Prabowo Gamau Uang Habis, Pemilu Walikota Dan Gubernur Mau Dihapus
uT1h-C49Vfs • 2024-12-17
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id ada isu yang kemarin dilontarkan oleh Pak Prabowo dalam statement resmi bahwa Pilkada itu rencana mau dihapuskan Karena Pilpres itu menghabiskan dana r1,3 triliun Pilkada kemarin menghabiskan dana r7,5 triliun bagaimana saya membahas video ini dari point of view Saya dari sudut pandang saya dari sudut pandang suces p430 tonton video ini dari awal sampai selesai supaya Anda punya pengetahuan Apa maksud dari Pak prbowo tadi [Musik] Welcome to success before 30 busis and financial mentor sahabat entrepreneur salam hebat luar biasa nah kali ini video success before 30 mau membahas tentang menanggapi statement dari Pak Prabowo saya tergelitik untuk membuat video ini karena ini juga sangat berhubungan dengan channel success before30 karena ternyata tidak bisa dipungkiri juga pertumbuhan ekonomi pertumbuhan entrepreneurship sebuah negara itu juga kita tidak bisa lepas dari bersinggungan juga dengan yang namanya kekuatan politik karena jumlah entrepreneur Indonesia mengapa sangat minim Mengapa sangat turun ini sangat berhubungan juga dengan taraf pendapatan per kapita penduduk makanya Kenapa channel success Vivo 30 ingin membangun mindset entrepreneurship setiap orang tetapi terkendala oleh kebijakan-kebijakan politik yang akirnya menghambat pertumbuhan entrepreneurship sebuah negara nah di video kali ini saya cukup tertarik untuk membahas statement dari Pak Probo ini Tapi sebelum saya melaju lebih lanjut enggak ada salahnya kita kemarin mendengarkan statement dari Pak Mahfud MD yang mana kemarin juga kontestasi Pilpres 2024 kalah sebagai cawapres Mengapa ini bisa terjadi sebagai berikut mantan Sunan Kalijaga berguru aja nih teman Dia bercerita teman-teman Rektor lain katanya Tahu gak sekarang ini orang mau menjadi pejabat eselon 1 dan 2 itu ada harganya antara 2 miliar sampai 5 miliar dan itu cash datang orangnya kamu mau jadi itu ini tarifnya nanti loh kalau gak punya uang kalau gak punya uang gak apa-apa ada yang bayari atau asal beri akses dia ke APB yang ada di kampus jadi misalnya Saya ingin jadi retor lalu minta ganda tolong D bayarin nih 5 Miliar untuk ngurus agar saya dapat ini anda bayari cash ditunjukkan uangnya tapi nanti ini harus dibayar dengan proyek cash kepada APBN itu untukelon 1 dan 2 sudah umum diketahui kayak gitu Nah setelah kita nonton video itu itu semua is money Nah kita sekarang melihat dulu sejarah pemilihan langsung seperti kita ketahui Indonesia ini sejak Merdeka menjadi NKRI di tanggal 17 Agustus 1945 orde lama itu adalah tahun 1945 sampai 1966 Mari kita lihat dulu sistem orde lama itu seperti apa kita harus belajar sejarah dulu DPR Pemilu pertama itu pada tahun 1955 memilih anggota DPR secara langsung oleh rakyat zaman dulu tapi sistemnya gimana ya mungkin anda searching aja Pemilihan DPR tahun '55 ya kemudian DPRD itu dipilih oleh Pemilu langsung oleh rakyat tapi ini sebenarnya masih mengadop sistem daripada zaman Belanda ya karena kan baru saja merdeka dari apa penjajahan Belanda kemudian gubernur bupati Walikota kepala daerah diangkat oleh pemerintahan pusat tanpa pemilihan oleh DPRD rakyat Yes karena namanya saja baru saja Merdeka tentu tidak terlalu banyak uang negara yang barusan Merdeka ini oleh sang proklamator