File TXT tidak ditemukan.
Emas, Dolar, Atau Rupiah? Sandiaga Uno Menjawab Cara Menjaga Harta Saat Ekonomi Gelap!
Par23uvaUbc • 2025-05-02
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Nah, ini kita sedikit nyinggung
danantara ini, Pak. Nggih. Iya. Oh, itu
sahabat saya lagi memimpin. Nah, saya
lihat Pak Sandi memang tidak di
lingkaran pemerintahan. Iya. Iya, kan
tidak di lingkaran kekuasaan. Tapi
jangan-jangan bangsa Andi ngendaliin
memang kan itu harus segera dibantah
itu. Karena walaupun ee Pak Erik
kira-kira menurut Bang Sandi saat ini
lihat kondisi rupiah yang sudah 17
perleman ini kan merupakan bagian yang
disengaja atau mendorong sektor
pariwisata meningkatkan ekspor atau
gimana? Dan apakah ini benar jika rupiah
kondisi seperti ini itu secara langsung
signifikan menguatkan sektor pariwisata
dan ekspor kita?
Tolong dong, Bro. Sudah pasti enggak
disengaja ini pertanyaan model apa lagi?
Apa itu ya? Jadi ini, tapi kenapa dengan
rupiah kok? Nah, ini dolar
melemah rupiah yang mestinya menguat.
Iya. dibandingkan dolar karena dolarnya
melemah ini ikut juga melemah.
Sahabat SP30, salam hebat luar biasa.
Kali ini Lel podcast kedatangan tamu
kembali setelah 4 tahun tidak mampir ke
channel kami. Waduh, waduh, waduh,
waduh. Nah, kangen, kangen, kangen,
kangen. Jadi kenapa sudah tidak lama
mampir? Karena kita tahu beliau lagi
sibuk di pemerintahan. gih saat ini
beliau tetap sibuk tapi tidak sesibuk
sama yang lalu makanya bisa saya culik
ke channel Success Beforti kembali
welcome back thank you di one and only
oli cllaken
Indonesia Bang Sandiaga Salahudin Uno,
apa kabar Bang Sandi? Baikbaik terima
kasih SB30 Om CPN dan Pak Toni. Iya kali
ini hostnya berdua kali ini berdua. Nah,
dan selamat untuk Pak Toni yang dulu
belum punya channel sama sekali.
Sekarang channel-nya telah mendapatkan
dukungan banyak subscribers.
Sudah di atas 200.000. Insyaallah semoga
semakin bisa menginspirasi. Keren.
Keren. Nah, apa yang mau kita bahas
setelah yang satu ini?
Welcome to Success Before Tury Level Up
Podcast.
[Musik]
Bang Sandi ini sudah lama enggak mampir
ini. Kangen ini. Saya banyak pertanyaan
di otak saya ini, Bang Sandi. Kira-kira
kalau jujur
ya ee di pemerintah sama enggak di
pemerintah ini jadi pengusaha sama di
pemerintah ini stres mana sih?
Em di pemerintahan itu ee karena kita
memegang amanah ya waktu di Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu
stakeholder-nya konstituennya itu 50
juta jiwa. Jadi 25 juta di ee 17
subsektor ekonomi kreatif, 25 juta di 13
ee subsektor pariwisata. Ini semuanya
menggantungkan kehidupannya. Betul. ee
terhadap kebijakan kita yang bisa mampu
untuk menggerakkan ee sektor yang waktu
itu sedang terpuruk ee diakibatkan
COVID. Jadi tentunya kita harus ee
berikan yang terbaik yang kita miliki
kepada ee masyarakat pemangku
kepentingan di sektor pariwisata dan
ekonomi kreatif. Ee alhamdulillah saya
bisa melalui itu. Sekarang saya balik
lagi di dunia usaha, balik bisnis. Iya.
ee dan sudah tidak di pemerintahan
sekarang ini ya. Alhamdulillah ee
hidupnya bisa lebih banyak waktunya
untuk ee membangun usaha, menggerakkan
ekonomi, menciptakan lapangan kerja ee
hadir kembali di podcast SB30. Benar.
