Jangan Ketinggalan: Ini Peluang Terbaik Orang Indonesia Saat Perang Dagang Amerika vs China
YElxH1BIHHY • 2025-04-22
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Kalau ini diteruskan oleh Trump, Trump does not change his mind. Ya kan tidak merubah pendiriannya. Bukan tidak mungkin kita akan mengalami seperti apa yang dikatakan oleh Reidalio, salah satu investor besar dari Brit Water itu ya kan. Ini bukan cuma krisis, jauh lebih dalam kepada dari krisis yang kemungkinan menuju great depression tahun 30-an gitu loh. Itu bukan tidak mungkin ya. Karena apa? Kembali lagi di tahun 30-an itu masih belum belum secanggih sekarang supply chain-nya ya bos ya. masih boleh dibilang masih primitif technology pada waktu itu. Nah, itu aja kita lihat bagaimana dampaknya sampai ke great depression. Apalagi dengan sekarang yang mana setiap produksi itu mempunyai supply chain yang sangat sangat sangat sangat terikat satu sama lain ya kan. Nah, itu yang kita lihat tanda-tandanya selama ini. Tapi apakah si Trump akan tetap kekeh dengan dia punya pendirian atau tidak itu kita tidak tahu ya. Bisa juga orang gila ini tiba-tiba di setengah jalan dia balik badan, bos. 180 derajat. Okelah kita enggak usah perang. Itu bisa loh terjadi. Itu bisa terjadi. Ya, orang Heeh. Ini orang kan enggak pernah punya malu gitu loh ya kan ya. Jadi kalau di tengah jalan dia bilang, "Ah, gua capeklah. Udahlah udah kuda batalin aja semua terjadi, Bos." In case dia bilang, "Oke, kita damai aja kita cari jalan tengah yang baik." Bukan, tidak mungkin harga emas juga balik lagi ke 2.500 per tren bisa juga 30% down loh. 20% down. ya bisa itu terjadi semua masih sangat memungkinkan ya semua sangat memungkinkan dan dalam extreme case ini ini benar-benar yang bisa terjadi itu sangat ekstrem really welcome to success before 30 level up podcast [Musik] sahabat entrepreneur salam hebat luar biasa pada kesempatan kali Ini saya kedatangan lagi-lagi Prof. Feri Latuhihin yang mana kita kalau membahas topik ini kalau panggil beliau itu pasti ada sesuatu. Iya kan? Dan ini untuk kali ketiga kita akan diskusi dengan beliau, belajar banyak dengan beliau tentang masalah perang dagang Amerika yang sekarang lagi hot. Nah, Pak Feri apa kabar, Pak Feri? Baik, bosku. Baik, terima kasih for inviting me again. Terima kasih. Ini narsum favorit sekarang di level up success before 30 ini. Kalau Pak Feri sudah datang ini pasti ada sebuah keributan ini. Pak Feri sehat ya, Pak? Sehat, Bos. Thank you. Sama-sama. Kita juga akan ditemani host kita, Bapak Toni Adikaro untuk menemani obrolan kita dengan Pak Feri. Apa kabar, Pak Toni? Sehat, Pak. Sehat, Pak Candra. Terima kasih. Baik, Pak. Pagi, Pakra. Pagi, Bu Feri. Iya. Saya baru selesai dari ee kena ini demam berdara minggu lalu. Waduh, kalau sudah sudah siap. Kalau sudah kena demam berdarah ini pasti obrolannya, topiknya ini agak sedikit berdarah-darah ini. Apalagi Amerika yang lagi heboh ini ya kan. Pak Feri, kita langsung masuk aja kepada topik utama kita yaitu saya yakin ini adalah peluang terbaik bagi rakyat Indonesia ee di antara sebuah perang dagang yang sangat heboh antara Tiongkok melawan Amerika. Ini betul-betul sekarang kita tahu kalau Amerika itu kan negara adi kuasa. Apalagi dengan naiknya Trump dan sekarang China pun bukan China yang 30 tahun yang lalu. China pun sekarang fight back dan melawan. Nah, kita sebagai rakyat Indonesia ini peluang apa yang bisa kita dapatkan, Pak, dari perang dagang yang begitu heboh antara dua kubu negara kekuatan ekonomi terbesar di dunia saat ini silakan, Paki. Ya, basically yang namanya perang dagang bukan cuma dua negara ya. ini semua negara against Amerika