Transcript
bOqSzFxKbPQ • Tafsir Surat Ali imran #16 Ayat 92-97 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2479_bOqSzFxKbPQ.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqih wamtinanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuimni wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul da ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan ee ayat ke-92 dari surah Ali Imran. Allah berfirman, "Lan tanalul birro hatta tunfiqu mimma tuhibbun. minin fainnallaha bihi alim. Kalian sekali-sekali tidak akan sampai kepada kebajikan yang sempurna sebelum kalian menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai dan apa saja yang kalian nafkahkan sungguhnya Allah maha mengetahuinya. Ayat ini ee disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahullahu taala ya. Ada ee atau di sini ada dua faedah ya. Faedah yang pertama ya atau ini faedah yang pertama adalah sebelumnya Allah menyebutkan tentang ee orang-orang kafir yaitu ayat 91. Innalladzina kafaru watahum kuffar falan yuqbala min ahadihimul ardiahaba wada bih. Sesungguhnya orang kafir dan mereka meninggal dalam kondisi kafir, maka jika mereka menebus diri mereka dengan emas sepenuh bumi maka tidak akan diterima. Maka kata Albiqai dalam kitabnya Nazmud Durar fi Tanasubil Ayati Wasar, beliau menyebutkan ketika orang baca ayat ini maka mungkin timbul pertanyaan ya kapan sedekah yang diterima ya karena orang kafir mereka bersedekah tidak diterima bahkan kalau mereka bersedekah dengan emas besar bumi tidak akan diterima. Adapun orang beriman saat yang tepat atau sedekah bagaimana yang terbaik ya sehingga tidak seperti orang kafir yang sedekah mereka tidak diterima. Maka Allah jelaskan pada ayat berikutnya, lan tanalul birro. Kalian tidak akan mencapai kebajikan yang sungguhnya. Hatta tunfiqu mima tuhibbun sampai kalian menginfakkan apa yang kalian cintai. Ya. Jadi janganlah seperti orang kafir seandainya mereka menginfakkan apa yang mereka cintai pun tidak diterima oleh Allah. Orang orangorang beriman diterima. Dan di sini Allah ee menyatakan jika ingin mencapai kebajikan yang sempurna maka harus menginfakkan sebagian dari yang dicintai. Makanya Rasulull sahu alaihi wasallam bersabda, "Wasodqatu burhan." Sedekah itu adalah bukti, yaitu bukti ketakwaan ya, bukti keimanan kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan di sini Allah memerintahkan untuk menginfakkan sebagian dari yang dicintai, bukan dari seluruh yang dicintai. Sebagian dari yang dicintai. Dan bagaimana praktik sahabat ketika turun ayat ini? Maka sahabat menginfakkan apa yang paling mereka cintai. Dalam hadis disebutkan ya, Anas bin Malik berkata, "Kana Abu Thha aksar ansariyin bil Madinati maalan." Abu Thha adalah orang ansar yang paling banyak hartanya di Madinah. Wakana ahabba amwalihi ilaihi bairoha. Dan harta yang paling dia sukai dari hartanya adalah kebunnya. Kebun yang dikenal dengan Bairaha. Wakat mustaqbilatal masjid dan letaknya di depan masjid. Wana nabi sallallahu alaihi wasallam yadkhulu. Dan rasul sahu alaihi wasallam sering mampir ke kebun tersebut. Waasru min main fiha dan minum dari air mata air yang ada di kebun tersebut. Ini kebun yang disukai oleh Nabi. Posisinya dekat masjid ya depan masjid ya. Eh, min main fiha thyibin. Situ ada mata air yang segar yang bisa untuk diminumi. Jadi, ada air, ada ee buah-buahan, ada kurma. Ya, tentu ini adalah kebun yang menyenangkan dan itu harta yang paling dicintai oleh Abu Thalhah al-Anshari radhiallahu anhu. Falamma nazalat ketika turun ayat ini, lan tanalul bir hatta tunfiqu mim tuhibbun. Kalian tidak akan mencapai kebajikan yang sungguhnya sampai kalian menginfakkan apa yang kalian cintai. Maka Abu Thha berkata ya Rasulullah inallah yaak wahai Rasulullah. Sesungguhnya Allah berfirman, birunfiquibun. Kalian tidak akan mencapai kebajikan yang sesungguhnya sampai kalian menginfakkan apa yang kalian cintai. Wa inna ahabba amwali bairoha. Dan sesungguhnya harta yang paling aku cintai adalah bairoha. Wa innaha shodqatun lillah. Dan itu menjadi sedekah bagi Allah. Arjuirraha wukrahaallahi taala. Aku berharap mendapatkan balasannya dan ganjarannya, pahalanya di sisi Allah Subhanahu wa taala. Fadha ya Rasulullah haitu arakallahu taala. Wahai Rasulullah, letakkanlah atau berikanlah ee kebunku ini kepada yang kau pandang, yang kau suka ya, sesuai dengan apa yang Allah tunjukkan kepadamu. Faqala Nabi sallallahu alaihi wasallam, bakin dzaka maalun rabih dzaka maalun rabih waqad samitu ya wa ana arro anta ja'alaha fil aqrabin. Maka Nabi mengatakan, "Luar biasa. Ini adalah harta yang menguntungkan." Inilah harta yang menguntungkan. Yaitu karena Abu Thalha menjadikan kebunnya sebagai wakaf. Waqad samu wa ana arro. Dan menurutku kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Anta ja'alaha fil aqrabin." Engkau menjadikannya wakaf bagi karib kerabatmu. Kata Abu Thalha, "Af'alu ya Rasulullah." Faqasama Abu Thalha fi aqoribihi wa bani ammihi. Maka Abu Thabh pun membagi-baginya kepada kerabat-kerabatnya dan sepupu-sepupunya. Ini dalil bahwasanya ee sahabat begitu cepat menjalankan perintah Allah Subhanahu wa taala. Karena Anas bin Malik berkata, "Ya, falamma nazalat." Ketika turun ayat ini langsung mereka berusaha mempraktikkan dan di antara yang praktikkan adalah Abu Thalhah. Dia langsung mencari hartanya yang paling dia cintai. Kemudian dia sedekahkan di jalan Allah Subhanahu wa taala. Dan itu juga dilakukan oleh Umar bin Khattab radhiallahu anhu wafi sahihain dalam sahih Bukhari sahih Muslim anna Umar radhiallahu anhu q Umar berkata, "Ya Rasulullah lam usibanq hua anfasu min sahmi alladzi hua bi khaibar." Ya Rasulullah, aku tidak pernah mendapatkan harta yang paling bernilai di sisiku seperti jatahku yang ada di Khaibar. Yaitu karena beliau ikut perang Khaibar maka dapat jatah ghanimah. Di antaranya ada tanah kebun yang ada di Khaibar. Dan itu yang paling aku sukai dari harta-hartaku. Ya, dulu orang pemilik kebun kaya raya. Iya. Sekarang masih kaya enggak orang pemilik kebun? Masih ya tergantung kebun apa dulu. Kebun emas. Jadi ee dan itu harta yang paling dicintai atau yang paling bernilai di siku. Kata Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu, "Fama tammuruni bihi." Maka apa yang kau perintahkan kepadaku terkait dengan ee hartaku ini? Qala habisil asl wasabbilamrah. Kata kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tahan asalnya dan sedekahkan hasilnya." Itu wakaf. Wakaf. Ya, kalau tadi Abu Thaliam wakaf atau tidak. Tapi kalau Umar ini jelas wakaf. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Habisil asl. tahan asalnya itu diwakaf ya serahkan kepada Allah subhanahu wa taala. Adapun samarahnya sabbil yaitu jadikanlah di jalan Allah subhanahu wa taala yaitu sedekahkan yang disebut dengan wakaf. Maka lihat di sini juga Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu ketika ingin wakaf atau ingin bersedekah maka dia memilih harta yang paling dia cintai. Demikian juga diikuti oleh putranya Abdullah bin Umar. Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma eh berkata, "Hadaratni hadil ayah." Aku mengingat ayat ini. Lanalul birta tunfiqu mim tuhibbun. Kalian tidak akan meraih kebajikan yang sungguhnya sampai kalian menginfakkan apa yang kalian cintai. Maka aku mengingat fadakartu Allah. Aku mengingat kembali anugerah-anugerah harta-harta yang Allah berikan kepadaku. Apa saja asetku? Yaitu aku mengingat asetku. Apa saja asetku? Di skreening. Apa saja asetku? Falam ajid saian ahabba ilaiya min jariatin rumiyah. Ternyata harta yang paling aku cintai adalah budak wanita Romawi. Ya, maksudnya budak cantik yang sangat dia cintai. Ya. Faqulu, maka aku berkata, "Hiya hurratun liwajihillah." Maka budak Romawi tersebut budak bule ini ya, aku merdekakan karena Allah subhanahu wa taala. Falu anni audu fiin jaal lillah lanakahtu. Kalau saya boleh membatalkan apa yang sudah aku sedekahkan di jalan Allah, saya akan batalkan ini dan saya akan nikahi budak wanita tersebut. Ya, tetapi aku tidak menikahinya. Bahkan aku merdekakan karena Allah subhanahu wa taala karena mengamalkan ayat ini. Lan tanalul birro hatta tunfiqu mima tuhibbun. Kalian tidak akan mencapai kebajikan sampai kalian menginfakkan apa yang kalian cintai. Oleh karenanya sedekah yang terbaik ya adalah seorang menginfakkan apa yang dia cintai. Ya, menginfakkan apa yang dia cintai. Dalam Al-Qur'an Allah sering sebutkan ya tentang menginfakkan apa yang seorang cintai. Seperti ketika Allah Subhanahu wa taala sebut tentang walakinal birro man amana billahi wal yaumil akhir wal malaikati wal kitabi nabiyin waal maala al hubbihi qurba akan kebajikan yang sungguhnya dalam surat albaqarah man amana billah wal yaumil akhir wal malaikati wal kitabin nabiin beriman kepada Allah kepada hari akhirat kepada kitab-kitab dan kepada para nabi. Kemudian kata Allah, waal maubilba walatama wal masakil wasilqab. Yaitu orang yang menginfakkan harta yang dia cintai. Waatal maala al hubbihi. Padahal dia mencintai harta tersebut namun dia infakkan. Kepada siapa? Kepada karib kerabat, kepada orang-orang miskin eh. Kemudian yang lainnya, Ibnu Sabil dan yang lainnya. Jadi kata Allah masakin harta dia cintai dia berikan kepada karibabatnya, kepada anak-anak yatim, kepada orang miskin, kepada ee musafir yang kehabisan bekal wafir riqab dan juga kepada para budak-budak. Tapi kata Allah ala hubbihi dia menginfakkan harta yang dia cintai. Maka ini infak yang terbaik. Seorang menginfakkan apa yang dia cintai ini bukti bahwasanya dia beriman kepada Allah dan hari akhirat. Demikian juga Allah berfirman, thaama ala hubbihi miskinan waiman wa asir. Dan mereka para penghuni surga itu ketika di dunia mereka memberikan makanan alubi padahal mereka suka dengan makanan tersebut. Ya, qurba eh miskin wa yatima wa asira kepada miskin, kepada anak yatim, kepada tawanan. Ya, makanya di antara perbuatan para sahabat ketika perang Badar, sebagian mereka menerapkan ayat ini. Dia ada roti dan dia ada kurma. Dia kasih tawanan roti dia kasih tawan, dia makan kurma dan tawannya sampai kikuk karena enggak enak. Ya, saya ditawan kafir yang menawan orang muslim ketika ada makanan ada kurma ada roti. Saya dikasih roti dia makan K kurma. Enakan mana kurma atau roti? Rotilah. Kenapa? Dia lebih ee dia suka roti tersebut dan dia berikan kepada tawanan. Karena Allah mengatakan dalam ayat ini, wauimun thamubbihi miskinan waima wa asir. Mereka menginfakkan atau memberikan makanan yang mereka cintai kepada miskin, kepada yatim, kepada tawanan. Itu sebab orang tawanan dulu masuk Islam melihat bagaimana kemuliaan orang-orang islam. Ini salah satu bentuk ee sedekah yang ee yang yang yang terbaik yaitu yang disukai oleh jiwa ya. Disukai oleh jiwa ya sebagai bukti bahwasanya iman benar. Syekh S'di rahimahullah dalam tafsirnya menyebutkan, "Fayadukulu fidalika infaqu nafaisil amwal." Di antara kandungan ayat ini yaitu mimma tuhibbun, berinfak dengan apa yang kalian cintai. Di antaranya adalah berinfak dengan harta-harta yang terbaik, yang yang mulia. Ya, kalau kasih beras, beras yang bagus, bukan beras mau rusak. Ya, kalau mau kasih ikan, ikan yang bagus, bukan ikan yang mau ee apa namanya? Mau mau basi, ya. Enggak. Kalau mau kasih mesin cuci, mesin cuci yang baik, bukan mesin cuci yang mau rusak. Ada orang kasih orang lain dia kasih ini mesin cuci sebenarnya bagus tapi tapi lagi rusak. Kamu perbaiki insyaallah bagus ya. Kamu perbaiki aja dulu baru kasih. Bukan kita mau kasih barang karena takut rumah kita kepenuhan daripada taruh sampah di rumah kita kasih orang. Ya gak kita barang kita sukai kita kasih. Itulah namanya infak yang termasuk ayat ini yaitu min nafaisil amwal. Harta yang kita sukai. Harta yang bernilai. harta yang ber kita kasih. Kemudian di antaranya alinfaq fi hali hajatil munfiq ma anfaqahu. Berinfak kata kata Syekh SDI dalam kondisi sang yang yang berinfak lagi membutuhkan harta tersebut tapi dia infakkan buat orang lain. Dia juga butuh tapi dia kasih. Ini seperti yang Allah sebutkan tentang kaum ansar. Kata Allah Subhanahu wa taala, wih kh mereka mendahulukan ee kaum Muhajirin daripada diri mereka sendiri. Padahal mereka dalam kondisi butuh, mereka dalam kondisi perlu. Ini di antara infak yang mulia ya. Ee dia juga wudu, tapi sudahlah gak apa-apa buat yang lain saya bisa cari lagi ya. Dia bisa cari lagi sehingga dia mendahulukan orang lain. Karena orang tersebut lagi butuh, dia juga butuh. Tapi ini kebutuhannya lebih mendesak, mending saya kasih orang orang tersebut. Ini juga infak luar biasa. Allah maha tahu. Kemudian di antaranya wal infaqu fi halisihah. Berinfak dalam kondisi sehat. Ketika Rasul sahu al wasallam ditanya tentang sedekah yang paling afdal, Rasul mengatakan afdalusqah antasadaq wa anta shahihun syahihunal ginaal fakar fala tumhil. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika ditanya sedekah yang terbaik. Kata Rasul sallallahu alaihi wasallam, "Sodekah terbaik engkau dalam kondisi sehat." Sehat tapi kau lagi pelit pengin pegang uang. Uang lagi enggak pengin dikeluarin, lagi pelit. Ya takalul gina kau lagi pengin nambah-nambah duit, lagi pengin kumpulin duit. Watsyal faqar. Sementara kau juga takut kekurangan. Jika berkumpul pada engkau seperti itu. Terus kau bersedekah itu sedekah yang terbaik. Beda kalau sudah mau mati banyak sedekah. Aduh besok kata kata dokter kau 3 hari lagi mati. Udah semua sedekahin. Ternyata enggak jadi mati. Menyesal. Karena kalau orang sudah mati dia enggak mikir dunia, mikir apa? Akhirat. Tetapi sedekah yang terbaik bukan ketika kau mau mati, ketika kau lagi gandrung dengan dunia. Kau lagi pengin cari dunia, lagi pengin duit lebih banyak, lagi nahan-nahan harta, pengin jadikan modal, ya. Kemudian ee takut. Jangan-jangan nanti ke depan gimana, bulan depan enggak tahu ya. Taksyal faqr. Ya, saat itu kok infak, maka ini infak yang terbaik. Infak yang yang terbaik. Ini kata Syekh S'di rahimahullahu taala masuk dalam ayat yang sedang kita kita bahas. Kemudian dia berkata kesimpulan dari ayat ini. Wadallatil ayatu anal abda bihasabi infaqihi lil mahbubat yakunu birrahu. Ayat ini menunjukkan sesuai dengan kadar kecintaan seorang terhadap hamba kepada harta yang dia infakkan, maka itulah kadar pahalanya. Semakin dia cinta kepada harta tersebut semakin tinggi pahalanya. Dan akan berkurang pahalanya sesuai dengan kadar kurangnya cintanya kepada harta tersebut. Kalau tersebut semakin tidak dia butuhkan, dia infakkan, tetap dapat pahala. Tapi pahalanya ku kurang. Pahalanya kurang. Setelah itu Allah berfirman, "Wfiqu minin fainnallaha bihi alim." Apapun yang kalian infakkan, apapun minaiin itu di sini eh menunjukkan keumuman wunfiqu minin. Apapun yang kalian infakkan fainnallaha bihi alim, maka Allah mengetahui. Ya, maka Allah mengetahui. Ya, ini menunjukkan apa? Mutlak apapun. mutlak. Apapun yang kalian infakkan, maka Allah maha mengetahui. Di sini disebut ada yang menafsirkan bahwasanya ee terkadang yang kalian infakkan mungkin sedikit [Musik] tapi ternyata di sisi Allah besar. I seperti ketika Allah Subhanahu wa taala ee menyebutkan dalam surah at-taubah ya ayat 79 Allah menyebutkan sebagian kaum mukminin hanya bisa berinfak sedikit. Ayat 79 kata Allah Subhanahu waina minalqatina juhdahum. Dan orang-orang munafik itu yaitu orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan mereka mencela orang-orang yang tidak memperoleh untuk disedekahkan selain sekedar kesanggupannya. Jadi orang-orang munafik ketika para sahabat berinfak, ada yang infak banyak kata mereka ri. Ada yang berinfak sedikit kata dia Allah tidak butuh dengan infak sedikit mereka ngejek. Dan ada sebagian kaum mukminin kata Allah, walladzina la yajiduna illa juhdahum. Dan merekanya berinfak sedikit saja. Fasha minhum. Maka orang munafik mengejek mereka. Ini meskipun sedikit tapi ternyata itu kemampuannya. Maka Allah mengatakan fainnallah bihi alim. Allah maha mengetahui. Meskipun itu sedikit tapi itu sangat dicintai. Jadi suatu yang dicintai tidak mesti harus besar. Terkadang sedikit tapi ditinjau dari keberadaan dia. Ini sangat dia cintai. Ya mungkin ada orang menginfak ee harta misalnya cuma sedikit 1 juta, tapi itu banyak bagi dia. Ternyata harta dia di rumah cuma 2 juta misalnya cuma R3 juta. Dia infak R1 juta sudah setengah harta atau sepertiga harta. Maka Allah maha mengetahui. Ya mungkin di pandangan orang sedikit tapi di sisi Allah besar. Karena Allah tahu itu kemampuannya. Maka datang dalam satu hadis kata Rasul wasallam, "Sabaq dirhamun dirhamin." Sungguh sekeping dirham mengungguli 100.000 dirham. Kok bisa demikian? Seorang datang dia mendapati dua keping dirham dia, maka dia memilih yang terbaik di antara dua keping tersebut. Karena dulu dirham terbuat benar-benar terbuat dari perak. Dan dia lihat ada dua keping perak. Mana yang terbaik? dia ambil meskipun nama-nama sama-sama 1 dirham tapi karena lebih baik mungkin lebih baru maka dia infakkan. Yang satu dia punya harta banyak dia ambil 100.000 dirham dia infakkan. Kata Nabi, "Yang pertama lebih menang daripada yang kedua." Kenapa? Karena yang pertama ini dia infakkan 50% lebih hartanya satu-satu dirham. Tapi karena kepinginnya kepinginan logamnya lebih baik, mungkin lebih bernilai, minimal dia berinfak 50% hartanya memang sedikit. Tapi sangat dia cintai karena harta dia cuma 2 dirham. Jadi maksud saya bukan berarti seorang menginfak harus tunggu duit banyak ya. Ya semu yang dia suka ini saya suka tapi ya subhanallah ya. Kadang orang miskin berinfak kepada miskin yang lain. Ada miskin kelaparan dia punya makanan dia bagi dua sama-sama lapar. Tapi ini sangat bernilai di sisi Allah Subhanahu wa taala karena itu makanan yang sangat dia cintai. Ini tafsiran disebutkan oleh Thahir bin Asyur bahwasanya ee bisa jadi sesuatu yang dicintai tersebut mungkin kurang bernilai di mata orang lain, tapi di mata sang perinfak yang berinfak sangat besar dan di Allah juga tahu. Makanya Allah mengatakan fainnallaha bihi alim. Allah mengetahui itu bernilai. Tafsir yang lain disebutkan oleh eh S'di bahwasanya firman Allah waiin fainnallah bi alim. Maksudnya bukan berarti ini iktiraz untuk apa namanya memperbaiki mungkin kesalahpahaman dari ayat ini. Kalau Allah mengatakan lanalul bir tunfiqu mimma tuhibbun. Kalian tidak akan mencapai kebajikan yang sesungguhnya sampai kalian menginfak menginfakkan apa yang kalian cintai. Berarti seakan-akan dipahami kalau tidak kita cintai gak gak usah diinfakkan. Enggak. Ternyata meskipun tidak kita cintai juga boleh berinfak tapi pahalanya lebih ke kecil. Barang-barang enggak dipakai di rumah ya sudah kasih orang mungkin dimanfaatkan, kita enggak cinta juga. Kita juga enggak suka. Ya daripada kita buang mending kita bagi-bagi kepada yang ber bisa mengambil ya. Lebih bagus kita belikan baru baru kita infakkan. lebih bagus ya. Tapi kalau kita lagi pelit ya sudah bagi-bagi yang ada ya. Ada kawan di Madinah ya saya kenal kawan itu. Dia pergi ke penjual AC. Dia pengin beli AC untuk rumah sewa. Dia pengin beli AC. Ketemu dengan orang Arab nanya, "Kamu siapa? Lagi cari apa?" AC. Terus oh di mana? E belajar lagi. Belajar. Dia milih-milihmilih AC. Setelah milih AC bayar kata penjualnya sudah dibayar sama orang tadi. Subhanallah. J tidak kenal sebelumnya cuma tanya mestikan kamu siapa? Penuntut ilmu. Sudah dibayarin selesai. Subhanallah. Bukan AC bekas suruh perbaiki dulu. AC baru nyar gres di Madinah aneh-aneh terjadi ya. Di antaranya keanehan seperti itu. Subhanallah ya. Jadi, tapi kalau kita berinfak dengan apa yang kita tidak cintai atau kita kurang cintai juga boleh. Tetap dapat pahala. Cuma pahalanya sesuai dengan kadar kecintaan kita. Pahalanya ada ya, tapi tidak seperti kalau kita menginfakkan apa yang kita cintai. Maka menurut Syekh saya ini adalah ikhtiras. Yaitu agar menolak kesalahpahaman yang terjadi. Jangan disangka, itu namanya ikhtiras dalam ilmu tafsir. Jangan disangka Allah hanya menerima dari infak yang terbaik yang yang kita cintai. Enggak. Seluruh infak Allah tahu yang terbaik, yang biasa-biasa semuanya ada pahalanya. Maka Allah berfirman, "Matunfiqu minaiin." Apapun yang kalian infakkan fainnallaha bihi alim, maka Allah maha mengetahuinya. Ada ganjarannya. Ini juga dalil tentang keikhlasan. Agar seorang ikhlas. Allah mengatakan fainnallah bi alim. Maka Allah sudah mengetahui. Maka tidak perlu kau mencari validasi manusia. Apa yang kau infakkan mau besar mau kecil Allah tahu. Allah tahu. Kalau sudah tahu berarti apa? Allah sudah tahu pasti Allah kasih ganjaran. Ya Allah tidak mengatakan saya akan beri ganjaran. Cukup Allah mengetahui sudah pasti ada gan ganjarannya. Sudah cukup Allah mengetahui