10 Tanaman yang Sekali Ditanam tapi Bisa Memberi Makan Berkali-kali
YBNx2iwLVSM • 2026-02-06
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Jujur saja kebanyakan dari kita sering merasa berkebun itu melelahkan karena harus mulai dari nol setiap habis panen. Tapi sebenarnya ada jalur pintas di mana alam bekerja lebih keras daripada kitanya. [musik] Ada beberapa tanaman yang punya mentalitas pantang menyerah. Mereka tidak mati setelah diambil hasilnya malah makin subur. Kita akan bongkar 10 jenis tanaman yang kalau sudah masuk ke tanah bakal jadi sumber makanan yang tidak ada habisnya. Kita mulai dari yang paling ikonik di halaman rumah orang Indonesia, yaitu pohon pisang. Ini adalah definisi asli dari investasi sekali seumur hidup yang sebenarnya tidak menuntut banyak hal dari kita sebagai pemiliknya. Pisang bukan sekadar tanaman biasa, melainkan simbol ketahanan pangan mandiri yang sudah dilakukan kakek nenek kita sejak zaman [musik] dulu. karena kemampuannya untuk terus bertahan hidup dan produktif di berbagai kondisi lahan tanpa perlu perawatan yang rumit. Bayangkan saja, kamu cukup menanam satu bibit di pojok lahan, lalu biarkan alam bekerja dengan caranya sendiri tanpa perlu kamu pantau setiap saat. Pohon pisang punya filosofi yang sangat luar biasa. Dia tidak hanya tumbuh untuk membesarkan buahnya sendiri, tapi dia juga sangat sibuk menyiapkan generasi penerus tepat di bawah [musik] akarnya sendiri. Bahkan sebelum masa panen pertama tiba, calon penerus siap menggantikannya. Sisi paling unik dari pisang adalah sistem reproduksinya yang tidak butuh bantuan biji atau proses penyemaian yang rumit. Begitu satu pohon induk mulai besar dan mapan, secara otomatis di bawahnya akan muncul tunas-tunas kecil atau anakan yang sudah antreh posisi induknya. [musik] Mereka tumbuh dalam satu rumpun keluarga yang saling berbagi nutrisi dari dalam tanah yang sama. [musik] menciptakan siklus kehidupan yang sangat efisien bagi pemilik lahan. Artinya, setelah kamu menebang pohon induk yang sudah matang buahnya, kamu tidak akan pernah melihat lahan tersebut kosong atau gersang. [musik] Justru di posisi tersebut sudah ada tunas muda yang siap melesat tumbuh tinggi menggantikannya. Siklus beranak pinak ini akan terus berlanjut secara bergilir tanpa henti selama bertahun-tahun. Sehingga selama tanahnya tetap terjaga nutrisinya, stok pisang di rumah kamu [musik] tidak akan pernah terputus meski musim berganti. Lanjut ke nomor dua. Ada si pohon ajaib yang sering disebut sebagai superfood kelas dunia karena kandungan nutrisinya yang luar biasa yaitu kelor. Tanaman ini punya reputasi global sebagai penyelamat gizi. Namun ironisnya cara menanamnya justru jauh lebih sederhana daripada merawat tanaman hias di dalam rumah. Kelor adalah tipe tanaman yang semakin sering kita ganggu atau kita manfaatkan, justru dia akan semakin bersemangat untuk tumbuh lebih rimbun lagi. Kamu tidak perlu khawatir pohon ini akan mati atau kering jika sering dipetik daunnya untuk konsumsi harian. Kelor memiliki daya tahan hidup yang sangat tinggi dan kemampuan regenerasi sel yang sangat cepat dibandingkan jenis tanaman keras lainnya. Di banyak daerah, kelor bahkan sering dijadikan pagar hidup. Karena selain fungsinya sebagai pembatas, dia juga menjadi gudang sayuran segar [musik] yang bisa dipanen kapan saja tanpa rasa takut tanaman akan rusak. Cara memanennya pun sangat memuaskan. [musik] Kamu tinggal petik daun-daun mudanya untuk dijadikan sayur bening atau diolah menjadi teh kesehatan. Lalu perhatikan apa yang terjadi dalam hitungan hari. Tunas-tunas baru yang lebih segar akan langsung muncul di bekas potongan tadi. Seolah-olah tanaman ini tidak sabar untuk memberi