Pengusaha Muda 21 Tahun Punya Bisnis Miliaran
cCtf6C4WHUQ • 2025-11-16
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Ini yang bikin boom di pasar di bulan
pertama penjualan kita biasa aja.
Seminggu cuman 5 pie, [musik]
6 pie gitu ya. Bulan kedua, bulan ketiga
itu konsisten R juta, R130 juta, Rp10
juta. Bahkan ada project revenue
tambahan dari B2B dan B2G yang
meningkatkan omset lagi. Yang total
secara wholesales dalam 1 tahun 2024 itu
sebesar R,4 miliar. Kebanyakan orang itu
ngelihatnya udah dapat penghasilan nih,
bisa hura-hura nih ya kan? apalagi anak
muda gitu ya. Bisa aja sih saya juga
gitu cuman terkadang ada rasa kegundahan
gitu. Kalau misalkan saya [musik] beli
ini di waktu yang singkat ini long
term-nya gimana? Makanya daripada saya
alokasikan [musik] untuk hal yang tidak
berguna ke hal-hal yang sebenarnya bakal
ningkatin kekayaan saya sendiri gitu.
Perkenalkan nama saya Muhammad Arixyah,
umur saya 21 tahun. Saya merupakan CEO
dan founder dari Mae.cocco yang
berlokasi di Cimahi. Maore sendiri
merupakan suatu brand tas yang saya
bangun waktu saya semester 3 di mana
Maore sendiri memiliki beberapa revenue
stream. ada B2C, kami fokus di beberapa
platform, ada Shopee, Tokopedia, dan
TikTok. Kemudian ada B2B dan juga B2G
yang kami fokusnya di customize produk
full dan juga customize logo. Background
keluarga saya itu pertama ayah. Ayah
merupakan seorang pengusaha juga. Jadi
saya sangat belajar banyak dari ayah.
Kemudian untuk ibu, saya juga cuma ibu
rumah tangga yang setiap hari support
lewat doa dan juga beberapa bantuan
terkait Maware juga. Background
pendidikan saya itu saya merupakan
mahasiswa dari Institut Teknologi
Bandung. Saya sekarang di semester 7
sudah akhir juga. Saya berasal dari
Fakultas Teknologi Industri yang
jurusannya itu adalah Teknik Bioenergi
dan Kemurgi.
Ya, jujur memang hektik. Banyak waktu
yang memang terpakai untuk kedua hal
ini. Tapi saya cukup senang gimana cara
saya membagi waktunya itu ya saya tidak
main benar-benar fokus kedua hal ini.
Saya membagi full 24 jam. untuk bisnis
dan juga kuliah. Jadi, saya benar-benar
fokus gimana caranya supaya semuanya
termanage dengan baik. Berarti time
management saya itu harus sangat-sangat
bagus dan saya juga harus benar-benar
membagi otak jadi dua gitu ya, antara
kuliah. Jadi, saya harus nyambung dengan
kuliah. Waktu pelajarannya saya fokus
sama kuliah. Tapi waktu setelah selesai
kuliah saya fokus dengan bisnis,
berkomunikasi dengan rekan partner gitu
ya. monitoring system terkait IRP,
kemudian marketplace untuk advertising
juga banyak yang saya lakukan. Jadi fun
fact aku terbatas banget terkait
pembelajaran bisnis karena background
aku teknik jauh banget ya untuk ke
bisnis gitu. Jadi gimana caranya aku
dapat knowledge yang setidaknya aku
paham secara fundamental dan next-nya
gitu. Makanya aku tiap subuh setelah
salat subuh gitu ya biasanya itu catat
di tulisan dalam bentuk tulisan di tab
atau di buku dari podcast. Aku senang
ngelakuin hal itu. Jadi sebelum aku
maore itu sebenarnya aku mulai bisnis
dari SMA. SMA kelas 1 itu aku mulai
jualan basreng, makanan-makanan ringan,
dimsam, dari satu rumah ke rumah yang
