Transcript
VFk4ex0uYBw • Amerika Menuju Bangkrut? Apa itu Deficit? Hancurnya Dollar di Era Trump?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1366_VFk4ex0uYBw.txt
Kind: captions
Language: id
Apakah Amerika akan menuju bangkrut? Dan
saat ini ketika Donald Trump menjabat
Presiden dua kalinya, apakah dolar akan
mengalami kehancuran? Semua akan saya
bahas dari video ini. Tonton dari video
ini dari awal sampai selesai. Perhatikan
setiap kata-kata saya karena saya juga
akan membahas apa itu namanya defisit
anggaran. Kalau kalian gak tahu ilmu
ini, besar kemungkinan berapapun uang
yang Anda hasilkan dari gaji Anda,
berapapun pendapatan yang Anda hasilkan,
akhirnya tidak pernah akan bisa
meningkatkan kesejahteraan keluarga
kalian karena kalian gak tahu ilmu ini.
Tonton sampai selesai.
Welcome to success before business and
financial
mentoring. Sahabat entrepreneur, salam
hebat luar biasa. Selamat datang kembali
ke bisnis and financial mentoring. Dari
video kita kali ini, kita seperti yang
tadi saya sudah sampaikan di awal,
mengapa kita harus menguasai ilmu
defisit. Jadi, apa itu defisit? Kita
bahas contoh perorangan terlebih dahulu.
Contoh yang paling simpel. Contoh
misalkan nama kamu Andi, usiamu 27
tahun, kamu bekerja sebagai freelance
desain, enggak punya penghasilan tetap.
Jadi bayar by komisi. Kamu saat ini
punya tabungan Rp3 juta, punya motor
sendiri dan sudah lunas BPKB-nya di
tangan kalian. Nah, defisit yang sehat
itu seperti apa? Jadikan motor sebagai
sumber penghasilan. Tujuannya adalah
Andi mau nambah penghasilan sebagai ojol
makanan karena waktu luangnya banyak.
Karena kan dia freelance, kalau enggak
ada freelance ya dia ngojol.
Kebutuhannya servis motor, beli box plus
jaket Rp1 juta. Beli paket internet
pulsa untuk ojol Rp500.000 karena dia
kan saat ini punya motor sendiri sudah.
Nah, strateginya pakai tabungan R,5 juta
ya. Dan sisanya kenapa enggak dipakai
semuanya Rp3 juta? Karena takutnya kalau
butuh penghasilan mendesak dan
sebagainya kan kamu masih punya
tabungan. Pinjam R1 juta ke teman atau
kerabat bunga tanpa bunga bisa dibayar 2
bulan. R1 juta aja ke saudara atau teman
terdekat. Tapi ini dengan bukan joke.
Bolehkah pinjam 100 asar silaturahmi tak
putus? Enggak. Tapi ini benar-benar kamu
memang pinjam ke saudara dengan asumsi
memang saudaramu itu sudah tahu track
recordmu. Jadi kalau kamu pinjam R1 juta
itu pasti balik R1 juta dan kamu butuh
waktu 2 bulan. Hasilnya pendapatan dari
Ozol rata-rata Rp80.000 per hari kali 25
hari. Kamu sekarang punya penghasilan
tambahan R2 juta. Kalau kemarin kan
sebagai freelance penghasilan kan gak
jelas. Tapi ini sudah jelas ada R2 juta.
Selain itu, kamu juga masih bisa
freelance setelah bensin, biaya kecil
dan sebagainya 1,5 juta net per bulan.
Jadi kamu punya tambahan penghasilan R,5
juta net gara-gara ngojol. Bayar hutang
Rp500.000 per bulan masih ada sisa R1
juta. Nah, ini contohnya hutang tapi
bisa bayar aman. Nah, dari sini itu
namanya defisit. Dengan kata lain, kamu
bisa ini defisit yang positif, defisit
yang sehat. Dengan kata lain, kamu bisa
punya penghasilan tambahan. Motormu yang
asalnya nganggur itu sekarang bisa
dijadikan penghasilan tambahan. Ini
contoh yang paling sederhana, simpel
sebagai ojol. Jadi supaya paling
gampang, saya berikan gambaran ini.
Dengan kata lain, kamu punya tabungan
Rp3 juta. Sekarang justru ojolmu itu,
sepeda motormu itu justru lebih
produktif. Kamu bahkan meminjam hutang
R1 juta, tapi tujuannya untuk
penghasilan tambahan. Ini contoh yang
paling gampang. Malah kamu bisa punya
tambahan penghasilan R,5 juta per bulan.
