1 Kebiasaan Yang Bisa Bikin Kamu Kaya Raya - Denny Santoso
l5Nuw-rk2UY • 2025-07-04
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Kesalahan terbesar orang adalah mereka mau uang tapi hatinya enggak mau uang. Contohnya adalah ketika kita pengin datangin uang, kita enggak boleh berharap uang datang. Kita sebaiknya bersyukur uang datang. Berharap itu artinya kita bervibrasi di level enggak punya uang. Uang dan tidak punya uang tidak bisa nyampur. Tapi kalau kita bersyukur, maka vibrasinya seolah-olah sudah punya uang, maka uang akan mendekat. Mekanismenya sesimpel itu. Jadi, berdoalah seolah-olah sudah menerimanya. bersyukurlah seperti seolah-olah sudah menerimanya. Nah, sebenarnya pernah enggak ngamatin orang juga ngelakuin hal yang sama dengan jualan barang di basar. Lagi buka pameran, lagi buka basar begitu terus teman datang, eh beli dong jadi penglaris. Selalu bilang begitu kan, kayak lu beli pertama jadi penglaris. Habis itu dia beli dan ternyata habis itu ramei. Nah, mekanismenya kurang lebih sama sebenarnya. Sebelum orang itu beli kita ngerasa kayak ini belum laku, ini belum laku, ya. Aduh, semoga laku, semoga hari ini aku dapat banyak gitu kan. Begitu itu laku satu teman sendiri yang beli itu feelingnya yes laku nih dan itu membuka peluang yang lain. Nah itu namanya dari berharap berubah jadi bersyukur. [Musik] Oke so namaku Denny Santoso. Sekarang aku lagi ngerjain brainbost. Dulunya aku punya bisnis supplem. Kemudian digital marketing juga. Sekarang ke mindset. Ke mind dokter sekarang. Awal pertama sih bisnis saya yang paling gede itu adalah suplemen. Itu jalan dari tahun 99 sampai tahun 2021 kemarin. Nah, di tengah-tengah perjalanan itu aku juga bikin digital marketing karena aku belajar digital marketing sejak tahun 2007. Karena waktu 2007 itu bisnis sudah stabil dan aku lagi kayak pengin explore di rumah aja. Pengin explore cari duit lewat online itu apa aja sih potensinya? Ketemunya digital marketing sama trading saham. Waktu itu trading saham masuk, digital marketing masuk. Nah, trading saham 2008 crash. Enggak ngerti apa-apa duitnya habis. Tapi digital marketing karena enggak ada crash-crash begitu ya, akhirnya belajar terus mulai dari affiliate dan sebagainya. Nah, di 2015 baru mulai buka kelas digital marketing. Itu one of the biggest sih waktu itu kan. Nah, itu berjalan sampai 2019. Habis 2019 saya bikin platform sendiri yang namanya Tribelio. It's a platform kayak marketplace buat jualan produk digital. Karena ya backgroundnya di digital marketing kita ngerti tentang e funnel, landing page, database, email marketing gitu-gitu akhirnya kita bikin platform namanya tribelio. Nah, ketika bikin tribel itu kita akan ngajarin banyak orang tentang content creator, tentang digital marketing dan sebagainya. Nah, salah satu yang saya amati itu problem banyak orang bukan cuman di technical skill-nya, tetapi balik lagi selalu mundur ke mindsetnya. Misal diajarin ngonten, yang jadi hambatan mereka adalah gua malu, gua minder, gua takut, gua dan seterusnya. selalu ini terus yang jadi isu maka salah satu produk yang kita ciptakan waktu itu adalah brainbost untuk PD ngonten, PD public speaking itu yang kita ciptakan pertama kali. Nah, kok ternyata produk ini take off, lompat sekali, traction-nya bagus sekali. Sehingga ketika ngelihat itu terjadi, akhirnya saya memutuskan bahwa oke, let's fokus ke sini. Marketnya nih harusnya bisa digedein nih. Karena yang kita lihat kan dari audiens saya aja tuh punya challenge seperti itu. Tetapi di luar sana pasti banyak sekali yang punya challenge yang kurang lebih mirip lah ya. minder, takut, malu dan sebagainya itu. So, akhirnya kita berkembang dari situ sampai hari ini dari 1 2 3 ee title sekarang Brainbus sudah punya 22 per video ini diyoting. Kalau pertama ditarik mundur sebenarnya kenapa aku nguasain ilmunya itu di tahun 2008 aku pernah kena panic attack, anxiety terus panic attack dan waktu 2008 belum ada YouTube kayak sekarang yang menjelaskan apa itu anxiety mental health itu belum zamannya. ya ke psikiater udah terus dikasih obat terus ketergantungan obat itu terjadi dan waktu