lain. Jadi benar-benar aku naik motor ke
rumah teman. Kemudian aku secara
marketingnya hanya di sosial media di
Instagram lewat repost dari teman aku
yang udah makan. Di situ aku dapat modal
yang cukup banyak gitu ya dari revenue
itu. Terus aku alokasiin ke bisnis
keduaku. Habis itu aku langsung transisi
bisnis karena aku orangnya bosenan. Jadi
aku langsung transisi ke bisnis di
marketplace. Aku reseller brand-brand
lokal kayak Aero Street, Mempis Origin,
Rukas, brand-brand lokal yang autentik
lah yang bisa dijual cepat gitu. di situ
modal kekumpul. Aku sempat berhenti
waktu mau masuk kuliah karena orang tua
bilang, "Udah fokus dulu aja lah, udah
ITB gitu bakal susah gitu untuk bisnis
gitu." Setelah itu ya udah fokus dua
semester ternyata perasaan Gundah muncul
gatal gitu pengen lanjutin bisnis
semester 3 maore muncul. Experience juga
ya saya jadi waktu pertama kali bas rank
itu saya modal Rp100.000 setiap minggu
kalau misalkan ke rumah nenek gitu ya
selalu dikasih uang Rp100.000. Bu buat
jajan gitu. Biasanya saya jajan sekarang
saya putterin modalnya gimana caranya
supaya ini jadi berkali-kali lipat.
Makanya saya itu waktu itu lihat potensi
basreng gitu, makanan-makanan ringan
supaya bisa jadiin revenue buat saya.
Dari Rp100.000 itu saya jadiin R1 juta
dari bisnis basreng itu dari rumah ke
rumah dan lain-lain. R juta itu saya
alokasiin semuanya ke bisnis marketplace
reseller. Di situ saya dapat 16 juta.
Biasa ya anak muda dari 16 juta itu
beberapa kepakai buat ya main dan
lain-lain. Foya-foya sisa R juta. 6 juta
itu saya baru kepikiran bikin bisnis
lagi waktu saya kuliah di semester 3.
Modal maore itu Rp6 juta. Modal awalnya
benar-benar maore itu dibentuk R juta
penuh keterbatasan. Attachment alat juga
untuk konten juga semuanya terbatas.
Dari situ sebenarnya karena butuh
perputaran yang sangat cepat sehingga
saya waktu itu modal di rekening itu
cuma Rp100.000 padahal saya harus beli
bahan-bahan lagi. Jadi Rp100.000 ini
aduh gimana ini panik kan enggak ada
modal yang bisa diputar lagi. Nenek tuh
seperti malaikat yang tidak bersayap lah
gitu. Nenek kakek tuh benar-benar
support aku banget di awal. E waktu itu
sempat cerita juga tentang Mae. Kemudian
sekarang lagi struggling banget karena
butuh modal tambahan. Alhasil waktu itu
nenek dan kakek injek dana sebesar R
juta ke saya waktu pertama kali pengin
buat maore gitu ya. Intinya pengin
ngebahagiain orang tua. Udah simpel satu
itu doang. Gimana caranya saya ingin
ngebahagiain orang tua? Orang tua itu
bangga sama saya. Bahkan
keluarga-keluarga terdekat juga bangga
sama saya gitu. Jadi saya mencoba untuk
menjadi diri yang lebih berbeda lagi,
lebih belajar lagilah ke depannya.
[musik]
More sendiri tadi R juta itu benar-benar
saya alokasiin hampir 70 sampai 80%-nya
untuk pengembangan produk. Jadi saya
benar-benar ngealokasiin semua modal itu
hampir gede di besar di R&D produk gitu.
Di R&D produk ini sebenarnya saya
mencari unique selling point apa yang
bisa dijual di market. Alhasil saya
ketemu dua foldable tas yang dapat
dilipat jadi sangat kecil yang
benar-benar komact untuk gadget. Karena
saya melihat pasar di anak muda gitu ya
kan saya anak kuliah nih ya anak kuliah.
