Cari Uang Di 2026 Lebih Mudah Daripada Cari Kerja !
PDdO9Eqw0PM • 2025-12-29
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
2026 cari duit itu lebih mudah daripada
cari kerja. Kenapa? Karena emas ada di
mana-mana. 99% yang sukses itu yang
gaptek. Kalau yang datang bawa ilmu itu
biasanya baru nyoba 1 bulan udah ke
mana-mana lagi nyari-nyari. Tapi kalau
yang benar-benar itu rata-rata biasanya
berhasil. Buat teman-teman yang nonton
liputan ini sampai habis, kita ada kelas
gratis buat teman-teman ya. Jadi tonton
dulu sampai habis. Nanti teman-teman
bisa lihat di link deskripsinya atau mau
langsung ikut kelas jadi raja Google di
kotamu juga boleh. [musik]
Saya dengan Putra Candra Buana usia 50
tahun lebih ya berasal dari Bekasi.
Usaha saat ini itu kita berkecimpung di
dunia digital offline dan online sih
sebenarnya seperti itu. Usaha yang
terkini ya. Titik terang kreatif.
Nama saya Rehan biasa dipanggil Rehan
Baon ya. Saya juga sama dari Bekasi ya.
Kalau ditanya umur mungkin saya 30-an
aja. Usahanya apa ya? Saya membersamai
Pak Putra membangun titik terang
kreatif. Kebetulan saya adalah kapten
marketing dan advertiser.
Model bisnis kita agak kompleks ya
banyak ya. Karena di sini kita ada
platform, kita bikin platform, kita
bikin produk e digital juga tool-tool.
Kita juga bangun ekosistem kita juga ada
edukasi ya. Kita ada edukasi ya. Kalau
di bisnis modelnya ya digitalistem
entrepreneur model bisnis itu meliputi
semuanya termasuk data driven.
E saya dari kecil dagang ya saya pernah
dagang es keliling kelas 3 SD dagang
kaki lima, jualan tas, jualan topi,
jualan pakaian ya sampai akhirnya saya
terdampar ke Jakarta. Terdampar ke
Jakarta saya kerja. Ketika saya kerja
itu, pertama kali saya kerja itu saya
dikenalkan dengan yang namanya internet.
Saya belajar internet terus saya tekuni
internet tentu berhubungan dengan
komputer ya. Jadi teknisi pernah, jual
beli komputer juga pernah. Akhirnya
tahun 5 itu saya masuk ke dunia konten.
Zaman dulu sudah ada konten ya. Kita
bikin website, kita ngisi konten. Masih
bekerja di perusahaannya lumayan
terkenal zaman dulu ya. Perusahaan
internet pertama. 2004 saya keluar tetap
saya kerja sambil bisnis. Tapi sebelum
2004 itu saya sudah mempunyai bisnis
yang hasil bisnis saya itu mungkin
puluhan kali lipat dari gaji di tempat
saya kerja. Nah, yang saya lakukan pada
saat itu adalah hal-hal yang sederhana.
Ngiklan di posota itu pasti, ngiklan di
Kompas itu pasti. Dan saya bikin stiker
itu 10.000 stiker di kota saya itu saya
tempelin semua. Dan kalau katanya
sekarang banjir order di offline, saya
sudah banjir order waktu itu seminggu
hari Sabtu, hari Minggu itu bisa 1000
lusin jualan pakaian celana jeans. Ya,
itu sudah online loh tahun 2000 awal ada
nama website-nya. Walaupun enggak
terlalu banyak dapat dari situ, tapi
intinya menggiring ya, menggiring
pembeli untuk datang. Terus kita juga
membangun reseller-reseller ya. Nah, itu
terus saya mengundurkan diri kerja ya.