eh founding father Indonesia dan gubernur bupati walikota dipilih langsung oleh DPRD dan rakyat dan sistem ini dilanjutkan di era orde baru yaitu tahun '6 dan 1998 DPR dan DPRD Pemilu tetap dilaksanakan memilih anggota DPR dan DPRD namun kontrol ketat or pemerintah sehingga kurang mencerminkkan demokrasi jadi masih dikontrol dari pusat untuk DPR BPR dan DPRD daerah tapi gubernur bupati dan walikota Kepala daerah dipilih oleh DPRD tapi prosesnya sangat dipengaruhi oleh pemerintahan pusat dan Golkar partai dominan yang saat itu karena zaman Orde Baru partai cuman tiga P3 Golkar dan PDIP PDI waktu itu belum P jadi orde baru 196698 kenapa saya tahu ya Karena saya lahir di zaman Orde Baru lanjut sejarah era reformasi 98 sampai sekarang Nah ini cocok untuk milenial dan get yang mana anda mungkin baru belajar e edukasi politik melalui channel success Vivo 30 DPR dan DPRD pemilu dilaksanakan secara langsung dan demokratis untuk memilih anggota DPR dan DPRD gubernur bupati dan walikota juga melalui undang-undang nomor 2 tahun 99 Kepala daerah dipilih oleh DPRD secara demokratis 2005 sampai sekarang dimulai dengan undang-undang nomor 32 dan tahun 20 24 eh MA 2004 pemilihan kepala daerah dilakukan secara langsung oleh rakyat pemilihan langsung pertama kali pada tahun 2005 Jadi pertama kali pemilihan Pilkada kepala daerah itu adalah tahun 2005 yaitu tentu kita sudah Ee mengalami ya Waktu tahun 2005 itu usia saya sudah 30 tahun jadi saya sangat paham betul memilih kepala daerah itu seperti apa isu terkini nah terdapat wacana untuk mengembalikan Kepala Daerah seperti DPRD kayak zaman Orde baru dan orde lama karena isu ini dilontarkan oleh Pak Prabowo presiden kita kepada ketua partai untuk dipertimbangkan karena kemarin mengeluarkan dana 37t 37t itu untuk bangun Jalan bangun sekolah Rumah Sakit irigasi itu lebih dari cukup usulan ini didasarkan pertimbangan efektif Apalagi itu kalau satu hari banyak juga libur ya misalkan Pak Prabowo mengusulkan Pilgup dan walikota namun usulan masih dalam diskusi belum diterapkan perubahan mekanisme pemenin mencerminkan dinamika politik upaya Indonesia mencari sistem yang paling efektif untuk ke depannya Nah Tapi sebelum saya lanjut Eropa anggota DPR tidak boleh memilih anggota keluarga ya Anda tahu kenapa karena itu rawan dengan nepotisme yang mana isu ini sangat mirip di zaman Orde Baru tapi Mari Sebelum saya saya tidak mau menghakimi Dari video ini saya mau mengajak penonton suces Vivo 30 untuk lebih cerdas lebih memahami sejarah dan mengajak anda untuk berpikir mana yang lebih efektif pilih langsung atau dipilih oleh anggota DPRD kalau pilihan langsung apa kelebihan dan kekurangan kelebihannya itu mari dari segi demokrasi memberikan hak penuh pada rakyat untuk memimpin memilih pemimpin itu kelebihannya jadi rakyat punya hak untuk memilih siapa kepala daerah yang saya anggap punya kompetensi kedua akuntabilitas pemimpin pemimpin lebih bertanggung jawab kepada masyarakat yang memilih tiga partisipasi rakyat meningkatkan kesadaran politik untuk ikut proses demokrasi jadi rakyat itu juga ikut dalam pesta demokrasi pemilihan langsung keempat transparan sistem lebih terbuka dan melibatkan publik secara luas jadi langsung Real Time ada quick count dan sebagainya l keadilan suara setiap individu setara tanpa monopoli elit politik benar keenam efisiensi biaya