Transcript
j0ebGGDmqhM • Agar Dicintai Allah (Part-2) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2492_j0ebGGDmqhM.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihi wamtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarika lahu
lisan wa ashadu anna muhammadan abduhu
wa rasuluh da ridwan. Allahumma shi
alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwi.
Hadirin hadirat yang dirahmati oleh
Allah subhanahu wa taala. Pada
kesempatan ini kita akan bahas tentang
bagaimana atau amal-amal apa saja yang
bisa kita lakukan agar kita dicintai
oleh Allah subhanahu wa taala. Karena
siapa yang dicintai oleh Allah maka dia
telah mendapatkan anugerah terbesar.
rahimahullah dalam tafsirnya berkata,
"Fahabatah
ajallin
anha atau biha alaihi." Sesungguhnya
Allah mencintai seorang hamba adalah
nikmat yang teragung anam biha alaihi
yang Allah anugerahkan kepada hamba
tersebut. Wa fadilah dan kemuliaan yang
terbaik tafadallahu biha alaihi yang
Allah berikan kepadanya. Wa ahaballahu
abdan yarallahu yassar lahul asbaba.
Jika Allah sudah mencintai seorang
hamba, maka Allah akan mudahkan dia
sebab-sebab kebaikan
alaihirir
dan Allah akan memudahkan bagi dia
segala perkara yang berat.
Dan Allah akan mudahkan dia untuk
melakukan amal-amal kebajikan dan untuk
meninggalkan perkara-perkara yang
mungkar.
Dan Allah akan menjadikan
hamba-hambanya, yaitu hamba-hamba Allah
yang lain akan mencintainya pula. Dan
ini adalah kalimat yang agung dari Syekh
Abdurrahman bin Nasir'di yang
menunjukkan bahwasanya dicintai Allah
adalah nikmat teragung, nikmat terindah,
karunia terbesar yang di balik daripada
nikmat itu memudahkan seorang untuk
beramal saleh, memudahkan seorang untuk
meninggalkan kemungkaran dan
kemaksiatan. karena dia telah dicintai
oleh Allah Subhanahu wa taala.
Oleh karenanya
berusaha untuk dicintai oleh Allah
adalah ya perkara yang diperjuangkan
oleh orang-orang saleh. Al Imam Ibnu
Qayyim rahimahullah berkata, "Laisa
waaisa sanu fi an tuhib wa innama asyu
fi yuhibbakallah."
Bukanlah yang penting adalah engkau
mencintai Allah, tapi yang lebih penting
daripada itu semua adalah bagaimana kau
dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala.
Karena percuma seorang mengaku-ngaku
cinta kepada Allah, tapi jika cintanya
ternyata bertepuk sebelah tangan.
Seperti yang diaku-akui
oleh Yahudi dan Nasrani. Allah berkata,
waqatil yahudu nasara nahnu abnaullahi
wa ahibuh. Berkata orang-orang Yahudi
dan Nasra, mereka berkata, "Kami adalah
kekasih-kekasih Allah. Wa ahibuh."
Maksudnya kekasih-kekasih Allah. Dan
mereka meyakini bahwasanya mereka
Sybullahil Mukhtar. Kami adalah ras
terpilih dari Allah Subhanahu wa taala.
Kami dicintai oleh Allah subhanahu wa
taala. Maka Allah bantah mereka. Allah
berfirman, "Qul falima yuadzibukum
bidzunubikum." Kalau memang kalian
dicintai oleh Allah, kenapa Allah
mengazab kalian? Bukankah ada dari
generasi sebelum kalian, nenek moyang
kalian yang diazab oleh Allah, dirubah
jadi monyet-monyet dan babi-babi?
Bagaimana Allah mencintai hambanya
kemudian Allah rubah dia menjadi babi
dan monyet? Mustahil. Oleh karenanya ini
bantan telak bagi mereka yang mengaku
bahwasanya mereka dicintai Allah. Namun
ternyata tidak. Kata Allah, "Qul,
katakanlah wahai Muhammad kepada mereka,
falima yadibukumubikum."
Kenapa Allah azab kalian akibat
dosa-dosa kalian?Alum Bal antum basyarum
mimman khalaq. Kalian sama dengan yang
lainnya. Kalau beramal saleh dicintai
oleh Allah. Kalau tidak beramal saleh
dibenci oleh Allah subhanahu wa taala.
Ya. Demikian juga ee Allah juga
menyebutkan tentang orang-orang
musyrikin ya
yang mereka mengaku-ngaku mereka adalah
wali-wali Allah. Kata Allah wu auliyaah
in auliyauhu muttaqin.
Mereka bukanlah wali-wali Allah. Jika
damir ha di sini dikembalikan kepada
Allah dan kebanyakan dikembalikan kepada
Almjidil Haram, mereka bukanlah
wali-wali Allah. Sesungguhnya wali-wali
Allah adalah orang-orang yang bertakwa.
Hal ini karena orang-orang Quraisy yang
mereka adalah keturunan Nabi Ismail
Alaih Salam bin Ibrahim Alaih Salam,
mereka mengaku bahwasanya merekalah yang
berhak untuk mengurusi Masjidil Haram.
Dan mereka adalah orang-orang suci yang
tinggal di tanah haram. Dan mereka
menyangka mereka adalah wali-wali Allah
subhanahu wa taala. Maka Allah bantah
mereka bukanlah wali-wali Allah.
Sesungguhnya wali-wali Allah adalah
orang-orang yang bertakwa.
Dari sini penting bagi kita
untuk berusaha dicintai oleh Allah. Dan
inilah doa Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Allahumma inni asaluka hubbak
wubuhibuk wubik.
Ya Allah aku mohon kecintaan kepadamu.
Allahuk hub yaitu cinta kepadamu dan kau
mencintaiku.
Ya Rasulullah minta agar bisa dicintai
oleh Allah sebagaimana beliau minta agar
bisa mencintai Allah subhanahu wa taala.
Karena jika siapa yang sudah dicintai
oleh Allah seorang jika dicintai oleh
Allah maka ada dua manfaat besar yang
akan dia raih. Yang pertama dia tidak
bakalan diazab oleh Allah subhanahu wa
taala karena dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala.
Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya
berdalil dengan ayat yang tadi kita
sebutkan dalam surat Almaidah.
Waqatil yahudu nasara nahnu abnaullahi
wa ahibuh. Berkata Yahudi Nasrani, "Kami
adalah anak-anak Allah dan
kekasih-kekasih Allah." Maka bantahannya
qul falim yadibukumubikum.
Kalau kalian adalah kekasih Allah,
dicintai oleh Allah, kenapa Allah azab
kalian? Mafhum mukhalafahnya, dalilnya
jelas bahwasanya jika kalian dicintai
oleh Allah maka kalian tidak akan
diazab. Jelas. Kalau kalian dicintai
oleh Allah kalian tidak akan diazab.
Mustahil
ya.
Yang mencintai kemudian mengazab yang
dicintai. Mustahil. Tidak logis. yang
mencintai kemudian mengazab menyiksa
yang dicintai. Ketika dia mencintai yang
di menyiksa yang orang lain, berarti dia
tidak mencintai.
[Musik]
Oleh karenanya dalil bahwasanya jika
seorang telah dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala maka dia tidak akan
diazab oleh Allah subhanahu wa dia akan
selamat dari azab neraka jahanam dan
juga selamat dari azab di dunia karena
dia dicintai oleh Allah subhanahu wa
taala. Ini manfaat yang pertama terjamin
selamat dari siksaan Allah di dunia
maupun di akhirat.
Yang kedua, siapa yang dicintai oleh
Allah subhanahu wa taala
maka dia akan diberi taufik oleh Allah
subhanahu wa taala sehingga akan terjaga
aktivitasnya, terjaga pandangannya,
pendengarannya, langkah kakinya,
ucapannya, lisannya, hatinya, dan
seluruh aktivitasnya akan diberi taufik
oleh Allah subhanahu wa taala.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang
masyhur riwayat Al Imam albukhari
dikenal dengan haditul wali. Haditul
wali tentang sifat atau syarat-syarat
wali. Dan wali itu maknanya adalah
seorang yang dicintai oleh Allah. Jika
kita maknakan alwalayah dengan
almahabbah.
Maka dalam hadis qudsi tersebut Allah
berfirman, "Wa yazalu abdi yataq il
binwafil hatta uhibbahu." Senantiasa
hambaku mendekatkan dirinya kepadaku
dengan perkara-perkara sunah. Setelah
wajib-wajib dia kerjakan, dia tidak
berhenti pada yang wajib-wajib saja.
Maka dia lanjutkan dengan
perkara-perkara yang sunah. Hatta
uhibbahu sampai aku pun mencintainya.
Faid ahbabtuhu. Jika aku sudah
mencintainya.
yi maka aku menjadi pendengarannya yang
dia mendengar dengannya
dan aku menjadi penglihatannya yang dia
melihat dengan penglihatan tersebut
dan aku jadi tangannya yang dia memegang
dengan tangannya tersebut
alaiha dan aku menjadi kakinya yang dia
melangkahkan kaki berjalan dengan kaki
tersebut dalam riwayat yang lain Aku
menjadi hatinya yang dia berpikir dengan
hatinya tersebut.
Dan aku menjadi lisannya yang dia
bertutur kata dengan lisan tersebut.
Para ulama maksud menjelaskan maksudnya
yaitu hamba ini karena sudah dicintai
oleh Allah maka dia dibimbing oleh Allah
subhanahu wa taala. Dia tidak akan
tentram kalau melihat yang haram. Dia
tidak akan tentram kalau mendengar yang
haram. Hatinya gelisah. Dia tidak akan
membuang-buang kecerdasannya untuk
memikirkan hal yang tidak bermanfaat.
