Transcript
eg1TeC29bcE • Training MPLB3 OPLB3 - 17 Desember 2025 - Sesi Siang
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/cendekiaazzacemerlang/.shards/text-0001.zst#text/0583_eg1TeC29bcE.txt
Kind: captions Language: id Baik Bapak-bapak sekalian, sambil menunggu peserta yang lain, saya mengingatkan kembali untuk mengisi absensinya terlebih dahulu. Selamat siang, Pak Hendri. Selamat bergabung kembali. Kita masih menunggu peserta yang lain ya, Pak. Baik, Pak Alvin. in Izin, Pak. Untuk Pak Noval bisa di-rename terlebih dahulu, Pak. Izin, Pak Noval. Monitor ya. Namanya bisa diganti terlebih dahulu, Pak. Iya. Baik, Pak Henri. Peserta sudah lengkap semua. Izin saya buka terlebih dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak Ibu sekalian. Selamat datang kembali di training MPLB3B3 pada hari ini. Oke, bagaimana untuk istirahatnya Bapak dan Ibu sekalian? Habis makan ngantuk nih ya. Oke, supaya enggak ngantuk nih kita ee yel-yel terlebih dahulu nih. Oke, ee saya punya yel-yel. Ketika saya bilang, "Apapun sertifikasinya Bapak dan Ibu jawab CAC solusinya." Nah, ketika saya bilang CAC, Bapak dan Ibu bilang pasti lebih kompeten. Oke, coba dulu deh. Coba dulu satu. Ee bisa di unmute dulu Bapak dan Ibu untuk mic-nya dinyalakan terlebih dahulu. Oke. 1 2 3. Apapun sertifikasinya, CAC solusinya solusinya. CAC pasti lebih kompeten. Oke, ulang. Lupa, Pak. Oke. Sat 2 3. Apapun sertifikasinya C solus CCI lebih. Oke. Baik, mantap. Terima kasih Bapak dan Ibu. Oke, Kak Hendri. Selanjutnya bagaimana? Mau melanjutkan materi atau kita membahas tugas terlebih dahulu? I mungkin tugasnya tadi kan sudah kita bahas ya. Sebentar saya izin. Bisa tadi kan sudah kita bahas. Saya rasa tadi hanya beberapa yang ada perbaikan. Ee mungkin sudah ee jadi kita lanjut ke materi aja. Takutnya masih banyak materi yang tidak disampaikan karena mepet waktu. Baik, Pak Henri. Iya, kalau begitu saya persilakan untuk memaparkan materinya. Baik, terima kasih Pak Alvin. Kita masuk ke materi selanjutnya. Sudah segar ya, Bapak Ibu ya? Sudah nyempatin waktu untuk ngopi biar enggak ngantuk. Ini sudah mulai jam rawan soalnya habis makan. Ya, kita lanjut materi selanjutnya itu dampak dari pengelolaan limbah B3. Ee di sini kita lihat ada beberapa elemen kompetensi yaitu yang pertama melakukan pemantauan dampak dari pengolah limbah B3 itu ada tiga elemen kompetensi di sini. Yang pertama menyiapkan kegiatan pengawasan dampak polah B3 ee di mana kriterianya ada rencana kerja penguasan dampak, peralatan dan perlengkapan pengawasan dampak dari pengelolaan limbah B3 tersebut. Lalu kedua mengawasi dampak pengelolaan limbah B3. Nah, kondisi lingkungan sekretar kerja pengelolaan limbah B3 diidentifikasi. Lalu potensi dampak proses pengelolaan limbah terhadap lingkungan sekitar identifikasi dan dampak dari kondisi lingkungan sekitar area peralatan peng limbah B3 juga dipantau berdasarkan risiko. Lalu yang ketiga melaporkan pekerjaan pengawasan dampak pengolan limbah B3 ya dalam bentuk laporan hasil pengawasan dan laporan hasil pengawasan didokumentasikan. Ini referensi dari dampak dari pengelolaan 5 B3 itu bisa kita lihat di dalam AMDAL atau UKL-UPL masing-masing perusahaan. Bisa berdasarkan rincian teknis dari penyimpanan limbah B3-nya. Lalu bisa kita lihat berdasarkan referensi dari MSDS masing-masing B3 yang kita gunakan serta beberapa mungkin ee berdasarkan dari jurnal penelitian yang sudah ada. Ya, ini ee kira-kira kurang lebih adalah jalur paparan limbah bertiga terhadap ee manusia ya. Dari limbah B3 bisa melalui kontak langsung melalui absorsi ke manusia atau dari limbah B3 bisa saja melalui adanya emisi udara. Nah, nanti melalui inhalasi masuk ke tubuh manusia atau limbah B3-nya melalui limpasan ee ke air permukaan. Nanti kita ee jadikan dia sumber air minum masuk melalui oral kita hingga terkontaminasi ke manusia. Nah, untuk ee ini ada licing juga mungkin bisa menyerap ke air tanah. Nah, air tanah nanti kita pergunakan untuk air minum. lalu bisa mengontaminasi kita melalui ee oral. Kurang lebihnya seperti ini jalur paparan dari B3 ya. Jadi bisa kontak langsung terus bisa melalui leing dan segala macam. Oke, ini dampak umum dari paparan kontaminasi 5 B3. Satu, mencelakakan manusia secara langsung dan bersifat segera apabila terpapar. Ya, misalnya sepertinya kayak ee yang bisa bikin kulit melepuh, terkena ledakan, iritasi dan seperti terbakar ya. lalu mencemari dan merusak lingkungan apabila terpapar ke lingkungan ya terutama yang kode-kode yang beracun dan juga ee merusak atau berbahaya bagi lingkungan. Jadi dia nanti bisa mencemari air, udara ee dan tanah. Jadi lingkungan akan terkontaminasi dari dampak limbah bertiga ini. Selanjutnya ini adalah me apa? Dampak limbah B3 kurang lebih yang dipaparkan di tabel ini misalkan kalau kita lihat mulai dari logam ya. Jenisnya ada beberapa yang kita tahu salah satunya adalah PB kardmium ya logam berat. Nah nanti itu bisa mengakibatkan ee gangguan di saraf, di ginjal, pati dan segala macam. Lalu misalkan kita lihat di barang-barang yang berbahaya seperti pestisida. Nah, pestisida ini juga bisa berdampak terhadap kesehatan bisa pusing menurunkan kesadaran hingga bisa mengibatkan kematian. Maka kan ketika ee kayak petani dia menggunakan pestisida itu harus menggunakan APD yang sesuai dengan petunjuk dari pestisida yang mereka gunakan. Lalu bisa juga gas-gas beracun, bahan pelarut, dan bahan-bahan yang lainnya yang mungkin bersifat karsinogen. Kalau karsinogen sudah pasti nanti berdampaknya ke tubuh itu pasti salah satunya adalah kanker ya, karsinogen ini ya. logam-logam yang ada kurang lebih di itu ada timbal, logam berat ya, arsen, katmium, merkurium. Ee kalau dulu merkuri itu ada di ee alat-alat kesehatan ya. Salah satunya itu pada saat mungkin Bapak Ibu pernah lihat ada tensi meter yang dulunya ada air raksa. Nah, itu adalah mengandung merkuri. Terus termometer yang ada kandungan air ee raksa di dalamnya itu juga merkuri. Terus dulu lampu juga jenisnya juga ada yang bermerkuri. Nah, alhamdulillah sekarang sudah diganti ke barang-barang yang sudah tanpa merkur alhamdulillah sehingga sudah mengurangi dampak dari merkuri. Ya, pernah kejadian dulu diamata kalau Bapak Ibu bisa lihat ee adanya keracunan merkuri ya. Bina mata. Lalu ini ee kalau timbal atau PB ya itu salah satunya juga bisa menghambat pembentukan hemoglobin atau HB dalam tubuh sehingga orang bisa terjadi anemia, kekurangan darah, gangguan otak. Nah, mungkin tanpa sadar kita sadar salah satu yang ee mungkin yang sering kita lewati, sering kita lakukan, yang sering mungkin kita ee jalanin itu ada mm sejenis timbal atau PB yang ada di kandungan bensin. N. Jadi ee kalau para pekerja yang bekerja di SPBU itu mereka sangat-sangat berisiko terkontaminasi sama ee logam dari timbal ini ya karena adanya kandungan PB dari ee apa di bensin atau di bahan bakar tersebut. Apalagi kadang kita lihat mereka melakukan pekerjaan itu tanpa menggunakan APD. Jadi menghirup langsung kan tidak menggunakan masker. Itu biasanya pernah dilakukan penelitian, saya pernah baca adanya kandungan ee PB atau timbal di dalam darah para pekerja di SPBU. Nah, itu pernah saya baca memang ee penelitiannya sangat menarik sehingga ee para pekerja yang di bekerja di SB itu harusnya menggunakan APD minimal masker ya. Nah, ini bioakumulasi dan biomagnifikasi yaitu kalau bioakumulasi itu penumpukan pencemar yang terus-menerus di dalam organ tubuh ya. Sedangkan biomagnifikasi ini adalah masuknya zat kimia dari lingkungan melalui rantai makanan yang pada akhirnya tingkat konsentrasi zat kimia di dalam organisme sangat tinggi dan lebih tinggi dari bioakumulasi. Jadi ini kita lihat eh kita rasakan mulai dari ee masuknya melalui rantai makanan. Jadi barang apa ee bahan-bahan makanan yang sudah terkontaminasi. Nah, ini paparan 5B3 terhadap lingkungan. Kalau tadi ke manusianya ini ke lingkungan ya bisa melalui tumpahan dan atau penimbunan dari pembuangan akhir limbah B3. Lalu ada licit yang berasal dari lokasi penimuan limbah B3. Licit itu kayak semacam air yang dihasilkan dari si limbah. Lalu, kebocoran tangki penyimpanan limbah B3. Dampak bersifat lokal bila yang terkena hanya lapisan air tanah dangkal yang relatif sempit penyebarannya. Lalu dampak dapat sangat luas bila limbah B3 mencapai air tanah dalam ya sehingga terkadang airnya masih dimanfaatkan. Makanya terkadang di daerah-daerah ee industri terkadang kondisi airnya itu pasti tidak bagus, tidak sebagus di area-area pemukiman. Karena banyak ee cemaran setidaknya itu dari IPAL terkadang meresap sampai ke permukaan air tanah, ya. Nah, ini ee salah satu gambar bentuk paparan terhadap B3 terhadap lingkungannya. Oke, itu untuk dampak dari limbah B3 sebenarnya masih banyak. Ini hanya sekedar ringkasannya saja kurang lebihnya garis besar terkait dampak dari limbah B3. Ada yang mau ditanyakan? Silakan Bapak dan Ibu jika ingin ada yang ditanyakan. Enggak ada ya, Bapak, Ibu? Ya, nanti sampai kalau tidak ada kita lanjut ke materi berikutnya. Ingat ya Bapak Ibu ya. Segregasi penyimpanan dan pengemasan hari limbah ketiga ya. Ini untuk kompetensinya yaitu melakukan pemilahan atau segregasi dari limbah B3. Di sini ada tiga elemen kompetensinya. Yang pertama menyiapkan dan peralatan dan bahan segregasinya. Lalu bisa kriterianya untuk data terkait dengan 5 B3 yang akan disegregasi, diidentifikasi. Lalu peralatan dan perlengkapan untuk melakukan segregasi 5 B3. Nah, untuk elemen kompetensi yang kedua melaksanakan segregasi limbah B3 ya. Kriteria kerjanya bisa tujuan segregasi ditetapkan. Lalu kriteria segregasi limbah B3 ditetapkan sesuai prosedur. Lalu segasi limbah B3 dilakukan sesuai dengan prosedur. Mulai dari tujuan, kriteria dan ee dilakukan. Lalu yang ketiga melakukan evaluasi hasil segregasi. Ya, hasil kegiatan segregasi limbah B3 dievaluasi sesuai ketentuan. Lalu hasil kegiatan serasi 5 B3 disusun dan terakhir dilakukan dokumentasi. Lalu untuk melakukan pengemasan limbah B3 ya. Pengemasan limbah B3 ada dua elemen kompetensi. Yang pertama menyiapkan peralatan dan bahan pengemasan limbah B3. Jenis-jenis untuk kriterianya itu jenis dan karakterist limbah B3 yang akan dikemas diidentifikasi sesuai prosedurung. Lalu kemasan limbah B3 diperiksa kelayakannya. Bentuk ukuran dan bahan kemasan diperiksa kesesuaiannya dengan jenis dan karakteristik limbah B3. Peralatan