Transcript
eg1TeC29bcE • Training MPLB3 OPLB3 - 17 Desember 2025 - Sesi Siang
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/cendekiaazzacemerlang/.shards/text-0001.zst#text/0583_eg1TeC29bcE.txt
Kind: captions
Language: id
Baik Bapak-bapak sekalian, sambil
menunggu peserta yang lain, saya
mengingatkan kembali untuk mengisi
absensinya terlebih dahulu.
Selamat siang, Pak Hendri. Selamat
bergabung kembali. Kita masih menunggu
peserta yang lain ya, Pak.
Baik, Pak Alvin. in
Izin, Pak. Untuk Pak Noval bisa
di-rename terlebih dahulu, Pak.
Izin, Pak Noval. Monitor
ya. Namanya bisa diganti terlebih
dahulu, Pak.
Iya.
Baik, Pak Henri. Peserta sudah lengkap
semua. Izin saya buka terlebih dahulu.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang Bapak Ibu
sekalian. Selamat datang kembali di
training MPLB3B3 pada hari ini. Oke,
bagaimana untuk istirahatnya Bapak dan
Ibu sekalian?
Habis makan ngantuk nih ya.
Oke, supaya enggak ngantuk nih kita ee
yel-yel terlebih dahulu nih. Oke, ee
saya punya yel-yel. Ketika saya bilang,
"Apapun sertifikasinya
Bapak dan Ibu jawab CAC solusinya." Nah,
ketika saya bilang CAC, Bapak dan Ibu
bilang pasti lebih kompeten. Oke, coba
dulu deh. Coba dulu satu. Ee bisa di
unmute dulu Bapak dan Ibu untuk mic-nya
dinyalakan terlebih dahulu.
Oke.
1 2 3. Apapun sertifikasinya,
CAC solusinya solusinya.
CAC
pasti lebih kompeten. Oke, ulang.
Lupa, Pak.
Oke. Sat 2 3.
Apapun sertifikasinya
C solus
CCI
lebih.
Oke. Baik, mantap. Terima kasih Bapak
dan Ibu. Oke, Kak Hendri. Selanjutnya
bagaimana? Mau melanjutkan materi atau
kita membahas tugas terlebih dahulu?
I mungkin tugasnya tadi kan sudah kita
bahas ya. Sebentar saya izin.
Bisa tadi kan sudah kita bahas. Saya
rasa tadi hanya beberapa yang ada
perbaikan.
Ee mungkin sudah ee jadi kita lanjut ke
materi aja. Takutnya masih banyak materi
yang tidak disampaikan
karena mepet waktu.
Baik, Pak Henri.
Iya,
kalau begitu saya persilakan untuk
memaparkan materinya.
Baik, terima kasih Pak Alvin. Kita masuk
ke materi selanjutnya.
Sudah segar ya, Bapak Ibu ya?
Sudah nyempatin waktu untuk ngopi biar
enggak ngantuk. Ini sudah mulai jam
rawan soalnya habis makan.
Ya, kita lanjut materi selanjutnya itu
dampak dari pengelolaan limbah B3. Ee di
sini kita lihat ada beberapa elemen
kompetensi
yaitu yang pertama melakukan pemantauan
dampak dari pengolah limbah B3 itu ada
tiga elemen kompetensi di sini. Yang
pertama menyiapkan kegiatan pengawasan
dampak polah B3 ee di mana kriterianya
ada rencana kerja penguasan dampak,
peralatan dan perlengkapan pengawasan
dampak dari pengelolaan limbah B3
tersebut. Lalu kedua mengawasi dampak
pengelolaan limbah B3. Nah, kondisi
lingkungan sekretar kerja pengelolaan
limbah B3 diidentifikasi. Lalu potensi
dampak proses pengelolaan limbah
terhadap lingkungan sekitar identifikasi
dan dampak dari kondisi lingkungan
sekitar area peralatan peng limbah B3
juga dipantau berdasarkan risiko. Lalu
yang ketiga
melaporkan pekerjaan pengawasan dampak
pengolan limbah B3 ya dalam bentuk
laporan hasil pengawasan dan laporan
hasil pengawasan didokumentasikan.
Ini referensi dari dampak dari
pengelolaan 5 B3 itu bisa kita lihat di
dalam AMDAL atau UKL-UPL masing-masing
perusahaan.
Bisa berdasarkan rincian teknis dari
penyimpanan limbah B3-nya.
Lalu
bisa kita lihat berdasarkan referensi
dari MSDS masing-masing B3 yang kita
gunakan serta beberapa mungkin ee
berdasarkan dari jurnal penelitian yang
sudah ada.
Ya, ini ee kira-kira kurang lebih adalah
jalur paparan limbah bertiga terhadap ee
manusia ya. Dari limbah B3 bisa melalui
kontak langsung melalui absorsi ke
manusia
atau dari limbah B3 bisa saja melalui
adanya emisi udara. Nah, nanti melalui
inhalasi masuk ke tubuh manusia atau
limbah B3-nya melalui limpasan ee ke air
permukaan. Nanti kita ee jadikan dia
sumber air minum masuk melalui oral kita
hingga terkontaminasi ke manusia.
Nah, untuk ee ini ada licing juga
mungkin bisa menyerap ke air tanah. Nah,
air tanah nanti kita pergunakan untuk
air minum. lalu bisa mengontaminasi kita
melalui ee oral. Kurang lebihnya seperti
ini jalur paparan dari B3 ya. Jadi bisa
kontak langsung
terus bisa melalui leing dan segala
macam.
Oke, ini dampak
umum dari paparan kontaminasi 5 B3.
Satu, mencelakakan manusia secara
langsung dan bersifat
segera apabila terpapar. Ya, misalnya
sepertinya kayak ee yang bisa bikin
kulit melepuh, terkena ledakan, iritasi
dan seperti terbakar ya. lalu mencemari
dan merusak lingkungan apabila terpapar
ke lingkungan ya terutama yang kode-kode
yang beracun dan juga ee merusak atau
berbahaya bagi lingkungan. Jadi dia
nanti bisa mencemari air, udara ee dan
tanah. Jadi lingkungan akan
terkontaminasi dari dampak limbah
bertiga ini. Selanjutnya ini adalah me
apa?
Dampak limbah B3 kurang lebih yang
dipaparkan di tabel ini misalkan kalau
kita lihat mulai dari logam
ya. Jenisnya ada beberapa yang kita tahu
salah satunya adalah PB kardmium ya
logam berat. Nah nanti itu bisa
mengakibatkan ee gangguan di saraf, di
ginjal, pati dan segala macam. Lalu
misalkan kita lihat di barang-barang
yang berbahaya seperti pestisida. Nah,
pestisida ini juga bisa berdampak
terhadap kesehatan
bisa pusing menurunkan kesadaran hingga
bisa mengibatkan kematian. Maka kan
ketika ee kayak petani dia menggunakan
pestisida itu harus menggunakan APD yang
sesuai dengan petunjuk dari pestisida
yang mereka gunakan. Lalu bisa juga
gas-gas beracun, bahan pelarut, dan
bahan-bahan yang lainnya yang mungkin
bersifat karsinogen. Kalau karsinogen
sudah pasti nanti berdampaknya ke tubuh
itu pasti salah satunya adalah kanker
ya, karsinogen
ini ya. logam-logam yang ada kurang
lebih di itu ada timbal, logam berat ya,
arsen, katmium,
merkurium. Ee kalau dulu
merkuri itu ada di ee alat-alat
kesehatan ya. Salah satunya itu pada
saat mungkin Bapak Ibu pernah lihat ada
tensi meter yang dulunya ada air raksa.
Nah, itu adalah mengandung merkuri.
Terus termometer yang ada kandungan air
ee raksa di dalamnya itu juga merkuri.
Terus dulu lampu juga jenisnya juga ada
yang bermerkuri. Nah, alhamdulillah
sekarang sudah diganti ke barang-barang
yang sudah tanpa merkur alhamdulillah
sehingga sudah mengurangi dampak dari
merkuri. Ya, pernah kejadian dulu
diamata kalau Bapak Ibu bisa lihat ee
adanya keracunan merkuri ya. Bina mata.
Lalu ini ee kalau
timbal atau PB ya itu salah satunya juga
bisa menghambat pembentukan hemoglobin
atau HB dalam tubuh sehingga orang bisa
terjadi anemia, kekurangan darah,
gangguan otak. Nah, mungkin tanpa sadar
kita sadar salah satu yang ee
mungkin yang sering kita lewati, sering
kita lakukan,
yang sering mungkin kita ee jalanin itu
ada mm sejenis
timbal atau PB yang ada di kandungan
bensin.
N. Jadi ee kalau para pekerja yang
bekerja di SPBU itu mereka sangat-sangat
berisiko terkontaminasi sama ee logam
dari timbal ini ya karena adanya
kandungan PB dari ee apa di bensin atau
di bahan bakar tersebut.
Apalagi kadang kita lihat mereka
melakukan pekerjaan itu tanpa
menggunakan APD. Jadi menghirup langsung
kan tidak menggunakan masker. Itu
biasanya pernah dilakukan penelitian,
saya pernah baca adanya kandungan ee PB
atau timbal di dalam darah
para pekerja di SPBU. Nah, itu pernah
saya baca memang ee penelitiannya sangat
menarik sehingga ee
para pekerja yang di bekerja di SB itu
harusnya menggunakan APD minimal masker
ya.
Nah, ini bioakumulasi dan biomagnifikasi
yaitu kalau bioakumulasi itu penumpukan
pencemar yang terus-menerus di dalam
organ tubuh ya. Sedangkan biomagnifikasi
ini adalah masuknya zat kimia dari
lingkungan melalui rantai makanan yang
pada akhirnya tingkat konsentrasi zat
kimia di dalam organisme sangat tinggi
dan lebih tinggi dari bioakumulasi. Jadi
ini kita lihat eh kita rasakan mulai
dari ee masuknya melalui rantai makanan.
Jadi barang apa ee bahan-bahan makanan
yang sudah terkontaminasi.
Nah, ini paparan 5B3 terhadap
lingkungan. Kalau tadi ke manusianya ini
ke lingkungan ya bisa melalui tumpahan
dan atau penimbunan dari pembuangan
akhir limbah B3. Lalu ada licit yang
berasal dari lokasi penimuan limbah B3.
Licit itu kayak semacam air yang
dihasilkan dari si limbah. Lalu,
kebocoran tangki penyimpanan limbah B3.
Dampak bersifat lokal bila yang terkena
hanya lapisan air tanah dangkal yang
relatif sempit penyebarannya. Lalu
dampak dapat sangat luas bila limbah B3
mencapai air tanah dalam ya sehingga
terkadang airnya masih dimanfaatkan.
Makanya terkadang di daerah-daerah ee
industri terkadang kondisi airnya itu
pasti tidak bagus, tidak sebagus di
area-area pemukiman.
Karena banyak ee cemaran setidaknya itu
dari IPAL terkadang meresap sampai ke
permukaan air tanah, ya.
Nah, ini ee salah satu gambar bentuk
paparan terhadap B3 terhadap
lingkungannya.
Oke, itu untuk dampak dari limbah B3
sebenarnya masih banyak. Ini hanya
sekedar ringkasannya saja kurang
lebihnya garis besar terkait dampak dari
limbah B3. Ada yang mau ditanyakan?
Silakan Bapak dan Ibu jika ingin ada
yang ditanyakan.
Enggak
ada ya, Bapak, Ibu? Ya,
nanti
sampai
kalau tidak ada kita lanjut ke materi
berikutnya.
Ingat ya Bapak Ibu ya. Segregasi
penyimpanan dan pengemasan hari limbah
ketiga
ya. Ini untuk kompetensinya yaitu
melakukan pemilahan atau segregasi dari
limbah B3. Di sini ada tiga elemen
kompetensinya. Yang pertama menyiapkan
dan peralatan dan bahan segregasinya.
Lalu bisa kriterianya untuk data terkait
dengan 5 B3 yang akan disegregasi,
diidentifikasi. Lalu peralatan dan
perlengkapan untuk melakukan segregasi 5
B3.
Nah, untuk elemen kompetensi yang kedua
melaksanakan segregasi limbah B3 ya.
Kriteria kerjanya bisa tujuan segregasi
ditetapkan. Lalu kriteria segregasi
limbah B3 ditetapkan sesuai prosedur.
Lalu segasi limbah B3 dilakukan sesuai
dengan prosedur. Mulai dari tujuan,
kriteria dan ee dilakukan. Lalu yang
ketiga melakukan evaluasi hasil
segregasi. Ya, hasil kegiatan segregasi
limbah B3 dievaluasi sesuai ketentuan.
Lalu hasil kegiatan serasi 5 B3 disusun
dan terakhir dilakukan dokumentasi.
Lalu untuk melakukan pengemasan limbah
B3 ya. Pengemasan limbah B3 ada dua
elemen kompetensi. Yang pertama
menyiapkan peralatan dan bahan
pengemasan limbah B3. Jenis-jenis untuk
kriterianya itu jenis dan karakterist
limbah B3 yang akan dikemas
diidentifikasi sesuai prosedurung.
Lalu kemasan limbah B3 diperiksa
kelayakannya. Bentuk ukuran dan bahan
kemasan diperiksa kesesuaiannya dengan
jenis dan karakteristik limbah B3.
Peralatan dan perlengkapan untuk
pengemasan limbah B3. Lalu elemen
kompetensi yang kedua melakukan
pengisian limbah B3 ke dalam kemasan.