tidak merupakan biaya besar untuk lobi-lobi di kalangan elit ini sering terjadi kata-kata lobi-lobi politik apalagi di pemilian anggota DPRD jadi ada faktor like and dislike dan siapa yang ngasih mahar lebih besar tu pendidikan politik proses pemilu masyarakat untuk mengenal calon pemimpin dan programnya jadi mengedukasi jadi bukan cuman masyarakat yang ya pokoknya sekedar Ya terserah nasibku juga enggak ikut berubah kok Nah itu tapi mengedukasi politik dan yang kedelapan keamanan dan konflik mengurangi potensi manipulasi hasil pemilu karena prosesnya telah terpantau oleh rakyat Nah itu kelebihannya meskipun mengeluarkan dana 37 triliun ya ini kelebihannya ini 37 triliun sekali loh ya 37t untuk Pilkada 1 Indonesia sedangkan kelemahannya apa Nah Mari kita bicara pemilihan langsung itu kelemahannya di sini ini banyak orang enggak sadar ada kelemahan Mari kita bongkar kelemahannya pertama secara demokrasi politik uang itu merusak tatanan nilai demokrasi sehingga membuat suara rakyat tidak murni lagi Betul kan seperti kata-kata Pak Mahfud tadi di awal Pak Mahfud MD sudah sangat jelas semua It's all about politik uang mane politik dan akhirnya biaya demokrasi mahal akhirnya orang yang sudah mengeluarkan modal untuk pemilihan baik itu jadi kepala daerah Walikota harus balikin modal sama bohirnya atau sama pemodalnya yang kedua akuntabilitas pemimpin jika terpilih ka mane politik fokus pemimpin berubah menjadi balik modal bukan mengadi pada rakyat jadi DPR DPRD atau ee Kepala Daerah mewakili Walikota mewakili kota untuk bekerja untuk rakyat itu sudah enggak lagi itu cuman cerminan konten aja tapi fokusnya itu pada balikin modal kepada si pemodalnya yang ketiga apatisme pemilih Banyak masyarakat tidak peduli memilih sejarah karena tidak percaya pada sistem atau pemimpin karena apa zaman Belanda dulu yang saya kenal jadi saya ini kan kenal dengan beberapa yang saat ini usianya sudah 80 tahun saya sering ngobrolah dengan kakek-kakek dan nenek nenek tua itu dia bilang Waktu saya muda dulu dan saya kenal beberapa itu mereka Tu juga tidak sedikin yang anaknya Bupati anaknya Walikota atau menantunya bupati atau menantu Walikota Saya kenal salah seorang tokoh masyarakat di yang saya Kenal Saya enggak perlu sebut daerahnya mana Saya sempat ngobrol sama dia dia bilang kalau zaman dulu orang mau jadi walikota atau bupati itu harus disekolahkan dulu katanya Oh disekolahkan yes sehingga orang yang jadi walikota representative Major of the city maka dia itu punya wawasan dan kompetensi membangun kota Oh begitu nah sekarang kan gak sekarang yang punya duit yang bisa jadi Walikota benar juga Nah itulah disebut manonee politik nah padahal wakil walikota itu atau walikota adalah orang yang benar-benar paham situasi kota paham masalah kota kalau Bupati dia paham masalah kota tersebut Kalau Walikota kota madiah kalau Bupati ee kota yang lebih kecil alias Kabupaten jadi dia paham masalah kota itu jadi dia Bagaimana membangun good governance eh Policy Bagaimana membuat GCG dan sebagainya dia paham karena disekolahkan Nah sekarang kan enggak Nah inilah Apakah sistem seperti ini tuh baik atau tidak Ini kelemahannya kemudian sulit secara transparansi sulit mengawasi pelanggaran seperti politik uang di tingkat akar rumput makanya kita sering dengar istilahnya Serangan Fajar makanya sistem demokrasi Indonesia itu sangat