Karena waktu saya kerja itu jujur bukan
nyari duitnya, nyari ilmunya. Karena
saya berpikir ilmu digital ini itu ilmu
masa depan ya. Bahkan saya pivot dari
keilmuan waktu tahun 99 itu keilmuan
saya itu belajar SISO ngatur jaringan
itu saya tinggalin ini ilmu apaan ini
ilmu narik-narik kabel. Padahal waktu
itu lagi primadona saya tinggalin saya
main konten zaman itu ya posting konten
di website bisa sampai 200 postingan
meliput-liput pada tahun 98 99 tuh kan
banyak kejadian ya itu seru banget
walaupun bisnis konten waktu itu sama
para provider itu bisnis yang tidak
menjanjik bisnis merugikan siapa yang
mau dapat duitnya dari mana gitu saya
bikin iklan baris terus saya juga
menjadi animator. Saya animator main
video-video, terus saya juga bikin CD
pelajaran yang saya jual ke
sekolahan-sekolahan enggak laku. Saya
jual di kaki lima itu puluhan ribu
keping terjual ya. Nah, tapi dengan
konsep kalau istilah searang copywriting
ya. Kalau dulu pedagang kaki lima saya
itu sebelum dia jualan itu saya kasih
kata-kata ini teriakannya tuh seperti
ini loh. Nah, akhirnya lumayan banyak
itu enggak saya lanjutin lagi
bagus-bagusnya tidak saya lanjutin
karena apa? Karena kan banyak izin ini
izin itu apa dan seterusnya. CD-CD itu
selain saya buat CD-CD pelajaran, Bang,
soal apa saya juga mulung di dunia maya.
Software-software MP3 juga zaman dulu
apa dan saya masukin dalam satu CD dan
itu dijual. 2004 saya keluar kerja saya
bukalah usaha digital yang sampai
sekarang ada bisnis itu. Awalnya utama
kreatif kita ganti ke Morosokato masih
ada sampai sekarang. Ini di belakang
layarnya titik terang kreatif. Nah, apa
saja yang sudah dibuat? ya yang sudah
dibuat oleh Muruskato itu kita dulu
kerja sama sama pemerintah SINDA ya
sistem informasi manajemen daerah itu
hampir semua sudah kita buat terus juga
kita pernah bikin marketplace namanya
Nusa ADV tahun 2007 itu lumayan ngerti
ya kita tahu tuh siapa aja yang jajan
kita tahu pokoknya cikal bakal
marketplace iklan baris itu kita sudah
bikin juga
kalau kita sebut ilmu ya ilmu itu saya
banyak banget dapat dari customer
terutama customer Cina ya customer kita
tuh 95% orang China. Banyak sekali ilmu
yang saya sampai kaget-kaget ilmunya.
Ya, saya ceritain di sini ilmunya. Waktu
dulu ada salah satu customer kita, dia
bilang gini, "Pak Puta, datang ke toko
dong. Apa buatkan saya lima website
lagi." Loh, kok bikin lima website lagi?
Kan website Bapak sudah bagus. Apaan?
Saya cuma ditanya-tanyain doang tuh di
website tersebut. Iya kan? Lalu apa yang
bisa saya bantu? dia bikinkan saya lima
website lagi. Akhirnya dia bikin website
sama kita di SEO kan pastinya setelah 3
bulan kemudian saya dipanggil lagi dia
udah 3 bulan punya toko lima. Apa yang
dia lakukan? Ternyata di internet itu di
Google itu ya satu orang untuk
produk-produk tertentu dia akan
neleponin semua website yang ada. Lalu
setelah itu dia bisa menentukan siapa
yang menang. Ya daripada ke orang
mendingan anak buahnya apa itu. Akhirnya
kan semua orderan masuk ke dia. Itu
strategi nyingkirin kompetitor. Iya. Ada
lagi yang nyamperin saya, Pak. Bikinnya
180 website untuk apa, Pak? Ini orang
China juga nih. Untuk nyingkirin
marketing saya. Loh, kenapa kok
marketingnya disingkirkan bukannya
bagus? Marketing saya kalau dapat
orderan dia kadang lempar ke kompetitor.
Ya, saya enggak bisa bikinnya sampai 180
karena waktu itu kita bikin tuh masih
manual, belum punya platform, masih
ngoding satu-satu gitu kan. Akhirnya ya
sudah kita bikin 100 saja. Nah, web-web
marketingnya itu tersingkirkan, diganti
sama dia dengan nomor telepon marketing
dia. Akhirnya semua orderan ke dia.
Kalau marketingnya nakal bisa enggak
dikasih orderan. Banyak lagi ilmu-ilmu
yang kita dapat. Termasuk kemarin waktu
pandemi saya punya satu platform namanya
dongkrak usaha. Ketika pandemi awal
masih ingat saya bulan Maret,
customer-customer Cina kita tuh dia
menghubungi saya, "Pak Putra, semua
orang pada tidur katanya. Kita enggak
mau ikutan tidur seperti mereka." Kasih
solusi kami apa? Saya buat waktu itu
namanya dongrakusaha.com.