Ya, ini pengisiannya harus sesuai dengan
prosedur. Kemasan ditandai dengan simbol
dan label. Dan jangan lupa laporan hasil
pengemasan didokumentasikan.
Lalu ini untuk ee EP elemen elemen
selanjutnya yaitu
ee melakukan penyimpanan B3 ya. Nama
kompetensinya itu adalah menyiapkan
peralatan dan perlengkapan penyimpanan
B3 diuraikan dalam bentuk jenis dan
karakteristiknya. TPS dipastikan
kondisinya sesuai izin. Peralatan dan
perlengkapan penyimpanan limbah B3
disiapkan. lalu menyimpan limbah B3 di
tempat penyimpanan sementara atau di
TPS. Nah, tata cara dan persyaratan
penyimpanan ditentukan sesuai dengan
jenis karakteristik dan kategori bahaya
limbah. Lalu penyimpanan lemb dilakukan
sesuai dengan prosedur.
Ketiga, melaksanakan pelaporan
pekerjaan. Bimbat
sesuai ketentuan hasil pelaksanaan
kegiatan, penyimpanan W3 disusun, dan
jangan lupa terakhir dilakukan
dokumentasi.
Nah, ini beberapa pengertian.
Segregasi limbah B3 itu adalah pemilahan
atau pemisahan dari limbah B3
berdasarkan dari jenisnya, karakternya,
dan ketentuan dari penyimpanan. Nah,
proses ini penting untuk pengolan limbah
B3 agar dapat diolah dan didisposisi
dengan aman dan efisien. Lalu pengemasan
limbah B3 adalah cara menempakkan atau
mewadahi limbah B3 agar mudah dalam
melakukan penyimpanan dan atau
pengumpulan dan atau pengangkutan limbah
B3. Jadi pengemasan yang tadi kita
sampaikan bagaimana kita memberikan satu
wadah di dalam limbah B3 tersebut
sehingga ee
memudahkan kita pada saat melakukan
pengangkutan. Dan penyimpanan 5 B3
adalah kegiatan menyimpan limbah B3 yang
dilakukan oleh penghasil 5 B3. Ya,
berarti kalau kita sebagai penghasil
pasti akan melakukan penyimpanan limbah
B.
Nah, ini tujuan dari segregasi limbah B3
memudahkan proses pengumpulan dan
pengangkutan limbah B3 karena dia sudah
di
lalu mencegah pencampuran limbah B3 yang
berbahaya atau tidak kompatibel.
Memastikan limbah B3 dapat diolah dengan
metode yang sesuai.
lalu mengurangi kemungkinan terjadinya
kecelakaan atau kesalahan dalam
penanganan limbah B3.
Yang terakhir memperudah pengawasan oleh
petugas.
Ya, ini contoh kegiatannya. Misalkan
memisahkan limbah B3 berdasarkan
jenisnya, limbah medis, limbah industri,
limbah rumah tangga.
Lalu memisahkan limbah B3 berdasarkan
karakteristiknya misalnya mudah menyala,
reaktif, dan korosif. Dan terakhir
memisahkan lembaga berdasarkan ketentuan
penyimpanan misalnya lemb dan lembar.
Nah, ini untuk flow proses dari
penyimpanan limbah B3 mulai dari ada
kegiatan kantor dari ruangan atau dari
divisi mana yang menghasilkan limbah B3.
Nah, nanti di sana baru kita uraikan
berdasarkan jenisnya apa saja ya. lalu
masuk ke dalam penimbangan dan pendataan
limbah B3 yang ditulis di dalam blogbook
dan neraca disimpan di TPS dan lalu
dilakukan serah terima ke pengangkut
atau transporter dari limbah Bung.
Nah, sedangkan ini kalau dia proses
pencucian tangki dan alat-alat berarti
ini dalam bentuk cair. Maka dia harus
masuk ke dalam IPAL. Nah, nanti di IPAL
juga ada tersendiri ada limbah slats.
Nah, limbah slatch itu masuk ke dalam
kategori padat. nanti juga bisa ee
dilakukan penimbangan dan pendataan
serta diserahkan ke pihak ketiga.
Kewajiban dari penghasil limbah yang
memiliki dokumen AMDAL atau KLUPL dan
penghasil dari instansi pemerintahan
wajib memiliki rincian teknis
penyimpanan limbah B3.
Pengumpul limbah B3, pemanfaat limbah
B3, pengolah dan penibun wajib melakukan
penyimpanan limbah B3. Lalu dilarang
melakukan pencampuran BAB B3 yang
disimpan. Ya, jangan nanti dari
masing-masing sumber dilakukan
penyimpanannya karena misalnya
keterbatasan wadah lalu dicampur. Itu
tidak boleh karena harus disimpan
di wadah yang sesuai yang sesuai
karakteristiknya masing-masing. Namun
tidak apa-apa kalau memang hanya di
dalam satu TPS. wajib memenuhi ketentuan
tata cara penyimpanan, pemantauan, dan
pelaporan limbah.
Lalu wajib dilakukan intervensi paparan
teknologi infatali ya ini tenom untuk
penyimpanan limbah B3 yang memiliki
tingkat kontaminasi radioaktif besar
sama dari BQ per cm³ dan atau
konsentrasi aktivitas sebesar 1 BQ per
eh gram untuk tiap radion nukleida
anggota darah uranium dan torium. atau
10 BQ per gram untuk kalium ini tuh
untuk ee jenis-jenis yang ee sudah
ditetapkan di sini. Lalu rincian teknis
limbah B3.
Rincian teknis untuk penyimpanan limbah
B3 adalah dokumen yang berisi informasi
detail ya di rincian teknis itu
benar-benar detail mengenai bagaimana
kita melakukan penyimpanan limbah B3.
Lalu dokumen ini itu akan memuat tentang
identifikasi limbah, tempat penyimpanan,
pengemasannya seperti apa, serta
persyaratan lingkungannya harus
bagaimana. Nah, di Rintek ini penting
untuk memastikan penyimpanan 5B3
dilakukan dengan aman dan sesuai dengan
peraturan. Jadi ee di rintech itu
persyaratan pengajuan rincian teknis
ya. Permohonan rincian teknis itu mulai
dari surat permohonan yang ditujukan ke
Dinas Lingkungan Hidup setempat atau
instansi terkait. Lalu surat permohonan
rinteek
surat resmi yang menjelaskan detail
permohonan. Nah, nanti dilampirkan juga
ada KTP dan NPWP, NIB
dan izin lingkungan yang telah didapat
dari sebelumnya.
Adakah Bapak Ibu yang belum punya
rintech di sini?
Sudah ada ya, Bapak, Ibu ya. rata-rata
sudah punya rintech ya masing-masing
karena memang se kalau dulu itu adalah
namanya izin TPS sekarang sudah dirubah
ke dalam ee RINTECH jadi setiap
penghasil 5B3 wajib punya rintech
ya. Ini ee di dalamnya ada nama, sumber,
karakteristik, dan jumlah limbah B3 yang
akan disimpan. Ada dokumen yang
menjelaskan tentang tempat penyimpan
limbah B3, dokumen yang menjelaskan
tentang pengemasan limbah B3.
persyaratan lingkungan hidup dan
kewajiban pemenuhan rincian teknis
penyimpanan limbah B3. Nah, ini alur
untuk pengajuan mulai dari penyusunan
integrasi rintek ke persetujuan
lingkungan, ada evaluasi rintek dan ada
terakhir di persetujuan lingkungan.
Nah, ini untuk standar penyimpanan
limbah B3.
Pertama, limbah B3 yang disimpan harus
terlindung dari hujan dan tertutup. J
kalau Bapak Ibu punya TPS tapi dia
terbuka, pastikan dia terlindung dari
hujan dan harusnya itu memang
benar-benar full tertutup
lalu memiliki lantai yang kedap air.
Jangan hanya dalam bentuk misalkan ee
tanah. Nah, nanti karena kan pasti ada
licitnya, ada tumpahan. Nah, itu nanti
akan mengontaminasi air yang ada di
dalam tanah. Lalu dilengkapi dengan
simbol dan label limbah B3. Ya, sudah
sesuai dengan ketentuan.
Limbah B3 dikemas dengan menggunakan
kemasan dari bahan logam atau plastik.
Lalu kemasan mampu mengungkung limbah B3
untuk tetap peran dalam kemasan. Jangan
nanti kemasannya kecil atau mudah rusak,
nanti limbah B3-nya merusak si kemasan.
akhirnya terjadi kebocoran
lalu memiliki penutup yang kuat untuk
mencegah terjadinya tumpahan pada saat
dilakukan pemindahan atau pengangkutan
dan kondisi kemasan tidak bocor, tidak
berkarat, dan tidak rusak. Ya,
dipastikan
kemasannya itu tidak bocor ya karena ee
takutnya misalnya nih kita mau
menyerahkan limbah TL, lampu TL ya.
Karena kan terkadang lembut TL tuh di
ujung-ujungnya itu masih ada kayak
semacam ee apa ya dibilang jarum bukan
jarum. Ada yang ee mungkin sedikit
tajam. Nah, itu jangan disimpan di dalam
plastik karena kalau kita simpan dalam
plastik itu biasa saja nanti robek
plastiknya. Akhirnya terjadi pumpahan B3
dari si lampu TL. Ya, lampu TL mungkin
bisa disimpan di dalam wadah dalam
berbentuk ee dus atau dalam bentuk ee
jerigen juga bisa atau dalam bukan
jerigen sor dalam bentuk ee drom. Saya
dulu pernah ee di perusahaan yang lama
dulu kami si pihak pengangkutnya itu
untuk lampu TL dimasukkan ke dalam drom.
Jan masukkan ke dalam drom. Nah, nanti
itu akan direpacking sama mereka
karena kalau dalam plastik itu mereka
biasanya tidak mau terima karena
berisiko pada saat mereka melakukan
pengangkutan ke tempat pengolah.
Ada pertanyaan Bapak Ibu sampai sini
ya. Ini tata
cara
tadi yang resikonya ya.
Silakan Bapak dan Ibu. Enggak usah
malu-malu nih kalau mau nanya. Langsung
aja
Ibu Hilia mungkin Bapak Arifin
jika mempunyai pertanyaan bisa langsung
aja.
Lanjut dulu. Ini tata cara penyimpanan
di bab mulai dari tempat penyimpanannya,
cara penyimpanan dan waktu penyimpanan.
penyimpanan lokasinya, fasilitas yang
digunakan seperti apa, dan peralatan
penengulangan keadaan darurat harus
diperhatikan.
Nah, untuk persyaratan lokasi yang
pertama sekali itu harus di daerah yang
bebas banjir ya. Lalu tidak rawan
bencana alam misalnya longsor, bahaya
bahaya dari gunung api segala macam
dalam bentuk ee bencana alam.
Jika lokasi penyimpanan 5 M B3 tidak
bebas banjir dan bencana alam, maka
lokasi penyimpanan B3 harus dapat
direkayasa dengan teknologi untuk
perlindungan pengelolaan lingkungan
hidup. Karena kalau sudah di daerah yang
banjir nanti akan mengontaminasi
ee lingkungan sekitar.
Nah, ini fasilitas penyimpanan B3 bisa
dalam bentuk bangunan, bisa tangki dan
kontainer, bisa silo atau tempat
tumpukan limbah B3. dan kolam
penampungan limbah B3.
Ini kelengkapan fasilitas misalnya
dilengkapi adanya area bongkar muat, ee
adanya peralatan penanganan tumpahan,
lalu fasilitas pertolongan pertama dan
untuk pengumpul itu wajib memiliki
laboratorium dan atau alat analisa
laboratorium yang mampu menguji
karakteristik limbah B3, mudah meledak,
mudah menyala, responsif untuk
menentukan tata cara penyimpanan limbah
B3 pun sebenarnya kalau
penghas hasil kita terkadang juga tidak
punya laboratorium khusus untuk
melakukan uji karakteristik tapi kita
tadi sudah jelaskan bisa kita lihat atau
rujukannya yang ada di MSDS yang ee
masing-masing B3 yang kita gunakan di
perusahaan kita. Nanti di sana sudah
bisa untuk menentukan
ee karakteristik dari limbah B3 yang
kita hasilkan.
Ya, ini kesesuaian fasilitas penyimpanan
limbah B3. Misalkan untuk bangunan dia
kategorinya satu, limbah yang
disimpannya ada kategori dua, berarti
tidak spesifik, ada spesifik umum dan
spesifik khusus. Nah, itu dalam bentuk
bangunan juga boleh. Lalu kalau
fasilitas tangki dan kontainer untuk
jumlah yang disimpan jenisnya apa? Nah,
bisa kategori S, bisa kategori DU, tapi
tidak untuk spesifik yang khusus.
Jadi tidak boleh disimpan di dalam
tangki atau kontainer. Nah, kalau
misalnya kita menggunakan fasilitasnya
hanya berupa silo. Nah, untuk silo ini
juga bisa semua bisa kategori satu, bisa
kategori dua mau spesifik, umum maupun
spesifik khusus. Nah, sedangkan kalau
dalam bentuk WAS PIL itu eh spesifik
khusus saja dan was improvement itu juga
hanya dalam bentuk spesifik khusus
karena memang secara penyimpanannya dia
ee tersendiri.
ini kompatibilitas karakteristik limbah
B3 dalam rangka penyimpanan limbah B3
ya. Ini kita coba melakukan analisa
melalui matriksnya. Nah, nanti
ditentukan dapatlah ee titik-titik di
mana yang
karakteristik dari limbah Big tersebut
ya. Mulai dari cairan mudah menyala,
peradatan mudah menyala dan sampai ke
berbahaya terhadap lingkungan. Nanti ini
menggunakan matriks
lah. Ini bangunan ya. Bangunan kalau
kita menggunakan TPS ya atau tempat
penyimpanan sementara kita dalam bentuk
bangunan, nah dia harus bisa menyimpan
untuk kategori satu dan kategori du ya.
