Gadis Desa Ini Membangun Bisnis dari Nol Dengan Modal 300rb
YA32O4V8KNo • 2026-01-27
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Untuk pencapaian sendiri, alhamdulillah
yang paling enak di saya adalah saya
bisa bantu orang tua bangun rumah,
kemudian bisa umrahin orang tua juga dan
alhamdulillah insyaallah tahun ini kita
lagi proses bangun pabrik seperti itu.
Penjualan produk alhamdulillah 1 bulan
itu nyampai di 170.000 pieces per bulan.
Yang mungkin mendorong saya untuk sejauh
ini saat ini adalah yang pertama karena
karakter saya yang saya rasakan ya saya
senang sekali untuk ngambil
peluang-peluang yang ada. Kemudian
orangnya enggak banyak mikir ya udah
bismillah dulu. Tapi tetap
memperhitungkan mitigasi resikonya apa.
Kemudian karakter yang selalu ingin
belajar dan bertumbuh. Nah, itu hal-hal
yang mungkin jadi bekas saya sampai saat
ini untuk terus maju seperti itu. Anak
muda itu harus berperan. Jangan baperan.
Hidup kita itu pesan untuk dunia. Jadi
pastikan setiap harinya lakuin hal-hal
yang baik.
Perkenalkan saya Nurul Isani, biasa
dipanggil Nurul. Usia saya 24 tahun.
Usaha saya di bidang olahan keripik
pisan singkong dengan brand Sainana dan
domisilinya di Cianjur, Jawa Barat. Jadi
model bisnis Sena ini ada dua. Yang
pertama itu B2B dan B2C. B2B kita ada
jual ke MT seperti Alpamart. Kita udah
masuk ke 107 toko Alfamart di Cianjur.
Kemudian ada juga ke toko oleh-oleh, ada
ke beberapa distributor kami. Jadi untuk
penjualan signannya ini online dan
offline. Online-nya kita melalui
marketplace. Kemudian kita branding
lewat sosial media juga. Dan untuk
offline-nya kita masuk ke toko-toko
rita. Jadi background keluarga saya tuh
pedagang. Bapak saya itu seorang petani
pisang. Awalnya beliau punya pisang.
Kemudian pisangnya itu enggak kejual.
Akhirnya saya berpikir dan cobalah bikin
e keripik Sainana. Kemudian untuk Ibu
itu seorang pedagang yang punya warung
sembakao. Untuk pendidikan ee saya
pernah menempuh pendidikan di D3
Perdagangan Internasional. Sekarang
sedang lanjut ke S1 di manajemen
manajemen bisnis. Jadi, Sayina ini
berdiri pada bulan Desember tahun 2020.
Saat itu kondisinya sedang COVID-19.
Kemudian saya lagi kuliah di Jakarta,
harus pulang ke Cianjur karena enggak
boleh ada pembelajaran di sana. Kemudian
ketika di Cianjur bingung banget gitu
karena kan di Cianjur itu cuma kuliah
online aja. akhirnya berpikir gimana ya
supaya ada kegiatan lain. Nah, selain
itu saya juga melihat banyak sekali
pisang Bapak itu yang pada busuk enggak
kejual. Saya tanya ke Bapak, "Pak, ini
kok pisangnya enggak kejual?" gitu ya.
Ya, karena memang apa suplainya besar
aja, Teh gitu. Padahal kan kalau
demandinnya juga besar otomatis kan dia
bakal cuan banget gitu ya. Tapi faktanya
malah pada enggak kejual gitu. Akhirnya
saya berpikir, "Wah, tahun depan ini
enggak boleh kayak gini lagi. Harus udah
terjual enggak seperti ini." gitu. Jadi,
produk signannya itu ada tiga jenis. Ada
kerpik pisang, keripik singkong, dan
salai jari. Kerpik pisang kita ada rasa
coklat, susu, green tea, original,
stobberi. Untuk singkong ada varian
seblek, kemudian barbecue, original,
sama ada rasa balado. Dan untuk sal jari
kita only original saat ini. Untuk harga
eceran biasanya di Rp1.000 R.000 sampai
Rp15.000.
