Transcript
D47gBX2kGgc • Tafsir Juz 18 : Surat Al Mu'minun #4 Ayat 31-45 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2690_D47gBX2kGgc.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufqihi wamtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarika lahu
lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasul ridwan allahumma sholli alaihi wa
ala alihi wa ashabihi wa ikhwan
hadirin hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala
ee sebelumnya saya mohon maaf ya
sebenarnya
sebagaimana diiklankan. Kita akan bahas
tafsir surah at-Taubah karena kita sudah
selesai dari tafsir surah Az-Zumar.
Tetapi saya lihat place ee kajian saya
ternyata ada sebagian surat yang saya
baru jelaskan sebagian. Di antaranya
surah Almukminun. Surah Almukminun di
kajian saya pernah sampaikan sampai ayat
ee 30 ya
sampai ayat 30. Oleh karenanya
insyaallah pertemuan kita kita lanjutkan
surah almukminun ayat 31 sampai selesai
insyaallah ya. Jadi kita bahas surah
Almukminun ya.
Surah Almukminun ya. Juga mungkin lebih
pas buat ibu-ibu karena surah at-Taubah
di awal perang-perang mulu ya. Jadiak
kayaknya enggak pas buat hati ibu-ibu
mungkin nanti ada waktunya ya
insyaallah. Jadi sekarang ee nanti surat
taubah ada waktunya insyaallahu taala.
Kita pengin tentang kisah-kisah dulu ya.
Kita selesaikan insyaallah kita mulai
surah Almukminun ayat 31 ya. Tolong
dibuka surat Almukminun surah 23 ayat
31.
Allah Subhanahu wa taala berfirman,
"Tumma any min ba'dihim qornan akharin."
Setelah Allah menyebutkan tentang
ee ciri-ciri orang beriman, kemudian
Allah menyebutkan tentang penciptaan
manusia, ya sampai akhirnya Allah
sebutkan tentang kisah Nabi Nuh Alaih
Salam, yaitu Rasul yang pertama
sampai pada ayat 30 ya. Kemudian pada
ayat 31 Allah sebutkan tang rasul yang
lain setelah kisah Nabi Nuh.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "TMAna
min ba'dihim qornan akin." Kemudian kami
jadikan sesudah mereka umat yang lain.
Sesudah sesudah mereka maksudnya sesudah
kaum Nabi Nuh ya. Yang di mana kita
ketahui kaum Nabi Nuh dibinasakan oleh
Allah dengan banjir yang Allah bukakan
air dari langit maupun dari ee bumi ya.
Wafajarnal ardha uyunan. Allah jadikan
seluruh bumi menjadi mata air. Karena
Allah mengatakan, "Kami
ee apa namanya? Tafjirkan yaitu kami
buka bumi menjadi mata air."
Kami buka pintu-pintu langit sehingga
keluar air yang sangat bercurah besar.
Faltaqal ma ala amrin qod qudir. Maka
bertemulah air langit dengan air bumi
sehingga cepat sekali untuk
menenggelamkan mereka. Akhirnya mereka
pun tenggelam. Ya, sebagaimana
disebutkan dalam surat-surat yang lain.
Setelah kaum Nabi Nuh binasa, maka Nabi
Nuh bersama pengikutnya
hidup di atas tauhid. Ya, sampai
akhirnya muncul lagi kesyirikan setelah
itu. Ya, kemudian Allah berfirman,
"Tumma ansyna min ba'dihim qornan
akharin." Setelah kami jadikan sesudah
mereka umat yang lain.
Qornan maknanya qun. Kalau bahasa kita
qurun ya. Qurun diambil dari kata
iktiran yaitu orang-orang yang hidup
semasa yang berdampingan.
Adapun berapa
masa atau berapa tahun satu kurun, maka
tidak ada dalil yang tegas. Tapi intinya
satu generasi. Generasi yang biasanya
hidup berdampingan entah 100 tahun
kurang lebih. Kurang lebih 100 tahun.
Tapi kalau ada generasi yang umurnya
panjang tentunya bukan 100 tahun. Jadi
Quran maksudnya generasi dari kalimat
iqtiran yang maksudnya ee yang mereka
hidup berdampingan berbarengan
semasa. Ya, kalau zaman kita mungkin
satu 70 80 tahun. Kalau zaman Nabi Nuh
belum tentu karena umur mereka panjang
panjang-panjang ya.
Maka yang penting Allah munculkan
setelah itu satu generasi setelah kaum
Nabi Nuh. Generasi yang lain. Generasi
yang lain itu tatkala muncul lagi
kesyirikan. Ya, setelah tadinya mereka
hidup di atas tauhid.
Kemudian Allah berfirman, "Faarsalna
fihim rasul minhum." Ya, maka kami pun
mengutus pada mereka seorang rasul dari
mereka. Ya, anudullaha maakum min ilahin
giriruh. Yang rasul tersebut berkata,
"Sembahlah Allah semata dan tidak ada
sembahan yang lain bagi kalian." Afala
tattaquun? Tidakkah kalian bertakwa?
Rasul di sini khilaf di kalangan para
ulama. Siapa rasul yang dimaksud?
Al Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya
merajihkan bahwasanya atau menguatkan
kata dia azzahir yang zahirnya Rasul
sini adalah Nabi Hud alaih salam. Karena
dalam surat-surat yang lain selalu
setelah Allah menyebutkan tentang Nabi
Nuh, Allah sertakan dengan Nabi atau
susulkan dengan Nabi Hud. Ya, selalu
demikian ya. Seperti dalam surah
Ala'raf, dalam surah Hud dan banyak
surat Allah sebutkan setelah sur kaum
Nabi Nuh, Allah sebutkan Nabi Hud.
Sementara banyak ahli tafsir yang lain
mengatakan bukan bukan Nabi Hud tetapi
Nabi Saleh yaitu kaum Tsamud. Kenapa?
Karena di akhir ayat ketika Allah
menyatakan umat ini akhirnya binasa,
ee Allah mengatakan
faakatumusatu.
Maka mereka pun dibinasakan dengan suara
yang sangat keras, guntur.
Ini tentang generasi ini. Sementara kita
tahu Nabi Hud kaumnya kaum Ad
dibinasakan bukan dengan suara tapi
dengan apa? Dengan air yang dengan angin
yang keras ya birihin ya. Dengan angin
yang keras yang kemudian membinasakan
mereka.
Sehingga banyak ahli tafsir
mengatakan yang dimaksud adalah kaum
Tsamud, yaitu kaum yang diutus Nabi
Saleh alaihi salam. Sementara Al-Qurtubi
rahimahullah dalam tafsirnya memberi
ihtimal, memberi kemungkinan.
mengatakan, "Karena kalau kita lihat
dari sisi suatu kaum yang dibinasakan
dengan suara yang keras, ternyata bukan
kaum Tsamud saja, Ashabu Madyan juga ee
dihancurkan atau dibinasakan dengan ee
suara ya dan ada juga yang lainnya.
Sehingga Allah tidak menyebutkan nama
dari nabi tersebut. Wallahuam bisawab."
Tapi saya katakan banyak yang mengatakan
maksudnya adalah nabi siapa? Nabi Saleh.
Nabi Saleh ya. Karena kemiripan
dibinasakannya dengan suara. Ibnu Katsir
mengatakan ini dalil bahwasanya kaum Ad
dibinasakan dengan
pirihin ee apa dengan angin yang kencang
disertai dengan suara. Sehingga Ibnu
Katsir tetap menguatkan ilah kaum Ad
karena biasanya urutan setelah Nabi Nuh
kemudian ee Nabi Hud.
Tetapi dalam surah Al-Haqah Allah
sebutkan Tsamud baru kemudian Nabi eh
baru Hud ya
faammaudu fauhliku bagiah waadun fauhlik
birihinyaah.
Wallahuam bisawab. Intinya satu generasi
rasulnya siapa? Wallahu alam bawab.
Meskipun kebanyakan orang mengatakan
atau kebanyakan ahli tafsir mengatakan
yang dimaksud adalah Nabi Saleh karena
kaum Tsamud dibinasakan dengan suara
yang kencang. Dan ini luar biasa. Ada
orang atau suatu generasi tewas dengan
suara. Allah Maha Kuasa.