sudah pasti ada ganjaran. Maka seorang berusaha melatih diri untuk membahagiakan diri dengan berkata yang penting Allah sudah tahu. Jadi kita semua latihan sehingga kita merasa bahagia kalau Allah sudah tahu. Sehingga enggak perlu diketahui oleh orang, gak perlu validasi orang. Kita berusaha menyembunyikan amal saleh kita, sedekah kita ya karena pahalanya lebih besar kalau tersembunyi. Maka ini mengajarkan kita untuk ikhlas. untuk ikhlas ya. Apalagi kata Ibnu Mubarak, "Rubba amalin shirin tuzimuhunah warubba amalin kabirin tusirunah." Betapa banyak amal yang sedikit tapi jadi besar karena niat yang luar biasa. Dan betapa banyak amal yang besar jadi kecil nilainya gara-gara niat yang terkontaminasi. Ya. Maka latih diri untuk bahagia Allah sudah tahu. Tidak perlu validasi orang lain. Kalau hati menggelitik agar kita cerita, agar orang lain tahu, sudah kita lawan. Kita lawan kita ingat ayat ini. Fainnallaha bihi alim. Allah sudah tahu. Ya sudah. Gak perlu kita mengharapkan validasi orang lain. Tib. Kita lanjutkan ee ayat berikutnya ayat ke-93 Allah berfirman, "Kull thaami hill bani israila illa ma harama israilu ala nafsihi minqobunazal taurah qul fau buraati fatluha inuntum shodiqin semua makanan adalah halal bagi bani israil siapa israil yaakub ya kita tahu Ibrahim alaihi salam punya punya anak dari dua wanita. Yang pertama dari Sarah, kedua dari Hajar atau yang pertama dari Hajar, kedua dari Sarah. Dari Hajar maka lahirlah Ismail. Dari Ismail maka keturunannya disebut dengan Quraisy. Ada namanya Quraisy. Dari Quraisy maka ada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Jadi Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam adalah dari suku Quraisy. Dan suku Quraisy semuanya dari keturunan Ismail bin Ibrahim. Ya, Quraisy dari dengan segala modelnya baik yang mukmin maupun yang kafir, Abu Jahal, Abu Lahab ini semua keturunan Ismail bin Ibrahim. Di antara Quraisy adalah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Adapun dari sisi istri Sarah, maka Ibrahim punya istri namanya Sarah, punya anak namanya Ishak. Ishak punya anak nama Ya Yakub. Yakub inilah Israil. Yaakub ini disebut apa? Is Is Is Israil. Dia punya anak 12. Di antaranya Benyamin, di antaranya di antaranya adalah Yusuf dan 10 orang lainnya. Jadi 12 orang. Dan keturunan 10 anak laki-laki ini disebut dengan 12 suku Bani Israil. 12 suku Bani Israil. Jadi Bani Israil sukunya cuma berapa? 12. Kembali kepada 10 12 anak dari Yakub. Maka disebut dengan Banu Israil yaitu anak-anaknya Yaakub Alaih Salam. Anak-anaknya Israil. 12 anak dari 12 tersebut ada 12 suku. Kemudian nabi-nabi setelah itu muncul dari suku-suku tersebut seperti Harun, Musa, ya, Zakaria, Isa. Semua dari 12 suku terbut disebut dengan nabi-nabi Bani Israil. Ya, asbat ya. Tib di sini kata Allah thami semua makanan dulu halal bagi Bani Israil. Semua halal. harama israil nafsi kecuali yang diharamkan oleh Israil. J Israil ini dia mengharamkan makanan yaitu ee paha ee unta dan susu unta. Dalam satu hadis riwayat oleh Imam Ahmad datang sekelompok Bani Israil dari Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma. Beliau berkata, "Hadarat isobatun minal yahud nabiallah." Sekelompok Yahudi datang menemui Nabi sallallahu alaihi wasallam. Faqalu hadisna anilalin nasalukaunna laamuhun ill nabi. Wahai Muhammad, kabarkanlah kepada kami tentang beberapa perkara yang kami akan tanya kepada engkau tentang perkara-perkara tersebut. Tidak ada yang tahu hakikat perkara tersebut kecuali seorang nabi. Kata rasul sahu alaihi wasallam, "Saluni ammum." Tanyakan kepadaku apa yang kalian sukai. Ak jaalu liimmatallah w ak banii lain hadukum faumuhu al islam. Tapi kita bikin perjanjian ya. Dan apa yang bagaimana janji Nabi Yakub mengambil janji dari anak-anaknya. Kalau saya sampaikan kepada kalian ternyata benar kalian harus ikut aku masuk Islam. Qu fzalika laka. Iya terserah engkau. Pokoknya kalau kau bisa kabar kita masuk Islam. Rasulullah berkata, "Fasaluni amum." Tanyakan kepadaku apa yang kalian sukai. Maka mereka berkata, "Akbirna arilalin." Kabarkanlah kepada kami tentang empat perkara. Kalau kau tahu, kita masuk Islam. Maka Rasulullah bertanya, mereka bertanya, "Akbirna thami harama israil ala nafsihi." Yang pertama, kabarkan kepada kami makanan apa yang pernah yaqu haramkan pada dirinya. Yang kedua, waifa maul marati wa maul rajuli. Ya, bagaimana tentang sperma lelaki dan sperma wanita atau wanita yang air keluar dari wanita ketika berhubungan intim. Yang ketiga, kaifa hadan nabiyul umiiyu fin naum. Bagaimana nabi alummi, Nabi Arab dalam kondisi tidurnya. Kemudian yang keempat, waman waliyuhu minal malaikah. Siapa penolongnya dari kalangan malaikat yang nolong Nabi Arab ini? Maksudnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Empat pertanyaan. Maka Rasulullah mengambil janji lagi kepada mereka, "Ya, kalau ternyata aku jawab benar, kalian ikuti aku." Kata mereka, "Siap." Siap. Maka Nabi menjawab, "Anudukum billadzi anzalur ala Musa." Demi Allah yang telah menurunkan Taurat kepada Musa. Saya tanya sama kalian. Halamuna israil marid maradidanuillahi wabaiul wahabai aluha faqu allahumma naam. Saya tanya kepada kalian dengan menyebut nama Allah. Apa kalian tahu? Ini jawaban pertama. Karena mereka tanya apa yang diharamkan Israil? Makanan Israil Yakub enggak mau makan apa? Israil siapa ya? Yaakub. Saya ulangi. Israil maksudnya siapa ya? Yakub. Yaakub bin Ishak. Maka Rasulullah berkata, jawaban pertama, pertanyaan pertama, "Aku bertanya kepada kalian dengan nama Allah. Bukan kalian tahu apa kalian tahu bahwasanya Israil Yakub dulu sakit, sakit keras dan lama sakitnya." Ada yang menyebut dalam riwayat dia terkena penyakitq erqanasa. Erkanasa maksudnya semacam ee saraf kejepit. Semacam apa? Saraf kejepit. Sehingga sakit seluruh punggungnya sampai ee pahanya sampai dia tidak bisa bergerak dan sakit lama dan sakitnya lama. Makanya kalau antum sakit wajar Nabi aja sakit. Dan saraf kejepit sakitnya parah enggak? Parahlah. Enggak enaklah. Enggak enak saraf kejepit. Ya, Nabi Yakub sakit. Nabi Ayub sakit ya. Nabi Muhammad juga sakit. Nabi sakit. Jangan merasa saya sudah bertakwa kok tidak sakit. Wah, bahaya ini. Ini nabi-nabi sakit ya. Nabi Yakub sakit lama terkena semacam saraf kejepit. Salah satu jenis dari saraf kejepit. Maradan syadidan. Makanya Rasulullah mengatakan dengan sakit yang keras karena tidak bisa bergerak apa-apa. Susah. Wat sukmuhu dan sakitnya lama. Maka dia pun bernazar kepada Allah. Kalau Allah menyembuhkan aku, menyembuhkannya, maka dia akan mengharamkan minuman yang paling dia cintai dan makanan yang paling dicintai. Dan makanan yang paling dicintai adalah daging unta. Dan minuman yang paling dicintai, yang dia sukai adalah susunya. Benar enggak? Kata orang Yahudi, "Naam." "Benar." Kata Rasulullah, "Allahum syad alim." Ya Allah, jadikanlah saksi. Saksilah saksikanlah