Tadi sudah dilihat di tabel ada sumber
tidak spesifik, sumber spesifik umum dan
spesifik khusus. itu bisa kita simpan di
area TPS yang dalam bentuk bangunan dan
tetap harus memperhatikan secara
ventilasi juga.
Pak Alvin, saya izin ke toilet sebentar
ya.
Baik, Pak, silakan.
Baik, saya izin ke toilet sebentar ya.
Baik, silakan.
Sambil menunggu Pak Hendri untuk Pak
Noval bisa diisi terlebih dahulu
absensinya Pak untuk sesi siang. untuk
linknya sudah ada di dalam WhatsApp grup
Pak.
Izin sebentar ya, Pak.
Baik, Pak.
ya. Ee kembali lagi mohon maaf ya, Bapak
Ibu. Nah, ini untuk persyaratan
bangunan. Yang pertama rancang bangunan
sesuai dengan jenis, karakteristik, dan
jumlah B3 yang disimpan. Lalu yang
kedua, luas ruangan penyimpanan sesuai
dengan jumlah limbah yang disimpan. ya.
Jangan sampai nanti TPS-nya kecil, tapi
ee
jumlah limbah yang kita hasilkan lebih
banyak sehingga tidak muat ketika kita
simpan di TPS. Lalu desain dan
konstruksi yang mampu melindungi limbah
B3 dari hujan dan tertutup. Ini
benar-benar ee persyaratan awal banget
yang harus kita penuhi itu harus
terlindung dari hujan yang tertutup.
Yang keempat, atap dari bahan yang tidak
mudah terbakar
memiliki sistem ventilasi untuk
sirkulasi udara.
Lalu, sistem pencahayaannya disesuaikan
dengan rancangan bangunan TPS.
Lantainya kedap air dan tidak
bergelombang, harus rata. Dan lantai
bagian di dalam dibuat melandai turun ke
arah bak penampung tumpahan dengan
kemiringan paling tinggi 1%. N. J. Jadi
nanti di dalam TPS itu juga ada satu bab
khusus untuk menampung tumpahan.
Nah, lantai bagian luar bangunan dibuat
agar heruja tidak masuk ke dalam
bangunan tempat ee penyimpanan.
Lalu saluran drainase, ceceran, tumpah 5
B3 dan air hasil pembersihan ceceran
atau tumpah 5 B3 dan bak penampung
tumpahan untuk ee menampung ceceran
tumpah B3 dan atau hasil pembersihan
dari tersebut.
Nah, dilengkapi dengan simbol 5 B3
sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undang. Jadi, nanti di depan
TPS itu di pintunya atau di mana itu
dilengkapi dengan simbol. Nah, ini sudah
ada kaidahnya berapa ukuran-ukuran dari
simbol limbah B3 yang harus kita pasang
di area TPS kita. Nanti dia berdasarkan
dari karakteristik
imbah B3 yang kita simpan di dalamnya.
Oke, ini untuk rancang bangunan. Kalau
dia karakteristiknya mudah menyala,
berarti dia harus memiliki tembok
pemisah dengan bangunan lain yang
berdampingan.
Pendukung atap terdiri dari bahan yang
tidak mudah menyala. Konstruksi atap
dibuat ringan dan mudah hancur bila
terjadi kebakaran.
Lalu diberi penerangan yang tidak
menyebabkan ledakan atau percikan
listrik.
Nah, kalau dia karakteristiknya mudah
meledak, berarti konstruksi lantai,
dinding, dan atap dibuat tahan ledakan.
Lalu lantai dan dinding dibuat lebih
kuat dari konstruksi atap setiap saat
memenuhi ketentuan suhu ruangan. Ya,
khawatirnya kalau suhunya mungkin saja
kalau dia melebihi sekian derjat, nah
nanti dia akan mudah meledak. Makanya
kita memastikan suhu di area ruang
tersebut harus terkontrol lalu diberikan
penerangan yang tidak menyebabkan
ledakan atau percikan listrik. Karena
kan penerangan juga kalau lampu juga kan
ada sumber panasnya. Jadi itu juga bisa
menjadi penyebab ledakan atau percikan.
Lalu kalau untuk karakteristik reaktif,
korosif, dan beracun, maka perancangan
bangunannya harus konstruksi dindingnya
dibuat mudah untuk dilepas. Konstruksi
atap, dinding, dan lantai harus tahan
terhadap korosi dan api dan diberikan
penerangan tidak menyebabkan ledakan dan
percikan api.
Ya, itu untuk
ee rancangan bangunan sesuai
karakteristik. Nah, ini untuk tata ruang
fasilitas penyimpanan bab 3 berupa
bangunan tadi
yang Bapak, Ibu bisa
memprediksikan di area TPS-nya. Misalkan
ini area TPS ya. Ini pintu-pintu
masuknya ya. Lalu di sini ada tanggul
di sini. Lalu ee ada gang antarbloknya.
Misalkan ini kayak tadi kan Pak siapa
tadi yang bertanya ya? Dia simpan dengan
beberapa jenis tapi dalam satu tempat
penyimpan. Itu boleh selama tidak
terjadi ee
apa namanya? reaktif di dalamnya. Lalu
di sini kita lihat ee ini ada bak
penampung dari masing-masing bloknya.
Nah, kenapa harus ada bak penampung? Dan
ini tuh nanti kemiringannya dibuatnya 1%
ya, 1% ke arah bak penampung. Jadi,
misalkan nanti ada tumpahan atau
dilakukan pembersihan, nanti dia ee
diarahkan ke arah bak penampung ya. Nah,
nanti kalau ada di satu lokasi saya
pernah lihat di bak penampungnya itu
nanti dia ee dialirkan nanti ke IPAL.
Jadi, dia diolah ke IPAL. Nah, atau bisa
juga ketika dia sudah sampai di bak
penampung ini nanti dia disedot nanti
dimasukin ke wadah sehingga nanti limbah
B3-nya dalam bentuk cair itu diserahkan
ke pingat ketiga karena mungkin di
perusahaan itu dia tidak punya IPAL. itu
juga bisa seperti itu ya. Kurang lebih
ini layout lah, layout yang kalau kita
memiliki beberapa ee jenis dari
karakteristik limbah masing-masing ya.
Jangan lupa nanti juga harus di ee apa
didesain seperti ini. Harus ada
kemiringan, harus ada ee apa?
Pak penampung. Dan jangan lupa juga
kalau ini kan dia dipisah kenapa harus
ada tembok tahan api. Nah, mungkin yang
misalkan di bagian C ini itu adalah
bahan-bahan yang mudah meledak atau
mudah ee bakar seperti yang mudah
menyala. Nah, ini seperti mudah menyala
maka harus ada memiliki tembok pemisah
dengan bangunan lain. Nah, makanya di
sini dibuatkan ee tembok tahan api ya.
Kurang lebih seperti ini
ya. Ini untuk tangki dan kontainer ya.
Kalau misalkan penyimpanannya
menggunakan tangki dan kontainer tetap
harus dibuatkan ee ada tanggul ya,
tanggul. Lalu ini tangki untuk
penyimpanannya.
Pondasi betonnya harus kuat. Nah, untuk
penyimpanan bab 3 dalam fase cair ya
kategori 1 dan kategori 2 bisa dari
sumber tidak spesifik dan sumber
spesifik.
Untuk persyaratannya kalau kita
menggunakan TPS jenis tangki
atau kontainer
ya dibangun di atas permukaan tanah
dengan lantai kedap air memiliki
kemiringan paling besar 1%.
Lalu tangki kontainer dan sistem
penunjangnya harus terbuat dari bahan
yang cocok dengan karakteristik dari
limbah B3 yang kita hasilkan.
Lalu tidak mudah pecah atau bocor.
Memiliki anggul atau saluran pembuangan
di sekeliling tangki atau kontainer
menuju ke bak penampung tumpahan.
Lalu bak penampung minimal 110% dari
total kapasitas tangki.
terlindung dari penyedaran matahari dan
masuknya air hujan secara langsung. Jika
5 B3 yang disimpan memiliki sifat mudah
mengembang atau menghasilkan gas, maka
temperaturnya dan ee kita harus lihat
temperatur dan tekanannya. Lalu
menyisakan ruang kosong paling sedikit
20%
dari total kapasitas tangki. Kalau ada
yang dari kita yang menggunakan tangki,
pastikan tidak boleh terlalu full ya.
Atau bisa menggunakan kontainer. Nah,
20%-nya itu space-nya harus kosong ya.
Karena untuk mengantisipasi biar tidak
terjadi ee terlalu kalau di dalam tanci
itu kan kalau terlalu padat nanti
biasanya tidak ada ruang enggak udara
akhirnya bisa mudah meledak. Pagi di
dalamnya ada limbah B3 yang misalnya
mudah menyala atau mudah meledak. Lalu
dilengkapi dengan simbol limbah B3 ya
tetap harus ada simbol ya Bapak Ibu. Dan
dilengkapi dengan peralatan dan sistem
yang tidak menimbulkan ceceran pada saat
bongkar muat limbah B3.
ya, pompa yang berfungsi untuk mengisi.
Lalu ada OWS yang berfungsi untuk
memisahkan antara minyak dan air.
Ya, kurang lebih ini adalah persyaratan
kalau kita menggunakan tangki dan
kontainer ya. Ini kalau dalam bentuk
silo untuk penyimpanan 5 B3 fase padat
dengan rentang ukuran butirnya 0,5
sampai 300 mikron. ya bisa untuk
kategori satu ataupun kategori du bisa
sumber di spesifik, sumber spesifik umum
dan spesifik khusus.
Persyaratannya juga ini dijelaskan silo
yang dimaksud tidak termasuk silo yang
digunakan dalam satu rangkaian proses
produksi ya harus terpisah dengan
produksi lalu dibangun di atas permukaan
tanah dengan pondasi yang kuat dibangun
tanggul ya kalau tadi misal tangki dan
proteina tetap dibangun tanggul maka
ketika kita menggunakan TPS dan bentuk
silo itu juga dibangunkan tanggulnya
untuk dengan lantai kedap air di sekitar
pipa input ke silo untuk menampung btiga
jika jika terjadi ceceran atau tumbuhan.
Nah, dilengkapi dengan simbol limbah B3
sesuai dengan karakternya masing-masing.
Lalu wajib dilengkapi dengan peralatan
dan sistem yang tidak menimbulkan debu
pada saat bongkar muat im B3.
Ya, ini contohnya das collector atau
elektrostatik prespiratornya
dan pompa yang berfungsi sebagai
pemindah abu hasil tangkapan. Ya, kurang
lebih seperti ini untuk persyaratan
silop
ini. W file untuk menyimpan bab 3 fase
padat di kategori 2 dari sumber spesifik
khusus.
Ya, ini Bapak Ibu nanti bisa lihat
bagaimana kondisi file itu. Ee tapi saya
rasa Bapak Ibu tidak ada yang
menggunakan ini ya. Pasti rata-rata
adalah bangunan. Bapak, Ibu, ada yang
menggunakan TPS-nya
bukan bangunan?
Apakah ada Bapak, Ibu?
Ada ya?
Semua rata-rata menggunakan
ee TPSnya dalam bentuk bangunan ya.
Ya, bangunan, Pak.
Betul, Pak. Bangunan, Pak.
Iya, Pak.
Oke. Berarti enggak ada yang di luar
model bangunan, ya. Berarti ini kita
lewatkan saja.
Ini juga dalam bentuk was improvement
digunakan untuk melakukan penyimpanan,
ya. Limbah B3 kategori 2 dari sumber
spesifik khusus
ya. Kurang lebih bentukannya seperti ini
persyaratan.
Lalu peralatan penanggulangan keadaan
darurat untuk fasilitas penyimpanan 5B3
sistem pendeteksi dan peralatan pemadang
pembakaran dan alat penanggulangan
keadaan darurat lain yang
nah ini untuk cara menyimpan 5 B3
dikemas sesuai dengan jenis
karakteristik dan kompatibilitasnya
memperhatikan terjadinya pengembangan
volume 5 l B3 pembentukan gas dan atau
terjadinya kenaikan tekanan. Nah untuk
kemasan kemasan yang kita gunakan
persyaratannya harusnya seperti apa?
Yang pertama terbuat dari bahan logam
atau plastik sesuai dengan karakteristik
dari limbah B3. Lalu mampu mengungkung
limbah B3 untuk tetap berada dalam
kemasan dan memiliki penutup yang kuat.
Lalu dalam kondisi tidak bocor, tidak
berkarak, dan tidak rusak menggunakan
kemasan bekas B3 atau 5 B3 yang memenuhi
ketentuan.
