Membedah Filosofi Keuangan Raditya Dika: Pensiun di Usia Muda
IdUrasMK_M4 • 2026-02-06
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Siapa sih yang gak kenal sama Raditi Tiadika? Salah satu public figure yang karirnya seolah gak ada matinya. Pernah bikin buku, tulisannya juga bestseller. Film-film yang dia bikin juga box office ya, banyak yang sukses. Dan juga dia terkenal sebagai komedian papan atas di Indonesia. Tapi menurut gue, keberadaan Radit ini di industri adalah sebuah anomali. Kenapa? karena dia bisa tetap relevan dan konsisten sukses selama belasan tahun tanpa perlu bikin sensasi atau drama yang aneh-aneh dan juga nge-flexing hartanya yang mungkin nilainya juga udah mm-an ya sekarang. Tapi bukan itu ya yang mau gue bedah hari ini. Ada satu hal yang jauh lebih menarik dari podcast terakhirnya Timothy Ronald ya bareng sama Radit yaitu tentang filosofi keuangannya. Ternyata Radit itu punya filosofi keuangan yang bisa gue bilang cukup berbeda dari kebanyakan orang sukses atau investor sukses yang kita lihat di internet. Tapi dengan filosofi itu dia udah selesai ngumpulin dana pensiunnya sejak 2019. Artinya kalau detik ini juga dia mutusin buat berhenti kerja total, dia udah bisa hidup tenang sampai tua tanpa takut miskin. Pertanyaannya, kok bisa? Apa sih sebenarnya rahasia dan filosofi keuangan yang dia pegang selama ini? So, welcome to Psychology of Finance by 1%. Hari ini kita bakal bahas Raditia dika. Enjoy. Welcome to psychology of finance. Fondasi paling dasar dari kekayaan Radit sebenarnya simpel, yaitu kerja keras. Semua pendapatan yang dia punya itu berasal dari karya nyata yang dia hasilkan. Buktinya apa? Dia pernah nulis buku dan film. Sampai hari ini Radit udah nulis sekitar 11 buku. Dari salah satu artikel yang pernah gue baca juga di bukunya aja diperkirakan pernah tembus R00 juta per tahun. Itu data waktu tahun 2018 ya. Waktu itu bukunya baru delan dan sekarang kemungkinan besar angkanya bisa jadi jauh lebih gede. Dan inilah passif income yang ngalir terus ke Radit selama bukunya masih dicetak. Dominasi karya Radit juga enggak cuma berhenti di situ aja. Dia ngikutin perkembangan zaman dengan ngerambah ke film, YouTube, endorsement sampai ke panggung stand up komedi. Jadi mau di medium apapun intinya semua uang itu datang dari satu sumber yang sama yaitu karya yang dia bikin. Nah, pertanyaannya kok bisa sih dia tuh seproduktif itu orangnya dan ternyata jawabannya ada di kebiasaan yang udah ditanam orang tuanya sejak kecil yaitu enggak boleh diam. Buat Radit kalau dia diam dia itu ngerasa rugi saking mendarah dagingnya kebiasaan ini. Dia tuh bahkan susah buat benar-benar nikmatin waktu santainya sendiri. Kalau liburan pun pulang-pulangnya otaknya pasti udah bawa project baru, ide baru. Jadi gak ada tuh kata mager dalam kamus dia kalau urusan berkarya. Selain itu dia juga enggak cuma kerja keras bikin karya doang ya. Dia juga kerja cerdas sebagai storyteller. Dia terus explore cara-cara baru buat nyampein karyanya ke audiens biar tetap relevan. Dan hasilnya karya yang dia bikin itu benar-benar menghibur dan juga bermanfaat buat banyak orang. Jadi secara gak langsung fokus dia itu bukan cuma ngejar duitnya, tapi fokus bikin karya yang semakin bagus setiap tahunnya. Nah, inilah yang disebut sebagai value creation. Kita menciptakan value buat orang dan orang memberikan value kembali ke kita dalam bentuk uang. Ketika value yang dikasih itu kualitasnya oke banget, ya, uang juga pasti bakal ngikutin dengan sendirinya. Dan mentalitas ini kontras banget sama orang-orang yang pengin kaya lewat jalur leaching value atau mengambil keuntungan dari kerugian