File TXT tidak ditemukan.
Emas, Dolar, Atau Rupiah? Sandiaga Uno Menjawab Cara Menjaga Harta Saat Ekonomi Gelap!
Par23uvaUbc • 2025-05-02
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Nah, ini kita sedikit nyinggung danantara ini, Pak. Nggih. Iya. Oh, itu sahabat saya lagi memimpin. Nah, saya lihat Pak Sandi memang tidak di lingkaran pemerintahan. Iya. Iya, kan tidak di lingkaran kekuasaan. Tapi jangan-jangan bangsa Andi ngendaliin memang kan itu harus segera dibantah itu. Karena walaupun ee Pak Erik kira-kira menurut Bang Sandi saat ini lihat kondisi rupiah yang sudah 17 perleman ini kan merupakan bagian yang disengaja atau mendorong sektor pariwisata meningkatkan ekspor atau gimana? Dan apakah ini benar jika rupiah kondisi seperti ini itu secara langsung signifikan menguatkan sektor pariwisata dan ekspor kita? Tolong dong, Bro. Sudah pasti enggak disengaja ini pertanyaan model apa lagi? Apa itu ya? Jadi ini, tapi kenapa dengan rupiah kok? Nah, ini dolar melemah rupiah yang mestinya menguat. Iya. dibandingkan dolar karena dolarnya melemah ini ikut juga melemah. Sahabat SP30, salam hebat luar biasa. Kali ini Lel podcast kedatangan tamu kembali setelah 4 tahun tidak mampir ke channel kami. Waduh, waduh, waduh, waduh. Nah, kangen, kangen, kangen, kangen. Jadi kenapa sudah tidak lama mampir? Karena kita tahu beliau lagi sibuk di pemerintahan. gih saat ini beliau tetap sibuk tapi tidak sesibuk sama yang lalu makanya bisa saya culik ke channel Success Beforti kembali welcome back thank you di one and only oli cllaken Indonesia Bang Sandiaga Salahudin Uno, apa kabar Bang Sandi? Baikbaik terima kasih SB30 Om CPN dan Pak Toni. Iya kali ini hostnya berdua kali ini berdua. Nah, dan selamat untuk Pak Toni yang dulu belum punya channel sama sekali. Sekarang channel-nya telah mendapatkan dukungan banyak subscribers. Sudah di atas 200.000. Insyaallah semoga semakin bisa menginspirasi. Keren. Keren. Nah, apa yang mau kita bahas setelah yang satu ini? Welcome to Success Before Tury Level Up Podcast. [Musik] Bang Sandi ini sudah lama enggak mampir ini. Kangen ini. Saya banyak pertanyaan di otak saya ini, Bang Sandi. Kira-kira kalau jujur ya ee di pemerintah sama enggak di pemerintah ini jadi pengusaha sama di pemerintah ini stres mana sih? Em di pemerintahan itu ee karena kita memegang amanah ya waktu di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu stakeholder-nya konstituennya itu 50 juta jiwa. Jadi 25 juta di ee 17 subsektor ekonomi kreatif, 25 juta di 13 ee subsektor pariwisata. Ini semuanya menggantungkan kehidupannya. Betul. ee terhadap kebijakan kita yang bisa mampu untuk menggerakkan ee sektor yang waktu itu sedang terpuruk ee diakibatkan COVID. Jadi tentunya kita harus ee berikan yang terbaik yang kita miliki kepada ee masyarakat pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ee alhamdulillah saya bisa melalui itu. Sekarang saya balik lagi di dunia usaha, balik bisnis. Iya. ee dan sudah tidak di pemerintahan sekarang ini ya. Alhamdulillah ee hidupnya bisa lebih banyak waktunya untuk ee membangun usaha, menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja ee hadir kembali di podcast SB30. Benar. Benar. Ee dan yang saya sangat syukuri adalah saya bisa punya banyak waktu juga untuk mentoring ee dari ee anak-anak muda ingin mulai usaha, emak-emak yang UMKM-nya