Syarah Shahih Bukhari #41 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
m9-EycuVFMQ •
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillahi Al Ihsan wasyukrahu taufiihi Watin wa asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikahuiman wa Ashadu anna muhammadan abduhuasul ridw Allahumma shli Alaihi waa alihi waashabihi wa ikhwani hadirin hadirat yang dirahmati HH Allah subhanahu wa taala kita lanjutkan bahasan kita dari kitab sahih albkhari kita masuk pada bab 39 bab gol ini Ilal ka'bain bab tentang mencuci kedua kaki sampai ke kedua mata kaki ya Al Imam Al Bukhari rahimahullah berkata qal haddasana Musa qal haddasana wuhaib an Amr an abihi qal syahidu Amr Bin Abi Hasan saala Abdullah bin Zaid anudin nabi shallallallahu Alaihi Wasallam Amr Bin Abi Hasan bertanya kepada Abdullah bin Zaid radhiallahu Anhu tentang wudunya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Fin Min mainum maka dia pun meminta didatangkan bejana berisi air kemudian dia pun berwudu di hadapan mereka wudu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana cara wudunya Nabi Sallallahu Alaihi wasallamak maka dia tuangkan miringkan bejana tersebut ke tangannya kemudian dia pun mencuci kedua tangannya tiga kali setelah dicuci Dan ini hukumnya sunah ada setelah dicuci di luar baru kemudian tangannya dimasukkan dalam bejana maka beliau berkumur-kumur istinsak dan beristinsar dengan tiga kali apa ini cidukan tiga kali cidukan jadi sekali cidukan langsung berkumur-kumur sebagian airnya sebagian airnya dihirup Istin kemudian dihembuskan ya menghirup air di hidung namanya mengeluarkannya namanya istinarah kemudian dia pun masukkan tangannya lagi maka dia pun muci eh wajahnya tiga kali kemudian dia pun mencuci kedua tangannya sampai ke mirfain dua kali dua kali kanan dua kali kiri Ini juga saya sudah pernah sampaikan dalil bahwasanya boleh sebagian dua sebagian tig Ya sebagian satu enggak ada masalah yang penting minimal kemudian nabi S wasam atau Abdullah bin Zaid memasukkan tangannya kemudian dia pun mengusap kepalanya begini dan begini atau sebaliknya begini begini namun dalam sebagian riwayat sudah kita Jelaskan caranya dari depan dibawa ke belakang kemudi diembalikan lagi kemudian dia mencuci kedua kakinya sampai ke kedua mata kaki ya ini dalil bahwasanya telinga tidak disebutkan seandainya mengusap telinga mencuci telinga disebutkan pasti akan disebutkan dalam hadis ini ini dalil bahwasanya mencuci telinga hukumnya sunah tidak tidak wajib kemudian ee beliau mencuci kedua kakinya sampai ke kedua mata Kakinya ini pendapat yang lebih kuat ya Meskipun Sebagian ulama seperti ulama syafi'iah membolehkan untuk di cuci lebih daripada mata kaki sebagaimana mereka membolehkan mencuci tangan sampai melebihi ee kedua apa namanya siku ya namun ini sudah pernah kita bahas yang sunah yang lebih Afdal adalah sampai pada yang dicontohkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu sampai siku dan kalau kaki sampai di kedua mata kaki ini dalil dibawakan oleh Imam albukhari bahwasanya ee sunahnya adalah mencuci sampai k duua mata kaki menyelisihi pendapat ulama syafiiah yang mengatakan disunahkan untuk perpanjang tahjil ya Wal gurah mempanjang apa namanya mencuci sampai ke adud sampai ke adud sampai lengan atas demikian juga mencuci kaki sampai ke sak ke betis ini pendapat ya namun pendapat ini kurang kuat lebih kuat hadis-hadis datang ya kebanyakannya hanya sampai ke siku dan hanya sampai ke kedua mata kaki dan ini perlu saya Ingatkan Kembali bahwasanya Al Imam albukhari beliau tidak bermazhab dengan mazhab tertentu beliau adalah mujtahid mutlak beliau adalah seorang mujtahid yang pakar seluruh bidang agama Sehingga beliau lam yataqayyat bimadhabin muayyan beliau tidak terikat dengan mazhab tertentu wala yuqallidu wahidan Min aimatil mahab madzahib dan beliau tidak mengikuti dan tidak taklid kepada seorang pun dari Imam mazhab oleh karenanya sebagan ulama menganggap dia bermazhab Syafi'i seperti assubq dalam kitabnya thaabaqa Syafi'iyah memasukkan tentang biografi para ulama syafi'iah beliau memasukkan Al Imam al-bukhari dalam ee apa namanya rentetan ulama Syafi'iyah bahkan alqadi Ibnu Abi ya'la alfarra memasukkan Al Imam albukhari dalam thabaqatul hanabilah ulama-ulama Hambali Imam Bukhari dimasukkan juga ke dalam ulama Hambali yang benar dia tidak bermazhab Syafi'i dan juga tidak bermazhab apa Hambali oleh karenanya Beliau memiliki fikih tersendiri waiku fiarumi dan fikihnya Al Imam albukhari pada judul-judul bab yang beliau buat dalam ee sahih Bukhari oleh karenanya banyak beliau membuat judul-judul bab contohnya saya dalam kitab alwudu yang judul-judul bab tersebut menyelisihi Mazhab Syafi'i menyelisihi mazhab apa Syafi'i rahimahullahu taala jadi dalil bahwasanya beliau ee eh tidak bermazhab dengan mazhab tertentu meskipun beliau datang setelah eh Al Imam Syafi'i dan Imam Ahmad ya rahimahullahu Jamian eh tib kita lanjutkan bab babun isu was bab tentang menggunakan sisa air yang digunakan telah digunakan untuk berwudu oleh orang lain Jadi ada orang-orang sudah pakai air wudu ters tbut ada sisanya boleh enggak kita pakai air sisa tersebut untuk berwudu ya sisa dari air yang tadi sudah digunakan berwudu oleh orang lain Wa Amaro jarir Ibnu Abdillah radhiallahu Anhu ahlahu an yatawad bifadli siwakihi Kemudian beliau membawakan eh arar dari jarir bin Abdillah radhiallahu taala Anhu di mana jarir Bin Abdillah memerintahkan keluarganya untuk berwudu dari sisa air yang dia gunakan untuk bersiwak seakan-akan J bin Abdillah memasukkan siwak nya ya untuk melembutkan siwaknya di air kemudian dia bersiwak atau sebaliknya Setelah dia bersiwak dia celupkan siwaknya di di air bekas ada air kata dia berwudu dari air ini berwudu dari air yang sudah di celupkan Siwak di dalamnya dan ini Al Imam albukhari menjadikan dalil bahwasanya Siwak sebagaimana dalam hadis kata Nabi Sallallahu Ali wasallam asiwaku matharatun lilam Wun lirab bahwasanya Siwak itu eh pencuci mulut pembersih mulut dan mendatangkan keridaan Allah subhanahu wa taala nah Siwak yang sudah digunakan untuk bersihkan mulut Ternyata sisa airnya ya tidak mengapa digunakan untuk berwudu maka Beliau mengatakan demikian juga kalau orang sudah menggunakan air untuk berwudu sisa airnya masih ada boleh digunakan untuk berwudu Kenapa karena ini ada khilaf dalam masalah ini ya