Jangan Ketinggalan: Ini Peluang Terbaik Orang Indonesia Saat Perang Dagang Amerika vs China
YElxH1BIHHY • 2025-04-22
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Kalau ini diteruskan oleh Trump, Trump
does not change his mind. Ya kan tidak
merubah pendiriannya. Bukan tidak
mungkin kita akan mengalami seperti apa
yang dikatakan oleh Reidalio, salah satu
investor besar dari Brit Water itu ya
kan. Ini bukan cuma krisis, jauh lebih
dalam kepada dari krisis yang
kemungkinan menuju great depression
tahun 30-an gitu loh. Itu bukan tidak
mungkin ya. Karena apa? Kembali lagi di
tahun 30-an itu masih belum belum
secanggih sekarang supply chain-nya ya
bos ya. masih boleh dibilang masih
primitif technology pada waktu itu. Nah,
itu aja kita lihat bagaimana dampaknya
sampai ke great depression. Apalagi
dengan sekarang yang mana setiap
produksi itu mempunyai supply chain yang
sangat sangat sangat sangat terikat satu
sama lain ya kan. Nah, itu yang kita
lihat tanda-tandanya selama ini. Tapi
apakah si Trump akan tetap kekeh dengan
dia punya pendirian atau tidak itu kita
tidak tahu ya. Bisa juga orang gila ini
tiba-tiba di setengah jalan dia balik
badan, bos. 180 derajat. Okelah kita
enggak usah perang. Itu bisa loh
terjadi. Itu bisa terjadi. Ya, orang
Heeh. Ini orang kan enggak pernah punya
malu gitu loh ya kan ya. Jadi kalau di
tengah jalan dia bilang, "Ah, gua
capeklah. Udahlah udah kuda batalin aja
semua terjadi, Bos." In case dia bilang,
"Oke, kita damai aja kita cari jalan
tengah yang baik." Bukan, tidak mungkin
harga emas juga balik lagi ke 2.500 per
tren bisa juga 30% down loh. 20% down.
ya bisa itu terjadi semua masih sangat
memungkinkan ya semua sangat
memungkinkan dan dalam extreme case
ini ini benar-benar yang bisa terjadi
itu sangat ekstrem really
welcome to success before 30 level up
podcast
[Musik]
sahabat entrepreneur salam hebat luar
biasa pada kesempatan kali Ini saya
kedatangan lagi-lagi Prof. Feri
Latuhihin yang mana kita kalau membahas
topik ini kalau panggil beliau itu pasti
ada sesuatu. Iya kan? Dan ini untuk kali
ketiga kita akan diskusi dengan beliau,
belajar banyak dengan beliau tentang
masalah perang dagang Amerika yang
sekarang lagi hot. Nah, Pak Feri apa
kabar, Pak Feri? Baik, bosku. Baik,
terima kasih for inviting me again.
Terima
kasih. Ini narsum favorit sekarang di
level up success before 30 ini. Kalau
Pak Feri sudah datang ini pasti ada
sebuah keributan
ini. Pak Feri sehat ya, Pak? Sehat, Bos.
Thank you. Sama-sama. Kita juga akan
ditemani host kita, Bapak Toni Adikaro
untuk menemani obrolan kita dengan Pak
Feri. Apa kabar, Pak Toni? Sehat, Pak.
Sehat, Pak Candra. Terima kasih.
Baik, Pak. Pagi, Pakra. Pagi, Bu Feri.
Iya. Saya baru selesai dari ee kena ini
demam berdara minggu
lalu. Waduh, kalau sudah sudah siap.
Kalau sudah kena demam berdarah ini
pasti obrolannya, topiknya ini agak
sedikit berdarah-darah ini. Apalagi
Amerika yang lagi heboh ini ya kan. Pak
Feri, kita langsung masuk aja kepada
topik utama kita yaitu saya yakin ini
adalah peluang terbaik bagi rakyat
Indonesia ee di antara sebuah perang
dagang yang sangat heboh antara Tiongkok
melawan Amerika. Ini betul-betul
sekarang kita tahu kalau Amerika itu kan
negara adi kuasa. Apalagi dengan naiknya
Trump dan sekarang China pun bukan China
yang 30 tahun yang lalu. China pun
sekarang fight back dan melawan. Nah,
kita sebagai rakyat Indonesia ini
peluang apa yang bisa kita dapatkan,
Pak, dari perang dagang yang begitu
heboh antara dua kubu negara kekuatan
ekonomi terbesar di dunia saat ini
silakan, Paki. Ya, basically yang
namanya perang dagang bukan cuma dua
negara ya. ini semua negara against
Amerika atau Amerika against semua
negara against the rest of the world.