sekarang menghadapi perlambatan ekonomi dan tantangan ee situasi yang melambat. Betul. Nah, ini karena saya sekarang sudah di luar pemerintahan lebih banyak waktu, lebih banyak fleksibilitas. saat ini ya. Berarti dengan kata lain lebih lebih kalau secara tekanan harusnya di sektor swasta tidak lebih berat daripada di pemerintah. Karena itu tanggung jawab moril serta tanggung jawab angka. Betul ya. Nah, ini kita sedikit nyinggung dan antara ini Pak. Nggih. Iya. Oh, itu sahabat saya lagi memimpin. Nah, saya lihat Pak Sandi memang tidak di lingkaran pemerintahan. Iya. Iya kan? Tidak di lingkaran kekuasaan. Tapi jangan-jangan bangsa Andi ngendaliin memang kan itu harus segera dibantah itu. Karena walaupun ee Pak Erik ee itu keluarganya mitra saya di bisnis, Pak Rosan itu Iya. teman saya dari masa remaja. Kami ini satu bangku selama 3 tahun di SMA. Benar. Benar. Sekolah di Amerika juga berdekatan. Benar. Benar. Benar. Eh, jodohnya Pak Rosan itu Mbak Nur yang e ngenalin. Oh, gitu ya. Iya. Jadi, e Ibu Tug itu Bu Heni Ayu Heni Rosan itu yang ngenalin tuh Mbak Nur waktu itu. Dan ee kita anak saya menikah yang menjadi ee saksi wali itu Pak Rosan waktu itu jadi dubes di Amerika. Jadi kami ini sangat dekat. Tapi kita memastikan bahwa hubungan profesional ee dan menghindari benturan kepentingan selama dia menjabat di Danantara. He. Per hari ini nih dia sudah menjabat ee sekian bulan. Saya belum pernah ketemu beliau. Oke. Jadi kalau saya ada lihat berita yang rata-rata berita yang Iya. Ee mungkin yang bisa memberikan masukan ke dia bukan asal Bapak senang gitu. Karena saya kan teman ya. Saya bilang apa adanya gitu. Saya suka kirim ke dia. Dia terima kasih, Bos. Gitu. A suka gitu, "Thank you, brother gitu." Tapi enggak pernah ada ee diskusi apalagi memberikan masukan mengenai kebijakan atau mengenai ee SDM yang akan ditempatkan. Enggak sama sekali. Iya, itulah klarifikasi Bang Sandi ya. Jadi netizen jangan kepok ya. Oke, kita sedikit bicara soal postingan yang lebih viral di Malaysia. Waktunya berhibur ke Indonesia selagi murah gitu kira-kira. Menurut Bang Sandi saat ini lihat kondisi rupiah yang sudah 17 perleman ini kan merupakan bagian yang disengaja atau mendorong sektor pariwisata meningkatkan ekspor atau gimana dan apakah ini benar jika rupiah kondisi seperti ini itu secara langsung signifikan menguatkan sektor pariwisata dan ekspor kita tolong dong Bro sudah pasti enggak disengaja ini pertanyaan model apa apa itu ya jadi Ini mesti dilihat nih double loh. Karena dolar itu itu kan turun nilainya dibandingkan mata uang dunia lainnya. Karena kebijakan Trump kan. Jadi dolar itu dibandingkan dengan mata uang lain misalnya Jepang ee mata uang euro dan lain sebagainya. Ee ponserling dolar tuh melemah. Dolar melemah. Tapi kenapa dengan rupiah kok? Nah ini dolar melemah. rupiah yang mestinya menguat dibandingkan dolar karena dolarnya melemah ini ikut juga melemah. Nah, nah ini sehingga terhadap mata uang lain kita double, Pak. Jadi kita double WMI itu yang disebut sebagai double WMI. Tapi saya melihat bahwa ini temporary karena memang ee tekanan dari situasi ee perekonomian global, geopolitik, perang dagang dan juga ada ee situasi internal. Jadi eksternal dan internal di Indonesia yang ee sekarang ini menjadi ee PR buat pemerintahannya Pak Prabowo dan ee saya ini justru kesempatan buat kita untuk ee melihat bahwa volatilitas, uncertainty, complexity, ambiguity ini kan fuka era ya. E mirip 98 enggak sih? Ee beda banget. Beda banget. 