Saya buat itu terus kita zoom. Nah, saya
kasih solusi. Selagi tidur orang semua
ngeluh, kalian optimasi nih. Mumpung
yang lain itu pada ngeluh. Akhirnya apa?
Pas dibuka PSBB ya namanya ya, pas buka
itu ya bulan setelah lebaran mereka
panen yang lain baru bangun tidur.
Banyak banget ilmu-ilmu dari customer.
Jadi belajar itu sebenar kita sama
customer kita juga. Alhamdulillah saat
ini kita ada komunitas seo subuh seluruh
Indonesia itu ada di berapa kota ya? 36
yang aktif
aktif ya.
Yang enggak aktif itu ada sampai 200-an.
Itu setiap kota ada marketplace-nya.
Terus juga kita ada program sudah 2
tahun jalan itu setiap subuh kita
belajar. Saya langsung yang ngisi.
Setiap subuh kita belajar. Singkatnya
seperti itu. Kalau diceritakan bisa
panjang banget. Ada berapa website?
Hampir 10.000 ya. Itu website-website
yang mempunyai komunity sendiri ya.
Kayak website yang nasionalnya kita ada
dongkrak usaha itu ada 25.000 Ibu
membernya. Terus yang setiap portal kota
itu tergantung sama kotanya. Kalau di
Bekasi, bisnisbekasi.com.
Kalau Jakarta 1jakarta.com.
Kalau Kudus muriaraya.com,
pasarsurabaya.com. Itu kita semua
dikelola sama masing-masing ada ada ini
ada IC-nya di setiap kota. Gol-golnya
adalah gini, kita kan selama ini bermain
di platform orang luar negeri maksudnya.
Dan ini ketika ya kita kan enggak tahu
ya lagi regulasi itu masih tidak
berpihak kepada masyarakat Indonesia ya
para pemain-pemain pemula itu bakalan
ketekan publik sama kapitalis itu senang
ya karena kan mereka bisa bermesraan tuh
mereka bisnis tapi yang kecil-kecil yang
ngangkat ini ini bisa berbahaya makanya
kita buatkan ya kita buatkan
masing-masing untuk mensukseskan
marketplace-marketplace kota itu
sederhana sebenarnya berjamaah berjamaah
itu enggak ada yang bisa ngalah
sama seperti ya kita lihat kesuksesan
marketplace itu karena apa? Karena
masyarakat Indonesia berjamaah
mensukseskan mereka setiap pagi gue
belum update status nih. Harus update
status. Udah kayak karyawan aja update
status nih. 1 juta masyarakat Indonesia
update status. Kenapa mereka mau update
status? Karena ada keuntungan buat
mereka. Nah, kira-kira seperti itu.
[musik]
Titik terang kreatif itu kita bangun
sebenarnya saya itu kesepian. Ketika
saya punya modosato itu saya enggak
punya teman sampai sekarang ya enggak
punya teman juga. Kalau di rumah ya
rumah aja, depan laptop, depan laptop
ya. Beberapa teman-teman saya kayak Pak
Kur, Mas Rehan, Pak Andri, eh kita
nongkrong yuk. Ada tuh nongkrong di
Sumaron namanya. Kita bikin bisnis yuk.
Ya, kita bikin bisnis terus namanya apa
kata Pak Kurur? Titik terang. Karena
saya selalu ada kreatif di belakangnya
gitu ya. Titik terang kreatif ininya
menerangi perjalanan bisnis Anda. Karena
apa? Kenapa saya selalu bawa embel-embel
kreatif? Karena memang enggak ada
istilah akrisis. Kalau kita kreatif ya,
ketika pandemi kemarin yang kreatif itu
naik, yang enggak kreatif pasrah.
Makanya kita selalu pakai kreatif.
Kreatif dalam berpikir semuanya ada.
Kreatif keuangan, kreatif marketing,
kreatif pergaulan, kreatif ngonten,
kreatif itu semua pakai kreatif. Kami
memfasilitasi, kami ngajarin, kami
mengedukasi, kami mentorin. Ini yang
terkinya ya. kami sesuaikan dengan
kemampuan yang belajar di kami nih.
