File TXT tidak ditemukan.
Transcript
pRd85lbdMbo • Bisa Banyak PHK? Ini Dampak Besar PPN Naik 12% Di Indonesia!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1313_pRd85lbdMbo.txt
Kind: captions
Language: id
mulai Januari 2025 pemerintahan prabao
Subianto bakal naikin tarif pajak
pertambahan nilai atau PPN dari 11%
menjadi 12%. menurut Menteri Keuangan
Sri Mulyani langkah ini diambil buat
menjaga kesehatan anggaran negara di
tengah tantangan ekonomi global yang
makin Kompleks biayain berbagai program
pembangunan dan menjaga stabilitas
fiskal ini sudah pasti karena ada
undang-undang nomor 7 tahun 2021 yang
dibuat di era Pak Jokowi kemarin kalau
tarif pbn tetap diangka 11% pemerintah
diperkirakan bakal kehilangan potensi
pendapatan hingga Rp50
triliun tapi kebijakan ini langsung
menuai pro dan kontra di masyarakat
media sosial ramai dengan keluan netizen
dan berbagai platform banyak yang merasa
kenaikan pajak ini seperti pukulan
tambahan apalagi ini karena harga pangan
internet dan kebutuhan lainnya bakal
ikut naik kalau n Jadi 12% mereka
khawatir beban pajak yang makin tinggi
bakal nambah berat kehidupan sehari-hari
terutama buat keluarga berpenghasilan
rendah dan menengah banyak banget yang
komplain sampai trending di berbagai
media sosial ada juga Hash stop bayar
pajak karena kekecewaan terhadap
kenaikan pajak ini menanggapi hal itu Bu
Sri muleni
bilang kalau adahak bayar pajak Berti
anda gak Pengin tinggal di Indonesia
engak ingin lihat Indonesia
bagus ter salam hebat luar biasa Selamat
datang kembali ke acara Sisi yang lain
acara yang sudah anda tunggu-tunggu kali
ini saya akan membahas tentang Sisi yang
lain dari ekonomi dan kita akan
memberikan edukasi ekonomi
[Musik]
buat pelaku usaha kenaikan PPN ini
ibarat Bua Simalakama sebagai tulang
punggung ekonomi negara pendapatan pajak
sangat krusial buat biayain sektor
publik seperti pendidikan kesehatan dan
infrastruktur tapi di sisi lain
kebijakan ini bisa memperburuk daya beli
masyarakat yang udah lesu pelaku usaha
khawatir kenaikan harga akibat PPN ini
bakalurangi konsumsi masyarakat yang
ujung-ujungnya berdampak langsung pada
penjualan dan profit mereka ketua
gabungan pengusah makanan dan minuman
seluruh Indonesia gapm ad S Lukman
bahkan berikan peringatan keras
menurutnya sektor makanan dan minuman
ini sangat sensitif sama kenaikan harga
tarif naik 2 3% aja konsumen langsung
mikir dua kali lipat sebelum belanja ini
bisa mengakibatkan penurunan permintaan
yang signifikan terutama buat
produk-produk yang udah Mengalami
penurunan daya beli
sektor rtail ini juga enggak luput dari
ancaman serupa himpunan pertail dan
penyewa pusat perbelanjaan Indonesia
hipindo khawatir kenaikan harga ini
bakal bikin konsumen milih buat
ngurangin belanja konsumen mungkin bakal
beralih ke produk-produk yang lebih
murah atau bahkan mengurangi frekuensi
belanja mereka ini bisa berdampak buruk
pada omset pusat perbelanjaan dan usaha
kecil di dalamnya bahkan produk lokal
terancam tidak laku karena dianggap
terlalu mahal industri kecil yang
bergantung pada konsumsi lokal pun ikut
Terpukul kenaikan PPN dari 11% menjadi
12% tak hanya mempengaruhi sektor usaha
tapi juga berdampak luas pada masyarakat
peneliti dari lpe m Feb Universitas
Indonesia menunjukkan bahwa kenakan PPN
ini akan secara signifikan meningkatkan
biaya hidup pengeluaran rumah tangga
akan
tertekan konsumsi turun hingga
3,32% dan pertumbuhan ekonomi pun akan
terus melambat di tengah kondisi ekonomi
global yang penuh
ketidakpastian dampaknya semakin terasa
berat direktur eksekutif Yayasan
konsumen tekstil Indonesia ykti
Pradi juga ikut motes rencana kenaikan
BPN menjadi
12% sebab kata dia dari yang sudah-sudah
besaran PPN tidak bisa dilihat hanya
dari angka yang tertera konsumen
membayar lebih daripada itu dengan PPN
11% yang saat ini berlaku konsumen harus
membayar efek berantai PPN itu menjadi
total
19% lebih atau hampir
12%. Mari kita lihat tabel perbandingan
sebagai berikut silakan cek tabel ini
dan dip juga
perlu harga goreng tanpa PPN 17,5 tapi
dengan PPN 12% menjadi
19.600 kemungkinan hitungannya salah
karena terlalu
disimpelkan intinya di tabel itu setiap