atau Amerika against semua negara against the rest of the world. Ya, jadi kalau kita ngomong soal peluang sebetulnya ee kalau kita boleh ee simpulkan adalah itu sama sekali hampir semua negara akan menjadi the losers. Nah, America will be the losers and the rest of the world will be the losers. Kalau boleh saya ngomong secara makroekonomi ya. Dan itu sudah terbukti pada waktu great depression ya dengan smooth holid eh tarif ya di situ sampai akhirnya eh ekonomi dunia, ekonomi global mengalami apa yang namanya great depression gitu loh ya. Nah sekarang kalau kita e balik lagi ke arah Trump ini, Trump ini lebih berat dibandingkan dengan Great Depression karena orang ini sama sekali tidak tertebak. Unpredictable bos ya. Dia bisa tiba-tiba mengatakan 90 hari pause ya. artinya ee istirahat ya kan enggak tarif untuk mengundang negara-negara lain sowan ke dia, cium tangan ke dia, negosiasi dengan dia. Dan kita sudah mengirimkan delegasi kita ya kalau enggak salah ke Amerika sana dengan hasil yang mengatakan bahwa ya kita ee boleh dibilang enggak ada masalah berat dengan Amerika ya. Eh semua syarat-syaratnya bisa kita penuhi termasuk kita menawarkan rare Earth katanya ya yang diblokir oleh Cina ya ke Amerika dan eh Amerika responnya adalah sampai ke masalah curies ya. Ya. Ini kok kenapa pakai curies enggak pakai visa Mastercard aja katanya kan begitu ya. Nah, selebihnya adalah eh hal-hal yang bersifat eh shifting daripada perdagangan misalnya oil and gas ya kan soy ya kan semua kita beli dari Amerika tiba tidak dari negara lain untuk mengurangi trade surplus kita yang besarannya 18 bilun US dollar tahun lalu ya supaya Amerika senang kita harus cincai sama kemauan-kemauan CR dan kabarnya sih so far enggak ada masalah kesulitan ya kan nah peluang mungkin ada dalam arti begini ini seandainya negara-negara lain mendapatkan sanksi lebih berat dibandingkan kita, mungkin kita bisa dikatakan berpeluang dalam arti relatif ya. Berpeluang dalam arti kita tidak mendapat tekanan yang ee lebih berat dibandingkan negara-negara lain ya. Tapi poinnya sampai saat ini kita masih sulit menebak ini ke mana arahnya. Sebab kalau dibandingkan dengan Cina misalnya perang dia dengan Cina yang tidak mendapat pausa 90 hari. Trump menaikkan tarif, Cina juga membalasnya. Trump menaikkan lagi, Cina juga membalasnya. Walaupun walaupun di dua negara itu sudah banyak protes ya. Artinya ini sudah enggak benar. Bukan cuma di Cina aja factories factories juga pada tutup untuk sementara ya. Tapi di Amerika sendiri rakyatnya sudah turun ke jalan bos ya. Jadi di sini sama sekali dalam situasi seperti ini sangat sulit kita membayangkan apa yang akan terjadi besok atau lusa. Gitulah. Oke. Baik. Nah, sekarang kita bicara melaju ke Pak Prabowo yang menghapus kuota impor nih. Apa kebijakan impor dihapus itu bagus gitu loh, Pak Feri. Ya. Ya, sampai saat ini sih sebetulnya banyak positif e suara-suara positif mengenai kebijakan impor ya. Karena di sini kan kebijakan itu sebetulnya juga menghalangi ee apa ee ee ekonomi kita ya dianggapnya oleh Ibu Sri Mulyani pun demikian gitu loh ya. Nah, kuota impor itu dihapus mungkin tidak jor-joran ya kan. Tergantung lagi apakah kuota impor itu membunuh industri dalam negeri atau tidak. Itu acuannya bos. Kalau ternyata misalnya membunuh ya kan kita bisa mengenakan tarif juga ya kan. Nah, kalau ternyata lebih membunuh lagi kita bisa meninggikan tarifnya lagi. Tapi poinnya adalah kuota impor ini akhirnya menjadi istilahnya menjadi pundi-pundi segelintir grup lah ya. ya yang akhirnya mengganggu ekonomi kita ya. Nah, ini bagus sekali Pak Poo juga ee sangat bijak ya untuk ee menghilangkan kuota