Transcript
D47gBX2kGgc • Tafsir Juz 18 : Surat Al Mu'minun #4 Ayat 31-45 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2690_D47gBX2kGgc.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufqihi wamtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwan hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala ee sebelumnya saya mohon maaf ya sebenarnya sebagaimana diiklankan. Kita akan bahas tafsir surah at-Taubah karena kita sudah selesai dari tafsir surah Az-Zumar. Tetapi saya lihat place ee kajian saya ternyata ada sebagian surat yang saya baru jelaskan sebagian. Di antaranya surah Almukminun. Surah Almukminun di kajian saya pernah sampaikan sampai ayat ee 30 ya sampai ayat 30. Oleh karenanya insyaallah pertemuan kita kita lanjutkan surah almukminun ayat 31 sampai selesai insyaallah ya. Jadi kita bahas surah Almukminun ya. Surah Almukminun ya. Juga mungkin lebih pas buat ibu-ibu karena surah at-Taubah di awal perang-perang mulu ya. Jadiak kayaknya enggak pas buat hati ibu-ibu mungkin nanti ada waktunya ya insyaallah. Jadi sekarang ee nanti surat taubah ada waktunya insyaallahu taala. Kita pengin tentang kisah-kisah dulu ya. Kita selesaikan insyaallah kita mulai surah Almukminun ayat 31 ya. Tolong dibuka surat Almukminun surah 23 ayat 31. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Tumma any min ba'dihim qornan akharin." Setelah Allah menyebutkan tentang ee ciri-ciri orang beriman, kemudian Allah menyebutkan tentang penciptaan manusia, ya sampai akhirnya Allah sebutkan tentang kisah Nabi Nuh Alaih Salam, yaitu Rasul yang pertama sampai pada ayat 30 ya. Kemudian pada ayat 31 Allah sebutkan tang rasul yang lain setelah kisah Nabi Nuh. Kata Allah Subhanahu wa taala, "TMAna min ba'dihim qornan akin." Kemudian kami jadikan sesudah mereka umat yang lain. Sesudah sesudah mereka maksudnya sesudah kaum Nabi Nuh ya. Yang di mana kita ketahui kaum Nabi Nuh dibinasakan oleh Allah dengan banjir yang Allah bukakan air dari langit maupun dari ee bumi ya. Wafajarnal ardha uyunan. Allah jadikan seluruh bumi menjadi mata air. Karena Allah mengatakan, "Kami ee apa namanya? Tafjirkan yaitu kami buka bumi menjadi mata air." Kami buka pintu-pintu langit sehingga keluar air yang sangat bercurah besar. Faltaqal ma ala amrin qod qudir. Maka bertemulah air langit dengan air bumi sehingga cepat sekali untuk menenggelamkan mereka. Akhirnya mereka pun tenggelam. Ya, sebagaimana disebutkan dalam surat-surat yang lain. Setelah kaum Nabi Nuh binasa, maka Nabi Nuh bersama pengikutnya hidup di atas tauhid. Ya, sampai akhirnya muncul lagi kesyirikan setelah itu. Ya, kemudian Allah berfirman, "Tumma ansyna min ba'dihim qornan akharin." Setelah kami jadikan sesudah mereka umat yang lain. Qornan maknanya qun. Kalau bahasa kita qurun ya. Qurun diambil dari kata iktiran yaitu orang-orang yang hidup semasa yang berdampingan. Adapun berapa masa atau berapa tahun satu kurun, maka tidak ada dalil yang tegas. Tapi intinya satu generasi. Generasi yang biasanya hidup berdampingan entah 100 tahun kurang lebih. Kurang lebih 100 tahun. Tapi kalau ada generasi yang umurnya panjang tentunya bukan 100 tahun. Jadi Quran maksudnya generasi dari kalimat iqtiran yang maksudnya ee yang mereka hidup berdampingan berbarengan semasa. Ya, kalau zaman kita mungkin satu 70 80 tahun. Kalau zaman Nabi Nuh belum tentu karena umur mereka panjang panjang-panjang ya. Maka yang penting Allah munculkan setelah itu satu generasi setelah kaum Nabi Nuh. Generasi yang lain. Generasi yang lain itu tatkala muncul lagi kesyirikan. Ya, setelah tadinya mereka hidup di atas tauhid. Kemudian Allah berfirman, "Faarsalna fihim rasul minhum." Ya, maka kami pun mengutus pada mereka seorang rasul dari mereka. Ya, anudullaha maakum min ilahin giriruh. Yang rasul tersebut berkata, "Sembahlah Allah semata dan tidak ada sembahan yang lain bagi kalian." Afala tattaquun? Tidakkah kalian bertakwa? Rasul di sini khilaf di kalangan para ulama. Siapa rasul yang dimaksud? Al Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya merajihkan bahwasanya atau menguatkan kata dia azzahir yang zahirnya Rasul sini adalah Nabi Hud alaih salam. Karena dalam surat-surat yang lain selalu setelah Allah menyebutkan tentang Nabi Nuh, Allah sertakan dengan Nabi atau susulkan dengan Nabi Hud. Ya, selalu demikian ya. Seperti dalam surah Ala'raf, dalam surah Hud dan banyak surat Allah sebutkan setelah sur kaum Nabi Nuh, Allah sebutkan Nabi Hud. Sementara banyak ahli tafsir yang lain mengatakan bukan bukan Nabi Hud tetapi Nabi Saleh yaitu kaum Tsamud. Kenapa? Karena di akhir ayat ketika Allah menyatakan umat ini akhirnya binasa, ee Allah mengatakan faakatumusatu. Maka mereka pun dibinasakan dengan suara yang sangat keras, guntur. Ini tentang generasi ini. Sementara kita tahu Nabi Hud kaumnya kaum Ad dibinasakan bukan dengan suara tapi dengan apa? Dengan air yang dengan angin yang keras ya birihin ya. Dengan angin yang keras yang kemudian membinasakan mereka. Sehingga banyak ahli tafsir mengatakan yang dimaksud adalah kaum Tsamud, yaitu kaum yang diutus Nabi Saleh alaihi salam. Sementara Al-Qurtubi rahimahullah dalam tafsirnya memberi ihtimal, memberi kemungkinan. mengatakan, "Karena kalau kita lihat dari sisi suatu kaum yang dibinasakan dengan suara yang keras, ternyata bukan kaum Tsamud saja, Ashabu Madyan juga ee dihancurkan atau dibinasakan dengan ee suara ya dan ada juga yang lainnya. Sehingga Allah tidak menyebutkan nama dari nabi tersebut. Wallahuam bisawab." Tapi saya katakan banyak yang mengatakan maksudnya adalah nabi siapa? Nabi Saleh. Nabi Saleh ya. Karena kemiripan dibinasakannya dengan suara. Ibnu Katsir mengatakan ini dalil bahwasanya kaum Ad dibinasakan dengan pirihin ee apa dengan angin yang kencang disertai dengan suara. Sehingga Ibnu Katsir tetap menguatkan ilah kaum Ad karena biasanya urutan setelah Nabi Nuh kemudian ee Nabi Hud. Tetapi dalam surah Al-Haqah Allah sebutkan Tsamud baru kemudian Nabi eh baru Hud ya faammaudu fauhliku bagiah waadun fauhlik birihinyaah. Wallahuam bisawab. Intinya satu generasi rasulnya siapa? Wallahu alam bawab. Meskipun kebanyakan orang mengatakan atau kebanyakan ahli tafsir mengatakan yang dimaksud adalah Nabi Saleh karena kaum Tsamud dibinasakan dengan suara yang kencang. Dan ini luar biasa. Ada orang atau suatu generasi tewas dengan suara. Allah Maha Kuasa. Kita sekarang dengar guntur kita takut kalau sangat kencang kita