Slow Living Ala Peternak Kambing & Domba
6tPx0d16ndI • 2025-05-24
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Kita jual duit enggak banyak. Setahun
paling kalau saya rata-rata 40 ekor lah
setahun. 40 ekor itu sebenarnya kalau
saya enggak punya penghasilan nyali nih
dengan 40 ekor itu udah cukup. Udah
cukup untuk hidup saya setahun hanya
dengan 40 ekor itu. Nah, makanya saya
sempat bercanda sama istri, "Bu, Ibu
bisa PD lah walaupun cuman menjual domba
40 ekor setahun punya penghasilan
setingkat Kadis atau camatlah di Kota
Tasi kata saya gitu kan." Karena emang
benar, Pak, kalau jual bibit F2 doorper
itu 3 sampai 6 bulan itu kita di angka 6
juta aja minimal sudah masuk dipotong
operasional ini itu sudah masuk.
Taruhlah penghasilan saya cuman yang 40
ekor itu tadi ya. Kalau itu berarti kan
perkiraan 240 juta ya setahun itu. Kalau
kita potong operasional selama setahun
Rp0 juta berarti kan ada R10 juta ya R
juta lah per bulan insyaallah lah cukup
untuk hidup di Kota Tasik cukuplah
insyaallah mudah-mudahan ada anak kelima
kita gitu kan ya. Alhamdulillah lah.
Alhamdulillah udah aman tuh dengan 40
ekor itu sebenarnya.
[Musik]
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan
nama saya Pando Rahayu. Saya saat ini
usia 35 menjelang 36. Saat ini saya
bergerak usaha di bidang peternakan
khususnya peternakan noma dorper dan
kambing prah. Untuk petanakan doma ini
sudah saya geluti dari sekitar tahun
2004 itu ketika saya akhir SMP menjelang
masuk SMA. Dulu emang awalnya
beternaknya itu kita fokusnya di kambing
perah etawa dari satu jantan enam
betina. Karena memang dulu kebetulan
saya penderita asma nih. Nah, penderita
asma. Jadi kalau asma itu kan butuh yang
namanya susu kambing katanya gitu. Kalau
mahal masih bisa dibeli tapi kalau
enggak ada susah. Makanya jadi fokus di
situ. Nah, kita inisiatif melihara
Kambing Perahitawa. Dulu sistemnya
enggak enggak pakai karyawan ya. Jadi
sistemnya bagi hasil gitu. Ada di sini
saudara yang mau sampai itu 6 ekor tuh
bertahan bertahan sampai 2010 selama 6
tahun. Karena apa? Karena emang kita
kapasitas kandang seperti itu. Jadi
pokoknya setiap ada anakan pokoknya kita
fokus jual anakannya aja dijual. Ya,
mungkin kita hasil jualnya kita tabungin
lah. Cuman mulai 2010 akhir karena
kebutuhan saya untuk penelitian. Nah,
mulai 2010 itu kan sudah mulai banyak
kita mulainya 30 ekor karena emang harus
punya penghasilan ya job entrepreneur
katanya. Ya udah kita fokus di 30 ekor
itu. Jadi ada dua. Jadi, jadi saya
fokusnya di susu sama di kontes. Wah,
kontes kita kita juara sampai 2019 kita
juara terus. Bahkan di 2016 kita sampai
tiga kali dapat penghargaan dari
Presiden. E 2016 tuh mulai bulan
Agustus, Oktober sama November. Jadi
kalau Agustus yang jadi juaranya itu
adalah kambingnya. Bulan Oktober yang
jadi juara itu kandangnya. Peternakan
ramah lingkungan. Jadi kan tidak bau
katanya gitu kan. Tidak membuat bising
tidak apa katanya gitu. Jadi
alhamdulillah kita masuk. Nah November
olahannya. Tapi sebenarnya 2014 itu kita
sudah mulai nih menjajal usaha baru di
bidang dagingnya. dalam bentuk kurban
dan akikah. Kalau dari 2014 ke sana kan
fokusnya kalau ada yang kurban ya yang
ada di kandang aja gitu kan. Nah, tapi
2014 kita sudah mulai nih fokus mulai
belanja ke pasar buat penyediaan akikah
itu ya penghasilan masih normal lah.
Penghasilan masih normal masih cukup.
