KIAMAT DOLAR DI DEPAN MATA? Obligasi Amerika Bergolak, Rupiah Bisa Jadi Korban Berikutnya
tZAGe_hVueM • 2025-05-25
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Wow, breaking news. Rupiah menguat dan dolar lagi melemah bahkan cenderung hancur. Investor besar Redelio juga menjadi tim penasihat Pak Prabowo bahkan sudah wanti-wanti. Berita ini sangat heboh selama beberapa hari terakhir. Nah, untuk lebih validnya kembali saya akan undang Pak Toni di Karo untuk lagi diskusi masalah ini. Setelah yang satu ini. Welcome to Success Before Tury Level Up Podcast. [Musik] Welcome back, Pak Toni. Selamat pagi. Selamat pagi, Pak Candra. Yes. Salam hebat luar biasa. Salam hebat luar biasa, Pak. Ini gila, Pak. Pertama kalinya sejarah rupiah menguat. Waktu kita bahas sama Pak Feri. Rupiah hancur ke 17.000. Yes. Ini waktu kita bahas konten 16200 ini, Pak. Ini sebenarnya faktanya gimana sih, Pak? Rupiahnya benar-benar menguat atau apa ini? Eh, saya mau meluruskan, Dek. Iya, ya. Ya. Sebetulnya bukan rupiah yang menguat, tetapi US dollar yang melemah. H. Kenapa saya mengatakan seperti itu? Kalau rupiah yang menguat, maka rupiah menguat terhadap semua mata uang. Oh. Nah, tapi kalau US Dollar, kalau rupiah dengan mata uang yang lain relatif sama, gak beda jauh. Tapi dengan US dollar kita menguat, kesimpulannya berarti yang melemah adalah US Dollar. Karena US dollar melemah terhadap semua mata uang. He itu yang lebih tepatnya, Pak. Rupiah seolah-olah menguat, ya. Seolah-olah menguat. Ini, Pak. Saya ada posting, Pak. Nah, pertanyaannya satu, Pak. Kok bisa rupiah menguat? Nah, kenapa kok US Dollar melemah? Iya, kan? Nah, ya karena ada banyak hal, ada banyak faktor. Faktor yang pertama adalah yang terupdate ya, yang terakhir ini mudhis, salah satu lembaga pemeringkat efek terbesar di dunia saat ini. Lembaga pemeringkat efek itu yang di ee di terkenal ya yang disegani oleh masyarakat, masyarakat investor itu ada tiga. SNP, kemudian fits, the fits, dan moodis. Nah, SNP itu sudah mendowgrade peringkat utang Amerika sejak tahun 2011. H. Kemudian sekitar tahun pada saat COVID tahun 2020-an saat pemerintah Amerika Serikat banyak mencetak uang printing money, itu the Fitz nurunkan perhatika. Nah, bulan Mei ini ya mudis pertahanan terakhir nih dari tiga ee apa peringkat utang yang selama ini masih tetap membuat apa memberikan triple A buat ee peringkat utang Amerika itu akhirnya menurunkan satu notes menjadi eh double A1. Nah, ini membuat ya kepercayaan publik terhadap ee USA menjadi turun. He. Nah, di samping itu karena ee ya seperti kita ketahui bahwa ee Cina kemudian Jepang akhir-akhir ini sejak perang tarif itu juga membuang ee US dollarnya. Mereka menjual surat utang US Dollar untuk dicairkan sama mereka. Nah, ini akan otomatis melemahkan US dolar bukan hanya terhadap rupiah terad tetapi terhadap semua mata uang. Ya, ya. Ya. Ya, itulah penyebabnya. Kenapa kok seolah-olah rupiah menguat ya? Iya. Seolah-olah ya, Pak ya. Ya. Tapi sebetulnya memang kalau terhadap US dollar betul-betul menguat, Pak. Heeh. Tapi terhadap mata uang yang lain kita masih belum. Masih belum, Pak. Saya ada posting, Pak. I di community-nya Success Before I. Jujur nabung rupiah deposito versus beli dolar 5 tahun ke belakang. I mana yang lebih untung? 