bisa deg-degan. Jangankan dengar guntur, dengar songhorek, sound horek aja bisa gemetar e jantung, apalagi guntur yang keras ya bisa copot. Ternyata di zaman dahulu ada orang-orang yang dibinasakan dengan suara yang sangat keras ya sehingga mereka pun mati. Manusia sangat lemah. Manusia sangat sangat lemah ya. Tidak perlu sombong. Dengan angin bisa mati, dengan guntur bisa mati, dengan nyamuk bisa mati. dicium sama nyamuk, disedot sedikit terus apa? Mati. Kena malaria kek, kena dem berdarah kek, kena COVID tewas. Ya, manusia sangat apa? Sangat lemah. Sangat lemah ya. Kasih berita kaget, terlalu senang bisa mati. Terlalu sedih juga bisa mati. Manusia lemah sekali makanya enggak usah macam-macam. Manusia mau mati. Apalagi kasih suara guntur gini, suara menggelegar, tewas. Tib. Allah berfirman, "Tumma ansyna." Kemudian kami munculkan setelah kaum Nabi Nuh qarnan generasi akharin, generasi yang lain. Ini entah berapa tahun setelah Nabi Nuh. Karena Nabi Nuh ee berdakwah 950 tahun. Setelah itu dia hidup lagi. Ada yang mengatakan 300 tahun kemudian lagi baru kemudian dia meninggal. Kemudian generasinya berapa lama bertahan di atas tauhid sampai muncul kesyirikan. Karena begitu ee Nabi Nuh meninggal namanya nama-lama juga akhirnya ajaran berkurang, berkurang, berkurang hilang sampai akhirnya muncul syirik lagi. Baru muncul generasi baru di atas kesyirikan. Baru saatnya Allah mengutus seorang nabi. Nabi sini wallahuam biswab. Apakah Allah sedang menceritakan Nabi Hud ataukah Nabi Su atau nabi yang lain? Kata Allah, "Farsalna fihim." Kami utus kepada mereka fihim. yaitu bahwasanya nabi tersebut berasal dari mereka karena ada sebagian nabi yang tidak berasal dari kaumnya ketika berdakwah. Contoh seperti Nabi Luth kepada kaum Sodom. Nabi Luth Alaih Salam dari keluarganya Ibrahim dari Babilonia ya. Kemudian berangkat ke daerah Sodom, daerah Yordan berdakwah kepada kaum di Yordan. Seperti Nabi Nabi Musa Alaih Salam selain berdakwah kepada Bani Israil, dia juga mengarahkan dakwahnya kepada suku Kibti. Karena kebetulan suku Kibti tinggal bersama Bani Israel atau Bani Israel tinggal bersama suku Kibti. Sehingga Nabi Musa Alaihi Salam yang bersuku Bani Israil juga mendakwahi suku Egypt, yaitu sukunya Firaun. Kemudian pembesar-pembesarnya juga masyarakatnya secara umum. Ini maksudnya Nabi berdakwah kepada kaum yang lain karena kondisi. Ada juga yang mengatakan Nabi Yunus Alaih Salam juga di di berdakwah kepada suku Nainawa dan dia bukan berasal dari mereka. Wallahu alam bisawab. Intinya ketika Allah mengatakan faarsalna fihim. Kami utus pada mereka ingin menjelaskan bahwasanya rasul yang sedang dibahas ini dari suku mereka. Dari suku mereka. Ini itu kebanyakan para rasul seperti itu. Waain akhahum huda. Kepada kaum Ad dari saudara mereka. Maksudnya dari suku mereka kami utus kaum Hud. Waila tsamuda akhahum shah. Kepada kaum Tsamud kami utus dari saudara mereka. Yait yaitu maksudnya ee dari satu suku yang sama. Ya. Ya. Dan istilah ee akhu bisa maknanya adalah satu suku. Ya, seperti salah satu tafsir dari firman Allah ketika Bani Israil mengatakan kepada Maryam, mereka mengatakan, "Ya ukhta Harun, makana abuk maana abuk sauin wat ummuki bagya." Ya, ukhta Harun maksudnya ee Maryam adalah keturunan dari sukunya Harun. Dari keturunan Nabi Harun. Salah satu pendapat ahli tafsir ya. Seperti Allah menyebutkan tentang nabi nabi nabi Hud mengatakan wkur akadin idarahu bil ahq. Dan ingatlah atau sebutlah tentang kisah saudara dari kaum Ad. Maksudnya satu suku. Jadi secara umum nabi-nabi berasal dari suku yang sama. Ayat ini ee turun ee dan surah almukminun adalah surat makiyah untuk menjelaskan bahwasanya kondisi Rasul ini sama seperti kondisi Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang Nabi Muhammad berasal dari suku Quraisy. Nabi dari suku Quraisy tinggal bersama Quraisy ya bertahun-tahun. Laqad labitu fikum umur yau sudah aku tinggal bersama kalian dalam waktu yang lama. Ya. Kemudian Allah sering mengatakan, "Wama shahibukum bimajnun." Kawan kalian itu bukan orang gila sebagaimana yang kalian tuduhkan. Allah mengatakan wahibukum Muhammad itu kawan kalian. Artinya kalian sudah kenal dari lama. Kalian kenal sudah lama. Karena Rasulullah sahu alaihi wasallam hidup bersama bersama mereka tumbuh berkama mereka sampai mereka saking kenalnya Rasulullah mereka gelari dengan al-amin yaitu yang terpercaya. Maka suungguhnya ketika seorang nabi berasal dari kampung sendiri itu nikmat dari Allah Subhanahu wa taala karena sudah diketahukan orang asing. Dan seandainya kalau diimani tidaklah apa terhalang dengan ee fanatik suku. Ya, beda kalau dari suku lain malaslah ng suku lain. Tapi kalau suku sendiri apa alasan untuk menolak nabi tersebut? Ya, oleh karenanya Quraisy apa alasannya untuk menolak Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam? Padahal kalau Nabi kalau bahasa secara duniawi, kalau Nabi Muhammad sukses, mereka juga ikut sukses sama-sama Quraisy. Apa masalahnya? Berbeda kalau dari suku yang lain. Makanya pengikut Musailimah Alkadzab tidak mau beriman kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kenapa? Karena Musailimah dari Rabiah. Sementara Rasulullah dari Mudar. Maksudnya sukunya berbeda, jalurnya berbeda. Maka ada di antara mereka yang berkata, "Lakadzabu rah ahabbu ilaiya min shodiqu mudar." Min sodiqi mudar. Pendusta dari Rabiah itu Musailimah. Lebih saya sukai daripada orang yang jujur. Tapi dari suku yang lain yaitu suku apa? Mudar. Dari suku Mudar. Rasulullah dari Mudhar, Musailimah dari Rabiah. Sama-sama dari Arab al-Adnaniyin. Tayib. Jadi sebenarnya ini adalah nikmat ketika seorang rasul diutus, diangkat dari mereka yang mereka sudah mengenal. Kata Allah, "Faarsalna fihim rasulam minhum." Kami utus di tengah-tengah mereka seorang rasul dari mereka, bukan dari suku yang lain. Yang rasul tersebut ee berdakwah, "Ya, anbudullaha ma lakum min ilahin ghairuh." Beribadahlah kepada Allah. Tidak ada sesembahan yang diibadahi selain Allah Subhanahu wa taala. Ini semua dakwah para rasul adalah dakwah tauhid. Semuanya menyeru kepada tauhid. Meskipun syariat mereka berbeda-beda. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Nahnu eh masyaral anbiya abnaun liallat." Bahwasanya kami adalah para nabi, para rasul. Kami ibarat seperti saudara-saudara sebapak lain ibu. Saudara-saudara sebapak lain ibu. Maksudnya tujuan kami sama-sama menyuruh kepada tauhid meskipun syariat berbeda-beda. Meskipun syariat berbeda-beda. Ya Allah bercerita tentang Nabi Nabi Hud. Wailain akhum hudan q yaudullaha maakumahin giriruh. Nabi Nabi Hud menyeru wahai kaumku serulah sembahlah Allah semata. Demikian Nabi Saleh waila samuda akhum shihan qudullahakumahinir. Nabi ini juga demikian. Anudullaha maum min ilahin ghair. Semua Nabi Nuh juga demikian. Anudullaha ya wattaquuh yaun ya. Sembahlah Allah, bertakwalah dan taatlah kepadaku. Seluruh nabi menyeru kepada tauhid meskipun syariat berbeda-beda. Adapun syariat sesuai dengan kondisi mereka masing-masing. Ya, syariat berbeda-beda. Afala tattaquun? Tidakkah kalian bertakwa? Tidakkah kalian bertakwa? ketika didakwahi menuju tauhid, ternyata mereka mengingkari apa yang dialami oleh Nabi Nuh juga dialami oleh Nabi ini, oleh rasul ini. Yang yang yang pertama kali mengingkari adalah orang-orang kaya di antara mereka, orang-orang yang memiliki kedudukan yang disebut dengan almala. Almala di antara tafsiran secara bahasa, almala itu maam ya ma yamlau alain, yaitu yang menutupi mata. Artinya kalau seorang sudah lihat semua terpesona lihat mereka. Jadi mereka pembesar-pembesar yang sering dijadi dilihat oleh orang-orang. Jadi almala maksudnya mendominasi mata. Ketika kita sudah lihat mereka, kita terpukau karena kekayaan, karena kedudukan, dan macam-macamnya. Sehingga disebut almala maksudnya para pembesar-pembesar, orang kaya-kaya, orang miskin, pemuka-pemuka. Maka yang menentang nabi ini wallahuam. Apakah ini Nabi Hud atau bukan nabi Saleh atau nabi yang lainnya, tarolah kita mengambil pendapat mayoritas ini adalah nabi Saleh. Waqal malau minumihi. Maka berkatalah para pembesar-pembesar dari kaumnya, "Alladzina kafaru yang mereka kafir." Wakadzabu bilqoil akhirah. Mereka kafir dan juga mereka mendustakan adanya hari kiamat. Menurut mereka gak ada pertemuan dengan hari akhirat. Gak ada pertemuan di dunia. Hidup cuma di dunia saja. Subhanallah ya. Bagaimana sebelum mereka? Padahal ada Nabi Nuh. Tapi namanya ajaran agama hilang hilang sedikit akhirnya hilang total. Sampai tauhid hilang, iman kepada hari akhirat juga hi hilang. Sehingga Allah munculkan utus lagi nabi yang baru. Mereka mendustakan adanya hari pertemuan dengan hari akhirat. Ya, itu hari namanya disebut hari akhirat karena hari tersebut tidak ada ujungnya. Beda dengan kalau hari sekarang. Hari sekarang ada ujungnya. Nanti malam selesai hari ini. Besok terbit hari yang matahari di hari yang baru. Besok mungkin selesai lagi ada hari yang baru. Adapun hari akhirat tidak ada penghujungnya terus-menerus. Apalagi matahari dan rembulan sudah ditiadakan, sudah diredupkan. Ya. Asyamsu quwirat. Ketika matahari telah diredupkan, sudah enggak ada lagi siang malam selesai ya. Sehingga hari penghujung. Maka disebut dengan hari akhirat. Persinggahan terakhir itulah hari akhirat. Dan kita semua akan bertemu dengan hari tersebut. Kita akan bertemu dengan hari tersebut. Maka siapkanlah pertemuan hari tersebut. Wafnahum fil hayatid dunya. Kata Allah, "Kami membuat mereka dan kami telah membuat mereka hidup dalam kenyamanan." taraf itu kehidupan yang nyaman, kaya raya, berkedudukan, dihormati oleh orang-orang. Ya, mereka ini ternyata mereka punya dua sifat utama, yaitu almala. Mereka para pembesar dan mereka hidup nyaman, kaya raya. Mereka mengingkari dakwah ee nabi ini. Mereka berkata, "Ma hadza illa basyarum mlukum." tidaklah rasul ini kecuali hanyalah manusia seperti kalian mimma takuluna minhu. Yang dia makan seperti kalian makan. Wausrabu mimma tasrobun dan dia minum dari apa yang kalian minum. Jadi kalau Nabi Muhammad sama-sama makan kurma, sama-sama makan ayam, kambing. Eh ayam enggak, kambing kurma, kambing. Ya, kalau Indonesia sama-sama makan beras, sama-sama makan lontong. Gimana? Jadi istilahnya makanan kita sama ngapain? Inilah yang menyebabkan kata Thaahir bin Asyur sebab yang menyebabkan mereka tidak mau beriman dengan Nabi ini. Ada beberapa sebab yang disebutkan di antaranya karena ee mereka tidak pengin jadi anak buah. Karena kalau mereka beriman kepada rasul ini, mereka jadi anak buah dan sudah nyaman biasanya jadi pemimpin. Sama-sama makan ngapain? Kalau mau ya malaikat kadap pun model seperti kita terus kita sekarang pembesar jadi pengikut dia enggaklah. Apa banya sama-sama makan makan sama makan yang sama, minuman yang yang sama. Ya, kalau sama-sama seperti kita, ngapain kita beriman? Kemudian juga para ulama menyebutkan di antara sebab juga karena mereka tidak ingin dihisab ya. Mereka ketika menjadi pemimpin punya uang yang banyak mereka ingin berfaya-faya ingin lakukan apa yang mereka lakukan. Mau zina, minum khamar, mau kalau ada hari kebangkitan masalahnya akan ada hisab. Dan mereka tidak pengin hidup susah. Karena kalau mikir ada hari kebangkitan minum khamar enggak jadi misalnya. Ya mau ini enggak jadi wah repot. Makanya sebenar mengatakan di antara sebab ateis, munculnya ateisme ketika seorang ingin merdeka. Karena kalau dia bermaksiat, dia kalau meyakini ada Tuhan, dia gelisah. Supaya dia maksiat tanpa kegelisahan, anggap aja Tuhan tidak tidak ada. Mau zina oke, mau minum khamar oke, mau apapun terserah. Tapi kalau ada Tuhan ada selalu terbayang-bayang, aduh gimana ini? Gelisah jadi maksiatnya kurang nyaman. Anggapnya Tuhan tidak ada. tidak ada selesai nyaman. Sama ketika mereka yakin ada Tuhan tapi mereka bilang akan ada hari kebangkitan dan innahum kanu la yarjuna hisaba. Mereka tidak berharap untuk dihisab karena kalau dihisab repot sehingga mereka gelisah begini enggak boleh, begini enggak boleh begini enggak boleh begini. Padahal orang Quraisy misalnya di antara mereka ada yang suka minum khamar, suka judi ee suka berzina, suka bunuh-bunuhan. orang Arab Jahiliyah dahulu ya sehingga mereka semakin tidak mau mengimani ada hari kebangkitan. Maka di sini bahwasanya hawa nafsu punya andil dalam memilih suatu atau menimbulkan suatu keyakinan atau milih suatu pendapat. Hawa nafsu itu punya punya pengaruh. Hawa nafsu punya punya pengaruh. Ya, oleh dalam satu kisah Ibnu Jauzi rahimahullah dalam kitabnya Saidul Khatir, dia menyebutkan bagaimana hawa nafsu punya pengaruh dalam memilih suatu pendapat. Ya, ketika dia mengatakan suatu hari ada pendapat saya pilih yang sebenarnya jiwa saya tidak pas, tetapi pas dengan keinginan saya pendapat tersebut. Mas dan saya tahu pendapat ini tidak keluar dari ijma. Ini masih khilaf, masalah khilafiah saya pilih aja. Setelah saya memilih