Karena prinsip saya peternakan itu
walaupun kecil ya walaupun kecil tapi
dia bisa panjang dan tahan lama gitu
kan. Kalau kita nambahin populasi
akomodasi bakal menambah gitu kan
seperti operasional. operasional tuh
bakal benar-benar nambah gitu kan. Nah,
jadi kita fokus di di segitu-gitu aja
lah di 30 ekor. Pernah kita banyak
sampai ratusan ekor pernah 2010 sampai
2014 tuh populasi itu nambah terus
nambah benar-benar nambah sampai bikin
kanang sampai kita kanang tuh sampai
berapa titik tapi dikelola sendiri
walaupun dengan karyawan dulu karyawan
sampai 6 atau delan lah gitu kan. Nah,
ternyata kewalahan. Kewalahannya bukan
di apa. Jadi kan ketika kan karyawan
banyak tuh. Ketika karyawan ada yang
izin cuti, ketika karyawan ada yang
sakit atau enggak ada karyawan yang
habis lebaran enggak pulang lagi. Pas
lebarannya yang pulang ke sini cuma dua
orang. Wah, kasihan. Nah, makanya di
situ saya punya metode namanya dulu ada
fermentasi katanya ya. Fermentasi 2014
itu. Nah, dari situ ternyata mulai
kandang itu mulai enggak bau, mulai
ramah lingungan di situ. Bisa
terbuktilah sok sama di sinilah gitu.
Kalau nanti ada tamu-tamu ke sini
walaupun kita sungguhkan dengan kanang
yang seadanya, mereka insyaallah tidak
akan terganggu. Jadi gini sama kayak
kita. Kita kan sering apa minum
probiotik tuh kayak yakur kayak apa kan
biar pencernaannya bagus tuh. Nah, sama
ternak juga gitu. Jadi mereka itu kita
kasih probiotik. Nah, dengan harapan
bakteri baiknya yang dalam rumen mereka
itu bagus. Jadi, jadi bisa mencerna mak
dengan bagus. Nah, jadi kotoran yang
dikeluarkan rum mereka itu benar-benar
pure hampas, pure kotoran. Nah, yang
bikin bau itu protein yang tidak
tercerna. Jadi membusuk. Nah, itu yang
menimbulkan bau itu di situ. Kalau ada
mencret nih, oh kenapa nih? Kita kan
mencret misalkan karena kelebihan
protein. Nah, kita kurangin protein dari
dia. Jadi di situ bukan disulap gitu,
bukan. Terus gini, ada sanitasi
pembuangan. Nah, kita bikinya sepi buat
khusus buat urin. Jadi, jangan sampai si
Kohe sama si urin itu nyampur selama
berhari-hari. Jadi, usahakan si urin itu
dia ngalilir terus. Nah, kita bikin sepi
tank khusus buat air kencing dia, urin
dia gitu. Jadi si kohennya kering. Itu
sih yang kita lakukan itu gitu kan.
Alhamdulillah berhasil terbuktilah sok
karga aman ginilah kan ada kandang yang
tiap kali dibersihkan tuh kita mungkin
semu berapa kali yang penting kan enggak
bau kita bersihkan itu bukan karena bau
cuma karena menumpuk aja gitu kan.
Nah 2020 ada domba domba baru nih
booming namanya domba dorver. Kebetulan
yang memelihara pertama itu ketua HPDKI
pusat. Nah, kebetulan saya main ke
kanangnya dulu kan saya fokusnya gendoma
itu kan kayaknya tebal sama bulu gitu
kan ya. Dengan harga yang sama lebih
banyak kambing dagingnya gitu. Makanya
saya perhati kambing. Nah, gara-gara si
domba itu ternyata dengan usia 6 bulan 7
bulan bobotnya itu udah bagus. Nah, udah
saya tertarik nih si Dorper ini mainlah
saya di domba dorper itu main. Saya
awalnya ke teman saya itu beli domba
Garut yang bunting dengan dorper. Jadi
ang nanti F1 awalnya itu lahiran
lahiran. Nah, cuman saya konsep gini
mungkin ada rezekilah dari Allah yang
dikasih kayak gitu tring gitu kayak
yureka gitu kan. Wah, Dorper itu kan
identiknya kan kepala hitam ya badannya
putih disebutnya black head disebutnya
gitu. Berarti kalau nanti disilangkan
dengan Garut yang anaknya black
istilahnya gitu kan berarti itu bagus.