Ya, jadi kalau kita ngomong soal peluang
sebetulnya ee kalau kita boleh ee
simpulkan adalah itu sama sekali hampir
semua negara akan menjadi the losers.
Nah, America will be the losers and the
rest of the world will be the losers.
Kalau boleh saya ngomong secara
makroekonomi ya. Dan itu sudah terbukti
pada waktu great depression ya dengan
smooth holid eh tarif ya di situ sampai
akhirnya eh ekonomi dunia, ekonomi
global mengalami apa yang namanya great
depression gitu loh ya. Nah sekarang
kalau kita e balik lagi ke arah Trump
ini, Trump ini lebih berat dibandingkan
dengan Great Depression karena orang ini
sama sekali tidak tertebak.
Unpredictable bos ya. Dia bisa tiba-tiba
mengatakan 90 hari pause ya. artinya ee
istirahat ya kan enggak tarif untuk
mengundang negara-negara lain sowan ke
dia, cium tangan ke dia, negosiasi
dengan dia. Dan kita sudah mengirimkan
delegasi kita ya kalau enggak salah ke
Amerika sana dengan hasil yang
mengatakan bahwa ya kita ee boleh
dibilang enggak ada masalah berat dengan
Amerika ya. Eh semua syarat-syaratnya
bisa kita penuhi termasuk kita
menawarkan rare Earth katanya ya yang
diblokir oleh Cina ya ke Amerika dan eh
Amerika responnya adalah sampai ke
masalah curies ya. Ya. Ini kok kenapa
pakai curies enggak pakai visa
Mastercard aja katanya kan begitu ya.
Nah, selebihnya adalah eh hal-hal yang
bersifat eh shifting daripada
perdagangan misalnya oil and gas ya kan
soy ya kan semua kita beli dari Amerika
tiba tidak dari negara lain untuk
mengurangi trade surplus kita yang
besarannya 18 bilun US dollar tahun lalu
ya supaya Amerika senang kita harus
cincai sama kemauan-kemauan CR dan
kabarnya sih so far enggak ada masalah
kesulitan ya kan nah peluang mungkin ada
dalam arti begini ini seandainya
negara-negara lain mendapatkan sanksi
lebih berat dibandingkan kita, mungkin
kita bisa dikatakan berpeluang dalam
arti relatif ya. Berpeluang dalam arti
kita tidak mendapat tekanan yang ee
lebih berat dibandingkan negara-negara
lain ya. Tapi poinnya sampai saat ini
kita masih sulit menebak ini ke mana
arahnya. Sebab kalau dibandingkan dengan
Cina misalnya perang dia dengan Cina
yang tidak mendapat pausa 90 hari.
Trump menaikkan tarif, Cina juga
membalasnya. Trump menaikkan lagi, Cina
juga membalasnya. Walaupun walaupun di
dua negara itu sudah banyak protes ya.
Artinya ini sudah enggak benar. Bukan
cuma di Cina aja factories factories
juga pada tutup untuk sementara ya. Tapi
di Amerika sendiri rakyatnya sudah turun
ke jalan bos ya. Jadi di sini sama
sekali dalam situasi seperti ini sangat
sulit kita membayangkan apa yang akan
terjadi besok atau lusa. Gitulah. Oke.