Ada khilaf dalam masalah ini kemudian Imam Bukhari berkata qam AB aku mendengar Abu juhaiah radhiallahu Anhu berkata nabi sallu wasallam keluar menemui kami bilajiritu di siang bolong panas trik maka nabi S wasallam didatangkan air wudu kalau wudu pakai D artinya perbuatan wudu kalau pakai fathah Wadu artinya air wudu itu bahasa Arab kalau pakai D wudu artinya perbuatan wudunya kalau pakai fathah maftuhah aladu airnya ya setelah nabi berwudu maka orang-orang pun mengambil sisa air bekas wudu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka mereka pun mengusapkan Sair tersebut ke tubuh mereka mencari keberkahan tentunya nabi was nabi wasam pun salat zuhur du rakaat nabi J jamak takdim nabi salat zuhur dua rakaat kemudian nabi salat asar dua rakaat jamak takdim di qasar wabaina yadai anazah di depannya ada eh semacam tongkat Ya sutrah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala yang dijadikan dalil oleh Al Imam albukhari rahimahullahu taala bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berwudu dengan air tersebut tentunya airnya berjatuhan kembali di rudu di atas jatuh kembali dan sisa airnya diperebutkan oleh para sahabat diperebutkan oleh para sahabat karena mereka ingin mencari keberkahan dari sisa air yang telah mengenai tubuh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan ini kekhususan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Rasul wasallam dicari keberkahannya dicari keberkahannya ini juga dalil bahwasanya ee bahwasanya air bekas wudu ya tidak najis tidak najis jadi ada khilaf tentang namanya Alma almamal Alma almaal kita tahu dalam Mazhab Syafi'i Alma almakmal air yang bekas dipakai untuk bersuci tidak boleh digunakan lagi untuk bersuci lagi ya yaitu Air bekas bersuci Apakah bekas mandi ee minggu depan baw Rean saya yang bisa nempel di sini ya Bisa enggak Di Jakarta ada enggak Jakarta Utara ini enggak bisa ya mandi atau wudu ada yang mengatakan mandi wajib atau wudu wajib nah Apa hukumnya Apa hukumnya secara umum ada tiga pendapat ada yang mengatakan air tersebut Najis ada yang mengatakan tersebut thahir Tapi tidak tapi ur thhir Itu Suci thhur artinya mensucikan pendapat yang ketiga mengatakan air tersebut tahur suci dan mensucikan tetap saja yang pertama mengatakan air tersebut karena sudah dipakai untuk berwudu maka berubah menjadi najis tapi ini dibantah dalam terlalu banyak hadis ya diantaranya tadi bekas nabi berwudu kalau najis enggak mungkin para sahabat akan bertabaruk dengan suatu yang najis paham Ternyata sisa air wudu tersebut dipakai oleh para sat mencari barokah yang kedua pendapat mengatakan air tersebut ini mazhab jumhur ulama ini jumhur ulama bahwasanya air tersebut tadinya thahur tadinya suci dan mensucikan setelah digunakan untuk bersuci tinggal sucinya doang ini tidak najis dia suci Tapi kalau buat wudu enggak boleh lagi kenapa Karena dia sudah digunakan untuk apa berwudu atau dia sudah digunakan untuk mandi maka tidak boleh digunakan untuk bersuci kedua kali ya pendapat ketiga air tersebut tidak berubah ya air tersebut tetap thahur tetap suci dan mensucikan dan pendapat yang lebih kuat adalah pendapat ini Innal Ma thhurun Sesungguhnya air itu adalah suci dan mensucikan adapun dalil-dalil yang mengatakan air berubah dari Suci mensucikan jadi tinggal Suci saja maka dalildilnya kurang kuat namun ini khilaf yang sangat kuat antara pendapat ini dan pendapat ini ya cuma saya lebih condong pada pendapat bahwasanya air tersebut tidak berubah statusnya tetap saja suci dan mensucikan Kenapa karena tidak ada tidak ada Dalil yang menunjukkan dia berubah status dari mensucikan hanya menjadi Suci saja ya ini khilaf di kalangan para ulama Insyaallah nanti mungkin ada pembahasan ya tib pembahasan berikutnya tentang mencari keberkahan mencari keberkahan hanya khusus untuk Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam para sahabat tidak para sahabat tidak oleh karenanya tidak diriwayatkan bahwasanya sebagian sahabat mencari keberkahan dari sahabat yang lain tidak ada yang EE mencari keberkahan dari sisa wudunya Abu Bakar sisa mandinya Abu Bakar dari baju bekas yang dipakai oleh Abu Bakar dari keringatnya Abu Bakar enggak ada Adapun nabi terlalu banyak riwayatnya nanti akan datang juga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bekas wudu maka para sahabab rebut-rebutan Kadu yaktatilun sampai disebutkan hampir-hampir mereka bunuh-bunuhan ini mubalag artinya mereka benar-benar rebutan sisa wudu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam waktu Haji Kemudian beliau mencukur rambutnya nabi suruh bagi-bagi kepada para sahabat nabi sengaja suruh bagi-bagi ya ya nanti nabi juga suruh minum bekas wudunya ya banyak dalil ya Bahkan nabi kalau membuang ludah para sahabat berebut-rebutan untuk mendapatkan ludah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam demikian juga para sahabat berusaha memakai baju bekas Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ka pernah mengenai jasad Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan keringat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis tatkala Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pemakai baju yang lusuh kemudian ada seorang wanita memberikan hadiah kepada nabi sebuah baju maka sang prwi berkata faak nabi shallallallahu Alaihi Wasallam maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengambil baju tersebut Karena nabi membutuhkan baju tersebut waktu Nabi setelah pakai tiba-tiba datang sahabat berkata Ya Rasulullah ahaha Ya Rasulullah begitu indah baju barumuuksuniha Berikanlah saya untuk saya pakai ya Rasulullah Rasul wasam yaq di antara sifat nabi nabi tidaklah diminta sesuatu sama sekali nabi tidak pernah mengatakan tidak kalau dia punya dia pasti kasih karena sahabat ini melihat nabi baru pakai baju maka dia minta baju dan nabi pasti kasih maka nabi buka baju tersebut nabi kasih kepada sahabat Ini akhirnya sahabat-sahabat lain protes kamu ni gimana ya nabi Kamu tahu Nabi kalau diminta tidak pernah nolak kamu minta baju baru nabi baru pakai diminta nabi pasti kasih kamu pintar sekali kata sahabat ini bukan apa-apa laalli ukanu fiha kata dia Saya berharap dikafankan dengan baju tersebut fanat kafanahu maka akhirnya baju tersebut menjadi kain kafan sahabat intinya apa dia ingin mencari keberkahan dari dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam jadi jasad Nabi badan Nabi rambut nabi keringat nabi ludah nabi semuanya berkah dan itu hanya khusus untuk Nabi Sallallahu alhi wasallam tidak diriwayatkan dari sahabat yang lain ya makanya Nabi Sallallahu wasallam awal dia ludah nabi sengaja meludah kepada sahabat Karena nabi tahu ludahnya apa berkah betapa banyak sahabat yang sakit nabi ludah matanya ya sembuh ya kalau kita yang tambah sakit matanya jadi jadi ee ini tidak di tidak tidak dikiaskan kepada para sahabat yang yang lain Adapun Sebagian ulama yang membolehkan mencari keberkahan dari orang Saleh seperti imam nawawi rahimahullahu taala dan ulama yang lainnya maka kita katakan itu pendapat namun keliru ya karena dalil-dalil menunjukkan itu khususan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam seandainya boleh mengambil keberkahan dari selain nabi maka para sahabat sudah akan berebutan dengan mengambil keberkahan dari Abu Bakar radhiallahu Anhu dari Umar dari Utsman dari Ali apalagi Abu Bakar Utsman dan Ali radhiallahu anhum dijamin masuk surga oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam para sahabat syum dijamin masuk surga dan tidak ada tabiin mencari keberkah dari para sahabat ya ini menunjukkan bahwasanya keberkahan tersebut hanya khusus buat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adapun yang mereka mengatakan boleh mengambil keberkahan dari selain Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka dalil mereka adalah iias kita mengatakan iias MA Al Fari iiasnya tidak bisa disamakan antara iias seorang dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak bisa ya karena kita tahu namanya qias harus ada suatu yang sama antara almaqis Alaihi dan almaqis antara asal dan Fara kalau ada kesamaan sesama baru bisa diikutkan hukumnya contoh di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada beras yang ada kurma dan kurma bisa digunakan untuk bayar zakat fitrah atau kena zakat ya Nah kemudian ee Bagaimana dengan beras ya beras hukumnya sama dengan kurma Kenapa ada kesamaankesamaannya di mana sama-sama makanan pokok kut sama-sama muddakhar sama-sama bisa disimpan kemudian sama-sama bisa makil ditimbang ya atau diwazan karena kesamaan ini maka para ulama mengatakan ya berlaku pada kurma berlaku pada beras apa yang berlaku pada kurma itu namanya apa iias namanya iias jadi ada Illah jamiah ada sebab yang sama antara asal dan cabang antara kurma dengan beras beras namanya Fara cabang kurma namanya asal karena zakat terkena pada kurma maka demikian juga pada beras Ya sama-sama ilah yang sama Nah kita bilang hal itu tidak bisa kita terapkan antara Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan ulama misalnya Nabi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ulama atau Pak Kiai misalnya tiib apa Illah Apa sebab yang sama antara keduanya hukumnya nabi apa boleh dicari keberkahannya boleh dicari keberkahan badannya badannya liurnya ludahnya rambutnya dan lain-lain nah apaah hukumnya bisa disamakan ulama dalam hal ini sehingga ulama juga boleh dicari keberkahan badannya liurnya ludahnya rambutnya dan lain-lain Nah bagi yang mengatakan boleh kata mereka ada ah yang sama ada sebab yang sama Apa sebab yang sama kata mereka sebab yang sama adalah kesalehan karena nabi sahu wasallam adalah Saleh ulama juga Saleh maka bisa dikiaskan ulama dengan Nabi Sallallahu Ali wasallam kita bilang kalau maksud antum kesalehan apa kalau maksudnya kesan kesalehan yang sama maka mustahil Kenapa Karena kesalehan nabi tidak bisa dikiaskan dengan yang lainnya jangankan nabi Abu Bakar yang dijamin Mas surga kata Umar Bin Khattab radhiallahu Anhu walau wuzina imanu Ummah Ma Imani Abi bakrinjiha imanu Abi bakrin seandainya imannya umat ditimbang dengan imannya Abu Bakar maka masih lebih berat imannya Abu Bakar Abu Bakar tidak bisa dibandingkan dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Abu Bakar hanyalah satu kebaikan dari jutaan kebaikan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana mau disamakan Abu Bakar dengan nabi yang pernah melihat neraka langsung yang pernah melihat surga langsung yang pernah melihat malaikat yang pernah berbicara langsung dengan Allah yang pernah Isra Mikraj Bagaimana mau disamakan imannya nabi dengan imannya Abu Bakar Jadi kesalehan tidak mungkin sama kalau begitu kalau dikatakan Illah jamiah sebab yang sama adalah kesalehan maka kita tidak terima karena kesalehan nabi tidak sama dengan kesalehan seorang pun mereka bilang maksud kami bukan tingkat kesalehan tapi akar kesalehan Nah kita bilang kalau akar kesalehan setiap orang punya akar kesalehan setiap seorang mukmin pasti ada akar kesalehan Saya punya akar kesalehan Antum punya akar kesalehan ya Nah kalau sebabnya adalah akar kesalehan maka kita akan boleh mencari berkah dari siapapun dari Mukmin ini paham ya bukan cuma saya nanti saya sisakan minum saya ya jangan rebutan ya ya ya Antum juga bisa sekarang Apa bedanya mana standar kesalehan mana standar kesalehan boleh kita ngambil berkahnya enggak ada Ma standar paling atas jelas beda antara seorang dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam must standar paling bawah kita semua punya akar kesalehan terus mana yang menjadikan Illah jamiah sebab untuk mengkiaskan oleh Kara tidak ada dalil bahwasanya Abu Bakar dahulu habis cuku rambut bagi-bagi rambutnya enggak ada Kalau sa itu boleh dilakukan kepada seorang misalnya yang dianggap Saleh maka sudah kalau dia cukur ut dia Jangan buang ya ya kemudian dia kumpulkan ya bisa dia bagi-bagikan kepada orang di jalanan ya Saya pernah di Masjid Nabawi habis ceramah ada orang kemudian datang bawa gelas Ustaz tolong tiup Ustaz saya bilang buat apa meskipun Ustaz tidak yakin saya yakin Subhanallah ini yang yang ngajarin siapa Ustaz apa dia maksa saya bilang enggak enggak kata dia yang aneh dia mengatakan meskipun Ustaz tidak yakin saya yakin gimana sih saya saja enggak yakin ente yakin jadi yang benar bahwasanya ee untuk cari keberkahan hanyalah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam secara jasad Adapun keberkahan ulama maka dari petuah-petuah mereka dari majelis-majelis mereka dari buku-buku mereka itulah keberkahan mereka bukan badan mereka bukan ludah mereka bukan rambut mereka bukan itu khusus untuk Nabi Sallahu Alaihi Wasallam tib di sini juga dalil bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam eh tatkala sedang nazil jadi musafir ada dua model ada dalam perjalanan ada nazil nazil itu sedang berhenti ya sedang berhenti kalau seorang dalam perjalanan terutama jadir perjalanan berat maka dianjurkan dia untuk menjamak dianjurkan dia untuk apa menjamak Tetapi kalau ir Jika ternyata perjalanan tidak berat maka yang dianjurkan dia hanya mengqasar tanpa menjamak yang dianjurkan dia hanya mengqasar tanpa menjamak tapi Seandainya dia menjamak maka Boleh saya ulangi musafir musafir dianjurkan untuk mengqasar secara mutlak kapan dianjurkan untuk menjamak sekalian kalau ternyata safarnya berat atau dia punya keperluan dia butuh istirahat yang panjang tidak ingin terpotong dengan waktu salat maka dia boleh ee menjamak Ya tapi kalau ternyata safarnya ringan apalagi dia menginap di suatu tempat dia tidak letih dia hanya menunggu hari demi hari maka lebih baik dia mengqasor tanpa menjamak afdalnya mengqasor tanpa menjamak tapi Seandainya dia menjamak tetap aja boleh paham cuma afdalnya apa bagi orang yang menetap musafir menetap dan tidak ada kerepotan tidak ada kebutuhan tertentu afdalnya dia mengqasar tanpa menjamak tapi Seandainya dia menjamak juga tetap dibolehkan dan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah menjamak meskipun sedang berhenti ya seperti nabi tatkala ditabuk Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menjamak Kalau tidak salah 19 hari tidak ada masalah demikian juga dalam hadis ini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam jamak takdim padahal tidak disebutkan mereka dalam perjalanan tapi sedang singgah sedang apa singgah wallahu taala alam bawab bab kita lanjutkan hadis berikutnya masih dalam hadis yang sama tentang boleh menggunakan sisa air dari wudu orang lain Imam albukhari berkata waq Abu Musa was dari Abu Musa al-asyari Beliau berkata Nabi Sallallahu Al wasallam minta didatangkan gelas atau tempat bejana Fi Maun di situ ada air fagi wajahu Fi maka beliau pun mencuci tangannya dan mencuci wajahnya pada tempat tersebut ya mungkin begini depan di atas tempat tersebut jadi cuci tangan kemudian mencuci wajahnya di tempat tersebut berarti air nya apa kembali Wi kemudian dia ludahkan di situ diakumur kemudian dia semprotkan atau semburkan di mana Di bejana tersebut kemudiana nabi berkata kepada dua orang sahabat tatkala itu isu minumlah dari air ini waum dan tuangkanlah air ini ke wajah kalian berdua dan ke leher-leher kalian dada-dada kalian berdua ya ini menunjukkan nabi suruh mereka untuk mencari keberkahan dari air yang sudah di merupakan bekas Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bahkan nabi men apa namanya mensemburkan air di ee di qadah tersebut atau di bejana tersebut ini dalil bahwasanya bekas nabi mencuci tangan bekas nabi mencuci wajah tidak mengapa ya digunakan lagi Kemudian hadis berikutnya Al Im alukhari berkata Q haddana Ali bin Abdillah Q haddana Yaqub bin Ibrahim bin sa Q haddasana abih IBN syihab azzuhri Q akbarani Mahmud Ibnu Rabi Q wahu maj ras wasam Fi Waji wahu gulamim Mahmud bin Rabi adalah seorang sahabat waktu dia berumur 4 tahun atau 5 tahun Nabi Sallallahu wasallam pernah mengambil air dari sumur Mereka kemudian nabi masukkan dalam mulutnya kem Nabi semburkan ke wajah Mahmud bin rabi' dan dia mengingat kisah tersebut dia mengatakan nabi pernah menyemburkan air ke wajahku waktu saya masih kecil umur masih lima ee 5 tahunan ini dalil bahwasanya apa Yang dia ingat boleh dia riwayatkan di kemudian hari setelah dia dewasa waqala urwah Anil miswar wahairihi yusoddiqu Kullu Wahidin minhuma shohibahu ini hadis maksudnya dari almiswar dan ghairihi selain miswar dan kata Al Imam albukhari saling menguatkan di antara almiswar dan yang lainnya ya hadis ini diriwayatkan dalam beberapa sanad saling menguatkan kemudian isinya waid tawad Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Kanu yaktatiluna ala wuduihi waduihi dan jika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berwudu maka para sahabat berebut-rebutan sampai seakan-akan bertempur dalam memperebutkan bekas wudu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya sekarang sebagian orang Demikian Ya misalnya ulama nya minum dan dia sengaja Sisakan Setelah dia pergi murid-muridnya bertempur memperebutkan apa sisa air minum tersebut dan sebagian mereka sengaja meninggalkan Mungkin dia berkeyakinan demikian tapi saya katakan pendapat tersebut tidak tidak kuat yang benar itu hanya untuk siapa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam riwayat yang lain Kadu yaktatiluna bukan Kanu tapi Kadu Kadu yaitu hampir mereka bunuh-bunuhan hampir mereka berperang gara-gara memperebutkan sisa wudu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya hadis ini datang dalam kisah urwah bin Mas'ud ataqaofi tatkala beliau bertemu dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Kemudian beliau kabarkan kepada Quraisy Beliau berkata aku tidak pernah menemukan suatu kaum yang begitu cinta kepada seorang seperti sahabat Muhammad kepada Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah nabi jika membuang Luda maka mereka menada Luda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kalau nabi setelah berwudu mereka berebut-rebutan hampir bunuh-bunuhan untuk merebutkan wudu Nabi Sallallahu alaih wasallam menunjukkan bagaimana besarnya cinta para sahabat kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam hadis berikutnya babun tanpa judul ya seakanakan dia adalah cabang daripada bab sebelumnya kata Imam albukhariunana Abdurahman bin Yunus Ibu Isma Said bin Yazid berkata wasam Bibiku membawaku bertemu dengan nabi su wasamqat kemudian Bibiku berkata Ya Rasulullah in IB ukun Ya Rasulullah sesungguhnya Ponakanku ini yaitu anak dari saudari perempuanku Ponakanku ini sakit dalam riwayat wajun wajun ya atau ada yang mengatakan itu ada Sakitnya di di kaki kakinya Sakitnya di di kaki dan Ini kata para ulama dalil boleh seorang mengabarkan tentang rasa sakitnya Boleh saya lagi sakit tetapi tidak boleh dalam kondisi mengeluhkan sakitnya kepada manusia itu tidak boleh ini namanya mengeluhkan Allah kepada makhluk Kenapa yang mentakdirkan dia sakit siapa Allah subhanahu wa taala kemudian dia mengeluhkan Aduh saya sakit Enggak sumbuh-sembuh seakan-akan dia mengeluhkan Allah kepada makhluk tapi kalau dia Kabarkan bukan dalam rangka untuk