pernyataan mereka. Maka Rasulullah bertanya jawaban kedua, "Bagaimana tang sperma wanita, sperma laki-laki?" Laki-laki mengeluarkan air, wanita juga mengeluarkan air ketika ejakulasi. Maka Rasulullah berkata, "Asyadukum billahilladzi la ilahaillahu alladzi anzala taurata ala Musa." Aku bertanya kepada kalian dengan menyebut nama Allah yang tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah yang telah menurunkan Taurat kepada Musa. Halamuna abad galati asfar raqiq. Tidak kalian ketahui bahwasanya mani laki-laki adalah putih dan kental. Dan adapun air mani wanita adalah kekuning-kuningan dan tipis. Faayyuhuma ala lahul waladu wasabuhu bidnillah. Siapa yang mendominasi dari kedua air tersebut maka anak akan mirip dengan salah satunya. In al mauli maal maratiakaran biznillahi. Kalau ternyata air mani lelaki lebih banyak daripada wanita, maka jadi mirip laki akan jadi anak laki-laki. Dan kalau sebaliknya kana unsa maka dengan wanita biidiznillah dengan izin Allah subhanahu wa taala. Q naam kata mereka benar. Qala Allahumma alaihim. Ya Allah saksikanlah jawaban mereka. Jawab pertanyaan ketiga ya. Ditanya bagaimana tentang kondisi Nabi Umi Nabi Arabudukum anzalur ala Musa. Aku bertanya kepada kalian dengan nama Allah yang telah menurunkan Taurat kepada Musa. Bukankah kalian tahu bahwasanya nabi terakhir nabi Arab, nabi ummi ya dari orang Arab nabi ummi yang tidak bisa baca, tidak bisa tulis. tidur kedua matanya tetapi hatinya tidak tidur. Q Allahumma naam. Iya benar kami sudah tahu tentang hal tersebut. J mereka sudah punya banyak berita tentang nabi. Di antaranya mereka tahu nabi terakhir itu tanamu ainahu walam yanamqbuhu. Ya, matanya tidur tapi hatinya tidak tidur. Karena di antaranya tafsiran karena wahyu turun kepada Nabi meskipun dalam kondisi ti tidur melalui hatinya. Mimpi nabi adalah wah wahyu. Qolu kata mereka sekarang terakhir pertanyaan. Wa antal fahaditna man waliyuka minal malaikah. Siapa malaikat yang menolongmu? Nah ini jadi pertanyaan penentu. Beriman atau tidak? Faha nujamiuka nufariquuka. Tergantung jawaban jawabanmu ini. Kalau sesuai kami akan masuk Islam. Kalau enggak sesuai kami enggak masuk Islam. Tiga pertanyaan sudah benar. Tinggal terakhir yang keempat. Maka Rasulullah mengatakan, "Inna waliyi Jibrilu walam yabatillahu nabiyan qad illa wahua waliyuhu." Sesungguhnya penolongku adalah malaikat Jibril dan tidak ada seorang nabi pun ya yang Allah utus kecuali penolongnya adalah Ji Jibril. Semua malaikat Jibril yang nemani Jibril Alaih Salam yang Nabi Nabi Musa ketika ya diberi wahyu ketika berjalan ketika dikejar semua Jibril. Nabi Isa ketika dikejar-kejar ketika diangkat semuanya Jibril Alaih Salam. Nabi Yusuf ketika di di dikucilkan, dijauhkan. Yang nemani siapa? Malaikat Ji Jibril alaih salam. Maka Rasulullah mengatakan, "Tidak ada satu nabi pun diutus kecuali penolongan oleh malaikat Jibril." Kata mereka, "Kalau begitu kita berpisah, kita berbeda. Saya kami tidak mau beriman. Kalau seandainya malaikat penolongmu bukan Jibril, kita akan ikut engkau." Mereka enggak suka sama Ji Jibril. Jibril ini bikin masalah terus. Mereka enggak suka Jibril. Jadi mereka enggak komitmen. Intinya bahwasanya di sini hadis ini menjelaskan bahwasanya Nabi Yakub alaihi salam pernah sakit lama kemudian dia ingin sembuh. Dia bernazar, "Ya Allah, kalau saya sembuh saya akan mengharamkan makanan yang paling saya sukai dan minuman yang paling saya sukai." Kata Ibnu Katsir rahimahullah setelah menyampaikan riwayat ini, beliau berkata, "Ayat ini ada dua faedah kita ambil. Pertama terkait dengan ayat sebelumnya. Ayat sebelumnya yaitu Allah mengatakan," lan tanalul bir hatta tunfiqu mima tuhibbun. Kalian tidak akan mencapai kebajikan yang sungguhnya sampai kalian menginfakkan apa yang kalian cintai. Terkait dengan ayat ini bahwasanya dulu disyariatkan di Bani Israil boleh mengharamkan suatu yang mereka cintai. Maka Yakub mengharamkan apa yang paling dia cintai. Ya, dunia ini apa enaknya? Di antara enaknya adalah hidup rumah tangga. Di antara enaknya adalah makanan. Iya. Ak apa yang paling enak ya makanan adalah syahwat ee perut dan syahwat kemaluan. Itu yang dicari di dunia ini ya. Ternyata dia mengharamkan keinginan ee mulutnya ya ingin makan yang terenak maka diharamkan. Berarti dia meninggalkan suatu yang sangat dia cintai yaitu daging ee unta dan susu unta. Ya. Dan ini terkait dengan ayat sebelumnya. pernah Nabi Yakub alaihi salam dari kalangan Bani Israil sampai meninggalkan apa yang dia cintai karena Allah subhanahu wa wa taala dan itu disyariatkan dulu bagi mereka. Ini kaitan ee yang pertama. Kaitan yang kedua, ayat ini diturunkan oleh Allah Subhanahu wa taala untuk membantah orang-orang Yahudi ya. yang mereka mengingkari mengingkari kenabian Nabi Isa Alaih Salam. Kenapa Yahudi mengingkari Nabi Isa? Karena kata mereka, Nabi Isa memansuhkan sebagian Taurat. Karena dalam Al-Qur'an Nabi Isa berkata, "Waliuhillakum ba'allad alaikum." Aku ditugaskan untuk menghalalkan sebagian apa yang diharamkan bagi kalian. Jadi, ada makanan-makanan yang diharamkan di Taurat atau diharamkan bagi Bani Israil, yaitu maksudnya Yahudi. Datang Nabi Isa menghalalkan dan ini mereka tidak terima karena menurut mereka Taurat harga mati. Tidak boleh ada yang dimansuhkan. Ini keyakinan orang Yahudi. Salah satu sebab mereka menolak Nabi Isa dan sebabnya banyak. Di antaranya mereka hasad, pendeta-pendeta Yahudi hasad karena Nabi Isa ahli Taurat. Dia seorang nabi. Allah ajarkan Taurat. Gak perlu ada yang ngajarin. Dia langsung ahli Taurat. Sementara banyak pendeta yang akhirnya dalam tanda kutip ya akhirnya kalah saingan dengan Nabi Isa. Yang kedua ya ee karena Nabi Isa memansuhkan atau merubah hukum dalam Taurat sehingga mereka mengatakan dalam Taurat tidak mengenal nasih dan mansuk. Taurat harga mati tidak akan berubah sampai hari kiamat. Maka Allah bantah mereka. Bantahnya dengan ayat ini ya. Apa kata Allah Subhanahu wa taala? Israila illa ma israil nafsi minqal taurat. Dulu makanan semua halal bagi Bani Israil. Tapi ada satu yang berubah hukumnya yaitu Nabi Yaakub mengharamkan suatu yang halal. Berarti Nabi Yaakub memansuhkan hukum. tadi kan haram, tadi kan halal kemudian dia dia haramkan untuk dirinya dan ini menunjukkan dia memansuhkan hukum dan dia seorang nabi. Minqob anzal taurat sebelum Taurat sudah ada nasih mansuk. Ini maksudnya Taurat kan zaman Nabi Musa. Nabi Musa jauh di bawah Nabi Yakub kan. Ibrahim punya anak Ishak. Ishak punya anak siapa? Yaakub. Yakub punya anak 12. Setelah itu jauh jauh jauh baru Nabi Musa belakangan. Nah Musa dan Harun belakangan jauh. Jadi, sementara Taurat turun di zaman Nabi Musa. Bagaimana kalian mengatakan Taurat tidak menerima mansuh-mansuhan, tidak bisa berubah hukumnya. Sementara sebelum Taurat turun sudah terjadi banyak nasih dan mansuk. Di antara buktinya adalah Yakub sendiri tadinya halal makanan