Dia tidak akan menghabiskan ucapannya
untuk mengutarakan hal yang tidak ada
faedahnya. Dia tidak sibuk berkomentar
pada komentar yang tidak ada manfaatnya.
Kenapa? Karena semua ucapannya,
komentarnya, ya pandangannya,
lisannya, pendengarnya, semua dibimbing
oleh Allah. Kenapa bisa demikian? Karena
dia dicintai oleh Allah Subhanahu wa
taala.
Maka benarlah kata Syekh S'di
rahimahullah yang kita nukil di awal
pengajian bahwasanya dicintai oleh Allah
adalah ajallu nikmah, nikmat yang paling
agung dan afdolu afdolu fadilah karunia
yang paling kemuliaan yang paling agung.
Yang paling agung bagaimana seorang
hamba makhluk dicintai oleh sang
penciptanya. Bagaimana seorang hamba
makhluk yang hina-dina, yang penuh
dengan kekurangan, yang bergelimang
dengan dosa. Kemudian dia berusaha,
berusaha, berusaha sampai akhirnya
dicintai oleh sang pencipta yang maha
sempurna, Allah Subhanahu wa taala.
Dari sini kita sama-sama berusaha agar
bisa dicintai oleh Allah Subhanahu wa
taala. Dan itu semua butuh dengan
perjuangan. Secara umum semakin banyak
orang melakukan amal saleh, maka dia
semakin dicintai oleh Allah. Karena amal
saleh semua dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala. Semakin dia banyak
melakukan kemaksiatan, maka dia semakin
tidak dicintai oleh Allah subhanahu wa
taala. Namun pada malam hari ini saya
akan khususkan
amal-amal saleh yang datang dalil secara
spesifik, secara khusus menyebutkan
jika dia melakukannya maka dicintai oleh
Allah. Saya ulangi secara umum semua
amal saleh jika dilakukan akan
mendatangkan kecintaan Allah subhanahu
wa taala dan semua maksiat jika
dikerjakan akan menjauhkan cinta Allah
subhanahu wa taala. Namun tentunya kita
tidak akan menyebutkan seluruh amal
saleh karena terlalu banyak. Kita
mengkhususkan dalil-dalil yang datang
secara spesifik yang khusus menyebutkan
inilah tanda-tanda orang yang dicintai
oleh Allah subhanahu wa taala. Inilah
amalan-amalan yang jika dilakukan oleh
seorang hamba maka akan dicintai oleh
Allah Subhanahu wa taala.
Yang pertama
sebagaimana sudah kita singgung yaitu
ittibaus sunah. menjalankan sunah-sunah
Nabi. Dalilnya dalam surat Ali Imran
Allah berfirman,"ltum
tuhibbunallah fattabiuni
yuhbukumullah wagfirakumunubakum wallahu
gfururahim.
Katakanlah wahai Muhammad kepada mereka
semua inuntum tuhibbunallah. Kalau
kalian benar-benar cinta kepada Allah
harus ada buktinya. Apa buktinya?
Fattabiuni. Ikutilah aku.
Yuhbibukumullah. Kalau kalian mengikuti
aku ittiba, maka Allah akan mencintai
kalian. Sehingga cinta kalian tidak
hanya propaganda, hanya pengakuan, dan
cinta kalian kepada Allah tidak bertepuk
sebelah tangan.
Tidak tidak bertepuk sebelah tangan,
maka kecintaan kalian akan dibalas
dengan cinta Allah Subhanahu wa taala.
Fattabiuni yuhbibikumullah.
Ikutilah sunahku maka kalian akan
dicintai oleh Allah subhanahu wa taala.
Para ulama menyebutkan di antaranya Ibnu
Katsir bahwasanya ayat ini disebut
ayatul mihnah, ayat ujian
untuk barometer atau parameter orang
yang aku cinta kepada Allah. Kalau ada
yang ngaku cinta sama Allah tunjukkan
ayat ini. Mana buktinya? Kalau enggak
cinta sama Allah, mana buktinya?
Buktinya mudah ikut sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kenapa ikut
sunah Nabi merupakan bukti cinta kepada
Allah subhanahu wa taala? Mudah. Karena
yang paling tahu tentang apa yang paling
dicintai oleh Allah adalah Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam.
Bukankah kalau kita cinta
kepada seseorang kita ingin melakukan
apa yang dia sukai? Ya atau tidak? Ya.
Innal muhibba liman yuhibbu mutiu.
Sesungguhnya orang yang mencintai taat
kepada yang dia cintai. Kalau antum
cinta sama istri, kalau ya terus istri
minta belikan anting-anting. Antum punya
duit antum belikan enggak?
Lain halnya kalau enggak punya duit.
Lain cerita.
Kalau antum punya duit banyak, antum
belikan enggak? Belikan karena antum
cinta sama dia.
Kalau jam 12.00 malam dia pengin belikan
gado-gado, antum cari enggak? Kalau
antum cinta sama dia, punya duit, antum
akan cari. Kenapa? Antum pengin buat dia
rida. Karena antum cinta sama dia. Apa
yang dia senangi antum kerjakan.
Makanya kalau ada wanita bilang, "Saya
cinta sama suami, tapi tukang ngomel itu
dipertanyakan cintanya.
Kalau istri cinta sama suami, suami
bilang apa, suami bilang ini, dia nurut
harusnya. Karena dia mencari keridaan
suaminya. Dia pengin suaminya senang
sama dia. Nah, bagaimana cara membuat
suami senang? Melakukan apa yang
disenangi oleh suami.
Tidak menyakiti hatinya.
Walillahil matsalul a'la. Dan bagi Allah
perumpamaan yang lebih tinggi.
Maka kalau benar kita cinta kepada
Allah, harusnya kita melakukan apa yang
disukai oleh Allah dan kita meninggalkan
apa yang dibenci oleh Allah. Benar atau
tidak benar? Dan siapakah yang paling
tahu tentang apa yang dicintai oleh
Allah? Siapa? Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam yang Allah berikan wahyu
langsung kepadanya.
Oleh karenanya tidak ada jalan lain
untuk bisa menjadi seorang dicintai oleh
Allah kecuali mengikuti sunah Nabi.
Bukan kita reka-rekaan. Mungkin Allah
suka begini, mungkin Allah suka begitu.
Mungkin kalau kita ibadah loncat-loncat
maka Allah cinta sama kita. Kan
kita-reka. Atau kita zikir sambil pakai
DJ dus dus. Allah cinta sama kita. Kita
mereka-reka.
Sudah jelas-jelas yang tahu apa yang
dicintai oleh Allah siapa? Rasulullah.
Sudah ikuti aja Nabi bikin apa ikuti.
Nabi bilang ini gini kerjakan. Nabi
bilang jangan jangan tinggalkan.
Jelas. Oleh karenanya untuk menjadi
orang yang dicintai oleh Allah subhanahu
wa taala
sangat mudah itu. Fattabiuni. Ikutilah
aku. Yuhbibukumullah. Maka Allah akan
mencintai kalian. Ini ayat jelas.
Siapa yang berani ngaku cinta sama
Allah? Kita tantang nih. Buktikan mana
parameternya. Sejauh mana kau mengikuti
sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam
ataukah kau meninggalkan sunah-sunah
Nabi? Malah bikin kreasi sendiri
meninggalkan sunah Nabi. Yang lebih tahu
apa yang dicintai oleh Allah? Engkau
atau Nabi sallallahu alaihi wasallam?
Dialah Rasulullah sahu alaihi wasallam
berkata, "Wakhairul huda huda Muhammadin
sallallahu alaihi wasallam." Sebaik-baik
petunjuk petunjuknya siapa? Petunjuk
Rasulullah sahu alaihi wasallam. Sebaik
contoh-contohnya siapa? Contoh
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Sebaik-baik ibadahibadahnya siapa?
Ibadah Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Sudah tinggal terima.
Tib.
Dan sudah kita sebutkan tadi dalam hadis
qudsi, haditul wali. Jelas sekali Allah
berfirman,
"Azalu abdiqwaahu."
Senantiasa hambaku mendekatkan dirinya
kepadaku dengan perkara-perkara sunah,
yaitu yang wajib-wajib sudah dia
kerjakan. Dia tidak mencukupkan sampai
di situ saja. Maka dia berusaha
melakukan perkara-perkara yang sunah.
Sebisa mungkin dia lakukan. Seorang
berusaha mengenali sunah-sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Sunah
keseharian, sunah di rumah seperti apa,
sunah mau tidur seperti apa, sunah
bangun tidur seperti apa. Sunah sunah
ajaran Nabi terkait dengan interaksi
dengan istri bagaimana
ajaran Nabi terkait interaksi dengan
anak-anak bagaimana? Bagaimana malam
hari Nabi sallallahu alaihi wasallam?
Bagaimana siang hari Nabi sallallahu
alaihi wasallam?
Bagaimana sedekah Nabi sallallahu alaihi
wasallam? bagaimana kasih sayang Nabi.
Dia berusaha ikuti seluruh sunah-sunah
Nabi, ibadah-ibadah maupun akhlak Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Dia perbanyak. Semakin dia banyak
melakukannya maka semakin Allah
mencintainya. Wala yazal abdi yataq il
binwafili hatta uhibbahu. Senantiasa
hambaku mendekatkan dirinya kepadaku
dengan perkara-perkara sunah sampai aku
mencintainya.
Jadi salah satu cara agar dicintai oleh
Allah adalah dengan melakukan
perkara-perkara
sunah yang diajarkan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Yang kedua, amal saleh yang mendatangkan
cinta Nabi sallallahu alaihi cinta Allah
subhanahu wa taala agar kita dicintai
oleh Allah subhanahu wa taala. Zuhud fid
dunya
suatu riwayat yang sanadnya
dipermasalahkan,
diperselisihkan, tetapi maknanya benar.
Seorang datang kepada Nabi sallallahu
alaihi wasallam berkata, "Ya Rasulullah
[Musik]
amilu ahabbanias."
