3 Alasan mengapa Indonesia Minim Entrepreneur
Hgea_gdP3Cs • 2017-03-10
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
sahabat entrepreneur salam hebat luar
biasa kali ini saya akan membahas
tentang sebuah topik yang tentunya
menjadi sebuah pertanyaan-pertanyaan
bagi generasi muda Indonesia yaitu
tiga alasan utama Mengapa Indonesia
sangat minim memiliki pengusaha
[Tepuk tangan]
Oke malam hari ini saya akan sebentar
lagi akan memulai seminar ee di hotel e
di Surabaya eh tentunya sambil menunggu
jadwal seminar saya coba membuat video
ini untuk menjadi sebuah bahan
perenungan ya dan Sebelum saya memulai
seminar ada baiknya kita minum minuman
yang sehat dulu ini adalah salah satu
produk terbaru dari perusahaan saya kg
Indonesia yang mana produk ini adalah
produk semacam sereal yang berisi
tentang 48 jenis buah-buahan
sayur-sayuran biji-bijian yang mana ini
sangat sehat untuk kesehatan usus dan
pencernaan kita dan juga bisa mengurangi
berat badan ya karena ini kaya akan
serap dan mengenyangkan Mari kita lihat
dulu cara minumnya dan sangat baik
sekali mudah sekali siapkan air putih
kemudian Anda tinggal tuang seperti
layaknya membuat sereal karena malam
hari sebaiknya kita mengurangi makan
berat karena kalau Anda terlalu banyak
makanmakanan yang EE besar tentu malam
hari membuat Anda cepat gemuk ya Dan
setelah itu kita aduk ya Dan setelah itu
sangat mudah sekali Anda bisa melihat di
sini ya Dan ini sangat bagus sekali dan
saya minum dulu ya
Oke
dan
baik Mari kita siap memulai topik saya
tadi
jadi Mengapa alasan Indonesia ini boleh
dikatakan minim entrepreneur and minim
pengusaha inilah salah satu Reason saya
Mengapa saya mau membuat video channel
success before th ini ya Dan saya di
sini melihat sekurang-kurangnya ada tiga
alasan nah alasan yang pertama adalah
Doktrin masa
lalu ya Ini alasan pertama apa maksudnya
doktrin masa lalu seperti kita ketahui
Indonesia ini dijajah oleh Belanda 350
tahun kalau kita belajar pelajaran
sejarah memang Indonesia dijaja cukup
lama oleh Belanda dan kita tahu sendiri
pemerintahan Belanda zaman dahulu mereka
selalu menetapkan politik
Devide impra ya davide it impra itu
artinya politik pecah belah ya Belanda
selalu suka melakukan pecah belah dan
mengadu domba dan akhirnya manusia sulit
untuk bersatu Nah karena Indonesia ini
adalah negara kesatuan ya seruka Sekali
dipecah belah Nah itulah 350 tahun
lamanya ee pemerintahan Indonesia pada
saat itu dipecah belah oleh Belanda dan
kita tahu bahwa Belanda itu tidak suka
orang maju pada saat itu dan akhirnya
yang
menjadi korban adalah rakyat Indonesia
Nah rakyat Indonesia karena dipecah
belah akhirnya semua bekerja untuk
pemerintahan Belanda tidak ada satuun
yang jadi pengusaha
350 tahun lamanya dan itu adalah nenek
moyang kita semua dan itu tidak
terkecuali eh didikan tersebut doktrin
tersebut masih melekat di orang tua kita
Kakek kita dan leluhur kita ya mereka
orang-orang tua kita nenek moyang kita
350 tahun lamanya luar biasa Padahal
sebelum zaman Belanda kita ketahui zaman
Indonesia dulu itu di zaman Gajah Mada
Indonesia ini luar biasa ya Bahkan kita
sering juga dengar sebuah lagu nenek
moyangku seorang pelaut ya kan nah
padahal seorang pelaut pun mereka
menjadi orang yang tangguh harusnya
sudah punya bibit pengusaha ya tetapi di
k 0 tahun belakangan sebelum Indonesia
merdeka Belanda itu sangat kuat
doktrinnya kepada orang tua hati kita
dan nenek moyang kita Nah itulah Salah
satu alasan yang paling utama jadi
didikan ini turun turun tererus akhirnya
sampailah ke orang tua dan sampailah ke
generasi kita dan tidak kita sadari cara
orang tua kita meng edukasi Anda Kalau
Anda lihat di video-video saya
sebelumnya bahwa secara enggak langsung
orang tua kita suka kita menjadi
karyawan itu mayoritas ya karena lebih
safe lah lebih amanlah dan bla bla bla
dan sebagainya saya enggak akan bahas
itu Itulah sebab eh itu alasan yang
pertama nah alasan Yang kedua adalah
tidak ada yang
mengedukasi nah ini alasan kedua ya
seperti kita ketahui
bahwa segala sesuatu manusia itu Dar
tidak bisa menjadi bisa itu karena ada
yang mengedukasi orang dari enggak bisa