lebih banyak lagi. Teknik pangkas rutin ini justru sangat penting untuk menjaga pohon tetap pendek sehingga lebih mudah dipanen dan menghasilkan percabangan yang jauh lebih rimbun. Bahkan di tengah cuaca yang sangat terik atau kondisi tanah yang kurang subur sekalipun, kelor tetap bisa berdiri tegak dan terus berproduksi tanpa banyak mengeluh. [musik] Ini adalah solusi paling masuk akal bagi kamu yang ingin memiliki sumber vitamin alami gratis di rumah tanpa harus repot melakukan penyiraman ekstra atau pemberian pupuk kimia setiap jam. Kelor benar-benar definisi tanaman yang memberi jauh lebih banyak daripada apa yang dia minta dari kita. Berikutnya adalah sayuran favorit sejuta umat yang pertumbuhannya terkadang terasa tidak masuk akal karena saking cepatnya yaitu kangkung. Banyak dari kita yang terbiasa membeli kangkung di pasar dalam bentuk ikatan. Padahal menanamnya sendiri di rumah bisa jauh lebih hemat dan menjamin kesegarannya. Kangkung bukan tipe sayuran manja. Dia bisa tumbuh subur baik di lahan tanah yang luas di dalam pot kecil bahkan hanya dengan media air di dalam amber atau baskom bekas saja. Salah satu alasan mengapa kangkung masuk dalam daftar ini adalah kemampuannya untuk pulih kembali setelah dipotong. Kamu tidak perlu menjadi ahli agronomi untuk bisa sukses menanam sayuran ini. Karena kangkung memiliki semangat hidup yang sangat kuat selama kebutuhan airnya terpenuhi. Menanam kangkung di rumah berarti kamu sedang menyiapkan sebuah pabrik sayuran hijau yang bisa kamu datangi kapan [musik] saja saat ingin memasak tumisan hangat untuk keluarga. Banyak orang pemula salah sangka dengan mencabut kangkung sampai ke akar-akarnya saat waktu panen tiba. Padahal itu adalah sebuah kerugian besar. Rahasianya terletak pada teknik pemotongan. Jika kamu memotong dan menyisakan sekitar 5 sampai 7 cm batang dari atas permukaan tanah, kangkung tersebut tidak akan mati. Sebaliknya, dari ketiak batangnya akan muncul tunas-tunas baru yang seringkiali jumlahnya justru lebih banyak dari batang sebelumnya yang kamu potong. Teknik potong tumbuh ini bisa kamu lakukan berkali-kali dalam satu siklus tanam. [musik] Setidaknya sampai batangnya mulai terasa terlalu keras atau tua untuk dikonsumsi. [musik] Dengan metode ini, dari satu lubang tanam saja kamu bisa menikmati hasil panen berkali-kali lipat tanpa perlu repot membeli benih baru atau menyemai ulang dari awal. Ini benar-benar cara paling efisien [musik] untuk memenuhi meja makan dengan sayuran sehat tanpa harus sering-sering mengeluarkan uang belanja. Di urutan keempat ada pendatang baru yang belakangan ini mulai populer karena sifatnya yang sangat praktis dan adaptif [musik] yaitu bayam Brazil. Berbeda jauh dengan bayam cabut lokal yang biasa kita temui di pasar, tanaman ini punya karakter yang lebih tangguh dan tampilannya pun sangat cantik dengan daun hijau pekat yang keriting. Bayang berhasil bukan hanya sekedar sumber makanan, tapi juga bisa berfungsi sebagai tanaman hias penutup tanah yang akan membuat halaman rumah kamu terlihat lebih segar dan asri secara instan. [musik] Keunggulan utama dari tanaman ini adalah kemampuannya untuk tumbuh rimbun tanpa butuh perawatan khusus yang [musik] menyita waktu. Dia sangat cocok bagi kamu yang punya jadwal harian sibuk tapi tetap ingin memiliki stok sayuran hijau di rumah. Kamu tidak perlu menyemai benih setiap kali ingin menanamnya kembali. Karena bayam ini punya daya tahan yang luar biasa kuat dan sangat mudah untuk dikembangkan lebih luas lagi hanya dari satu bibit awal [musik] saja. Rahasia mengapa bayam Brazil bisa memberi makan kita berkali-kali terletak pada cara kita memanennya yang sangat fleksibel. [musik] Kamu cukup memetik