orang lain. Apa itu leaching value? Simpelnya ini adalah cara kaya dengan menyedot duit orang lain tanpa ngasih manfaat yang baik. Prinsipnya ya gue untung, lu buntung. Supaya lo untung, gua harus bikin orang lain rugi. Enggak ada tuh ceritanya sama-sama menang. Contohnya kayak judi online, goreng saham. Orang-orang kayak gini mungkin kelihatan cepat kaya ya di usia muda, tapi kekayanya itu cenderung rapuh. Kenapa? Karena ya mereka enggak menciptakan value apa-apa. Mereka cuma mindahin duit dari kantong korban ke kantongnya sendiri. kekayaan mereka bakal lenyap seketika ketika orang sadar dan diusut sama pihak yang berwajib. Dan di 1% sendiri kita menentang keras ya cara-cara leaching ini. Kita percaya kalau kita mau ngejar kekayaan itu prinsipnya simpel. Selama usaha lo itu works dan enggak ngerugin orang lain kayak yang dilakuin Radit, ya udah lanjutin aja dan nikmatin hidup lo dengan tenang. Intinya sih jadilah kaya karena lo memberi value bukan karena lo menjadi benal. Menariknya Radit itu walaupun duitnya mungkin udah miliaran ya karena kerja kerasnya tadi, dia itu enggak terjebak sama yang namanya status simbol alias barang-barang mewah. Kalau kita lihat penampilannya ya, ke mana-mana dia itu cuma pakai kaos polos sama celana pendek atau mungkin hoodie sama topinya dia gitu. Bahkan di podcast ini dia cerita kalau celana yang dia pakai itu umurnya udah 8 tahun lebih. Padahal dengan uang miliaran tadi, dia bisa aja tuh beli baju branded ya, yang baru dari atas sampai bawah buat pamer. Tapi ya Radit memilih buat enggak pamer. Nah, keputusan Adit buat enggak beli barang mewah cuma demi gengsi inilah ciri utama dari gaya hidup minimalism atau frugal living. Tapi jangan salah kaprah, frugal itu bukan berarti pelit. Orang pelit itu enggak mau keluar duit sama sekali, bahkan buat kebutuhan yang paling penting. Sedangkan orang frugal itu cerdas berhitung. Dia cuma mau keluar uang buat hal yang menurut dia ada value-nya. Misal contoh ya, di liburan keluarga, si Radit ini rela bayar mahal banget buat stayation atau liburan panjang yang nyaman sama keluarganya. Kenapa? Karena ya buat dia experience atau memori bareng keluarga itu nilainya jauh lebih tinggi, jauh lebih berharga daripada tas mewah ya. Mungkin value-nya juga 5 bulan udah bosan lagi gitu. Di beberapa podcast juga dia sering bilang ya kalau fokus utama keuangannya sekarang emang buat beli memori bareng keluarga. Yang kedua game. Radit juga enggak ragu ya buat beli item seharga R5 juta dari game. Kenapa ya? Karena as simple as dia menikmati karyanya, dia menghargai pembuatnya dan juga itu yang bikin dia happy. Radit juga nemuin keseimbangan yang pas ya. Dia berani kejam ngilangin pengeluaran buat hal yang enggak penting kayak baju mahal supaya dia punya budget lebih buat boros di hal-hal yang bikin dia happy kayak game atau liburan bareng keluarga. Kenapa sih filosofi kayak gini itu menarik? Karena ini ngebuktiinnya kalau hemat enggak harus selalu menderita. Definisi ini sebenarnya berkorelasi juga sama gaya hidup minimalisme. Di mana di podcast ini Radit itu ngejelasin kalau minimalis itu bukan berarti seberapa dikit barang yang lu punya, tapi lebih ke kita hanya punya atau spend ke hal-hal yang emang bernilai buat kita. Jadi, uang hasil kerja kerasnya itu enggak habis cuma buat numpuk barang di lemari, tapi beneran kepakai buat beli kebahagiaan. Inilah esensi sebenarnya dari punya banyak uang. lo punya kebebasan penuh buat nentuin apa yang berharga di hidup lo tanpa peduli standar orang lain. Oke, guys. Sebelum lanjut, gua mau ngasih tahu info buat lu yang lagi ngerasa bingung, ngerasa stuck sama hidup