98 itu kita jauh posisinya dibanding sekarang. kita ini sekarang ee posisinya ada di pertumbuhan yang masih ee 4,5% lah. Ee ini dibandingkan negara G20 masih sangat baik. Kita masih ngelihat ee posisi hutang kita walaupun terus harus kita monitor, kita harus pastikan bahwa ee tidak memburuk. yang menjadi PR situasi fiskal ee karena penerimaan negara turun anjlok dan ini harus dijelaskan kenapa mungkin sistem perhitungan ada sistem baru atau ada pelemahan komoditas. Nah, saya melihat bahwa ee justru dengan posisi rupiah sekarang ini akan memperkuat ee ekspor kita. ee kita harus segera mendiversifikasi pasar kita karena di tengah-tengah perang dagang ini kita harus mungkin mencari friend shoring ya. Jadi teman-teman kita yang bisa kita ajak ee untuk ee bagaimana mengarungi di tengah badai ini ee dan juga kalau kita lihat ee mengembalikan kembali daya beli masyarakat karena ekonomi kita kan konsumsi. Ini Pak Toni ahlinya nih konsumsi dan bagaimana konsumsi ini ee masyarakat kita tetap memiliki ee kepercayaan ee yang tinggi terhadap ekonomi kita sehingga ekonomi kita bergerak terbuka peluang usaha dan lapangan kerja. Nah, memang pariwisata menjadi menarik karena ke Indonesia kan oh kalau dihitung murah ya dihitung terhadap dolar jadi lebih murah, dihitung terhadap rupiah lebih diskun lagi. Jadi untuk ee teman-teman saya di Kementerian Pariwisata yang sekarang bertugas ini kesempatan emas. Bagaimana kita memasarkan walaupun kita mencari quality tourism, H pariwisata yang berkualitas. Iya. Bagaimana caranya? kan mereka spend sekitar 2.000 lebih i setiap kunjungan ke Indonesia. Iya. Iya. Ini bisa kita ambil segmen ini, kita pasti balikkan ee selama ini pasar yang diambil oleh Thailand dan ee Vietnam dan Malaysia ini ee untuk Indonesia bisa mencapai 17 juta wisatawan mancanegara yang berkualitas. Dan ee menurut saya bahwa ee kesempatan ini juga bisa kita perkuat ee bagaimana kita melakukan ee bauran kebijakan yang lebih akan meningkatkan ketangguhan ekonomi kita. He misalnya Pak Prabowo kemarin di tengah-tengah ee badai eh Liberation Day. Liberation Day itu kan langsung melontarkan ide yang sangat cemerlang seperti bagaimana kita menghapus sistem kuota yang selama ini justru memberatkan dan membuat ekonomi kita tidak efisien karena hanya menguntungkan segelintir orang. Kalau memang petani ingin dilindungi, kita lindungin petaninya. Tapi sistem kuota ini memang sudah dibahas berkali-kali dan ee mungkin ini kesempatan yang baik. Oke. Terus beberapa regulasi-regulasi yang menghambat investasi karena investasi ini harus diharapkan menjadi motor ee lokomotif pembangunan kita. Karena selama ini kan konsumsi yang ee pertumbuhan ekonomi kita ini 50% iya 50% lebih, Pak. Iya. Nah, ini harus kita seimbangkan karena negara-negara lain yang berkembang ee konsumsinya itu mungkin antara 30 40% investasinya itu 20 30 sampai ada yang di atas 30%. Iya. Iya. I sisanya tentunya ekspor impor dan eh spending. Nah, bagaimana menurut Bang Sandi? Saat ini kan terjadi pelemahan daya beli masyarakat ya, Bang ya. Nah, karena dampak daripada pengetatan anggaran. Nah, ini kira-kira akan mempengaruhi banget enggak dari konsumsi dalam negeri ini dan PDB kita takutnya turun gitu