pendapat tersebut, hati saya menjadi gelisah. Saya tidak merasa bahagia seperti sebelumnya. Maka saya bertanya, "Jiwaku, kenapa yang kau lakukan?" Saya cek-cek lagi, ternyata jiwaku memilih pendapat yang sebenarnya saya tidak yakini. Terus dia dia bilang, "Kenapa saya harus merasakan demikian? Bukankah saya tidak keluar daripada ijma? Bukankah ini masalah khilafiah? Tapi tetap hatinya menjadi gelap." Maka hati-hati kita kalau memilih pendapat jangan pilih pendapat yang menguntungkan kantong kita ya. Ya. Ada pendapat khilaf kalama riba atau tidak? Bukanlah ini pendapat tidak riba yang benar. Kenapa? Karena kita kebetulan lagi transaksi dengan transaksi terut sehingga kita tidak menilai dengan dengan kejernihan hati. Contoh seperti orang buka travel. Kemudian pendapat wanita safar tanaman mahram boleh atau tidak? Ada khilaf yang bilang gak gak apa-apa tanah mahram banyak. Nah, menurut saya ini lebih bagus. Coba benar kau pilih pendapat boleh wanita safar tanpah mahram karena dalil atau karena sesuai dengan bisnismu? Tanya. Kalau karena dalil ahlan wasahlan silakan. Tapi kalau karena ini kau menguntungkan saya, ah ini repot. berarti memilih pendapat dengan hawa hawa nafsu. Jadi hawa nafsu itu punya andil dalam menentukan atau merojikan suatu pendapat dan banyak hal. Oleh karenanya di antara sebab kenapa mereka tidak beriman dengan hari akhirat karena mereka tidak pengin dihisab. Mereka sudah hidup nyaman-nyaman nanti dihisab. Dihisab enggaklah. Enggak ada hisab-hisaban. Enggak ada enggak ada hari kebangkitan. Mati selesai. mati selesai. Sehingga inilah di antara sebab Allah sebutkan sifat mereka untuk menunjukkan sebab mereka tidak beriman. Kenapa? Mereka adalah almala waqal malau minihim. Merekalah para pembesar yang hormati sehingga mereka tidak mau jadi anak buah kalau ngikuti sang rasulah jadi anak buah rasul tersebut naklah. Yang kedua, watahum fil hayatid dunya. Kami telah membuat mereka hidup dengan nyaman. Kata Allah, wni wal mukadzibina. Ulinati. Biarkanlah aku dengan para pendusta yang telah memiliki banyak nikmat. Cuma mereka pendusta mereka ulinmah yaitu kaya hidup eh glamor ya. Dunia mereka mengatakan apa ini mau kita ikuti. Dia hanyalah seorang manusia biasa seperti kalian. Makan dari apa yang kalian makan dan minum dari apa yang kalian minum. Intinya mereka ingin ee mereka ingin rasul dari kalangan malaikat ya. Kemudian mereka lanjutkan walain atum basar mlakum innakum id khirun. Kalau seandainya kalian mengikuti rasul seperti kalian, maka sungguh kalian adalah orang-orang yang merugi. Ya, rugi ya kalau kita mau ngikuti. Jangan seperti kita rugi karena kita bakalan jadi anak buah. kita harus taat kepada dia. Rugi ya. Sesungguhnya ketika seorang rasul dari kalangan manusia itu tentulah nikmat dari Allah Subhanahu wa taala. Karena seorang rasul dari kalangan manusia itulah yang bisa diikuti, yang bisa dicontohi, yang bisa dipraktikkan kehidupannya yang dia mengerti kondisi manusia karena dia juga manusia. Dia yang bisa memberi wejangan yang sesuai dengan manusia. Ya. Tapi kalau Rasul dari malaikat enggak bisa diturutin, enggak bisa diikuti, ya. enggak bisa diikuti. Maka ee datangnya seorang rasul dari jenis manusia, dari suku kalian sendiri ini adalah nikmat yang luar luar biasa. Tapi mereka tidak mau semuanya karena ada sebab itu karena kesamaan keangkuhan. Kata mereka, "Kalau kita ikuti manusia seperti kalian, innakum id khasirun, maka sungguh kalian akan merugi." Maunya rasul bukan dari manusia. Ini adalah dalil mereka. Setelah itu mereka menyebutkan dalil yang lain untuk menolak adanya hari kebangkitan. Kata mereka, "Ayaidukum annakum idza mittum wauntum turoban waidan annakum mukhjun." Apakah rasul tersebut telah menjanjikan kepada kalian annakum mittum? Kalau kalian sudah mati wauntum turaban dan kalian sudah menjadi tanah waidaman dan jadi tulang belulang. Annakum mukhrajun. Kalian akan dibangkitkan. Hai hata hai lima tuadun. Sungguh jauh dari apa yang kalian diancamkan diadun. Ya. Tib. Di antara dalil mereka menolak adanya hari kiamat, hari kebangkitan, kata mereka secara logis enggak mungkin. Karena kalau kita sudah meninggal, sudah jadi tanah, sudah jadi tulang, gimana mau hidup lagi? Tulang sudah kering, bagaimana bisa terbungkus lagi dengan daging? Tulang sudah kering dan dingin, bagaimana lagi bisa dibungkus dengan daging yang hangat, yang lembab, kemudian menjadi manusia hidup kembali. Ini secara logis enggak mungkin mereka maka mereka tekankan turaban wa idaman. Tentunya bahasan ini panjang tentang aliman bil yaumil akhir. Ya, terlalu banyak dalil yang menunjukkan Allah bisa membangkitkan manusia sangat banyak. Di antara dalil yang sederhana adalah kalau kalian mengakui Allah telah menciptakan kalian, maka untuk mengulangi penciptaan sangatlah mu mudah kalau kalian masih mengakui Tuhan. Jadi kita kalau menolak hari akhirat ada dua yang dua dua model yang kita bahas. Ada model yang mengakui adanya Tuhan ini lebih mudah. Ada model yang tidak mengakui Tuhan ini dialognya beda lagi. Kita berbicara dengan ateis atau dengan orang yang beriman kepada Tuhan tapi tidak percaya hari kebangkitan. Nah, yang disebutkan oleh Allah tentang para rasul ini, mereka menghadapi suatu kaum yang beriman adanya Tuhan, tapi tidak beriman adanya hari akhirat. Seperti Quraisy. Quraisy beriman adanya Tuhan, mereka tahu juga Allah. Sehingga banyak orang Quraisy meskipun musyrik namanya Abdullah, tetapi mereka tidak beriman adanya hari kebangkitan. Sungguh pembahasannya berbeda. Pembahasannya berbeda. Tapi kalau mengakui adanya Tuhan mudah. Kalau kalian mengakunya ada Tuhan sederhana, maka untuk bangkitkan kalian sangat mudah. Karena menciptakan kalian juga mu mudah. Kemudian lihatlah kalau kalian mengakui adanya Tuhan, lihatlah langit dan bumi. Betapa sulit dan rumitnya Tuhan bisa menciptakan seperti ini yang rumit dan sulit dan berat dengan berbagai macam aturan-aturan alam yang ada. Maka untuk bangkitkan kalian sangat mu sangat mudah. Karena membangkitkan kali lebih mudah daripada ngurusin langit dan bumi. Ini contoh lagi. Contoh lagi secara logika. Kalau ini semua ada ayatnya ya. Secara logika kalau ternyata ada Tuhan kalian ngaku Tuhan itu sempurna. Tanya Tuhan sempurna enggak? Sempurna. Kalau Tuhan sempurna masa Tuhan biarkan manusia bunuh satu bunuh yang lain satu ngerampas yang lain satu menzalim. Kemudian mati begitu saja tidak ada hari pertanggungjawaban. Itu namanya persangkaan