Transcript
j0ebGGDmqhM • Agar Dicintai Allah (Part-2) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2492_j0ebGGDmqhM.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihi wamtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lisan wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh da ridwan. Allahumma shi alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwi. Hadirin hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan ini kita akan bahas tentang bagaimana atau amal-amal apa saja yang bisa kita lakukan agar kita dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Karena siapa yang dicintai oleh Allah maka dia telah mendapatkan anugerah terbesar. rahimahullah dalam tafsirnya berkata, "Fahabatah ajallin anha atau biha alaihi." Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba adalah nikmat yang teragung anam biha alaihi yang Allah anugerahkan kepada hamba tersebut. Wa fadilah dan kemuliaan yang terbaik tafadallahu biha alaihi yang Allah berikan kepadanya. Wa ahaballahu abdan yarallahu yassar lahul asbaba. Jika Allah sudah mencintai seorang hamba, maka Allah akan mudahkan dia sebab-sebab kebaikan alaihirir dan Allah akan memudahkan bagi dia segala perkara yang berat. Dan Allah akan mudahkan dia untuk melakukan amal-amal kebajikan dan untuk meninggalkan perkara-perkara yang mungkar. Dan Allah akan menjadikan hamba-hambanya, yaitu hamba-hamba Allah yang lain akan mencintainya pula. Dan ini adalah kalimat yang agung dari Syekh Abdurrahman bin Nasir'di yang menunjukkan bahwasanya dicintai Allah adalah nikmat teragung, nikmat terindah, karunia terbesar yang di balik daripada nikmat itu memudahkan seorang untuk beramal saleh, memudahkan seorang untuk meninggalkan kemungkaran dan kemaksiatan. karena dia telah dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Oleh karenanya berusaha untuk dicintai oleh Allah adalah ya perkara yang diperjuangkan oleh orang-orang saleh. Al Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, "Laisa waaisa sanu fi an tuhib wa innama asyu fi yuhibbakallah." Bukanlah yang penting adalah engkau mencintai Allah, tapi yang lebih penting daripada itu semua adalah bagaimana kau dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Karena percuma seorang mengaku-ngaku cinta kepada Allah, tapi jika cintanya ternyata bertepuk sebelah tangan. Seperti yang diaku-akui oleh Yahudi dan Nasrani. Allah berkata, waqatil yahudu nasara nahnu abnaullahi wa ahibuh. Berkata orang-orang Yahudi dan Nasra, mereka berkata, "Kami adalah kekasih-kekasih Allah. Wa ahibuh." Maksudnya kekasih-kekasih Allah. Dan mereka meyakini bahwasanya mereka Sybullahil Mukhtar. Kami adalah ras terpilih dari Allah Subhanahu wa taala. Kami dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Maka Allah bantah mereka. Allah berfirman, "Qul falima yuadzibukum bidzunubikum." Kalau memang kalian dicintai oleh Allah, kenapa Allah mengazab kalian? Bukankah ada dari generasi sebelum kalian, nenek moyang kalian yang diazab oleh Allah, dirubah jadi monyet-monyet dan babi-babi? Bagaimana Allah mencintai hambanya kemudian Allah rubah dia menjadi babi dan monyet? Mustahil. Oleh karenanya ini bantan telak bagi mereka yang mengaku bahwasanya mereka dicintai Allah. Namun ternyata tidak. Kata Allah, "Qul, katakanlah wahai Muhammad kepada mereka, falima yadibukumubikum." Kenapa Allah azab kalian akibat dosa-dosa kalian?Alum Bal antum basyarum mimman khalaq. Kalian sama dengan yang lainnya. Kalau beramal saleh dicintai oleh Allah. Kalau tidak beramal saleh dibenci oleh Allah subhanahu wa taala. Ya. Demikian juga ee Allah juga menyebutkan tentang orang-orang musyrikin ya yang mereka mengaku-ngaku mereka adalah wali-wali Allah. Kata Allah wu auliyaah in auliyauhu muttaqin. Mereka bukanlah wali-wali Allah. Jika damir ha di sini dikembalikan kepada Allah dan kebanyakan dikembalikan kepada Almjidil Haram, mereka bukanlah wali-wali Allah. Sesungguhnya wali-wali Allah adalah orang-orang yang bertakwa. Hal ini karena orang-orang Quraisy yang mereka adalah keturunan Nabi Ismail Alaih Salam bin Ibrahim Alaih Salam, mereka mengaku bahwasanya merekalah yang berhak untuk mengurusi Masjidil Haram. Dan mereka adalah orang-orang suci yang tinggal di tanah haram. Dan mereka menyangka mereka adalah wali-wali Allah subhanahu wa taala. Maka Allah bantah mereka bukanlah wali-wali Allah. Sesungguhnya wali-wali Allah adalah orang-orang yang bertakwa. Dari sini penting bagi kita untuk berusaha dicintai oleh Allah. Dan inilah doa Nabi sallallahu alaihi wasallam. Allahumma inni asaluka hubbak wubuhibuk wubik. Ya Allah aku mohon kecintaan kepadamu. Allahuk hub yaitu cinta kepadamu dan kau mencintaiku. Ya Rasulullah minta agar bisa dicintai oleh Allah sebagaimana beliau minta agar bisa mencintai Allah subhanahu wa taala. Karena jika siapa yang sudah dicintai oleh Allah seorang jika dicintai oleh Allah maka ada dua manfaat besar yang akan dia raih. Yang pertama dia tidak bakalan diazab oleh Allah subhanahu wa taala karena dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya berdalil dengan ayat yang tadi kita sebutkan dalam surat Almaidah. Waqatil yahudu nasara nahnu abnaullahi wa ahibuh. Berkata Yahudi Nasrani, "Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih Allah." Maka bantahannya qul falim yadibukumubikum. Kalau kalian adalah kekasih Allah, dicintai oleh Allah, kenapa Allah azab kalian? Mafhum mukhalafahnya, dalilnya jelas bahwasanya jika kalian dicintai oleh Allah maka kalian tidak akan diazab. Jelas. Kalau kalian dicintai oleh Allah kalian tidak akan diazab. Mustahil ya. Yang mencintai kemudian mengazab yang dicintai. Mustahil. Tidak logis. yang mencintai kemudian mengazab menyiksa yang dicintai. Ketika dia mencintai yang di menyiksa yang orang lain, berarti dia tidak mencintai. [Musik] Oleh karenanya dalil bahwasanya jika seorang telah dicintai oleh Allah subhanahu wa taala maka dia tidak akan diazab oleh Allah subhanahu wa dia akan selamat dari azab neraka jahanam dan juga selamat dari azab di dunia karena dia dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Ini manfaat yang pertama terjamin selamat dari siksaan Allah di dunia maupun di akhirat. Yang kedua, siapa yang dicintai oleh Allah subhanahu wa taala maka dia akan diberi taufik oleh Allah subhanahu wa taala sehingga akan terjaga aktivitasnya, terjaga pandangannya, pendengarannya, langkah kakinya, ucapannya, lisannya, hatinya, dan seluruh aktivitasnya akan diberi taufik oleh Allah subhanahu wa taala. Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang masyhur riwayat Al Imam albukhari dikenal dengan haditul wali. Haditul wali tentang sifat atau syarat-syarat wali. Dan wali itu maknanya adalah seorang yang dicintai oleh Allah. Jika kita maknakan alwalayah dengan almahabbah. Maka dalam hadis qudsi tersebut Allah berfirman, "Wa yazalu abdi yataq il binwafil hatta uhibbahu." Senantiasa hambaku mendekatkan dirinya kepadaku dengan perkara-perkara sunah. Setelah wajib-wajib dia kerjakan, dia tidak berhenti pada yang wajib-wajib saja. Maka dia lanjutkan dengan perkara-perkara yang sunah. Hatta uhibbahu sampai aku pun mencintainya. Faid ahbabtuhu. Jika aku sudah mencintainya. yi maka aku menjadi pendengarannya yang dia mendengar dengannya dan aku menjadi penglihatannya yang dia melihat dengan penglihatan tersebut dan aku jadi tangannya yang dia memegang dengan tangannya tersebut alaiha dan aku menjadi kakinya yang dia melangkahkan kaki berjalan dengan kaki tersebut dalam riwayat yang lain Aku menjadi hatinya yang dia berpikir dengan hatinya tersebut. Dan aku menjadi lisannya yang dia bertutur kata dengan lisan tersebut. Para ulama maksud menjelaskan maksudnya yaitu hamba ini karena sudah dicintai oleh Allah maka dia dibimbing oleh Allah subhanahu wa taala. Dia tidak akan tentram kalau