Transcript
aqVfh19GI8o • Perjalanan Ruh Menuju Alam Barzah - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2486_aqVfh19GI8o.txt
Kind: captions
Language: id
Ahwal dan
ahwal al hayatul hayatul barzakhiyah.
Ahwal maksudnya
kondisi orang-orang
dalam kubur dan ahwal. itu maksudnya
hal-hal yang dahsyat yang terjadi
dalam kehidupan barzakh. Namun sebelum
kita membahas hal tersebut ee kita akan
bagi kajian menjadi dua sesi. Sesi
pertama saya kasih judul perjalanan ruh
menuju alam kubur. Adapun tentang apa
yang terjadi di alam kubur insyaallah
pada sesi berikutnya. Biznillahi taala.
Ee mukadimah yang saya sampaikan hadirin
hadirat yang dirahmati Allah subhanahu
wa taala bahwasanya kematian adalah hal
yang tidak bisa dihindari dan Allah
telah mengingatkan dalam banyak ayat
agar kita tidak
lupa bahwasanya kita semua akan
meninggal dunia. Allah berfirman, "Kullu
nafsin dqatul
maut." Sungguhnya setiap yang bernyawa
pasti akan merasakan kematian.
walhairi fitnah waina turjaun di dunia
ini. Ya kata Allah, "Kami berikan ujian
bagi kalian berupa hal-hal yang buruk
yang kalian tidak suka dan ujian juga
berupa hal-hal yang kalian senangi."
Tapi itu semua ujian. Kemudian waaina
turjaun dan kepada kamilah kalian akan
dikembalikan. Yaitu untuk mendapatkan
nilainya kalian lulus ujian tersebut
atau tidak. Dan untuk kembali kepada
Allah melalui kematian.
Makanya Allah mengatakan, "Kullu
nafsinqatul maut." Setiap yang bernyawa
akan merasakan ee
kematian. Dan di sini Allah menggunakan
kata
dqah. Zauk itu asalnya digunakan oleh
lisan. Seorang kalau ingin merasakan
rasa makanan tertentu, maka dia yazukq,
dia merasakan dengan lisannya.
Dan ketika Allah mengatakan setiap yang
bernyawa akan merasakan kematian itu dia
benar merasakan kematian tersebut.
Bahwasanya kematian tersebut seakan-akan
dia rasa dengan lisannya itu benar-benar
roh keluar dari jasadnya di mana
perasaan tersebut merasuk dalam seluruh
raganya. Dan ini menunjukkan dahsyatnya
yang namanya kematian.
Dan Allah juga berfirman, "Ainama takunu
yudrikumul maut." Di mana pun kalian
berada, maka maut akan mengejar kalian.
Walau kuntum fi buruji musyayadah.
Meskipun kalian berada di benteng yang
kokoh. Siapapun orangnya meskipun dia
berada di benteng yang kokoh, meskipun
dia dikawal dengan pengawal yang begitu
banyak, ya, maka kalau datang malaikat
maut, maka dia tidak akan bisa
menghindar. Karenanya ketika malaikat
maut menjemput nyawa Nabi Sulaiman Alaih
Salam,
maka masuk ke rumah Nabi Sulaiman. Nabi
Sulaiman bertanya kepada malaikat maut,
"Siapa engkau?" Maka malaikat maut
berkata, "Analladzi la ahabul muluk wala
yamtaniu minnil hujjab. Aku adalah yang
tidak takut sama raja siapapun dan tidak
ada bodyguard pengawal yang bisa
menghalangiku." Kata Nabi Sulaiman Alaih
Salam, "Id anta malakul maut." Kalau
gitu engkau malaikat maut. Ya, semua
bisa ditembus ya. Tidak ada pengawal
yang bisa menghalangi. Ya, apapun
pangkat orang tersebut, apapun
kekuatannya, jika telah datang malaikat
maut, maka dia akan meninggal. Demikian
juga Allah berfirman, "Qul innal
mautalladzi tafirruna minhuahu
mulaqikum."
Katakanlah bahwasanya kematian yang
kalian lari
darinyaum dia akan mendatangi kalian
dari arah depan. Kalau ayat sebelumnya
Allah berfirman, "Ainama takunu
yudrikumul maut." Di mana pun kalian
berada, maut akan mengejar. Mau lari ke
mana, maut akan mengejar. Ayat ini lebih
dahsyat
lagi ya. Qul innal mautzi tafirruna
minhu. Sesungguhnya kematian yang kalian
kabur darinya, dia akan menghadang dari
depan. Faahumikum. Dia akan mendatangi
kalian dari depan, yaitu dari arah
belakang dikejar, dari arah depan dia
menghadang. Maka seorang tidak bisa
menghindar. Kita sudah berusaha semuanya
untuk menghindar dari kematian dengan
berbagai macam usaha. Dengan pola hidup
sehat, dengan berobat ya, dengan
olahraga tapi waktu datang kematian maka
tidak ada yang bisa kabur.
Ya, suungguhnya kita semua sedang berada
di rel menuju satu titik yang sama,
titik pertemuan dengan Allah Subhanahu
wa taala. Dan titik pertemuan tersebut
adalah melalui
kematian. Allah Subhanahu wa taala juga
berfirman, "Innaka mayitun wa innahum
mayyitun." Sesungguhnya kau akan
meninggal wahai Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Demikian mereka juga
akan
meninggal. W jaalna libasyar minqlikal
khuld afta fahumul khidun. Kata Allah,
"Kami tidak pernah menjadikan bagi
manusia manapun keabadian. Apakah kalau
kau meninggal Muhammad mereka lantas
akan abadi? semuanya akan meninggal
dunia. Jika Muhammad sallallahu alaihi
wasallam manusia terbaik yang paling
dicintai oleh Allah meninggal dunia
apalagi dengan kita. Oleh karenanya inah
suatu kepastian yang tidak bisa kita
hindari bahwasanya kita semua akan
meninggal dunia.
Dan sering kita lihat orang-orang sudah
meninggalkan dunia ini, baik orang jauh
maupun orang dekat, bahkan orang
terdekat kita meninggalkan dunia ini.
Yang jadi problem, ikhwan dan akhwat
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala,
Bapak-bapak dan Ibu yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala, kita tidak tahu
kapan waktu kematian tersebut.
Seandainya kita tahu kapan kita
meninggal dunia, tentu kita bisa
memplanningkan persiapan kita untuk
bertemu
dengan kematian tersebut. Yang jadi
masalah tidak seorang pun tahu kapan dia
meninggal dunia. Allah berfirman, "Wama
tadri nafsun maza taksibu gada w tadri
nafsun biayyi ardin tamut." Tidak satu
jiwa pun yang tahu apa yang dilakukan
besok dan tidak jiwa pun yang tahu di
mana dia akan meninggal meninggal dunia.
Enggak ada yang
tahu. Seandainya tahu perkaranya lebih
mudah, namun tidak ada yang tahu.
Terlebih
lagi di antara alamatus sa'ah ya
tanda-tanda hari kiamat adalah any
yadhar mautul fujaah. Akan banyak
kematian yang
mendadak. Banyak kematian mendadak. Di
zaman Nabi juga sudah ada kematian
mendadak.
Menjelang hari kiamat atau di antara
tanda-tanda hari kiamat, kematian
mendadak semakin semakin banyak. Maka
seorang
waspada. Lihatlah apa yang
akan kita alami. Allah sudah berikan
tanda-tanda kepada kita ya. Betapapun
kita sehat, betapun kita kuat ya.
Betapupunapun kita selamat akan ada
penghujungnya, ada titik kita akan
selesai dari seluruh kesehatan tersebut,
keselamatan tersebut yaitu dengan
datangnya
kematian. Setelah kita sehat tentu ada
sakit ya. Setelah kita kuat akan datang
masanya kita harus lemah. Allah
mengatakan, "Tumma ja'alna min ba'di
quatinfan
wasaibah." Setelah itu Allah menjadikan
setelah kalian kuat, Allah berikan
kelemahan. kemudian tua dan kita semua
akan mengalami hal
tersebut. Allah juga berfirman,
waminkum. Di antara kalian ada yang
meninggal sebelum mencapai masa tua dan
di antara kalian ada yang dikembalikan
kepada aralil umur, yaitu kondisi umur
yang paling tidak menyenangkan, yang
paling buruk, yaitu pikun. Ya,
seandainya kita
pun mencapai masa tua ya banyak di
antara kita yang di masa tua ya pikun ya
sudah tidak bisa
beraktivitas merepotkan orang di
sekitarnya hidup pun dalam kondisi
kepayahan makanya Rasul sahu alaihi
wasallam
berdoa wazubika an uradda ila aralil
umur aku berlindung kepada Engkau ya
Allah untuk dikembalikan kepada kondisi
umur yang paling buruk yaitu ketika
dalam kondisi payah sudah tua, lemah
merepotkan orang, kemudian pikun ya jadi
emosional seperti anak-anak kembali dan
kita dapati banyak orang tua yang
seperti ini, itu namanya ardalul umur.
Kondisi umur yang paling paling buruk.
Maksud saya kalaupun kita hidup,
kehidupan kita tidak selalu sehat dan
kuat,
energik, ee aktivitas yang prima gak.
Kalau kita pun hidup lama, maka akan
semakin melemah.
melemah.
Akhirnya hidup yang memayahkan ya,
merepotkan orang di sekitar
kita. Dari situ kita harus
bersiap-siap bertemu
dengan kematian tersebut.
Ya. Siapakah orang yang terbaik? Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, orang
yang terbaik adalah orang yang paling
siap dengan
kematian. Rasul sahu alaihi wasallam
pernah ditanya, "Man aqyasunas?" Wahai
Rasulullah, siapa orang yang paling
cerdas?" Maka Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam berkata, "Akarsaruhum lil
mautiikron." Yaitu orang yang paling
banyak mengingat kematian. Wa aksaruhum
istiadan lima ba'dal maut. Dan orang
yang paling banyak persiapan untuk
kehidupan setelah kematian. Ulaikal
akyas. Ulaikal akyas itulah orang-orang
yang cerdas.
Dan ini suatu pernyataan dari Nabi
sallallahu alaihi wasallam yang sangat
tepat. Karena kita tahu kehidupan dunia
hanyalah sebentar. Sementara kehidupan
selanjutnya sangat sangat panjang. Saya
sering nyampaikan hal ini. Kita kalau
dalam hidup ini kenyataannya kita
melalui beberapa fase. Fase pertama kita
dalam alam janin ya paling cuma sekitar
9 bulan ya. Kemudian kita di alam
kehidupan dunia ya. yang akan kita bahas
yang ini bisa jadi sangat lama karena
alamza barzakh akan berlangsung ila
yaumi yubatun sampai hari
kiamat
barzakun kata Allah subhanahu wa taala
dan di balik mereka ada yang mengatakan
maksudnya alam barzakh itu alam kubur
ada yang mengatakan barzah itu artinya
perantara perantara antara alam kubur
dengan alam kebangkitan ada yang
mengatakan perantara yang menghalangi
orang untuk kembali ke
dunia barzakhun setelah mereka meninggal
ada namanya barzakh sampai hari kiamat.
Berarti barzakh ini masanya sampai hari
kiamat dan kita tidak tahu hari kiamat
kapan. Bisa jadi ribuan tahun lagi, bisa
jadi ratusan tahun lagi. Sehingga bisa
dipastikan bahwasanya alam barzakh ya
lebih lama daripada kehidupan seorang di
dunia. Apalagi nenek moyang kita yang
sudah meninggal ratusan tahun lalu atau
mungkin ada yang ribuan tahun lalu.
