Transcript
kG5OAGtrMMU • SINGAPURA TERPURUK!! WARGANYA Ramai KABUR KE BATAM, RI BANJIR DUIT 7,8 Triliun?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0559_kG5OAGtrMMU.txt
Kind: captions Language: id Good news Indonesia nih. Batam akhirnya jadi pulau Primadona karena sekarang duit dari Singapura dan Malaysia berlomba-lomba buat datang ke Batam. Kok bisa sih? Ada apa gerangannya sehingga kemudian Batam itu menjadi seksi, menjadi menarik di mata warga negara asing. Jadi kalau teman-teman penasaran apa sih yang terjadi di Batam, jangan dikip video ini. Let's check di. Jadi, Teman-teman sudah resmi nih ya di tahun 2025 kemarin itu lebih dari 1 juta wisatawan mancanegara yang datang ke pulau Batam. Spesifik nih. Dan kedatangan Wisman ini didominasi oleh rakyat Singapura. Jadi hampir 60% wisatawan yang datang ke pulau Batam itu orang Singapura. Bahkan berdasarkan data ya, tingkat kunjungan wisatawan asing ke Singapura dibandingkan tahun 2024, di tahun 2025 itu growth-nya udah lebih dari 20%, Guys. Jadi terjadi peningkatan signifikan. Tentu ini ada hubungannya juga dengan pelemahan mata uang Indonesia terhadap dolar Singapura. Dan saking mendominasinya wisatawan Singapura, dalam 1 hari nih, saat weekend bisa lebih dari 10.000 rakyat Singapura berbondong-bondong datang ke Batam. Kok bisa ya Batam tiba-tiba jadi kebanjiran wisatawan Singapura ya? Tentu lu ingat dulu dong flashback Benix ya. Tahun lalu gua pernah bikin video spesifik soal Singapura dan bagaimana itu bisa memperkaya orang Indonesia kalau kita pintar. Kenapa? Karena tahun lalu kita mencatat ada lebih dari 3.000 restoran di Singapura yang bangkrut, tutup. Jadi, lu bayangin ya, banyak pengusaha FnB, Cafe, restoran di Singapura itu bangkrut. Bahkan Michelin Star restoran aja sampai tutup loh. Restoran bintang lima loh. Jadi bukan cuma pengusaha UMKM, pengusaha-pengusaha restoran kecil. kios-kios kecil sampai pengusaha hotel bintang 5 aja tutup. Saking sulitnya berbisnis di Singapura udah biaya makin mahal, UMR makin tinggi, biaya sewa naik terus akibatnya jadi enggak kompetitif jadi pengusaha di sana. Nah, makanya jangan heran kalau PHK massal itu pada akhirnya menghantui Singapura. Nah, lu sudah tahu dong kalau makin banyak orang di PHK di sebuah negara, artinya peredaran duit itu semakin sedikit. Kantong-kantong dompet di Singapura itu bukannya makin tebal, tapi makin tipis. Karena makin sedikit orang yang pegang duit, Bah. Jadi mereka budget buat belanja juga makin berkurang. Akibatnya banyak pengusaha-pengusaha juga yang akan tutup perusahaannya. Kenapa? Karena udah enggak ada customernya. Customernya dikena PHK ngapain lagi bisnis. Dan berdasarkan data di CNN itu terjadi memang PHK besar-besaran di Singapura tembus hampir 20.000 orang loh daftar PHK di bulan November 2025. Dan yang paling banyak adalah orang-orang yang bekerja di sektor teknologi dan properti. Ini data resmi ya, Guys, dari Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura. Bahkan kita mencatat ya, di bulan September inflasi di Singapura itu sudah naik di atas 0,4% dan ini naik terus sampai di bulan Desember 2025 menjadi 1,2%. Karena inflasi terus naik tinggi dan makin banyak orang PHK massal, peredaran duit makin berkurang. Artinya enggak heran kalau makin banyak perusahaan yang menunda ekspansi bisnisnya, menunda merekrut karyawan baru, bahkan sampai menunda kenaikan gaji. Beda dengan Indonesia. Biasanya tiap tahun naik gaji. Tapi di Singapura enggak bisa lagi seperti itu. Bahkan harus potong gaji dan PHK massal. Bukan hanya naik gaji, tapi potong gaji dan PHK massal. Dan ini mayoritas terjadi di perusahaan-perusahaan kecil dan perusahaan-perusahaan kelas menengah. Jadi