Kita sekarang dengar guntur kita takut
kalau sangat kencang kita bisa
deg-degan. Jangankan dengar guntur,
dengar songhorek, sound horek aja bisa
gemetar e jantung, apalagi guntur yang
keras ya bisa copot. Ternyata di zaman
dahulu ada orang-orang yang dibinasakan
dengan suara yang sangat keras ya
sehingga mereka pun mati. Manusia sangat
lemah. Manusia sangat sangat lemah ya.
Tidak perlu sombong. Dengan angin bisa
mati, dengan guntur bisa mati, dengan
nyamuk bisa mati. dicium sama nyamuk,
disedot sedikit terus apa? Mati. Kena
malaria kek, kena dem berdarah kek, kena
COVID tewas. Ya, manusia sangat apa?
Sangat lemah. Sangat lemah ya. Kasih
berita kaget, terlalu senang bisa mati.
Terlalu sedih juga bisa mati. Manusia
lemah sekali makanya enggak usah
macam-macam.
Manusia mau mati. Apalagi kasih suara
guntur gini, suara menggelegar, tewas.
Tib. Allah berfirman, "Tumma ansyna."
Kemudian kami munculkan setelah kaum
Nabi Nuh qarnan generasi akharin,
generasi yang lain. Ini entah berapa
tahun setelah Nabi Nuh. Karena Nabi Nuh
ee berdakwah 950 tahun. Setelah itu dia
hidup lagi. Ada yang mengatakan 300
tahun kemudian lagi baru kemudian dia
meninggal. Kemudian generasinya berapa
lama bertahan di atas tauhid sampai
muncul kesyirikan. Karena begitu
ee Nabi Nuh meninggal namanya nama-lama
juga akhirnya ajaran berkurang,
berkurang, berkurang hilang sampai
akhirnya muncul syirik lagi. Baru muncul
generasi baru di atas kesyirikan. Baru
saatnya Allah mengutus seorang nabi.
Nabi sini wallahuam biswab. Apakah Allah
sedang menceritakan Nabi Hud ataukah
Nabi Su atau nabi yang lain?
Kata Allah, "Farsalna fihim." Kami utus
kepada mereka fihim. yaitu bahwasanya
nabi tersebut berasal dari mereka karena
ada sebagian nabi yang tidak berasal
dari kaumnya ketika berdakwah. Contoh
seperti Nabi Luth kepada kaum Sodom.
Nabi Luth Alaih Salam dari keluarganya
Ibrahim dari Babilonia ya. Kemudian
berangkat ke daerah Sodom, daerah Yordan
berdakwah kepada kaum di Yordan. Seperti
Nabi Nabi Musa Alaih Salam selain
berdakwah kepada Bani Israil, dia juga
mengarahkan dakwahnya kepada suku Kibti.
Karena kebetulan suku Kibti tinggal
bersama Bani Israel atau Bani Israel
tinggal bersama suku Kibti. Sehingga
Nabi Musa Alaihi Salam yang bersuku Bani
Israil juga mendakwahi suku Egypt, yaitu
sukunya Firaun.
Kemudian pembesar-pembesarnya juga
masyarakatnya secara umum. Ini maksudnya
Nabi berdakwah kepada kaum yang lain
karena kondisi. Ada juga yang mengatakan
Nabi Yunus Alaih Salam juga di di
berdakwah kepada suku Nainawa dan dia
bukan berasal dari mereka. Wallahu alam
bisawab. Intinya ketika Allah mengatakan
faarsalna fihim. Kami utus pada mereka
ingin menjelaskan bahwasanya rasul yang
sedang dibahas ini dari suku mereka.
Dari suku mereka. Ini itu kebanyakan
para rasul seperti itu. Waain akhahum
huda. Kepada kaum Ad dari saudara
mereka. Maksudnya dari suku mereka kami
utus kaum Hud. Waila tsamuda akhahum
shah. Kepada kaum Tsamud kami utus dari
saudara mereka. Yait yaitu maksudnya ee
dari satu suku yang sama. Ya. Ya. Dan
istilah ee akhu bisa maknanya adalah
satu suku. Ya, seperti salah satu tafsir
dari firman Allah ketika Bani Israil
mengatakan kepada Maryam, mereka
mengatakan, "Ya ukhta Harun, makana abuk
maana abuk sauin wat ummuki bagya." Ya,
ukhta Harun maksudnya ee
Maryam adalah keturunan dari sukunya
Harun. Dari keturunan Nabi Harun. Salah
satu pendapat ahli tafsir ya.
Seperti Allah menyebutkan tentang nabi
nabi nabi Hud mengatakan wkur akadin
idarahu bil ahq. Dan ingatlah atau
sebutlah tentang kisah saudara dari kaum
Ad. Maksudnya satu suku. Jadi secara
umum nabi-nabi berasal dari suku yang
sama. Ayat ini ee turun ee dan surah
almukminun adalah surat makiyah
untuk menjelaskan bahwasanya kondisi
Rasul ini sama seperti kondisi Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang
Nabi Muhammad berasal dari suku Quraisy.
Nabi dari suku Quraisy
tinggal bersama Quraisy ya
bertahun-tahun.
Laqad labitu fikum umur yau sudah aku
tinggal bersama kalian dalam waktu yang
lama. Ya. Kemudian Allah sering
mengatakan, "Wama shahibukum bimajnun."
Kawan kalian itu bukan orang gila
sebagaimana yang kalian tuduhkan. Allah
mengatakan wahibukum Muhammad itu kawan
kalian. Artinya kalian sudah kenal dari
lama. Kalian kenal sudah lama. Karena
Rasulullah sahu alaihi wasallam hidup
bersama bersama mereka tumbuh berkama
mereka sampai mereka saking kenalnya
Rasulullah mereka gelari dengan al-amin
yaitu yang terpercaya.
Maka suungguhnya ketika seorang nabi
berasal dari kampung sendiri itu nikmat
dari Allah Subhanahu wa taala karena
sudah diketahukan orang asing. Dan
seandainya kalau diimani tidaklah
apa terhalang dengan ee fanatik suku.
Ya, beda kalau dari suku lain malaslah
ng suku lain. Tapi kalau suku sendiri
apa alasan untuk menolak nabi tersebut?
Ya, oleh karenanya Quraisy apa alasannya
untuk menolak Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam?
Padahal kalau Nabi kalau bahasa secara
duniawi, kalau Nabi Muhammad sukses,
mereka juga ikut sukses sama-sama
Quraisy. Apa masalahnya? Berbeda kalau
dari suku yang lain. Makanya pengikut
Musailimah Alkadzab tidak mau beriman
kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Kenapa? Karena Musailimah dari
Rabiah. Sementara Rasulullah dari Mudar.
Maksudnya sukunya berbeda, jalurnya
berbeda. Maka ada di antara mereka yang
berkata,
"Lakadzabu rah ahabbu ilaiya min shodiqu
mudar." Min sodiqi mudar. Pendusta dari
Rabiah itu Musailimah. Lebih saya sukai
daripada orang yang jujur. Tapi dari
suku yang lain yaitu suku apa? Mudar.
Dari suku Mudar. Rasulullah dari Mudhar,
Musailimah dari Rabiah. Sama-sama dari
Arab al-Adnaniyin. Tayib. Jadi
sebenarnya ini adalah nikmat ketika
seorang rasul diutus, diangkat dari
mereka yang mereka sudah mengenal. Kata
Allah, "Faarsalna fihim rasulam minhum."
Kami utus di tengah-tengah mereka
seorang rasul dari mereka, bukan dari
suku yang lain. Yang rasul tersebut
ee berdakwah, "Ya, anbudullaha ma lakum
min ilahin ghairuh." Beribadahlah kepada
Allah.
Tidak ada sesembahan yang diibadahi
selain Allah Subhanahu wa taala. Ini
semua dakwah para rasul adalah dakwah
tauhid. Semuanya menyeru kepada tauhid.
Meskipun syariat mereka berbeda-beda.
Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Nahnu
eh masyaral anbiya abnaun liallat."
Bahwasanya kami adalah para nabi, para
rasul. Kami ibarat seperti
saudara-saudara sebapak lain ibu.
Saudara-saudara sebapak lain ibu.
Maksudnya tujuan kami sama-sama menyuruh
kepada tauhid meskipun syariat
berbeda-beda. Meskipun syariat
berbeda-beda.