diharamkan buat dirinya. Berarti dia memansuhkan hukum. Paham atau tidak? Iya. Ya. Dan hukum mansuk sudah banyak. Di sini Ibnu Katsir sebutkan contohnya ya. Saya bacakan Ibnu Katsir ya. Eh mereka angkaru wukuquahu. Mereka mengingkari terjadinya nasikh dan mansuk wa jawazahu. Dan mereka ee mengingkari bolehnya mansuh. Qat waq padahal telah terjadi. Ya. Kemudian kata Ibnu Katsir, Allah Subhanahu wa taala telah menaskan dalam kitabnya Taurat dan bahwasanya Nuh Alaih Salam dalam Taurat pernah disebutkan Nuh Alaih Salam lamma kharaja minas safinah tatkala keluar dari kapal yang menyelamatkan beliau yaitu kapal yang dinaikin kemudian Allah selamatkan mereka. Ahbahu lahu jamiwabil ard ya minha. Ketika itu semua hewan boleh dimakan. Ini terdapat dalam Taurat ya kata Ibnu Katsirma baalika ba harama israil al nafsihi luhman ibil wal albana albanaha. Kemudian setelah itu Israil mengharamkan makan daging unta dan susu unta. Padahal sebelumnya dari Nabi Nuh makanan halal semuanya. Kemudian Nabi Yakub merubah dengan mengharamkan sebagiannya. Fattabaahu banuhu fidalik. Kemudian Bani Israil semua ikut tidak mau makan daging unta dan tidak mau minum susu unta. W taurat bitahik wa ukh uk zadatanik. Kemudian Taurat datang mengharamkan yang lain-lain lagi. Bukan cuma itu saja ya. Ada babi diharamkan, ada hewan ini diharamkan, ada mungkin khamar diharamkan. Jadi tadinya halal jadi apa? Kalau terkait dengan hewan, ada hewan-hewan lain lagi yang juga diharamkan dalam Taurat selain selain unta ya dan susu unta. Ini contoh bahwasanya dalam makanan bisa berubah hukumnya. Nabi Nuh semuanya halal dirubah oleh siapa? Nabi Nabi Yakub. Kemudian berjalan. Ternyata ketika turun Taurat ada lagi tambahan yang diharamkan. Berarti ada mansukh yang tadinya halal jadi haram. Kemudian tambah lagi pengharaman. Bukan cuma masalah makanan. Kata Ibnu Katsir rahimahullahu taala. Demikian juga qodina liadamawiji banatii min banihi. Dulu di zaman Nabi Adam, Adam membolehkan putra-putrinya menikah, kakak menikah dengan adik. Maka timbullah kisah Qabil dan Habil yang cemburu. Ya, saling jadi menikah kakak adik meskipun mereka adalah saudara kan kandung ya. Saudara kandung ya. Maka boleh menikah zaman itu boleh. Kemudian setelah itu diharamkan. Setelah itu diharamkan. Demikian juga eh wakat tasarri al zaujah mubahan fi syariati Ibrahim. Demikian juga memiliki menggauli ee pembantu atau e menggauli budak yaitu boleh di zaman Nabi Ibrahim. Maksudnya Ibnu Katsir memandang bahwasanya Hajar adalah budak yang dihadiahkan oleh dari raja Mesir Muqauqis untuk Sarah. Kemudian Sarah mengizinkan ee Ibrahim untuk menggauli Hajar sehingga punya anak Ismail. Dan ini berlaku di syariat Nabi Ibrahim. Waqad falaul Khalil Ibrahim fi Hajar. Dan Ibrahim melakukannya pada Hajar. Waq furat. Waq taurat alaihim. Kemudian di Taurat diharamkan tidak boleh menggauli budak di Taurat. Wadalika kanal jamu bainal ukhtainan. Demikian juga boleh menikahi dua wanita kakak beradik di zaman itu. Di zaman Yakub boleh. Di antaranya Yakub melakukannya ya. Yakub menikahi dua kakak beradik kemudian diharamkan di Taurat. Maka ini semua termaktub dalam Taurat sendiri. Danar disebutkan tentang perubahan-perubahan hukum ini. Terus bagaimana kalian beralasan menolak Nabi Isa gara-gara Nabi Isa merubah hukum Taurat? Wong dalam Taurat saja kata Ibnu Katsir disebutkan perubahan-perubahan. Ini semua dalam Taurat ya, dalam Taurat. Karena mereka menganggap Hajar adalah budak yang digauli oleh siapa? Nabi Ibrahim. Ini versi mereka. Ibnu Katsir nukilkan. Jadi dalam jadi Ibnu Katsir menyebutkan bagaimana kalian mengingkari nasak. Sebenarnya dalam Taurat sendiri ada nasak, nasak mansuk. Di antaranya tadi apa? makanan halal bagi Nabi Nuh ya. Enggak. Semua hewan kemudian diharamkan oleh Yakub Alaih Salam unta. Kemudian setelah itu ada pengharaman berikutnya hewan lain seperti babi. Kemudian di Nabi Adam alaihi salam anak-anaknya boleh nikah kandung kemudian diharamkan bagi kalian. Berarti kan ada perubahan. Kemudian juga Yakub dalam Taurat diceritakan dia menikah dengan kakak beradik wanita dari Madyan kalau tidak salah. Dinikahi dua-duanya. Kemudian sekarang di Taurat di dilarang ya. Ini semua menunjukkan dalam Taurat ada nasih dan mansukh. Maka ini ee jawaban yang sangat ee telak kepada orang Yahudi. Mereka mengatakan Taurat tidak bisa dirubah-rubah. Jangankan Taurat, sebelum Taurat sudah ada nasi dan mansuk sebelum tau Taurat. Ya itu makanya Allah mengatakan Yakub mengharamkan suatu yang halal minqobli anunazzalat Taurat sebelum Taurat muncul. Ternyata sebelum Taurat sudah ada nasih dan mansuh. Setelah Taurat, di dalam Taurat juga ada hukum nasih dan mansuh. Maka wajar jika kemudian Nabi Isa memansuhkan sebagian hukum kemudian bakalan wajar datang Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam memansuhkan hukum-hukum sebelumnya. Apa masalahnya? Jangan bilang Taurat harga mati tidak bisa berubah. Dalam Taurat aja ada perubahan hukum. Tib kata Allah, qul fu burati fatluha inuntum shodiqin. Kalau kalian merasa bahwasanya tidak ada perubahan dalam Taurat, coba baca Taurat sini. Datangkan Taurat bacakan. Tadi ee Ibnu Katsir menyebutkan hukum-hukum yang mengalami perubahan dalam Taurat. Bacakan kalau begitu. Kalau kalian benar-benar jujur dan mereka tidak berani karena ternyata dalam Taurat pun ada hukum nasih dan mansuk. Allah mengatakan, "Faman iftar alallahil kadiba min ba'dialika faulaika humudzalimun." Ya, barang siapa yang mengada-ngadakan dusta kepada terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim, yaitu mengadakan hukum-hukum baru. Seperti mengatakan bahwasanya ya ee hukum-hukum yang ada dalam Taurat tidak akan berubah ya. Bahwasanya tidak ada nabi yang diutus setelah Nabi Musa. Ini semua kedustaan. Sudah mereka dusta, mereka tambah dusta-dusta yang lain. Ya, maka mereka adalah orang-orang yang zalim. Bahwasanya hukum bisa berubah dan sik mansuk. Kemudian Allah berfirman, "Qul shodqallah fattabiu millata Ibrahima hanifa wana minal musyrikin." Katakanlah Allah telah benar. Ya, apa yang Allah kabarkan tentang Ishak, tentang Yakub, bagaimana dia merubah hukum ini semuanya benar. Fattabiu millata Ibrahim Hanifah. Maka itu ikutilah ajaran Nabi Ibrahim wana minal musyrikin. Dan dia bukan termasuk orang yang musyrik. Ya, ada yang mengatakan seperti Thahir bin Asyur, dia mengatakan dikembalikan kepada syariat Ibrahim dan mereka mengakui Ibrahim bahwasanya dulu ee unta dan susu unta halal. Ibrahim makan unta, Ibrahim minum susu unta. Ya. Dan kalian mengakui syariat Ibrahim. Ibrahim makan unta, kemudian minum susu unta, kemudian Ishak ee Yakub mengharamkan. Berarti ada nasik dan mansukh. Kalau begitu ikutilah ajaran Ibrahim Alaih Salam yang kalian agung-agungkan. Ya. Dan Allah menerintahkan kepada Nabi, "Fattabiu millata Ibrahim Hanifah." Ikutilah ajaran Nabi Ibrahim wana minal musyrikin. Dan dia adalah