Training MPLB3 OPLB3 - 18 Desember 2025 - Sesi Siang
9Xuv-q8yqwU • 2025-12-18
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Selamat siang Bapak, Ibu, Pak Henri.
Kita masih menunggu tiga orang lagi ya
untuk sesi siangnya.
Baik, Kak Alvin kita tunggu dulu.
Oke, baik. Sudah lengkap semua Bapak dan
Ibu. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang semua
Bapak-bapak dan Ibu.
Selamat datang kembali di training MPLB3
UPLB3 ya pada sesi siang hari ini.
Gimana istirahatnya? Sudah makan, sudah
ngopi atau malah diisi dengan tugas nih
Bapak dan Ibu?
Oke, supaya lebih semangat lagi seperti
biasa kita yel terlebih dahulu ya. Masih
ingat enggak nih Bapak dan Ibu untuk
yelnya?
Oke, Pak Juni, Pak Rian Boy, Pak Reska
bisa dinyalakan terlebih dahulu untuk
kameranya.
Oke.
Oke, sudah lengkap semua Bapak Boy
Monitor.
Iya, Pak.
Oke. Baik, kita yel-yel terlebih dahulu
ya.
apapun sertifikasinya CAC solusinya CAC
pasti lebih kompeten. Oke, untuk
semuanya bisa dinyalakan terlebih dahulu
untuk mic-nya.
Oke, Pak. Oke. Oke, Pak.
Oke.
Oke, Pak Juni
diunmute dulu.
Oke. Baik. Sat du t
apapun sertifikasinya
solus
solusinya
pasti lebih kompeten.
Oke. Baik. Ulang sekali lagi ya
semuanya. 1 2 3. Apapun sertifikasinya
ada solusinya.
CAC
pasti lebih
lebih kompeten.
Baik, terima kasih.
Sudah lebih semangat Bapak dan Ibu untuk
tugas-tugasnya bagaimana?
Belum ada yang mengirimkan nih. Apakah
ada kendala dalam pengisian tugasnya
Bapak dan Ibu
atau sudah selesai? Cuma belum dikirim
aja nih ke dalam WhatsApp grup
belum selesai?
Pakum, Pak. Pak, masih pada bingung ini,
Pak. Cara ngernya gimana, Pak?
Langsung ditanyakan saja kalau masih
bingung, Pak.
Bagaimana, Pak Hendri? Peserta masih
mengerjakan tugas atau kita
bingungnya kenapa, Pak? Ya,
ini semua yang di sini, Pak.
semuanya kadisi, Pak untuk juga,
penyimpanan juga sama pengelolaan juga,
Pak.
Iya.
Yang di potensi dampak lingkungan kan,
Pak?
Iya, Pak. Yang di potensi dampak
lingkungannya, Pak.
Iya. Kalau misalnya di sana ada
dituliskan. Kalau menurut Bapak enggak
ada, berarti dikosongin aja.
Iya.
Belum ada yang siap ya, Pak?
Belum, Pak. Belum. Belum ada yang
mengirimkan.
Ee 10 menit lagi bisalah ya, Pak ya.
Bagaimana Bapak Ibu? Sudah selesai,
sudah bisa di tampilkan?
baru Pak Alvin saja, Pak, yang baru ada
di WhatsApp grup yang baru mengirimkan
ya
Ya, sambil nunggu yang lain mungkin
boleh di iniin aja kita mulai soalnya
takutnya engak keburu waktu itu. Baik,
Pak.
Oke, ini punya Pak Al
Fin.
Iya, betul, Pak.
Oke,
Pak. Nanti semisal izin, Pak. Semisal
nanti ada yang kurang tepat boleh
dikasih advice atau saran ya, Pak. Biar
nanti ke depannya lebih baiklah, lebih
benar pengisiannya ya, Pak.
Oke.
Pemantauan potensi dampak lingkungan
ini diading limbah B3 ke alamat
pengangkut. Kira-kira ada potensi dampak
lingkungannya enggak, Pak?
Kalau potensi pasti ada, Pak. ketika
loading itu. Iya. Sebenarnya tadi saya
mau tambahkan agak ragu juga kan potensi
juga bisikat saja.
Heeh.
Tumpah pada saat pengangkutan kan bisa
kita tidak level tidak level antara
benar
dataran dengan tempatnya itu pasti kan
ada potensi jatuh, Pak. Ketika jatuh
pasti pecah dan tumpah.
Iya.
Seperti itu. Itu resikonya.
Nah, dituliskan aja Pak enggak apa-apa.
Oke, nanti sekarang saya tulis langsung,
Pak.
Langsung aja dieditin.
Oh,
langsung ditambahin aja, Pak, biar
enggak ee nunggu-nunggu.
Yeah.
sudah langsung diedit, Pak.
Saya ngedit di Excel. Iya, Pak. Saya
ngedit di Excel saya ini, Pak. Itu yang
share screen tadi, Pak Alvin moderator.
Oh, oke. Oke.
Terus lanjut di peralatan dan
perlengkapannya ditambahkan
ini kalau kayak ee
fanest elektronik, kontrak kerja sama,
berarti kan ada peralatan juga tuh yang
dibutuhkan.
Oke, berarti ini semua item A sampai C
itu diisi lengkap, Pak, ya? Saya kira
tadi yang di
di apa? Di abu-abu ini enggak usah. Oh,
semuanya diisi, Pak, ya?
Isi aja.
Oke, Pak. Saya perbaiki dulu, Pak.
Oke. Lanjut ke bagian
apa tadi itu? Evaluasi.
Oke. Evaluasinya
dokumen teknis sudah disetujui. Dokumen
pertek dan AMDAL disesuaikan dengan
aktual apabila kompetensi personil baru
operator manajer belum
berarti belum ada manajernya ya Pak ya
Alvin ya.
Belum, Pak.
Tapi personilnya berarti ini ee Pak
Alvin sendiri.
Iya. Cuma nanti coba saya tanyakan lagi
ya, Pak, ke tim juga nanti apakah sudah
ada yang MPLB3nya. Harusnya sudah ada
sih, Pak. Cuman saya belum ada informasi
nih, Pak.
Oke. L PLB3. MPLB3 saya terasi.
Oh, maaf, Pak. yang kolom kondisi ini
belum saya edit tadi, Pak. Saya baru
tambahkan di dievaluasi saja ini.
Harusnya ini diperbarui juga ya sesu
dengan realis.
Iya. Disesuaikan dengan punya Pak Ali.
Oke, oke, oke, oke, oke, oke.
Jadi ee itu kan tadi saya ngasih drafnya
tuh contohnya kalau Pak Alvin Pak Alvin
kontak kerja samanya 3 bulan lagi
berakhir. Emang 3 bulan lagi berakhir
apa masih setahun lagi, Pak? Itu tadi
dapat dari yang Bapak saya belum ubah.
Saya cuma evaluasi aja.
disesuaikan sama yang punya Pak Alvin
misalnya dokumen teknis bersetujuan
sudah ada kondisinya kondisi di tempat
Bapak itu gimana sudah disetujui sudah
ada kan
lalu kompetensi personil misalkan ee
sudah ada manajer dan ininya dan
operator yang tersertifikasi itu juga
oke. kontrak kerja samamanya tinggal
dilihat nih sampai hari ini ee masih
berlaku atau tidak MOU-nya
I
ya kondisi pengelolaan ya pernah enggak
melebihi masa simpan atau memang sudah
sesuai dengan ee peraturan kita misalnya
maksimal 180 hari itu masih masih di
itu. Nah, K3 dan tanggap daruratnya
kondisinya gimana? Belum pernah terjadi
kecelakaan atau pernah terjadi
keselakaan kerja?
Oke. Oke, Pak.
Ya, laporannya boleh dilihat. Punten,
Pak Alvin
ya. Ini ee laporan pada saat pabrik di
tempat saya itu masih project ya, Pak.
Sebetulnya sampai sekarang masih
project. Kita nanti fully operasional
itu di awal tahun depan, Pak. Jadi
sampai sekarang itu statusnya masih
project.
Oke, berarti belum melaporkan ya. Ini
masih di dalam ee adendum ya.
Adendum. Betul.
kan ada dampak ke masyarakat sekitar dan
ee biota laut kan karena kita di laut
juga.
