Cari Uang Di 2026 Lebih Mudah Daripada Cari Kerja !
PDdO9Eqw0PM • 2025-12-29
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id 2026 cari duit itu lebih mudah daripada cari kerja. Kenapa? Karena emas ada di mana-mana. 99% yang sukses itu yang gaptek. Kalau yang datang bawa ilmu itu biasanya baru nyoba 1 bulan udah ke mana-mana lagi nyari-nyari. Tapi kalau yang benar-benar itu rata-rata biasanya berhasil. Buat teman-teman yang nonton liputan ini sampai habis, kita ada kelas gratis buat teman-teman ya. Jadi tonton dulu sampai habis. Nanti teman-teman bisa lihat di link deskripsinya atau mau langsung ikut kelas jadi raja Google di kotamu juga boleh. [musik] Saya dengan Putra Candra Buana usia 50 tahun lebih ya berasal dari Bekasi. Usaha saat ini itu kita berkecimpung di dunia digital offline dan online sih sebenarnya seperti itu. Usaha yang terkini ya. Titik terang kreatif. Nama saya Rehan biasa dipanggil Rehan Baon ya. Saya juga sama dari Bekasi ya. Kalau ditanya umur mungkin saya 30-an aja. Usahanya apa ya? Saya membersamai Pak Putra membangun titik terang kreatif. Kebetulan saya adalah kapten marketing dan advertiser. Model bisnis kita agak kompleks ya banyak ya. Karena di sini kita ada platform, kita bikin platform, kita bikin produk e digital juga tool-tool. Kita juga bangun ekosistem kita juga ada edukasi ya. Kita ada edukasi ya. Kalau di bisnis modelnya ya digitalistem entrepreneur model bisnis itu meliputi semuanya termasuk data driven. E saya dari kecil dagang ya saya pernah dagang es keliling kelas 3 SD dagang kaki lima, jualan tas, jualan topi, jualan pakaian ya sampai akhirnya saya terdampar ke Jakarta. Terdampar ke Jakarta saya kerja. Ketika saya kerja itu, pertama kali saya kerja itu saya dikenalkan dengan yang namanya internet. Saya belajar internet terus saya tekuni internet tentu berhubungan dengan komputer ya. Jadi teknisi pernah, jual beli komputer juga pernah. Akhirnya tahun 5 itu saya masuk ke dunia konten. Zaman dulu sudah ada konten ya. Kita bikin website, kita ngisi konten. Masih bekerja di perusahaannya lumayan terkenal zaman dulu ya. Perusahaan internet pertama. 2004 saya keluar tetap saya kerja sambil bisnis. Tapi sebelum 2004 itu saya sudah mempunyai bisnis yang hasil bisnis saya itu mungkin puluhan kali lipat dari gaji di tempat saya kerja. Nah, yang saya lakukan pada saat itu adalah hal-hal yang sederhana. Ngiklan di posota itu pasti, ngiklan di Kompas itu pasti. Dan saya bikin stiker itu 10.000 stiker di kota saya itu saya tempelin semua. Dan kalau katanya sekarang banjir order di offline, saya sudah banjir order waktu itu seminggu hari Sabtu, hari Minggu itu bisa 1000 lusin jualan pakaian celana jeans. Ya, itu sudah online loh tahun 2000 awal ada nama website-nya. Walaupun enggak terlalu banyak dapat dari situ, tapi intinya menggiring ya, menggiring pembeli untuk datang. Terus kita juga membangun reseller-reseller ya. Nah, itu terus saya mengundurkan diri kerja ya. Karena waktu saya kerja itu jujur bukan nyari duitnya, nyari ilmunya. Karena saya berpikir ilmu digital ini itu ilmu masa depan ya. Bahkan saya pivot dari keilmuan waktu tahun 99 itu keilmuan saya itu belajar SISO ngatur jaringan itu saya tinggalin ini ilmu apaan ini ilmu narik-narik kabel. Padahal waktu itu lagi primadona saya tinggalin saya main konten zaman itu ya posting konten di website bisa sampai 200 postingan meliput-liput pada tahun 98 99 tuh kan banyak kejadian ya itu seru