UMKM kalau di Indonesia. Jadi berdasarkan data di layar kaca, kamu bisa lihat memang sejak awal tahun 2025 sampai akhir tahun 2025 inflasi di Singapura itu udah naik, Guys. Naiknya 100%. Sebelumnya 0,5% sekarang udah 1,2%. Makanya enggak heran barang-barang di Singapura itu makin mahal. Padahal PHK massal ada di mana-mana. Makanya kalau teman-teman lihat ya, lu kalau belanja di Indonesia rata-rata beli beras 5 kilo, itu masih dapatlah duit Rp75.000. Di Malaysia beras yang sama 5 kg itu harganya R1.300 karena mereka impor. Singapura beras yang sama 5 kilo, harganya Rp116.000. Nah, artinya enggak heran kalau banyak orang Singapura ke Indonesia buat beli beras dan belanja yang lain kayak ayam nih. Di Indonesia ayam satu ekor itu rata-rata Rp36.000. Di Malaysia itu 64.000 dua kali Indonesia. Tapi di Singapura itu sampai 7 kali lipat lebih mahal. Begitupun yang lain untuk minyak goreng nih, minyak goreng 2 liter di Indonesia sekitar Rp50.000 lah. Begitupun Malaysia karena kita berdua kan penghasilan sawit nih. Tapi di Singapura harganya 50% lebih mahal. Untuk minyak 2 lit mereka harus bayar R2.600 pun. Untuk telur Indonesia harganya cuman Rp33.500 nih buat telur Omega yang 10 butir. Malaysia 111. Tapi Singapura harganya hampir dua kali lipat karena di Singapura harganya sudah lebih dari Rp56.000 R000 untuk beli telur 10 butir doang. Jadi enggak usah heran akan makin banyak orang-orang dari Singapura yang datang ke Batam. Bukan buat jalan-jalan loh, bukan buat wisata, tapi buat belanja bulanan. Karena kalau mereka pakai duit yang sama, belanja di supermarket Singapura, harganya tak terbeli, tak terjangkau. Keranjangnya kosong. Tapi kalau mereka pergi ke Indonesia atau ke Johor Bahru di Malaysia, keranjang belanja mereka penuh. Tapi dari situ teman-teman bisa lihat juga ya bahwa belanja sembakau di Singapura itu mahal banget dan di Malaysia itu murah banget dan ujung-ujungnya pasti lebih seks lah apalagi lebih dekat jaraknya Singapura ke Johor Bahru. Jadi jangan heran kalau banyak memang orang Singapura yang pergi ke Malaysia juga buat belanja sembako. Jadi menurut data per Januari sampai Juni 2025 ada 10 juta turis Singapura yang datang ke Johor Malaysia. Nah, lu tahu enggak sih total populasi rakyat Singapura tuh cuma 6 juta orang, Guys. Tapi bisa ada 10 juta turis Singapura yang datang ke Johor. Artinya ya memang ada sangat banyak loh rakyat Singapura yang datang ke Johor. Dan dihitung rata-rata setiap rakyat Singapura yang datang ke Johor, mereka itu spending 3,9 juta sekali belanja setiap bulan. Mereka beli perlengkapan rumah tangga, mereka beli susu, mereka beli sabun, detergen, makanan, pokoknya rata-rata belanja sekitar RM1.000 R000 Malaysia lah atau sekitar 300 Singapura. Kalau barang yang sama mereka belanja di Singapura, mereka bisa spending di atas 420 atau setara 5,5 juta. Jadi kalau bisa lebih hemat 20 30% kenapa enggak cuma tinggal nyebrang kok ke Johor jalan darat. Nah, pertanyaannya kenapa ya ada banyak warga Singapura yang ke Malaysia? Yang pertama sih sudah jelas ya, karena harga bahan pokok belanja salon makanan di Malaysia jauh lebih murah. Yang kedua, biaya layanan kesehatan, pemeriksaan medis, bahkan operasi kecantikan juga jauh lebih murah. Dan syukurnya, Malaysia juga memiliki destinasi wisata seperti resor, taman bermain, lapangan golf, waterbom yang enggak kalah menarik dari Singapura. Dan yang terakhir dan yang paling menarik adalah karena Singapura sangat dekat dengan Johor Bahru. Cuma 30 menit jaraknya antara Singapura dengan Johor Bahru. Lu tinggal naik bus, bayar tiket Rp100.000, lu langsung nyampai ke Malaysia. Nah, Guys, ini sebetulnya opportunity yang menarik, Guys. Kenapa? Karena