akhir-akhir ini. Entah itu soal karir, pendidikan, hubungan, keluarga, pernikahan, atau hal-hal personal lainnya, sekarang 1% tuh nyediain psikotes premium. Di dalam Psikotes Premium ada berbagai pilihan tes yang dirancang buat ngebantu lo lebih paham siapa sih diri lo sebenarnya supaya lu bisa ngambil keputusan hidup lu dengan lebih baik. Psikotes ini tuh ngegabungin berbagai jenis tes psikologi profesional. Jadi, setiap lu beli, lu bakal dapat beberapa psikotes disatuin reportnya jadi puluhan halaman untuk hasil yang akurat dan personal. Lu bisa baca puluhan halaman ini. Dan yang paling keren, kalau lu enggak ngerti atau lu ada pertanyaan, lu bisa dapat insight lanjutan lewat konsultasi bareng expert dari 1% langsung berdasarkan hasil tes lu. Langsung aja kunjungi 1.bio/psicotespremium buat info lebih lanjut. Nah, jago ngumpulin uang dan berhemat itu enggak akan bikin lo bisa mencapai kebebasan finansial kalau lo enggak bisa muterin duitnya. Jadi, kunci penting kenapa Radit bisa pensiun dini adalah investasi. Dan di sinilah letak kontroversinya. Radit itu punya strategi yang cukup ekstrem, yaitu all in 100% saham. Dan ini di beberapa podcast yang dia sampaiin, dia itu all in ya 100% itu di saham. Mungkin ini kedengaran gila atau nekat ya bagi kebanyakan orang. Tapi prinsip Radit itu sebenarnya simpel. Personal finance harus bisa semasuk akal mungkin buat lo. Radit percaya investasi itu masalah kenyamanan dan seberapa ngerti kita sama instrumennya. Dan kenapa 100% itu harus saham? Belajar dari dosennya, dia itu percaya kalau untuk keuangan jangka panjang investasi itu harus bisa berlipat ganda ngalahin inflasi. Jadi karena pensiun sifatnya adalah tujuan keuangan jakan panjang, dia menganggap saham adalah instrumen yang paling pas untuk mencapai target angka yang udah dia hitung. mengumpulkan 25 kali pengeluaran tahunan dia. Radit sejauh ini juga bilang ya kalau seumur hidupnya dia paling banyak main di saham Indonesia. Kenapa? Jawabannya balik lagi karena kenyamanan. Dia merasa nyaman ngebiarin uang hasil kerjanya itu masuk ke pasar yang dia pahami. Soalnya kalau dia enggak paham ya waktunya bakal kesita juga ya buat ngitungin risiko investasinya dan akhirnya pendapatannya juga enggak bisa meningkat. Tapi jangan salah sangka ya mentang-mentang 100% saham bukan berarti dia enggak punya pengaman atau jaring pengaman ya. Untuk tujuan lain, posnya tuh beda lagi. Dia punya dana darurat yang dia taruh ya di RdPU dan deposito aman dan liquid. Yang kedua, dana beli mobil kalau mau ganti mobil itu dia ngambil dari RDPT reaksadana pendapatan tetap. Masalahnya sekarang adalah kenapa sebagian orang menganggap all in 100% saham atau dana pensiun itu terlalu beresiko. Yang pertama adalah faktor usia dan volatilitas. Saham itu instrumen yang high risk. Harganya itu naik turun drastis dalam waktu singkat. Kalau lo masih muda, mungkin lo bisa lihat ya portofolio lo itu minus 30% karena loya waktu 20 tahun buat nunggu dia balik lagi. Tapi gimana kalau lo udah tua? Ada teori investasi klasik yang bilang makin tua umur lo, harusnya porsi saham itu dikurangin dan diganti ke yang lebih stabil kayak obligasi. Cara ngitung persentasen ini juga simpel ya. 100 kurangi umur lo. Jadi kalau umur lo 40 tahun harusnya uang yang diinvestasiin ke saham itu cuma 60% aja. Teori ini juga dikenal dengan 100 minus age rule. Kenapa sih ini tuh jadi penting? Coba lu bayingin aja ya, lu udah pensiun, enggak punya gaji, terus tiba-tiba krisis ekonomi dan duit pensiun lu hilang di saham karena nilainya juga ikut turun. Lu enggak punya waktu ya buat nungguin pasar pulih. Ujung-ujungnya hidup lo malah jadi enggak