Kategori dan karakteristiknya sama
dengan 53 sebelumnya. Lalu kategori
karakteristiknya saling cocok dengan 5
B3 yang kemas dan telah dilakukan
pencucian. Jadi ketika Bapak Ibu di
perusahaannya punya kemasan bekas B3 itu
sebenarnya boleh dijadikan tempat
penampungan B3 lagi ya untuk penampungan
limbah B3. Nah, hanya saja kita harus
pastikan karakteristik tadi wadah yang
digunakan untuk B3-nya itu harus ee sama
dengan untuk penyimpanan dengan
karakteristik dari limbah B3 yang kita
hasilkan. Jadi, kalau masih dengan
karakteristik yang sama itu boleh
digunakan wadah yang sama.
Nah, kategori untuk
ee misalkan tadi ee dapat menggunakan
kemasan limbah B3 ya. Ini untuk
pemanfaatan ulang kan daripada
menggunakan atau beli lagi khusus
kemasan. Nah, gunakan saja yang penting
pertama karakteristiknya sama. Yang
kedua, saling cocok dengan limbah B3
yang dikemas. Dan jangan lupa telah
dilakukan pencucian untuk kemasan bekas
dari B3, limbah B3 yang berbeda jenis
atau karakteristiknya. Tapi terkadang
kalau berbeda jenis itu terkadang ada
yang rawan, yang reaktif kalau enggak
salah saya itu dengan mudah menyala itu
tidak boleh karena akan terjadi reaksi
kimia di dalamnya.
Nah, ini untuk persyarat lanjutannya.
Limbah B3 yang disimpan pada bangunan
wajib dilakukan pengemasan ya. Jadi
untuk menyimpan limbah B3 ke TPS itu
harus ada kemasannya dulu ya. Harus
dikemas dulu. Misalkan tadi kayak harus
menggunakan plastik, boleh menggunakan
rem atau ee boleh benda-benda lain yang
ee sesuai dengan ketentuan. Lalu
kewajiban pengemasan dikecualikan bagi 5
B3 misalkan dari sumber spesifik khusus
berupa peralatan elektronik utuh dan
tidak berbentuk fase cair, debu dan
segala macam. Lalu kemasan yang
digunakan dapat berupa drum ya ini bisa
drum, jumpoek, tangki intermediate wall
container atau IBC dan kontainer. Lalu
kemasan atau wadah lainnya sesuai dengan
karakteristik dari limbah B3 tersebut.
Dan kemasan 5 B3 wajib dilekatkan simbol
dan label ya. Jadi tetap harus ada
simbol dan label di dalam kemasan limbah
B.
Nah, ini untuk kemasan limbah B3 kurang
lebih ee bisa dimanfaatkan seperti ini
untuk jenis dan karakteristiknya.
Misalkan RAM plastik bisa untuk berbagai
jenis limbah B3. Kalau dia dalam bentuk
ee drum logam, ya bisa aja untuk jenis
lain. Tapi, nah ini tidak cocok untuk
limbah yang jenisnya korosif, ya. Lalu,
IBC tank, ada jumbo bag, ada jerigen ya.
Untuk jumbo bag bisa dalam bentuk limbah
B3 yang berbentuk padat, tidak boleh
dalam bentuk cair karena akan pasti
terjadi kebocoran. Nah, ini untuk
kapasitasnya sendiri sudah ada dan harus
dikonversikan ke dalam jumlah kilogram
karena pelaporan manifest wajib
menggunakan satuan ton. Nah, kalau liter
nanti kita susah.
Ini prosedur pengemasan limbah B3 mulai
dari identifikasi limbah B3 tersebut.
Periksa kelayakan kemasan, siapkan
kemasan yang sesuai dengan karakteristik
limbah. Lalu kemas limbah, beri label
dan simbol pada kemasan dan catat
identitas lim
ini kalau menggunakan drum
ditumpuk berdasarkan jenis kemasan. Drum
logam dengan kapasitas 200 L. Tumpukan
paling banyaknya tiga lapis dan setiap
lapis diberikan alas palet untuk 4 dram.
Lalu drum plastik dengan kapasitas 200 L
ya. tumpukan paling banyak tiga lapis.
Setiap lapis diberi alat alas palet 4
dram dan tumpukan lebih dari tiga lapis
wajib menggunakan rak. Dipahami ya Bapak
Ibu. Nanti pada saat ee di lapangan atau
di perusahaannya dilihat bagaimana
kondisi pengemasan 5 B3-nya. Kalau
menggunakan drom maka ketentuannya salah
satunya seperti ini.
Lalu jarak antara tumpukan kemasan
dengan atap paling rendah 1 m
disimpan dengan sistem blok. dengan
ketentuan setiap blok terdiri dari 2
sampai 3, lalu memiliki lebar gang antar
produk paling sedikit 60 cent atau
disesuaikan dengan kebutuhan operasional
masing-masing perusahaan.
Nah, ini untuk drum. Jadi untuk antar ee
apa bloknya itu dikasih jarak atau space
kurang lebih 60 cent. Nah, nanti satu
palet ini tuh bisa untuk menahan empat
ee
jenis drum ya. Empat drum bisa kita
gunakan
nih ya. Kurang lebih seperti ini untuk
tumpukan yang tadi kita lihat kalau
menggunakan drum ya. Tumpukan paling
banyak itu tiga lapis ya. Paling banyak
tiga lapis.
Nah, setiap 4 drum itu boleh harus
dikasih satu palet.
Nah, ini kalau jumbo back antar bloknya
tetap harus ada jarak kurang lebih 60
cm.
Disimpan dengan sistem blok. Tumpukkan
setiap blok paling banyak dua lapis.
Lapis paling bawah dialisi, dialasi
dengan palet dan lebarnya antar antar ee
bloknya itu minimal 60 cm.
Ya, ini pengemasan 5 B3 dengan IBC
biar hampir mirip dengan ee tadi yang
jumbo ya. Jarak antara tumpukan kemasan
dengan atap paling rendah 1 m,
bargangnya tetap harus ada 60 cm. Ya,
sebetulnya 60 cm itu menggunakan
mobilisasi.
ini untuk simbol dan label dari limbah
B3.
Nah, ini sesuai dengan ketentuan dimensi
simbol itu ditentukan ya untuk kemasan
itu 10 cent ukurannya. Kalau untuk di
TPS ukurannya tuh min ee 25 cent.
Sedangkan untuk di kendaraan juga sama
dengan yang ada di TPS 25 cm.
Ya, ini kurang lebih desainnya seperti
ini. Lalu tahan goresan bahan kimia
mudah dilihat dan dibaca. Terbuat dari
barang fluorescens untuk plakat
pengangkut.
Ya, untuk tulisan juga sudah ada
kaidah-kaidahnya. apa yang harus kita ee
lakukan di sini pada saat meemb buat
simbol dan dari ee TPS apa simbol dari
magnetika ya bisa untuk di kemasan, bisa
untuk di TPS. Kalau misalkan kayak ee
limbah medis atau limbah infeksius
misalkan tadi itu bisa disimpannya di
plastik. Nah, di plastiknya itu sudah
langsung diprintkan untuk simbolnya itu
boleh ya. nanti tinggal di ee sesuaikan
dia berarti infeksius.
Nah, kalau Bapak Ibu misalnya di
perusahaannya di TPS-nya ada yang
beracun atau mudah menyala, nah nanti
ini ketentuannya minimal harus ukurannya
sebesar 25 cm. Jadi terlihat ee
simbolnya itu ataupun juga di kendaraan
transporter yang mengangkut limbah B3.
Nah, ini beberapa macam atau beberapa
jenis simbol limbah B3 yang sudah
ditetapkan dan tidak mungkin keluar dari
ini. Jadi, dipastikan ya Bapak, Ibu ya,
simbol limbah B3 dengan simbol B3 itu
tidak sama. Takutnya terkadang ee misal
nih ya, misalnya di sini yang beracun
hanya di pasangnya yangak doang tapi
logo yang di bawah ini tuh apa ya
namanya? Kalau dibilang belah ketupat
buka. Nah, ini tuh ini yang menandakan
yang merah di bawah ini tuh yang
menandakan kalau itu adalah 5B3. Kalau
dia dalam bentuk masih B3, masih dalam
bahan bentuk bahan itu biasanya dia
kayak ee kalau beracun ya, tulisannya
itu hanya tulisan beracun dan logan
gambarnya itu gambar seperti ini. Nah,
tapi kalau untuk limbah B3 ada model
merah ini. Nah, itu adalah penanda kalau
dia ee limbah B3 ya. Jadi ini adalah
beberapa simbol mulai dari mudah
menyala, reaktif, infeksius, korosif,
mudah meledak, beracun, dan berbahaya
terhadap lingkungan.
Sampai sini ada yang mau ditanyakan?
Izin tanya, Pak.
Ya, boleh, Pak Arifin.
Terkait tadi segregasi sama penyemparan
itu mau nanya, Pak. Ada enggak ya aturan
khusus? Kalau kayak misalnya kan ini ada
sedaknya ada klasifikasi ada enam
kelompok ya, Pak ya, dari menyala sampai
beracun ya, Pak?
Heeh.
Maksudnya ee ada enggak aturan khusus
dia untuk penempatan pemilihan-pilihan
itu misalnya jarak antara yang sudah
beracun sama minyal harus sekian senti.
Kalau tadi kan penyimpanan kayak trum
tadi kan ada spesal 60 cent kalau antar.
Karena kan kadang dalam penyimpanan
misalnya di pabrik kan satu ruangan
cuman dibagi-bagi palet-palet kat gitu,
Pak. Jadi enggak enggak terpisah dalam
beberapa ruangan kan gitu, Pak.
Kemudian yang kedua ee terkait ada
enggak ya, Pak cek sheet harian atau
logbook harian yang mungkin dari ee
orang Bapak yang bisa kami bandingkan
sama punya kami sini untuk perbaikan ee
ke setelah platering maksudnya, Pak.
Oke, makasih, Pak.
Tadi yang kedua apa pertanyaan, Pak?
Ee terkait ini, Pak. terkait ee ceksi
atau logbook harian terkait penyimpanan
pemilahan segregasi tadi Pak. Ada enggak
ya formatnya atau mungkin dari CAC yang
bisa kami bandingkan sama punya Kis?
Oke, itu sebenarnya untuk pertanyaan
Bapak yang kedua nanti ada sih di
sesinya ee mungkin nanti aja pada saat
materi itu ya. Jadi disimpan aja dulu
pertanyaan yang keduanya ya, Pak ya.
Siapsap, Pak
ya. Dia ada contoh nanti logbook-nya.
Jadi ee sebenarnya sudah bagus sih di
peraturan ada tuh di ee Permen LHK6 apa
di PP2 ya saya lupa itu sudah ada. Kalau
dulu tuh di Permen LHK sudah dijelaskan
kalau untuk ee logbook itu ada modelnya
ya nanti ada ee diagramnya eh bukan
diagram sori tabelnya ya. Nanti akan
kita tampilkan di materi selanjutnya.
Terus tadi Bapak juga menanyakan terkait
adanya aturan khusus. Nah, sebenarnya
Bapak nanti bisa lihat di Permen LHK6
tahun 2021, Pak. Di sana itu ada detail.
Saya coba ee buka ya.
Permen LHK6
Ya, Pak Arifin ini untuk yang logbook ya
seperti ini kurang lebih untuk
pencatatan dan pelaporannya ya. Ada di
Permen LHK6
2021.
Nah, untuk kalau ee penyimpanan yang
lain. Oh, berapa jaraknya itu di sini
juga ada, Pak. Tapi saya tadi
nih ini hampir sama tadi ya. Ee
dijelaskannya modalnya seperti ini, Pak.
Jadi jarak-jaraknya itu
nih ini minimal dia harus diberikan ee
jarak 60 cent antar ee bloknya ya. Kalau
untuk misalkan dia ee berbeda jenis ya
itu boleh asalkan tetap ada space ya.
nih cara penyimpanan
ya ini persyaratan fasilitas penyimpanan
ya tapi sebenarnya ya saya baca ini tuh
tidak ada yang sampai mendetail kalau ee
dia dengan cairan
kalau karakteristiknya dia mudah
terbakar, tidak boleh dengan ini itu
saya rasa saya tidak menemukan itu, Pak.
Tapi takut. Nah, ini nih nih.
Ini tadi untuk ee kaidah kompatibilitas
karakteristik. Nah, ini kalau mudah
meledak tidak boleh disimpan dengan yang
cairan mudah terbakar
ya, Pak. Yang disilang ini nanti beracun
dengan cairan mudah terbakar tidak boleh
terus. Berarti kalau dalam ruangan dia
harus terpisah ruangannya gitu, Pak ya.
Kalau yang
Iya. Jadi enggak harus terpisah ruangan.
Mungkin dikasih space, Pak.
Space?
Iya. Ini untuk bangunan. Contoh bangunan
tadi saya sudah jelaskan di materi ya.
Ya, kurang lebih seperti ini nih.
Karena kan terkadang kita enggak mungkin
di perusahaan itu bangun TPS itu dalam
jumlah banyak
ya.
Jadi kita mungkin bisa kasih pertama itu
ventilasi ya. Harus ada ventilasi di
dalamnya. Kalau ada jarak seperti ini,
Pak. Nah, kalau dia tadi mudah meledak
berarti kan harus dibangunkan tembok
tahan api sudah menyala ya. Jadi dia
dengan yang lainnya itu agak sedikit
terpisah
tapi ada pembatas di sini sebenarnya.
Nah, ee detail yang kalau saya lihat
rujukan di Permen LHK6 itu hanya seperti
ini, Pak.
Ya, jadi tidak ada larangan
ketika dia menyimpannya
dengan jenis yang berbeda.