Baik. Nah, sekarang kita bicara melaju
ke Pak Prabowo yang menghapus kuota
impor nih. Apa kebijakan impor dihapus
itu bagus gitu loh, Pak Feri. Ya. Ya,
sampai saat ini sih sebetulnya banyak
positif e suara-suara positif mengenai
kebijakan impor ya. Karena di sini kan
kebijakan itu sebetulnya juga
menghalangi ee apa ee ee ekonomi kita ya
dianggapnya oleh Ibu Sri Mulyani pun
demikian gitu loh ya. Nah, kuota impor
itu dihapus mungkin tidak jor-joran ya
kan. Tergantung lagi apakah kuota impor
itu membunuh industri dalam negeri atau
tidak. Itu acuannya bos. Kalau ternyata
misalnya membunuh ya kan kita bisa
mengenakan tarif juga ya kan. Nah, kalau
ternyata lebih membunuh lagi kita bisa
meninggikan tarifnya lagi. Tapi poinnya
adalah kuota impor ini akhirnya menjadi
istilahnya menjadi pundi-pundi
segelintir grup lah ya. ya yang akhirnya
mengganggu ekonomi kita ya. Nah, ini
bagus sekali Pak Poo juga ee sangat
bijak ya untuk ee menghilangkan kuota
impor, tapi dalam dengan catatan bahwa
kuota impor tadi tidak membunuh misalnya
industri tekstil kita ya, industri
sepatu kita, industri furniture kita ya,
dan lain-lain. Jadi poinnya adalah
kembali lagi Pak Prabowo ingin ingin ee
ee ee ee ee ee artinya meniadakan trade
barrier ya kan barrier perdagangan antar
negara dengan Indonesia. Saya rasa itu
ide yang bagus positif. Iya. Ada
tanggapan Pak Toni dari statementnya Pak
Feri tadi. Iya. Tapi kalau kondisinya
positif, informasi terakhir kan ee
kabarnya kita enggak kena 32% tapi kok
jadi 47% kabarnya gimana itu? Ya, itu
hitung-hitungan yang diulang ya oleh
oleh tim delegasi kita bahwa kita
sesungguhnya tidak 32% tapi 47% ya. Dan
saya juga enggak tahu formulanya apa
yang digunakan ya kan karena kan formula
32% pun juga formula asal-asalan
basically ya equation-nya enggak jelas
gitu loh ya. Nah, kalau memang ternyata
ditinjau ulang oleh tim kita bukan 32%
malah 47% ya kan lah si Trump pasti
happy. Dia bilang tuh kan hitungan gua
cuma 32% loh ya kan lu ngitungnya 47%
berarti gua kan masih baik sama lu gitu
ya.
Kalau Indonesia diberikan bunga 432%
sama Amerika itu dampak buruk enggak sih
bagi kita sebetulnya?
Gini semuanya, Bos. Jadi enggak ada yang
diuntungkan, ya kan? Kalau Indonesia aja
yang ternyata yang sama sekali bukan
pesaing amrik, ya. Karena kan industri
kita yang kita kirim ke sana,
barang-barang yang kita kirim ke sana
kan kurang barang bukan barang-barang
yang menjadi pesaing, barang-barang
buatan Amerika ya kan. Kalau kita saja
ee buat dibilang ee kena dampaknya ee ya
cukup lumayan gitu kan dengan 32%
apalagi negara-negara lain gitu loh ya.
Trade surplus kita cuma 18 bilun B. jauh
lebih kecil dibandingkan negara Vietnam
yang populasinya dan negaranya lebih
kecil. Dia transfer posisi 126 miliar US
dolar loh. Kita cuma 18 miliar dolar.
Tentu impact yang paling kena adalah
Vietnam dibandingkan dengan kita ya kan?
Logikanya kan begitu. Nah, sekarang
kalau perang dagang ini terus nih
seperti ini terus ada potensi kita
resesi enggak menuju depresi enggak.
Karena menurut Pak Feri itu
tanda-tandanya seperti apa? Karena
sekarang ini kan seperti kayak ada
perang dunia kedua ini tarif e Amerika
membuat ekonomi jadi great depression.
ini kok sepertinya tanda-tandanya itu
sudah mulai kelihatan gitu. Betul, Pak
Candra. Jadi gini ya kan kalau kita
lihat per hari ini aja bahkan setelah
tanggal 2 April diumurkan diumumkan
Liberation Day itu ya kan setelah itu
kita lihat bagaimana banyak sekali
factories di China juga tutup katanya ya
di berdasarkan info yang kita dapatkan
dari YouTubeYouTube ya kan. Begitu juga
protes-protes di Amerika ya kan ya juga
ee bisnis mereka juga collapsing gitu
kan. Nah, basically kalau ini diteruskan
oleh Trump, Trump does not change his
mind. Ya kan tidak merubah pendiriannya.
Bukan tidak mungkin kita akan mengalami
seperti apa yang dikatakan oleh
Reidalio, salah satu investor besar dari
Brit Water itu ya kan ini bukan cuma
krisis, jauh lebih dalam kepada dari
krisis yang kemungkinan menuju cratey
pression tahun 30-an gitu loh. Itu bukan
tidak mungkin ya karena apa? Kembali
lagi di tahun 30-an itu masih belum
belum secanggih sekarang supply
chain-nya ya Bos ya. Masih boleh
dibilang masih primitif technology pada
waktu itu. Nah itu aja kita lihat
bagaimana dampaknya sampai ke great
depression. Apalagi dengan sekarang yang
mana setiap produksi itu mempunyai
supply chain yang sangat sangat sangat
sangat terikat satu sama lain ya kan.