Pasti dari ngojol net di luar kamu
penghasilan sebagai seorang freelance.
Contoh yang kedua, sewa properti untuk
disewakan. Passif income. Tini usianya
35, pekerjaan tetap punya gaji R juta
per bulan. punya tabungan Rp10 juta.
Nah, sekarang Tini ini kepengin uang
yang dihasilkan ini setelah menonton
video saya ini juga ini memotong
defisit. Jadi, tujuannya Tini memulai
bisnis cost kecil-kecilan tapi belum
mampu beli properti. Jadi, dia cari
properti buat disewa tahunan lalu
disewakan lagi bulanan. Jadi ini
contohnya namanya R arbitra property.
Jadi dia ngontrak misalkan eh satu kamar
dia ngontrak misalkan R juta, tapi dia
sewakan bulanannya Rp3 juta contohnya
kan ada selisih tuh 20 sama Rp36 juta.
Rp3 juta setiap bulan kali 12 kan 36.
Nah dari situ kan dia dapat keuntungan.
Strateginya sewa rumah tiga kamar di
pinggir kota Rp15 juta per tahun. Ini
contoh. Beli kasur bekas, perbaiki
lampu, bersin properti R5 juta. Tabungan
sendiri Rp10 juta. Pinjam ke saudara
atau korporasi 10 juta. Tenor 10 bulan
R1 juta per bulan. Jadi dia pakai uang
tabungannya serta pinjam ke saudara R10
juta lagi untuk ya renovasi dan
sebagainya. Proyeksinya sewa per kamar
R1 juta per bulan kali 3 kamar. Jadi Rp3
juta per bulan. Seperti yang tadi sudah
saya sampaikan. Setelah bersih-bersih
penghasilannya 2,2 juta per bulan. Bayar
cicilan R1 juta per bulan. masih ada 1,2
juta sisa. Nah, artinya ini kan Tini dia
punya kecerdasan finansial. Dengan uang
yang ada, pinjam yang ada, dia malah
bisa dapat surplus R,2 juta per bulan.
Ini namanya defisit produktif. Model
awal memang gede, tapi menghasilkan
income buulanan.
Nah, jadi Tini inilah yang setelah saya
gambarkan mempunyai sebuah contoh
bagaimana dia dengan pandainya bisa
menghasilkan 1,2 juta per bulan meskipun
belum punya properti. Jadi, defisit itu
apa sih? Bahasa sederhananya adalah
defisit adalah pengeluaran yang lebih
besar daripada pemasukan. Bayangkan tiap
bulan kamu punya pemasukan R10 juta,
tapi pengeluaranmu Rp1 juta. Jadi,
setiap bulan kamu tekor Rp3 juta per
bulan. Itu yang disebut dengan namanya
defisit. Jadi contoh punya motor dijual
buat liburan. Nah itu kan gak baik ya
kan. Punya tabungan R10 juta tapi high
base beli iPhone baru terus iPhone-nya
dibuat gaya-gayaan tapi enggak dibuat
pekerja. Itu namanya gak betul. Punya
cost dari warisan enggak dikelola
dibiarkan kosong. Itu semua bukan
defisit dalam arti angka tapi defisit
aset produktif karena enggak dipakai
untuk menghasilkan uang. Nah, saat ini
Amerika itu defisit. Kok bisa? Pertama,
defisit anggaran negara. Amerika tiap
tahun mengeluarkan biaya besar untuk
militer. Karena Amerika itu doyan
perang. Di mana ada perang pasti ada
Amerika di
situ. I kan pokoknya pasti ada Amerika.
Entah dia suplai senjatanya lah,
tentaranya lah, apa. Pokoknya militer
itu anggaran militernya gede. Kedua,
kesehatan rakyat. Ketiga, bansos.
Keempat, infrastruktur Amerika. Kelima,
bunga hutang. Tapi uang semua yang masuk
dari pajak dan penan lain itu cukup
untuk nutupi itu semua loh. Jangan
salah, Amerika itu hutangnya banyak tapi
pemasukannya juga banyak. Jadi setiap
tahun Amerika itu nombok dan nomboknya
gede banget. Tahun 2024 defisitnya
diperikiran R,5 triliun alias 24.000
triliun lebih. Lalu buat apa duit nombok
itu dari mana? Amerika pinjam uang
dengan cara US Treasury atau bond.
investor dari dalam dan luar negeri beli
bon tersebut dan hutangnya makin lama
makin menumpuk. Jadi bedanya defisit dan
hutang adalah defisit selisih antara
pengeluaran dan pemasukan per tahun itu
namanya defisit. Jadi kalau
pengeluarannya lebih gede, pemasukannya
lebih kecil itu kamu ada namanya selisih
defisit. Hutang jumlah total uang yang
sudah dikumpulin dari defisit
tahun-tahun sebelumnya. Jadi defisit
setiap tahun ini defisit contohnya satu
ee berapa puluh triliun US dolar ini
puluhan triliun US dolar. Puluhan
triliun US dolar. Nah, ini diakumulasi
10 tahun. Nah, itu total hutang. Jadi,
10 tahun hutangnya Amerika itu sekian.