buruk sama Tuhan. Tuhan yang seperti itu Tuhan yang tidak becus. Tuhan Bahlul seperti itu. Biarin ciptain kemudian ngapain? Dia berarti menciptakan cuma main-main ya. Maqta h baila. Kau tidak mungkin mencakan ini secara sia-sia. Subhanaka faqinaabanar. Maka lindung kam azab neraka. Maka orang yang cerdas tahu Allah mencip tidak sia-sia pasti ada hari kebangkitan. Karenanya lindungilah kami dari azab neraka jahanam. Jadi sebenarnya dalilnya banyak, cuma si kita tidak sedang bahas itu. Tapi intinya mereka mengkiaskan k maha esa, maha kuasa Allah terhadap ke kelemahan manusia. Kalau manusia ya memang enggak bisa. Gimana caranya? Gimana caranya bisa apa namanya menjadikan tulang- belulang hidup kembali. Subhanallah. Dalam Al-Qur'an ketika dalam surah akhir surah Yasin Allah mengatakan eh awal yaul insanu anna khalaqahu min nutfatin faidza hua khimum mubin manusia khqqa matalan khq jadi manusia lupa dia mengatakan kok bisa Allah bisa menghidupkan kembali di tulang-belulang yang sudah sudah kering sudah ada tidak tidak ada kelembaban lagi sudah kering. Padahal hidup itu kehidupan itu apa? Kehidupan tu basah dan hangat. Kita kalau orang sudah dingin mati. Tapi kalau kita hidup berarti ada ada basah, ada darahnya, ada lembabnya dan ada kehangatan. Tulang sudah kering kemudian sudah dingin, tidak ada kelembaban sama sekali. Gimana bisa ciptakan? Allah mengatakan wasasiya khalqah. Orang ini lupa bagaimana dia diciptakan. Ya, anaqahu minatin. Bukankah kami ciptakan manusia dari air mani? Air mani itu apa sih? Air mani cuma air yang hina. Tiba faimu mubin. Tiba-tiba dia bisa jadi besar dan dia bahkan bisa mendebat. Bukankah perubahan air dari air jadi nutfah? Dari nutfah jadi alaqah. Alaqah jadi mutgah. Mutah jadi Ini kan luar biasa. Dari kecil merangkak dari bahlul kemudian mulai pintar dari goblok terus terus. Ini siapa yang bisa merubah seperti ini kalau bukan Tuhan? Ada kekuatan lain yang mengatur kita enggak bisa ngatur diri kita sendiri. Berarti ada kekuatan lain ngatur kita. Enggak ada. Kita enggak kuasa penginnya muda terus tapi ternyata rambut putih sebelum waktunya. Kita enggak kuasa kita ini. Ada yang ciptakan kita. Air manaj Allah mengatakan ee apa? Aaritum ma tumnun. Tidak kalian melihat kepada air mana yang kalian keluar. Yang ciptakan air mani kami atau kalian? Benar. Air mani dalam diri kita, tapi bukan ciptaan kita. Buktinya kita enggak bisa memproduksi setiap saat. Kalau kita masih kecil enggak bisa air mani. Kalau kita sudah dewasa air mani pun kalau gak bisa setiap saat bisa kita keluarkan. Sudah keluar enggak susah lagi. Kemudian juga air mani tersebut tidak bisa kita tentukan mandul atau tidak. Bukan, bukan hak kita menentukan. Enggak bisa. Kemudian kalaupun jadi anak laki perempuan kita juga enggak tahu. Ganteng atau jelek kita juga enggak tahu. Mancung atau pesek hanya Allah yang tahu umurnya berapa. Jadi air mani bukan ciptaan kita. Kemudian ada ketika sudah tua dia semakin sedikit. Ya Allah k itu air mani dalam dirimu bukan ciptaanmu. Karena kau tidak bisa mengaturnya. Berarti meskipun dalam tubuh yang ciptakan siapa? Allah. Jantung kita aja kita enggak bisa ngatur. waktunya berhenti. Berhenti. Kita tidur ngorok, jantung kita berdetak enggak? Berdetak. Siapa yang mendetakkan? Allah Subhanahu wa taala. Maksudnya terlalu banyak dalil bahwasanya hari kebangit sangat mungkin ya. Sangat mungkin perubahan manusia dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Mudah. Ketika Allah rubah lagi tulang, berubah lagi jadi manusia. Apa susahnya? Apa susahnya? Maka dia pun berdalil. Mereka berdalil para mala, para pembesar-pembesar ini mengkiaskan kekuasaan Allah dengan kekuasaan manusia. Manusia kekuasaan terbatas. Kalau manusia enggak mungkin bisa tulang ini kembali lagi. Mau dikumpulkan satu seluruh profesor medis satu dunia bikin tulang hidup lagi. Enggak bakalan bisa. Enggak bakalan bisa. Ya. Annakum mukhrajun. Apakah kalian sudah jadi tulang, jadi tanah? Kalian bisa hidup kembali. Hai hata, hai lima tuadun. Maka jauh sekali, jauh sekali dari kebenaran apa yang diancamkan kepada kalian? Hai Hatta ini secara bahasa Arab ada yang mengatakan adalah ee apa namanya? Isim fi'il, ada yang isim masdar. Tapi maknanya adalah bauda. Bauda atau baidun lima tuadun atau bauda lima tuadun. Baidun atau bauda lima tuadun. Dan hayatta kata alqurtubi rahimahullah bisa dibaca dengan 10 model. Hai hata, haiin ya haian ada semuanya datang dalam bahasa Arab. Maknanya sungguh jauh sungguh jauh atas apa yang diancamkan kepada kalian ya. Aad tuadun dari auad tuad ya. Di sini di awal mereka mengatakan ayaidukum. Apakah rasul ini menjanjikan bagi kalian? Di akhir ayat pada ayat ke35 mereka berkata, "Ayaidukum, apakah rasul tersebut menjanjikan kepada kalian akan hari kiamat, hari kebangkitan?" Di ayat 36, lima tuadun kepada kalian yang rasul tersebut ancamkan terhadap kalian. Jadi menunjukkan ketika Rasul ini berbicara tentang hari akhirat, dia menggabungkan antara janji dan ancaman. antara janji dan ancaman. Ini di ee dari apa faedah dari Thahir bin Asyur ee ketika dia bicara tentang hari akhirat, dia mengatakan kalau kalian berbuat baik maka kalian akan dibangkitkan dan akan mendapatkan kenikmatan abadi. Tapi ingat kalau kalian tidak berbuat kebaikan, kalian berbuat buruk, syirik kepada Allah, kalian akan dibangkitkan dan kalian akan disiksa. Sehingga sang rasul menggabungkan antara ee janji dan ancaman. Dan itulah metode dakwah para rasul, yaitu mubasyir dan munzir. Memberi kabar gembira dan memberi apa? Peringatan. Ya, targhib wat tarhib, memberi motivasi dan juga memberi ancaman. Dan demikianlah kondisi akhirat. Fariqun fil jannah, fariquun fisyair. Sekelompok di surga dan sekelompok di neraka jahanam. Maka dia ingatkan, hati-hati. Maka orang ini mengatakan ee ngapain percaya sama dia? Gak usah takut dengan apa yang dia ancamkan. Hai hata hai lima tuadun. Enggak mungkinlah kita mau dibangkitkan lagi kemudian mau disiksa oleh Tuhan. Enggak mungkin kita dibangkitkan lagi kemudian mendapatkan nikmat surga. Semuanya tidak mungkin. Mustahil. Gimana? Tulang belulang bisa kemudian kembali lagi. Subhanallah. Syubhat ini selalu ada. Ya, seperti dalam surah Qaf ya, ketika mereka mengatakan syaiun ajib. Bagaimana ee sebagaimana ee apa daging-daging kemudian sudah dimakan bumi kemudian jadi daging kembali? Aidza mitna wa kunna turaban waidaman. Apa kalau sudah jadi tanah? Sudah bahkan daging sudah jadi