melihat yang haram. Dia tidak akan tentram kalau mendengar yang haram. Hatinya gelisah. Dia tidak akan membuang-buang kecerdasannya untuk memikirkan hal yang tidak bermanfaat. Dia tidak akan menghabiskan ucapannya untuk mengutarakan hal yang tidak ada faedahnya. Dia tidak sibuk berkomentar pada komentar yang tidak ada manfaatnya. Kenapa? Karena semua ucapannya, komentarnya, ya pandangannya, lisannya, pendengarnya, semua dibimbing oleh Allah. Kenapa bisa demikian? Karena dia dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Maka benarlah kata Syekh S'di rahimahullah yang kita nukil di awal pengajian bahwasanya dicintai oleh Allah adalah ajallu nikmah, nikmat yang paling agung dan afdolu afdolu fadilah karunia yang paling kemuliaan yang paling agung. Yang paling agung bagaimana seorang hamba makhluk dicintai oleh sang penciptanya. Bagaimana seorang hamba makhluk yang hina-dina, yang penuh dengan kekurangan, yang bergelimang dengan dosa. Kemudian dia berusaha, berusaha, berusaha sampai akhirnya dicintai oleh sang pencipta yang maha sempurna, Allah Subhanahu wa taala. Dari sini kita sama-sama berusaha agar bisa dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan itu semua butuh dengan perjuangan. Secara umum semakin banyak orang melakukan amal saleh, maka dia semakin dicintai oleh Allah. Karena amal saleh semua dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Semakin dia banyak melakukan kemaksiatan, maka dia semakin tidak dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Namun pada malam hari ini saya akan khususkan amal-amal saleh yang datang dalil secara spesifik, secara khusus menyebutkan jika dia melakukannya maka dicintai oleh Allah. Saya ulangi secara umum semua amal saleh jika dilakukan akan mendatangkan kecintaan Allah subhanahu wa taala dan semua maksiat jika dikerjakan akan menjauhkan cinta Allah subhanahu wa taala. Namun tentunya kita tidak akan menyebutkan seluruh amal saleh karena terlalu banyak. Kita mengkhususkan dalil-dalil yang datang secara spesifik yang khusus menyebutkan inilah tanda-tanda orang yang dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Inilah amalan-amalan yang jika dilakukan oleh seorang hamba maka akan dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Yang pertama sebagaimana sudah kita singgung yaitu ittibaus sunah. menjalankan sunah-sunah Nabi. Dalilnya dalam surat Ali Imran Allah berfirman,"ltum tuhibbunallah fattabiuni yuhbukumullah wagfirakumunubakum wallahu gfururahim. Katakanlah wahai Muhammad kepada mereka semua inuntum tuhibbunallah. Kalau kalian benar-benar cinta kepada Allah harus ada buktinya. Apa buktinya? Fattabiuni. Ikutilah aku. Yuhbibukumullah. Kalau kalian mengikuti aku ittiba, maka Allah akan mencintai kalian. Sehingga cinta kalian tidak hanya propaganda, hanya pengakuan, dan cinta kalian kepada Allah tidak bertepuk sebelah tangan. Tidak tidak bertepuk sebelah tangan, maka kecintaan kalian akan dibalas dengan cinta Allah Subhanahu wa taala. Fattabiuni yuhbibikumullah. Ikutilah sunahku maka kalian akan dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Para ulama menyebutkan di antaranya Ibnu Katsir bahwasanya ayat ini disebut ayatul mihnah, ayat ujian untuk barometer atau parameter orang yang aku cinta kepada Allah. Kalau ada yang ngaku cinta sama Allah tunjukkan ayat ini. Mana buktinya? Kalau enggak cinta sama Allah, mana buktinya? Buktinya mudah ikut sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kenapa ikut sunah Nabi merupakan bukti cinta kepada Allah subhanahu wa taala? Mudah. Karena yang paling tahu tentang apa yang paling dicintai oleh Allah adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Bukankah kalau kita cinta kepada seseorang kita ingin melakukan apa yang dia sukai? Ya atau tidak? Ya. Innal muhibba liman yuhibbu mutiu. Sesungguhnya orang yang mencintai taat kepada yang dia cintai. Kalau antum cinta sama istri, kalau ya terus istri minta belikan anting-anting. Antum punya duit antum belikan enggak? Lain halnya kalau enggak punya duit. Lain cerita. Kalau antum punya duit banyak, antum belikan enggak? Belikan karena antum cinta sama dia. Kalau jam 12.00 malam dia pengin belikan gado-gado, antum cari enggak? Kalau antum cinta sama dia, punya duit, antum akan cari. Kenapa? Antum pengin buat dia rida. Karena antum cinta sama dia. Apa yang dia senangi antum kerjakan. Makanya kalau ada wanita bilang, "Saya cinta sama suami, tapi tukang ngomel itu dipertanyakan cintanya. Kalau istri cinta sama suami, suami bilang apa, suami bilang ini, dia nurut harusnya. Karena dia mencari keridaan suaminya. Dia pengin suaminya senang sama dia. Nah, bagaimana cara membuat suami senang? Melakukan apa yang disenangi oleh suami. Tidak menyakiti hatinya. Walillahil matsalul a'la. Dan bagi Allah perumpamaan yang lebih tinggi. Maka kalau benar kita cinta kepada Allah, harusnya kita melakukan apa yang disukai oleh Allah dan kita meninggalkan apa yang dibenci oleh Allah. Benar atau tidak benar? Dan siapakah yang paling tahu tentang apa yang dicintai oleh Allah? Siapa? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang Allah berikan wahyu langsung kepadanya. Oleh karenanya tidak ada jalan lain untuk bisa menjadi seorang dicintai oleh Allah kecuali mengikuti sunah Nabi. Bukan kita reka-rekaan. Mungkin Allah suka begini, mungkin Allah suka begitu. Mungkin kalau kita ibadah loncat-loncat maka Allah cinta sama kita. Kan kita-reka. Atau kita zikir sambil pakai DJ dus dus. Allah cinta sama kita. Kita mereka-reka. Sudah jelas-jelas yang tahu apa yang dicintai oleh Allah siapa? Rasulullah. Sudah ikuti aja Nabi bikin apa ikuti. Nabi bilang ini gini kerjakan. Nabi bilang jangan jangan tinggalkan. Jelas. Oleh karenanya untuk menjadi orang yang dicintai oleh Allah subhanahu wa taala sangat mudah itu. Fattabiuni. Ikutilah aku. Yuhbibukumullah. Maka Allah akan mencintai kalian. Ini ayat jelas. Siapa yang berani ngaku cinta sama Allah? Kita tantang nih. Buktikan mana parameternya. Sejauh mana kau mengikuti sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam ataukah kau meninggalkan sunah-sunah Nabi? Malah bikin kreasi sendiri meninggalkan sunah Nabi. Yang lebih tahu apa yang dicintai oleh Allah? Engkau atau Nabi sallallahu alaihi wasallam? Dialah Rasulullah sahu alaihi wasallam berkata, "Wakhairul huda huda Muhammadin sallallahu alaihi wasallam." Sebaik-baik petunjuk petunjuknya siapa? Petunjuk Rasulullah sahu alaihi wasallam. Sebaik contoh-contohnya siapa? Contoh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Sebaik-baik ibadahibadahnya siapa? Ibadah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Sudah tinggal terima. Tib. Dan sudah kita sebutkan tadi dalam hadis qudsi, haditul wali. Jelas sekali Allah berfirman, "Azalu abdiqwaahu." Senantiasa hambaku mendekatkan dirinya kepadaku dengan perkara-perkara sunah, yaitu yang wajib-wajib sudah dia kerjakan. Dia tidak mencukupkan sampai di situ saja. Maka dia berusaha melakukan perkara-perkara yang sunah. Sebisa mungkin dia lakukan. Seorang berusaha mengenali sunah-sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sunah keseharian, sunah di rumah seperti apa, sunah mau tidur seperti apa, sunah bangun tidur seperti apa. Sunah sunah ajaran Nabi terkait dengan interaksi dengan istri bagaimana ajaran Nabi terkait interaksi dengan anak-anak bagaimana? Bagaimana malam hari Nabi sallallahu alaihi wasallam? Bagaimana siang hari Nabi sallallahu alaihi wasallam? Bagaimana sedekah Nabi sallallahu alaihi wasallam? bagaimana kasih sayang Nabi. Dia berusaha ikuti seluruh sunah-sunah Nabi, ibadah-ibadah maupun akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia perbanyak. Semakin dia banyak melakukannya maka semakin Allah mencintainya. Wala yazal abdi yataq il binwafili hatta uhibbahu. Senantiasa hambaku mendekatkan dirinya kepadaku dengan perkara-perkara sunah sampai aku mencintainya. Jadi salah satu cara agar dicintai oleh Allah adalah dengan melakukan perkara-perkara sunah yang diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Yang kedua, amal saleh yang mendatangkan cinta Nabi sallallahu alaihi cinta Allah subhanahu wa taala agar kita dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Zuhud fid dunya suatu riwayat yang sanadnya dipermasalahkan, diperselisihkan, tetapi maknanya benar. Seorang datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam berkata, "Ya Rasulullah [Musik] amilu ahabbanias." [Musik] Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan jika aku kerjakan maka Allah akan mencintaiku dan manusia akan mencintaiku. Apa kata Rasul sahu alaihi wasallam? Izhad fid dunya yuhibbakallah wazhad fannas yuhibbakanas. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah kepada apa yang di tangan manusia, niscaya manusia akan mencintaimu." Maksudnya apa? Kalau kita bergaul bertakasih dengan orang, kita tidak berharap belas kasih darinya dan kita tidak melihat mengambil sesuatu darinya. Dan orang kalau tahu dia ingin diambil sesuatu darinya, dia tidak suka meskipun dia kaya raya. Ini gaul sama saya asas manfaat aja nih ya. Kayaknya dia mau sesuatu modus modus. Iya benar dia enggak suka suudan. Tapi kalau kita bergul sama orang kita tidak berharap apa darinya aman. Orang akan mencintai kita lebih daripada itu, kita ingin dicintai oleh Allah. Bagaimana supaya dicintai oleh Allah? Izhad fid dunya, zuhud kepada dunia. Apa maknanya zuhud? Tentu banyak definisi disebut oleh para ulama dan saya nukil dalam syarah Ararbain Nawawiyah. Tapi di antara definisi terindah ada yang diucapkan oleh Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala. Beliau berkata, "Azzuhud tarqu ma la yanfau fil akhirah." Meninggalkan suatu yang bukan yang tidak ada manfaatnya di akhirat. Kenapa? Karena kau meninggalkannya karena Allah. Allah suka semua yang kau kerjakan ada faedahnya di akhirat. Allah tidak suka kau buang-buang umurmu, buang waktumu yang tidak ada manfaatnya di akhirat. Makanya di antara ciri-ciri orang bertakwa meninggalkan perkara sia-sia. aflahalminun allina humatihun wallina humun sungguh beruntung orang-orang yang beriman yang mereka khusyuk dalam salat mereka yang mereka berpaling dari perkara sia-sia gak mau perkara si enggak ada manfaatnya ngapain enggak ada faedahnya ngapain kalau cinta sama Allah pengin dicintai oleh Allah enggak suka kita yang perkara sia-sia ketika Allah menyebutkan tentang sifat ibadurrahman, maka Allah Subhanahu wa taala berfirman, Kalau mereka melewati perkara sia-sia, mereka jalan dengan elegan. Artinya, seorang berusaha meninggalkan perkara sia-sia. Kalau ternyata dia tidak bisa menghindar tahu-tahu di hadapan dia, maka dia lewati. Tidak ada manfaatnya dia lewati. Kapan kita selalu berusaha melakukan amal yang ada manfaatnya di akhirat? Yang tidak ada manfaatnya kita tinggalkan, maka kita dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Maka praktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari mulai saat ini. Ini butuh perjuangan menjadi seorang yang zuhud hakiki. Zuhud bukan berarti harus baju jelek ya, celana robek enggak ya. Gak. Zuhud itu amalan hati asalnya yang kemudian tereapraksikan dalam amalan zahir asalnya. Yaitu dalam hatimu kau tidak melakukan sesuatu kecuali ada manfaat di akhirat. Kalau tidak ada manfaat di akhirat kau tinggalkan. Maka coba kita cek-cek, kita sekarang punya komunitas grup di WA. Ada enggak manfaatnya grup satu? Kita punya grup 40. Banyak sekali. Grup kesehatan, grup utang tanpa bunga, grup poligames. [Musik] Poligemes ya. Ngomong doang enggak ada praktik. Grup macam-macam grup ya. Grup olahraga, grup ini, grup ini, grup ini. Grup banyak sekali. Sekarang kita mulai ya di filter ini ada manfaatnya enggak? Enggak ada left. Enggak ada left. left habis. Ada manfaatnya. Grup silaturahmi sama kakak adik pertahankan. Ada faedahnya. Saya nyambung apa? Silaturahmi. Grup kesehatan. Oh saya pengin sehat. Oke. Tidak ada manfaatnya tinggalkan. Saya nimbrung situ. Ada manfaatnya enggak? Enggak ada tinggalkan. Berarti saya zuhud. Berarti saya dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Karena Nabi mengatakan, "Izhad fid dunya." Zuhudlah kau terhadap dunia. Yuhibbakallah, maka Allah akan mencintaimu. Kenapa? Karena orientasimu selalu akhirat. Ya, orientasimu selalu akhirat. Dan orang yang selalu ingat akhirat dan mengingatkan orang lain kepada akhirat dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Ibrahim is ab. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Ingatlah hamba-hamba kami Ibrahim, Ishak, dan Yakub yang mereka banyak melakukan amalan-amalan dan mereka orang yang berilmu. Inna aknahum btin. Kami khususkan mereka dengan suatu perangai yang terindah. yaitu mereka mengingatkan orang kepada akhirat. Mereka sendiri tentu ingat akhirat dan bukan cuma di situ. Mereka mengingatkan orang pada akhirat inahumana mustofa akar. Dan mereka di sisi kami termasuk hamba-hamba pilihan. Jadi konsekuensi orang yang zuhud yang orang selalu akhirat. Selalu apapun dikerjakan akhirat. Anak-anak misalnya minta beli sesuatu ada enggak manfaat akhirat? Kalau ada Abi belikan. Kalau enggak enggak. Istri minta belikan tasanya sayang. Ada manfaatnya di akhirat enggak? Ada sih, Mas. Apa coba sebutin manfaatnya ya? Buat gaya enggak ada manfaatnya. Buat gaya enggak ada manfaatnya, Pak. Istri saya pernah minta beli tas, Abi belikan tas. Eh, Abe belikan Abi ada uang. Tapi kamu siap dihisab enggak? Abi tuh siap dihisab enggak? Kalau Abi siap, Pak, kamu siap. Abi belikan Abi tuh kan enggak jadi. Alhamdulillah. Enggak jadi. Kadang-kadang kita lalai, kita gak ingatkan ada faedahnya. Kalau ada faedah untuk akhirat kita beli. Kalau enggak ada ngapain? Saya jalan-jalan ke sana. Ada faedah enggak ya? Ada faedah? Oh, ada faedah. Bertemu dengan kawan-kawan menyambung tali ukhuwah, menyenangkan hati mereka, ketemu dengan ponakan, silaturahmi. Oke. Olahraga ada faedahnya? Ada faedahnya ya. Buat sehat supaya bisa ibadah, supaya bisa beraktivitas. Oke. Niatkan karena Allah Subhanahu wa taala. Enggak ada faedah tinggal. Ada faedah tapi kecil. Hobi apa? Hobi ngabisin waktu. Mohon maaf ada orang hobi mancing misalnya. Kalau nelayan silakan. Kita juga butuh nelayan. Nenek moyangku para nelayan. Saya orang Bugis nenek moyang para nelayan. Tapi ini enggak bukan nelayan. Hobi 2 minggu sekali atau seminggu sekali pergi sewa mobil. Sewa mobil apa? Sewa kapal mahal. Pergi ke tengah laut mancing berjam-jam pulang Tib ya. Kecuali di kapal bikin pengajian okelah. Akhirnya mancing nungguin. Aduh kelewat lagi ikannya. Kelewat. Artinya mikir-mikir. Kalau itu faedah waktu yang banyak kita habisin ada faedah. Kalau sebulan sekali okelah. Kalau tiap minggu begitu terus ngabisin umur. Apakah ada manfaatnya di akhirat? Kalau ada lakukan. Kalau enggak stop dulu. Enggak. Saya tidak melarang ya. Saya suruh mikir ya. Kalau ada manfaatnya akhirat ini bukan halal haram ya. Ingat bukan halal haram. Zuhud itu lebih daripada sekedar halal. Zuhud itu apa yang kita lakukan ada manfaat bagi kita di akhirat. Kalau enggak ada hendaknya kita tinggalkan. Siapa yang senantiasa orang yang tiasa akhirat, pikiran dia selalu akhirat, akhirat, akhirat. Karena Allah subhanahu wa taala, maka dia dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Tiib. Yang ketiga, amal yang datang dengan dalil khusus spesifik bahwasanya siapa yang melakukannya akan dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala adalah yang ini yang ke berapa? Yang ketiga, mencintai orang lain karena Allah subhanahu wa taala. Mencintai orang lain karena Allah subhanahu wa taala. Apa itu mencintai seorang karena Allah? Yaitu kita