Benar. Ee dan yang saya sangat syukuri
adalah saya bisa punya banyak waktu juga
untuk mentoring ee dari ee anak-anak
muda ingin mulai usaha, emak-emak yang
UMKM-nya sekarang menghadapi perlambatan
ekonomi dan tantangan ee situasi yang
melambat. Betul. Nah, ini karena saya
sekarang sudah di luar pemerintahan
lebih banyak waktu, lebih banyak
fleksibilitas. saat ini ya. Berarti
dengan kata lain lebih lebih kalau
secara tekanan harusnya di sektor swasta
tidak lebih berat daripada di
pemerintah. Karena itu tanggung jawab
moril serta tanggung jawab angka. Betul
ya. Nah, ini kita sedikit nyinggung dan
antara ini Pak. Nggih. Iya. Oh, itu
sahabat saya lagi memimpin. Nah, saya
lihat Pak Sandi memang tidak di
lingkaran pemerintahan. Iya. Iya kan?
Tidak di lingkaran kekuasaan. Tapi
jangan-jangan bangsa Andi ngendaliin
memang kan itu harus segera dibantah
itu. Karena walaupun ee Pak Erik ee itu
keluarganya mitra saya di bisnis, Pak
Rosan itu Iya. teman saya dari masa
remaja. Kami ini satu bangku selama 3
tahun di SMA. Benar. Benar. Sekolah di
Amerika juga berdekatan. Benar. Benar.
Benar. Eh, jodohnya Pak Rosan itu Mbak
Nur yang e ngenalin. Oh, gitu ya. Iya.
Jadi, e Ibu Tug itu Bu Heni Ayu Heni
Rosan itu yang ngenalin tuh Mbak Nur
waktu itu. Dan ee kita anak saya menikah
yang menjadi ee saksi wali itu Pak Rosan
waktu itu jadi dubes di Amerika. Jadi
kami ini sangat dekat. Tapi kita
memastikan bahwa hubungan profesional ee
dan menghindari benturan kepentingan
selama dia menjabat di Danantara. He.
Per hari ini nih dia sudah menjabat ee
sekian bulan. Saya belum pernah ketemu
beliau. Oke. Jadi kalau saya ada lihat
berita yang rata-rata berita yang Iya.
Ee mungkin yang bisa memberikan masukan
ke dia bukan asal Bapak senang gitu.
Karena saya kan teman ya. Saya bilang
apa adanya gitu. Saya suka kirim ke dia.
Dia terima kasih, Bos. Gitu. A suka
gitu, "Thank you, brother gitu." Tapi
enggak pernah ada ee diskusi apalagi
memberikan masukan mengenai kebijakan
atau mengenai ee SDM yang akan
ditempatkan. Enggak sama sekali. Iya,
itulah klarifikasi Bang Sandi ya. Jadi
netizen jangan kepok ya. Oke, kita
sedikit bicara soal postingan yang lebih
viral di Malaysia. Waktunya berhibur ke
Indonesia selagi murah gitu kira-kira.
Menurut Bang Sandi saat ini lihat
kondisi rupiah yang sudah 17 perleman
ini kan merupakan bagian yang disengaja
atau mendorong sektor pariwisata
meningkatkan ekspor atau gimana dan
apakah ini benar jika rupiah kondisi
seperti ini itu secara langsung
signifikan menguatkan sektor pariwisata
dan ekspor kita
tolong dong Bro sudah pasti enggak
disengaja ini pertanyaan model apa apa
itu ya jadi Ini mesti dilihat nih double
loh. Karena dolar itu itu kan turun
nilainya dibandingkan mata uang dunia
lainnya. Karena kebijakan Trump kan.
Jadi dolar itu dibandingkan dengan mata
uang lain misalnya Jepang ee mata uang
euro dan lain sebagainya. Ee ponserling
dolar tuh melemah. Dolar melemah. Tapi
kenapa dengan rupiah kok? Nah ini dolar
melemah.
rupiah yang mestinya menguat
dibandingkan dolar karena dolarnya
melemah ini ikut juga melemah. Nah, nah
ini sehingga terhadap mata uang lain
kita double, Pak. Jadi kita double WMI
itu yang disebut sebagai double WMI.
Tapi saya melihat bahwa ini temporary
karena memang ee tekanan dari situasi ee
perekonomian global, geopolitik, perang
dagang dan juga ada ee situasi internal.