itu akhirnya sembuhnya karena diterapi pakai NLP dan karena itu hal yang baru aku penasaran aku mempelajari NLP di tahun 2009 belajar NLP belajar sampai dapat sertifikasi hipnoterapist juga untuk fix myself kayak benerin otak sendiri gitu. Nah, tapi jadi suka banget sama itu. Jadi tiap tahun ngambil kelasnya. Every year udah 10 tahun tiap tahun tuh ngambil kelasnya buat ngulangin terus sampai ketika menghadapi masalah yang ada di sekarang malu minder dan sebagainya. Jadi mikir kan lah ini kan ilmu saya kemarin tuh bisa dipakai sebenarnya. Kenapa enggak dipakai? Dari situlah terciptanya e Printus itu. Itu awal mulanya kayak begitu. [Musik] Nah, sebuah belief itu sebenarnya simpel. sebuah ide yang terkonfirmasi beberapa kali sehingga menjadi kebenaran bagi pemilik belief itu. Jadi kalau misalkan aku punya belief eh kaya begitu terus dikonfirmasi eh duit datang habis itu jualan suplemen pertama kali kan harganya lumayan ya jutaan gitu. Di tahun 2000 bullet 00 teman-temanku baru lulus kuliah duitku udah jutaan di dompet. Nah ngelihat itu aku bilang kayak wih aku keren ya. Nah itu buat menambah belief. Jadi dikonfirmasi beberapa kali akhirnya jadi jadi strong. Nah, orang yang punya belief yang salah dia melihat ke hal yang salah. Misalnya aku orang miskin nih. Terus ngumpul sama orang miskin semuanya. Mindsetnya maksudnya ya. Terus dikonfirmasi, iya loh, bisnis susah l dan sebagainya. Jadi belief-nya sudah tidak berguna. Dikonfirmasi sehingga ini menjadi kebenaran bagi dirinya. Padahal enggak ada hubungannya. Ini bukan absolut truth. Ini cuman pandangan dia yang dikonfirmasi sekitarnya dan menjadi kebenaran bagi pemilik belief tadi. Sehingga kita mesti ngecek lagi untuk meruntuhkan itu berarti pertanyaannya adalah ada enggak orang yang lahirnya miskin bisa jadi kaya? Banyaklah, banyaklah. Itu bukan bukan cuman satu dua itu banyak sekali orang-orang terkaya di Indonesia juga dulunya juga nol-nol semua aja tapi bisa gitu. Jadi dia harus melihat bahwa yang dia percaya ini ada yang salah loh di situ dan dikonfirmasi sehingga akhirnya oh ya belku ini salah nih. Enggak tepat nih, enggak berguna nih buat aku. Terus belief yang berguna apa? Bahwa aku bisa L dari start dari nol. Oke. Dia mencari konfirmasi siapa sih yang start dari nol terus bisa? Apakah Elon Mas, apakah siapapun itu gitu dan mengkonfirmasi belief-nya sehingga menjadi kuat lagi gitu. Kemarin aku barusan interview juga orang yang memang hebat banget, jualannya kencang banget begitu. Ketika ditelusurin sampai mudanya, dia kekurangan waktu mudanya. Dan kekurangan itu yang bikin dia semangat nyari kan sampai hari ini. Kurang lebih gitu. Jangan salah lihat. Jadi teman matters. Misalkan kamu cerita ke temanmu nih, kayaknya seru banget ya kalau misalkan aku bisa dapetin proyek gede kayak begini. Terus teman bisa bilang kayak, "Alah, kayak gitu mah enggak mungkin. Orang kayak kita mah enggak mungkin dapat kayak begitu. Bagi aku kata-kata enggak mungkin itu adalah menunjukkan kemampuannya dia, bukan kemampuan kita yang dikomentarin. Jadi di kepala dia enggak mungkin, ya dia ngomongnya enggak mungkin gitu. Jadi nyinyiran itu memproyeksikan isi kepalanya dia sebenarnya bukan tentang kita. For me personally belief-nya dulu ya. Fundamentalnya belief-nya dulu. Karena gini, kalau orang belief-nya dia enggak bisa sukses, maksudnya aku lahir anak orang miskin nih. Maka apapun itu enggak jalan. Dia akan diam aja. dia akan menerima nasib enggak ngelakuin apapun. Jadi paling crucial adalah fundamentalnya belief-nya. Nah, di aku sendiri aku punya belief, aku orang kaya, selesai. Maka apapun yang aku lakuin, aku akan mencari cara untuk jadi kaya. Jadi punya belief kaya beda sama sudah kaya ya. Iya. Itu belief aja gitu kan. Nah, Bel tercipta waktu kecil. Waktu kecil temanku itu let's say lebih kaya dari aku. Punya game, punya Nintendo, punya apa dan aku enggak punya sehingga kalau main harus ke rumahnya dia. Nah, itu yang bikin aku kayak enak juga ya jadi orang kaya ya. beli Nitendo tinggal beli gitu kan. Harga kasetnya waktu itu Rp50.000 buat aku enggak mampu ya, enggak mampu. Jadi itu yang bikin