File TXT tidak ditemukan.
Cara Membuat Di Sukai Orang Dalam 5 Menit Pertama
aMy4FB68vQE • 2023-01-27
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Ada skill yang hilang di saat berkomunikasi di era sekarang. Kebanyakan orang sekarang berkomunikasi lewat WA, di kolom komen, kemudian mesan sesuatu segalanya secara online. Skill yang hilang itu adalah bertatap muka secara offline. Bagaimana Anda harus beretika bertemu dengan orang ketika secara offline? Bagaimana Anda berbicara dengan orang yang lebih tua? Bagaimana Anda berbicara dengan orang yang lebih matang? Bagaimana Anda berbicara dengan orang yang berpendidikan tinggi? Dan bagaimana orang yang tidak bermain sosial media Anders kuasai skill ini. Welcome to [musik] success before business and financial mentoring. Di video saya kali ini, saya itu ingin membahas di [musik] mana saya itu beberapa tahun yang lalu saya itu pernah membahas sebuah video yang berjudul Bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain. Itu disadur dari buku asli Dell Carneg yang berjudul How to Win Friends and Influence People. Nah, video ini direspon cukup baik, ditonton jutaan orang. Tetapi kita enggak bisa pungkiri bahwa ketika Del Carneg menulis buku tersebut, belum ada yang namanya cellular phone, belum ada yang namanya apalagi smartphone, belum ada yang namanya internet. Sehingga kemungkinan besar Del Carneg ini sudah meremajakan bukunya. Dan sekarang saya ingin me-review satu buku yang berjudul How to Win Friends and Influence People in the Digital Age. Nah, ini Anda pasti butuhkan semua. Nah, di video kali ini saya akan langsung review aja. Jadi, intinya dari how to communication in the digital [musik] age, bagaimana kita berkomunikasi di era-era digital. Dan ini memang sangat ditujukan untuk Gen Z untuk kalian semua. Nah, skill ini meliputi ada empat. Yang pertama adalah skill negosiasi. Boleh dikatakan anak-anak muda zaman sekarang itu sangat lemah dalam negosiasi. Karena Anda mungkin kebiasaan berkomunikasi cuma lewat chatting, [musik] melakukan sesuatu itu lewat kolom komen, tetapi Anda jarang dan kikuk ketika Anda harus bernegosiasi secara tatap muka secara offline. Yang kedua adalah contact making. Itu 24%. Yaitu bagaimana Anda itu harus bisa mempunyai ee contact, kemudian bagaimana membaca bahasa tubuh dan segala sesuatunya. ini skill juga kurang dimiliki. Yang ketiga adalah ini dia public speaking [musik] skill, yaitu bagaimana Anda bisa mempunyai e teknik yang fasi di dalam public speaking. Dan yang keempat adalah working long hours. Jadi, bagaimana Anda itu semua ee bekerja dalam waktu yang cukup lama ya. Karena anak zaman sekarang ini kan ee kebanyakan maunya yang instan, maunya yang cepat ya. Karena generasinya memang sudah seperti itu, [musik] zamannya memang sudah seperti itu. Tetapi daya tahan ini yang sebetulnya saya yakin skill ini hilang dan ini tidak boleh hilang untuk kalian mau benar-benar maju. Nah, secara garis besar ada lima poin yang bisa kita pelajari dari buku ini. Kita mulai dari satu persatu ya, dari poin yang pertama. Yang pertama adalah firstly never do this treasy. Maksudnya itu apa? C yang pertama adalah condemn. Condem itu mengutuk. Kalau Anda perhatikan di zaman sosm sekarang ini orang pandai sekali mengutuk ya. pandai sekali menghujat, pandai sekali melakukan sebuah asumsi opini yang menurut pandangan dia. Nah, itu Anda pasti akan tidak akan memiliki banyak teman. Anda tidak akan diterima di sebuah lingkungan yang positif karena [musik] kalian sendiri sudah melakukan hal seperti itu. Yang kedua adalah never criticize. Say yang kedua, jangan pernah mengkritik. Ini hampir sama dengan buku yang pertama karena memang how to win friends and influence people itu memang diajarkan untuk jangan pernah mengkritik. Dan yang ketiga adalah never complain. Jadi jangan-jangan pernah mengeluh. Oke. Nah, inilah sangat disarankan. Jadi ee kalau di buku yang beliau yang lama, beliau itu intinya hampir sama. Tetapi ini yang lost, ini yang hilang di era digital age, yaitu etika itu menjadi sangat minim di zaman sekarang. Karena betapa mudahnya orang