Jadi eksternal dan internal di Indonesia
yang ee sekarang ini menjadi ee PR buat
pemerintahannya Pak Prabowo dan ee saya
ini justru kesempatan buat kita untuk ee
melihat bahwa volatilitas,
uncertainty, complexity, ambiguity ini
kan fuka era ya. E mirip 98 enggak sih?
Ee beda banget. Beda banget. 98 itu kita
jauh posisinya dibanding sekarang. kita
ini sekarang ee posisinya ada di
pertumbuhan yang masih ee 4,5% lah. Ee
ini dibandingkan negara G20 masih sangat
baik. Kita masih ngelihat ee posisi
hutang kita walaupun terus harus kita
monitor, kita harus pastikan bahwa ee
tidak memburuk. yang menjadi PR situasi
fiskal ee karena penerimaan negara turun
anjlok dan ini harus dijelaskan kenapa
mungkin sistem perhitungan ada sistem
baru atau ada pelemahan komoditas. Nah,
saya melihat bahwa ee justru dengan
posisi rupiah sekarang ini akan
memperkuat ee ekspor kita. ee kita harus
segera mendiversifikasi pasar kita
karena di tengah-tengah perang dagang
ini kita harus mungkin mencari friend
shoring ya. Jadi teman-teman kita yang
bisa kita ajak ee untuk ee bagaimana
mengarungi di tengah badai ini ee dan
juga kalau kita lihat ee mengembalikan
kembali daya beli masyarakat karena
ekonomi kita kan konsumsi. Ini Pak Toni
ahlinya nih konsumsi dan bagaimana
konsumsi ini ee masyarakat kita tetap
memiliki ee kepercayaan ee yang tinggi
terhadap ekonomi kita sehingga ekonomi
kita bergerak terbuka peluang usaha dan
lapangan kerja. Nah, memang pariwisata
menjadi menarik karena ke Indonesia kan
oh kalau dihitung murah ya dihitung
terhadap dolar jadi lebih murah,
dihitung terhadap rupiah lebih diskun
lagi. Jadi untuk ee teman-teman saya di
Kementerian Pariwisata yang sekarang
bertugas ini kesempatan emas. Bagaimana
kita memasarkan walaupun kita mencari
quality tourism, H pariwisata yang
berkualitas. Iya. Bagaimana caranya? kan
mereka spend sekitar 2.000 lebih i
setiap kunjungan ke Indonesia. Iya. Iya.
Ini bisa kita ambil segmen ini, kita
pasti balikkan ee selama ini pasar yang
diambil oleh Thailand dan ee Vietnam dan
Malaysia ini ee untuk Indonesia bisa
mencapai 17 juta wisatawan mancanegara
yang berkualitas. Dan ee menurut saya
bahwa ee kesempatan ini juga bisa kita
perkuat ee bagaimana kita melakukan ee
bauran kebijakan yang lebih akan
meningkatkan ketangguhan ekonomi kita.
He misalnya Pak Prabowo kemarin di
tengah-tengah ee badai eh Liberation
Day. Liberation Day itu kan langsung
melontarkan ide yang sangat cemerlang
seperti bagaimana kita menghapus sistem
kuota yang selama ini justru memberatkan
dan membuat ekonomi kita tidak efisien
karena hanya menguntungkan segelintir
orang. Kalau memang petani ingin
dilindungi, kita lindungin petaninya.
Tapi sistem kuota ini memang sudah
dibahas berkali-kali dan ee mungkin ini
kesempatan yang baik. Oke. Terus
beberapa regulasi-regulasi yang
menghambat investasi karena investasi
ini harus diharapkan menjadi motor ee
lokomotif pembangunan kita. Karena
selama ini kan konsumsi yang ee
pertumbuhan ekonomi kita ini 50% iya 50%
lebih, Pak. Iya. Nah, ini harus kita
seimbangkan karena negara-negara lain
yang berkembang ee konsumsinya itu
mungkin antara 30 40% investasinya itu
20 30 sampai ada yang di atas 30%. Iya.
Iya. I sisanya tentunya ekspor impor dan
eh spending. Nah, bagaimana menurut Bang
Sandi? Saat ini kan terjadi pelemahan
daya beli masyarakat ya, Bang ya. Nah,
karena dampak daripada pengetatan
anggaran. Nah, ini kira-kira akan
mempengaruhi banget enggak dari konsumsi
dalam negeri ini dan PDB kita takutnya
turun gitu Pak. Jadi gini, Om Toni.