aku believe waktu di awal banget ya waktu SD itu ya nanti aku harus jadi orang kaya. Nah, akhirnya ketika kerja dapetin income kok ternyata gampang ya dapetin income ya waktu itu ceritanya gitu. Itu kan mengkonfirmasi belief sehingga akhirnya ya udah aku believe kok aku kaya kok gitu ceritanya. Jadi belief duluan sehingga menelurkan mindset bahwa oh gampang kok cari duit, oh gampang kok ngelakuin ini. Enggak bisa tinggal belajar aja kok. bukan enggak bisa terus ya aku mah enggak bisa enggak enggak bisa tinggal belajar aja enggak punya modal cari modal gimana ya caranya ya gitu jadi belief dulu habis itu mindset habis itu action nah during action ketemu tools-tools-nya kan gitu jadi enggak mungkin toolsnya dimulai dari awal karena lahir enggak punya tools kita itu sih urutannya aku punya belief-nya sebelum aku bisnis aku sudah punya belief kaya baru waktu itu aku punya kesempatan untuk menemukan bisnisku yang jalan besar itu di suplemen. Nah, ketika suplemen naik, habis itu sempat turun, habis itu ini bel-nya udah ada, belif kayanya udah ada. Jadi, ketika punya belief kaya maka ketika turun pun itu ya ya enggak ada issue ya. I believe ini akan lewat kok gitu. Believe-nya kayak ini temporary, bukan mendefinisikan misalkan habis banget gitu ya, pernah ngalamin soalnya bukan berarti aku miskin itu enggak. Ini e sebuah kejadian yang secara temporary sementara itu lewat aja di hidupku yang akan bounchback. Nah, karena belnya itu tadi. Tapi banyak orang yang mengadopsi identitas. Wah, aku sekarang orang gagal, orang miskin. Gimana ya caranya bangkit dari kegagalan? Ya, bahkan bilang ke anakku, aku enggak mikir bangkit karena aku enggak mikir jatuh. Kita tetap berdiri loh sekarang ini kan secara fisikal ya. Enggak ada jatuhnya kan. Ya udah gitu. Jatuhnya kan cuma di sini. Kalau enggak mikir jatuh, kita enggak mikir bangkit dong. [Tepuk tangan] Ini deh gambaran umumnya ya. Believe itu terjadi biasanya karena doktrin waktu masih kecil. Kemudian peristiwa emosional yang kuat sekali termasuk dihina orang itu emosional sekali. Sehingga misalkan e pernah dihina sama orang kaya, dia jadi benci orang kaya. Itu itu ngefek sekali. Kemudian role model. Jadi kalau kita ngelihat orang kaya tiba-tiba filter kita mati semua tuh. Dia ngomong apa pasti benar tuh. Nah itu biasanya gitu kan. Ada role model siapa gitu. Nah, itu ada beberapa orang yang menyadari bahwa dia punya masalah di belief tentang uang itu. Ada beberapa. Misalnya dia benci orang kaya atau waktu masih kecil dia pernah dihina sama orang kaya dan dia bilang orang kaya itu sombong, orang kaya itu jahat. Terus dikonfirmasi sama sinetron di Indonesia yang kaya menindas yang miskin. Selalu begitu kan style-nya gitu. Dan akhirnya dia punya belief itu. Tapi terjadi waktu masih kecil dan sekarang dia lupa. Nah, ketika dia lupa begini enggak ada enggak ada issue. Ketika dia kerja dapat dial-dial proyek-proyek aman sampai dia dapat proyek besar tiba-tiba di kepalanya dia kalau aku dapat proyek besar ini cool nih. Dapat duit banyak dong aku jadi orang kaya nih. Nah itu mulai mengganggu bawa sadarnya. Mulai enggak srek. Ini kayaknya to good to be true deh. Ini kayaknya mau ditipu deh aku ini. Masa bisa sih proyek kayak begini? Masa aku pantes kayak begini? Itu ganggu gitu. Terus tiba-tiba kayak aku enggak s enggak jadi deh. Sehingga proyek kecil sering deal, proyek besar enggak pernah deal. Nah, ketika diurutkan ke belakang dia punya masa lalu yang seperti itu. Aku enggak hafal orangnya karena dia kalau di grup itu kan ribuan ya. Jadi kayak satu curhat ya aku beresin, satu curhat aku beresin gitu. Oh, kita kita punya komunitasnya sih eh di grup WA ada di tribelio, di tribe-nya itu ada juga komunitas itu. Karena gini, ketika kita mau belajar untuk benerin mindset, untuk benerin belief, biasanya kita akan nabrak mental block, luka batin, trauma, dan sebagainya. Ini akan ketemu nih, tiba-tiba ketemu aja. Bahkan tadi pagi barusan ada yang DM aku tuh lucu tuh. dia mengatakan bahwa dia enggak punya mental blok. Di kepalaku, ah biasanya orang-orang ngomong gini ni mental bloknya banyak nih. Nah, memang