Kalau mereka punya produk dan produknya
itu terasa tidak cocok, kamu jangan main
ini. Kamu maini ke sini aja. Nah, kami
siapkan itu kesuksesan keberhasilan
mereka itu tergantung dari mereka mau
belajar atau tidak, mereka mau action
atau tidak ya mereka mau bernetwork atau
tidak. Tiga ini kuncinya kalau pemula
manut. Nah, bahkan ya 99%
yang sukses itu yang gaptek. Kalau yang
datang bawa ilmu, yang bawa itu biasanya
baru nyoba 1 bulan udah ke mana-mana
lagi nyari-nyari. Tapi kalau yang
benar-benar itu rata-rata biasanya
berhasil. Karena kan dia mau kita cukur,
lu harus bentuknya begini ngikut gitu.
E terus ada satu lagi nih dalam
pemilihan produk ya. Kalau kita mau
bermain apa ya, mau offline, mau online,
itu kita harus tahu produk ini produk
yang akan mati bulan depan atau produk
yang akan terus hidup sampai
bertahun-tahun. Ini harus kita tahu
mindset ini. Kebanyakan teman-teman
mereka cari produklaris baru mau ikut
trennya habis akhirnya ini terus
ngiklan. Lah gimana produk teralis yang
main kan banyak. ketika ngiklan boncos,
kenapa enggak mereka enggak main produk
yang hari ini ada 20 tahun kemudian
masih tetap ada. Kita bangun sekarang
itu akan kepakai sampai sekian puluh
tahun kemudian. Pak, kalau produk yang
evergreen itu kan lama dapat duitnya ya.
Kalau gitu paralel mainnya produk lari
sama produk-produk yang jangka panjang
seperti itu. Nah, kita selalu selalu
berikan pilihan bahkan selalu kita
mainkan kedua-duanya agar cuan jangka
pendeknya dapat, cuan jangka panjangnya
juga dapat.
Oke, menariknya ini ada cerita baru
banget tadi siang saya dapat video
testimoninya nih ya. Bapak Wardana dari
Jogja ya. E dia ini sakit stroke ya.
Tadinya minus dia. Dia jualan Alkes ya
jualannya. Tadinya minus enggak enggak
ada penghasilan. Sampai akhirnya dia
menemukan platform namanya Dongkrak
usaha ya. Dongkrakusaha.com ini dan dia
ikut ikut kelasnya ya. Kebetulan saya
yang ngajar. Alhamdulillahnya juga
akhirnya dia ngikutin, dia manut apa
yang saya sampaikan dan alhamdulillah
hari ini anak-anaknya bisa diajak untuk
optimasi produknya dan alhamdulillah
sudah bisa buka cabang sampai dua.
Tadinya minus ya dan ini mau tiga dan
menariknya lagi ya anak-anaknya bisa
diajak. Dia usahanya jualan alkes alat
kesehatan kayak mungkin suntikan terus
kayak tempat betur gitu. Dia lewat
website platformnya dongkrakusaha.com
ini tapi dia tampilnya di Google ya.
Nanti ada videonya kok. Nanti saya kasih
lihat.
Perkenalkan saya Pak Wardana dari Jogja.
Allah 2 tahun lalu saya terkena S stroke
stroke ternyata disambung dengan badai
berikutnya namanya badai ekonomi. Usaha
kami rusak tersisa satu cabang apotek
yang kondisi pun tidak baik. Kemudian
dalam perjalanan itu saya bertemu dengan
platform namanya Donggrak Usaha.
dibimbing Mas Rehan, Pak Udah Putra,
kami membangun bisnis apotek kami dengan
makai platform website dongrak bisnis
atau dongrak usaha dan alhamdulillah ini
usaha sudah boleh cabang pertama sudah
pih sudah mulai profitnya tebal kemudian
cabang kedua sudah jalan dan sekarang
mau cabang yang ketiga. Insyaallah
Januari atau Februari buka. Sekali lagi
terima kasih teman-teman yang belum
gabung dongra usaha. Ayo, buruan.
Biayanya sangat murah. Nanti saya
buktikan dibimbing sampai bisa.
Ada lagi sebenarnya ini Pak Dimas juga
sama ya, dia malah kerja. Dia kerja, dia
bangun bisnis, dia bikin website ya.