[Musik]
Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku
suatu amalan jika aku kerjakan maka
Allah akan mencintaiku dan manusia akan
mencintaiku.
Apa kata Rasul sahu alaihi wasallam?
Izhad fid dunya yuhibbakallah
wazhad fannas yuhibbakanas.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Zuhudlah terhadap dunia,
niscaya Allah akan mencintaimu.
Dan zuhudlah kepada apa yang di tangan
manusia, niscaya manusia akan
mencintaimu."
Maksudnya apa? Kalau kita bergaul
bertakasih dengan orang, kita tidak
berharap belas kasih darinya dan kita
tidak melihat mengambil sesuatu darinya.
Dan orang kalau tahu dia ingin diambil
sesuatu darinya, dia tidak suka meskipun
dia kaya raya.
Ini gaul sama saya asas manfaat aja nih
ya. Kayaknya dia mau sesuatu modus
modus. Iya benar dia enggak suka suudan.
Tapi kalau kita bergul sama orang kita
tidak berharap apa darinya aman. Orang
akan mencintai kita lebih daripada itu,
kita ingin dicintai oleh Allah.
Bagaimana supaya dicintai oleh Allah?
Izhad fid dunya, zuhud kepada dunia. Apa
maknanya zuhud? Tentu banyak definisi
disebut oleh para ulama dan saya nukil
dalam syarah Ararbain Nawawiyah. Tapi di
antara definisi terindah ada yang
diucapkan oleh Ibnu Taimiyah
rahimahullahu taala. Beliau berkata,
"Azzuhud tarqu ma la yanfau fil
akhirah." Meninggalkan suatu yang bukan
yang tidak ada manfaatnya di akhirat.
Kenapa? Karena kau meninggalkannya
karena Allah. Allah suka semua yang kau
kerjakan ada faedahnya di akhirat. Allah
tidak suka kau buang-buang umurmu, buang
waktumu yang tidak ada manfaatnya di
akhirat. Makanya di antara ciri-ciri
orang bertakwa meninggalkan perkara
sia-sia. aflahalminun allina humatihun
wallina humun sungguh beruntung
orang-orang yang beriman yang mereka
khusyuk dalam salat mereka
yang mereka berpaling dari perkara
sia-sia gak mau perkara si enggak ada
manfaatnya ngapain enggak ada faedahnya
ngapain kalau cinta sama Allah pengin
dicintai oleh Allah enggak suka kita
yang perkara sia-sia
ketika Allah menyebutkan tentang sifat
ibadurrahman,
maka Allah Subhanahu wa taala berfirman,
Kalau mereka melewati perkara sia-sia,
mereka jalan dengan elegan. Artinya,
seorang berusaha meninggalkan perkara
sia-sia. Kalau ternyata dia tidak bisa
menghindar tahu-tahu di hadapan dia,
maka dia lewati. Tidak ada manfaatnya
dia lewati.
Kapan kita selalu berusaha melakukan
amal yang ada manfaatnya di akhirat?
Yang tidak ada manfaatnya kita
tinggalkan, maka kita dicintai oleh
Allah Subhanahu wa taala. Maka
praktikkan dalam kehidupan kita
sehari-hari mulai saat ini. Ini butuh
perjuangan menjadi seorang yang zuhud
hakiki. Zuhud bukan berarti harus baju
jelek ya, celana robek enggak ya. Gak.
Zuhud itu amalan hati asalnya yang
kemudian tereapraksikan dalam amalan
zahir asalnya. Yaitu dalam hatimu kau
tidak melakukan sesuatu kecuali ada
manfaat di akhirat. Kalau tidak ada
manfaat di akhirat kau tinggalkan.
Maka coba kita cek-cek, kita sekarang
punya komunitas grup di WA. Ada enggak
manfaatnya grup satu? Kita punya grup
40. Banyak sekali. Grup kesehatan, grup
utang tanpa bunga,
grup poligames.
[Musik]
Poligemes ya. Ngomong doang enggak ada
praktik. Grup macam-macam grup ya. Grup
olahraga, grup ini, grup ini, grup ini.
Grup banyak sekali. Sekarang kita mulai
ya di filter ini ada manfaatnya enggak?
Enggak ada left. Enggak ada left. left
habis.
Ada manfaatnya. Grup silaturahmi sama
kakak adik pertahankan. Ada faedahnya.
Saya nyambung apa? Silaturahmi. Grup
kesehatan. Oh saya pengin sehat. Oke.
Tidak ada manfaatnya tinggalkan.
Saya nimbrung situ. Ada manfaatnya
enggak? Enggak ada tinggalkan. Berarti
saya zuhud. Berarti saya dicintai oleh
Allah Subhanahu wa taala. Karena Nabi
mengatakan, "Izhad fid dunya." Zuhudlah
kau terhadap dunia. Yuhibbakallah, maka
Allah akan mencintaimu. Kenapa? Karena
orientasimu selalu akhirat.
Ya, orientasimu selalu akhirat. Dan
orang yang selalu ingat akhirat dan
mengingatkan orang lain kepada akhirat
dicintai oleh Allah subhanahu wa taala.
Ibrahim is
ab.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Ingatlah
hamba-hamba kami Ibrahim, Ishak, dan
Yakub yang mereka banyak melakukan
amalan-amalan dan mereka orang yang
berilmu. Inna aknahum btin. Kami
khususkan mereka dengan suatu perangai
yang terindah.
yaitu mereka mengingatkan orang kepada
akhirat. Mereka sendiri tentu ingat
akhirat dan bukan cuma di situ. Mereka
mengingatkan orang pada akhirat
inahumana mustofa akar. Dan mereka di
sisi kami termasuk hamba-hamba pilihan.
Jadi konsekuensi orang yang zuhud yang
orang selalu akhirat.
Selalu apapun dikerjakan akhirat.
Anak-anak misalnya minta beli sesuatu
ada enggak manfaat akhirat? Kalau ada
Abi belikan. Kalau enggak enggak. Istri
minta belikan tasanya sayang. Ada
manfaatnya di akhirat enggak?
Ada sih, Mas. Apa coba sebutin
manfaatnya ya? Buat gaya enggak ada
manfaatnya. Buat gaya
enggak ada manfaatnya, Pak.
Istri saya pernah minta beli tas, Abi
belikan tas. Eh, Abe belikan Abi ada
uang. Tapi kamu siap dihisab enggak? Abi
tuh siap dihisab enggak? Kalau Abi siap,
Pak, kamu siap. Abi belikan Abi tuh kan
enggak jadi. Alhamdulillah.
Enggak
jadi.
Kadang-kadang kita lalai, kita gak
ingatkan ada faedahnya. Kalau ada faedah
untuk akhirat kita beli. Kalau enggak
ada ngapain?
Saya jalan-jalan ke sana. Ada faedah
enggak ya? Ada faedah? Oh, ada faedah.
Bertemu dengan kawan-kawan menyambung
tali ukhuwah, menyenangkan hati mereka,
ketemu dengan ponakan, silaturahmi. Oke.
Olahraga ada faedahnya? Ada faedahnya
ya. Buat sehat supaya bisa ibadah,
supaya bisa beraktivitas. Oke. Niatkan
karena Allah Subhanahu wa taala. Enggak
ada faedah tinggal.
Ada faedah tapi kecil.
Hobi apa? Hobi ngabisin waktu. Mohon
maaf ada orang hobi mancing misalnya.
Kalau nelayan silakan. Kita juga butuh
nelayan. Nenek moyangku para nelayan.
Saya orang Bugis nenek moyang para
nelayan. Tapi ini enggak bukan nelayan.
Hobi 2 minggu sekali atau seminggu
sekali pergi sewa mobil. Sewa mobil apa?
Sewa kapal mahal. Pergi ke tengah laut
mancing berjam-jam pulang Tib ya.
Kecuali di kapal bikin pengajian okelah.
Akhirnya mancing nungguin. Aduh kelewat
lagi ikannya. Kelewat. Artinya
mikir-mikir. Kalau itu faedah waktu yang
banyak kita habisin ada faedah. Kalau
sebulan sekali okelah. Kalau tiap minggu
begitu terus ngabisin umur. Apakah ada
manfaatnya di akhirat? Kalau ada
lakukan. Kalau enggak
stop dulu.
Enggak. Saya tidak melarang ya. Saya
suruh mikir ya.
Kalau ada manfaatnya akhirat ini bukan
halal haram ya. Ingat bukan halal haram.
Zuhud itu lebih daripada sekedar halal.
Zuhud itu apa yang kita lakukan ada
manfaat bagi kita di akhirat.
Kalau enggak ada hendaknya kita
tinggalkan. Siapa yang senantiasa orang
yang tiasa akhirat, pikiran dia selalu
akhirat, akhirat, akhirat. Karena Allah
subhanahu wa taala, maka
dia dicintai oleh Allah subhanahu wa
taala.
Dicintai oleh Allah subhanahu wa taala.
Tiib. Yang ketiga,
amal yang datang dengan dalil khusus
spesifik bahwasanya siapa yang
melakukannya akan dicintai oleh Allah
Subhanahu wa taala adalah yang ini yang
ke berapa? Yang ketiga, mencintai orang
lain karena Allah subhanahu wa taala.
Mencintai orang lain karena Allah
subhanahu wa taala.
Apa itu mencintai seorang karena Allah?
Yaitu kita tidak mencintai dia karena
dunianya. Dunia itu apa? Bukan karena
kecantikannya, bukan karena
ketampanannya, bukan karena fisiknya,
bukan karena bajunya, bukan karena
duitnya, bukan kara, tapi saya mencintai
dia karena dia orang yang baik.
Dia melakukan amal saleh yang dicintai
oleh Allah, maka saya pun mencintainya.
