Inilah 3 KENYATAAN Pahit Kenapa Anda Belum SUKSES !!!
gkKFOdqSWp8 • 2018-12-28
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Sahabat Prener, salam hebat luar biasa. Edisi kali ini saya akan bicara tentang kenyataan pahit. Aduh, kasihan banget deh bicara soal kenyataan pahit. Ini sebuah kenyataan-kenyataan yang sebetulnya saya sulit bicarakan. Saya enggan bicarakan, tapi harus saya bicarakan. Anda suka enggak suka, saya harus ngomong karena saya bicara dari kejujuran saya. Kalau saya enggak sampaikan ee saya khawatir Anda tidak ada perubahan dalam hidup Anda. Nah, kenyataannya adalah tiga kenyataan pahit. Kenapa Anda masih belum sukses? Nah, baik. Jadi sebetulnya ee sahabat entrepreneur saya agak berat membuat video ini ya karena ini seolah-olah saya berbicara ini sebuah kenyataan tetapi memang benar-benar kenyataan. Saya harus jujur saya harus sampaikan. Berat memang, tetapi ee saya harus sampaikan karena saya juga tidak tega melihat saudara-saudara saya seluruh tanah air dari Sabang sampai Merauke banyak yang masih mengeluh. Kenapa saya belum maju? Kenapa saya belum sukses? Nah, ini ada tiga kenyataan yang harus Anda ketahui sebelum Anda itu paham kenapa sih kok Anda itu belum maju dan belum sukses. Kenyataan yang pertama adalah kenyataan pahit. Memang pertama adalah Anda enggak punya teman untuk sukses. Gini, saya ini kan baru-baru pulang dari India. Nah, di India itu penduduk 1,1 miliar. Penduduk nomor dua terbesar di dunia setelah China. Dan saya itu syok banget ketika di India. Kenapa syok? Karena jurang ee sosial ee antara orang kaya dan miskin itu sangat tinggi dan sangat jauh sekali. Kenapa ada orang kaya sangat kaya? Kenapa ada orang miskin sangat miskin? Nah, ternyata di India itu jauh lebih parah daripada negara kita yang tercipta Indonesia. Nah, kenyataannya itu satu, ternyata mereka itu dibedakan oleh yang namanya kasta ya. Sistem kasta itu masih sangat kuat di India saat ini. Jadi, mereka terdiri dari empat kasta. Saya tidak hafal kastanya apa aja, tapi intinya kasta paling bawah itu adalah kasta rakyat jelata. Nah, itu mereka tidak boleh berkeluarga atau berkomunikasi atau bersosialisasi dengan kasta yang lebih tinggi karena mereka nganggap tidak pantas. Ya, jadi orang miskin jangan harap bisa menikah dengan orang yang lebih kaya sehingga mereka kasta yang paling bawah itu setiap hari berkutat dengan kasta di bawah itu. Jadi kalau pengamen ya sama pengamen ee jangan harap ada pengamen yang bisa sukses maju jadi penyanyi terkenal. Kalau di Indonesia kan banyak ya pengamen jadi tiba-tiba ikut kompetisi apa idle atau apa di indosiar atau apa tiba-tiba weh terkenal and nasib Anda bisa berubah. Kalau di India jangan harap ya. Jadi kasta paling bawah itu mereka akhirnya setiap hari berkutat dengan kasta serupa. Jadi kalau ketemu lagi mereka tanya kastamu apa gitu dan akhirnya mereka menikah dengan kasta yang sama. Nah, jadi di Indonesia meskipun secara tidak langsung ada ee status sosial demikian, tetapi tidak separah di India. Nah, Anda ini sebenarnya masih punya kesempatan untuk sukses. Tapi kenyataan pahit pertama, Anda enggak punya teman sukses. Jadi, Anda lihat lingkungan sekitar Anda 10 orang, 20 orang di sekeliling Anda. Kalau lingkungan Anda orang yang tidak punya pekerjaan, pengangguran, kemudian juga jobless, ya. atau mungkin mereka itu cuman gajinya tidak sampai UMR. Nah, kalau lingkungan Anda seperti ini ya ini adalah sebuah kenyataan yang mana Anda itu harus keluar jump out dari lingkungan itu. Kalau enggak Anda enggak bisa mengubah nasib Anda. Syukur-syukur sekarang ada YouTube. Dengan YouTube ini Anda bisa dapatkan pendidikan-pendidikan finansial yang tidak pernah Anda dapatkan di bangku sekolah maupun lingkungan Anda, gitu ya. Jadi