Misalnya saya bilang itu ee ee ee
Amerika dengan ee dikenakan impor
ratusan ratusan ee eh persen
barang-barang Cina yang datang dan
sementara barang-barang Cina adalah
konsumer goods yang murah. Itu gila
kalau mereka enggak dapat barang
ekosistem yang mereka sudah bangun itu
bangkrut bos. Mereka kan menerima
barang-barang membangun ekosistemnya ya
kan apa membangun distribution
channel-nya, marketing channelnya dan
macam-macam itu layar biasa, Bos. Jadi
bukan karena ee jangan berpikir bahwa oh
eh bisnis nanti akan kembali ke US.
Enggak akan. Ya, misalnya begini, gaji
di US itu sudah tiga kali, empat kali,
li kali lipat daripada gaji di Cina atau
Korea Selatan, Bos. Jadi kalau Trump
bilang manufacturing harus diadakan
kembali di US enggak mungkin ya kan
karena gap daripada perbedaan gajinya
sudah sangat besar sekali gitu loh ya.
Jadi mau enggak mau mereka ya mereka
bilang sorry k saya enggak bisa
membangun pabrik saya. Orang Cina atau
Korea Selatan bilang gua enggak bisa
membangun pabrik gua di negara lu karena
wages lu tuh sudah lima kali liput dari
kita. Gimana mau jual barang dengan
harga berapa kan begitu ya. Masyaallah
ya. Gimana Pak Toni tanggapannya Pak
Toni? Iya. Saya setuju sih. Nah, cuman
dalam hal ini itu kan pasti ya yang
namanya peran dagan ini pasti akan
memicu inflasi di Amerika. Nah, kalau
inflasi di Amerika itu naik biasanya
suku bunga kan harusnya naik ya.
Tetapi eh Trump justru meminta Jerome
Powell untuk menurunkan suku bunga. Dan
saat ini akhirnya terjadi ketegangan
bukan hanya antara Trump dengan Cina,
tapi saat ini Trump juga ternyata bersih
tegang dengan Jerome Powet. Kenapa?
Karena si Trump ingin menurunkan suku
bunga. Sementara Jerome Powell menurut
kebijakan DEET harus naikkan suku bunga.
Nah, sehingga berakibat itu ada ee rumor
juga nih. Bener enggaknya belum tahu
tapi yang jelas ada omongan bahwa
katanya Trump ingin memecat jerum powol.
Nah, gimana Bro? Itu kira-kira kalau ya
betul betul.
ini kan enggak enggak dia dia memang
enggak pakai teori sama sekali bahkan
Jeffre Saksi itu ee mengatakan ini
mahasiswa yang paling bodoh pada
zamannya gitu ya. Jadi memang dia
semau-umunya aja kalau inflasi tinggi
diturunin suku bunga itu di mana
rumusnya kita enggak ada ya kan
terbalik-balik gitu loh ya. Nah, inilah
yang dikhawatirkan oleh market karena
dia powerful, Bos. Ya kan dia bisa aja
misalnya memecat si eh eh si apa
chairman the Fat, ya kan. Karena kan
biar bagaimana atas persetujuan Presiden
juga ya seseorang menjadi chairman
setahu saya begitu ya. Jadi ini semua
memberikan ketidakpastian yang sangat
tinggi di dalam global market ya kan.
Nah, kita lihat juga bagaimana ee bond
market kemarin sempat jebol di Amerika
sana. Bahkan 27% harus di eh subscribe
oleh eh ee bank-bank komersial di
Amerika karena orang kabur dari dolar,
orang kabur dari trasuri. Dan kita lihat
sekarang harga emas menanjak luar biasa
ya kan. Nah, kita lihat juga mata uang
major currencies itu menguat ya, Euro,
pound sterling, yen, itu menguat
terhadap dolar walaupun kita sendiri
sebagai soft currency malah tertekan
terhadap dolar ya. Nah, ini semua karena
ketidakpastian tidak ketidak tidak
adanya ketidaksetaraan. Seharusnya kan
satu currency naik, satu currency lagi
juga naik atau turun ya. Ini di sini
seolah-olah terpisah ya kan ada dua kubu
ya, major currency, soft currencies ya
kan. Major currencies menguat terhadap
US dollar, soft currenes melemah
terhadap US dollar termasuk Indonesia
ya. Dan di sini kita jelas bagaimana
tanda-tandanya bahwa Trump ini
menciptakan ketidakpastian yang sangat
dahsyat sampai kita tidak tahu siapapun
ekonomun tidak akan paham jalan pikiran
si si Trump ini gitu loh kan. Nah, tapi
kalau menurut saya at the end of the day
dengan tingginya inflasi akibat impor
yang kena tarif luar biasa rasa saya
rasa jangan harapkan suku bunga rendah
ya kan ya. Nah, terutama adalah US E USA
yield ya itu bisa naik 80 BSP bahkan 1%.
Artinya apa? Bukan tidak mungkin yang
namanya ten yield itu balik lagi ke 5%
bos. Bahkan ke atas 5%. Nah, itu yang
kita lihat tanda-tandanya selama ini.
Tapi apakah si Trump akan tetap kekeh
dengan dia punya pendirian atau tidak
itu kita tidak tahu ya. Bisa juga orang
gila ini tiba-tiba di setengah jalan dia
balik badan, Bos. 180 derajat. Okelah
kita enggak usah perang. Itu bisa loh
terjadi. Itu bisa terjadi. Ya, ini orang
Heeh. Iya, ini orang kan enggak pernah
punya malu gitu loh ya kan ya. Jadi
kalau di tengah jalan dia bilang, "Ah
gua capeklah. Udahlah udah kudahah
batalin aja semua ter itu bisa terjadi,
Bos." Dan itu kalau ee apa yang
diputuskan detik itu juga harus
dituruti, ya. Ini bukan masalah
statement, salah ngomong atau apa. Ini
presiden loh. Dan ini menyangkut dunia.
Gila ya. Betul. Ini ini presiden yang
memang sakit. Makanya tadi saya katakan
ya, bukan tidak mungkin kita enggak
pernah tahu nih misalnya minggu depan
kita pikir tensi sudah tinggi sekali
dengan Cina ya kan kita lihat
pabrik-pabrik di Cina tutup ee
masyarakat di di Amerika juga sudah
banyak yang turun ke jalan bahkan
beberapa negara bagian melakukan protes
ya kan kalau enggak salah California
sudah melakukan protes kepada Trump ya
kan dia tidak setuju dan dia akan bikin
kebijakan sendiri entah bagaimana
caranya untuk menghilangkan tarifnya si
Trump gitu loh ya jadi memang ini sama
sekali sudah kaca kadut dan bukan
kembali lagi bukan Tidak mungkin ya kan
kalau minggu depan atau 2 minggu yang
akan datang dia bilang, "Ah gua balik
badan aja lah." Oke oke oke. Kita dj
semua. Itu bisa terjadi bos. Masih bisa
terjadi. Really? Dan ini jadi istilahnya
begini kalau dia tetap kekeh in term of
index ya saya bilang ya kalau dia tetap
kekeh dengan pendiriannya bukan tidak
mungkin loh indeks kita jatuh ke
5.000-an ya. Tapi kalau tiba-tiba dia
balik badan bukan bukan tidak mungkin
juga indeks kita terbang ke atas
7.000-an.
Waduh. Jadi semua itu masih sangat
memungkinkan ya, Pak Feri ya. Semua
sangat mungkin B ini orang he is very
unpredictable dengan kelakuannya yang
irasional.
Kayaknya harus diajak minum sama Pak
Feri ini Donald Trump ini.
Lama benar loh. Semua, semua orang
pusing menghadapi ini orang dan dengan
ngototnya dia merasa dia paling benar.
Kayaknya kayaknya mesti diajak workshop
minggu ini supaya tahu ini kira-kira apa
ini kira-kira ngobrolannya.
Pak Feri, pertanyaan terakhir karena
waktu kita waktu kita cuma setengah jam,
kita enggak lama. Jadi sekarang kita
lihat nih mata uang yang aman ini. Kalau
menurut Pak Feri melihat ini kan
sekarang Indonesia rupiah ini melemah
nih hancur nih sudah 17.000 mendekati,
US dollar juga sudah mulai melemah. Emas
katanya sudah mencapai all time high.
Sekarang Pak Feri sebaiknya kalau nabung
apa sebaiknya ini nabung rupiah atau apa
atau euro atau Japanesian atau emas atau
gimana? Ini ini menurut Pak Feri gimana?
Ada dua skenario yang tadi saya katakan.
Skenario pertama adalah Trump tidak akan
merubah pendiriannya. Ya kan ya? Nah,
kalau Trump tetap kekeh dengan
pendiriannya, Goldman Sax atau eh atau
eh ada investment bank lain Goldman Sax
apa Mary saya tidak tahu yang meramalkan
bahwa emas bisa tembus 4.000 per trons
artinya masih ada upside potensial 40%
loh ya. Jadi ya dengan harga sekarang in
case si Trump ini tidak berubah
pendirian. Tapi tapi catatan nih, Bos.