dan perlengkapan untuk pengemasan limbah B3. Lalu elemen kompetensi yang kedua melakukan pengisian limbah B3 ke dalam kemasan. Ya, ini pengisiannya harus sesuai dengan prosedur. Kemasan ditandai dengan simbol dan label. Dan jangan lupa laporan hasil pengemasan didokumentasikan. Lalu ini untuk ee EP elemen elemen selanjutnya yaitu ee melakukan penyimpanan B3 ya. Nama kompetensinya itu adalah menyiapkan peralatan dan perlengkapan penyimpanan B3 diuraikan dalam bentuk jenis dan karakteristiknya. TPS dipastikan kondisinya sesuai izin. Peralatan dan perlengkapan penyimpanan limbah B3 disiapkan. lalu menyimpan limbah B3 di tempat penyimpanan sementara atau di TPS. Nah, tata cara dan persyaratan penyimpanan ditentukan sesuai dengan jenis karakteristik dan kategori bahaya limbah. Lalu penyimpanan lemb dilakukan sesuai dengan prosedur. Ketiga, melaksanakan pelaporan pekerjaan. Bimbat sesuai ketentuan hasil pelaksanaan kegiatan, penyimpanan W3 disusun, dan jangan lupa terakhir dilakukan dokumentasi. Nah, ini beberapa pengertian. Segregasi limbah B3 itu adalah pemilahan atau pemisahan dari limbah B3 berdasarkan dari jenisnya, karakternya, dan ketentuan dari penyimpanan. Nah, proses ini penting untuk pengolan limbah B3 agar dapat diolah dan didisposisi dengan aman dan efisien. Lalu pengemasan limbah B3 adalah cara menempakkan atau mewadahi limbah B3 agar mudah dalam melakukan penyimpanan dan atau pengumpulan dan atau pengangkutan limbah B3. Jadi pengemasan yang tadi kita sampaikan bagaimana kita memberikan satu wadah di dalam limbah B3 tersebut sehingga ee memudahkan kita pada saat melakukan pengangkutan. Dan penyimpanan 5 B3 adalah kegiatan menyimpan limbah B3 yang dilakukan oleh penghasil 5 B3. Ya, berarti kalau kita sebagai penghasil pasti akan melakukan penyimpanan limbah B. Nah, ini tujuan dari segregasi limbah B3 memudahkan proses pengumpulan dan pengangkutan limbah B3 karena dia sudah di lalu mencegah pencampuran limbah B3 yang berbahaya atau tidak kompatibel. Memastikan limbah B3 dapat diolah dengan metode yang sesuai. lalu mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau kesalahan dalam penanganan limbah B3. Yang terakhir memperudah pengawasan oleh petugas. Ya, ini contoh kegiatannya. Misalkan memisahkan limbah B3 berdasarkan jenisnya, limbah medis, limbah industri, limbah rumah tangga. Lalu memisahkan limbah B3 berdasarkan karakteristiknya misalnya mudah menyala, reaktif, dan korosif. Dan terakhir memisahkan lembaga berdasarkan ketentuan penyimpanan misalnya lemb dan lembar. Nah, ini untuk flow proses dari penyimpanan limbah B3 mulai dari ada kegiatan kantor dari ruangan atau dari divisi mana yang menghasilkan limbah B3. Nah, nanti di sana baru kita uraikan berdasarkan jenisnya apa saja ya. lalu masuk ke dalam penimbangan dan pendataan limbah B3 yang ditulis di dalam blogbook dan neraca disimpan di TPS dan lalu dilakukan serah terima ke pengangkut atau transporter dari limbah Bung. Nah, sedangkan ini kalau dia proses pencucian tangki dan alat-alat berarti ini dalam bentuk cair. Maka dia harus masuk ke dalam IPAL. Nah, nanti di IPAL juga ada tersendiri ada limbah slats. Nah, limbah slatch itu masuk ke dalam kategori padat. nanti juga bisa ee dilakukan penimbangan dan pendataan serta diserahkan ke pihak ketiga. Kewajiban dari penghasil limbah yang memiliki dokumen AMDAL atau KLUPL dan penghasil dari instansi pemerintahan wajib memiliki rincian teknis penyimpanan limbah B3. Pengumpul limbah B3, pemanfaat limbah B3, pengolah dan penibun wajib melakukan penyimpanan limbah B3. Lalu dilarang melakukan pencampuran BAB B3 yang disimpan. Ya, jangan nanti dari masing-masing sumber dilakukan penyimpanannya karena misalnya keterbatasan wadah lalu dicampur. Itu tidak boleh karena harus disimpan di wadah yang sesuai yang sesuai karakteristiknya masing-masing. Namun tidak apa-apa kalau memang hanya di dalam satu TPS. wajib memenuhi ketentuan tata cara penyimpanan, pemantauan, dan pelaporan limbah. Lalu wajib dilakukan intervensi paparan teknologi infatali ya ini tenom untuk penyimpanan limbah B3 yang memiliki tingkat kontaminasi radioaktif besar sama dari BQ per cm³ dan atau konsentrasi aktivitas sebesar 1 BQ per eh gram untuk tiap radion nukleida anggota darah uranium dan torium. atau 10 BQ per gram untuk kalium ini tuh untuk ee jenis-jenis yang ee sudah ditetapkan di sini. Lalu rincian teknis limbah B3. Rincian teknis untuk penyimpanan limbah B3 adalah dokumen yang berisi informasi detail ya di rincian teknis itu benar-benar detail mengenai bagaimana kita melakukan penyimpanan limbah B3. Lalu dokumen ini itu akan memuat tentang identifikasi limbah, tempat penyimpanan, pengemasannya seperti apa, serta persyaratan lingkungannya harus bagaimana. Nah, di Rintek ini penting untuk memastikan penyimpanan 5B3 dilakukan dengan aman dan sesuai dengan peraturan. Jadi ee di rintech itu persyaratan pengajuan rincian teknis ya. Permohonan rincian teknis itu mulai dari surat permohonan yang ditujukan ke Dinas Lingkungan Hidup setempat atau instansi terkait. Lalu surat permohonan rinteek surat resmi yang menjelaskan detail permohonan. Nah, nanti dilampirkan juga ada KTP dan NPWP, NIB dan izin lingkungan yang telah didapat dari sebelumnya. Adakah Bapak Ibu yang belum punya rintech di sini? Sudah ada ya, Bapak, Ibu ya. rata-rata sudah punya rintech ya masing-masing karena memang se kalau dulu itu adalah namanya izin TPS sekarang sudah dirubah ke dalam ee RINTECH jadi setiap penghasil 5B3 wajib punya rintech ya. Ini ee di dalamnya ada nama, sumber, karakteristik, dan jumlah limbah B3 yang akan disimpan. Ada dokumen yang menjelaskan tentang tempat penyimpan limbah B3, dokumen yang menjelaskan tentang pengemasan limbah B3. persyaratan lingkungan hidup dan kewajiban pemenuhan rincian teknis penyimpanan limbah B3. Nah, ini alur untuk pengajuan mulai dari penyusunan integrasi rintek ke persetujuan lingkungan, ada evaluasi rintek dan ada terakhir di persetujuan lingkungan. Nah, ini untuk standar penyimpanan limbah B3. Pertama, limbah B3 yang disimpan harus terlindung dari hujan dan tertutup. J kalau Bapak Ibu punya TPS tapi dia terbuka, pastikan dia terlindung dari hujan dan harusnya itu memang benar-benar full tertutup lalu memiliki lantai yang kedap air. Jangan hanya dalam bentuk misalkan ee tanah. Nah, nanti karena kan pasti ada licitnya, ada tumpahan. Nah, itu nanti akan mengontaminasi air yang ada di dalam tanah. Lalu dilengkapi dengan simbol dan label limbah B3. Ya, sudah sesuai dengan ketentuan. Limbah B3 dikemas dengan menggunakan kemasan dari bahan logam atau plastik. Lalu kemasan mampu mengungkung limbah B3 untuk tetap peran dalam kemasan. Jangan nanti kemasannya kecil atau mudah rusak, nanti limbah B3-nya merusak si kemasan. akhirnya terjadi kebocoran lalu memiliki penutup yang kuat untuk mencegah terjadinya tumpahan pada saat dilakukan pemindahan atau pengangkutan dan kondisi kemasan tidak bocor, tidak berkarat, dan tidak rusak. Ya, dipastikan kemasannya itu tidak bocor ya karena ee takutnya misalnya nih kita mau menyerahkan limbah TL, lampu TL ya. Karena kan terkadang lembut TL tuh di ujung-ujungnya itu masih ada kayak semacam ee apa ya dibilang jarum bukan jarum. Ada yang ee mungkin sedikit tajam. Nah, itu jangan disimpan di dalam plastik karena kalau kita simpan dalam plastik itu biasa saja nanti robek plastiknya. Akhirnya terjadi pumpahan B3 dari si lampu TL. Ya, lampu TL mungkin bisa disimpan di dalam wadah dalam berbentuk ee dus atau dalam bentuk ee jerigen juga bisa atau dalam bukan jerigen sor dalam bentuk ee drom. Saya dulu pernah ee di perusahaan yang lama dulu kami si pihak pengangkutnya itu untuk lampu TL dimasukkan ke dalam drom. Jan masukkan ke dalam drom. Nah, nanti itu akan direpacking sama mereka karena kalau dalam plastik itu mereka biasanya tidak mau terima karena berisiko pada saat mereka melakukan pengangkutan ke tempat pengolah. Ada pertanyaan Bapak Ibu sampai sini ya. Ini tata cara tadi yang resikonya ya. Silakan Bapak dan Ibu. Enggak usah malu-malu nih kalau mau nanya. Langsung aja Ibu Hilia mungkin Bapak Arifin jika mempunyai pertanyaan bisa langsung aja. Lanjut dulu. Ini tata cara penyimpanan di bab mulai dari tempat penyimpanannya, cara penyimpanan dan waktu penyimpanan. penyimpanan lokasinya, fasilitas yang digunakan seperti apa, dan peralatan penengulangan keadaan darurat harus diperhatikan. Nah, untuk persyaratan lokasi yang pertama sekali itu harus di daerah yang bebas banjir ya. Lalu tidak rawan bencana alam misalnya longsor, bahaya bahaya dari gunung api segala macam dalam bentuk ee bencana alam. Jika lokasi penyimpanan 5 M B3 tidak bebas banjir dan bencana alam, maka lokasi penyimpanan B3 harus dapat direkayasa dengan teknologi untuk perlindungan pengelolaan lingkungan hidup. Karena kalau sudah di daerah yang banjir nanti akan mengontaminasi ee lingkungan sekitar. Nah, ini fasilitas penyimpanan B3 bisa dalam bentuk bangunan, bisa tangki dan kontainer, bisa silo atau tempat tumpukan limbah B3. dan kolam penampungan limbah B3. Ini kelengkapan fasilitas misalnya dilengkapi adanya area bongkar muat, ee adanya peralatan penanganan tumpahan, lalu fasilitas pertolongan pertama dan untuk pengumpul itu wajib memiliki laboratorium dan atau alat analisa laboratorium yang mampu menguji karakteristik limbah B3, mudah meledak, mudah menyala, responsif untuk menentukan tata cara penyimpanan limbah B3 pun sebenarnya kalau penghas hasil kita terkadang juga tidak punya laboratorium khusus untuk melakukan uji karakteristik tapi kita tadi sudah jelaskan bisa kita lihat atau rujukannya yang ada di MSDS yang ee masing-masing B3 yang kita gunakan di perusahaan kita. Nanti di sana sudah bisa untuk menentukan ee karakteristik dari limbah B3 yang kita hasilkan. Ya, ini kesesuaian fasilitas penyimpanan limbah B3. Misalkan untuk bangunan dia kategorinya satu, limbah yang disimpannya ada kategori dua, berarti tidak spesifik, ada spesifik umum dan spesifik khusus. Nah, itu dalam bentuk bangunan juga boleh. Lalu kalau fasilitas tangki dan kontainer untuk jumlah yang disimpan jenisnya apa? Nah, bisa kategori S, bisa kategori DU, tapi tidak untuk spesifik yang khusus. Jadi tidak boleh disimpan di dalam tangki atau kontainer. Nah, kalau misalnya kita menggunakan fasilitasnya hanya berupa silo. Nah, untuk silo ini juga bisa