I oke terima kasih Pak Alvin. Nanti
diperbaiki aja ya. E laporan berarti kan
karena Pak Alvin belum ada pelaporan
yang rutin ya. Jadi kalau Bapak Ibu yang
bertugas yang lainnya di tempatnya sudah
ee pernah ada pelaporan nanti
discreenshot sudah ada bukti tanda
tangan elektronik atau apa penerimaan
lewat aplikasi simpel atau secara hard
copy. Nah, itu boleh ditambahkan di
sini. Oke, terima kasih Pak Alvin.
Alvin
OPLB3. Boleh Pak Alvin moderator,
Pak.
Dibantu
Pak.
Oke, sudah. Ibu Hil dan Pak Fauzan sudah
mengirimkan
Pak Fauzan boleh.
Oke,
Pak Hendri ini punya Bu Hilia.
Oke, baik
Bu Hilia sudah open mic ya.
Monitor Ibu Hil ya.
Iya, Pak.
Oke.
Oke. Kita lihat ya, Bu Helia ya.
Kembangan lima 5
online speed. Oke,
ke bawahnya. Boleh, Pak.
ini yang manifest elektronik
dampak lingkungan nya
penggunaan energi, penggunaan sumber.
Maksudnya gimana ini, Bu?
Itu ada lanjutannya, Pak.
Hah?
Di diklik diklik di ininya.
Maaf
itu ada lanjutannya itu
penggunaan sumber daya penghapusan
dokumen fisik
kesehatan dan keselamatan sanksi
perizinan pihak ketiga
kalau misalnya kalau terhadap lingkungan
enggak ada dikosongin aja enggak
apa-apa, Bu.
Ini kan kalau misalnya memang tidak ada
kerusakan data dampak pada lingkungan
dikosongin aja ya Bu.
Iya Pak. Siap Pak.
Jadi lengkap online.
Oke. Sip. Lanjut ke evaluasi.
penyimpanan
dokumen teknisnya apaan teknisnya sudah
ada ya Bu ya
sudah lengkap Pak
manajer belum ada
lagi pelatihan Pak
nah berarti sudah ee on proses tulisnya
I
operatornya belum ada
operator sudah ada, tapi masih pelatihan
juga Pak. Oke.
Kontrak kerja sama berakhir Oh, tahun
depan ya, Bu. Kondisi pengelolaan 5 B3
melebihi masa simpan. Ini pernah
melebihi masa simpan?
Pernah, Pak.
Sering, Bu. Setiap setiap akan diangkut
apa bagaimana, Bu?
Baru kemarin aja, Pak. Karena ada
pergantian.
Oke. Harus diperbaiki. Membentuk
pengolahan
kondisi pengolak memiliki musur.
Ini harus diperbaiki. Apa yang
dievaluasinya Bu di
kondisi pengelolaan?
Kondisi pengelolaan
evaluasinya harus diperbaiki. Maksudnya
harus diperbaiki apanya?
Yang sebelah mana, Pak?
Evaluasi yang di bagian
limbah B3 melebihi massa simpan.
Heeh.
Nah, dievaluasinya kan tuh harus
diperbaiki.
Harus diperbaiki ee kinerjanya, Pak.
Jadi ee kayak kemarin kan sempat ada
pending karena ada pergantian ee
pegawai.
Nah, itu mungkin bisa jadi ee apa?
bisa jadi evaluasi ke depannya kayak
kalau misalnya emang harus ada
pergantian mungkin tanggung jawabnya
diselesaikan dulu Bu gitu.
Oke, itu nanti ditulis aja seperti itu,
Bu.
Iya, siap, Pak. ya, pergantian P tidak
ee harus dilakukan
ee penataan ulang atau ee
ya bisa mungkin harus ada walaupun
mungkin belum ada yang langsung sebagai
P selanjutnya tapi mungkin boleh si
penanggung jawab sementaranya atau siapa
biasanya tuh kan kalau ketika kita yang
bertanggung jawab atau pelaksana itu
tidak ada kan bisa sebagai atasannya
yang dulu bekerja yang yang bertanggung
jawab sementara A itu juga bisa kan
kiga dan tanggung jawab tanggung
darurat tidak belum pernah terjadi
kecelakaan ya Bu ya pernah Pak
Debit R5
B
di itunya
di laporan di bagian laporan Pak Alvin.
Ini bukti pelaporan ke mana ya, Bu?
Ini penyerahan ini, Pak ee Slujo IPAL
untuk dimanfaatkan jadi bahan baku
semen.
Kalau yang pelaporan ke bawahnya ada
lagi?
Baru ini aja sih, Pak yang saya
cantumin. Saya baru dapat datanya ini
aja. Sisanya saya belum ee mempelajari
datanya, Pak.
Oke, nanti dilihat ya, Bu. Dan nanti ke
depannya berarti Bu Hilia sudah harus
mulai melaporkan secara rutin per 6
bulan dan per 3 bulannya sesuai
kewenangan masing-masing. Tinggal
dilihat intinya Ibu tinggal lihat
rinteek dan persetujian lingkungannya
nanti ee
apa di UKL-UPL RKL RPL-nya dilihat atau
AMDALnya pelaporan
itu wajibnya kapan. Kalau dulu tuh ada
di matriks di bagian AMDAL itu sudah
dijelaskan saya melakukan pemantauan ini
pelaporannya sekian terus dilaporkannya
ke itu tuh harus kita lakukan pemanuhan
seperti itu khusus untuk limbah B3 nanti
dilihat di bagian ee
AMDALnya RKL UPL-nya
Kak
int ya diperhatikan.
Oke. Baru dua ya Pak Alvin ya.
Ee Pak Fauzan satu lagi Pak Hendri.
Boleh Pak. satu lagi Pak Alvin.
Baik.
Oke, berikut Pak Fauzan. Sudah bisa
dinyalakan mic-nya, Pak Fauzan.
Nice
limbahnya tiga
Mek
ini yang manifest sama kontrak kerja
samamanya mungkin bisa dilengkapi juga,
Pak, untuk frekuensi pelaporan.
Oh, frekuensi pelaporannya ya berarti
ya. Oh,
iya. Dampak lingkungannya mungkin
kosong.
Jadi bisa pak
manif ini ya sesuai saat pengangkutan
ya. Iya.
Kontrak kerja sama frekuensinya. E
berarti nanti pemantauannya sekali
setahun kan biasanya.
Satu kali setahun setiap pembaruan
kontrak berarti ya, Pak.
Iya.
Baikbaik Pakizinan.
Oke. Sip.
Lanjut.
Penyimpanan sudah disetuju? Dokumenya
sudah disetujui?
Sudah, Pak. Rintech, Pak. Kita adanya.
Iya.
Pelatihan sedang proses kan ini ya, Pak
ya.
Iya. Ini belum saya update ini. Ini
catatan yang dari itu Pak.
Kontrak kerja sama masih berlaku.
Masih berlaku, Pak. Sampai
dituliskan masih berlaku. Hingga kapan?
Lalu dievaluasinya nanti akan dilakukan
review.
Baik, Pak.
Oke. Kondisi pengelolaan tidak ada 5 B3
yang melebihi masa simpan
ketiga dan
oke lanjut di evaluasinya nanti jangan
lupa ya Pak Fauzan dilengkapi ya. Oh, I
yang tadi baik, Pak.
Laporan implementasi ini sudah
memberikan pelaporan?
Sudah, Pak. Ini yang semester 2 tahun
ini, Pak. Ke
baru disubmit hari ini.
Oh, baru di-submit, ya?
Iya. Hari ini ke kawasan, Pak, dari
vendor pihak ketiga.
Oke, boleh discroll ke bawah.
lagi ke bawah
terus. Terus ini. Oh, ini pelaporannya
yang di sini screenshot ya.
Iya, Pak. Pelaporan yang laporan
implementasinya.
Oke. Iya. Laporan 6 bulannya ini ya
semestaran ya.
Iya, betul betul.
Oke. Ke bawah, ke bawah.
Cuman belum ada bukti serah terima
pelaporannya ya, Pak ya. adanya yang
semester 1 ada, Pak?
Ada ya?
Iya.
Udah yang lewat TTE tanda tangan
elektronik juga
yang
kayaknya pakai deh. Sebentar saya coba
cek dulu, Pak. Oke.
Oh, ini ni
Oh, hanya bukti submit aja, Pak.
