Pria yang Lahir di Desa Kecil Wonosobo Ini Malang Melintang Meniti Karir, Hingga Akhirnya Sukses!
GLI16dC7yhI • 2021-10-10
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Hai [Musik] sahabat sb30 wajib tahi salam hebat luar biasa kembali ke segmen baru saya bagaimana sebuah motivasi yang menggetarkan jiwa Anda yaitu secangkir kopi bagi jiwamu kita minum dulu kopinya Hai enak banget dan tentu segmen kali ini kita akan mengajarkan kepada Anda bagaimana membangkitkan jiwa kita yang terpuruk dengan kisah-kisah orang sukses yang saya percaya mereka itu juga kondisinya tidak lebih baik dari Anda semuanya sekarang tapi kita pelajari bagaimana mereka sampai bisa berhasil Welcome to success before di tengah topik acara secangkir kopi bagi jiwamu tentunya di Indonesia Anda tidak asing mendengarkan dengan nama polopo air mineral nomor satu di Indonesia yang sudah mulai ada sejak era tahun 70-an dan 80-an yaitu bermerek Aqua Baik sahabat sb30 sangat hebat luar biasa kalian tahu produk ini kalian pasti tahu buahnya dalam merek air mineral yang paling laris di Indonesia namun Apakah kalian tahu kisah sulit dibalik brand ini kisah yang sama sekali tidak pernah Kalian Dengar yang kalian tahu hanyalah sebuah produk yang sudah jadi dan melewati ribuan tangisan kesedihan dan keringat yang tidak bisa dibayar dengan uang kisah ini menceritakan seorang pria bernama almarhum Bapak Tirto Utomo seorang pria yang telah menciptakan merek air mineral paling laris di Indonesia sampai saat ini beliau lahir pada tanggal 9 Mar 1930 di Wonosobo Jawa Tengah saat kecil ia menjalani hidupnya yang sudah terbilang sangat keras di sampul yang memasuki pendidikan SMP beli harus naik sepeda sekitar 60 kilometer dari rumahnya ke sekolah karena pada saat itu di Wonosobo belum ada SMP jadi beli harus bersekolah di Magelang yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya orang tua Bapak Tirto adalah memiliki usaha susu sapi dan pedagang ternak yang bisa dikatakan cukup lumayan sukses untuk membiayai pendidikan Tirto untuk berseko Hai Setelah lulus SMP Pak Tirto melanjutkan sekolah hbs di Semarang yang mana HP adalah sekolah setingkat SMA di zaman Hindia Belanda saat itu masa remaja Bapak Tirto dihabiskan di Malang dan di situlah ia bertemu dengan seorang wanita bernama Lisa di situ lagi sacinta mereka berdua dimulai namun seperti lazimnya sekolah katolik pada umumnya waktu itu sekolah untuk murid laki-laki dan perempuan harus dipisah Jadi mereka berdua hanya bisa bertemu di lapangan sekolah setelah lulus SMA Bapak Tirto berpindah ke Surabaya untuk kuliah disalah satu Universitas ternama beliau Mengisi waktu luang untuk bekerja sebagai wartawan Jawa Pos kala itu ia bertugas untuk Meliput berita-berita pengadilan namun setelah 2 tahun karena kuliah tidak menentu beliau pindah ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jawa Barat di Jakarta beliau kuliah sambil bekerja sebagai pimpinan redaksi shinpo dan majalah pancawarna tidak lama kemudian beliau menikah dengan kekasih sma-nya Sule bernama Lisa pada tanggal 21 Desember 1957 di Malang kisah cinta yang berawal di SMA ternyata membawanya sampai ke pelaminan namun hidup Bapak Tirto tidak selalu mulus musibah pun datang kepadanya pada tahun 1959 beliau diberhentikan sebagai pimpinan redaksi shinpo akibatnya sumber keuangan keluarga beliau menjadi sulit dan tidak ada lagi kejelasan Namun karena peristiwa menyedihkan itulah yang membuat beliau membulatkan tekadnya untuk menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia sementara isinya Lisa berperan sebagai pencari nafkah tambahan dengan cara mengajar dan membuka catering Bapak Tirto pun belajar dan juga ikut membantu istrinya pada Oktober 1965 tirtoutomo pada akhirnya mendapatkan gelar sarjana hukum Hai beliaupun melamar.di permina perusahaan minyak nasional