Itu namanya mencintai saudara karena
karena Allah. Dan ini adalah ibadah yang
sangat agung yang diajarkan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam yang tidak
pernah dikenal sebelumnya oleh para
sahabat sebelum datang Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Para sahabat
dahulu ketika di zaman jahiliah mereka
sudah saling mencintai di antara mereka.
Tapi semuanya karena dunia, karena satu
suku, karena satu kampung, karena satu
hobi, karena satu ee pekerjaan.
Seperti Abdurrahman bin Auf adalah
sekawan dekat dari Umayyah bin Khalaf.
Dulu sama-sama pedagang, sama-sama kaya
raya. Datang Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengajarkan suatu relasi baru
yaitu mencintai karena Allah yang tidak
pernah kenal mereka kenal sebelumnya.
Ini ibadah bukan sekedar omongan. Ini
benar-benar kita berangin terasi dengan
Dia. Kenapa? Karena Allah. Dan kita bisa
memutuskan sewaktu-waktu juga karena
Allah Subhanahu wa taala.
Dan itu namanya almahabbatu fillah.
Mencintai karena Allah subhanahu wa
taala.
Mencintai karena Allah subhanahu wa
taala. Jadi bukan karena dunianya,
tapi karena dia karena akhirat. Saya
kerja sama dengan dia, karena akhirat
saya dekat dengan dia karena akhirat
saya ngobrol dengan dia karena apa?
Akhirat. kita obrolan-obrolan tentang
akhirat, orientasi kita sama-sama
tentang akhirat. Bisa jadi kita berbeda
secara ekonomi, strata yang sangat
berbeda jauh, tapi kita bertemu karena
Allah subhanahu wa taala.
Datang dalam satu hadis ya,
kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Inna
rajulan
zar akhu qyatin ukhra." Ada seorang
lelaki berjalan menuju ke kampung yang
lain, ke negeri yang lain karena ingin
tengok saudaranya.
yang dia cintai karena Allah subhanahu
wa taala. Faarsallahuahullahu
alati malakan. Ketika dia berjalan
menuju kampung kawannya, Allah kirim
malaikat menjelma jadi manusia
menghampirinya di tengah jalan. Ya,
berjalan malaikat tunggu. Ketika ketemu
malaikat, malaikat bertanya, "Ay fulan
aina turid?" "Wahai fulan, ke mana kau
gak pergi?"
Kata dia, "Azuruq, saya ingin
saya pengin jenguk saudaraku di sini."
Malaikat pastikan kau kau jenguk itu
duniawi atau ukhrawi, duniawi atau
karena Allah. Kata malaikat
alaihibu.
Kau tengok dia itu karena ada urusan
dunia. Maksudnya ada kebun yang kau
tengok atau ada ternak yang kau titipkan
sama dia atau ada titipan wadiah yang
kau titipkan sama dia. Ngapain jalan
jauh-jauh
ke tempat temanmu? Apakah karena ada
urusan duniawi? Kata orang ini, "La illa
anni ahbabtu fillah." Tidak ada sama
sekali urusan duniawi. Saya
menjenguknya, saya mengunjunginya, saya
menziarahinya karena saya mencintainya
karena Allah. Maka malaikat berkata,
"Faini rasulullahiikum
biallah ahabbaka kama ahbabtahuahu f."
Ketahuilah saya adalah utusan Allah yang
Allah utus saya untuk menyampaikan
kepadamu bahwasanya Allah mencintaimu
sebagaimana kau mencintai temanmu karena
Allah subhanahu wa taala.
Makanya kalau orang mengatakan uhibuka
uhibuka fillah jawabannya ahabbakallah
alladzi ahbabtani fih.
Aku mencintaimu karena Allah. Maka
jawabannya semoga Allah juga mencintaimu
ya karena kau telah mencintaiku karena
Allah subhanahu wa taala. Jadi saya
ulang itu namanya almahabbatu fillah.
Mencintai karena Allah bukan karena
dunia yang dimiliki oleh orang tersebut.
Bukan.
Tetapi karena dia melakukan amal saleh
dan kita kerja sama sama-sama untuk
mencari akhirat. Maka itulah cinta
karena Allah Subhanahu wa taala. Tidak
ada hubungan ada udang di balik batu.
Enggak ada. Enggak ada. Enggak ada udang
di balik rempe ya. Enggak ada.
Benar-benar murni karena
Allah subhanahu wa taala. Oleh karenanya
orang-orang seperti ini dibanggakan oleh
Allah pada hari kiamat kelak. Ketika
hari kiamat Allah berkata, "Ainal
mutahabuna bijalali
alyaum udilluhum
fiumin lailla illi." Mana orang-orang
yang
mencintai karena aku pada hari kiamat
Allah tanya, "Mana mereka? Mana mereka?"
"Hari ini aku akan naungi mereka. Di
hari yang tidak ada naungan kecuali
naungan Allah Subhanahu wa taala. Kata
Allah Subhanahu wa taala, "Wajabat
mahabbati." Sesungguhnya wajib cintaku
mengenai siapa? Almutahabbina fiya.
Orang-orang yang saling mencintai karena
aku. Almutazawirina fi yang saling
mengunjungi mengunjung mengunjungi
karena aku. Almutabadilina fiha yang
saling berkorban karena aku. Wajib aku
mencintai mereka karena mereka
melakukannya semua karena karena aku.
Maka kita melatih diri.
Kalau punya sahabat, punya kawan, jangan
selalu kita ditraktir. Kita yang traktir
dong.
Aku mentraktirnya karena Allah subhanahu
wa taala. Bukan aku ditraktir karena
Allah. Bukan
aku ditraktir karena Allah. Ya biar dia
dapat pahala. Ustaz traktir saya. Weh,
luar biasa kau.
Aku mentraktirnya karena Allah. Kan
begitu. Aku membantunya karena Allah.
Aku menyisihkan waktuku karena untuk dia
karena Allah.
Maka Nabi mengatakan,
[Musik]
masjidah. Saya berjalan sama kawanku
memenuhi hajatnya. Lebih saya sukai
daripada iktikaf di Masjid Nabawi selama
sebulan. Seorang berusaha berkorban
untuk saudaranya karena Allah subhanahu
wa taala. itu namanya karena karena
sesuatu ya. Jadi bukan karena zatnya
tapi karena Allah subhanahu wa taala.
Tib.
Berikutnya yang ke berapa? Yang keempat.
Yang keempat.
Yang kelima. Yang keenam. Yang ketujuh.
Dalam satu ayat. Yaina amanumidillah.
[Musik]
Wahai orang yang beriman, siapa yang
murtad di antara kalian? Ya sudah, Allah
akan datangkan kaum yang lain pengganti
kalian. Kalau murtad enggak urusanahu
yang Allah cinta sama mereka dan mereka
cinta sama Allah. Tib di sini Allah
sebutkan ada kaum yang Allah cinta
mereka dan mereka cinta sama Allah. Apa
ciri-ciri mereka? Allah sebutkan empat
sifat.
alal mukminin. Mereka lemah lembut,
kasih sayang, merendahkan diri, tawadu
kepada kaum mukminin.
Kafirin, mereka tegas kepada orang-orang
nonmuslim, orang kafirillah
dan mereka berjihad di jalan Allah. Yang
ketiga,
wako dan mereka tidak takut dengan
cercaan manusia.
Siapapun mencela karena membela agama
Allah Subhanahu wa taala. Ini empat amal
yang mudah mendatangkan cinta Allah.
Jadi amal ke berapa? 4 5 6 7 empat amal
ini.
Yang pertama adillatin alal mukminin.
Adillatil alal mukminin. Maksudnya lemah
lembut tawadu. Ditafsirkan oleh ee para
ulama, para ahli tafsir dengan maknanya
tawadu kepada sesama kaum mukminin.
Rendahkanlah dirimu seperti Allah
Subhanahu wa taala terhadap kedua orang
tua. Wfid lahuma janahadulli minarahmah.
Rendahkanlah ya sayap ya zul yaitu
kerendahan dirimu. Tawadu di hadapan
kedua orang tua karena kasih sayang
kepada mereka berdua. Jadi orang beriman
agar dicintai oleh Allah dia sama orang
lain lembut.
janib mudah bergaul, murah senyum, tidak
merasa tinggi, tidak merendahkan,
berakhlak mulia.
Itu adalah
bentuk dalil tawadu di hadapan
orang-orang beriman.
Makanya kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam,
w tawad ahadunillah illa rafaahullah.
Tidak seorang pun yang tawadu karena
Allah kecuali Allah akan mengangkatnya.
itu Allah mencintainya di antaranya.
Nah, kita berusaha sama sama muslim.
Jangan kita rendahkan sama sekali. Dia
muslim, saya muslim ya. Saya sayang,
saya hormati. Ya, kita bicara dengan
tidak merendahkannya,
kita tidak menghinakannya, kita hormati
dia. Belum tentu saya lebih baik
daripada dia. Ya, saya sering sampaikan
hal ini. Kita terkadang melihat orang
dan kita manusia secara umum menilai
orang dengan ekonomi. Kalau ekonominya
bagus kita hormati. Kalau ekonominya
rendah kita tidak hormati. Kapan azan?
Saya bacakan perkataan Syekh e Sy'di
rahimahullah dalam tafsirnya.
Mereka lemah lembut. Dalil itu artinya
merendahkan diri. Dalil zul artinya
hina. Artinya mereka di depan kaum
mukminin mereka merendahkan diri.
Tidak merasa mentang-mentang, tidak
merasa tinggi. Kenapa? Karena mereka
mencintai sesama kaum mukminin.
Karena mereka ingin kebaikan bagi kaumin
yang lain.
Mereka lembut kasih sayang.
Dan mereka rahmat kepada mereka dan
mudah untuk berkomunikasi dengan mereka,
interaksi dengan mereka.