Nama website-nya reparasi bus dan dia
alhamdulillah udah closing miliaran dari
kin caroser bus. Apa yang diajarkan? Ya
saya ajarin gimana caranya optimasi,
gimana caranya biar kamu bisa tampil di
halaman pertama Google. Dan
alhamdulillah hasilnya luar biasa. Nanti
ada testimoninya juga dia bilang kalau
saya sudah dapat dari sini.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Saya
berterima kasih banget kepada TTIK
Terang dan timnya. Dengan bantuan dari
titik terang dan timnya, alhamdulillah
ee bisnis saya sekarang sudah P1 di
Google dan mendominasi halaman pencarian
di Google. Website saya adalah
reparasibost.com.
Bisnis kami di bidang karoseri buis
tambang dan reparasi buis. Alhamdulillah
dalam 1 tahunan ini kita sudah closing
hampir R miliar dan ee ada beberapa
potensi closing yang lumayan nilainya.
Demikian terima kasih buat teman-teman
semua Pak Putra dan lain-lain
teman-teman titik terang. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Saya melihat keanehan-keanehan dengan
ilmu yang beredar. Yang harusnya ilmu
itu menjadi mudah dibuat menjadi sulit
sampai muter-muter. Yang harusnya ilmu
itu bisa dijual murah, dijual mahal.
Kapan Indonesia akan pintar? ya,
contoh ya, SECO itu ilmu yang sangat
mudah tapi diblow up istilahnya dengan
bikin artikel apa dan seterusnya yang
sulit. Padahal ilmu yang sangat mudah,
asal bergerak jadi sosmet ilmu yang
sangat mudah. Algoritma itu sesuai
dengan algoritma kita. Asal bergerak
jadi. Tapi banyak banget lika-liku,
teknik-teknik yang membuat kita akhirnya
nyerah mengatakan sulit zaman sekarang
karena ilmunya susah. Padahal kagak kita
udah tes kepada yang gapek banget dan
berhasil. Nah, terus juga salah kamar.
Banyak yang belajar salah kamar. Dia
produknya genset. Sekarang ramai TikTok.
Mereka jualan genset di TikTok. Memang
ada terjadi transaksi di situ, tapi
prioritasnya bukan di situ. Cara mainnya
beda. Ini salah kamar. Dia harusnya
belajar sama yang levelnya yang posisi
rendah ni saya nih. Saya tuh masih level
saya masih bawah. Saya harusnya belajar
ke Mas Rehan. Tapi ketika ada guru
misalkan, "Eh, saya belajar ke situ. Ini
salah. Ilmu yang harusnya dari Mas Rehan
yang harus bisa saya tekuni itu akan
dimatikan oleh ilmu guru besar ini."
Salah kamar. Banyak belajar salah kamar.
Terus terjadinya sukses sebentar
nyungsep lagi. Sukses sebentar nyungsep
lagi. Karena enggak paham karakter
daripada produknya, karakter daripada
marketnya. Yang main di Google apa? Yang
untuk jangka panjang apa, yang main di
sosem apa?
Yang pertama, kegagalan bisa disebabkan
terlalu cinta kepada produk. Itu enggak
boleh terlalu cinta pada produk. Kenapa?
Itu kemungkinan udah red ocean banget,
persaingannya udah berdarah-darah
banget, terus kemampuanmu itu-itu aja
gitu ya. Enggak bisa itu. Kamu harus
mainkan satu lagi. Oke, ya. Yang kedua,
speed. Dia tuh ingin ngebut sementara
kendaraannya tuh enggak bisa diajak
ngebut. Nah, kembali lagi golnya apa?
Gol-nya misalkan cuan ya, cuan ya.
Bagaimana kita misalkan saya kasih
contoh nih akikah misalkan ya akikah ini
5 tahun yang lalu pemainnya cuman dua
misalmisal ya sekarang udah 100 5 tahun
kemudian kira-kira sebanyak apa sekuat
apapun kita, sehebat apapun kita, pasti
bagi-bagi kuenya bakal sedikit-sedikit.
Dan ini kan kita sudah ngebaca, makanya
saya sebut apapun produkmu, potensi ke
disrup ada. Jadi jangan terlalu
cinta-cinta banget sama produk ya. Yang
mau dibranding seperti apapun pasti akan
mati. Banyak kan yang sudah bertumbangan
brand-brand besar. Nah, itu terlalu
cinta sama produk. Lalu apa yang harus
dilakukan? Nah, yang harus dilakukan
adalah siapkan produk-produk penyangga.
