5 KENYATAAN Pahit Yang Harus Kita Terima Kalau Kita Mau MENJADI KAYA RAYA !
vYd1_m3cah8 • 2019-05-17
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa. Di sini ada beberapa kenyataan-kenyataan pahit loh. Saya memang juga enggak suka membicarakannya, tetapi harus saya bicarakan karena ini juga demi kebaikan kalian semua para sahabat SP30. Nah, di sini saya sudah research ada lima kenyataan pahit yang harus kita terima kalau kita mau kaya. Nah, ee saya hari ini tidak akan berbicara hal yang enak. Saya tidak akan berbicara hal yang menyenangkan hati kalian. Saya tidak akan berbicara hal-hal yang ee sifatnya itu mengelus-ngelus telinga kalian, menyenangkan hati kalian. Tapi saya akan berbicara hal-hal yang sifatnya fakta. sifatnya itu kenyataan. Tapi sebelum saya buka, jangan lupa klik tombol subscribe sekarang juga. Jangan lupa loncengnya diaktifkan dan jangan lupa support terus channel ini menjadi channel edukasi, motivasi, entrepreneurship terbesar di Asia bahkan di dunia. 3 2 1. Thank you. Yang pertama kalau kamu harus mengalami kegagalan untuk mereka sukses hal. Betul loh Pak. Berarti kita harus gagal dulu, Pak, sebelum meraih sukses. Saya hari ini enggak suka pakai kata gagal, tapi saya suka menggunakan kata jatah atau kuota kegagalan atau kuota yang harus Anda habiskan. Seringki saya sudah bicara bahwa hidup itu seperti teh pahit dan teh manis. Pertanyaan saya, kamu mau habiskan yang mana dulu? Kamu enggak bisa cuman mau ngabisin teh manis tapi enggak mau minum teh pahit? Enggak bisa. Hidup itu ibarat minum dua teh. Enggak bisa. Begitu juga sebaliknya, kamu juga enggak bisa minum teh tai pahit aja tapi tanpa minum teh manis. Enggak bisa. Karena dunia ini ada hukum sebab dan akibat, ada hukum tabur dan tuai. Jadi kalau kamu minum yang pahit, suatu hari kamu berhak minum yang manis. Begitu juga kalau kamu minum yang manis, kamu berhak bahkan harus enggak bisa menghindari yang pahit. Karena gagal dan sukses itu satu paket. Saya ulangi, gagal dan sukses satu paket. kamu enggak bisa cuman milih paket saya mau sukses aja, saya mau enak aja, saya mau kaya aja, enggak bisa. Nah, yang membedakan orang sukses sama orang gagal, sukses dan gagal itu bedanya itu di sini. Kalau sukses itu mereka nganggap ee gagal, gagal itu sebagai pembelajaran, gagal itu sebagai edukasi. Bangkrut itu enggak ada bangkrut itu pelajaran. Oh, ini uang sekolah. Nah, seperti itu. Nah, jadi kalau kamu memang ini fakta kenyataan pahit, kalau kamu memang mengalami sukses yang besar ya kadang-kadang kamu harus berpahit-pahit dulu gitu ya. Jadi belajar sepeda itu pasti jatuh dulu. Enggak mungkin Anda belajar sepeda langsung mulus. Enggak mungkin enggak ngalami jatuh. Belajar jalan pun kamu juga pasti pernah jatuh kan. Lari pun juga pasti pernah jatuh. Sama ya kan? Jadi itu suatu fakta kenyataan pahit yang enggak bisa Anda hindari. Jadi kalau saat ini hidup Anda sedang berat, hidup Anda sedang jatuh, saya sudah punya banyak puluhan video, silakan ditonton. Semoga menguatkan kalian. Dan ingat, roda tidak selalu di bawah. Roda harus di atas juga suatu hari. Dan roda juga tidak selalu di atas. Kadang-kadang dia juga berputar di bawah. Ingat, kalau di bawah jangan terlalu galau. Kalau di atas jangan terlalu sombong. Oke. Nah, itu kenyataan yang pertama. Kenyataan pahit yang kedua, kamu bisa meniru ide orang lain, tapi kamu belum tentu bisa meniru keberaniannya. Nah, jadi