Nah, ini ee
sama tadi di materi juga sudah ada untuk
jumbo pack, untuk IC, IBC dan kalau
menggunakan kontainer.
Oke, kurang lebih seperti itu sih, Pak
Arifin. Jadi masih bisa disimpan. Hanya
saja tetap mungkin nanti diperhatikan
yang seperti ini ya, Pak. Tidak tidak ee
ini nih yang kaidah kompatibilitas
karakteristik ya. Jadi nanti berdasarkan
ini itu misalkan cairan yang mudah
terbakar dengan cairan yang mudah
terbakar berarti kan boleh cocok ya. Nah
nanti misalnya reaktif dengan cairan
mudah terbakar ini masih boleh. Kalau
mudah meledak dengan cairan mudah
terbakar itu kalau bisa ee terpisah ya.
Kalau T ini tuh kondisinya terbatas ya.
Jadi tidak boleh terlalu banyak ya.
Seperti itu kurang lebih kalau saya ee
melihat rujukan yang ada di Permen LK6
2021 ini, Pak.
Oke, Pak Arifin
ya. Siap, Pak. Makasih, Pak.
Ada lagi pertanyaan, Bapak, Ibu.
Silakan Bapak dan Ibu yang ingin
bertanya.
Izin bertanya, Pak.
Monggo, Pak.
Gini, Pak. Jadi kalau apa misalnya itu
memang bangunannya harus tertutup gitu,
Pak, sampai atas.
Iya, benar, Pak.
Iya.
Jadi intinya kita menghindari tidak ada
matahari yang masuk
atau tidak ada ee apa ya hujan yang bisa
masuk.
Jadi kalau misalnya separuh gitu, Pak,
pakai jaring kawat-kawat enggak boleh
tuh, Pak.
Tapi pertanyaan Bapak sangat-sangat
bagus sih, Pak. Tapi sampai sejauh ini
itu masih ada yang seperti itu
ya? Itulah, Pak.
Heeh. Nah, itu nanti Bapak bisa lihat di
rintechnya sama nanti boleh terkadang
kita koordinasi sama DLH setempat karena
kan pada saat kita melakukan ee rintech
itu kan nanti mereka yang ee apa ya yang
melakukan visit ya ke perusahaan kita.
Nah, kalau mereka biasanya ACC itu
berarti diperbolehkan, Pak.
Oh, oke. Oke, Pak.
Iya.
Karena masih banyak di daerah-daerah
yang
katakanlah yang mungkin jauh dari kota
itu biasanya tuh terkadang masih
dimaafkan, Pak.
Iya, iya, iya.
Heeh. Tapi enggak apa-apa kalau selama
perusahaan kita mampu memenuhi secara ee
kaidah menurut Permen LHK6 ini, itu
silakan, Pak, disesuaikan gitu.
Baik, Pak.
Ini tadi yang ada di materi, ya.
Nah, ini kan yang penting dia ada
sirkulasi di dalamnya. Nah, bisa aja
sirkulasinya dalam bentuk ee AC. Memang
ada e perusahaan itu yang pernah bikin
TPS tapi dia bikin AC dan ekha, Pak.
Jadi, dia benar-benar full tertutup.
Nah, cuma sirkulasinya itu dibuatkan
kayak ruangan kita lah. Kayak ruangan ee
dikasih AC dan dikasih ekhaus. Nah, itu
juga boleh.
Iya.
Selama ada masih ada ventilasi di
dalamnya. Dan jangan sampai kita bangun
bangunan seperti ini full tertutup semua
tapi tidak ada ventilasi nanti malah
justru akan terjadi peledakan.
He he.
Ya, nanti kan ada B3-nya memuai atau apa
atau ada terjadi reaksi dia tidak ada
sirkulasi sehingga bisa terjadi
peledakan. Nah, kaidah-kaidah seperti
ini sebenarnya akan kita ee pahami.
Biasanya tuh pada saat kita pengajuan
rintek itu pada saat visit mereka akan
melihat sih apa-apa yang mungkin kurang
dari ee TPS.
Oke. Oke.
Saya dulu di perusahaan lama kami pernah
mengajukan dulu dulu belum rinchek Pak,
masih dalam bentuk izin ee TPS namanya.
itu saya pas dulu itu karena baru-baru
itu kita enggak punya di TPS itu bak
penampung. Nah, tapi kondisi kami itu
tertutup dan itu tuh memang diberikan
ventilasi buatan ya dan itu di ACC. Tapi
pada saat itu dia lihat oh kenapa ini
tidak dibuatkan ke bak penampung. Nah,
ternyata kami kekurangannya di situ.
Sedangkan kemiringannya sudah sudah
mengarah ke miringan ke bukan ke area
pintu sesuai yang ee tadi nih. Nah, di
sini kan kemiringannya ini kan pintu.
Jadi kemiringannya itu harus
membelakangi pintu ke arah belakang.
Nah, di sini harusnya dibikinkan bak
penampung. Nah, kami dulu tidak kami
bikin tuh bak penampung karena memang
belum tahu detail kan karena masih baru
waktu itu perusahaan kami. Sehingga
disarankan, "Oh, harus dibikin karena
kan memang kita melakukan pembersihan
langsung disedot." Oh, ternyata pada
saat pembersihan harus dialirkan ke bak
penampung ini, gitu. Seperti itu sih,
Pak.
Oke. Oke, Pak
ya. Ee, Pak Boy, kurang lebih seperti
itu. Ada lagi yang mau ditanyakan, Pak?
Sudah, Pak.
Bapak, Ibu yang lain.
Saya izin mau tanya. Boleh, Pak? Boleh.
Boleh.
Iya. Di tempat saya itu kebetulan juga
TPS-nya tertutup. Cuma yang mau saya
tanyakan itu yang bug penampungan kami
itu portable, Pak. Di bawahnya ee tempat
paret-paret itu secara regulasi boleh
saja atau enggak apa-apa, Pak? Atau
harus ada bak penampung yang di
belakangnya di dinding itu tadi?
Nah, Bapak tadi bak penampungnya dalam
bentuk apa? Portable.
Portable kita ada bak penampung di bawah
itu plastik portable untuk ditaruh
atasnya palet-palet, Pak. Jadi kalau ada
tumpahan itu
masuk ke sana ke Iya, betul. Nah, selama
ini pernah terjadi kebocoran enggak,
Pak?
Enggak sih, Pak. Karena
tempat kami nyimpan tuh kan kebanyakan
jerigen ya, Pak. Jerigen ditutup rapat.
Jadi, kita antisipasi
buat enggak tumpah itu kita kasih
penampung itu portable, Pak. Karena
secara konstruksi kan sudah jadi, Pak.
Jadi, kita kan harus ada secondary
containmentnya, Pak. Ya, itu dari kami
seperti itu. Kalau secara regulasi itu
menyalahi enggak, Pak, ya?
ya. Ee sebenarnya kalau secara kaidah
memang harus dibuatkan bak penampungnya
yang permanen, Pak. Tapi terkadang di
situasi kondisi yang ee kita lihat di
lapangan kalau memang misalnya ee kayak
saya tadi bangunan saya itu sudah jadi
ternyata harus direnovasi dan terkadang
kan misalnya bisa saja dia dalam bentuk
bangunan gedung ya kalau di jadi TPS di
atasnya di bawahnya itu misalnya ada
basemen lagi. Nah itu tidak bisa
dibongkar misalkan. Nah itu boleh
menggunakan ee seperti Pak Alvin gitu.
Nah, tapi kalau misalkan itu TPS-nya
yang tadi sudah jadi, ternyata bak
penampungnya [tertawa] tidak ada itu
masih bisa dibuatkan itu boleh, Pak.
Justru itu lebih bagus.
I, Pak,
izin menambahkan, Pak. Kalau itu
penampungannya kita buat seperti drain
sekecil parit gitu boleh Pak. Jadi,
misalkan di ujung belakang itu kita
tambahkan bak penampung kayak separit
tapi buntu.
Tapi tetap ditampungnya hanya di area
situ ya, Pak. Jangan dialirkan keluar.
Kalau drainas dianggapnya takutnya kan
drainasnya dialirkan ke
aliran ya. Nah, itu enggak boleh.
Jadi selama dia hanya ditampung di area
itu di area TPS matilah itu penampakan
mati di sana. Nah, nanti itu bisa dengan
mungkin dialirkan ke IPAL atau memang
dilakukan penyedotan itu boleh
ya. Boleh gitu ya, Pak ya.
Oke, makasih ya, Pak.
Kurang lebih seperti itu ya, Pak. Tapi
Pak Arvin sudah ada rintech-nya kan?
sudah ada, Pak.
Nah, di dalamnya ada termuat tentang
TPS-nya seperti apa?
Iya. Jadi, kemarin ada modifikasi
seperti itu sih, Pak. Di Rintchek itu
nanti juga ada adendum katanya kan untuk
dibak itu dibuatkan seperti itu sama
sekarinment aja.
Iya. Nah, enggak apa-apa, Pak. Nanti ee
disesuaikan dengan yang hasil dari
Rinteag-nya karena kan nanti
bagaimanapun ee kita pelaporannya adalah
ke DLH setempat. Nah, mereka yang akan
memiliki kewenangan ee untuk melakukan
audit di tempat kita.
Siap, Pak. Baik, makasih ya, Pak.
Ya, kurang lebih seperti itu ya, Pak.
Ada lagi, Bapak, Ibu.
Silakan Bapak dan Ibu.
Kalau enggak ada kita lanjut ya, Pak
Alvin.
Baik, Pak Hendri. Silakan.
Batuk.
Maaf ya Bapak Ibu kalau misalkan saya
izin ke toilet lagi. Saya kalau lagi
batuk itu harus banyak minum.
Oh iya
sama Pak cuacanya sahabat juga sahabat
di sini. Iya. Kalau banyak minum
konsekuensinya pasti banyak ke toilet
ya, Pak ya.
Iya, Pak.
Ya, kita lanjut Pak. Ee ini Bapak, Ibu
tadi sudah sampai di sini ya untuk ee
simbol-simbol dari limbah B3. Intinya
simbol limbah B3 dengan simbol B3 itu
hampir sama. Ee gambarnya hampir sama.
Hanya membedakan kalau 5 B3 jangan lupa
ada tanda merah seperti ini. Kalau dia
hanya B3 ee ee itu tidak ada logo merah
yang di bawah ini atau yang putih kalau
untuk cairan sudah menyala.
Oke, ini untuk labelnya. Nah, label ini
sudah baku harus kita buat sesuai dengan
ini. Di atasnya ada tulisan peringatan
warna merah ya. Di bawahnya tulisan
limbah bahan berbahaya dan meracun. Lalu
di sini ada tertulis juga penghasil,
alamat, telepon, nomor penghasil,
tanggal pengemasan, jenis kode limbah,
jenis limbah, jumlah limbah, dan sifat
limbah. Ya, ini ukurannya lebarnya 15
cm, panjangnya 20 cm.
Ini untuk ee label
pemasangan simbol pada kemasan. Nah,
simbol harus sesuai dengan karakteristik
dari limbahnya. Pertama, harus sesuai.
Lalu, apakah apabila memiliki lebih dari
satu karakteristik, maka pilih
karakteristik yang paling dominan.
Harus melekat kuat pada kemasan dan
dipasang pada sisi kemasan yang tidak
terhalang dan mudah dilihat. Dan simbol
tidak boleh terlepas, dilepas, diganti
simbol lain sebelum kemasan dikosongkan
dan dibersihkan dari sisa-sisa limbah
G3.
Lalu kemasan yang telah dibersihkan dari
5 B3 dan akan dipergunakan kembali untuk
mengemas B3 harus diberi simbol yang
kosong.
Nah, untuk pemasangan label dipasang di
sebelah atas simbol
ya. Jadi sudah kebayang ya, Pak ya, di
bawahnya simbol, di atasnya label ya.
Lalu harus terlihat jelas jika kemasan
dimasukkan lagi ke dalam kemasan yang
lebih besar, maka kemasan lebih besar
juga harus dipasang label.
Lalu informasi dalam label harus
lengkap,
harus melekat kuat pada kemasan,
dan dipasang pada sisi kemasan yang
tidak terhalang dan mudah dilihat. Nah,
ini untuk ee
untuk pemasangan level.
Untuk pemasangan simbol limbah B3 pada
TPS, simbol dipasang pada setiap pintu
dan bagian luar dinding tempat
penyimpanan limbah B3.
Jenis simbol harus sesuai dengan
karakteristik limbah yang disimpan. Ya,
apa jenis ee karakteristik dari limbah
B3 kita yang ada di TPS itu semua
simbolnya wajib dipasang di depan TPS
tanpa terkecuali. Nah, ukuran minimum
yang dipasang adalah 25 * 25 atau lebih
besar harus dapat terlihat jelas dari
jarak 20 m
dan simbol tidak boleh terlepas atau
dilepas kecuali jika akan digunakan
untuk menyimpan 5B3 dengan karakteristik
yang berlainan.
Nah, ini simbol kemasan kosong. Bentuk
dasar simbol belah ketupat dengan ukuran
minimal 10 * 10. Lalu tulisan kosong
berwarna hitam di tengah belah ketupat
seperti ini seperti gambar. Nah,
dipasang pada kemasan bekas kemasan 5B3
yang telah dikosongkan.
Nah, ini label petunjuk tutup kemasan
ya. Ini harus dibuatkan seperti ini.