Em pemerintah
ini
kontribusinya kepada pertumbuhan kita
kan kalau dilihat government spending ee
G-nya itu kan enggak sampai mungkin
berapa 10% gitu ya. 10% plus minus gitu.
Jadi kalau ada ee tuduhan seperti itu ee
saya meyakini bahwa agregat ee APBN kita
kan enggak berubah bahwa memang ada 30%
ee pengetatan tapi ada realokasi ke ee
program-program lain yang lebih
berdampak kepada masyarakat. Nah, ini
harus dijelaskan ee kepada masyarakat
bahwa he dari agregat enggak ada loh
pengurangan belanja pemerintah. Yang ada
itu hanya realokasi yang kita harapkan
justru mendukung beberapa
program-program unggulan dari ee
Presiden Prabowo Subianto. Jadi menurut
saya ee bahwa saya di pengalaman di
pemerintah sudah 10 tahun ya, di Pempr
pernah, di ee kementerian pernah.
rata-rata itu 30% dari anggaran itu
adalah anggaran yang ee tidak efisien,
ineficient spending, spendingnya enggak
berkualitas. Jadi ini justru menjadi
tantangan dengan ee
pengealokasian dari 30% ini ke program
yang lain. Kementerian lembaga ini,
pemerintah provinsi, pemerintah daerah
berbenah sehingga kualitas daripada
spending mereka ini meningkat dan lebih
bermanfaat bagi masyarakat. Bagaimana
membalikkan daya beli? Dulu di zaman Pak
SB sudah dilakukan dan berhasil yaitu
waktu ada
subprime Pak SBY subrime borgage Pak SB
melihat ee ada perlambatan ekonomi dan
penurunan daya beli. Pak SBY menginject
ee kebijakan yang memperkuat daya beli
kelas menengah kita. Ada program-program
cash transfer. ee Pak Hibri itu banyak
banget ngomong waktu itu. Jadi ada
program Iya, program BLT, tapi BLT-nya
ditambah dua kali 300 kalau enggak salah
tambah R600.000 dan itu berhasil
membalikkan tuh.
Saya ada satu sesi waktu itu saya ada di
Komite Ekonomi Nasional Ken sama Pak CT
ini tujuannya adalah untuk membalikkan
tadinya downward spiral turun ke bawah
tapi dengan adanya uang di kantong orang
jadi confident dan dia mulai spending.
Begitu spending ekonomi bergerak. Begitu
ekonomi bergerak terbuka peluang usaha.
Begitu terbuka peluang usaha lapangan
kerja tercipta. Begitu ada lapangan
kerja, pendapatan meningkat dan akhirnya
ada spending. Nah, inilah memutar
kembali ee dan membalikan keadaan momen
waktu Pak Jokowi during COVID, Pak
Jokowi melakukan Kartu Prakerja dan itu
sangat efektif mentraining sekitar 10
juta lebih masyarakat kita yang pada
saat itu terpuruk keadaan ekonominya,
tidak memiliki pendapatan, kehilangan
lapangan kerja. mereka dapat kesempatan
training terus dikasih uang. Nah, itu
program yang sangat sukses dan menjadi
acuan dari beberapa negara yang belajar
bagaimana Indonesia bisa keluar ee dari
ee situasi COVID-19. Nah, sekarang
kesempatannya Pak Prabo ini ee sudah ada
program-program Bansor tapi itu lebih
mengarah kepada yang ee terbawah ya di
bottom of Pyramid. Nah, kelas
menengahnya ini yang kemarin sempat
anjlok ini harus dibalikin mereka
bagaimana bisa PD kembali terus akhirnya
meningkat ee pendapatannya dan itu
konsepnya tidak lain dan tidak bukan
adalah pemberdayaan UMKM. Iya. I ee
penguatan ekonomi akar rumput. Koperasi
itu bagus tapi harus dipastikan jangan
sampai salah kelola. Iya. I. Nah, jadi
kalau saya lihat ini peluangnya mumpung
keadaan seperti ee falling market e
marketnya seperti ini. Ini kesempatan
kita berbenah dan gunakan don't waste a
very good crisis. Karena crisis itu
pasti akan ada eh silver lining-nya,
akan ada peluangnya di balik eh krisis
tersebut. Setuju orang sukses itu
mencintai crisis?