udah ada datanya nih. Orang Singapura rata-rata spending sekitar Rp3,9 juta rupiah setiap bulan setiap mereka datang ke Malaysia. Lalu bayangkan ya kalau seandainya kita bisa tarik lebih banyak wisatawan yang datang ke Indonesia dari Singapura. Kenapa? Karena udah ada datanya bahwa satu orang Singapura itu spending 3,9 juta loh sekali datang ke Malaysia. Nah, datanya kan dalam 6 bulan ada 10 juta orang Singapura datang ke Malaysia. Berarti dalam 1 tahun itu ada 20 juta, Guys. Lu bayangkan kalau Indonesia bisa ambil 10%-nya aja deh. Enggak usah muluk-muluk. 10% dari orang Singapura yang pergi ke Johor Bahru. Artinya ada 2 juta wisatawan yang kita bisa tarik. Nah, kalau 2 juta wisatawan itu bisa datang ke Indonesia dan satu orang wisatawan itu menghabiskan Rp3,9 juta di Batam, artinya peredaran duit yang bisa didapat adalah R2 juta * Rp3,9 juta. Rp2 juta turis di* Rp3,9 juta itu setara dengan R7,8 triliun. Jadi bayangkan peredaran duitnya itu bisa 7,8 triliun setiap tahun. Kalau kita hitung dalam 5 tahun itu udah setara 39 triliun, Guys. Gede loh. Dan itu cuman 10%-nya loh. Bayangkan kalau kita bisa tarik 20%. Kalau kita bisa tarik 20% berarti Indonesia bisa dapat duit hampir 16 triliun setiap tahunnya. Nah, lu bayangin APBD-nya Batam aja itu cuma 4 triliun. Tapi kalau dia bisa tarik sampai 20% dia bisa dapat 16 triliun. Artinya Batam bisa ketimpa duit empat kali lebih banyak dibanding yang semestinya. Nah, jadi permasalahan gini. Kenapa sebetulnya Indonesia enggak bisa maju-maju di Batam? Maju, maju, Pak, 20%. Oke, sebenarnya bisa maju 2.000%, Guys. Kecil kalau cuma 20%, tapi 2.000% dong. Gimana caranya? Simpel. Orang-orang Singapura ke Johor Baru, Malaysia karena harga tiketnya lebih murah. Belanja udah jelas 111 lah sama Indonesia. Harga juga tadi udah gua kasih kan harga minyak goreng, harga Pepsoden, harga deterjen. Itu juga 1112 sama Malaysia. Cuman kenapa banyak orang Singapura pergi ke Johor Bahru Malaysia? Karena ya tiket busnya murah cuma sekitar Rp50.000 sampai Rp100.000 lah tiket busnya. Nah, ini yang jadi challenge. Kenapa? Karena kalau lu cek tiket dari Singapura ke Batam itu bisa Rp500.000 sekali jalan. Jadi enggak usah heran kalau Indonesia itu cuma bisa men-download menarik 1 jutaan wisatawan Singapura. Tapi Malaysia bisa men-download 20 juta wisatawan dari Singapura. Kenapa? Ya, karena ongkosnya lebih murah. Nah, ini yang harusnya dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Apa? Pemerintah harus berani nih mensubsidi tiket feri pulang pergi dari Singapura ke Batam. Subsidi berapa sih? Ya, kalau subsidi 50% berarti bayarinlah Rp250.000. pulangnya bayar sendiri penuh atau bahkan menurut gua lebih berani sih subsidi aja 100% Rp500.000 R.000 loh kali 2 juta wisatawan. Misalkan kita mau tarik 2 juta wisatawan itu cuma subsidinya setara 1 triliun setiap tahun tapi kita bisa dapat 7,8 triliun. Worth it enggak? Menurut gua worth it. Kenapa enggak? Lu enggak tahu ya selama ini mereka juga lakukan hal yang sama terhadap kita. Loh, kalau orang Indonesia nih pergi dari Indonesia ke Singapura, lu tahu bayar tiketnya berapa? Rp900.000. Lu cek nih, kalau lu berangkat hari ini ke Singapura, lu bayar Rp900.000. Tapi di hari yang sama kalau lu berangkat dari Singapura ke Indonesia, lu bayar R2 juta, dua kali lipat lebih mahal. Kenapa bisa begitu? Ya udah jelas. Karena good news, guys, ada kabar spesial buat kalian semua karena sekolah Sambenix season 9 akan segera dimulai kembali. Dan tema kali ini sangat menarik khususnya buat teman-teman investor pemula di IASG yang masih belum tahu gimana sih saham-saham yang bagus, gimana sih cara melakukan perhitungan analisis laporan keuangan secara fundamental. Ini