Jadi ngelihat potensi pasar ternyata
banyak teman saya yang memang tasnya
pengin efisien. Jadi saya buat tas yang
dapat dilipat jadi kecil. Yang kedua
gadget organizer. Kenapa Gen sekarang
banyak banget yang pakai gadget? Enggak
mungkin ya mahasiswa gitu enggak pakai
gadget gitu ya. ada tablet, ada
handphone, ada laptop gitu ya. Dan di
situ saya berpikir gimana caranya supaya
saya bikin tas yang emang buat kompact
untuk mereka-mereka. Jadi Mawar ini
bentuk unique selling phone-nya dua,
gadget organizer dan foldable concept.
Ini yang bikin boom di pasar. Di bulan
pertama penjualan kita biasa aja.
Seminggu cuman 5 piece, 6 pie gitu ya.
Tapi gimana caranya supaya ini ada
penjualan tiap harinya supaya dapat
organic sales sama ulasan yang organik?
itu saya menawari teman-teman saya, saya
enggak malu gitu untuk berani menawarkan
produk saya karena saya rasa produk saya
bagus. Jadi ini potensi banget gitu
kalau misalkan dijualin ke keluarga
saya, ke teman saya. Tapi dari situ
banyak yang menolak, banyak yang apa
sih, Rik? Enggak usah nawar-nawarin
lagi. Kalau dari keluarga, maaf a belum
gajian. Kan ada rasa tertolak dan cukup
sakit di awal gitu ya. Karena ternyata
sedikit yang mendukung. Ada beberapa
tante UA yang ngedukung beli tiga, beli
lima itu sangat wah senang gitu semakin
semangat dari hari ke hari. Setelah itu
more harga organic sales. Jadi di bulan
pertama bahkan belum bulan pertama itu
baru 15 hari kita launching di Desember
di 15 Desember 2023 itu kita total omset
saya ngejar benar-benar tiap hari ada
penjualan total 16 juta dari 6 juta itu
omset jadi Rp16 juta itu bulan pertama.
di bulan kedua 2024 Januari di tanggal 2
atau 3 Januari itu ada orang yang
memesan 325 pie dalam 1 hari. Itu dari
Discominfo itu project dan itu
customize. Tapi beliau pengin belinya di
marketplace. Alhasil ya udah walaupun
kepotong karena biaya admin cukup besar
di Shopee ya tapi tidak apa-apa.
customer itu sangat nomor satu lah di
kami. Itu alhasil saya lakukan transaksi
di marketplace di situ turn point-nya
Maore. Jadi Maore dalam sehari
mendapatkan pesanan 325 pie di situ
ternyata banyak jadinya yang memesan
dari awalnya tadi seminggu cuman 5
sampai 7 pie sekarang tiap harinya itu
50 sampai 70 pie per hari di bulan kedua
penjualan. Total omset yang kita
dapatkan di bulan kedua penjualan itu
R10 juta
langsung bulan kedua, bulan ketiga itu
konsisten R juta, R130 juta, R10 juta.
Bahkan ada project revenue tambahan dari
B2B dan B2G yang meningkatkan omset
lagi. Jadi total harusnya dimulaiin
Rp150 juta, R10 juta gitu. Yang total
secara wholes sales dalam 1 tahun 2024
itu sebesar 1,4 miliar. Sebenarnya ada
beberapa poin yang saya selalu terapkan
gitu ya. Yang pertama itu berani
memulai, konsisten, doa, dan ikhlas.
Biasanya keempat hal ini yang dijadikan
acuan bagi saya untuk setiap harinya
melakukan sesuatu yang luar biasa.
Keempat hal ini fundamentalnya terjaga.
Otomatis rasa semangat kita, rasa
keinginan kita untuk menjadi lebih lagi
itu selalu terbangun. Gimana caranya? Ya
mungkin kalau misalkan secara
teknikalnya gimana advertising itu saya
rasa bakal hampir sama kayak semuanya.
Cuman bagaimana cara kita bikin suatu
produk unique selling point tersendiri
untuk kita secara branding, secara
produk itu ngena banget di market. Hanya
mawarnya dari bulan ke bulan terus
meningkat, konsisten, enggak pernah
dibawa R juta untuk omset, selalu
menerapkan empat poin itu. Berani
memulai, konsisten berdoa, dan ikhlas.