Bukti submit doang ya? Belum ada yang
tanda terimanya ya?
Belum ada yang tanda terimanya.
Nanti boleh dilihat ya, Pak. Itu kalau
memang sudah ada bisa di-download.
Heeh.
Untuk dilampirkan kalau misalnya ada
audit atau apa itu bisa dilihatkan. Oke.
Ini sudah ada bukti pelaporan juga sudah
ada. Oke, terima kasih Pak Pauzan.
Iya, Pak. Eh, Pak. Mau sekalian tanya
berarti kalau yang RKL RPL ini yang
nanti masukin ke simpel itu vendor atau
kita sih, Pak? Pelaporannya kita ya
berarti ya?
Kita.
Oh, oke oke oke.
Baik, Pak. Terima kasih, Pak
ya. Siap. Sama-sama Pak kita yang
melakukan pelaporan, Pak. masalahnya.
Jadi kalau bisa kita langsung yang
upload, kita yang ee melaporkan nanti
tinggal kan sudah ada akun simpel ya.
Ya
gitu ya, Pak Fan ya.
Baik, Pak. Terima kasih.
Oke. Sip. Sudah tiga. Mungkin yang lain
nanti boleh menyesuaikan saja.
untuk tugasnya sudah pada mengirim
semua, Pak Alvin?
Satu lagi.
Oke, sebelum masuk ke materi selanjutnya
kita tunggu satu lagi ya, 3 menit ya.
Biar selesai semua langsung masuk ke
materi.
Berikut Pak Henri.
Berikut Pak tugas dari Pak Rka.
Pak Riska satu perusahaan dengan Pak
Juni. ni
ke bagian evaluasinya, Pak Alvin.
ini menetapkan amal batas zat atau komen
perolehkan bukan menetapkan amal batas
ya Pak karena kita kan sudah amal batas
itu sudah ditetapkan oleh ee
apa dari kementerian ya. Jadi kalau dia
tidak memenuhi baku mutu berarti kan
harus dicek bagaimana pengolahan air
limbahnya. Jadi evaluasinya di ee
IPAL-nya mungkin ya di proses
insenasinya kalau dia mengguna
insinerasi
tadi di pemantauan Talvin boleh dibalik
lagi
ya yang kerusakan lingkungan akibat
aktivitas itu juga mohon diperhatikan
lagi. Kalau menurut saya ini dihilangin
aja enggak apa-apa.
Oke.
Laporan
laporannya belum ada, Pak.
Monitor, Pak Res.
atau Pak Juni mungkin yang mau menjawab
ya, Pak. Mungkin untuk laporannya sejauh
ini kalau di sini itu kita sebagai
pembantu aja, Pak. Ya, untuk laporannya
itu ee biasanya ee kita yang di lapangan
itu kita laporkan dulu ke atasan. Jadi
biasanya yang mengerjakan laporan itu
dari atasan kita, Pak.
Iya. Nanti ee dilihat aja, Pak. Bisa
sudah pernah dilaporkan atau belum.
Oh, siap. Iya, Pak. Nanti saya tanyakan,
Pak. Ke atasan, Pak.
Oke, siap. Nanti dicek aja, ya, Pak.
Yang penting sudah ada bukti pelaporan
kita.
Siap. Iya, Pak.
Kalau memang ada yang sifatnya pelaporan
secara manual ke Dinas Lingkungan Hidup
itu boleh kan ada bukti serah terima
laporan. Terus kalau yang kementerian
kan melalui aplikasi simpel berarti
harus ada tanda tanda terima
elektroniknya. Nah, itu harusnya di fil.
Oke. Oke, lanjut. Oke, terima kasih Pak
Bapak Ibu yang sudah ee mengerjakan
tugasnya. Kita lanjut ke materi ya.
Materi terakhir.
Sudah terlihat slide-nya Bapak, Ibu?
Sudah, Pak. Sudah terlihat.
Baik. Ee kita lanjut ke materi terakhir
terkait kedaruratan dan tindakan K3
terhadap bahaya dalam pengolan limbah
P3. J mau apapun pekerjaan kita, mau
jenis apapun termasuk hanya di office
juga itu pasti ada risiko kecelakaan
kerja. Makanya selalu ada yang namanya
K3, kesehatan dan keselamatan kerja.
Kompetensinya yaitu menyusun rancangan
program kedaruratan pengolan limbah B3.
Di sini ada tiga elemen kompetensi.
Menganalisis data dan informasi bahan
penyusunan program kedaratan pengolan
limbah B3. lalu menentukan potensi
risiko kedaruratan pengelolaan limbah B3
dan menyusun muatan program kedaruratan
pengelolaan limbah B3. Ya, untuk uraian
kerjanya bisa dilihat di sini ada
beberapa dari masing-masing elemen
kompetensi.
Lalu melaksanakan penanggulangan
kedaruratan pengelolaan limbah grafika.
Ya, kalau yang tadi adalah rancangan
kedaruratan, kalau yang isinya
penanggulangan kedaruratan.
Ada empat elemen kompetensi di dalamnya,
yaitu melakukan verifikasi informasi
kejadian kedaruratan, melakukan
persiapan sumber daya tanggap darurat,
lalu menentukan metode penanggulangan
kedaruratan limbah B3 dan menyusun
laporan penanggulangan kedaruratan. Ya,
ini ada beberapa dari kriteria kerja
dari masing-masing elemen kompetensinya.
Lalu untuk K3-nya di sini ada empat
elemen kompetensi yang akan kita bahas
akan dilakukan yaitu mengidentifikasi
bahaya dan risiko kecelakaan kerja pada
saat mengelola limbah B3 lalu melakukan
tindakan untuk mengurangi bahaya dan
risiko kecelakaan kerja pada saat
mengelola limbah B3. Menangani
kecelakaan kerja pada pengola limbah B3
dan melaporkan hasil tindakan K3 dalam
mengolah limbah B3. Nah, ini bisa
dilihat untuk kriteria kerjanya. Nah, di
sini di bagian pertama untuk kriteria
kerja itu masih melihat material safety
data seat ya. Kemarin kita sudah bahas
di mana di dalam MSDSI itu sudah ada ee
informasi-informasi terkait apa ee APD
yang kita gunakan, bagaimana
penanganannya, kalau misalnya kita
terpapar itu harus seperti apa. Nah,
MSDS itu adalah penting. Jadi ketika
suatu perusahaan menggunakan
barang-barang yang sifatnya atau
kategorinya masuk ke dalam B3 itu wajib
disertakan dengan MSDS dan itu harus ee
terdokumentasi dengan baik. Jadi ketika
di kecelakaan kerja kita melihat apa-apa
yang harus dilakukan ee pada saat
terjadinya paparan dan bagaimana
pengelolaan limbahnya serta ee
pencegahan bila ee untuk pencegahan agar
tidak terjadi kecelakaan kerja. Salah
satunya menggunakan rincian APD yang di
ee sampaikan di dalam MSDS tersebut. Oke
ya. Ini pengertian dari kedaruratan
penawalan batiga itu adalah suatu
keadaan bahaya yang mengancam
keselamatan manusia yang menimbulkan
pencemaran dan atau kerusakan lingkungan
hidup dan memerlukan tindakan
penanggulangan sesegera mungkin untuk
meminimalisasi terjadinya tingkat
pencemaran dan atau kerusakan yang lebih
parah. Program kedaruratan pengolan B3
dan atau limbah B3 adalah dokumen
perencanaan sistem tanggap darurat yang
memiliki komponen infrastruktur dan
fungsi penanggulangan. Program
kedaruratan polar B3 dan atau limbah B3
disusun berdasarkan identifikasi risiko
kedaruratan. Pengolaan B3 disusun dan
atau limbah B3.
Ya, ini kerangka program kedaruratan.
Ada beberapa ee
hal yang perlu ditulis di dalamnya untuk
program kedaruratan,
ya. Ada pendahuluan, ada hasil
identifikasi risiko, ada infrastruktur,
fungsi penanggulangan, dan kesimpulan
penutup.
Nih, ini muatan program kedaruratan
malam B3 yaitu infrastruktur, ada
organisasi yang bertanggung jawab, ada
koordinasi, fasilitas dan peralatan
termasuk peningkat peringatan dini dan
alarm. Lalu proses penanggulangan
pelatihan dan ee simulasi atau geladi
kedaruratan.