gini. Kita enggak bisa pungkiri bahwa zaman sekarang kalau Anda hari ini posting sesuatu di sosmet kalau menarik dikopas sama orang lain. Anda hari ini jualan makanan kuliner, enggak lama lagi kompetitor Anda minggu depan sudah jualan makanan yang sama. Itu sudah enggak bisa dipungkiri. Bukankah ini sekarang zaman meniru? Ya kan? Anda punya ide brilan sebentar lagi pasti ditiru orang lain. Nah, masalahnya Anda nih suka jengkel. Ide Anda ditiru orang lain. Ide Anda dicopy paste sama orang lain. Anda selalu melihat sebentar terus ditiru orang lain. Tapi ingat, orang boleh meniru ide kamu, boleh meniru. Tapi pesan saya satu, orang tidak bisa meniru keberanianmu. Orang tidak bisa meniru kreativitasmu. Enggak bisa. Karena setiap kali orang meniru belum tentu dia mengerti siapa orang yang menjalankan di balik itu. Dia pasti punya suatu ide, dia pasti punya suatu konsep, dia pasti punya suatu keberanian yang tidak bisa ditiru orang lain. Jujur keberanian enggak bisa didiri. Orang cuman beraninya di mulut, tapi keberanian dieksekusi dunia nyata enggak berani. Karena keberanian itu pasti melatih proses. Dan ini kenyataan pahit. Ya, percaya sama saya. Kalau barangmu laris enggak lama lagi pasti ditiru. Ya, kalau idemu brilian enggak lama lagi pasti ditiru. Itu kenyataan pahit. Dan jangan hindari itu. Karena ketika kamu hari ini sudah siap menghadapi persaingan, maka mental kamu harus siap. Kalau sebentar lagi idemu ditiru orang lain, tapi satu yang enggak bisa ditiru proses hidupmu, keberanianmu. Oke, itu yang kedua. Yang ketiga, beberapa teman, saudara, sekeluarga tidak akan sependapat. Itu kenyataan pit ketiga. Jadi niscaya sama saya ketika hari ini Anda sedang melakukan sesuatu, orang tua pasti melarang. Ya, aduh janganlah kamu sekolah dulu. Hidup itu intinya itu enggak lepas dari nasihat. Nanti kalau kamu sudah menikah ditanya gini, "Ini hukum sosial ya? Kamu belum menikah, kamu ditanya, "Blo, kapan punya pacar?" Sudah punya pacar, "Blo, kapan kamu menikah? Sudah menikah, kapan kamu punya anak? Sudah punya anak satu, kapan punya anak kedua? Sudah punya anak dua, kapan punya anak ketiga? Enggak ada habis. Nah, ini hukum sosial yang tidak pernah akan berhenti. Nanti sudah punya anak tiga, kamu rumahnya masih tinggal sendiri atau sama mertua? Enggak ada habisnya. Nanti sudah punya rumah sendiri, kok rumahmu kecil? Kasihan kamu enggak cukup ini anak kamu kok enggak pindah ke rumah yang lebih besar. Aduh, capek. Nah, intinya ya intinya jadi gini ada sebuah lelucon ya. Lelucon itu gini. Pernah seorang anak itu ditanya sama orang tua gini, "Nak, kamu kapan menikah?" Iya kan? Karena saking jengkelnya setiap tahun waktu lebaran mungkin ya kan? Kalau orang Tionghoa mungkin imlekan gitu ya. Jadi setiap tahun waktu lebaran atau imlekan ditanya terus, "Nak, kapan kamu punya pacar? Kapan kamu menikah? Nah, anak muda ini saking jengkelnya ditanya masalah pasangan terus lama-lama waktu ke pemakaman orang tua ini juga ditanya gitu ya, Nak. Ya kan kapan giliran kamu menikah? Waktu setiap kali lebaran ditanya gitu. Sekarang giliran ada dukacita. Dia ngomong sama orang tua itu, "Ini giliran saya sudah selesai. Sekarang waktu pemakaman, hei orang tua, kapan giliran kamu?" Gitu. [tertawa] Ini ada sebuah bahasa kejengkelan yang mana anak itu saking jengkelnya ditanya terus. Ini sebuah joke ya. Tapi kenyataan bahwa itu namanya hukum sosial. Sosial