tanah kok bisa kembali lagi kata Allah q alimnaquulard minhum waana kitabun tulang badanmu ini kalau sudah mengalami proses kimia kemudian menjadi bumi, menjadi tanah atau dimakan oleh ulat kami tahu ke mana dagingmu pergi. Kata Allah q alimnaquul ardu minhum. Sesungguhnya kami tahu tubuh mereka yang dikurangi terkurang karena dimakan oleh tanah. Kami tahu ke mananya. Waana kitabun hafiz. Bukan cuma kami tahu, bahkan pengetahuan tersebut sudah kami catat di lauhil mahfuz. Si fulan bin fulan ketika mati dagingnya ke mana-mana jadi apa? Jadi apa? Allah sudah catat bagian lauhil mahfud. Maka untuk dikembalikan gampang kata Allah. Allah mengembalikan proses kimia. Jadi kembali lagi balik lagi proses balik bisa atau tidak? bisa mudah bagi Allah kalau membangkitkan. Makanya ini menjadikan menjadikan Ibnu Sina tidak percaya hari kebangkitan jasad karena dia bilang gimana manusia kalau sudah mati manusia dimakan oleh ikan hiu. Si Joko dimakan eh jangan Joko. Jangan si Joni. Si Joni dimakan oleh apa? Ikan. Ikan hiu. Si Joni dimakan oleh ikan hiu. Ikan hiu kenyang dari Joni. Terus si hiu ditangkap sama ee sama siapa? CP juga ada teman saya. Jangan yang bukan teman saya. Sama siapalah? Sama A dan si B. Si A dan B makan si ikan hiu. Akhirnya daging Joni berubah menjadi daging ikan hiu. Dalam daging ikan hiu unsur makanannya kalau kita lihat apa ee unsur makanannya ternyata ada daging Joni di situ. Mengandung daging Joni. Paham? Setelah itu dimakan lagi sama si A dan si B. Kemudian jadilah daging Joni tersebar di A dan si B. Ya. Jadi unsur penyusun A ada daging Joni, penyusun B daging Joni. Nah, kalau semuanya mati terus dibangkitkan, kata Ibnu Sina, "Siapa yang mau dibangkitkan?" Kalau Joni dibangkitkan sempurna berarti A dan B kurang badannya. Dia pakai logika macam-macam sehingga dia enggak mungkin enggak mungkin manusia dibangkitkan fisiknya dibangkitkan cuma apa? Rohnya, maka dia dikafirkan oleh Ghazali gara-garanya. Ini sebenarnya logika sama dengan logikanya orang kafir. Dalika rajun baidna wun turaban waidaman inna dalam yang lain mereka rajun baid ini enggak mungkin kembali. Maka Allah bantah kitabun kami tahu ke mana badanmu berubah dimakan sama tanah ke mana. Nanti kembalikan lagi. Gampang. Makanya dalam hadis ketika Allah membangkitkan seorang manusia, Allah mengatakan, "Ya ardu ijmai ma fiki minhu." Ya, ya bumi kembalikan lagi tubuhnya yang setelah kau makan kembalikan lagi. Mudah bagi Allah mengembalikan proses kimia. Tapi intinya kalau Allah maha kuasa semuanya Allah bisa lakukan. Tib. Dalil kedua setelah mereka mengatakan enggak mungkin secara logika bahwasanya ee tulang kembali lagi ada dagingnya. Dan kedua kata mereka, lihatlah kenyataan yang ada. Kita beril dengan kenyataan inya illa hayatun dunya namutu wahya wahnin. Lihatlah bagaimana kehidupan kita cuma kehidupan dunia. Kami hidup, kami mati dan kita tidak bakalan dibangkitkan. Kita tidak bakalan di dibangkitkan. Kata mereka. Dalil kedua, lihat kehidupan kita. Kita hidup, kita mati, enggak ada kebangkit. Kita sudah nenek moyang kita sudah ratusan tahun enggak ada yang bangkit. Lihat mati hidup, mati hidup. G apa maknanya? Inhiya illa hayatunad dunya. Hidup kita cuma di dunia. Enggak ada hidup akhirat enggak ada. Namutu wahya. Kami kita hidup dan mati. Apa maksudnya hidup dan mati? Ada beberapa pendapat pertama mengatakan maksudnya ini takdim dan takakhir. Maksudnya nahya wa namut. Kita hidup langsung kita mati. Dan itu sudah tradisi kehidupan yang kita lihat. Hidup nanti mati. Hidup mati enggak ada hidup mati hidup lagi enggak ada. Yang ada kitaat cuma apa? Hidup mati. Nah wut. Namut. Ini pendapat pertama. Pendapat kedua namutu wahya. Maksudnya yang kita lihat kehidupan ya dijanin dalam kondisi belum hidup kemudian nahya hidup di alam dunia seperti kata Allah Subhanahu wa taala ee apa namanya eh wauntum amwatanah faahyakum ya tumma yumitukum tumma yuhyikum dulu kalian amwatan maksudnya dalam janin gak ada gerakan faahyakum yaitu kemudian hidup di bum jadi yang ada benar janin muncul di perut kemudian dalam kondisi belum hidup mati kemudian keluar di bumi hidup setelah itu selesai gak ada kehidupan lagi. Enggak ada kehidupan lagi. Atau maksudnya pendapat ketiga ini disebut oleh Alqurtubi makna dari namutu wahya ada yang mengatakan namutu wahya maksudnya nahnu di situ maksudnya generasi kita. Generasi kita kan ada yang mati sudah tua nanti yang yang bayi baru hidup lagi. Yang ya yang yang sudah tua mati yang anak muda hidup lagi. Begitu terus begitu terus. Jadi kehidupan cuma kehidupan dunia. Adapun kehidupan akhirat omong kosong gak ada. Ini dalil mereka. Kenyataan menunjukkan demikian. Bahkan dalam surah Ad-Dukhan ayat 36 mereka ngancam lagi ya dalam surat Addukhan ayat 36 surat Aljas ayat 25 mereka mengatakan kepada Rasulullah fa't bi abaina in kuntum shodiqin. Kalau memang benar ada hari kiamat bangkitkan nenek moyang kami. Kami pengin nanya benar enggak ada malaikat maut benar enggak ada munkar nakir? Ini ngomong terus enggak ada dalilnya. Suruh yang satu, suruh satu orang bangunlah kita pengin ngobrol. Sampai di antara mereka dalam seban riwayat mereka mengatakan, "Ya Muhammad, kita punya kakek orang saleh yaitu Qusay bin Kilab. Bangkitkan Qusay bin Kilab. Kita pengin tanya, benarkah ada kehidupan setelah ini?" Tentu tidak perlu dijawab. Karena kalau Allah penuhi permintaan mereka, maka hidup ini bukan ujian Allah. Allah ciptakan kita untuk diuji atau tidak? Kalau semua kemudian ada orang di kuburan keluar eh udah tadi malaikat maut tadi malaikat munkar nakir hantam saya 5 menit lagi saya balik semua orang sadar atau tidak semua orang sadar kalau bidadari dimunculin taruh di mall semua orang sadar enggak sudah enggak ada yang mau kerja semua di masjid terus mimpi bidadari hidup ini kan liman yukminuna bil ghaib e di antara ciri pertama orang beriman alladzi Beriman tentang gaib. Ini semua gaib. Kalau itu diungkap, ya sudah apa bedanya kita orang kafir? Enggak ada ujian. Sementara Allah ciptakan kita untuk diuji. Jadi kita jangan kita pikir maunya kita. Allah punya hikmah. Sampai dalam peperangan saja terkadang Rasulullah kalah dalam perang apa? Uhud. Kalau selalu menang, selalu menang, semua orang masuk Islam. Tidak ada ujian. Ya, tapi ketika ada yang kalah terkadang ada yang ini, ada yang meninggal, ada yang kalau semua pasukan tidak pernah mati menang terus semua orang masuk is Islam. Kalau semua orang muslim kaya