saat yang baik untuk mendaftarkan diri kalian. sekarang juga. Karena di sini kita bakal belajar gimana cara menilai suatu saham, cara menilai suatu emiten [musik] baik dari segi bisnisnya maupun dari segi catatan keuangannya sampai menghubungkan itu semua dengan analisis ekonomi makro. Dan yang bikin lebih seru lagi di tema kali ini kita bakal bahas proyek danantara. Gila nih duitnya triliunan, Guys. Dan kita bakal bahas ini dengan lebih detail lagi di sekolah Sambenix season 9. Dan buat kamu yang masih bingung gimana sih caranya profit di ISG, kenapa sih penting untuk menjadi investor saham, lu bisa pakai kalkulator investasinya Benix yang ada di www.skolasambenix.com. Di situ lu bisa tentukan target investasimu berapa. Lu pengin jadi miliarder di usia berapa, lu pengin jadi triliuner di tahun ke berapa. Dan dari sana lu bisa hitung gimana caranya bisa mendulang profit dari cuan di IG. So, buat kamu yang belum bergabung di season sebelumnya, ini adalah kesempatan langka karena sekarang harganya diskon jadi R jutaan saja alias diskon 25% guys. Ingat ya, ini diskon 25% [musik] hanya untuk 25 pendaftar pertama. Jadi tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga melalui nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. 0811868959 atau bisa juga kunjungi [musik] website sekolahsambenix di www.sambenix.com. Yuk, Guys, segera daftaran dirimu sekarang juga sampai ketemu ya di Sekolah Sambenix Season 9 yang akan segera dimulai di tanggal 7 Maret 2026. Oke, guys. Segera daftarkan dirimu sekarang juga sampai ketemu, ya. Kenapa bisa begitu? Ya, udah jelas karena disubsidi sama pemerintah Singapura supaya apa? Kita mah makin banyak orang-orang Indonesia spending money ke Singapura, belanja, ngidup di hotel, berjudi, makan-makan supaya makin kaya raya orang Singapura. mereka enggak apa-apa kita subsidi aja tiket pesawatnya, tapi nanti mereka pulang bayar mahal, simpel. Jadi dibikin semua lebih simpel dan murah. Afternya murah, airport-nya murah supaya apa ya? Jauh lebih banyak lagi orang Indonesia yang senang berbelanja dan datang ke Singapura. Masa kita bego banget, enggak ngerti-ngerti. Bingung gua menteri kita kerjanya apa. Ya, lu lihat Malaysia pun lakukan strategi yang sama. Kalau lu hari ini pergi ke Malaysia, lu bayar R1,3 juta, Guys. Ke Kuala Lumpur dari Jakarta. Tapi dari Kuala Lumpur ke Indonesia bayar berapa? 2,6. Ini kan pintar sih Malaysia ini sama Singapura pintar banget. Mereka ngerti gimana cara men-download duit orang Indonesia. Pas kita ke sana dikasih tiket diskon 50% subsidi, tapi pas pulang bayar mahal, full. Nah, kita bisa lakukan yang sama. Harusnya pemerintah Indonesia sudah tahu ya, banyak orang Australia senang ke Bali, banyak orang Malaysia senang ke Bandung. Banyak orang India senang ke Indonesia subsidi mereka identifikasi mana turis-turis yang spending power-nya paling banyak. Perdatang turis Singapura berani bayar 2.000. Turis dari Jerman sekali datang 3.000o. Subsidi sama mereka. Yang disubsidi siapa? Garuda Indonesia. Enggak apa-apa Garuda Indonesia makin tambah banyak duitnya. That's ok. BUMN punya kita juga tapi dampak ekonominya signifikan. Kalau kita nambah R juta, 2 juta, 10 juta turis asing yang spending money di Indonesia, perputaran duit di Indonesia makin besar. Devisa negara kita juga makin kuat. Nah, pertanyaannya kalau Malaysia aja punya otak, tidak goblok. Singapura juga punya otak, mereka berani mensubsidi maskapai biar makin banyak orang-orang datang ke sana, termasuk Thailand dan Vietnam. Kok Indonesia masih goblok ya? Malah orang mau datang dikenain duit yang mahal. Kenapa enggak kita subsidi juga? Makanya lu gak usah heran ya, negara seperti Malaysia