banget walaupun bisnis konten waktu itu sama para provider itu bisnis yang tidak menjanjik bisnis merugikan siapa yang mau dapat duitnya dari mana gitu saya bikin iklan baris terus saya juga menjadi animator. Saya animator main video-video, terus saya juga bikin CD pelajaran yang saya jual ke sekolahan-sekolahan enggak laku. Saya jual di kaki lima itu puluhan ribu keping terjual ya. Nah, tapi dengan konsep kalau istilah searang copywriting ya. Kalau dulu pedagang kaki lima saya itu sebelum dia jualan itu saya kasih kata-kata ini teriakannya tuh seperti ini loh. Nah, akhirnya lumayan banyak itu enggak saya lanjutin lagi bagus-bagusnya tidak saya lanjutin karena apa? Karena kan banyak izin ini izin itu apa dan seterusnya. CD-CD itu selain saya buat CD-CD pelajaran, Bang, soal apa saya juga mulung di dunia maya. Software-software MP3 juga zaman dulu apa dan saya masukin dalam satu CD dan itu dijual. 2004 saya keluar kerja saya bukalah usaha digital yang sampai sekarang ada bisnis itu. Awalnya utama kreatif kita ganti ke Morosokato masih ada sampai sekarang. Ini di belakang layarnya titik terang kreatif. Nah, apa saja yang sudah dibuat? ya yang sudah dibuat oleh Muruskato itu kita dulu kerja sama sama pemerintah SINDA ya sistem informasi manajemen daerah itu hampir semua sudah kita buat terus juga kita pernah bikin marketplace namanya Nusa ADV tahun 2007 itu lumayan ngerti ya kita tahu tuh siapa aja yang jajan kita tahu pokoknya cikal bakal marketplace iklan baris itu kita sudah bikin juga kalau kita sebut ilmu ya ilmu itu saya banyak banget dapat dari customer terutama customer Cina ya customer kita tuh 95% orang China. Banyak sekali ilmu yang saya sampai kaget-kaget ilmunya. Ya, saya ceritain di sini ilmunya. Waktu dulu ada salah satu customer kita, dia bilang gini, "Pak Puta, datang ke toko dong. Apa buatkan saya lima website lagi." Loh, kok bikin lima website lagi? Kan website Bapak sudah bagus. Apaan? Saya cuma ditanya-tanyain doang tuh di website tersebut. Iya kan? Lalu apa yang bisa saya bantu? dia bikinkan saya lima website lagi. Akhirnya dia bikin website sama kita di SEO kan pastinya setelah 3 bulan kemudian saya dipanggil lagi dia udah 3 bulan punya toko lima. Apa yang dia lakukan? Ternyata di internet itu di Google itu ya satu orang untuk produk-produk tertentu dia akan neleponin semua website yang ada. Lalu setelah itu dia bisa menentukan siapa yang menang. Ya daripada ke orang mendingan anak buahnya apa itu. Akhirnya kan semua orderan masuk ke dia. Itu strategi nyingkirin kompetitor. Iya. Ada lagi yang nyamperin saya, Pak. Bikinnya 180 website untuk apa, Pak? Ini orang China juga nih. Untuk nyingkirin marketing saya. Loh, kenapa kok marketingnya disingkirkan bukannya bagus? Marketing saya kalau dapat orderan dia kadang lempar ke kompetitor. Ya, saya enggak bisa bikinnya sampai 180 karena waktu itu kita bikin tuh masih manual, belum punya platform, masih ngoding satu-satu gitu kan. Akhirnya ya sudah kita bikin 100 saja. Nah, web-web marketingnya itu tersingkirkan, diganti sama dia dengan nomor telepon marketing dia. Akhirnya semua orderan ke dia. Kalau marketingnya nakal bisa enggak dikasih orderan. Banyak lagi ilmu-ilmu yang kita dapat. Termasuk kemarin waktu pandemi saya punya satu platform namanya dongkrak usaha. Ketika pandemi awal masih ingat saya bulan Maret, customer-customer Cina kita tuh dia menghubungi saya, "Pak Putra, semua orang pada tidur katanya. Kita enggak