Ya Allah bercerita tentang Nabi Nabi
Hud. Wailain akhum hudan q yaudullaha
maakumahin giriruh. Nabi Nabi Hud
menyeru wahai kaumku serulah sembahlah
Allah semata. Demikian Nabi Saleh waila
samuda akhum shihan qudullahakumahinir.
Nabi ini juga demikian. Anudullaha maum
min ilahin ghair. Semua Nabi Nuh juga
demikian. Anudullaha
ya wattaquuh yaun
ya. Sembahlah Allah, bertakwalah dan
taatlah kepadaku. Seluruh nabi menyeru
kepada tauhid meskipun syariat
berbeda-beda. Adapun syariat sesuai
dengan kondisi mereka masing-masing. Ya,
syariat berbeda-beda.
Afala tattaquun? Tidakkah kalian
bertakwa? Tidakkah kalian bertakwa?
ketika didakwahi menuju tauhid,
ternyata mereka mengingkari
apa yang dialami oleh Nabi Nuh juga
dialami oleh Nabi ini, oleh rasul ini.
Yang yang yang pertama kali mengingkari
adalah orang-orang kaya di antara
mereka,
orang-orang yang memiliki kedudukan yang
disebut dengan almala. Almala di antara
tafsiran secara bahasa, almala itu maam
ya ma yamlau alain, yaitu yang menutupi
mata. Artinya kalau seorang sudah lihat
semua terpesona lihat mereka. Jadi
mereka pembesar-pembesar yang sering
dijadi dilihat oleh orang-orang. Jadi
almala maksudnya
mendominasi mata. Ketika kita sudah
lihat mereka, kita terpukau karena
kekayaan, karena kedudukan, dan
macam-macamnya. Sehingga disebut almala
maksudnya para pembesar-pembesar, orang
kaya-kaya, orang miskin,
pemuka-pemuka.
Maka yang menentang nabi ini wallahuam.
Apakah ini Nabi Hud atau bukan nabi
Saleh atau nabi yang lainnya, tarolah
kita mengambil pendapat mayoritas ini
adalah nabi Saleh. Waqal malau minumihi.
Maka berkatalah para pembesar-pembesar
dari kaumnya, "Alladzina kafaru yang
mereka kafir." Wakadzabu bilqoil
akhirah.
Mereka kafir dan juga mereka mendustakan
adanya hari kiamat. Menurut mereka gak
ada pertemuan dengan hari akhirat. Gak
ada pertemuan di dunia. Hidup cuma di
dunia saja.
Subhanallah ya. Bagaimana
sebelum mereka? Padahal ada Nabi Nuh.
Tapi namanya ajaran agama hilang hilang
sedikit akhirnya hilang total. Sampai
tauhid hilang, iman kepada hari akhirat
juga hi hilang.
Sehingga Allah munculkan utus lagi nabi
yang baru. Mereka mendustakan adanya
hari pertemuan dengan hari akhirat.
Ya, itu hari namanya disebut hari
akhirat karena hari tersebut tidak ada
ujungnya. Beda dengan kalau hari
sekarang. Hari sekarang ada ujungnya.
Nanti malam selesai hari ini. Besok
terbit hari yang matahari di hari yang
baru. Besok mungkin selesai lagi ada
hari yang baru. Adapun hari akhirat
tidak ada penghujungnya terus-menerus.
Apalagi matahari dan rembulan sudah
ditiadakan, sudah diredupkan. Ya.
Asyamsu quwirat. Ketika matahari telah
diredupkan, sudah enggak ada lagi siang
malam selesai ya. Sehingga hari
penghujung. Maka disebut dengan hari
akhirat. Persinggahan terakhir itulah
hari akhirat. Dan kita semua akan
bertemu dengan hari tersebut. Kita akan
bertemu dengan hari tersebut.
Maka siapkanlah pertemuan hari tersebut.
Wafnahum fil hayatid dunya. Kata Allah,
"Kami membuat mereka dan kami telah
membuat mereka hidup dalam kenyamanan."
taraf itu kehidupan yang nyaman, kaya
raya, berkedudukan, dihormati oleh
orang-orang. Ya, mereka ini ternyata
mereka punya dua sifat utama, yaitu
almala. Mereka para pembesar dan mereka
hidup nyaman, kaya raya.
Mereka mengingkari dakwah
ee nabi ini. Mereka berkata, "Ma hadza
illa basyarum mlukum."
tidaklah
rasul ini kecuali hanyalah manusia
seperti kalian
mimma takuluna minhu. Yang dia makan
seperti kalian makan. Wausrabu mimma
tasrobun dan dia minum dari apa yang
kalian minum.
Jadi kalau Nabi Muhammad sama-sama makan
kurma, sama-sama makan ayam, kambing. Eh
ayam enggak, kambing kurma, kambing. Ya,
kalau Indonesia sama-sama makan beras,
sama-sama makan lontong. Gimana? Jadi
istilahnya makanan kita sama ngapain?
Inilah yang menyebabkan kata Thaahir bin
Asyur sebab yang menyebabkan mereka
tidak mau beriman dengan Nabi ini. Ada
beberapa sebab yang disebutkan di
antaranya
karena ee
mereka tidak pengin jadi anak buah.
Karena kalau mereka beriman kepada rasul
ini, mereka jadi anak buah dan sudah
nyaman biasanya jadi pemimpin.
Sama-sama makan ngapain? Kalau mau ya
malaikat kadap pun model seperti kita
terus kita sekarang pembesar jadi
pengikut dia enggaklah. Apa banya
sama-sama makan makan sama makan yang
sama, minuman yang yang sama. Ya, kalau
sama-sama seperti kita, ngapain kita
beriman?
Kemudian juga para ulama menyebutkan di
antara sebab juga
karena mereka tidak ingin dihisab ya.
Mereka ketika menjadi pemimpin punya
uang yang banyak mereka ingin
berfaya-faya ingin lakukan apa yang
mereka lakukan. Mau zina, minum khamar,
mau kalau ada hari kebangkitan
masalahnya akan ada hisab. Dan mereka
tidak pengin hidup susah. Karena kalau
mikir ada hari kebangkitan minum khamar
enggak jadi misalnya. Ya mau ini enggak
jadi wah repot.
Makanya sebenar mengatakan di antara
sebab ateis, munculnya ateisme ketika
seorang ingin merdeka. Karena kalau dia
bermaksiat, dia kalau meyakini ada
Tuhan, dia gelisah. Supaya dia maksiat
tanpa kegelisahan, anggap aja Tuhan
tidak tidak ada.
Mau zina oke, mau minum khamar oke, mau
apapun terserah. Tapi kalau ada Tuhan
ada selalu terbayang-bayang, aduh gimana
ini? Gelisah jadi maksiatnya kurang
nyaman.
Anggapnya Tuhan tidak ada. tidak ada
selesai nyaman.
Sama ketika mereka yakin ada Tuhan tapi
mereka bilang akan ada hari kebangkitan
dan innahum kanu la yarjuna hisaba.
Mereka tidak berharap untuk dihisab
karena kalau dihisab repot sehingga
mereka gelisah
begini enggak boleh, begini enggak boleh
begini enggak boleh begini. Padahal
orang Quraisy misalnya di antara mereka
ada yang suka minum khamar, suka judi ee
suka berzina, suka bunuh-bunuhan. orang
Arab Jahiliyah dahulu ya sehingga mereka
semakin tidak mau mengimani ada hari
kebangkitan.
Maka di sini
bahwasanya
hawa nafsu
punya andil dalam memilih suatu atau
menimbulkan suatu keyakinan atau milih
suatu pendapat. Hawa nafsu itu punya
punya pengaruh. Hawa nafsu punya punya
pengaruh. Ya, oleh dalam satu kisah Ibnu
Jauzi rahimahullah dalam kitabnya Saidul
Khatir, dia menyebutkan bagaimana hawa
nafsu punya pengaruh dalam memilih suatu
pendapat. Ya, ketika dia mengatakan
suatu hari ada pendapat saya pilih yang
sebenarnya jiwa saya tidak pas, tetapi
pas dengan keinginan saya pendapat
tersebut.
Mas dan saya tahu pendapat ini tidak
keluar dari ijma. Ini masih khilaf,
masalah khilafiah saya pilih aja.