itu bisa mengundang 38 juta loh wisatawan asing. Indonesia itu cuman 13 juta wisatawan asing. Sedih enggak? Sedih banget menurut gua. Sedih banget asli. Malaysia bisa men-download lebih dari dua kali lipat wisatawan asing yang datang ke Indonesia. Nah, memang banyak PR yang harus diperbaiki. Contohnya SDM kita itu banyak yang masih kacau. Bukan cuma orang imigrasi, orang Bea Cukai. Banyak juga nih orang kena copet. Kemarin tuh warga negara Singapura mau belanja di Batam malah kena copet. Rugi hilang duitnya 32.000 padahal duitnya buat belanja bulanan dia. Lalu ada turis India dirampok di Batam saat liburan ke Batam. Ini kan lagi-lagi ya betul-betul menyedihkan. Kenapa? Karena kita sebetulnya sangat membutuhkan devisa. Kita butuh duit itu datang ke Indonesia tapi malah ditakut-takutin. Tapi malah dipalak. Tapi malah dibikin mahal biaya wisata ke Indonesia. Kenapa kita enggak bisa kayak mereka sih? Agak pintar dikit apa? Kita enggak butuh lu punya otak sampai 1,4 kg. Enggak usah. Tapi juga jangan tol-tolol amat kayak siendo 5 ons. Cuma 5 ons otaknya. Minimal pejabat Indonesia adalah 800 gr otaknya. Please deh enggak usah stunting-stanting banget lu jadi menteri lu. Beg. Terus gimana dong jadinya Indonesia nih? Menurut lu gimana, Guys? Apa pemerintah kita sudah siap nih buat mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan asing ya ke Indonesia supaya makin banyak duit yang masuk ke Indonesia, dolar yang datang ke Indonesia? Jadi kita perlu lebih banyak wisatawan berkunjung dan berbelanja di Indonesia. Ya bukan cuma ke Batam aja sih, Guys. Tapi juga ke seluruh pulau yang ada di Indonesia. Kita perlu sih. Tapi kira-kira solusi apa sih yang bakal dilakukan pemerintah kita ya buat men-download duit-duit triliunan rupiah loh dari warga Singapura? Masa lu rela duit 50 triliun pergi ke Malaysia instead of ke Indonesia? Mumpung rupiah kita sedang meleman nih. Harusnya kita bisa memanfaatkan momentum seksi ini yang artinya jauh lebih murah bagi orang Malaysia dan Singapura buat belanja di Indonesia. Harusnya kita permudah mereka buat mereka buang duit di sini. Jadi dari sini lu bisa lihat ya sebetulnya bahwa pelemahan rupiah itu kalau bagi banyak orang yang kemakan propaganda ya hal yang buruk. Tapi sebetulnya enggak. Kalau dilakukan secara terstruktur dan Indonesia pengin menjadi negara berbasis ekspor, salah satu contoh bentuk ekspor jasa adalah pariwisata karena mendatangkan devisa. Jadi melemahnya rupiah mungkin bikin banyak orang takut yang hobinya makan barang impor. Hobi lu makan apa? Tempe goreng, tahu, kacang kendelai, bakmie. itu barang impor semua nih. Tapi enggak semuanya panik ketika rupiah melemah. Ada yang senang karena ternyata buat rakyat Batam melemahnya rupiah ternyata ada dampak positifnya lu buat mereka yang tinggal di Pulau Batam. So, gimana nih menurut kamu, Guys? Apa sih yang bisa dilakukan pemerintah ya biar Indonesia bisa lebih maju lagi pariwisatanya? Gua greget banget sih karena ya gua salah satu orang yang lama berbisnis di bidang pariwisata dan sebetulnya masih banyak potensi pariwisata kita yang bisa diperbaiki supaya kita bisa mencapai GDP 8% dari sektor jasa. Jasa apa? Jasa pariwisata. Kamu ada ide enggak kira-kira gimana sih biar kita bisa memanfaatkan momentum pelemahan rupiah ini supaya makin kaya lagi Indonesia? Seperti yang gua bilang, Indonesia bakal tambah kaya raya begitu rupiahnya semakin lemah dan kita harus bisa memanfaatkan itu. Lu ada ide enggak? Gimana caranya supaya kita bisa download duit dolar lebih banyak lagi. Yuk, segera sharing pandangan kalian di kolom komentar di bawah ini. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat. Salam cuan. Bye bye. [musik]