[musik]
Kalau pencapaian yang sifatnya material
cuman handphone sih. Handphone buat
pribadi itu juga buat kerja. Saya tuh
suka sesuatu yang saya dapatkan tuh bisa
bermanfaat bagi orang juga apalagi bagi
keluarga saya gitu. Yang paling saya
berkesan di posisi saya sekarang,
pendapatan saya, margin keuntungan saya
yang saya dapatkan itu saya bisa biayain
UKT saya sendiri. Jadi saya tidak perlu
meminta kepada orang tua. Saya cukup
bangga sih. Saya tidak terlalu
memikirkan materialistik karena saya itu
punya prinsip. Kalau misalkan modal atau
di rekening saya itu tidak ada 10 kali
lipat dari harga yang saya beli, itu
saya tidak mau. Biasanya misalkan R5
juta nih, ya saya butuh misalkan Rp50
juta untuk beli yang R5 juta ini. Jadi
saya beli iPhone berarti saya sudah
punya 10 kali lipat. Ya, saya pengin
usaha saya ini memang tidak short term
karena kebanyakan orang itu ngelihatnya
udah dapat penghasilan nih, oh bisa
hura-hura nih ya kan apalagi anak muda
gitu ya. Bisa aja sih saya juga gitu
cuman terkadang ada rasa kegundahan
gitu. Kalau misalkan saya beli ini di
waktu yang singkat ini long term-nya
gimana? Makanya untuk kesenangan saya
pribadi daripada saya alokasikan untuk
hal yang tidak berguna untuk keuntungan
saya itu saya biasanya masukin ke saham.
ke hal-hal yang sebenarnya bakal
ningkatin kekayaan saya sendiri gitu.
Karena pada tujuannya bisnis kan buat
keuntungan diri saya sendiri ya. Tapi di
saat bisnisnya masih growth dan masih
awal, masa kita pengin keuntungan dari
bisnis ini dialokasikan untuk hal-hal
yang tidak berguna gitu. Makanya saya
lebih baik meng-kip ini nabung gitu ya.
Nabung bahkan memutarkan kembali untuk
jadi aset seperti mesin, menambah orang
juga daripada ke hal-hal yang tidak
bermanfaat menurut saya. fun fact. Jadi
saya tuh punya kebiasaan untuk menulis
mimpi saya. Beli iPhone, beli iPad gitu
ya, beli motor, beli mobil. Salah
satunya tentang networking saya juga.
Jadi saya ingin ketemu ini, pengin
ketemu orang-orang besar pasandiaga Uno
kemudian dan lain-lain gitu.
Pengusaha-pengusaha besar di Indonesia.
Di situ saya tidak tahu networking saya
ke mana gitu. Itu Maore posisinya udah
berjalan 8 bulan waktu itu saya punya
mimpi simpel. Intinya saya pengin duduk
di sini, keliling saya, lingkungan saya,
depan, kanan, kiri, belakangnya itu
ngomongin tentang bisnis intinya. Jadi,
saya pengin lingkungan seperti itu.
Kenapa? Karena di universitas saya di
ITB itu enggak ada yang ngomongin
tentang bisnis karena semuanya tentang
teknik, rumus lah, ujian lah, gitu. Saya
udah enggak mau gitu dengerin kayak gitu
gitu. kayak pengin ada tambahan atau
tentang knowledge by experience orang
gitu yang saya dengar langsung gimana ya
gitu komunitas yang bagus gitu. Waktu
itu saya ketemu di sosial media busnis
case competition DSC Diploped Success
Challenge by Wismillak. Di situ saya
melihat ini apa ya? Saya penasaran saya
belum pernah ikut soalnya bisnis cash
competition. Coba klik coba daftar gitu
ya dan saya coba ikutin prosesnya.
dimulai bikin pitch deck, bikin proposal
bisnis, bikin video di YouTube sampai
saya rasa oh saya bisa untuk setiap
prosesnya saya lakuin di busnis cash
competition. Awalnya kayak gitu kayak
biasa-biasa ini depa sih belum tahu
juga. Saya masuk ke National Selection
waktu itu. Waktu National Selection itu
di Jakarta itu saya ketemu si Level. Wah
saya kayak excited. Rasanya excited
sekali. Kenapa? Karena saya merasa oh
ini tempat saya. Saya ngelihatin produk
saya, saya dihargai di kuliah itu saya
enggak ada yang ngelirik. Kan saya
sempat cerita ya tadi di keluarga itu
ada beberapa yang nolak produk saya.