impor, tapi dalam dengan catatan bahwa kuota impor tadi tidak membunuh misalnya industri tekstil kita ya, industri sepatu kita, industri furniture kita ya, dan lain-lain. Jadi poinnya adalah kembali lagi Pak Prabowo ingin ingin ee ee ee ee ee ee artinya meniadakan trade barrier ya kan barrier perdagangan antar negara dengan Indonesia. Saya rasa itu ide yang bagus positif. Iya. Ada tanggapan Pak Toni dari statementnya Pak Feri tadi. Iya. Tapi kalau kondisinya positif, informasi terakhir kan ee kabarnya kita enggak kena 32% tapi kok jadi 47% kabarnya gimana itu? Ya, itu hitung-hitungan yang diulang ya oleh oleh tim delegasi kita bahwa kita sesungguhnya tidak 32% tapi 47% ya. Dan saya juga enggak tahu formulanya apa yang digunakan ya kan karena kan formula 32% pun juga formula asal-asalan basically ya equation-nya enggak jelas gitu loh ya. Nah, kalau memang ternyata ditinjau ulang oleh tim kita bukan 32% malah 47% ya kan lah si Trump pasti happy. Dia bilang tuh kan hitungan gua cuma 32% loh ya kan lu ngitungnya 47% berarti gua kan masih baik sama lu gitu ya. Kalau Indonesia diberikan bunga 432% sama Amerika itu dampak buruk enggak sih bagi kita sebetulnya? Gini semuanya, Bos. Jadi enggak ada yang diuntungkan, ya kan? Kalau Indonesia aja yang ternyata yang sama sekali bukan pesaing amrik, ya. Karena kan industri kita yang kita kirim ke sana, barang-barang yang kita kirim ke sana kan kurang barang bukan barang-barang yang menjadi pesaing, barang-barang buatan Amerika ya kan. Kalau kita saja ee buat dibilang ee kena dampaknya ee ya cukup lumayan gitu kan dengan 32% apalagi negara-negara lain gitu loh ya. Trade surplus kita cuma 18 bilun B. jauh lebih kecil dibandingkan negara Vietnam yang populasinya dan negaranya lebih kecil. Dia transfer posisi 126 miliar US dolar loh. Kita cuma 18 miliar dolar. Tentu impact yang paling kena adalah Vietnam dibandingkan dengan kita ya kan? Logikanya kan begitu. Nah, sekarang kalau perang dagang ini terus nih seperti ini terus ada potensi kita resesi enggak menuju depresi enggak. Karena menurut Pak Feri itu tanda-tandanya seperti apa? Karena sekarang ini kan seperti kayak ada perang dunia kedua ini tarif e Amerika membuat ekonomi jadi great depression. ini kok sepertinya tanda-tandanya itu sudah mulai kelihatan gitu. Betul, Pak Candra. Jadi gini ya kan kalau kita lihat per hari ini aja bahkan setelah tanggal 2 April diumurkan diumumkan Liberation Day itu ya kan setelah itu kita lihat bagaimana banyak sekali factories di China juga tutup katanya ya di berdasarkan info yang kita dapatkan dari YouTubeYouTube ya kan. Begitu juga protes-protes di Amerika ya kan ya juga ee bisnis mereka juga collapsing gitu kan. Nah, basically kalau ini diteruskan oleh Trump, Trump does not change his mind. Ya kan tidak merubah pendiriannya. Bukan tidak mungkin kita akan mengalami seperti apa yang dikatakan oleh Reidalio, salah satu investor besar dari Brit Water itu ya kan ini bukan cuma krisis, jauh lebih dalam kepada dari krisis yang kemungkinan menuju cratey pression tahun 30-an gitu loh. Itu bukan tidak mungkin ya karena apa? Kembali lagi di tahun 30-an itu masih belum belum secanggih sekarang supply chain-nya ya Bos ya. Masih boleh dibilang masih primitif technology pada waktu itu. Nah itu aja kita lihat bagaimana dampaknya sampai ke great depression. Apalagi dengan sekarang yang mana setiap produksi itu mempunyai supply chain yang sangat sangat sangat sangat terikat satu sama lain ya kan. Misalnya saya bilang itu ee ee ee Amerika dengan ee dikenakan impor ratusan ratusan ee eh persen barang-barang Cina yang datang dan sementara barang-barang Cina adalah konsumer goods