Setelah saya memilih pendapat tersebut,
hati saya menjadi gelisah. Saya tidak
merasa bahagia seperti sebelumnya. Maka
saya bertanya, "Jiwaku, kenapa yang kau
lakukan?" Saya cek-cek lagi, ternyata
jiwaku memilih pendapat yang sebenarnya
saya tidak yakini. Terus dia dia bilang,
"Kenapa saya harus merasakan demikian?
Bukankah saya tidak keluar daripada
ijma? Bukankah ini masalah khilafiah?
Tapi tetap hatinya menjadi gelap."
Maka hati-hati kita kalau memilih
pendapat jangan pilih pendapat yang
menguntungkan kantong kita ya.
Ya. Ada pendapat khilaf kalama riba atau
tidak? Bukanlah ini pendapat tidak riba
yang benar. Kenapa? Karena kita
kebetulan lagi transaksi dengan
transaksi terut sehingga kita tidak
menilai dengan dengan kejernihan hati.
Contoh seperti orang buka travel.
Kemudian pendapat wanita safar tanaman
mahram boleh atau tidak? Ada khilaf
yang bilang gak gak apa-apa tanah mahram
banyak. Nah, menurut saya ini lebih
bagus. Coba benar kau pilih pendapat
boleh wanita
safar tanpah mahram karena dalil atau
karena sesuai dengan bisnismu? Tanya.
Kalau karena dalil ahlan wasahlan
silakan. Tapi kalau karena ini kau
menguntungkan saya, ah ini repot.
berarti memilih pendapat dengan hawa
hawa nafsu. Jadi hawa nafsu itu punya
andil dalam
menentukan atau merojikan suatu pendapat
dan banyak hal. Oleh karenanya di antara
sebab kenapa mereka tidak beriman dengan
hari akhirat karena mereka tidak pengin
dihisab. Mereka sudah hidup
nyaman-nyaman nanti dihisab. Dihisab
enggaklah. Enggak ada hisab-hisaban.
Enggak ada enggak ada hari kebangkitan.
Mati selesai. mati selesai.
Sehingga inilah di antara sebab Allah
sebutkan sifat mereka untuk menunjukkan
sebab mereka tidak beriman. Kenapa?
Mereka adalah almala waqal malau
minihim. Merekalah para pembesar yang
hormati sehingga mereka tidak mau jadi
anak buah kalau ngikuti sang rasulah
jadi anak buah rasul tersebut naklah.
Yang kedua, watahum fil hayatid dunya.
Kami telah membuat mereka hidup dengan
nyaman. Kata Allah, wni wal mukadzibina.
Ulinati. Biarkanlah aku dengan para
pendusta yang telah memiliki banyak
nikmat. Cuma mereka pendusta mereka
ulinmah yaitu kaya hidup eh glamor ya.
Dunia mereka mengatakan apa ini mau kita
ikuti. Dia hanyalah seorang manusia
biasa seperti kalian. Makan dari apa
yang kalian makan dan minum dari apa
yang kalian minum. Intinya mereka ingin
ee
mereka ingin rasul dari kalangan
malaikat ya. Kemudian mereka lanjutkan
walain atum basar mlakum innakum id
khirun. Kalau seandainya kalian
mengikuti rasul seperti kalian, maka
sungguh kalian adalah orang-orang yang
merugi. Ya,
rugi ya kalau kita mau ngikuti. Jangan
seperti kita rugi karena kita bakalan
jadi anak buah. kita harus taat kepada
dia. Rugi ya. Sesungguhnya ketika
seorang rasul dari kalangan manusia itu
tentulah nikmat dari Allah Subhanahu wa
taala. Karena seorang rasul dari
kalangan manusia itulah yang bisa
diikuti, yang bisa dicontohi, yang bisa
dipraktikkan kehidupannya
yang dia mengerti kondisi manusia karena
dia juga manusia. Dia yang bisa memberi
wejangan yang sesuai dengan manusia. Ya.
Tapi kalau Rasul dari malaikat enggak
bisa diturutin, enggak bisa diikuti, ya.
enggak bisa diikuti.
Maka ee datangnya seorang rasul dari
jenis manusia, dari suku kalian sendiri
ini adalah nikmat yang luar luar biasa.
Tapi mereka tidak mau semuanya karena
ada sebab itu karena kesamaan
keangkuhan. Kata mereka, "Kalau kita
ikuti manusia seperti kalian, innakum id
khasirun, maka sungguh kalian akan
merugi." Maunya rasul bukan dari
manusia. Ini adalah dalil mereka.
Setelah itu mereka menyebutkan dalil
yang lain
untuk menolak adanya hari kebangkitan.
Kata mereka, "Ayaidukum annakum idza
mittum wauntum turoban waidan annakum
mukhjun." Apakah rasul tersebut telah
menjanjikan kepada kalian
annakum mittum?
Kalau kalian sudah mati wauntum turaban
dan kalian sudah menjadi tanah waidaman
dan jadi tulang belulang.
Annakum mukhrajun. Kalian akan
dibangkitkan.
Hai hata hai lima tuadun. Sungguh jauh
dari apa yang kalian diancamkan
diadun. Ya. Tib. Di antara dalil mereka
menolak adanya hari kiamat, hari
kebangkitan, kata mereka secara logis
enggak mungkin. Karena kalau kita sudah
meninggal, sudah jadi tanah, sudah jadi
tulang, gimana mau hidup lagi? Tulang
sudah kering, bagaimana bisa terbungkus
lagi dengan daging? Tulang sudah kering
dan dingin, bagaimana lagi bisa
dibungkus dengan daging yang hangat,
yang lembab, kemudian menjadi manusia
hidup kembali. Ini secara logis enggak
mungkin mereka maka mereka tekankan
turaban wa idaman. Tentunya bahasan ini
panjang tentang aliman bil yaumil akhir.
Ya, terlalu banyak dalil yang
menunjukkan Allah bisa membangkitkan
manusia sangat banyak. Di antara dalil
yang sederhana adalah kalau kalian
mengakui Allah telah menciptakan kalian,
maka untuk mengulangi penciptaan
sangatlah mu mudah kalau kalian masih
mengakui Tuhan. Jadi kita kalau menolak
hari akhirat ada dua yang dua dua model
yang kita bahas. Ada model yang mengakui
adanya Tuhan ini lebih mudah. Ada model
yang tidak mengakui Tuhan ini dialognya
beda lagi. Kita berbicara dengan ateis
atau dengan orang yang beriman kepada
Tuhan tapi tidak percaya hari
kebangkitan. Nah, yang disebutkan oleh
Allah tentang para rasul ini, mereka
menghadapi suatu kaum yang beriman
adanya Tuhan, tapi tidak beriman adanya
hari akhirat. Seperti Quraisy. Quraisy
beriman adanya Tuhan, mereka tahu juga
Allah. Sehingga banyak orang Quraisy
meskipun musyrik namanya Abdullah,
tetapi mereka tidak beriman adanya hari
kebangkitan. Sungguh pembahasannya
berbeda. Pembahasannya berbeda. Tapi
kalau mengakui adanya Tuhan mudah. Kalau
kalian mengakunya ada Tuhan sederhana,
maka untuk bangkitkan kalian sangat
mudah. Karena menciptakan kalian juga mu
mudah. Kemudian lihatlah kalau kalian
mengakui adanya Tuhan, lihatlah langit
dan bumi. Betapa sulit dan rumitnya
Tuhan bisa menciptakan seperti ini yang
rumit dan sulit dan berat dengan
berbagai macam aturan-aturan alam yang
ada. Maka untuk bangkitkan kalian sangat
mu sangat mudah. Karena membangkitkan
kali lebih mudah daripada ngurusin
langit dan bumi. Ini contoh lagi. Contoh
lagi secara logika. Kalau ini semua ada
ayatnya ya. Secara logika kalau ternyata
ada Tuhan kalian ngaku Tuhan itu
sempurna. Tanya Tuhan sempurna enggak?
Sempurna. Kalau Tuhan sempurna masa
Tuhan biarkan manusia bunuh satu bunuh
yang lain satu ngerampas yang lain satu
menzalim. Kemudian mati begitu saja
tidak ada hari pertanggungjawaban. Itu
namanya persangkaan buruk sama Tuhan.
Tuhan yang seperti itu Tuhan yang tidak
becus.