bahan akan dikenakan PPN Oleh sebab itu
naiknya bukan 12% karena setiap bahan
dikenakan pajak hal Senada juga
disampaikan oleh ketua umum asosiasi
produsen serat dan benang filamen
Indonesia up CV redmaita wiraswasta
menaikkan PPN dari 11 menjadi 12 akan
memukul balik pemerintah dan pada
akhirnya akan menggerus penerima negara
PPN 12% akan menjadi beban konsumen
bebannya tidak secara langsung ke biaya
produksi karena itu akan dibebankan ke
harga jual barang jadinya yang
ditanggung konsumen akhir katanya pada
akhirnya target pemerintah ingin
mendapatkan penerimaan yang lebih besar
dengan tujuan menaikkan BPN Justru malah
menjadi bumerang kenapa karena volume
barang yang terjual menjadi mengecil
jadi ggak sebanding yang tadinya bisa
terjual 1 juta unit misalnya karena
konsumen terbebani PPN 12% menahan
pembelian jadinya yang terjual hanya
500.000
unit jadi sebaiknya pemerintah fokus
memberantas impor ilegal yang membanjiri
pasar domestik kalau kita hitung dari
selisih perdagangan TPT di trmap dalam 5
tahun terakhir diperkirakan negara
hilang 46 triliun karena ada gap
perdagangan 7,2 miliar us dolar atau
sekitar 106 triliun nilai barang yang
tidak dibayar biaya masuk PPN dan BPH
Katanya asal impor ilegal diberantas
penerima negara dari TPT akan naik 9
triliun per tahun tanpa harus menaikkan
PPN ucapnya secara keseluruhan kenaikan
PPN menjadi 12% membawa dampak
signifikan terhadap penerimaan
perusahaan
konsumsi masyarakat dan kesejahteraan
sosial Oleh karena itu penting bagi
pemerintah untuk mempertimbangkan
langkah strategis tambahan yang dapat
mengimbangi dampak negatif ini menjaga
kesehatan masyarakat dan memastikan
stabilitas ekonomi tetap terjaga
Pemerintah perlu memastikan bahwa
peningkatan pendapatan pajak digunakan
untuk kepentingan publik yang lebih luas
seperti peningkatan kualitas pelayanan
publik dan infrastruktur karena
banyakyarakat yangak kenaikan pajak
inien curatan kalau takut dananya
dikorupsi dengan ketidakperbukaan dana
pemerintah ini dipakai apa saja dan
rekam jejak penggunaan dana yang tidak
baik ini menyebabkan masyarakat enggan
untuk kenaikan
pajak penaikan BPN 12% bertujuan untuk
membuat perkuat fiskal negara tapi
efeknya pada masyarakat pengusaha dan
ekonomi tidak bisa diabaikan konsumsi
rumah tangga yang nyumbang lebih dari
50% PDB Indonesia bisa turun drastis
akibat peningkatan biaya hidup kalau
konsumsi menurun pertumbuhan ekonomi
ikut melambat hambat upaya pemerintah
capai target pembangunan nasional dampak
sosial juga perlu diperhatikan serius
ketidakpercayaan publik terhadap
pengelolaan pajak menambah beban bagi
masyarakat yang terus harus bayar pajak
lebih tinggi lagi tanpa jaminan
peningkatan kualitas pelayanan publik
ada isu solusinyaalah diberikan Bansos
bos yang dap ya kemungkinan besar ke
orang miskin sementara kelas menengah
makin terdampak karena efek PPN 12% itu
selain itu enggak semua orang juga bisa
dapat
Bansos yang aneh adalah seperti yang
tadi saya katakan di awal PPN naik 12%
buat dapat triliun Tetapi dana Bansos
membantu 100 triliun jadi 50t-nya dari
mana ini benar-benar khas Cak Imin Oke
jadi karena itu sangat penting bagi
pemerintah yang naik PPN ini buat ambil
langkah
strategis yang ningkatin transparansi
dan efisiensi pengelolaan duit pajak
serta kualitas pelayanan publik agar
masyarakat merasa terbantu dan gak
terbebani problem terbesarnya adalah
banyak yang takut kalau dananya
disalahgunakan kekhawatiran tentang
korupsi dan
ketidaktrparanan penggunaan dana
pemerintah akan bikin masyarakat ragu
tapi kelihatan ini pasti naik 1% karena
sudah jadi undang-undang Nah demikian
para sahabat sb30 setelah anda
mendengarkan acara Sisi yang lain semoga
dari acara Sisi yang lain ini Anda bisa
melihat dari sudut pandang yang berbeda
daripada media-media lain yang anda
tonton yang viral yang banyak tapi belum
tentu ada esensi edukasinya bukan
channel success before 30 namanya kalau
tidak selalu menyelipkan unsur edukasi
supaya membuat anda level up semoga
acara Sisi yang lain ini bisa membuat
anda lebih cerdas dan menjadi Anda luar
biasa Oleh sebab itu kita tutup dengan
salam kita salam hebat luar biasa
[Musik]