untuk mengeluh tapi mengabarkan Kamu kenapa enggak ini saya lagi sakit kenapa kenapa enggak pengajian Saya lagi sakit enggak ada masalah atau datang kepada dokter saya sakit ini untuk cari obat Enggak ada masalah tapi kalau dia menyampaikan rasa sakitnya dalam bentuk mengeluh ini tidak diperbolehkan seakan-akan dia mengeluhkan Allah kepada makhluk Ya seharusnya seorang mengeluhkan makhluk kepada Khali ya kalau dia mengeluh kepada Khalik Enggak ada masalah Bukan sebaliknya mengeluhkan Allah kepada makhluk kemudian kata Said bin Yazid bilah maka dia pun mengusap kepalaku lalu nabi sallahui wasallam mengusap kepalaku lalu nabi sallallahui wasallam mendoakan keberkahan bagiku kemudian dia pun berwudu maka aku pun minum dari bekas wudu Nabi Sallallahu Alaihi wasam Kemudian aku pun berdiri aku pergi ke belakang Nabi Sallallahu Alaihi wasallamuamin nubu kaaii maka aku pun melihat di belakang Nabi Ada cap kenabian Baina katifaihi di antara dua belikat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Mla zirril hajalah bentuknya seperti zir itu kancing alhajalah alhajalah semacam kemah-kemah kecil yang di hias dengan tirai-tirei dan tirai-tirai tersebut diikat dengan apa semacam kancing seperti misalnya diletakkan di atas unta ya kalau ada seorang putri di atas unta ditutup dengan kemah-kemah kecil ya dihias dengan tempat tidur misalnya nah ditutup dengan tirai-tirai tirai tersebut dikancing dengan apa alhajalah atau zir alhajalah ini pendapat pendapat kedua seb disebut oleh Ibnu Hajar rahimahullahu taala bahwasanya alhajalah yaitu thirir burung semacam burung sehingga maksudnya nya bizirri alhajalah zirnya burung Maksudnya seperti telur burung bentuknya o Kara dikuatkan pendapat keduanya dalam hadis yang lain Mla baidhotil hamamah Ya seperti Telur merpati Bunderan daging yang tumbuh di antara dua pundak Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu seperti besarnya seperti Telur merpati jadi semacam daging yang tumbuh dan situ ada rambut yang terurai di daging tumbuh tersebut dan itu adalah cap kenabian itu bukti bahasanya dia seorang nabi oleh karena dalam kisah yang panjang tatkala Salman Alfarisi berpindah dari satu majikan ke majikan yang lain sampai dia meninggalkan agama majusi kemudian dia pergi ke Seorang rahib pendeta pendeta tersebut mengatakan saya sudah tidak mengetahui ada yang baik saya akan meninggal pergilah engkau ke rahib satunya akirnya pergi ke rahib satunya sampai akhirnya rahib tersebut mengatakan pergilah engkau sudah saatnya Seorang nabi diutus dan di antara ciri-cirinya dia punya tanda kenabian di antara dua belikatnya maka Salman al-farisi waktu ketemu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Salman al-farisi ingin melihat yang pertama Nabi tersebut tidak terima Sedekah Yang kedua nabi tersebut punya tanda kenabian waktu Salman kasih sedekah kepada nabi-nab tidak terima kata Salman ini ciri pertama tinggal ciri kedua dia mau cek yaitu apa ada tanda kenabian di antara belikat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka dia Lihat ke belakang ternyata nabi pakai selendang tidak kelihatan waktu Nabi tahu Salman ingin mengecek maka nabi sengaja melepaskan selendangnya agar dilihat oleh siapa Salman Alfarisi radhiallahu Anhu ini jadikan dalil oleh Syekh utsimin rahimahullahu taala kalau ada orang ingin tahu sesuatu dari kita dan itu tidak mengganggu privasi kita maka tidak mengapa kita ceritakan ya menyenangkan hatinya Kenapa ada orang [Tertawa] kepo apalagi pengetahuan itu bermanfaat baginya ya Kita kasih tahu tapi kalau enggak ada manfaat enggak usah kasih tahu ya ya enggak usah kasih tahu kalau bermanfaat buat dia Dan kita ceritakan Mungkin dia pengin tahu pengalaman kita Dia pengin tahu usaha kita misalnya itu bermanfaat menurut kita bagi dia ceritakan aja menyenangi sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tatkala ee Salman ingin melihat ee cap kenabian nabi maka nabi sengaja membukakannya agar dilihat Bagaimana Nabi senangnya menyenangkan hati orang lain ya tapi kalau pengin tahu kita tahu tidak ada manfaatnya kita ceritakan dia tambah hasad enggak usah kasihan Dia menderita kamu rumahnya berapa tiga uh tiga istrimu berapa Empat Waduh jelek kayak kamu istrinya empat Kasihan dia sedih ya ya Enggak usah enggak usah cerita Enggak semua k nikmatan yang kita miliki kita apa ceritakan Tayib ini juga dalil bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bekas wudunya diminum ya sebagai obat bagi orang yang sakit ba kita lanjutkan hadis berikutnya bab was minfatin Wahidah bab tentang orang yang berwudu bertamadmud yaitu berkumur-kumur dan istinsyak dengan satu dengan satu apa eh satu cidukan saja ya yang Makruf tiga kali di ini kumur dihirup dilepas Kemudian yang kedua kemudian yang yang ketiga tapi sebag ulama berpend at boleh berdasarkan hadis berikut satu kali dikumur-kumur tiga kali boleh satu kali cidukan jadi ngambilnya sedikit-sedikit ya tiga kali satu satu begini untuk tiga kali apa e penggudaan q musadadid IB Abdillah am bin Yahya AB Abdillah bin zaidu Abdullah binid sahabat yangiway tentang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau memiringkan bejana kemudian dia tuangkan kepada kedua tangannya untuk dicuci sunah su gasala matmad wastansyaqo Min kaffatin Wahidah fafa'ala dalalika salatan maka dia pun mencuci kepalanya eh mencuci wajahnya kemudian berkumur-kumur beristinsyak Min kaffatin Wahidah ya tetapi ya dalam hadis ini pun disebutkan bahwasanya meskipun disebut kafatan Wahidah kafat satu begini Tetapi dijelaskan dalam hadis tersebut faaalaikaan bahwasanya nabi atau Abdullah bin Zaid melakukannya tiga kali maka kembali kepada pendapat yang kedua bahwasanya kembali kepada hukum asal bahwasanya tatkala seorang beristinsyak tetap tiga tiga beginian ya ya ada yang mengatakan satu tapi dia Gun lakukan tiga kali ada ihtimal hadis ini sebagai dipahami oleh Syekh zaimin rahimahullahu taala tetapi kita bawakan kepada hadis-hadis yang lain bahwasanya maksudnya begini artinya tiga kali cidukan bukan satu kali cidukan tiga kali penggunaan ya dan itu lebih mudah Tiga kali Apa cidukan kemudian dia pun mencuci kedua tangannya hingga kedua sikunya dua kali dua kali dan dia pun mengusap kepalanya yang depan maupun yang bel [Musik] belakang kemudian dia mencuci kedua kakinya sampai kedua mata kakinya Q hak rasulahallahuaii wasallam