atau menggunting bagian daun dan batang mudanya saja untuk diolah menjadi tumisan, sup, atau bahkan dijadikan keripik crispy yang gurih. Selama sistem perakarannya masih tertanam kuat di dalam tanah, tanaman ini akan terus melebar dan mengeluarkan tunas-tunas baru dari setiap ketiak batangnya yang habis kamu petik tadi tanpa perlu masa tunggu yang lama. Hebatnya lagi, jika kamu ingin memperbanyak tanaman ini ke area lain atau ke pot baru, [musik] kamu cukup mengambil potongan batangnya dan langsung menancapkannya kembali ke tanah. Teknik stack ini hampir selalu berhasil karena bayam Brazil sangat cepat mengeluarkan akar baru. Dengan siklus panen dan tanam yang sesederhana ini, kamu bisa memiliki hamparan bayam yang melimpah hanya dalam hitungan bulan, menjamin pasokan nutrisi keluarga tetap aman tanpa harus keluar uang sepesar pun. Nomor 5 adalah primadona dapur yang harganya seringki tidak stabil dan bikin pusing para ibu rumah tangga yaitu cabai. Menanam cabai sendiri sering dianggap sulit oleh sebagian orang. Padahal jika kita memahami karakternya, tanaman ini adalah salah satu pemberi hasil yang paling loyal di kebun [musik] rumah. Cabai bukan tanaman musiman yang sekali panen langsung mati begitu saja, melainkan tanaman menahun yang bisa terus produktif, [musik] menghasilkan buah pedas selama kondisinya tetap terjaga dengan baik. Memiliki pohon cabai sendiri di rumah berarti kamu memiliki tabungan yang bisa diambil kapan saja saat membutuhkan bumbu masak. Tidak perlu lagi khawatir dengan fluktuasi harga di pasar yang terkadang melonjak drastis. Karena satu atau dua pohon saja sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian satu keluarga. Kehadiran pohon cabai di teras rumah juga memberikan kepuasan tersendiri, terutama saat melihat warna merah buahnya yang kontras di antara rimbunnya dadaunan hijau. Satu kesalahan umum yang sering dilakukan orang adalah menganggap cabai sebagai tanaman sekali panen yang harus dibongkar setelah buahnya habis. Padahal cabai memiliki potensi untuk bertahan hidup hingga satu atau 2 tahun. [musik] Jika akarnya tidak terganggu dan nutrisinya tetap tercukupi. Setelah masa panen besar selesai, tanaman cabai biasanya akan masuk ke fase istirahat sejenak di mana ia akan menggugurkan beberapa daun tua untuk menghemat energi sebelum akhirnya memulai siklus pembungaan yang baru lagi. Kuncinya sebenarnya sangat sederhana, yaitu melakukan pemangkasan ringan pada cabang-cabang yang sudah tua dan memberikan pupuk tambahan tepat setelah panen terakhir. Dengan sedikit perhatian ekstra ini, pohon cabai akan memiliki tenaga baru untuk memicu munculnya kuncup-kuncup bunga [musik] yang lebih banyak dari sebelumnya. Dengan begitu, kamu bisa menikmati sensasi memetik cabai segar langsung dari pohonnya berkali-kali tanpa harus memulai proses penyemaian bibit dari awal yang memakan waktu cukup lama. Lalu ada daun bawang, bumbu wajib yang aromanya selalu berhasil membangkitkan selera makan. Tapi sebenarnya tidak perlu kamu beli terus-menerus di pasar. Seringkiali kita hanya butuh sedikit daun bawang untuk taburan martabak atau SOP, namun harus membeli satu ikat besar yang akhirnya layu di dalam kulkas. Menanam daun bawang sendiri di rumah adalah solusi paling cerdas untuk memutus pemborosan tersebut. [musik] Karena tanaman ini memiliki kemampuan regenerasi yang sangat luar biasa cepat, bahkan di media yang sangat terbatas. Keindahan dari menanam daun bawang adalah kamu tidak memerlukan lahan yang luas atau [musik] pot yang mahal untuk memulainya. Bahkan bagi kamu yang tinggal di apartemen atau rumah tanpa halaman sekalipun, daun bawang bisa tetap tumbuh [musik] subur hanya dengan diletakkan di dekat jendela