yang merupakan cikal-bakal Pertamina beliau pun diterima disana beliau ditempatkan di Pangkalan Brandan di sana keperluan mandi masih menggunakan air sungai namun berkat ketekunannya beliau akhirnya menanjak karirnya dan diberikan kepercayaan sebagai ujung tombak pemasaran minyak berakhirnya diangkat menjadi wakil kepala hukum dan pemasaran luar negeri Pertamina yang membuat sebagian hidupnya berada di luar negeri lalu pada tahun 1971 Bapak tirtoutomo melakukan negosiasi kontrak kerjasama dengan perusahaan Amerika Serikat namun negosiasi tersebut tidak berjalan mulus karena istri delegasi dari Amerika Serikat mendadak terkena diare karena mengkonsumsi air yang tidak bersih yang telah disediakan Pak Tirto pun akhirnya sadar bahwa orang bule tidak terbiasa fungsi air sumur yang direbus namun steril karena kejadian tersebut beliau berfikir Bagaimana caranya agar bisa menyediakan air mineral yang dikemas dengan steril dan dapat dikonsumsi oleh semua orang setelah saat itu ia mengirimkan adik yang bernama Slamet Utomo magang di Thailand di perusahaan Polaris untuk mempelajari seluk-beluk bagaimana air mineral dapat dikemas setelah adiknya selesai makan di Thailand dan kembali ke Indonesia dengan modal sebesar 150000000 rupiah uang saat itu bersama adiknya selamat Utomo mereka mendirikan pabrik di Bekasi pada tahun 1973 dengan nama PT Golden Mississippi dengan merek produk awalnya bernama puritas karyawan Bapak tirtoutomo dan adiknya mulanya berjumlah 30 panorang dan mampu memproduksi enam juta liter pertahun hal tersebut membuat Bapak Bird yakin bahwa perusahaannya ini akan maju dan akhirnya ia rela keluar dari pekerjaannya saat itu yang telah menjadi wakil kepala hukum dan pemasaran luar negeri Pertamina demi meneruskan usaha pribadinya ini dan fokus meraih tujuannya yaitu menciptakan air mineral steril kemasan yang bisa dinikmati semua orang dan kalangan lihatkan adiknya pun menggali sumur di pabrik pertama yang dibangunnya di atas tanah seluar 7110 M2 di Bekasi tidak lama kemudian atas masukan dari yulindra Lim seorang konsultan Indonesia yang bermukim di Singapura menyarankan agar menggunakan nama Aqua ia percaya bahwa Aqua sangat mudah diucapkan dan mudah diingat selain bermakna air Aqua bukanlah nama yang asing baginya karena ia sering sekali memakai nama samaran ah aku ah yang bunyinya mirip nama Aqua Semasa Hidup beliau menjadi pemimpin redaksi harian Sin po dulu dan majalah pancawarna pada tahun 1956 Aa kuas sendiri diambil dari nama aslinya yaitu kwa Sin Tiaw sedangkan nama tirtoutomo mulai dipakainya setengah tahun 1960-an yang tidak sengaja diambil yang berarti air yang utama tirtoutomo air yang utama disitulah beliau merasa ini adalah panggilan dan jawaban untuk produknya setelah bekerja keras dan penuh keringat lebih dari setahun produk pertamanya Aqua pada akhirnya diluncurkan spada 1oktober 1974 pada saat itu minuman berkarbonasi seperti coca-cola Sprite Seven Abdan Green Spot sedang naik daun sedangkan ide untuk menjual air putih tanpa warna dan rasa bisa dianggap sebagai gagasan gila namun tidak masuk akal Bagi kalangan banyak orang hingga 1978 penjualan Aqua pun belum berhasil menghasilkan penjualan yang signifikan Bapak tirtoutomo pun berpikir untuk menutup perusahaan yang telah Ia dirikan selama ini ia merasa lelah dan sedih karena selama sekitar lima tahun usaha ini berdiri namun belum menemukan titik impas atau break even point yang bisa ia raih beliau tidak tahan harus menombok terus-menerus untuk Aqua bisa tetap berdiri namun ia selalu percaya bahwa selalu ada rezeki bagi yang ulet dan tabah pada akhirnya beliau bersama manajemennya sepakat untuk mengeluarkan strategi terakhir untuk aqua dengan cara menaikkan harga jualnya hampir tiga kali lipat gila ya Hai ide tersebut bisa dibilang ide bunuh diri namun beliau