Transcript
Uoccx-75XVA • Cara MENDAPATKAN LEBIH BANYAK Dengan MELAKUKAN LEBIH SEDIKIT
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1074_Uoccx-75XVA.txt
Kind: captions Language: id Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa. Judul kali ini sangat menarik. Bagaimana cara Anda mendapatkan lebih banyak hanya dengan melakukan hal yang lebih sedikit? Wow, ini menarik banget. Anda pasti suka kan menonton video kali ini? Karena siapa yang enggak mau dapat lebih banyak tapi cuma melakukan lebih sedikit? Nah, bagaimana maksud penjelasannya? Tonton video ini sampai selesai tanpa skip satu detik pun. [musik] Welcome to success [musik] before business and financial mentoring. Oke, sahabat SB30 tentunya selamat datang bagi Anda yang pertama kali menonton video ini, channel Sucs Boter yang mana kami selama hampir 9 tahun lebih kami konsisten memberikan edukasi, inspirasi, motivasi. Kami mengundang banyak tokoh-tokoh sukses ke dalam acara Level Up Podcast kami hanya dengan satu tujuan ingin memberikan edukasi dan informasi yang lebih baik untuk Anda semua. Nah, pada kesempatan kali ini tentu judulnya sangat Anda sukai, yaitu bagaimana cara mendapatkan lebih banyak tapi dengan melakukan lebih sedikit. Wah, ini adalah sesuatu [musik] e cheating system di dalam otak kita dengan sebuah tujuan adalah siapa sih yang enggak mau sih? Namanya orang juga pengin dong. Kalau ada yang gampang, kenapa pilih yang sulit gitu. Nah, saya hari ini akan membahas dengan sebuah teori. Nah, teori ini bernama Philfredo Pareto. Saya ulangi, Philfredo Pareto. [musik] Nah, teori ini adalah mengisalkan tentang kalau Anda itu hukum 20 prinsip 2080. Kalau Anda ingin mendapatkan 80% hasil, Anda cukup melakukan 20% hal. Penting. Nah, banyak orang melakukan waktu yang tidak efektif dan efisien itu dia melakukan 80% hal tapi cuma menghasilkan 20%. [musik] Kita ambil satu contoh. Misalkan sebuah organisasi. sebuah organisasi itu kalau Anda mau menghasilkan 80% omset [musik] itu Anda cuman pilih 20% orang-orang penting di perusahaan itu untuk menghasilkan karya 80% yang berkontribusi pada perusahaan itu. Tapi kita jangan ngurusin 80% orang itu yang mana mereka itu cuma berkontribusi 20% pada organisasi perusahaan. Sama juga omset perusahaan ini 80% itu dihasilkan dari 20% orang. Sedangkan Anda hari ini harus memberikan atensi pada 20% orang ini. Bisa [musik] jadi dia team sales, tim marketing, team leaders, tetapi mereka itu akan menghasil 80% omsetnya. Jangan ngurusin yang 80% orang atau kita enggak memberikan atensi pada yang mana mereka itu kadang-kadang cuma memberikan 20% omset. Nah, kalau Anda sebagai seorang karyawan contohnya, Anda kadang-kadang suka ke distrik melakukan pekerjaan yang enggak selesai-selesai. Padahal pekerjaan itu bisa selesai dalam waktu 1 hari. Tapi gara-gara Anda tidak mencatat 20% hal yang penting untuk dilakukan selama besok, maka Anda hari ini bisa melakukan pekerjaan itu bertele-tele dan tidak selesai-selesai dalam waktu 1 minggu. Contohnya, padahal itu kalau Anda mau tulis malam hari, Anda mau merenung malam hari, Anda cuma tulis tuuh poin yang saya harus selesaikan besok. Maka saya percaya besoknya Anda bisa mengerjakan tujuh hal yang lain. Tapi gara-gara Anda tidak pernah meneruskan tujuh poin tersebut, Anda tidak mau meluangkan waktu yang sedikit itu, maka tujuh hal tersebut mungkin bisa selesai dalam waktu 1 minggu. Nah, bukankah Anda di sini bisa mengerjakan lebih banyak, mendapatkan lebih banyak hal sesuatu yang bisa diselesaikan satu hari kenapa Anda tunda 1 minggu. [musik] So, hari kedua sampai hari ketujuh Anda bisa melakukan hal yang lain. Begitu juga kenapa orang tercipta [musik] Gojek? Karena di situ ada masalah bagaimana objek pengkolan dan bagaimana masalah transportasi bagi setiap bahas sebagian besar orang. Tapi kalau Anda hari ini meluangkan