tenang di masa tua. Sedangkan kalau lo investasi ke beberapa instrumen lainnya kayak obligasi misalnya, lo masih punya pegangan passif income yang datang rutin setiap bulan. Masalah kedua yaitu beda konteks pasar. Memang ada teori yang pro ya untuk investasi hampir seluruhnya 100% di saham kayak yang dicatus sama Warren Buffet ya di teori ini. 10% dia invest di obligasi pemerintah dan 90% lainnya itu invest di saham SP 500 yang isinya perusahaan teknologi raksasa kayak Apple, Microsoft, Amazon dan seterusnya. Masalahnya SNP itu pasar Amerika yang emang udah kuat dari sananya dan juga pertumbuhannya juga emang besar. Sedangkan kalau teori ini diterapkan di IHSG atau pasar Indonesia yang isinya didominasi perbankan atau komoditas misalnya kayak batu bara, sawit, minyak, hasilnya mungkin bakal jauh beda. Kenapa? Karena saham komoditas itu sifatnya musiman ngikutin pasar dunia. Jadi misalnya kalau harga batu bara lagi turun, ya sahamnya juga ikutan turun. Kalau saham Bank-bank raksasa kayak BCA dan BRI itu emang bagus karena stabil, cuma biasanya jarang harganya itu bisa tiba-tiba naik 200% ya dalam 1 bulan kayak saham perusahaan teknologi. Jadi kalau lo nabung dana pensiun pas usia 40 tahun dengan persentase 90% IHSG pertumbukannya bisa jadi sangat lambat. Tapi sebenarnya di luar dari apakah strategi ini works atau enggak di Indo, sebenarnya udah banyak juga ya orang yang ngekritik kalau strategi Buffet ini udah agak jadul dan beresiko buat kondisi sekarang. di mana pasar kayak SNP udah dianggap over value alias kemahalan. Belum lagi kalau ada bubble ekonomi yang tiba-tiba pecah ya bisa aja value-nya turun banget. Well, ya kita juga enggak pernah tahu ya bakal naik atau turunnya. Pembagian saham radi juga kita enggak pernah tahu spesifiknya kayak gimana. Dan dia juga kagak nyebut ya di podcastnya Timoti sebenarnya tuh detailnya kayak gimana. Tapi dalam beberapa tahun terakhir dia mulai explore ke saham luar negeri tapi enggak nyebutin spesifiknya itu gimana. Cuma poin pentingnya adalah kalau lo telan strategi ini mentah-mentah tanpa punya fondasi kekayaan sekuat Radit, bisa jadi resikonya terlalu besar buat kondisi lu. At the end of the day, dari Raditi Tiadika, kita bisa belajar ya pola pikir yang solid dan sebenarnya itu bisa ditiru asalkan kita mau berusaha dan juga belajar. Pertama, cari duitnya lewat kerja keras ya. value creation. Mimpi yang tinggi harus diimbangi juga sama usaha yang tinggi. Kedua, masalah hemat duit juga oke ya lewat frugal living dan juga minimalisme. Jangan biarkan gengsi makan gaji lo secara perlahan. Yang ketiga, kembangin duitnya pakai strategi investasi yang nyaman dan masuk akal buat lo. Jadi, lu harus ngerti dulu nih instrumennya, asetnya sebelum lo decide buat ngasih uang lu di sana. Lu gak harus kayak dulu buat ngelakuin ini. Lu cuma butuh keberanian buat jadi beda dari kebanyakan orang yang terjebak pamer atau VOMO sama orang-orang di sekitarnya. Kalau lo ngerasa video ini bermanfaat, lo bisa share ke teman lo yang mungkin lagi struggle juga ya buat ngatur duit. Siapa tahu filosofi ini juga bisa ngebantu mereka. Atau lo juga bisa sampain di kolom komentar ya kalau lo punya pendapat lain atau perspektif lain tentang filosofi yang udah dilakuin sama Radit Yadika. Dan juga kalau lu suka pembahasan yang serupa ya kita juga pernah bikin video-video tentang psychology of finance lainnya. Lu bisa langsung klik aja nih di layar yang sebelah kiri atau sebelah kanan. Silakan bisa dipilih sesuai dengan minat lo suka yang mana. That's all for today. Gue Danang dari 1%. Jangan lupa bahagia dan jangan lupa hidup seutuhnya. Thanks.
Resume
Categories