law. Hukum yang tidak pernah akan ada habisnya dan memang menjengkelkan. Dan saya selalu berpesan bahwa mereka pasti tidak sependapat. Selama Anda itu yakin dan kamu jalani, punyalah prinsip go ahead. Anda enggak bisa hari ini cuman menyenangkan semua orang. Menyenangkan saudara, menyenangkan famili, menyenangkan orang tua. Enggak bisa Anda menyenangkan semua orang, termasuk menyenangkan pasangan. Kadang-kadang Anda memang tidak sependapat, enggak apa-apa. Yang terpenting kalau Anda yakini, niscaya suatu hari itu akan terjadi kenyataan. Yang keempat, jangan menunggu dicintai baru mencintai. Tapi cintailah orang lain, maka Anda akan dicintai. Nah, ini benar. Karena mencintai itu masalah giving. Anda enggak bisa berharap orang cuman mencintai kamu. Enggak bisa. Karena pencinta itu perlu pengorbanan. Mencintai pekerjaan contohnya itu perlu pengorbanan. Kamu enggak bisa hari ini berharap karyawan kamu mencintai produk yang kamu jual, toko yang kamu buat, perusahaan yang kamu bikin. Enggak bisa. Kalau bosnya sendiri enggak mencintai pekerjaannya, enggak bisa. Kamu harus cintai karyawan kamu baru karyawan kamu akan mencintai kamu. Kamu enggak bisa cuman menganggap karyawan itu komoditi. Enggak bisa. You must love them. Ya kan? Perlakukan mereka dengan baik. niscaya karyawan itu akan senang. Begitu juga pasangan kamu jangan menunggu, eh kenapa kamu kok hari ini enggak? Jangan meminta gitu loh. Tapi itu tunjukkan care. Kalau memang pasangan kamu enggak suka diganggu, ya jangan ditelepon. Mungkin dia lagi sibuk, lagi apa, jangan curigaan terus. Karena enggak ada pasangan yang suka dicurigai gitu loh. I kan kalau curiga itu kan meminta menuntut. Enggak bisa. Karena mencintai itu masalah giving. Oke. Yang kelima, yang terakhir, kenyataan pahit, yaitu semuanya berubah bahkan bisa dalam hitungan detik. Ini memang sebuah kenyataan pahit yang tidak bisa kita pungkiri bahwa segala sesuatu itu bisa berubah dalam hitungan detik. Terkadang teman baik kita aja yang enggak kita sangka-sangka dari kecil bisa berubah setelah dia berumah tangga. Terkadang pasangan kita aja bisa berubah. Terkadang orang kepercayaan kita aja bisa berubah. Nah, intinya satu, hidup itu harus selalu beradaptasi. Jangan pernah nunggu baru bergerak, tapi bergeraklah. Niscaya akan ada suatu kemudahan, akan ada suatu keajaiban terjadi. Dan kenyataan pini, Anda menunggu, menunggu, menunggu, menunggu. Yang ada adalah Anda menjadi busuk. Jangan pernah menunggu. Ya, jadi mulai dari sekarang jangan pernah menunggu. Semua bisa berubah dalam hitungan detik. Ini kenyataan pahit. Kalau Anda enggak percaya, seringkiali kita itu berharap, berharap, berharap. Kalau Anda terus berharap, apa yang terjadi? Yang ada adalah kekecewaan. Di buku saya Badai Pasi Beralu ini sudah sangat tertulis jelas. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. Menulislah Anda akan semakin terinspirasi. Jangan menunggu kaya baru bersedekah. Bersedekahlah Anda akan semakin kaya. Sudah saya tulis semua di sini. Intinya Anda hari ini harus giving. Ketika Anda bisa giving, Anda akan mendapatkan hal-hal yang tidak Anda duga. Demikian video saya kali ini. Ini kenyataan-kenyataan pahit sudah saya bongkar semua. Kalau Anda bisa terima, silakan. Kalau senang, jangan lupa subscribe, loncengnya diaktifkan. Ada dua video di sini, silakan ditonton. Dan jangan lupa selalu salam hebat luar biasa.
Resume
Categories