biasanya akan ketemu banyak sekali ee mental blok-mental blok seperti itu. Karena di dalam audionya kan dilepaskan mental bloknya baru di-install program baru. Selalu seperti itu. Jadi buat saya kalau kelihatan atau ngerasa enggak nyaman itu malah better karena jadi ketahuan ada luka batin di situ. Diberesin baru hidupnya jadi enak. Kalau enggak kan kita ngerasa baik-baik aja ya gitu. Padahal kok hidupnya struggle terus tapi kerasa enggak ada yang salah gitu. Ternyata nyangkutnya di situ. Jadi kayak kayak medical check up secara inilah mental gitu sih pakai brinbus gitu. Ini juga contoh salah satunya ya. Pernah enggak ngalamin kita mau jual barang, jual motor, jual rumah, kayaknya sudah berdoa, tapi kok gak laku-laku sampai akhirnya kita pasrah. Ya wislah laku enggak laku, ya udahlah begitu pasrah kayak begitu tiba-tiba laku. Nah, ketika tiba-tiba laku, entah sorenya atau besok paginya itu bisa aja teman kita tiba-tiba telepon, "Eh, bro, barang lu atau rumah lu atau motor lu kemarin masih ada enggak? Kalau ada, gua mau dong." gitu. Dan kita bilang, "Kok teleponnya sekarang udah laku lu baru telepon? Kenapa enggak dari kemarin-kemarin?" Itu sering banget terjadi. Ngalamin juga ya kayak gitu, ya. Sebenarnya saci-nya apa sih? Ini sayanya simpel. Sebelum barang ini laku, vibrasi kita tuh berharap setengah mati laku. Kita pengin banget ini laku. Mungkin karena biar duitnya masuk buat bayar hutang atau apapun itu. Tapi kita berharap sekali dan itu bikin enggak laku. Begitu kita let go berharapnya berhenti. Itu laku. Begitu kita bersyukur karena laku beneran nih kan. Yes. Laku nih. Vibrasi bersyukur itu menarik orang lagi untuk datang. Makanya orang telepon nanya. Nah, menariknya kalau orang datang tiba-tiba telepon nanya kok ya sorenya atau besoknya? Kok enggak bulan depan? Iya kan? Pasti dekat-dekat sudah laku. Bukan sebulan setelahnya loh. Maksimum biasa 3 hari. Seminggu sudah enggak ada yang nanya lagi. Why? Pertanyaannya kok enggak sebulan? Karena bersyukur kita pick banget ketika sat du hari baru laku. Masih masih kemaru gitu kan. Kayak setelah aku nih cerita ke istri, ke anak, ke suami dan sebagainya gitu kan. Nah, vibrasi itu ternyata nyedot banget loh. Itu udah kejadian di mana-mana. Jadi kalau misalkan e teman-teman yang nonton di sini tanya ke teman-teman pasti ada yang ngalamin hal seperti itu. Makanya Brinbus itu memprogram hati bukan mulut aja. Uang punya vibrasi, hati kita punya vibrasi. Kita bisa ngerasain kok kalau misalkan ketemu orang yang dia lagi kayak bad mood banget padahal dia belum ngomong. Kita bisa tahu, "Lu jutek banget sih hari ini." Sering seperti itu, gitu. Jadi vibrasi kerasa. Atau let's say kita lagi nemenin saudara lagi di rumah sakit deh kita temenin seharian gitu. Pulang badan kita kayak capek banget. Padahal jalan-jalan di mall seharian enggak capek. Ini baru sejam, 2 jam kayak pulang itu kayak aduh capek banget ya. Berarti ada energi, ada vibrasi sebenarnya enggak kelihatan gitu. itu dulu fundamentalnya. Nah, vibrasi uang, vibrasi makanan, vibrasi rumah, vibrasi motor itu berbeda-beda. Kayak frekuensi radio ada frekuensinya, ada kontennya, itu beda gitu. Itu itu dulu fundamentalnya. Nah, kalau uang punya vibrasi, let's say vibrasinya uang itu A begitu. Nah, vibrasi kita sama vibrasi uang ini selaras atau tidak? Kalau sama, maka dia akan datang. Kita akan gampang melihatnya, kita gampang ngasainnya. Contoh lain adalah kan enggak nyaman ya kalau kita mau mendekati si A, tapi si A itu selalu menjelek-jelekkan kita. Wah, itu kayak bodo amat gua enggak mau kenalan kalau begitu. Nah, di uang sama ternyata orang mau uang datang tapi dia selalu bilang bahwa uang mah akar kejahatan. Lu mah banyak uang sombong, lu mah nipu. Uangnya kan ngapur ya. Karena dikata-katain terus gitu. Dia selalu mengutuk uang. Nah, supaya uang datang gimana? Kita selalu bersyukur terhadap uang berapapun itu. Nah, kesalahan terbesar orang adalah mereka mau uang tapi hatinya enggak mau uang. Tadi yang dimaui utang. Jadi contohnya adalah misalkan orang punya utang gitu, dia berdoa itu selalu yang disebutnya utang. Terus utang sama uang