yang terkena sinar matahari. [musik] Ini adalah salah satu tanaman paling ramah bagi pemula karena sifatnya yang sangat tangguh dan tidak rewel terhadap perubahan cuaca. Asalkan kebutuhan air dasarnya selalu terpenuhi dengan baik setiap hari. Teknik rahasia agar daun bawang bisa dipanen selamanya adalah dengan tidak mencabut akarnya sama sekali [musik] saat kamu ingin menggunakannya untuk memasak. Kamu cukup memotong bagian hijaunya saja sesuai kebutuhan. Lalu sisakan bagian putih beserta akarnya tetap tertanam di dalam tanah atau bahkan di dalam segelas air bersih. Hanya dalam waktu 1 malam saja kamu akan melihat bagian tengah batang yang tadinya rata akan mulai memanjang kembali ke atas secara otomatis seolah sedang melakukan atraksi sulap. Pertumbuhan kembalinya benar-benar sangat cepat. Bahkan terkadang dalam hitungan hari ukurannya sudah hampir kembali seperti semula sebelum kamu potong. Dengan cara sederhana ini, kamu bisa memiliki stok daun bawang yang selalu segar dan siap petik di dapur [musik] setiap kali ingin memasak. Ini bukan hanya soal menghemat uang belanja bulanan, tapi juga tentang kemudahan mendapatkan bahan masakan berkualitas paling segar tanpa harus melangkah keluar rumah sama sekali. [musik] Ketujuh, kita punya tanaman aromatik yang sangat tangguh dan hampir tidak bisa mati. Jika sudah menyentuh tanah yaitu serai. Tanaman ini adalah salah satu bumbu dapur paling esensial yang memberikan aroma segar pada masakan. Namun hebatnya dia bisa tumbuh seperti rumput liar yang sangat perkasa. Serai tidak membutuhkan perhatian khusus atau pupuk mahal. Dia hanya butuh ruang untuk memperluas rumputnya agar bisa memberikan pasokan batang yang melimpah sepanjang tahun bagi kebutuhan dapurmu. Memiliki rumpun serai di pojok halaman bukan hanya soal bumbu masak, tapi juga tentang estetika dan manfaat tambahan seperti pengusir nyamuk alami. Tanaman ini memiliki struktur akar yang sangat kuat dan mampu bertahan di tanah yang kering sekalipun. Sehingga kamu tidak perlu cemas jika sesekali lupa menyiramnya. Dari satu batang kecil yang kamu tanam hari ini, dalam beberapa bulan saja ia akan berubah menjadi rumpun besar yang padat dan siap untuk dipanen kapan saja kamu membutuhkannya. Rahasia agar serai bisa kamu nikmati berkali-kali tanpa harus menanam ulang terletak pada cara pengambilan batangnya yang benar. Alih-alih membongkar seluruh tanaman, kamu cukup mengambil atau memotong satu atau dua batang di bagian paling pinggir rumpunnya [musik] saja. Pastikan kamu mengambilnya sampai ke bagian pangkal, namun tetap menyisakan pusat rumpun utamanya di dalam tanah agar tanaman tidak mengalami stres yang berlebihan setelah kamu ambil hasilnya. Setelah kamu mengambil beberapa batang tersebut, [musik] tanaman ini secara alami akan langsung mengeluarkan anakan baru dari pusat akarnya untuk mengisi ruang yang kosong tadi. Proses ini membuat rumpun serai kamu justru akan semakin besar [musik] dan padat seiring berjalannya waktu, bukan malah habis. Dengan metode panen yang selektif ini, satu rumpun serai di halaman rumah sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan bumbu masakan satu keluarga besar untuk jangka waktu yang sangat lama. Nomor 8 adalah si harum penyegar hidangan yang sangat dicintai pecinta kuliner Nusantara yaitu kemangi. [musik] Tanaman ini seringkiali dianggap sebagai tanaman semusim yang cepat layu. Padahal dengan sedikit teknik pemanenan yang tepat, kamu bisa mengubahnya menjadi semak hijau yang rimbun dan produktif selama berbulan-bulan. [musik] Kemangi adalah teman terbaik bagi kamu yang suka membuat sambal atau lalapan segar. Karena aromanya yang khas paling enak dinikmati sesaat setelah dipetik langsung