semua bisa kategori satu, bisa kategori dua mau spesifik, umum maupun spesifik khusus. Nah, sedangkan kalau dalam bentuk WAS PIL itu eh spesifik khusus saja dan was improvement itu juga hanya dalam bentuk spesifik khusus karena memang secara penyimpanannya dia ee tersendiri. ini kompatibilitas karakteristik limbah B3 dalam rangka penyimpanan limbah B3 ya. Ini kita coba melakukan analisa melalui matriksnya. Nah, nanti ditentukan dapatlah ee titik-titik di mana yang karakteristik dari limbah Big tersebut ya. Mulai dari cairan mudah menyala, peradatan mudah menyala dan sampai ke berbahaya terhadap lingkungan. Nanti ini menggunakan matriks lah. Ini bangunan ya. Bangunan kalau kita menggunakan TPS ya atau tempat penyimpanan sementara kita dalam bentuk bangunan, nah dia harus bisa menyimpan untuk kategori satu dan kategori du ya. Tadi sudah dilihat di tabel ada sumber tidak spesifik, sumber spesifik umum dan spesifik khusus. itu bisa kita simpan di area TPS yang dalam bentuk bangunan dan tetap harus memperhatikan secara ventilasi juga. Pak Alvin, saya izin ke toilet sebentar ya. Baik, Pak, silakan. Baik, saya izin ke toilet sebentar ya. Baik, silakan. Sambil menunggu Pak Hendri untuk Pak Noval bisa diisi terlebih dahulu absensinya Pak untuk sesi siang. untuk linknya sudah ada di dalam WhatsApp grup Pak. Izin sebentar ya, Pak. Baik, Pak. ya. Ee kembali lagi mohon maaf ya, Bapak Ibu. Nah, ini untuk persyaratan bangunan. Yang pertama rancang bangunan sesuai dengan jenis, karakteristik, dan jumlah B3 yang disimpan. Lalu yang kedua, luas ruangan penyimpanan sesuai dengan jumlah limbah yang disimpan. ya. Jangan sampai nanti TPS-nya kecil, tapi ee jumlah limbah yang kita hasilkan lebih banyak sehingga tidak muat ketika kita simpan di TPS. Lalu desain dan konstruksi yang mampu melindungi limbah B3 dari hujan dan tertutup. Ini benar-benar ee persyaratan awal banget yang harus kita penuhi itu harus terlindung dari hujan yang tertutup. Yang keempat, atap dari bahan yang tidak mudah terbakar memiliki sistem ventilasi untuk sirkulasi udara. Lalu, sistem pencahayaannya disesuaikan dengan rancangan bangunan TPS. Lantainya kedap air dan tidak bergelombang, harus rata. Dan lantai bagian di dalam dibuat melandai turun ke arah bak penampung tumpahan dengan kemiringan paling tinggi 1%. N. J. Jadi nanti di dalam TPS itu juga ada satu bab khusus untuk menampung tumpahan. Nah, lantai bagian luar bangunan dibuat agar heruja tidak masuk ke dalam bangunan tempat ee penyimpanan. Lalu saluran drainase, ceceran, tumpah 5 B3 dan air hasil pembersihan ceceran atau tumpah 5 B3 dan bak penampung tumpahan untuk ee menampung ceceran tumpah B3 dan atau hasil pembersihan dari tersebut. Nah, dilengkapi dengan simbol 5 B3 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undang. Jadi, nanti di depan TPS itu di pintunya atau di mana itu dilengkapi dengan simbol. Nah, ini sudah ada kaidahnya berapa ukuran-ukuran dari simbol limbah B3 yang harus kita pasang di area TPS kita. Nanti dia berdasarkan dari karakteristik imbah B3 yang kita simpan di dalamnya. Oke, ini untuk rancang bangunan. Kalau dia karakteristiknya mudah menyala, berarti dia harus memiliki tembok pemisah dengan bangunan lain yang berdampingan. Pendukung atap terdiri dari bahan yang tidak mudah menyala. Konstruksi atap dibuat ringan dan mudah hancur bila terjadi kebakaran. Lalu diberi penerangan yang tidak menyebabkan ledakan atau percikan listrik. Nah, kalau dia karakteristiknya mudah meledak, berarti konstruksi lantai, dinding, dan atap dibuat tahan ledakan. Lalu lantai dan dinding dibuat lebih kuat dari konstruksi atap setiap saat memenuhi ketentuan suhu ruangan. Ya, khawatirnya kalau suhunya mungkin saja kalau dia melebihi sekian derjat, nah nanti dia akan mudah meledak. Makanya kita memastikan suhu di area ruang tersebut harus terkontrol lalu diberikan penerangan yang tidak menyebabkan ledakan atau percikan listrik. Karena kan penerangan juga kalau lampu juga kan ada sumber panasnya. Jadi itu juga bisa menjadi penyebab ledakan atau percikan. Lalu kalau untuk karakteristik reaktif, korosif, dan beracun, maka perancangan bangunannya harus konstruksi dindingnya dibuat mudah untuk dilepas. Konstruksi atap, dinding, dan lantai harus tahan terhadap korosi dan api dan diberikan penerangan tidak menyebabkan ledakan dan percikan api. Ya, itu untuk ee rancangan bangunan sesuai karakteristik. Nah, ini untuk tata ruang fasilitas penyimpanan bab 3 berupa bangunan tadi yang Bapak, Ibu bisa memprediksikan di area TPS-nya. Misalkan ini area TPS ya. Ini pintu-pintu masuknya ya. Lalu di sini ada tanggul di sini. Lalu ee ada gang antarbloknya. Misalkan ini kayak tadi kan Pak siapa tadi yang bertanya ya? Dia simpan dengan beberapa jenis tapi dalam satu tempat penyimpan. Itu boleh selama tidak terjadi ee apa namanya? reaktif di dalamnya. Lalu di sini kita lihat ee ini ada bak penampung dari masing-masing bloknya. Nah, kenapa harus ada bak penampung? Dan ini tuh nanti kemiringannya dibuatnya 1% ya, 1% ke arah bak penampung. Jadi, misalkan nanti ada tumpahan atau dilakukan pembersihan, nanti dia ee diarahkan ke arah bak penampung ya. Nah, nanti kalau ada di satu lokasi saya pernah lihat di bak penampungnya itu nanti dia ee dialirkan nanti ke IPAL. Jadi, dia diolah ke IPAL. Nah, atau bisa juga ketika dia sudah sampai di bak penampung ini nanti dia disedot nanti dimasukin ke wadah sehingga nanti limbah B3-nya dalam bentuk cair itu diserahkan ke pingat ketiga karena mungkin di perusahaan itu dia tidak punya IPAL. itu juga bisa seperti itu ya. Kurang lebih ini layout lah, layout yang kalau kita memiliki beberapa ee jenis dari karakteristik limbah masing-masing ya. Jangan lupa nanti juga harus di ee apa didesain seperti ini. Harus ada kemiringan, harus ada ee apa? Pak penampung. Dan jangan lupa juga kalau ini kan dia dipisah kenapa harus ada tembok tahan api. Nah, mungkin yang misalkan di bagian C ini itu adalah bahan-bahan yang mudah meledak atau mudah ee bakar seperti yang mudah menyala. Nah, ini seperti mudah menyala maka harus ada memiliki tembok pemisah dengan bangunan lain. Nah, makanya di sini dibuatkan ee tembok tahan api ya. Kurang lebih seperti ini ya. Ini untuk tangki dan kontainer ya. Kalau misalkan penyimpanannya menggunakan tangki dan kontainer tetap harus dibuatkan ee ada tanggul ya, tanggul. Lalu ini tangki untuk penyimpanannya. Pondasi betonnya harus kuat. Nah, untuk penyimpanan bab 3 dalam fase cair ya kategori 1 dan kategori 2 bisa dari sumber tidak spesifik dan sumber spesifik. Untuk persyaratannya kalau kita menggunakan TPS jenis tangki atau kontainer ya dibangun di atas permukaan tanah dengan lantai kedap air memiliki kemiringan paling besar 1%. Lalu tangki kontainer dan sistem penunjangnya harus terbuat dari bahan yang cocok dengan karakteristik dari limbah B3 yang kita hasilkan. Lalu tidak mudah pecah atau bocor. Memiliki anggul atau saluran pembuangan di sekeliling tangki atau kontainer menuju ke bak penampung tumpahan. Lalu bak penampung minimal 110% dari total kapasitas tangki. terlindung dari penyedaran matahari dan masuknya air hujan secara langsung. Jika 5 B3 yang disimpan memiliki sifat mudah mengembang atau menghasilkan gas, maka temperaturnya dan ee kita harus lihat temperatur dan tekanannya. Lalu menyisakan ruang kosong paling sedikit 20% dari total kapasitas tangki. Kalau ada yang dari kita yang menggunakan tangki, pastikan tidak boleh terlalu full ya. Atau bisa menggunakan kontainer. Nah, 20%-nya itu space-nya harus kosong ya. Karena untuk mengantisipasi biar tidak terjadi ee terlalu kalau di dalam tanci itu kan kalau terlalu padat nanti biasanya tidak ada ruang enggak udara akhirnya bisa mudah meledak. Pagi di dalamnya ada limbah B3 yang misalnya mudah menyala atau mudah meledak. Lalu dilengkapi dengan simbol limbah B3 ya tetap harus ada simbol ya Bapak Ibu. Dan dilengkapi dengan peralatan dan sistem yang tidak menimbulkan ceceran pada saat bongkar muat limbah B3. ya, pompa yang berfungsi untuk mengisi. Lalu ada OWS yang berfungsi untuk memisahkan antara minyak dan air. Ya, kurang lebih ini adalah persyaratan kalau kita menggunakan tangki dan kontainer ya. Ini kalau dalam bentuk silo untuk penyimpanan 5 B3 fase padat dengan rentang ukuran butirnya 0,5 sampai 300 mikron. ya bisa untuk kategori satu ataupun kategori du bisa sumber di spesifik, sumber spesifik umum dan spesifik khusus. Persyaratannya juga ini dijelaskan silo yang dimaksud tidak termasuk silo yang digunakan dalam satu rangkaian proses produksi ya harus terpisah dengan produksi lalu dibangun di atas permukaan tanah dengan pondasi yang kuat dibangun tanggul ya kalau tadi misal tangki dan proteina tetap dibangun tanggul maka ketika kita menggunakan TPS dan bentuk silo itu juga dibangunkan tanggulnya untuk dengan lantai kedap air di sekitar pipa input ke silo untuk menampung btiga jika jika terjadi ceceran atau tumbuhan. Nah, dilengkapi dengan simbol limbah B3 sesuai dengan karakternya masing-masing. Lalu wajib dilengkapi dengan peralatan dan sistem yang tidak menimbulkan debu pada saat bongkar muat im B3. Ya, ini contohnya das collector atau elektrostatik prespiratornya dan pompa yang berfungsi sebagai pemindah abu hasil tangkapan. Ya, kurang lebih seperti ini untuk persyaratan silop ini. W file untuk menyimpan bab 3 fase padat di kategori 2 dari sumber spesifik khusus. Ya, ini Bapak Ibu nanti bisa lihat bagaimana kondisi file itu. Ee tapi saya rasa Bapak Ibu tidak ada yang menggunakan ini ya. Pasti rata-rata adalah bangunan. Bapak, Ibu, ada yang menggunakan TPS-nya bukan bangunan? Apakah ada Bapak, Ibu? Ada ya? Semua rata-rata menggunakan ee TPSnya dalam bentuk bangunan ya. Ya, bangunan, Pak. Betul, Pak. Bangunan, Pak. Iya, Pak. Oke. Berarti enggak ada yang di luar model bangunan, ya. Berarti ini kita lewatkan saja. Ini juga dalam bentuk was improvement digunakan untuk melakukan penyimpanan, ya. Limbah B3 kategori 2 dari sumber spesifik khusus ya. Kurang lebih bentukannya seperti ini persyaratan. Lalu peralatan penanggulangan keadaan darurat untuk fasilitas penyimpanan 5B3 sistem pendeteksi dan peralatan pemadang pembakaran dan alat penanggulangan keadaan darurat lain yang nah ini untuk cara menyimpan 5 B3 dikemas sesuai dengan jenis karakteristik dan kompatibilitasnya memperhatikan terjadinya pengembangan volume 5 l