Itu prinsip saya. Walaupun secara
matematika, secara logika dorper dengan
Garut itu sama dengan F1. Tapi kan
F1-nya F1 seperti apa? Itu saya
peluangnya di situ. Jadi saya fokus
ngumpulin anakan-anakan F1 yang black
head. Ternyata itu susah dari 100 ekor
anak paling yang black-nya itu 15 sampai
20 ekor. Itu pun ada yang jantannya.
Nah, kenapa saya fokus di F1? F1 itu
jadi gini kan kalau mau mencetak F2 jadi
F2 itu lebih tinggi lagi derajatnya.
Jadi si pulban baru, si jantan baru
kawin dengan F1 sama F2. Nah, saya
mikirnya gini. Kalau F1-nya asal-asalan,
anaknya juga nanti wah bakal asal-asalan
prinsipnya gitu, mikirnya gitu. Kalau
yang lain enggak. Kalau yang lain asal
dia anaknya anak Dorfer, kawinin aja.
Emang benar secara matematika F2. Cuman
kan gini kan ada yang mirip Bapak, ada
yang mirip Ibu. Kalau kita sembarangan
ngawinin kasarnya gitu ya, nanti gin
ibunya terus aja kuat sampai ke dia F10
juga gitu kasarnya gitu. Nah, cuma kalau
kita sudah pilah-pilah dari awal nih,
dari awal orang-orang tuh mikir, kok
ternyata dari anakan F2 dari kita bagus,
terkenal di Asalam Dorpernya malah mahal
katanya seri app-nya mahal. Ya karena
memang kita benar-benar diseleksi,
benar-benar seleksi, benar-benar enggak
asal-asalan lah. Dulu mah banyak F2, F2
yang benar. F2 benar secara matematika
kata saya tadi benar, cuman ya hasilnya
F2 kok masih mirip lokal katanya F2
gitu. Nah, dari situ ini kan kat saya
dari 100 paling cuman 15 atau 20 ekor.
Itu pun kalau semua betina. Tapi kalau
yang jantan saya jual buat saya
mengedukasi ke peternak-peternak yang
baru nih yang domba. Kalau kamu mau
targetnya daging bukan bibit nih udah
jantannya satu aja kata saya gitu. Halah
gitu saya tertarik domba 2020 itu
mulailah saya di domba door ini sampai
sekarang. Karena apa? Jadi si domba itu
bisa dipakai kurban sama akikah tuh di
usia 6 bulan. Kalau kami 1 tahun. Nah,
kan kalau sapi 2 tahun tuh ee unta 4
tahun. Kalau itu kan enggak mungkin
melayar unta di sini kan. Nah, sapi kita
pernah juga menyarah sapi cuman aduh
kayak kayak jebol terus nih beda sama
kambing. Nah, kalau kambing itu tadi
lama setahun. Nah, makanya sayaah domba
ternyata domba itu cukup 6 bulan 6 bulan
plus 1 hari lah gitu kan bisa dipakai
kurban atau akikah dengan bobot yang
sama dengan usia yang lokal yang 1 tahun
2 tahun. Si F1 Dorper ini dia bisa
bobbotnya itu di usia 6 bulan itu bisa
di antara 25 sampai 35. Bahkan ada yang
36 6 bulan itu walaupun posturnya kecil
pendek ya, tapi kalau ditimbang itu
masuk resek gitu. Wah, mantap. Nah,
cuman ya itu yang saya jadikan pedaging
itu akikah kurban itu yang apirannya
istilahnya apkiran lah kata saya
bilangnya gitu. Kalau yang bagus kita
jual bibit ya. Kita enggak enggak banyak
kita jual bibit enggak banyak setahun
paling kalau saya rata-rata 40 ekor lah
setahun.