Pak. Jadi gini, Om Toni. Em pemerintah ini kontribusinya kepada pertumbuhan kita kan kalau dilihat government spending ee G-nya itu kan enggak sampai mungkin berapa 10% gitu ya. 10% plus minus gitu. Jadi kalau ada ee tuduhan seperti itu ee saya meyakini bahwa agregat ee APBN kita kan enggak berubah bahwa memang ada 30% ee pengetatan tapi ada realokasi ke ee program-program lain yang lebih berdampak kepada masyarakat. Nah, ini harus dijelaskan ee kepada masyarakat bahwa he dari agregat enggak ada loh pengurangan belanja pemerintah. Yang ada itu hanya realokasi yang kita harapkan justru mendukung beberapa program-program unggulan dari ee Presiden Prabowo Subianto. Jadi menurut saya ee bahwa saya di pengalaman di pemerintah sudah 10 tahun ya, di Pempr pernah, di ee kementerian pernah. rata-rata itu 30% dari anggaran itu adalah anggaran yang ee tidak efisien, ineficient spending, spendingnya enggak berkualitas. Jadi ini justru menjadi tantangan dengan ee pengealokasian dari 30% ini ke program yang lain. Kementerian lembaga ini, pemerintah provinsi, pemerintah daerah berbenah sehingga kualitas daripada spending mereka ini meningkat dan lebih bermanfaat bagi masyarakat. Bagaimana membalikkan daya beli? Dulu di zaman Pak SB sudah dilakukan dan berhasil yaitu waktu ada subprime Pak SBY subrime borgage Pak SB melihat ee ada perlambatan ekonomi dan penurunan daya beli. Pak SBY menginject ee kebijakan yang memperkuat daya beli kelas menengah kita. Ada program-program cash transfer. ee Pak Hibri itu banyak banget ngomong waktu itu. Jadi ada program Iya, program BLT, tapi BLT-nya ditambah dua kali 300 kalau enggak salah tambah R600.000 dan itu berhasil membalikkan tuh. Saya ada satu sesi waktu itu saya ada di Komite Ekonomi Nasional Ken sama Pak CT ini tujuannya adalah untuk membalikkan tadinya downward spiral turun ke bawah tapi dengan adanya uang di kantong orang jadi confident dan dia mulai spending. Begitu spending ekonomi bergerak. Begitu ekonomi bergerak terbuka peluang usaha. Begitu terbuka peluang usaha lapangan kerja tercipta. Begitu ada lapangan kerja, pendapatan meningkat dan akhirnya ada spending. Nah, inilah memutar kembali ee dan membalikan keadaan momen waktu Pak Jokowi during COVID, Pak Jokowi melakukan Kartu Prakerja dan itu sangat efektif mentraining sekitar 10 juta lebih masyarakat kita yang pada saat itu terpuruk keadaan ekonominya, tidak memiliki pendapatan, kehilangan lapangan kerja. mereka dapat kesempatan training terus dikasih uang. Nah, itu program yang sangat sukses dan menjadi acuan dari beberapa negara yang belajar bagaimana Indonesia bisa keluar ee dari ee situasi COVID-19. Nah, sekarang kesempatannya Pak Prabo ini ee sudah ada program-program Bansor tapi itu lebih mengarah kepada yang ee terbawah ya di bottom of Pyramid. Nah, kelas menengahnya ini yang kemarin sempat anjlok ini harus dibalikin mereka bagaimana bisa PD kembali terus akhirnya meningkat ee pendapatannya dan itu konsepnya tidak lain dan tidak bukan adalah pemberdayaan UMKM. Iya. I ee penguatan ekonomi akar rumput. Koperasi itu bagus tapi harus dipastikan jangan sampai salah kelola. Iya. I. Nah, jadi kalau saya lihat ini peluangnya mumpung keadaan seperti ee falling market e marketnya seperti ini. Ini kesempatan kita berbenah dan gunakan don't waste a very good crisis. Karena crisis itu pasti akan ada