Transcript
6FHJwE4M2NM • Stop 17 Hal Ini Kamu Langsung Lebih Kaya! Ini Yang Buat 98.7% Orang Tetap Miskin!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1201_6FHJwE4M2NM.txt
Kind: captions
Language: id
Tahukah kalian bahwa orang sukses itu
semua bermula bukan dari berapa punya
uang yang dihasilkan, tapi berapa banyak
uang yang bisa dia simpan.
Sedikit-sedikit, lama-lama jadi bukit.
Peribahasa ini memang tepat sekali bagi
orang yang tahu pos-pos mana yang mana
dia itu harus berhemat. Kalau kamu bisa
stop ini, otomatis kamu akan jauh lebih
kaya daripada sebelumnya. Apa saja?
Tonton video ini sampai selesai.
[Musik]
Welcome to Success P40
Business and Financial Mentoring.
Sahabat Enterpreneur, salam hebat luar
biasa. Video ini akan mengajarkan Anda
tentang 17 hal ini kalau kamu bisa stop,
dijamin Anda akan jauh lebih kaya
daripada tahun lalu, minimal 1 tahun
ini. 17 ini mungkin kesannya irit ya,
mungkin terkesannya Anda itu menghemat.
Tapi kalau Anda hitung, Anda kalkulasi
itu Anda bisa saving sampai jutaan
rupiah 1 bulan. 1 tahun Anda bisa saving
sampai puluhan juta rupiah loh. Mari
kita bahas. Ada 17 poin. Yang pertama
itu apa? Stop ngopi di kafe. Buat kopimu
sendiri. Bukan berarti Anda enggak boleh
ngopi di kafe. Sekarang ngopi di kafe
itu berapa? Satu kali ngopi minimal
Rp20.000. Kalau di Starbucks mungkin
bisa sampai Rp40.000. Anda hitung aja
kalau 1 kali Rp20.000 kemudian 1 minggu
itu minimal 2 kali itu sudah berapa.
Kemudian yang kedua, stop beli
minum-minuman manis dan boba. Selain
gula itu juga tidak terlalu bagus. Anda
juga lihat sendiri kan video saya
dibandingkan setengah tahun yang
sebelumnya kan wajah saya dulu jauh
lebih gemuk. Sekarang kan sudah jauh
lebih kurus. Kenapa? Karena saya sudah
stop gula. Ketika Anda sudah e sudah
stop gula, wajah Anda terlihat lebih
sehat, lebih segar, dan badan Anda
terlihat jauh lebih fit. Yang ketiga
adalah stop beli HP baru setiap tahun.
Karena HP itu depresiasi. HP itu tidak
ada nilainya. Ketika Anda sudah keluar
dari counter itu sudah harganya turun
50% karena itu sudah termasuk HP pegas
padahal belum dibuka. Yang keempat, stop
beli gadget baru. Ada Apple Watch baru,
kamu ikut beli. Ada AirPod baru, kamu
beli dan sebagainya. Tahan, tahan dulu,
ya. Kalau enggak, itu
pengeluaran-pengeluaran yang menurut
saya tidak perlu ya. Kalau sesuatu yang
masih bisa digunakan, digunakan. Saya
selalu bilang, "Beli fungsi bukan beli
gengsi." Yang kelima adalah stop beli
voucher-voucher game. Item-item di game
itu akan wasting your money. Ya. Yang
keenam, stopreaming Netflix, Spotify,
video, Amazon. Pilih satu. Enggak bisa
subscribe semuanya. Tujuh, stop ikut
gaya hidup fashion komunitas. Contoh,
memang lari itu murah sih, olahraga
murah, tapi kalau Anda ikut komunitas
lari, kadang Anda lihat, "Wih, teman
kamu sepatunya apa? Jam tangannya apa,
kalau saya merek Xiaomi enggak mau
kalah. Pakailah merek Garmin contohnya."
Itu jauh lebih mahal. Jadi, artinya yang
kalau bukan berarti enggak boleh
berkomunitas, tapi bijaklah dalam
berkomunitas. Anda tidak perlu
membanding-bandingkan. nanti akan
membuat Anda menjadi lebih boros
daripada sebelumnya. Yang kedelapan
adalah stop beli motor atau mobil baru
menjelang lebaran. Buat dipamer-pamerkan
buat apa? Sekarang Anda lihat aja kalau
setiap kali lebaran harus tampil baju
baru. Nah, itu akhirnya membuat Anda
menjadi boros. Dan yang kesembilan
adalah stop beli makanan di restoran.
Masak sendiri di rumah aja lebih hemat
ya. Kalau Anda sekarang dikit-dikit
nge-grab dan sebagainya atau Go atau
Gojek itu memang gampang tapi membuat
Anda tidak lebih hemat gitu loh. Yang 10
stop beli makanan frozen di supermarket.