mau ikutan tidur seperti mereka." Kasih solusi kami apa? Saya buat waktu itu namanya dongrakusaha.com. Saya buat itu terus kita zoom. Nah, saya kasih solusi. Selagi tidur orang semua ngeluh, kalian optimasi nih. Mumpung yang lain itu pada ngeluh. Akhirnya apa? Pas dibuka PSBB ya namanya ya, pas buka itu ya bulan setelah lebaran mereka panen yang lain baru bangun tidur. Banyak banget ilmu-ilmu dari customer. Jadi belajar itu sebenar kita sama customer kita juga. Alhamdulillah saat ini kita ada komunitas seo subuh seluruh Indonesia itu ada di berapa kota ya? 36 yang aktif aktif ya. Yang enggak aktif itu ada sampai 200-an. Itu setiap kota ada marketplace-nya. Terus juga kita ada program sudah 2 tahun jalan itu setiap subuh kita belajar. Saya langsung yang ngisi. Setiap subuh kita belajar. Singkatnya seperti itu. Kalau diceritakan bisa panjang banget. Ada berapa website? Hampir 10.000 ya. Itu website-website yang mempunyai komunity sendiri ya. Kayak website yang nasionalnya kita ada dongkrak usaha itu ada 25.000 Ibu membernya. Terus yang setiap portal kota itu tergantung sama kotanya. Kalau di Bekasi, bisnisbekasi.com. Kalau Jakarta 1jakarta.com. Kalau Kudus muriaraya.com, pasarsurabaya.com. Itu kita semua dikelola sama masing-masing ada ada ini ada IC-nya di setiap kota. Gol-golnya adalah gini, kita kan selama ini bermain di platform orang luar negeri maksudnya. Dan ini ketika ya kita kan enggak tahu ya lagi regulasi itu masih tidak berpihak kepada masyarakat Indonesia ya para pemain-pemain pemula itu bakalan ketekan publik sama kapitalis itu senang ya karena kan mereka bisa bermesraan tuh mereka bisnis tapi yang kecil-kecil yang ngangkat ini ini bisa berbahaya makanya kita buatkan ya kita buatkan masing-masing untuk mensukseskan marketplace-marketplace kota itu sederhana sebenarnya berjamaah berjamaah itu enggak ada yang bisa ngalah sama seperti ya kita lihat kesuksesan marketplace itu karena apa? Karena masyarakat Indonesia berjamaah mensukseskan mereka setiap pagi gue belum update status nih. Harus update status. Udah kayak karyawan aja update status nih. 1 juta masyarakat Indonesia update status. Kenapa mereka mau update status? Karena ada keuntungan buat mereka. Nah, kira-kira seperti itu. [musik] Titik terang kreatif itu kita bangun sebenarnya saya itu kesepian. Ketika saya punya modosato itu saya enggak punya teman sampai sekarang ya enggak punya teman juga. Kalau di rumah ya rumah aja, depan laptop, depan laptop ya. Beberapa teman-teman saya kayak Pak Kur, Mas Rehan, Pak Andri, eh kita nongkrong yuk. Ada tuh nongkrong di Sumaron namanya. Kita bikin bisnis yuk. Ya, kita bikin bisnis terus namanya apa kata Pak Kurur? Titik terang. Karena saya selalu ada kreatif di belakangnya gitu ya. Titik terang kreatif ininya menerangi perjalanan bisnis Anda. Karena apa? Kenapa saya selalu bawa embel-embel kreatif? Karena memang enggak ada istilah akrisis. Kalau kita kreatif ya, ketika pandemi kemarin yang kreatif itu naik, yang enggak kreatif pasrah. Makanya kita selalu pakai kreatif. Kreatif dalam berpikir semuanya ada. Kreatif keuangan, kreatif marketing, kreatif pergaulan, kreatif ngonten, kreatif itu semua pakai kreatif. Kami memfasilitasi, kami ngajarin, kami mengedukasi, kami mentorin. Ini yang terkinya ya. kami sesuaikan dengan kemampuan yang belajar di kami nih. Kalau mereka punya produk dan produknya itu terasa tidak cocok, kamu jangan main ini. Kamu maini ke sini aja. Nah, kami