40 ekor itu sebenarnya kalau saya enggak
punya lagi yang lain penghasilan yang
lain nih dengan 40 ekor itu sudah cukup
udah cukup untuk hidup saya setahun
hanya dengan 40 ekor itu. Nah, makanya
saya sempat bercanda sama istri, "Bu,
Ibu bisa PD lah walaupun cuman menjual
domba 40 ekor setahun kat gitu, tapi
bisalah gitu punya penghasilan setingkat
Kadis atau camatlah di Kota Tasi kata
saya gitu kan bercandanya gitu." Karena
emang benar, Pak, kalau jual bibit F2
doorper itu 3 sampai 6 bulan itu kita di
angka 6 juta aja minimal sudah masuk
dipotong operasional ini itu sudah
masuk. Jadi kita setor cuman setornya ke
istri enggak tiap bulan jadi per tahun
lah udah kita kalkulasikan selama
setahun aja udah. Alhamdulillah. Nah,
jadi enggak ribet. Kita enggak mikir
pengin nambahin kadang, nambahin
populasi karena segar juga udah
cukuplah. Walaupun ada pride harganya
mungkin ada waktu batasnya ya. Cuma
sampai saat ini saya sudah dari 2021
berarti dari 2021 alhamdulillah sudah
aman tuh dengan 40 ekor itu sebenarnya
kalau saya dipotong operasional taruhlah
penghasilan saya cuman yang 40 ekor itu
tadi ya. tanpa akikah, tanpa kurban,
tanpa susu, tanpa anakan kambing. Kalau
itu berarti kan perkiraan 240 juta ya
setahun itu. Kalau kita potong
operasional selama setahun Rp0 juta
berarti kan ada R0 juta ya R juta lah
per bulan insyaallah lah cukup untuk
hidup di Kota Tasik cukuplah insyaallah
mudah-mudahan dengan anak kelima kita
gitu kan ya. Alhamdulillah lah. Saya
punya prinsip gini, usia 32 tahun saya
harus bisa bebas finansial. Tapi bebas
finansialnya bukan berarti pengin beli
ini ada duitnya pengin beli itu. Bukan.
Bebas finansial versi saya nih. Misal
gini untuk kebutuhan keluarga sudah
enggak perlu mikir. Aman beras kosong
isi lagi listrik. Buat listrik aman.
Buat lebaran aman, anak-anak sekolah
aman, uang saku aman, uang belanja aman.
Jadi kasarnya 32 tahun tuh alhamdulillah
gitu kan. Domba lah udahlah katanya sini
santah enggak usah banyak-banyak cuma
kita mainnya benar-benar main di
kelasnya gitu kalau doma lokalan ya
kalau dilihat ya heeh grnya ya tetap
susah gini kalau saya menap begini
dengan waktu yang sama dengan pakan
harga pakan yang sama tapi kita tidak
bisa membandingkan gitu ini kita ngambil
momennya aja nih mumpung si dorper ini
masih bagus kita ngambil momennya aja
gitu alhamdulillah kalau di sini kalau
saya sih usah saya tahuah kita kawin nah
dia kalau saya gini Nih saya 2 tahun
tiga kali ya berarti sampai usia 5 tahun
itu berarti en en kali lahiran nih. Nah,
kita 5 tahun ya kita jual antara jual
bunting usia 5 tahun nih antara jual
bunting kalau enggak itu ya kita potong
dan masih enak si dombo itu masih enak
karena gini kita pernah beli udah agak
lumayan lah walaupun dia di usia 4 tahun
5 tahun ya maksudnya kita potong
dagingnya masih enak masih amanlah gitu
kan enam kali beranak dengan rata-rata
kan kalau domba itu kan sat du ya antara
1 du jadi rata-rata kalau kita ngambil
kalau misalkan 6 kali itu 12 kita
ngambil 3/4-nya aja berarti bisa del lah
bisa del bisa delan anak R juta rata
kalau yang F2 api kalau yang kalau yang
P blat kalau yang Pbland kan sekarang
masih di antara 30 35 harganya itu R30
juta. Tapi ada juga yang teman-teman
yang ngejual di angka 25 angka tapi
kalau itu anak sendiri R juta itu udah
gede itu karena kan operasionalnya sama
waktunya sama tapi dengan nilainya yang
beda ya udah hasilnya juga beda. Kalau
doma biasa itu kalau untuk dagingnya itu
ya R2 juta 2,5 lah Rp3 juta lah paling
bagus itu hampir dua kali lipat tapi
dengan usia yang jauh beda. Kalau doma
biasa itu R juta Rp3 juta tuh bisa 1
tahun 2 tahun. Ini saya ini ini saya
saya paling ngju 6 bulan maksimal 9
bulan lah. Enggak pernah ada yang
setahun. Alhamdulillah laku terus gitu
kan. Nanti kita lihatlah contohnya gitu.