yang murah. Itu gila kalau mereka enggak dapat barang ekosistem yang mereka sudah bangun itu bangkrut bos. Mereka kan menerima barang-barang membangun ekosistemnya ya kan apa membangun distribution channel-nya, marketing channelnya dan macam-macam itu layar biasa, Bos. Jadi bukan karena ee jangan berpikir bahwa oh eh bisnis nanti akan kembali ke US. Enggak akan. Ya, misalnya begini, gaji di US itu sudah tiga kali, empat kali, li kali lipat daripada gaji di Cina atau Korea Selatan, Bos. Jadi kalau Trump bilang manufacturing harus diadakan kembali di US enggak mungkin ya kan karena gap daripada perbedaan gajinya sudah sangat besar sekali gitu loh ya. Jadi mau enggak mau mereka ya mereka bilang sorry k saya enggak bisa membangun pabrik saya. Orang Cina atau Korea Selatan bilang gua enggak bisa membangun pabrik gua di negara lu karena wages lu tuh sudah lima kali liput dari kita. Gimana mau jual barang dengan harga berapa kan begitu ya. Masyaallah ya. Gimana Pak Toni tanggapannya Pak Toni? Iya. Saya setuju sih. Nah, cuman dalam hal ini itu kan pasti ya yang namanya peran dagan ini pasti akan memicu inflasi di Amerika. Nah, kalau inflasi di Amerika itu naik biasanya suku bunga kan harusnya naik ya. Tetapi eh Trump justru meminta Jerome Powell untuk menurunkan suku bunga. Dan saat ini akhirnya terjadi ketegangan bukan hanya antara Trump dengan Cina, tapi saat ini Trump juga ternyata bersih tegang dengan Jerome Powet. Kenapa? Karena si Trump ingin menurunkan suku bunga. Sementara Jerome Powell menurut kebijakan DEET harus naikkan suku bunga. Nah, sehingga berakibat itu ada ee rumor juga nih. Bener enggaknya belum tahu tapi yang jelas ada omongan bahwa katanya Trump ingin memecat jerum powol. Nah, gimana Bro? Itu kira-kira kalau ya betul betul. ini kan enggak enggak dia dia memang enggak pakai teori sama sekali bahkan Jeffre Saksi itu ee mengatakan ini mahasiswa yang paling bodoh pada zamannya gitu ya. Jadi memang dia semau-umunya aja kalau inflasi tinggi diturunin suku bunga itu di mana rumusnya kita enggak ada ya kan terbalik-balik gitu loh ya. Nah, inilah yang dikhawatirkan oleh market karena dia powerful, Bos. Ya kan dia bisa aja misalnya memecat si eh eh si apa chairman the Fat, ya kan. Karena kan biar bagaimana atas persetujuan Presiden juga ya seseorang menjadi chairman setahu saya begitu ya. Jadi ini semua memberikan ketidakpastian yang sangat tinggi di dalam global market ya kan. Nah, kita lihat juga bagaimana ee bond market kemarin sempat jebol di Amerika sana. Bahkan 27% harus di eh subscribe oleh eh ee bank-bank komersial di Amerika karena orang kabur dari dolar, orang kabur dari trasuri. Dan kita lihat sekarang harga emas menanjak luar biasa ya kan. Nah, kita lihat juga mata uang major currencies itu menguat ya, Euro, pound sterling, yen, itu menguat terhadap dolar walaupun kita sendiri sebagai soft currency malah tertekan terhadap dolar ya. Nah, ini semua karena ketidakpastian tidak ketidak tidak adanya ketidaksetaraan. Seharusnya kan satu currency naik, satu currency lagi juga naik atau turun ya. Ini di sini seolah-olah terpisah ya kan ada dua kubu ya, major currency, soft currencies ya kan. Major currencies menguat terhadap US dollar, soft currenes melemah terhadap US dollar termasuk Indonesia ya. Dan di sini kita jelas bagaimana tanda-tandanya bahwa Trump ini menciptakan ketidakpastian yang sangat dahsyat sampai kita tidak tahu siapapun ekonomun tidak akan paham jalan pikiran si si Trump ini gitu loh kan. Nah, tapi kalau menurut saya at the end of the day dengan tingginya inflasi akibat impor yang kena tarif luar biasa rasa saya rasa jangan harapkan suku bunga rendah