[Musik]
Dan mudah kalau mereka ya eh dicari oleh
kaum mukminin.
Ada suatu mereka mudah membantu.
Waal kafir billah alanidin liati. Adapun
kepada orang-orang kafir yang menentang
ayat-ayat Allah, yang mendustakan para
rasul-rasul Allah, Aizzah, maka mereka
merasa itu mereka aziz, yaitu mereka
mulia, ya tidak merendahkan diri di
hadapan mereka. Jadi kebalik kalau sama
kaum mukminin merendahkan diri sama
orang kafir enggak?
Sama orang kafir tidak.
Dikatakan oleh eh Thaahir bin Asyur,
[Musik]
beliau berkata,
[Musik]
"Lembut kepada kaum mukminin maksudnya
di disebutkan adalah lilil janib ini
mudah berinteraksi, ringan, mudah wat
tawadu dan merendahkan diri di hadapan
kaumin yang lain.
[Musik]
Adapun wal aizzah jamul aziz fahual
muttasif bil izzi wahual quwwah wal
istiqlal. Adapun kalau di hadapan orang
kafir maka tunjukkan kekuatan dan
kemandirian
ya tidak terikat dengan mereka. Ini
namanya sifat a izzah alal kafirin.
Yang kedua,
bukan sebaliknya sama orang muslim
kasar, arogan, merendahkan, sama orang
kafir nunduk-nunduk.
Bukan sebaliknya.
Ada orang seperti itu. Sebaliknya sama
orang mukmin
kasar, arogan,
menghinakan, sama orang kafir
menghinakan diri rela. Jadi
ya untuk menghindarkan diri di hadapan
orang kafir ini terbalik. Seharusnya
sama orang beriman, saling mencintai,
merendahkan diri, tawadu sama orang
kafir tegas.
Kemudian sifat berikutnya, yujahiduna
fiabilillah.
Mereka berjihad di jalan Allah Subhanahu
wa taala untuk menegakkan kalimat Allah.
Kata Syekh S'di rahimahullahu taala, ya
saya bacakan.
[Musik]
Biamwalihim wa anfusihim biqwalihim wa
af'alihim. Bagaimana menegakkan kalimat
Allah berjihad melawan orang-orang kafir
dengan harta mereka atau dengan diri
mereka atau dengan perkataan mereka
maupun dengan aktivitas mereka.
Bagaimana menjadikan kalimat Allah
tauhid yang termulia? Bagaimana agar
apa namanya kesyirikan bisa pudar.
Bagaimana caranya? Cahaya tauhid yang
tinggi sementara kesyirikan
pudar. itu adalah berjihad di jalan
Allah Subhanahu wa taala. Kalau tidak
bisa dengan pedang, maka dengan harta.
Tidak bisa dengan harta dengan ucapan.
Tidak bisa ucapan dengan aktivitas
apapun yang bisa kita lakukan untuk
meninggikan kalimat Allah Subhanahu wa
taala. Maka orang seperti ini dicintai
oleh Allah subhanahu wa taala. Sifat
yang ketujuh
kata Allah subhanahu wa taala wala
yakhafuna laumalaim.
Dan tidak takut sama sekali dengan
cercaan orang yang mencela.
Kata
[Musik]
orang-orang beriman mendahulukan rida
Allah daripada rida manusia dan
mendahulukan takut kepada Allah daripada
cercaan makhluk.
Dan ini menunjukkan semangat mereka,
kuatnya semangat mereka. Jadi ketika dia
bersikap
yang dia pikir bagaimana bisa membela
Allah Subhanahu wa taala, bagaimana bisa
menyampaikan al-Haq meskipun dia dicara
orang, dia tidak peduli. Makanya dalam
satu riwayat ketika Muawiyah radhiallahu
anhu minta nasihat kepada Aisyah
radhiallahu taala anha
dan Muawyah berkata, "Wala tukfir
alaiya." Jangan, jangan kasih nasihat
panjang-panjang. Nasihat singkat,
manfaat. Apa kata Aisyah? Aku mendengar
rasul sahu al wasallam bersabda,
"Ridallah btinas rallahu anhu anhu."
Siapa yang mencari rida Allah dengan
kemarahan manusia, Allah akan rida
kepadanya dan Allah akan menjadikan
manusia rida kepadanya.
[Musik]
Siapa yang mencari keridaan manusia
dengan membuat Allah marah maka Allah
akan murka kepadanya dan Allah akan
menjadikan manusia murka kepadanya.
Terkadang seorang mencari keridaan Allah
agar dicintai oleh Allah. Dia
mengungkapkan kebenaran meskipun
orang-orang benci sama dia.
Tidak takut dengan cerca masyarakat. Ini
sifat mulia. Jelaskan dengan cara yang
baik. Jelaskan yang hak dengan kata-kata
yang bijak, kata-kata yang lembut.
Mereka mencerca, mencaci enggak urusan.
Yang penting saya cari keridaan Allah.
Yang penting saya dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala. Orang seperti ini
mudah dicintai oleh Allah. Kenapa? dia
rela mengorbankan harga dirinya
dimaki-maki oleh orang. Yang penting dia
menyampaikan apa? Kebenaran. Dia membela
sinar tauhid
tentunya semuanya dengan bijak ya,
dengan ee tepat ya. Kalau setelah itu
ternyata masih maki orang maka itu
sarana agar dicintai oleh Allah
Subhanahu wa taala. Wala yakhafuna
laumalaim.
Tib. Sifat yang berikutnya yang ke
berapa? Keedelan kedel ke9
ke-10 t Allah sebutkan dalam surat Ali
Imran kata Allah Subhanahu wa
taalafikum.
[Musik]
Bersegeralah kalian menuju ampunan Allah
dan menuju surga yang luasnya seluas
langit dan bumi.
Allah mengatakan arduha dan dalam bahasa
Arab ard artinya lebar. Kalau panjang
tol
Allah mengatakan yang lebarnya seperti
langit dan bumi. Kata para ulama karena
surga lebih luas daripada langit dan
bumi. Makanya dibilang lebarnya,
panjangnya tentu lebih daripada itu. Ini
kalau kita bicara secara bahasa ardu
samawatu wal ard secara bahasa Arab.
Segeralah menuju surga yang lebarnya
seperti langit dan bumi. Allah tidak
sebut panjangnya. Allah tidak mengatakan
saatuh saatuha. Luasnya Allah bilang
lebarnya.
menunjukkan bahwasanya surga lebih luas
dari langit dan bumi. Kalau lebarnya
segitu, bagaimana lagi dengan apa?
Panjangnya
luasnya.
Lil muttaqin yang Allah siapkan surga
tersebut bagi orang-orang yang bertakwa.
Kemudian Allah sebutkan sifat-sifat
orang bertakwa. Alladina yunfiqu wro ini
sifat yang kedelapan. Yaitu senantiasa
berinfak dalam kondisi lapang maupun
dalam kondisi susah. Wal minal git yang
meredam amarah.
Yang ke-10 memaafkan
orang yang berbuat zalim kepadanya.
Kemudian Allah tutup wallahu yuhibbul
muhsinin. Allah mencintai orang-orang
yang berbuat ihsan.
Siapa yang berbuat ihsan tersebut? Ini
orang yang punya tiga sifat ini. Inilah
orang-orang ihsan yang dicintai oleh
Allah yang telah mencapai derajat
tinggi. Karena derajat agama Islam,
iman, ihsan.
Karena tidak mungkin mereka bisa
melakukan demikian kecuali mereka selalu
menghadirkan Allah melihat mereka. Maka
mereka mudah untuk senantiasa berinfak.
Mereka mudah untuk memaafkan orang lain.
Mereka mudah untuk meredam amarah. Kalau
mereka tidak merasa Allah lihat mereka,
mereka sulit untuk berinfak. Kalau
mereka tidak merasa menghadirkan Allah
senantiasa mengawasi mereka, mereka
tidak mudah untuk memaafkan. Tapi siapa
yang bisa seperti ini? Yang mencapai
derajat ihsan. yang kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "An ta'budlaha kaaka
tarahu." Engkau beribadah kepada Allah
seakan-akan kau melihat Allah. Faam
takun tarahu fainnahu yar. Kalau kau
tidak bisa lihat Allah, ketahuilah Allah
sedang melihatmu. Ketika orang sedang
berinfak, dia tahu Allah sedang melihat,
mudah bagi dia berinfak.
Tapi jangan bikin status ya.
Lagi jenguk anak yatim nih, masyaallah.
Mau gabung enggak? Masyaallah.
Besoknya lagi jenguk janda nih. Ada yang
bantu Pak disoting janda-janda tua. Pas
janda muda dia diam-diam.
Jadi
kenapa dia mudah berinfak? Bahkan kata
Allah fisar wadar dalam kondisi sulit
pun dia tetap berinfak. Artinya apa?
Infaknya mungkin berkurang tapi tetap
dia berusaha berinfak. Mungkin tidak
sebanyak yang dia infak ketika sedang
dalam kondisi lapang. Farra w dia tetap
berinfak. Dan di sini Allah menggunakan
fi'il mudhar yunfiquun yang menunjukkan
continue yaitu itu kebiasaan dia
berinfak dalam kondisi lapang untung
lagi banyak infaknya banyak lagi untung
lagi kurang infaknya kurang tapi infak
jalan terus
karena dia tahu Allah sedang melihat
dia. Dia muhsin.
Jadi kalau kita berinfak ikhlas karena
Allah hadirkan Allah sedang lihat saya
berinfak sehingga kita tidak butuh lagi
pengakuan orang lain.
Paham tidak?
Allah lihat saya selesai karena ihsan
lagi susah uang nih. Ya sudah kurangi
gak apa-apa kok sedikit enggak biasanya
mau tahu aja udahlah terima aja
lagi. Enggak ada duit ya kurang
dikit-dikit tidak seperti biasa. Tapi
infak jalan terus.