Kalau dia tiba-tiba 180% balik badan,
bukan tidak mungkin juga Mas bisa
nyemplung lagi ke bawah 3.000, Bos. Dan
harga-harga saham naik. Jadi sekarang
sekarang knowing on the back on the back
of such a picture, ya kan di balik
picture seperti itu bisa A yang ekstrem
yaitu tidak merubah sama sekali
pendirian. Bisa B yang ekstrem yaitu dia
bilang, "Oke, kita damai aja." Nah, ini
sama sekali boleh dibilang biner
sifatnya nol atau satu ya. Ini sulit
sekali ini ngukurnya ya. Tadi seperti
katakan in case dia tetap ngotot bukan
tidak mungkin harga emas bisa masih
upside 40 50% dari harganya sekarang ya.
Tapi in case dia bilang, "Oke, kita
damai aja, kita cari jalan tengah yang
baik." Bukan tidak mungkin harga emas
juga balik lagi ke 2.500 peren bisa juga
30% down loh 20% down. Ya, bisa itu
terjadi. Semua, semua masih sangat
memungkinkan ya. Semua sangat
memungkinkan dan dalam extreme
case. Wah, ini benar-benar yang bisa
terjadi itu sangat ekstrem. Pilih
gimana, Pak? Pak Toni, Pak. Saya kok
ngeri-ngeri sedap ini dengar
statementnya Pak Feri ini. Ini ini
saatnya buat orang-orang yang suka judi
nih, gambling.
Iya kan? Karena outcomesnya iya
outcomes-nya cuman dua, yes or no gitu
loh. Ya kan? Kalau yes ya kan, you can
make a lot of money. Misalnya, ya kan
orang yang berani gambling pasar modal
misalnya gua gambling lah, gua beli
saham yang udah drop ya kan. Whatever
will be will be ya kan. In case sit
bilang balik badan gua enggak, gua cuan
berat gitu kan. Tapi sebaliknya ya kan
in case si Trump ini enggak ada
tanda-tanda balik badan ya bisa juga get
band berat gitu loh.
Oke. Saya justru berpikir ada skenario
yang berbeda lagi. Iya silakan silakan.
Ini si Trum ini ada kemungkinan kalau
semakin ngawur itu dia bisa mencet jerum
poal dan dia paksain itu ee apa namanya
walaupun inflasi muncul dia paksain
untuk turunin suku bunga dan kalau
terjadi saya berpikir pasti akan terjadi
antras terhadap Amerika dan kalau sampai
terjadi
antras maka kalau menurut kondisi
seperti di Turki itu ee mata uangnya
habis, hancur, terjadi devaluasi. Kenapa
saya memikirkan seperti itu? Karena
Trump itu pernah mengatakan bahwa dia
ingin ngancurin US dollar. Dia ingin US
dollar turun. Nah, salah satu caranya
ini bisa dilakukan. Gimana menurut kamu,
Bro?
Ini US dollar itu tidak bisa
dihancurkan, Bos. Ya kan? Pertama adalah
kalau dia menghancurkan US dollar, dia
menghancurkan ekonominya. Karena apa?
utangnya sangat besar dalam US dollar ya
kan semua adalah negara-negara yang
mempunyaai trade surplus yang memberikan
utang kepada government Amerika nah
kalau sampai semua kabur dari US dollar
dia mau nyetak duit dari mana dia mau
ngambil dia mauy nyetak duit dari theat
itu akibatnya inflasi dan orang semakin
menghindari dolar kan begitu ya dia akan
kelabakan dan mati sendiri kesepian dia
ya kan karena semua meninggalkan Amerika
ya kan ya jadi itulah distras yang
paling besar ongkosnya untuk ee
kebijakan macam itu gitu loh ya. Saya
juga tidak yakin dia bisa menekan defet
sedemikian rupa karena basically eh
secara undang-undang itu seharusnya
antara government dan the dua institusi
yang sama levelnya gitu loh. Walaupun
memang prosedur pengangkatannya
disetujui oleh presiden gitu kan ya
kayak gitu-gitu ya. Jadi saya enggak
yakin si Trump bisa istilahnya
mengobok-ngobok si e Pawel dengan
gampang gitu kan. Karena pada dasarnya
Pel sama Trump itu sejajar kedudukannya
ya. sama-sama presiden lah ya istilahnya
yang satu government, yang satu bank
sentral gitu loh ya. Tapi gini aja, kita
ambil satu ee skenario yang masuk akal.