ya kan ya. Nah, terutama adalah US E USA yield ya itu bisa naik 80 BSP bahkan 1%. Artinya apa? Bukan tidak mungkin yang namanya ten yield itu balik lagi ke 5% bos. Bahkan ke atas 5%. Nah, itu yang kita lihat tanda-tandanya selama ini. Tapi apakah si Trump akan tetap kekeh dengan dia punya pendirian atau tidak itu kita tidak tahu ya. Bisa juga orang gila ini tiba-tiba di setengah jalan dia balik badan, Bos. 180 derajat. Okelah kita enggak usah perang. Itu bisa loh terjadi. Itu bisa terjadi. Ya, ini orang Heeh. Iya, ini orang kan enggak pernah punya malu gitu loh ya kan ya. Jadi kalau di tengah jalan dia bilang, "Ah gua capeklah. Udahlah udah kudahah batalin aja semua ter itu bisa terjadi, Bos." Dan itu kalau ee apa yang diputuskan detik itu juga harus dituruti, ya. Ini bukan masalah statement, salah ngomong atau apa. Ini presiden loh. Dan ini menyangkut dunia. Gila ya. Betul. Ini ini presiden yang memang sakit. Makanya tadi saya katakan ya, bukan tidak mungkin kita enggak pernah tahu nih misalnya minggu depan kita pikir tensi sudah tinggi sekali dengan Cina ya kan kita lihat pabrik-pabrik di Cina tutup ee masyarakat di di Amerika juga sudah banyak yang turun ke jalan bahkan beberapa negara bagian melakukan protes ya kan kalau enggak salah California sudah melakukan protes kepada Trump ya kan dia tidak setuju dan dia akan bikin kebijakan sendiri entah bagaimana caranya untuk menghilangkan tarifnya si Trump gitu loh ya jadi memang ini sama sekali sudah kaca kadut dan bukan kembali lagi bukan Tidak mungkin ya kan kalau minggu depan atau 2 minggu yang akan datang dia bilang, "Ah gua balik badan aja lah." Oke oke oke. Kita dj semua. Itu bisa terjadi bos. Masih bisa terjadi. Really? Dan ini jadi istilahnya begini kalau dia tetap kekeh in term of index ya saya bilang ya kalau dia tetap kekeh dengan pendiriannya bukan tidak mungkin loh indeks kita jatuh ke 5.000-an ya. Tapi kalau tiba-tiba dia balik badan bukan bukan tidak mungkin juga indeks kita terbang ke atas 7.000-an. Waduh. Jadi semua itu masih sangat memungkinkan ya, Pak Feri ya. Semua sangat mungkin B ini orang he is very unpredictable dengan kelakuannya yang irasional. Kayaknya harus diajak minum sama Pak Feri ini Donald Trump ini. Lama benar loh. Semua, semua orang pusing menghadapi ini orang dan dengan ngototnya dia merasa dia paling benar. Kayaknya kayaknya mesti diajak workshop minggu ini supaya tahu ini kira-kira apa ini kira-kira ngobrolannya. Pak Feri, pertanyaan terakhir karena waktu kita waktu kita cuma setengah jam, kita enggak lama. Jadi sekarang kita lihat nih mata uang yang aman ini. Kalau menurut Pak Feri melihat ini kan sekarang Indonesia rupiah ini melemah nih hancur nih sudah 17.000 mendekati, US dollar juga sudah mulai melemah. Emas katanya sudah mencapai all time high. Sekarang Pak Feri sebaiknya kalau nabung apa sebaiknya ini nabung rupiah atau apa atau euro atau Japanesian atau emas atau gimana? Ini ini menurut Pak Feri gimana? Ada dua skenario yang tadi saya katakan. Skenario pertama adalah Trump tidak akan merubah pendiriannya. Ya kan ya? Nah, kalau Trump tetap kekeh dengan pendiriannya, Goldman Sax atau eh atau eh ada investment bank lain Goldman Sax apa Mary saya tidak tahu yang meramalkan bahwa emas bisa tembus 4.000 per trons artinya masih ada upside potensial 40% loh ya. Jadi ya dengan harga sekarang in case si Trump ini tidak berubah pendirian. Tapi tapi catatan nih, Bos. Kalau dia tiba-tiba 180% balik badan, bukan tidak mungkin juga Mas bisa nyemplung lagi ke bawah 3.000, Bos. Dan harga-harga saham naik. Jadi sekarang sekarang knowing on the back on the back of such a picture, ya kan di balik picture