Transcript
dM12zmFhTw4 • Kencing di Eropa Aja Bayar 16 Ribu, di Sini 2 Ribu Saja Kok Diprotes?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/0987_dM12zmFhTw4.txt
Kind: captions
Language: id
[musik]
Sahabat SP30 yang saya cintai, salam
hebat luar biasa. Nah, kesempatan kali
ini saya akan membahas sebuah perdebatan
ya. Perdebatan ini gara-gara yang lalu
Menteri BUMN kita, Pak Erik Tohir
menggratiskan toilet. Ya, ini akan
menjadi sebuah perdebatan yang enggak
ada habisnya. Karena apa? Toilet yang
masih bayar aja kadang-kadang baunya
masih pesing apalagi sekarang
digratiskan. Nah, saya akan bahas
kontennya kali ini. Padahal kencing di
Eropa saja itu saya kalau sering ke
Eropa ke kota-kota besar ya seperti
kayak Paris, kemudian di Swiss ya, di
negara Swiss seperti di Zurit dan
sebagainya itu kencing aja bayar 1 euro.
1 euro itu kurang lebih Rp16.000 itu
sekali kencing loh ya 1 euro dan itu
harus masukkan koin. Nah, di sini bayar
2.000 aja kok protes gitu. Nah, yang
benar gimana? Saya akan bahas tal yang
satu ini.
[musik]
Welcome to success [musik] before
business and financial mentoring.
Nah, jadi kita tahu belakangan kan ada
sebuah video ya, Pak Erik Tohir itu
menyuruh harusnya SPBU itu menggratiskan
semua biaya toilet kencing di toilet ya.
Seperti kalau kita mungkin kencing di
Minimart mungkin gratis tapi sebagai
konversinya ya kita belilah sesuatu dari
Minimart tersebut. Ee sebenarnya enggak
ada masalah tapi saya sendiri juga
termasuk orang yang agak protes. Kenapa?
Karena kita bayar 2.000 aja, kadang
WC-nya itu masih bau. Ya, kita tahu
WC-nya itu kadang masih bau. Ya,
meskipun belakangan sih banyak ee pom
bensin, WC-nya sudah jauh lebih baik
gitu ya. Mungkin ada orang sudah
terbiasa dengan bau pesing kali ya.
Padahal itu toiletnya bayar 2.000 gitu.
Nah, menurut penjelasan Pertamina soal
2000 ini tidak wajib bayar. Unit manager
Communication Relationship dan CSR MORPT
Pertamina Eko Kristiawan mengatakan
bahwa membayar uang setelah menggunakan
toilet di SPBU sifatnya sukarela. Di
SPBU default toiletnya tidak bayar
dengan sifatnya sukarela," ujar Eko saat
dihubungi Kompas.com, Kamis 18 November
2021. Eko juga menyebut bagi pengguna
toilet di SPBU apabila ingin membayar
hal tersebut bagus. Namun apabila tidak
membayar seharusnya juga tidak jadi
masalah. Bapak Eko juga menambahkan
bahwa ada sebagian SPB Pertamina yang
menyediakan toilet eksklusif, namun
disediakan toilet yang gratis. Serta
Bapak Eko menambahkan bahwa toilet yang
berbayar itu hanya sekedar untuk
kebersihan.
Nah, sahabat entrepreneur, di sini saya
akan mengurai perhitungan dari sistem
bisnisnya. Yang perlu kalian ketahui
adalah di Eropa orang kencing di tempat
umum rata-rata membayar 1 euro sampai 1
euro. Enggak ada sih 1engo, rata-rata 1
euro. Saya sendiri ngalamin. Nah,
bayangkan kalau kalian mau kencing
16.000 di Eropa, sedangkan di Indonesia
2.000 aja sudah protes. Di dalam sisi
bisnis, peralatan toilet juga
membutuhkan biaya seperti sapu, kain
pel, cairan pembersih, karyawan, OB,
sikat dan sebagainya. Kalau arang
kencing terus di tempat umum itu kan
perlu dibersihkan. Dalam 1 hari ada 100
orang yang masuk toilet misalkan maka
2.000 * 100 Rp200.000 R00.000 kalau R
juta itu bisa digunakan gaji karya dan
memberikan peralatan kebersihan lagi.
Itu sebenarnya cukup menguntungkan.
Sedangkan di Eropa katakan satu hari ada
100 orang ke toilet, Rp16.000* 100 orang
R1,6 juta per hari atau R8 juta 1 bulan.
Tapi ini kalau dirupiahkan ya, wih R8
juta. Bisnis toilet enak banget. Tapi
sekali lagi itu kan di Eropa memang kita
di Indonesia lebih nyaman jika toilet
itu bersifat sukarela. Namun juga harus
lihat dari pandangan si pelaku bisnis
tersebut. Keuntungan dari berjualan
bensin atau minyak itu sudah memang ada
target. kadang-kadang tidak bisa
meng-cover ya kalau misalkan harga naik
dan turun dan fluktuatif. Maka dari itu
untuk menunjung karyawan mereka bisa
menan jasa toilet tadi. Nah, jadi dengan
kata lain menurut saya bayar itu tidak
masalah. 2.000 itu saya rasa angka yang
cukup wajar. Tapi kebersihan itu memang
tidak setiap toilet yang bau pesing ya
menurut saya. Tapi yang terpenting bayar
itu tidak jadi masalah asal ditunjang
dengan kualitas toilet yang baik. Saya
rasa 2.000 itu wajar ya. parkir aja
sekarang kalau motor aja udah 2.000
gitu. Jadi kalau misalkan Anda cuman
gara-gara kepengin gratis, saya rasa
mindset kita ini perlu di-upgrade ya,
level up. Kalau enggak sampai kapan
Indonesia akan terbelakang terus. Kita
enggak mungkin bisa ngejar Eropa kalau
kayak kita jangankan mau ngejar Eropa
yang 1 euro ya kan kita yang mau ngejar
yang 2000 perak aja dipermasalahkan
terus bagaimana kita mau maju. Saya rasa
dari Pak Erik Tohir sendiri juga tidak
salah. beliau ingin menggratiskan ya
karena itu kan Pertamina di dalam ranah
kepemimpinan beliau sebagai kapasitas
beliau sebagai Menteri BUMN. Kapan-kapan
saya buat kontennya saya podcast beliau
ya, saya tanya masalah ini sama beliau,
catat itu ya. Nah, tapi yang paling
penting adalah bagaimana kita bisa
menyikapi ada harga, ada kualitas, ada
mutu. Dengan demikian saya rasa toilet
mana pun ee kalau kualitasnya bersih
orang willing to pay kok 2.000 itu saya
yakin enggak ada masalah. Kalau Anda mau
mental gratisan, keluar aja dari SPBU,
kencing aja di godnya. Gratis kan?
Sukses untuk Anda. Salam hebat luar
biasa.