Itu namanya hutang. Bayangkan defisit
itu kayak kamu gesek kartu kredit bulan
ini. Hutang nasional itu semua tagihan
dari kartu kredit itu dulu kamu sampai
sekarang. Sehingga enggak bisa bayar
bunga berbunga terus. Agennya kamu
enggak bisa melunasi hutang. Semakin
lama semakin besar. Nah, kenapa Amerika
bisa bertahan? Meskipun defisit gini,
dolar masih jadi mata uang dunia. kita
enggak bisa punggiri negara tetangga
kita Timor Leste yang mantan provinsi
ke-27 Indonesia aja negaranya pakai mata
uang dolar. Nah, kita juga lihat dolar
itu semua kalau kita ke mana-mana ke
luar negeri pasti tukarnya dolar. Kedua,
banyak negara dan investor masih percaya
sama ekonomi Amerika. Ketiga, Amerika
masih bisa cetak uang lewat defet. Tapi
makin besar defisiden hutangnya, makin
banyak orang khawatir soal krisis
kepercayaan terhadap dolar dan ekonomi
Amerika. Nah, bagaimana dengan
Indonesia? Indonesia defisit tapi masih
terkontrol. Kita ambil satu contoh.
Defisit APBN 2024 Indonesia diperikir
masih 2,3% dari PDB. Utang nasional
betul 8.000 triliun lebih kan saya sudah
bilang 8.000 triliun kecil dibanding
Amerika yang sudah nilainya itu tadi
saya sudah sebutkan di awal 39% dari
PDB. Artinya apa? Indonesia juga defisit
tapi jauh lebih kecil dari Amerika. Di
atas 5% PDB setiap tahun. Kan Indonesia
cuma 2,3% masih oke ya. Jadi artinya
hutangnya sama pemasukannya itu masih ya
2,3%. Utangnya juga masih dianggap aman
karena belum lewat batas waspada menurut
banyak lembaga. Biasanya 60% dari PDB
dianggap lampu kuning. Indonesia masih
oke 39%. Nah, duit dari mana? Sama kayak
Amerika. Indonesia pun lewat SBN, lewat
bond. Contohnya saya gitu ya. Saya juga
nabung bond gitu kan ya kan. Investor
dalam negeri asing enggak sebanyak
Amerika. Jadi kita harus lebih hati-hati
karena kepercayaan pasar bisa gampang
berubah. Jepang raja defisit gila. Angka
gilanya Jepang. Utang nasional Jepang
lebih dari 260% BD tertinggi di dunia.
Orang normalnya 60%, Jepang 260% karena
enggak ada pembangunan di Jepang. Naruh
duit di Jepang enggak dapat bunga 0%.
Defisitnya juga sering tinggi. Itu
enggak baik. Negara itu enggak sehat
walaupun mulai ditekan dalam beberapa
tahun terakhir, tapi kok enggak
bangkrut-bangkrut? Nah, gitu loh. Ini
ceritanya karena Jepang minjam ke
rakyatnya sendiri. Mayoritas surat utang
Jepang dipegang oleh institusi dalam
negeri. Jadi, ya masih sehatlah.
Kemudian bank sentral Jepang beli utang
pemerintah. Jadi, kayak ngutangkan diri
sendiri. Inflasi rendah, bunga rendah,
ekonomi stabil, bikin investor masih
percaya. Tapi resiko tetap ada? Ada.
Kenapa? Jepang banyak populasi tua,
banyak orang-orang tua, makin banyak
pengeluaran sosial. Karena kan usia
kesehatan semakin tinggi ya. Makanya
orang-orang Jepang itu kan orang tua
banyak ya. Makanya dia juga negara itu
juga harus menghidupi orang-orang tua
itu. Kalau enggak pun mereka ya juga
masih bekerja biaya kesehatan diki.
Kedua, ekonomi stagnan bertahun-tahun.