Karena sebelumnya kan masak sendiri tapi
sekarang kamu bikin makanan frozen terus
di rumah bumbu instan sama aja bohong
gitu loh. Harganya juga pasti jauh lebih
mahal. Nah biasanya dagingnya bukan
daging tapi tepung gitu loh. Modelnya
aja kayak daging itu lama lama-lamaan
bisa buat kamu jadi sakit. 11 stop ganti
kontak ganti dekorasi tiap event gitu.
Tiap tahun ada event lebaran ganti dekor
terus disamakan terus tiap tahun itu
juga pemborosan. 12 stop beli furnitur
baru yang promo diskon 70% tergoda untuk
beli. Jangan tergoda untuk hal-hal
seperti itu. Terutama ibu-ibu ya yang
hobi dekor kecil-kecil lampunya lucu,
ininya pernak-perinnya oke. Itu sesuatu
yang menurut saya konsumtif banget ya.
13. Stop beli barang fashion yang
dipakai cuman sebentar. Pakai sekali
terus habis itu dibuang. 14. Stop beli
barang-barang merek mahal. Calira barang
yang berfungsi, berkualitas, bukan
mereknya mahal. Itu akan membuang uang
duit Anda. Yang ke-15 adalah stop
membership gym. Oke, kalau Anda bisa
membership gym itu enggak apa-apa. Kalau
Anda bisa nge-gym rutin. Tapi kalau Anda
cuman membership gym 1 bulan, Anda cuma
datang dua kali, itu pembuangan. Percuma
lebih baik Anda pakai stel YouTube, beli
alat sendiri, itu lebih murah. Kalau
Anda hari ini boleh membership gym asal
Anda aktif itu Anda tidak rugi sama
sekali. 16. Stop beli barang-barang
promo yang biasanya kamu enggak pernah
pakai atau pakainya cuma
sebentar-sebentar. Dan yang terakhir
nomor 17 adalah stop beli paket-paket
wisata. Hati-hati dengan tour. Karena
seringkiali harganya di markup zaman
sekarang kamu bisa merencanakan sendiri
perjalananmu. Anda bikin itenary sendiri
istilahnya dari kota mana ke kota mana.
Anda yang desain sendiri. Kemudian Anda
tahu budget mana hotel yang paling
murah, Anda bisa dapat jauh lebih murah.
Bahkan Anda mungkin bisa harganya 50
sampai 60% lebih murah daripada Andre
beli paket tour. Nah, oleh sebab itu
Anda tadi pasti berkata begini,
"Nasihat Pak Candra itu baik sih tentang
17 hal penghematan tadi supaya saya bisa
lebih mempunyai saving lebih di akhir
tahun."
Tapi masalahnya, Pak, saya susah
mengendalikan diri saya sendiri untuk
belanja. Makanya saya juga pernah bahas
di buku saya success before 30.
Bagaimana Anda itu bisa sukses sebelum
usia 30 tahun khususnya di bab 3 mentor
di halaman 169 bisnis yang sukses itu
adalah masalah sikap. Nah, oleh sebab
itu adalah saya di sini itu juga
mengajarkan tentang sikap. Mungkin tadi
itu cuman jadi sebuah teori.
Iya, saya tahu, Pak. Saya jangan suka
ngafe tiap hari, jangan suka ngopi tiap
hari. Saya semuanya belanja baik
sendiri.
Tapi saya susah mengendalikan. Nah,
sekarang saya mau berikan tips enggak
supaya Anda bisa mengendalikan diri dan
Anda bisa ngerem nafsu belanja Anda.
Yang pertama adalah kalau Anda belum
benar-benar beli barang, Anda harus
tanya sama diri Anda. Biasakan apakah
saya benar-benar butuh? Jadi, Anda harus
benar-benar tahu apa bedanya kebutuhan
sama keinginan. Yang kedua adalah apa
manfaat jangka panjang dari membeli ini.
Jangan sampai Anda beli ini tapi
fungsinya cuman 1 minggu. Di jangka
panjang Anda enggak bisa pakai. Berarti
ini kan sama aja buang-buang uang. Jadi
biasakan sebelum beli asal bayar itu
Anda terus mikir gitu. Nah, yang ketiga
adalah bisa dipakai berapa lama barang
ini? Kadang-kadang Anda kalau beli pakai
sebuah barang itu barang itu cuma
dipakai sesaat, enggak bisa jangka
panjang. Dan yang keempat, apakah saya
memiliki sesuatu yang mirip? Jadi
contohnya kalau Anda hari ini beli
bantal, contohnya di rumah masih ada
bantal yang bagus, belum terpakai, tapi
karena Anda ini matanya ini lapar mata,
ini lucu, ini lucu. Pengin dibeli lagi,
pengin dibeli lagi. Airnya wasting
money. Nah, yang kelima adalah apakah
ini sesuai dengan budget saya?