dari pohonnya. Menanam kemangi sebenarnya sangat menyenangkan karena respon pertumbuhannya yang sangat cepat terlihat setelah kita memberikan sedikit perhatian. Dia sangat menyukai sinar matahari yang cukup, namun tetap butuh kelembaban tanah yang terjaga agar daunnya tetap lebar dan tidak cepat menguning. Keberadaannya di kebun kecilmu akan memberikan suasana yang menyegarkan. Karena setiap kali tertiup angin atau tersentuh tangan, aroma wanginya akan langsung menyerbak menenangkan pikiran. Rahasia kemangi yang tumbuh rimbun dan berumur panjang justru terletak pada seberapa berani kamu memetiknya secara rutin. Banyak orang membiarkan kemangi hingga mengeluarkan bunga karena dianggap cantik. Padahal itu adalah tanda bahwa tanaman akan segera mengakhiri siklus hidupnya. Jika kamu melihat kuncuk bunga mulai muncul, segera pangkas bagian tersebut agar energi tanaman kembali fokus untuk memproduksi daun-daun baru yang segar dan beraroma kuat daripada membentuk biji. Setiap kali kamu memetik satu pucuk daun, biasanya akan tumbuh dua sampai cabang [musik] baru di bawah bekas petikan tersebut dalam waktu singkat. Semakin sering kamu memanennya untuk dijadikan lalapan, tanaman ini justru akan tumbuh semakin rimbun dan membentuk semak yang padat. [musik] Dengan cara sederhana ini, satu bibit kemangi yang tadinya kecil bisa berubah menjadi sumber penghasil daun wangi yang melimpah dan tidak habis-habis untuk kebutuhan dapurmu setiap hari. Di posisi kesembilan ada seledri yang sering disebut sebagai bumbu penyempurna. Karena aromanya yang bisa membuat masakan sederhana [musik] jadi terasa jauh lebih mewah. Sledri sering dianggap sulit ditanam oleh pemula karena butuh kelembaban yang pas. [musik] Padahal jika sudah menemukan titik nyamannya, tanaman ini sangat loyal memberikan hasil. Kamu tidak perlu punya lahan luas untuk menanamnya. Seledri sangat bahagia hidup di dalam pot kecil yang diletakkan di area teduh, namun tetap mendapatkan cahaya matahari pagi. Memiliki seledri di teras rumah adalah kemewahan kecil yang sangat praktis karena kamu tidak perlu lagi membeli satu ikat besar di pasar hanya untuk taburan satu mangkuk sup. Selain aromanya yang menggoda, seledri juga dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan. Mulai dari menurunkan tekanan darah hingga menjadi sumber antioksidan. Menam seledri sendiri berarti kamu memastikan bahwa bumbu tabur yang kamu konsumsi benar-benar organik, bersih, dan dipanen dalam kondisi paling segar. Teknik panen seledri yang benar adalah kunci utama agar kamu bisa memetik hasilnya berkali-kali tanpa membunuh tanamannya. Alih-alih mencabut seluruh tanaman sampai ke akar, kamu cukup mengambil atau memetik beberapa tangkai daun yang letaknya paling luar atau yang ukurannya sudah paling besar. Bagian pusat atau jantung tanaman yang berada di tengah harus tetap dibiarkan utuh karena dari sanalah tunas-tunas muda akan terus diproduksi secara berkelanjutan. Dengan metode pengambilan daun bertahap ini, tanaman seledri kamu akan terus tumbuh membesar dan memproduksi daun baru [musik] dari bagian tengah untuk menggantikan daun luar yang sudah kamu ambil sebelumnya. Satu pot seledri yang dirawat dengan cara ini bisa bertahan dan awet hingga berbulan-bulan, bahkan mungkin lebih lama dari yang kamu bayangkan. Ini adalah cara paling efisien untuk selalu memiliki stok bumbu dapur segar tanpa harus sering-sering mengeluarkan uang belanja tambahan. Terakhir, kita sampai pada tanaman yang sudah lama menjadi andalan keluarga di Indonesia untuk urusan kesehatan, yaitu [musik] katuk. Tanaman ini bukan hanya sekadar semak hijau biasa, melainkan gudang nutrisi yang sering dijadikan rahasia alami untuk para ibu