BRMS Q3 2025 Financial Statements: Escape the 15% Gold Export Tax? Uncover Domestic Sales and Res...
ZBW_s5hGYco • 2025-11-21
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Kali ini kita bakal bedah salah satu
emiten tambang mineral di Indonesia,
BRMS. Ada satu teka-tek ini yang lagi
ramai banget dibicarain para investor
dan kita akan coba pecahkan sama-sama.
Oke, langsung aja ke intinya. Ada isu
soal potensi pajak ekspor emas
besarannya 15%. Nah, pertanyaan besarnya
BRMS kena enggak ya? Nah, ini dia angka
keramatnya 3.200
per ons. Kalau harga emas dunia sampai
16 angka ini, wacana pajak dari
pemerintah itu bisa beneran jalan. Wah,
ini bisa jadi pukulan telak buat para
eksporter. Oke, sebelum kita bisa jawab
soal risiko pajak tadi, kita harus
kenalan dulu sama BRMS. Intinya dari
mana sih duit mereka datang? Penting
banget nih buat dicatat. BRMS ini bukan
pemain batu bara ya. Mereka fokusnya
murni di mineral. Portofolionya itu
isinya emas, perak, tembaga, dan
kawan-kawannya.
Lihat deh tabel ini. Aset tambang mereka
itu tersebar di mana-mana, dari Sumatera
sampai Gorontalo. Tapi coba perhatikan
kolom cadangannya. Angka-angka ini
ngasih petunjuk penting banget soal di
mana harta karun utama BRMS sebenarnya.
Nah, ini dia diagram ini benar-benar
memperjelas semuanya. Lihat Gorontalo
itu porsinya 66%. Gila kan? Lebih dari
2/3 total cadangan mineral perusahaan
itu numpuk di satu lokasi aja. Oke. Jadi
kita tahu mereka punya harta karun di
dalam tanah. Tapi habis itu gimana?
Proses dari biji mentah sampai jadi emas
batangan yang kinclong itu ternyata
enggak sesimpel yang kita kira loh. Nah,
ada satu istilah kunci yang harus kita
pahami. Dore buion. Anggap aja ini kayak
adonan kuenya. Jadi ini tuh emas yang
masih setengah jadi, masih kecampur sama
perak dan mineral lain, belum murni.
Jadi alur kerjanya BRMS itu begini.
Pertama mereka gali bijinya dari
tambang. Kedua, biji itu diolah jadi
dore bullyon tadi. Ketiga, nah ini dia
dorenya itu enggak mereka murnikan
sendiri. Mereka kirim ke mitra lokal.
Contohnya PT Singba Jaya Utama. Terakhir
mitra inilah yang memanggang adonan tadi
jadi emas dan perak murni. Baru deh
dijual.
Oke, sekarang kita masuk ke bagian yang
paling krusial dari penelusuran kita.
Pertanyaannya, setelah emasnya jadi,
dijualnya ke mana sih? Coba lihat dulu
grafiknya. Penjualan mereka meroket.
Dalam setahun naik hampir 70% dari 108
juta ke 183 juta. Doi kan gede banget.
Pertanyaannya siapa yang borongem
mereka? Dan ini dia jawabannya. Lihat
tabel top pelanggan mereka. Ada harta
dinata, Simba Jaya Utama dan lainnya.
Tapi coba dia fokus ke kolom paling
kanan, kolom lokasi. Jelas banget kan?
Datanya dari laporan keuangan mereka
sendiri. Jadi enggak bisa dibantah. Jadi
kesimpulannya apa? 100% ya 100%
penjualan mereka itu domestik. Menurut
data mereka sendiri semua emas dan perak
itu dijual ke perusahaan-perusahaan di
Indonesia. Wah, kalau gitu aman dong.
Enggak ada ekspor ya berarti enggak kena
pajak ekspor. Selesai masalahnya. E,
tunggu dulu. Ternyata ceritanya enggak
sesimpel itu. Ada satu kutipan penting
nih. Bisnisnya terikat pada rantai
global meskipun penjualannya lokal.
Artinya apa? Walaupun pembelinya dari
dalam negeri, harga jualnya itu ngikutin
harga dunia. Nah, ini perbandingannya
biar lebih jelas. Di satu sisi
penjualannya memang lokal. Transaksinya
terjadi di Indonesia. Tapi di sisi lain
harga jualnya itu patokannya harga emas
internasional, harga LBMA. Jadi BRMS
tetap kecipratan untung kalau harga emas
dunia naik meskipun mereka enggak ekspor
langsung. Nah, di sinilah latak risiko
tersembunyinya. Gini, kalau pajak ekspor
itu diberlakukan yang kenakan eksportir
langsung. Bisa jadi beberapa pelanggan
besar BRMS kayak Antam atau Harta diata
adalah eksportirnya itu. Nah, buat jaga
keuntungan mereka bisa aja kan mereka
menekan BRMS buat kasih diskon. Jadinya
pajak itu kayak netes ke bawah dan
ujung-ujungnya margin BRMS juga yang
kena. Jadi, ini membawa kita ke
pertanyaan terakhir yang lebih dalam.
Buat BRMS, apakah status penjualan
domestik itu beneran jaminan aman? Di
pasar yang semuanya saling terhubung
secara global, menjual ke pembeli lokal
mungkin enggak seampangkuh perisai baja
seperti yang dibayangkan banyak orang.
Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:04:35 UTC
Categories
Manage