Ya, kalau sekarang ini kita jualan beras
itu ada jualan minyak dan lain-lainnya
juga. Seperti kita kasih contoh pandemi
ya, itu banyak produk perusahaan yang
nyungsep. Tapi yang naik banyak toh?
Yang naik banyak. Nah, kebayang enggak
sih kalau kita punya 50 produk enggak
ada masalah dengan bisnis kita? Pas dia
ini turun ini naik. Nah, lalu
positioning yang harus dirubah. Pertama,
positioning saya jualan beras.
Berikutnya positioning saya jadi
penguasa pengusaha yang ada di dalam.
Contoh, dagang beras tak kumpulin sini,
dagang minyak tak kumpulin, semua produk
lu masuk ke gue. Nah, itu yang dilakukan
oleh Shopee, oleh Tokopedia. Nah, kenapa
enggak kita bikin dalam bentuk kecil?
Bisa enggak? Bisa. Sudah ada buktinya.
Udah banyak banget buktinya ya. Banyak
kita testimoninya itu pare. Ya,
pasarsurabaya.com yang saya sebutkan
tadi itu banyak pasar Bekasi apa dan
seterusnya. Nah, pertama tadi terlalu
cinta sama produk. Yang kedua itu adalah
terus speed. Terus dia enggak lihat
market. Kan pernah dengar produk market
fit. Kita apapun itu kita lihat market
dulu. Kebutuhan pasar seperti apa. Lalu
setelah kita lihat marketnya seperti
apa. Oh market butuh ini. Kita lihat
produk kita bisa menyelesaikan masalah
market itu tidak. Oh produk kita bisa
menyelesaikan masalah market. Kitanya
bisa enggak menghubungkan? Kitanya juga
harus diriset. Kebanyakan kitanya enggak
diriset gitu loh. Harus kita sword diri
kita. Kelemahan saya apa? kesuksesan
untuk produk Evergreen ya atau untuk
produk apapun. Yang pertama punya
ilmunya, yang kedua pastikan jalannya
sudah benar. Serajin apapun kalau
jalannya salah malah bertolak belakang
ee dengan jalan yang kita tuju ini
enggak nyampai-nyampe ya. Pertama e
produk sudah benar, jalannya sudah benar
terus konsisten yakin sama sang
pencipta. Penentu rezeki kita ini. Ini
real kejadiannya ya. Satu hari itu lead
banyak banget enggak ada closing sama
sekali. Itu kita sebagai temannya. Ini
cerita teman ya. Kita waktu itu ada
masterm ngumpul saling
nasehat-menasihati. Pokoknya semua
strategi udah dijalankan. Impactnya dia
itu banyak yang nanya apa yang terjadi?
Enggak closing-closing. Kalau kita
enggak closing-closing, sibuk ngurusin
campaign ini, ini enggak ngurusin dosa
gue ke siapa ya? Dosa saya sama ibu
saya. Saya sudah minta maaf ikhlas
enggak kita? Bersyukur enggak kita. Ini
kejadian sudah berkali-kali saya
ngalamin karena kan saya tempat
konsultasinya banyak orang. Ketika kita
kasih solusi itu tahu-tahu mengalir.
Sampai dia datang ke saya, "Pak, saya
belum nawarin sesuatu. Dia sudah minta
nomor rekening, sudah transfer. Cuman
ikhlas ikhlas minta maaf sama orang
tuanya. Ee ya mendoakan orang-orang yang
pernah dia zalimi, ya dan seterusnya dan
seterusnya. Karena kan penentu rezeki
itu ini bukan strategi marketing kita.
Itu yang saya yakini. Ikhlas. Kira-kira
seperti itu.
Kalau saya sih menyarankan kalau
teman-teman memang benar-benar polos
atau bisnisnya masih biasa-biasa saja,
yang pertama itu yang harus dilakukan
belajar dulu ilmunya dulu. Ilmu apa?
Ilmu roadmap. Road map-nya dulu. Ini
suasana medan tempurnya itu kayak apa
sih sekarang? Apakah yang bertempur
harus para jenderal aja atau bisa
prajurit-prajurit? Itu dulu ya. Yang
kedua, kalau bisa yang belum punya
produk semua. Kalaupun punya produk
dikesampingkan dulu produknya karena ini
akan lebih enak untuk dapatin cuannya.
Jadi teman-teman yang enggak punya
produk ya atau yang gapek itu lebih baik
bergabung
menerima terus yang manut yang manut
insyaallah jadi karena 99% yang berhasil
sama kita yang manut. Apakah kita
mainnya eso saja? Enggak. Kita mainnya
semuanya kita mainkan yang SEO pasti ya.