Harga yang paling murah itu kita jual di
angka Rp7.000. Minimal order 1000
pieces.
Banyak yang melihat sekarang senten
sudah besar. Tapi jujur semua ini
bermulai dari hal yang sederhana yang
mungkin ada aja rasa takut untuk
memulainya. Dulu aku selalu bilang suatu
hari nanti sampai pada akhirnya aku
sadar bahwa kesuksesan itu hanya butuh
satu keputusan. Berani untuk mulai dan
mengubah suatu hari menjadi hari
pertama. Momen diwan aku itu saat aku
berani untuk memutuskan membuat website
sendiri. Aku pakai hostingar karena
sebagai pemula pun aku bisa bikin
website live dalam hitungan menit lewat
teknologi AI-nya. Sejak go online,
Sainena bisa lebih profesional dan
dipercaya oleh customer. Hostinger
beneran jadi partner aku buat ngubah ide
jadi aksi nyata dengan cara yang mudah
dan terjangkau. Tahun baru ini jangan
cuma simpan mimpi kamu di catatan, tapi
manfaatin your sales hostinger buat
mulai bisnismu. Gunakan kode kupon naik
kelas buat diskon tambahan. Klik link di
deskripsi sekarang. Jadikan hari ini
dewan kamu untuk sukses.
Jadi dari kecil itu saya senang banget
jualan dari kelas 6 SD kemudian SMP, SMA
full saya jualan kelas 6 SD karena waktu
itu sering disuruh guru untuk ngajar di
kelas. Waktu itu kan saya kursus
matematika akhirnya kan saya belajar
duluan tuh di tempat les. Kemudian
karena udah tahu duluan, gurunya suka
ngetes, suruh ngajar di kelas sampai
akhirnya teman-teman pada minta les di
rumah saya. Pas mau ujian tuh, "Nurul,
saya pengin dong ikut kelas, kamu bikin
les dong, saya belajar di kamu."
Akhirnya mereka bayar Rp6.000
satu orang untuk beli whiteboard.
Kemudian untuk gaji saya juga gitu waktu
kelas 6 SD. Kemudian SMP saya jualan
snack-snack yang 1000-an, 2.000-an,
3.000-an gitu ya. Sampai SMA pun saya
jualan kerudung. Saya beli kain ke toko
kain, kemudian saya ke pasar, saya
bordir kainnya sampai saya jual ke
teman-teman kerudungnya. Kemudian saya
juga banyak banget jualan-jualan seperti
kosmetik, kemudian skincare dan lain
sebagainya di SMA. Bahkan saya pun
pernah terjerumus MLM.
Saya pada akhirnya alhamdulillah mungkin
yang jadi basic saya untuk senang jualan
dan basic saya untuk berbisnis pada saat
ini seperti itu. Nah, sebelum bikin
brand juga sebenarnya lihat
tetangga-tetangga sekitar tuh kan saya
tinggal di perkampungan gitu ya. Pak.
Jadi memang ee banyak banget
tetangga-tetangga yang mereka tuh kena
PHK kemudian pada nganggur gitu ya.
Akhirnya saya bilang ke Bapak lah curhat
gitu. Kata Bapak ya harus buka lapangan
kerja teh anak muda harus berperan
katanya seperti itu. Akhirnya terbukalah
pemikiran saya yang dan semangat saya
gitu. Gairah yang akhirnya cobalah bikin
sebuah kerpik pisang dengan brandana.
Jadi dari awal modal Rp300.000 Ibu itu
saya beliin kemasan kemudian beliin
bumbu-bumbu yang waktu itu kan bisa beli
ecerannya A cuma R5.000-an bumbu coklat,
susu dan lain-lain gitu. Waktu itu
pisangnya masih minta dari kebun Bapak
cuma 5 kilo apa awalnya produksi. Dulu
waktu awal ngerjain Sainana ini sendiri
tapi dibantu oleh Bapak seperti itu.