Panjangnya kurang lebih 15 cm, lebarnya
kurang lebih 7 cm.
Ya, ini kurang lebih seperti ini. Nah,
ini tadi petunjuk ya. Yang ini petunjuk
tutup kemasan bahwasanya tutupnya di
atas. Lalu ini adalah ee
label label di sini yang warna kuning ee
data-data tentang perusahaan kita, tata
tentang limbahnya. Ee di bawahnya baru
simbol ya. Ini simbolnya misalkan ini
adalah beracun. Nah, tadi kalau misalnya
di dalamnya ini tuh ada dua
karakteristik bisa korosif dengan
beracun, nah berarti dituliskan dua ya.
Kurang lebih ee seperti ini untuk
pemasangan simbol dan label.
Waktu penyimpanan limbah B3.
Nah, itu 90 hari kalau dia lebih besar
dari 50 kg per hari. 180 hari kalau
kecil dari 50 kg per hari untuk kategori
1 dan 360 untuk 365 hari kalau kecil
dari 50 kg per hari untuk 5 B3 kategori
2 dari sumber tidak spesifik dan sumber
spesifik umum dan 365 hari untuk limbah
B3 kategori 2 dari sumber spesifik
khusus ini sudah tertuang di dalam ee
PP22 tahun 2021
ketentuan penyimpanan untuk limbah medis
ya infeksius ya eh ada Pak Fauzan ya
enggak apa-apa kita bahas ya untuk
limbah medis kategori infeksius ini tuh
ee suhunya kecil sama dengan 0 derajat
maksimal 90 hari suuhunya kalau lebih
dari 0 derajat maksimal 2 hari. Nah,
tadi yang saya sampaikan ya, Pak Pausan
ya, intinya Bapak pastikan pulkasnya
berada di suhu berapa. Kalau dia kecil
dari kecil sama dengan 0 derajat
Celcius, nah itu bisa disimpan maksimal
sampai 90 hari. Kalau hanya kulkas
biasa, berarti sama dengan penyimpanan
PPS biasa. maksimal itu hanya 2 hari
ya, Pak Fauzan. Masih ada
Pak Fauzan enggak tertidur kan ini ya?
Halo Pak Fauzan.
E suaranya mungkin masih dimute.
Oke. Monitor Pak Fauzen. Kopi.
Janganjangan ni.
Tes. Tes. Nah. Udah.
Oke.
Oh, ada ya. Berarti masih semangat ya,
Pak ya?
Masih, Pak. Tercopy, Pak.
Tercopy ya, Pak. Sip.
Jawab ya tadi pertanyaannya.
Lalu untuk bahan kimia kadar luarsa
tumpahan atau sisa kemasan radioaktif
farmasi sitotoksik peratan medis yang
mengandung logam berat tinggi
tekanan. Bila baratnya besar sama 50 kg
itu maksimal 90 hari dan kecil dari 50
kg itu bisa sampai 180 hari untuk
kategori 1.
Nah, kapasitas fasilitas
penyimpanan limbah B3, jenis dan jumlah
limbah B3 yang masuk atau dihasilkan,
data perkiraan neraca penggunaan bahan
atau historical data, lalu, massa simpan
limbah B3, ketentuan teknis, fasilitas
pendukung penyimpan limbah B3 misalnya
volume bak menempung, jarak antar blok
penyimpanan, jarak dari dinding blok
penyimpanan, tinggi tumpukan 53 dan
lain-lain. Ya, yang diatur itu kurang
lebih seperti ini, Pak. Volumenya
berapa, jaraknya antar penyimpan antar
blok. dan tinggi tumpukan.
Perhitungan kapasitas ya misalkan dia
kapasitas untuk limbah B3 cair maka form
kesannya sama dengan kapasitas 1 drom
dikali berapa jumlah drom yang disimpan.
Lalu untuk lembat jumlah keseluruhannya
misalkan kapasitasnya satu kontainer
ditambah jumlah kontainer yang ada. Nah,
ini untuk fasilitas pendukung bisa mulai
dari jarak bloknya minimal 60 cent atau
0,6 m, jarak ke dinding minimal 1 m,
jarak ke atap minimal 1 m, volume bak
penampunan sementara dan fasilitas
bongkar muat. Ini harus diperhatikan
untuk kapasitas penyimpanan limbah B.
Nah, pencatatan limbah B3. Jenis limbah
B3, karakteristik dari limbah B3 dan
waktu diterimanya dari setiap orang yang
menghasilkan limbah B3 itu harus
tercatat.
Nah, untuk ee jenis 5B3, karakteristik
jumlah dan waktu penyerahan kepada
pemanfaat 5B3 atau pengelolan B3 juga
harus tercatat. Identitas setiap orang
yang menghasilkan limbah B3, pengangkut
limbah B3, penguatan limbah B3 dan atau
pengolah limbah B3 serta harus ada
neraca limbah B3.
Ya, ini untuk neraca limbah B3. Di
dalamnya memuat tentang uraian, sumber,
jenis, dan karakteristik dari limbah B3
yang disimpan, jumlah atau volume limbah
B3 yang dikumpulkan setiap bulan, dan
jumlah atau volume limbah B3 yang
diserahkan kepada pengumpul limbah B3,
pemanfaat limbah B3, pengolah limbah B3,
dan penimpun limbah B3 setiap bulan.
Jadi, neraca itu dibuatkan setiap
Nah, ini bentuk dari neraca 5 B3.
mulai dari nama perusahaan atau ada logo
atau kop surat di atas, bidang usaha,
perode waktunya apa. Nah, di sini jenis
awal limbah ya. Nah, nanti apa yang
harus kita lakukan. Misalkan disimpan,
berapa jumlahnya yang disimpan ya nanti
ada yang dimanfaatkanah atau ada yang
diolah, ditimbun dan segala macam. Nanti
ada apakah ada residu atau tidak. Nah,
jumlah limbah yang belum terkelola ada
berapa? Nah, ini yang dibuatkan di dalam
neraca limbah B3. Dan jangan lupa untuk
beratnya di ee konversikan ke dalam ton.
Makanya ketika kita nanti masukin limbah
ke TPS di dalam lockbook itu harusnya
jumlahnya dalam bentuk kilo karena nanti
di pada saat direngkap ke dalam neraca
itu harus jumlahnya dalam bentuk ton
ya.
ini untuk di bagian atasnya untuk jenis
awal limbahnya berapa, jumlahnya berapa
ya. Nah, ini untuk pengelolaannya apa
yang dilakukan? Apakah disimpan saja,
apakah
ditimbun, apakah diserahkan ke pihak
ketiga. Nanti harus ada misalkan
disimpan ee tadi dihasilkan sekian. Nah,
di di serahkan ke pihak tiganya sekian.
Nah, nanti berarti totalnya cocok,
tidak ada residu. Misalkan jumlah limbah
yang belum terkelola sudah nol, berarti
jumlah limbah yang tersisa juga nol.
Nah, nanti dibuatkan di sini untuk ee
kinerja pengelolaan limbah B3 selama
satu periodenya.
Nah, ini untuk logbook. Tadi ada yang
menanyakan logbook ya, Bapak siapa tadi
ya? Nah, ini untuk logbook 5B3 sudah
sesuai dengan yang ditentukan
berdasarkan Permen LK6 2021.
di di kolom ini ee kalau bisa ini sudah
dibakukan dibuat ada yang masuknya
berapa, yang keluarnya berapa. Jadi
nanti di logbook ini terlihat tanggal
berapa dia masuk, tanggal berapa dia
keluar
dan jumlahnya apakah nanti ada sisa atau
tidak. Nah, nanti terlihat di bagian
keluar limbah B3 nanti di bagian kolom
sisa ini. Kalau memang pada saat
penyerahan ke pihak ketiga, mungkin saja
ee kita sudah menyimpan cukup banyak
tapi pada saat si transporternya datang
tidak bisa mengangkut semua. Nah, itu
juga bisa terjadi ya. Nah, itu harus
kita tulis berapa, apakah ada sisa atau
memang sudah terangkut semua
ya. untuk logbook ini itu menyesuaikan
di TPS. Jadi ketika dia ee
masuk ke TPS itu wajib tercatat. Kalau
memang setiap hari limbah B3 itu
dihasilkan dari area produksi atau di
area manaun ke area dimasukin ke area
TPS. Nah, itu harus tercatat. Kalau
setiap hari ya setiap hari, kalau 2 hari
sekali ya 2 hari sekali. Nah, nanti
dituliskan ke dalam logbook-nya.
Pelaporan penyimpanan limbah B3. Dokumen
pencataan limbah B3 wajib dilaporkan
kepada pejabat penerbit izin.
Pengolangan limbah B3 untuk kegiatan
penyimpanan B3 sesuai dengan
kewenangannya paling sedikit satu kali
dalam 6 bulan atau dua kali setahun ya
yang terdapat pada persetujuan lingkup
ya. itu tadi untuk ee pengemasan segrasi
dan ee penyimpanan limbah
B3.
Ada yang mau ditanyakan Bapak, Ibu?
Ee
silakan Bapak dan Ibu yang ingin
bertanya.
Eh,
Ibu Hilia mungkin ada pertanyaan. Ibu
Hilia
Hilda.
Hilia apa? Hilda ya? Hilia ya.
Hilia. Betul, Pak. Sudah mulai ngantuk
nih sepertinya, Pak. Kita kasih tugas
aja B Pak.
Iya. Kalau enggak ini sudah siap nih
tugasnya.
Kalau tidak ada
saya mau coba kasih tugas kelompok ya,
Pak Alvin. Boleh mungkin dibagi dua aja.
Baik. 5 dan 4 berarti ya kelompoknya ya.
Iya. Boleh.
Mau dibuat breakout room atau di
WhatsApp saja, Pak?
Dibuatkan breakout aja. Jadi biar nanti
Bapak ibunya bisa berdiskusi.
Tapi saya enggak usah dimasukin ke
breakout room.
Baik.
Baik, Pak.
Bentar.
Ee tapi saya belum menulis di Word sih
apa tugasnya. Saya sampaikan secara
narasi visual aja ya.
Ya, boleh dibagi langsung aja Pak.
untuk orang-orang bisa kelompok satu
siapa, kelompok dua siapa.
Oke. Baik.
tugas yang
untuk ee kelompok pertama ada Kak
Fauzan, Pak Alvin, Pak Noval, dan Pak
Rian.
Oke, untuk kelompok dua ada Ibu Hila,
Pak Juni, Pak
dan juga Pak Boy.
Mungkin nanti bisa diatkan.
Bapak, Ibu sudah tahu teman kelompoknya
dengan siapa?
Inspeksi, Pak.
saya fotokan, saya kirim ke dalam
WhatsApp grup ya, Bapak dan Ibu untuk
kelompoknya.
Oke, sudah saya share Bapak dan Ibu
untuk nama-nama kelompoknya di dalam
WhatsApp grup sudah
ya, Pak Alvin. Ya,
sudah, Pak. Sudah.
Oke. Ee untuk tugasnya saya ketikin
langsung saja ya sekarang ya.
He.
Sudah terbaca Bapak Ibu? Iya. Saya
jelaskan sedikit untuk tugas kelompok.
Yang pertama nanti masing-masing
kelompok boleh menentukan pilih salah
satu perusahaan atau jenis kegiatan.
Bisa mungkin dalam bentuk bisa saja
laboratorium, bisa rumah sakit,
pertambangan atau industri atau pabrik.
Tapi jenis kegiatan yang Bapak, Ibu
pilih ini tidak boleh ada di
kelompoknya. Misalkan di kelompok satu
dari empat atau lima orang, ternyata
yang tidak ada
rumah sakit. Kalau misalnya tadi ada
pertambangan di dalam kelompok itu
berarti enggak boleh pilih pertambangan.
Jadi pilih jenis usaha yang tidak ada di
kelompoknya.
Ya, paham? Ee Bapak Ibu untuk pertama
pemilihan jenis usahanya.
Nah, lalu yang kedua identifikasi limbah
dari jenis kegiatan yang Bapak Ibu pilih
tersebut ya. Apa saja limbah yang
dihasilkan nanti dibuatkan dalam bentuk
tabel ya semuanya ada nama limbahnya
apa, jenisnya kodenya
karakteristiknya seperti apa. Lalu yang
ketiga,
lakukan analisa risiko atau dampak dari
masing-masing jenis limbah B3 yang
dihasilkan di perusahaan tersebut.
Nah, yang keempat buatkan flowchart atau
alur pengelolaan limbah B3 dari
perusahaan Bapak, Ibu pilih tersebut. ya
mungkin mulai dari pengurangan sampai ke
pengolahan ya kan ada beberapa tadi itu
pengertian dari pengolahan limbah
pengurangan, penyimpanan, pengolaan atau
penimbunan sampai e penimbunan dari
pengurangan sampai penimbunan
ya mungkin bisa saja sampai di ee
pengolahnya hanya sampai di serah terima
ke pihak ketiga itu juga boleh misalkan
Bapak Ibu di perusahaan itu memang
memiliki
insinerasi berarti dilakukan pengolahan
di tempat itu. Nah, nanti dibuatkan
plcharnya sampai sedetail itu.
Nanti yang terakhir ee jika terjadi
kebocoran.
Monggo Bapak Ibu waktunya kurang lebih
30 menit.
Baik Bapak dan Ibu untuk waktunya itu
sekitar 30 menit berarti di jam
10 ya Pak Hendri.
Iya
kirim ke ya.