kemudian dia berkata demikianlah Ya wudunya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tapi Imam Bukhari mengambil istimbat bahwasanya boleh seorang satu tangan untuk tiga kali apa istinsyak dan kumur-kumur boleh namun lebih hati-hati kita bawa kepada riwayat-riwayat yang lain yang menjelaskan bahwasanya maksudnya tiga kali cidukan bab berikutnya bab Mashur RI marah bab tentang mengusap kepala cuma sekali mengusap kepala cuma sekali ini juga menyelisihi mazhab syafi'iah karena mazhab syafiiah berpendapat sebagaimana sudah kita Jelaskan bahwasanya disunahkan mengusap berapa kali tiga kali mengusap tiga kali bukan sekali Imam Al buukhari menjelaskan bahwasanya mengusap cuma sekali menyelisihi Mazhab Syafi'i ini menunjukkan Imam Bukhari bukan bermazhab Syafi'i ahullahu taala dan subhanallah dalam pembahasan ini mengusap kepala cuma sekali alhafiz Ibnu Hajar rahimahullah sependapat dengan Al Imam albukhari al-hafiz Ibnu Hajar ulama besar Mazhab Syafi'i tapi dia menyelisihi Mazhab Syafi'i dalam urusan ini dalam masalah ini ini menunjukkan al-hafiz BN hajar tidak fanatik beliau bisa menyelisihi ulama pendapat ulama Syafi'iyah sehingga beliau berpendapat bahwasanya untuk mengusap kepala cuma berapa kali sekali meskipun sebelumnya sudah kita bahas Imam Bukhari berpendapat kalau kepala harus seluruhnya alhafiz Ibnu Hajar menyelisihi Imam Bukhari membela Mazhab Syafi'i boleh sebagiannya kata Ibnu Hajar jadi dalam mengusap sebagian kepala Ibnu Hajar menyelisihi Imam Bukhari sepakat dengan mazhab apa Syafi'i tapi dalam masalah mengusap kepala cuma sekali Saya ulang tadi Ibnu Hajar menyelisih dan menyepakati menyelisih di mana eh Antum sama Ana enggak menyelisih di mana menyelisihi bahwasanya cukup sekali tidak perlu dua kali atau tiga kali dan dia sepakat dengan Mazhab Syafi'i dalam hal boleh mengusap sebagian apa kepala tidak harus seluruhnya sepakat Mazhab Syafi'i menyelisih Imam bukhi kita bacakan sulaim Bin was hadisnya sama Dar Abdullah bin Zaid ditanya tentang bagaimana cara wudu nabi was maka beliau pun meminta didatangkan bejana maka dia pun berwudu di hadapan mereka Maka dia pun menuangkan air tangannya dicuci kali yang saya katakan menjelaskan hadis sebelumnya maka beliau pun berkumur-kumur dan beris dan berar kali dengan Ali cidukan dengan kukan bukan [Musik] seuk ini dia menconkan dia perahkaliukan perah Menuk dengan saya kat Lebi ha-hati kitaaliukan lebih mud lebih bersih KUD dia menci wahnya [Musik] UK tangan di tangan kep kemudian dia pun mencuci kedua kakinya dalam riwayat yang lain Mus riwayat yang lain dia pun mencuci kepalanya sekali saja sekali saja ya Ibnu Hajar rahimahullah berkata bahwasanyausap kepala itu dibangun di atas keringanan berbeda dengan mencuci Seandainya di disyariatkan tiga kali diusap maka seakan-akan kepala juga dicuci padahal allah menggunakan kalimat diusap beda dengan di dicuci makanya diusap sekali sudah cukup seandainya disyariatkan tiga kali maka ambil tiga kali satu lagi maka seakan-akan di dicuci kata Ibnu Hajar rahimahullahu taala muazan habis azan kita lanjutkan yang bertanya silakan Ya lanjut ya masih ada Wak gak bab tentang seorang berwudu bersama istrinya boleh wudu bareng-bareng ya kemudian Bagaimana hukum tentang sisa bekas wanita wanita sudah berwudu boleh enggak kita pakai Airnya lagi untuk berwudu ini Imam Bukhari meng ada khilaf ini menyelisih pendapat jomur ulama dia berpendapat bahwasanya boleh wudu bareng-bareng boleh wudu menggunakan bekas wudu wanita Enggak ada masalah berbeda dengan pendapat Sebagian ulama azan ya silakan Azan dulu Ini pertanyaan banyak sabar Antum mendengar jawaban kita lanjut aja nanti pekan depan ya Ini pertanyaan Ustaz Apakah batal ketika salat lalu keluar ingus gak keluar ingus Enggak ada masalah yang batal kalau keluar dari kubul maupun apa dubur selama ingusnya dari atas Enggak ada [Tertawa] masalah Ustaz Sahkah Jika berwudu dengan air yang digayungkan air dituangkan dengan Gayung enggak ada masalah ya mau digayungkan mau Dikan mau digelaskan enggak ada masalah Bagaimana mengusap kepala baguan itu yang berambut panjang saat berwudu yang diusap kepalanya bukan rambutnya rambutnya sampai di belakang jangan sampai sini sudah cukup balik lagi ya ya ingat ya Allah mengatakan ya wamsahu birusikum usap usaplah apa kepala kalian kebetulan di kepala ada rambut maka rambut yang diusap tapi kalau rambutnya panjang sampai di belakangnya ada yang sampai di apa bokongnya Ya enggak mungkin sampai ke belakang G enggak jadi cuma sampai di leher balik lagi ke depan ketika saya selesai berwudu saya terburuburu dan akhirnya tidak membaca doa sesudah wudu Apakah wudu saya sah jelas sah karena membaca doa wudu hukumnya sunah tidak wajib apa hukumnya mengucapkan Bismillah di toilet yang ada wc-nya tempat buang air besar sedangkan wudu harus mengucapkan bismillah sudah kita Jelaskan bahwasanya pendapat yang rajih jumhur ulama bismillah tidak wajib bismillah tidak wajib tatkala berwudu oleh karenanya sahabat-sahabat yang meriwayatkan wudu nabi tidak ada yang memulai dengan mengucapkan apa bismillah oleh karena hukumnya sunah seandainya orang mengucapkan bismillah dia mengucapkan sebelum masuk ke dalam WC Ya kalau dalam WC tidak kurang ada khilaf juga ada mengatakan boleh mengucapkan bismillah ya tapi intinya mengucapkan Bismillah tidak wajib seandainya seorang berwudu tanpa mengucapkan bismillah wudunya Sah apa hukumnya bikin S SIM secara nembak Siapa yang ditembak ini karena jika bikin secara normal sudah pasti tidak lolos jadi harus dengan tidak normal dengan ditembak Intinya kalau seorang mengurus sesuatu ternyata dia berhak tapi dihalang-halangi dan dia hanya bisa mengambil haknya dengan mengeluarkan uang berarti dia statusnya dizalimi maka itu diperbolehkan yang dosa yang mengambil yang dilarang dikatakan risywah menyogok Kalau itu bukan hak dia kemudian dia berusaha untuk lulus atau mengambil sesuatu yang bukan hak dia kemudian dia menyogok Maka itulah Apa riswah itu tidak diperbolehkan tapi kalau seorang dia mau ngurus sesuatu gak mungkin ya kecuali dengan demikian kalau enggak dia enggak bisa maka yang mengambil yang zalim saya pengalaman saya pernah mengurus pada tahun 2001 di salah satu kantor imigrasi di tanah air ya Ee zaman itu ya Saya ingin urus dengan cara normal tidak tembak ya maka ada yang menawarkan Ah kamu ngurus saja