B3 pembentukan gas dan atau terjadinya kenaikan tekanan. Nah untuk kemasan kemasan yang kita gunakan persyaratannya harusnya seperti apa? Yang pertama terbuat dari bahan logam atau plastik sesuai dengan karakteristik dari limbah B3. Lalu mampu mengungkung limbah B3 untuk tetap berada dalam kemasan dan memiliki penutup yang kuat. Lalu dalam kondisi tidak bocor, tidak berkarak, dan tidak rusak menggunakan kemasan bekas B3 atau 5 B3 yang memenuhi ketentuan. Kategori dan karakteristiknya sama dengan 53 sebelumnya. Lalu kategori karakteristiknya saling cocok dengan 5 B3 yang kemas dan telah dilakukan pencucian. Jadi ketika Bapak Ibu di perusahaannya punya kemasan bekas B3 itu sebenarnya boleh dijadikan tempat penampungan B3 lagi ya untuk penampungan limbah B3. Nah, hanya saja kita harus pastikan karakteristik tadi wadah yang digunakan untuk B3-nya itu harus ee sama dengan untuk penyimpanan dengan karakteristik dari limbah B3 yang kita hasilkan. Jadi, kalau masih dengan karakteristik yang sama itu boleh digunakan wadah yang sama. Nah, kategori untuk ee misalkan tadi ee dapat menggunakan kemasan limbah B3 ya. Ini untuk pemanfaatan ulang kan daripada menggunakan atau beli lagi khusus kemasan. Nah, gunakan saja yang penting pertama karakteristiknya sama. Yang kedua, saling cocok dengan limbah B3 yang dikemas. Dan jangan lupa telah dilakukan pencucian untuk kemasan bekas dari B3, limbah B3 yang berbeda jenis atau karakteristiknya. Tapi terkadang kalau berbeda jenis itu terkadang ada yang rawan, yang reaktif kalau enggak salah saya itu dengan mudah menyala itu tidak boleh karena akan terjadi reaksi kimia di dalamnya. Nah, ini untuk persyarat lanjutannya. Limbah B3 yang disimpan pada bangunan wajib dilakukan pengemasan ya. Jadi untuk menyimpan limbah B3 ke TPS itu harus ada kemasannya dulu ya. Harus dikemas dulu. Misalkan tadi kayak harus menggunakan plastik, boleh menggunakan rem atau ee boleh benda-benda lain yang ee sesuai dengan ketentuan. Lalu kewajiban pengemasan dikecualikan bagi 5 B3 misalkan dari sumber spesifik khusus berupa peralatan elektronik utuh dan tidak berbentuk fase cair, debu dan segala macam. Lalu kemasan yang digunakan dapat berupa drum ya ini bisa drum, jumpoek, tangki intermediate wall container atau IBC dan kontainer. Lalu kemasan atau wadah lainnya sesuai dengan karakteristik dari limbah B3 tersebut. Dan kemasan 5 B3 wajib dilekatkan simbol dan label ya. Jadi tetap harus ada simbol dan label di dalam kemasan limbah B. Nah, ini untuk kemasan limbah B3 kurang lebih ee bisa dimanfaatkan seperti ini untuk jenis dan karakteristiknya. Misalkan RAM plastik bisa untuk berbagai jenis limbah B3. Kalau dia dalam bentuk ee drum logam, ya bisa aja untuk jenis lain. Tapi, nah ini tidak cocok untuk limbah yang jenisnya korosif, ya. Lalu, IBC tank, ada jumbo bag, ada jerigen ya. Untuk jumbo bag bisa dalam bentuk limbah B3 yang berbentuk padat, tidak boleh dalam bentuk cair karena akan pasti terjadi kebocoran. Nah, ini untuk kapasitasnya sendiri sudah ada dan harus dikonversikan ke dalam jumlah kilogram karena pelaporan manifest wajib menggunakan satuan ton. Nah, kalau liter nanti kita susah. Ini prosedur pengemasan limbah B3 mulai dari identifikasi limbah B3 tersebut. Periksa kelayakan kemasan, siapkan kemasan yang sesuai dengan karakteristik limbah. Lalu kemas limbah, beri label dan simbol pada kemasan dan catat identitas lim ini kalau menggunakan drum ditumpuk berdasarkan jenis kemasan. Drum logam dengan kapasitas 200 L. Tumpukan paling banyaknya tiga lapis dan setiap lapis diberikan alas palet untuk 4 dram. Lalu drum plastik dengan kapasitas 200 L ya. tumpukan paling banyak tiga lapis. Setiap lapis diberi alat alas palet 4 dram dan tumpukan lebih dari tiga lapis wajib menggunakan rak. Dipahami ya Bapak Ibu. Nanti pada saat ee di lapangan atau di perusahaannya dilihat bagaimana kondisi pengemasan 5 B3-nya. Kalau menggunakan drom maka ketentuannya salah satunya seperti ini. Lalu jarak antara tumpukan kemasan dengan atap paling rendah 1 m disimpan dengan sistem blok. dengan ketentuan setiap blok terdiri dari 2 sampai 3, lalu memiliki lebar gang antar produk paling sedikit 60 cent atau disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing perusahaan. Nah, ini untuk drum. Jadi untuk antar ee apa bloknya itu dikasih jarak atau space kurang lebih 60 cent. Nah, nanti satu palet ini tuh bisa untuk menahan empat ee jenis drum ya. Empat drum bisa kita gunakan nih ya. Kurang lebih seperti ini untuk tumpukan yang tadi kita lihat kalau menggunakan drum ya. Tumpukan paling banyak itu tiga lapis ya. Paling banyak tiga lapis. Nah, setiap 4 drum itu boleh harus dikasih satu palet. Nah, ini kalau jumbo back antar bloknya tetap harus ada jarak kurang lebih 60 cm. Disimpan dengan sistem blok. Tumpukkan setiap blok paling banyak dua lapis. Lapis paling bawah dialisi, dialasi dengan palet dan lebarnya antar antar ee bloknya itu minimal 60 cm. Ya, ini pengemasan 5 B3 dengan IBC biar hampir mirip dengan ee tadi yang jumbo ya. Jarak antara tumpukan kemasan dengan atap paling rendah 1 m, bargangnya tetap harus ada 60 cm. Ya, sebetulnya 60 cm itu menggunakan mobilisasi. ini untuk simbol dan label dari limbah B3. Nah, ini sesuai dengan ketentuan dimensi simbol itu ditentukan ya untuk kemasan itu 10 cent ukurannya. Kalau untuk di TPS ukurannya tuh min ee 25 cent. Sedangkan untuk di kendaraan juga sama dengan yang ada di TPS 25 cm. Ya, ini kurang lebih desainnya seperti ini. Lalu tahan goresan bahan kimia mudah dilihat dan dibaca. Terbuat dari barang fluorescens untuk plakat pengangkut. Ya, untuk tulisan juga sudah ada kaidah-kaidahnya. apa yang harus kita ee lakukan di sini pada saat meemb buat simbol dan dari ee TPS apa simbol dari magnetika ya bisa untuk di kemasan, bisa untuk di TPS. Kalau misalkan kayak ee limbah medis atau limbah infeksius misalkan tadi itu bisa disimpannya di plastik. Nah, di plastiknya itu sudah langsung diprintkan untuk simbolnya itu boleh ya. nanti tinggal di ee sesuaikan dia berarti infeksius. Nah, kalau Bapak Ibu misalnya di perusahaannya di TPS-nya ada yang beracun atau mudah menyala, nah nanti ini ketentuannya minimal harus ukurannya sebesar 25 cm. Jadi terlihat ee simbolnya itu ataupun juga di kendaraan transporter yang mengangkut limbah B3. Nah, ini beberapa macam atau beberapa jenis simbol limbah B3 yang sudah ditetapkan dan tidak mungkin keluar dari ini. Jadi, dipastikan ya Bapak, Ibu ya, simbol limbah B3 dengan simbol B3 itu tidak sama. Takutnya terkadang ee misal nih ya, misalnya di sini yang beracun hanya di pasangnya yangak doang tapi logo yang di bawah ini tuh apa ya namanya? Kalau dibilang belah ketupat buka. Nah, ini tuh ini yang menandakan yang merah di bawah ini tuh yang menandakan kalau itu adalah 5B3. Kalau dia dalam bentuk masih B3, masih dalam bahan bentuk bahan itu biasanya dia kayak ee kalau beracun ya, tulisannya itu hanya tulisan beracun dan logan gambarnya itu gambar seperti ini. Nah, tapi kalau untuk limbah B3 ada model merah ini. Nah, itu adalah penanda kalau dia ee limbah B3 ya. Jadi ini adalah beberapa simbol mulai dari mudah menyala, reaktif, infeksius, korosif, mudah meledak, beracun, dan berbahaya terhadap lingkungan. Sampai sini ada yang mau ditanyakan? Izin tanya, Pak. Ya, boleh, Pak Arifin. Terkait tadi segregasi sama penyemparan itu mau nanya, Pak. Ada enggak ya aturan khusus? Kalau kayak misalnya kan ini ada sedaknya ada klasifikasi ada enam kelompok ya, Pak ya, dari menyala sampai beracun ya, Pak? Heeh. Maksudnya ee ada enggak aturan khusus dia untuk penempatan pemilihan-pilihan itu misalnya jarak antara yang sudah beracun sama minyal harus sekian senti. Kalau tadi kan penyimpanan kayak trum tadi kan ada spesal 60 cent kalau antar. Karena kan kadang dalam penyimpanan misalnya di pabrik kan satu ruangan cuman dibagi-bagi palet-palet kat gitu, Pak. Jadi enggak enggak terpisah dalam beberapa ruangan kan gitu, Pak. Kemudian yang kedua ee terkait ada enggak ya, Pak cek sheet harian atau logbook harian yang mungkin dari ee orang Bapak yang bisa kami bandingkan sama punya kami sini untuk perbaikan ee ke setelah platering maksudnya, Pak. Oke, makasih, Pak. Tadi yang kedua apa pertanyaan, Pak? Ee terkait ini, Pak. terkait ee ceksi atau logbook harian terkait penyimpanan pemilahan segregasi tadi Pak. Ada enggak ya formatnya atau mungkin dari CAC yang bisa kami bandingkan sama punya Kis? Oke, itu sebenarnya untuk pertanyaan Bapak yang kedua nanti ada sih di sesinya ee mungkin nanti aja pada saat materi itu ya. Jadi disimpan aja dulu pertanyaan yang keduanya ya, Pak ya. Siapsap, Pak ya. Dia ada contoh nanti logbook-nya. Jadi ee sebenarnya sudah bagus sih di peraturan ada tuh di ee Permen LHK6 apa di PP2 ya saya lupa itu sudah ada. Kalau dulu tuh di Permen LHK sudah dijelaskan kalau untuk ee logbook itu ada modelnya ya nanti ada ee diagramnya eh bukan diagram sori tabelnya ya. Nanti akan kita tampilkan di materi selanjutnya. Terus tadi Bapak juga menanyakan terkait adanya aturan khusus. Nah, sebenarnya Bapak nanti bisa lihat di Permen LHK6 tahun 2021, Pak. Di sana itu ada detail. Saya coba ee buka ya. Permen LHK6 Ya, Pak Arifin ini untuk yang logbook ya seperti ini kurang lebih untuk pencatatan dan pelaporannya ya. Ada di Permen LHK6 2021. Nah, untuk kalau ee penyimpanan yang lain. Oh, berapa jaraknya itu di sini juga ada, Pak. Tapi saya tadi nih ini hampir sama tadi ya. Ee dijelaskannya modalnya seperti ini, Pak. Jadi jarak-jaraknya itu nih ini minimal dia harus diberikan ee jarak 60 cent antar ee bloknya ya. Kalau untuk misalkan dia ee berbeda jenis ya itu boleh asalkan tetap ada space ya. nih cara penyimpanan ya ini persyaratan fasilitas penyimpanan ya tapi sebenarnya ya saya baca ini tuh tidak ada yang sampai mendetail kalau ee dia dengan cairan kalau karakteristiknya dia mudah terbakar, tidak boleh dengan ini itu saya rasa saya tidak menemukan itu, Pak. Tapi takut. Nah, ini nih nih. Ini tadi untuk ee kaidah kompatibilitas karakteristik. Nah, ini kalau mudah meledak tidak boleh disimpan dengan yang cairan mudah terbakar ya, Pak. Yang disilang ini nanti beracun dengan cairan mudah terbakar tidak boleh terus. Berarti kalau dalam ruangan dia harus terpisah ruangannya gitu, Pak ya. Kalau yang Iya. Jadi enggak harus terpisah ruangan. Mungkin dikasih space, Pak. Space? Iya. Ini