I baik
nanti akan saya close untuk room-nya
ketika waktunya sudah selesai.
Oke, sip.
Oke, sudah saya kirim ke Pak Alvin ya.
Baik, Pak.
Baik Bapak dan Ibu untuk soalnya sudah
saya kirimkan di dalam WhatsApp grup
untuk waktunya 30 menit ya Bapak dan
Ibu. Selamat mengerjakan.
Silakan MJ
Pak Noval, apakah ada kendala, Pak?
Oh.
Mas Alvin
ya, Pak Hendri
ya. Ee paling ini hari ini sampai jam
.00 ya.
Oke, siap, Pak.
Iya, .30 berarti mereka ee itu ya
cock
yang tugas ya.
Oke. Jadi after ini apa? Cof break dulu
apa Pak?
Hah? Kan mereka lagi ngerjain tugas kan?
Iya. Iya. after ngin tugas langsung
dibahas atau kita
langsung bahas aja?
Oke, langsung bahas aja. Oke, siap.
Jadi biar selesai jam .00 kalau kafe
break itu kan misalnya kalau kita
selesain set atau jam 5.
Oke,
ya.
Oke, siap Pak Hendri. Siap.
Oke, makasih Mas. Yo, sama-sama, Pak.
Bagaimana Pak Henri? Sudah 30 menit kita
close atau kita kasih waktu lagi
monitor Pak Hendrik.
Mas Alvin sudah pada selesai mereka?
Sepertinya sudah, Pak. Sebentar.
Kalau memang mereka sudahudah selesai,
kita open aja langsung enggak apa-apa
ya.
Baik.
Ee gimana Mas Alvin? Belum selesai ya?
Mau 30 kalau enggak saya salat dulu.
5 menit lagi
saya salat dulu boleh ya? Oh
i silakan Pak.
Siap.
sudah
Belum pada selesai.
Baru kelompok satu saja, Pak.
Oke, boleh dijoinin aja.
Baik.
Kelompok dua hampir selesai, Mas.
Kenapa, Pak?
Kelompok dua tadi sudah mau selesai apa
gimana?
Iya, sebentar lagi kata kelompok dua.
Oke. Oke. Saya sudah st
Bapak-bapak,
saya izin gabung lewat buat HP ya, Pak
ya. Sambil persiapan juga di sini untuk
naik kapal.
Baik, silakan Pak Alfin
ya. Makasih ya, Pak. Saya izin dulu,
Pak, ya.
Oke, segera bergabung lewat handphone
ya, Pak.
Iya, siap, Pak.
Baik, monitor Pak H. Peserta sudah semua
di main?
Baik ee sebentar
mungkin boleh ditampilkan dulu.
Baik, kelompok pertama siapa kira-kira
yang mau share screen? Pak Fauzan
mungkin.
P sosial
sudah terlihat.
Sudah, Pak.
Oke, siapa yang mau menjelaskan, Pak?
Monggo,
Pak Rian. Mungkin bisa dijelaskan
kalau misalnya PO
kalau saya terkendala siatnya.
Oke, Pak terkendala sinyal. Oke, Pak
Fan. Silakan, Pak Fuzan.
Iya, biar mempat mempercepat ini ya.
Biar kita cepat balik ya.
I. Jadi untuk ee studi kasus yang kita
ee lakukan ya Bapak-bapak dan Ibu
sekalian. Jadi ee kita ambil studi kasus
terkait ee di PT Astra Service Auto 2000
ya. Jadi untuk limbah B3-nya kita ada
empat empat ee jenis. Yang pertama
terkait oli itu A6 A10D kemudian sumber
limbahnya dari kegiatan workshop.
Kemudian untuk bentuk fasenya ee B3-nya
itu padat. Nah, untuk karakteristiknya
beracun, mudah terbakar masuk di
kategori 1 untuk jumlahnya di 1000 kilo
per bulan. Kemudian untuk nomor dua ini
terkait orly bekas itu kode limbahnya
B105D
dari kegiatan workshop juga dalam fase
cair. Kemudian untuk ee sifatnya beracun
dan mudah terbakar. Kemudian masuk ke
kategori 2 di 1000 kilo per bulan juga
sama dengan oli. Kemudian untuk ee yang
ketiga kain manjun bekas. Ini kode
limbahnya B10D
dari sumber limbahnya dari workshop
untuk fasenya padat dan memiliki
karakteristik beracun. Untuk kategorinya
di kategori DU dengan khas dengan jumlah
100 kilo per bulan. Kemudian nomor 4 ee
terkait aki atau baterai bekas A10D
ini dari workshop juga ee melimbah padat
kemudian bersifat korosif dan beracun
memiliki kategori bahaya ee satu dan
untuk hasil apa jumlah limbahnya 100
kilo per bulan. Nah, untuk analisis
resikonya
ee jadi untuk tiap-tiap limbah ini kan
punya karakteristik limbah Bika tadi ya
ee yang mana jika
dibuang langsung ke dalam lingkungan
ataupun apa ee terkena manusia dan hewan
atau biota ee lainnya yang pertama
seperti filter oli ini ee
mengkontaminasi lingkungan sekitar.
Kemudian untuk oli bekas ini ee dapat
mencemari sistem drenase atau badan air
di sekitar lingkungan industri. Kemudian
ee kain maju bekas juga sama ini
kontaminasi lingkungan di sekitarnya.
Dan untuk AKI atau baterai bekas ini
selain kontaminasi juga ee korosif atau
dapat ee ee apa namanya melukai dan lain
sebagainya ke lingkungan ataupun makhluk
hidup biota-biota air seperti itu.
Kemudian lanjut ke tugas ke1 2 3 keempat
ya. Keempat ini terkait flowchart. Jadi
untuk flowchart-nya kita bikin secara
umum. Secara umum. Jadi ada segregasi,
kemudian setelah segregasi, pemisahan
limbah-limbah masing-masing jenis dari
karak karakteristik limbah kita lakukan
pelabelan dan juga pawadahan. Setelah
kita lakukan pelabelan dan pewad, kita
lakukan penyimpanan di TPSL D3. Kita
pisahkan sesuai dengan jenisnya.
Kemudian dan ee setelah itu kita catat
untuk ee logbook-nya ya. dari limbah
masuk berapa, nanti limbah keluar berapa
untuk mencapai keseimbangan dari neraca
LB3-nya. Nah, setelah itu kita lakukan
pengangkutan dan pengolahan dari pihak
ketiga. Itu secara umum seperti itu
untuk flowcart pengelolaan limbah di PT
Astra Service. Kemudian untuk
tanggap darurat ee kejadian rumpahan.
Jadi ada ee simpel aja maksudnya ee
secara umum. Jadi, jika terjadi di
TPS-nya atau di darat ee saat sebelum
masuk ke badan air dan lain sebagainya,
kita lakukan pengutipan ya. Pengutipan
bisa jadi spill kit dari absorben apapun
itu, absorben pasir, serboker ggajin dan
lain sebagainya. Nah, kemudian dari
absorben itu dari spil kit yang sudah
dipakai itu kan terkontaminasi, kita
lakukan pewhan ulang. Jadi dari hasil
absolwenya itu kita lakukan ee pewad
ulang kita wadah kita masukkan ke wadah
terpisah lagi ke wadah baru yang kita
simpan juga di TVS LP3.
Kemudian untuk yang di air saat di air
kita yang pasti saat terjadi pertumpahan
ee pertama pastikan itu ada
sumber-sumber kebocorannya dari mana,
sumber-sumber apa, kontaminasinya dari
mana. Yang pertama kita stop dulu untuk
ee sumber kontaminasinya. Apakah dari
kebocoran dari tangkinya, kebocoran dari
secondary containment-nya. Nah, itu
nanti kita bisa gunakan secondary
conttainment atau pembersihan ya
langsung ke sumber airnya. Yang pertama
kita stop dulu untuk sumber pencemarnya.
Kemudian hasil dari secondary
contentment atau pengkutipan tadi yang
ada di badan air kita simpan. simpan
biasanya kita lakukan di jurigen atau di
ee TNK AGC seperti itu. Jadi kurang
lebih itu sih Bapak-bapak dan Ibu
sekalian terkait ee pengelolaan limbah
B3 di PT Astra Service Auto 2000. Dari
saya ee cukup sekian mungkin ada
komentar, ada pertanyaan dari
Bapak-Bapak sekalian. Terima kasih.
Baik terima kasih Pak Fauzan mewakili
dari kelompok satu ya.
Ya, kalau saya lihat secara ee untuk
tampilan untuk yang bagian pertama ini
sudah sesuai ya, berarti apa yang tadi
kita bahas pada sesi latihan pertama
sudah memahami semua ya. sengaja kita
ulang untuk refresh di materi ini. Jadi
nanti pada saat ee
bersama asesor di hari ketiga Bapak Ibu
sudah makin mantap untuk penjelasan
bagaimana melakukan identifikasi
ee limbah yang ada di perusahaannya
masing-masing ya. Ini sudah sesuai.
Lalu untuk yang analisa risiko ini kita
lebih ke dampaknya ya, melihat dampaknya
terhadap ee lingkungan atau harusnya di
sini juga bisa melihat dampaknya
terhadap manusia. Jadi jangan hanya
terhadap lingkungan. Kalau bisa misalnya
ada untuk ee filter oli atau kain majun
bekas, apakah ada ee dampak terhadap
kesehatan manusia? Nah, itu juga kalau
memang ada boleh dijelaskan. Jadi, ini
ditulisnya mungkin dampak saja. ya
dampak
ee lalu nanti ee
Oh, ternyata setelah dilakukan misalkan
di area perusahaan ini ya ee ditimbulkan
limbahnya adalah Aki. Nah, aki itu di
nanti munculnya itu di mana? Di bagian
produksiah, di bagian apakah itu kalau
bisa di floorchart-nya ditampilkan. Lalu
dilakukan pelabelan dan pewadahan.
Penyimpanan di TPS-nya kurang lebih
berapa lama. Nah, lalu pencatatannya
siapa yang melakukan kalau bisa
dibuatkan flowchart-nya lebih detail
ya. Terus nanti sebenarnya flowchart ini
nanti berkaitan dengan SOP ya. Nanti
besok mungkin kita akan lihat ee salah
satu dari Bapak Ibu mungkin
mempersiapkan SOP pengolah limbah di
masing-masing perusahaannya. Jadi besok
ee kita akan pilih siapa jadi volunteir
untuk menampilkan SOP ee terkait
bagaimana pengolan limbah B3 di area
perusahaannya. Nah, apakah sudah ada
flowcard-nya atau belum ya. Terus nanti
untuk tanggap darurat ya ini sudah sudah
mendekati. Nah, itu boleh dilakukan
seperti misalnya ada kebocoran atau ada
tumpahan. Nah, bagaimana melakukannya?
Apa yang disiapkan? Misalnya dengan
absorben atau dengan menggunakan spill
kit ya itu boleh. Nah, lalu nanti ee
penanganannya dan dibuangnya ke mana?
Itu juga harus punya SOP tanggap darurat
limbah B3 di masing-masing perusahaan
ya. Ee ini untuk tanggap darurat nanti
akan kita bahas di besok. Jadi ini itu
sekarang minimal Bapak, Ibu sudah mulai
tergambar apa-apa yang dilakukan terkait
pengelolaan limbah B3 di perusahaannya.
Oke, sudah baik. Boleh tepuk tangan
untuk kelompok satu.
Kita lanjut, Pak Alvin.
Baik, silakan kelompok dua. Siapa yang
mau share screen?
Silakan Ibu Hil, Pak Juni, Pak,
Pak. Siapa kira-kira yang mau screen?
Silakan, Pak.
Izin, Pak. Untuk tadi e terkendala
pengumpulan kami bagi tugas tadi kan,
Pak? Pengumpulannya tadi belum selesai.
Berarti mungkin dari soal nomor pertama
dulu gitu. Siapa ya yang mau share
screen seperti itu? Oh, pertama dari
mungkin, Pak.
Oke, Bu Hil mungkin.
Bentar, Pak. Ini sudah mau selesai.
Baik.
Ya. Ya. Pak. Ee Bapak Ibu sambil
menunggu kelompok dua kita mungkin
sedikit boleh bahas terkait BIT ya.
Bapak, Ibu yang ikut MPLB3 dan PPLB3 ada
tiga orang ya.
Betul, Pak Hendri
ya. Nanti akan menggunakan DIIT ya
tiga-tiganya ya Pakin ya.
Iya betul
ya. Jadi ee mungkin sekilas Bapak Ibu
sudah pernah terinfo tentang bagaimana
untuk ee ujian kompetensi menggunakan
DIIT
belum? Ya,
izin, Pak. Belum.
belum ya? Ya, ini metode baru juga dari
Oke, monitor Pak Henri suaranya
putus-putus.
ya nanti akan dipresentasikan. Nah,
sudah ada materi yang ada di link
terkait bagaimana ee contoh-contoh dari
ee peserta sebelumnya. Apa yang
disampaikan di dalam DIIT, apa yang
harus Bapak Ibu lakukan, apa yang nanti
dipresentasikan itu sudah ada. Nanti
Bapak Ibu bisa lihat, bisa baca, bisa
dipelajari dulu untuk ee bagaimana
melakukan DIIT itu ya. Untuk Bapak-bapak
yang di Bapak, Ibu ada Bu Hilia kan
MPLB3 ya, Pak Fauzan berarti sama Pak
Boy bertiga ya. Nanti akan diit pada
hari ketiga ya bersama asesor-nya.