Teman-teman saya juga ada yang nolak.
Wah, di sini tempatnya banyak yang hah
kok bisa gini tas kayak gini gitu kan.
Saya belajar banyak hal di situ. Saya
bahkan enggak ada kepikiran untuk ke
tahap selanjutnya karena saya udah
senang di sini. Ternyata bisa networking
sama banyak orang. Saya dari satu tempat
ke tempat lain, nanya ke orang ini,
nanya ke orang itu. Benar-benar
komunikasi full. Bahkan ada teman saya
yang sesama ITB gitu ya, dia benar-benar
diam gitu karena menunggu hasil. Kalau
saya udah ngacir aja ke mana aja gitu
karena ingin memperluas networking di
situ saya ketemu, oh ini komunitas yang
terbaik gitu di DSC. Simpel kanan kiri
depan belakang itu ngomongin bisnis
gitu. Di DSC saya ketemu hal itu.
Rangkaiannya
banyak ilmu yang saya dapatkan dari
mentor, dari rekan-rekan seperjuangan di
DSC gitu ya. Dan memang saya dari DSC
ini paham tiga hal. Intinya bisnis tuh
pada akhirnya balik lagi ke sini 3 PAM,
piawai sama Persona. Jadi kita sebagai
bisnis owner itu paham produk kita
gimana, bisnis kita gimana. Tapi bukan
hanya tentang produk kita, tapi secara
in general bisnis itu kayak gimana sih
sebenarnya? Kita juga harus mengerti
karena itu fundamental. Itu saya
pelajari di DSC. Banyak mentor-mentor
Jupaka, Mas Tio Bu Nilam gitu ya yang
ngajarin saya tentang hal itu. Piawai
secara penjelasan kita tentang bisnis
kita gimana, secara product knowledge
kita ngejelasinnya ke orang gimana, itu
harus piawai, lancar dalam menjelaskan.
Dari paham itu berarti kita harus bisa
menjelaskan karena dari segi itu enggak
ada komunikasi yang berjalan. Al alhasil
opportunity bisnis yang akan terjalin
itu kan enggak mungkin kalau misalkan
enggak ada komunikasi kan. Piawahi itu
yang jadi ujung tombak supaya kita
berani untuk memberitahu ke semua orang.
Yang terakhir itu persona. Kita sebagai
bisnis owner diri kita sendiri. Persona
kita terhadap orang kayak gimana? Kita
bisa memberikan persona yang terbaik
untuk semua orang gitu. Jadi orang
percaya dan yakin potensi bisnis kita,
kita sebagai person, sebagai orang itu
dipercaya juga. Kayak gitu. Banyak
sekali benefit yang saya dapatkan di
DSC. Saya umurnya masih muda 20 tahun
gitu ya. waktu ikut DS 20 tahun. Jadi,
pertama kali yang saya terapkan di pola
pikir saya, setiap ketemu orang itu saya
jadikan mentor plus networking karena
usianya udah pada di atas semua dan
secara experience saya yakin itu lebih
tinggi daripada saya. Jadi, yang pertama
itu networking dan mentor yang bisa
belajar, yang bisa memberikan ilmu ke
saya by experience, by theory gitu ya.