Alhamdulillah. Jadi kita fokus ngurus si
induknya itu setahun. Berarti si anaknya
itu kita kasih makannya cuma 4 bulan
karena selama 2 bulannya itu dia sama
ibunya. Heeh. Nyusul sama makan paling
makan yang punya ibunya gitu kan. Nah,
pure pure dia kasih makan sama kita usia
2 bulan ke atas, 4 bulan lebih lah. Jadi
maksimal 5 bulan. Jadi kalau kita
ngitung per hari makan dia 5.000 misal
itu ya, kalau kita ngurus maksimal 6
bulan, berarti kan usia dia 8 bulan tuh
6 bulan. 6 bulan berarti berarti 30 hari
ya 150 * 6 berarti cuma R900.000 modal
dia sebenarnya gitu. Makanya dorper itu
mumpung masih bagus nih peluangnya nih
main dorper.
[Tepuk tangan]
Makanya saya mah dari kambing tuh
benar-benar segalanya. Saya mah enggak
pernah enggak pernah dapat penghasilan
dari tempat lain. Bahkan saya nikah aja
mas kawinnya kambing juara. Cuma kan dua
saya dulu sepasang ya sama istri saya.
Jadi enggak dijual lagi dia dipakai
akikah buat anak.
Bahkan gini alhamdulillah gini dengan
kambing itu saya bisa ada madrasah ada
yayasan TK gitu kan. TK bahkan masjid
nih, masjid yang di komplek sini si
masjidnya itu gara-gara kami.
Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat
madrasah yang kita bangun. DTA ya kita
bentuknya DTA. Mudah-mudahan bermanfaat.
Gini perisunya gini. Bisnis itu bukan
soal omset atau aset yang banyak atau
omset yang banyak ya. Tapi repeat order
kata saya. Saya pikirnya gitu. Repeat
order bukan produksi, bukan masalah
produksi yang banyak gitu kan, tapi
repeat order lah. Jadi repeat order itu
gini, walaupun kita punya 40 tapi
ordernya terus-terusan tahun ya maksimal
tiap tahun lah gitu kan. Jadi kita
tenang juga enggak dikejar-kejar
produksi. Minimal gini, karyawan enggak
terlalu banyak gitu kan. Terus
operasional kandang kandang enggak perlu
ekspansi ke mana-mana gitu kan. Ya udah
cukup segini dengan rumah dekat gitu
kan, dengan keluarga dekat ya ngejar
apa? Karena kan kata guru saya gini,
laki-laki itu punya empat kebahagiaan
katanya gitu. Yang pertama ketika dia
mempunyai rumah yang lapang katanya.
Yang kedua punya kendaraan yang nyaman
baik itu motor atau mobil kalau zaman
sekarang mungkin ya. Yang ketiga, istri
yang salehah beserta
keturunan-keturunannya gitu kan. Berarti
anak yang salehah. Yang keempat tetangga
yang baik. Alhamdulillah kita di sini
dengan di lingkungan yang baik. Istri
anak yang alhamdulillah gitu kan. Rumah
juga heeh lapang gitu kan. Bukan asal
rumah tapi lapang juga gitu kan.
kendaraan ya bukan asal rada empat asal
rada dua tapi nyaman gitu kan. Nah
kayaknya itu yang membuat saya ngerasa
ya udahlah gitu kan cukup gitu. Jadi ya
itu ngajar apa gitu kan. Nah, jadi
apalagi sebagai umat muslim kan kita
tanah suci alhamdulillah pernah gitu kan
walaupun penginlah nanti sama anak-anak
kan sama orang tua misalkan nanti pengin
tapi yang penting yang wajibnya aja dulu
lah gitu tah yang wajibnya dulu kita
sudah sudah terlaksana jadi apa ya ini
sama istri alhamdulillah ya mungkin
karena istri saya yang salehah itu
mungkin kalau istri yang lain ya tuh ya
lumayan ya 40 juga udah segini apalagi
50 atau 80 tapi istri saya alhamdulillah
ngerti gitu gitu kan yang ngajar apa
yang penting mah kita bareng-bareng aja
terus mungkin itu ya yang bikin itu ya
kan ya jadi benar bikin bahagia itu
kalau istri sel itu bikin bahagia benar
jadi ngerasa cukup kita enggak
dikejar-kejar apapun ya kita ya gitu
bertahannya ya karena mungkin kita
enggak muluk-muluk enggak pengin ngejar
