Transcript
orUjNN-JUkM • Bagaimana Cara Membangun Mindset Anak Anda?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/0129_orUjNN-JUkM.txt
Kind: captions Language: id Sahabat prener, salam hebat luar biasa. Untuk para subscriber hari ini yang baru saja punya anak atau Anda sekarang mempunyai anak-anak yang masih kecil, saya mau berikan Anda hadiah, yaitu topik kali ini bagaimana cara membangun mindset anak [Musik] [Tepuk tangan] Anda. Baik. Ee banyak yang bertanya sama saya ee Pak Candra, gimana kira-kira ee mengajarkan pada anak sebuah mindset? Jadi gini, saya mau beritahu satu kalimat pasti ya, bahwa sebenarnya cara kita dibentuk itu adalah menentukan kualitas orang tua kita. Jadi kualitas anak itu ditentukan dari kualitas orang tua. Jadi anak Anda seperti apa itu adalah karena orang tuanya seperti apa ya. Jadi ada pepata, mangkisi mangkidu ya. Monyet melihat dan monyet melakukan. Monyet paling gampang meniru ya atau eh like father like son ya kita juga sering mendengarkan kata-kata itu. Jadi seperti ayah, seperti putranya itu pepatah itu bukan tanpa sebab ada keluar pepatah tersebut, tapi pasti memang ee itu pasti ada maksudnya. Dan apalagi kita kalau melihat fase seorang anak ya, usia 0 sampai 2 tahun anak itu pikiran sadarnya belum aktif. 2 tahun 0 sampai 2 tahun baru pikiran anak ee pikiran sadarnya itu belum. Jadi yang masih aktif itu pikiran bawa sadar. Makanya usia 2 tahun itu usia kritis bagi seorang anak. Apa informasi yang dia dapatkan? Apa yang dia lihat? apa yang dia dengar itu semua langsung akan ditiru. Oleh sebab itu jangan salah kenapa anak paling muda meniru ya. Oleh sebab itu kalau kita bicara soal meniru anak paling jago. Oleh sebab itu, usia-usia seperti itu adalah usia yang sangat kritis, sangat penting. Informasi apa yang diberikan oleh orang tua sangat menentukan cara berpikirnya kelak. Ya. Jadi sewaktu dalam kehamilan, contoh seperti istri saya hamil anak saya yang pertama dan kedua, sewaktu di dalam kandungan pun saya bilang sama istri saya, "Lagu-lagu yang dia putar harus lagu-lagu yang positif." Ya, saya hindari nonton televisi, saya hindari nonton derita gosip ya, saya hindari juga stasiun yang ada di televisi, di rumah saya matikan ya. Saya tidak pernah membiarkan istri saya menonton sinetron dan sebagainya. Karena apa? karena itu akan memprogram pikiran bawah sadar anaknya. Jadi yang saya lakukan adalah memutarkan lagu-lagu yang sifatnya positif. Contoh saya memutarkan lagu Mozart ya. Mozart itu salah satu musikus yang sangat terkenal dan salah satu seniman yang sangat terkenal. Ya, lagu-lagunya itu semua memprogram bawah sadar dan itu merangsang intelijensi anak ya. Dan itu sangat bagus sekali ya. Dan itu itu sebabnya ketika eh Anda putarkan lagu tersebut, maka anak Anda tingkatan intelijensinya bisa di atas rata-rata. Itu lagu Mozart ya. Dan masih banyak Anda bisa putarkan mungkin lagu-lagu ee yang sifatnya positif ya. Jadi hindarilah lagu-lagu yang sifatnya itu galau, lagu-lagu yang stres, lagu-lagu yang memang enak didengar, merdu, tetapi itu kalau Anda lihat liriknya itu banyak konten negatif. Jadi nomor satu kalau mau bangun mindset anak dari mindsetnya ketika dia usia 0 sampai 2 tahun. Nah, ketika dia sudah usia 2 sampai 7 tahun ini adalah golden age ya, usia emas. Nah, usia emas seperti ini nomor dua yang paling penting adalah pendampingan. Jadi orang tua harus banyak waktu sama anaknya. Ada yang bertanya, "Iya, Pak, kalau Pak Candra enak bisa banyak waktu sama anak." Saya kan sulit, saya kerja terus. Ya, saya harus cari nafkah untuk anak-anak saya. Tidak salah kata-kata Anda. Tetapi saya beritahu, Anda tidak 