itu vibrasinya beda. Oke. Satu lagi ketika kita pengin datangin uang, kita enggak boleh berharap uang datang. Kita sebaiknya bersyukur uang datang. Berharap itu artinya kita bervibrasi di level enggak punya uang. Uang dan tidak punya uang tidak bisa nyampur. Tapi kalau kita bersyukur, maka vibrasinya seolah-olah sudah punya uang, maka uang akan mendekat. mekanismenya sesimpel itu. Jadi, berdoalah seolah-olah sudah menerimanya. Bersyukurlah seperti seolah-olah sudah menerimanya. Nah, problem terbesar adalah bersyukur levelnya di hati, bukan di mulut. Ngomong aku bersyukur di mulut tapi hatinya khawatir, itu enggak enggak sinkron. Nah, orang yang punya banyak hutang, enggak punya duit, disuruh bersyukur seolah-olah punya banyak uang, ini kesulitan lah. Duitnya kagak ada. Disuruh bersyukur apa? Ya kan? Kalau sudah lunas gua bersyukur. Kalau belum ada ya enggak bisa dong, berharap dong gitu. Ngemis-ngemis dan sebagainya. Maka di situlah peran dari Brainbus itu sendiri. Kita memprogram bawa sadar supaya percaya dia punya banyak duit. Percaya dulu supaya hatinya tadi getarannya itu syukur. Nah, menariknya otak bawah sadar tidak bisa membedakan mana realita sama imajinasi. Enggak bisa bedain. Contoh, anak kecil diajak nonton Spider-Man. Pulang dia lompat-lompat kayak Spider-Man. Anak kecil itu bawa sadarnya masih kebuka banget, enggak bisa bedain. Nanti umur 12, 13 dia baru jaim itu baru bisa bedain 13 tahun. Nah, otak kita orang dewasa, otak bawah sadar hanya terbuka ketika kita tidur. Sehingga memprogram otak bawa sadar orang dewasa itu hanya bisa dilakukan ketika dia tidur. Kalau ketika kita bangun logika kita ribut bilang diafirmasi ee kamu kaya, kamu sukses, duit banyak dan sebagainya. Logika kita bisa bilang kayak, "Eh, Bro, itu utang lunasin dulu tuh baru ngaku-ngaku kaya." Bisa begitu logikanya enggak masuk. Jadi biarkan dia off dulu ketika tidur. Nah, masuk tuh. Gitu. Itu maka peran pribus-nya di situ. Jadi, solusinya simpel. gimana memprogram otak bawah sadar supaya dia percaya dia kaya. Kita pakai Brainbus Mani Magnet didengerin waktu dia tidur sehingga bahwa sadarnya benar-benar diprogram. Logikanya yang bilang bahwa eh duitnya beneran enggak ada nih lagi tidur. Jadi dia enggak ikutan rameai dibypass aja. Itu mekanismenya seperti itu. Nah ketika kita melakukan itu secara rutin selama 30 hari maka pelan-pelan hati kita tuh percaya kita kaya tiba-tiba tenang. Jadi rasa paling awal itu rasanya tiba-tiba tenang. Nah, nanti mulai rezeki datang, mulai rezeki terbuka, mulai ada teman nawarin peluang akan muncul seperti itu mekanismenya. Kurang lebih seperti itu sih. Tadi aku sempat sebutkan ya, yang mau jualan rumah, jualan apapun itu kok kayaknya susah banget begitu let go habis itu laku terus teman-teman ini. Nah, itu kan perubahan dari berharap ke bersyukur. Nah, sebenarnya pernah enggak ngamatin orang juga ngelakuin hal yang sama dengan jualan barang di basar. lagi buka pameran, lagi buka baar, begitu terus teman datang, eh beli dong jadi penglaris. Selalu bilang begitu kan, kayak lu beli pertama jadi penglaris. Habis itu dia beli dan ternyata habis itu rame. Nah, mekanismenya kurang lebih sama sebenarnya. Sebelum orang itu beli, kita ngerasa kayak ini belum laku, ini belum laku, ya. Aduh, semoga laku, semoga hari ini aku dapat banyak gitu kan. Begitu itu laku satu teman sendiri yang beli itu feelingnya yes, laku nih. Dan itu membuka peluang yang lain. Nah, itu namanya dari berharap berubah jadi bersyukur. Nah, kita punya brainbost spesial. yang namanya brainbost penglaris itu buat teman-teman yang jualan apapun sebenarnya asal jualan itu kita memprogram otak bawah sadar supaya happy dan bersyukur kita tuh naik 100 kali lipat bahwa produk kita sudah laku di programnya memang spesifik untuk itu. Jadi disebutin di skriptnya produk yang kamu jual sudah laku, customermu happy banget, duitnya sudah masuk ke rekeningmu dan happyu naik 100 kali lipat. Goalnya apa? Stop berharap. He. Karena berharap itu vibrasi paling jelek untuk datangin rezeki. Karena vibrasi berkekurangan. Aku belum punya nih, aku belum dapat nih. Itu vibrasi paling