Belum ada tim.
Jadi alasan saya kenapa mau jadi seorang
pengusaha adalah menurut saya hidup itu
harus bermanfaat dan menurut saya
sebagai seorang perempuan salah satu hal
yang bisa saya lakukan adalah menjadi
seorang pengusaha karena bisa buka
lapangan kerja seperti itu. Dan juga
pada awalnya kenapa kok semangat banget
untuk bangun Sainana ini karena saya
melihat oh ternyata banyak sekali
karyawan-karyawan yang masih terbantu
dengan adanya Sainana. Pada awalnya
namanya Bainana. Kemudian di tahun 2025
awal itu rebranding ke Sainana. Pada
awalnya itu kita cuma produksi satu
pieces, dua pieces per hari. Dari itu
pun saya sendiri dari mulai goreng
pisang kemudian ngemas dan jual saya
sendiri sampai akhirnya ketika kuliah
kan dulu kuliahnya online karena ada
COVID. Kuliah sambil ngegoreng pisang,
kuliah sambil ngemas pisang. Saya
ngalamin banget masa-masa itu sampai
akhirnya saya promosiin lebih kencang
dan ternyata banyak teman-teman yang
minat di luar kota. Di bulan kedua,
ketiga itu sudah mulai ada puluhan
pisis, ratusan PCIS yang order. Sampai
alhamdulillah saat ini kita punya 40
sampai 50 orang karyawan yang merasakan
manfaat dari Sainana. Penjualan produk
alhamdulillah 1 bulan itu nyampai di
170.000 pieces per bulan. per hari itu
sekitar paling sedikit 5.000 pieces,
tapi paling banyak tuh sekitar 10.000
pieces kita kirim. Jadi untuk target
marketnya Sainana tadi adalah ke
supermarket, kemudian juga ke reseller
sama agen-agen kita. Ada juga jualan
langsung. Kalau kita jualan langsung
kita menyesuaikan harga para reseller
dan agen-agen kita. Untuk pencapaian
sendiri alhamdulillah yang paling enak
di saya adalah saya bisa bantu orang tua
bangun rumah waktu di tahun kedua.
Kemudian bisa umrahin orang tua juga.
Kemudian alhamdulillah bisa menghidupi
sekitar 50 orang karyawan di Sainana.
Kemudian juga alhamdulillah mungkin
Allah titipkan kendaraan juga untuk
Sainana gitu saya pribadi. Dan
alhamdulillah insyaallah tahun ini kita
lagi proses bangun pabrik seperti itu.
Kunci sukses pertumbuhannya Sain Nana
itu adalah bagaimana saya pribadi
sebagai seorang nahkoda di perusahaan
ini dan juga tim kami adalah terus
bertumbuh dan mau belajar. Nah, setiap
step by step pasti ada ujiannya. Ketika
kita mau kelas pasti ada ujiannya gitu.
Nah, di situlah tantangannya. Artinya
ketika semisal nih tahun pertama itu
bingung mau jual ke mana, belajar soal
digital marketing, nambah ilmu baru,
akhirnya terselesaikan. Kemudian nambah
orderan sampai membeludak dan akhirnya
produksinya berantakan gitu. Belajar
soal produksi, akhirnya kan naik kelas
lagi, lebih baik lagi produksinya dan
masih banyak lagi gitu. Jadi, step by
step-nya itu pasti ada pembelajaran di
sana. Untuk tantangan sendiri di awal
tuh mungkin waktu awal merintis usaha.
Karena kan saya waktu itu pulang dari
Jakarta ke Cianjur yang mana pemikiran
warga sekitar itu kan kok enggak kerja
di Jakarta. Kerja kantoran kok malah
pulang ke Cianjur dikira pengangguran.