Untuk fungsi penanggulangannya
identifikasi pelaporan dan pengaktifan
tindakan mitigasi tindakan perlindungan
segera
lalu tindakan perlindungan untuk petugas
penanggulangan keadaan darurat pekerja
masyarakat dan lingkungan hidup lalu
pemberian informasi dan instruksi pada
masyarakat.
Ya, ini penyusunan program kedaulatan
B3. Program kedaulatan B3 memuat rencana
pelaksanaan pencegahan, kesiapsiagaan,
pelaksanaan penanggulangan.
Lalu penyusunan program kedauratan
pengan B3 dan atau limbah B3 dilakukan
dengan memperhatikan hasil identifikasi
risiko kedaruratan pengolan B3 dan atau
limbah B3
ya. Identifikasi risiko memuat informasi
jenis kegiatan sektor industri,
klasifikasi B3 dan atau kategori dan
karakteristik limbah B3, jumlah B3 dan
atau limbah B3, potensi ancaman secara
langsung atau tidak langsung terhadap
keselamatan jiwa manusia dan potensi
ancaman gangguan terhadap fungsi
lingkungan hidup.
Nah, itu untuk identifikasi risiko.
Lalu, hasil identifikasi risiko tersebut
selanjutnya dianalisa dengan
mempertimbangkan kapasitas yang dimiliki
di suatu unit kerja. Nah, kapasitas
tersebut berupa sumber daya manusia,
biaya, kebijakan, dan SOP yang
diterapkan, fasilitas dan peralatan yang
dimiliki, dan sebagainya.
Nah, ini untuk matriks identifikasi
risiko kedaruratan,
jenis B3, 5 B3, jumlahnya,
karakteristiknya apa, kategori limbah,
potensi bahaya, resiko perotannya apa,
nanti ada kapasitas dari perusahaan
mulai dari SOP-nya, personil yang
bertanggung jawab, dan fasilitas dan
peralatan penanggulangannya.
Identifikasi baya bisa kita gunakan
dengan menggunakan JSA
atau hazard identification atau
assessment and control.
DSA disusun oleh pelaksana pekerjaan dan
setuju oleh kepala atau manajer K3L atau
HSE perusahaan di tempat pekerjaan
dilakukan atau owner.
Nah, ini contoh hira dari identifikasi
risiko ya.
Bapak, Ibu bisa lihat mulai dari oh
penimbang limbah B3 atau mengangkat
kemasan. Kemasannya bisa robek akibatnya
mungkin bisa jatuh tertimpa kaki memar
atau kalau yang
di rumah sakit yang ada jarum suntik
bisa ter ee tertusuk jarum itu juga bisa
kondisinya misalkan tidak rutin
ya. ini identifikasi pengendalian
menggunakan APD,
lalu penanggung jawabnya siapa, lalu
resikonya nanti menggunakan matriks
ya. Ini untuk matriksnya.
Kalau misalnya
ee Bapak Ibu sudah pernah pelatihan
ee K3 ini bisa dilihat matriks hampir
sama sih untuk kita menggunakan
identifikasi risiko ya. dilihat
server-nya, dilihat hood-nya. Nah, nanti
tinggal disesuaikan berarti tinggal
tarik berdasarkan matriksnya
ya. ini identifikasi,
ini matriks. Nah, ini kurang lebih
kriteria kapan dia dikatakan ee masuk
kategori dari lael itu kemungkinan dari
bahaya.
Ada kurang lebih lima, jarang terjadi,
kemungkinannya kecil mungkin terjadi
kemungkinan terjadinya besar atau hampir
pasti.
Jadi tingkat kemungkinannya. Nah, nanti
severity-nya itu akibat yang ditimbulkan
ya keparahannya. tingkat keparahan kalau
ditimbulkan apa tidak signifikan kecil,
sedang, berat atau menjadi bencana.
Ya, ini saya rasa Bapak Ibu sudah
sedikit banyak sudah tahu bagaimana
untuk melakukan ee penilaian risiko.
Nah, ini untuk
hierarki pengendalian risiko. Hierarki
itu berarti kan kita mulai dari harus
mengeliminasi, mensubstitusi, rekayasa
teknik, pengendalian administratif,
serta penggunaan alat pelindung diri.
Jadi dari hierarki itu paling tinggi itu
harusnya kita menghilangkan dulu sumber
bahaya di tempat kerja ya. Misalnya
menggunakan ee perangkat mengangkat
mekanik untuk menghilangkan penanganan
bahaya manual. Jadi kalau kita terkadang
suka lihatnya ya sudah untuk
menghilangkan resiko ini ya sudah pakai
APD. Nah, padahal secara hierarki
pengandalan risiko untuk penggunaan APD
itu adalah hierarki paling rendah ya.
Sudah tidak bisa dikurangi, tidak bisa
digantikan, tidak bisa dilakukan
rekayasa teknik, maka baru terakhir
dengan menggunakan APD. Dan APD juga
terkadang sudah diharuskan dipakai, tapi
banyak dari kita terkadang suka ee
pekerja itu tidak mau menggunakan APDK,
bisa aja kadang tidak nyaman atau segala
macam sehingga mereka tidak mau
menggunakan HP ya. ini untuk hierarki
pengendalian risiko. Potensi bahaya dari
limbah B3. Bahaya limbah B3 bisa dilihat
dari MSDS B3 tersendiri. Dampak
kecegahan kerja dapat dilihat dari
bahaya limbah B3.
Ini inventarisasi dari MSDS dan B3 yang
digunakan.
Pemahaman terhadap MSDS itu sangat
penting ya kemarin dan tadi juga kita
sudah ulang-ulang bahwasanya memang MSDS
itu sangat penting ketika kita
menggunakan B3 di tempat kerja.
Nah, di sini ee ada bagaimana cara
penanganan kalau kebakaran, cara
penanganan tumpahan, pengolaan limbahnya
kalau kita terpapar seperti apa
ya. Ini contoh MSDS kemarin kita sudah
lihatkan.
Nah, ini dampak dari kecelakaan kerja.
misalkan kerugian materi, kerugian non
materi, ya bisa saja ee kerusakan
peralatan, kerusakan sarana prasarana,
proses produksi terganggu ya untuk
materi. Nah, untuk non materi kesehatan
terganggu akibatnya pada mental bisa aja
ee mungkin
ee cacat atau apa ya kan kita tergantung
dari paparannya. Lalu ada dampak
kelanjutan dan segala macam. Ini kurang
lebih dampak dari kalau terjadi
kecelakaan kerja.
Untuk metode penanggulangan kedaruratan
harus kita lakukan kajian cepat kondisi
kedaruratan, penghentian sumber
kedauratan, dan pengisolasian area
kejadian.
Ya, langkah penanggulangan kurang lebih
seperti ini. Mulai dari informasi
kejadian, pengaktifan tim tanggap
darurat, lalu pengamanan lokasi kejadian
dan informasi awal kepada masyarakat
mengenai kejadian kecelakaan.
Ini ee kurang lebih adalah skema
bagaimana melakukan ee langkah-langkah
penanggulangan keadaan darurat
ya. Ee di sini di tindakan penolangannya
ini Bapak Ibu bisa lihat adanya
pemberian informasi mengenai peringatan
adanya kedorotan pengelolaan limbah B3,
lalu penginolasian pencemaran lingkungan
hidup atau sumber kedauratan,
penghentian sumber pencemaran lingkungan
hidup dan keratan dari pengelolan BAB
B3, serta cara lain sesuai pengembangan
ee teknologi.
Nah, kalau misalkan dari ee step-stepnya
itu menentukan adalah kedaruratannya
setelah berakhir, maka harus dibuatkan
laporan kedaruratan. Nah, sampai di
penentuan pemilihan fungsi ee lingkungan
hidup.