waktu untuk belajar download aplikasi Gojek, bagaimana cara panggil Gojek, bukankah itu menyelesaikan banyak masalah? Kalau enggak Anda nunggu orang masalah itu susah sekali dan itu menjadi sebuah problem. Oleh sebab itu, hari ini saya [musik] pengin sharing sesuatu. Kenapa kok saya juga menulis buku? Karena buku ini adalah hasil dari ratusan buku plus pengalaman saya. Saya ulangi, ratusan buku plus pengalaman saya yang mana saya itu buku ini adalah termasuk cheating system saya. Kenapa? Karena buku itu adalah intisari dan pengalaman puluhan tahun orang tersebut. Dan kita hargainya cuman berapa sih? Cuman 10, 20 dolar buku tersebut. Buku ini harganya cuman Rp10.000. [musik] Tapi Anda bisa dapatkan intisari 40 tahun pengalaman orang tersebut. Bukankah Anda cuma meluangkan waktu dan uang yang sedikit, enggak seberapa, cuman Rp190.000, dan waktu yang sedikit yang Anda [musik] pelajari itu setiap hari, Anda bisa menyerap intisari pengalaman orang tersebut. Intinya Anda tidak perlu melakukan trial and error. [musik] Anda minimal Anda belajar dari pengalaman orang lain, terus Anda ulangi dari pengalaman Anda sendiri. Anda minimal hari ini bisa mempercepat. Sama seperti jalan tol. Kalau Anda pilih jalan raya sama jalan tol, Anda pilih mana? Anda mungkin pilih jalan tol, tapi syaratnya Anda harus bayar tol. Kalau Anda mungkin lewat jalan raya, Anda mungkin dapatnya 30 km dalam waktu 2 jam. [musik] Tapi gara-gara jalan tol, Anda bayar ee dapat 30 m 15 menit contohnya. Nah, Anda bisa dapatkan lebih banyak dengan melakukan sedikit, yaitu Anda harus bayar. [musik] Buku juga sama. Makanya saya di buku Success Boterti saya ada ajarkan mengapa banyak orang belum kaya halaman 17. Salah satunya tidak mau bayar tol. Salah satunya tidak mau belajar Gojek, salah satunya tidak mau baca buku. Dan Anda lebih baik melakukan 80% hal tersebut yang menurut saya itu sudah tidak produktif dan tidak efisien. Makanya Anda tidak bisa sukses lebih cepat. Anda mau sukses sebelum 30 itu berat. Sukses sebelum 30 tahun semua orang mau dong. [musik] Tapi problemnya adalah ukuran sukses kan di sini tuh banyak ya. Saya bahas di buku ini kan sukses itu enggak cuman semata-mata uang. Tapi sukses yang saya bahas di sini itu keluarga juga masuk, hubungan sosial juga termasuk, kemudian ee pengembangan diri juga termasuk. Ada hal Anda baca sendiri buku ini. Intinya kalau Anda bisa sukses si before 30, Anda termasuk punya kesehatan yang luar biasa sebelum 30 tahun, bukankah di sini tuh Anda termasuk tergolong orang sukses? Nah, ketika Anda di sini tergolong orang sukses, mengapa banyak orang belum kaya raya? Salah satunya dia tidak mau berpikir secara Filfredo Pareto. Dia tidak mau menggunakan prinsip 2080 ini dalam hidup kalian. [musik] Saya selalu bilang, catat setiap pengeluaran kamu. Mencatat itu pekerjaan yang malas. Tetapi bagi sebagian besar orang, "Pak, pengeluaran saya, saya enggak mau catat. Kenapa saya enggak mau catat?" Ya, karena Bapak pelit, katanya. [musik] Sebagian besar orang dia mau melakukan 80% hal itu dan dia tidak mau mencatat. Nah, itu problem [musik] menurut saya. Ketika itu adalah sebuah problem, maka problem paling utama di sini yang saya bisa jabarkan adalah Anda hari ini tidak mau lakukan sesuatu yang lebih efektif, lebih efisien, dan tidak mau bayar harga yang lebih singkat untuk sesuatu yang jangka panjang. Nah, singkat cerita Anda lebih suka ngurusin 8 perusahaan karena Anda enggak mau mikir, Anda enggak mau belajar, Anda tidak mau keluar dari sona nyaman kalian sehingga kalian merasa diri kalian itu paling ee sudah terbiasa sudah melakukan itu. Sebagai satu contoh, saya pernah masuk ke sebuah bengkel mobil Mercedes-Benz. Saya waktu masuk ke sebuah bengkel modern, dia cuma masukkan ke sebuah sistem software ke dalam mobil tersebut. Maka dalam waktu sekitika langsung software