jelek. Sebaiknya adalah selalu bersyukur kan. Nah, itu diprogram di situ. Hari ini deh itu ada tiga orang testimonial penglaris sih. Jualan tanah, jualan apa sih barang UKM-nya dia online gitu tiba-tiba laku aja. Sebelumnya enggak laku, sudah semingguan terus tiba-tiba laku aja online-nya dia karena dia bersyukur gitu. Nah, itu Printbus Penglaris. Mirip money magnet tapi khusus buat jualan yang ada barangnya gitu. Oke. So, kalau pertanyaannya adalah cara jadi kaya yang pertama balik lagi belief-nya ada atau enggak? Karena enggak ada orang kaya yang belief dia miskin. Enggak bisa. Enggak ada orang kaya yang pakai cara atau mindset orang miskin, enggak ada. Berarti belief-nya harus jadi kaya dulu. Mindsetnya juga harus menggunakan mindset orang kaya, bukan mindset orang miskin. Sehingga dari sini satu, ya jangan musuhin orang kaya, ya kan? Jangan dikata-katain, "Lu, anak orang kaya lah, kita sama apa, lu jangan didekatin aja. Itu pertama. Sudah pasti itu kesalahan terbesar banyak orang yang pengin kaya malah mengutuk orang kaya. Lu sombong, lu jahat. Ya, kita yang kaya kayak ngapain kumpul sama lu gitu kan. Kedua, mulut dijaga. Banyak orang yang pengin kaya tapi ngata-ngatain tadi dan kemudian yang diomongin itu selalu keluh kesah. Orang kaya boring banget dengerin keluh kesah. Kita carinya adalah solusi. Kita carinya adalah peluang, kerja sama, opportunity. Apa yang keren nih? Indonesia resesi boleh enggak ada masalah peluangnya di mana? Itu yang diomongin. Jadi kalau tiba-tiba Indonesia resesi, bisnisku collabs dan sebagainya, kita malas ngomongin ini tuh. itu vibrasinya kan beda banget ya ngomongin peluang sama ngomongin itu gitu kan. Nah dari sini berarti penting banget start dari awal adalah untuk memprogram belief-nya dulu. Maka my suggestion adalah tadi pakai printbost yang money magnet itu memprogram bawaah sadar untuk aku kaya duluan itu dulu supaya diaft. Nah, tapi kan enggak bisa ya kita beli doang terus enggak kerja. Ya bisa sih kecipratan-kecipratan dikit tapi kan enggak bisa yang gede banget itu. Karena kemarin aku sempat riset sih orang-orang kaya itu biasanya punya kendaraannya untuk jadi kaya. Nah, kendaraannya biasanya itu bisnis. Tapi kalau dari awal banget nih, dari nol banget nih, it's ok. Gak punya bisnis itu gak apa-apa. Yang pertama adalah punya skill. Jadi, kan kalau belajar skill hari ini udah murah di internet ada, di mana-mana. Di YouTube juga banyak sekali kan skill nonton channel ini juga banyak sekali di-share skill. So, punya skill dulu dan jualan skill dulu, jualan waktu. It's ok. Nah, setelah terkumpul duitnya, kita mulai memprodukkan skill kita. Itu kalau aku, aku bisa jualan online course, ebook, apapun itu, aku bikin jadi produk. Nah, ketika di sini udah oke atau aku ketemu peluang baru dan punya cukup modal, maka aku akan build theis bisa bisnis konvensional apapun itu intinya lah kita punya kendaraannya untuk bisa take off. Itu sih. Nah, cuman kalau tadi ngomongin Brainbus tadi adalah memprogram kaya, ada satu lagi sih isunya kan kita harus doa dan bekerja ya. Doa doa enggak bekerja juga enggak bisa kan ya. Benar enggak ya? Enggak tahu teman-teman setuju enggak nih di di audiens ini ya? Ya kan berdoa dan bekerja gitu kan ya. Berdoa doang tanpa kerja duitnya enggak lewat, enggak masuk. Kalau bekerja doang tanpa doa gimana juga kayaknya kurang berkah gitu. Jadi sebaiknya digabungin gitu kan. So brainbost money magnet goalnya adalah membuat doa mudah tergabul, mudah terkabul gitu. Oke. Tapi setelah doa mudah terkabul kan kita mesti bekerja. Sometimes kebanyakan kita masih mager entarlah gitu kan belief kaya tapi mager gitu kayak scrolling aja merasa kaya ini kan repot juga gitu kan. Merasa kaya tapi enggak enggak datang duitnya beneran gitu. Maka gabungannya terbaik adalah dengan menggunakan yang tadi printbost core money value. E gini, orang hanya melakukan aktivitas yang dia anggap penting sehingga kalau dia scrolling sosial media, kita cek apa yang penting dari scrolling sosial media. Maybe dia bilang, "Aku di sini bebas, aku di sini tenang." Oh, berarti yang penting di hidupnya adalah