81% menjawab ya untung dolar. Ya, betul ya, Pak. Pasti karena ee kita kan kemarin sempat di 14.000 ya, Pak ya. Iya. Ee cukup lama ya di 14.000-an sekian 1400 1400 kadang 13800. Iya kan? Nah sekarang ee sudah mulai menguat ke 16200 ya. Tapi kemarin sempat 17.000. Iya. Kalau kita lihat dari 13.000 Ibu ke 16,5 aja ya. Berarti ada kenaikan berapa persen? 3.500 dibagi 14.000 lah ya. H eh sori 2.500 2.700 dibagi 14.000 berapa persen itu? 2.700 dibagi dengan 14.000 lah. Kurang lebih sekitar berapa ya? Hampir 20%. Hampir 20%. Iya. Nah, kalau dalam 5 tahun kita apa ee nabung di betul tabungan. Betul. Berapa bunganya? Setuju. Kalau deposito aja ee yang LPS ya itu 4% Pak. Iya betul sekali. 4% kalau kali 5 tahun 20%. Betul. Tapi masih potong teks, Pak. Hm. Potong teks 20%. Iya. Ya, otomatis di bawahnya, Pak. Apalagi kalau ee US dolarnya juga masuk ke deposito. Nah, deposito US dolar kan juga ada. Nah, itu memberikan return bisa 2 sampai 3% kan. Iya. I per tahun. Nah, masih nambah lagi itu. Oke. Masuk akal. Nah, tapi pertanyaannya saya satu, 5 tahun ke depan nabung US atau nabung rupiah? Nah, ini menarik ini ya. Dalam hal ini 5 tahun ke depan itu kita harus melihat secara skala bagaimana ini makroekonomi ke depan. H enggak bisa kita tebak-tebak manggis, Pak. Nah, karena ya saat ini kan kondisinya volatile ya kondisinya. Nah, kalau saya sih tidak menyukai untuk ee kita investasi di instrumen mata uang. Karena bagi saya mata uang itu adalah heding. Kalau kita mau instrumen investasi ya kalau aset nyata emas properti. Saat kita menabung emas itu sebetulnya kita mendapatkan dua keuntungan. Hm. Yang pertama kalau ada emas naik iya kita ikut naik. Nah, otomatis naik ya. Oh, kalau US dollar naik, karena emas itu dijual dalam bentuk US dollar pers, otomatis harga emas juga naik. Jadi, kita bisa dapat double gitu ya. Nah, kalau properti itu berarti kita lebih pro rupiah karena propertinya belinya di Indonesia. Kecuali kalau kita belinya properti di Singapura atau belinya properti di Amerika ya berarti kita ngikutin kondisi di sana gitu kan. Nah, iya betul. atau kita masuk ke instrumen ee saham atau ee kita investasi di mungkin kripto. Nah, itu ada yang namanya capital gain di sana gitu. Nah, kalau kita ee investasi saham kita lebih mudah untuk kita ee memperkirakan karena yang kita beli kan bisnis kalau di saham. Nah, kita bisa beli saham Indonesia, beli saham Amerika, beli saham Singapura, kita bisa beli di saham di manaun. I h. Nah, Pak Toni, baru-baru ini saya menonton videonya Redelio, Pak. Oke. Salah satu penasihatnya Danantara, Pak. Iya. Nah, Redelio ini membicarakan sesuatu yang sangat menarik. Coba kita saksikan dulu video yang satu ini. Watch the bond market. The bond market is the basis. It's the backbone of all markets. It is the risk free meaning default free probably default free um interest rate that determines what all asset returns are going to be. And when there is a breakdown of the supply demand picture for the bond market, you see a certain type of market action. You see long rates rising relative to short rates. You see the currency go down, you see gold because there's a movement out of that bond market because there's a supply and demand imbalance. When that happens, that raises interest rates and it puts the Federal Reserve and other central banks in a bind that supply demand imbalance in order to deal with that when there's not enough demand, they're torn between allowing interest rates to rise and have the negative effect that has on markets and the economy or coming in and printing