mungkin kalau saya ada nafsu nih dapat
penghasilan gede misalkan nih ah udah
bikin kanang lege yang gede-gede ya
mungkin itu yang jadi bom waktu di situ
karena kita saving lah saing lamun
kasarnya kan kita penghasilan kita save
gitu kan apa-apa kita amannya mungkin di
situ. Karena prinsipnya ya itu daripada
gini saya mirisnya gini banyak
teman-teman saya ya bikin kandang baru
tuh sampai kapasitas 3.000 ekor jangan
kan yang gitu yang ratusan ekor aja kita
harus menciptakan dulu pasarnya apanya
gitu kan kalau saya kan saya nyiptain
pasarnya kan dari 2004 tuh walaupun dulu
saya susu kita minum sendiri kadang kita
bagi-bagiin ke tetangga setelah laku ya
alhamdulillah setelah tahu itu. Nah,
makanya yang yang bikin alhamdulillah
itu ya mungkin yang bikin bertanya di
situlah kita enggak ngoyo pengin jadi
semakin besar enggak apa-apa mungkin di
situlah kita ngerasa cukup aja gitu ya
kita merawat ternak kita dengan baik lah
gitu menjaga kesehatannya menjaga
kebersihan lingkungannya gitu kan terus
promosilah intinya lah promosi dengan
kualitas yang bagus gitu kan asalam itu
bukan peternakan besar enggak kita
enggak gede. Cuma kebetulan kita yang
pertama untuk masa crossdor ini. Jadi
udah banyak nih yang repeat order, yang
order satu du ekor banyak juga yang
lebih gede dari kita banyak. Cuma
alhamdulillah ya asal tuh ya mungkin
asal yang disangka gede mungkin sama
orang itu karena gitu kan mereka
mikirnya gini mungkin di saya aja yang
black head misalkan gitu ya ada 10 tapi
kan yang kecilnya yang enggak black
headnya banyak mungkin mereka gini kalau
di Asalam ada 100 misalkan ada 40 ekor
jangan-jangan yang yang lainnya banyak
juga enggak kita mah emang benar-benar
fokus yang fokus-fokus menjaga kualitas
aja gitu tipsnya di situ aja lah ngejaga
kualitas mau menerima kritik lah gitu
kan ini domonya kayak gitu ini ya kita
oh ya udah oke kita perbaiki apa-apa
gitu kalau perawatannya ya sama aja
pengalaman kita kan melihara coming itu
kan udah hampir 10 tahun tuh bahkan dari
awal lah gitu kan nah kita terapkan juga
ke domba bahkan si domba itu lebih
ringan kalau kambing namanya kambing itu
bulunya kan jangan dicukur kita harus
sisirin kalau belum kering kita hair
dryer kan wah gitu kan jadi groomingnya
itu groomingnya meang benar-benar wah
mahal gitu kan groomingnya mahal kalau
domba apa bulunya apa kotor dikit bisa
dicuktur sampai botak sama kalau dorfer
kan ini enggak ada tanduknya beda kalau
kalau umang garut kan ada tanduknya tuh
mungkin ada perawatan tanduk kalau ada
umang garut kalau doorper kan enggak ada
jadi kita benar-benar cuman mandiin
vitamin dan makan yang full giji lah
makannya harus bergiji gitu aja kalau
kita sehari itu dua kali pagi sama sore
rumput sama konsentrat kita rumput juga
kadang pakai rumput liar karena kalau
kita kan breeding nih kalau kita
breeding kenapa kita pakai sebagian
rumput liar jadi gini jadi si anaknya
itu dia lebih cepat makan rumput dorper
ini. ini umur 2 3 hari anaknya sudah mau
rumput walaupun dia cuman nyincip-nyicip
doang. Nah, kalau pakai rumput kan itu
teksturnya kan lebih lembut tuh. Beda
kan kalau saya kan ada juga tuh namanya
rumput pakcong. Pakcong itu kan agak
agak kasar lah gitu kan. Harus digiling,
harus di coper. Nah, jadi si anak tuh
telat nih makan rumputnya. Jadi dia
ngelin konsentrat aja terus. Nah, kalau
pakai rumput liar jadi si anaknya tuh
cepat tuh adaptasi ke rumputnya. Jadi
dia kita 2 bulan sudah bisa sapih 2
bulan. Tantangan terbesar itu kematian.
