Resume
DPZ3YhvVT_8 • Bagaimana Peternakan Ayam Petelur Ini Menghasilkan 3jt Telur Perbulan Dengan Omzet 3 MILIAR
Updated: 2026-02-13 13:26:40 UTC

Berikut adalah rangkuman komprehensif dan terstruktur dari konten video tersebut:

Kisah Sukses Peternak Muda: Mengelola 110 Ribu Ayam Petelur dan Filosofi Bisnis Iqbal Naresta

Inti Sari (Executive Summary)

Video ini mengisahkan perjalanan Iqbal Naresta, seorang sarjana Ilmu Komunikasi berusia 26 tahun yang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan dan mengembangkan usaha peternakan ayam petelur keluarganya, PAM, di Ciamis. Dengan mengelola lebih dari 110.000 ekor ayam dan memproduksi lebih dari 4 ton telur per hari, Iqbal membagikan rincian operasional bisnis, tantangan berat yang dihadapi saat pandemi, serta filosofi hidup dan kunci sukses yang ia pegang teguh dalam berwirausaha.


Poin-Poin Kunci (Key Takeaways)

  • Transisi Karir: Iqbal Naresta, lulusan Ilmu Komunikasi, awalnya tidak merencanakan menjadi peternak namun jatuh cinta pada industri ini saat mulai membantu orang tuanya di semester keenam kuliah.
  • Skala Bisnis: Peternakan PAM kini mengelola sekitar 110.000 ekor ayam (terdiri dari ayam produksi dan DOC/Pulet) dengan hasil produksi lebih dari 4 ton telur per hari dan tingkat produksi di atas 80%.
  • Manajemen SDM: Iqbal mempekerjakan sekitar 90 karyawan dan menerapkan prinsip kepemimpinan di mana pemimpin harus memahami dulu seluk-beluk pekerjaan sebelum mengevaluasi bawahan.
  • Tantangan Ekstrem: Usaha ini pernah mengalami masa suram pasca-COVID/PPKM di mana harga jual telur anjlok ke Rp13.000 per kg, jauh di bawah HPP (Harga Pokok Produksi) yang mencapai Rp19.000 per kg, disertai kenaikan harga pakan akibat kekeringan.
  • Filosofi Sukses: Kunci sukses berwirausaha menurut Iqbal adalah komitmen penuh (tidak setengah hati), ketekunan, kejujuran, konsistensi, serta terus belajar dari siapa saja. Ia juga menekankan pentingnya berbuat baik dan tidak menyakiti orang lain.

Rincian Materi (Detailed Breakdown)

1. Profil dan Latar Belakang Pengusaha

  • Identitas: Iqbal Naresta (26 tahun), berasal dari Dusun Cigebot, Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.
  • Pendidikan: Lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi.
  • Awal Mula: Awalnya tidak memiliki rencana menjadi peternak atau pengusaha. Ia mulai membantu orang tuanya saat tahun ketiga atau semester enam kuliah. Lama-kelamaan ia merasa nyaman dan akhirnya resmi melanjutkan usaha tersebut.
  • Nama Usaha: PAM (Perusahaan Ayam Petelur).

2. Operasional dan Skala Produksi

  • Populasi Ayam:
    • Ayam Petelur Produksi: Sekitar 100.000 ekor.
    • DOC (Day Old Chick) & Pulet (ayam remaja yang belum bertelur): Sekitar 10.000 ekor.
    • Total: Sekitar 110.000 ekor.
  • Produksi Telur: Menghasilkan lebih dari 4 ton telur setiap hari dengan tingkat produksi (rate) di atas 80%.
  • Siklus Ayam:
    • Fase pertumbuhan (DOC): 0 hari hingga 18 minggu.
    • Mulai bertelur: Usia 18–20 minggu (sekitar 5 bulan).
    • Periode produksi: 120 minggu atau sekitar 2 tahun.
  • Infrastruktur: Saat ini memiliki sekitar 50 kandang. Setiap kandang menampung 2.000 hingga 3.000 ekor ayam. Model kandang masih tradisional (kayu, atap asbes, dan sangkar baterai dari bambu).
  • Pemasaran: Menggunakan pihak kedua (agen/pengepul) agar Iqbal bisa lebih fokus pada pemeliharaan dan manajemen kandang.

3. Pertumbuhan Bisnis dan Manajemen Karyawan

  • Perkembangan: Bisnis tumbuh secara bertahap dari jumlah yang sedikit, terus bertambah setiap tahunnya (1 tahun, 2 tahun, 3 tahun), meskipun sempat terdampak pandemi.
  • Tenaga Kerja: Mempekerjakan sekitar 90 orang.
  • Filosofi Manajemen: Seorang pemimpin harus bisa melakukan pekerjaan yang dikerjakan anak buahnya. Dengan memahami proses dari awal hingga pemasaran, seseorang bisa mengevaluasi karyawan dengan tepat dan adil.

4. Tantangan dan Hambatan Usaha

  • Dampak Pandemi (Pasca-COVID/PPKM):
    • Permintaan pasar menurun drastis sehingga telur menumpuk.
    • Harga jual anjlok hingga Rp13.000 per kg (pernah ada yang jual Rp12.000, namun terendah Iqbal adalah Rp13.000).
    • Biaya produksi (HPP) saat itu sekitar Rp19.000 per kg (meskipun bisa ditekan menjadi Rp16.000–Rp17.000).
    • Kondisi ini berlangsung lama, lebih dari 6 bulan bahkan mendekati 1 tahun.
  • Biaya Pakan: Kekeringan menyebabkan kelangkaan bahan baku pakan, yang berujung pada kenaikan harga pakan yang signifikan.

5. Filosofi Hidup dan Pesan untuk Generasi Muda

  • Resiko dan Komitmen: Berbisnis makhluk hidup memiliki resiko tinggi, sehingga tidak boleh dilakukan secara coba-coba atau setengah hati. Jika memutuskan untuk terjun, harus dilakukan secara full dan benar-benar.
  • Prinsip Moral:
    • Jangan pernah menyakiti siapapun, karena doa dari orang yang tersakiti dapat mempersulit kehidupan di masa depan.
    • Selalu berbuat baik kepada sesama manusia, bukan hanya kepada keluarga.
  • Kunci Sukses Usaha: Jangan setengah-setengah. Harus full, tekun, rajin, jujur, dan konsisten.
  • Pentingnya Belajar: Kunci utamanya adalah belajar, belajar, dan belajar. Ilmu itu tidak berat untuk dibawa. Sumber ilmu tidak harus dari guru formal, tapi bisa dari siapa saja.

Kesimpulan & Pesan Penutup

Iqbal Naresta menutup sesi dengan memperkenalkan diri dari perusahaan PAM. Ia berharap video ini dapat memberikan inspirasi dan menambah wawasan bagi anak-anak muda untuk berani naik kelas dalam kehidupan mereka masing-masing. Pesan terakhirnya adalah ajakan untuk terus belajar dan menemukan versi "naik kelas" bagi setiap individu.

Prev Next