komputer itu melacak semua kerusakan mobil yang ada di tersebut. Kalau Anda mungkin secara manual, Anda mungkin menganalisa, oh kalau begini nih suaranya rusak karburator. Oh yang kalau begini ini suaranya rusak engine mounting. Oh kalau yang begini ini namanya fanbell-nya yang rusak. Anda kan cuma menganalisa berdasarkan pengalaman. Berbeda dengan Anda membeli sistem tersebut. Anda analisa dan waktu tepat akurasinya langsung tepat sama. Nah, sekarang Anda kalau sebagai mahasiswa contohnya siswa, kenapa Anda tidak mau belajar sesuatu yang cara yang menurut Anda singkat? Contoh saya ini kan dulu guru, guru matematika, fisika, kimia. Saya selalu mengajarkan ketika saya mengajarkan kimia, tabel kimia itu saya ngajarkan ada rumus-rumus kimia itu Anda bisa hafalkan dengan satu kalimat yang mana kalau Anda bedah kalimat tersebut langsung Anda akan mendapatkan rumusan segalanya. Contohnya Ose tepo e O S e T O. Nah, itu apa? P dan O itu kan rumusan kimia coba. O setepo. Oh ingat sampai sekarang. O setepo. Murid-murid saya yang dulu pernah dapat pendidikan lesi saya mereka juga pasti ingat gitu. Opo jadi itu langsung ingat gitu. Oh steppo. Jadi itu tabel itu nanti kita gunakan rumus kimia itu seperti ini. Maka kita dengan menggunakan hal yang singkat cara yang lebih mudah tapi Anda akan dapatkan lebih banyak. Sama. Kenapa hari ini tercipta kalkulator? Kenapa hari ini tercipta smartphone? Itu kan tujuannya memberikan ee smartphone ini membersihkan 8 sampai 10 fungsi loh. Contohnya gara-gara smartphone Anda enggak perlu lagi pakai PC komputer. Gara-gara smartphone Anda enggak perlu lagi pakai kalkulator. Gara-gara smartphone Anda enggak perlu lagi pakai jam. Gara-gara smartphone Anda enggak perlu lagi file manager. Gara-gara smartphone Anda enggak perlu lagi pakai kabinet. Gara-gara smartphone Anda enggak lagi pakai FX. Itu sudah berapa berapa fungsi dari smartphone? Nah, inilah smartphone ini termasuk salah satu cara berpikir filvero parito. Sehingga intinya kalian itu harus berpikir [musik] suatu belajar sesuatu yang sifatnya efektif dan efisien tapi Anda bisa misalkan 80% masalah kalian. So, what is your habit? Makanya belajar dari kebiasaan orang sukses. Mereka baca buku ya bacalah buku. Belajar kebiasaan orang sukses Zoom contohnya. Kenapa Zoom sekarang ditemukan? Karena Zoom itu menyelesaikan masalah adalah orang meeting itu selalu terbentar masalah waktu. Kemudian kedua, jarak ya. Kemudian meeting enggak bisa kumpul semua gara-gara apa? Gara-gara jarak dan waktu. Tapi Zoom menciptakan problem bahwa meeting itu bisa tidak ada masalah jarak dan tidak ada masalah waktu. Dan ketiga adalah tempat. Waduh, tempatnya ini jauh. Contohnya satu di Jakarta Selatan, satu di Jakarta Utara. Kita kalau ke Jakarta Pusat kita perlu waktu 2 jam contohnya gitu. Nah, dari sini kita sudah bisa membayangkan bahwa Zoom itu menyelesaikan masalah. Jadi, jarak itu enggak ada masalah, tempat pun enggak ada masalah. Tinggal yang penting waktunya disamakan masalah kelar. Bukankah itu menyelesaikan 80% masalah? Nah, hari ini kalau Anda ingin menjadi orang yang sukses, Anda pengin dapatkan lebih banyak dengan melakukan lebih sedikit, berpikirlah kreatif seperti itu. Carilah sebuah shortcut. Makanya tadi saya bilang, kalau Anda seorang karyawan, Anda seorang mahasiswa, bikinlah daily planner jadwal. Kalau Anda ingin nabung lebih banyak, catat setiap pengeluaran sehingga Anda tahu ke mana saja uang tersebut pergi. Itu bukan mengajarin Anda pelit, tapi mengajarkan Anda untuk mengkalkulasi apa yang Anda lakukan setiap hari. Oke, sahabat SP30. Semoga video ini memberikan Anda inspirasi. Bagaimana menat pendapat kalian tentang video ini? Apakah kalian punya pengalaman yang rupa? Mari kita sharing di kolom komen. [musik] Saya tunggu komentar positif Anda. Sukses untuk Anda. Salam hebat luar biasa.