Kadang-kadang Anda belanja itu
overbudget sehingga kalau sudah
overbudget belum saatnya Anda akhirnya
enggak bagus dengan perencanaan
finansial kalian. Yang keenam adalah
apakah saya menunggu ini untuk membeli
saat ada diskon. Jadi kalau misalkan
bisa jadi Anda mendapatkan harga yang
lebih baik. Kalau ada diskon ya oke
gitu. Tapi pas Anda benar-benar butuh ya
bukan lihat diskon langsung beli gitu.
Anda tuh tunggu timing contohnya beli
mobil contohnya tunggu pas momen akhir
tahun ketika diskonnya besar 50% Anda
ambil. Nah itu oke gitu atau diskon 35%
Anda ambil. Jadi ngerem 1 bulan tapi
Anda bisa dapat di akhir tahun. Nah itu
salah satu pertimbangan finansial yang
cukup matang. Yang ketujuh adalah
bagaimana perasaan Anda? Hindari belanja
emosional atau impulsive buying atau
beli sesuatu itu karena cuman karena
emosi, bukan karena benar-benar Anda
membutuhkannya. Dan yang kedelapan,
apakah ada biaya perawatan enggak atau
operasional? Kalau Anda beli sesuatu ini
biaya perawatannya seringkiali orang itu
ya saya cuman beli tapi enggak
dipikirkan biaya perawatannya, biaya
operasionalnya itu seringkiali
kecolongan di situ. Akhirnya nyesal
dijual lagi harganya lebih rendah
sehingga Anda kehilangan uang di situ.
Kesembilan apakah Anda bisa punya
alternatif yang lebih murah atau efisien
sama seperti tadi. Jadi Anda harus
sering bertanya sama diri sendiri. Jadi
jangan cuman asal beli. Tapi sebelum
beli itu dipertimbangkan matang-matang.
Yang ke-10 apakah barang ini bisa saya
beli bekas? Singkali orang gengsi. Wah,
masa beli barang bekas. Tapi kalau bekas
masih bagus, kenapa tidak? Yang penting
kan fungsinya. Ke-11. Apakah ini sesuatu
yang akan saya pakai cukup sering?
Kadang Anda cuman beli pakai sekali, itu
rugi loh. Tapi kalau makanya mentor saya
sering berkata begini, "Kalau kamu beli
sesuatu itu mahal tak terpakai, itu
enggak masalah. Seringkiali Anda beli
sesuatu itu murah tapi enggak terpakai.
Ini bukan masalah mahal dan murah.
Terpakai enggak? Kalau terpakai itu jadi
murah." Ini mentor saya seringkiali
bilang seperti itu. Kita beli handphone
mal-mal terpakai enggak semua fungsinya?
Kalau cuman fungsinya untuk kamera
sekarang banyak kok handphone R juta
kameranya udah bagus-bagus. Terpakai
enggak fungsinya? Ya kan? Nah, ini harus
sering ditanyakan sama diri sendiri. 12.
Apakah saya terburu-buru membeli barang
ini sekarang? Enggak. Kalau terburu-buru
ya hold dulu cari harga yang terbaik.
Kalau sudah enggak ada pilihan ya sudah
apa boleh buat. Yang 13. Apakah ini beli
musiman atau tren sementara? Kadang ada
orang dulu, "Wah, beli ini karena
musiman gitu." Nah, seringkiali ketika
musimnya sudah lewat nyesal. 14. Gimana
kualitas barang ini? Jangan tergiur
harga murah. Kalau harga murah tapi
kualitas enggak bagus, hancur. 15.
Apakah ada biaya tersembunyi? Seringki
ada biaya-biaya tersembunyi yang kita
enggak tahu. Ee contoh beli barang murah
gitu, tapi servisnya mahal. Sama aja.
Itu kan biaya tersembunyi ya. 16. Apakah
saya sudah melakukan research? Nah, ini
penting juga. Jadi sebelum membeli
barang itu dipertimbangkan betul-betul.
17 bisakah saya menunggu? Dan yang 18
apakah saya bisa merawat barang ini?
Enggak. Kadang Anda beli sesuatu kalau
maintenance-nya itu lebih mahal itu juga
masalah. 19. Apakah worth it? Kalau saya
beli barang ini ada nilai pengembalian
investasi enggak? Contohnya kalau
misalkan Anda beli handphone. Kalau
memang fungsinya untuk bikin konten,
untuk bikin produk, ya itu is oke. Itu
berarti itu suatu investasi yang cukup
masuk akal. Tapi kalau misalkan Anda
beli sesuatu itu tapi investasinya gak
balik ya kan ya menurut saya. Jadi semua
itu harus dipertimbangkan. Tapi kalau
misalkan ada nilai investasinya untuk
jangka panjang dan sebagainya it's ok.
Demikian ada 19 poin itu tadi untuk
membuat cara berpikir Anda lebih tajam
sehingga 17 poin yang di atas tadi itu
bisa Anda hemat kalau Anda lakukan 19
poin yang di bawah yang tadi saya
ajarkan ini. Sukses untuk Anda and
always salam hebat luar biasa. M.