Tuhan Bahlul seperti itu. Biarin ciptain
kemudian ngapain? Dia berarti
menciptakan cuma main-main ya. Maqta h
baila. Kau tidak mungkin mencakan ini
secara sia-sia. Subhanaka faqinaabanar.
Maka lindung kam azab neraka. Maka orang
yang cerdas tahu Allah mencip tidak
sia-sia pasti ada hari kebangkitan.
Karenanya lindungilah kami dari azab
neraka jahanam. Jadi sebenarnya dalilnya
banyak, cuma si kita tidak sedang bahas
itu. Tapi intinya
mereka mengkiaskan
k maha esa, maha kuasa Allah terhadap
ke kelemahan manusia. Kalau manusia ya
memang enggak bisa. Gimana caranya?
Gimana caranya bisa
apa namanya menjadikan tulang- belulang
hidup kembali.
Subhanallah. Dalam Al-Qur'an ketika
dalam surah akhir surah Yasin Allah
mengatakan
eh awal yaul insanu anna khalaqahu min
nutfatin faidza hua khimum mubin manusia
khqqa matalan khq
jadi manusia lupa dia mengatakan kok
bisa
Allah bisa menghidupkan kembali di
tulang-belulang yang sudah sudah kering
sudah ada tidak tidak ada kelembaban
lagi sudah kering. Padahal hidup itu
kehidupan itu apa? Kehidupan tu basah
dan hangat. Kita kalau orang sudah
dingin mati. Tapi kalau kita hidup
berarti ada ada basah, ada darahnya, ada
lembabnya dan ada kehangatan. Tulang
sudah kering kemudian sudah dingin,
tidak ada kelembaban sama sekali. Gimana
bisa ciptakan? Allah mengatakan wasasiya
khalqah. Orang ini lupa bagaimana dia
diciptakan.
Ya, anaqahu minatin. Bukankah kami
ciptakan manusia dari air mani? Air mani
itu apa sih? Air mani cuma air yang
hina. Tiba faimu mubin. Tiba-tiba dia
bisa jadi besar dan dia bahkan bisa
mendebat.
Bukankah perubahan air dari air jadi
nutfah? Dari nutfah jadi alaqah. Alaqah
jadi mutgah. Mutah jadi Ini kan luar
biasa. Dari kecil merangkak dari bahlul
kemudian mulai pintar dari goblok terus
terus. Ini siapa yang bisa merubah
seperti ini kalau bukan Tuhan? Ada
kekuatan lain yang mengatur kita enggak
bisa ngatur diri kita sendiri. Berarti
ada kekuatan lain ngatur kita. Enggak
ada. Kita enggak kuasa penginnya muda
terus tapi ternyata rambut putih sebelum
waktunya.
Kita enggak kuasa
kita ini. Ada yang ciptakan kita. Air
manaj Allah mengatakan ee apa? Aaritum
ma tumnun. Tidak kalian melihat kepada
air mana yang kalian keluar.
Yang ciptakan air mani kami atau kalian?
Benar. Air mani dalam diri kita, tapi
bukan ciptaan kita. Buktinya kita enggak
bisa memproduksi setiap saat. Kalau kita
masih kecil enggak bisa air mani. Kalau
kita sudah dewasa air mani pun kalau gak
bisa setiap saat bisa kita keluarkan.
Sudah keluar enggak susah lagi. Kemudian
juga air mani tersebut tidak bisa kita
tentukan
mandul atau tidak. Bukan, bukan hak kita
menentukan. Enggak bisa. Kemudian
kalaupun jadi anak laki perempuan kita
juga enggak tahu. Ganteng atau jelek
kita juga enggak tahu. Mancung atau
pesek hanya Allah yang tahu umurnya
berapa. Jadi air mani bukan ciptaan
kita. Kemudian ada ketika sudah tua dia
semakin sedikit. Ya Allah k itu air mani
dalam dirimu bukan ciptaanmu. Karena kau
tidak bisa mengaturnya. Berarti meskipun
dalam tubuh yang ciptakan siapa? Allah.
Jantung kita aja kita enggak bisa
ngatur.
waktunya berhenti. Berhenti. Kita tidur
ngorok, jantung kita berdetak enggak?
Berdetak. Siapa yang mendetakkan? Allah
Subhanahu wa taala. Maksudnya
terlalu banyak dalil bahwasanya hari
kebangit sangat mungkin ya. Sangat
mungkin perubahan manusia dari satu
bentuk ke bentuk yang lain. Mudah.
Ketika Allah rubah lagi tulang, berubah
lagi jadi manusia. Apa susahnya? Apa
susahnya?
Maka
dia pun berdalil. Mereka berdalil para
mala, para pembesar-pembesar ini
mengkiaskan
kekuasaan Allah dengan kekuasaan
manusia. Manusia kekuasaan terbatas.
Kalau manusia enggak mungkin bisa tulang
ini kembali lagi. Mau dikumpulkan satu
seluruh profesor medis satu dunia bikin
tulang hidup lagi. Enggak bakalan bisa.
Enggak bakalan bisa. Ya.
Annakum mukhrajun. Apakah kalian sudah
jadi tulang, jadi tanah? Kalian bisa
hidup kembali. Hai hata, hai lima
tuadun. Maka jauh sekali, jauh sekali
dari kebenaran apa yang diancamkan
kepada kalian? Hai Hatta ini secara
bahasa Arab ada yang mengatakan adalah
ee apa namanya? Isim fi'il, ada yang
isim masdar. Tapi maknanya adalah bauda.
Bauda atau baidun lima tuadun atau bauda
lima tuadun. Baidun atau bauda lima
tuadun. Dan hayatta kata alqurtubi
rahimahullah bisa dibaca dengan 10
model.
Hai hata, haiin
ya haian ada semuanya datang dalam
bahasa Arab. Maknanya sungguh jauh
sungguh jauh atas apa yang diancamkan
kepada kalian ya. Aad tuadun dari auad
tuad ya. Di sini di awal mereka
mengatakan ayaidukum.
Apakah
rasul ini menjanjikan bagi kalian? Di
akhir ayat pada ayat ke35
mereka berkata, "Ayaidukum, apakah rasul
tersebut menjanjikan kepada kalian akan
hari kiamat, hari kebangkitan?"
Di ayat 36, lima tuadun kepada kalian
yang rasul tersebut ancamkan terhadap
kalian. Jadi menunjukkan ketika Rasul
ini berbicara tentang hari akhirat, dia
menggabungkan antara janji dan ancaman.
antara janji dan ancaman. Ini di ee dari
apa faedah dari Thahir bin Asyur ee
ketika dia bicara tentang hari akhirat,
dia mengatakan kalau kalian berbuat baik
maka kalian akan dibangkitkan dan akan
mendapatkan kenikmatan abadi. Tapi ingat
kalau kalian tidak berbuat kebaikan,
kalian berbuat buruk, syirik kepada
Allah, kalian akan dibangkitkan dan
kalian akan disiksa. Sehingga sang rasul
menggabungkan antara ee
janji dan ancaman. Dan itulah metode
dakwah para rasul, yaitu mubasyir dan
munzir. Memberi kabar gembira dan
memberi apa? Peringatan. Ya, targhib wat
tarhib, memberi motivasi dan juga
memberi ancaman. Dan demikianlah kondisi
akhirat. Fariqun fil jannah, fariquun
fisyair. Sekelompok di surga dan
sekelompok di neraka jahanam. Maka dia
ingatkan, hati-hati. Maka orang ini
mengatakan ee ngapain percaya sama dia?
Gak usah takut dengan apa yang dia
ancamkan. Hai hata hai lima tuadun.
Enggak mungkinlah kita mau dibangkitkan
lagi kemudian mau disiksa oleh Tuhan.
Enggak mungkin kita dibangkitkan lagi
kemudian mendapatkan nikmat surga.
Semuanya tidak mungkin. Mustahil.
Gimana? Tulang belulang bisa kemudian
kembali lagi.
Subhanallah. Syubhat ini selalu ada.
Ya, seperti dalam surah Qaf ya, ketika
mereka mengatakan
syaiun ajib. Bagaimana ee sebagaimana ee
apa daging-daging kemudian sudah dimakan
bumi kemudian jadi daging kembali?
Aidza mitna wa kunna turaban waidaman.