seperti itu bisa A yang ekstrem yaitu tidak merubah sama sekali pendirian. Bisa B yang ekstrem yaitu dia bilang, "Oke, kita damai aja." Nah, ini sama sekali boleh dibilang biner sifatnya nol atau satu ya. Ini sulit sekali ini ngukurnya ya. Tadi seperti katakan in case dia tetap ngotot bukan tidak mungkin harga emas bisa masih upside 40 50% dari harganya sekarang ya. Tapi in case dia bilang, "Oke, kita damai aja, kita cari jalan tengah yang baik." Bukan tidak mungkin harga emas juga balik lagi ke 2.500 peren bisa juga 30% down loh 20% down. Ya, bisa itu terjadi. Semua, semua masih sangat memungkinkan ya. Semua sangat memungkinkan dan dalam extreme case. Wah, ini benar-benar yang bisa terjadi itu sangat ekstrem. Pilih gimana, Pak? Pak Toni, Pak. Saya kok ngeri-ngeri sedap ini dengar statementnya Pak Feri ini. Ini ini saatnya buat orang-orang yang suka judi nih, gambling. Iya kan? Karena outcomesnya iya outcomes-nya cuman dua, yes or no gitu loh. Ya kan? Kalau yes ya kan, you can make a lot of money. Misalnya, ya kan orang yang berani gambling pasar modal misalnya gua gambling lah, gua beli saham yang udah drop ya kan. Whatever will be will be ya kan. In case sit bilang balik badan gua enggak, gua cuan berat gitu kan. Tapi sebaliknya ya kan in case si Trump ini enggak ada tanda-tanda balik badan ya bisa juga get band berat gitu loh. Oke. Saya justru berpikir ada skenario yang berbeda lagi. Iya silakan silakan. Ini si Trum ini ada kemungkinan kalau semakin ngawur itu dia bisa mencet jerum poal dan dia paksain itu ee apa namanya walaupun inflasi muncul dia paksain untuk turunin suku bunga dan kalau terjadi saya berpikir pasti akan terjadi antras terhadap Amerika dan kalau sampai terjadi antras maka kalau menurut kondisi seperti di Turki itu ee mata uangnya habis, hancur, terjadi devaluasi. Kenapa saya memikirkan seperti itu? Karena Trump itu pernah mengatakan bahwa dia ingin ngancurin US dollar. Dia ingin US dollar turun. Nah, salah satu caranya ini bisa dilakukan. Gimana menurut kamu, Bro? Ini US dollar itu tidak bisa dihancurkan, Bos. Ya kan? Pertama adalah kalau dia menghancurkan US dollar, dia menghancurkan ekonominya. Karena apa? utangnya sangat besar dalam US dollar ya kan semua adalah negara-negara yang mempunyaai trade surplus yang memberikan utang kepada government Amerika nah kalau sampai semua kabur dari US dollar dia mau nyetak duit dari mana dia mau ngambil dia mauy nyetak duit dari theat itu akibatnya inflasi dan orang semakin menghindari dolar kan begitu ya dia akan kelabakan dan mati sendiri kesepian dia ya kan karena semua meninggalkan Amerika ya kan ya jadi itulah distras yang paling besar ongkosnya untuk ee kebijakan macam itu gitu loh ya. Saya juga tidak yakin dia bisa menekan defet sedemikian rupa karena basically eh secara undang-undang itu seharusnya antara government dan the dua institusi yang sama levelnya gitu loh. Walaupun memang prosedur pengangkatannya disetujui oleh presiden gitu kan ya kayak gitu-gitu ya. Jadi saya enggak yakin si Trump bisa istilahnya mengobok-ngobok si e Pawel dengan gampang gitu kan. Karena pada dasarnya Pel sama Trump itu sejajar kedudukannya ya. sama-sama presiden lah ya istilahnya yang satu government, yang satu bank sentral gitu loh ya. Tapi gini aja, kita ambil satu ee skenario yang masuk akal. Yang masuk akal seperti tadi saya katakan ya kan bisa juga dia di tengah jalan dia bilang, "Oke, kita damai, kita cintai, ya kan usulan lu apa, let stock dan itu positif bos ya kan. Ya, itu akan terbang itu market tuh ya juga gold mungkin bakal sedikit under pressure ya kan ya. Nah, selebihnya sebaliknya kalau dia bilang tidak ada