tembak lebih murah Rp300.000 zaman itu saya bilang Enggaklah Saya ngak mau saya mau cara yang jujur Harir ini saya ngurus sendiri saya ngurus begitu mulus sampai selesai begitu selesai Ketika saya mau dikasih kepala imigrasinya bilang itu bagi-bagi uang sama pegawai saya akhirnya kena r500.000 akhirnya mending saya tembak dari awal ya mudah-mudahan sekarang sudah tidak demikian ya sekarang di era keterbukaan katanya ya tapi demikianlah ya kalau intinya Intinya kalau ada hak kita yang harusnya bisa kita peroleh tidak bisa kita peroleh kecuali dengan seperti itu maka kita tidak tidak dikatakan kita berdosa tapi masalahnya kalau anda tidak bisa naik motor terus Anda pengin dapat apa SIM ya dengan cara apa nembak ya berani-beraninya Anda nembak Ustaz apakah sikap yang harus dilakukan sebagai seorang Muslim Sejati Untuk menghadapi Pemilu dia bilang kita berdoa yang pertama berdoa kepada Allah semoga Allah memberikan pemimpin yang lebih baik ya ya siapapun pilihannya siapapun yang terpilih semoga adalah yang terbaik bagi Islam dan kaum muslimin ini yang jelas doa jangan dipandang remeh doa itu sangat kuat pengaruhnya yang kedua kalau anda bisa memiliki kemampuan untuk menimbang antara yang satu dengan yang lainnya maka Anda silakan memilih yang menurut anda yang terbaik ya kalau anda tidak mampu menimbang karena banyak kesibukan dan tidak sempat untuk menimbang maka laukahu nafsanaha Allah tidak m di luar kemampuan W jangan mengikuti suatu yang tidak punya ilmu Sungguhnya penglihatan pendengaran hati akan dimintai pertanggungjawaban kalau bisa milih silakan milih Semoga sumbangsing anda ya bisa memperbaiki kondisi ee tanah air kita menjadi lebih lebih baik Saya berencana Ingin Melamar seorang wanita untuk saya jadikan istri Ya jelaslah melamar untuk jadikan istri ini tidak perlu di Jelaskan Ya hanya nambah-nambah [Musik] [Tertawa] waktu akan tetapi orang tua dari pihak si Wanita Masih mempercayai perhitungan weton atau tanggalan Jawa dan hasilnya kurang baik akhirnya dari pihak wanita ragu-ragu untuk melanjutkan acara lamaran ini bagaimana langkah yang harus saya lakukan Ustaz Jelaskan itu Syirik Ma sudah ngelamar dihitung-hitung ternyata menurut calon mertuanya sang Ikhwan ini enggak beres kalau menurut hitungan apa weton apa Waton tadi ya ya Jelaskan bahwasanya itu hitungan kesyirikan bilang sini saya Yang ngitung menurut perhitungan saya namanya pernikahan itu kebaikan bilang gitu ini seperti inilah membuat kerugian orang lain ya gara-gara hitung-hitung akhirnya entah pakai rumus Apa akhirnya merugikan apa orang lainnya kalau ternyata sang calon mertua tetap bersih keras Ya Sudahlah cari yang lain ya Daripada nanti urusan panjang maksa nikah sama wanita tersebut kemudian nanti setelah ente nikah ada perhitungan lain lagi repot ya Udahlah cari yang lain tapi kalau Anda bisa menjelaskan mengingatkan ini ini kesyirikan ya ya ini tathayyur dan yang lainnya maka semoga bermanfaat Apakah bisa wudu di WC setelah mandi boleh setelah andum mandi biasa ingin wudu wudu ya wudu wudu seperti wudu biasa silakan Ustaz jika kita batal pada saat berwudu wudunya belum selesai Apakah harus mengulang wudunya Iya ulang lagi dari awal Antum pas usap kepala buang angin jangan dilanjutkan ulang lagi dari awal ya pas lagi nyuci kaki kanan buang angin ah tanggung tinggal kaki kiri enggak ulang lagi dari [Musik] awal saat lagi lagi halangan boleh enggak berwudu yang benar bahwasanya yang dianjurkan berwudu sebelum tidur atau untuk mengurangi hadas adalah junub lelaki junub maupun wanita junub boleh dia berwudu ee kalau dia mandi lebih baik segera hadasnya hilang tapi kalau dia berwudu meringankan hadasnya meringankan junubnya dan ini sahih dari sahih dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Adapun Apakah ini bisa dikiaskan kepada wanita haid jawabannya tidak dan dijelas oleh Mazhab Syafi'i Imam Syafi'i juga menjelaskan Nawawi rahimahullah dan banyak ulama menjelaskan bahwasanya wanita haid tidak bisa dikiaskan dengan junub ya buktinya wanita haid pun kalau mandi tidak menghilangkan Apa hadasnya karena Dar haidnya masih masih keluar kalau dia mandi saja tidak menghilangkan hadasnya apalagi hanya sekedar berwudu beda dengan junub kalau junub dia mandi hilang apa hadasnya Dan kalau dia berwudu diperbolehkan meringankan ee hadasnya maka di sini kias yang tidak tepat mengkiaskan wanita haid dengan ee junub ya Dan ini dijelaskan oleh para ulama saya batal menikah ini kasesihan ya padahal sudah tahap khitbah dia membatalkan dengan alasan yang tidak jelas tolong beri saya nasihat agar saya bisa menghadapi semuanya Masyaallah terutama omongan tetangga yang sudah tahu syukran Ustaz Sabar ya hidup ini banyak ujiannya ya ya pertama kita harus yakin wa Asa an takrahu saian wahuahairulakum bisa jadi engkau membenci sesuatu dan itu lebih baik bagimu ya bisa jadi lebih baik waasa an takrahuan wajallah fhairan kir bad k benci suatu dan Allah menjadikan di balik kebencianmu banyak kebaikan yang banyak seorang hnutan kepada Allah subhanahu wa taala dia tidak tahu kebahagiaannya pada wanita tersebut atau pada wanita yang lain dia tolak Ya sudah dia kan sudah berusaha alkhair khiratullah yang terbaik adalah pilihan Allah subhanahu wa taala Nah kalau kita sudah sesuai dengan prosedur kita sudah berusaha kita melamar tahu-tahu dia batalkan tanpa alasan yang jelas pasti ada alasannya Cuma mungkin dia tidak mau menyampaikan mungkin ada laki-laki lebih tampan mungkin laki-laki lebih kaya ya ya yang Antum datang ngelamar pakai sepeda yang satunya ngelamar pakai mobil ya zaman sekarang sudah tidak ada cinta buta wanita bisa bedakan antara sepeda dengan [Tertawa] mobil Ya sudah Yakinlah bahwasanya Alhamdulillah Antum tidak dapat mertua yang matre Ya intinya husnudan kepada Allah dan sekarang mulailah pemburuan yang baru ya cari lagi akhwat yang lain masih banyak ee bunga-bunga yang bertebaran lebih banyak bunga-bunga daripada kambing-kambing ya Ustaz Bagaimana hukumnya jika suami saya tahun ini sedang menyusun skripsi tetapi untuk menyusunnya suami minta bantuan temannya untuk dibuatkan Tapi semua datanya dari suami saya enggak kalau maksudnya dibantu itu dalam Sisi eh layout misalnya atau penataan itu enggak ada masalah tapi kalau itu berkaitan dengan ilmiahnya maka ini tidak Bo ini penipuan kecuali suami belajar sama dia ini bagaimana kira-kira