eh silver lining-nya, akan ada peluangnya di balik eh krisis tersebut. Setuju orang sukses itu mencintai crisis? Yes. Some some of my best investments is made during crisis. Nah, justru itu dia. Makanya sekarang saya ada sedikit pertanyaan. Kira-kira kalau saat ini ini to the point aja enaknya nyimpan apa ini Pak Sandi? Emaskah atau mata uang asing kah? Pokoknya gini loh, Pak Sandi ini yang saya tahu dari podcast kita yang lalu kan lahir di saat krisis. Nah, dan sekarang ini saya tadi sudah sempat spill orang sukses mencintai crisis. Jadi dengan kata lain, Pak Sandi ini mencintai krisis. Betul ya? Karena krisis kan sempat masuk force orang ke-37 terkaya di Indonesia. Itu dia sebelum masuk politik calon RI2. Iya yang kecepatan 5 tahun. Kecepatan 5 tahun. Bijak Pak Sandi. Jadi enaknya ngapain ini kita waktu saat krisis kini kita masih punya uang nyimpannya di mana? He. Pertama, bersyukur. Ah, itu dia. Orang lagi krisis gini, kita masih pegang uang, kita harus bersyukur. Oke. Dan yang kedua, bersabar. Bersabar. Karena investasi ini sekarang kita harus sangat hati-hati karena bergejolak. He. Nah, jadi kita jangan ikut-ikutan. H kemarin pada ngantri emas. Emas itu naik sekarang menjadi berapa? Ee 3.200 3.400. 3400 per trunces. Jangan ikut-ikutan, tapi gunakan kesempatan ini untuk mengevaluasi. Saya selalu bilangnya stay invested tapi take some risk of the table. Jadi kita volatilitas ini jangan dilawan. Ini ibarat lagi ada ombak gede gitu, kita jangan ngelawan ombak dan arus. Ini kita akan ee terseret ya. Oleh karena itu, kita cari tempat yang lebih tenang, oke, lebih stabil. Dan menurut saya, saya percaya sama Indonesia. Jadi, karena saya percaya sama Indonesia, surat hutang yang dikeluarkan pemerintah Indonesia ini, terutama yang eh currency-nya US Dollar, ini merupakan safe even menurut saya. Safe even. Safe even. Jadi, em ee kan pemerintah mengeluarkan suku dan lain sebagainya. eh Indonesia government bond yang US dollar denominated itu menurut saya eh yang paling safe. Nah, ada yang suka ee beli emas physical, tapi saya juga pikir gimana nyimpannya gitu loh. Tapi ada juga yang beli ya sudah beli ee emas digital ya. Ee itu ada juga yang melakukan karena emas itu selalu menjadi em sasaran di saat ee risiko meningkat. He. Kalau inflasi meningkat atau volatilitas meningkat ee selalu yang menjadi investasi yang tepat itu adalah emas. Ada juga yang long shot, dia cari perusahaan yang konsentrasi ee usahanya itu ada bergerak di bidang ee yang berkaitan dengan emas. Hm. MDK contohnya, Bang. Itu benturan kepentingan. disclosureos disclosure saya em walaupun emas tetap menjadi aset lindung nilai atau safe haven atau menjadi good hedge ee dan perusahaan-perusahaan itu juga kinerjanya juga bagus tapi saya enggak bisa ee mengusulkan karena itu adalah di dalam portfolio saya. Nah, ini menarik. Jadi Pak Sandi ini lahir di saat krisis. Iya. Kita pengin belajar sama Bang Sandi ini. Iya. Betul ya, Pak. Kita culik ya, Pak. Iya. tanggal 31 Mei besok sama 1 Juni i itu kita ada workshop. Iya. Kebetulan workshop kami berdua I itu tentang wealth management ya, Pak. Iya. Tapi kayaknya kurang kalau ibaratkan makan makan soto tanpa garam gitu kalau enggak ada Bang Sandi gitu. Pak Candra sebetulnya saya ini sudah gatal mau tanya sama Bang Sandi mau ngejar nih kira-kira yang saat ini peluang terbaik itu