Kemudian wal minal gid yang meredam
amarah. Ini berat ketika amarah sudah
sampai di puncak.
Kadimul ghait maksudnya seperti air yang
sudah memuncak kemudian diikat. sudah
mau luber diikat itu namanya kazmul
ghaif. Kalau bahasa Arab itu sudah
diubun-ubun kemarahan tinggal dia
lampiaskan
kemudian dia redam karena dia tahu Allah
sedang melihat dia. Ini berat tapi ini
kalau kita lakukan kita dicintai oleh
Allah Subhanahu wa taala.
Makanya bersabda
[Musik]
siapa yang meredam amarah padahal dia
mampu untuk melampiaskannya. Dia bisa
melampiaskan
karena Allah subhanahu wa taala. Maka
Allah akan panggil dia pada hari kiamat.
Allah tenarkan dia, populerkan dia di
hadapan khalaya, di hadapan manusia.
Sampai Allah suruh di hadapan manusia
seluruhnya, "Pilih bidadari mana yang
kau sukai." Allahu Akbar.
Dia mau gampar, tapi enggak. Saya pengin
pilih bidadari. Enggak.
Makanya kalau istri lagi bikin marah,
antum enggak usah marah. Antum senyum
aja. Kenapa, Mas senyum? Rasulullah
bersabda, "Siapa yang meredam amarah
disuruh pilih bidadari."
Istri tambah ngamuk. Enggak
ngapain kita ngamuk-ngamuk? Enggak dapat
bidadari, tambah ribut, tambah kacau.
Sabar kita bisa marah, bisa, bisa
gambar, bisa. Tapi buat apa
syaratnya? Di puncak kemarahan. Kedua,
bisa melampiaskan. Kalau sudah terpenuhi
dua syarat itu, itu saatnya potensi atau
kesempatan untuk dicintai oleh Allah.
Syaratnya apa? Di puncak kemarahan.
Kedua, bisa melampiaskan. Ada marah tapi
enggak bisa lampiaskan. Dimaki-maki tapi
musuhnya gede. Itu enggak berarti tidak
memenuhi syarat.
syarat itu lagi di puncak kemarahan.
Yang kedua bisa dilampiaskan kita tahan
karena Allah kita dicintai oleh Allah
Subhanahu wa taala.
Yang ke-10 tadi apa? Walina aninas
yang memaafkan orang lain. Ini lebih ini
sulit lagi ini. Maafkan orang lain.
Maafkan siapa? Maafkan orang yang
berbuat salah sama kita. Maafkan orang
yang berbuat zalim kepada kita. Ini
ibadah tidak bisa dilakukan kecuali
kalau kita dizalimi. Ini ibadah luar
biasa. Luar biasa ibadah ini. Saya baru
kemarin malam men nanti diupload tentang
keutamaan memaafkan luar biasa
pahalanya di luar nalar banyak sekali.
Di antaranya dicintai oleh Allah
subhanahu wa taala tapi kita tidak
melakukannya kecuali ketika kita di
zalimi.
Nah, sementara manusia kalau dizalimi
pengin balas atau tidak pengin? Bahkan
kalau bisa dobble balasnya. Sampai saya
sering dengar orang bilang, "Saya ini
baik, tapi kalau kau ganggu saya, saya
balas dobble-dobble.
Tapi saya ini baik." Baik apa kayak
gitu?
Baik itu balas keburukan dengan apa?
Kebaikan.
Ya, berat.
Berat kita maafkan orang
tapi pahalanya besar. Di antaranya
dicintai oleh Allah subhanahu wa taala
dalam. Makanya Allah mengatakan,
"Wallahu yuhibbul muhsinin." Allah
mencintai orang berbuat ihsan.
Di antara orang berbuat is adalah orang
yang memaafkan orang lain menzaliminya.
Dan dalam ayat yang lain kata Allahum
wasfah inallah yuhibbul muhsinin.
Maafkanlah mereka dan berlapanglah dada.
Sungguhnya Allah mencintai orang-orang
yang berbuat ihsan. Sungguhnya kau
membalas keburukan dengan kebaikan,
membalas kezaliman dengan pemaafan.
Sesungguhnya kau telah berbuat ihsan.
Kau menghadirkan Allah sedang melihatmu.
Kau yakin Allah sedang menilaimu.
Saatnya kita dinilai oleh Allah. Ketika
kau lulus, Allah mencintaimu. Allah
mencintaimu.
Saya dulu waktu masuk Madinah awal-awal
masih kelas bahasa
karena saya terima. Saya belum bisa
bahasa Arab. Saya bisa baca kitab
gundul. Cuma ngomong Arab enggak bisa
karena belajar pakai bahasa Indonesia.
Gurunya marah ketika itu. Saya setahun
di kelas bahasa. Guru lagi marah.
Lagi marah. Tahu-tahu ada orang Afrika
berdiri. Kata dia, "Syekh dia maju
langsung ke depan." Syekh Allah
berfirman, "Walina
Allahuin
duduk jelis. Udah, syekhnya enggak jadi
marah. Diingatin sama orang Afrika. Pede
banget kita kalau guru sudah marah sudah
sembunyi di bawa kolong." Ini dia.
Masyaallah gurunya lagi marah. Dia maju
dia ingatkan, "Syekh Allah berfirman,
luar biasa."
Oh, ada juga begini model orang ya.
Subhanallah.
Maju depan tidak disuruh maju dia maju
depan.
Syekh Allah berfirman, "Syekh
dinasihati. Walkadi minal gidang-orang
yang meredam amarah wal afina aninas
yang maafkan orang lain." Wallahu yuhbil
muhsinin.
Selesai. Enggak jadi marah. Luar biasa.
Tapi berat meradam amarah itu sangat
berat. Apalagi kita dizalimi, apalagi
kita tersakiti.
Maka bayangkan bagaimana Abu Bakar
Assiddiq kalau dia marah saatnya dia
marah. Bayangkan dia senantiasa
memberi nafkah kepada Mistah kerabatnya.
Kemudian akhirnya Aisyah radhiallahu
anha dituduh berzina
atas provokasi orang-orang munafik.
Ternyata ada tiga orang kaum muslimin
terprovokasi karena narasinya luar
biasa.
narasinya luar biasa. Sampai akhirnya
sebagian kaum muslimin terprovokasi di
antaranya Hamnah bin Jahsyin, Hasan bin
Tsabit, di antaranya Mistah. Dan Mistah
ini kerabat yang senantiasa di disantuni
oleh Abu Bakar Assiddiq. I
sampai akhirnya sebulan penuh
isu di Madinah hoa Aisyah berzina dengan
Safwan bin Muathal Assulami. Rasulullah
tidak bisa berbuat apa-apa apalagi Abu
Bakar tidak bisa berbuat apa-apa. Siapa
yang tidak kenal Abu Bakar tahu-tahu
anaknya dituduh berzina dia tidak bisa
bela sama sekali. Dia enggak bisa bela.
Sampai akhirnya Allah yang bela. Allah
turunkan ayat sekitar 15 ayat membela
Aisyah. Setelah itu, setelah terungkap
permasalahan, ternyata ini adalah berita
hoax. Maka Abu Bakar pun saatnya marah
kepada Mistah. Dia bilang, "Saya tidak
akan infak dia lagi. Stop santunan.
Seharusnya dia bela anak saya. Selama
ini saya santunin dia. Ini malah dia
malah menyerang anak saya." Gambangan
kita mungkin bahasa kita demikian.
Apakah air susu dibalas dengan air tuba?
Selama ini saya santunin dia. Kenapa
sekarang dia malah menjatuhkan anak
saya? Harusnya paling tidak dia diam.
Ini bukan dia malah ikut menuduh Aisyah
berzina. Maka dia pun marah. Dia bilang,
"Saya stop santunan." Turunlah firman
Allah Subhanahu wa taala ya
muhajirillahirrahum.
Janganlah seorang diberi kelapangan
harta, diberi kelebihan kemuliaan untuk
bersumpah. Saya tidak bakalan lagi kasih
santunan kepada karib kerabatasfahu.
Hendaknya memaafkan dan lapanganlah
dada.
Tidakkah kalian ingin dimaafkan oleh
Allah? Langsung Abu Bakar memaafkan
Mistah. Subhanallah.
Karena kadang kita dapat kondisi seperti
itu, sudah bantu, sudah bantu, sudah
bantu, ternyata dia main belakang.
Sabar, kita maafin, kita maafin.
Begitu kita memaafkan, kita dicintai
oleh siapa? Allah Subhanahu wa taala.
Bab sekarang yang ke berapa?
11.
Allah dalam banyak ayat berkata,
"Wallahu yuhibbul muttaqin." Allah
mencintai orang-orang yang bertakwa.
Atqwa secara umum adalah menjalankan
ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan
secara umum. Namun secara makna
spesifik, takwa adalah meninggalkan
kemaksiatan. Karena takwa diambil dari
kata menghalang. Yaitu ambillah
penghalang antara engkau dengan ee api
neraka. Di antaranya adalah makna secara
spesifik meninggalkan kemaksiatan.
Sebagaimana perkataan seorang penyair
[Musik]
tinggalkanlah dosa kecil maupun besar.
Itulah hakikat ketakwaan. Itulah hakikat
ketakwaan. Jadilah engkau seperti orang
berjalan di atas dataran yang penuh
dengan duri. Duri kecil, duri besar. Dia
hati-hati, waspada. Laahirrahiratan.
Jangan meremehkan dosa kecil.
Sesungguhnya yang besar berasal dari
yang kecil.
Oleh karenanya
kalau kita lagi pengin maksiat,
ingat Allah cinta orang yang bertakwa.
Tiba-tiba tergetak tergerak hati kita
untuk bermaksiat. Mungkin enggak?
Mungkin kita semua manusia.