Apa kalau sudah jadi tanah? Sudah bahkan
daging sudah jadi tanah kok bisa kembali
lagi kata Allah q alimnaquulard
minhum waana kitabun
tulang badanmu ini kalau sudah mengalami
proses kimia kemudian menjadi bumi,
menjadi tanah atau dimakan oleh ulat
kami tahu ke mana dagingmu pergi. Kata
Allah q alimnaquul ardu minhum.
Sesungguhnya kami tahu tubuh mereka yang
dikurangi terkurang karena dimakan oleh
tanah. Kami tahu ke mananya. Waana
kitabun hafiz. Bukan cuma kami tahu,
bahkan pengetahuan tersebut sudah kami
catat di lauhil mahfuz. Si fulan bin
fulan ketika mati dagingnya ke mana-mana
jadi apa? Jadi apa? Allah sudah catat
bagian lauhil mahfud. Maka untuk
dikembalikan gampang kata Allah.
Allah mengembalikan proses kimia. Jadi
kembali lagi
balik lagi proses balik bisa atau tidak?
bisa mudah bagi Allah kalau
membangkitkan.
Makanya ini menjadikan menjadikan Ibnu
Sina tidak percaya hari kebangkitan
jasad karena dia bilang gimana manusia
kalau sudah mati manusia dimakan oleh
ikan hiu. Si Joko dimakan eh jangan
Joko. Jangan
si Joni. Si Joni dimakan oleh apa? Ikan.
Ikan hiu.
Si Joni dimakan oleh ikan hiu. Ikan hiu
kenyang dari Joni. Terus si hiu
ditangkap sama ee sama siapa? CP juga
ada teman saya. Jangan yang bukan teman
saya.
Sama siapalah? Sama A dan si B. Si A dan
B makan si ikan hiu. Akhirnya daging
Joni berubah menjadi daging ikan hiu.
Dalam daging ikan hiu unsur makanannya
kalau kita lihat apa ee unsur makanannya
ternyata ada daging Joni di situ.
Mengandung daging Joni. Paham? Setelah
itu dimakan lagi sama si A dan si B.
Kemudian jadilah daging Joni tersebar di
A dan si B. Ya. Jadi unsur penyusun A
ada daging Joni, penyusun B daging Joni.
Nah, kalau semuanya mati terus
dibangkitkan, kata Ibnu Sina, "Siapa
yang mau dibangkitkan?" Kalau Joni
dibangkitkan sempurna berarti A dan B
kurang badannya. Dia pakai logika
macam-macam sehingga dia enggak mungkin
enggak mungkin manusia dibangkitkan
fisiknya dibangkitkan cuma apa? Rohnya,
maka dia dikafirkan oleh Ghazali
gara-garanya. Ini sebenarnya logika sama
dengan logikanya orang kafir.
Dalika rajun baidna wun turaban waidaman
inna
dalam yang lain mereka rajun baid ini
enggak mungkin kembali. Maka Allah
bantah
kitabun
kami tahu ke mana badanmu berubah
dimakan sama tanah ke mana. Nanti
kembalikan lagi. Gampang. Makanya dalam
hadis ketika Allah membangkitkan seorang
manusia, Allah mengatakan, "Ya ardu
ijmai ma fiki minhu." Ya, ya bumi
kembalikan lagi tubuhnya yang setelah
kau makan kembalikan lagi. Mudah bagi
Allah mengembalikan proses kimia. Tapi
intinya kalau Allah maha kuasa semuanya
Allah bisa lakukan.
Tib. Dalil kedua setelah mereka
mengatakan enggak mungkin secara logika
bahwasanya
ee tulang kembali lagi ada dagingnya.
Dan kedua kata mereka, lihatlah
kenyataan yang ada. Kita beril dengan
kenyataan inya illa hayatun dunya namutu
wahya wahnin. Lihatlah bagaimana
kehidupan kita cuma kehidupan dunia.
Kami hidup, kami mati dan kita tidak
bakalan dibangkitkan. Kita tidak bakalan
di dibangkitkan.
Kata mereka. Dalil kedua, lihat
kehidupan kita. Kita hidup, kita mati,
enggak ada kebangkit. Kita sudah nenek
moyang kita sudah ratusan tahun enggak
ada yang bangkit. Lihat mati hidup, mati
hidup. G apa maknanya?
Inhiya illa hayatunad dunya. Hidup kita
cuma di dunia. Enggak ada hidup akhirat
enggak ada. Namutu wahya. Kami kita
hidup dan mati. Apa maksudnya hidup dan
mati?
Ada beberapa pendapat pertama mengatakan
maksudnya ini takdim dan takakhir.
Maksudnya nahya wa namut. Kita hidup
langsung kita mati. Dan itu sudah
tradisi kehidupan yang kita lihat. Hidup
nanti mati. Hidup mati enggak ada hidup
mati hidup lagi enggak ada. Yang ada
kitaat cuma apa? Hidup mati. Nah wut.
Namut. Ini pendapat pertama. Pendapat
kedua namutu wahya. Maksudnya yang kita
lihat kehidupan ya dijanin dalam kondisi
belum hidup kemudian nahya hidup di alam
dunia seperti kata Allah Subhanahu wa
taala ee apa namanya eh
wauntum amwatanah
faahyakum
ya tumma yumitukum tumma yuhyikum dulu
kalian amwatan maksudnya dalam janin gak
ada gerakan faahyakum yaitu kemudian
hidup di bum jadi yang ada benar janin
muncul di perut kemudian dalam kondisi
belum hidup mati kemudian keluar di bumi
hidup setelah itu selesai gak ada
kehidupan lagi. Enggak ada kehidupan
lagi. Atau maksudnya pendapat ketiga ini
disebut oleh Alqurtubi makna dari namutu
wahya ada yang mengatakan namutu wahya
maksudnya
nahnu di situ maksudnya generasi kita.
Generasi kita kan ada yang mati sudah
tua nanti yang yang bayi baru hidup
lagi. Yang ya yang yang sudah tua mati
yang anak muda hidup lagi. Begitu terus
begitu terus. Jadi kehidupan cuma
kehidupan dunia. Adapun kehidupan
akhirat omong kosong gak ada.
Ini dalil mereka. Kenyataan menunjukkan
demikian.
Bahkan dalam surah Ad-Dukhan ayat 36
mereka ngancam lagi ya
dalam surat Addukhan ayat 36 surat Aljas
ayat 25 mereka mengatakan kepada
Rasulullah fa't bi abaina in kuntum
shodiqin. Kalau memang benar ada hari
kiamat
bangkitkan nenek moyang kami. Kami
pengin nanya benar enggak ada malaikat
maut benar enggak ada munkar nakir? Ini
ngomong terus enggak ada dalilnya. Suruh
yang satu, suruh satu orang bangunlah
kita pengin ngobrol. Sampai di antara
mereka dalam seban riwayat mereka
mengatakan, "Ya Muhammad, kita punya
kakek orang saleh yaitu Qusay bin Kilab.
Bangkitkan Qusay bin Kilab. Kita pengin
tanya, benarkah ada kehidupan setelah
ini?"
Tentu tidak perlu dijawab. Karena kalau
Allah penuhi permintaan mereka, maka
hidup ini bukan ujian Allah. Allah
ciptakan kita untuk diuji atau tidak?
Kalau semua kemudian ada orang di
kuburan keluar eh udah
tadi malaikat maut tadi malaikat munkar
nakir hantam saya 5 menit lagi saya
balik semua orang sadar atau tidak semua
orang sadar kalau bidadari dimunculin
taruh di mall semua orang sadar enggak
sudah enggak ada yang mau kerja semua di
masjid terus mimpi bidadari hidup ini
kan liman yukminuna bil ghaib
e di antara ciri pertama orang beriman
alladzi
Beriman tentang gaib. Ini semua gaib.
Kalau itu diungkap, ya sudah apa bedanya
kita orang kafir? Enggak ada ujian.
Sementara Allah ciptakan kita untuk
diuji. Jadi kita jangan kita pikir
maunya kita. Allah punya hikmah.
Sampai dalam peperangan saja terkadang
Rasulullah kalah dalam perang apa? Uhud.
Kalau selalu menang, selalu menang,
semua orang masuk Islam. Tidak ada
ujian.
Ya,
tapi ketika ada yang kalah terkadang ada
yang ini, ada yang meninggal, ada yang
kalau semua pasukan tidak pernah mati
menang terus semua orang masuk is Islam.