Peralatan tanggap darurat ada alat
peringatan dini alat ada gas detektor ya
alat pendeteksi keboraran pipa alat
pelindung diri eh alat yang digunakan
untuk penanggulangan keduatan kebakaran
misalnya tremikal water spray alat
digunakan untuk penanggulan peratan
tumpahan misalkan spill kit absorbent
oil boom segala macam ya biasanya kita
kalau untuk tumpahan itu kita sudah
lengkapin namanya ee spill kit di dalam
itu sudah ada absorbennya, sudah ada e
kelengkapan-kelengkapan APD dari spill
kit. Nah, itu harusnya nanti dibuatkan
prosedur penggunaan spill kit dan
disosialisasikan ke orang-orang yang
mungkin dia akan terdampak atau terkena
dan berisiko
ketika terjadinya kecelakaan ee tumpahan
dari B3. Nah, jadi spill
kitosialisasikan
penggunaannya
petunjuk arah angin, alat komunikasi dan
emergency kit, serta peralatan untuk
kebutuhan pengamanan. Ini beberapa
peralatan yang dibutuhkan untuk kita
tangkap darurat dari limbah P3.
Contoh kedaruratan
bongkar muat B3 dan atau 5 B3. Misalkan
pada saat aktivitas loading B3 ke dalam
truk tangki terjadi overloading
sehingga B3 tersebut tumpah ke media
lingkungan. Nah, ini misalkan tadi pada
saat loading muatan bisa saja dia
overload sehingga eh limbahnya itu
jadinya tumpah. Nah, dikarenakan sifat
PTI tumpah tersebut flemable maka
terjadi juga kebakaran. Nah, dia
flemable mudah menyala berarti bisa
berdampak terhadap terjadinya kebakaran.
Nah, kondisi tersebut dapat menjadi
kederatan mengang B3.
Nah, prinsip khusus dalam penanganan
tumpahan B3, amankan bendung, serap, dan
bersihkan.
ABSB, amankan bendung, serap, dan
bersihkan. Amankan itu adalah amankan
diri dan lokasi kejadian untuk melakukan
kegiatan pengamanan. Kita wajib tahu
tentang segala informasi mengenai bahan
kimia tersebut melalui MSDS. Misalkan
bahan kimia yang tumpah adalah bahan
kimia mudah terbakar. Berarti di lokus
sekalian tidak boleh ada sumber panas
dan listrik
ya. Ini untuk diamankan. Lalu yang kedua
dibendung. Kegiatan dilakukan untuk
menghentikan aliran dari tumpah B3 dan
mencegahnya
semakin meluas sehingga memasuki saluran
air.
Lalu ee apabila kebocoran terdiri pada
pipa, hal yang dapat kita lakukan adalah
mengutup valvnya atau mematikan pompa
terlebih dahulu sebelum mengundung bahan
kimia mengenai menggenang di lantai. Ya,
itu dengan cara membentuk.
Lalu prinsip ketiga diserap. Serap
berarti kita harus menggunakan ee benda
khusus yang untuk penyerapannya yaitu
absorben.
Tengah-tengah genendangan bahan kimia
tanpa melakukan perenang lebih dahulu
maka genendangan tersebut akan cenderung
semakin melebar. Maka bendunglah
terlebih dahulu sisi luar penanganan
sebelum melakukan penyerapan.
Lalu dibersihkan. Membersihkan absorben
yang terkontaminasi bahan kimia adalah
hal yang wajib dilakukan. Segera biskan
TKP dan buanglah limbah tumpahan ke TPS
B3. Jadi kalau ada tumpahan B3
tetap dibuangnya harus ke B3 walaupun
kita sudah menggunakan seperti
seperangkat spill kit.
Tindakan pengurangan bahaya dan risiko
menyiapkan peralatan dan perlengkapan K3
lalu menggunakan APD sesuai standar dan
pemberian pengaman pada lokasi yang
berbahaya.
Ya, ini
beberapa peralatan P3K
yang harus kita siapkan ya. Ini
sebenarnya sudah ada di Permenaker
tentang P3K.
Nah, ini untuk ada jenis kotak A, kotak
B, kotak C. Apa aja yang sebenarnya di
kotak A itu isinya? Nah, ini Bapak Ibu
harus tahu. Jadi, ee kalau misalnya
punya kotak P3K di depan TPS, nah isinya
kurang lebih harusnya memuat ini.
Bapak, Ibu ada yang punya kotak P3K
di tempat kerjanya?
Ada, Pak. Pasti, Pak.
Ada, Pak.
Ada ya, Pak Reska?
Ada, Pak. Ada Pak
sudah sesuai dengan ee ketentuannya,
Pak. Kotaknya jenisnya mana
tadi, Pak?
Bapak kotak ketigakan-nya menggunakan
yang mana, Pak? A, B, C.
Mm. Kas khusus
yang A, Pak?
Yang A jumlah pekerjanya hanya 25 orang.
Itu di setiap lokasi, Pak.
Oh, di tiap-tiap lokasi ya.
Titiap setiap lokasi itu ada
kotak P3K-nya.
Setiap jarak berapa, Pak?
Setiap kayak suatu
apa namanya itu gedung
atau blok.
Oke, itu sudah ada ya. Tapi pernah
dicek, Pak, yang penanggung jawabnya
siapa? K3-nya, HSE-nya
ya untuk penanggung jawabnya safety,
Pak.
Ya, safety ya. Ya, biasanya mereka tahu
sih mana-mana yang harus di ee cek dan
ada yang ada masa ee kaduarsanya. N.
Jadi jangan sampai nanti tidak tercek
terus nanti sudah pada luarsa. Misalnya
providon iodin ini tuh kalau bahasa kita
itu ee betadin ya. Betadin itu kan
sebenarnya ada masa simpan. Kalau dia
sudah dibuka betadin itu sebenarnya
untuk dipakai berulang kali itu sudah
berisiko. Jadi tidak tidak lagi
antiseptiknya berjalan.
Nah, kalau kita terkadang COVID dan
IODIN itu tuh beli yang kecil banget.
Jadi ketika sudah dipakai sekali
setelah tuh diganti yang baru
ya. Ini untuk APD. Beberapa APD ini
menyesuaikan saja dengan kondisi kalau
kita lagi melakukan pengolahan B3 kurang
lebih apa yang harus kita butuhkan? Ya,
bisa saja mungkin hanya sarung tangan
dan sepatu boot sama masker atau mungkin
kalau ada kemungkinan percikannya ya
bisa aja menggunakan kacamata seksi
dan kalau ke limba B3 kan biasanya tidak
bising jadi tidak perlu menggunakan
heing protection.
Nah, sudah. Habis itu menggunakan
pakaian kerja dan
ini rambu-rambu keselamatan ya. Mungkin
sudah pada tahu. Ee intinya harus
menarik perhatian dalam menjaga K3,
menunjukkan adanya potensi bahaya yang
mungkin tidak terlihat. Lalu menyediakan
informasi umum dan memberikan
pengarahan. Mengingatkan para karyawan
di mana harus menggunakan peralatan
perang diri. Ini biasanya tugas HSE ya,
lebih KSE. Cuman kita sebagai manajer
pengelola limbah B3 atau sebagai
operator wajib tahu risiko-risiko yang
mungkin terjadi di area tempat kita
bekerja.
Ya, ini pedoman-pedoman untuk
rambu-rambu dari keselamatan.
Ini sudah dibakukan. Jadi, tinggal
dilihat kalau biru itu berarti ee
simbolnya untuk apa,
maknanya berarti apa, harus ditaati. Ya,
kurang lebih ini adalah rambu-rambu
keselamatan. Bisa nanti dilihat saja.
Lanjut. Penanganan kecelakaan kerja.
Melakukan pertolongan pertama pada
kecelakaan kerja sesuai dengan prosedur.
Lalu menghubungi pelayanan kesehatan
terdekat untuk dilakukan rujukan kalau
memang perlu dirujuk. Atau kalau
misalnya di suatu perusahaan itu ada
dokter klinik. Nah, berarti nanti harus
kerja sama berkoordinasi dengan dokter
kliniknya untuk dilakukan
pemeriksaan bagi karyawan yang mungkin
terjadi kecelakaan kerja.
Kecelakaan kerja ini sebenarnya kalau
secara ee peraturan dia ketika
ee tidak hanya di dalam gedung
sebenarnya ketika kita berada di jalan
tapi di jalan yang sering kita lalui
menuju kantor itu kalau ada kecelakaan
itu juga sebenarnya masuk kecelakaan
kerja yang maksudnya itu bisa diklaim
menggunakan PPJS ketenagakerjaan.
ya.