Mungkinkah kita tiba-tiba pengin lihat
wanita cantik? Mungkin enggak? Mungkin
kecuali antum tidak normal.
Manusia. Dan Allah sebutkan dalam surat
Ala'raf. Inadinaqum
[Musik]
minakaru
[Musik]
fairun.
Kata Allah, "Sesungguhnya orang yang
bertakwa jika dia merasakan godaan setan
itu thifum minitan." Setan mutar-mutar
bisik-bisik.
Dia lagian tiba-tiba tergerak pengin
sesuatu tergerak pengin nonton film
Korea. Loh, kok tiba-tiba pengin nonton
film Korea?
Kok tiba-tiba nostalgia pengin dengar
lagu Gansen Roses
Nirvana. Nah, ini kenapa ini? Kenapa
saya tiba-tiba pengin dengar ini? Ini
berarti setan sedang meniupkan. Kok
tiba-tiba saya pengin ngeklik CLBK?
Gimana sih nasib cewek saya dulu? Ya,
saya enggak pernah pacaran ya. Ini
cerita seandainya bukan pengalaman
pribadi ya. Saya gak saya gak punya
pacar.
Enggak penting enggak punya pacar, yang
penting punya istri.
Tiba-tiba setan memberhti kemudian
pengin pengin pengin mungkin manusia
lemah. Dia ingat tadakaru dia ingat ah
ini godaan setan. Situlah kita main
takwa kita. Di situlah Allah cinta sama
kita. Apalagi ketika kita sedang
bersendirian. Oleh karenanya orang yang
bisa meninggalkan maksiat ketika dia
bersendirian itu pahalanya sangat besar.
kabir. Sesungguhnya orang-orang yang
takut kepada Allah ketika bersendirian
gak ada yang lihat bagi dia ampunan
Allah langsung diampuni dosa-dosanya
langsung diampuni. Waajrun kabir dan
dapat ganjaran yang besar.
Ya,
seorang ya ketika dia digoda
tertarik untuk melakukan maksiat dia
ingat.
Wallahu yuhibbul muttaqin. Allah
mencintai orang yang bertakwa. Allah
berfirman liman maqbihi jannatan. Dan
siapa yang takut dengan kedudukan Allah,
dia akan mendapatkan dua surga. Sebagian
ahli tafsir mengatakan dia sedang
bersendirian. Tiba-tiba timbul semangat
untuk maksiat. Dia ingat Allah kemudian
dia tinggalkan. Dia dapat dua surga.
Allah berfirman
dalam surah QF ya, kata Allah, "Haduna
likulli awabin hafid." Inilah surga yang
Allah janjikan kepada siapa? Likulli
awabin hafid. Orang yang senantiasa
kembali kepada Allah dan menjaga
peraturan-peraturan Allah. Man
khasiyarahmana bil ghaib. Yaitu orang
yang takut kepada Allah tatkala
bersendirian.
Jadi katakan dikatakan oleh para ulama,
jika terkumpul kepada engkau dua
kondisi, ketahuilah kau sedang diuji.
Yaitu mudah bermaksiat. Akses maksiat
mudah tidak ada yang lihat. Kalau
terkumpul kepadamu dua hal ini, kau
sedang diuji. Kalau kau lolos, kau
dicintai Allah Subhanahu wa taala.
Ingat wallahu yuhibbul muttaqin.
Berhenti. Jangan lihat lagi.
Astagfirullah.
Lagi jalan-jalan ke luar negeri
sendirian di hotel. Tahu-tahu ada khawat
yang ketuk. Bukan akhwat. Khawat.
Asalamualaikum. Wuh. Mau dipijit Pak?
Waduh.
Makanya saya pernah kawan cerita dia
tingg kerja luar negeri. Dia ceritanya
sudah meninggal rahimahullah. Ustaz,
saya pernah diajak sama kawan. Kita lagi
di luar negeri ada promo bayar sekian
ribu dolar bisa berhubungan dengan 13
cewek dari 13 negara. Promo kapan lagi
kita ini katanya. Subhanallah kata dia.
Saya goyang juga promo. Masalahnya kapan
lagi? Akhirnya saya tinggalkan teman
lakukan.
Karena kalau kita luar negeri enggak
perlu malu. Enggak ketahuan, enggak ada
yang tahu, enggak ada CCTV, enggak ada
Subhanallah.
Akhirnya saya tidak lakukan. Teman
lakukan, teman-teman lakukan lagi promo
masalahnya kapan lagi seumur hidup baru
sekali dapat apa promo waliyadubillah
ya.
Oleh karenanya kapan kita bermaksiat?
Anda kalau lagi duduk sama
cewek yang tidak halal bagi Anda, jangan
genit. Kadang-kadang laki-laki yang
genit. Kalau perempuan genit biasa. Ini
laki-laki terkadang yang apa yang genit?
Bertakwa kepada Allah. Maksiat.
[Musik]
Jangan goda istri orang.
Ini zaman-zaman
yang banyak hal-hal aneh terjadi di luar
nalar. Maka saya mengingatkan, "Allahu
yuhibbul muttaqin." Allah mencintai
orang-orang yang bertakwa. Hati-hati
kalau sedang diuji tatkala bersendirian.
Tiib yang berapa sekarang?
Yang
12. Allah berfirman, "Wallahu
yuhibbusirin."
Allah mencintai hamba-hambanya yang
bersabar. Subhanallah. Wallahu
yuhibbusirin.
Ini berat juga. Ini dicintai oleh Allah
berat-berat.
Sabar. Dapat musibah sabar. Subhanallah.
Musibah berkepanjangan sabar.
Gak gampang.
Gak gampang. Makanya saya selalu
sampaikan, saya renungkan tentang Nabi
Yakub alaihi salam sabarnya luar biasa.
Yusuf Alaih Salam sabar, Nabi Yakub juga
sabar. Luar biasa. Dia diuji oleh Allah
dengan yang sangat dia cintai. Di dunia
ini yang paling dicintai siapa? Putranya
Yusuf Alaih Salam. Anak saleh, tampan,
nurut, subhanallah.
Tahu-tahu berpisah, gak tahu junrungnya
ke mana. Hilang begitu saja. Tapi dia
tahu Yusuf belum mati. Entah jadi apa
anaknya, dia enggak tahu. Tiap hari
memikirkan anaknya.
diuji lagi. Kemudian adiknya Yusuf
Benyamin ditahan lagi karena dituduh
mencuri.
Berapa lama berpisah Yakub dengan Yusuf?
Khilaf. Ada yang bilang 15 tahun, ada
yang bilang 40 tahun.
Dan selama itu dia bersabar. Dia hanya
mengatakan fasobrun jamil. Sabar yang
indah. Apa itu sabrun jamil? Sabar tanpa
mengeluh kepada orang lain. Enggak
pernah dia curhat di medsos.
Tidak seperti sebagian kita, sebagian
umahat tahu-tahu
ada masalah bikin status. Tahu-tahu
jantung terbelah dua. Creng,
Om. Ada apa, Om? Kok jantungnya terbelah
dua, Om?
Bikin hal-hal, cari perhatian. Mengeluh
kepada manusia.
Menakjubkan Yakub Alaih Salam.
Sampai
ketika Benyamin tertahan lagi, dia pun
bertambah kesedihannya. Karena ketika
Yusuf hilang,
cintaannya kembali kepada adiknya Yusuf.
Siapa? Bi Benyamin. Terus Benyamin
tertahan lagi. Akhirnya tambah
bersedihan, tambah sedih.
Ya Asafa ala Yusuf
wabat ainahu minal huzni fahua kadim.
Akhirnya dia sampai menangis menangis
sampai matanya putih itu buta.
Ini semua kerjaan anak-anaknya
kakak-kakaknya Yusuf. Setelah itu
kakak-kakaknya Yusuf masih bikin cari
perkara
yusufa takuna har takuna minalikin.
Wahai ayahanda, kok ingat-ingat Yusuf
terus sampai kau mau mati sampai sakit
parah gara-gara kalian ini. Tapi Yakub
tidak ngomong gitu.
ini sudah bikin masalah. Bilang lagi
sama bapaknya, "Engkau ini kenapa,
ayahanda? Ingat-ingat Yusuf terus sampai
mau mati, sampai sakit parah."
Apa jawabannya? Makanya Allah
mengatakan, "Fahua kadim." Dia tahan
amarahnya. Mau marah sama anak-anak
tidak ada faedahnya dia tahu.
Maka dia berkata, "Innama asku wa husni
ilallah."
Sesungguhnya aku mengadukan kesedihanku
hanya kepada siapa? kepada Allah
minallahiamun dan aku tahu
apa yang kalian tidak ketahui. Di
puncak-puncak kesedihan dia malah
husnuzan kepada Allah. Dia berkata
kepada anak-anaknya bani
yusufasuah.
Wahai anak-anakku silakan pergi cari
kabar tentang Yusuf dan Benyamin dan
jangan kalian putus asa. Innahu
kafirun yang putus asa rahmat Allah. itu
hanya orang kafir. Subhanallah. Mata
sudah buta, menangis bertahun-tahun, 40
tahun terpisah, tetap husnudan. Sabar
luar biasa.
Sabar luar biasa.
Ketika seorang bersabar,
dia dicintai oleh Allah. Kapan dia tidak
bersabar? Cinta luntur dari Allah
Subhanahu wa taala. Kita diuji. Siapa
sih hidup tanpa ujian? Kalau diuji kita
bersabar. Dicintai oleh Allah Subhanahu
wa taala. Tib. Sekarang yang ke berapa?
13. Innallaha yuhibbul muqsitin.
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang
yang adil. Berusahalah menegakkan
keadilan. Keadilan dicintai oleh Allah
Subhanahu wa taala. Adil di antara
anak-anak.
Adil di antara istri-istri. Kalau punya
istri lebih dari satu.