Eo itu karena kan itu untuk pondasinya
untuk sustain-nya jangka panjang. sosmet
kita main TikTok, kita main TikTok, kita
main IG, lantas kita juga main grup
WhatsApp, terus juga kita main kita ada
aplikasi, aplikasi gotongroyong namanya.
Nah, aplikasi gotong royong ini kita
punya aplikasi kita kumpulkan 1000 orang
di dalam aplikasi itu nanti mereka
saling membantu. Kalau mereka saling
membantu SEO, mereka lakukan aktivitas
SEO di situ. Kalau mereka mau main
sosem, mereka lakukan itu bukan bot. Ini
asli ada aplikasinya. Nah, ini juga kita
mainkan. Oh, testimoninya sudah banyak
banget itu ya. Sudah banyak banget, Pak.
Alhamdulillah saya closing ini, saya
closing ini. Yang harusnya kita kerjakan
sendiri itu jadi ramai-ramai. Karena kan
apapun medianya kekuatannya ada di
traffic di awal untuk mengundang
algoritma. Siapa yang yang sukses tidak
karena traffic? Karena traffic semua
toh. Nah, traffic itu ada yang bayar
iklan untuk datang ke traffic. Kenapa
enggak kita bersama-sama aja? Sederhana
kok bisnis ini dari zaman jahiliah
sampai sekarang sama medianya doang yang
beda. Kalau kaki lima kan teriak-teriak.
Tapi teriak-teriaknya harus
dirubah-rubah. Ketika kita teriak A
enggak ada yang mampir, teriaknya
diganti. Enggak main metah juga sama
begitu. Iya. Ketika kita dagang, kan ada
tuh yang dagang obat ya, yang dagang
obat atau dagang apa tu awalnya
dikelilingi sama teman-temannya itu yang
jemah tadi pernah ya lihat ya. Iya kan?
Ada tuh teman-temannya itu memancing
algoritma biar pada datangnya calon
pembeli asli ya. Penasaran terus setelah
tergantikan yang teman-temannya mundur
akhirnya terjadi itu yang dilakukan
banyak media sekarang ya. Syaratnya
satu, produknya harus berkualitas.
Karena yang namanya bisnis itu penjualan
pertama, bukan bisnis. Itu cuman jualan
tok. Bisnis itu bagaimana mendatangkan
repeat, repeat, repeat, repeat dan
melanggeng sampai seterusnya sama
customer itu bisnis di awal itu jangan
transaksional lah gitu. Contoh nih ya.
Ini misalkan saya punya produk namanya
susu demil ya. Susu demil ya. Kebetulan
itu memang produk kami susu demil itu
positioning-nya kita rubah.
Posisioningnya susunya orang cerdas,
susunya orang berpendidikan, susunya
orang yang memikirkan masa depan. Itu
kan susu etawa sama dengan produk-produk
lain. Nah, karena sama dengan
produk-produk lain, kita bingung
value-nya apalagi. Kita include kan satu
value tambahan. Yang beli susu satu bok
gratis belajar bahasa Inggris selama
sebulan. Yang beli susu satu bok gratis
belajar digital marketing. Yang beli
susu demil satu bok cuma Rp35.000. Nah,
ini kan kita dapat tuh value-nya.
Setelah dapat value-nya terus baru kita
naikkan ke iklan seperti itu atau kita
publikasi, kita cari reseller dan
seterusnya seperti itu. Di penjualan
pertama itu tidak untung. Misalkan impas
bahkan rugi rugi mungkin 1.000 tapi yang
beli ada 10.000 orang. Yang repeat
kira-kira berapa? Yang repeat misalkan
30%. Repit berikutnya itulah keuntungan
kita. Jadi penjualan pertama itu jangan
mikirin untung. mikirin dapat data dulu,
mikirin engagement dulu, gitu loh.