Mungkin kematian anak sih sebenarnya
kematian anak tapi walaupun itu sudah
enggak mau teratasiah sempat saya juga
2014 itu tuh 2014 itu pas awal-awal
fermentasi itu dalam 1 bulan 34 ekor
anak mati kambing tuh waduh ah cuman itu
alhamdulillah tuh ya enggak enggak bikin
ngedap lah gini saya dulu itu enggak
untung tapi enggak rugi kan
harusharusnya untung nih tapi enggak
rugi enggak ruginya kenapa yang namanya
breeding enaknya breeding tuh gitu kita
bisa subsidi silang jadi si anak si inuk
ini ngalahirin kalau kami itu kadang
tiga ekor yang ini ngalahirin satu Jadi,
jadi kalau kolasi misalkan ya kita
rata-ratakan kalau dengan yang mati kita
rata-ratakan satu ekor satu anak lah
gitu ya. Itu kata saya tadi kita
istilahnya amanlah gitu tah istilahnya
kan gini ya kalau untuk itu berarti kita
ada lebihan dari kebutuhan keluarga gitu
kan. Jadi bisa nabung buat ya buat apa
cuman kalau enggak untung tapi enggak
rugi keluarga aman gitu aja. Bagi saya
nih kunci sukses dalam bertenang itu kan
bukan hanya memelihara, bukan hanya
menunggu lahiran, jual beli anak, tapi
tetap tetap harus ada di pengelola
keuangannya itu. Wah, pengola keuangan
itu mah boro-boro dalam bisnis. Untuk
kehidupan sehari sangat penting sekali
semuanya harus ada lah pengolan keuangan
mah gitu kan. jual terang kalau kita
catatannya asal-asalah apalagi cuman di
catatan di pikiran untung sih benar
untung tapi kalau kita nyatatnya
asal-asalan per rugilah rugi tanpa sadar
itu padal tek-tek di belakangnya tuh
lagiung gitu ya karena dia namanya bagus
kita kasih makan bagus-bagusan padahal
itu yang bisa mengurangi keuntungan tuh
di situ. Tapi kita enggak sadar makanya
menurut saya mah sebagai bisnis nih
penting banget punya catatan keuangan
yang jelas terpantau dan bisa diakses
kapan saja. Untuk meng-handle semua itu,
saya menggunakan aplikasi yang namanya
Odu, aplikasi kelola bisnis termudah.
ODU adalah bisnis software yang lengkap,
all inone, uploadable, dan mudah
digunakan. Bayangkan kalau semua urusan
bisnis bisa dikendalikan dalam satu
platform yang sangat terintegrasi.
Fiturnya ada sales, kelola pesanan
pelanggan dengan cepat dan otomatis.
Invoicing, buat dan kirim invoice hanya
dalam hitungan detik. accounting,
laporan, keuangan, real time, dan enggak
perlu pusing lagi. Enggak cuma itu, Odo
juga punya fitur yang lainnya seperti
POS, website, HR, project management,
dan lain-lainnya gitu. Saatnya bisnis
kamu naik kelas dengan ODU. Makanya buat
teman-teman coba OD secara gratis atau
ngobrol bareng pakar ODO dengan cara
klik link yang ada di deskripsi.
[Musik]
Potensi di domba itu selalu besar.
Kenapa selalu besar? Karena yang
menciptakan pasarnya langsung oleh
Allah. Itu prinsip saya. Dalam bentuk
apa? Dalam bentuk akikah. Gini, kalau
kurban ya kalau kurban masih bisa sapi
atau unta kan. Tapi kalau akikah enggak
ada itu kecuali domba dan kambing gitu
kan. Kita gini aja kan populasi di
Indonesia itu kan hampir udah hampir 300
juta lah ya. Kalau kita ngambil
setengahnya ada R50 juta kata gitu kan
150 juta jiwa misalkan itu kita ambil
10%-nya berarti Rp15 juta ya 10%-nya.
Kalau kita ngambil lagi 1%-nya berarti
Rp1.500. Kalau kita ngambil
0,1-nya berarti kan Rp150.000.
Nah, misalkan gini saya nih, saya nih
harapan harapan hidup saya misalkan nih
saya ingin 50 tahun lagi nih hidup
misalkan gitu kan 50 tahun lagi ya saya
gitu dengan ini mah dengan saya
menargetkan aja akikah ini mah akikah
sehari tiga ekor itu hari aja tiga ekor
bukan tiga orang kalau tiga orang bisa
lebih dari 3 ekor soalnya kan kalau
laki-laki kan dua tuh 3 ekor ada sehari
setahun itu 1.000 lah rata-rata 1000 kan
kalau saya targetnya misalkan 50 tahun
ke depan berarti cuman Rp50.000 Ibu
dengan kondisi pasar yang tadi Rp150
juta. Jadi pelunya gede banget. Itu baru
dari akikah, belum dari hotel, belum
restoran gitu kan, belum katering itu
akikah aja. Kenapa saya potensinya hanya
di akikah? Karena gini, misalkan seluruh
orang Indonesia nih sama Allah tuh
ditakdirkan tidak menyukai daging domba
atau kambing misalkan nih. Tapi Allah
tetap paksa kita untuk membeli kambing
dan domba dalam bentuk akikah gitu kan.