apa? Tapi saya bahwa peluang yang terikwaktu podcum 30 menitak bisa. Nah, perlu waktu yang cukup panjang gitu. Sahabat SP30 pengin enggak belajar sama Bang Sandi langsung? Kita kebetulan mengundang dengan hormat di podcast ini. I Bang Sandi bersedia ya hadir di workshop kami ya. Insyaallah. Yes. Catat tanggalnya 31 Mei sampai 1 Juni. Langsung klik link di deskripsi sekarang juga untuk Anda jangan sampai ketinggalan. Nanti Anda akan belajar dari Bang Sandi langsung apa yang beliau smell, apa yang beliau sense waktu crisis di 98. Padahal kita ingat di podcast yang lalu sampai menggadaikan perhiasan istri. Tapi beliau dari saat itu menjadi terbang dan jadilah figur Pak Sandi saat ini ya. dan enggak perlu waktu 15 tahun jadi salah satu orang terkaya di peluang. Kalau Anda mau tahu peluangnya, Anda jangan sampai ketinggalan. Kalau ini FOMO boleh ya, Pak? Oh, iya dong. Ini harus FOMO ya. Ini harus FOMO tanya ke masternya. Harus iya saya pun gatel kepengin tanya, Pak. Dan saya pastikan di situ saya akan kulik habis Bang Sandi. Bang Sandi kan tadi ngomong bersabar dan bersyukur. Iya, bersabar dan bersyukurlah sampai tanggal 31. Setelah 31 silakan diculik dan kita langsung up to date. Kita tidak akan bongkar podcast hanya di workshop. Y, Bang Sandi nanti di workshop silakan apa yang Bang Sandi lakukan waktu crisis tersebut dan apa sense apa yang Bang Sandi lakukan sehingga tips-tips apa yang membuat mereka akhirnya bisa menyusul Bang Sandi berikutnya. Betul. Nah, kurang lebih gitu ya. Siap. Sebagai penutup ada kira-kira statement penutup Sandi kepada sahabat SB3 Blu. sebagai ee sahabat SB30 dan sahabat CPN dan eh Pak Toni saya terima kasih ee sudah diundang di podcast ini dan nanti pas workshop kita akan banyak ee lebih berbicara yang mendetail. Ee tapi saya yakin di balik setiap krisis ada peluang. Yes. Ee apakah itu untuk mendiversifikasi ee pasar kita, portfolio kita? bagaimana kita melihat selama ini hanya ke Amerika ee ada juga China, tapi kan juga ada negara-negara besar lainnya di Afrika, Brazil, Rusia, India. Ee ini perlu kita pelajari dan saat krisis ini adalah saat yang terbaik untuk belajar. Jadi invest in yourself itu yang sebelum kita invest di yang eh lain-lain, di instrumen, invest in yourself. ilmu itu itu is the best investment dan upgrading skill ini saat eh sekarang harus dilakukan. Jadi buat yang ee bingung untuk melakukan apa saat krisis bisa ikut workshop-nya. Itu bagian daripada invest in yourself. Dan untuk situasi yang dipicu oleh Presiden Trump dan juga perang dagang itu kita sikapi tentunya dengan ee bijaksana. kita jangan terlalu membuat kebijakan yang terburu-buru. kita buka peluang ee untuk kita mengevaluasi dan kita percayakan kepada Presiden dan menteri menterinya akan bekerja dengan baik untuk memastikan bahwa ekonomi ee kita akan ee ditangani secara ee hati-hati dan tentunya beberapa bidang usaha seperti energi energi baru terbarukan, agribisnis, logistik, ee ekonomi kreatif, pariwisata ini sekarang Sekarang justru saat-saatnya kita melihat peluang di sektor-sektor e yang bisa membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Thank you, Bang Sandi, closing statementnya dan sampai jumpa di workshop tanggal 31 Mei dan 1 Juni. Anda akan belajar banyak invest in yourself. Terima kasih dan kita tutup dengan salam hebat luar biasa. Yeah.
Resume
Categories