untuk bangunan. Contoh bangunan tadi saya sudah jelaskan di materi ya. Ya, kurang lebih seperti ini nih. Karena kan terkadang kita enggak mungkin di perusahaan itu bangun TPS itu dalam jumlah banyak ya. Jadi kita mungkin bisa kasih pertama itu ventilasi ya. Harus ada ventilasi di dalamnya. Kalau ada jarak seperti ini, Pak. Nah, kalau dia tadi mudah meledak berarti kan harus dibangunkan tembok tahan api sudah menyala ya. Jadi dia dengan yang lainnya itu agak sedikit terpisah tapi ada pembatas di sini sebenarnya. Nah, ee detail yang kalau saya lihat rujukan di Permen LHK6 itu hanya seperti ini, Pak. Ya, jadi tidak ada larangan ketika dia menyimpannya dengan jenis yang berbeda. Nah, ini ee sama tadi di materi juga sudah ada untuk jumbo pack, untuk IC, IBC dan kalau menggunakan kontainer. Oke, kurang lebih seperti itu sih, Pak Arifin. Jadi masih bisa disimpan. Hanya saja tetap mungkin nanti diperhatikan yang seperti ini ya, Pak. Tidak tidak ee ini nih yang kaidah kompatibilitas karakteristik ya. Jadi nanti berdasarkan ini itu misalkan cairan yang mudah terbakar dengan cairan yang mudah terbakar berarti kan boleh cocok ya. Nah nanti misalnya reaktif dengan cairan mudah terbakar ini masih boleh. Kalau mudah meledak dengan cairan mudah terbakar itu kalau bisa ee terpisah ya. Kalau T ini tuh kondisinya terbatas ya. Jadi tidak boleh terlalu banyak ya. Seperti itu kurang lebih kalau saya ee melihat rujukan yang ada di Permen LK6 2021 ini, Pak. Oke, Pak Arifin ya. Siap, Pak. Makasih, Pak. Ada lagi pertanyaan, Bapak, Ibu. Silakan Bapak dan Ibu yang ingin bertanya. Izin bertanya, Pak. Monggo, Pak. Gini, Pak. Jadi kalau apa misalnya itu memang bangunannya harus tertutup gitu, Pak, sampai atas. Iya, benar, Pak. Iya. Jadi intinya kita menghindari tidak ada matahari yang masuk atau tidak ada ee apa ya hujan yang bisa masuk. Jadi kalau misalnya separuh gitu, Pak, pakai jaring kawat-kawat enggak boleh tuh, Pak. Tapi pertanyaan Bapak sangat-sangat bagus sih, Pak. Tapi sampai sejauh ini itu masih ada yang seperti itu ya? Itulah, Pak. Heeh. Nah, itu nanti Bapak bisa lihat di rintechnya sama nanti boleh terkadang kita koordinasi sama DLH setempat karena kan pada saat kita melakukan ee rintech itu kan nanti mereka yang ee apa ya yang melakukan visit ya ke perusahaan kita. Nah, kalau mereka biasanya ACC itu berarti diperbolehkan, Pak. Oh, oke. Oke, Pak. Iya. Karena masih banyak di daerah-daerah yang katakanlah yang mungkin jauh dari kota itu biasanya tuh terkadang masih dimaafkan, Pak. Iya, iya, iya. Heeh. Tapi enggak apa-apa kalau selama perusahaan kita mampu memenuhi secara ee kaidah menurut Permen LHK6 ini, itu silakan, Pak, disesuaikan gitu. Baik, Pak. Ini tadi yang ada di materi, ya. Nah, ini kan yang penting dia ada sirkulasi di dalamnya. Nah, bisa aja sirkulasinya dalam bentuk ee AC. Memang ada e perusahaan itu yang pernah bikin TPS tapi dia bikin AC dan ekha, Pak. Jadi, dia benar-benar full tertutup. Nah, cuma sirkulasinya itu dibuatkan kayak ruangan kita lah. Kayak ruangan ee dikasih AC dan dikasih ekhaus. Nah, itu juga boleh. Iya. Selama ada masih ada ventilasi di dalamnya. Dan jangan sampai kita bangun bangunan seperti ini full tertutup semua tapi tidak ada ventilasi nanti malah justru akan terjadi peledakan. He he. Ya, nanti kan ada B3-nya memuai atau apa atau ada terjadi reaksi dia tidak ada sirkulasi sehingga bisa terjadi peledakan. Nah, kaidah-kaidah seperti ini sebenarnya akan kita ee pahami. Biasanya tuh pada saat kita pengajuan rintek itu pada saat visit mereka akan melihat sih apa-apa yang mungkin kurang dari ee TPS. Oke. Oke. Saya dulu di perusahaan lama kami pernah mengajukan dulu dulu belum rinchek Pak, masih dalam bentuk izin ee TPS namanya. itu saya pas dulu itu karena baru-baru itu kita enggak punya di TPS itu bak penampung. Nah, tapi kondisi kami itu tertutup dan itu tuh memang diberikan ventilasi buatan ya dan itu di ACC. Tapi pada saat itu dia lihat oh kenapa ini tidak dibuatkan ke bak penampung. Nah, ternyata kami kekurangannya di situ. Sedangkan kemiringannya sudah sudah mengarah ke miringan ke bukan ke area pintu sesuai yang ee tadi nih. Nah, di sini kan kemiringannya ini kan pintu. Jadi kemiringannya itu harus membelakangi pintu ke arah belakang. Nah, di sini harusnya dibikinkan bak penampung. Nah, kami dulu tidak kami bikin tuh bak penampung karena memang belum tahu detail kan karena masih baru waktu itu perusahaan kami. Sehingga disarankan, "Oh, harus dibikin karena kan memang kita melakukan pembersihan langsung disedot." Oh, ternyata pada saat pembersihan harus dialirkan ke bak penampung ini, gitu. Seperti itu sih, Pak. Oke. Oke, Pak ya. Ee, Pak Boy, kurang lebih seperti itu. Ada lagi yang mau ditanyakan, Pak? Sudah, Pak. Bapak, Ibu yang lain. Saya izin mau tanya. Boleh, Pak? Boleh. Boleh. Iya. Di tempat saya itu kebetulan juga TPS-nya tertutup. Cuma yang mau saya tanyakan itu yang bug penampungan kami itu portable, Pak. Di bawahnya ee tempat paret-paret itu secara regulasi boleh saja atau enggak apa-apa, Pak? Atau harus ada bak penampung yang di belakangnya di dinding itu tadi? Nah, Bapak tadi bak penampungnya dalam bentuk apa? Portable. Portable kita ada bak penampung di bawah itu plastik portable untuk ditaruh atasnya palet-palet, Pak. Jadi kalau ada tumpahan itu masuk ke sana ke Iya, betul. Nah, selama ini pernah terjadi kebocoran enggak, Pak? Enggak sih, Pak. Karena tempat kami nyimpan tuh kan kebanyakan jerigen ya, Pak. Jerigen ditutup rapat. Jadi, kita antisipasi buat enggak tumpah itu kita kasih penampung itu portable, Pak. Karena secara konstruksi kan sudah jadi, Pak. Jadi, kita kan harus ada secondary containmentnya, Pak. Ya, itu dari kami seperti itu. Kalau secara regulasi itu menyalahi enggak, Pak, ya? ya. Ee sebenarnya kalau secara kaidah memang harus dibuatkan bak penampungnya yang permanen, Pak. Tapi terkadang di situasi kondisi yang ee kita lihat di lapangan kalau memang misalnya ee kayak saya tadi bangunan saya itu sudah jadi ternyata harus direnovasi dan terkadang kan misalnya bisa saja dia dalam bentuk bangunan gedung ya kalau di jadi TPS di atasnya di bawahnya itu misalnya ada basemen lagi. Nah itu tidak bisa dibongkar misalkan. Nah itu boleh menggunakan ee seperti Pak Alvin gitu. Nah, tapi kalau misalkan itu TPS-nya yang tadi sudah jadi, ternyata bak penampungnya [tertawa] tidak ada itu masih bisa dibuatkan itu boleh, Pak. Justru itu lebih bagus. I, Pak, izin menambahkan, Pak. Kalau itu penampungannya kita buat seperti drain sekecil parit gitu boleh Pak. Jadi, misalkan di ujung belakang itu kita tambahkan bak penampung kayak separit tapi buntu. Tapi tetap ditampungnya hanya di area situ ya, Pak. Jangan dialirkan keluar. Kalau drainas dianggapnya takutnya kan drainasnya dialirkan ke aliran ya. Nah, itu enggak boleh. Jadi selama dia hanya ditampung di area itu di area TPS matilah itu penampakan mati di sana. Nah, nanti itu bisa dengan mungkin dialirkan ke IPAL atau memang dilakukan penyedotan itu boleh ya. Boleh gitu ya, Pak ya. Oke, makasih ya, Pak. Kurang lebih seperti itu ya, Pak. Tapi Pak Arvin sudah ada rintech-nya kan? sudah ada, Pak. Nah, di dalamnya ada termuat tentang TPS-nya seperti apa? Iya. Jadi, kemarin ada modifikasi seperti itu sih, Pak. Di Rintchek itu nanti juga ada adendum katanya kan untuk dibak itu dibuatkan seperti itu sama sekarinment aja. Iya. Nah, enggak apa-apa, Pak. Nanti ee disesuaikan dengan yang hasil dari Rinteag-nya karena kan nanti bagaimanapun ee kita pelaporannya adalah ke DLH setempat. Nah, mereka yang akan memiliki kewenangan ee untuk melakukan audit di tempat kita. Siap, Pak. Baik, makasih ya, Pak. Ya, kurang lebih seperti itu ya, Pak. Ada lagi, Bapak, Ibu. Silakan Bapak dan Ibu. Kalau enggak ada kita lanjut ya, Pak Alvin. Baik, Pak Hendri. Silakan. Batuk. Maaf ya Bapak Ibu kalau misalkan saya izin ke toilet lagi. Saya kalau lagi batuk itu harus banyak minum. Oh iya sama Pak cuacanya sahabat juga sahabat di sini. Iya. Kalau banyak minum konsekuensinya pasti banyak ke toilet ya, Pak ya. Iya, Pak. Ya, kita lanjut Pak. Ee ini Bapak, Ibu tadi sudah sampai di sini ya untuk ee simbol-simbol dari limbah B3. Intinya simbol limbah B3 dengan simbol B3 itu hampir sama. Ee gambarnya hampir sama. Hanya membedakan kalau 5 B3 jangan lupa ada tanda merah seperti ini. Kalau dia hanya B3 ee ee itu tidak ada logo merah yang di bawah ini atau yang putih kalau untuk cairan sudah menyala. Oke, ini untuk labelnya. Nah, label ini sudah baku harus kita buat sesuai dengan ini. Di atasnya ada tulisan peringatan warna merah ya. Di bawahnya tulisan limbah bahan berbahaya dan meracun. Lalu di sini ada tertulis juga penghasil, alamat, telepon, nomor penghasil, tanggal pengemasan, jenis kode limbah, jenis limbah, jumlah limbah, dan sifat limbah. Ya, ini ukurannya lebarnya 15 cm, panjangnya 20 cm. Ini untuk ee label pemasangan simbol pada kemasan. Nah, simbol harus sesuai dengan karakteristik dari limbahnya. Pertama, harus sesuai. Lalu, apakah apabila memiliki lebih dari satu karakteristik, maka pilih karakteristik yang paling dominan. Harus melekat kuat pada kemasan dan dipasang pada sisi kemasan yang tidak terhalang dan mudah dilihat. Dan simbol tidak boleh terlepas, dilepas, diganti simbol lain sebelum kemasan dikosongkan dan dibersihkan dari sisa-sisa limbah G3. Lalu kemasan yang telah dibersihkan dari 5 B3 dan akan dipergunakan kembali untuk mengemas B3 harus diberi simbol yang kosong. Nah, untuk pemasangan label dipasang di sebelah atas simbol ya. Jadi sudah kebayang ya, Pak ya, di bawahnya simbol, di atasnya label ya. Lalu harus terlihat jelas jika kemasan dimasukkan lagi ke dalam kemasan yang lebih besar, maka kemasan lebih besar juga harus dipasang label. Lalu informasi dalam label harus lengkap, harus melekat kuat pada kemasan, dan dipasang pada sisi kemasan yang tidak terhalang dan mudah dilihat. Nah, ini untuk ee untuk pemasangan level. Untuk pemasangan simbol limbah B3 pada TPS, simbol dipasang pada setiap pintu dan bagian luar dinding tempat penyimpanan limbah B3. Jenis simbol harus sesuai dengan karakteristik limbah yang disimpan. Ya, apa jenis ee karakteristik dari limbah B3 kita yang ada di TPS itu semua simbolnya wajib dipasang di depan TPS tanpa terkecuali. Nah, ukuran minimum yang dipasang adalah 25 * 25 atau lebih besar harus dapat terlihat jelas dari jarak 