Walaupun tadi kambingnya kita kasih ke
daerah-daerah terpencil ke mana gitu, ke
manalah ke luar negeri gitu kan. Tapi
kita tetap harus beli nih gitu kan. Beda
kalau kalau seluruh orang di Indonesia
tidak suka ayam masih ada sapi gitu kan
masih ada kambing. Tapi kalau kita tidak
suka kambing dan doma, Allah tuh tetap
pasal kita harus beli nih buat lagi itu
seumur hidup sekali tapi kan tetap ada
peluang gitu. Maksudnya peluang tuh ada
gitu kan benar-benar tidak dinolkan gitu
peluangnya gitu kan. Nah, harapannya
untuk peram ini semoga semakin bisa
menopang kehidupan saya dan keluarga itu
intinya itu kan ya. Kedua, lebih
bermanfaat lagi bagi masyarakat sekitar
khususnya tetangga karena kan saya dari
dulu gini, prinsip hidup saya tuh
menjadi yang berguna di atas yang
terbaik. Bukan walaupun asalam bukan
peternakan yang paling bagus, yang
paling gede, yang paling apa, tapi
insyaallah kita tetap berguna nih,
menjadi paling yang berguna lah gitu
kan. Intinya gitulah harapannya gitu.
terus karyawannya lebih sejahtera gitu
kan, domba-domanya lebih di-update lagi,
lebih bagus lagi. Yang mungkin kalau
sekarang saya masih menjual yang domba
bagus itu masih di angka R juta misal
gitu kan. Kalau nanti bisa lebih murah
tapi saya enggak cukup nih dengan
penghidupan yang lainnya misalkan gitu.
Harapannya ya intinya lebih
bermanfaatlah. Lebih bermanfaat buat
teman-teman yang mau apa memulai usaha
ternak domba nih saya sarankan diangka
minimal indukan 20 atau 40 ekor indukan.
Jangan juga langsung gede yang punya
modal gede misalkan langsung 1000 atau
2.000 atau jangankan 100 200 tetap
bertahap aja lah minimal dari 40 ekor
atau enggak berapa ekor. Nah, kalau yang
modalnya kecil kita asalkan jangan
memaksakan diri kecuali kita sistemnya
bagi hasil dengan kayak saya dulu lah.
Cuma kalau kita ingin fokus sendiri,
perawatan sendiri kalau cuman modalnya
aduh ada buat karena enggak ada buat
domba. Ada buat domba buat karena enggak
ada buat operasional. Saran saya
berjamaah sama-sama cari partner
temanteman kerja teman kuliah tetangga
pokoknya siapapun itu yang berpotensi
yang satu frekuensi ajakin insyaallah
dengan kata saya tadi jadi usaha ternak
itu kalau sedikit enggak masuk
operasionalnya kalau banyak susah
operasionalnya gitu kan lah jadi kalau
jadi harus harus pas lah ada skala
usahanya nah saya sarankan ini 20 atau
30 ekor indukan lah idealnya segitulah
karena ya nanti bagi-baginya aman kalau
dibawa itu cberat operasionalnya Karena
domba itu ya gini, banyak atau sedikit
maka operasional segitu. Apalagi kita
pakai karyawan. Karyawan kan kita enggak
mungkin. Karyawan mah kalau kita punya
10 enak, cuma kalau kita lebih banyak
berat gitu kan. Jadi kita harus standar
mereka. Standar mereka di 20 30 ekor.
Mulai aja lah dulu. Ee semoga
teman-teman yang melihat tayangan ini
atau video ini bisa termotivasi atau
terinspirasi lah ya. Minimal gitu kan
dari apa yang saya sampaikan atau saya
jalani selama ini. Saya Pandu dari
Peternakan Asalam. Ini naik kelas versi
saya. Temukan na kelas versi kamu.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:26:51 UTC
Categories
Manage