Yang masuk akal seperti tadi saya
katakan ya kan bisa juga dia di tengah
jalan dia bilang, "Oke, kita damai, kita
cintai, ya kan usulan lu apa, let stock
dan itu positif bos ya kan. Ya, itu akan
terbang itu market tuh ya
juga gold mungkin bakal sedikit under
pressure ya kan ya. Nah, selebihnya
sebaliknya kalau dia bilang tidak ada
tanda-tanda saya akan damai dengan
siapapun juga saya tetap kek dengan itu
bisa parah bos. bisa terjadi global
crisis, ya kan. Kita harus siap-siap be
ready for that ya kan ya. Sebab ini
semua tokoh-tokoh ekonom-ekonom
kelas-kelas Nobel yang ngomong ya, bukan
kelas-kelas gang buncit situ ya. Jadi
ini kelas-kelas Nobel seperti Jeff ya
kan ya. Itu udah kaing-kaing ya kan.
Terus kembali lagi eh siapa e ST itu
semua tokoh ekonom-ekonom kelas berat
dunia yang berbicara bahwa ini
orang-orang gila ini presiden yang akan
mengembalikan Amerika ke great
depression. Nah, kalau Amerika sampai
mencapai great depression, apalagi yang
lain, Bos. Ya kan begitu, ya kan sebagai
kekuatan dunia, ya. Jadi ini dua dua ee
biner, ya. Skenario biner nol atau satu.
Nol adalah kembali lagi kalau dia tetap
ngotot, ya kan, sehingga market akan
drop, ya kan, global ekonomi akan
melalui melalui mengalami krisis. Tapi
sebaliknya kalau tiba-tiba orang gila
ini balik badan, bukan tidak mungkin dia
bisa berlaku seperti itu karena dia
tidak orang ini enggak pernah punya malu
kayaknya ya kan untuk balik badan
sekejap gitu kan ya. Nah, ini bakal
boleh gitu. Nah, sekarang gini Pak Feri.
Sekali lagi seperti eh podcast kita yang
lalu, orang-orang kaya, orang-orang
sukses mencintai krisis. Itu saya selalu
bilang mereka mencintai krisis. Pak
Feri. Kira-kira dari peluang opportunity
seperti ini, hari Minggu besok ini
tanggal
26-27 April, Heeh. eh kita bertiga akan
ada workshop yang mana workshop ini
membahas apa opportunity bagaimana
membaca company valuation kemudian apa
yang bisa dipetik dari tsunami-tsunami
ekonomi seperti ini. Termasuk peluang
apa yang bisa dipelajari dari presiden
yang dalam tanda kutip agak sedikit
sinting dari Amerika ini. Apa yang bisa
dipetik? Peluang apa? Karena kita tahu
di tahun 1998 meskipun Indonesia terkena
krisis ekonomi tapi banyak miliarder
kaya baru yang lahir tahun '98. Betul.
Nanti kita bahas ya, Pak Candra. Nanti
kita akan bahas bahasnya top down juga
ya dari masalah makroekonomi
internasional global ya kan ee makrod
domestik ya kan ee masalah perdagangan
dunia, masalah kebijakan sitram yang
enggak masuk akal ya kan dan segala
macam sampai kepada masalah bisnis
valuation atau company valuation ya kan
ya. Nah, itu komplit kita kasih ya
menunya selama 2 hari itu ya belajar
company valuation top down approach dari
makro mikro industri sampai kepada
bisnis entity itu sendiri. Nah, ini ilmu
yang sangat mahal Pak karena ee Bapak
kuliah pun ee 4 tahun belum tentu dapat
ilmu ini loh. Ya kan? Bahkan sampai S2
pun saya enggak yakin dapat gitu loh.
Karena yang saya berikan ini adalah
benar-benar practical experience semua
serba praktis ya. Saat semua peserta
harus membawa laptop karena saya berikan
dalam bentuk Excel ya. dengan juga real
data. Jadi sama sekali seperti seorang
analis, Anda bekerja di dalam workshop
tersebut tidak ada teori-teorian pure
practical ya kan. Walaupun teorinya ada,
tapi itu tidak kita gunakan untuk ee
berkhayal-khayal tentang teori, tapi
bagaimana mempraktikkan teori itu ke
dalam praktik ya, ke dalam dunia nyata
ya kan? Itu saya kasih komplit nanti 2
hari 2627. Berarti di tanggal 2627 besok
itu kita juga selain belajar semua yang
tadi Pak Feri sampaikan, kita juga bisa
melihat opportunity ya. Apa yang terjadi
dengan keadaan ekonomi global saat ini
yang serba tidak menentu. Apalagi tadi
statement dari Pak Feri yang mengatakan
kalau seandainya Trump bisa balik badan,
Pak Feri akan mengajarkan
skenario-skenario tersebut. Jadi kalau
plan A itu apa, plan B itu apa, kurang
lebih begitu sehingga kita bisa
mengambil opportunity dari crisis ini
gitu ya, Pak Feri ya. Kurang lebih ya.