siapkan itu kesuksesan keberhasilan mereka itu tergantung dari mereka mau belajar atau tidak, mereka mau action atau tidak ya mereka mau bernetwork atau tidak. Tiga ini kuncinya kalau pemula manut. Nah, bahkan ya 99% yang sukses itu yang gaptek. Kalau yang datang bawa ilmu, yang bawa itu biasanya baru nyoba 1 bulan udah ke mana-mana lagi nyari-nyari. Tapi kalau yang benar-benar itu rata-rata biasanya berhasil. Karena kan dia mau kita cukur, lu harus bentuknya begini ngikut gitu. E terus ada satu lagi nih dalam pemilihan produk ya. Kalau kita mau bermain apa ya, mau offline, mau online, itu kita harus tahu produk ini produk yang akan mati bulan depan atau produk yang akan terus hidup sampai bertahun-tahun. Ini harus kita tahu mindset ini. Kebanyakan teman-teman mereka cari produklaris baru mau ikut trennya habis akhirnya ini terus ngiklan. Lah gimana produk teralis yang main kan banyak. ketika ngiklan boncos, kenapa enggak mereka enggak main produk yang hari ini ada 20 tahun kemudian masih tetap ada. Kita bangun sekarang itu akan kepakai sampai sekian puluh tahun kemudian. Pak, kalau produk yang evergreen itu kan lama dapat duitnya ya. Kalau gitu paralel mainnya produk lari sama produk-produk yang jangka panjang seperti itu. Nah, kita selalu selalu berikan pilihan bahkan selalu kita mainkan kedua-duanya agar cuan jangka pendeknya dapat, cuan jangka panjangnya juga dapat. Oke, menariknya ini ada cerita baru banget tadi siang saya dapat video testimoninya nih ya. Bapak Wardana dari Jogja ya. E dia ini sakit stroke ya. Tadinya minus dia. Dia jualan Alkes ya jualannya. Tadinya minus enggak enggak ada penghasilan. Sampai akhirnya dia menemukan platform namanya Dongkrak usaha ya. Dongkrakusaha.com ini dan dia ikut ikut kelasnya ya. Kebetulan saya yang ngajar. Alhamdulillahnya juga akhirnya dia ngikutin, dia manut apa yang saya sampaikan dan alhamdulillah hari ini anak-anaknya bisa diajak untuk optimasi produknya dan alhamdulillah sudah bisa buka cabang sampai dua. Tadinya minus ya dan ini mau tiga dan menariknya lagi ya anak-anaknya bisa diajak. Dia usahanya jualan alkes alat kesehatan kayak mungkin suntikan terus kayak tempat betur gitu. Dia lewat website platformnya dongkrakusaha.com ini tapi dia tampilnya di Google ya. Nanti ada videonya kok. Nanti saya kasih lihat. Perkenalkan saya Pak Wardana dari Jogja. Allah 2 tahun lalu saya terkena S stroke stroke ternyata disambung dengan badai berikutnya namanya badai ekonomi. Usaha kami rusak tersisa satu cabang apotek yang kondisi pun tidak baik. Kemudian dalam perjalanan itu saya bertemu dengan platform namanya Donggrak Usaha. dibimbing Mas Rehan, Pak Udah Putra, kami membangun bisnis apotek kami dengan makai platform website dongrak bisnis atau dongrak usaha dan alhamdulillah ini usaha sudah boleh cabang pertama sudah pih sudah mulai profitnya tebal kemudian cabang kedua sudah jalan dan sekarang mau cabang yang ketiga. Insyaallah Januari atau Februari buka. Sekali lagi terima kasih teman-teman yang belum gabung dongra usaha. Ayo, buruan. Biayanya sangat murah. Nanti saya buktikan dibimbing sampai bisa. Ada lagi sebenarnya ini Pak Dimas juga sama ya, dia malah kerja. Dia kerja, dia bangun bisnis, dia bikin website ya. Nama website-nya reparasi bus dan dia alhamdulillah udah closing miliaran dari kin caroser bus. Apa yang diajarkan? Ya saya ajarin gimana caranya optimasi, gimana caranya biar kamu bisa tampil di halaman pertama Google. Dan alhamdulillah hasilnya luar biasa. Nanti ada testimoninya juga dia bilang kalau saya sudah dapat dari sini. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya berterima kasih banget kepada TTIK Terang dan timnya. Dengan bantuan dari titik terang dan timnya, alhamdulillah ee bisnis saya sekarang sudah P1 di Google dan mendominasi halaman pencarian di Google. Website saya adalah reparasibost.com. Bisnis kami di bidang karoseri buis tambang dan reparasi buis. Alhamdulillah dalam 1 tahunan ini kita sudah closing hampir R miliar dan ee ada beberapa potensi closing yang lumayan nilainya. Demikian terima kasih buat teman-teman semua Pak Putra dan lain-lain teman-teman titik terang. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya melihat keanehan-keanehan dengan ilmu yang beredar. Yang harusnya ilmu itu menjadi mudah dibuat menjadi sulit sampai muter-muter. Yang harusnya ilmu itu bisa dijual murah, dijual mahal. Kapan Indonesia akan pintar? ya, contoh ya, SECO itu ilmu yang sangat mudah tapi diblow up istilahnya dengan bikin artikel apa dan seterusnya yang sulit. Padahal ilmu yang sangat mudah, asal bergerak jadi sosmet ilmu yang sangat mudah. Algoritma itu sesuai dengan algoritma kita. Asal bergerak jadi. Tapi banyak banget lika-liku, teknik-teknik yang membuat kita akhirnya nyerah mengatakan sulit zaman sekarang karena ilmunya susah. Padahal kagak kita udah tes kepada yang gapek banget dan berhasil. Nah, terus juga salah kamar. Banyak yang belajar salah kamar. Dia produknya genset. Sekarang ramai TikTok. Mereka jualan genset di TikTok. Memang ada terjadi transaksi di situ, tapi prioritasnya bukan di situ. Cara mainnya beda. Ini salah kamar. Dia harusnya belajar sama yang levelnya yang posisi rendah ni saya nih. Saya tuh masih level saya masih bawah. Saya harusnya belajar ke Mas Rehan. Tapi ketika ada guru misalkan, "Eh, saya belajar ke situ. Ini salah. Ilmu yang harusnya dari Mas Rehan yang harus bisa saya tekuni itu akan dimatikan oleh ilmu guru besar ini." Salah kamar. Banyak belajar salah kamar. Terus terjadinya sukses sebentar nyungsep lagi. Sukses sebentar nyungsep lagi. Karena enggak paham karakter daripada produknya, karakter daripada marketnya. Yang main di Google apa? Yang untuk jangka panjang apa, yang main di sosem apa? Yang pertama, kegagalan bisa disebabkan terlalu cinta kepada produk. Itu enggak boleh terlalu cinta pada produk. Kenapa? Itu kemungkinan udah red ocean banget, persaingannya udah berdarah-darah banget, terus kemampuanmu itu-itu aja gitu ya. Enggak bisa itu. Kamu harus mainkan satu lagi. Oke, ya. Yang kedua, speed. Dia tuh ingin ngebut sementara kendaraannya tuh enggak bisa diajak ngebut. Nah, kembali lagi golnya apa? Gol-nya misalkan cuan ya, cuan ya. Bagaimana kita misalkan saya kasih contoh nih akikah misalkan ya akikah ini 5 tahun yang lalu pemainnya cuman dua misalmisal ya sekarang udah 100 5 tahun kemudian kira-kira sebanyak apa sekuat apapun kita, sehebat apapun kita, pasti bagi-bagi kuenya bakal sedikit-sedikit. Dan ini kan kita sudah ngebaca, makanya saya sebut apapun produkmu, potensi ke disrup ada. Jadi jangan terlalu cinta-cinta banget sama produk ya. Yang mau dibranding seperti apapun pasti akan mati. Banyak kan yang sudah bertumbangan brand-brand besar. Nah, itu terlalu cinta sama produk. Lalu apa yang harus dilakukan? Nah, yang harus dilakukan adalah siapkan produk-produk penyangga. Ya, kalau sekarang ini kita jualan beras itu ada jualan