tidak mencintai dia karena dunianya. Dunia itu apa? Bukan karena kecantikannya, bukan karena ketampanannya, bukan karena fisiknya, bukan karena bajunya, bukan karena duitnya, bukan kara, tapi saya mencintai dia karena dia orang yang baik. Dia melakukan amal saleh yang dicintai oleh Allah, maka saya pun mencintainya. Itu namanya mencintai saudara karena karena Allah. Dan ini adalah ibadah yang sangat agung yang diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam yang tidak pernah dikenal sebelumnya oleh para sahabat sebelum datang Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Para sahabat dahulu ketika di zaman jahiliah mereka sudah saling mencintai di antara mereka. Tapi semuanya karena dunia, karena satu suku, karena satu kampung, karena satu hobi, karena satu ee pekerjaan. Seperti Abdurrahman bin Auf adalah sekawan dekat dari Umayyah bin Khalaf. Dulu sama-sama pedagang, sama-sama kaya raya. Datang Nabi sallallahu alaihi wasallam mengajarkan suatu relasi baru yaitu mencintai karena Allah yang tidak pernah kenal mereka kenal sebelumnya. Ini ibadah bukan sekedar omongan. Ini benar-benar kita berangin terasi dengan Dia. Kenapa? Karena Allah. Dan kita bisa memutuskan sewaktu-waktu juga karena Allah Subhanahu wa taala. Dan itu namanya almahabbatu fillah. Mencintai karena Allah subhanahu wa taala. Mencintai karena Allah subhanahu wa taala. Jadi bukan karena dunianya, tapi karena dia karena akhirat. Saya kerja sama dengan dia, karena akhirat saya dekat dengan dia karena akhirat saya ngobrol dengan dia karena apa? Akhirat. kita obrolan-obrolan tentang akhirat, orientasi kita sama-sama tentang akhirat. Bisa jadi kita berbeda secara ekonomi, strata yang sangat berbeda jauh, tapi kita bertemu karena Allah subhanahu wa taala. Datang dalam satu hadis ya, kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Inna rajulan zar akhu qyatin ukhra." Ada seorang lelaki berjalan menuju ke kampung yang lain, ke negeri yang lain karena ingin tengok saudaranya. yang dia cintai karena Allah subhanahu wa taala. Faarsallahuahullahu alati malakan. Ketika dia berjalan menuju kampung kawannya, Allah kirim malaikat menjelma jadi manusia menghampirinya di tengah jalan. Ya, berjalan malaikat tunggu. Ketika ketemu malaikat, malaikat bertanya, "Ay fulan aina turid?" "Wahai fulan, ke mana kau gak pergi?" Kata dia, "Azuruq, saya ingin saya pengin jenguk saudaraku di sini." Malaikat pastikan kau kau jenguk itu duniawi atau ukhrawi, duniawi atau karena Allah. Kata malaikat alaihibu. Kau tengok dia itu karena ada urusan dunia. Maksudnya ada kebun yang kau tengok atau ada ternak yang kau titipkan sama dia atau ada titipan wadiah yang kau titipkan sama dia. Ngapain jalan jauh-jauh ke tempat temanmu? Apakah karena ada urusan duniawi? Kata orang ini, "La illa anni ahbabtu fillah." Tidak ada sama sekali urusan duniawi. Saya menjenguknya, saya mengunjunginya, saya menziarahinya karena saya mencintainya karena Allah. Maka malaikat berkata, "Faini rasulullahiikum biallah ahabbaka kama ahbabtahuahu f." Ketahuilah saya adalah utusan Allah yang Allah utus saya untuk menyampaikan kepadamu bahwasanya Allah mencintaimu sebagaimana kau mencintai temanmu karena Allah subhanahu wa taala. Makanya kalau orang mengatakan uhibuka uhibuka fillah jawabannya ahabbakallah alladzi ahbabtani fih. Aku mencintaimu karena Allah. Maka jawabannya semoga Allah juga mencintaimu ya karena kau telah mencintaiku karena Allah subhanahu wa taala. Jadi saya ulang itu namanya almahabbatu fillah. Mencintai karena Allah bukan karena dunia yang dimiliki oleh orang tersebut. Bukan. Tetapi karena dia melakukan amal saleh dan kita kerja sama sama-sama untuk mencari akhirat. Maka itulah cinta karena Allah Subhanahu wa taala. Tidak ada hubungan ada udang di balik batu. Enggak ada. Enggak ada. Enggak ada udang di balik rempe ya. Enggak ada. Benar-benar murni karena Allah subhanahu wa taala. Oleh karenanya orang-orang seperti ini dibanggakan oleh Allah pada hari kiamat kelak. Ketika hari kiamat Allah berkata, "Ainal mutahabuna bijalali alyaum udilluhum fiumin lailla illi." Mana orang-orang yang mencintai karena aku pada hari kiamat Allah tanya, "Mana mereka? Mana mereka?" "Hari ini aku akan naungi mereka. Di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah Subhanahu wa taala. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Wajabat mahabbati." Sesungguhnya wajib cintaku mengenai siapa? Almutahabbina fiya. Orang-orang yang saling mencintai karena aku. Almutazawirina fi yang saling mengunjungi mengunjung mengunjungi karena aku. Almutabadilina fiha yang saling berkorban karena aku. Wajib aku mencintai mereka karena mereka melakukannya semua karena karena aku. Maka kita melatih diri. Kalau punya sahabat, punya kawan, jangan selalu kita ditraktir. Kita yang traktir dong. Aku mentraktirnya karena Allah subhanahu wa taala. Bukan aku ditraktir karena Allah. Bukan aku ditraktir karena Allah. Ya biar dia dapat pahala. Ustaz traktir saya. Weh, luar biasa kau. Aku mentraktirnya karena Allah. Kan begitu. Aku membantunya karena Allah. Aku menyisihkan waktuku karena untuk dia karena Allah. Maka Nabi mengatakan, [Musik] masjidah. Saya berjalan sama kawanku memenuhi hajatnya. Lebih saya sukai daripada iktikaf di Masjid Nabawi selama sebulan. Seorang berusaha berkorban untuk saudaranya karena Allah subhanahu wa taala. itu namanya karena karena sesuatu ya. Jadi bukan karena zatnya tapi karena Allah subhanahu wa taala. Tib. Berikutnya yang ke berapa? Yang keempat. Yang keempat. Yang kelima. Yang keenam. Yang ketujuh. Dalam satu ayat. Yaina amanumidillah. [Musik] Wahai orang yang beriman, siapa yang murtad di antara kalian? Ya sudah, Allah akan datangkan kaum yang lain pengganti kalian. Kalau murtad enggak urusanahu yang Allah cinta sama mereka dan mereka cinta sama Allah. Tib di sini Allah sebutkan ada kaum yang Allah cinta mereka dan mereka cinta sama Allah. Apa ciri-ciri mereka? Allah sebutkan empat sifat. alal mukminin. Mereka lemah lembut, kasih sayang, merendahkan diri, tawadu kepada kaum mukminin. Kafirin, mereka tegas kepada orang-orang nonmuslim, orang kafirillah dan mereka berjihad di jalan Allah. Yang ketiga, wako dan mereka tidak takut dengan cercaan manusia. Siapapun mencela karena membela agama Allah Subhanahu wa taala. Ini empat amal yang mudah mendatangkan cinta Allah. Jadi amal ke berapa? 4 5 6 7 empat amal ini. Yang pertama adillatin alal mukminin. Adillatil alal mukminin. Maksudnya lemah lembut tawadu. Ditafsirkan oleh ee para ulama, para ahli tafsir dengan maknanya tawadu kepada sesama kaum mukminin. Rendahkanlah dirimu seperti Allah Subhanahu wa taala terhadap kedua orang tua. Wfid lahuma janahadulli minarahmah. Rendahkanlah ya sayap ya zul yaitu kerendahan dirimu. Tawadu di hadapan kedua orang tua karena kasih sayang kepada mereka berdua. Jadi orang beriman agar dicintai oleh Allah dia sama orang lain lembut. janib mudah bergaul, murah senyum, tidak merasa tinggi, tidak merendahkan, berakhlak mulia. Itu adalah bentuk dalil tawadu di hadapan orang-orang beriman. Makanya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, w tawad ahadunillah illa rafaahullah. Tidak seorang pun yang tawadu karena Allah kecuali Allah akan mengangkatnya. itu Allah mencintainya di antaranya. Nah, kita berusaha sama sama muslim. Jangan kita rendahkan sama sekali. Dia muslim, saya muslim ya. Saya sayang, saya hormati. Ya, kita bicara dengan tidak merendahkannya, kita tidak menghinakannya, kita hormati dia. Belum tentu saya lebih baik daripada dia. Ya, saya sering sampaikan hal ini. Kita terkadang melihat orang dan kita manusia secara umum menilai orang dengan ekonomi. Kalau ekonominya bagus kita hormati. Kalau ekonominya rendah kita tidak hormati. Kapan azan? Saya bacakan perkataan Syekh e Sy'di rahimahullah