chatting di sosial media, betapa mudahnya orang itu berkar-kar sosial media. Tetapi ketika dia bertemu dengan aslinya, orangnya menjadi pendiam, [musik] orangnya enggak PD dan sebagainya. Nah, ini yang menjadi masalah di era digital age. Nah, memang di buku beliau yang lama beliau itu selalu berkata, "Never complain." Karena apa? Cara kalau kita mengkritik, memperbaiki seseorang bagaimana? Kita bisa dengan cara [musik] yang seperti ini. Contohnya kita mengkritik orang di depan lima orang, di depan bawaannya itu sangat tidak etis. Tapi kita bisa panggil ke ruangan tertutup, kita ajak bicara empat mata. itu seperti itu. Dan kita bisa mulai juga dengan kata-kata, "Sebetulnya hari ini tuh perbuatanmu cukup bagus, namun kamu bisa lebih bagus kalau kamu melakukan ini." Nah, itulah cara yang diajarkan oleh Derkani. [musik] Jangan bilang kamu bodoh banget, peko banget kamu hari ini. Nah, itu tidak disarankan [musik] oleh Del Carnegi. Tidak disarankan, ya. Nah, itu yang pertama. Never docy. Nah, yang kedua. Poin kedua adalah second, [musik] listen and make people feel value. Nah, ini hampir sama dengan eh buku beliau yang eh lama. Beliau itu selalu mengajarkan [musik] adalah buat someone so feel important. Membuat seseorang itu menjadi sangat penting. Salah satu contoh paling penghargaan paling seder adalah kamu bisa panggil namanya gitu. Apalagi kalau kita enggak ketemu teman lama kan biasa kita lupa tuh namanya. Panggil aja, "Hei, Robert, apa kabar? Lama enggak jumpa gitu." Oh, orang ini masih ingat nama gue ya. Nah, itulah salah satu feel someone feel value gitu. Padahal itu sebenarnya hal kecil terutama wanita. Kalau Anda perhatikan hal seperti itu, [musik] kamu lebih cocok loh kalau pakai baju ungu seperti ini. Apalagi dipadukan kayak gini itu keren banget. Ah, dia akan menjadi someone spal [musik] hari itu. Padahal dia mungkin seharian itu tidak pernah merasa dapat eh kata-kata seperti itu. Tapi ketika Anda katakan [musik] itu langsung dia merasa feel someone feel value. Dan itu harus kalian berikan. Jadi, bagaimana membuat e seseorang itu menjadi merasa berharga dan menjadi seorang yang merasa penting. [musik] Nah, yang ketiga. So, the third one is looking of point of conflict as [musik] opportunities to problem solver together. Jadi, maksudnya ketika ada orang konflik itu ya kalian diam. [musik] Bukannya kita tuh mau campur urusan orang lain, tetapi yang pertama kita harus punya wawasan. Jadi ketika kita hari ini itu datang sebagai bukan sebagai penengah tetapi kita datang menjadi problem solver. Kita ini menjadi manusia itu bukan biang kerok masalah tapi kita ini adalah biang [musik] solusi. Ketika Anda menjadi orang yang biang solusi, someone itu merasa kamu itu feel comfort dengan kamu. Dan ketika [musik] kamu itu feel comfort, otomatis melakukan segala sesuatu itu dia akan nyaman. Dan ketika nyaman maka dia akan [musik] terbuka dengan kalian. Ketika dia terbuka, dari situlah hubungan [musik] akan terjalin. Nah, inilah inti dari ilmu Del Carnegi, ya. Jadi, selalu bagaimana how to win friends, bagaimana memenangkan cara mempengaruhi orang lain, ya. Kemudian yang keempat, the fourth point is a give credits and praise effectively. Jadi, otomatis kita itu jarang sekali memberikan penghargaan untuk orang lain. Contoh yang paling simpel, tukang parkir contohnya, "Pak, makasih ya, Pak, sudah jagain motor saya. Apakah sulit kamu ngomong hal seperti itu?" Hari itu dia jaga 100 motor. Kamu satu-satunya orang yang memberikan [musik] pujian itu. Itu namanya gift credit. Besok-besok si tukang parkir itu percaya sama saya. Dia enggak akan pernah melupakan kamu. [musik] Jangan-jangan besok kalau kamu kesulitan cari parkir, dia orang pertama yang akan bantu kamu dapatkan parkir. Itu cuma sebuah kata-kata singkat yang kamu berikan. Contoh yang paling gampang kalau kamu lewat tol pagi. Nah, itu kan sebenarnya sederhana. Itu kan orang sudah berlalu lalang di situ itu puluhan ribu mobil mungkin capek. Puluhan ribu bahkan lebih Rp10.000 karena mobil itu lewat dan dia itu udah lihat mobil itu udah capek. Sekarang kamu pakai tapping