minyak dan lain-lainnya juga. Seperti kita kasih contoh pandemi ya, itu banyak produk perusahaan yang nyungsep. Tapi yang naik banyak toh? Yang naik banyak. Nah, kebayang enggak sih kalau kita punya 50 produk enggak ada masalah dengan bisnis kita? Pas dia ini turun ini naik. Nah, lalu positioning yang harus dirubah. Pertama, positioning saya jualan beras. Berikutnya positioning saya jadi penguasa pengusaha yang ada di dalam. Contoh, dagang beras tak kumpulin sini, dagang minyak tak kumpulin, semua produk lu masuk ke gue. Nah, itu yang dilakukan oleh Shopee, oleh Tokopedia. Nah, kenapa enggak kita bikin dalam bentuk kecil? Bisa enggak? Bisa. Sudah ada buktinya. Udah banyak banget buktinya ya. Banyak kita testimoninya itu pare. Ya, pasarsurabaya.com yang saya sebutkan tadi itu banyak pasar Bekasi apa dan seterusnya. Nah, pertama tadi terlalu cinta sama produk. Yang kedua itu adalah terus speed. Terus dia enggak lihat market. Kan pernah dengar produk market fit. Kita apapun itu kita lihat market dulu. Kebutuhan pasar seperti apa. Lalu setelah kita lihat marketnya seperti apa. Oh market butuh ini. Kita lihat produk kita bisa menyelesaikan masalah market itu tidak. Oh produk kita bisa menyelesaikan masalah market. Kitanya bisa enggak menghubungkan? Kitanya juga harus diriset. Kebanyakan kitanya enggak diriset gitu loh. Harus kita sword diri kita. Kelemahan saya apa? kesuksesan untuk produk Evergreen ya atau untuk produk apapun. Yang pertama punya ilmunya, yang kedua pastikan jalannya sudah benar. Serajin apapun kalau jalannya salah malah bertolak belakang ee dengan jalan yang kita tuju ini enggak nyampai-nyampe ya. Pertama e produk sudah benar, jalannya sudah benar terus konsisten yakin sama sang pencipta. Penentu rezeki kita ini. Ini real kejadiannya ya. Satu hari itu lead banyak banget enggak ada closing sama sekali. Itu kita sebagai temannya. Ini cerita teman ya. Kita waktu itu ada masterm ngumpul saling nasehat-menasihati. Pokoknya semua strategi udah dijalankan. Impactnya dia itu banyak yang nanya apa yang terjadi? Enggak closing-closing. Kalau kita enggak closing-closing, sibuk ngurusin campaign ini, ini enggak ngurusin dosa gue ke siapa ya? Dosa saya sama ibu saya. Saya sudah minta maaf ikhlas enggak kita? Bersyukur enggak kita. Ini kejadian sudah berkali-kali saya ngalamin karena kan saya tempat konsultasinya banyak orang. Ketika kita kasih solusi itu tahu-tahu mengalir. Sampai dia datang ke saya, "Pak, saya belum nawarin sesuatu. Dia sudah minta nomor rekening, sudah transfer. Cuman ikhlas ikhlas minta maaf sama orang tuanya. Ee ya mendoakan orang-orang yang pernah dia zalimi, ya dan seterusnya dan seterusnya. Karena kan penentu rezeki itu ini bukan strategi marketing kita. Itu yang saya yakini. Ikhlas. Kira-kira seperti itu. Kalau saya sih menyarankan kalau teman-teman memang benar-benar polos atau bisnisnya masih biasa-biasa saja, yang pertama itu yang harus dilakukan belajar dulu ilmunya dulu. Ilmu apa? Ilmu roadmap. Road map-nya dulu. Ini suasana medan tempurnya itu kayak apa sih sekarang? Apakah yang bertempur harus para jenderal aja atau bisa prajurit-prajurit? Itu dulu ya. Yang kedua, kalau bisa yang belum punya produk semua. Kalaupun punya produk dikesampingkan dulu produknya karena ini akan lebih enak untuk dapatin cuannya. Jadi teman-teman yang enggak punya produk ya atau yang gapek itu lebih baik bergabung menerima terus yang manut yang manut insyaallah jadi karena 