tanda-tanda saya akan damai dengan siapapun juga saya tetap kek dengan itu bisa parah bos. bisa terjadi global crisis, ya kan. Kita harus siap-siap be ready for that ya kan ya. Sebab ini semua tokoh-tokoh ekonom-ekonom kelas-kelas Nobel yang ngomong ya, bukan kelas-kelas gang buncit situ ya. Jadi ini kelas-kelas Nobel seperti Jeff ya kan ya. Itu udah kaing-kaing ya kan. Terus kembali lagi eh siapa e ST itu semua tokoh ekonom-ekonom kelas berat dunia yang berbicara bahwa ini orang-orang gila ini presiden yang akan mengembalikan Amerika ke great depression. Nah, kalau Amerika sampai mencapai great depression, apalagi yang lain, Bos. Ya kan begitu, ya kan sebagai kekuatan dunia, ya. Jadi ini dua dua ee biner, ya. Skenario biner nol atau satu. Nol adalah kembali lagi kalau dia tetap ngotot, ya kan, sehingga market akan drop, ya kan, global ekonomi akan melalui melalui mengalami krisis. Tapi sebaliknya kalau tiba-tiba orang gila ini balik badan, bukan tidak mungkin dia bisa berlaku seperti itu karena dia tidak orang ini enggak pernah punya malu kayaknya ya kan untuk balik badan sekejap gitu kan ya. Nah, ini bakal boleh gitu. Nah, sekarang gini Pak Feri. Sekali lagi seperti eh podcast kita yang lalu, orang-orang kaya, orang-orang sukses mencintai krisis. Itu saya selalu bilang mereka mencintai krisis. Pak Feri. Kira-kira dari peluang opportunity seperti ini, hari Minggu besok ini tanggal 26-27 April, Heeh. eh kita bertiga akan ada workshop yang mana workshop ini membahas apa opportunity bagaimana membaca company valuation kemudian apa yang bisa dipetik dari tsunami-tsunami ekonomi seperti ini. Termasuk peluang apa yang bisa dipelajari dari presiden yang dalam tanda kutip agak sedikit sinting dari Amerika ini. Apa yang bisa dipetik? Peluang apa? Karena kita tahu di tahun 1998 meskipun Indonesia terkena krisis ekonomi tapi banyak miliarder kaya baru yang lahir tahun '98. Betul. Nanti kita bahas ya, Pak Candra. Nanti kita akan bahas bahasnya top down juga ya dari masalah makroekonomi internasional global ya kan ee makrod domestik ya kan ee masalah perdagangan dunia, masalah kebijakan sitram yang enggak masuk akal ya kan dan segala macam sampai kepada masalah bisnis valuation atau company valuation ya kan ya. Nah, itu komplit kita kasih ya menunya selama 2 hari itu ya belajar company valuation top down approach dari makro mikro industri sampai kepada bisnis entity itu sendiri. Nah, ini ilmu yang sangat mahal Pak karena ee Bapak kuliah pun ee 4 tahun belum tentu dapat ilmu ini loh. Ya kan? Bahkan sampai S2 pun saya enggak yakin dapat gitu loh. Karena yang saya berikan ini adalah benar-benar practical experience semua serba praktis ya. Saat semua peserta harus membawa laptop karena saya berikan dalam bentuk Excel ya. dengan juga real data. Jadi sama sekali seperti seorang analis, Anda bekerja di dalam workshop tersebut tidak ada teori-teorian pure practical ya kan. Walaupun teorinya ada, tapi itu tidak kita gunakan untuk ee berkhayal-khayal tentang teori, tapi bagaimana mempraktikkan teori itu ke dalam praktik ya, ke dalam dunia nyata ya kan? Itu saya kasih komplit nanti 2 hari 2627. Berarti di tanggal 2627 besok itu kita juga selain belajar semua yang tadi Pak Feri sampaikan, kita juga bisa melihat opportunity ya. Apa yang terjadi dengan keadaan ekonomi global saat ini yang serba tidak menentu. Apalagi tadi statement dari Pak Feri yang mengatakan kalau seandainya Trump bisa balik badan, Pak Feri akan mengajarkan skenario-skenario tersebut. Jadi kalau plan A itu apa, plan B itu apa, kurang lebih begitu sehingga kita bisa mengambil opportunity dari crisis ini gitu ya, Pak Feri ya. Kurang lebih