tidak punya teman sukses ini adalah sebuah kenyataan pahit. Nah, Anda harus mengubah nasib Anda. Anda harus keluar dari lingkungan Anda supaya Anda bisa memastikan Anda itu keluar dari lingkungan circle ee atau kasta yang tadi saya sampaikan di India itu memang Indonesia tidak kenal sistem kasta. Di Indonesia sinetronnya aja orang ee kere bisa marage sama orang kaya itu banyak banget sinetronnya. Jadi kan dramatis gitu ya. Nah, itu menggambarkan seolah-olah kehidupan di Indonesia. Indonesia masih jauh lebih baik. Separah-parahnya pengemis di Indonesia, tidak separah pengemis di India. Trust me. Ya, itu saya sudah melihat dengan kepala mata saya sendiri. Dan apalagi penduduk kita cuman seperempatnya India ya. Kita cuman 270 juta di sana hampir 1,1 miliar itu cuman seperempatnya dan enggak separah di India. Nah, itu kenyataan baik pertama. Jadi, Anda kalau mau benar-benar maju, keluarlah dari lingkungan Anda. Anda jangan tanya sama saya, "Pak, caranya keluar gimana?" Saya harus pikir cara ya. Entah Anda itu harus melakukan personal branding, entah Anda harus mengikuti kursus, entah Anda harus termasuk di YouTube ini kan Anda saya sudah banyak membahas tips yang cukup banyak di mana dulu itu saya membahas orang Afrika sana mereka atlet lempar lembing dia bisa sukses hanya dari belajar dari YouTube ya. Jadi itu enggak ada alasan zaman sekarang. Nah, kenyataan pahit yang kedua yaitu tidak punya mentor. Nah, jadi gini ya. Percaya sama saya orang-orang sukses itu pasti punya mentor. Pasti setir mobil aja butuh mentor ya. Belajar matematika butuh mentor ya. Belajar masa aja butuh mentor ya. Termasuk belajar menjadi miliarder. Masa aja butuh mentor. Entah Anda itu minimal ada orang tua Anda atau mertua Anda ya atau kakak sepupu atau siapapun yang mengajari cara Anda masak. Anda pasti punya mentor kan. Nah, sama. Nah, lingkungan Anda enggak ada mentor, enggak ada yang miliarder. Gimana mereka siap jadi mentor. Karena apa? Statement dan cara berpikir atau mindset para miliarder itu pasti berbeda dengan lingkungan-lingkungan Anda. Kalau lingkungan-lingkungan Anda ini pengin berubah menjadi miliarder, tentu cara berbicara berbeda, mindset mereka berbeda, cara berkomunikasi berbeda, cara mereka mengambil keputusan berbeda, cara mereka menghadapi masalah juga berbeda, cara mereka menghadapi situasi berbeda, cara mereka merespon problem juga berbeda. Ya, itu yang harus Anda ketahui. Jadi mentor itu sangat penting karena masalahnya Anda hidup itu cuman di tiga lingkungan ini. Yang pertama orang tua. Yang kedua adalah guru. Guru itu yang saya maksud adalah guru sekolah ya, guru SD atau guru agama ya. Yang ketiga adalah lingkungan ya. Jadi lingkungan adalah mungkin paman, bibunlah lingkungan Anda. Sehingga Anda mendefinisikan kehidupan itu berdasarkan apa yang Anda lihat. Ya, kalau Anda melihat miliarder tuh di kampung Anda adalah orang yang paling terkenal adalah wah punya mobil gitu ya. Wih, Anda sudah ngacap dia orang yang paling sukses, paling maju. Nah, itulah ee cara berpikir Anda. Sedangkan sekarang dengan adanya YouTube, Anda bebas mengakses informasi manapun. Kenapa Anda bisa melihat ee kenapa ada orang sukses sekali bisa mengendarai mobil sampai puluhan miliar, rumahnya ratusan miliar? Anda mungkin enggak sampai di nalar Anda itu zaman dahulu enggak ada gitu. Nah, sekarang di masa kecil Anda mungkin Anda cuma nonton orang tua, guru, dan lingkungan tiga ini. Tetapi sekarang adanya YouTube, Anda bebas mengakses kehidupan pribadi para miliarder yang belum pernah Anda tonton di lingkungan Anda maupun orang tua Anda atau guru Anda sebelumnya. Saya hari ini tidak mengecilkan guru Anda. Saya tidak mengecilkan lingkungan Anda. Saya juga tidak mengecilkan orang tua Anda. Tetapi kalau