20 m dan simbol tidak boleh terlepas atau dilepas kecuali jika akan digunakan untuk menyimpan 5B3 dengan karakteristik yang berlainan. Nah, ini simbol kemasan kosong. Bentuk dasar simbol belah ketupat dengan ukuran minimal 10 * 10. Lalu tulisan kosong berwarna hitam di tengah belah ketupat seperti ini seperti gambar. Nah, dipasang pada kemasan bekas kemasan 5B3 yang telah dikosongkan. Nah, ini label petunjuk tutup kemasan ya. Ini harus dibuatkan seperti ini. Panjangnya kurang lebih 15 cm, lebarnya kurang lebih 7 cm. Ya, ini kurang lebih seperti ini. Nah, ini tadi petunjuk ya. Yang ini petunjuk tutup kemasan bahwasanya tutupnya di atas. Lalu ini adalah ee label label di sini yang warna kuning ee data-data tentang perusahaan kita, tata tentang limbahnya. Ee di bawahnya baru simbol ya. Ini simbolnya misalkan ini adalah beracun. Nah, tadi kalau misalnya di dalamnya ini tuh ada dua karakteristik bisa korosif dengan beracun, nah berarti dituliskan dua ya. Kurang lebih ee seperti ini untuk pemasangan simbol dan label. Waktu penyimpanan limbah B3. Nah, itu 90 hari kalau dia lebih besar dari 50 kg per hari. 180 hari kalau kecil dari 50 kg per hari untuk kategori 1 dan 360 untuk 365 hari kalau kecil dari 50 kg per hari untuk 5 B3 kategori 2 dari sumber tidak spesifik dan sumber spesifik umum dan 365 hari untuk limbah B3 kategori 2 dari sumber spesifik khusus ini sudah tertuang di dalam ee PP22 tahun 2021 ketentuan penyimpanan untuk limbah medis ya infeksius ya eh ada Pak Fauzan ya enggak apa-apa kita bahas ya untuk limbah medis kategori infeksius ini tuh ee suhunya kecil sama dengan 0 derajat maksimal 90 hari suuhunya kalau lebih dari 0 derajat maksimal 2 hari. Nah, tadi yang saya sampaikan ya, Pak Pausan ya, intinya Bapak pastikan pulkasnya berada di suhu berapa. Kalau dia kecil dari kecil sama dengan 0 derajat Celcius, nah itu bisa disimpan maksimal sampai 90 hari. Kalau hanya kulkas biasa, berarti sama dengan penyimpanan PPS biasa. maksimal itu hanya 2 hari ya, Pak Fauzan. Masih ada Pak Fauzan enggak tertidur kan ini ya? Halo Pak Fauzan. E suaranya mungkin masih dimute. Oke. Monitor Pak Fauzen. Kopi. Janganjangan ni. Tes. Tes. Nah. Udah. Oke. Oh, ada ya. Berarti masih semangat ya, Pak ya? Masih, Pak. Tercopy, Pak. Tercopy ya, Pak. Sip. Jawab ya tadi pertanyaannya. Lalu untuk bahan kimia kadar luarsa tumpahan atau sisa kemasan radioaktif farmasi sitotoksik peratan medis yang mengandung logam berat tinggi tekanan. Bila baratnya besar sama 50 kg itu maksimal 90 hari dan kecil dari 50 kg itu bisa sampai 180 hari untuk kategori 1. Nah, kapasitas fasilitas penyimpanan limbah B3, jenis dan jumlah limbah B3 yang masuk atau dihasilkan, data perkiraan neraca penggunaan bahan atau historical data, lalu, massa simpan limbah B3, ketentuan teknis, fasilitas pendukung penyimpan limbah B3 misalnya volume bak menempung, jarak antar blok penyimpanan, jarak dari dinding blok penyimpanan, tinggi tumpukan 53 dan lain-lain. Ya, yang diatur itu kurang lebih seperti ini, Pak. Volumenya berapa, jaraknya antar penyimpan antar blok. dan tinggi tumpukan. Perhitungan kapasitas ya misalkan dia kapasitas untuk limbah B3 cair maka form kesannya sama dengan kapasitas 1 drom dikali berapa jumlah drom yang disimpan. Lalu untuk lembat jumlah keseluruhannya misalkan kapasitasnya satu kontainer ditambah jumlah kontainer yang ada. Nah, ini untuk fasilitas pendukung bisa mulai dari jarak bloknya minimal 60 cent atau 0,6 m, jarak ke dinding minimal 1 m, jarak ke atap minimal 1 m, volume bak penampunan sementara dan fasilitas bongkar muat. Ini harus diperhatikan untuk kapasitas penyimpanan limbah B. Nah, pencatatan limbah B3. Jenis limbah B3, karakteristik dari limbah B3 dan waktu diterimanya dari setiap orang yang menghasilkan limbah B3 itu harus tercatat. Nah, untuk ee jenis 5B3, karakteristik jumlah dan waktu penyerahan kepada pemanfaat 5B3 atau pengelolan B3 juga harus tercatat. Identitas setiap orang yang menghasilkan limbah B3, pengangkut limbah B3, penguatan limbah B3 dan atau pengolah limbah B3 serta harus ada neraca limbah B3. Ya, ini untuk neraca limbah B3. Di dalamnya memuat tentang uraian, sumber, jenis, dan karakteristik dari limbah B3 yang disimpan, jumlah atau volume limbah B3 yang dikumpulkan setiap bulan, dan jumlah atau volume limbah B3 yang diserahkan kepada pengumpul limbah B3, pemanfaat limbah B3, pengolah limbah B3, dan penimpun limbah B3 setiap bulan. Jadi, neraca itu dibuatkan setiap Nah, ini bentuk dari neraca 5 B3. mulai dari nama perusahaan atau ada logo atau kop surat di atas, bidang usaha, perode waktunya apa. Nah, di sini jenis awal limbah ya. Nah, nanti apa yang harus kita lakukan. Misalkan disimpan, berapa jumlahnya yang disimpan ya nanti ada yang dimanfaatkanah atau ada yang diolah, ditimbun dan segala macam. Nanti ada apakah ada residu atau tidak. Nah, jumlah limbah yang belum terkelola ada berapa? Nah, ini yang dibuatkan di dalam neraca limbah B3. Dan jangan lupa untuk beratnya di ee konversikan ke dalam ton. Makanya ketika kita nanti masukin limbah ke TPS di dalam lockbook itu harusnya jumlahnya dalam bentuk kilo karena nanti di pada saat direngkap ke dalam neraca itu harus jumlahnya dalam bentuk ton ya. ini untuk di bagian atasnya untuk jenis awal limbahnya berapa, jumlahnya berapa ya. Nah, ini untuk pengelolaannya apa yang dilakukan? Apakah disimpan saja, apakah ditimbun, apakah diserahkan ke pihak ketiga. Nanti harus ada misalkan disimpan ee tadi dihasilkan sekian. Nah, di di serahkan ke pihak tiganya sekian. Nah, nanti berarti totalnya cocok, tidak ada residu. Misalkan jumlah limbah yang belum terkelola sudah nol, berarti jumlah limbah yang tersisa juga nol. Nah, nanti dibuatkan di sini untuk ee kinerja pengelolaan limbah B3 selama satu periodenya. Nah, ini untuk logbook. Tadi ada yang menanyakan logbook ya, Bapak siapa tadi ya? Nah, ini untuk logbook 5B3 sudah sesuai dengan yang ditentukan berdasarkan Permen LK6 2021. di di kolom ini ee kalau bisa ini sudah dibakukan dibuat ada yang masuknya berapa, yang keluarnya berapa. Jadi nanti di logbook ini terlihat tanggal berapa dia masuk, tanggal berapa dia keluar dan jumlahnya apakah nanti ada sisa atau tidak. Nah, nanti terlihat di bagian keluar limbah B3 nanti di bagian kolom sisa ini. Kalau memang pada saat penyerahan ke pihak ketiga, mungkin saja ee kita sudah menyimpan cukup banyak tapi pada saat si transporternya datang tidak bisa mengangkut semua. Nah, itu juga bisa terjadi ya. Nah, itu harus kita tulis berapa, apakah ada sisa atau memang sudah terangkut semua ya. untuk logbook ini itu menyesuaikan di TPS. Jadi ketika dia ee masuk ke TPS itu wajib tercatat. Kalau memang setiap hari limbah B3 itu dihasilkan dari area produksi atau di area manaun ke area dimasukin ke area TPS. Nah, itu harus tercatat. Kalau setiap hari ya setiap hari, kalau 2 hari sekali ya 2 hari sekali. Nah, nanti dituliskan ke dalam logbook-nya. Pelaporan penyimpanan limbah B3. Dokumen pencataan limbah B3 wajib dilaporkan kepada pejabat penerbit izin. Pengolangan limbah B3 untuk kegiatan penyimpanan B3 sesuai dengan kewenangannya paling sedikit satu kali dalam 6 bulan atau dua kali setahun ya yang terdapat pada persetujuan lingkup ya. itu tadi untuk ee pengemasan segrasi dan ee penyimpanan limbah B3. Ada yang mau ditanyakan Bapak, Ibu? Ee silakan Bapak dan Ibu yang ingin bertanya. Eh, Ibu Hilia mungkin ada pertanyaan. Ibu Hilia Hilda. Hilia apa? Hilda ya? Hilia ya. Hilia. Betul, Pak. Sudah mulai ngantuk nih sepertinya, Pak. Kita kasih tugas aja B Pak. Iya. Kalau enggak ini sudah siap nih tugasnya. Kalau tidak ada saya mau coba kasih tugas kelompok ya, Pak Alvin. Boleh mungkin dibagi dua aja. Baik. 5 dan 4 berarti ya kelompoknya ya. Iya. Boleh. Mau dibuat breakout room atau di WhatsApp saja, Pak? Dibuatkan breakout aja. Jadi biar nanti Bapak ibunya bisa berdiskusi. Tapi saya enggak usah dimasukin ke breakout room. Baik. Baik, Pak. Bentar. Ee tapi saya belum menulis di Word sih apa tugasnya. Saya sampaikan secara narasi visual aja ya. Ya, boleh dibagi langsung aja Pak. untuk orang-orang bisa kelompok satu siapa, kelompok dua siapa. Oke. Baik. tugas yang untuk ee kelompok pertama ada Kak Fauzan, Pak Alvin, Pak Noval, dan Pak Rian. Oke, untuk kelompok dua ada Ibu Hila, Pak Juni, Pak dan juga Pak Boy. Mungkin nanti bisa diatkan. Bapak, Ibu sudah tahu teman kelompoknya dengan siapa? Inspeksi, Pak. saya fotokan, saya kirim ke dalam WhatsApp grup ya, Bapak dan Ibu untuk kelompoknya. Oke, sudah saya share Bapak dan Ibu untuk nama-nama kelompoknya di dalam WhatsApp grup sudah ya, Pak Alvin. Ya, sudah, Pak. Sudah. Oke. Ee untuk tugasnya saya ketikin langsung saja ya sekarang ya. He. Sudah terbaca Bapak Ibu? Iya. Saya jelaskan sedikit untuk tugas kelompok. Yang pertama nanti masing-masing kelompok boleh menentukan pilih salah satu perusahaan atau jenis kegiatan. Bisa mungkin dalam bentuk bisa saja laboratorium, bisa rumah sakit, pertambangan atau industri atau pabrik. Tapi jenis kegiatan yang Bapak, Ibu pilih ini tidak boleh ada di kelompoknya. Misalkan di kelompok satu dari empat atau lima orang, ternyata yang tidak ada rumah sakit. Kalau misalnya tadi ada pertambangan di dalam kelompok itu berarti enggak boleh pilih pertambangan. Jadi pilih jenis usaha yang tidak ada di kelompoknya. Ya, paham? Ee Bapak Ibu untuk pertama pemilihan jenis usahanya. Nah, lalu yang kedua identifikasi limbah dari jenis kegiatan yang Bapak Ibu pilih tersebut ya. Apa saja limbah yang dihasilkan nanti dibuatkan dalam bentuk tabel ya semuanya ada nama limbahnya apa, jenisnya kodenya karakteristiknya seperti apa. Lalu yang ketiga, lakukan analisa risiko atau dampak dari masing-masing jenis limbah B3 yang dihasilkan di perusahaan tersebut. Nah, yang keempat buatkan flowchart atau alur pengelolaan limbah B3 dari perusahaan Bapak, Ibu pilih tersebut. ya mungkin mulai dari pengurangan sampai ke pengolahan ya kan ada beberapa tadi itu pengertian dari pengolahan limbah pengurangan, penyimpanan, pengolaan atau penimbunan sampai e penimbunan dari pengurangan sampai penimbunan ya mungkin bisa saja sampai di ee pengolahnya hanya sampai di serah terima ke pihak ketiga itu juga boleh misalkan Bapak Ibu di perusahaan itu memang memiliki insinerasi berarti dilakukan pengolahan di tempat itu. Nah, nanti dibuatkan plcharnya sampai sedetail itu. Nanti