semuanya, enggak ada yang mau jadi orang kafir orang muslim. Iya enggak? Hidup ini berarti bukan ujian. Padahal Allah ciptakan kita untuk apa? Inabluakum. Untuk menguji kalian ya. Jadi inilah mereka punya dalil-dalil semua yang tidak perlu dijawab. Ya, kata mereka gimana hidup mati, hidup mati tidak bakal dibangkitkan. Setelah itu mereka menuduh sang rasul. In hua illa rulin alallahian wahnu lahu bukminin. Sesungguhnya si fulan ini, si rasul ini hanyalah seorang lelaki merendahkan alallahian yang hanya berdusta atas nama Allah Subhanahu wa taala. Mereka percaya Allah tapi mereka ini dusta. Rasul dusta. Dusta di mana? Bilang dia ngaku sebagai rasul. Dusta pertama. Dusta kedua bilang ada hari kebang kebangkitan. Ini pendusta besar. W nahnu lahu bimukminin. Dan kami tidak bakalan beriman kepadanya. Tidak bakalan kami sekali-sekali tidak akan beriman kepadanya. Di sini mereka sudah memutuskan gak mungkin kami beriman. Bahkan sebagan ahli tafsir seperti Sa'di, As'di rahimahullah Ibn S'di mengesankan seakan-akan mereka mengejek. Kasihanlah ini ini Rasul gak usah kita gak usah kita kita enggak usah apa namanya enggak usah bunuh, enggak usah kita lawan. Kasihan dia orang sinting. Ya, cuma ngaku-ngaku sudah kasihan pendusta. Ya sudah, mau diapain orang pendusta enggak usah kita gubrisi ingatnya. Jadi mereka benar-benar menghina dan sudah mereka sudah menutup jalan karena mereka enggak bakalan beriman. I. Maka ketika kondisi sudah tidak memungkinkan mereka lagi beriman dan mereka mengejek sang rasul, maka sang rasul pun berdoa, "Qala rbinsurni bima kadzabun." Ya Allah tolonglah aku karena mereka telah mendustakan aku. Minta agar diselamatkan. Kelimat qabbinurni. Ya Allah tolonglah aku. Seakan-akan ada ancaman gangguan fisik. Wallahuam bisawab. Ya. Apakah dengan hanya karena dusta kemudian Rasul ini kemudian minta agar diselesaikan karena percuma atau mereka ingin menyakiti sang rasul? Ya. Apa secara fisik? Makanya sang Rasul mengatakan, "Qbinurni bima kadabun." Ya, ya Rabbku tolonglah aku karena mereka mendustakan aku. Maka Allah mengatakan, "Qolilinusbihunadimin Allah berfirman kepada sang rasul, sebentar lagi ammailinusbihimin maka mereka akan menjadi orang yang lausbihun." Di sini ada yang maknanya dari apa namanya? E kalimaturah yaitu bakalan. Jadi menyesal sebentar lagi bakalan jadi menyesal mereka akan jadi menyesal atau la yusbihunna juga menunjukkan ada waktu yaitu mereka akan menyesal di waktu pagi karena mereka akan diserang atau akan diazab oleh Allah di waktu pagi di waktu pagi hari yaitu kita bisa artikan asbah maksudnya lisirurah maksudnya sebentar lagi mereka akan menyesal atau kita maknakan dengan secara waktu yaitu sebentar lagi di waktu pagi mereka akan menyesal karena azabku akan menimpa mereka di waktu pa pagi Pagi hari kata Allah, "Faakumusihat bilhaq." Maka kemudian mereka dimusnahkan oleh guntur bilhaq, yaitu tidak zalim. Allah tidak zalim. Tapi benar, mereka berhak untuk dibantai dengan suara gemuruh halilintar ya yang menggelegar, yang mematikan mereka masuk ke dalam jantung mereka sehingga mereka tewas. Faja'alnahum gusaan. Dan kami jadikan mereka seperti gusa. Seperti buih. Gusa itu apa? Gu itu gutaus sail. Sail itu maksudnya aliran air. Apakah di lautan ataukah ketika ada banjir. Ketika ada banjir yang dibawa rumput-rumput yang kering, kotoran-kotoran, buih yang tidak ada nilainya, itu namanya gusa. Di bawa tidak ada nilainya sama sama sekali. Ya, kalau ter ee apa namanya? Kalau terhadap kaum kaum kaum Tsamud, Allah mengatakan eh ke Hasyimil muhtadir. Jadilah mereka seperti daun-daun kering, rumput-rumput kering, rumput-rumput kering. Jadi tidak ada nilainya. Faban lilmimin. Maka binasalah atah atau jauhlah dari rahmat Allah. Bagi siapa? Bagi orang-orang yang zalim. Karena mereka zalim. Zalim terhadap diri mereka. Melakukan berbagai macam kemaksiatan. Kemudian zalim karena melakukan kesyirikan dan anasyirkulmunim. Syirik adalah kezalim paling besar. Zalim karena telah menyakiti sang rasul yang ingin kebaikan bagi mereka. Orang yang terbaik dikatakan sebagai pendusta maka mereka telah berbuat zalim. Maka mereka disiksa oleh Allah dengan kebenaran. Memang berhak untuk disiksa. Maka Allah mengatakan bilhaq. Maka mereka pun dibinasakan dengan suara yang menggelegar dengan haknya. memang benar berhak untuk di disiksa. Tidak ada kezaliman bagi Allah Subhanahu wa taala. Sa berfirman tma ansya min ba'dihim qurunan akharin. Tadi saya mengatakan ini menguatkan itu adalah kaum saleh karena dengan suara. Kalau nabi-nabi Hud dengan rehin dengan dengan angin bukan dengan dengan suara min ba'dihim qurunan akin. Setelah itu kami munculkan lagi, kami ciptakan lagi generasi-generasi yang lain. Kalau tadi kornan satu generasi, sekarang ada generasi generasi lagi generasi yang lain. Maasbiqu min umatin ajalah w yastakirun. Tidak ada satu umat pun yang mendahului ajalnya dan tidak pula mereka terlambat dari ajalnya. Itu semuanya sesuai dengan ajalnya. Waktunya mati-mati. Waktunya disiksa-diksa, waktunya diazab, diazab. Tidak tertunda sedikit pun waktu azab mereka dan tidak tertunda sedikit pun waktu mati mati mereka. Allah berfirman, "TMA arsalna rasul tatro." Set itu kami mengutus rasul-rasul kami tatra, yaitu secara banyak ya berturut-turut. Tib di sini lihat ayat ke-42 sampai 43. Allah tidak menyebutkan kami utus rasul. Allah hanya mengatakan, "Summma any'na min ba'dihim qurunan akharin." Setelah itu kami setelah mereka, setelah kaum yang binasa tadi, entah kaum nabi saleh atau nabi yang lainnya, kami munculkan lagi, kami ciptakan generasi-generasi yang tapi Allah tidak menyebutkan tentang Rasul diutus. Sehingga sebagian ulama sebahir binbin Asar mengatakan, maksudnya generasi ini masih berada di atas ajaran nabi sebelumnya. Apakah ikut Nabi Saleh, Nabi Hud atau nabi sebelumnya sehingga beberapa generasi tanpa rasul. tetapi masih berada di atas ajaran nabi-nabi sebelumnya. Sehingga mereka hidup sampai waktunya, waktunya ajal mati-mati atau waktunya mereka mau diazab, diazab oleh Allah terserah Allah subhanahu wa taala. Jadi ada masa di mana Nabi tidak diutus lagi muncul generasi-generasi tapi masih berada di atas ajaran Rasul se sebelumnya disebut dengan masa fatrah seperti di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam. Masa fatrah dari wafatnya Nabi Isa sampai Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam berapa tahun? Sekitar 500 550 570 tahun. Rasulullah lahir 571. Nabi Isa wafat sekitar tahun 30 Masehi atau sekitar ya 30 Masehi. Rasulullah lahir berapa? 