LK Q3 2025 ADRO | Pertaruhan Energi Hijau: Menganalisis Laporan Keuangan di Tengah Transisi
Gaw8tGNY9lw • 2025-11-03
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Hari ini kita akan coba bongkar laporan
keuangan terbaru dari salah satu raksasa
energi di Indonesia, Ada Ro Energi atau
yang biasa kita kenal dengan kode saham
ADRO. Dan ternyata ada banyak sekali
cerita menarik di balik angka-angkanya.
Jadi Adaro ini lagi mempertaruhkan masa
depannya pada sebuah transformasi hijau
yang super masif. Tapi laporan keuangan
mereka yang terakhir justru kan
memunculkan satu pertanyaan yang sangat
krusial.
Oke, petunjuk pertama. Dan ini wow cukup
bikin kaget laba bersih mereka untuk
kuartal ini anjlok lebih dari 30%.
Petunjuk kedua ada di arus kas
operasional. Ini ibaratnya aliran darah
bagi perusahaan ya. Angkanya em
hampir 75% kalau dihitung dari awal
tahun. Dan petunjuk terakhir yang
mungkin paling dramatis dari semuanya,
kontribusi dari perusahaan-perusahaan
patungan mereka bisa dibilang hampir
lenyap, terjun bebas 93%.
Nah, ini dia agenda pembahasan kita.
Mari kita telusuri misteri keuangan ini
satu persatu untuk mencari tahu apa sih
yang sebenarnya lagi terjadi di tubuh
ADAR.
Oke, pertama-tama mari kita lihat dulu
harganya. Seberapa mahal sih ongkos yang
harus dibayar ADRU untuk ambisinya
beralih dari bisnis batubara.
Nah, di sinilah letak ceritanya jadi
sangat menarik bahkan bisa dibilang
kontradiktif. Di saat pendapatan dan
laba lagi turun, ada ERO justru tancap
gas berinvestasi besar-besaran. Dan
bukan cuma itu, mereka juga menambah
utang untuk membialai semua proyek masa
depannya. Tapi pertanyaan selanjutnya,
apakah kondisi sulit ini cuma dialami
Adro? Nah, biar adil kita coba
sandingkan mereka langsung dengan salah
satu kompetitornya yaitu KKGI. Datanya
jelas banget Ken. Keduanya sama-sama
lagi berjuang keras tapi cara mereka
meresponsnya itu beda 180 derajat. Adero
yang badannya jauh lebih besar kelihatan
lebih tangguh. Sementara KKGI, wah ini
udah masuk mode bertahan hidup yang
super ekstrem. Dan ini dia yang
menggambarkan filosofi mereka yang
sangat kontras. Bisa dibilang Adera itu
lagi main menyerang, sementara KKGI
fokus bertahan total. Beda banget
strateginya.
Sekarang kita coba intip dapurnya Adero.
Para analis sering banget loh pakai
analogi keluarga buat menjelaskan
anak-anak perusahaannya. Katanya ada
anak baik yang rajin menghasilkan uang,
tapi ada juga anak nakal yang kerjanya
justru menguras kas. Si anak baik di
keluarga ini udah pasti ADMR, unit jasa
pertambangannya.
Bayangin deh, sendirian saja dia
menyumbang lebih dari separuh total
keuntungan seluruh grup Adrasa.
Terus ada Kak AI ini proyek aluminium
yang digadang-gadang jadi masa depan
cerah keluarga ini. KI inilah jagoan
utama dalam narasi transformasi hijau AD
ERO. Tapi inilah kenyataan pahitnya
untuk saat ini. KAI justru berperan
sebagai si anak nakal yang terus-menerus
bakar duit dan mencatatkan kerugian yang
enggak sedikit.
Oke, sekarang kita geser sedikit dari
anak perusahaan yang dimiliki penuh.
Kita lihat usaha patungannya Adero. Ini
adalah bisnis di mana Adero bekerja sama
dengan mitra lain dan seharusnya jadi
sumber pendapatan yang stabil, kan? Tapi
ceritanya sekarang berubah total. Coba
deh lihat angka ini. Ini adalah gambaran
keruntuhan kontribusi laba dari
usaha-usaha patungan tersebut. Anjloknya
sampai 93,35%.
Hampir total. Jadi siapa biang keroknya?
Ternyata inilah dia pembangkit listrik
Bima Sena Power Indonesia atau BPI. Dulu
ini jadi mesin uang loh, tapi sekarang
justru berbalik jadi rugi besar terutama
karena tertekan oleh biaya keuangan yang
membengkak. Dan seolah-olah masalah
internalnya belum cukup. Ade RO juga
harus menghadapi pertarungan serius dari
luar. Ada gugatan sengketa lahan yang
mengintai dengan potensi kewajiban
pembayaran yang nilainya fantastis Rp3
triliun.
3 triliun itu setara dengan sekitar 180
juta dolar. Memang Adios sempat menang
di pengadilan tingkat pertama, tapi
kasus ini sekarang masuk tahap banding.
Artinya apa? Artinya pedang resiko
finansial sebesar ini masih menggantung
di atas kepala perusahaan. Jadi setelah
kita melihat semua bukti yang ada, kita
kembali lagi ke pertanyaan awal kita.
Dan di sinilah dilema besarnya. Dengan
data yang sama, kita bisa membaca dua
cerita yang sangat berbeda. Di satu
sisi, kalau Anda optimis, Anda akan
melihat Adoro sebagai perusahaan
visioner yang berani berinvestasi besar
untuk masa depan. Tapi di sisi lain,
kalau Anda pesimis, Adoro bisa terlihat
seperti raksasa tua yang sedang berjudi
besar dan berisiko terperosok ke lubang
hitam finansial. Jawabannya pada
akhirnya akan bergantung pada sebuah
pertarungan melawan waktu. Mempukah
proyek-proyek hijau baru yang mahal ini
mulai menghasilkan kas sebelum mesin
uang lamannya yaitu bisnis batu bara
benar-benar kehabisan napas.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:04:42 UTC
Categories
Manage