yang terakhir ee jika terjadi kebocoran. Monggo Bapak Ibu waktunya kurang lebih 30 menit. Baik Bapak dan Ibu untuk waktunya itu sekitar 30 menit berarti di jam 10 ya Pak Hendri. Iya kirim ke ya. I baik nanti akan saya close untuk room-nya ketika waktunya sudah selesai. Oke, sip. Oke, sudah saya kirim ke Pak Alvin ya. Baik, Pak. Baik Bapak dan Ibu untuk soalnya sudah saya kirimkan di dalam WhatsApp grup untuk waktunya 30 menit ya Bapak dan Ibu. Selamat mengerjakan. Silakan MJ Pak Noval, apakah ada kendala, Pak? Oh. Mas Alvin ya, Pak Hendri ya. Ee paling ini hari ini sampai jam .00 ya. Oke, siap, Pak. Iya, .30 berarti mereka ee itu ya cock yang tugas ya. Oke. Jadi after ini apa? Cof break dulu apa Pak? Hah? Kan mereka lagi ngerjain tugas kan? Iya. Iya. after ngin tugas langsung dibahas atau kita langsung bahas aja? Oke, langsung bahas aja. Oke, siap. Jadi biar selesai jam .00 kalau kafe break itu kan misalnya kalau kita selesain set atau jam 5. Oke, ya. Oke, siap Pak Hendri. Siap. Oke, makasih Mas. Yo, sama-sama, Pak. Bagaimana Pak Henri? Sudah 30 menit kita close atau kita kasih waktu lagi monitor Pak Hendrik. Mas Alvin sudah pada selesai mereka? Sepertinya sudah, Pak. Sebentar. Kalau memang mereka sudahudah selesai, kita open aja langsung enggak apa-apa ya. Baik. Ee gimana Mas Alvin? Belum selesai ya? Mau 30 kalau enggak saya salat dulu. 5 menit lagi saya salat dulu boleh ya? Oh i silakan Pak. Siap. sudah Belum pada selesai. Baru kelompok satu saja, Pak. Oke, boleh dijoinin aja. Baik. Kelompok dua hampir selesai, Mas. Kenapa, Pak? Kelompok dua tadi sudah mau selesai apa gimana? Iya, sebentar lagi kata kelompok dua. Oke. Oke. Saya sudah st Bapak-bapak, saya izin gabung lewat buat HP ya, Pak ya. Sambil persiapan juga di sini untuk naik kapal. Baik, silakan Pak Alfin ya. Makasih ya, Pak. Saya izin dulu, Pak, ya. Oke, segera bergabung lewat handphone ya, Pak. Iya, siap, Pak. Baik, monitor Pak H. Peserta sudah semua di main? Baik ee sebentar mungkin boleh ditampilkan dulu. Baik, kelompok pertama siapa kira-kira yang mau share screen? Pak Fauzan mungkin. P sosial sudah terlihat. Sudah, Pak. Oke, siapa yang mau menjelaskan, Pak? Monggo, Pak Rian. Mungkin bisa dijelaskan kalau misalnya PO kalau saya terkendala siatnya. Oke, Pak terkendala sinyal. Oke, Pak Fan. Silakan, Pak Fuzan. Iya, biar mempat mempercepat ini ya. Biar kita cepat balik ya. I. Jadi untuk ee studi kasus yang kita ee lakukan ya Bapak-bapak dan Ibu sekalian. Jadi ee kita ambil studi kasus terkait ee di PT Astra Service Auto 2000 ya. Jadi untuk limbah B3-nya kita ada empat empat ee jenis. Yang pertama terkait oli itu A6 A10D kemudian sumber limbahnya dari kegiatan workshop. Kemudian untuk bentuk fasenya ee B3-nya itu padat. Nah, untuk karakteristiknya beracun, mudah terbakar masuk di kategori 1 untuk jumlahnya di 1000 kilo per bulan. Kemudian untuk nomor dua ini terkait orly bekas itu kode limbahnya B105D dari kegiatan workshop juga dalam fase cair. Kemudian untuk ee sifatnya beracun dan mudah terbakar. Kemudian masuk ke kategori 2 di 1000 kilo per bulan juga sama dengan oli. Kemudian untuk ee yang ketiga kain manjun bekas. Ini kode limbahnya B10D dari sumber limbahnya dari workshop untuk fasenya padat dan memiliki karakteristik beracun. Untuk kategorinya di kategori DU dengan khas dengan jumlah 100 kilo per bulan. Kemudian nomor 4 ee terkait aki atau baterai bekas A10D ini dari workshop juga ee melimbah padat kemudian bersifat korosif dan beracun memiliki kategori bahaya ee satu dan untuk hasil apa jumlah limbahnya 100 kilo per bulan. Nah, untuk analisis resikonya ee jadi untuk tiap-tiap limbah ini kan punya karakteristik limbah Bika tadi ya ee yang mana jika dibuang langsung ke dalam lingkungan ataupun apa ee terkena manusia dan hewan atau biota ee lainnya yang pertama seperti filter oli ini ee mengkontaminasi lingkungan sekitar. Kemudian untuk oli bekas ini ee dapat mencemari sistem drenase atau badan air di sekitar lingkungan industri. Kemudian ee kain maju bekas juga sama ini kontaminasi lingkungan di sekitarnya. Dan untuk AKI atau baterai bekas ini selain kontaminasi juga ee korosif atau dapat ee ee apa namanya melukai dan lain sebagainya ke lingkungan ataupun makhluk hidup biota-biota air seperti itu. Kemudian lanjut ke tugas ke1 2 3 keempat ya. Keempat ini terkait flowchart. Jadi untuk flowchart-nya kita bikin secara umum. Secara umum. Jadi ada segregasi, kemudian setelah segregasi, pemisahan limbah-limbah masing-masing jenis dari karak karakteristik limbah kita lakukan pelabelan dan juga pawadahan. Setelah kita lakukan pelabelan dan pewad, kita lakukan penyimpanan di TPSL D3. Kita pisahkan sesuai dengan jenisnya. Kemudian dan ee setelah itu kita catat untuk ee logbook-nya ya. dari limbah masuk berapa, nanti limbah keluar berapa untuk mencapai keseimbangan dari neraca LB3-nya. Nah, setelah itu kita lakukan pengangkutan dan pengolahan dari pihak ketiga. Itu secara umum seperti itu untuk flowcart pengelolaan limbah di PT Astra Service. Kemudian untuk tanggap darurat ee kejadian rumpahan. Jadi ada ee simpel aja maksudnya ee secara umum. Jadi, jika terjadi di TPS-nya atau di darat ee saat sebelum masuk ke badan air dan lain sebagainya, kita lakukan pengutipan ya. Pengutipan bisa jadi spill kit dari absorben apapun itu, absorben pasir, serboker ggajin dan lain sebagainya. Nah, kemudian dari absorben itu dari spil kit yang sudah dipakai itu kan terkontaminasi, kita lakukan pewhan ulang. Jadi dari hasil absolwenya itu kita lakukan ee pewad ulang kita wadah kita masukkan ke wadah terpisah lagi ke wadah baru yang kita simpan juga di TVS LP3. Kemudian untuk yang di air saat di air kita yang pasti saat terjadi pertumpahan ee pertama pastikan itu ada sumber-sumber kebocorannya dari mana, sumber-sumber apa, kontaminasinya dari mana. Yang pertama kita stop dulu untuk ee sumber kontaminasinya. Apakah dari kebocoran dari tangkinya, kebocoran dari secondary containment-nya. Nah, itu nanti kita bisa gunakan secondary conttainment atau pembersihan ya langsung ke sumber airnya. Yang pertama kita stop dulu untuk sumber pencemarnya. Kemudian hasil dari secondary contentment atau pengkutipan tadi yang ada di badan air kita simpan. simpan biasanya kita lakukan di jurigen atau di ee TNK AGC seperti itu. Jadi kurang lebih itu sih Bapak-bapak dan Ibu sekalian terkait ee pengelolaan limbah B3 di PT Astra Service Auto 2000. Dari saya ee cukup sekian mungkin ada komentar, ada pertanyaan dari Bapak-Bapak sekalian. Terima kasih. Baik terima kasih Pak Fauzan mewakili dari kelompok satu ya. Ya, kalau saya lihat secara ee untuk tampilan untuk yang bagian pertama ini sudah sesuai ya, berarti apa yang tadi kita bahas pada sesi latihan pertama sudah memahami semua ya. sengaja kita ulang untuk refresh di materi ini. Jadi nanti pada saat ee bersama asesor di hari ketiga Bapak Ibu sudah makin mantap untuk penjelasan bagaimana melakukan identifikasi ee limbah yang ada di perusahaannya masing-masing ya. Ini sudah sesuai. Lalu untuk yang analisa risiko ini kita lebih ke dampaknya ya, melihat dampaknya terhadap ee lingkungan atau harusnya di sini juga bisa melihat dampaknya terhadap manusia. Jadi jangan hanya terhadap lingkungan. Kalau bisa misalnya ada untuk ee filter oli atau kain majun bekas, apakah ada ee dampak terhadap kesehatan manusia? Nah, itu juga kalau memang ada boleh dijelaskan. Jadi, ini ditulisnya mungkin dampak saja. ya dampak ee lalu nanti ee Oh, ternyata setelah dilakukan misalkan di area perusahaan ini ya ee ditimbulkan limbahnya adalah Aki. Nah, aki itu di nanti munculnya itu di mana? Di bagian produksiah, di bagian apakah itu kalau bisa di floorchart-nya ditampilkan. Lalu dilakukan pelabelan dan pewadahan. Penyimpanan di TPS-nya kurang lebih berapa lama. Nah, lalu pencatatannya siapa yang melakukan kalau bisa dibuatkan flowchart-nya lebih detail ya. Terus nanti sebenarnya flowchart ini nanti berkaitan dengan SOP ya. Nanti besok mungkin kita akan lihat ee salah satu dari Bapak Ibu mungkin mempersiapkan SOP pengolah limbah di masing-masing perusahaannya. Jadi besok ee kita akan pilih siapa jadi volunteir untuk menampilkan SOP ee terkait bagaimana pengolan limbah B3 di area perusahaannya. Nah, apakah sudah ada flowcard-nya atau belum ya. Terus nanti untuk tanggap darurat ya ini sudah sudah mendekati. Nah, itu boleh dilakukan seperti misalnya ada kebocoran atau ada tumpahan. Nah, bagaimana melakukannya? Apa yang disiapkan? Misalnya dengan absorben atau dengan menggunakan spill kit ya itu boleh. Nah, lalu nanti ee penanganannya dan dibuangnya ke mana? Itu juga harus punya SOP tanggap darurat limbah B3 di masing-masing perusahaan ya. Ee ini untuk tanggap darurat nanti akan kita bahas di besok. Jadi ini itu sekarang minimal Bapak, Ibu sudah mulai tergambar apa-apa yang dilakukan terkait pengelolaan limbah B3 di perusahaannya. Oke, sudah baik. Boleh tepuk tangan untuk kelompok satu. Kita lanjut, Pak Alvin. Baik, silakan kelompok dua. Siapa yang mau share screen? Silakan Ibu Hil, Pak Juni, Pak, Pak. Siapa kira-kira yang mau screen? Silakan, Pak. Izin, Pak. Untuk tadi e terkendala pengumpulan kami bagi tugas tadi kan, Pak? Pengumpulannya tadi belum selesai. Berarti mungkin dari soal nomor pertama dulu gitu. Siapa ya yang mau share screen seperti itu? Oh, pertama dari mungkin, Pak. Oke, Bu Hil mungkin. Bentar, Pak. Ini sudah mau selesai. Baik. Ya. Ya. Pak. Ee Bapak Ibu sambil menunggu kelompok dua kita mungkin sedikit boleh bahas terkait BIT ya. Bapak, Ibu yang ikut MPLB3 dan PPLB3 ada tiga orang ya. Betul, Pak Hendri ya. Nanti akan menggunakan DIIT ya tiga-tiganya ya Pakin ya. Iya betul ya. Jadi ee mungkin sekilas Bapak Ibu sudah pernah terinfo tentang bagaimana untuk ee ujian kompetensi menggunakan DIIT belum? Ya, izin, Pak. Belum. belum ya? Ya, ini metode baru juga dari Oke, monitor Pak Henri suaranya putus-putus. ya nanti akan dipresentasikan. Nah, sudah ada materi yang ada di link terkait bagaimana ee contoh-contoh dari ee peserta sebelumnya. Apa yang disampaikan di dalam DIIT, apa yang harus Bapak Ibu lakukan, apa yang nanti dipresentasikan itu sudah ada. Nanti Bapak Ibu bisa lihat, bisa baca, bisa dipelajari dulu untuk ee bagaimana melakukan DIIT itu ya. Untuk Bapak-bapak yang di Bapak, Ibu ada Bu Hilia kan MPLB3 ya, Pak Fauzan berarti sama Pak Boy bertiga ya. Nanti akan