571 5. Kemudian Rasulullah jadi nabi 40 tahun kemudian yaitu 570-an tahun. umur 80-an tahun masa fatrah. Tetapi orang-orang yang hidup di Jazirah Arab terutama di Hijaz, di Makkah terutama mereka masih mengikuti ajaran sebelumnya. Ada ajaran Nabi Ismail Alaih Salam. Apalagi Ka'bah dibangun di situ. Yang bangun Ka'bah Ibrahim siapa? Ismail. Dan Quraisy adalah keturunan Ismail. Sehingga Rasulullah sebutkan ada orang-orang meskipun di masa fatrah kenabian tetap diazab dalam neraka jahanam. Kenapa? Berarti hujah masih ada ketika itu. Rasulullah sebutkan contoh orang-orang yang tidak menemui Nabi sallallahu alaihi wasallam. Masih di zaman fatrah tapi diazab dengan neraka. Siapa mereka? Banyak. Di antaranya misalnya Amru bin Al-Khuza'i. Dia tidak dia hidup di masa fatrah antara Nabi Isa, antara zaman Nabi Ismail dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Tapi kata Rasul sahu alaih wasallam, aku lihat dia menggeret khususnya di neraka jahanam. Kenapa? Uman sayabwa. Dia yang pertama kali mengkeramatkan unta, mengkeramatkan kambing, dan dia yang pertama kali mengimpor ee berhala dari Syam ke Makkah untuk diibadahi. Sehingga dia kita tidak bilang dia di masa fatrah pasti masuk surga. Enggak. Dia di masa fatrah tapi masih ada sisa-sisa ajaran Nabi sebelumnya. Maka Nabi bilang dia di neraka. Contohnya contohnya siapa? Contohnya Abdullah bin Jud'an. Abdullah bin Jud'an juga hidup di masa fatrah dan dia dari kabilah Bani Taim. dari kabilahnya Quraisy, tapi dari Bani Taim. Quraisy atimi, Quraisy Taimi makanya keluarganya Abu Bakar. Makanya Aisyah bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimana dengan Abdullah bin Junan'an?" "Kana yasilur rahim, kana yakrid, kana?" Dia dulu suka menyambung silaturahmi, suka ee menjambu tamu, suka suka buat banyak kebaikan. Halfik, apakah kebaikannya bermanfaat bagi dia sementara dia meninggal di masa fatrah? Tidak ada nabi tetapi ada ajaran ajaran sebelumnya masih ada kata Nabi sallallahu alaihi wasallam la tidak bermanfaat. Lam yakl yaumanq rbigfirliati yaumaddin. Dia tidak pernah ngomong sekalipun berdoa, "Ya Allah ampunilah aku di hari kebangkitan." Yaitu dia tidak percaya sama hari kebangkitan. Bab neraka. Siapa lagi? Adi bin Hatim. Bapaknya. Bapaknya juga tidak hidup di zaman Nabi. Bapaknya hidup di masa fatrah. Terkenal dengan berbuat baik. Berbuat baik. Berbuat baik. Maka Adi bin Hatim bertanya, "Ya Rasulullah, ayahku dulu begini begini begini. Apa kata Nabi? Apakah dia masuk surga?" Enggak. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Kana abuka aroda amron faasobahu." Ayahmu dulu ketika berbuat baik dia riak dan dia mendapatkan popularitas dengan riaknya tersebut. Gak ada faedahnya. Ya, lihat lagi Amr bin As. Saya enggak tahu Wail bin As mendapati zaman Nabi atau tidak. Amr bin Ass, Al-As bin Wail dapat zaman Nabi atau tidak? Nabi saya wallahu alam ya. Tapi intinya Al-As bin Wail, bapaknya Amr bin As hidup dalam kondisi musyrik. Kemudian ketika mati dia sebelum mati dia sempat bernazar ingin menyembelih 100 ekor unta untuk dibagikan. Maka Amr bin As datang kepada Rasul, "Ya Rasulullah, ayahku dulu punya punya janji begini begini begini punya nazar. Apakah saya membayarkan nazarnya?" Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Amma abuka la aq tauhid nafalik ayahmu." Kalau dia dulu bertauhid bermanfaat, tapi tidak bermanfaat, tidak ada faedahnya. Padahal kalau tidak salah saya lupa Al-As bin Wail ini apakah hidup di zaman masa fatra atau tidak sebelum Nabi menggati seorang Nabi. Jadi ada orang-orang Rasulullah vonis meskipun di masa fatrah. Kenapa? Karena masih ada sisa ajaran apa? Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail meskipun di masa fatrah. Sementara Rasulullah, para ulama juga menulis al-ahnaf orang-orang yang masih bertauhid meskipun Nabi belum jadi nabi. Ada di antara Rasulullah, di antara Abu Bakar, di antaranya ee siapa namanya ee Warak bin Naufal ya. Ada beberapa orang-orang yang mereka bertauhid meskipun Nabi belum jadi nabi. Masih ada sisa ajaran Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim. Nah, seperti dalam ayat ini Allah mengatakan, "Tumma any min ba'dihim qurunan akharin." Setelah itu kami munculkan generasi-generasi meskipun tanpa rasul, meskipun tidak di atas rasul, tapi mereka masih berada di atas ajaran rasul-rasul sebelumnya. Kalau mereka bermaksiat, Allah azab. Jadi tidak semua orang di masa fatrah kemudian pasti selamat. Gak di masa fatrah kalau dalam artian masa fatrah kekosongan Rasul tapi sisa ajarannya masih ada, maka hujah telah tegak. Hujah telah tegak. Wallahuam bawab. Setelah itu Allah berfirman, "Tumma arsalna rasulana tatra." Setelah itu kami utus rasul-rasul kami. Ya. Ya. Tatra ini ada yang maknanya dari ee apa namanya? Watra dari mutawatir itu banyak ya. Dan biasa wau dirubah jadi ta seperti tij dari wjah ya. Kemudian ee takwa dari dari asalnya dari waqo yaqi takwa wnya hilang jadi ta dan seperti dalam bahasa Arab sm arsalna rasulana tatra kami utus rasul kami mutawatir turut banyak tatra ya itu satu datang sini berganti ya jaa umatan rasuluha kadabu setiap datang seorang rasul kepada suatu umat mereka dustakan mereka dustakan rasul tersebut demikian Datang rasul, datang umat kirim kirim rasul didustakan, Allah binasakan. Datang lagi muncul generasi baru, datang rasul didustakan, Allah binasakan lagi, Allah azab. Kata Allah, fa'ahum ba'dan. Kami susulkan sebagian dengan sebagian yang lain itu kami binasakan sebagian sebagaimana kami telah binasakan sebelumnya gara-gara mendustakan seorang rasul. Walnahum ahadis. Dan kami jadikan mereka hanyalah jadi bahan cerita. Hadis jamak dari Uhdah ya. Jamah dari uhdah itu bahan cerita. Oh, dulu ada kaum begini ternyata begini. Seperti kita cerita Firaun. Firaun masyaallah dulu luar biasa Firaun ternyata sekarang tinggal apa? Cerita. Dulu hebat tapi tinggal cerita. Kaum ini dulu hebat sekarang tinggal cerita. Fabdan liquum la yukminun. Dan sungguh jauh kebinasaan bagi orang-orang yang tidak beriman. Begilah ya perjuangan para rasul. Berdakwah didustakan. Akhirnya Allah azab kaum-kaum tersebut karena mendustakan para para nabi. Setelah itu Allah cerita tentang kisah Nabi Musa dan Harun. Insyaallah kita tunda pada pertemuan berikutnya biznillahi taala. Demikian saja ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.