money essentially. Nah, Pak, setelah kita nonton video Redo, sebagai orang Indonesia mengapa kita harus memperhatikan pergerakan pasar obligasi Amerika Serikat seperti yang dibahas Redelio? Iya. Karena paksar obligasi memerintah Amerika Serikat kalau dia yieldnya naik i itu kan pasti dibandingkan investor Indonesia ini kan enggak hanya investor lokal Pak tapi juga banyak investor AC banyak HIT-Hswan saat HWAN itu melihat bahwa yield daripada pemerintah Amerika naik otomatis ee dibandingkan dengan yield di Indonesia dibandingkan sama dia yang lebih ee menurut mereka lebih berisik itu kalau ini naik dan ininya tetap lebih baik dia memindahkan dari yang ee berisiko menjadi tidak berisiko. H sehingga mereka akan memindahkan dari SBN dari ori dijual untuk masuk ke ee obligasi Amerika. Demikian juga terkadang kalau mereka merasa bahwa kalau obligasi ini dijual dan mereka capital outflow, rupiah kan melemah. Kalau rupiah melemah itu kadang-kadang dampaknya itu seringki ee pasar saham kita juga terdampak. I. Nah, sehingga mereka juga seringkiali juga capital outflow terhadap ee saham-saham kita di Bursa Effek. Betul. Nah, maka dari itu kenapa kita sebagai investor juga harus memperhatikan yeld obligasi Amerika? Salah satunya adalah itu oke. Nah, sekarang resikonya, Pak, jika kita menyimpan US dollar di tengah volatilitas volatilitas pasar obligasi global nih, apa resikonya? resikonya ya kalau kita nyumpean US dollar kalau US dolar melemah terhadap mata uang lain seperti saat ini seperti saat ini iya otomatis ya kita juga akan ngalamin penurunan dari sisi nilai terhadap semua mata uang dan sebetulnya kalau dikatakan rupiah tidak pernah menguat terhadap ee US Dollar seringkiali sebetulnya kalau Bapak ingat dulu waktu setelah krisis 98 itu kan sebetulnya nya rupiah sempat ke 17.000 juga. Iya. Iya. Nah, itu kan ee zamannya Pak Habibi itu bisa turun sampai 8.000 9.000 loh, Pak. Iya. I dari 17.000 itu 50% loh, Pak. Nah, kalau kita nyimpen US dollar ruginya 50%, Pak. Ya, ya. Masuk akal, masuk akal. Kemudian sempat menguat lagi 15.000, turun lagi 11.000. Nah, itu di zaman eranya mulai dari Gus Dur, dari Bu Mega. Bu Mega sampai 6.800 saya masih ingat itu. Oh, iya. Iya. 8.000, Pak. R8.000. 6.800 ada sempat sekali ya enggak lama sih setelah itu stabilnya di 8.000 gitu. Iya iya. Nah itu otomatis kalau kita nyimpan US dollar di 16.000 Ibu waktu ee begitu krisis orang kan banyak iya iya ee banyak investor itu FOMO, Pak. Saat US dollar naik mereka kejar mereka beli US dolar. Nah, akibatnya saat US dollar turun ya mereka akhirnya nyangkut. US dolar pun bisa nyangkut, Pak. Bisa, bisa, bisa. Karena belinya di tinggi juga kan. Iya, betul. Iya. Ya. Ya. Nah, Pak kembali lagi apakah menyimpan US dollar masih bijak, Pak? Di tengah kekhawatiran tentang defisit anggaran Amerika Serikat seperti yang disebutkan Relio. Ya, itulah Pak sebabnya kenapa terakhir ini Amerika ee US dollarnya melemah. Faktornya adalah karena itu. Iya. Karena kekhawatiran daripada pasar terhadap ee kondisi Amerika. I eh seperti termasuk mudis terakhir betul yang menurunkan peringkat utang Amerika. Nah, ini menunjukkan ketidak ee ketidakpercayaan terhadap mudis terhadap ee Amerika, Pak. I padahal mudis kan sebetulnya kan ee juga dari negara Amerika gitu. Nah, kalau sampai dia memberikan seperti itu kan sebetulnya sebuah warning. Iya. Seperti itu, Pak. Ya. Jadi, oleh sebab itu kalau menurut Pak Toni ee