[musik] Ekonomi. Ke depan itu baik-baik
saja. Yang bilang ke depan itu tidak
baik-baik saja. Orang yang enggak mikir
ke depan itu baik-baik saja jika pakai
jika. Kamu punya ilmunya, ilmu kamu
cocok untuk digunakan masa depan. Kamu
mau beradaptasi, kamu mau bernetwork,
kamu manut sama gurumu, kamu punya
komunitas
itu akan baik. kamu kreatif ini akan
baik-baik saja ke depannya karena emas
ada di mana-mana cuman mata kita kita
tutup. Nah, ke depan akan tidak
baik-baik saja ketika kamu enggak mau
belajar di ditawarkan, eh gratis kamu
mau enggak ini gratis? Ah, gratis. Apaan
tuh materinya? Dikasih Rp10.000 harga
kelasnya. Wah, apaan tuh Rp10.000?
Pokoknya banyak alasan kalau tipe-tipe
pecundang ini ke depan tidak baik-baik
saja. Terus juga teman-teman
berbisnislah sesuai dengan kemampuanmu
ya. Jangan ambil bisnis di awal yang
resikonya tinggi. Jangan bermain saham,
kripto apa. Banyakin dulu duitnya,
banyakin dulu tabungannya baru kamu
masuk ke ranah itu. Dia ada
tahapan-tahapannya.
Bukan enggak boleh ya, tapi entar-entar
dulu. Kuatkan dulu pondasinya. Terserah
mau main-main di ranah itu monggo
silakan. Dari saya sih itu aja ya. Jadi
teman-teman semua ya harusnya di 2026
teman-teman tuh udah lagi enggak susah
cari uang ya. Kenapa? Karena banyak
banget emas di mana-mana tinggal kitanya
mau nah kebetulan ya kami titik terang
kreatif buka kelas ya namanya apa? Jadi
Raja Google di kotamu. Teman-teman bisa
ikutan kelasnya ini ya. Nanti langsung
daftar di link deskripsi mungkin ya
teman-teman tinggal masuk aja dan nanti
kita akan ajarkan bagaimana caranya
teman-teman bisa menjadi raja Google di
kotamu. Ya, saya akan ajarin gimana
caranya teman-teman bisa mencari vendor.
Saya akan ajarkan teman-teman gimana
caranya mengoptimasi produk-produk yang
bagus yang memang misalnya menjadi
primadona di kotanya masing-masing dan
produk yang jangka panjang ya. Karena
kalau kita main jangka pendek aja ya
nanti jangka panjangnya enggak dimainin
kan rugi ya. Makanya teman-teman ini
nanti akan saya ajarkan di kelas jadi
raja Google di Kota Mir ya. Monggo
silakan langsung masuk aja ke link
deskripsinya ya.
Oke teman-teman bagi Teman-teman yang
nonton video ini sampai tuntas itu akan
saya kasih kelas belajar digital
marketing selama setahun gratis. Lihat
di link deskripsi belajar digital
marketing selama setahun gratis. Ya, ini
sudah berjalan sih sebenarnya sudah 2
tahun. Nah, teman-teman nanti akan ikut
bagian dari sini gratis. Yang dibahas
apa? Mulai dari mindset, teknik, bahkan
ilmu-ilmu bisnis yang memang daging
semua insyaallah. Kira-kira gitu ya.
Silakan cek deskripsi di bawah dan
dapatkan bonus gratis untuk yang nonton
sampai tuntas ya. Untuk yang nonton
sampai tuntas. Demikian
teman-teman di tahun 2026 ini
teman-teman harus bisa naik kelas ya.
Teman-teman bisa ikut kelasnya nanti
bersama Titik Terang Kreatif dan nanti
akan diajarkan ya diajarkan dari
fundamental bisnisnya, teknisnya ya
tinggal apa teman-teman take action
karena kalau belajar tanpa action sama
aja nol ya makanya teman-teman langsung
eksekusi monggo mau belajar gratis boleh
atau mau langsung ikut kelas jadi raja
Google di kotamu juga boleh. Nah
teman-teman yang mau ikutan kelas jadi
raja Google di kotamu itu cukup bayar
Rp500.000 R000 aja. Dan nanti
teman-teman akan diajarkan bagaimana
caranya belajar SEO mengoptimasi
produk-produk yang ada di kota Anda
untuk bisa menjadi penghasilan jangka
panjang Anda. Ini enggak cuman teknis,
kita ngomongin soal mindset, kita
ngomongin soal optimasinya, teknisnya
ya. Dan kita juga akan ajarin cara
mengelolanya itu ya. Monggo langsung
join aja.
Saya Putra.
Saya Rehan. Kami dari titik Terang
Kreatif dan ini Naikass versi kami.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:35:02 UTC
Categories
Manage