Ya, ini ekonominya Jepang ini enggak
bertumbuh. Itu yang jadi masalah.
Ketiga, kalau percaya pasar bisa hilang,
bisa goncang Jepang ini bisa enggak
defisit tapi aman. Nah, defisit aman itu
artinya selama negara masih bisa ber
bunga, cicilan utangnya tanpa pingsan
dan investor masih percaya buat minjamin
duit, maka itu dianggap aman. Contohnya
kayak saya terust sama pemerintahan
Indonesia ya saya taruh duit itu oke.
Kedua, ibarat kamu punya utang KPR
selama kamu masih bisa bayar cicilan dia
bulan. Bank masih percaya kamu kerja
tetap ya aman-aman aja. Beda cerita
kalau kamu gagal bayar atau tiba-tiba
kilang kerja baru itu bahaya. Ada ilmu
yang namanya fiscal sustainability. Apa
itu? Ilmu ini ngitung berapa besar
defisit tiap tahun. Berapa total hutang
dibanding ekonomi PDB? Berapa banyak
bunga hutang dibanding pemasukan negara.
siapa pemilik hutangnya, asing atau
dalam negeri, serta gimana kondisi
ekonomi dan kepercayaan pasar, serta
selama semuanya masih terkendali, negara
masih bisa defisit bertahun-tahun tanpa
colaps. Jadi, dari sini kita bisa paham
kenapa kita harus belajar ilmu ini.
Karena kita harus tahu negara kita ini
kita enggak semata-mata membaca berita
kemudian kita terprovokasi, wah negara
kita dalam keadaan bahaya. No, bukan
success before namanya tidak memberikan
edukasi dari sisi yang berbeda dari
kita. sisi yang berbeda, kita bisa punya
wawasan yang bertumbuh. Jadi, defisit
itu bagus enggak? Bagus. Enggak semua
defisit itu buruk. Negara lagi bangun
infrastruktur, lagi bangun jembatan tol,
lagi bangun jalan tol, lagi bangun
pelabuhan, lagi bangun bendungan dan
semuanya jangka panjang itu pasti bantu
ekonomi. Karena negara maju mana yang
enggak hilirisasi? Semua negara
hilirisasi. Anda lihat China contohnya
bendungannya mana? Jauh besar itu di
China lagi resesi atau krisis, negara
dorong ekonomi untuk belanja lebih. Jadi
stimulus pandemi Covid hampir semua
negara defisit besar bantu buat
perusahaan dan Indonesia bisa survive
dari COVID. Itu sesuatu yang luar biasa.
So borrowing to grow itu konsepnya. Oleh
sebab itu, tapi kapan jadi enggak aman?
Kalau defisit jadi masalah kalau negara
makin susah bayar bunga hutang. Jadi
ketika hutang jatuh tempo Indonesia
enggak bisa bayar. Itu kan gak baik.
Sama kayak Anda buka cek tapi blong ya.
Investor mulai enggak percaya. Utang
terlalu banyak dalam mata uang asing.
Negara cetak uang terlalu banyak. Kedua,
contohnya rasio bunga hutang lebih dari
25% dari pendapatan negara. Itu enggak
baik. Sama seperti kamu KPR tapi gaji
kamu R10 juta, tapi kamu rasio hutangnya
misalkan nyicil itu sampai R5 juta, gitu
kan. R juta itu untuk nyicil aja itu gak
sehat. Jadi biaya pengeluaran ee harus
dibah 25%. Mereka minta bunga tinggi
atau kabur. Ketiga, kurs anjlok hutang
makin berat. Contohnya invasiar seperti
Venezuela atau Zimbabwe. Jadi
kesimpulannya negara boleh aja defisit
asal sehat dan transparan. Yang penting
arah hutangnya buat apa dan masih bisa
dikelola. Plus selama dana tidak
dikorupsi. Jadi seperti kata ekonomum,
deficit it doesn't matter until they do.
Jadi defisit gak masalah sampai semuanya
itu berjalan dengan baik. Jadi buat
pengusaha defisit itu aman kalau kondisi
pinjam uang untuk modal usaha seperti
yang sudah saya somong di depan, jangan
sampai hutang jadikan hutang buruk tapi
good deb atau hutang baik. Kedua,
cicilan per bulan kurang lebih 35% dari
penghasilan maksimal. Jadi kalau gaji
R10 juta untuk cicelan ya R,5 juta lah
jangan lebih. Itu kalau R10 juta. Jadi
sisanya untuk biaya hidup. Punya casu
positif dalam waktu 6 sampai 12 bulan.