bebas, tenang. Oke. Apalagi? Oh, aku baca buku. Misalkan ya, baca buku tapi enggak pernah action. Berarti mungkin di tempat dia personal growth itu penting. Tapi yang menjadi garis bawah adalah duit tidak pernah disebut sebagai hal yang penting. Maka dia enggak ngejar duit, dia enggak ngelakuin aktivitas yang ngejar duit. Jadi dilihat aja orang-orang yang tidak melakukan itu kayaknya belajar aku ambil semua course yang ada aku beli tuh tapi enggak ada hasilnya. Berarti buat dia personal growth value penting, duit tidak penting. Di bawah teman penting. Kayak tadi misalkan diajak teman. Kalau enggak mau diajak teman keluar nanti dikatain enggak setia kawan. Oh, berarti setia kawan itu penting buat dia gitu. Duit balik lagi di bawah sekali. Nah, maka dari ini kan kita lihat ketika ada teman, ada keluarga, ada personal grut, ada apapun itu, dia akan ngelakuin ini di hidupnya sehari-hari. Dia enggak akan ngelakuin aktivitas yang menghasilkan uang karena tingkat pentingnya tadi itu di bawah. Nah, makanya gimana orang ini bisa mulai kerja ngejar duit, maka prioritas uang tadi dinaikkan di hidupnya, dibuat uang jadi penting. Tapi tekniknya adalah enggak boleh uang itu jadi lebih penting dari value sebelumnya. Misalnya value yang penting adalah Tuhan misalnya agama gitu. Enggak bisa uang itu dinaikin di sini terus Tuhan dibawa uang, dia akan konflik gitu. Maka yang kita lakukan di PrintB Core Money Value adalah uang itu dikonekin, dicantelin gitu sama agama. Terus ngomongnya gimana? Kalau kamu duitnya banyak, kamu bisa sedekah lebih banyak loh. Gitu. Jadi dikaitin. Jadi yang penting dikaitin sama duit itu jadi penting duitnya gitu caranya. Nah, jadi untuk bikin orang mager jadi gerak dan ngejar duit itu pakai yang brainbost core money value. So my suggestion digabungin dua-duanya antara money magnet sama core money value. Itu kalau orangnya normal dan biasa aja. Tapi kalau punya trauma, luka batin dan sebagainya itu bisa digabungin sama Prinbost Let Go of the Past untuk membuang ee masa lalunya yang mungkin dia benci apa apapun itulah yang menyakiti dia itu ganjel kan. Nah, itu bisa pakai itu. Kurang lebih itu biasanya. So, untuk jadi kaya ya diberesin dari dalam dulu gitu. Ada beberapa orang yang kemarin itu juga ng-DM gitu, "Aku kok bisnis gagal terus nih?" Terus pertanyaan langsung kayak, "Aku mesti pakai brainbost yang mana? Jawabanku adalah bukan ngomongin tentang printbush-nya dulu. Kalau kayak begitu perlu dianalisa dulu kamu tuh ngerti bisnis atau enggak. Karena kalau enggak ngerti bisnis, enggak bisa baca laporan keuangan, enggak ngerti financial dan sebagainya, ya kamu enggak layak bisnis. Kayak aku kok enggak bisa masak ya, tapi enggak pernah belajar masak. Terus gimana mau masak? Paling ya cuman menanak nasi atau nasi goreng gampanglah. Bedakan antara jualan sama bangun bisnis. Bangun bisnis, bangun sistem, rekrut tim, bikin sistemnya, SOP-nya, KPI-nya, jobDES-nya. Wah, banyak sekali punishment, reward, market riset, ya kan? Financial. I think banyak orang yang gagal bisnis di awal itu mereka ikutan teman dan mereka berpikir bahwa bisnis itu cuma jualan barang aja. Tetapi habis itu forecasting, managing, ini semua itu enggak enggak paham sama sekali. So, my suggestion adalah kalau misalkan kayak begitu dicek terlebih dahulu problemnya di mana, apakah dia enggak punya skill bisnisnya. Kalau enggak punya skill bisnisnya maka sebaiknya itu belajar bisnis dulu. Kan banyak ya kelas-kelas di luar sana ngajarin tentang bisnis itu dulu. Tapi kalau misalkan urusannya adalah aku kok selalu takut ya jualan tuh kok selalu minder ya itu rananya Printbus udah di sini gitu. Jadi misalkan aku kok takut ya atau minder ya kalau disuruh jualan kita punya Printbus sales juara hanya kalau itu isunya. Tapi kalau isunya adalah kok aku ketipu ya ya lu kurang pintar ya mesti belajar bisnis dengan benar dong. analisanya gimana, financialnya gimana, gitu sih menurut aku. Jadi mesti dipisahkan dulu em case-nya di mana baru kita bisa solve gitu sih. [Musik] Tahu enggak sih yang disebut dengan effort atau usaha? Effort atau usaha itu sebenarnya adalah proses otak