Kalau semua orang muslim kaya semuanya,
enggak ada yang mau jadi orang kafir
orang muslim. Iya enggak? Hidup ini
berarti bukan ujian. Padahal Allah
ciptakan kita untuk apa? Inabluakum.
Untuk menguji kalian
ya.
Jadi inilah mereka punya dalil-dalil
semua yang tidak perlu dijawab. Ya, kata
mereka gimana hidup mati, hidup mati
tidak bakal dibangkitkan.
Setelah itu mereka menuduh sang rasul.
In hua illa rulin alallahian wahnu lahu
bukminin.
Sesungguhnya si fulan ini, si rasul ini
hanyalah seorang lelaki
merendahkan alallahian
yang hanya berdusta atas nama Allah
Subhanahu wa taala. Mereka percaya Allah
tapi mereka ini dusta. Rasul dusta.
Dusta di mana? Bilang dia ngaku sebagai
rasul. Dusta pertama. Dusta kedua bilang
ada hari kebang kebangkitan. Ini
pendusta besar. W nahnu lahu bimukminin.
Dan kami tidak bakalan beriman
kepadanya. Tidak bakalan
kami sekali-sekali tidak akan beriman
kepadanya. Di sini mereka sudah
memutuskan gak mungkin kami beriman.
Bahkan sebagan ahli tafsir seperti
Sa'di, As'di rahimahullah Ibn S'di
mengesankan seakan-akan mereka mengejek.
Kasihanlah ini ini Rasul gak usah kita
gak usah kita kita enggak usah apa
namanya enggak usah bunuh, enggak usah
kita lawan. Kasihan dia orang sinting.
Ya, cuma ngaku-ngaku sudah kasihan
pendusta. Ya sudah, mau diapain orang
pendusta enggak usah kita gubrisi
ingatnya. Jadi mereka benar-benar
menghina dan sudah mereka sudah menutup
jalan karena mereka enggak bakalan
beriman.
I.
Maka ketika kondisi sudah tidak
memungkinkan mereka lagi beriman dan
mereka mengejek sang rasul, maka sang
rasul pun berdoa, "Qala rbinsurni bima
kadzabun." Ya Allah tolonglah aku karena
mereka telah mendustakan aku.
Minta agar diselamatkan. Kelimat
qabbinurni. Ya Allah tolonglah aku.
Seakan-akan ada ancaman gangguan fisik.
Wallahuam bisawab. Ya. Apakah dengan
hanya karena dusta kemudian Rasul ini
kemudian minta agar diselesaikan karena
percuma atau mereka ingin menyakiti sang
rasul? Ya. Apa secara fisik? Makanya
sang Rasul mengatakan, "Qbinurni
bima kadabun." Ya, ya Rabbku tolonglah
aku karena mereka mendustakan aku. Maka
Allah mengatakan, "Qolilinusbihunadimin
Allah berfirman kepada sang rasul,
sebentar lagi ammailinusbihimin
maka mereka akan menjadi orang yang
lausbihun." Di sini
ada yang maknanya dari apa namanya? E
kalimaturah yaitu bakalan. Jadi menyesal
sebentar lagi bakalan jadi menyesal
mereka akan jadi menyesal atau la
yusbihunna juga menunjukkan ada waktu
yaitu mereka akan menyesal di waktu pagi
karena mereka akan diserang atau akan
diazab oleh Allah di waktu pagi di waktu
pagi hari yaitu kita bisa artikan asbah
maksudnya lisirurah maksudnya sebentar
lagi mereka akan menyesal atau kita
maknakan dengan secara waktu yaitu
sebentar lagi di waktu pagi mereka akan
menyesal karena azabku akan menimpa
mereka di waktu pa pagi Pagi hari kata
Allah, "Faakumusihat bilhaq." Maka
kemudian mereka dimusnahkan oleh guntur
bilhaq, yaitu tidak zalim. Allah tidak
zalim. Tapi benar, mereka berhak untuk
dibantai dengan suara gemuruh halilintar
ya yang menggelegar, yang mematikan
mereka masuk ke dalam jantung mereka
sehingga mereka tewas. Faja'alnahum
gusaan.
Dan kami jadikan mereka seperti gusa.
Seperti buih. Gusa itu apa? Gu itu
gutaus sail. Sail itu maksudnya aliran
air. Apakah di lautan ataukah ketika ada
banjir. Ketika ada banjir yang dibawa
rumput-rumput yang kering,
kotoran-kotoran, buih yang tidak ada
nilainya, itu namanya gusa.
Di bawa tidak ada nilainya sama sama
sekali. Ya, kalau ter ee
apa namanya?
Kalau terhadap kaum kaum kaum Tsamud,
Allah mengatakan eh ke Hasyimil
muhtadir. Jadilah mereka seperti
daun-daun kering, rumput-rumput kering,
rumput-rumput kering. Jadi tidak ada
nilainya.
Faban lilmimin.
Maka binasalah atah atau jauhlah dari
rahmat Allah. Bagi siapa? Bagi
orang-orang yang zalim. Karena mereka
zalim. Zalim terhadap diri mereka.
Melakukan berbagai macam kemaksiatan.
Kemudian zalim karena melakukan
kesyirikan dan anasyirkulmunim.
Syirik adalah kezalim paling besar.
Zalim karena telah menyakiti sang rasul
yang ingin kebaikan bagi mereka. Orang
yang terbaik dikatakan sebagai pendusta
maka mereka telah berbuat zalim. Maka
mereka disiksa oleh Allah dengan
kebenaran. Memang berhak untuk disiksa.
Maka Allah mengatakan
bilhaq. Maka mereka pun dibinasakan
dengan suara yang menggelegar dengan
haknya. memang benar berhak untuk di
disiksa. Tidak ada kezaliman bagi Allah
Subhanahu wa taala.
Sa berfirman
tma ansya min ba'dihim qurunan akharin.
Tadi saya mengatakan ini menguatkan itu
adalah kaum saleh karena dengan suara.
Kalau nabi-nabi Hud dengan rehin dengan
dengan angin bukan dengan dengan suara
min ba'dihim qurunan akin. Setelah itu
kami munculkan lagi, kami ciptakan lagi
generasi-generasi yang lain. Kalau tadi
kornan satu generasi, sekarang ada
generasi generasi lagi generasi yang
lain. Maasbiqu min umatin ajalah w
yastakirun. Tidak ada satu umat pun yang
mendahului ajalnya dan tidak pula mereka
terlambat dari ajalnya. Itu semuanya
sesuai dengan ajalnya. Waktunya
mati-mati. Waktunya disiksa-diksa,
waktunya diazab, diazab. Tidak tertunda
sedikit pun waktu azab mereka dan tidak
tertunda sedikit pun waktu mati mati
mereka. Allah berfirman, "TMA arsalna
rasul tatro." Set itu kami mengutus
rasul-rasul kami tatra, yaitu secara
banyak ya berturut-turut. Tib di sini
lihat ayat ke-42
sampai 43. Allah tidak menyebutkan kami
utus rasul. Allah hanya mengatakan,
"Summma any'na min ba'dihim qurunan
akharin." Setelah itu kami setelah
mereka, setelah kaum yang binasa tadi,
entah kaum nabi saleh atau nabi yang
lainnya, kami munculkan lagi, kami
ciptakan generasi-generasi yang tapi
Allah tidak menyebutkan tentang Rasul
diutus. Sehingga sebagian ulama sebahir
binbin Asar mengatakan, maksudnya
generasi ini masih berada di atas ajaran
nabi sebelumnya.
Apakah ikut Nabi Saleh, Nabi Hud atau
nabi sebelumnya sehingga beberapa
generasi tanpa rasul. tetapi masih
berada di atas ajaran nabi-nabi
sebelumnya. Sehingga mereka hidup sampai
waktunya, waktunya ajal mati-mati atau
waktunya mereka mau diazab, diazab oleh
Allah terserah Allah subhanahu wa taala.
Jadi ada masa di mana Nabi tidak diutus
lagi muncul generasi-generasi tapi masih
berada di atas ajaran Rasul se
sebelumnya disebut dengan masa fatrah
seperti di zaman Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Masa fatrah dari wafatnya Nabi
Isa sampai Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam berapa tahun? Sekitar
500 550 570 tahun. Rasulullah lahir 571.