Dia belajar Enggak ada masalah tapi kalau dia nyusun kemudian ilmiahnya dia yang nyusun itu enggak boleh namanya penipuan sehingga ijazah tersebut ijazah palsu kalau begitu ya Gak gak boleh tapi kalau yang l maksudnya layout-nya misalnya atau apa namanya eh mungkin Tata bahasan atau yang lainnya tapi kalau ilmiahnya kesimpulannya teman yang ambil kemudian kalau diskusi Enggak ada masalah kita boleh Dis sama orang tapi jangan jangan sampai teman yang nulis kita yang nulis diskusi gak ada masalah Saya seorang mualaf akhwat saat wudu saya Membaca niat memakai bahasa Indonesia Apakah itu menjadi masalah dan setelah wudu saya tidak pernah membaca doa setelah wudu apakah wuduah EE tidak usah niat dengan bahasa Apun niat berwudu dalam hati dalam hati saya sudah niat berwudu tidak perlu diucapkan Ya karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah mengucapkan niat wudu nabi tidak pernah berkata nawaitu Al wudua ya aku berniat wudu ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi padahal begitu banyak ratusan hadis tentang wudu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan juga tidak pernah diriwayatkan oleh para sahabat ketika mereka hendak berwudu mereka mengatakan aku berniat untuk wudu jadi anti mualaf ya yang baru masuk Islam Ee tidak perlu melafalkan niat niat berwudu dalam hati kita sudah niat berwudu maka sudah sah Adapun baca doa setelah wudu maka tidak dibaca juga tidak mengapa sambil sedikit-sedikit anti belajar bagaimana ee cara doa setelah berwudu tapi hukumnya sunah sunah itu maksudnya tidak wajib se ini tidak dilakukan juga tidak mengapa Semoga Allah ya Ee memperkokoh Iman anti dan Nti Jangan lupa untuk terus belajar tentang islam yang begitu indahnya dan mencari keberkahan kepada nabi Apakah tidak menganggap kita menyungutukan Allah subhanahu wa taala tidak ya ini Allah ingin menjelaskan bahwasanya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah orang yang mulia oleh karenanya nabi tidak pernah mengajarkan para sahabat untuk menyembah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan nabi sangat benci untuk disembah dan oleh karena dalam banyak hadis nabi Ingatkan akan hal tersebut bahkan kata Anas bin Malik Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam W ahu lam yaakumu lima yamuna Min karohtihidalik adalah orang yang paling dicintai oleh para sahabat adalah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam lebih mereka cintai daripada orang tua mereka daripada anak mereka daripada diri mereka sendiri tetapi kalau mereka melihat nabi datang mereka tidak berdiri menghormati nabi Karena nabi karena mereka tahu Nabi tidak suka digitukan ya ya oleh karenanya kalau anti belajar masalah kitab nanti akan tahu bahwasanya betapa nabi sangat tidak suka disamakan dengan Allah ada seorang pernah berkata Masyaallah karena kehendak Allah dan kehendakMu wahai Rasulullah maka Rasul wasam marah Kata rasulu wasallamillah apa kau menjadikan aku sebagai tandingan bagi Allah subhanahu wa taala ya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sama sekali tidak pernah mengajarkan untuk beribadah kepada beliau alaihiatu wasalam Adapun mengenai keberkahan ini sebagai mukjizat sebagai bukti Dia adalah seorang nabi makanya nabi punya mukjizat-mukjizat yang lain tapi mukjizat tersebut tidak mengharuskan dia disembah contoh Nabi Isa Alaihi Salam punya mukjizat ya dia bisa membuat patung burung kemudian dia tiupkan burung tersebut terbang dia bisa Alaihi salatu Wasallam bisa menyembuhkan orang yang kena ee penyakit baras ya orang buta bisa melihat bahkan orang mati bisa dihidupkan Tapi itu tidak menjadikan Nabi Isa untuk disembah nah orang-orang nasara tatkala melihat ini mukjizat luar biasa mengangkat beliau seperti Tuhan Kara beliau bukan Tuhan mukjizat itu sebagai bukti Dia seorang nabi bukan sebagai Tuhan makanya dia sujud kepada Allah dalam Injil pun disebutkan Nabi Isa sujud Nabi Isa salat Nabi Isa berdoa Nah kalau dia Tuhan ngapain dia sujud sujud kepada siapa Masa Tuhan sujud masa Tuhan beribadah kalau dia Tuhan kenapa dia berdoa loh Tuhan minta Terus siapa yang diminta kalau Tuhannya minta ya Dan ini menunjukkan bahwasanya mukjizat yang dimiliki seorang nabi bukan menunjukkan dia Tuhan Tetapi dia adalah seorang nabi karena mukjizat tersebut bukti dia utusan Allah subhanahu wa taala seb Nabi Sallallahu Ali wasallam punya mukjizat B nya di antaranya berkah tubuhnya di antaranya ludahnya bisa menyembuhkan orang sakit di antaranya rambutnya bisa menyembuhkan orang sakit tetapi nabi mengajarkan kita minta kepada Allah subhanahu wa taala Ustaz Ada pendapat yang mengatakan jika sudah mandi besar mandi wajib tidak perlu wudu lagi bisa langsung salat itu benar sudah sudah sering kita Jelaskan kalau orang mandi junub mandi besar bukan mandi biasa mandi junub dia lagi janabah kemudian dia mandi junub mandinya sah maka dia langsung bisa salat Adapun kalau mandi biasa gak boleh harus berwudu lagi karena di antara syarat wudu adalah tertib atau rukun wudu adalah tertib tertib Itu harus dari tangan kemudian ee apa wajah kemudian tangan kemudian rambut baru kepala baru kaki itu harus tertib enggak boleh dibolak-balik sementara kalau kita mandi memang badan kita semuanya basah lebih daripada anggota tubuh cuma dia tidak ada tertibnya dan di antara rukun wudu adalah apa apa tertib Bagaimana kondisi apabila kita setelah berwudu selalu ingin kentut melulu Apakah boleh kita tahan karena terkadang setelah diulang wudu pun masih ingin kentut lagi ya sudahah ulang kentut lagi ulang lagi tapi kalau memang itu pembawaan wallahu alam bawab mungkin ditahan tatkala menjelang salat Enggak ada masalah ya tapi kalau ternyata memang kebelat ya kentut aja gak apa wudu lagi kentut lagi wudu lagi gak apa sampai enggak ingin lagi ya ya sampai enggak ingin enggak ingin lagi Bolehkah berwudu dalam keadaan telanjang boleh karena ee Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam eh nanti akan datang bagaimana boleh mandi mandi janabah dalam kondisi telanjang boleh padahal mandi janabah juga bersuci ya sama wudu juga apa bersuci mandi janabah bahkan mengangkat hadas besar itu boleh dalam kondisi tidak berpakaian apalagi hanya wudu yang mengangkat hadas kecil maka boleh juga dalam kondisi tidak berpakaian wallahu taala alam bwab asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Categories