Adil ya kepada anak buah. Adil kepada
bawahan. Bersikap adil. Adil dalam
menilai seseorang.
Adil dalam menilai seseorang.
Ya,
kata Allah Subhanahu wa taala,
jangan sampai kebencianmu pada suatu
kaum membuat kau tidak adil dalam
bersikap.
Padahal ini kata Ibnu Taimiyah
rahimahullah terkait kaum muslimin orang
kafir. Meskipun kau benci orang kafir
karena menghalangimu dari
masuk ke Makkah untuk tawaf dan haji dan
umrah. Tapi jangan sampai kebencianmu
membuat kalian tidak adil terhadap
mereka.Qwa.
Adillah. Sesungguhnya Allah adil lebih
dekat kepada ketakwaan. Ternyata Allah
mengatakan innallaha yuhibbul muqsitin.
Allah suka orang yang adil. Maka dalam
segala hal kita berusaha bersikap dengan
adil.
Ada masalah kita adil. Jangan kita
lemparkan semua kesalahan pada orang
lain. Mungkin kita Bugis juga sumber
masalah. Ada masalah keluarga, jangan
bilang istri saya semua yang salah.
Mungkin saya juga punya peran dalam
kesalahan tersebut. Anak nakal jangan
bilang, "Anakku kurang ajar." Ya,
mungkin kau yang kurang ajar. Maka anak
juga kurang kurang ajar. Adil dalam
menilai.
Jangan ikuti hawa nafsu. Jangan. Karena
kebencian buat kita tidak adil. Kapan
kita adil dicintai oleh Allah? Yang
terakhir, innallaha yuhibbul
mutawakilin. Allah mencintai orang-orang
yang senantiasa bertawakal, senantiasa
menyandarkan hatinya kepada Allah, tidak
pernah merasa pede dengan dirinya
kecuali setelah berdoa kepada Allah
subhanahu wa taala. Dia senantiasa
menggantungkan hatinya kepada Allah. Dia
tahu segala keberhasilan dengan izin
Allah Subhanahu wa taala. Dia tahu tidak
ada makhluk yang bisa dia harapkan,
tidak ada yang bisa dia sandarkan.
Bertwakallah kepada Allah yang hidup
yang tidak mati. Manusia semua lemah.
Kalaupun hidup kehidupannya penuh dengan
kekurangan. Kadang janji ternyata
mengecewakan. Kadang bilang iya ternyata
tidak.
Kadang beri harapan ternyata ekspektasi
di bawah tidak sesuai.
Demikianlah manusia kalau kita bersandar
kepada mereka selalu mengecewakan. Maka
bersandarlah kepada Allah. Manusia
hanyalah sebab hati bersandar kepada
Allah. Kapan kita senantiasa bersandar
kepada Allah, ingat Allah, maka kita
akan dicintai oleh Allah subhanahu wa
taala. Di penghujung pengajian ini,
benar bahwasanya dicintai oleh Allah
adalah anugerah yang luar biasa
sebagaimana perkataan Syekh Sdi
rahimahullah.
Tetapi konsekuensinya
siapa yang semakin dicintai oleh Allah
semakin berat ujiannya. Benar atau
tidak? Benar.
Bahkan diuji pada perkara-perkara yang
dicintai. Makanya Rasul sahu alaih
wasallam berkata, "Innallaha idza
ahabbaan ibtalahum."
Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu
kaum, Allah uji mereka.
Kata Nabi, "Yuridillahirus minhu."
"Siapa yang Allah ingin kebaikan
baginya, Allah berikan musibah
kepadanya."
Siapakah orang yang paling dicintai di
dunia ini? Dua orang. Nabi Ibrahim sama
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam.
Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai
kekasihnya. Itu Allah cinta sama
Ibrahim. Dan Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam berkata, "Inallah
Allah telah mengangkat aku sebagai
kekasihnya sebagaimana Allah telah
mengangkat Ibrahim sebagai kekasihnya."
Nabi-nabi lain tidak mencapai derajat
ini. Semua nabi dicintai oleh Allah.
Tapi khalil khullah derajat cinta yang
paling tinggi. Kalau untuk manusia
khullah itu kecintaan yang sudah meresap
dalam roh. Yatakhalal sudah masuk dalam
ruh. Sangat cinta luar biasa. Jadi Allah
sangat mencintai Nabi Ibrahim, Nabi
Muhammad. Tapi lihat ujian yang mereka
hadapi. Mereka diuji pada
perkara-perkara yang mereka cintai.
Subhanallah. Agar terbukti bahwasanya
mereka lebih cinta kepada Allah daripada
dunia di hadapan mereka. Diuji pada
perkara yang mereka cinta. Nabi Ibrahim
Alaih Salam diuji apa? Diusir dari
kampung kampung kelahirannya. Dia
seorang cinta enggak sama kampungnya?
Diuji dimusuhin oleh bapaknya padahal
dia sangat sayang kepada bapaknya.
Dimusuhi oleh seluruh negerinya semuanya
bersatu padu ingin bakar dia. Dia
sendirian. Subhanallah.
Akhirnya terusir dari negerinya.
Kemudian setelah itu menikah dengan
Sarah. Kemudian pengin punya anak
bertahun-tahun. Akhirnya menikah dengan
Hajar. punya anak setelah penantian
sekitar 50 tahun, 60 tahun punya anak
Ismail satu-satunya disuruh bawa pergi
ke Makkah ditaruh di lembah yang tidak
ada tanaman sama sekali. Bayangkan ini
bayi sudah ditunggu
taruh di sana. Istrinya suruh taruh sana
hajar
nanti anaknya sudah besar. Falamma balag
maah. ketika sudah bisa membantu
bapaknya sudah dewasa disuruh sembelih
berat Ibrahim ujiannya berat
ujiannya berat
tapi dia mencapai derajat Khalilrahman
Rasulullah lebih parah lagi. Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam sejak kecil
sudah yatim ya miskin
dimusuhi oleh sukunya sendiri. Quraisy
itu sukunya siapa sih? Sunya Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Ibarat kalau kita misalnya kita orang
Jawa, yang paling musuh kita orang Jawa
sendiri kan repot. Harusnya mereka
bangga punya Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam, mereka malah musuhi.
Rasulullah sedih. Makanya sering Allah
berfirman, "Wala tahzan alaihim." Jangan
sedih atas kekufuran mereka. Rasulullah
bukan bangga Abu Jahal. Enggak.
Rasulullah sedih ketika lihat Quraisy.
Quraisy sukunya sendiri. Ternyata
kerabatnya sini omnya, pamannya,
sepupunya kafir memerangi dia.
Harus terus usir dari kampung
halamannya. Berat. Rasulullah
meninggalkan kota Makkah dengan rasa
berat. Kata Rasulull sallahu alaihi
wasallam, "Innaki
lakhairu ardillah wa ahabbu
ardillahiallah."
Wahai Makkah, engkau adalah
bumi yang terbaik. Engkau adalah tanah
yang paling dicintai oleh Allah.
Kalau bukan aku diusir, aku tidak akan
pergi. Dia meninggalkan Makkah dengan
penuh kesedihan. Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Kemudian Allah kasih
anugerah istri yang paling dia cintai,
Khadijah radhiallahu anha. Ternyata
meninggal dunia. Subhanallah. Kalau
ditinggal istri tukang ngomel mungkin
aman.
Ini istri sangat tidak pernah ngomel,
tidak pernah angkat suara, tidak pernah
pelit. Seluruh hartanya dia kasih ke
suaminya, tahu-tahu meninggal. Kira-kira
gimana? Hancur hati. Rasulullah diuji
dengan seperti itu. Diuji dengan wafat
istri yang sangat dia cin cintai dan
selalu dia mengenang Khadijah
radhiallahu taala anha. Anak-anaknya
semua meninggal kecuali Fatimah.
Rasulullah punya anak tujuh. Semuanya
meninggal tujuh.
Abdullah, Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummu
Kultsum, Fatimah, Ibrahim. Semuanya
meninggal kecuali siapa? Fatimah. Banyak
anak meninggal. Berat atau tidak berat?
Kalau kasih sakit dua kali lipat. Ini
uamaulani
minkum saya kalau panas dua kali lipat
dobel dari panas kalian. Kalau kita
panas mungkin 40 derajat, Rasulullah
mungkin 80 derajat. Panas sekali sampai
panasnya tembus ke selimut Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Seluruh
orang di dunia ini ketika itu Romawi,
Persia semua ingin bunuh Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Kabilah Arab
semuanya memerangi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Ujian berat.
Maksud saya
konsekuensi kalau dicintai oleh Allah
seperti itu.
Makanya ketika
seorang ahli tafsir kalau enggak salah
Al-Qurtubi atau yang lainnya ketika
menyebut Nabi Yakub kemudian dia berkata
dan Nabi Yakub ketika diuji untuk
terpisah dari orang yang paling dia
cintai yaitu Yusuf Alaih Salam dan dia
adalah manusia yang paling dicintai
ketika itu. Siapa yang paling dicintai
di zaman Nabi Yakub? Nabi Yakub alaihi
salam. Ternyata diuji dengan yang paling
dia cintai. Siapa? Yusuf Alaih Salam.
Jadi kalau seorang dicintai oleh Allah,
siap diuji dengan apa yang dia cin
cintai.
Jadi inilah
cinta kepada Allah dan dicintai oleh
Allah seorang berusaha dalam hidup ini
melakukan amal-amalan saleh agar
dicintai oleh Allah subhanahu wa taala.
Karena sudah kalau sudah dicintai oleh
Allah, dia telah mendapat anugerah yang
terindah yaitu dia tidak akan diazab
oleh Allah
dan dia akan dibimbing oleh Allah dalam
segala aktivitasnya. Demikian saja apa
yang disampaikan semoga bermanfaat.
Wabillahi taufik walhidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.