ahli tauhid. Hanif. Hanif adalah condong kepada tauhid, jauh dari kesyirikan. Jadi, hanif itu bukan artinya lurus. Hanif itu artinya adalah condong. Kalau bahasa Arab artinya apa? Con condong. Maksudnya condong kepada tauhid dan jauh dari kesyirikan. Sehingga Nabi Ibrahim Alaih Salam benar-benar menjauhkan dirinya dari segala bentuk kesyirikan. Ya, menjauhkan diri segala bentuk karena selalu condong kepada tauhid. Maka seorang pun demikian berusaha untuk hanif. Jangan nyerempet-nyerempet syirik. Segala hal yang bisa menjerumuskan dalam syirik, jangan serempet-serempet. Dan coba-coba. Kalau bisa menjauh sejauh-jauhnya, maka lakukanlah. Karena itulah sifat hanif, yaitu mencondong kepada tauhid dan menjauh dari kesyirikan. Wama kaana minal musyrikin. Dan Ibrahim bukanlah termasuk orang musyrik, tidak pernah syirik. Dalam ayat yang lain, maana Ibrahimu Yahudian win hanifah muslima w minal musyrikin. Ibrahim bukan Yahudi, Ibrahim bukan Nasrani karena itu semua syirik dan tapi dia hanifana minal musyrikin. Dan dia bukan musyrikin. Dia bukan golongan Yahudi, bukan beragama Yahudi. Dan dia bukan beragama Nasrani dan bukan agama musyrikin Quraisy. Karena Quraisy, Yahudi, Nasrani semua kembali kepada siapa? Ibrahim. Quraisy ee Yahudi, Nasrani, Bani Israil kembali kepada Ibrahim. Quraisy kembali kepada Ismail bin Ibrahim dan semuanya ngaku pengikut Ibrahim. Maka Allah bantah semuanya. Kata Allah, Ibrahim bukan ikut agama Yahudi, bukan ikut agama Nasrani, bukan juga ikut agamanya Abu Jahal. Dia tidak pernah syirik, tapi dia hanif, cenderung kepada tauhid dan jauh daripada kesyirikan. Setelah itu Allah bawakan ayat yang lain. Inna aala baitinzi bib mubarokan wudil alamin. Sesungguhnya rumah pertama kali yang dibangun untuk beribadah bagi manusia adalah yang ada di Makkah, yaitu yang ada di Makkah mubarakan penuh dengan berkah. Wah huda lil alamin. Dan petunjuk bagi semua manusia. Petunjuk bagi semua manusia. Sebagian disebutkan oleh seb ah tafsir bahwasanya orang-orang Yahudi ee orang Nasra membanggakan Baitul Maqdis. Kata mereka, "Baitul Maqdis lebih afdal daripada Ka'bah." Maka turunlah ayat ini. Turunlah ayat ayat ini. Sebagi berpendapat demikian ya, bahwasanya yang lebih afdal adalah Ka'bah. dari beberapa sisi di antaranya Ka'bah adalah yang lebih dahulu daripada Baitul Maqdis. Ini yang pertama. Kemudian yang kedua, Ka'bah yang bangun langsung Nabi Ibrahim yang kalian semua akui langsung yang meletakkan Nabi Ibrahim Alaih Salam dan Nabi Ismail. Adapun Baitul Maqdis maka dibangun bukan langsung Sulaiman atau bukan langsung Sulaiman yang melakukan tapi anak buahnya. Anak buahnya yang bangun apa? Bukan tangan Sulaiman langsung Alaih Salam. Kudian Ka'bah. Ka'bah yang bangun langsung siapa? Ibrahim langsung yang mikul, yang mahat, yang mikul, yang ngangkat. Dan terakhir Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam mematakan Hajar Aswad juga pada zamannya. Sehingga Ka'bah lebih afdal dari dua sisi. Dia pertama kali dibangun dan yang kedua dia langsung dibangun dengan tangan para nabi. Dan ini dalil bahwasanya Ka'bah ya adalah tempat ibadah yang pertama kali disiapkan bagi manusia. Khilaf di kalangan para ulama. Saya yang bangunnya ya. Ada riwayat mengatakan Adam alaihi salam yang bangunnya tapi riwayatnya lemah ya. Maksudnya Ka'bah sudah ada sejak zaman Nabi Adam Alaih Salam. Kemudian hilang. Hanya saja Nabi Ibrahim mengangkat pondasinya. Pondasinya sudah ada kemudian ditinggikan oleh Nabi Ibrahim. Tapi sudah ada. Ini pendapat wallahuam bawab. Tapi hadisnya lemah. Ada yang mengatakan malaikat yang bangun. Wallahuam bisab. Di sini tidak disebutkan siapa yang bangun. Allah mengatakan, "Inna awala baitin wudi linnas." Sungguhnya yang pertama kali rumah untuk beribadatan yang dibangun untuk manusia, diletakkan untuk manusia, disebutkan siapa yang bangun. Adapun firman Allah, "Wai yarfa Ibrahimul qawaida minal baiti wa Ismail." Ketika Ibrahim dan Ismail mengangkat pondasi, seakan-akan pondasi tersebut sudah ada, cuma ditinggikan. Jadi, sehingga khilaf siapa yang bangun? Kalau Ka'bah yang sekarang yang bangun memang Nabi Ibrahim. Sebagaimana kisahnya Ibrahim dan Ismail yang bangun. Tapi apakah sebelumnya sudah ada Ka'bah? Maka khilaf di kalangan para ulama siapa yang bangun? Bila mereka mengatakan sudah ada. Ada yang mengatakan malaikat yang bangun. Ada yang mengatakan Jibril yang bangun. Apa? Nabi Adam yang bangun. Wallahuam bisawab. Tetapi Ka'bah lebih dahulu daripada Baitul Maqdis. Lebih dahulu daripada Baitul Maqdis. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Lalladzi biah." Yang paling mulia adalah yang ada di Makkah. Makkah apakah sama dengan Makkah? Maka ada khilaf di kalangan para ulama. Ada yang mengatakan Makkah itu namanya banyak. Di antaranya Makkah, di antaranya adalah ee Masjidil Haram. Ya. Namun sebagian pendapat mengatakan Makkah adalah areal tempat dibangunnya Ka'bah dan Masjidil Haram. Itu namanya Bakkah. Adapun di luar Masjidil Haram sampai tanah haram namanya Makkah. Jadi Makkah itu bagian dari apa? Makkah ya. Bakkah bagian dari Makkah. Ini pendapat ya yang disebutkan dari sebagian salaf menyatakan demikian. Bakkah itu adalah areal dibangunnya Ka'bah dan tempat salat. Adapun Makkah yaitu lebih daripada itu sampai tanah haram itu namanya Mak Makkah. Jadi Makkah bagian daripada Makkah. Ada yang mengatakan Makkah maksudnya adalah dari bahasa Kdaniah atau bahasanya Ibrahim. Bak maksudnya albalad negeri. Tapi intinya yang dimaksud adalah ee Ka'bah ya. Dalam satu hadis Rasul sahu alaihi wasallam ditanya, "Ayu masjidin wudhi fil ardhi awal?" Masjid mana yang pertama kali diletakkan? Qala al masjidil Haram. Masjidil Haram. Qlu tuma ayyun. Kemudian apa? Qala almasjidil Aqsa. Setelah itu baru Masjidil Aqsa. Belakangan baru siap. Baru apa? Masjid Nabawi ini semua tiga masjid dibangun oleh para nabi. Maka spesial. Maka spesial. Rasulullah mengatakan, "La tusadur rihal illa ila salat masajid." Tidak boleh seorang sengaja bersafar untuk mencari keberkahan suatu tempat kecuali kepada tiga masjid. Ah untuk jalan-jalan beda. Tapi kalau untuk mencari keberkahan salat di situ cuma tiga masjid. Maka gak boleh misalnya saya orang Jakarta, saya pengin bersafar salat di masjid Ampel karena mencari keberkahan. Karena itu ada ini ada anu, ada ini, ada anu, maka gak boleh haram. Semua masjid sama. Kalau kita bersafar untuk mencari keberkahan cuma tiga masjid. Adapun saya pengin ke masjid, saya orang kampung pengin masjid Istiqlal. Kenapa? Karena besar pengin tahu. Ya itu lain cerita. Itu namanya pengin jalan-jalan ya. Tapi kalau ini cari keberkahan enggak boleh ya. Apalagi pergi ke masjid situ di macam-macam dibilang ada wali. Saya pernah ke sana ya wali kuburannya ada tujuh atau sembilan. Subhanallah. Kok bisa kubur? Katanya dia mati hidup lagi, mati hidup lagi. Mati hidup lagi. Kuburannya ada