Tapi itu tidak masuk nanti ke dalam ee
laporan kecelakaan kerja. Lalu laporan
kegiatan K3 mulai dari identifikasi
insiden, deskripsi, penyebab, dampak,
tindakan yang diambil, serta rekomendasi
dari perbaikan.
Ya, ini untuk identifikasi. Misalkan
didkripsikan insiden kecelakaan yang
terjadi secara lengkap, termasuk waktu,
lokasi, serta siapa yang terlibat di
dalam insiden tersebut. Nah, ini
contohnya di tanggal 15 September 2004.
Lokasinya di area TPS 5 B3. Waktu jam
11.00 WIP. Karyawan yang terlibat nama
pengerja jabatan dan divisinya apa?
Nah, ini deskripsi insiden. Bagian ini
menguraikan detail tentang bagaimana
kecelakaan itu terjadiakan.
urutan kronologis untuk menjelaskan
langkah-langkah atau situasi yang
menyebabkan insiden serta kan juga
faktor eksternal yang mungkin
mempengaruhi terjadinya kecelakaan. Ini
deskripsi, ini penyebab ya. Ee setelah
insiden diidentifikasi lakukan analisa
untuk menentukan penyebab utama
kecelakaan.
Lalu di ini
bisa mencakup kesalahan manusia,
kerusakan peralatan prosedur yang tidak
memadai. Lalu dekan teknik investigasi
seperti road cost analisa atau RCA dapat
digunakan untuk mengidentifikasi
penyebab mendasarnya. Ya, ini contohnya
penyebab utamanya adalah pengabaian
prosedur keselamatan. Kurangnya
pelatihan karyawan mengenai SOP
penyimpanan limbah B3.
Lalu dampak insiden,
jenis dampak dari kecelakaan tersebut
baik pada pekerja yang terluka,
kerusakan produk
atau gangguan operasional yang terjadi
sertakan juga perhitungan kerugian
antara dan biaya yang mungkin timbul
akibatnya
pekerjaan melalui PR. Contohnya ini
kalau sudah terjadi insiden ya sehingga
ada dampaknya.
Lalu tindakan yang diambil. Tuliskan
langkah-langkah yang diambil segera
setelah kecelakaan terjadi seperti
tindakan pertama pertama evakuasi dan
atau penghentian operasi sebentara.
Lalu rekomendasi perbaikanat
rekomendasi perbaikan untuk mencegah
kecelakaan serupa di masa mendatang.
Lalu ee ini dapat mencakup pelatihan
tambahan perbaikan SOP atau pengalatan
tidak sesuai dengan keselamatan ya.
Setelah kalau adanya kecelakaan kerja
itu pasti akan ada evaluasi. Nah, dari
evaluasi itu muncullah rekomendasi apa
yang harus dilakukan untuk mengurangi
terjadinya kecelakaan di masa yang akan
datang. Belajar dari pengalaman
experience sebelumnya, kenapa bisa
terjadi kecelakaan?
ya dari hasil analisanya. Oh, ternyata
ditemukannya ini ini. Nah, itu yang akan
dilakukan rekomendasi perbaikan.
Contoh format laporan K3 ya. Ini contoh
format laporan ee dari K3
ya. Kurang lebih seperti ini.
Oke, itu sedikit gambaran terkait
bagaimana kita melakukan
ee
K3 di dan kedaruratan terhadap pengolaan
limbah B3. Ada yang mau ditanyakan
Bapak, Ibu?
Silakan Bapak dan Ibu, Pak Arifin
mungkin
ya, Pak ya, Pak. Terkait hirak tadi,
Pak, itu kan ee
sebagai antisipasi untuk terjadinya
ee ka kondisi darurat, Pak. Ya.
Ya.
Itu kalau idealnya itu pouasinya berapa
lama, Pak? Misalnya per 6 bulan atau
apa. Terus di bagian paling kanan kan
harusnya ada pengendalian, Pak. ya. Dan
itu kan dievaluasi kalau misalnya
efektif harusnya kan jumlah temannya
turun. Ternyata kalau stabil atau naik
terus kan itu berarti kan enggak
efektif. Itu kira-kira koreksinya
gimana, Pak? Ya,
tadi di bagian mana, Pak? Maaf yang
pertanyaan pertama terkait
hirak hirak Pak yang hazard, Pak. Yang
hazard.
Hazard ya.
Iya.
Hira
ya.
itu kalau evaluasinya idealnya berapa
lama, Pak? Ya, misalnya per 6 bulan atau
per tahun.
Evaluasi Hira, ya.
Iya.
Ya, sebenarnya kita membuat Hira itu tuh
kalau di saya itu sekali setahun ya,
tergantung kondisi sebenarnya dan kita
melihat ketika di tempat itu ada
perubahan atau tidak. Ketika terjadi ada
perubahan berarti Hira itu juga bisa
terjadi perubahan. perubahan secara tata
tetak, tata bangunan, atau ada SOP-nya
yang berubah mungkin melakukan pekerjaan
yang berbeda. Nah, maka itu hiranya
sebenarnya harusnya ikut berubah
itu, Pak. Pak ee Arifin untuk Hira
menyesuaikan kondisi aja berarti, Pak,
ya. 30%
ya.
I menyesua. Iya. Jadi, tidak harus ee
sekali seberat, enggak. Jadi menentukan
kalau tidak ada selama itu tidak ada
perubahan dan tidak pernah terjadi
apapun. Dan kira itu juga bisa ketika
misalnya setelah terjadi kecelakaan apa
mungkin identifikasi risikonya tidak
masuk saat itu gitu sehingga bisa
terjadi kecelakaan kerja. Nah, itu juga
bisa after terjadinya ee insiden.
Terus tadi yang keduanya yang bagian
mana, Pak?
Terkait pengendaliannya, Pak. tadi kan
ee pas ee ikut materi kan tadi itu
misalnya FPD itu kan itu paling rendah
sebenarnya ee untuk penanggulangannya
Pak
di sini kebetulan di sini itu agak
sering terjadi perdebatan di masalah
pengendalian
kan dia masalah EPD-nya pelatihannya
jadi mungkin ee beberapa
pengendalian yang dilakukan dinilai
kurang efektif karena harusnya kan
menurun Pak ya misalnya kita evaluasi
per 3 bulan harusnya jumlah
temuannya di bulan 3 bulan ke depan
harusnya nurun ternyata kan stabil atau
naik berarti kan enggak efektif
pengendaliannya gitu.
Tapi
dicari lagi yang yang lain lagi tapi
identik tetap kayak gitu juga itu
jadinya enggak ee itu ada koreksi enggak
sih Pak?
Oke. I tindakan pengendalian itu
sebenarnya kan kita melihat ya ee kalau
tadi kan di contoh materi saya itu
menggunakan APD ya.
He.
Oh misalnya tadi kayak ngangkat kemasan,
kemasannya itu mungkin bisa di robek
berarti dia harus menggunakan APD ya.
Nah, kalau misalkan dengan ee untuk
menghilangkannya ya bisa aja kita dengan
menggunakan ee bukan kemasan yang mudah
robek ya. Harusnya tadi mungkin
menggunakan plastik bisa kita ganti ke
dalam bentuk
atau dalam bentuk eh packaging lainnya
yang bisa mengantisipasi terjadinya
robek ya. Ini kan tadi saya buatnya
sepertinya contohnya saja. Lalu kita
analisakan untuk tindakan pengenanya
bisa dengan menggunakan APD karena dia
robek kan. Nah, kalau misalkan tadi di
ee tindakan pengendaliannya sudah
dilihat secara oh tidak bisa dieliminasi
nih pasti akan tetap terjadi ya. Minimal
disubstitusi atau digantikan. Nah, MAT
digantilah yang tadinya harusnya
menggunakan ee plastik. Oh, ya sudah
kita ganti menggunakan ee kemasan untuk
lain itu juga boleh. Nah, untuk melihat
oh di tempat saya sudah pernah dilakukan
menggunakan seperti ini, tapi ternyata
di kondisi lapangannya itu masih terjadi
kecelakaan kerja dan itu berulang. Nah,
berarti itu sebenarnya harus dilakukan
review ulang, Pak. Identifikasi
risikonya di resisikonya dulu yang
diidentifikasi baru kita lihat cara
pengendaliannya. Nah, mungkin pada saat
melakukan ee Hira ini harusnya kita
tidak bisa hanya melalui satu divisi
saja, tidak bisa hanya orang HSE saja
yang menentukan. Kalau bisa itu
berkoordinasi dengan ee petugas
lapangannya yang lebih mengetahui. Nah,
terkadang kan suka ada kita yang K3 itu
hanya kita langsung identifikasi seperti
ini ya. terus turunlah nanti hiranya
seperti ini. Nah, sebaiknya terkadang
kita harus melakukan komunikasi secara
internal perusahaan divisi mana nih yang
terkait untuk kejadian ini, untuk risiko
ini. Nah, sehingga itu nanti kan dia
lebih paham ya, risiko kan tidak hanya
dalam bentuk terjadinya kecelakaan
kerja, bisa aja risiko yang mungkin
berdampak terhadap perusahaan. Ya,
kurang lebih seperti itu, Pak. Kalau
saya dulu pada saat menentukan ini
identifikasi risiko saya dulu kalau
sebagai K3 saya kumpulin itu dulu ee
semua penanggung jawab divisi
ya. Mereka nanti menyampaikan kita
bikinkan format mereka tulis nanti kita
rapat internal kita cocokkan lalu kita
pilih bagaimana untuk melakukan tindakan
pengendalian di ee untuk mengurangi
risiko ini gitu.