Mereka sudah lama dalam alam
barzakh. Terarolah alam barzakh 1000
tahun, 2000 tahun. Maka bisa jadi lebih
daripada
itu kita di dunia ini. Maka dunia iniah
sangat sangat sebentar. Belum lagi kalau
kita bandingkan dengan hari kebangkitan
di padang mahsyar aja 50.000 tahun. Fi
yaumin kan miqdaru alfanah. Hari di mana
seperti sehari 50.000 tahun. Kemudian
setelah itu surga atau neraka yang
abadi. Maka dari situ kita tahu
bahwasanya kehidupan kita di dunia cuma
sangat sangat
sebentar. Makanya Allah berfirman,
"Kaannahum yauma yaraunaha lam yalbu
illa asiyatan duha." Ketika orang-orang
melihat hari kiamat, maka mereka sadar
ternyata kehidupan mereka di dunia
selama ini kecuali sekedar asiah auhaha.
seperti cuma
asar, waktu petang atau waktu dhha. Hari
yang dia lewati, tahun yang dia lewati
selama 60 tahun, 70 tahun, 100 tahun,
ternyata hakikatnya cuma seperti satu
petang atau satu dhha itu du 2 3
jam. Sebagian juga Allah sebutkan dalam
Al-Qur'an ketika para penghuni neraka
sudah masuk neraka, maka ditanyakan
kepada mereka,
"Kamitum?" "Berapa lama sebenarnya
kalian tinggal di bumi?"
Sesungguhnya kami tinggal di bumi hanya
sehari atau setengah hari. Yaitu mereka
sadar bahwasanya kehidupan mereka cuma
sebentar dibandingkan dengan apa yang
mereka hadapi sekarang. Ternyata dunia
yang 60 tahun, 70 tahun rasanya seperti
sehari atau hanya sebagian sebagian
hari. Maka orang yang cerdas adalah
orang yang tidak terpedaya dengan apa
yang dia alami sekarang di alam dunia
ini. Tetapi dia persiapkan untuk alam
berikutnya yang lebih panjang, yang jauh
lebih panjang. Alam barzh ribuan tahun
dan alam akhirat
abadi. Yaitu setelah hari kebangkitan
dimulai dengan di padang pasar padang
mahsyar 50 tahun dengan berbagai macam
peristiwa. Mulai dari dikumpulkan di
bawah terik matahari kemudian disidang
oleh Allah kemudian dihisab di mizan
lewat sirat sampai akhirnya ma surga dan
neraka. Dan kalau sudah surga dan neraka
maka abadi. Maka orang yang persiapkan
persiapan totalitas mempersiapkan
dirinya untuk kehidupan setelah kematian
itulah orang-orang yang cerdas. Maka
rasul sahu alaihi wasallam mengatakan
orang yang cerdas adalah
aksaruhum lil mautiikron. Orang yang
paling banyak ingat
kematian. Wa aksaruhum istiadan lima
ba'dal maut. Dan yang paling persiapan
banyak persiapan untuk setelah kematian.
Nah, sekarang kita renungkan diri kita
sendiri. Bagaimana persiapan kita ya?
Kebanyakan persiapan kita untuk masa
depan kita di dunia, bukan untuk masa
depan kita di alam
berikutnya. Semua yang kita persiapkan
selama ini adalah untuk kehidupan kita
di dunia di hari esok yang belum tentu
kita menemuinya.
Ya. Dan banyak di antara kita lupa untuk
persiapkan diri untuk kehidupan
berikutnya itu alam alam barzakh. Oleh
karenanya agar tidak lupa tentang
kehidupan yang sesungguhnya kehidupan
akhirat maka Nabi sallallahu alaihi
wasallam menganjurkan kita untuk banyak
mengingat kematian. Kata Rasul sahu
alaihi wasallam, "Akiru minikri
hadilladzat." Perbanyaklah kalian untuk
mengingat kematian.
Kematian yang Rasulullah sebutkan dengan
hadimulzat, yaitu penghancur kelezatan
atau pemutus
kelezatan. Ketika orang sudah meninggal
dunia, segara kelezatan dunia akan
selesai. Maka perbanyaklah mengingat hal
ini. Ini wasiat Nabi yang memang tidak
nyaman kita kerjakan. Karena mengingat
kematian adalah hal tidak menyenangkan.
mengusik seorang dari kelezatan yang
sedang dia rasakan, kegembiraan yang dia
rasakan. Kalau dia ingat kematian, maka
tentu dia merasa terusik. Tapi itu
wasiat Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Maka seorang di sela-sela kehidupannya
jangan lupa untuk ingat akhirat. Jangan
lupa bahwasanya dia akan meninggal
dunia. Jangan
lupa alam ya.
Ya ayyuhal insanu innaka kadihun ilbika
kadihan famulaqih. Wahai manusia
sekalian, sesungguhnya kalian sedang
berusaha menuju Allah
famula menuju Allah subhanahu wa taala.
Dan kalau kita sudah berjalan, enggak
bisa kembali lagi. Sudah masuk rel
enggak bakal bisa. Semua menuju Allah.
Famulaqi dan kau akan bertemu dengan
Allah. Cuma bagaimana kondisimu ketika
bertemu? Saya sering sampaikan kita
hidup diini ibarat sedang ujian. Ada
ujian kita masuk di kelas ada kertas
ujian kita sedang mengisi. Dan waktu
selesai ujian bisa tiba-tiba kapan saja
kita baru sedang mengisit atau kertasnya
diambil. Maka kita harus totalitas
ketika memberi jawaban dalam ujian
tersebut. Karena kapan-kapan saja kita
bisa di dipanggil oleh Allah Subhanahu
wa taala. Kapan-kapan malaikat maut bisa
datang harus sakit dulu tidak harus tua
dulu tidak
harus
maka orang yang paling orang yang paling
banyak mengingat kematian di antaranya
rasul sahu alaihi wasallam juga menyuruh
kita untuk ziarah kubur zurul kubur
fainnaha tuzakirumul akhirah ziarahilah
kuburan agar kalian ingat apa akhirat
hidup kita sekarang ini terlalu banyak
kita bermetsos dan semuanya tentang
dunia ya rata-rata tentang dunia kita
disibukkan pikiran kita tentang berita
ini, berita itu yang kita fokuskan
tentang ya dunia sehingga sering kita
lupa dengan akhirat. Maka perlu kita
sisihkan waktu kita untuk ziarah kubur.
Ya, bahkan kata Al-Qurtubi rahimahullah,
kalau bisa mendatangi orang yang
sakaratul maut, lihat orang mau akan
meninggal, kita lihat agar kita tahu
kita bakalan seperti itu sehingga kita
tidak lalai, ya. tidak lalai. Dan
seperti dikatakan, siapa yang sering
ingat kematian maka akan diberi dengan
tiga
anugerah. Pertama adalah
dia segera bertobat kalau melakukan
dosa. Yang kedua dia akan semangat
beramal saleh. Dan yang ketiga, dia akan
qanaah. Siapa yang sering inat kematian,
maka dia pasti dapat tiga anugerah.
Kalau bersalah dia segera bertobat.
Karena dia enggak tahu apakah dia masih
hidup lagi setelah ini, maka dia segera
bertobat dan dia tidak malas beribadah
karena kalau ingat kematian dia akan
termotivasi. Ini kesempatan saya masih
hidup. Ya, subhanallah. Dan ada
disebutkan Ibnu Mubarak ketika sedang
menziarahi
kuburan, tiba-tiba ada seorang bertanya
kepada dia, pertanyaan
agama. Ibnu Mubarak tidak menjawab, dia
berkata, "Sabbih." Tasbih. tasbih. Kalau
ini yang meninggal sudah tidak bisa
bertasbih. Tasbih. Jangan banyak tanya.
Bertasbih. Sabbih. Kenapa? Orang yang
kita sekarang ziarahi kuburannya
tidak disebutkan juga ini semua
disebutkan oleh Ibnu Raj dalam kitabnya
Ahwal Al-Kubur tentang hal-hal yang
dahsyat pada alam barzakh. Sebutkan lagi
ada seorang saleh yang dia mengantar
jenazah kemudian
dikuburkan. Kemudian dia pulang. dia
salat dua rakaat dengan tidak konsen. Ee
al Imam Ibnu Rajab al-Hambali dalam
kitabnya Ahwalul Kubur ya tentang
hal-hal yang dahsyat di alam kubur
bercerita sebagian salaf ada yang
menziarahi kuburan kemudian setelah itu
dia melayat dia menguburkan orang
kemudian dia pulang kemudian dia salat
dua
rakaat dengan salat yang ringan yang dia
tidak fokus tidak terlalu khusyuk
kemudian dia tidur. Dalam tidurnya dia
mimpi bertemu
dengan orang saleh yang dia kuburkan
tadi. Maka orang saleh tersebut
menegurnya, "Kenapa kau salat tidak
serius? Seandainya kami dihidupkan
kembali untuk bisa salat yang model, kau
yang tidak serius saja itu lebih kami
sukai daripada dunia dan seisinya."
Karena orang yang sudah meninggal tidak
bisa lagi beramal beramal saleh. Nah,
sekarang kita masih hidup, masih
bernapas, masih punya
energi, kita masih
bermalas-malasan. Karenanya kalau
seorang malas, dia ingat
kematian agar dia persiapkan diri untuk
masa
depannya. Berhenti sejenak. Kata Allah
Subhanahu wa taala, "Ya ayyuhalladzina
amanutqulah nafsum ma qamat."
Wahai orang yang beriman, bertakwalah.
Setiap jiwa hendaknya melihat apa yang
dia lakukan, yang telah dia lakukan
untuk masa depannya. Walanzur nafsum ma
qadamat. Setiap jiwa melihat apa yang
telah dia lakukan di dunia ini. Lighodin
untuk masa depan, yaitu tentang untuk
hari
akhiratnya. Tapi kalau orang jarang
mengingat kematian, maka dia tentu malas
beramal saleh. Kalau dia berdosa, dia
tidak segera bertobat. Dan dia tidak
qanaah. sama dengan harta, terus-menerus
mengejar harta yang akan dia tinggalkan
di dunia
ini. Tib hadirin hadirat yang dirahmati
Allah Subhanahu wa taala. Dari sini kita
tahu bahwasanya kematian bukanlah ujung
kehidupan, tapi dia adalah awal dari
perjalanan safar yang sangat panjang.
Dia adalah awal starting dari perjalanan
safar yang sangat panjang. Seorang sudah
selesai dari kehidupan dunia ini, dia
masuk dalam safar yang lain. Oleh
karenanya ketika Allah menyebutkan
tentang haji, kata Allah Subhanahu wa
taala, "Watazwadu, wahai para jemah
haji,
berbekalah." Kemudian Allah mengatakan,
"Fainna khairadi taqwa." Sesungguhnya
sebaik-baik perbekalan dalam perjalanan
adalah ketakwaan. Sebagian ulama
mengatakan ini sindiran dari Allah
bahwasanya sebagaimana kau berhaji
melalukan safar, safar itu hanyalah
sebentar. Ada safar yang sangat panjang,
yang jauh lebih
panjang. Dia butuh bekal yang kuat,
yaitu bekal apa? Ketak ketakwaan. Fainna
khairzadit takwa. Dan sebaik-baik bekal
adalah
ketakwaan.
Maka kematian
hanyalah awal dari safar yang sangat
panjang. Dan kita hidang mengumpulkan
bekal. Kita sedang mengumpulkan bekal.
Diriwayatkan Ali bin Husain Zainal
Abidin berkata, "Ya safari
baidun
wazadu yubigani
wawatifat wal mautlubuni." Dia berkata,
"Safarku sangat jauh
ya." "Sementara bekalku tidak mampu
untuk mencapai pada ujung safar
tersebut." Wauwatifat sementara
kekuatanku semakin lemah. Wal maut
yatlubuni. Sementara kematian terus
mengintaiku,
menjemputku. Tib. Sekarang kita bicara
tentang hakikat kematian. Apa itu
hakikat
kematian?
Kematian
adalah perpisahan ruh atau keluarnya roh
dari dari jasad. Itu namanya kematian.
Dan
seorang
sebelum meninggal dia mengalami namanya
sakaratul maut. Jadi ada tiga kondisi.
Yang pertama namanya sakaratul maut.