24 jam bekerja, bukan? Anda pasti punya waktu bersama anak, bukan? Nah, ketika Anda punya waktu bersama anak di Golden Ace tersebut, dia membutuhkan dua sosok, yaitu sosok ayah dan sosok ibu. Jangan digantikan oleh sosok orang lain. Jadi, kalau bicara sosok orang lain, contoh ya, Anda mungkin digantungkan oleh nenek Anda atau digantikan oleh ibu Anda, digantikan oleh orang tua Anda. Kan banyak diasuh oleh neneknya, kakeknya. atau diasuh sama pembantunya mungkin atau babysitternya, maka watak perilaku anak Anda tidak jauh berbeda sama mereka. Kalau Anda ingin anak Anda menjadi seperti apa, orang tuanya harus punya andil dalam hal ini. Kebetulan saya sama istri saya membesarkan anak kami sendiri, ya. Jadi saya tahu persis masalah ini. Jadi informasi apa yang kita berikan kita tahu. Kita tidak membiarkan 100% anak saya diasuh oleh orang lain. Tidak. Ya. Jadi saya punya kontrol penuh kepada anak saya. Jadi kontrol ini menentukan mindset cara membangun ee mindset dia. Dan kalau saya punya waktu bersama anak, kalau Anda sibuk bekerja, Anda punya waktu bersama anak, mungkin cuma 2 jam makan malam, tolong 2 jam makan malam jangan pakai gadget. Lepaskan semua gadget, ya. Lepaskan semua informasi, telepon off. 2 jam itu a quality time with your child. Waktu yang berkualitas bersama putra-putri Anda. Itu sangat luar biasa. Dan di situlah dia akan membentuk satu sosok figur, "Ya, saya punya kedekatan dengan ayah, saya punya kedekatan dengan ibu saya." Nah, itu yang kedua pendampingan. Nah, yang ketiga, pastikan kalau Anda mendidik masalah suara ya. Suara ini harus tolong suaranya itu yang lembut, penuh cinta kasih. Kalau Anda suatu hari ingin bertumbuh menjadi pribadi yang positif, pribadi yang kuat, pribadi yang tangguh, ya bukan pribadi yang kasar, bukan pribadi yang keras, tapi pribadi yang tangguh, tapi tetap sopan dan santun, pastikan suara Anda, pendidik anak Anda itu volumenya dijaga. Volumenya itu volume yang lembut tapi penuh arti. Ya, dan suara itu sangat menentukan. Dan yang keempat adalah penggunaan kalimat ya. Jadi kalimat itu biasakan kalimat-kalimat yang positif. Contohnya adalah jangan naik-naik. Kan anak-anak itu suka naik naik. Hindari kata jangan. Karena jangan itu konotasinya negatif. Jadi sebaiknya ini karena saya pernah belajar NLP ya ee ilmu NLP. Jadi di dalam ilmu NLP sebisa mungkin ee kita tidak boleh menghindari kata-kata yang sifatnya negatif karena itu akan terprogram ke bawah sadar kita. Jadi hindari kata jangan. Tapi kita bisa rubah dengan kata-kata seperti apa? kita bisa rubah ee naiknya yang hati-hati atau naiknya yang pelan ya, naiknya yang baik. Ah, itu enggak apa-apa ya. Jadi, contoh lagi kita juga bisa mengubah ee kalimat jond seperti kayak gini. Ee apa ya? Kalau anak setan kau contohnya ini seringkiali kita sering lihat banyak orang tua seperti itu ya. Kalau Anda bilang anak setan kau sambil menunjuk-telunjuk berarti sebetulnya dia anak setan. Jadi setannya siapa dong kalau gitu? Iya kan? Berarti setannya adalah Anda sendiri. Maka gunakan kalimat-kalimat yang positif. Hati-hati. Sebisa mungkin Anda harus berperan aktif terhadap pertumbuhan anak Anda. Ya, semoga empat tips ini bisa berbagi kepada Anda supaya Anda bisa menjadi orang tua yang lebih baik. Bagaimana cara membentuk mindset anak-anak Anda. Sukses untuk Anda. Silakan diaplikasikan. Bila Anda menyukai video seperti ini, tolong klik subscribe dan berlangganan. Dan Anda bisa share kepada teman-teman Anda yang membutuhkannya. Sukses untuk Anda. Salam hebat luar biasa. Sahabat Prener, salam hebat luar biasa. Topik kali ini saya akan membahas tentang empat cara mengubah mindset.