tujuh, Pak. Subhanallah. Khurafat. Kemudian lagi saya pergi ke masjid tersebut ada gentong tiga atau dua, saya lupa tiga kalau enggak salah. Ada air orang ambil-ambil katanya ini air gentong nyambung ke Zamzam. Allahu Akbar. Gimana proyek besar-besaran itu nyambung ke Zamzam. Di Makkah Madinah aja enggak ada nyambung pakai mobil kontainer ambil air. Ini dari Indonesia nyambung ke mana? Ke Makkah. Luar biasa itu kalau buat proyek. Luar biasa itu. Betapa banyak untungnya. Jadi inilah tiga masjid yang spesial, Masjidil Haram, Masjid Al-Aqsa, dan Masjid Nabawi. Kemudian Allah berfirman, "Fihi ayatun bayyinatun maqamu Ibrahim." Dan pada Ka'bah tersebut ada ayatun bayyinat, ada dalil-dalil yang nyata yang menunjukkan akan mukjizat Allah, keagungan Allah Subhanahu wa taala. Apa di antaranya? Kata Allah, maqamu Ibrahim, tempat berdirinya Ibrahim Alaih Salam. Kemudian yang kedua, waman dakhalalahu kana amina. Yang kedua, siapa yang masuk dalam Makkah maka dia menjadi aman. Bab yang pertama, makam Ibrahim. Makam Ibrahim menakjubkan ya. Jadi makam Ibrahim tersebut terjaga dan ada bekas kaki namanya batu. Kalau kita pijak ada bekasnya enggak? Enggaklah. Enggak. Ada batu mana kita pijak kemudian ada bekas? Enggak ada ya. kecuali kaki kita besi baru. Tapi Allah lembutkan batu tersebut sehingga ketika dipijak oleh Ibrahim ada bekas bekasnya. Supaya bukti bahwasanya Ibrahim memang pernah berdiri di sini ada cetakan kakinya dan dia membangun Ka'bah. Dia angkat Ka'bah kemudian diangkat angkat Ka'bah. Ismail offer dia susun. Ismail offer dia susun sehingga disebut makam Ibrahim tempat berdirinya Ibrahim. Ya. Kemudian bekas tersebut tidak hilang-hilang sampai di zaman tabiin ya. Tidak hilang-hilang ya. Sekarang ada yang mengatakan sudah pudar. Adapun yang ada sekarang itu dicetak karena sering diusap-usap jadi apa. Tapi maksudnya dulu batu tersebut, bayangkan batu ada bekas kaki yang seharusnya manusia yang biasa tidak menimbulkan bekas ketika diinjak batu tersebut. Tapi ini tanda bukti bahwasanya Ibrahim pernah bangun Ka'bah di salah satu bukti kekuasaan Allah Subhanahu wa taala. Yang kedua, bukti kekuasaan Allah adalah wamanakalahuana amin. Siapa yang masuk aman. Ini berlaku di zaman jahiliah. Padahal orang dengan berbagai macam model keagamaan, kesyirikan, tapi siapa yang masuk di Makkah aman. Bahkan ada seorang membunuh orang lain, dia lari ke Makkah, anaknya ketemu di Makkah, dia tidak bunuh orang ini. Dia tunggu orang ini keluar dari Makkah baru dia bunuh. Jadi ketika itu berlaku secara kesepakatan ya, semua yang masuk Makkah harus aman. Padahal orang banyak kesyirikan ketika itu, tapi Allah menjadikan bukti semua orang ikut aturan tersebut. Aturan ilahi. Allah bikin aturan yang meskipun tidak tertulis tapi disepakati secara mau tidak mau. Siapa yang masuk situ tidak ada yang boleh dibunuh. Ini kata Allah dalil bahwasanya ini kekuasaan Allah Subhanahu wa taala. Harusnya kan orang-orang orang-orang jahiliyah dahulu mereka kalau sudah emosi mereka bunuh di mana saja untuk membela untuk membela nama keluarga dan yang lainnya ya ngeri. Tapi ternyata mereka aman. Setelah itu Allah berfirman ini menunjukkan ada tanda-tanda bukti di Makkah di Ka'bah tentang kekuasaan Allah. Kemudian kata Allah walillahi alanasi hijjul baiti manis ilaihi sabila. Dan milik Allah atau karena Allah wajib bagi manusia untuk naik haji bagi yang mampu. Bagi yang mampu. Yang tidak mampu tidak wajib naik naik haji. Di antaranya disebut oleh para ulama tentang syarat wajib haji yang kemampuan yaitu zat warahilah. Kendaraan dan juga ee adalah bekal ya. Jadi seorang ma haji dia harus punya kendaraan untuk bisa ke tempat haji dan dia juga punya bekal bekal untuk dia berhaji dan bekal untuk yang dia tinggalkan karena dia punya kewajiban untuk keluarganya ya. Kalau dia punya bekal yang untuk dia tinggalkan bekal untuk berangkat haji maka dia wajib ber berhaji. Dia wajib berhaji. Adapun kalau tidak punya bekal tidak wajib haji. Khilaf para ulama bagaimana seorang tidak punya bekal tapi dia mampu untuk bekerja selama perjalanan. Ini ada khilaf. Ada yang mengatakan boleh, memang tidak boleh. Tapi kalau berangkat tanpa modal kemudian minta-minta maka ini tidak boleh. Ini tercela. Makanya Allah turunkan firmannya watazawadu tentang haji. Watazawadu fainna khairad taqwa. Berbekallah ketika haji. Karena sebagian orang ada datang dari Yaman mereka tidak punya bekal kemudian mereka mengatakan, "Kami bertawakal untuk hajian. Kami bertawakal." Ternyata di tengah jalan mereka minta sana minta sini maka itu bukan tawakal. itu merepotkan orang lain. Kalau kau tidak mampu, tidak usah haji. Haji bagi yang mampu. Alhamdulillah kewajiban gugur. Ya, kalau mampu baru ber berhaji. Ya, yang tidak mampu tidak usah berhaji dan jangan maksakan diri akhirnya merepotkan orangorang lain. Merepotkan orang-orang lain. Demikian juga disebutkan amannya jalan. Kalau punya kemampuan, punya kendaraan, punya rezeki, tapi ternyata jalan tidak aman, banyak perampok, maka tidak wajib. Karena kau haji bukan untuk bunuh diri ya. Kalau ternyata haji bikin bunuh diri enggak boleh. Makanya ee ketika seorang wanita mengatakan, "Ya Rasulullah, inna abi ya in abi adratu faridatul hajian kabir labuahilah." "Wahai Rasulullah, ayahku sudah tua dan dia punya kemampuan." Yaitu kemampuan secara uang, secara materi tetapi masalahnya dia tidak bisa kokoh di atas unta. Kalau jalan bisa jatuh, kata Rasulullah. Jangan kau hajikan orang tuamu ya. Jangan kau haji karena dia tidak mampu. Jadi kalau orang tidak mampu jangan dipaksa. Kalau naik pesawat mati enggak boleh. Jangan suruh haji. Udah sakit parah. Ayo Pak Haji biar meninggal. Bukan begitu ya. Kita bukan haji mau suruh mati orang ya. Ya. Agama realistis ya. Sudah tua-tua sebentar lagi mati terus mati tanah suci. Enggak juga kan. Wajib haji bagi yang mam mampu. Ini dijelaskan oleh para fuqaha ya. secara fisik mampu, secara materi mampu, jalan juga aman ya baru haji. Kalau enggak, enggak wajib haji. Enggak wajib haji. Karena haji bukan untuk bunuh diri, ya. Bukan untuk bunuh diri. Kalau punya kemampuan segera jangan menunda. Waman kafaro fainnallah girin alamin. Siapa yang kafir maka Allah maha kaya dari ee alam semesta. Allah maha kaya dari hamba-hambanya. Kalau maknya kamu tidak berhaji, Allah tidak butuh dengan engkau. Kalau kau kufur dengan nikmat, ini ada yang menafsirkan, kalau kau kufur dengan nikmat, sudah dikasih duit, dikasih kemampuan, tidak mau haji, Allah tidak butuh dengan hajimu. Ya, yang butuh dengan hajimu kamu sendiri. Maka seorang kalau punya kemampuan untuk haji, maka jangan tunda-tunda. Segera haji ya. Kalau kemampuan segera daftar ya. Ya, sehingga bisa berhaji. Ya, semakin daftar lebih cepat semakin baik. sehingga ketika haji dalam kondisi muda kuat ya segera daftar agar bisa haji. Bab demikian saja kajian kita. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.