Anda hari ini mau jump out atau keluar dari levelnya yang sampai puluhan sampai ratusan kali lipat ee kondisi finansial mereka, Anda enggak bisa cuman lihat dari lingkungan Anda, ya. Nah, itu kenyataan pahit yang kedua yaitu enggak punya mentor. Kenyataan pahit yang ketiga adalah, nah, ini saya sudah berbagi tips di channel Success Berty ini eh lebih dari 300 video ya. Ee sampai hari ini udah 350 video. Tapi Anda itu cuman penikmat channel saya. Keren, Pak. Di kolom komen Anda komen, "Wah, keren." Tapi sekali lagi, Anda cuma menikmati video saya. Anda cuma jadi penonton video saya. Sama kayak Anda nonton sepak bola. Ya, kalau Anda nonton sepak bola, wih nonton bintang pujaan Anda lagi bermain sepak bola. Tapi ketika bintang pujaan Anda itu enggak bisa membuat gol, wah mungkin aduh sayang itu harusnya dioper ke kiri, dioper ke kanan, atau dicongkel sedikit atau sedetik seperti ini. Anda menjadi penonton yang luar biasa, komentator yang hebat. Tetapi sekarang dibalik kalau Anda yang jadi bintang pujaan Anda ketika Anda bermain bola, ceritanya bakal lain. Nah, banyak orang seperti itu. Termasuk di YouTube ini ya. Saya sudah berbagi tips-tips yang saya intisarikan selama lebih dari 40 tahun. Ya, saya dulu guru-guru saya itu ada dari Amerika, guru saya ada dari Taiwan, guru saya ada dari Australia, ada dari Singapura, ada dari Malaysia. Saya ngejar seminar tuh sampai di lima negara tersebut. Bisa Anda bayangkan ya kan? Dan itu seminar juga harganya enggak murah ya kan. Itu mungkin kalau zaman sekarang bisa menjual rumah kali untuk ikut seminar itu ya. Harga seminarnya itu dari ratusan dolar sampai ribuan dolar sudah saya ikuti. Kalau bicara buku ya Anda tahu sendiri koleksi buku saya itu sudah ribuan. I kan itu ee itu berapa buku yang sudah saya intiarikan dan sekarang enak banget di channel YouTube Success Befory sudah saya rangkumkan. Tapi sekali lagi, Anda menonton channel ini, Anda cuman, "Wah, keren ya, Pak. Channel Success Vivoteri." Asik ya, Pak. Terima kasih. Thank you. Dukungannya juga thank you. Tapi sekali lagi masalahnya Anda enggak melakukan, Anda enggak action. Anda cuma sebagai penikmat ya kan? Dan lucunya ini yang saya paling geli banget. Paling geli banget dikira saya ini cuman jadi motivator di depan kamera kayak YouTube ini ee tanpa saya punya reputasi dan background apa yang saya ajarkan ini benar-benar ee qualified enggak saya mengajarkannya. Eh, keliru ya. Ee saya nanti bongkar di satu video ya. Anda silakan tontok ini vlog. Eh, banyak juga yang minta tolong tung Pak Candra vlog di kantor Pak Candra Pribadi. Baik, nanti Anda silakan tonton vlog saya di kantor saya pribadi. Kantor pusat saya di Jakarta ada dua cabang ya dan ada total 55 cabang. Kantor cabang saya di seluruh Indonesia ada di 27 provinsi. Itu bisnis yang sudah perusahaan saya yang pertama sudah saya bangun selama 20 tahun. Nah, di video tersebut ya, Anda silakan tonton bahwa apa yang sudah saya lakukan selama 20 tahun ini itu saya sudah intisarikan dan saya bagikan di ratusan video success before Anda tinggal nikmati. Nah, sekali lagi itu tidak ada berguna kalau Anda tidak melakukannya. Ya, tidak melakukannya tidak berguna. Anda cuman menonton, menikmati. Karena golongan penikmat itu paling banyak daripada penonton. Baik, demikian ee tiga kenyataan pahit ini. Jadi, jangan cuma jadi penonton, tapi mulailah action. Itu yang bisa saya sampaikan. Semoga video saya sharing kali ini bisa memberikan Anda sebuah gambaran tentang tiga kenyataan pahit yang harus Anda ketahui. Tapi kalau Anda bisa mengatasi tiga kenyataan pahit ini, besar kemungkinan hidup Anda akan mengalami terobosan finansial. Demikian video saya kali ini. Sukses untuk Anda dan selalu salam hebat luar biasa.
Resume
Categories