Bagaimana dengan Pak Toni?
Ya, nanti ee kita akan sharing-sharing.
Saya juga akan berbagi mengenai gimana
caranya menata manajemen keuangan supaya
kita pada saat investasi itu bisa cuang,
Pak. Oke, siap, Pak Feri. Pak Feri,
kira-kira eh saya ini sudah sering ikut
nih workshop company valuation dari
guru-guru yang lain. Apa yang membedakan
workshop-nya Pak Feri ini di pelatihan
merdeka ini dengan company valuation ini
dengan guru-guru yang lain tanpa kita
harus merendahkan ee ee teori daripada
guru-guru? Beda, beda, beda, beda
sekali, Pak ee Candra ya. yang saya
berikan kembali lagi hal-hal yang sangat
praktis. We deal with numbers, dengan
real data, dengan real world, tidak ada
omon-omon, tidak. Bahkan saya tidak
memberikan PPT ya. Semua orang harus
bawa laptop dan saya akan kasih file
Excel-nya. Jadi kita langsung bekerja
dengan Excel bisa menghitung dan harus
bisa menghitung dengan
formula-formulanya, matriks-matriksnya
yang selama ini tadi saya katakan Anda 4
tahun pun kuliah S1 manajemen keuangan
tidak dapat dari apa yang saya berikan
kepada Anda semuanya dalam 2 hari ya
sang sama sama sekali praktikal dan
setelah ee selesai workshop itu Anda di
rumah bisa melakukan eksperimen sendiri
dengan data real yang Anda download dari
website yaitu laporan keuangan
emiten-emit itu garansi saya, Pak. Jadi
berbeda sekali dengan ee guru-guru yang
lain yang masih tetap mengajarkan teori
dengan segala macam formulanya. Saya
langsung kerja dengan Excel. Kenapa Pak
Feri bisa punya kelebihan itu? Artinya
apakah itu murni pengalaman Pak Feri
atau memang jam terbangnya Pak Feri?
Kombinasi kombinasi antara academic
background saya di mana saya merasa ah
ini academic background terlalu banyak
teorinya. Lantas saya sebagai analis di
pasar modal, saya bekerja dengan
kenyataan dengan trial word. Lantas saya
gabungkan keduanya. Jadilah apa yang
akan saya berikan nanti dalam workshop,
Pak. Jadi praktis sekali. Kalau orang
yang ee dari awal enggak begitu paham
tentang pasar modal, enggak paham
tentang saham, bisa ngikutin juga enggak
masalah. Enggak masalah. Saya garap dari
0.0. Dari kilom 0 saya garap sampai km
100. ya kan enggak masalah orang yang
latar belakangannya antropologi pun
sejarah pun dokter kedokteran bisa ikut
kok karena saya guiding pelan-pelan ya
dari A sampai Z gitu kan ya enggak ada
masalah limit waktu di saya ya mau
sampai jam 10 malam 12 malam juga
silakan wah keren yang terpenting yang
penting berikan apa yang Pak Feri suka
gitu ya ceritanya ya
asik Pak Feri. Terasa obrolan kita sudah
sudah saya siapkan obrolan kita sudah
menyentuh 30 menit ini Pak Feri. Kalau
sudah ngobrol sama Pak Feri ini kayaknya
setengah jam itu enggak terasa sama
sekali. Baik, sebentar lagi kita akan
ada live streaming, kita akan ada tanya
jawab. Tapi sekian dulu video kita
membahas tentang perang dagang Amerika
dan China kali ini serta efeknya bagi
global dunia serta opportunity apa yang
kita bisa petik dari krisis global dunia
ini serta eh potensi great depression
serta kegilaan Presiden Amerika terpilih
ini. Apa opportunity yang bisa kita
petik? Mau mau habis habis mau jadi jadi
gitulah kurang lebihnya ya. kita akan
bisa belajar banyak dari sini, Pak Feri.
Eh, mungkin sekian obrolan kita di Level
Up Podcast kali ini. Terima kasih atas
waktunya dan kita nanti akan sambung
kembali di acara eh streaming dan kita
akan tanya jawab di situ. Terima kasih
juga Pak Toni atas waktunya dan demikian
sharing singkat kita tentang
makroekonomi, tentang ee ekonomi global,
tentang perang dagang Amerika dan China.
Sukses untuk kita semuanya. Kita tutup
dengan salam hebat luar biasa. Terima
kasih. Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:12:06 UTC
Categories
Manage