Yang kedua namanya al-ihtidar. Yang
ketiga namanya
almaut. Sakaratul maut itu tanda-tanda
kesulitan yang dihadapi seorang sebelum
meninggal. Dan ini dialami oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam juga ya. Yang
di mana Rasulull sahu alaihi wasallam
ketika akan meninggal dia mengalami
kepayahan. Rasulullah berkata
lailahaillallah innalil mauti lasakarat.
Tidak ada Tuhan yang berhak disembah
kecuali Allah. Sesungguhnya kematian itu
ada sakarat. Sakarat itu kondisi yang
mempayahkan disebut sakar. Karena sakar
bahasa Arab artinya menutup, yaitu
menutup sebagian akal seseorang karena
sakingnya keberatan atau kesulitan yang
dihadapi menjelang kematian. Ini dialami
oleh sebagian orang dan
bertingkat-tingkat. Adapun Nabi
sallallahu alaihi wasallam mengalami
sangat berat karena itu ujian Nabi
sallallahu alaihi wasallam dan semakin
orang beriman diberi ujian yang sangat
berat oleh Allah subhanahu wa taala.
Jadi terkadang Allah kasih ee sakarat
yang berat seperti yang dialami oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ada
yang dikasih sakarat yang ringan ya
tidak seberat yang dialami oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Dan sakarat
adalah seperti sakit atau musibah yang
dialami. Ada orang sebelum meninggal
dikasih musibah-musibah dalam rangka
membersihkan dosa-dosanya dan mengangkat
derajatnya. Dan Nabi sallallahu alaihi
wasallam diberi sakarat yang berat ya.
Sampai Rasul sahu alaihi wasallam
mengalami panas yang luar biasa.
Sampai sahabat berkata kalau tidak salah
Ibnu Masud
inad ya Rasulullah engkau diberi panas
yang sangat berat karena ketika dia
memegang Nabi, selimut Nabi sudah terasa
sangat panas. Maka Nabi sallallahu
alaihi wasallam naam inni uak yuak
rajulani minkum. Saya kalau dikasih
panas oleh Allah Subhanahu wa taala
seperti dua kali panas panas kalian itu.
Rasulullah mengalami suatu hal yang
berat. Sampai Rasulull sahu alaihi
wasallam menutup ee wajahnya dengan
selimut kemudian dia buka lagi dan dia
berkata, "Inna lil mauti lasakarat."
Sesungguhnya kematian itu ada sakarat
hal yang berat yang dialami seorang ini
bisa mengangkat derajatnya dan bisa
mengugurkan dosa-dosanya. Ya, ini
menjelang kematian. Setelah itu,
al-ihtidar. Al-ktidar adalah kondisi
seorang rohnya mau dicabut, yaitu rohnya
mulai berproses keluar dari tubuhnya.
Namanya
al-ihtidar. Al-ihtidar. Ya, sebagian
orang menamakan ikhtidar sakaratul maut.
Padahal sakarat itu sebelum kematian.
Al-ihtidar itu proses roh dikeluarkan
dari jasad. Kalau sudah keluar itulah
namanya apa? Kema kematian. perpisahan
antara roh dengan jasad ketika seorang
hidup di dalam kehidupan dunia ini.
Meskipun nanti dikembalikan lagi ya
untuk masuk dalam alam kubur atau alam
barzakh. Tib kematian
ya bagi seorang mukmin adalah
peristirahatan. Adalah peristirahatan.
Dalam satu hadis Rasulullah sahu alaihi
wasallam anna rasul sahu alaihi wasallam
murro alaihi bijazah. Ada jenazah
melewati Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Qarihun waarahun minhu. Tidak ada orang
yang meninggal kecuali dia
istirahat atau orang-orang istirahat
darinya. Kecuali dia istirahat atau
orangor istirahat darinya. Faqualu ya
Rasulullah. Para sahabat bingung apa
maksud
Nabi. Orang meninggal cuma dua
kemungkinan. Dia istirahat atau
orang-orang istirahat darinya. Maka para
sahabat berkata, "Ya Rasulullah, mal
mustarihu wal mustarahu minhu." Apa
maksudnya mayat istirahat atau mayat
yang di mana orang-orang istirahat
darinya?
Maka Rasul sahu al wasallam berkata, "Al
abdul mukmin yastarihu minabid dunya
waaha ila
rahmatillahi." Hamba yang beriman kalau
dia meninggal dunia maka dia
beristirahat dari kepayahan dunia,
keletihan dunia dan gangguan dunia
menuju rahmat Allah. Jadi orang mukmin
kalau dia meninggal dia lebih dia menuju
kepada
kenyamanan. Dia menuju kepada kehidupan
yang lebih baik.
Dia menuju kepada rahmat Allah. Selesai
dari keletihan yang dia rasakan di dunia
ini. Di dunia dia merasakan keletihan.
Entah sakit, payahnya kehidupan,
sulitnya mencari rezeki dan berbagai
macam pernak-pernik kehidupan dunia. Dia
selesai darinya menuju apa? Menuju
rahmat Allah. Maka Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengatakan, "Al abdul
mukmin yastarihu minasid dunya." Hamba
yang beriman kalau dia meninggal dia
istirahat dari kepayahan dunia dan
gangguan-gangguan di dunia.
rahmatillah menuju rahmat Allah wal
abdul fajir yarihu minhul ibadu wal
biladu wadwab adapun seorang fajir
tukang maksiat orang kafir maka
hamba-hamba manusia istirahat darinya
selama ini dia mengganggu bikin
masalah negeri juga beristirahat darinya
dan hewan-hewan pun beristirahad darinya
itu selesai selesai gangguanmu di atas
muka bumi
ini. Makanya dalam hadis di antara doa
Nabi sallallahu alaihi wasallam ya
waj'alil hayata ziadatan li fi kulli
khair waj'alil mauta rohatan li min
kulli syar. Nabi berdoa ya Allah
jadikanlah
kehidupanku umurku tambahan kebaikan dan
jadikanlah
kematianku rohatan li min kulli syar
sebagai bentuk istirahat dari segala
keburukan.
Ya, di antara doa yang dipanjatkan.
Kalau kita berdoa pengin kalau
dipanjangkan umur agar bertambah
kebaikan. Kalau kita meninggal maka
istirahat dari segala
keburukan. Demikian juga ketika Nabi
sallallahu alaihi wasallam mau meninggal
dunia, maka datang Fatimah radhiallahu
anha sedih melihat kondisi ayahnya. Dia
mengatakan, "Sungguh berat penderitaanmu
wahai ayahanda." Maka Nabi sallallahu
alaihi wasallam berkata, "La karba ala
abiki ba'dal yaum." Wahai Fatimah, tidak
ada lagi penderitaan atas ayahmu setelah
hari ini terakhir saya mengalami
penderitaan." Setelah ini Rasul sahu
alaihi wasallam meninggalina lalu masuk
ke dalam alam yang membahagiakan, alam
kenikmatan yang jauh lebih indah
daripada alam alam dunia meskipun dia
alam perantara antara dunia dengan
akhirat.
Kemudian juga dalam hadis pertemuan roh
seorang mukmin dengan arwah yang sudah
meninggal terlebih dahulu dalam hadis
Abu Hurairah Rasulullah berkata, "Hatta
ya'tatuna bihi arwahal mukminin falahum
asadu farahan bihi min ahlil gaibi
bigaibihim."
Ketika malaikat
memasukkan seorang mukmin dalam alam
barzakh, maka dia dibawakan kepada
roh-roh orang beriman yang meninggal
sebelumnya. Maka orang-orang yang
ruh-ruh orang beriman sangat bergembira
ketika bertemu dengan temannya tersebut
yang baru meninggal belakangan. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Falahum asyaddu farahan." Mereka lebih
gembira daripada seorang yang sudah lama
tidak ketemu ee kawannya. Jadi, ada
orang berpisah dengan di dunia kalau
sudah lama enggak ketemu saudara, sudah
lama enggak ketemu kawan, kalau ketemu
sangat gembira kata Allah lebih gembira
arwahul mukminin ketika didatangi oleh
ruh baru mukmin yang baru meninggal
meninggal dunia. Fayaqulun. Maka mereka
bertanya kepada roh yang baru meninggal
ini. Ma fa'ala fulan? Bagaimana si fulan
di dunia? Kau tinggalkan dia bagaimana?
Ma faala si fulan? Akhirnya ada yang
berkata, dauhu hatta yastariha fnahuana
fiid dunya. Sudah jangan dulu
tanya-tanya. Dia baru datang istirahat
dulu. Dia baru saja istirahat dia baru
saja baru meninggalkan kepayahan
dunia. Dauhu hatta yastariha fainnahu
kanana fiammid dunya. Biarkan dia
istirahat. Dia tadi baru saja
meninggalkan gam yaitu kegelisahan,
gundah gulana, kepayahan kehidupan
dunia. Kehidupan dunia seperti itu.
Tidak lepas mau kaya, mau terkenal, mau
populer, mau apapun ya duit banyak,
rumah banyak, istri banyak tetap aja.
tetap aja gelisah. Iya enggak? Dunia
seperti itu ya. Allah mengatakan laq
khalaqnal insana fiat. Kami menciptakan
manusia dalam kepayahan. Sejak kecil dia
sudah payah memayahkan kedua orang
tuanya. Ya. Belajar-belajar kemudian
sekolah payah ujian kemudian mau nikah
payah juga nyari akhwat ditolak terus
payah. Kalau diterima maharnya mahal
payah. Sudah maharnya mahal ternyata
ngomel melulu payah.
kawin lagi. Ternyata sama aja ngomel
lagi. Saya dulu saya punya sopir dia
minta kerja terus dia dia apa dia apa
namanya curhat. Dia bilang, "Ustaz,
kenapa istri marah-marah terus, Ustaz?
Saya belum dapat kerja saya dimarah
sehari tiga kali, Ustaz. Ada jadwal
marahnya." Sampai saya bilang, "Istriku
enggak bisa enggak enggak marah. Kenapa
harus ada jadwal marah sehari?" Tiga
tiga kali saya bilang ya. Ya begitulah
wanita biasanya begitu. Ustaz bagaimana
kalau yang istrinya dua diomelin sehari
enam kali ee matematikannya salah kalau
begitu. Tapi intinya hidup ini tidak ada
yang dalam kepayahan. Dalam kepayahan
seorang sudah berusaha mencari jabatan
tinggi sudah dia raih, dia gelisah juga
bagaimana mempertahankan jabatannya
dengan ganggu ah hidup payah gak ada
yang nyaman. Makanya ketika orang
mukminin masuk di alam barzakh, maka
teman-temannya yang sudah masuk alam
barzakh di mengatakan, "Dakuh, biarin
dia. Hatta yastari sampai dia istirahat.
Fainnahu kanana fiamid dunya." Dia baru
saja meninggalkan kepayahan hidup apa?
Dunia. Jadi ini semua dalil bahwasanya
orang yang beriman
istirahat. Makanya
istilah dia telah tiba pada peristirahan
terakhir itu hanya khusus untuk orang
beriman.
Ketika di zaman Nabi dalam hadis hadis
riwayat Imam Ahmad dikatakan kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Inna fulana
matat wasarohat." Ya Rasulullah, si
fulana ibu fulan meninggal dan dia sudah
istirahat. Faqadiban Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Nabi sallallahu alaihi
wasallam pun marah. Nabi
berkata, "Innama yastarihu man gufir
lahu." Yang istirahat itu di alam
barzakh adalah yang diampuni oleh Allah
subhanahu wa taala. Yaitu Nabi
mengatakan, "Dari mana kau tahu dia
diampuni? Dari mana kau tahu?" Kemudian
kau mengatakan dia istirahat setelah
meninggal. Belum tentu. Banyak orang
kematian adalah awal dari penderitaan.
Yang lebih parah, jauh lebih parah
daripada penderitaan di di dunia kalau
dia mendapatkan azab kubur. Tapi bagi
orang beriman bahwasanya kematian
adalah awal kehidupan yang indah.
Peristirahatan yang yang
indah. Tib. Bagaimana proses kematian?
Allah kirimkan para malaikat dan
malaikat yang bertugas mencabut nyawa
namanya apa? Malakul maut. Malaikat
maut. Ya. Adapun penamaan izrail maka
tidak datang dalam riwayat yang sahih.
Meskipun disebutkan oleh sebagian salaf
dinamakan Izrail. Tapi secara hadis yang
sahih, riwayat yang sahih tidak ada.
Datang dalam Al-Qur'an disebut apa?
Malakul maut. Datang dalam hadis yang
sahih juga disebut malakul maut. Seperti
kata Nabi Daud, idan anta malakul maut.
Kalau begitu engkau adalah malaikat
maut. Dan malaikat maut kata
Allah,
mautikum. Katakanlah
bahwasanya malaikat maut akan datang
mewafatkan kalian. Alladzi wukila bikum
yang dia telah ditugaskan oleh Allah
untuk mencabut nyawa
kalian. Namun malaikat maut dia tidak
sendiri. Dia cuma tugas mencabut nyawa.
Setelah itu dia serahkan kepada
malaikat-malaikat penolongnya,
malaikat-malaikat penggiringnya. Makanya
datang dalam sebagian ayat Allah
menyebutkan dengan jumlah ee dengan
bentuk plural yaitu jamak. Kata Allah
Subhanahu wa taala misalnya, "Hatta ja
ahadakumul mautu tawafatu rusuluna wahum
la yufarun." Kata Allah subhanahu wa
taala, "Sampai jika kematian telah tiba
akan menjemput kalian
tawafathu rusuluna." Maka akan datang
para rasul kami untuk mencabut nyawa.
Wahum la yufaritun. dan mereka tidak
akan kurang dalam mengerjakan tugas
mereka. Di sini Allah mengatakan para
malaikat sementara dalam ayat yang lain
Allah mengatakan dengan tunggal malakul
maut. Sehingga dijamak oleh para ulama
nanti akan jelas dalam satu hadis yang
panjang bahwasanya yang cabut nyawa
malaikat satu namanya malakul maut.
Malaikat maut. Adapun dia punya anak
buah yang menggiringnya. Makanya Allah
tawafathu rusuluna. Maka
malaikat-malaikat kami akan mencabut
nyawanya.
Maksudnya anak buah malaikat maut.
Demikian juga Allah berfirman,
"Innalladzina tawaahumul malaikatuimi
anfusihim qolu fima kuntum." Kata Allah
subhanahu wa taala, "Sesungguhnya
orang-orang yang para malaikat
mewafatkan mereka dalam kondisi mereka
menzalimi diri mereka sendiri." Di sini
Allah menggunakan lafal jamak.
Almalaikah. Almalaikah itu jamak dari
malak. Malak itu mufrad. Almalaikah,
malak itu tunggal. Jamaknya, pluralnya
adalah malaikah. Di sini Allah
mengatakan para malaikat yang mencabut
nyawa mereka. Demikian juga Allah
menyebutkan wnaziati garqo wasitati nas
wnaziat maksudnya malaikat-malaikat yang
mencabut dengan keras
nyawa wasitati nas dan malaikat-malaikat
yang mencabut dengan lembut nyawa
manusia. Jadi yang benar malaikat maut
cuma satu. Adapun penggiringnya,
penolongnya banyak. Nanti akan jelas
ketika kita membahas hadis Albara bin
Azib radhiallahu taala anhu
ya. Dan malaikat maut dalam satu waktu
bisa mencabut nyawa banyak orang. Mudah
bagi dia ya. Mudah bagi dia. Dia diberi
kemampuan oleh Allah untuk mencabut bisa
mencabut nyawa sekian ribu atau sekian
banyak manusia dalam satu waktu. Mudah
bagi malaikat maut. Ini hal yang gaib
kita beriman meskipun dia sendiri.
Kemudian jika datang para
malaikat, ya datang para
malaikat ya sebelum datang malaikat
maut. Jadi datang malaikat dulu
menggiring menanti kedatangan malaikat
maut untuk mencabut. Jadi
malaikat-malaikat para penolong malaikat
maut datang terlebih dahulu. Kalau
malaikat-malaikat penggiring tersebut
sudah datang untuk siap-siap
mengkondisikan nyawa dicabut, maka ini
adalah kabar gembira bagi orang-orang
beriman. Orang beriman akan melihat
malaikat-malaikat tersebut dan mereka
akan
bergembira. Sebaliknya ini adalah
bencana bagi orang-orang kafir atau para
pelaku
maksiat. Adapun dalil bahwasanya melihat
malaikat-malaikat tersebut adalah
kegembiraan bagi seorang mukmin datang
dalam beberapa ayat. Di antaranya firman
Allah Subhanahu wa taala, "Ala inna
auliyaallahi la khaufun alaihim w hum
yahzanun alladzina amanu wau yattaquun
lahumul busra fil hayatid dunya wafil
akhirah." Kata Allah, "Ketahuilah
bahwasanya wali-wali Allah la khaufun
alaihim tidak perlu khawatir tentang
mereka. Wala hum yahzanun dan mereka
tidak bersedih." Siapa mereka? Alladzina
amanu wau yattaquun. Mereka adalah orang
yang beriman dan bertakwa. Apa buah yang
mereka dapatkan dari iman dan takwa dan
menjadi wali Allah? Lahumul busro fil
hayatid dunya akhirah. Bagi mereka kabar
gembira di dunia maupun di di akhirat.
Di antara kabar gembira tersebut yaitu
ketika mereka akan meninggal maka
malaikat kasih kabar gembira sehingga
mereka senang ketika bertemu dengan
malaikat-malaikat tersebut. Demikian
juga firman Allah Subhanahu wa taala.
Innalladzina qalu rabbunallahu tummaqomu
tatanazzalu alaihimul malaikatu alla
takhafu wala tahzanu wa absiru bil
janntillati kuntum tuadun nahnu
auliyaukum hayati dunya fil akhirah
wakum fiha maahi anfusukum wakum fiha ma
taddaun. Dalam surat Fusilat kata Allah
Subhanahu wa taala, "Sesungguhnya
orang-orang yang mengatakan kami beriman
kemudian mereka
istiqamah apa yang mereka
dapatkan?" Alaihul malaikah. Maka
malaikat turun yaitu malaikat penggiring
di antaranya malaikat penggiring
malaikat maut ya atau malaikat yang lain
datang menemui merekazalu alaihimul
malaikatu alla takhafu. Maka banyak
malaikat datang kasih semangat motivasi.
Jangan kau
takut. Wala tahzanu. Jangan bersedih.
Kenapa perlu diingatkan demikian? Karena
kematian itu ujian yang sangat
berat. Ujian yang sangat berat dalam
hidup ini adalah apa? Kema kematian.
Lebih berat daripada ujian yang lainnya.
Kita diuji dengan sakit, diuji dengan
kekhawatiran. Ya, ini puncak
daripada ujian adalah kematian. Makanya
dikatakan oleh para ulama, man mata
faqadqat qiamatu. Siapa yang meninggal
maka telah tegak kiamatnya, yaitu kiamat
sugra. Meskipun belum tegak kiamat
kubra, hari kebangkitan. Siapa meninggal
sudah tegak kiamatnya ya. Sampai Rasul
sahu alaih wasallam berdoa, wazubika
minatal maut. Ya Allah, aku berlindung
kepada Engkau dari godaan setan ketika
akan meninggal meninggal dunia. Maka
timbul kekhawatiran,
kesedihan, zon, persangkaan yang
bermacam-macam. Maka untuk menghilangkan
itu semua, Allah kirim malaikat untuk
agar seorang mukmin tidak berprasangka
buruk. Apalagi Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan, "La yamutanna
ahadukum illa wahua yusinudonna billahi
azza waalla." Janganlah salah seorang
pun dari kalian meninggal dunia kecuali
dia berhusnudan kepada Allah Subhanahu
wa taala. Namun tidak mudah, tidak
mudah, tidak mudah. Timbul kekhawatiran,
timbul kesedihan tentang apa yang
ditinggalkan, kekhawatiran tentang hari
setelah ini bagaimana, apakah amal saya
diterima atau tidak. Banyak hal-hal yang
muncul maka Allah kirim para malaikat.
Bahkan Allah mengatakan tatanazzalu,
yaitu turun berturut-turut. Turun banyak
malaikat memberi kabar gembira. Alla
takaufu w tahzanu. Jangan kalian
khawatir tentang masa depan kalian. Wala
tahzanu. Dan jangan sedih dengan apa
yang kalian tinggalkan. Anak istri ada
yang
ngurusin. Wa absiru. Bergembiralah bil
jannatillitum tuadun. Dan gembiralah
dengan surga yang kalian telah
dijanjikan dengan surga tersebut. Nahnu
auliyaukum filatiunil akh. Kami adalah
penolong-penolong kalian di dunia.
Selama dunia kami tolong, kami arahkan,
kami bimbing, kami bisikkan hal-hal yang
baik. Wafil akhirah. Di akhirat juga
demikian. Sekarang kami tolong engkau.
Nanti di alam akhirat pun demikian.
Wakum fahi anfusukum. Malaikat kasih
kabar gembira. Nanti kalau di akhirat
kalian akan mendapatkan apa yang kalian
hasratkan. Minta nuzulan min gofurir
rahim. Sebagai jamuan dari Tuhan kalian
yang maha pengampun lagi maha penyayang.
Jadi orang yang
ee beriman kalau akan meninggal maka
kalau mereka melihat malaikat mungkin
mereka sudah tidak bisa
berkata-kata. Karena ketika orang akan
meninggal datang malaikat kita sudah
enggak bisa lihat. Seperti dalam surat
Al-Waqiah kata Allah Subhanahu wa
taala, "Balagtil hulquum wa
antumina tanzurun wahnu aqru ilaihi
minkum wakin la tubsirun. Kata Allah,
"Fala hulkum." Ketika roh sudah sampai
di kerongkongan, sudah mau mati nih
ikhtidar, sebentar lagi mati. Kondisi
ikhtidar yaitu ketika ruh dalam proses
dicabut. Wa antum hinaidin tanzurun.
Kalian yang sedang menjenguk orang
sakaratul maut ini yang akan meninggal
ini, kalian melihat orang tersebut yang
akan mati. Apa kata Allah? Wahnu aqru
ilaihi minkum. Sementara kami lebih
dekat kepada calon maya tersebut
daripada kalian. Kalian duduk di sekitar
kami lebih dekat yaitu para malaikat.
Maksudnya wakill tubsirun. Tapi kalian
tidak melihat kami, tidak melihat para
malaikat. Jadi orang akan meninggal dia
lihat malaikat namun kita enggak tahu.
Kita tidak tahu. Ya terkadang ada
kejadian mungkin dia seperti kata tapi
tidak selalu demikian karena ini hal
gaib sebagaimana alam barzakh kalau kita
bukan enggak ada apa-apa. Namun banyak
cerita bahwasanya terkadang Allah
ungkapkan, terkadang Allah ungkapkan.
Karena kalau semua orang memati
lihat-lihat seperti ini, itu bukan gaib
lagi ya. Bukan hal yang gaib. Tetapi
memang tidak terlihat. Hukum asal tidak
terlihat ya. Hukum asal ketika calon
mayat melihat malaikat, kita enggak tahu
kondisinya ternyata dia sedang
melihat. Maka malaikat-malaikat itu beri
kabar gembira. Wa absyiru bil
jannatillat kuntum tuadun. Bergembiralah
dengan surga yang telah dijanjikan
kepada kalian. Demikian
juga dalam ayat yang lain Allah
berfirman, "Alladzina tatawaahumul
malaikatu thyibina yaquluna salamun
alaikum udkulul jannata bima kuntum
tammalun." Dan orang-orang yang
diwafatkan oleh para malaikat dalam
kondisi thyibin, dalam kondisi baik itu
meninggal wafat dalam kondisi husnul
khatimah.
yaitu orang-orang yang malaikat
mewafatkan mereka, mencabut nyawa mereka
dan mereka dalam kondisi thayibin, dalam
kondisi baik. Apa kata Allah? Yaakuluna
salamun alaikum. Malaikat berkata,
"Keselamatan atas kalian." Udulul
jannata. Masuklah kalian ke surga bima
kuntum tamalun. Karena amal saleh kalian
selama ini. Jadi dia sudah gembira. Ada
malaikat kasih kabar gembira.
Kemudian juga dalam surah al-Fajr, ya
ayyatuhan nafsul mutmainnah. Itu
perkataan apa? Perkataan malaikat ketika
ini orang mau meninggal dunia.
Irji'i ilbiki ratan mardiyah. Ayo keluar
menuju Rabbmu wahai sang jiwa yang
tenang dengan kondisi radiah senang dan
kondisi mardhiah yang disenangi kondisi
tersebut.
Fadkuli fi ibadi. Masuklah engkau dalam
barisan hamba-hambaku yang sudah
mendahuluimu. Sudah mendahului orang
beriman sudah mendahului. Sebelum kau
sudah banyak orang-orang mendahuluimu.
Waduli jannati. Masuklah ke dalam
surgaku. Ini ucapan kapan diungkapkan?
Ketika seorang mukmin akan meninggal
dunia maka ada panggilan indah kepada
roh agar keluar dengan tenang. Ya
ayyatuhan nafsul mutmainnah. Wahai jiwa
yang tenang. Irjii ilaiki. Kembalilah
kepada Rabbmu, penciptamu. Yaitu kembali
kepada Allah Subhanahu wa
taala. Oleh karenanya orang beriman
setelah dicabut rohnya dia tidak mau
kembali lagi ke
dunia. Dia sudah merasa nyaman. Ya,
kalau dia mau kembali ke dunia dalam
rangka untuk menambah amal
saleh. Kenapa? Dia sudah selamat dari
gundah-gulana kehidupan dunia. Dia sudah
selamat dari kepayahan kehidupan dunia.
Makanya Allah sebutkan tentang kisah
Habib, seorang pendakwah yang Allah
sebutkan dalam surah Yasin ya, ada yang
mengangkan namanya adalah habib ya.
Ketika para rasul mau dirajam oleh
audiens-nya, umatnya maka kata Allah
waja min aqsal madinati rajulun yasa'a.
Para rasul diancam laillam tantahu
lanarjumannakum.
Ya, kalau kalian tidak berhenti dakwah,
ceramah melulu, kami akan rajam kalian
wahai para rasul. Maka datang seorang
dengan semangat nasihati mereka. Dia
berkata, "Yaul mursalin, wahai kaumku,
ikutilah para rasul. Ituu la yasalukum
ajron wahum muhtadun. Ikutilah mereka
yang tidak pernah minta upah dari kalian
dan mereka mendapat petunjuk." Ya,
akhirnya ketika dia ceramahin kaumnya,
mereka ngamuk. Mereka bunuh dia. Ini
orang ini dibunuh akhirnya. Akhirnya
meninggal dunia. Akhirnya kata Allah,
"Qala ya laita quiumi yaun bima gofarbi
wa'alani minal mukramin." Setelah dia
meninggal dunia, dia berkata di alam
barzakh, "Seandainya kaumku tahu apa
yang Allah berikan kepadaku dengan aku
dakwah dan akhirnya aku dibunuh. Bima
gofarbi. Allah ternyata ampuni aku
wa'alani minal mukramin. Dan Allah
jadikan aku orang yang mulia. Ternyata
dunia dulu gak enak. Enak di mana? Di
alam barzakh. Ya udah dia nyaman. Tapi
caranya untuk nyaman dakwah dulu terus
dibunuh
orang. Subhanallah. Ini kisah
menakjubkan
ya. Kaumnya jengkel. Dipukullah dia.
Diajar dibunuh. Ternyata dia pindah ke
alam yang
indah. Adapun orang kafir kalau datang
malaikat penggiring malaikat maut sudah
mereka ngeri, mereka ketakutan. Kata
Allah subhanahu wa taala, walau taro id
yatawaina kafarul malaikatu yadribuna
wujarahum wqualq. Seandainya kau bisa
lihat, kata Allah walau tar seandainya
kau bisa lihat, tapi kau gak bisa lihat.
Maka hukum asal malaikat maut dan
malaikat penggiringnya, penolongnya
tidak kelihatan. Baik orang mukmin yang
dicabut maupun orang kafir. Makanya
Allah mengatakan walau taro. Karena
kalau kelihatan bukan gaib lagi. Coba
kalau setiap orang kafir kelihat dia
teriak-teriak rambutnya berdiri keluar
asap semua orang enggak ada yang berani
kafir. Tapi ini hal gaib. Hal
gaib. Beriman atau tidak? Makanya Allah
mengatakan walau taro id yatawaalladina
kafarul malaikatu. Ketika malaikat
mewafatkan mencabut nyawa orang-orang
kafir, yadribuna wujuhum adbarahum.
Malaikat memukul wajah mereka. Ayo
keluar memukul belakang mereka. Wabal
hari. Kata malaikat siap merasakan azab
yang membakar. Kalau malaikat
orang-orang beriman siap-siap masuk
surga. Kalau orang kafir para pendosa
wuqu adabal hari. Silakan rasakanlah.
azab yang
membakar. Dalam yang
lain Allah berfirman,
"Wauimatil
mautikum." Kata Allah, "Seandainya kau
lihat ketika orang-orang
zalimut dalam kondisi
ikut mau mati, nyawa mereka mau dicabut.
Sementara para malaikat membentangkan
tangan mereka untuk menghantam
mereka. Kata malaikat, "Akriju
anfusakum, ayo keluar. Kenapa enggak
keluar-keluar?" Kabur mereka ketika ruh
mereka kabur semua. Terpisah di tubuh
mereka enggak mau keluar. Harus dicabut
dengan
keras ketakutan. Akriju anfusakum. Kata
para malaikat, "Allyum tujzaabal huni."
Hari ini kalian akan merasakan azab yang
menghinakan kalian.
ini tapi kita tidak lihat kita tidak
tidak lihat ini hal yang gaib Allah juga
berfirman, "Yaal malaikata laumidin lil
mujrimin." Ketika mereka melihat para
malaikat, maka tidak ada kabar gembira
bagi mereka, bagi orang-orang para
pendosa. Jadi mereka kalau lihat
malaikat sudah mereka pasti dalam
kondisi ketakutan. Akhirnya kalau mereka
ya mau mati maka mereka minta
dikembalikan. Hatta idza jaahdahumul
mautu qab
rbirjiun laalli a'malu shihan fima taraq
kalla innaha kalimatun hua qoilauha woi
barzakhun ya. Kata Allah ketika kematian
datang kepada salah seorang dari mereka
itu orang kafir mau mati dia mengatakan
qala rabbiun sudah mati dia minta
dikembalikan dia meninggal minta
dikembalikan kalau tadi sudah meninggal
pengin nyaman di alam barzakh diampun
dimuliakan di dunia dihina-hinakan
karena berdakwah dihinakan oleh
kaumnya di alam barzakh diampuni oleh
Allah dimuliakan ini. Kalau orang kafir
atau para pendosa meninggal maka dia
minta kembali qala rabbijiun. Sampai
jika salah seorang dari kalian sudah
meninggal qala rabbiun. Dia berkata, "Ya
Allah kembalikan aku. Ya Rabbku
kembalikan aku." Buat apa? Laal a'alu
shihan fima tarq. Semoga aku bisa
melakukan amal saleh yang dulu aku
tinggalkan ketika masih hidup. Kata
Allah kalla gak mungkin. Innaha
kalimatun hua qoli. Itu hanya omong
kosong. Kalau dikembalikan tidak bakalan
demikian. Kata Allah dalam ayat yang
lain, "Wau ruduan, kalau mereka
dikembalikan mereka akan melakukan apa
yang mereka dilarang percuma." Kemudian
kata Allah,
"Warim
barzakun." Dan di balik mereka setelah
itu ada alam barzakh sampai hari
kiamat. Adapun orang mukmin atau orang
Islam, pelaku maksiat, mereka ketika
datang malaikat untuk cabut nyawa
mereka, mereka minta ditunda
kematiannya.
Seperti Allah sebutkan di akhir surat
almunafiqun kata Allah subhanahu wa
taala yaina amanuum
amwalukumillahirqumbi
akani
qqihinahu nafsan jaalu khir bimun kata
Allah wahai orang yang beriman
Janganlah harta kalian dan anak kalian
membuat kalian lalai dari mengingat
Allah. Siapa yang demikian hartanya,
anaknya membuat dia lalai dari ingat
Allah. Faulaika humul khirun. Mereka
adalah benar-benar orang yang merugi.
Dan infakkanlah sebagian harta kalian
minqati ahadakumul maut. Sebelum datang
kematian kepada salah seorang dari
kalian. Lantas dia berkata ketika
malaikat maut datang, dia berkata,
"Rabbi, tundalah kematianku meskipun
hanya sebentar.
A ajalin qorib. Dia cuma pengin minta
sebentar 5 menit, 10 menit. Buat apa?
Buat buka HP kemudian kirim sedekah
semua. Sana R miliar, sana R miliar,
sana R miliar, sana 2 miliar. Uang dia
triliunan. Dia minta sebentar aja.
Ajalin qibak minta lama-lama dia minta
setahun minta ditunda sebentar aja ya
Rabb. Buat apa? Faasqo aku ingin
bersedekah. Waakum minihin. Dan aku
ingin menjadi orang saleh, pengin
bertobat.
Ini pelaku
maksiat kata Allah. Wirallahu nafsan
jajalu tidak akan Allah tunda kalau
sudah tiba datang ajal. Wallahu khirun
bimaalun. Allah lebih tahu tentang apa
yang kalian kerjakan.
Inilah ee kondisi
ee orang mukmin atau orang kafir atau
pelaku maksiat ketika datang malaikat
malaikat maut dengan
penolong-penolongnya dengan
penggiringnya. Tib. Adapun kematian
dadakan disebut mautul
fujaah. Maka tidak mengapa seorang
mukmin kalau meninggal dengan tiba-tiba
enggak ada masalah. Yang penting dia
orang saleh. Ada orang mukmin meninggal
tiba-tiba enggak. Dia keluar tah-tahu
ketabrak. Tahu naik pesat atau tahu
meledak ya. Tiba-tiba tiba-tiba dia kena
serangan jantung tiba-tiba
[Musik]
tiba-tian dadakan menimpa siapa saja
bisa menimpa orang mukmin bisa menimpa
orang kafir bisa menimpa pelaku maksiat.
Dalam hadis kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Mautul fujaah rofatun bil
mukmin wa asfun alal fajir."
Sesungguhnya kematian yang dadakan
adalah bentuk kasih sayang kepada orang
mukmin dan bentuk penyesalan bagi orang
kafir. Maksudnya apa? Para ulama
menjelaskan ya, ada orang yang mungkin
Allah kasih ujian sebelum meninggal dia
sakit-sakit, dia mampu. Ada orang tidak
mampu mengalami sakit-sakit sebelum
meninggal meninggal dunia. ada yang
mampu sehingga kalau dia sakit
sebelumnya maka Allah angkat. Makanya
kita dapati sebagian ulama sakit-sakit
terlebih dahulu terkadang kena kanser ya
seperti Syekh Utsimin kena kanser
gurunya kalau tidak salah Syekh Abdullah
bin Asir Saidi juga kena kanser ya
mereka menjalani dan dengan kesabaran
dan Nabi sallallahu alaihi wasallam juga
mengalami sakit yang luar biasa tapi
tidak semua orang mampu seperti itu. Ada
orang dikasih sakit dia goyang imannya
kenapa saya seperti ini? Saya sudah
begini, sudah begini. Kenapa saya
dikasih penyakit? Tidak semua orang
kuat. Maka di antara sebagian mukmin
Allah langsung matikan tiba-tiba kena
penyakit jantung selesai tidak
ngerepotin orang bangun tidur tahu-tahu
meninggal ya tidur tidak bangun lagi.
Banyak seperti itu. Banyak sehingga
tidak merepotkan orang di sekitarnya dan
juga tidak merasakan kepayahan yang
mungkin dia tidak mampu menghadapinya.
Maka Nabi mengatakan mautul fujaah
rafatun bil mukmin. Adalah bentuk kasih
sayang atau kelembutan bagi orang
mukmin. Wa asfun alal fajir. Adapun bagi
pelaku maksiat inilah penyesalan. Kenapa
dia meninggal tiba-tiba tidak sempat dia
bertobat kepada Allah? Tidak sempat dia
minta maaf kepada orang yang dia
zalimi. Tidak sempat dia mengembalikan
hak-hak orang yang dia rampas selama
ini. Tidak
sempat. Sehingga penyesalan baginya.
Penyesalan baginya. Ya, oleh
karenanya mati
tiba-tiba ya meskipun kelihatannya
tiba-tiba mati tapi semua proses dalam
hal gaib tetap ada malaikat maut, tetap
ada pencabutan-proses pencabutan nyawa
ya tetap ada
ya. Dan ini semakin menguatkan pada kita
bahwasanya kematian itu terkadang tidak
harus sakit dulu.
Tidak harus sakit
dulu dan tidak harus tua dulu. Maka saya
pernah sebutkan dua orang nabi yang
meninggal tidak sakit dulu seperti Nabi
Adam alaihi salam. Nabi Adam ketika mau
meninggal datang malaikat
maut. Nabi Adam umurnya sudah
960. Malaikat maut mau cabut nyawa. Dia
bilang belum saatnya. Umur saya berapa
tahun? 1000. Pulang dulu. Masih 40 tahun
lagi. Nabi masih sehat-sehat aja.
Malaikat maut bilang, "Kan kau sudah
pernah kasih anakmu 40 tahun kepada Nabi
Daud." Ketika Allah perlihatkan
cucu-cucu Nabi Adam kepada Adam Alaih
Salam, Nabi Adam terpesona melihat Nabi
Daud. "Ini siapa?" Kata Nabi Adam. Kata
Allah, "Itu cucumu Daud." "Berapa
umurnya?" Kata Allah, "Umurnya 60
tahun." Kata Nabi Adam, "Terlalu kecil,
masih kecil sudah meninggal. Saya
hadiahkan 40 tahun buat saya buat dia."
Jadi umurnya 1000, kurang 40 jadi
berapa? 960 kasih 40 tahun.
Ratusan tahun kemudian malaikat maut
datang mau cabut nyawanya. Kata Nabi
Adam, "Belum, umur saya baru
960. Lah kau kan sudah hadiahkan sama
cucumu." Enggak. Enggak pernah. Ya,
lupalah. Kita aja 20 tahun lalu lupa.
Apalagi ratusan tahun yang lalu. Nabi
Adam berkata, kata Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam ketika menyampaikan hadis ini
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Nas Adam waat durriyatuhu." Adam lupa
dan juga keturunannya juga
pelelupa. Iya. Saya ketemu orang
kemarin, "Ustaz, kenal saya." Masih
ingat
enggak? Waktu kita ketemu di Masjid
Nabawi, Ustaz ngobrol sama saya, "Waduh,
saya enggak ingat. Antum ngundang saya
makan enggak?" "Enggak." Oh, kalau
enggak ngundang makan saya
lupa. Sampai suatu hari saya di hotel di
Ambarukmah di Jogja, ada seorang datang.
Saya lagi ketemu dengan kawan datang,
"Ustaz, asalamualaikum." Masyaallah, ini
siapa ya? Ustaz, masih ingat enggak
waktu di Madinah kita makan bareng?
Waduh, harusnya saya ingat kalau pernah
makan bareng dia undang saya makan.
Harusnya saya ingat ya. Waktu itu ustaz
traktir saya. Ah, itu sebabnya saya yang
traktir. Maka saya tidak
[Tertawa]
ingat. Kalau kamu yang traktir mungkin
saya ingat. Jadi ini bagaimana Nabi Adam
ratusan tahun lalu dia bilang, "Kau
pernah kasih sama cucumu?" Enggak.
Akhirnya Nabi Adam dicabut nyawanya.
Diingatkan, maka dicabut nyawanya. Ini
bukan dalam kondisi sakit-sakitan mau
mati. Enggak.
Nabi Daud tadi yang kita sebutkan ketika
malaikat maut datang ke rumahnya, Nabi
Daud sedang keluar ketemu istrinya dalam
mungkin malaikat maut datang dalam
bentuk manusia. Maka istrinya berkata,
"Kau hati-hati sebentar lagi kalau Daud
datang mati kau payah kau." Jadi Nabi
Daud dalam kondisi segar ketika datang
siapa kau malaikat sudah pasrah. Maksud
saya kematian tidak harus apa sakit
terlebih dahulu. Bisa jadi seorang tanpa
ada kolesterol baik semua baik tahu-tahu
mati. Kalau sudah mati kata dokter,
jantungnya berhenti. Ya
jelaslah jantungnya berhenti. Tapi tidak
tidak harus ada penyakit jantung
sebelumnya. Memang waktunya mati. Ada
orang sehat ya selama ini tekanan darah
baik, kolesterol tidak tahu-tahu mati.
Pembuluh darah pecah ya ternyata dia ya
itu memang waktunya ma mati. Oleh
karenanya kita ini tidak tahu kapan
meninggal maka kita harus senantiasa
persiapan. harus selalu. Tapi kalaupun
kita mati
dadakan ya tidak sempat ini tidak selama
selama dalam kondisi beriman maka itu
adalah kebaikan. Yang penting meninggal
dalam kondisi husnul apa?
Khatimah. Al Imam al Bukhari berkata,
"Apalagi di akhir zaman ya, di antara
sabda Nabi, min iqtis saah, di antara
tanda akan tiba hari kiamat."
mautul fujaah akan banyak kematian
dadakan. Ini di antara tanda-tanda
sekarang banyak orang mati
dadakan. Apa kata Imam Bukhari
rahimahullah?
farag ya
fadin
faasa
ya anyakuna mautuka
baktah kam roitu minhairi sukmin zahabat
nafsuhu faltah kata al imam bukhari
manfaatkanlah waktu luangmu untuk meraih
keutamaan rukuk yaitu salat ada waktu
salat salat sunah salat sunah mutlak
mutlaqoh salat rawatib pada waktu jangan
lupa untuk
salat. Dan ibadah yang paling dicintai
Allah adalah salat. Allah berkata,
"Wasjudu waqtarib." Sujudlah dan
dekatlah. Ketika ada orang minta ingin
derajatnya dekat dengan Nabi, kata Nabi,
"Fainni ala nafsika bikrati sujud." Agar
saya bisa k syafaat sama engkau. Supaya
surgamu tinggi, kau harus banyak salat.
Kata Imam Bukhari,
faraguin. Ambillah kesempatan waktu
luangmu untuk rukuk untuk salat.
Khawatir kematianmu akan datang
tiba-tiba. Sudah banyak aku melihat
orang tidak sakit sama sekali, tiba-tiba
nyawanya hilang dengan begitu saja ya
tanpa ada sakit terlebih
dahulu. Tib. Sekarang kita akan bahas
tentang bagaimana proses ruh menuju alam
barzakh. Dalam hadis yang
panjang yang diriwayatkan
oleh Al Imam Ahmad dan yang lainnya dari
hadis Albara bin Azib radhiallahu taala
anhu dengan sanad yang
sahih. Saya bacakan.
Anil Bar bin Azib radhiallahu anhu khjna
ma Nabi sallallahu alaihi wasallam fi
jinain jina rulin min ansar. Kami keluar
bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam
dalam rangka
mengantarkan jenazah seorang lelaki dari
kaum ansar itu menuju
kuburan. Fantahaina ilal qabar.
Sampailah kami di tempat lokasi kuburan.
Walamma yulhat. Dan belum dibuat lahad
itu ada proses lagi dibikin lahad. J
kita tahu kuburan ada syak ada lahad.
Kalau sak itu kuburan di tengahnya
dikasih lubang. Kalau lahad di samping.
Samping dikasih lubang supaya mayatnya
kemudian di samping namanya lahad.
Karena lahad lebih
afdal. Dua-duanya boleh. Fajalasa
Rasulullah alaihi wasallam. Rasul sahu
alaihi wasallam duduk nunggu proses
penggalian lahad. Wajalasna haulahu. Dan
kami pun duduk di sekitar Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Seakan-akan di atas kepala kami ada
burung itu. Kami semua diam
tenang di keliling Nabi sallallahu
alaihi wasallam dalam kondisi memegurkan
mayat. Wafiadii udun yanut ard. Dan di
tangan beliau ada kayu kecil, batang
kecil yang dia tusuk-tusukkan ke
tanah dalam kondisi menunduk.
Kemudian rasul wasam angkat kepalanya
itu dia memandang kepada kami faqala
Rasulullah berkata istau billahi
minabil kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam wahai para sahabatku mintalah
perlindungan kepada Allah dari azab
kubur. Rasulullah ulangi dua kali atau
tiga kali mintalah perlindungan dari
Allah kepada Allah dari azab kubur.
Mintalah perlindungan kepada Allah dari
azab kubur. Tumma qala kemudian rasul
sahu alaihi wasallam menjelaskan innal
abdal mukmin. Sesungguhnya seorang hamba
yang
mukminun ketika dia meninggalkan dunia
dan menuju alam baru, alam
barzal akhirah dan dia menuju akhirat
meninggalkan dunia terputus dari dunia
kata Nabi dengan bahasa minun terputus
dari kehidupan
duniaqbalin minal akhir dan menuju ke
akhirat. Nazala ilaihi malaikatun
minasama bidul wujuh. Ini seorang
mukmin. Rasulullah cerita seorang
mukmin. Kemudian Rasulullah cerita
seorang
pendosa. Adapun orang mukmin maka
dat ikat dari langit bidul wujuh dengan
wajah yang putih yaitu
menyenangkan. Wujuhumusyams seakan-akan
wajah mereka matahari itu
bersinar. Maahum kafanun min akfanil
jannah. Dan mereka bawa kain kafan dari
surga. Wa
hanutun min hanutil jannah. Dan mereka
bawa hanut. itu minyak wangi yang
dicampur dengan kain kafan yaitu parfum
ya semacam parfum bahannya wangi dari
surga hatta yajlisu minhu maddal bashar.
Kemudian ini malaikat penggiring sebelum
datang malaikat maut. Mereka pun datang.
Mereka duduk di sekitar orang mukmin ini
sejauh mata memandang. Tapi enggak ada
yang bisa lihat. Tadi Allah mengatakan
wa antumidin tanzurun. Kalian melihat
orang yang calon maya tersebut. Wahnu
aqru ilaihium. Padahal kami lebih dekat
dari kepada dia daripada kalian. Walakin
la tubsirun. Tapi kalian tidak bisa
melihat. Jadi malaikat hadir dan duduk
sejauh mata memandang. Tumma yajiu
malakul maut. Datang malaikat maut. Jadi
tadi sebelumnya malaikat apa?
Penggiring yang membantu malaikat maut.
Hatta
yajlisaihi. Akhirnya malaikat maut
tersebut duduk di sisi kepala orang
tersebut. Fakulu orang mukmin ini. Maka
malaikat Watat berkata, "Ayatuhan nafsu
thayibah." Wahai jiwa yang baik
ukhrujifir minallahiwan. Keluarlah
engkau menuju ampunan Allah dan keridaan
Allah.
Keluarlah. Dan roh tersebut semangat
untuk keluar. Semangat. Dalam ayat
disebutkan, "Ya ayyuhan nafsul
mutmainnah irji ilbik." Kembalilah
kepada Rabbmu, penciptamu. Maka dia
semangat keluar.
Maka keluarlah roh tersebut seperti
keluarnya tetesan air dari ceret. Kalau
air penuh kita tuangkan, mudah atau
tidak? Mudah ya? Mudah
keluar.
Fayakuduha. Maka malaikat maut pun
mencabut nyawa tersebut. Faidza akha lam
yadauha fi yadihi thfata ain hatta
yakudha. Kalau malaikat maut sudah cabut
nyawa orang beriman, malaikat yang tadi
datang yang berwajah putih seperti
matahari, malaikat para penolong,
malaikat maut tidak membiarkan malaikat
maut meskipun hanya sekejap mata untuk
berpegang lama-lama roh tersebut, mereka
langsung ambil. Mereka tidak biarkan ruh
tersebut di tangan malaikat maut
meskipun hanya sekejap mata. Begitu
lepas dari jasad langsung mereka proses,
mereka ambil dari malaikat
maut. Fajala fidalikal kafan. Segera
mereka masukkan ke dalam kafan yang dari
surga tersebut. Wafidalikal hanut.
Mereka berikan minyak wangi atau
wewangian yang dari surga tersebut.
Wakruju minha kaabi nafhati miskin
wujidat ala wajil ard. Maka keluarlah
dari jenazah
tersebut minyak misik yang paling wangi
yang pernah ada di dunia ini. Jadi
keluar wangi. Aroma luar biasa ya. itu
kalau ada minyak wangi paling harum
keluar aroma seperti itu dari jenazah
atau roh orang mukmin tersebut. Qata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, biha
malaikatmalaikat tersebut membawa dia ke
atas naik. Fala yamuruna yakni biha
minalikuhuib. Tidaklah mereka melewati
sekelompok malaikat kecuali malaikat
tersebut bertanya, "Siapa roh yang baik
ini?" Itu malaikat antara langit dan
bumi. Jadi malaikat ada yang di bumi,
malaikat ada yang di antara langit dan
apa? Dan bumi. Dan ada malaikat yang di
langit. Jadi mereka sedang menuju ke
langit dunia. Di tengah perjalanan
mengangkat nyawa tersebut menuju langit
dunia, maka bertemu dengan
rombongan-rombongan malaikat. Semua
malaikat bertanya, "Siapa ini yang
rohnya baik? Karena aroma sangat sangat
harum." Fayakuluna fulan bin fulan. Dan
ini hal gaib. Kita enggak ada yang cium.
Kalau orang meninggal kita enggak ada
aroma sedikit pun. Kadang Allah
keluarkan tapi hukum asal tidak tercium.
Ini perkara gaib.
miskin. Kemudian kata kata para malaikat
fulan bin fulan ini adalah si fulan bin
fulanun dengan disebut namanya yang
terindah yang pernah penduduk penduduk
dunia menamakan dia di dunia
memanggilnya di dunia. Hatta yantahu
bihaamaid dunya sampai akhirnya tiba di
langit dunia. Langit yang paling bawah.
Kita tahu langit ada tujuh lapis. Yang
paling bawah namanya langit dunia.
[Musik]
Maka para malaikat yang menggiring ruh
orang beriman ini minta dibukakan kepada
penjaga malaikat penjaga
langitahuahum maka dibukakan bagi mereka
untuk
masukiu
muqam allatiha. Maka semua malaikat
menyenangi orang ini kemudian menggiring
orang tersebut sampai menuju kepada
langit berikutnya.
Hatta yuntaha bihiama. Demikian juga
langit kedua minta izin dibukakan.
Akhirnya malaikat yang di langit kedua
menyambut lagi ngantar ke langit yang
ketiga. Terus terus sampai langit
ketujuh. Dan ini ruh ini di luar nalar.
Gerakannya sangat cepat. Padahal kita
tahu jarak ini sampai langit dunia jauh
sekali dan langit satu langit jaraknya
500 tahun perjalanan. Dan seb
berpendapat antara langit satu langit
berikutnya ada kosong. Baru kemudian
langit kedua 500 orang perjalanan
kemudian langit ada kosong kemudian
langit jauh kita alam semesta sangat
sangat luas tetapi roh punya sifat-sifat
tersendiri dan malaikat pun demikian ya
wasabih fabihuna sabha para malaikat
yang berjalan dengan cepat jin cepat ya
jin cepat makanya ketika Nabi Sulaiman
mengatakan muslim siapa yang bisa
datangakan singgasan Ratu Balqis maka
Jibril berkat
Q ifrit minal jin jin ifrit berkata,
"Anaika bihi anaika biha
qamik Sulaiman sebelum kau berdiri dari
tempat dudukmu, saya sudah siapkan
datangkan singgahsana tersebut." Berarti
jin ifrit cepat geraknya ya. bergerak
dari Palestina kemudian menuju Sabah
Yaman mungkin sekitar 2.000 kilo
kemudian balik lagi pikul itu
singgahsana bawa ke Nabi Sulaiman
perjalanan 4.000 1000 kilo sudah sampai
sebelum Nabi Sulaiman berdiri di tempat
apa duduk duduknya cepat atau tidak
cepat tapi masih kalah dengan malaikat
kata Allah fasabihun sabaha yang
berjalan dengan cepat
melebihi melebihi jin dan ini malaikat
bawa ruh dengan cepat ke langit dunia
langit kedua, langit ketiga dengan cepat
sampai langit ketujuh
cepat fayaqulullahu azza wa jalla sampai
ke langit ketujuh
Maka Allah
berkata, "Catatan hambaku
fiin ardhi dan kembalikanlah dia ke bumi
ya karena harus masuk dalam proses alam
barzakh dikembalikan ke jasadnya." Kata
Allah, "Fainni minha khqum dari bumi aku
ciptakan mereka." Itu Adam diciptakan
dari tanah yang ada di bumi. Wafiha
uiduhum. Dan kepada bumi akan aku
kembalikan. itu mereka mati di bumi
waminha dikuburkan di bumi. Wajukum
winha ukhrijukum tarotan ukhro. Dan dari
bumi pula aku akan bangkitkan mereka
pada hari kiamat kelak. Fatuadu ruhu fi
jasadihi. Maka
dikembalikanlah ruh orang tersebut
kepada jasadnya di alam barzakh. Kalau
dia sudah dikubur dikembalikan dalam
kubur. Kalau tidak dikubur maka di mana
pun dia mati jasadnya utuh atau hangkus
hangus atau hancur tetap masuk dalam
alamnya namanya alam apa? Alam barzakh.
Jadi alam barzakh yaitu alam perantara.
Apakah jasadnya dikubur atau tidak? Ini
sudah kita sering bahas. Firaun meskipun
jasadnya tidak dikubur kata Allah,
"Alyyaum nunajika bibadinika litakuna
liman khfaka." Hari ini kami selamatkan
jasadnya sebagai pelajaran bagi kalian.
Ya, ternyata dia diazab dalam alam
barzakh meskipun jasadnya tidak di
dikubur. Jadi mau dikubur jasadnya atau
tidak, di terbakar atau dihancurkan,
diledakkan mau habis tetap aja masuk
dalam namanya alam apa? Barzakh. Sama
kalau kita buka mayat di kuburan sudah
habis tinggal tulang. Tapi ada alam gaib
di mana dia dan jasadnya entah bagaimana
cara Allah dalam alam ter tersebut. Jadi
kalau kita buka kuburan itu bukan alam
gaib. yang kita bukukan alam dunia.
Paham? Itu hanya tempat mereka dikubur.
Mereka sekarang berada dalam alam alam
perantara. Seperti kalau kita tidur kita
dalam alam alam mimpi, alam tersendiri.
Alam
tersendiri yang kita tidak bisa masuk
kecuali dalam kondisi ti tidur. Kalau
bangun ya alam dunia. Kalau meninggal
roh masuk dalam alam barzakh, alam
perantara. sama saja jasadnya dikubur
atau tidak, utuh atau hancur tetap masuk
dalam alam barzakh. Maka kata Nabi
sallallahu alaihi
wasallam ee fatuadu ruhu fi jasadihi
maka ruhnya dikembalikan ke jasadnya.
Fayatihi malakani faylisani. Maka
datanglah dua malaikat. Malaikat siapa?
Mungkar dan Nakir. Maka mereka berdua
pun mendudukkan orang ini. Jadi
berbaring didudukkan. Fakulani lahu
manbuk. Maka mereka berdua bertanya,
"Siapa Tuhanmu?" Fqubiallah. Dia jawab,
"Tuhanku adalah Allah." Fquani lahuk.
Maka mereka berdua bertanya, "Apa
agamamu?" Fquinial Islam. Agamuku adalah
Islam. Fakulani lahu. Mereka berdua
bertanya lagi, "Munkar dan Nakir,
mauladzi buikum. Siapakah orang yang
diutus kepada kalian?" Fqu hua
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Dia adalah Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam, yaitu Muhammad sallallahu
alaihi wasallam.
Mereka berdua bertanya lagi, ilmuka,
"Dari mana kau tahu?" Maksudnya kau tahu
ini Rasulullah, ini ikut-ikutan atau
bagaimana? Atau kau hanya ngomong dalam
bentuk kemunafikan? Dari mana kau tahu?
Maka orang ini berjawab, menjawab, "Qu
kitaballah, aku baca Alquran faamantu
bihi dan aku beriman dengan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Wasdaqtu dan
aku membenarkannya." Fayunadi munadin
fisama. Maka ada penyuru di
langit berkata,
yaitu dari Allah, anodqo abdi sungguh
hambaku telah benar. Faisyuhu minal
jannah. Maka bentangkanlah
permadani tempat tidur buat dia dari
surga. Waisuhu minal jannah. Berilah dia
pakaian dari surga. Waftahu lahu baban
ilal jannah. Bukakanlah pintu menuju
surga. Ya, semacam ada bisa melihat
surga
meskipun mengira-ngira ya. Ya. Qala
fayatihi min rauhi. Maka ketika
dibukakan pintu surga maka aroma
surga sampai ke dia sementara di alam
barzakh. Watibu watibiha maka juga
wanginya surga sampai ke dia. Wufsahu
fiqri madda bori lantas kuburannya
diperluas sejauh mata memandang. ini
makanya ee ini alam gaib, alam
tersendiri. Nanti kalau kita bahas
tentang orang yang disiksa ada sungai
darah, orang berenang di pemakan riba
berenang di sungai darah dihantam dengan
batu. Jadi maksudnya itu alam
tersendiri. Kalau orang mana alam kubur?
Saya buka yang kau buka itu alam kubur
yang kau buka alam dunia. Paham? Kalau
masuk alam barzakh harus mati. Mati
dulu. Maka yufsahu fiqri mad. Maka
dilapangkan kuburannya sejauh mata
memandang.
Qatiun hasanul wajah. Kemudian datanglah
seorang lelaki dengan wajah yang tampan.
Hasanab pakaiannya
indah. Aromanya
wangi. Kemudian dia bilang kepada ruh
orang mukmin tersebut, bergembiralah
dengan apa yang akan menyenangkan
engkau. Yaitu tentang nikmat surga. H
yazi kunta. Inilah hari yang di mana kau
janjikan ketika di
dunia. Siapa?
Waju yaji bilhair. Wajahmu
mengisyaratkan adanya kebaikan. Fakul
ana amalukh. Aku adalah amal
salehmu. Yaitu aku selama ini Allah
bentuk amal saleh. Dia menjadi seorang
lelaki yang indah dilihat yaitu bacaan
Qurannya, salat malamnya, sedekahnya
berbakti kepada orang tuanya, ngurus
anak istrinya. Akhlak yang mulia berubah
menjadi lelaki yang tampan, yang wangi,
pakaian yang indah. Allah bentuk dari
abstrak menjadi konkrit. Dan itu mudah
bagi Allah subhanahu wa taala. Ya Allah
dalam ya Allah merubah yang abstrak jadi
apa konkret. Fayaquulu maka dia berkata
rbi saah hatta arjia ila ahli waali. Ya
Allah segera tegakkan hari kiamat sampai
aku bisa pergi ke keluargaku dan
hartaku. Ada yang menafsirkan maksudnya
ke bidadariku dan apa? Hartu. Yaitu
kenikmatan di surga. Dia pengin cepat
hari kiamat.
Karena kalau belum hari kiamat dia masih
dalam nikmat kubur. Dan nikmat surga
lebih indah daripada nikmat apa? Kubur.