Kemudian yang kedua itu tentu saja
potensi bisnis. Kadang dari networking
itu ada obrolan tentang bisnis yang
mendapatkan ya revenue tambahan gitu ya
buat saya. Itu juga ada beberapa DSC,
anak-anak DSC e rekan-rekan saya yang
emang ada hubungan bisnis lagi setelah
melalui proses ini semua. Yang ketiga
modal ya. DC itu mendapatkan modal dana
hibah langsung tanpa ya neko-neko gitu
langsung ngasih dana hibah itu ke kita
sebagai bentuk kepercayaan bahwa kita
sebagai bisnis yang approv mereka dan
mereka percaya kalau bisnis kita ini
bakal jadi tinggi di masa depan. Udah
dikasih modal, dikasih networking,
dikasih potensi bisnis gitu ya, dikasih
mentor yang omsetnya udah ratusan
miliar. Ini benefit banyak banget. Jadi
enggak ada salahnya gitu ya ikut
kompetisi seperti ini apalagi kayak DSC
sangat besar sekali nasional dari Sabang
sampai Maroke gitu ya benar-benar hampir
semua provinsi ikut itu ngebuat diri
saya semakin berkembang jadinya saya
menjadi lebih yakin ternyata bisnis saya
approval by mereka berarti by market ini
harusnya lebih bisa lebih tinggi lagi.
Karena omset dari setiap orang yang saya
temuin itu lebih tinggi daripada saya.
Jadi benefit DS-nya itu sangat banyak
dan saya sangat senang ternyata ada
komunitas yang sebesar ini, sebaik ini,
sebagus ini. Bahkan setelah itu saya
mendapatkan mentoring 101 langsung sama
petinggi DC-nya, langsung sama
petinggi-petinggi orang yang udah punya
bisnisnya mereka masing-masing yang
selalu dimonitoring progresnya. bayangin
seintu itu gitu ke bisnis kita
masing-masing. Jadi saya sangat worth it
meninggalkan kuliah gitu ya walaupun
lama 1 bulan lebih mungkin ya di DSC
saya meninggalkan kuliah, saya
meninggalkan keluarga, sempat ke
Surabaya dulu kan untuk bootcamp. Jadi
saya meninggalkan banyak hal untuk
potensi ini menjadi berkembang di DSC
gitu. B dulu.
Saya di DS itu top 7uh dari 12. Saya
mendapatkan dana hibah sebesar Rp80 juta
untuk pengembangan bisnis saya dan saya
pakai itu semaksimal mungkin untuk
meningkatkan potensi penjualan dan
awareness ke depannya gitu.
Secara proses seperti itu. Jadi saya
waktu SMA ke kuliah itu saya enggak
pernah putus soal bisnis gitu. Jadi
terus mencoba hal-hal baru, terus
mendapatkan revenue keuntungan yang
pengin saya dapetin untuk membahagiakan
kedua orang tua saya juga tidak
membankan juga gitu ya. Jadi dari situ
saya mendapatkan peningkatan yang luar
biasa sih terkait pendapatan saya.
[musik]
Kalau tantangan bagi pengusaha tiap hari
pasti ada ya. Pasti ada. Apalagi saya
masih kuliah gitu ya, membagi waktu aja
itu udah tantangan juga tersendiri buat
saya. Yang paling diingat sampai
selamanya itu waktu saya mulai modal Rp
juta keterbatasan semua. alat juga
biasa-biasa aja untuk konten. Bahkan
kamera masih butek dulu pakai HP biasa
Android gitu dan HP itu hilang lagi.