99% yang berhasil sama kita yang manut. Apakah kita mainnya eso saja? Enggak. Kita mainnya semuanya kita mainkan yang SEO pasti ya. Eo itu karena kan itu untuk pondasinya untuk sustain-nya jangka panjang. sosmet kita main TikTok, kita main TikTok, kita main IG, lantas kita juga main grup WhatsApp, terus juga kita main kita ada aplikasi, aplikasi gotongroyong namanya. Nah, aplikasi gotong royong ini kita punya aplikasi kita kumpulkan 1000 orang di dalam aplikasi itu nanti mereka saling membantu. Kalau mereka saling membantu SEO, mereka lakukan aktivitas SEO di situ. Kalau mereka mau main sosem, mereka lakukan itu bukan bot. Ini asli ada aplikasinya. Nah, ini juga kita mainkan. Oh, testimoninya sudah banyak banget itu ya. Sudah banyak banget, Pak. Alhamdulillah saya closing ini, saya closing ini. Yang harusnya kita kerjakan sendiri itu jadi ramai-ramai. Karena kan apapun medianya kekuatannya ada di traffic di awal untuk mengundang algoritma. Siapa yang yang sukses tidak karena traffic? Karena traffic semua toh. Nah, traffic itu ada yang bayar iklan untuk datang ke traffic. Kenapa enggak kita bersama-sama aja? Sederhana kok bisnis ini dari zaman jahiliah sampai sekarang sama medianya doang yang beda. Kalau kaki lima kan teriak-teriak. Tapi teriak-teriaknya harus dirubah-rubah. Ketika kita teriak A enggak ada yang mampir, teriaknya diganti. Enggak main metah juga sama begitu. Iya. Ketika kita dagang, kan ada tuh yang dagang obat ya, yang dagang obat atau dagang apa tu awalnya dikelilingi sama teman-temannya itu yang jemah tadi pernah ya lihat ya. Iya kan? Ada tuh teman-temannya itu memancing algoritma biar pada datangnya calon pembeli asli ya. Penasaran terus setelah tergantikan yang teman-temannya mundur akhirnya terjadi itu yang dilakukan banyak media sekarang ya. Syaratnya satu, produknya harus berkualitas. Karena yang namanya bisnis itu penjualan pertama, bukan bisnis. Itu cuman jualan tok. Bisnis itu bagaimana mendatangkan repeat, repeat, repeat, repeat dan melanggeng sampai seterusnya sama customer itu bisnis di awal itu jangan transaksional lah gitu. Contoh nih ya. Ini misalkan saya punya produk namanya susu demil ya. Susu demil ya. Kebetulan itu memang produk kami susu demil itu positioning-nya kita rubah. Posisioningnya susunya orang cerdas, susunya orang berpendidikan, susunya orang yang memikirkan masa depan. Itu kan susu etawa sama dengan produk-produk lain. Nah, karena sama dengan produk-produk lain, kita bingung value-nya apalagi. Kita include kan satu value tambahan. Yang beli susu satu bok gratis belajar bahasa Inggris selama sebulan. Yang beli susu satu bok gratis belajar digital marketing. Yang beli susu demil satu bok cuma Rp35.000. Nah, ini kan kita dapat tuh value-nya. Setelah dapat value-nya terus baru kita naikkan ke iklan seperti itu atau kita publikasi, kita cari reseller dan seterusnya seperti itu. Di penjualan pertama itu tidak untung. Misalkan impas bahkan rugi rugi mungkin 1.000 tapi yang beli ada 10.000 orang. Yang repeat kira-kira berapa? Yang repeat misalkan 30%. Repit berikutnya itulah keuntungan kita. Jadi penjualan pertama itu jangan mikirin untung. mikirin dapat data dulu, mikirin engagement dulu, gitu loh. [musik] Ekonomi. Ke depan itu baik-baik saja. Yang bilang ke depan itu tidak baik-baik saja. Orang yang enggak mikir ke depan itu baik-baik saja jika pakai jika. Kamu punya ilmunya, ilmu kamu cocok untuk digunakan masa depan. Kamu mau beradaptasi, kamu