berjalan karena apa Karena ketimpangan masyarakat bawah dengan masyarakat atas dan ini tidak akan terjadi kalau anda pendapatan per kapitanya Contohnya seperti negara Jepang pendapatan per kapitanya itu mungkin sudah R juta 1 bulan atau Korea Selatan contohnya sudah R juta 1 bulan mungkin kalau pakai mane politik berapa sih income loh sudah 1 bulan R juta kamu disawer r500.000 ya gak berasa mungkin saat ini kita di desa-desa r100.000 masih ber berlaku karena apa penghasilan mereka nyaris tidak ada mereka mengandalkan penghasilan harian Nah apa salahnya didapatkan saweran uang Rp100.000 bagi dia lumayan ini bisa untuk makan 1 minggu con contohnya ah Okelah saya Terimalah uang Rp100.000 enggak ada salahnya kan dari beberapa calon Nah inilah ini yang masalah di akar rumput kemudian keadilan kandidat dengan dana besar lebih unggul sehingga peluang tidak setara bagi kandidat dengan kompetensi tinggi tapi tanpa sumber daya Besar benar kembali lagi Mane yang berbicara kembali lagi Mane politik yang berbicara kemudian efisiensi biaya penyelenggaraan pemakan biaya besar dari negara logistik kampanye pengamanan dan biaya pribadi kandidat untuk kampanye bayangkan kemarin untuk pemilihan Pilkada aja itu mengelan biaya yang tidak sedikit cetak banner berapa Eh sosial media basar berapa kemudian eh biaya di media berapa itu besar sekali sehingga itu memang menelan B tidak sedikit kemudian Banyak masyarakat tidak cukup mendapat informasi tentang kandidat sehingga memilih berdasarkan popularitas atau pemberian uang dan kampanye dan persaingan antar pendukung kadang memicu konflik sosial terutama daerah yang fanatik terhadap kandidat tertentu itulah kelebihan dan kelemahan pemilihan langsung nah sekarang kita lihat apakah sistem ini mendukung balik modal ya kita lihat ada empat pertama sistem peling langsung Indonesia mahal karena apa kultur politik uang Yes banyak pemilih berharap mendapatkan insentif langung seperagai uang B uang barang sembako daripada mempertimbangkan visi program jadi semua memikirkan perut masing-masing visi misi ah enggak penting kedua kurangnya regulasi ketat Karen apa pengasan terhadap politik uang masih lemah sanksi tidak cukup menimbulkan efek cerah jelas dong kurangnya regulasi ketat tiga kampanye Mahal biaya baliho iklan media event kampanye hingga transport ke wilayah terpencil menambah beban kandidat dan yang keempat tekanan lingkungan sosial kandidat juga harus memuaskan elit jadi dia ini di satu sisi harus bekerjat untuk rakyat tapi dia harus memuaskan bohirnya sehingga politik yang membantunya menang harus berhutang Budi sama partainya serta menciptakan siklus hutang politik nah ini yang jadi masalah makanya sistem ini mendukung balik modal jadi dia Harus berpikir selain bekerja untuk rakyat bekerja untuk siapa yang modalin dia menang itu kemarin Gitu Mari kita bahas yang kedua pemilihan melalui DPR pasti ada kelebihan dan kelemahannya pertama efisiensi biaya jelas mengurangi anggaran karena hanya cuman anggota DPR jadi 30 7 triliun itu bisa ditekan bahkan mungkin ya murah sekali ya dana puluhan triliun itu bisa dipakai untuk yang lebih berguna kedua proses pemilihan lebih cepat sederhana enggak usah datang ke TPS ketiga anggota DPR dianggap sebagai perwakilan rakyat jadi ya cukup wakil rakyat Ya sudah cukup kamu aja mewakili suara saya orang enggak terlalu peduli