intinya gini loh, Pak. Apakah alternatif investasi yang bisa kita pertimbangkan selain menyimpan US dollar? Banyak, Pak. ee kita bisa membeli emas ya kan tadi saya sudah sampaikan betul saat ketidakpastian pasar biasanya emas biasanya akan naik ya ee saat yield Amerika turun emas juga naik gitu kan kemudian mm jadi emas adalah salah satu instrumen safe heaven h jadi saat ketidakpastian pasar saat ee kondisi tidak menentu itu biasanya emas naik kemudian akhir-akhir ini muncul ee ee kripto. Nah, terutama ya Bitcoin. H saat terjadi ketrakpastian pasar itu Bitcoin naik. Ee saat kita podcast ini lagi-lagi Bitcoin tembus sempat all time high lagi, Pak. Iya. Ya, walaupun Etherium belum sampai ee belum ya, tapi Bitcoin sudah gitu. Iya. I. Nah, itu salah duanya. Nah, salah yang lain kita bisa investasi di saham. Iya. Saham bisa saham Indonesia, saham luar negeri. Nah, ini pada saat Amerika gelisah itu banyak investor yang kemudian juga mengalihkan investasinya dari instrumen pasar Amerika ke Indonesia. Nah, akhir-akhir ini eh fan manager asing mulai masuk ke Indonesia lagi. Jadi kalau kemarin kita terjadi capital outflow selama bulan ee awal-awal tahun 2005 25 sampai April kemarin itu isinya kita capital outflow, capital outfow capital outflow ya sempat mencapai Rp50,7 triliun itu capital outflow. Nah, beberapa di bulan Mei ini kita mulai terjadi capital inflow. Hm. Nah, ini kabar baiknya dan ee di samping itu IHSG kita itu naiknya luar biasa loh, Pak. Kemarin saat bulan April kan kita sempat ee mencapai 5.800 5.900 ya waktu itu. Karena ee waktu Trump tarif pertama kali diluncurkan sama Trump itu, itu indeks kita sempat 5.880. Sempat ya, Pak. Iya. Nah, itu kan terjun bebas ya. Iya. Sekarang indeks kita sudah tembus di 7.200, Pak. Itu naiknya sudah ribon ya. Ribon banyak, Pak. 1400. Kalau dari 5 sudah naik hampir 20% lebih. Beberapa saham sudah naik 4050%. Bahkan ada beberapa saham yang hampir 100%, Pak. Hm. Jadi investor-investor di Bursa Efek Indonesia kemarin banyak yang happy saat banyak happy. Nah, itu salah tiganya. Nah, di samping itu ada ya properti. Nah, itu juga kita bisa investasi. Intinya gini, Pak. Saran praktis, Pak, untuk orang Indonesia ingin menyimpan US dollar, tapi juga ingin melindungi portofolio mereka. Nah, ini ada solusinya enggak, Pak? Atau ada workshop-nya enggak? Ini iya ini tadi kan saya baru menyebutkan baru empat instrumen ya. Sebetulnya instrumen investasi ada banyak. Nah, nanti saya akan mengupas di workshop kita. Iya. Ee lama ada banyak ee 10 hari lagi ya. 10 hari. Eh, enggak sampai sih sejak video ini ditanya 31 Mei sampai 1 Juni enggak sampai seminggu ini I ya. Jadi kalian cepat harus daftar ya. Kalau kalian bingung kalian ini punya aset di tatanya gimana. Kalau salah tata, salah kelola malah bisa rugi ya, Pak. Iya. Nah, kita akan mengadakan seminar 31 Mei sampai 1 Juni. Narasumbernya di samping Pak Candra dan saya, kita masih mengundang dua narasumber yang juga TOP BGT, Pak. Iya. Iya. Yang pertama, yang pertama adalah Bang Sandiaga Uno, Gubernur DKI Jakarta dan mantan mantan wagub Gubernur eh. Mantan wakil gubernur serta mantan menteri. Iya, mantan menteri Parekraf. Iya. Mantan Cawapres juga. Mantan Cawapres juga. Iya. Tapi yang jelas e ada mantan lagi, Pak. Iya. Mantan orang terkaya 50 besar se-Indonesia ee sempat nomor 37 loh, Pak. Iya. I terkaya di Indonesia. Nah, jadi jelas yang kita undang ini konglomrat, Pak. Ya. Iya. Besok