Nah, untuk OPLB3 nanti itu ujiannya
hanya menggunakan wawancara dan tertulis
ya. Sedangkan kalau MPLB3 dan PPLB3 itu
nanti ada ujian tertulis, ada wawancara
dan juga DIP. Nanti Pak Alvin sudah
di-share linknya untuk materi terkait
DIIT. Kalau sudah nanti Bapak Ibu bisa
pelajari dulu ya.
Oke, sudah Bapak dan Ibu sudah ada di
dalam WhatsApp grup di deskripsi grup ya
untuk contoh-contohnya sudah ada
ya.
Saya sudah dapat info, Bu. Hilnya
sepertinya sudah selesai untuk diit-nya.
Nanti mungkin dibahas besok ya, Pak ya.
Iya. Oke.
Oke. Sekilas itu tentang DIIT ya, Bapak
Ibu ya.
Kelompok dua sudah.
Sudah, Pak.
Oke, monggo, Bu.
Selamat ee sore Bapak-bapak semuanya. Di
sini saya akan memaparkan ee tugas kita
dari kelompok dua studi kasus dari Rumah
Sakit Centra Medika.
Di sini kita ngambil kita mengambil
contoh ee empat limbah. Yang pertama
jarum, pisau bedah, pecahan kaca, ampul.
Di mana kode limbahnya A345-1.
Sumber limbah dari workshop bentuknya
padat, beracun korosif masuk kategori 1.
Jumlahnya 100 kilo per bulan. Yang kedua
obat kad luarsa dengan kode limbah
A337-2.
Workshop padat dan cair. Bentuknya padat
dan cair. Karakteristik limbahnya
beracun. kategori bahayanya di ee nomor
satu jumlahnya 105 k 150 kilo per bulan.
Yang ketiga, bahan bahan kimia medis
dengan kode limbah A346-1.
Sumber limbahnya workshop, bentuk
limbahnya cair, karakteristik limbah
beracun, K masuk kategori 1, jumlahnya
100 kilo per bulan. Yang keempat, limbah
klinis. di mana kode limbahnya A337-1?
Ee sebentar Ibu, punten saya potong.
Limbah klinis ini maksudnya limbah apa
ya?
Ee kayak bentuk sarung tangan gitu, Pak
yang terkontaminasi cairan ee cairan
dari
rumah sakit.
Sama enggak dengan bagian dari kayak
jarum, pisau, pecahan kaca. Ini benda
tajam ya berarti ya. Iya.
Nomor satu. Dua, obat kad luarsa. Limbah
bahan kimia medis, limbah klinis. Ya. M
sepertinya saya enggak nemukan kalau
nama limbah B3 tuh limbah klinis. Nanti
dicari lagi referensinya ya, Bu.
Iya, Pak. Siap, Pak.
Apakah namanya memang hanya limbah
infeksius atau limbah padat medis?
Iya, Pak. Iya, Pak.
Ya, monggo. Lanjut, Bu.
Analisa resikonya yang pertama jarum.
Jarum, pisau, bedah, pecahan kaca atau
ampul, dampak lingkungannya, kontaminasi
infeksi dan bakteri menular. Yang kedua,
obat kad luarsa berdampak pada
kesehatan.
Yang ketiga, limbah bahan dan kimia
medis.
Dampak lingkungannya menularkan penyakit
infeksi menular dan limbah klinis,
kontaminasi, infeksi, dan bakteri
menular. Flow chart-nya pengolahan
limbah B3. Limbah jarum suntik dikelola
dengan cara pembakaran melalui
insenerator. Limbah jarum suntik
disarahkan ke pihak yang memiliki izin
untuk pengolaan.
Ee lalu pengurangan limbah jarum suntik
dilakukan dengan memilih obat oral
sebagai prioritas dari pada obat-obat
daripada obat injeksi. Kemudian kegiatan
pemeriksaan dan perobatan pasien.
Selanjutnya, limbah jarum suntik dari
pemeriksaan di rumah sakit memiliki
karakteristik infeksius.
Limbah jarum suntik dimasukkan ke dalam
tempat penyimpanan limbah jarum suntik
yang terdapat di dalam klinik. Limbah
jarum suntik dikumpulkan dalam satu
wadah di dalam TPS limbah B3.
Limbah jarum suntik diserahkan ke pihak
pengangkutan. Limbah jarum suntik
dikelola dengan cara pembakaran melalui
insenerator. Limbah jarum suntik
diserahkan ke pihak yang memiliki izin
pengelola.
Pengurangan limbah jarum suntik
dilakukan dengan memilih obat oral. Ini
mungkin ee sama, Pak, prosesnya seperti
itu. Ee lanjut ke tanggap darurat
kejadian tumpahan. Jika terjadi
kebocoran atau keadaan darurat, terutama
terkait B3 limbah, langkah-langkahnya
adalah ee yang pertama tetap tenang dan
utamakan keselamatan.
Yang kedua, amankan diri dan orang
sekitar. Yang ketiga, hentikan sumber
kebocoran jika aman. Yang keempat, cegah
penyebaran. Yang kelima, laporkan segera
kepada pihak yang terkait. Yang keenam,
penanganan dan pembersihan.
Mungkin itu aja, Pak,
ya. Baik. boleh ee dilihat ke bagian
analisa resiko. Iya, untuk analisa
resiko karena dia kan sebenarnya limbah
infeksius ya, kita bahasnya limbah
infeksius, limbah medis ini mungkin juga
akan berdampak terhadap kesehatan ya,
bisa petugas, bisa OB yang bertugas ya
kan, bisa eh nakesnya, nametnya ya kan.
Jadi ini boleh ditambahin seperti tadi
dampaknya itu mungkin bisa terhadap
manusia, bisa terhadap ee lingkungan.
Contohnya aja jarum suntik kan bisa aja
ee mungkin mungkin aja dokter habis
menyuntik untuk pasien yang mungkin tadi
pasien HIV atau hepatitis
ya kan. Terus tiba-tiba dia setelah
disuntik misalkan ditaruh di meja enggak
langsung dibuang ke apa namanya ee boks
yang khusus untuk jarum suntik. Nah,
tiba-tiba misalkan ada perawatnya enggak
tahu ketusuk sama jarum suntik. Nah, itu
juga kan bisa berisiko ya berisiko
terjadinya penularan HIV melalui jarum
suntik secara tidak sengaja
hepatitis ya. Lalu itu dijelaskan boleh
ditambahkan untuk dampak terhadap
kesehatan atau dampak terhadap ee
manusianya. Jadi kalau ini kan cuma
dampak terhadap lingkungan. Nah, kalau
dampaknya terhadap lingkungan, berarti
Bapak, Ibu jangan menulisnya bakteri
menular. Jadi terhadap lingkungan. Ada
enggak kalau jarum pisau itu tuh
terhadap lingkungan? Kalau memang tidak
ada, dia tidak mencemari lingkungan.
Nah, berarti kan tidak ada. Kalau obat
kadal luarsa misalnya dibuang di
sembarangan atau itu nanti bisa berisiko
enggak terhadap air, udara, dan tanah.
Nah, itu yang kajian terkait
lingkungannya. Kalau manusianya apakah
nanti berefek terhadap kesehatan
manusia? Lalu untuk flowchart-nya ini
terlalu panjang dan flowchart di sini
itu saya lihat lebih membahas terkait
hanya jarum suntik. Sedangkan kita
bahasnya secara keseluruhan adalah
limbah medis ya. Kalau rumah sakit
berarti nanti boleh dimulai dari ee
munculnya limbah itu dari mana ya. Habis
itu setelah itu misalnya di area
perawatan, area poli, area mana yang
menghasilkan limbah dituliskan di
flowchartnya. Nah, nanti misalnya dari
itu dibuatkan
ee floucher selanjutnya misalnya dia
menghasilkan limbah jenis apa, lalu
pengelolaannya seperti apa? Dibuang di
wadah limbah medis atau dipisah
segregasi. Misalkan rumah sakitnya ada
perawatan kanker, berarti ada limbah
sitotoksik ya kan. Kalau rumah sakit
misalkan RSIA, RSIA dia tidak punya ee
limbah sitotoksik bisa misalnya tidak
pernah melewat kanker. Berarti kan
limbah sitotoksiknya enggak ada. Nah,
ini juga dijelaskan nanti di bagian ee
flowchart-nya kalau memang di dalamnya
itu ada limbah sitotok
ya. Itu ini lebih terlalu panjang nanti
enggak apa-apa seperti kelompok satu
agak lebih simpel untuk flowchart-nya
aja secara garis besar tapi jelas
ee poin-poinnya dari mana limbah itu
berasal terus dia menghasilkan limbahnya
apa saja lalu pengelolaannya gimana gitu
kan. Kalau rumah sakit pasti antar unit
itu pasti berbeda untuk penghasilan
limbahnya ya kan. Kalau perkantoran
pasti bagian office-nya pasti tidak ada
limbah medis. Tapi di area perawatan
misal kalau di rumah sakit di RSUD atau
di manalah RSUP pasti ada perawatan yang
sifatnya kayak radioaktif ya kan ya.
Radioaktif mungkin misal menghasilkan
limbah cair. Nah itu boleh. Kalau
misalnya rumah sakit yang Bapak Ibu
pilih ee dia tidak menghasilkan limbah
radioaktif berarti tidak ada gitu. Nah,
belum nanti ditambahkan juga rumah sakit
tidak hanya limbah medis, ada limbah B3
umum pasti ada aki
ya kan ada lampu misalkan masih
menggunakan lampu TL. Nah, itu juga bisa
nanti dia ada IPAL pastinya. Nah,
berarti kan ada slot-nya ya kan. Nah,
makanya rumah sakit itu sebenarnya lebih
tricky untuk pengolahan limbah B3-nya
ya. Nanti di di detailin aja kalau sudah
didiskusikan, sudah selesai dikirim aja
ke Pak Alvin. Ini untuk pemahaman saja.
Besok kita akan menyampaikan lebih
mendetail ee bagaimana pengolaan limbah
B3 ya.
Baik.
Ya, terima kasih Ibu dan Bapak Ibu dari
kelompok du boleh tepuk tangan dulu.
Oke, ee mungkin itu saja untuk pertemuan
kita hari ini. Saya rasa untuk
identifikasi limbah, untuk mengetahui
limbah di perusahaannya masing-masing
Bapak Ibu sudah memahami. Boleh dilihat
juga nanti dirintech dan disesuaikan
dengan yang ada di PP ee 22 tahun 2021.
untuk lampirannya. Lampiran bagaimana
kita menentukan ee jenis atau
karakteristik serta kategori ee bahaya
dari limbah tersebut.
Dan semua sudah hampir benar. Dan untuk
besok kita mulai di 8.30 ya, Pak Alvin
ya. Berarti nanti kita akan mulai
materi-materi ee terkait bagaimana
ee pengelolaan limbah B3. besok kita
selesaikan mulai dari pengolahan sampai
ee K3 dan kedaruratan B3 itu sendiri.
Paling ada empat ee PowerPoint yang akan
kami sampaikan dan besok kita akan
melihat ee bagaimana melakukan pelaporan
secara aplikasi simpel ya. Mungkin Bapak
Ibu yang sudah punya simpel, yang sudah
menjadi PIC boleh nanti disampaikan ke
Pak Alvin. Besok kita coba uji coba biar
nanti dilihatkan bagaimana cara ngisi
manifest melalui ee aplikasi simpel ya.
Karena kan tadi ada beberapa peserta
yang belum pernah lihat ee aplikasi
simpel itu seperti apa. Oke, mungkin itu
aja Pak Alvin. Saya serahkan ke Pak
Alvin.
Baik, terima kasih Pak Henri. Untuk
Bapak dan Ibu, saya peringatkan kembali
untuk mulai mencicil ditit-nya ya, Pak
Fauzan. Eh, Pak Boy Devito untuk ee
contohnya sudah saya kirimkan linknya di
dalam WhatsApp grup untuk Bu Hilya. ee
mungkin sudah selesai ya, mungkin nanti
akan ada koreksi dari Pak Henri, besok
akan kita bahas bersama. Baik, Bapak dan
Ibu sudah cukup ya, tidak ada pertanyaan
kembali.
Jika sudah tidak ada akan saya tutup
untuk training pada hari pertama kali
ini. Baik, demikian untuk pemaparan
materi dan tugas-tugasnya yang sudah
berlangsung pada sesi pagi dan sesi
siang pada hari ini. Terima kasih banyak
untuk Bapak dan Ibu yang sudah mengikuti
training pada hari ini. Sampai jumpa
esok hari di jam training dan link Zoom
yang sama. Eh, saya ucapkan terima kasih
banyak untuk Pak Henri sudah memaparkan
materinya
dan juga kepada Bapak dan Ibu sudah bisa
ee beristirahat dan melanjutkan
aktivitasnya. Baik, terima kasih Bapak
dan Ibu. Selamat beristirahat.
Terima kasih Bapak Ibu.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Terima
besok di
izin Pak Juni.
Pak Juni untuk e CV-nya nanti dikirim ke
ee untuk berkas yang kurang itu masih
CV-nya saja ya, Pak. Nanti bisa bantu
dikirimkan ke dalam ee ke PIC-nya Pak
Juni.
Apa itu, Pak? yang apa, Pak? Cakasih.
Oke, nanti tolong dikirimkan ya, Pak.
Sama, Pak.