada semuanya Panggil lengkap Abdul Muhaimin Abdur roazq enggak ada anak dipanggil anak saya Abdul Muhsin waktu sekolah di Madinah enggak ada yang panggil muhsinmuhsin semuanya Panggil ya Abdul Muhsin teman-temannya kecil manggil lengkap ya Abdul Muhsin ya Abdul Muhsin enggak ada yang panggil sinsin ya di Indonesia jadinya Ucin Cin jadi makanya aneh orang Indonesia orang Indonesia gak tahu orang Malaysia Orang Indonesia itu suka kasih nama panjang-panjang empat nama buat satu orang ya Saya punya teman Insyaallah mau umrah sama saya namanya Tri Raharjo tofan Nusantara empat nama buat dia sendiri dipanggilnya Pan Subhanallah kasih nama panjang-panjang buat apa dipanggil cuma disingkat saya Firanda andirja teman Panggil Fir Fir Fir nak n nak selesai ya yang sunah nama cuma satu tapi dipanggil apa lengkap Jadi kalau ada orang namanya Abdurrahman kita Panggil dengan Nama lengkapnya mudah-mudahan doa Abdurrahman hambanya Arrahman bagus jangan disingkat jadi Rahman kemudian ManMan ya dan seterusnya Apakah pemahaman yang benar tentang hadis inallahungguhnya Allah menciptakan Adam sesuai dengan bentuknya ini dibahas Oh para ulama dan ulama ahlahahasnya dengan detail dengan masalah ini Adapun makna in Allah menciptakan Adam sesuai dengan bentuknya maka DII kali kepada Allah allahipakanam untuk Allah bukan berarti bentuk yang sama tetapi kata para ulama sebagaimana Allah memiliki zat sebagaimana Allah memiliki wajah sebagaimana Allah memiki tangan Miki mata Adam pun demikian dengan perbedaan antara Allah dengan wajah Adam dengan perbedaan antara mata Allah dengan mata Adam paham nah Sebagian ulama salah dalam hal ini dan dibantah oleh para ulama yang lain seperti mengatakan Innallaha khalaq Adam ala Allah menciptakan Adam berdasarkan bentuknya Adam dan ini salah apakah sebelum Allah menciptakan Adam sudah ada bentuknya Adam yang jelas surah diciptakan dulu yaakum dalam Alquran apa coba dalam surah dalam surah Alf surat Alf ayat 11 kata Allah um kami ciptakan kalian baru membentuk kalian berarti pembutungan terjadi setelah apa penciptaan paham wqqakummaarnakum kami menciptakan kalian kemudian Summa ya pakai Summa itu kemudian Kemudian kami menciptakan bentuk kalian berarti bentuk setelah penciptaan Nah kalau hadis itu ditafsirkan Allah menciptakan Adam berdasarkan bentuk Adam berarti bentuk Adam sudah ada sebelum penciptaan paham atau tidak Dan itu salah batil karena pembentukan Adam setelah diciptakan dulu baru k Allah bentuk yang benar Allah menciptakan Adam makanya Mulia karena Allah ciptakan Adam sesuai dengan bentuk Allah subhanahu wa taala berbeda dengan hewan-hewan tidak ya Ada bentuk yang Allah subhanahu wa taala seperti kemuliaan wajah dan yang lainnya dan itu menunjukkan kemuliaan Adam alaih salam ya tapi bagaimanapun wajah Allah berbeda dengan wajah Adam Tan Allah berbeda dengan tangan Adam mata Allah beda dengan Adam dan yang lainnya zat Allah beda dengan zat Adam ini yang dijelaskan oleh Sebagian ulama wahuam bawab demikian saja kajian kita Pada kesempatan kali ini Insyaallah kita lanjutkan nanti malam semoga Antum masih hadir yang masih mau hadir mana coba angkat tangan yang masih mau hadir Yang lain mana Enggak hadir Nanti malam kita ketemu lagi wabillahi taufik wal hidayayah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh