Transcript
aqVfh19GI8o • Perjalanan Ruh Menuju Alam Barzah - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2486_aqVfh19GI8o.txt
Kind: captions Language: id Ahwal dan ahwal al hayatul hayatul barzakhiyah. Ahwal maksudnya kondisi orang-orang dalam kubur dan ahwal. itu maksudnya hal-hal yang dahsyat yang terjadi dalam kehidupan barzakh. Namun sebelum kita membahas hal tersebut ee kita akan bagi kajian menjadi dua sesi. Sesi pertama saya kasih judul perjalanan ruh menuju alam kubur. Adapun tentang apa yang terjadi di alam kubur insyaallah pada sesi berikutnya. Biznillahi taala. Ee mukadimah yang saya sampaikan hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala bahwasanya kematian adalah hal yang tidak bisa dihindari dan Allah telah mengingatkan dalam banyak ayat agar kita tidak lupa bahwasanya kita semua akan meninggal dunia. Allah berfirman, "Kullu nafsin dqatul maut." Sungguhnya setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. walhairi fitnah waina turjaun di dunia ini. Ya kata Allah, "Kami berikan ujian bagi kalian berupa hal-hal yang buruk yang kalian tidak suka dan ujian juga berupa hal-hal yang kalian senangi." Tapi itu semua ujian. Kemudian waaina turjaun dan kepada kamilah kalian akan dikembalikan. Yaitu untuk mendapatkan nilainya kalian lulus ujian tersebut atau tidak. Dan untuk kembali kepada Allah melalui kematian. Makanya Allah mengatakan, "Kullu nafsinqatul maut." Setiap yang bernyawa akan merasakan ee kematian. Dan di sini Allah menggunakan kata dqah. Zauk itu asalnya digunakan oleh lisan. Seorang kalau ingin merasakan rasa makanan tertentu, maka dia yazukq, dia merasakan dengan lisannya. Dan ketika Allah mengatakan setiap yang bernyawa akan merasakan kematian itu dia benar merasakan kematian tersebut. Bahwasanya kematian tersebut seakan-akan dia rasa dengan lisannya itu benar-benar roh keluar dari jasadnya di mana perasaan tersebut merasuk dalam seluruh raganya. Dan ini menunjukkan dahsyatnya yang namanya kematian. Dan Allah juga berfirman, "Ainama takunu yudrikumul maut." Di mana pun kalian berada, maka maut akan mengejar kalian. Walau kuntum fi buruji musyayadah. Meskipun kalian berada di benteng yang kokoh. Siapapun orangnya meskipun dia berada di benteng yang kokoh, meskipun dia dikawal dengan pengawal yang begitu banyak, ya, maka kalau datang malaikat maut, maka dia tidak akan bisa menghindar. Karenanya ketika malaikat maut menjemput nyawa Nabi Sulaiman Alaih Salam, maka masuk ke rumah Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman bertanya kepada malaikat maut, "Siapa engkau?" Maka malaikat maut berkata, "Analladzi la ahabul muluk wala yamtaniu minnil hujjab. Aku adalah yang tidak takut sama raja siapapun dan tidak ada bodyguard pengawal yang bisa menghalangiku." Kata Nabi Sulaiman Alaih Salam, "Id anta malakul maut." Kalau gitu engkau malaikat maut. Ya, semua bisa ditembus ya. Tidak ada pengawal yang bisa menghalangi. Ya, apapun pangkat orang tersebut, apapun kekuatannya, jika telah datang malaikat maut, maka dia akan meninggal. Demikian juga Allah berfirman, "Qul innal mautalladzi tafirruna minhuahu mulaqikum." Katakanlah bahwasanya kematian yang kalian lari darinyaum dia akan mendatangi kalian dari arah depan. Kalau ayat sebelumnya Allah berfirman, "Ainama takunu yudrikumul maut." Di mana pun kalian berada, maut akan mengejar. Mau lari ke mana, maut akan mengejar. Ayat ini lebih dahsyat lagi ya. Qul innal mautzi tafirruna minhu. Sesungguhnya kematian yang kalian kabur darinya, dia akan menghadang dari depan. Faahumikum. Dia akan mendatangi kalian dari depan, yaitu dari arah belakang dikejar, dari arah depan dia menghadang. Maka seorang tidak bisa menghindar. Kita sudah berusaha semuanya untuk menghindar dari kematian dengan berbagai macam usaha. Dengan pola hidup sehat, dengan berobat ya, dengan olahraga tapi waktu datang kematian maka tidak ada yang bisa kabur. Ya, suungguhnya kita semua sedang berada di rel menuju satu titik yang sama, titik pertemuan dengan Allah Subhanahu wa taala. Dan titik pertemuan tersebut adalah melalui kematian. Allah Subhanahu wa taala juga berfirman, "Innaka mayitun wa innahum mayyitun." Sesungguhnya kau akan meninggal wahai Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Demikian mereka juga akan meninggal. W jaalna libasyar minqlikal khuld afta fahumul khidun. Kata Allah, "Kami tidak pernah menjadikan bagi manusia manapun keabadian. Apakah kalau kau meninggal Muhammad mereka lantas akan abadi? semuanya akan meninggal dunia. Jika Muhammad sallallahu alaihi wasallam manusia terbaik yang paling dicintai oleh Allah meninggal dunia apalagi dengan kita. Oleh karenanya inah suatu kepastian yang tidak bisa kita hindari bahwasanya kita semua akan meninggal dunia. Dan sering kita lihat orang-orang sudah meninggalkan dunia ini, baik orang jauh maupun orang dekat, bahkan orang terdekat kita meninggalkan dunia ini. Yang jadi problem, ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, Bapak-bapak dan Ibu yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, kita tidak tahu kapan waktu kematian tersebut. Seandainya kita tahu kapan kita meninggal dunia, tentu kita bisa memplanningkan persiapan kita untuk bertemu dengan kematian tersebut. Yang jadi masalah tidak seorang pun tahu kapan dia meninggal dunia. Allah berfirman, "Wama tadri nafsun maza taksibu gada w tadri nafsun biayyi ardin tamut." Tidak satu jiwa pun yang tahu apa yang dilakukan besok dan tidak jiwa pun yang tahu di mana dia akan meninggal meninggal dunia. Enggak ada yang tahu. Seandainya tahu perkaranya lebih mudah, namun tidak ada yang tahu. Terlebih lagi di antara alamatus sa'ah ya tanda-tanda hari kiamat adalah any yadhar mautul fujaah. Akan banyak kematian yang mendadak. Banyak kematian mendadak. Di zaman Nabi juga sudah ada kematian mendadak. Menjelang hari kiamat atau di antara tanda-tanda hari kiamat, kematian mendadak semakin semakin banyak. Maka seorang waspada. Lihatlah apa yang akan kita alami. Allah sudah berikan tanda-tanda kepada kita ya. Betapapun kita sehat, betapun kita kuat ya. Betapupunapun kita selamat akan ada penghujungnya, ada titik kita akan selesai dari seluruh kesehatan tersebut, keselamatan tersebut yaitu dengan datangnya kematian. Setelah kita sehat tentu ada sakit ya. Setelah kita kuat akan datang masanya kita harus lemah. Allah mengatakan, "Tumma ja'alna min ba'di quatinfan wasaibah." Setelah itu Allah menjadikan setelah kalian kuat, Allah berikan kelemahan. kemudian tua dan kita semua akan mengalami hal tersebut. Allah juga berfirman, waminkum. Di antara kalian ada yang meninggal sebelum mencapai masa tua dan di antara kalian ada yang dikembalikan kepada aralil umur, yaitu kondisi umur yang paling tidak menyenangkan, yang paling buruk, yaitu pikun. Ya, seandainya kita pun mencapai masa tua ya banyak di antara kita yang di masa tua ya pikun ya sudah tidak bisa beraktivitas merepotkan orang di sekitarnya hidup pun dalam kondisi kepayahan makanya Rasul sahu alaihi wasallam berdoa wazubika an uradda ila aralil umur aku berlindung kepada Engkau ya Allah untuk dikembalikan kepada kondisi umur yang paling buruk yaitu ketika dalam kondisi payah sudah tua, lemah merepotkan orang, kemudian pikun ya jadi emosional seperti anak-anak kembali dan kita dapati banyak orang tua yang seperti ini, itu namanya ardalul umur. Kondisi umur yang paling paling buruk. Maksud saya kalaupun kita hidup, kehidupan kita tidak selalu sehat dan kuat, energik, ee aktivitas yang prima gak. Kalau kita pun hidup lama, maka akan semakin melemah. melemah. Akhirnya hidup yang memayahkan ya, merepotkan orang di sekitar kita. Dari situ kita harus bersiap-siap bertemu dengan kematian tersebut. Ya. Siapakah orang yang terbaik? Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, orang yang terbaik adalah orang yang paling siap dengan kematian. Rasul sahu alaihi wasallam pernah ditanya, "Man aqyasunas?" Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling cerdas?" Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam berkata, "Akarsaruhum lil mautiikron." Yaitu orang yang paling banyak mengingat kematian. Wa aksaruhum istiadan lima ba'dal maut. Dan orang yang paling banyak persiapan untuk kehidupan setelah kematian. Ulaikal akyas. Ulaikal akyas itulah orang-orang yang cerdas. Dan ini suatu pernyataan dari Nabi sallallahu alaihi wasallam yang sangat tepat. Karena kita tahu kehidupan dunia hanyalah sebentar. Sementara kehidupan selanjutnya sangat sangat panjang. Saya sering nyampaikan hal ini. Kita kalau dalam hidup ini kenyataannya kita melalui beberapa fase. Fase pertama kita dalam alam janin ya paling cuma sekitar 9 bulan ya. Kemudian kita di alam kehidupan dunia ya. yang akan kita bahas yang ini bisa jadi sangat lama karena alamza barzakh akan berlangsung ila yaumi yubatun sampai hari kiamat barzakun kata Allah subhanahu wa taala dan di balik mereka ada yang mengatakan maksudnya alam barzakh itu alam kubur ada yang mengatakan barzah itu artinya perantara perantara antara alam kubur dengan alam kebangkitan ada yang mengatakan perantara yang menghalangi orang untuk kembali ke dunia barzakhun setelah mereka meninggal ada namanya barzakh sampai hari kiamat. Berarti barzakh ini masanya sampai hari kiamat dan kita tidak tahu hari kiamat kapan. Bisa jadi ribuan tahun lagi, bisa jadi ratusan tahun lagi. Sehingga bisa dipastikan bahwasanya alam barzakh ya lebih lama daripada kehidupan seorang di dunia. Apalagi nenek moyang kita yang sudah meninggal ratusan tahun lalu atau mungkin ada yang ribuan tahun lalu. Mereka sudah lama dalam alam barzakh. Terarolah alam barzakh 1000 tahun, 2000 tahun. Maka bisa jadi lebih daripada itu kita di dunia ini. Maka dunia iniah sangat sangat sebentar. Belum lagi kalau kita bandingkan dengan hari kebangkitan di padang mahsyar aja 50.000 tahun. Fi yaumin kan miqdaru alfanah. Hari di mana seperti sehari 50.000 tahun. Kemudian setelah itu surga atau neraka yang abadi. Maka dari situ kita tahu bahwasanya kehidupan kita di dunia cuma sangat sangat sebentar. Makanya Allah berfirman, "Kaannahum yauma yaraunaha lam yalbu illa asiyatan duha." Ketika orang-orang melihat hari kiamat, maka mereka sadar ternyata kehidupan mereka di dunia selama ini kecuali sekedar asiah auhaha. seperti cuma asar, waktu petang atau waktu dhha. Hari yang dia lewati, tahun yang dia lewati selama 60 tahun, 70 tahun, 100 tahun, ternyata hakikatnya cuma seperti satu petang atau satu dhha itu du 2 3 jam. Sebagian juga Allah sebutkan dalam Al-Qur'an ketika para penghuni neraka sudah masuk neraka, maka ditanyakan kepada mereka, "Kamitum?" "Berapa lama sebenarnya kalian tinggal di bumi?" Sesungguhnya kami tinggal di bumi hanya sehari atau setengah hari. Yaitu mereka sadar bahwasanya kehidupan mereka cuma sebentar dibandingkan dengan apa yang mereka hadapi sekarang. Ternyata dunia yang 60 tahun, 70 tahun rasanya seperti sehari atau hanya sebagian sebagian hari. Maka orang yang cerdas adalah orang yang tidak terpedaya dengan apa yang dia alami sekarang di alam dunia ini. Tetapi dia persiapkan untuk alam berikutnya yang lebih panjang, yang jauh lebih panjang. Alam barzh ribuan tahun dan alam akhirat abadi. Yaitu setelah hari kebangkitan dimulai dengan di padang pasar padang mahsyar 50 tahun dengan berbagai macam peristiwa. Mulai dari dikumpulkan di bawah terik matahari kemudian disidang oleh Allah kemudian dihisab di mizan lewat sirat sampai akhirnya ma surga dan neraka. Dan kalau sudah surga dan neraka maka abadi. Maka orang yang persiapkan persiapan totalitas mempersiapkan dirinya untuk kehidupan setelah kematian itulah orang-orang yang cerdas. Maka rasul sahu alaihi wasallam mengatakan orang yang cerdas adalah aksaruhum lil mautiikron. Orang yang paling banyak ingat kematian. Wa aksaruhum istiadan lima ba'dal maut. Dan yang paling persiapan banyak persiapan untuk setelah kematian. Nah, sekarang kita renungkan diri kita sendiri. Bagaimana persiapan kita ya? Kebanyakan persiapan kita untuk masa depan kita di dunia, bukan untuk masa depan kita di alam berikutnya. Semua yang kita persiapkan selama ini adalah untuk kehidupan kita di dunia di hari esok yang belum tentu kita menemuinya. Ya. Dan banyak di antara kita lupa untuk persiapkan diri untuk kehidupan berikutnya itu alam alam barzakh. Oleh karenanya agar tidak lupa tentang kehidupan yang sesungguhnya kehidupan akhirat maka Nabi sallallahu alaihi wasallam menganjurkan kita untuk banyak mengingat kematian. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Akiru minikri hadilladzat." Perbanyaklah kalian untuk mengingat kematian. Kematian yang Rasulullah sebutkan dengan hadimulzat, yaitu penghancur kelezatan atau pemutus kelezatan. Ketika orang sudah meninggal dunia, segara kelezatan dunia akan selesai. Maka perbanyaklah mengingat hal ini. Ini wasiat Nabi yang memang tidak nyaman kita kerjakan. Karena mengingat kematian adalah hal tidak menyenangkan. mengusik seorang dari kelezatan yang sedang dia rasakan, kegembiraan yang dia rasakan. Kalau dia ingat kematian, maka tentu dia merasa terusik. Tapi itu wasiat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka seorang di sela-sela kehidupannya jangan lupa untuk ingat akhirat. Jangan lupa bahwasanya dia akan meninggal dunia. Jangan lupa alam ya. Ya ayyuhal insanu innaka kadihun ilbika kadihan famulaqih. Wahai manusia sekalian, sesungguhnya kalian sedang berusaha menuju Allah famula menuju Allah subhanahu wa taala. Dan kalau kita sudah berjalan, enggak bisa kembali lagi. Sudah masuk rel enggak bakal bisa. Semua menuju Allah. Famulaqi dan kau akan bertemu dengan Allah. Cuma bagaimana kondisimu ketika bertemu? Saya sering sampaikan kita hidup diini ibarat sedang ujian. Ada ujian kita masuk di kelas ada kertas ujian kita sedang mengisi. Dan waktu selesai ujian bisa tiba-tiba kapan saja kita baru sedang mengisit atau kertasnya diambil. Maka kita harus totalitas ketika memberi jawaban dalam ujian tersebut. Karena kapan-kapan saja kita bisa di dipanggil oleh Allah Subhanahu wa taala. Kapan-kapan malaikat maut bisa datang harus sakit dulu tidak harus tua dulu tidak harus maka orang yang paling orang yang paling banyak mengingat kematian di antaranya rasul sahu alaihi wasallam juga menyuruh kita untuk ziarah kubur zurul kubur fainnaha tuzakirumul akhirah ziarahilah kuburan agar kalian ingat apa akhirat hidup kita sekarang ini terlalu banyak kita bermetsos dan semuanya tentang dunia ya rata-rata tentang dunia kita disibukkan pikiran kita tentang berita ini, berita itu yang kita fokuskan tentang ya dunia sehingga sering kita lupa dengan akhirat. Maka perlu kita sisihkan waktu kita untuk ziarah kubur. Ya, bahkan kata Al-Qurtubi rahimahullah, kalau bisa mendatangi orang yang sakaratul maut, lihat orang mau akan meninggal, kita lihat agar kita tahu kita bakalan seperti itu sehingga kita tidak lalai, ya. tidak lalai. Dan seperti dikatakan, siapa yang sering ingat kematian maka akan diberi dengan tiga anugerah. Pertama adalah dia segera bertobat kalau melakukan dosa. Yang kedua dia akan semangat beramal saleh. Dan yang ketiga, dia akan qanaah. Siapa yang sering inat kematian, maka dia pasti dapat tiga anugerah. Kalau bersalah dia segera bertobat. Karena dia enggak tahu apakah dia masih hidup lagi setelah ini, maka dia segera bertobat dan dia tidak malas beribadah karena kalau ingat kematian dia akan termotivasi. Ini kesempatan saya masih hidup. Ya, subhanallah. Dan ada disebutkan Ibnu Mubarak ketika sedang menziarahi kuburan, tiba-tiba ada seorang bertanya kepada dia, pertanyaan agama. Ibnu Mubarak tidak menjawab, dia berkata, "Sabbih." Tasbih. tasbih. Kalau ini yang meninggal sudah tidak bisa bertasbih. Tasbih. Jangan banyak tanya. Bertasbih. Sabbih. Kenapa? Orang yang kita sekarang ziarahi kuburannya tidak disebutkan juga ini semua disebutkan oleh Ibnu Raj dalam kitabnya Ahwal Al-Kubur tentang hal-hal yang dahsyat pada alam barzakh. Sebutkan lagi ada seorang saleh yang dia mengantar jenazah kemudian dikuburkan. Kemudian dia pulang. dia salat dua rakaat dengan tidak konsen. Ee al Imam Ibnu Rajab al-Hambali dalam kitabnya Ahwalul Kubur ya tentang hal-hal yang dahsyat di alam kubur bercerita sebagian salaf ada yang menziarahi kuburan kemudian setelah itu dia melayat dia menguburkan orang kemudian dia pulang kemudian dia salat dua rakaat dengan salat yang ringan yang dia tidak fokus tidak terlalu khusyuk kemudian dia tidur. Dalam tidurnya dia mimpi bertemu dengan orang saleh yang dia kuburkan tadi. Maka orang saleh tersebut menegurnya, "Kenapa kau salat tidak serius? Seandainya kami dihidupkan kembali untuk bisa salat yang model, kau yang tidak serius saja itu lebih kami sukai daripada dunia dan seisinya." Karena orang yang sudah meninggal tidak bisa lagi beramal beramal saleh. Nah, sekarang kita masih hidup, masih bernapas, masih punya energi, kita masih bermalas-malasan. Karenanya kalau seorang malas, dia ingat kematian agar dia persiapkan diri untuk masa depannya. Berhenti sejenak. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Ya ayyuhalladzina amanutqulah nafsum ma qamat." Wahai orang yang beriman, bertakwalah. Setiap jiwa hendaknya melihat apa yang dia lakukan, yang telah dia lakukan untuk masa depannya. Walanzur nafsum ma qadamat. Setiap jiwa melihat apa yang telah dia lakukan di dunia ini. Lighodin untuk masa depan, yaitu tentang untuk hari akhiratnya. Tapi kalau orang jarang mengingat kematian, maka dia tentu malas beramal saleh. Kalau dia berdosa, dia tidak segera bertobat. Dan dia tidak qanaah. sama dengan harta, terus-menerus mengejar harta yang akan dia tinggalkan di dunia ini. Tib hadirin hadirat yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Dari sini kita tahu bahwasanya kematian bukanlah ujung kehidupan, tapi dia adalah awal dari perjalanan safar yang sangat panjang. Dia adalah awal starting dari perjalanan safar yang sangat panjang. Seorang sudah selesai dari kehidupan dunia ini, dia masuk dalam safar yang lain. Oleh karenanya ketika Allah menyebutkan tentang haji, kata Allah Subhanahu wa taala, "Watazwadu, wahai para jemah haji, berbekalah." Kemudian Allah mengatakan, "Fainna khairadi taqwa." Sesungguhnya sebaik-baik perbekalan dalam perjalanan adalah ketakwaan. Sebagian ulama mengatakan ini sindiran dari Allah bahwasanya sebagaimana kau berhaji melalukan safar, safar itu hanyalah sebentar. Ada safar yang sangat panjang, yang jauh lebih panjang. Dia butuh bekal yang kuat, yaitu bekal apa? Ketak ketakwaan. Fainna khairzadit takwa. Dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan. Maka kematian hanyalah awal dari safar yang sangat panjang. Dan kita hidang mengumpulkan bekal. Kita sedang mengumpulkan bekal. Diriwayatkan Ali bin Husain Zainal Abidin berkata, "Ya safari baidun wazadu yubigani wawatifat wal mautlubuni." Dia berkata, "Safarku sangat jauh ya." "Sementara bekalku tidak mampu untuk mencapai pada ujung safar tersebut." Wauwatifat sementara kekuatanku semakin lemah. Wal maut yatlubuni. Sementara kematian terus mengintaiku, menjemputku. Tib. Sekarang kita bicara tentang hakikat kematian. Apa itu hakikat kematian? Kematian adalah perpisahan ruh atau keluarnya roh dari dari jasad. Itu namanya kematian. Dan seorang sebelum meninggal dia mengalami namanya sakaratul maut. Jadi ada tiga kondisi. Yang pertama namanya sakaratul maut. Yang kedua namanya al-ihtidar. Yang ketiga namanya almaut. Sakaratul maut itu tanda-tanda kesulitan yang dihadapi seorang sebelum meninggal. Dan ini dialami oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam juga ya. Yang di mana Rasulull sahu alaihi wasallam ketika akan meninggal dia mengalami kepayahan. Rasulullah berkata lailahaillallah innalil mauti lasakarat. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Sesungguhnya kematian itu ada sakarat. Sakarat itu kondisi yang mempayahkan disebut sakar. Karena sakar bahasa Arab artinya menutup, yaitu menutup sebagian akal seseorang karena sakingnya keberatan atau kesulitan yang dihadapi menjelang kematian. Ini dialami oleh sebagian orang dan bertingkat-tingkat. Adapun Nabi sallallahu alaihi wasallam mengalami sangat berat karena itu ujian Nabi sallallahu alaihi wasallam dan semakin orang beriman diberi ujian yang sangat berat oleh Allah subhanahu wa taala. Jadi terkadang Allah kasih ee sakarat yang berat seperti yang dialami oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ada yang dikasih sakarat yang ringan ya tidak seberat yang dialami oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan sakarat adalah seperti sakit atau musibah yang dialami. Ada orang sebelum meninggal dikasih musibah-musibah dalam rangka membersihkan dosa-dosanya dan mengangkat derajatnya. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam diberi sakarat yang berat ya. Sampai Rasul sahu alaihi wasallam mengalami panas yang luar biasa. Sampai sahabat berkata kalau tidak salah Ibnu Masud inad ya Rasulullah engkau diberi panas yang sangat berat karena ketika dia memegang Nabi, selimut Nabi sudah terasa sangat panas. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam naam inni uak yuak rajulani minkum. Saya kalau dikasih panas oleh Allah Subhanahu wa taala seperti dua kali panas panas kalian itu. Rasulullah mengalami suatu hal yang berat. Sampai Rasulull sahu alaihi wasallam menutup ee wajahnya dengan selimut kemudian dia buka lagi dan dia berkata, "Inna lil mauti lasakarat." Sesungguhnya kematian itu ada sakarat hal yang berat yang dialami seorang ini bisa mengangkat derajatnya dan bisa mengugurkan dosa-dosanya. Ya, ini menjelang kematian. Setelah itu, al-ihtidar. Al-ktidar adalah kondisi seorang rohnya mau dicabut, yaitu rohnya mulai berproses keluar dari tubuhnya. Namanya al-ihtidar. Al-ihtidar. Ya, sebagian orang menamakan ikhtidar sakaratul maut. Padahal sakarat itu sebelum kematian. Al-ihtidar itu proses roh dikeluarkan dari jasad. Kalau sudah keluar itulah namanya apa? Kema kematian. perpisahan antara roh dengan jasad ketika seorang hidup di dalam kehidupan dunia ini. Meskipun nanti dikembalikan lagi ya untuk masuk dalam alam kubur atau alam barzakh. Tib kematian ya bagi seorang mukmin adalah peristirahatan. Adalah peristirahatan. Dalam satu hadis Rasulullah sahu alaihi wasallam anna rasul sahu alaihi wasallam murro alaihi bijazah. Ada jenazah melewati Nabi sallallahu alaihi wasallam. Qarihun waarahun minhu. Tidak ada orang yang meninggal kecuali dia istirahat atau orang-orang istirahat darinya. Kecuali dia istirahat atau orangor istirahat darinya. Faqualu ya Rasulullah. Para sahabat bingung apa maksud Nabi. Orang meninggal cuma dua kemungkinan. Dia istirahat atau orang-orang istirahat darinya. Maka para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, mal mustarihu wal mustarahu minhu." Apa maksudnya mayat istirahat atau mayat yang di mana orang-orang istirahat darinya? Maka Rasul sahu al wasallam berkata, "Al abdul mukmin yastarihu minabid dunya waaha ila rahmatillahi." Hamba yang beriman kalau dia meninggal dunia maka dia beristirahat dari kepayahan dunia, keletihan dunia dan gangguan dunia menuju rahmat Allah. Jadi orang mukmin kalau dia meninggal dia lebih dia menuju kepada kenyamanan. Dia menuju kepada kehidupan yang lebih baik. Dia menuju kepada rahmat Allah. Selesai dari keletihan yang dia rasakan di dunia ini. Di dunia dia merasakan keletihan. Entah sakit, payahnya kehidupan, sulitnya mencari rezeki dan berbagai macam pernak-pernik kehidupan dunia. Dia selesai darinya menuju apa? Menuju rahmat Allah. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Al abdul mukmin yastarihu minasid dunya." Hamba yang beriman kalau dia meninggal dia istirahat dari kepayahan dunia dan gangguan-gangguan di dunia. rahmatillah menuju rahmat Allah wal abdul fajir yarihu minhul ibadu wal biladu wadwab adapun seorang fajir tukang maksiat orang kafir maka hamba-hamba manusia istirahat darinya selama ini dia mengganggu bikin masalah negeri juga beristirahat darinya dan hewan-hewan pun beristirahad darinya itu selesai selesai gangguanmu di atas muka bumi ini. Makanya dalam hadis di antara doa Nabi sallallahu alaihi wasallam ya waj'alil hayata ziadatan li fi kulli khair waj'alil mauta rohatan li min kulli syar. Nabi berdoa ya Allah jadikanlah kehidupanku umurku tambahan kebaikan dan jadikanlah kematianku rohatan li min kulli syar sebagai bentuk istirahat dari segala keburukan. Ya, di antara doa yang dipanjatkan. Kalau kita berdoa pengin kalau dipanjangkan umur agar bertambah kebaikan. Kalau kita meninggal maka istirahat dari segala keburukan. Demikian juga ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam mau meninggal dunia, maka datang Fatimah radhiallahu anha sedih melihat kondisi ayahnya. Dia mengatakan, "Sungguh berat penderitaanmu wahai ayahanda." Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam berkata, "La karba ala abiki ba'dal yaum." Wahai Fatimah, tidak ada lagi penderitaan atas ayahmu setelah hari ini terakhir saya mengalami penderitaan." Setelah ini Rasul sahu alaihi wasallam meninggalina lalu masuk ke dalam alam yang membahagiakan, alam kenikmatan yang jauh lebih indah daripada alam alam dunia meskipun dia alam perantara antara dunia dengan akhirat. Kemudian juga dalam hadis pertemuan roh seorang mukmin dengan arwah yang sudah meninggal terlebih dahulu dalam hadis Abu Hurairah Rasulullah berkata, "Hatta ya'tatuna bihi arwahal mukminin falahum asadu farahan bihi min ahlil gaibi bigaibihim." Ketika malaikat memasukkan seorang mukmin dalam alam barzakh, maka dia dibawakan kepada roh-roh orang beriman yang meninggal sebelumnya. Maka orang-orang yang ruh-ruh orang beriman sangat bergembira ketika bertemu dengan temannya tersebut yang baru meninggal belakangan. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Falahum asyaddu farahan." Mereka lebih gembira daripada seorang yang sudah lama tidak ketemu ee kawannya. Jadi, ada orang berpisah dengan di dunia kalau sudah lama enggak ketemu saudara, sudah lama enggak ketemu kawan, kalau ketemu sangat gembira kata Allah lebih gembira arwahul mukminin ketika didatangi oleh ruh baru mukmin yang baru meninggal meninggal dunia. Fayaqulun. Maka mereka bertanya kepada roh yang baru meninggal ini. Ma fa'ala fulan? Bagaimana si fulan di dunia? Kau tinggalkan dia bagaimana? Ma faala si fulan? Akhirnya ada yang berkata, dauhu hatta yastariha fnahuana fiid dunya. Sudah jangan dulu tanya-tanya. Dia baru datang istirahat dulu. Dia baru saja istirahat dia baru saja baru meninggalkan kepayahan dunia. Dauhu hatta yastariha fainnahu kanana fiammid dunya. Biarkan dia istirahat. Dia tadi baru saja meninggalkan gam yaitu kegelisahan, gundah gulana, kepayahan kehidupan dunia. Kehidupan dunia seperti itu. Tidak lepas mau kaya, mau terkenal, mau populer, mau apapun ya duit banyak, rumah banyak, istri banyak tetap aja. tetap aja gelisah. Iya enggak? Dunia seperti itu ya. Allah mengatakan laq khalaqnal insana fiat. Kami menciptakan manusia dalam kepayahan. Sejak kecil dia sudah payah memayahkan kedua orang tuanya. Ya. Belajar-belajar kemudian sekolah payah ujian kemudian mau nikah payah juga nyari akhwat ditolak terus payah. Kalau diterima maharnya mahal payah. Sudah maharnya mahal ternyata ngomel melulu payah. kawin lagi. Ternyata sama aja ngomel lagi. Saya dulu saya punya sopir dia minta kerja terus dia dia apa dia apa namanya curhat. Dia bilang, "Ustaz, kenapa istri marah-marah terus, Ustaz? Saya belum dapat kerja saya dimarah sehari tiga kali, Ustaz. Ada jadwal marahnya." Sampai saya bilang, "Istriku enggak bisa enggak enggak marah. Kenapa harus ada jadwal marah sehari?" Tiga tiga kali saya bilang ya. Ya begitulah wanita biasanya begitu. Ustaz bagaimana kalau yang istrinya dua diomelin sehari enam kali ee matematikannya salah kalau begitu. Tapi intinya hidup ini tidak ada yang dalam kepayahan. Dalam kepayahan seorang sudah berusaha mencari jabatan tinggi sudah dia raih, dia gelisah juga bagaimana mempertahankan jabatannya dengan ganggu ah hidup payah gak ada yang nyaman. Makanya ketika orang mukminin masuk di alam barzakh, maka teman-temannya yang sudah masuk alam barzakh di mengatakan, "Dakuh, biarin dia. Hatta yastari sampai dia istirahat. Fainnahu kanana fiamid dunya." Dia baru saja meninggalkan kepayahan hidup apa? Dunia. Jadi ini semua dalil bahwasanya orang yang beriman istirahat. Makanya istilah dia telah tiba pada peristirahan terakhir itu hanya khusus untuk orang beriman. Ketika di zaman Nabi dalam hadis hadis riwayat Imam Ahmad dikatakan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Inna fulana matat wasarohat." Ya Rasulullah, si fulana ibu fulan meninggal dan dia sudah istirahat. Faqadiban Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi sallallahu alaihi wasallam pun marah. Nabi berkata, "Innama yastarihu man gufir lahu." Yang istirahat itu di alam barzakh adalah yang diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Yaitu Nabi mengatakan, "Dari mana kau tahu dia diampuni? Dari mana kau tahu?" Kemudian kau mengatakan dia istirahat setelah meninggal. Belum tentu. Banyak orang kematian adalah awal dari penderitaan. Yang lebih parah, jauh lebih parah daripada penderitaan di di dunia kalau dia mendapatkan azab kubur. Tapi bagi orang beriman bahwasanya kematian adalah awal kehidupan yang indah. Peristirahatan yang yang indah. Tib. Bagaimana proses kematian? Allah kirimkan para malaikat dan malaikat yang bertugas mencabut nyawa namanya apa? Malakul maut. Malaikat maut. Ya. Adapun penamaan izrail maka tidak datang dalam riwayat yang sahih. Meskipun disebutkan oleh sebagian salaf dinamakan Izrail. Tapi secara hadis yang sahih, riwayat yang sahih tidak ada. Datang dalam Al-Qur'an disebut apa? Malakul maut. Datang dalam hadis yang sahih juga disebut malakul maut. Seperti kata Nabi Daud, idan anta malakul maut. Kalau begitu engkau adalah malaikat maut. Dan malaikat maut kata Allah, mautikum. Katakanlah bahwasanya malaikat maut akan datang mewafatkan kalian. Alladzi wukila bikum yang dia telah ditugaskan oleh Allah untuk mencabut nyawa kalian. Namun malaikat maut dia tidak sendiri. Dia cuma tugas mencabut nyawa. Setelah itu dia serahkan kepada malaikat-malaikat penolongnya, malaikat-malaikat penggiringnya. Makanya datang dalam sebagian ayat Allah menyebutkan dengan jumlah ee dengan bentuk plural yaitu jamak. Kata Allah Subhanahu wa taala misalnya, "Hatta ja ahadakumul mautu tawafatu rusuluna wahum la yufarun." Kata Allah subhanahu wa taala, "Sampai jika kematian telah tiba akan menjemput kalian tawafathu rusuluna." Maka akan datang para rasul kami untuk mencabut nyawa. Wahum la yufaritun. dan mereka tidak akan kurang dalam mengerjakan tugas mereka. Di sini Allah mengatakan para malaikat sementara dalam ayat yang lain Allah mengatakan dengan tunggal malakul maut. Sehingga dijamak oleh para ulama nanti akan jelas dalam satu hadis yang panjang bahwasanya yang cabut nyawa malaikat satu namanya malakul maut. Malaikat maut. Adapun dia punya anak buah yang menggiringnya. Makanya Allah tawafathu rusuluna. Maka malaikat-malaikat kami akan mencabut nyawanya. Maksudnya anak buah malaikat maut. Demikian juga Allah berfirman, "Innalladzina tawaahumul malaikatuimi anfusihim qolu fima kuntum." Kata Allah subhanahu wa taala, "Sesungguhnya orang-orang yang para malaikat mewafatkan mereka dalam kondisi mereka menzalimi diri mereka sendiri." Di sini Allah menggunakan lafal jamak. Almalaikah. Almalaikah itu jamak dari malak. Malak itu mufrad. Almalaikah, malak itu tunggal. Jamaknya, pluralnya adalah malaikah. Di sini Allah mengatakan para malaikat yang mencabut nyawa mereka. Demikian juga Allah menyebutkan wnaziati garqo wasitati nas wnaziat maksudnya malaikat-malaikat yang mencabut dengan keras nyawa wasitati nas dan malaikat-malaikat yang mencabut dengan lembut nyawa manusia. Jadi yang benar malaikat maut cuma satu. Adapun penggiringnya, penolongnya banyak. Nanti akan jelas ketika kita membahas hadis Albara bin Azib radhiallahu taala anhu ya. Dan malaikat maut dalam satu waktu bisa mencabut nyawa banyak orang. Mudah bagi dia ya. Mudah bagi dia. Dia diberi kemampuan oleh Allah untuk mencabut bisa mencabut nyawa sekian ribu atau sekian banyak manusia dalam satu waktu. Mudah bagi malaikat maut. Ini hal yang gaib kita beriman meskipun dia sendiri. Kemudian jika datang para malaikat, ya datang para malaikat ya sebelum datang malaikat maut. Jadi datang malaikat dulu menggiring menanti kedatangan malaikat maut untuk mencabut. Jadi malaikat-malaikat para penolong malaikat maut datang terlebih dahulu. Kalau malaikat-malaikat penggiring tersebut sudah datang untuk siap-siap mengkondisikan nyawa dicabut, maka ini adalah kabar gembira bagi orang-orang beriman. Orang beriman akan melihat malaikat-malaikat tersebut dan mereka akan bergembira. Sebaliknya ini adalah bencana bagi orang-orang kafir atau para pelaku maksiat. Adapun dalil bahwasanya melihat malaikat-malaikat tersebut adalah kegembiraan bagi seorang mukmin datang dalam beberapa ayat. Di antaranya firman Allah Subhanahu wa taala, "Ala inna auliyaallahi la khaufun alaihim w hum yahzanun alladzina amanu wau yattaquun lahumul busra fil hayatid dunya wafil akhirah." Kata Allah, "Ketahuilah bahwasanya wali-wali Allah la khaufun alaihim tidak perlu khawatir tentang mereka. Wala hum yahzanun dan mereka tidak bersedih." Siapa mereka? Alladzina amanu wau yattaquun. Mereka adalah orang yang beriman dan bertakwa. Apa buah yang mereka dapatkan dari iman dan takwa dan menjadi wali Allah? Lahumul busro fil hayatid dunya akhirah. Bagi mereka kabar gembira di dunia maupun di di akhirat. Di antara kabar gembira tersebut yaitu ketika mereka akan meninggal maka malaikat kasih kabar gembira sehingga mereka senang ketika bertemu dengan malaikat-malaikat tersebut. Demikian juga firman Allah Subhanahu wa taala. Innalladzina qalu rabbunallahu tummaqomu tatanazzalu alaihimul malaikatu alla takhafu wala tahzanu wa absiru bil janntillati kuntum tuadun nahnu auliyaukum hayati dunya fil akhirah wakum fiha maahi anfusukum wakum fiha ma taddaun. Dalam surat Fusilat kata Allah Subhanahu wa taala, "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan kami beriman kemudian mereka istiqamah apa yang mereka dapatkan?" Alaihul malaikah. Maka malaikat turun yaitu malaikat penggiring di antaranya malaikat penggiring malaikat maut ya atau malaikat yang lain datang menemui merekazalu alaihimul malaikatu alla takhafu. Maka banyak malaikat datang kasih semangat motivasi. Jangan kau takut. Wala tahzanu. Jangan bersedih. Kenapa perlu diingatkan demikian? Karena kematian itu ujian yang sangat berat. Ujian yang sangat berat dalam hidup ini adalah apa? Kema kematian. Lebih berat daripada ujian yang lainnya. Kita diuji dengan sakit, diuji dengan kekhawatiran. Ya, ini puncak daripada ujian adalah kematian. Makanya dikatakan oleh para ulama, man mata faqadqat qiamatu. Siapa yang meninggal maka telah tegak kiamatnya, yaitu kiamat sugra. Meskipun belum tegak kiamat kubra, hari kebangkitan. Siapa meninggal sudah tegak kiamatnya ya. Sampai Rasul sahu alaih wasallam berdoa, wazubika minatal maut. Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari godaan setan ketika akan meninggal meninggal dunia. Maka timbul kekhawatiran, kesedihan, zon, persangkaan yang bermacam-macam. Maka untuk menghilangkan itu semua, Allah kirim malaikat untuk agar seorang mukmin tidak berprasangka buruk. Apalagi Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "La yamutanna ahadukum illa wahua yusinudonna billahi azza waalla." Janganlah salah seorang pun dari kalian meninggal dunia kecuali dia berhusnudan kepada Allah Subhanahu wa taala. Namun tidak mudah, tidak mudah, tidak mudah. Timbul kekhawatiran, timbul kesedihan tentang apa yang ditinggalkan, kekhawatiran tentang hari setelah ini bagaimana, apakah amal saya diterima atau tidak. Banyak hal-hal yang muncul maka Allah kirim para malaikat. Bahkan Allah mengatakan tatanazzalu, yaitu turun berturut-turut. Turun banyak malaikat memberi kabar gembira. Alla takaufu w tahzanu. Jangan kalian khawatir tentang masa depan kalian. Wala tahzanu. Dan jangan sedih dengan apa yang kalian tinggalkan. Anak istri ada yang ngurusin. Wa absiru. Bergembiralah bil jannatillitum tuadun. Dan gembiralah dengan surga yang kalian telah dijanjikan dengan surga tersebut. Nahnu auliyaukum filatiunil akh. Kami adalah penolong-penolong kalian di dunia. Selama dunia kami tolong, kami arahkan, kami bimbing, kami bisikkan hal-hal yang baik. Wafil akhirah. Di akhirat juga demikian. Sekarang kami tolong engkau. Nanti di alam akhirat pun demikian. Wakum fahi anfusukum. Malaikat kasih kabar gembira. Nanti kalau di akhirat kalian akan mendapatkan apa yang kalian hasratkan. Minta nuzulan min gofurir rahim. Sebagai jamuan dari Tuhan kalian yang maha pengampun lagi maha penyayang. Jadi orang yang ee beriman kalau akan meninggal maka kalau mereka melihat malaikat mungkin mereka sudah tidak bisa berkata-kata. Karena ketika orang akan meninggal datang malaikat kita sudah enggak bisa lihat. Seperti dalam surat Al-Waqiah kata Allah Subhanahu wa taala, "Balagtil hulquum wa antumina tanzurun wahnu aqru ilaihi minkum wakin la tubsirun. Kata Allah, "Fala hulkum." Ketika roh sudah sampai di kerongkongan, sudah mau mati nih ikhtidar, sebentar lagi mati. Kondisi ikhtidar yaitu ketika ruh dalam proses dicabut. Wa antum hinaidin tanzurun. Kalian yang sedang menjenguk orang sakaratul maut ini yang akan meninggal ini, kalian melihat orang tersebut yang akan mati. Apa kata Allah? Wahnu aqru ilaihi minkum. Sementara kami lebih dekat kepada calon maya tersebut daripada kalian. Kalian duduk di sekitar kami lebih dekat yaitu para malaikat. Maksudnya wakill tubsirun. Tapi kalian tidak melihat kami, tidak melihat para malaikat. Jadi orang akan meninggal dia lihat malaikat namun kita enggak tahu. Kita tidak tahu. Ya terkadang ada kejadian mungkin dia seperti kata tapi tidak selalu demikian karena ini hal gaib sebagaimana alam barzakh kalau kita bukan enggak ada apa-apa. Namun banyak cerita bahwasanya terkadang Allah ungkapkan, terkadang Allah ungkapkan. Karena kalau semua orang memati lihat-lihat seperti ini, itu bukan gaib lagi ya. Bukan hal yang gaib. Tetapi memang tidak terlihat. Hukum asal tidak terlihat ya. Hukum asal ketika calon mayat melihat malaikat, kita enggak tahu kondisinya ternyata dia sedang melihat. Maka malaikat-malaikat itu beri kabar gembira. Wa absyiru bil jannatillat kuntum tuadun. Bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepada kalian. Demikian juga dalam ayat yang lain Allah berfirman, "Alladzina tatawaahumul malaikatu thyibina yaquluna salamun alaikum udkulul jannata bima kuntum tammalun." Dan orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat dalam kondisi thyibin, dalam kondisi baik itu meninggal wafat dalam kondisi husnul khatimah. yaitu orang-orang yang malaikat mewafatkan mereka, mencabut nyawa mereka dan mereka dalam kondisi thayibin, dalam kondisi baik. Apa kata Allah? Yaakuluna salamun alaikum. Malaikat berkata, "Keselamatan atas kalian." Udulul jannata. Masuklah kalian ke surga bima kuntum tamalun. Karena amal saleh kalian selama ini. Jadi dia sudah gembira. Ada malaikat kasih kabar gembira. Kemudian juga dalam surah al-Fajr, ya ayyatuhan nafsul mutmainnah. Itu perkataan apa? Perkataan malaikat ketika ini orang mau meninggal dunia. Irji'i ilbiki ratan mardiyah. Ayo keluar menuju Rabbmu wahai sang jiwa yang tenang dengan kondisi radiah senang dan kondisi mardhiah yang disenangi kondisi tersebut. Fadkuli fi ibadi. Masuklah engkau dalam barisan hamba-hambaku yang sudah mendahuluimu. Sudah mendahului orang beriman sudah mendahului. Sebelum kau sudah banyak orang-orang mendahuluimu. Waduli jannati. Masuklah ke dalam surgaku. Ini ucapan kapan diungkapkan? Ketika seorang mukmin akan meninggal dunia maka ada panggilan indah kepada roh agar keluar dengan tenang. Ya ayyatuhan nafsul mutmainnah. Wahai jiwa yang tenang. Irjii ilaiki. Kembalilah kepada Rabbmu, penciptamu. Yaitu kembali kepada Allah Subhanahu wa taala. Oleh karenanya orang beriman setelah dicabut rohnya dia tidak mau kembali lagi ke dunia. Dia sudah merasa nyaman. Ya, kalau dia mau kembali ke dunia dalam rangka untuk menambah amal saleh. Kenapa? Dia sudah selamat dari gundah-gulana kehidupan dunia. Dia sudah selamat dari kepayahan kehidupan dunia. Makanya Allah sebutkan tentang kisah Habib, seorang pendakwah yang Allah sebutkan dalam surah Yasin ya, ada yang mengangkan namanya adalah habib ya. Ketika para rasul mau dirajam oleh audiens-nya, umatnya maka kata Allah waja min aqsal madinati rajulun yasa'a. Para rasul diancam laillam tantahu lanarjumannakum. Ya, kalau kalian tidak berhenti dakwah, ceramah melulu, kami akan rajam kalian wahai para rasul. Maka datang seorang dengan semangat nasihati mereka. Dia berkata, "Yaul mursalin, wahai kaumku, ikutilah para rasul. Ituu la yasalukum ajron wahum muhtadun. Ikutilah mereka yang tidak pernah minta upah dari kalian dan mereka mendapat petunjuk." Ya, akhirnya ketika dia ceramahin kaumnya, mereka ngamuk. Mereka bunuh dia. Ini orang ini dibunuh akhirnya. Akhirnya meninggal dunia. Akhirnya kata Allah, "Qala ya laita quiumi yaun bima gofarbi wa'alani minal mukramin." Setelah dia meninggal dunia, dia berkata di alam barzakh, "Seandainya kaumku tahu apa yang Allah berikan kepadaku dengan aku dakwah dan akhirnya aku dibunuh. Bima gofarbi. Allah ternyata ampuni aku wa'alani minal mukramin. Dan Allah jadikan aku orang yang mulia. Ternyata dunia dulu gak enak. Enak di mana? Di alam barzakh. Ya udah dia nyaman. Tapi caranya untuk nyaman dakwah dulu terus dibunuh orang. Subhanallah. Ini kisah menakjubkan ya. Kaumnya jengkel. Dipukullah dia. Diajar dibunuh. Ternyata dia pindah ke alam yang indah. Adapun orang kafir kalau datang malaikat penggiring malaikat maut sudah mereka ngeri, mereka ketakutan. Kata Allah subhanahu wa taala, walau taro id yatawaina kafarul malaikatu yadribuna wujarahum wqualq. Seandainya kau bisa lihat, kata Allah walau tar seandainya kau bisa lihat, tapi kau gak bisa lihat. Maka hukum asal malaikat maut dan malaikat penggiringnya, penolongnya tidak kelihatan. Baik orang mukmin yang dicabut maupun orang kafir. Makanya Allah mengatakan walau taro. Karena kalau kelihatan bukan gaib lagi. Coba kalau setiap orang kafir kelihat dia teriak-teriak rambutnya berdiri keluar asap semua orang enggak ada yang berani kafir. Tapi ini hal gaib. Hal gaib. Beriman atau tidak? Makanya Allah mengatakan walau taro id yatawaalladina kafarul malaikatu. Ketika malaikat mewafatkan mencabut nyawa orang-orang kafir, yadribuna wujuhum adbarahum. Malaikat memukul wajah mereka. Ayo keluar memukul belakang mereka. Wabal hari. Kata malaikat siap merasakan azab yang membakar. Kalau malaikat orang-orang beriman siap-siap masuk surga. Kalau orang kafir para pendosa wuqu adabal hari. Silakan rasakanlah. azab yang membakar. Dalam yang lain Allah berfirman, "Wauimatil mautikum." Kata Allah, "Seandainya kau lihat ketika orang-orang zalimut dalam kondisi ikut mau mati, nyawa mereka mau dicabut. Sementara para malaikat membentangkan tangan mereka untuk menghantam mereka. Kata malaikat, "Akriju anfusakum, ayo keluar. Kenapa enggak keluar-keluar?" Kabur mereka ketika ruh mereka kabur semua. Terpisah di tubuh mereka enggak mau keluar. Harus dicabut dengan keras ketakutan. Akriju anfusakum. Kata para malaikat, "Allyum tujzaabal huni." Hari ini kalian akan merasakan azab yang menghinakan kalian. ini tapi kita tidak lihat kita tidak tidak lihat ini hal yang gaib Allah juga berfirman, "Yaal malaikata laumidin lil mujrimin." Ketika mereka melihat para malaikat, maka tidak ada kabar gembira bagi mereka, bagi orang-orang para pendosa. Jadi mereka kalau lihat malaikat sudah mereka pasti dalam kondisi ketakutan. Akhirnya kalau mereka ya mau mati maka mereka minta dikembalikan. Hatta idza jaahdahumul mautu qab rbirjiun laalli a'malu shihan fima taraq kalla innaha kalimatun hua qoilauha woi barzakhun ya. Kata Allah ketika kematian datang kepada salah seorang dari mereka itu orang kafir mau mati dia mengatakan qala rabbiun sudah mati dia minta dikembalikan dia meninggal minta dikembalikan kalau tadi sudah meninggal pengin nyaman di alam barzakh diampun dimuliakan di dunia dihina-hinakan karena berdakwah dihinakan oleh kaumnya di alam barzakh diampuni oleh Allah dimuliakan ini. Kalau orang kafir atau para pendosa meninggal maka dia minta kembali qala rabbijiun. Sampai jika salah seorang dari kalian sudah meninggal qala rabbiun. Dia berkata, "Ya Allah kembalikan aku. Ya Rabbku kembalikan aku." Buat apa? Laal a'alu shihan fima tarq. Semoga aku bisa melakukan amal saleh yang dulu aku tinggalkan ketika masih hidup. Kata Allah kalla gak mungkin. Innaha kalimatun hua qoli. Itu hanya omong kosong. Kalau dikembalikan tidak bakalan demikian. Kata Allah dalam ayat yang lain, "Wau ruduan, kalau mereka dikembalikan mereka akan melakukan apa yang mereka dilarang percuma." Kemudian kata Allah, "Warim barzakun." Dan di balik mereka setelah itu ada alam barzakh sampai hari kiamat. Adapun orang mukmin atau orang Islam, pelaku maksiat, mereka ketika datang malaikat untuk cabut nyawa mereka, mereka minta ditunda kematiannya. Seperti Allah sebutkan di akhir surat almunafiqun kata Allah subhanahu wa taala yaina amanuum amwalukumillahirqumbi akani qqihinahu nafsan jaalu khir bimun kata Allah wahai orang yang beriman Janganlah harta kalian dan anak kalian membuat kalian lalai dari mengingat Allah. Siapa yang demikian hartanya, anaknya membuat dia lalai dari ingat Allah. Faulaika humul khirun. Mereka adalah benar-benar orang yang merugi. Dan infakkanlah sebagian harta kalian minqati ahadakumul maut. Sebelum datang kematian kepada salah seorang dari kalian. Lantas dia berkata ketika malaikat maut datang, dia berkata, "Rabbi, tundalah kematianku meskipun hanya sebentar. A ajalin qorib. Dia cuma pengin minta sebentar 5 menit, 10 menit. Buat apa? Buat buka HP kemudian kirim sedekah semua. Sana R miliar, sana R miliar, sana R miliar, sana 2 miliar. Uang dia triliunan. Dia minta sebentar aja. Ajalin qibak minta lama-lama dia minta setahun minta ditunda sebentar aja ya Rabb. Buat apa? Faasqo aku ingin bersedekah. Waakum minihin. Dan aku ingin menjadi orang saleh, pengin bertobat. Ini pelaku maksiat kata Allah. Wirallahu nafsan jajalu tidak akan Allah tunda kalau sudah tiba datang ajal. Wallahu khirun bimaalun. Allah lebih tahu tentang apa yang kalian kerjakan. Inilah ee kondisi ee orang mukmin atau orang kafir atau pelaku maksiat ketika datang malaikat malaikat maut dengan penolong-penolongnya dengan penggiringnya. Tib. Adapun kematian dadakan disebut mautul fujaah. Maka tidak mengapa seorang mukmin kalau meninggal dengan tiba-tiba enggak ada masalah. Yang penting dia orang saleh. Ada orang mukmin meninggal tiba-tiba enggak. Dia keluar tah-tahu ketabrak. Tahu naik pesat atau tahu meledak ya. Tiba-tiba tiba-tiba dia kena serangan jantung tiba-tiba [Musik] tiba-tian dadakan menimpa siapa saja bisa menimpa orang mukmin bisa menimpa orang kafir bisa menimpa pelaku maksiat. Dalam hadis kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Mautul fujaah rofatun bil mukmin wa asfun alal fajir." Sesungguhnya kematian yang dadakan adalah bentuk kasih sayang kepada orang mukmin dan bentuk penyesalan bagi orang kafir. Maksudnya apa? Para ulama menjelaskan ya, ada orang yang mungkin Allah kasih ujian sebelum meninggal dia sakit-sakit, dia mampu. Ada orang tidak mampu mengalami sakit-sakit sebelum meninggal meninggal dunia. ada yang mampu sehingga kalau dia sakit sebelumnya maka Allah angkat. Makanya kita dapati sebagian ulama sakit-sakit terlebih dahulu terkadang kena kanser ya seperti Syekh Utsimin kena kanser gurunya kalau tidak salah Syekh Abdullah bin Asir Saidi juga kena kanser ya mereka menjalani dan dengan kesabaran dan Nabi sallallahu alaihi wasallam juga mengalami sakit yang luar biasa tapi tidak semua orang mampu seperti itu. Ada orang dikasih sakit dia goyang imannya kenapa saya seperti ini? Saya sudah begini, sudah begini. Kenapa saya dikasih penyakit? Tidak semua orang kuat. Maka di antara sebagian mukmin Allah langsung matikan tiba-tiba kena penyakit jantung selesai tidak ngerepotin orang bangun tidur tahu-tahu meninggal ya tidur tidak bangun lagi. Banyak seperti itu. Banyak sehingga tidak merepotkan orang di sekitarnya dan juga tidak merasakan kepayahan yang mungkin dia tidak mampu menghadapinya. Maka Nabi mengatakan mautul fujaah rafatun bil mukmin. Adalah bentuk kasih sayang atau kelembutan bagi orang mukmin. Wa asfun alal fajir. Adapun bagi pelaku maksiat inilah penyesalan. Kenapa dia meninggal tiba-tiba tidak sempat dia bertobat kepada Allah? Tidak sempat dia minta maaf kepada orang yang dia zalimi. Tidak sempat dia mengembalikan hak-hak orang yang dia rampas selama ini. Tidak sempat. Sehingga penyesalan baginya. Penyesalan baginya. Ya, oleh karenanya mati tiba-tiba ya meskipun kelihatannya tiba-tiba mati tapi semua proses dalam hal gaib tetap ada malaikat maut, tetap ada pencabutan-proses pencabutan nyawa ya tetap ada ya. Dan ini semakin menguatkan pada kita bahwasanya kematian itu terkadang tidak harus sakit dulu. Tidak harus sakit dulu dan tidak harus tua dulu. Maka saya pernah sebutkan dua orang nabi yang meninggal tidak sakit dulu seperti Nabi Adam alaihi salam. Nabi Adam ketika mau meninggal datang malaikat maut. Nabi Adam umurnya sudah 960. Malaikat maut mau cabut nyawa. Dia bilang belum saatnya. Umur saya berapa tahun? 1000. Pulang dulu. Masih 40 tahun lagi. Nabi masih sehat-sehat aja. Malaikat maut bilang, "Kan kau sudah pernah kasih anakmu 40 tahun kepada Nabi Daud." Ketika Allah perlihatkan cucu-cucu Nabi Adam kepada Adam Alaih Salam, Nabi Adam terpesona melihat Nabi Daud. "Ini siapa?" Kata Nabi Adam. Kata Allah, "Itu cucumu Daud." "Berapa umurnya?" Kata Allah, "Umurnya 60 tahun." Kata Nabi Adam, "Terlalu kecil, masih kecil sudah meninggal. Saya hadiahkan 40 tahun buat saya buat dia." Jadi umurnya 1000, kurang 40 jadi berapa? 960 kasih 40 tahun. Ratusan tahun kemudian malaikat maut datang mau cabut nyawanya. Kata Nabi Adam, "Belum, umur saya baru 960. Lah kau kan sudah hadiahkan sama cucumu." Enggak. Enggak pernah. Ya, lupalah. Kita aja 20 tahun lalu lupa. Apalagi ratusan tahun yang lalu. Nabi Adam berkata, kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam ketika menyampaikan hadis ini kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Nas Adam waat durriyatuhu." Adam lupa dan juga keturunannya juga pelelupa. Iya. Saya ketemu orang kemarin, "Ustaz, kenal saya." Masih ingat enggak? Waktu kita ketemu di Masjid Nabawi, Ustaz ngobrol sama saya, "Waduh, saya enggak ingat. Antum ngundang saya makan enggak?" "Enggak." Oh, kalau enggak ngundang makan saya lupa. Sampai suatu hari saya di hotel di Ambarukmah di Jogja, ada seorang datang. Saya lagi ketemu dengan kawan datang, "Ustaz, asalamualaikum." Masyaallah, ini siapa ya? Ustaz, masih ingat enggak waktu di Madinah kita makan bareng? Waduh, harusnya saya ingat kalau pernah makan bareng dia undang saya makan. Harusnya saya ingat ya. Waktu itu ustaz traktir saya. Ah, itu sebabnya saya yang traktir. Maka saya tidak [Tertawa] ingat. Kalau kamu yang traktir mungkin saya ingat. Jadi ini bagaimana Nabi Adam ratusan tahun lalu dia bilang, "Kau pernah kasih sama cucumu?" Enggak. Akhirnya Nabi Adam dicabut nyawanya. Diingatkan, maka dicabut nyawanya. Ini bukan dalam kondisi sakit-sakitan mau mati. Enggak. Nabi Daud tadi yang kita sebutkan ketika malaikat maut datang ke rumahnya, Nabi Daud sedang keluar ketemu istrinya dalam mungkin malaikat maut datang dalam bentuk manusia. Maka istrinya berkata, "Kau hati-hati sebentar lagi kalau Daud datang mati kau payah kau." Jadi Nabi Daud dalam kondisi segar ketika datang siapa kau malaikat sudah pasrah. Maksud saya kematian tidak harus apa sakit terlebih dahulu. Bisa jadi seorang tanpa ada kolesterol baik semua baik tahu-tahu mati. Kalau sudah mati kata dokter, jantungnya berhenti. Ya jelaslah jantungnya berhenti. Tapi tidak tidak harus ada penyakit jantung sebelumnya. Memang waktunya mati. Ada orang sehat ya selama ini tekanan darah baik, kolesterol tidak tahu-tahu mati. Pembuluh darah pecah ya ternyata dia ya itu memang waktunya ma mati. Oleh karenanya kita ini tidak tahu kapan meninggal maka kita harus senantiasa persiapan. harus selalu. Tapi kalaupun kita mati dadakan ya tidak sempat ini tidak selama selama dalam kondisi beriman maka itu adalah kebaikan. Yang penting meninggal dalam kondisi husnul apa? Khatimah. Al Imam al Bukhari berkata, "Apalagi di akhir zaman ya, di antara sabda Nabi, min iqtis saah, di antara tanda akan tiba hari kiamat." mautul fujaah akan banyak kematian dadakan. Ini di antara tanda-tanda sekarang banyak orang mati dadakan. Apa kata Imam Bukhari rahimahullah? farag ya fadin faasa ya anyakuna mautuka baktah kam roitu minhairi sukmin zahabat nafsuhu faltah kata al imam bukhari manfaatkanlah waktu luangmu untuk meraih keutamaan rukuk yaitu salat ada waktu salat salat sunah salat sunah mutlak mutlaqoh salat rawatib pada waktu jangan lupa untuk salat. Dan ibadah yang paling dicintai Allah adalah salat. Allah berkata, "Wasjudu waqtarib." Sujudlah dan dekatlah. Ketika ada orang minta ingin derajatnya dekat dengan Nabi, kata Nabi, "Fainni ala nafsika bikrati sujud." Agar saya bisa k syafaat sama engkau. Supaya surgamu tinggi, kau harus banyak salat. Kata Imam Bukhari, faraguin. Ambillah kesempatan waktu luangmu untuk rukuk untuk salat. Khawatir kematianmu akan datang tiba-tiba. Sudah banyak aku melihat orang tidak sakit sama sekali, tiba-tiba nyawanya hilang dengan begitu saja ya tanpa ada sakit terlebih dahulu. Tib. Sekarang kita akan bahas tentang bagaimana proses ruh menuju alam barzakh. Dalam hadis yang panjang yang diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dan yang lainnya dari hadis Albara bin Azib radhiallahu taala anhu dengan sanad yang sahih. Saya bacakan. Anil Bar bin Azib radhiallahu anhu khjna ma Nabi sallallahu alaihi wasallam fi jinain jina rulin min ansar. Kami keluar bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam rangka mengantarkan jenazah seorang lelaki dari kaum ansar itu menuju kuburan. Fantahaina ilal qabar. Sampailah kami di tempat lokasi kuburan. Walamma yulhat. Dan belum dibuat lahad itu ada proses lagi dibikin lahad. J kita tahu kuburan ada syak ada lahad. Kalau sak itu kuburan di tengahnya dikasih lubang. Kalau lahad di samping. Samping dikasih lubang supaya mayatnya kemudian di samping namanya lahad. Karena lahad lebih afdal. Dua-duanya boleh. Fajalasa Rasulullah alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam duduk nunggu proses penggalian lahad. Wajalasna haulahu. Dan kami pun duduk di sekitar Nabi sallallahu alaihi wasallam. Seakan-akan di atas kepala kami ada burung itu. Kami semua diam tenang di keliling Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam kondisi memegurkan mayat. Wafiadii udun yanut ard. Dan di tangan beliau ada kayu kecil, batang kecil yang dia tusuk-tusukkan ke tanah dalam kondisi menunduk. Kemudian rasul wasam angkat kepalanya itu dia memandang kepada kami faqala Rasulullah berkata istau billahi minabil kata Nabi sallallahu alaihi wasallam wahai para sahabatku mintalah perlindungan kepada Allah dari azab kubur. Rasulullah ulangi dua kali atau tiga kali mintalah perlindungan dari Allah kepada Allah dari azab kubur. Mintalah perlindungan kepada Allah dari azab kubur. Tumma qala kemudian rasul sahu alaihi wasallam menjelaskan innal abdal mukmin. Sesungguhnya seorang hamba yang mukminun ketika dia meninggalkan dunia dan menuju alam baru, alam barzal akhirah dan dia menuju akhirat meninggalkan dunia terputus dari dunia kata Nabi dengan bahasa minun terputus dari kehidupan duniaqbalin minal akhir dan menuju ke akhirat. Nazala ilaihi malaikatun minasama bidul wujuh. Ini seorang mukmin. Rasulullah cerita seorang mukmin. Kemudian Rasulullah cerita seorang pendosa. Adapun orang mukmin maka dat ikat dari langit bidul wujuh dengan wajah yang putih yaitu menyenangkan. Wujuhumusyams seakan-akan wajah mereka matahari itu bersinar. Maahum kafanun min akfanil jannah. Dan mereka bawa kain kafan dari surga. Wa hanutun min hanutil jannah. Dan mereka bawa hanut. itu minyak wangi yang dicampur dengan kain kafan yaitu parfum ya semacam parfum bahannya wangi dari surga hatta yajlisu minhu maddal bashar. Kemudian ini malaikat penggiring sebelum datang malaikat maut. Mereka pun datang. Mereka duduk di sekitar orang mukmin ini sejauh mata memandang. Tapi enggak ada yang bisa lihat. Tadi Allah mengatakan wa antumidin tanzurun. Kalian melihat orang yang calon maya tersebut. Wahnu aqru ilaihium. Padahal kami lebih dekat dari kepada dia daripada kalian. Walakin la tubsirun. Tapi kalian tidak bisa melihat. Jadi malaikat hadir dan duduk sejauh mata memandang. Tumma yajiu malakul maut. Datang malaikat maut. Jadi tadi sebelumnya malaikat apa? Penggiring yang membantu malaikat maut. Hatta yajlisaihi. Akhirnya malaikat maut tersebut duduk di sisi kepala orang tersebut. Fakulu orang mukmin ini. Maka malaikat Watat berkata, "Ayatuhan nafsu thayibah." Wahai jiwa yang baik ukhrujifir minallahiwan. Keluarlah engkau menuju ampunan Allah dan keridaan Allah. Keluarlah. Dan roh tersebut semangat untuk keluar. Semangat. Dalam ayat disebutkan, "Ya ayyuhan nafsul mutmainnah irji ilbik." Kembalilah kepada Rabbmu, penciptamu. Maka dia semangat keluar. Maka keluarlah roh tersebut seperti keluarnya tetesan air dari ceret. Kalau air penuh kita tuangkan, mudah atau tidak? Mudah ya? Mudah keluar. Fayakuduha. Maka malaikat maut pun mencabut nyawa tersebut. Faidza akha lam yadauha fi yadihi thfata ain hatta yakudha. Kalau malaikat maut sudah cabut nyawa orang beriman, malaikat yang tadi datang yang berwajah putih seperti matahari, malaikat para penolong, malaikat maut tidak membiarkan malaikat maut meskipun hanya sekejap mata untuk berpegang lama-lama roh tersebut, mereka langsung ambil. Mereka tidak biarkan ruh tersebut di tangan malaikat maut meskipun hanya sekejap mata. Begitu lepas dari jasad langsung mereka proses, mereka ambil dari malaikat maut. Fajala fidalikal kafan. Segera mereka masukkan ke dalam kafan yang dari surga tersebut. Wafidalikal hanut. Mereka berikan minyak wangi atau wewangian yang dari surga tersebut. Wakruju minha kaabi nafhati miskin wujidat ala wajil ard. Maka keluarlah dari jenazah tersebut minyak misik yang paling wangi yang pernah ada di dunia ini. Jadi keluar wangi. Aroma luar biasa ya. itu kalau ada minyak wangi paling harum keluar aroma seperti itu dari jenazah atau roh orang mukmin tersebut. Qata Nabi sallallahu alaihi wasallam, biha malaikatmalaikat tersebut membawa dia ke atas naik. Fala yamuruna yakni biha minalikuhuib. Tidaklah mereka melewati sekelompok malaikat kecuali malaikat tersebut bertanya, "Siapa roh yang baik ini?" Itu malaikat antara langit dan bumi. Jadi malaikat ada yang di bumi, malaikat ada yang di antara langit dan apa? Dan bumi. Dan ada malaikat yang di langit. Jadi mereka sedang menuju ke langit dunia. Di tengah perjalanan mengangkat nyawa tersebut menuju langit dunia, maka bertemu dengan rombongan-rombongan malaikat. Semua malaikat bertanya, "Siapa ini yang rohnya baik? Karena aroma sangat sangat harum." Fayakuluna fulan bin fulan. Dan ini hal gaib. Kita enggak ada yang cium. Kalau orang meninggal kita enggak ada aroma sedikit pun. Kadang Allah keluarkan tapi hukum asal tidak tercium. Ini perkara gaib. miskin. Kemudian kata kata para malaikat fulan bin fulan ini adalah si fulan bin fulanun dengan disebut namanya yang terindah yang pernah penduduk penduduk dunia menamakan dia di dunia memanggilnya di dunia. Hatta yantahu bihaamaid dunya sampai akhirnya tiba di langit dunia. Langit yang paling bawah. Kita tahu langit ada tujuh lapis. Yang paling bawah namanya langit dunia. [Musik] Maka para malaikat yang menggiring ruh orang beriman ini minta dibukakan kepada penjaga malaikat penjaga langitahuahum maka dibukakan bagi mereka untuk masukiu muqam allatiha. Maka semua malaikat menyenangi orang ini kemudian menggiring orang tersebut sampai menuju kepada langit berikutnya. Hatta yuntaha bihiama. Demikian juga langit kedua minta izin dibukakan. Akhirnya malaikat yang di langit kedua menyambut lagi ngantar ke langit yang ketiga. Terus terus sampai langit ketujuh. Dan ini ruh ini di luar nalar. Gerakannya sangat cepat. Padahal kita tahu jarak ini sampai langit dunia jauh sekali dan langit satu langit jaraknya 500 tahun perjalanan. Dan seb berpendapat antara langit satu langit berikutnya ada kosong. Baru kemudian langit kedua 500 orang perjalanan kemudian langit ada kosong kemudian langit jauh kita alam semesta sangat sangat luas tetapi roh punya sifat-sifat tersendiri dan malaikat pun demikian ya wasabih fabihuna sabha para malaikat yang berjalan dengan cepat jin cepat ya jin cepat makanya ketika Nabi Sulaiman mengatakan muslim siapa yang bisa datangakan singgasan Ratu Balqis maka Jibril berkat Q ifrit minal jin jin ifrit berkata, "Anaika bihi anaika biha qamik Sulaiman sebelum kau berdiri dari tempat dudukmu, saya sudah siapkan datangkan singgahsana tersebut." Berarti jin ifrit cepat geraknya ya. bergerak dari Palestina kemudian menuju Sabah Yaman mungkin sekitar 2.000 kilo kemudian balik lagi pikul itu singgahsana bawa ke Nabi Sulaiman perjalanan 4.000 1000 kilo sudah sampai sebelum Nabi Sulaiman berdiri di tempat apa duduk duduknya cepat atau tidak cepat tapi masih kalah dengan malaikat kata Allah fasabihun sabaha yang berjalan dengan cepat melebihi melebihi jin dan ini malaikat bawa ruh dengan cepat ke langit dunia langit kedua, langit ketiga dengan cepat sampai langit ketujuh cepat fayaqulullahu azza wa jalla sampai ke langit ketujuh Maka Allah berkata, "Catatan hambaku fiin ardhi dan kembalikanlah dia ke bumi ya karena harus masuk dalam proses alam barzakh dikembalikan ke jasadnya." Kata Allah, "Fainni minha khqum dari bumi aku ciptakan mereka." Itu Adam diciptakan dari tanah yang ada di bumi. Wafiha uiduhum. Dan kepada bumi akan aku kembalikan. itu mereka mati di bumi waminha dikuburkan di bumi. Wajukum winha ukhrijukum tarotan ukhro. Dan dari bumi pula aku akan bangkitkan mereka pada hari kiamat kelak. Fatuadu ruhu fi jasadihi. Maka dikembalikanlah ruh orang tersebut kepada jasadnya di alam barzakh. Kalau dia sudah dikubur dikembalikan dalam kubur. Kalau tidak dikubur maka di mana pun dia mati jasadnya utuh atau hangkus hangus atau hancur tetap masuk dalam alamnya namanya alam apa? Alam barzakh. Jadi alam barzakh yaitu alam perantara. Apakah jasadnya dikubur atau tidak? Ini sudah kita sering bahas. Firaun meskipun jasadnya tidak dikubur kata Allah, "Alyyaum nunajika bibadinika litakuna liman khfaka." Hari ini kami selamatkan jasadnya sebagai pelajaran bagi kalian. Ya, ternyata dia diazab dalam alam barzakh meskipun jasadnya tidak di dikubur. Jadi mau dikubur jasadnya atau tidak, di terbakar atau dihancurkan, diledakkan mau habis tetap aja masuk dalam namanya alam apa? Barzakh. Sama kalau kita buka mayat di kuburan sudah habis tinggal tulang. Tapi ada alam gaib di mana dia dan jasadnya entah bagaimana cara Allah dalam alam ter tersebut. Jadi kalau kita buka kuburan itu bukan alam gaib. yang kita bukukan alam dunia. Paham? Itu hanya tempat mereka dikubur. Mereka sekarang berada dalam alam alam perantara. Seperti kalau kita tidur kita dalam alam alam mimpi, alam tersendiri. Alam tersendiri yang kita tidak bisa masuk kecuali dalam kondisi ti tidur. Kalau bangun ya alam dunia. Kalau meninggal roh masuk dalam alam barzakh, alam perantara. sama saja jasadnya dikubur atau tidak, utuh atau hancur tetap masuk dalam alam barzakh. Maka kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ee fatuadu ruhu fi jasadihi maka ruhnya dikembalikan ke jasadnya. Fayatihi malakani faylisani. Maka datanglah dua malaikat. Malaikat siapa? Mungkar dan Nakir. Maka mereka berdua pun mendudukkan orang ini. Jadi berbaring didudukkan. Fakulani lahu manbuk. Maka mereka berdua bertanya, "Siapa Tuhanmu?" Fqubiallah. Dia jawab, "Tuhanku adalah Allah." Fquani lahuk. Maka mereka berdua bertanya, "Apa agamamu?" Fquinial Islam. Agamuku adalah Islam. Fakulani lahu. Mereka berdua bertanya lagi, "Munkar dan Nakir, mauladzi buikum. Siapakah orang yang diutus kepada kalian?" Fqu hua Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dia adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, yaitu Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Mereka berdua bertanya lagi, ilmuka, "Dari mana kau tahu?" Maksudnya kau tahu ini Rasulullah, ini ikut-ikutan atau bagaimana? Atau kau hanya ngomong dalam bentuk kemunafikan? Dari mana kau tahu? Maka orang ini berjawab, menjawab, "Qu kitaballah, aku baca Alquran faamantu bihi dan aku beriman dengan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Wasdaqtu dan aku membenarkannya." Fayunadi munadin fisama. Maka ada penyuru di langit berkata, yaitu dari Allah, anodqo abdi sungguh hambaku telah benar. Faisyuhu minal jannah. Maka bentangkanlah permadani tempat tidur buat dia dari surga. Waisuhu minal jannah. Berilah dia pakaian dari surga. Waftahu lahu baban ilal jannah. Bukakanlah pintu menuju surga. Ya, semacam ada bisa melihat surga meskipun mengira-ngira ya. Ya. Qala fayatihi min rauhi. Maka ketika dibukakan pintu surga maka aroma surga sampai ke dia sementara di alam barzakh. Watibu watibiha maka juga wanginya surga sampai ke dia. Wufsahu fiqri madda bori lantas kuburannya diperluas sejauh mata memandang. ini makanya ee ini alam gaib, alam tersendiri. Nanti kalau kita bahas tentang orang yang disiksa ada sungai darah, orang berenang di pemakan riba berenang di sungai darah dihantam dengan batu. Jadi maksudnya itu alam tersendiri. Kalau orang mana alam kubur? Saya buka yang kau buka itu alam kubur yang kau buka alam dunia. Paham? Kalau masuk alam barzakh harus mati. Mati dulu. Maka yufsahu fiqri mad. Maka dilapangkan kuburannya sejauh mata memandang. Qatiun hasanul wajah. Kemudian datanglah seorang lelaki dengan wajah yang tampan. Hasanab pakaiannya indah. Aromanya wangi. Kemudian dia bilang kepada ruh orang mukmin tersebut, bergembiralah dengan apa yang akan menyenangkan engkau. Yaitu tentang nikmat surga. H yazi kunta. Inilah hari yang di mana kau janjikan ketika di dunia. Siapa? Waju yaji bilhair. Wajahmu mengisyaratkan adanya kebaikan. Fakul ana amalukh. Aku adalah amal salehmu. Yaitu aku selama ini Allah bentuk amal saleh. Dia menjadi seorang lelaki yang indah dilihat yaitu bacaan Qurannya, salat malamnya, sedekahnya berbakti kepada orang tuanya, ngurus anak istrinya. Akhlak yang mulia berubah menjadi lelaki yang tampan, yang wangi, pakaian yang indah. Allah bentuk dari abstrak menjadi konkrit. Dan itu mudah bagi Allah subhanahu wa taala. Ya Allah dalam ya Allah merubah yang abstrak jadi apa konkret. Fayaquulu maka dia berkata rbi saah hatta arjia ila ahli waali. Ya Allah segera tegakkan hari kiamat sampai aku bisa pergi ke keluargaku dan hartaku. Ada yang menafsirkan maksudnya ke bidadariku dan apa? Hartu. Yaitu kenikmatan di surga. Dia pengin cepat hari kiamat. Karena kalau belum hari kiamat dia masih dalam nikmat kubur. Dan nikmat surga lebih indah daripada nikmat apa? Kubur. Ini baru mukadimah ya. Mukadimah. Dan dia pengin cepat kapan hari kiamat. Ini orang mukmin demikian. Lantas bagaimana orang kafir? Kata Nabi Sallallahu Wasamunikatunul wuj malaikat lain ini penggiring penolong malaikat maut yang beda model wajah mereka hitam maahumul musuh dan mereka membawa kain yang kasar bukan kain kafan yang halus dari surga kain yang kasarlis minal lalu Mereka datang siap-siap menunggu malaikat maut datang. Mereka duduk di sekitar orang kafirin yang sedang akan meninggal duniau malakul maut. Setelah itu datang malaikat maut yajlisi. Kemudian duduk di sisi kepala orang mayat kafir ini. Fakulu malaikat maut berkata, "Ayatuhan nafsul khabitah." Wahai jiwa yang buruk minallahi wad. Keluarlah engkau menuju kepada kemurkaan Allah ya dan kemarahannya. Qfarqu jasadihi. Dia enggak mau keluar. Itu roh terpencar ke seluruh jasadnya. Enggak mau keluar masuk ke segala sisi tubuhnya. Maka malaikat maut cabut dengan keras. Kalau tadi orang beriman keluar dengan sendirinya. Dia keluar. Sudah dipersilakan keluar. Keluar. Ini orang kafir enggak mau keluar. Sembunyi rohnya. Maka malaikat maut cabut dengan keras seperti safu. Safu itu duri atau besi yang digunakan untuk kalau mau bakar daging dicongkel kemudian dibakar. Ya, jadi seperti besi yang yang bengkok kemudian dicabut dari suf ya misalnya karung goni yang basah ya. Suful mablud suf itu maksudnya apa? Bulu domba yang basah. Kalau ada ada jarum yang bengkok ditarik kan keras susah. Kalau ditarik harus ada yang robek. Dipaksa, dipaksa, dipaksa. Seperti itu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam itu nyawa dicabut dengan paksa dengan kasar. Fuduha malaikat maut berhasil mencabut nyawa orang kafir tersebut. Kalau sudah dia cabut nyawanya, para malaikat-malaikat yang wajahnya hitam tersebut tidak membiarkan sekejap mata pun di tangan malaikat maut. Karena dia mereka ingin menjalankan tugas. segera diambil dan dimasukkan di kain yang kasar tersebut. Maka keluarlah dari ruh orang kafir ini bau yang paling busuk seperti bangkai yang terbusuk yang pernah ada di dunia ini. Fasaduna biha. Maka mereka pun membawa roh yang bau bangkai tersebut ke langit. tidaklah mereka melewati malaikat yang ada di antara bumi dan langit yang mereka lewat malaikat bertanya. Para malaikat bertanya, "Ini ruh apa yang buruk seperti yang bau seperti ini?" Fquuna siapa? Kata mereka, "Fulan bin fulan biakbahi asmaatiana yusamma biha fid dunya." nya. Maka malaikat berkata, "Dia adalah fulan bin fulan dengan menyebut nama yang terburuk yang digelar-gelari oleh penduduk dunia yang benci dengan dia." Kalau nama yang paling buruk itu yang dipasang namanya fulan bin fulan. Hatta yuntaha bihi ilamaid dunya. Sampai akhirnya tiba ke langit dunia. Sekarang mau masuk nih langit dunia, langit kedua, langit ketiga sampai langit ketujuh. Fayustaftahu lahu. Maka minta izin untuk dibukakan pintu langit. Ternyata malaikat penghuni langit dunia tidak mau bukakan pintu. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Allah Rasulullah bacakan firman Allah. Inninazabuqahum wam. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan sombong tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit. Maksudnya roh ini pintu langit tidak dibuka. Mereka cuma sampai di langit dunia. Pintu langit dunia tidak dibuka. Wadunal jannah. Tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak bakalan bisa masuk surga. Hatta yalilalamuat sampai unta masuk dalam lubang jarum. Dan itu mustahil. Ini ungkapan orang Arab. Mustahil dia akan masuk surga. Hattajal jamalu fakulullah azza waalla. Maka Allah berkata, "Uktubu kitabahu fi sijjin." Catatlah catatannya di sijin fil ardhi sufla, yaitu di bumi yang paling dasar. Fatutraahu ruhu thhan. Maka dihempaskanlah rohnya, tidak digiring oleh malaikat, tidak dibawa oleh para malaikat, dibuang, dihempaskan. Qa kemudian Nabi bacakan firman Allah, wus billahi minama. Siapa yang berbuat syirik kepada Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit kemudian disambar oleh burung atau dibawa oleh angin menuju tempat yang jauh. Maksudnya ruh yang dibuang karena tidak ada yang mau terima ruh tersebut. Fatuadu ruhu fi jasadihi. Lantas rohnya dikembalikan ke jasadnya. Watihi malakani. Maka datanglah malaikat Munkar dan Nakir. Disebut munkar dan Nakir maksudnya kondisi mereka tuh mungkar diingkari aneh, Nakir, mengerikan. Munkar dan Nakir itu kondisi yang mengerikan. Ya, dalam riwayat azraqani, aswadani, biru, dan hitam. Faylisanii maka malaikat munkar dan nakir menundukkan dia. Fakulan. Kemudian setelah didudukkan ditanya, "Marbuk siapa Tuhanmu?" Fayqu ha la adri. Kata dia, "Saya tidak tahu." Ha ah la. Saya tidak tahu. Fakulani lahu. Mereka bertanya lagi, "Ma dinuk? Apa agamamu?" Fayqulu ha la adri. Saya tidak tahu. Dia pengin mengelak, tidak mengakui agama kesyirikannya. Dia pengin bilang Islam tapi dia tidak bisa mengucapkannya. Dia dibuat lupa. Ha ha. Berusaha ingat enggak bisa. La adriquani. Malaikat Munkar dan Nakir bertanya lagi, Mauladzi bu fikum? Siapa rasul yang diutus kepada kalian? Aku tidak tahu. Maka ada suara dari langit berkata dia dusta. Bagaimana dia tidak tahu? Telah tegak hujah selama ini di dunia. Kemudian dia bilang, "Saya enggak tahu. Mau cari alasan saya tidak tahu." Fafrisu lahu minanar. Bentangkan bagi dia firas. Yaitu apa namanya? permadani dari neraka, dari api. Maksudnya api menyelimutinya. Wafahu babanar. Bukakanlah pintu menuju neraka. Fatihi min harriha wasamumiumha. Maka datang angin yang panas dan eh apa namanya? eh api yang panas menuju dia. Maka kemudian kuburannya disempitkan bagi dia sampai tulang-tulang rusuknya saling masuk satu dengan yang lainnya itu disempitkan. Lantas datang seorang lelaki yang wajahnya sangat buruk. Qobih pakaiannya sangat buruk. Muntin baunya sangat buruk sangat busuk. Fayaqulu. Maka orang ini berkata, "Absyir billadzi yasuuk." Selamat mendapatkan apa yang akan membuat kau benci. Itu tentang azab dan siksaan. H yaumukalladzi kuntu tuat. Inilah hari di mana kau telah dijanjikan. Fakul man anta. Dia bertanya, "Siapa engkau?" Fawajal waju wajahmu mengisyaratkan kau membawa keburukan. Fqu amalukal. Aku adalah amal burukmu. Itu engkau dulu minum khamar, engkau dulu berzina, engkau dulu makan riba, engkau dulu sama orang tua, engkau dulu menghina orang. Jadi yang abstrak, jadi konkret hadir jadi orang yang berwajah buruk. Fakulu la tuqimissaah. Maka dia berkata, "Ya Allah, jangan tegakkan hari kiamat." Karena kalau tegak hari kiamat, dia akan disiksa dengan siksaan api neraka yang lebih berat. Tib. Kita lanjutkan berkumpulnya roh dengan ruh-ruh yang lain. Abu Hurairah radhiallahu anhu meriwayatkan Nabi sallallahu alaihi wasallam q Rasul sahu alaih wasallam bersabda, hudiral mukminu atathu malaikatur rahmah. Jika mala seorang mukmin ya akan meninggal dunia, maka datanglah kepadanya malaikat rahmat bihariratin baidha dengan kain sutra yang putih. Fayakulun. Mereka berkata, "Ukatan keluarlah engkau dengan rid dan kondisi yang menyenangkan." Angka ruhillahillah menuju ke rahmat Allahin menuju Allah yang tidak murka kepadamu. Maka dia keluar seperti minyak wangi yang paling harum. Hatta annahu baum ba sehingga mereka saling mengover satu ke lainnya. Malaikat saling mengarta bihi babama sampai ke langit. Seperti tadi yang kita sebutkan fakulun maabut allati jaatum minal ard. Ini aroma wangi apa yang datang dari dari bumi? Maka mereka bawa ini ruh kepada ruh-ruh kaum mukminin. Falahum asadu farahan bihi min ahadikum biibihi yaqdumu alaihi. Dan roh-roh kaum mukminin yang sudah meninggal terlebih dahulu sangat gembira ketika ada tamu mukmin yang baru datang. Lebih gembira daripada seorang yang sudah lama tidak ketemu dengan saudaranya atau kawannya baru ketemu lagi. Lebih gembira. Fayas'alunahu. Maka mereka bertanya, "Ma fa'ala fulan? Gimana dengan si fulan yang mereka kenal semuanya?" "Ma fa'ala fulan? Bagaimana kondisi si fulan?" "Fayaquluna dauhu fnahuana fiamid dunya." Biarkan dia. Dia baru saja meninggalkan kepayahan dunia. Itu malaikat mungkin bilang tinggal. Jangan, jangan dulu tanya-tanya. Dia baru saja meninggalkan kepayahan dunia. Maka dia bertanya ketika ditanya oleh teman-temannya, roh yang beriman yang sudah di luaran, "Bagaimana si fulan?" Maka dia tanya, "Ama atakum?" Bukankah sudah datang di luar? Maksudnya sudah mati sebelum saya kok belum datang. Paham? Jadi, misalnya namanya si siapa? Si nama yang tidak ada taruh namanya sirotus nanti bilang orang. Taruhlah. Mereka punya teman namanya ee Yortus misalnya. Yortus. Ketika datang orang mukmin ini ke teman-temannya, "Mana si Yortus? Mana si Yortus?" "Loh, belum datang kalian." "Oh, qolu zuhiba bihi ila ummihil hawya." Kalau enggak datang ke sini berarti ke mana? Ke nera neraka. Kalau dia beriman harusnya ketemu kita berarti dia pergi ke neraka. Wa inal kafirikatulab bimishin fayquun. Ya, adapun orang kafir ketika akan meninggal dunia, maka datanglah malaikat azab dengan membawa kain yang kasar dan berkataan masutan alikabillah. Keluarlah engkau dalam kondisi marah dan dimurkai menuju azab Allah. Fatakruju dan dia keluar dengan tidak suka. Tapi dia harus keluar, dia jengkel tapi tetap keluar. Jadi keluar dalam kondisi jengkel dan dimurkai oleh Allah menuju azab Allah. Maka keluarlah dengan aroma bangkai yang terbusuk yang pernah ada. Demikian saja kajian kita. Alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.