dan kamu cuman senyum aja sama dia. Pagi. Nah, itu hal yang kecil, sederhana. Tapi kata-kata itu, itu membuat orang feel someone important. Nah, kata-kata seperti inilah yang harus kamu berikan [musik] if you want to win friends and influence people. And praise effectively. Ya. [musik] Jadi artinya ketika kamu memberikan pujian itu bukan pujian yang mempunyai motif, tapi pujiannya itu adalah pujian yang pujian yang tulus. Del Karnaj selalu bilang pujian yang tulus dari hati bukan dari gigi. [musik] Itu kata-kata beliau. Nah, yang terakhir lastly, acknowledge failure and [musik] use positivity to influence others. Nah, jadi maksudnya apa? Jadi kamu itu harus belajar dari sebuah kesalahan ya. Jadi kamu itu [musik] kamu harus mempunyai satu energi yang positif untuk mempengaruhi orang lain dan itu harus dimulai [musik] dari diri sendiri. Ingat, enggak semua orang itu harinya cerah gitu. Enggak semua orang harinya itu bagus. Kadang istilah zaman sekarang betad temper. Mungkin dia lagi capek, lagi lelah, mungkin rumah tangganya lagi ruwet. Pokoknya hari itu hari yang enggak baik bagi dia. Tapi ketika bertemu dengan kamu, kamu penuh [musik] dengan senyuman, kamu menebar aura positif. Halo, pagi Ibu. Orang kan senang. Itulah namanya use positivity to influence other. Nah, itulah ketika kalian harus bisa memberikan senyuman seperti ini. Nah, itu jarang sekarang di digital age karena digital [musik] age anak-anak zaman sekarang ini mungkin terlalu lama online sehingga mungkin lupa etika berhubungan dengan manusia secara offline. Nah, padahal kata-kata ini tuh sangat-sangat dibutuhkan ketika zaman sekarang itu harus Anda miliki. [musik] Nah, jadi kesimpulannya dari lima poin itu tadi, how to win friends and influence people in the digital age adalah yang pertama adalah jangan pernah melakukan 3C. Oke. Yang pertama adalah condemn, mengutuk, criticize, mengkritik, dan [musik] yang ketiga jangan pernah mengeluh. Jangan lupakan poin pertama itu tadi. Yang kedua, dengarkan dan buat orang itu merasa penting sehingga membuat orang itu seperti kayak presiden gitu loh. Padahal dia mungkin di rumahnya kurang dihargai. Tapi berteman dengan kamu dia betul-betul merasa dihargai. Nah, yang ketiga adalah selesaikan ketika ada masalah. Kalau ada masalah yang perlu dilakukan adalah mari kita mempunyai semangat untuk menyelesaikannya bersama-sama. Kamu adalah problem solver. Kamu adalah inti dari semua solusi. Kamu bukan trouble maker. Kamu datang itu seolah-olah kamu itu menyelesaikan masalah itu bersama-sama. Dan yang keempat, pujilah orang itu dengan sangat efektif dan tulus. Jangan puji itu dengan penuh motif, tapi pujilah apa adanya. Natural aja. Juga jangan muji itu secara norak. Muji itu yang efektif. Kalau muji yang norak itu gimana? Kapan ya gue punya rumah kayak gini ya? itu seolah-olah ketika Anda mau dealing bisnis dengan orang, Anda itu seolah-olah kayak mengemis gitu sama dia. Bisa aja sih kalau kamu dengan tulus enggak bermaksud [musik] apa-apa, tetapi yang terpenting pujilah penuh dengan hal yang efektif. Dan yang kelima, kegagalan datang di setiap saat di dalam hidup kita. Cuman kita harus ingat, kita harus menebar aura positif pada orang lain. Selalu berikan semangat pada orang lain, pada [musik] tim kita untuk menyemangati kita. Demikian How to win friends and inf people. Video saya kali ini semoga memberikan video yang [musik] positif. Sebarkan pada orang lain, khususnya teman-teman kamu yang berusia Gen Z. Kalau mereka bisa lengkapi dengan skill ini, saya percaya 1000% [musik] Anda akan percaya diri bukan cuman secara online, tapi Anda juga percaya diri ketika Anda bertemu orang secara offline. [musik] Sukses untuk Anda and always salam hebat luar biasa. Ini yang hilang di era digital age yaitu etika itu menjadi sangat minim di zaman sekarang. Karena betapa mudahnya orang chatting di sosial media, betapa mudahnya orang itu berkar-kar sosial media. Tetapi ketika dia bertemu dengan aslinya, orangnya menjadi pendiam, orangnya enggak PD dan sebagainya. Nah, ini yang menjadi masalah di era digital age.
Resume
Categories