ya. Dan dia mendapatkan keuntungannya ee pundi-pundinya. Nah, kemarin waktu kita sempat ngobrol-ngobrol sama Bang Sandi, dia sempat bocorin bahwa salah satu investasi terbaiknya dia justru diperoleh pada saat krisis. Wah, itu. Nah, jadi kita akan melihat belajar dari Bang Sandi gimana sih ee caranya melihat peluang di saat market yang flatel, di saat market yang tidak pasti, di saat market yang gonjang-ganjing, di saat banyak orang melihat ancaman, I itu orang-orang kaya justru melihat peluang. H. Nah, kalau belajarnya dari Bang Sandi yang mana dia pernah menjadi orang nomor 37 terkait di dunia di Indonesia dan mungkin sampai sekarang masih masuk dalam daftar kaya di Indonesia. Nah, itu kan berarti kita belajar dari orang yang tepat, Pak. Iya, kan? Oke. Nah, di samping itu kita juga belajar dari seorang mantan chief ekonomis daripada Bank BI dan sempat menjadi penas eh head research daripada dana TSA sekuritas. Dana Sekuritas. Iya. Nah, terus kemudian serta menjadi dewan pakar ya sempat juga menjadi dewan pakar TKN Prabowo Gibran. Nah, ini kan berarti dianggap bahwa dia itu oleh Dewan Pakar pun juga dianggap cukup ahli dan kemarin dia sempat viral I kan dan banyak sekali orang-orang yang suka dengan cara penjelasan beliau dan kita kemarin juga sempat mengadakan workshop ya dengan beliau ee dengan 35 orang peserta dan 35 orang itu semua puas. Nah, nanti kita akan culik sekali lagi untuk mengisi walaupun yang ini enggak lama ya, paling dia cuma ngisi 1 sampai 2 jam. Intinya kalau kalian hari ini pengin menata portofolio kalian, coba lihat di link deskripsi sekarang juga, lihat di kolom komen sekarang juga. Waktu Anda cuma sisa 5 sampai 6 hari untuk menjadi peserta terakhir. So, buruan seat sudah sangat terbatas, peserta sudah terisi hampir 80% ya. Dan hari ini sisa seat Anda sisa sedikit. Ya, karena kita batasin maksimal peserta di 50 orang, Pak. Maksimal 50 karena kalau lebih banyak dari itu enggak efektif. Enggak bisa enggak efektif. Oleh sebab itu, sahabat ee SP30, saya ingin berpesan sama Anda. Terima kasih, Pak Toni hari ini sudah mampir di level up dengan insight-insight yang luar biasa dan semoga kita bisa membongkar insight kita lebih banyak lagi di acara workshop kita nanti tanggal 31 Mei dan 1 Juni 2025. So, amankan sin Anda sekarang juga. Sampai jumpa di workshop. Sukses selalu. Salam. Luar biasa. Saat krisis kini kita masih punya uang. Nyimpannya di mana? Pertama bersyukur. Hah? W lagi krisis gini kita masih pegang uang. Kita harus bersyukur. Oke. Dan yang kedua bersabar. Karena gunakan kesempatan ini untuk mengevaluasi. Saya selalu bilangnya stay invested tapi take some risk of the table. Jadi kita volatilitas ini jangan dilawan. Ini ibarat lagi ada ombak gede gitu, kita jangan ngelawan ombak dan arus. Ini kita akan terseret ya. Oleh karena itu kita cari tempat yang lebih tenang. Oke. Waktu podcast cuman 15 menit, 30 menit enggak bisa. Nah, perlu waktu yang cukup panjang gitu. Sahabat SP30 pengin enggak belajar sama Bang Sandi langsung. Kita kebetulan mengundang dengan hormat di podcast ini. I Bang Sandi bersedia ya hadir di workshop kami ya. Insyaallah. Yes. Catat tanggalnya 31 Mei sampai 1 Juni. Langsung klik link di deskripsi sekarang juga untuk Anda jangan sampai ketinggalan. Nanti Anda akan belajar dari Bang Sandi langsung apa yang beliau smell, apa yang beliau sense waktu crisis di 98. [Musik]
Resume
Categories