menyusui karena kemampuannya meningkatkan produksi A, S, I. Menanam katuk di rumah seperti memiliki asuransi gizi yang selalu tersedia di halaman. Karena daya tahannya yang luar biasa kuat dan hampir tidak memerlukan perawatan khusus yang rumit. Bentuknya yang tumbuh tegak ke atas menjadikan katuk sangat cocok dimanfaatkan sebagai pagar hidup yang produktif sekaligus memberikan kesan asri pada hunian kamu. [musik] Kamu tidak perlu khawatir dengan serangan hama atau penyakit yang biasa menyerang tanaman sayur pada umumnya. Karena katuk memiliki mekanisme pertahanan alami yang cukup baik. [musik] Cukup dengan menancapkan batangnya saja ke tanah, tanaman ini akan mulai berakar dan siap memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh anggota keluarga. [musik] Karakteristik katuk sebenarnya mirip dengan kelor. Semakin sering kamu memanennya, maka pertumbuhannya justru akan semakin terangsang untuk menjadi lebih padat. Batangnya yang keras dan kuat memungkinkan kamu untuk memanen daunnya terus-menerus dengan cara dipetik langsung. atau dipangkas bagian ujungnya menggunakan gunting tanaman. Jangan takut untuk memotongnya secara rutin karena katuk akan segera merespons dengan mengeluarkan tunas-tunas baru yang lebih segar dari setiap ketiak batangnya dalam waktu yang relatif singkat. Teknik pemangkasan ini juga sangat berguna untuk menjaga agar tinggi tanaman tetap terjaga dan tidak tumbuh terlalu liar menjulang ke atas sehingga [musik] proses panen berikutnya jadi lebih mudah dilakukan. Dengan siklus petik tumbuh yang terus berulang ini, satu baris tanaman katuk di rumah [musik] sudah lebih dari cukup untuk memastikan kamu tidak akan pernah kekurangan pasokan sayuran hijau yang sehat. Ini benar-benar contoh nyata dari tanaman yang sekali tanam. namun bisa memberi makan kamu dan keluarga seumur hidup. Berkebun itu bukan sekadar soal menanam benih di tanah, tapi tentang bagaimana kita membangun sebuah ekosistem kecil yang mandiri di rumah sendiri. Dengan memilih 10 tanaman yang sudah kita bahas tadi, kamu sebenarnya sedang memutus ketergantungan pada pasar dan mulai mengambil kendali atas apa yang kamu konsumsi setiap hari. Alam sudah menyediakan sistem langganan gratis yang luar biasa lewat tanaman-tanaman ini. [musik] Di mana tugas kita hanyalah memberikan sedikit perhatian berupa air dan sinar matahari yang cukup sebagai imbalannya. Bayangkan betapa tenangnya perasaan kita saat tahu bahwa di halaman rumah selalu ada bahan makanan segar [musik] yang siap petik tanpa harus selalu mengeluarkan uang belanja tambahan. 10 tanaman ini adalah bukti bahwa alam sangat murah perhati jika kita tahu cara merawatnya dengan tepat. Jadi, tidak perlu menunggu punya lahan luas atau alat yang canggih untuk memulai. Cukup pilih satu tanaman yang paling kamu butuhkan. Tanam hari ini dan biarkan dia memberi makan kamu berkali-kali di masa depan. Video ini murni dibuat untuk berbagi inspirasi dan edukasi berkebun. Ya, hasil pertumbuhan tanaman di setiap rumah bisa saja berbeda. Semua tergantung pada jenis tanah, cuaca di tempat tinggalmu, hingga cara perawatan masing-masing. Jadi, pastikan kamu tetap melakukan riset mandiri. Kenali karakteristik lahanmu, dan jangan ragu untuk bereksperimen. [musik] Kalau kamu merasa informasi ini bermanfaat, jangan ragu untuk tekan tombol like dan subscribe ya, supaya kita bisa terus belajar berkebun bareng-bareng. Saya juga penasaran dari 10 tanaman tadi, mana yang sudah ada di halaman rumah kamu atau mana yang menurutmu paling bandel pertumbuhannya. Tulis pengalaman kamu di kolom komentar bawah ya. Siapa tahu tips dari kamu bisa membantu teman-teman lainnya yang baru mau mulai menanam. Yeah.
Resume
Categories