dalam tafsirnya. Mereka lemah lembut. Dalil itu artinya merendahkan diri. Dalil zul artinya hina. Artinya mereka di depan kaum mukminin mereka merendahkan diri. Tidak merasa mentang-mentang, tidak merasa tinggi. Kenapa? Karena mereka mencintai sesama kaum mukminin. Karena mereka ingin kebaikan bagi kaumin yang lain. Mereka lembut kasih sayang. Dan mereka rahmat kepada mereka dan mudah untuk berkomunikasi dengan mereka, interaksi dengan mereka. [Musik] Dan mudah kalau mereka ya eh dicari oleh kaum mukminin. Ada suatu mereka mudah membantu. Waal kafir billah alanidin liati. Adapun kepada orang-orang kafir yang menentang ayat-ayat Allah, yang mendustakan para rasul-rasul Allah, Aizzah, maka mereka merasa itu mereka aziz, yaitu mereka mulia, ya tidak merendahkan diri di hadapan mereka. Jadi kebalik kalau sama kaum mukminin merendahkan diri sama orang kafir enggak? Sama orang kafir tidak. Dikatakan oleh eh Thaahir bin Asyur, [Musik] beliau berkata, [Musik] "Lembut kepada kaum mukminin maksudnya di disebutkan adalah lilil janib ini mudah berinteraksi, ringan, mudah wat tawadu dan merendahkan diri di hadapan kaumin yang lain. [Musik] Adapun wal aizzah jamul aziz fahual muttasif bil izzi wahual quwwah wal istiqlal. Adapun kalau di hadapan orang kafir maka tunjukkan kekuatan dan kemandirian ya tidak terikat dengan mereka. Ini namanya sifat a izzah alal kafirin. Yang kedua, bukan sebaliknya sama orang muslim kasar, arogan, merendahkan, sama orang kafir nunduk-nunduk. Bukan sebaliknya. Ada orang seperti itu. Sebaliknya sama orang mukmin kasar, arogan, menghinakan, sama orang kafir menghinakan diri rela. Jadi ya untuk menghindarkan diri di hadapan orang kafir ini terbalik. Seharusnya sama orang beriman, saling mencintai, merendahkan diri, tawadu sama orang kafir tegas. Kemudian sifat berikutnya, yujahiduna fiabilillah. Mereka berjihad di jalan Allah Subhanahu wa taala untuk menegakkan kalimat Allah. Kata Syekh S'di rahimahullahu taala, ya saya bacakan. [Musik] Biamwalihim wa anfusihim biqwalihim wa af'alihim. Bagaimana menegakkan kalimat Allah berjihad melawan orang-orang kafir dengan harta mereka atau dengan diri mereka atau dengan perkataan mereka maupun dengan aktivitas mereka. Bagaimana menjadikan kalimat Allah tauhid yang termulia? Bagaimana agar apa namanya kesyirikan bisa pudar. Bagaimana caranya? Cahaya tauhid yang tinggi sementara kesyirikan pudar. itu adalah berjihad di jalan Allah Subhanahu wa taala. Kalau tidak bisa dengan pedang, maka dengan harta. Tidak bisa dengan harta dengan ucapan. Tidak bisa ucapan dengan aktivitas apapun yang bisa kita lakukan untuk meninggikan kalimat Allah Subhanahu wa taala. Maka orang seperti ini dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Sifat yang ketujuh kata Allah subhanahu wa taala wala yakhafuna laumalaim. Dan tidak takut sama sekali dengan cercaan orang yang mencela. Kata [Musik] orang-orang beriman mendahulukan rida Allah daripada rida manusia dan mendahulukan takut kepada Allah daripada cercaan makhluk. Dan ini menunjukkan semangat mereka, kuatnya semangat mereka. Jadi ketika dia bersikap yang dia pikir bagaimana bisa membela Allah Subhanahu wa taala, bagaimana bisa menyampaikan al-Haq meskipun dia dicara orang, dia tidak peduli. Makanya dalam satu riwayat ketika Muawiyah radhiallahu anhu minta nasihat kepada Aisyah radhiallahu taala anha dan Muawyah berkata, "Wala tukfir alaiya." Jangan, jangan kasih nasihat panjang-panjang. Nasihat singkat, manfaat. Apa kata Aisyah? Aku mendengar rasul sahu al wasallam bersabda, "Ridallah btinas rallahu anhu anhu." Siapa yang mencari rida Allah dengan kemarahan manusia, Allah akan rida kepadanya dan Allah akan menjadikan manusia rida kepadanya. [Musik] Siapa yang mencari keridaan manusia dengan membuat Allah marah maka Allah akan murka kepadanya dan Allah akan menjadikan manusia murka kepadanya. Terkadang seorang mencari keridaan Allah agar dicintai oleh Allah. Dia mengungkapkan kebenaran meskipun orang-orang benci sama dia. Tidak takut dengan cerca masyarakat. Ini sifat mulia. Jelaskan dengan cara yang baik. Jelaskan yang hak dengan kata-kata yang bijak, kata-kata yang lembut. Mereka mencerca, mencaci enggak urusan. Yang penting saya cari keridaan Allah. Yang penting saya dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Orang seperti ini mudah dicintai oleh Allah. Kenapa? dia rela mengorbankan harga dirinya dimaki-maki oleh orang. Yang penting dia menyampaikan apa? Kebenaran. Dia membela sinar tauhid tentunya semuanya dengan bijak ya, dengan ee tepat ya. Kalau setelah itu ternyata masih maki orang maka itu sarana agar dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Wala yakhafuna laumalaim. Tib. Sifat yang berikutnya yang ke berapa? Keedelan kedel ke9 ke-10 t Allah sebutkan dalam surat Ali Imran kata Allah Subhanahu wa taalafikum. [Musik] Bersegeralah kalian menuju ampunan Allah dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Allah mengatakan arduha dan dalam bahasa Arab ard artinya lebar. Kalau panjang tol Allah mengatakan yang lebarnya seperti langit dan bumi. Kata para ulama karena surga lebih luas daripada langit dan bumi. Makanya dibilang lebarnya, panjangnya tentu lebih daripada itu. Ini kalau kita bicara secara bahasa ardu samawatu wal ard secara bahasa Arab. Segeralah menuju surga yang lebarnya seperti langit dan bumi. Allah tidak sebut panjangnya. Allah tidak mengatakan saatuh saatuha. Luasnya Allah bilang lebarnya. menunjukkan bahwasanya surga lebih luas dari langit dan bumi. Kalau lebarnya segitu, bagaimana lagi dengan apa? Panjangnya luasnya. Lil muttaqin yang Allah siapkan surga tersebut bagi orang-orang yang bertakwa. Kemudian Allah sebutkan sifat-sifat orang bertakwa. Alladina yunfiqu wro ini sifat yang kedelapan. Yaitu senantiasa berinfak dalam kondisi lapang maupun dalam kondisi susah. Wal minal git yang meredam amarah. Yang ke-10 memaafkan orang yang berbuat zalim kepadanya. Kemudian Allah tutup wallahu yuhibbul muhsinin. Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan. Siapa yang berbuat ihsan tersebut? Ini orang yang punya tiga sifat ini. Inilah orang-orang ihsan yang dicintai oleh Allah yang telah mencapai derajat tinggi. Karena derajat agama Islam, iman, ihsan. Karena tidak mungkin mereka bisa melakukan demikian kecuali mereka selalu menghadirkan Allah melihat mereka. Maka mereka mudah untuk senantiasa berinfak. Mereka mudah untuk memaafkan orang lain. Mereka mudah untuk meredam amarah. Kalau mereka tidak merasa Allah lihat mereka, mereka sulit untuk berinfak. Kalau mereka tidak merasa menghadirkan Allah senantiasa mengawasi mereka, mereka tidak mudah untuk memaafkan. Tapi siapa yang bisa seperti ini? Yang mencapai derajat ihsan. yang kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "An ta'budlaha kaaka tarahu." Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan kau melihat Allah. Faam takun tarahu fainnahu yar. Kalau kau tidak bisa lihat Allah, ketahuilah Allah sedang melihatmu. Ketika orang sedang berinfak, dia tahu Allah sedang melihat, mudah bagi dia berinfak. Tapi jangan bikin status ya. Lagi jenguk anak yatim nih, masyaallah. Mau gabung enggak? Masyaallah. Besoknya lagi jenguk janda nih. Ada yang bantu Pak disoting janda-janda tua. Pas janda muda dia diam-diam. Jadi kenapa dia mudah berinfak? Bahkan kata Allah fisar wadar dalam kondisi sulit pun dia tetap berinfak. Artinya apa? Infaknya mungkin berkurang tapi tetap dia berusaha berinfak. Mungkin tidak sebanyak yang dia infak ketika sedang dalam kondisi lapang. Farra w dia tetap berinfak. Dan di sini Allah menggunakan fi'il mudhar yunfiquun yang menunjukkan continue yaitu itu kebiasaan dia berinfak dalam kondisi lapang untung lagi banyak infaknya banyak lagi untung lagi kurang infaknya kurang tapi infak jalan terus karena dia tahu Allah sedang melihat dia. Dia muhsin. Jadi kalau kita berinfak ikhlas karena Allah hadirkan Allah sedang lihat saya berinfak sehingga kita tidak butuh lagi pengakuan orang lain. Paham tidak? Allah lihat saya selesai karena ihsan lagi susah uang nih. Ya sudah kurangi gak apa-apa kok sedikit enggak biasanya mau tahu aja udahlah terima aja lagi. Enggak ada duit ya kurang dikit-dikit tidak seperti biasa. Tapi infak jalan terus. Kemudian wal minal gid yang meredam amarah. Ini berat ketika amarah sudah sampai di puncak. Kadimul ghait maksudnya seperti air yang sudah memuncak kemudian diikat. sudah mau luber diikat itu namanya kazmul ghaif. Kalau bahasa Arab itu sudah diubun-ubun kemarahan tinggal dia lampiaskan kemudian dia redam karena dia tahu Allah sedang melihat dia. Ini berat tapi ini kalau kita lakukan kita dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Makanya bersabda [Musik] siapa yang meredam amarah padahal dia mampu untuk melampiaskannya. Dia bisa melampiaskan karena Allah subhanahu wa taala. Maka Allah akan panggil dia pada hari kiamat. Allah tenarkan dia, populerkan dia di hadapan khalaya, di hadapan manusia. Sampai Allah suruh di hadapan manusia seluruhnya, "Pilih bidadari mana yang kau sukai." Allahu Akbar. Dia mau gampar, tapi enggak. Saya pengin pilih bidadari. Enggak. Makanya kalau istri lagi bikin marah, antum enggak usah marah. Antum senyum aja. Kenapa, Mas senyum? Rasulullah bersabda, "Siapa yang meredam amarah disuruh pilih bidadari." Istri tambah ngamuk. Enggak ngapain kita ngamuk-ngamuk? Enggak dapat bidadari, tambah ribut, tambah kacau. Sabar kita bisa marah, bisa, bisa gambar, bisa. Tapi buat apa syaratnya? Di puncak kemarahan. Kedua, bisa melampiaskan. Kalau sudah terpenuhi dua syarat itu, itu saatnya potensi atau kesempatan untuk dicintai oleh Allah. Syaratnya apa? Di puncak kemarahan. Kedua, bisa melampiaskan. Ada marah tapi enggak bisa lampiaskan. Dimaki-maki tapi musuhnya gede. Itu enggak berarti tidak memenuhi syarat. syarat itu lagi di puncak kemarahan. Yang kedua bisa dilampiaskan kita tahan karena Allah kita dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Yang ke-10 tadi apa? Walina aninas yang memaafkan orang lain. Ini lebih ini sulit lagi ini. Maafkan orang lain. Maafkan siapa? Maafkan orang yang berbuat salah sama kita. Maafkan orang yang berbuat zalim kepada kita. Ini ibadah tidak bisa dilakukan kecuali kalau kita dizalimi. Ini ibadah luar biasa. Luar biasa ibadah ini. Saya baru kemarin malam men nanti diupload tentang keutamaan memaafkan luar biasa pahalanya di luar nalar banyak sekali. Di antaranya dicintai oleh Allah subhanahu wa taala tapi kita tidak melakukannya kecuali ketika kita di zalimi. Nah, sementara manusia kalau dizalimi pengin balas atau tidak pengin? Bahkan kalau bisa dobble balasnya. Sampai saya sering dengar orang bilang, "Saya ini baik, tapi kalau kau ganggu saya, saya balas dobble-dobble. Tapi saya ini baik." Baik apa kayak gitu? Baik itu balas keburukan dengan apa? Kebaikan. Ya, berat. Berat kita maafkan orang tapi pahalanya besar. Di antaranya dicintai oleh Allah subhanahu wa taala dalam. Makanya Allah mengatakan, "Wallahu yuhibbul muhsinin." Allah mencintai orang berbuat ihsan. Di antara orang berbuat is adalah orang yang memaafkan orang lain menzaliminya. Dan dalam ayat yang lain kata Allahum wasfah inallah yuhibbul muhsinin. Maafkanlah mereka dan berlapanglah dada. Sungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan. Sungguhnya kau membalas keburukan dengan kebaikan, membalas kezaliman dengan pemaafan. Sesungguhnya kau telah berbuat ihsan. Kau menghadirkan Allah sedang melihatmu. Kau yakin Allah sedang menilaimu. Saatnya kita dinilai oleh Allah. Ketika kau lulus, Allah mencintaimu. Allah mencintaimu. Saya dulu waktu masuk Madinah awal-awal masih kelas bahasa karena saya terima. Saya belum bisa bahasa Arab. Saya bisa baca kitab gundul. Cuma ngomong Arab enggak bisa karena belajar pakai bahasa Indonesia. Gurunya marah ketika itu. Saya setahun di kelas bahasa. Guru lagi marah. Lagi marah. Tahu-tahu ada orang Afrika berdiri. Kata dia, "Syekh dia maju langsung ke depan." Syekh Allah berfirman, "Walina Allahuin duduk jelis. Udah, syekhnya enggak jadi marah. Diingatin sama orang Afrika. Pede banget kita kalau guru sudah marah sudah sembunyi di bawa kolong." Ini dia. Masyaallah gurunya lagi marah. Dia maju dia ingatkan, "Syekh Allah berfirman, luar biasa." Oh, ada juga begini model orang ya. Subhanallah. Maju depan tidak disuruh maju dia maju depan. Syekh Allah berfirman, "Syekh dinasihati. Walkadi minal gidang-orang yang meredam amarah wal afina aninas yang maafkan orang lain." Wallahu yuhbil muhsinin. Selesai. Enggak jadi marah. Luar biasa. Tapi berat meradam amarah itu sangat berat. Apalagi kita dizalimi, apalagi kita tersakiti. Maka bayangkan bagaimana Abu Bakar Assiddiq kalau dia marah saatnya dia marah. Bayangkan dia senantiasa memberi nafkah kepada Mistah kerabatnya. Kemudian akhirnya Aisyah radhiallahu anha dituduh berzina atas provokasi orang-orang munafik. Ternyata ada tiga orang kaum muslimin terprovokasi karena narasinya luar biasa. narasinya luar biasa. Sampai akhirnya sebagian kaum muslimin terprovokasi di antaranya Hamnah bin Jahsyin, Hasan bin Tsabit, di antaranya Mistah. Dan Mistah ini kerabat yang senantiasa di disantuni oleh Abu Bakar Assiddiq. I sampai akhirnya sebulan penuh isu di Madinah hoa Aisyah berzina dengan Safwan bin Muathal Assulami. Rasulullah tidak bisa berbuat apa-apa apalagi Abu Bakar tidak bisa berbuat apa-apa. Siapa yang tidak kenal Abu Bakar tahu-tahu anaknya dituduh berzina dia tidak bisa bela sama sekali. Dia enggak bisa bela. Sampai akhirnya Allah yang bela. Allah turunkan ayat sekitar 15 ayat membela Aisyah. Setelah itu, setelah terungkap permasalahan, ternyata ini adalah berita hoax. Maka Abu Bakar pun saatnya marah kepada Mistah. Dia bilang, "Saya tidak akan infak dia lagi. Stop santunan. Seharusnya dia bela anak saya. Selama ini saya santunin dia. Ini malah dia malah menyerang anak saya." Gambangan kita mungkin bahasa kita demikian. Apakah air susu dibalas dengan air tuba? Selama ini saya santunin dia. Kenapa sekarang dia malah menjatuhkan anak saya? Harusnya paling tidak dia diam. Ini bukan dia malah ikut menuduh Aisyah berzina. Maka dia pun marah. Dia bilang, "Saya stop santunan." Turunlah firman Allah Subhanahu wa taala ya muhajirillahirrahum. Janganlah seorang diberi kelapangan harta, diberi kelebihan kemuliaan untuk bersumpah. Saya tidak bakalan lagi kasih santunan kepada karib kerabatasfahu. Hendaknya memaafkan dan lapanganlah dada. Tidakkah kalian ingin dimaafkan oleh Allah? Langsung Abu Bakar memaafkan Mistah. Subhanallah. Karena kadang kita dapat kondisi seperti itu, sudah bantu, sudah bantu, sudah bantu, ternyata dia main belakang. Sabar, kita maafin, kita maafin. Begitu kita memaafkan, kita dicintai oleh siapa? Allah Subhanahu wa taala. Bab sekarang yang ke berapa? 11. Allah dalam banyak ayat berkata, "Wallahu yuhibbul muttaqin." Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. Atqwa secara umum adalah menjalankan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan secara umum. Namun secara makna spesifik, takwa adalah meninggalkan kemaksiatan. Karena takwa diambil dari kata menghalang. Yaitu ambillah penghalang antara engkau dengan ee api neraka. Di antaranya adalah makna secara spesifik meninggalkan kemaksiatan. Sebagaimana perkataan seorang penyair [Musik] tinggalkanlah dosa kecil maupun besar. Itulah hakikat ketakwaan. Itulah hakikat ketakwaan. Jadilah engkau seperti orang berjalan di atas dataran yang penuh dengan duri. Duri kecil, duri besar. Dia hati-hati, waspada. Laahirrahiratan. Jangan meremehkan dosa kecil. Sesungguhnya yang besar berasal dari yang kecil. Oleh karenanya kalau kita lagi pengin maksiat, ingat Allah cinta orang yang bertakwa. Tiba-tiba tergetak tergerak hati kita untuk bermaksiat. Mungkin enggak? Mungkin kita semua manusia. Mungkinkah kita tiba-tiba pengin lihat wanita cantik? Mungkin enggak? Mungkin kecuali antum tidak normal. Manusia. Dan Allah sebutkan dalam surat Ala'raf. Inadinaqum [Musik] minakaru [Musik] fairun. Kata Allah, "Sesungguhnya orang yang bertakwa jika dia merasakan godaan setan itu thifum minitan." Setan mutar-mutar bisik-bisik. Dia lagian tiba-tiba tergerak pengin sesuatu tergerak pengin nonton film Korea. Loh, kok tiba-tiba pengin nonton film Korea? Kok tiba-tiba nostalgia pengin dengar lagu Gansen Roses Nirvana. Nah, ini kenapa ini? Kenapa saya tiba-tiba pengin dengar ini? Ini berarti setan sedang meniupkan. Kok tiba-tiba saya pengin ngeklik CLBK? Gimana sih nasib cewek saya dulu? Ya, saya enggak pernah pacaran ya. Ini cerita seandainya bukan pengalaman pribadi ya. Saya gak saya gak punya pacar. Enggak penting enggak punya pacar, yang penting punya istri. Tiba-tiba setan memberhti kemudian pengin pengin pengin mungkin manusia lemah. Dia ingat tadakaru dia ingat ah ini godaan setan. Situlah kita main takwa kita. Di situlah Allah cinta sama kita. Apalagi ketika kita sedang bersendirian. Oleh karenanya orang yang bisa meninggalkan maksiat ketika dia bersendirian itu pahalanya sangat besar. kabir. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Allah ketika bersendirian gak ada yang lihat bagi dia ampunan Allah langsung diampuni dosa-dosanya langsung diampuni. Waajrun kabir dan dapat ganjaran yang besar. Ya, seorang ya ketika dia digoda tertarik untuk melakukan maksiat dia ingat. Wallahu yuhibbul muttaqin. Allah mencintai orang yang bertakwa. Allah berfirman liman maqbihi jannatan. Dan siapa yang takut dengan kedudukan Allah, dia akan mendapatkan dua surga. Sebagian ahli tafsir mengatakan dia sedang bersendirian. Tiba-tiba timbul semangat untuk maksiat. Dia ingat Allah kemudian dia tinggalkan. Dia dapat dua surga. Allah berfirman dalam surah QF ya, kata Allah, "Haduna likulli awabin hafid." Inilah surga yang Allah janjikan kepada siapa? Likulli awabin hafid. Orang yang senantiasa kembali kepada Allah dan menjaga peraturan-peraturan Allah. Man khasiyarahmana bil ghaib. Yaitu orang yang takut kepada Allah tatkala bersendirian. Jadi katakan dikatakan oleh para ulama, jika terkumpul kepada engkau dua kondisi, ketahuilah kau sedang diuji. Yaitu mudah bermaksiat. Akses maksiat mudah tidak ada yang lihat. Kalau terkumpul kepadamu dua hal ini, kau sedang diuji. Kalau kau lolos, kau dicintai Allah Subhanahu wa taala. Ingat wallahu yuhibbul muttaqin. Berhenti. Jangan lihat lagi. Astagfirullah. Lagi jalan-jalan ke luar negeri sendirian di hotel. Tahu-tahu ada khawat yang ketuk. Bukan akhwat. Khawat. Asalamualaikum. Wuh. Mau dipijit Pak? Waduh. Makanya saya pernah kawan cerita dia tingg kerja luar negeri. Dia ceritanya sudah meninggal rahimahullah. Ustaz, saya pernah diajak sama kawan. Kita lagi di luar negeri ada promo bayar sekian ribu dolar bisa berhubungan dengan 13 cewek dari 13 negara. Promo kapan lagi kita ini katanya. Subhanallah kata dia. Saya goyang juga promo. Masalahnya kapan lagi? Akhirnya saya tinggalkan teman lakukan. Karena kalau kita luar negeri enggak perlu malu. Enggak ketahuan, enggak ada yang tahu, enggak ada CCTV, enggak ada Subhanallah. Akhirnya saya tidak lakukan. Teman lakukan, teman-teman lakukan lagi promo masalahnya kapan lagi seumur hidup baru sekali dapat apa promo waliyadubillah ya. Oleh karenanya kapan kita bermaksiat? Anda kalau lagi duduk sama cewek yang tidak halal bagi Anda, jangan genit. Kadang-kadang laki-laki yang genit. Kalau perempuan genit biasa. Ini laki-laki terkadang yang apa yang genit? Bertakwa kepada Allah. Maksiat. [Musik] Jangan goda istri orang. Ini zaman-zaman yang banyak hal-hal aneh terjadi di luar nalar. Maka saya mengingatkan, "Allahu yuhibbul muttaqin." Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. Hati-hati kalau sedang diuji tatkala bersendirian. Tiib yang berapa sekarang? Yang 12. Allah berfirman, "Wallahu yuhibbusirin." Allah mencintai hamba-hambanya yang bersabar. Subhanallah. Wallahu yuhibbusirin. Ini berat juga. Ini dicintai oleh Allah berat-berat. Sabar. Dapat musibah sabar. Subhanallah. Musibah berkepanjangan sabar. Gak gampang. Gak gampang. Makanya saya selalu sampaikan, saya renungkan tentang Nabi Yakub alaihi salam sabarnya luar biasa. Yusuf Alaih Salam sabar, Nabi Yakub juga sabar. Luar biasa. Dia diuji oleh Allah dengan yang sangat dia cintai. Di dunia ini yang paling dicintai siapa? Putranya Yusuf Alaih Salam. Anak saleh, tampan, nurut, subhanallah. Tahu-tahu berpisah, gak tahu junrungnya ke mana. Hilang begitu saja. Tapi dia tahu Yusuf belum mati. Entah jadi apa anaknya, dia enggak tahu. Tiap hari memikirkan anaknya. diuji lagi. Kemudian adiknya Yusuf Benyamin ditahan lagi karena dituduh mencuri. Berapa lama berpisah Yakub dengan Yusuf? Khilaf. Ada yang bilang 15 tahun, ada yang bilang 40 tahun. Dan selama itu dia bersabar. Dia hanya mengatakan fasobrun jamil. Sabar yang indah. Apa itu sabrun jamil? Sabar tanpa mengeluh kepada orang lain. Enggak pernah dia curhat di medsos. Tidak seperti sebagian kita, sebagian umahat tahu-tahu ada masalah bikin status. Tahu-tahu jantung terbelah dua. Creng, Om. Ada apa, Om? Kok jantungnya terbelah dua, Om? Bikin hal-hal, cari perhatian. Mengeluh kepada manusia. Menakjubkan Yakub Alaih Salam. Sampai ketika Benyamin tertahan lagi, dia pun bertambah kesedihannya. Karena ketika Yusuf hilang, cintaannya kembali kepada adiknya Yusuf. Siapa? Bi Benyamin. Terus Benyamin tertahan lagi. Akhirnya tambah bersedihan, tambah sedih. Ya Asafa ala Yusuf wabat ainahu minal huzni fahua kadim. Akhirnya dia sampai menangis menangis sampai matanya putih itu buta. Ini semua kerjaan anak-anaknya kakak-kakaknya Yusuf. Setelah itu kakak-kakaknya Yusuf masih bikin cari perkara yusufa takuna har takuna minalikin. Wahai ayahanda, kok ingat-ingat Yusuf terus sampai kau mau mati sampai sakit parah gara-gara kalian ini. Tapi Yakub tidak ngomong gitu. ini sudah bikin masalah. Bilang lagi sama bapaknya, "Engkau ini kenapa, ayahanda? Ingat-ingat Yusuf terus sampai mau mati, sampai sakit parah." Apa jawabannya? Makanya Allah mengatakan, "Fahua kadim." Dia tahan amarahnya. Mau marah sama anak-anak tidak ada faedahnya dia tahu. Maka dia berkata, "Innama asku wa husni ilallah." Sesungguhnya aku mengadukan kesedihanku hanya kepada siapa? kepada Allah minallahiamun dan aku tahu apa yang kalian tidak ketahui. Di puncak-puncak kesedihan dia malah husnuzan kepada Allah. Dia berkata kepada anak-anaknya bani yusufasuah. Wahai anak-anakku silakan pergi cari kabar tentang Yusuf dan Benyamin dan jangan kalian putus asa. Innahu kafirun yang putus asa rahmat Allah. itu hanya orang kafir. Subhanallah. Mata sudah buta, menangis bertahun-tahun, 40 tahun terpisah, tetap husnudan. Sabar luar biasa. Sabar luar biasa. Ketika seorang bersabar, dia dicintai oleh Allah. Kapan dia tidak bersabar? Cinta luntur dari Allah Subhanahu wa taala. Kita diuji. Siapa sih hidup tanpa ujian? Kalau diuji kita bersabar. Dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Tib. Sekarang yang ke berapa? 13. Innallaha yuhibbul muqsitin. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang adil. Berusahalah menegakkan keadilan. Keadilan dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Adil di antara anak-anak. Adil di antara istri-istri. Kalau punya istri lebih dari satu. Adil ya kepada anak buah. Adil kepada bawahan. Bersikap adil. Adil dalam menilai seseorang. Adil dalam menilai seseorang. Ya, kata Allah Subhanahu wa taala, jangan sampai kebencianmu pada suatu kaum membuat kau tidak adil dalam bersikap. Padahal ini kata Ibnu Taimiyah rahimahullah terkait kaum muslimin orang kafir. Meskipun kau benci orang kafir karena menghalangimu dari masuk ke Makkah untuk tawaf dan haji dan umrah. Tapi jangan sampai kebencianmu membuat kalian tidak adil terhadap mereka.Qwa. Adillah. Sesungguhnya Allah adil lebih dekat kepada ketakwaan. Ternyata Allah mengatakan innallaha yuhibbul muqsitin. Allah suka orang yang adil. Maka dalam segala hal kita berusaha bersikap dengan adil. Ada masalah kita adil. Jangan kita lemparkan semua kesalahan pada orang lain. Mungkin kita Bugis juga sumber masalah. Ada masalah keluarga, jangan bilang istri saya semua yang salah. Mungkin saya juga punya peran dalam kesalahan tersebut. Anak nakal jangan bilang, "Anakku kurang ajar." Ya, mungkin kau yang kurang ajar. Maka anak juga kurang kurang ajar. Adil dalam menilai. Jangan ikuti hawa nafsu. Jangan. Karena kebencian buat kita tidak adil. Kapan kita adil dicintai oleh Allah? Yang terakhir, innallaha yuhibbul mutawakilin. Allah mencintai orang-orang yang senantiasa bertawakal, senantiasa menyandarkan hatinya kepada Allah, tidak pernah merasa pede dengan dirinya kecuali setelah berdoa kepada Allah subhanahu wa taala. Dia senantiasa menggantungkan hatinya kepada Allah. Dia tahu segala keberhasilan dengan izin Allah Subhanahu wa taala. Dia tahu tidak ada makhluk yang bisa dia harapkan, tidak ada yang bisa dia sandarkan. Bertwakallah kepada Allah yang hidup yang tidak mati. Manusia semua lemah. Kalaupun hidup kehidupannya penuh dengan kekurangan. Kadang janji ternyata mengecewakan. Kadang bilang iya ternyata tidak. Kadang beri harapan ternyata ekspektasi di bawah tidak sesuai. Demikianlah manusia kalau kita bersandar kepada mereka selalu mengecewakan. Maka bersandarlah kepada Allah. Manusia hanyalah sebab hati bersandar kepada Allah. Kapan kita senantiasa bersandar kepada Allah, ingat Allah, maka kita akan dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Di penghujung pengajian ini, benar bahwasanya dicintai oleh Allah adalah anugerah yang luar biasa sebagaimana perkataan Syekh Sdi rahimahullah. Tetapi konsekuensinya siapa yang semakin dicintai oleh Allah semakin berat ujiannya. Benar atau tidak? Benar. Bahkan diuji pada perkara-perkara yang dicintai. Makanya Rasul sahu alaih wasallam berkata, "Innallaha idza ahabbaan ibtalahum." Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Allah uji mereka. Kata Nabi, "Yuridillahirus minhu." "Siapa yang Allah ingin kebaikan baginya, Allah berikan musibah kepadanya." Siapakah orang yang paling dicintai di dunia ini? Dua orang. Nabi Ibrahim sama Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasihnya. Itu Allah cinta sama Ibrahim. Dan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam berkata, "Inallah Allah telah mengangkat aku sebagai kekasihnya sebagaimana Allah telah mengangkat Ibrahim sebagai kekasihnya." Nabi-nabi lain tidak mencapai derajat ini. Semua nabi dicintai oleh Allah. Tapi khalil khullah derajat cinta yang paling tinggi. Kalau untuk manusia khullah itu kecintaan yang sudah meresap dalam roh. Yatakhalal sudah masuk dalam ruh. Sangat cinta luar biasa. Jadi Allah sangat mencintai Nabi Ibrahim, Nabi Muhammad. Tapi lihat ujian yang mereka hadapi. Mereka diuji pada perkara-perkara yang mereka cintai. Subhanallah. Agar terbukti bahwasanya mereka lebih cinta kepada Allah daripada dunia di hadapan mereka. Diuji pada perkara yang mereka cinta. Nabi Ibrahim Alaih Salam diuji apa? Diusir dari kampung kampung kelahirannya. Dia seorang cinta enggak sama kampungnya? Diuji dimusuhin oleh bapaknya padahal dia sangat sayang kepada bapaknya. Dimusuhi oleh seluruh negerinya semuanya bersatu padu ingin bakar dia. Dia sendirian. Subhanallah. Akhirnya terusir dari negerinya. Kemudian setelah itu menikah dengan Sarah. Kemudian pengin punya anak bertahun-tahun. Akhirnya menikah dengan Hajar. punya anak setelah penantian sekitar 50 tahun, 60 tahun punya anak Ismail satu-satunya disuruh bawa pergi ke Makkah ditaruh di lembah yang tidak ada tanaman sama sekali. Bayangkan ini bayi sudah ditunggu taruh di sana. Istrinya suruh taruh sana hajar nanti anaknya sudah besar. Falamma balag maah. ketika sudah bisa membantu bapaknya sudah dewasa disuruh sembelih berat Ibrahim ujiannya berat ujiannya berat tapi dia mencapai derajat Khalilrahman Rasulullah lebih parah lagi. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sejak kecil sudah yatim ya miskin dimusuhi oleh sukunya sendiri. Quraisy itu sukunya siapa sih? Sunya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ibarat kalau kita misalnya kita orang Jawa, yang paling musuh kita orang Jawa sendiri kan repot. Harusnya mereka bangga punya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, mereka malah musuhi. Rasulullah sedih. Makanya sering Allah berfirman, "Wala tahzan alaihim." Jangan sedih atas kekufuran mereka. Rasulullah bukan bangga Abu Jahal. Enggak. Rasulullah sedih ketika lihat Quraisy. Quraisy sukunya sendiri. Ternyata kerabatnya sini omnya, pamannya, sepupunya kafir memerangi dia. Harus terus usir dari kampung halamannya. Berat. Rasulullah meninggalkan kota Makkah dengan rasa berat. Kata Rasulull sallahu alaihi wasallam, "Innaki lakhairu ardillah wa ahabbu ardillahiallah." Wahai Makkah, engkau adalah bumi yang terbaik. Engkau adalah tanah yang paling dicintai oleh Allah. Kalau bukan aku diusir, aku tidak akan pergi. Dia meninggalkan Makkah dengan penuh kesedihan. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Allah kasih anugerah istri yang paling dia cintai, Khadijah radhiallahu anha. Ternyata meninggal dunia. Subhanallah. Kalau ditinggal istri tukang ngomel mungkin aman. Ini istri sangat tidak pernah ngomel, tidak pernah angkat suara, tidak pernah pelit. Seluruh hartanya dia kasih ke suaminya, tahu-tahu meninggal. Kira-kira gimana? Hancur hati. Rasulullah diuji dengan seperti itu. Diuji dengan wafat istri yang sangat dia cin cintai dan selalu dia mengenang Khadijah radhiallahu taala anha. Anak-anaknya semua meninggal kecuali Fatimah. Rasulullah punya anak tujuh. Semuanya meninggal tujuh. Abdullah, Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fatimah, Ibrahim. Semuanya meninggal kecuali siapa? Fatimah. Banyak anak meninggal. Berat atau tidak berat? Kalau kasih sakit dua kali lipat. Ini uamaulani minkum saya kalau panas dua kali lipat dobel dari panas kalian. Kalau kita panas mungkin 40 derajat, Rasulullah mungkin 80 derajat. Panas sekali sampai panasnya tembus ke selimut Nabi sallallahu alaihi wasallam. Seluruh orang di dunia ini ketika itu Romawi, Persia semua ingin bunuh Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kabilah Arab semuanya memerangi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ujian berat. Maksud saya konsekuensi kalau dicintai oleh Allah seperti itu. Makanya ketika seorang ahli tafsir kalau enggak salah Al-Qurtubi atau yang lainnya ketika menyebut Nabi Yakub kemudian dia berkata dan Nabi Yakub ketika diuji untuk terpisah dari orang yang paling dia cintai yaitu Yusuf Alaih Salam dan dia adalah manusia yang paling dicintai ketika itu. Siapa yang paling dicintai di zaman Nabi Yakub? Nabi Yakub alaihi salam. Ternyata diuji dengan yang paling dia cintai. Siapa? Yusuf Alaih Salam. Jadi kalau seorang dicintai oleh Allah, siap diuji dengan apa yang dia cin cintai. Jadi inilah cinta kepada Allah dan dicintai oleh Allah seorang berusaha dalam hidup ini melakukan amal-amalan saleh agar dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Karena sudah kalau sudah dicintai oleh Allah, dia telah mendapat anugerah yang terindah yaitu dia tidak akan diazab oleh Allah dan dia akan dibimbing oleh Allah dalam segala aktivitasnya. Demikian saja apa yang disampaikan semoga bermanfaat. Wabillahi taufik walhidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.