Yes. Some some of my best investments is
made during crisis. Nah, justru itu dia.
Makanya sekarang saya ada sedikit
pertanyaan. Kira-kira kalau saat ini ini
to the point aja enaknya nyimpan apa ini
Pak Sandi? Emaskah atau mata uang asing
kah? Pokoknya gini loh, Pak Sandi ini
yang saya tahu dari podcast kita yang
lalu kan lahir di saat krisis.
Nah, dan sekarang ini saya tadi sudah
sempat spill orang sukses mencintai
crisis. Jadi dengan kata lain, Pak Sandi
ini mencintai krisis.
Betul ya? Karena krisis kan sempat masuk
force orang ke-37 terkaya di Indonesia.
Itu dia sebelum masuk politik
calon RI2. Iya yang kecepatan 5 tahun.
Kecepatan 5 tahun. Bijak Pak Sandi. Jadi
enaknya ngapain ini kita waktu saat
krisis kini kita masih punya uang
nyimpannya di mana? He. Pertama,
bersyukur. Ah, itu dia. Orang lagi
krisis gini, kita masih pegang uang,
kita harus bersyukur. Oke. Dan yang
kedua, bersabar. Bersabar. Karena
investasi ini sekarang kita harus sangat
hati-hati karena bergejolak. He. Nah,
jadi kita jangan ikut-ikutan. H kemarin
pada ngantri emas. Emas itu naik
sekarang menjadi berapa? Ee 3.200 3.400.
3400 per trunces. Jangan ikut-ikutan,
tapi gunakan kesempatan ini untuk
mengevaluasi.
Saya selalu bilangnya stay invested tapi
take some risk of the table. Jadi kita
volatilitas ini jangan dilawan. Ini
ibarat lagi ada ombak gede gitu, kita
jangan ngelawan ombak dan arus. Ini kita
akan ee terseret ya. Oleh karena itu,
kita cari tempat yang lebih tenang, oke,
lebih stabil. Dan menurut saya, saya
percaya sama Indonesia. Jadi, karena
saya percaya sama Indonesia, surat
hutang yang dikeluarkan pemerintah
Indonesia ini, terutama yang eh
currency-nya US Dollar, ini merupakan
safe even menurut saya. Safe even. Safe
even. Jadi, em ee kan pemerintah
mengeluarkan suku dan lain sebagainya.
eh Indonesia government bond yang US
dollar denominated itu menurut saya eh
yang paling safe. Nah, ada yang suka ee
beli emas physical, tapi saya juga pikir
gimana nyimpannya gitu loh. Tapi ada
juga yang beli ya sudah beli ee emas
digital ya. Ee itu ada juga yang
melakukan karena emas itu selalu menjadi
em sasaran di saat ee risiko meningkat.
He. Kalau inflasi meningkat atau
volatilitas meningkat ee selalu yang
menjadi investasi yang tepat itu adalah
emas. Ada juga yang long shot, dia cari
perusahaan yang konsentrasi ee usahanya
itu ada bergerak di bidang ee yang
berkaitan dengan emas. Hm. MDK
contohnya, Bang.
Itu benturan
kepentingan. disclosureos
disclosure saya em walaupun emas tetap
menjadi aset lindung nilai atau safe
haven atau menjadi good hedge ee dan
perusahaan-perusahaan itu juga
kinerjanya juga bagus tapi saya enggak
bisa ee mengusulkan karena itu adalah di
dalam portfolio saya. Nah, ini menarik.
Jadi Pak Sandi ini lahir di saat krisis.
Iya. Kita pengin belajar sama Bang Sandi
ini. Iya. Betul ya, Pak. Kita culik ya,
Pak. Iya. tanggal 31 Mei besok sama 1
Juni i itu kita ada workshop. Iya.
Kebetulan workshop kami berdua I itu
tentang wealth management ya, Pak. Iya.