Jadi nanti itu boleh dikoordinasikan
ulang, Pak. I
lain ada Pak atau Pak Fauzan atau Pak
Juni yang mungkin mau sharing terkait
bagaimana pengendalian risiko di
tempatnya.
Pak Juni sepertinya sudah paham mau
bercerita sedikit tentang bagaimana
pengendalian risiko di tempatnya.
Ya, mungkin lebih kurangnya seperti yang
sudah dijelaskan oleh Bapak juga, Pak.
Untuk pengendaliannya juga di sini, Pak.
Kalau untuk menghilangkan bahayanya itu
ya itu kayaknya tidak mungkin sama
sekali, Pak. Tidak memungkinkan kecuali
untuk mengurangi gitu, Pak.
Iya. Heeh.
Ya, langkah-langkahnya juga kayak gitu
tadi, Pak. Yang kayak ada enam langkah
itu kayak mengisolasi apa yang ada enam
langkah tadi itu si langkah-langkah yang
biasanya yang diterapkan dari safety-nya
di sini, Pak.
Iya, safety. Iya, berarti tetap
berkoordinasi tim safety-nya tetap
berkoordinasi dengan para divisi di
sana, Pak.
Tetap di sini tim safety-nya kalau ada
pekerjaan yang bisa memungkinkan
terjadinya kecelakaan, Pak. Jadi tetap
koordinasinya sama orang lapangan atau
sama orang yang mengerjakan ee
Iya, benar. Karena terkadang gini, kita
sebagai ee K3, pengalaman saya dulu
waktu saya masih pegang K3 juga ee kita
itu terkadang tidak bisa menentukan
sendiri nih, oh ini di sini divisi ini
tuh resikonya ini. Itu kan secara yang
terlihat dari kita mungkin ada satu atau
dua. Tapi si operator atau pelaksana itu
terkadang jauh lebih memahami. Oh, ini
di sini tuh bisa nih ketusuk mesin lah
atau apalah. dulu waktu saya masih di
pabrik juga, oh ternyata kondisinya
seperti ini yang saya tidak tahu.
Akhirnya ada pernah terjadi kecelakaan
sampai tangannya lupa. Nah, itu tuh yang
kadang kita harus berkoordinasi dengan
ee pekerja yang ada di divisi itu, gitu.
sampai ke tingkat bawah pun kita harus
ee mengetahui apa sih yang kira-kira
menurut dia yang bisa berisiko terjadi.
Nah, nanti baru kita kumpulkan semua
risiko kita masukkan ke dalam matriks,
kita lakukan prioritas lalu baru kita
pilih mana yang menjadi prioritas
masalah itu yang akan kita kendalikan
seperti itu ya, Pak. Ya,
saya betul saya.
Ada lagi Bapak Ibu yang mungkin mau
sharing bagaimana yang Bapak Ibu ketahui
terkait pengelolaan risiko di tempatnya
masingmasing
bersama dengan HSN atau di sini mungkin
ada yang tadi juga kemarin ada juga
adalah HSE itu Bapak
Alvin ya.
Betul Pak.
Pak Fauzan juga HSE ya Pak Fauzan ya.
Iya Pak betul Pak kebetulan HS.
Betul.
Monggo. Mau siapa dulu yang mau sharing?
Pak Fauzan atau Pak Alvin dulu?
Bebas, Pak.
Sok, Pak Alvin.
Pak Alvin moderator mau share K3 di
tempatnya.
Boleh, Pak. Boleh. [tertawa]
Kalau izin ya, Pak. Kalau di tempat saya
itu SOP atau standar operasional
prosedur itu dibuat di divisi
masing-masing atau departemennya, Pak.
Kemudian kalau HADCi kita biasanya
sama-sama lintas departemen nyusun
karena apa, Pak?
Karena yang tahu spesifik pekerjaan itu
si user atau si departemen terkait.
Benar. Heeh.
Kami sebagai HC itu untuk pendampingan
untuk asesmen apa bayarnya.
Asmen iya untuk pembentukan prioritas.
Karena Iya. Karena di setiap pekerjaan
kan ada stepnya tuh, Pak.
Kita pasti ngelihat lagi tuh ketika step
itu bahaya, kita bisa enggak substitusi
misalkan
ketika enggak bisa kan kita eliminasi
dan mungkin pakai rekayasa engineering.
Pada akhirnya kalau tidak bisa teman
kita pakai APD. Kita biasanya
apa ee sesama departemenan itu
koordinasi. Jadi kita tidak bisa safety
itu yang membuat SOP, yang membuat
tradisi sendiri. Kenapa? Karena kita
bukan di bidang yang kompetensinya untuk
di pekerjaan tersebut. Gitu sih, Pak.
Oke.
Sama seperti yang Bapak jelaskan tadi.
Heeh.
Iya, kurang lebih. Padahal sebenarnya
secara prinsipnya hampirnya hampir sama.
Cuman terkadang kondisi di lapangan ya
bisa saja apa yang kita sampaikan
terkadang suka berbeda ya. Karena balik
lagi kadang ke pimpinan masing-masing
perusahaan. ada yang pimpinan itu tidak
memahami bagaimana kondisi safety
seorang safety, seorang HSE. Kadang
mereka melihat, ini kan harusnya orang
safety nih yang tahu, gitu. Nah,
sedangkan kita kan terkadang juga punya
kemampuan keterbatasan kemampuan untuk
menganalisa sampai sedetail itu. Justru
maka kita butuh yang namanya saran dan
masukan sampai ke level bawah.
Betul, Pak. Kalau di tempat saya itu
kita terbatas ya, Pak, dengan area 100
hektar lebih.
Kami cuma tiga orang, Pak. Kalau di
tempat saya itu punya stok safety start
with me. Artinya setiap kepala
departemen itu bertanggung jawab di
areanya memastikan ee safety itu
dilakukan. Kita sebagai verifikator.
Kalau kita sebagai pelaksana juga itu
terbalik gitu.
Iya, benar. Kalau semacam simulasi
pernah dilakukan di lokasinya, di
tempatnya, Pak?
Pasti, Pak. Itu masuk di HC program kami
itu ada emergency trill, ada untuk P3
tumpahan. Kalau kita kan ada oil boom.
Kebetulan di laut kita gelar oil di laut
kemarin itu masuk untuk pengendalian
tumpahan
di laut. Tapi biasanya kita untuk
tumpahan di darat dulu karena tumpahan
di darat itu lebih mudah daripada
tumpahan laut. Iya. Enggak lebih mudah
dilakukan daripada di laut.
Kalau di laut kan pasti kita ada DLH
yang memantau juga, Pak. Jadi agak susah
itu isue.
Oke. Berarti sudah rutin ya, Pak ya?
Minimal sekali berapa untuk simulasi?
Kalau untuk simulasi terkait lingkungan
itu 6 bulan sekali, Pak. Kita pakai
gelar oil boom. Kalau emergency tril
kita setiap bulan ada.
Oke,
berarti sudah mantap untuk eh K3-nya ya,
Pak ya.
E soalnya high risk, Pak. Ada biodiesel
juga jadi mau enggak mau dipaksa untuk
begitu. [tertawa]
Benar
itu, Pak.