Ini baru mukadimah ya. Mukadimah. Dan
dia pengin cepat kapan hari kiamat. Ini
orang mukmin demikian. Lantas bagaimana
orang kafir? Kata Nabi Sallallahu
Wasamunikatunul wuj malaikat lain ini
penggiring penolong malaikat maut yang
beda model wajah mereka hitam maahumul
musuh dan mereka membawa kain yang kasar
bukan kain kafan yang halus dari surga
kain yang
kasarlis minal lalu Mereka datang
siap-siap menunggu malaikat maut datang.
Mereka duduk di sekitar orang kafirin
yang sedang akan meninggal duniau
malakul maut. Setelah itu datang
malaikat maut yajlisi. Kemudian duduk di
sisi kepala orang mayat kafir ini.
Fakulu malaikat maut berkata, "Ayatuhan
nafsul khabitah." Wahai jiwa yang
buruk minallahi wad. Keluarlah engkau
menuju kepada kemurkaan Allah ya dan
kemarahannya.
Qfarqu jasadihi. Dia enggak mau keluar.
Itu roh terpencar ke seluruh jasadnya.
Enggak mau keluar masuk ke segala sisi
tubuhnya. Maka malaikat maut cabut
dengan keras. Kalau tadi orang beriman
keluar dengan
sendirinya. Dia keluar. Sudah
dipersilakan keluar. Keluar. Ini orang
kafir enggak mau keluar. Sembunyi
rohnya. Maka malaikat maut cabut dengan
keras seperti safu. Safu itu duri atau
besi yang digunakan untuk kalau mau
bakar daging dicongkel kemudian dibakar.
Ya, jadi
seperti besi yang yang bengkok kemudian
dicabut dari suf ya misalnya karung goni
yang basah ya. Suful mablud suf itu
maksudnya apa? Bulu domba yang basah.
Kalau ada ada jarum yang bengkok ditarik
kan keras susah. Kalau ditarik harus ada
yang robek. Dipaksa, dipaksa, dipaksa.
Seperti itu kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam itu nyawa dicabut dengan paksa
dengan kasar. Fuduha malaikat maut
berhasil mencabut nyawa orang kafir
tersebut. Kalau sudah dia cabut
nyawanya, para malaikat-malaikat yang
wajahnya hitam tersebut tidak membiarkan
sekejap mata pun di tangan malaikat
maut. Karena dia mereka ingin
menjalankan tugas.
segera diambil dan dimasukkan di kain
yang kasar
tersebut. Maka keluarlah dari ruh orang
kafir ini bau yang paling busuk seperti
bangkai yang terbusuk yang pernah ada di
dunia
ini. Fasaduna biha. Maka mereka pun
membawa roh yang bau bangkai tersebut ke
langit.
tidaklah mereka melewati malaikat yang
ada di antara bumi dan langit yang
mereka lewat malaikat bertanya. Para
malaikat bertanya, "Ini ruh apa yang
buruk seperti yang bau seperti ini?"
Fquuna siapa? Kata mereka, "Fulan bin
fulan biakbahi asmaatiana yusamma biha
fid dunya." nya. Maka malaikat berkata,
"Dia adalah fulan bin fulan dengan
menyebut nama yang terburuk yang
digelar-gelari oleh penduduk dunia yang
benci dengan dia." Kalau nama yang
paling buruk itu yang dipasang namanya
fulan bin fulan. Hatta yuntaha bihi
ilamaid dunya. Sampai akhirnya tiba ke
langit dunia. Sekarang mau masuk nih
langit dunia, langit kedua, langit
ketiga sampai langit ketujuh.
Fayustaftahu lahu. Maka minta izin untuk
dibukakan pintu langit.
Ternyata malaikat penghuni langit dunia
tidak mau bukakan
pintu. Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Kemudian Allah Rasulullah
bacakan firman Allah.
Inninazabuqahum
wam. Sesungguhnya orang-orang yang
mendustakan ayat-ayat Allah dan sombong
tidak akan dibukakan bagi mereka
pintu-pintu langit. Maksudnya roh ini
pintu langit tidak dibuka. Mereka cuma
sampai di langit dunia. Pintu langit
dunia tidak dibuka. Wadunal jannah.
Tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu
langit dan mereka tidak bakalan bisa
masuk surga. Hatta
yalilalamuat sampai unta masuk dalam
lubang jarum. Dan itu mustahil. Ini
ungkapan orang Arab. Mustahil dia akan
masuk surga. Hattajal
jamalu fakulullah azza waalla. Maka
Allah berkata, "Uktubu kitabahu fi
sijjin." Catatlah catatannya di sijin
fil ardhi sufla, yaitu di bumi yang
paling dasar. Fatutraahu ruhu thhan.
Maka dihempaskanlah rohnya, tidak
digiring oleh malaikat, tidak dibawa
oleh para malaikat, dibuang,
dihempaskan. Qa kemudian Nabi bacakan
firman Allah, wus
billahi minama.
Siapa yang berbuat syirik kepada Allah,
maka seakan-akan dia jatuh dari langit
kemudian disambar oleh burung atau
dibawa oleh angin menuju tempat yang
jauh. Maksudnya ruh yang dibuang karena
tidak ada yang mau terima ruh tersebut.
Fatuadu ruhu fi jasadihi. Lantas rohnya
dikembalikan ke jasadnya. Watihi
malakani. Maka datanglah malaikat Munkar
dan Nakir. Disebut munkar dan Nakir
maksudnya kondisi mereka tuh mungkar
diingkari aneh, Nakir, mengerikan.
Munkar dan Nakir itu kondisi yang
mengerikan. Ya, dalam riwayat azraqani,
aswadani, biru, dan hitam. Faylisanii
maka malaikat munkar dan nakir
menundukkan dia. Fakulan. Kemudian
setelah didudukkan ditanya, "Marbuk
siapa Tuhanmu?" Fayqu ha la adri. Kata
dia, "Saya tidak tahu." Ha ah la. Saya
tidak tahu. Fakulani lahu. Mereka
bertanya lagi, "Ma dinuk? Apa agamamu?"
Fayqulu ha la adri.
Saya tidak tahu. Dia pengin
mengelak, tidak mengakui agama
kesyirikannya. Dia pengin bilang Islam
tapi dia tidak bisa mengucapkannya. Dia
dibuat lupa. Ha ha. Berusaha ingat
enggak bisa. La
adriquani. Malaikat Munkar dan Nakir
bertanya lagi, Mauladzi bu fikum? Siapa
rasul yang diutus kepada kalian?
Aku tidak
tahu. Maka ada suara dari langit berkata
dia dusta. Bagaimana dia tidak tahu?
Telah tegak hujah selama ini di dunia.
Kemudian dia bilang, "Saya enggak tahu.
Mau cari alasan saya tidak
tahu." Fafrisu lahu minanar. Bentangkan
bagi
dia firas. Yaitu apa namanya? permadani
dari neraka, dari api. Maksudnya api
menyelimutinya. Wafahu babanar.
Bukakanlah pintu menuju neraka. Fatihi
min harriha wasamumiumha. Maka datang
angin yang panas dan eh apa namanya? eh
api yang panas menuju
dia. Maka kemudian kuburannya
disempitkan bagi dia sampai
tulang-tulang rusuknya saling masuk satu
dengan yang lainnya itu
disempitkan. Lantas datang seorang
lelaki yang wajahnya sangat buruk. Qobih
pakaiannya sangat buruk. Muntin baunya
sangat buruk sangat busuk. Fayaqulu.
Maka orang ini berkata, "Absyir billadzi
yasuuk." Selamat mendapatkan apa yang
akan membuat kau benci. Itu tentang azab
dan siksaan. H yaumukalladzi kuntu tuat.
Inilah hari di mana kau telah
dijanjikan. Fakul man anta. Dia
bertanya, "Siapa engkau?"
Fawajal waju wajahmu mengisyaratkan kau
membawa keburukan. Fqu amalukal. Aku
adalah amal
burukmu. Itu engkau dulu minum khamar,
engkau dulu berzina, engkau dulu makan
riba, engkau dulu sama orang tua, engkau
dulu menghina orang. Jadi yang abstrak,
jadi konkret hadir jadi orang yang
berwajah buruk. Fakulu la tuqimissaah.
Maka dia berkata, "Ya Allah, jangan
tegakkan hari kiamat." Karena kalau
tegak hari kiamat, dia akan disiksa
dengan siksaan api neraka yang lebih
berat. Tib.
Kita lanjutkan berkumpulnya roh dengan
ruh-ruh yang lain. Abu Hurairah
radhiallahu anhu meriwayatkan Nabi
sallallahu alaihi wasallam q Rasul sahu
alaih wasallam bersabda, hudiral mukminu
atathu malaikatur rahmah.
Jika mala seorang mukmin ya akan
meninggal dunia, maka datanglah
kepadanya malaikat rahmat bihariratin
baidha dengan kain sutra yang putih.
Fayakulun. Mereka berkata,
"Ukatan keluarlah engkau dengan rid dan
kondisi yang menyenangkan." Angka
ruhillahillah menuju ke rahmat
Allahin menuju Allah yang tidak murka
kepadamu. Maka dia keluar seperti minyak
wangi yang paling harum. Hatta
annahu baum ba sehingga mereka saling
mengover satu ke lainnya. Malaikat
saling
mengarta bihi
babama sampai ke langit. Seperti tadi
yang kita sebutkan fakulun maabut allati
jaatum minal ard. Ini aroma wangi apa
yang datang dari dari
bumi? Maka mereka bawa ini ruh kepada
ruh-ruh kaum mukminin. Falahum asadu
farahan bihi min ahadikum biibihi
yaqdumu alaihi. Dan roh-roh kaum
mukminin yang sudah meninggal terlebih
dahulu sangat gembira ketika ada tamu
mukmin yang baru datang. Lebih gembira
daripada seorang yang sudah lama tidak
ketemu dengan saudaranya atau kawannya
baru ketemu lagi. Lebih gembira.
Fayas'alunahu. Maka mereka bertanya, "Ma
fa'ala fulan? Gimana dengan si fulan
yang mereka kenal semuanya?" "Ma fa'ala
fulan? Bagaimana kondisi si fulan?"
"Fayaquluna dauhu fnahuana fiamid
dunya." Biarkan dia. Dia baru saja
meninggalkan kepayahan dunia. Itu
malaikat mungkin bilang tinggal. Jangan,
jangan dulu tanya-tanya. Dia baru saja
meninggalkan kepayahan dunia. Maka dia
bertanya ketika ditanya oleh
teman-temannya, roh yang beriman yang
sudah di luaran, "Bagaimana si fulan?"
Maka dia tanya, "Ama atakum?" Bukankah
sudah datang di luar? Maksudnya sudah
mati sebelum saya kok belum datang.
Paham? Jadi, misalnya namanya
si siapa? Si nama yang tidak
ada taruh namanya sirotus nanti bilang
orang. Taruhlah. Mereka punya teman
namanya ee Yortus misalnya. Yortus.
Ketika datang orang mukmin ini ke
teman-temannya, "Mana si Yortus? Mana si
Yortus?" "Loh, belum datang
kalian."
"Oh, qolu zuhiba bihi ila ummihil
hawya." Kalau enggak datang ke sini
berarti ke mana? Ke nera neraka. Kalau
dia beriman harusnya ketemu kita berarti
dia pergi ke neraka.
Wa inal
kafirikatulab bimishin fayquun. Ya,
adapun orang kafir ketika akan meninggal
dunia, maka datanglah malaikat azab
dengan membawa kain yang kasar dan
berkataan masutan
alikabillah. Keluarlah engkau dalam
kondisi marah dan dimurkai menuju azab
Allah. Fatakruju dan dia keluar dengan
tidak suka. Tapi dia harus keluar, dia
jengkel tapi tetap keluar. Jadi keluar
dalam kondisi jengkel dan dimurkai oleh
Allah menuju azab
Allah. Maka keluarlah dengan aroma
bangkai yang terbusuk yang pernah ada.
Demikian saja kajian
kita. Alalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.