percaya bahwa itu adalah cara satu-satunya agar perusahaannya tetap bisa berdiri tegak servive Karena pada saat itu perusahaannya sedang di masa sangat kritis dan bukannya menurunkan harga melainkan menaikkan harganya tiga kali lipat namun Bapak tirtoutomo sudah mengantisipasi hal tersebut jika cara ini malah menurunkan drastic omsetnya namun anehnya pasar berbicara lain omset bukannya menurun malah terdongkrak naik orang banyak menilai bahwa harga tinggi sama dengan mutu tinggi Aqua pun akhirnya mulai melayani sistem berlangganan pada tahun 1982 Aqua mengganti bahan baku air yang semula berasal dari sumur bor menjadi mata air pegunungan yang mengalir sendiri self slowing spring karena dianggap mengandung komposisi mineral alami yang kaya nutrisi seperti kalsium magnesium museum saat besi dan sodium Hai akhirnya tidak lama kemudian salah satu pelanggannya yaitu kontraktor pembangunan jalan tol Jagorawi Hyundai yang mana mereka adalah para Insinyur Korea Selatan memiliki kebiasaan Minum air mineral dalam kemasan ternyata menular kepada rekan-rekan kerja orang Indonesia melalui penularan semacam itulah agen air minum dalam kemasan ini mulai diterima oleh masyarakat luas saya sendiri waktu kecil saya juga sering mengkonsumsi air sumur namun sejak kecil saya mulai mengerti tentang air kemasan ini produk air kemasan Aqua milik Bapak tirtoutomo tidak pernah absen sebagai sponsor dalam ajang olahraga seperti SEA Games Pekan Olahraga Nasional Kejuaraan bulutangkis hingga World govt competition yang digelar di Indonesia Aqua juga sudah mengisi iklan-iklan baik di televisi media cetak hingga radio tak mengherankan jika orang-orang saat ini menyebut air mineral sebagai Aqua tak ada yang menyangka ide gila bapak tirtoutomo dalam membotolkan air mineral yang tidak memiliki rasa dan warna serta menjualnya dengan harga yang lebih tinggi daripada bensin saat itu bisa sukses besar penampilan beliau sehari-hari sangatlah sederhana ramah murah senyum namun cerdas dalam berpikir dalam hubungannya dengan bahwa ia menganut gaya manajemen kekeluargaan dan mempercayai kemampuan karyawannya melalui sejumlah pengembangan dan pelatihan manajemen pada waktu itu biaya pengemasan dapat mencapai 60% dari biaya produksi melalui itu tirtoutomo kemudian menyetujui ide Willy untuk menggabungkan pabrik botol dengan bisnis air mineral yang bernama PT Tirta Graha Parama Pak saat ini keluarga Bapak tirtoutomo bukan lagi pemegang saham mayoritas karena pada tahun 1966 perusahaan makanan asal Prancis dan Nun menguasai saham mayoritas sedangkan Sam keluarga tinggal 26 persen Meskipun demikian Willy Sidharta yang merupakan anak kandung dari bapak tirtoutomo sendiri memegang jabatan direktur dalam perusahaan tersebut pilihan bergabung dengan perusahaan multinasional diakui membuat langkah Aqua semakin lincah ketatnya persaingan industri air mineral menutup Aya upaya agresif sejak itulah terjadi perubahan besar-besaran dalam manajemen Aqua dalam produksi Aqua juga melonjak tajam dari satu miliar l sekarang mencapai tiga setengah miliar liter perhari Aqua menguasai empat puluh persen pangsa air mineral di dalam negeri dalam biografi bapak tirtoutomo beliau diketahui bahwa beliau wafat pada tahun 16 Maret 1994 di umurnya yang ke 64 namun prestasi Aqua sebagai produsen air minum dengan merek tunggal terbesar di dunia tetap dipertahankan sampai sekarang Bapak tirtoutomo juga dikenal sebagai salah satu pengusaha dengan ide bisnis yang menarik Hai dan terbaik saat ini Nah itulah sejarah dibalik kisah sukses dibalik Aqua dan Bapak tirtoutomo kesabaran dan keuletan adalah kunci utama beliau dalam membangun bisnisnya sampai sebesar sekarang semoga kisah cerita ini bermanfaat bagi kalian semua sahabat sb30 wajib tahi salam hebat luar biasa [Musik] hai hai [Musik] [Tepuk tangan]
Resume
Categories