main bola sampai bisajadi pemain bola
profesional itu karena ada yang
mengedukasi orang yang tidak bisa nyanyi
sampai bisa menjadi penyanyi karena ada
yang mengedukasi orang yang tidak bisa
Matematika sampai bisa Mahir Matematika
sampai jadi guru matematika karena ada
yang edukasi Nah demikian juga pengusaha
karena minimnya edukasi di era-era yang
lalu Nah karena mungkin kurangnya
concern atau kurangnya perhatian
pemerintah kepada edukasi tentang
entrepreneurship sehingga lagi-lagi yang
memberikan pelajaran entrepreneurship
bukan seorang pengusaha tapi guru-guru
yang dipaksa untuk membaca buku
wirausaha dan memberikan mata kuliah
atau mata belelajar entrepreneurship nah
iniil yang menjadi masalah padahal
harusnya entrepreneurship itu tidak bisa
cukup dari teori tapi harus praktik dan
pelaku langsung yang
memberikan pelajaran dan tindakan nyata
akhirnya ini loh cara jadi pengusaha itu
begini nah ini alasan Yang kedua nah
alasan yang ketiga adalah tidak adanya
mentor nah sekali lagi nah di
video-video Anda bisa lihat ratusan saya
video Sebelumnya saya sudah selaling
bilang mentor mor mentor mor dan
pemimbin Nah akhirnya saya sadar karena
minimnya edukasi dan minimnya mentor dan
karena masa lalu doktrin yang sangat
kuat Indonesia ini akhirnya ketinggalan
nah saya punya datanya saya ambil dari
majalah Tempo Anda lihat di sini pada
tanggal 23 mei 2016 bahwa di Asean saja
Indonesia ini sudah ketinggalan dari
empat negara untuk jumlah
entrepreneurship data ini diambil dari
hipmi himpunan pengusaha muda Indonesia
ya salah satu komunitas saya juga nah di
mana di sini tercatat bahwa untuk
Singapura saja jumlah entrepreneur itu
sudah
7% Kemudian untuk Malaysia sudah
5% Kemudian untuk Thailand itu sudah 4
5% Vietnam 3,6% Anda lihat Vietnam
mereka Merdeka Baru tahun 7'5 kita
merdeka tahun 45 dia Merdeka 30 tahun
setelah kita tapi jumlah entrepreneurnya
bisa jauh lebih banyak dari kita dan
anda tahu terakhir Indonesia berapa
1,56% saja pertata 2016 ini angka yang
sangat memprihatinkan memang Anda bisa
bilang bahwa Oh mereka kan jumlah
penduduknya lebih sikit dari Indonesia
Tetapi kalau kalau kita rata-rata kita
tetap sangat minim padahal untuk menjadi
sebuah negara yang besar Indonesia
adalah penduduk terbesar nomor di dunia
setelah China India Amerika baru
Indonesia kalau dibandingkan dengan tiga
negara ini sebelumnya Indonesia kalah
jauh apalagi sama China dan Amerika kita
enggak usah bilang China dan Amerika
dengan jumlah penduduk lebih besar dari
kita jumlah entrepreneurnya sudah jauh
di atas 5% anda tahu 5%nya China itu 1 M
penduduk saja 5%nya itu sudah berapa 5
perennya sudah juta orang sedangkan kita
cuman berapa kita cuman
1,5% dibanding 250 juta 1,56% cuman
200.000 lebih Anda bisa lihat sangat
minim sekali ya dan 1,56% itu cuma 2
juta orang dibanding dengan
500 5 juta orang itu sangat jauh sekali
2 juta ke R juta Bagaimana mengejarnya
Itulah sebab kenapa China sekarang
menguasai ekonomi dunia Anda lihat di
mana-mana impor barang China itu sangat
luar biasa sekali ya di mana-mana
sekarang kita lihat di seluruh dunia itu
barang made in China karena jumlah
entrepreneurnya sangat tinggi makanya
ekonomi mereka sangat maju dan Itulah
sebab Indonesia ini perlu maju nah ini
bukan PR pemerintah tapi ini adalah PR
kita bersama Oleh sebab itu sahabat
entrepreneur Pada kesempatan kali ini ya
sebelum kita memulai saya memulai
seminar Saya ingin
bertanya sesuatu pertanyaan bagi anda
dan anda bisa menjawabnya di kolom komen
di bawah ini adalah tiga alasan mengapa
Indonesia minim entrepreneur itu menurut
saya riset saya dan sekarang pertanyaan
saya satu Bagaimana menurut anda mengapa
Indonesia minim entrepreneer silakan
tinggalkan jawaban anda statement Anda
Reason anda di kolom komen saya dengan
senang hati akan membacanya baik senang
sekali bisa sharing sesuatu pada malam
hari ini kepada Anda semoga channel ini
bermanfaat dan senantiasa menginspirasi
Anda Apabila Anda menyukai channel ini
silakan klik like komen dan subscribe
jangan lupa sukses untuk anda selalu dan
salam hebat luar biasa
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:18:56 UTC
Categories
Manage