Terus tetengah-tetangga pada ngelihatin
kok di rumah aja. Padahal di situ saya
lagi jualan keripik online gitu. sampai
alhamdulillah berjalan setahun 2 tahun
mereka mulai tahu bahwa saya lagi
ngerjain usaha keripik pisang yang
mungkin yang saat itu alhamdulillah bisa
meng-hire karyawan di warga setempat
seperti itu. Di fase-fasenya jalannya
usaha Sainena ini ada aja seperti
kendala bahan baku kemudian overload
tempat yang akhirnya kita harus
pindah-pindah kemudian juga
komplain-komplain dari stakeholder
seperti kurir dan lain-lain. Karena
waktu itu kita produksinya tuh dalam
gang. Sehingga waktu itu tuh kurir tuh
harus bawa-bawa roda, bawa-bawa kardus.
Dari mulai dia ngambil dari gang,
kemudian parkirnya juga bingung kan,
bingung parkir. Kemudian dia harus ke
tempat kita masuk gang. Dari gang juga
gusurada lagi gitu ya sampai ke
mobilnya. Itu banyak banget
komplain-komplain warga yang naik ini
berisik banget, ini berisik apa sih?
Gitu. sampai akhirnya kita memutuskan
untuk pindah di pinggir jalan supaya
lebih memudahkan akses untuk pengiriman
seperti itu.
Momen yang paling ngubah hidup saya dan
sayaena adalah rasa empati saya terhadap
karyawan-karyawan saya. Jadi saya tuh
suka senang banget kalau semisal ada
ngelihat orang bisa ngerasain manfaat
dari apa yang saya kerjain. Ketika saya
ke pabrik ngelihat tim produksi, oh
masyaallah ternyata banyak banget yang
ngerasain manfaat dari Sain Nana ini.
Tim office juga kok mereka pada senang
dan happy banget di kantor. Kemudian
banyak cerita juga dari karyawan yang
katanya bisa beli motor, kemudian bisa
menghidupi keluarganya bahkan lima orang
keluarganya dia cover karena desainana
gitu. Ada juga yang bisa kuliah,
kemudian bisa sekolah, dan masih banyak
lagi. Jadi saya senang banget sih yang
pada akhirnya saya merasa, oh ternyata
ini ya perasaan bahagia bisa bermanfaat
itu yang itu menjadikan saya tuh pengin
lebih besar lagi manfaatnya untuk banyak
orang sehingga saya nenek ini terus
tumbuh dan besar. Harapan saya semoga di
luar sana semakin banyak anak muda yang
bisa buka lapangan kerja sehingga banyak
orang yang merasakan manfaatnya. Dan
juga semoga teman-teman jadi orang yang
selalu energik, semangat, dan ngasa
bahwa hidup ini harus bermanfaat, hidup
ini harus berwarna dengan memberikan
warna kepada orang lain. Harapan untuk
sayaana semoga semakin tumbuh, semakin
besar, semakin banyak menyebarkan
manfaat untuk banyak orang. dan semakin
banyak menciptakan lapangan kerja untuk
banyak orang. Yang mungkin mendorong
saya untuk sejauh ini saat ini adalah
yang pertama karena karakter saya yang
saya rasakan ya saya senang sekali untuk
ngambil peluang-peluang yang ada.
Kemudian orangnya enggak banyak mikir ya
udah bismillah dulu tapi tetap
memperhitungkan mitigasi resikonya apa.
Enggak yang ya udah gas dulu aja gitu
enggak kayak gitu ya. Tapi lebih berani
memperhitungkan semuanya gitu. Kemudian
karakter yang selalu ingin belajar dan
bertumbuh. Nah, itu hal-hal yang mungkin
jadi bekas saya sampai saat ini untuk
terus maju seperti itu ya. Anak muda itu
harus berperan. Jangan baperan. Hidup
kita itu pesan untuk dunia. Jadi
pastikan setiap harinya lakuin hal-hal
yang baik. Saya Nurul, owner Saana. Ini
naik kelas versi saya. Temukan naik
kelas versi kamu.
ini
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:35:02 UTC
Categories
Manage