ya. Bagaimana dengan Pak Toni? Ya, nanti ee kita akan sharing-sharing. Saya juga akan berbagi mengenai gimana caranya menata manajemen keuangan supaya kita pada saat investasi itu bisa cuang, Pak. Oke, siap, Pak Feri. Pak Feri, kira-kira eh saya ini sudah sering ikut nih workshop company valuation dari guru-guru yang lain. Apa yang membedakan workshop-nya Pak Feri ini di pelatihan merdeka ini dengan company valuation ini dengan guru-guru yang lain tanpa kita harus merendahkan ee ee teori daripada guru-guru? Beda, beda, beda, beda sekali, Pak ee Candra ya. yang saya berikan kembali lagi hal-hal yang sangat praktis. We deal with numbers, dengan real data, dengan real world, tidak ada omon-omon, tidak. Bahkan saya tidak memberikan PPT ya. Semua orang harus bawa laptop dan saya akan kasih file Excel-nya. Jadi kita langsung bekerja dengan Excel bisa menghitung dan harus bisa menghitung dengan formula-formulanya, matriks-matriksnya yang selama ini tadi saya katakan Anda 4 tahun pun kuliah S1 manajemen keuangan tidak dapat dari apa yang saya berikan kepada Anda semuanya dalam 2 hari ya sang sama sama sekali praktikal dan setelah ee selesai workshop itu Anda di rumah bisa melakukan eksperimen sendiri dengan data real yang Anda download dari website yaitu laporan keuangan emiten-emit itu garansi saya, Pak. Jadi berbeda sekali dengan ee guru-guru yang lain yang masih tetap mengajarkan teori dengan segala macam formulanya. Saya langsung kerja dengan Excel. Kenapa Pak Feri bisa punya kelebihan itu? Artinya apakah itu murni pengalaman Pak Feri atau memang jam terbangnya Pak Feri? Kombinasi kombinasi antara academic background saya di mana saya merasa ah ini academic background terlalu banyak teorinya. Lantas saya sebagai analis di pasar modal, saya bekerja dengan kenyataan dengan trial word. Lantas saya gabungkan keduanya. Jadilah apa yang akan saya berikan nanti dalam workshop, Pak. Jadi praktis sekali. Kalau orang yang ee dari awal enggak begitu paham tentang pasar modal, enggak paham tentang saham, bisa ngikutin juga enggak masalah. Enggak masalah. Saya garap dari 0.0. Dari kilom 0 saya garap sampai km 100. ya kan enggak masalah orang yang latar belakangannya antropologi pun sejarah pun dokter kedokteran bisa ikut kok karena saya guiding pelan-pelan ya dari A sampai Z gitu kan ya enggak ada masalah limit waktu di saya ya mau sampai jam 10 malam 12 malam juga silakan wah keren yang terpenting yang penting berikan apa yang Pak Feri suka gitu ya ceritanya ya asik Pak Feri. Terasa obrolan kita sudah sudah saya siapkan obrolan kita sudah menyentuh 30 menit ini Pak Feri. Kalau sudah ngobrol sama Pak Feri ini kayaknya setengah jam itu enggak terasa sama sekali. Baik, sebentar lagi kita akan ada live streaming, kita akan ada tanya jawab. Tapi sekian dulu video kita membahas tentang perang dagang Amerika dan China kali ini serta efeknya bagi global dunia serta opportunity apa yang kita bisa petik dari krisis global dunia ini serta eh potensi great depression serta kegilaan Presiden Amerika terpilih ini. Apa opportunity yang bisa kita petik? Mau mau habis habis mau jadi jadi gitulah kurang lebihnya ya. kita akan bisa belajar banyak dari sini, Pak Feri. Eh, mungkin sekian obrolan kita di Level Up Podcast kali ini. Terima kasih atas waktunya dan kita nanti akan sambung kembali di acara eh streaming dan kita akan tanya jawab di situ. Terima kasih juga Pak Toni atas waktunya dan demikian sharing singkat kita tentang makroekonomi, tentang ee ekonomi global, tentang perang dagang Amerika dan China. Sukses untuk kita semuanya. Kita tutup dengan salam hebat luar biasa. Terima kasih. Yeah.
Resume
Categories