diit pada hari ketiga ya bersama asesor-nya. Nah, untuk OPLB3 nanti itu ujiannya hanya menggunakan wawancara dan tertulis ya. Sedangkan kalau MPLB3 dan PPLB3 itu nanti ada ujian tertulis, ada wawancara dan juga DIP. Nanti Pak Alvin sudah di-share linknya untuk materi terkait DIIT. Kalau sudah nanti Bapak Ibu bisa pelajari dulu ya. Oke, sudah Bapak dan Ibu sudah ada di dalam WhatsApp grup di deskripsi grup ya untuk contoh-contohnya sudah ada ya. Saya sudah dapat info, Bu. Hilnya sepertinya sudah selesai untuk diit-nya. Nanti mungkin dibahas besok ya, Pak ya. Iya. Oke. Oke. Sekilas itu tentang DIIT ya, Bapak Ibu ya. Kelompok dua sudah. Sudah, Pak. Oke, monggo, Bu. Selamat ee sore Bapak-bapak semuanya. Di sini saya akan memaparkan ee tugas kita dari kelompok dua studi kasus dari Rumah Sakit Centra Medika. Di sini kita ngambil kita mengambil contoh ee empat limbah. Yang pertama jarum, pisau bedah, pecahan kaca, ampul. Di mana kode limbahnya A345-1. Sumber limbah dari workshop bentuknya padat, beracun korosif masuk kategori 1. Jumlahnya 100 kilo per bulan. Yang kedua obat kad luarsa dengan kode limbah A337-2. Workshop padat dan cair. Bentuknya padat dan cair. Karakteristik limbahnya beracun. kategori bahayanya di ee nomor satu jumlahnya 105 k 150 kilo per bulan. Yang ketiga, bahan bahan kimia medis dengan kode limbah A346-1. Sumber limbahnya workshop, bentuk limbahnya cair, karakteristik limbah beracun, K masuk kategori 1, jumlahnya 100 kilo per bulan. Yang keempat, limbah klinis. di mana kode limbahnya A337-1? Ee sebentar Ibu, punten saya potong. Limbah klinis ini maksudnya limbah apa ya? Ee kayak bentuk sarung tangan gitu, Pak yang terkontaminasi cairan ee cairan dari rumah sakit. Sama enggak dengan bagian dari kayak jarum, pisau, pecahan kaca. Ini benda tajam ya berarti ya. Iya. Nomor satu. Dua, obat kad luarsa. Limbah bahan kimia medis, limbah klinis. Ya. M sepertinya saya enggak nemukan kalau nama limbah B3 tuh limbah klinis. Nanti dicari lagi referensinya ya, Bu. Iya, Pak. Siap, Pak. Apakah namanya memang hanya limbah infeksius atau limbah padat medis? Iya, Pak. Iya, Pak. Ya, monggo. Lanjut, Bu. Analisa resikonya yang pertama jarum. Jarum, pisau, bedah, pecahan kaca atau ampul, dampak lingkungannya, kontaminasi infeksi dan bakteri menular. Yang kedua, obat kad luarsa berdampak pada kesehatan. Yang ketiga, limbah bahan dan kimia medis. Dampak lingkungannya menularkan penyakit infeksi menular dan limbah klinis, kontaminasi, infeksi, dan bakteri menular. Flow chart-nya pengolahan limbah B3. Limbah jarum suntik dikelola dengan cara pembakaran melalui insenerator. Limbah jarum suntik disarahkan ke pihak yang memiliki izin untuk pengolaan. Ee lalu pengurangan limbah jarum suntik dilakukan dengan memilih obat oral sebagai prioritas dari pada obat-obat daripada obat injeksi. Kemudian kegiatan pemeriksaan dan perobatan pasien. Selanjutnya, limbah jarum suntik dari pemeriksaan di rumah sakit memiliki karakteristik infeksius. Limbah jarum suntik dimasukkan ke dalam tempat penyimpanan limbah jarum suntik yang terdapat di dalam klinik. Limbah jarum suntik dikumpulkan dalam satu wadah di dalam TPS limbah B3. Limbah jarum suntik diserahkan ke pihak pengangkutan. Limbah jarum suntik dikelola dengan cara pembakaran melalui insenerator. Limbah jarum suntik diserahkan ke pihak yang memiliki izin pengelola. Pengurangan limbah jarum suntik dilakukan dengan memilih obat oral. Ini mungkin ee sama, Pak, prosesnya seperti itu. Ee lanjut ke tanggap darurat kejadian tumpahan. Jika terjadi kebocoran atau keadaan darurat, terutama terkait B3 limbah, langkah-langkahnya adalah ee yang pertama tetap tenang dan utamakan keselamatan. Yang kedua, amankan diri dan orang sekitar. Yang ketiga, hentikan sumber kebocoran jika aman. Yang keempat, cegah penyebaran. Yang kelima, laporkan segera kepada pihak yang terkait. Yang keenam, penanganan dan pembersihan. Mungkin itu aja, Pak, ya. Baik. boleh ee dilihat ke bagian analisa resiko. Iya, untuk analisa resiko karena dia kan sebenarnya limbah infeksius ya, kita bahasnya limbah infeksius, limbah medis ini mungkin juga akan berdampak terhadap kesehatan ya, bisa petugas, bisa OB yang bertugas ya kan, bisa eh nakesnya, nametnya ya kan. Jadi ini boleh ditambahin seperti tadi dampaknya itu mungkin bisa terhadap manusia, bisa terhadap ee lingkungan. Contohnya aja jarum suntik kan bisa aja ee mungkin mungkin aja dokter habis menyuntik untuk pasien yang mungkin tadi pasien HIV atau hepatitis ya kan. Terus tiba-tiba dia setelah disuntik misalkan ditaruh di meja enggak langsung dibuang ke apa namanya ee boks yang khusus untuk jarum suntik. Nah, tiba-tiba misalkan ada perawatnya enggak tahu ketusuk sama jarum suntik. Nah, itu juga kan bisa berisiko ya berisiko terjadinya penularan HIV melalui jarum suntik secara tidak sengaja hepatitis ya. Lalu itu dijelaskan boleh ditambahkan untuk dampak terhadap kesehatan atau dampak terhadap ee manusianya. Jadi kalau ini kan cuma dampak terhadap lingkungan. Nah, kalau dampaknya terhadap lingkungan, berarti Bapak, Ibu jangan menulisnya bakteri menular. Jadi terhadap lingkungan. Ada enggak kalau jarum pisau itu tuh terhadap lingkungan? Kalau memang tidak ada, dia tidak mencemari lingkungan. Nah, berarti kan tidak ada. Kalau obat kadal luarsa misalnya dibuang di sembarangan atau itu nanti bisa berisiko enggak terhadap air, udara, dan tanah. Nah, itu yang kajian terkait lingkungannya. Kalau manusianya apakah nanti berefek terhadap kesehatan manusia? Lalu untuk flowchart-nya ini terlalu panjang dan flowchart di sini itu saya lihat lebih membahas terkait hanya jarum suntik. Sedangkan kita bahasnya secara keseluruhan adalah limbah medis ya. Kalau rumah sakit berarti nanti boleh dimulai dari ee munculnya limbah itu dari mana ya. Habis itu setelah itu misalnya di area perawatan, area poli, area mana yang menghasilkan limbah dituliskan di flowchartnya. Nah, nanti misalnya dari itu dibuatkan ee floucher selanjutnya misalnya dia menghasilkan limbah jenis apa, lalu pengelolaannya seperti apa? Dibuang di wadah limbah medis atau dipisah segregasi. Misalkan rumah sakitnya ada perawatan kanker, berarti ada limbah sitotoksik ya kan. Kalau rumah sakit misalkan RSIA, RSIA dia tidak punya ee limbah sitotoksik bisa misalnya tidak pernah melewat kanker. Berarti kan limbah sitotoksiknya enggak ada. Nah, ini juga dijelaskan nanti di bagian ee flowchart-nya kalau memang di dalamnya itu ada limbah sitotok ya. Itu ini lebih terlalu panjang nanti enggak apa-apa seperti kelompok satu agak lebih simpel untuk flowchart-nya aja secara garis besar tapi jelas ee poin-poinnya dari mana limbah itu berasal terus dia menghasilkan limbahnya apa saja lalu pengelolaannya gimana gitu kan. Kalau rumah sakit pasti antar unit itu pasti berbeda untuk penghasilan limbahnya ya kan. Kalau perkantoran pasti bagian office-nya pasti tidak ada limbah medis. Tapi di area perawatan misal kalau di rumah sakit di RSUD atau di manalah RSUP pasti ada perawatan yang sifatnya kayak radioaktif ya kan ya. Radioaktif mungkin misal menghasilkan limbah cair. Nah itu boleh. Kalau misalnya rumah sakit yang Bapak Ibu pilih ee dia tidak menghasilkan limbah radioaktif berarti tidak ada gitu. Nah, belum nanti ditambahkan juga rumah sakit tidak hanya limbah medis, ada limbah B3 umum pasti ada aki ya kan ada lampu misalkan masih menggunakan lampu TL. Nah, itu juga bisa nanti dia ada IPAL pastinya. Nah, berarti kan ada slot-nya ya kan. Nah, makanya rumah sakit itu sebenarnya lebih tricky untuk pengolahan limbah B3-nya ya. Nanti di di detailin aja kalau sudah didiskusikan, sudah selesai dikirim aja ke Pak Alvin. Ini untuk pemahaman saja. Besok kita akan menyampaikan lebih mendetail ee bagaimana pengolaan limbah B3 ya. Baik. Ya, terima kasih Ibu dan Bapak Ibu dari kelompok du boleh tepuk tangan dulu. Oke, ee mungkin itu saja untuk pertemuan kita hari ini. Saya rasa untuk identifikasi limbah, untuk mengetahui limbah di perusahaannya masing-masing Bapak Ibu sudah memahami. Boleh dilihat juga nanti dirintech dan disesuaikan dengan yang ada di PP ee 22 tahun 2021. untuk lampirannya. Lampiran bagaimana kita menentukan ee jenis atau karakteristik serta kategori ee bahaya dari limbah tersebut. Dan semua sudah hampir benar. Dan untuk besok kita mulai di 8.30 ya, Pak Alvin ya. Berarti nanti kita akan mulai materi-materi ee terkait bagaimana ee pengelolaan limbah B3. besok kita selesaikan mulai dari pengolahan sampai ee K3 dan kedaruratan B3 itu sendiri. Paling ada empat ee PowerPoint yang akan kami sampaikan dan besok kita akan melihat ee bagaimana melakukan pelaporan secara aplikasi simpel ya. Mungkin Bapak Ibu yang sudah punya simpel, yang sudah menjadi PIC boleh nanti disampaikan ke Pak Alvin. Besok kita coba uji coba biar nanti dilihatkan bagaimana cara ngisi manifest melalui ee aplikasi simpel ya. Karena kan tadi ada beberapa peserta yang belum pernah lihat ee aplikasi simpel itu seperti apa. Oke, mungkin itu aja Pak Alvin. Saya serahkan ke Pak Alvin. Baik, terima kasih Pak Henri. Untuk Bapak dan Ibu, saya peringatkan kembali untuk mulai mencicil ditit-nya ya, Pak Fauzan. Eh, Pak Boy Devito untuk ee contohnya sudah saya kirimkan linknya di dalam WhatsApp grup untuk Bu Hilya. ee mungkin sudah selesai ya, mungkin nanti akan ada koreksi dari Pak Henri, besok akan kita bahas bersama. Baik, Bapak dan Ibu sudah cukup ya, tidak ada pertanyaan kembali. Jika sudah tidak ada akan saya tutup untuk training pada hari pertama kali ini. Baik, demikian untuk pemaparan materi dan tugas-tugasnya yang sudah berlangsung pada sesi pagi dan sesi siang pada hari ini. Terima kasih banyak untuk Bapak dan Ibu yang sudah mengikuti training pada hari ini. Sampai jumpa esok hari di jam training dan link Zoom yang sama. Eh, saya ucapkan terima kasih banyak untuk Pak Henri sudah memaparkan materinya dan juga kepada Bapak dan Ibu sudah bisa ee beristirahat dan melanjutkan aktivitasnya. Baik, terima kasih Bapak dan Ibu. Selamat beristirahat. Terima kasih Bapak Ibu. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima besok di izin Pak Juni. Pak Juni untuk e CV-nya nanti dikirim ke ee untuk berkas yang kurang itu masih CV-nya saja ya, Pak. Nanti bisa bantu dikirimkan ke dalam ee ke PIC-nya Pak Juni. Apa itu, Pak? yang apa, Pak? Cakasih. Oke, nanti tolong dikirimkan ya, Pak. Sama, Pak.