sadar. Meyakinkan bahwa sadar. Maka yang terjadi adalah ketika kita pengin turunin berat badan, kita effort tuh berusaha menahan tidak makan gula, tidak makan cokelat, ice cream, snackon yang lain-lain. Itu namanya effort tuh diajak teman ke kafe itu kayak effort banget nahan gitu kan, kayak menahan diri banget. Itu namanya effort tuh. Nah, ketika bahwa sadar itu sudah yakin, maka namanya berubah jadi habit. Udah habitnya aja, healthy lifestyle udah habit aja. Ketika kita misalnya mau bangun pagi, belajar bangun pagi jam 5. Itu effort pasang dulu, pasang apa dulu gitu kan. sampai akhirnya bawa sadarnya yakin itu jadi habit. Bangun jam 5. udah langsung bangun aja. Enggak usah weer bangun aja. Itu namanya habit. Oke. Nah, otak sadar itu 12% kira-kira. Otak bawah sadar itu 88% kira-kira. Nah, kalau yang meyakinkan ini cuma 12%, yang diyakinkan 88% itulah kenapa motivasi sering gagal. Karena sudah effort diet sebulan berhenti. Iya. Karena 12% meyakinkan 88% ini kalah. Nah, maka dari itu kita di Brandinpus ngelihatnya lah 88% ini ngapain lu effort banget begitu. Pas tidur kita program aja langsung tiba-tiba jadi habit. Begitu jadi habit hidup kita jadi effortless. Makanya di Brainbus itu kita punya sampai saat ini kan ada 22 title tuh. Mau berhenti ngerokok ngapain effort? Dengerin aja tiba-tiba pengin berhenti gitu. Mau turunin berat badan ngapain effort? Dengerin aja brain boost weight loss. Tiba-tiba pengin olahraga, pengin makan sehat. Begitu sesimpel itu lah. Ngapain sih harus effort yang susah payah kalau ada tools-nya untuk nge-hack? Gitu kan ceritanya. Sebenarnya belief itu tiap orang beda-beda. Nah, cuman kita selalu sarankan adalah penggunaan Brainpus itu 30 hari untuk membuat program bawah sadarnya beneran masuk, habit-nya jadi. Itu 25 sampai 30 hari. Tapi ada orang-orang yang kemarin tuh kasusnya begini. Dia itu beli brainbost tapi enggak mau dengerin dulu sebelum dia beli headset yang bagus banget. Nah, ketika dia dengerin brainbost dengan headset yang bagus banget, dia beli ya. Habis itu dia baru beli gitu, ternyata doanya dia terkabul sehari. Sehari. Nah, artinya apa? Dia tuh bel banget sebenarnya. Belif banget. cuman karena headsetnya belum aja. Tapi kan menunjukkan dia belieft dong. Ini kalau aku pakai dengan headset terbaik ini hasilnya pasti bagus nih. Dia belieft tuh sehari dapat. Nah, yang gak yang bikin enggak berhasil ada yang pakai lama enggak berhasil ya salah salah sendiri enggak ngontak aku sih ya. Problemnya adalah dia berharap sepanjang hari. Dia berharap kok enggak dapat-datang ya? Kok enggak dapat-datang ya? Teman datang aku kok enggak datang-datang ya? Itu diulang-ulang terus. Nah, bayangin brainbostnya sejam tapi 24 jam dia dia mengatakan afirmasinya negatif. Ya kalahlah sejam. Makanya kita di Printbost ngajarin juga no negativity, no judgement gitu. Iya kan? Karena ngerusak aja gitu ngerusak ngerusak vibrasi yang sudah dibuild sejam tadi dihajar dengan yang negatif. Tinggal download di aplikasi sebenarnya nanti kan ada linknya ya di bawah ya. Nah, habis itu tinggal pakai aplikasi aja nanti tinggal diplay pakai aplikasi selesai tinggal dengerin aja pas tidur. Harus pakai headphone atau headset ya karena suaranya binaural. Jadi kiri kanan itu suaranya berbeda. Goalnya apa? Goalnya adalah supaya membuat logika kita kalau masih bangun itu benar-benar off. capek banget dengerin itu pusing sehingga masuk ke bawah sadar gitu. Nah, otak sadar kita itu punya kemampuan proses 40 bits. Nah, bawah sadar itu punya kemampuan proses 11 juta bit per second. Jadi kalau cepat banget ngomongnya atau kiri kanan begitu, otak sadar capek banget dia. Enggak enggak sanggup. Prosesornya kagak sanggup. Bawa sadar enteng masuk aja gitu. Jadi memang ini didesain suara yang masuknya ke bawah sadar. Oke. So, buat teman-teman simpel aja. Kalau hidup Anda banyak masalah, artinya adalah mindset dan belief Anda banyak salahnya. So, kita di Brinbost Believe. Kalau Anda pengin mengubah hidup Anda menjadi lebih baik, maka change your belief, change your life. Ini naik kelas versi saya. Temukan naik kelas versimu. [Musik]
Resume
Categories