keempat politik lebih stabil karena konflik sosial persaingan antar pendukung saya merah kuning hijau berkurang kelima kualitas kandidat-kandidat dengan kompetensi lebih besar peluangnya karena tidak bergantung pada popularitas keenam masih dianggap demokratis sehingga DPR masih benar-benar mewakili rakyat jadi enggak menghilangkan unsur demokrasi sama sekali ketujuh politik uang politik uang dalam skala besar lebih sulit dilakukan karena melibatkan kelompok kecil jadiwakil rakyat ini saja jadi enggak ada saweran-saweran politik Serangan Fajar itu enggak ada tapi bukan berarti sistem ini enggak ada kelemahannya dan ini kelemahan yang terjadi di era Orde Baru kekurangannya adalah efisiensi rentan korupsi karena keputusan hanya di segelantir elit politik jadi rawan KKN Makanya tadi saya sebut di awal tidak boleh wakil rakyat itu diwakili di Eropa ya oleh keluarga atau elit politik kalau sekarang kan masih sangat kuat sekali kedua proses pemilihannya transparansi rendah karena apa tergantung DPR dan DPRD bisa dimainkan di sana ketiga tidak mencerminkan kehendak langsung rakyat karena keputusan di tangan elit bukan di tangan masyarakat umum keempat potensi manipulasi lebih besar jika ada lobi-lobi pol di balik layar jadi anggota dprd-nya bisa dibelilah jadi yang disawerwer anggota dprd-nya jadi rakyat Goodbye enggak ada lagi ceritanya mendapatkan saweran politik atau mendapatkan eh monei politik atau mendapatkan Serangan Fajar kelima kualitas kandidat lebih terpilih hanya melayani kepentingan DPR DPRD bukan melayani kepentingan masyarakat luas keenam demokrasi mengurangi keteribatan langsung rakyat jadi pendidik poliitikannya berkurang lagi menurun lagi sehingga menurunkanercayaan masyarakat pada proses dem demokrasi dan yang ketujuh rentan terjadi jual beli suara atau lobi politik Nah itulah yang sering terjadi di era ee e baru Nah ini semua plus dan minus nah Oleh sebab itu saya hari ini tidak memihak statement Pak Prabowo Mana lebih bagus atau lebih tidak saya mengajak sahabat sb30 untuk berpikir merunuh menurut anda di zaman sekarang ini saya mau baca komentar anda mana yang lebih cocok untuk Anda mana Yang menurut anda yang Anda hari ini betul-betul rakyat tidak terlibat sebagai anggota Partai Anda juga tidak terlibat ee di pemerintahan anda sebagai rakyat biasa saya mau mengajak anda untuk berpikir Menurut anda apakah anda setuju atau tidak dengan statement Pak Prabowo Apakah anda setuju Pilkada dipilih langsung kayak saat ini atau Pilkada diwakili saja oleh DPR dan DPRD tapi negara untung banyak dan lebih baik uangnya itu memperbaiki sekolah kamu memperbaiki rumah sakit dekat rumah kamu memperbaiki fasilitas umum di dekat rumah kamu dan sehingga fasilitas umum dan tempat kamu akan jauh lebih modern memperbaiki gang-gang kecil di rumah kamu sehingga bisa dirasakan dirasakan langsung pembangunannya oleh pemerintah karena pemerintah menghabiskan dana puluhan riliun untuk pesta demokrasi seperti ini sekali lagi saya tidak memihak semua jawaban ada di tangan Anda saya berikan polling di kolom komen menurut anda anda setuju atau tidak kalau pilihan langsung dilakukan oleh DPR atau dprt bukan pemilihan langsung Pilkada seperti saat ini bagaimana pendapat Anda Mari kita menjadi lebih cerdas sahabat sw30 sukses untuk anda jangan lupa like-nya dan salam hebat luar biasa
Resume
Categories