Nabi Isa wafat sekitar tahun 30 Masehi
atau sekitar ya 30 Masehi. Rasulullah
lahir berapa? 571 5. Kemudian Rasulullah
jadi nabi 40 tahun kemudian yaitu 570-an
tahun. umur 80-an tahun masa fatrah.
Tetapi orang-orang yang hidup di
Jazirah Arab terutama di Hijaz, di
Makkah terutama mereka masih mengikuti
ajaran sebelumnya. Ada ajaran Nabi
Ismail Alaih Salam.
Apalagi Ka'bah dibangun di situ. Yang
bangun Ka'bah Ibrahim siapa? Ismail. Dan
Quraisy adalah keturunan Ismail.
Sehingga Rasulullah sebutkan ada
orang-orang meskipun di masa fatrah
kenabian tetap diazab dalam neraka
jahanam. Kenapa? Berarti hujah masih ada
ketika itu. Rasulullah sebutkan contoh
orang-orang yang tidak menemui Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Masih di
zaman fatrah tapi diazab dengan neraka.
Siapa mereka? Banyak. Di antaranya
misalnya Amru bin Al-Khuza'i. Dia tidak
dia hidup di masa fatrah antara Nabi
Isa, antara zaman Nabi Ismail dengan
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Tapi kata Rasul sahu alaih
wasallam,
aku lihat dia menggeret khususnya di
neraka jahanam. Kenapa?
Uman sayabwa. Dia yang pertama kali
mengkeramatkan unta, mengkeramatkan
kambing, dan dia yang pertama kali
mengimpor ee berhala dari Syam ke Makkah
untuk diibadahi. Sehingga dia kita tidak
bilang dia di masa fatrah pasti masuk
surga. Enggak. Dia di masa fatrah tapi
masih ada sisa-sisa ajaran Nabi
sebelumnya. Maka Nabi bilang dia di
neraka. Contohnya contohnya siapa?
Contohnya Abdullah bin Jud'an. Abdullah
bin Jud'an juga hidup di masa fatrah dan
dia dari kabilah Bani Taim. dari
kabilahnya Quraisy, tapi dari Bani Taim.
Quraisy atimi, Quraisy Taimi makanya
keluarganya Abu Bakar. Makanya Aisyah
bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimana
dengan Abdullah bin Junan'an?" "Kana
yasilur rahim, kana yakrid, kana?" Dia
dulu suka menyambung silaturahmi, suka
ee menjambu tamu,
suka suka buat banyak kebaikan. Halfik,
apakah kebaikannya bermanfaat bagi dia
sementara dia meninggal di masa fatrah?
Tidak ada nabi tetapi ada ajaran ajaran
sebelumnya masih ada kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam la tidak
bermanfaat. Lam yakl yaumanq
rbigfirliati yaumaddin. Dia tidak pernah
ngomong sekalipun berdoa, "Ya Allah
ampunilah aku di hari kebangkitan."
Yaitu dia tidak percaya sama hari
kebangkitan. Bab neraka.
Siapa lagi? Adi bin Hatim. Bapaknya.
Bapaknya juga tidak hidup di zaman Nabi.
Bapaknya hidup di masa fatrah. Terkenal
dengan berbuat baik. Berbuat baik.
Berbuat baik. Maka
Adi bin Hatim bertanya, "Ya Rasulullah,
ayahku dulu begini begini begini. Apa
kata Nabi? Apakah dia masuk surga?"
Enggak. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Kana abuka aroda amron
faasobahu." Ayahmu dulu ketika berbuat
baik dia riak dan dia mendapatkan
popularitas dengan riaknya tersebut. Gak
ada faedahnya.
Ya, lihat lagi
Amr bin As. Saya enggak tahu Wail bin As
mendapati zaman Nabi atau tidak.
Amr bin Ass, Al-As bin Wail dapat zaman
Nabi atau tidak? Nabi saya wallahu alam
ya. Tapi intinya Al-As bin Wail,
bapaknya Amr bin As hidup dalam kondisi
musyrik. Kemudian ketika mati dia
sebelum mati dia sempat bernazar ingin
menyembelih 100 ekor unta untuk
dibagikan. Maka Amr bin As datang kepada
Rasul, "Ya Rasulullah, ayahku dulu punya
punya janji begini begini begini punya
nazar. Apakah saya membayarkan
nazarnya?" Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Amma abuka la aq tauhid
nafalik ayahmu." Kalau dia dulu
bertauhid bermanfaat, tapi tidak
bermanfaat, tidak ada faedahnya.
Padahal kalau tidak salah saya lupa
Al-As bin Wail ini apakah hidup di zaman
masa fatra atau tidak sebelum Nabi
menggati seorang Nabi. Jadi ada
orang-orang Rasulullah vonis meskipun di
masa fatrah. Kenapa? Karena masih ada
sisa ajaran apa? Nabi Ibrahim dan Nabi
Ismail meskipun di masa fatrah.
Sementara Rasulullah, para ulama juga
menulis al-ahnaf orang-orang yang masih
bertauhid meskipun Nabi belum jadi nabi.
Ada di antara Rasulullah, di antara Abu
Bakar, di antaranya ee siapa namanya
ee Warak bin Naufal ya. Ada beberapa
orang-orang yang mereka bertauhid
meskipun Nabi belum jadi nabi. Masih ada
sisa ajaran Nabi Ismail dan Nabi
Ibrahim. Nah, seperti dalam ayat ini
Allah mengatakan, "Tumma any min
ba'dihim qurunan akharin." Setelah itu
kami munculkan generasi-generasi
meskipun tanpa rasul, meskipun tidak di
atas rasul, tapi mereka masih berada di
atas ajaran rasul-rasul sebelumnya.
Kalau mereka bermaksiat, Allah azab.
Jadi tidak semua orang di masa fatrah
kemudian pasti selamat. Gak di masa
fatrah kalau dalam artian masa fatrah
kekosongan Rasul tapi sisa ajarannya
masih ada, maka hujah telah tegak. Hujah
telah tegak. Wallahuam bawab.
Setelah itu Allah berfirman, "Tumma
arsalna rasulana tatra." Setelah itu
kami utus rasul-rasul kami. Ya. Ya.
Tatra ini ada yang maknanya dari ee apa
namanya? Watra dari mutawatir itu banyak
ya. Dan biasa wau dirubah jadi ta
seperti tij dari wjah ya. Kemudian ee
takwa dari dari asalnya dari waqo yaqi
takwa wnya hilang jadi ta dan seperti
dalam bahasa Arab sm arsalna rasulana
tatra kami utus rasul kami mutawatir
turut banyak tatra ya itu satu datang
sini berganti ya
jaa umatan rasuluha kadabu setiap datang
seorang rasul kepada suatu umat mereka
dustakan mereka dustakan rasul tersebut
demikian
Datang rasul, datang umat kirim kirim
rasul didustakan,
Allah binasakan. Datang lagi muncul
generasi baru, datang rasul didustakan,
Allah binasakan lagi, Allah azab. Kata
Allah, fa'ahum ba'dan.
Kami susulkan sebagian dengan sebagian
yang lain itu kami binasakan sebagian
sebagaimana kami telah binasakan
sebelumnya gara-gara mendustakan seorang
rasul. Walnahum ahadis. Dan kami jadikan
mereka hanyalah jadi bahan cerita. Hadis
jamak dari Uhdah ya. Jamah dari uhdah
itu bahan cerita.
Oh, dulu ada kaum begini ternyata
begini. Seperti kita cerita Firaun.
Firaun masyaallah dulu luar biasa
Firaun ternyata sekarang tinggal apa?
Cerita.
Dulu hebat tapi tinggal cerita. Kaum ini
dulu hebat sekarang tinggal cerita.
Fabdan liquum la yukminun.
Dan sungguh jauh kebinasaan bagi
orang-orang yang tidak beriman. Begilah
ya perjuangan para rasul. Berdakwah
didustakan. Akhirnya Allah azab
kaum-kaum tersebut karena mendustakan
para para nabi. Setelah itu Allah cerita
tentang kisah Nabi Musa dan Harun.
Insyaallah kita tunda pada pertemuan
berikutnya biznillahi taala. Demikian
saja ibu-ibu yang dirahmati Allah
Subhanahu wa taala. Wabillahi taufik
hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.