Tapi kayaknya kurang kalau ibaratkan
makan makan soto tanpa garam gitu kalau
enggak ada Bang Sandi gitu. Pak Candra
sebetulnya saya ini sudah gatal mau
tanya sama Bang Sandi mau ngejar nih
kira-kira yang saat ini peluang terbaik
itu apa? Tapi saya bahwa peluang yang
terikwaktu
podcum 30 menitak bisa. Nah, perlu waktu
yang cukup panjang gitu. Sahabat SP30
pengin enggak belajar sama Bang Sandi
langsung? Kita kebetulan mengundang
dengan hormat di podcast ini. I Bang
Sandi bersedia ya hadir di workshop kami
ya. Insyaallah. Yes. Catat tanggalnya 31
Mei sampai 1 Juni. Langsung klik link di
deskripsi sekarang juga untuk Anda
jangan sampai ketinggalan. Nanti Anda
akan belajar dari Bang Sandi langsung
apa yang beliau smell, apa yang beliau
sense waktu crisis di 98. Padahal kita
ingat di podcast yang lalu sampai
menggadaikan perhiasan istri.
Tapi beliau dari saat itu menjadi
terbang dan jadilah figur Pak Sandi saat
ini ya. dan enggak perlu waktu 15 tahun
jadi salah satu orang terkaya
di peluang. Kalau Anda mau tahu
peluangnya, Anda jangan sampai
ketinggalan. Kalau ini FOMO boleh ya,
Pak? Oh, iya dong. Ini harus FOMO ya.
Ini harus FOMO tanya ke masternya. Harus
iya saya pun gatel kepengin tanya, Pak.
Dan saya pastikan di situ saya akan
kulik habis Bang Sandi. Bang Sandi kan
tadi ngomong bersabar dan bersyukur.
Iya, bersabar dan bersyukurlah sampai
tanggal 31.
Setelah 31 silakan diculik dan kita
langsung up to date. Kita tidak akan
bongkar podcast hanya di workshop. Y,
Bang Sandi nanti di workshop silakan apa
yang Bang Sandi lakukan waktu crisis
tersebut dan apa sense apa yang Bang
Sandi lakukan sehingga tips-tips apa
yang membuat mereka akhirnya bisa
menyusul Bang Sandi berikutnya. Betul.
Nah, kurang lebih gitu ya. Siap. Sebagai
penutup ada kira-kira statement penutup
Sandi kepada sahabat SB3 Blu. sebagai ee
sahabat SB30 dan sahabat
CPN dan eh Pak Toni saya terima kasih ee
sudah diundang di podcast ini dan nanti
pas workshop kita akan banyak ee lebih
berbicara yang mendetail. Ee tapi saya
yakin di balik setiap krisis ada
peluang. Yes. Ee apakah itu untuk
mendiversifikasi ee pasar kita,
portfolio kita? bagaimana kita melihat
selama ini hanya ke Amerika ee ada juga
China, tapi kan juga ada negara-negara
besar lainnya di Afrika, Brazil, Rusia,
India. Ee ini perlu kita pelajari dan
saat krisis ini adalah saat yang terbaik
untuk belajar. Jadi invest in yourself
itu yang sebelum kita invest di yang eh
lain-lain, di instrumen, invest in
yourself. ilmu itu itu is the best
investment dan upgrading skill ini saat
eh sekarang harus dilakukan. Jadi buat
yang ee bingung untuk melakukan apa saat
krisis bisa ikut workshop-nya. Itu
bagian daripada invest in yourself. Dan
untuk situasi yang dipicu oleh Presiden
Trump dan juga perang dagang itu kita
sikapi tentunya dengan ee bijaksana.
kita jangan terlalu membuat kebijakan
yang terburu-buru. kita buka peluang ee
untuk kita mengevaluasi dan kita
percayakan kepada Presiden dan menteri
menterinya akan bekerja dengan baik
untuk memastikan bahwa ekonomi ee kita
akan ee ditangani secara ee hati-hati
dan tentunya beberapa bidang usaha
seperti energi energi baru terbarukan,
agribisnis, logistik, ee ekonomi
kreatif, pariwisata ini sekarang
Sekarang justru saat-saatnya kita
melihat peluang di sektor-sektor e yang
bisa membuka peluang usaha dan lapangan
kerja. Thank you, Bang Sandi, closing
statementnya dan sampai jumpa di
workshop tanggal 31 Mei dan 1 Juni. Anda
akan belajar banyak invest in yourself.
Terima kasih dan kita tutup dengan salam
hebat luar biasa. Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:16:52 UTC
Categories
Manage