Punya dana darurat enggak kali lubang
tutup lubang. Itu pengusaha itu defisit
itu aman. Aman atau tidak? Aman kalau
dihitung resikonya dan ada rencana
jelas. Jadi contoh kamu hutang tapi
pemasukannya itu jelas. Itu jangan
sampai kita hutang tapi pemasukan enggak
jelas. Masih sehat menurut perbankan.
Usaha bisa nutup cicilan. Jadi, ada
penyangga kalau bisnis enggak langsung
sukses. Ini penting. Jangan bayar hutang
dengan hutang lain yang lebih mahal. Itu
saya rasa bodoh ya. Kalau kita hari ini
kita tujuannya berhutang itu kan dapat
hutang yang lebih murah supaya kita itu
jangan sampai berhutang tapi dengan
hutang yang lebih mahal. Kalau kita
hutang yang lebih mahal ya itu tolol
namanya. Nah, jadi contohnya kamu bisa
hitung bunga kalau misalkan saya pinjam
sama institusi ini, koperasi ini 1 tahun
misalkan saya pinjam dapat 10 juta bunga
per tahun, tapi saya pinjam sama
koperasi ini R juta per tahun. Ngapain
kamu pinjam yang R juta gitu loh. Kamu
kan lebih baik pinjam yang R juta,
bunganya lebih murah kan, bunganya lebih
lunak baru perputaran itu bisa terjadi.
Nah, ilmu-ilmu seperti ini itu kamu
harus mengerti karena ini namanya ilmu
defisit. Dengan ilmu yang sederhana ini,
ini juga dasar untuk menghitung anggaran
defisit sebuah negara. Dan minimal kalau
kalian tahu ilmu ini, minimal kalian
bisa menata kalau pengelolaan keuangan
sendiri. Bagi kalian yang ingin tahu
ilmu mengelola keuangan lebih dalam,
saya dan Pak Toni Adikaro akan
mengadakan workshop di Jakarta nanti di
tanggal akhir bulan Mei ya. Anda silakan
chat di kolom komen. Nanti di deskripsi
saya juga ada informasinya bagaimana
menata kelola keuangan itu penting.
Karena mengelola keuangan itu jauh lebih
penting daripada Anda mendapatkan
keuangan. Percuma kamu hari ini dapat
gaji R10 juta per bulan, tapi
pengeluaran kamu Rp1 juta. Kamu setiap
bulan defisit Rp3 juta. Kamu jauh lebih
baik gajimu itu cuma Rp8 juta, tapi kamu
masih bisa nabung R2 juta. Nah, itu
semua ilmunya dari mana? ilmunya ada di
workshop wealth management yang akan
saya asuh bersama Bapak Toni Andikaryo
dari titi tanggal antara tanggal 30
sampai 1 Juni. Nah, di situ Anda
dapatkan info di kolom komen deskripsi.
Daftar sekarang juga untuk mengelola
keuangan Anda. Sukses untuk Anda. Jangan
lupa like-nya dan salam hebat luar
biasa.
Tapi saya melihat bahwa ini temporary
karena memang tekanan dari situasi
perekonomian global, geopolitik, perang
dagang, dan juga ada ee situasi internal
marketnya seperti ini. Ini kesempatan
kita berbenah dan gunakan don't waste a
very good crisis. Karena crisis itu
pasti akan ada silver liningnya, akan
ada peluangnya di balik eh krisis
tersebut. Setuju orang sukses itu
mencintai crisis?
Yes, some of my best investments is made
during crisis. Pokoknya gini loh, Pak
Sandi ini yang saya tahu dari podcast
kita yang lalu kan lahir di saat crisis
dan sekarang ini saya tadi sudah sempat
spill orang sukses mencintai crisis.
Jadi dengan kata lain, Pak Sandi ini
mencintai crisis.
Waktu podcast cuman 15 menit, 30 menit
enggak bisa. Nah, perlu waktu yang cukup
panjang gitu. Saat sahabat SP30 pengin
enggak belajar sama Bang Sandi langsung.
Kita kebetulan mengundang dengan hormat
di podcast ini ya, Bang Sandi bersedia
ya hadir di workshop kami ya.
Insyaallah. Yes. Catat tanggalnya 31 Mei
sampai 1 Juni. Langsung klik link di
deskripsi sekarang juga untuk Anda
jangan sampai ketinggalan. Nanti Anda
akan belajar dari Bang Sandi langsung
apa yang beliau smell, apa yang beliau
sense waktu crisis di 98.
[Musik]
Yeah.