mau bernetwork, kamu manut sama gurumu, kamu punya komunitas itu akan baik. kamu kreatif ini akan baik-baik saja ke depannya karena emas ada di mana-mana cuman mata kita kita tutup. Nah, ke depan akan tidak baik-baik saja ketika kamu enggak mau belajar di ditawarkan, eh gratis kamu mau enggak ini gratis? Ah, gratis. Apaan tuh materinya? Dikasih Rp10.000 harga kelasnya. Wah, apaan tuh Rp10.000? Pokoknya banyak alasan kalau tipe-tipe pecundang ini ke depan tidak baik-baik saja. Terus juga teman-teman berbisnislah sesuai dengan kemampuanmu ya. Jangan ambil bisnis di awal yang resikonya tinggi. Jangan bermain saham, kripto apa. Banyakin dulu duitnya, banyakin dulu tabungannya baru kamu masuk ke ranah itu. Dia ada tahapan-tahapannya. Bukan enggak boleh ya, tapi entar-entar dulu. Kuatkan dulu pondasinya. Terserah mau main-main di ranah itu monggo silakan. Dari saya sih itu aja ya. Jadi teman-teman semua ya harusnya di 2026 teman-teman tuh udah lagi enggak susah cari uang ya. Kenapa? Karena banyak banget emas di mana-mana tinggal kitanya mau nah kebetulan ya kami titik terang kreatif buka kelas ya namanya apa? Jadi Raja Google di kotamu. Teman-teman bisa ikutan kelasnya ini ya. Nanti langsung daftar di link deskripsi mungkin ya teman-teman tinggal masuk aja dan nanti kita akan ajarkan bagaimana caranya teman-teman bisa menjadi raja Google di kotamu. Ya, saya akan ajarin gimana caranya teman-teman bisa mencari vendor. Saya akan ajarkan teman-teman gimana caranya mengoptimasi produk-produk yang bagus yang memang misalnya menjadi primadona di kotanya masing-masing dan produk yang jangka panjang ya. Karena kalau kita main jangka pendek aja ya nanti jangka panjangnya enggak dimainin kan rugi ya. Makanya teman-teman ini nanti akan saya ajarkan di kelas jadi raja Google di Kota Mir ya. Monggo silakan langsung masuk aja ke link deskripsinya ya. Oke teman-teman bagi Teman-teman yang nonton video ini sampai tuntas itu akan saya kasih kelas belajar digital marketing selama setahun gratis. Lihat di link deskripsi belajar digital marketing selama setahun gratis. Ya, ini sudah berjalan sih sebenarnya sudah 2 tahun. Nah, teman-teman nanti akan ikut bagian dari sini gratis. Yang dibahas apa? Mulai dari mindset, teknik, bahkan ilmu-ilmu bisnis yang memang daging semua insyaallah. Kira-kira gitu ya. Silakan cek deskripsi di bawah dan dapatkan bonus gratis untuk yang nonton sampai tuntas ya. Untuk yang nonton sampai tuntas. Demikian teman-teman di tahun 2026 ini teman-teman harus bisa naik kelas ya. Teman-teman bisa ikut kelasnya nanti bersama Titik Terang Kreatif dan nanti akan diajarkan ya diajarkan dari fundamental bisnisnya, teknisnya ya tinggal apa teman-teman take action karena kalau belajar tanpa action sama aja nol ya makanya teman-teman langsung eksekusi monggo mau belajar gratis boleh atau mau langsung ikut kelas jadi raja Google di kotamu juga boleh. Nah teman-teman yang mau ikutan kelas jadi raja Google di kotamu itu cukup bayar Rp500.000 R000 aja. Dan nanti teman-teman akan diajarkan bagaimana caranya belajar SEO mengoptimasi produk-produk yang ada di kota Anda untuk bisa menjadi penghasilan jangka panjang Anda. Ini enggak cuman teknis, kita ngomongin soal mindset, kita ngomongin soal optimasinya, teknisnya ya. Dan kita juga akan ajarin cara mengelolanya itu ya. Monggo langsung join aja. Saya Putra. Saya Rehan. Kami dari titik Terang Kreatif dan ini Naikass versi kami.
Resume
Categories