Tergantung risiko sebenarnya semakin
tinggi risiko maka ee kemungkinan
terjadinya
hal yang tidak dingin itu juga semakin
tinggi. Makanya perlu dilakukan
simulasi. disimulasikan sebenarnya buat
mengingatkan, oh gini loh kalau ada
terjadi ini yang harus jangan sampai
nanti sudah panik duluan nih ini sudah
ter panik duluan.
Betul, Pak.
Tidak lagi cerita kalau misalnya di
tempat ya misalnya di rumah sakit rumah
sakit ee ada akreditasi biasanya. Nah,
itu mereka diwajibkan minimal sekali
setahun.
Lanjut ke Pak Fauzan boleh sedikit
sharing.
Baik, Pak. ee kalau di kita yang diwung
kita kan memang ee cenderung masih baru
ya, Pak untuk terkait apa operasionalnya
masih baru. Terus kemudian untuk HSE aja
baru pertama kali ada saya, Pak. Jadi
sebelumnya sebelum setelah 2023
operasional itu memang tidak ada
untuk HS-nya pun saya pun di sini juga
ee gabung ke engineering. Jadi
departemennya namanya engineering NHSE
gitu. Nah, jadi kalau untuk terkait
HIRADC, IBPR dan lain sebagainya terkait
H assessment itu memang dari kita itu
belum dilakukan. Nah, untuk planningnya
sendiri memang di tahun depan Januari
kita mau kick off terkait eh
consultation sama sertifikasi ISO
ISO
yang eh apa yang integrated management
system yang IMS
yang tiga ISO utama itu
nah kita baru mau
ke arah sana jadinya nanti kan biasanya
kalau dari kalau pakai vendor itu kan
enak ya Pak jadi kita diis ya di di apa
namanya didampingi
ada nanti ada pasti ada train ini
terkait IPPR, terkait Hirac dan lain
sebagainya. Ini masih banyak PR sih,
Pak. Masih banyak gap di perusahaan.
Iya, berarti K3-nya juga lebih
dimantapkan ya. Ini saya rasa juga bisa
mendampingi konsultan ya, Pak Alvin ya.
Ya sudah tanya-tanya kemarin Pak.
[tertawa]
Ya, benar Pak Alvin moderator. Isti bisa
ya?
Bisa saya kemarin sudah tanya-tanya juga
ke C
langsung aja. [tertawa]
Oke, terima kasih sharingnya, Pak
Fauzan. E enggak apa-apa, Pak. Berproses
saja.
Semoga semoga di situ banyak ilmu. Saya
juga dulu di awal di pabrik itu belum
ada ISO, belum apa sampai pusing
ngurusin mana nih ISO 9001 dulu, 2001.
Ya, di situlah akhirnya kita banyak
pengalaman-pengalaman yang akhirnya
membawa kita ke tempat yang sekarang
gitu sehingga kita bisa ee dapat
ilmu-ilmu baru itu yang kita pelajarin.
Nah, nanti kita bisa sharing tuh ke
teman-teman, ke orang-orang bagaimana
melakukan ee suatu pekerjaan yang
mungkin menurut kita itu adalah hal yang
baru ya, Pak Uzan ya.
Iya, betul. Betul, Pak. Dan basic
sekarang untuk HSE tidak selalu adalah
orang-orang yang bergerak di bidang ee
dengan basic keilmuan adalah orang-orang
K3.
Hampir semua basic keilmuan itu bisa
menjadi seorang HSE ya. Minimal mereka
adalah orang-orang yang sudah pernah
disertifikasi. Benar ya, Pak Yavin? Ya,
betul, Pak
ya. Dan itu ee orang ekonomi aja juga
bisa masuk ke ranah HSE. Tapi kalau
orang teknik enggak bisa jadi orang
akunting.
Betul. Betul.
I ya gitu. Jadi memang ee itu sengaja
mungkin ya kita enggak tahu ke depannya
nanti apakah pemerintah kita akan
semakin menyempitkan nanti untuk seorang
AHSE itu hanya orang-orang yang berbasic
keilmuannya. mungkin dari ilmu
lingkungan, mungkin dari ilmu K3,
kesehatan masyarakat
atau memang masih bisa semua ee basic
keilmuan, tapi dengan syarat mereka
adalah tersertifikasi. Karena kan memang
sebenarnya kalau tersertifikasi mereka
sudah belajar ya bagaimana dari awal
sampai akhir proses dari eh K3 itu
berjalan ya. Termasuk kalau ISO kan ada
manajemen mutunya, ada lingkungannya.
Nah, sedangkan HSE itu sebenarnya kalau
menurut saya itu masih luas. Kalau HSE,
heal safety environment. Iya. Misalkan
ee basic-nya adalah teknik lingkungan
itu dia bisa sebagai HSD
ya bisa pegang HSD tapi terkadang di
bagian hal-nya dia takutnya enggak bisa
nih.
Betul Pak [tertawa]
ya Pak ya. Karena dia HSE itu adalah
tiga rumpun ilmu
Iya.
yang disatukan yang dipadukan jadi satu.
yang mungkin
tiba-tiba ada kecelakaan kerja, ada
operator atau ee petugas yang luka
tangannya. Nah, si penanggung jawab HSE
ini tuh dia basicnya tidak ada
kesehatannya sama sekali. Misalkan dia
tidak belum pernah pelatihan P3K ya kan.
Kalau cuman pelatihan K3 doang kan hanya
sedikit banget bahas tentang P3K ya Pak
Alvin moderator ya.
Benar enggak ya?
Betul Pak. Betul betul.
Saya sudah tidak mengikuti lagi tentang
terkait pelatihan K3, tapi enggak tahu
nih perkembangan semakin ke sini. Pak
Alvin mungkin sudah sering sebagai
moderator ngebantu K3 untuk ilmu P3K
kalau seorang ikut pelatihan K3 itu
tetap diberikan ya, tapi hanya garis
luarnya doang ya.
Iya, betul
betul
dan itu ada pelatihan khusus lagi kan
P3K. Iya, ada petugas P3K di tempat
kerja
ya itu. Jadi itulah yang kita berusaha
lakukan sebagai seorang K3 itu adalah
profesi yang sangat berat menurut saya.
Keilmuannya benar-benar berat. Nah, beda
dengan kalau misalnya nanti kita sudah
sebagai OPLB3, sebagai MPLB3. Nah, Pak
Fauzan saya rasa nanti ke depannya akan
makin berat. pegang HSE di bawah di
garis yang bersamaan juga menjabat
sebagai MPLB3 nih ya.
Iya, Pak.
Pak Alvin
semangat, Pak. Semangat, [tertawa] Pak.
Bapak-bapak, Ibu-ibu yang yang ikut hari
ini tuh harus semangat nih nanti ke
depannya. Nanti kalau ditanya ee ini 5
B3-nya orang MPLB3-nya mana ini gimana
ini gitu. Nanti karena akan
bersinggungan dengan HSE ya. ee mungkin
kalau di perusahaannya bagian penanggung
jawab atau PCI MPLB3-nya sendiri lalu
ada HSE-nya sendiri itu enak kita bisa
kolaborasi
bisa saling bantu, saling ada pemikir,
oh seperti ini seperti ini. Saya dulu
juga di perusahaan yang industri sempat
lumayan banyak pegawainya itu saya
sendiri ya sudah mau enggak mau kita
mempelajari semua ya tetap harus secara
tersertifikasi dan profesional. Nah,
untuk itu ya salah satunya CAC itu hadir
nih biar ngebantu Bapak-bapak semua
untuk membantu ee bagaimana di lapangan.
Benar enggak seperti itu ya? Saya jadi
mengiklan CAC ya. Saya enggak dibayar.
Oke, kita ee sudah selesai untuk
materinya.
Ee mungkin ada satu tugas terakhir boleh
di-share untuk form latihan 5, Pak
Alvin.
Baik, Pak.
Ini singkat saja waktunya, ya, Pak.
Maksimal 15 menit. Jam .00 sudah
selesai, sudah dikumpulkan. Nanti habis
itu kita bahas 1 jam terakhir terkait
DIIT
ya. Mungkin nanti sebelum ke DI
teman-teman y
Resume
Read
file updated 2026-02-13 12:50:03 UTC
Categories
Manage