Jadi penuh tantangan sekali di awal
banyak orang yang menolak produk saya
bahkan keluarga saya sendiri, teman saya
sendiri walaupun saya rasa itu part of
story wajar karena memang secara bisnis
juga belum approv market tapi tetap rasa
sangat menyayangkan, tidak ada yang
terlalu mendukung. Di situ saya banyak
struggling ya di awal. Modal 6 juta
keterbatasan, modal yang terus diputar
lagi, diputar lagi, enggak ada
keuntungannya buat saya gitu. Di awal
itu sih yang paling berkena saya. Titik
balik sebenarnya itu pertama dikasih
modal sama nenek, kakek R10 juta untuk
jadiin modal tambahan. Itu sangat
membantu sekali. Istilahnya ada
pemasukan yang bisa saya terima juga
untuk pribadi karena untuk keseharian
juga gitu ya. Yang kedua itu waktu ada
yang memesan langsung 325 pie dalam 1
hari. Saya kaget waktu itu. Jadi semua
pada begadang nyelesaiin satu project
ini. Itu turn point karena itu yang
ngebuat setiap harinya Maore menjadi
berkali-kali lipat. Yang awalnya 5 pie
per minggu jadi 50 pie per hari. Jadi
luar biasa. Ketiga itu turn point saya
waktu saya ikut DSC. Jadi waktu DSC itu
komunitasnya super besar. Saya
mendapatkan sangat banyak mentor di sana
mendapatkan ilmu. Tiga hal ini sih yang
paling jadi turn point-nya gitu. Harapan
saya tentunya Ma ini semakin berkembang
lagi. Tidak hanya di sini saya ingin
mengekspansi pasar lebih luas lagi.
Intinya saya pengin di saat ada orang
yang enggak kenal saya ketemu di jalan,
ternyata pakai produk MORE. Di situ saya
udah oh ternyata approval by market.
Kedua, saya ingin MOR ini dikenal
sebagai House of Innovation. Jadi produk
yang bertujuan untuk mengembangkan
produknya by kreativitas. Jadi Maware
ini dikenal bukan hanya sebagai produk
fashion tas, tapi produk yang
mendedepankan kualitas dan kreativitas
di seluruh Indonesia bahkan di seluruh
dunia. Jadi saya ingin semua orang kenal
mawarinnya seperti itu. Bagi teman-teman
anak muda di luar sana gitu ya yang
umurnya sama kayak saya, saya hanya
memberikan beberapa masukan buat kalian
semua. Yang pertama berani memulai
karena waktu itu selalu berjalan. Kalian
enggak bisa diam diri aja terus
berkembang. Masa kalian mau diam-diam
aja gitu ya. Berani mulai terus berani
berkembang dan konsisten. Udah itu
jangan stuck di awal doang. Prosesnya
harus berjalan gitu. Jangan pernah putus
dari hari ke hari. Kedua, jangan lupakan
doa bagi agama kalian masing-masing. Doa
itu sangat penting. Dan yang terakhir
itu ikhlas. Ikhlas. setiap perjalanan
proses itu kita ikhlasin karena kita
udah ikhtiar, udah berusaha juga, udah
berdoa juga, kita harus ikhlas. Dan yang
terakhir yang paling penting restu kedua
orang tua. Karena tanpa mereka saya
enggak bisa seperti ini. Mereka adalah
sosok yang berharga bagi saya, yang
membarengi saya, yang menuntun saya
sampai titik ini. Tanpa mereka saya
tidak bisa apa-apa. Jadi, kalian punya
waktu kalian sendiri, typeline kalian
sendiri, kalian buat semaksimal mungkin,
kalian buat secepat mungkin. Karena usia
saya mungkin sudah dimulai dari 17
tahun. Jadi kesuksesan itu bagi
masing-masing orang. Kesuksesan datang
itu dengan penuh keberanian. Jadi, kalau
misalkan kalian tidak memberanikan diri
untuk berproses, ya kesuksesan tidak
akan datang kepada kalian. Jadi kalian
harus berani memulai, berani berproses
dan konsisten. Doa, ikhlas, dan restu
kedua orang tua. Kalian terapin lima hal
ini dalam kehidupan kalian. Kalian akan
menjadi orang yang sukses di masa depan.
Yang ingin memulai berbisnis, temukanlah
jalan kalian sendiri. Beranilah untuk
memulai. Karena kesuksesan [musik] tidak
akan datang pada orang yang tidak
berusaha. Jadi, tergantung kepada
kalian. [musik]
Kalian memulai karena keadaan atau mulai
karena kesempatan. Saya Arik, CEO dari
Maorek. Ini naik kelas versi saya.
Temukan [musik] naik kelas versi kamu.
[tepuk tangan] Sip sip sip.
[musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:26:51 UTC
Categories
Manage