ANDA DIBOHONGI INFLUENCER SAHAM? Mantan Analis Washington Post Bongkar Rahasia Gelapnya!
8jg9F7h2P9c • 2025-06-13
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Benar enggak sih bisa kaya dari saham?
Bahkan ada istilah bermain saham atau
ada beberapa orang pakar berkata,
"Jangan bermain-main dengan saham bahkan
enggak boleh bermain dengan apapun."
Saya akan bahas lagi-lagi dengan Pak
Toniaryo dan Prof. Feri Latuhihin. Benar
enggak sih orang pemula bahkan yang saat
ini punya pekerjaan tetap benar-benar
bisa kaya dari sana?
Welcome to Success Before 30 Level Up
Podcast.
[Musik]
Pak Feri, welcome back to Level Podcast.
Thank you, thank you, thank you. Yes,
Pak Toni, welcome back. Ya, selamat
pagi, Pak Candra. Pagi. Ini seru ini.
Ini kalau sudah dua orang ini saya
satukan ini dunia persilatan heboh.
Apalagi kita bicara soal bisa enggak sih
kita benar-benar bisa kaya dari saham?
Sudah simpel itu aja dijawab, Pak. apa
ya kan banyak buktinya ya kayak misalnya
di Indonesia ini ada figur kehong ya kan
beliau kan juga orang sudah tahu
story-nya ya dari zaman Krismon kalau
enggak salah ya 98 ya sampai akhirnya
tetap Pak Lokhong stay di saham ya kan
fokus ya di investasi sahaman is eh
boleh dibilang sukses ya kan itu ada
buktinya kalau di Amerika juga ya Pak
Sandiagao juga kan ya banyak di kapital
market pada waktu itu kan ya kapitalus
dib mengawali dari bakti investama yang
sekarang jadi MNC sekuritas iya
basically semua apapun e yang kita mau
achieve it is possible i kan asal satu
punya kemauan dan punya pengetahuan iya
kan pengetahuan penting ya kan karena
tanpa pengetahuan anda mau buka bengkel
mobil juga kalau enggak tahu bagaimana
caranya dongkrak mobil kan ban mobil kan
enggak mungkin bisa ya kan. Jadi dan di
luar negeri banyak banget miliarder
jutawan yang berasal dari pasar modal. H
iya Warren Buffet, Peter Lynch ya kan
banyaklah ya semua. Iya. Dulu banyak
orang-orang kaya naik spot car.
Indonesia belum musim sport car waktu
itu. Itu di Amerika yang pakai spot car
rata-rata orang-orang Wall Street. Betul
enggak? Oh iya B. Iya betul betul.
Makanya sampai ada yang keren filmnya
sempat ngetop tuh judulnya Wolf of Wall
Street. Iya. I ya. Nah, itu ee keren
banget itu nunjukin bahwa gimana seorang
bisa berubah hidupnya dari pasar saham.
Pak kemudian pursuit of happiness itu
sempat top juga. Itu juga dari orang
yang dulunya enggak hanya dari cleaning
service jadi orang kaya ya. Itu ada
story juga. Saya juga pernah di Wall
Street ya tahun 2000 ya. I was to L
Brothersum waktu itu ya. Tenar ya memang
semboyannya pada waktu itu. Semboyannya
pada waktu itu ya. Bahkan saya bilang,
"Wah, gua sampai tulis di kaos gua ya
dengan satu slogan, "I'm young, rich,
restless, and very dangerous."
Ya, itu benar. Karena di Wall Street itu
anak-anak yang baru fresh graduate ya
kan dari heart science bukan matematik,
physik segala macam. Masuk ke Wall
Street mereka jadi bikin model-model
matematik yang gila untuk structured
finance like option, futures dan segala
macam. And they they become very very
rich. Iya. Dan pada usia yang sangat
mudah. Tapi satu apa modelnya?
Pengetahuan bro. Iya. I dan sebetulnya
di Indonesia di depan kita ini proferi
ini sempat legend bro. E Pak Candra
waktu dulu dulu zaman tahun 2000-an itu
jarang orang punya spot car. Masud nih
saya kenal Proferiy tahun 2000-an tuh
itu dia sudah punya mobil spot car itu
enggak cuman lima, Pak. Iya. I ada 11
ya, Bro. Iya. Iya. Iya dia suka koleksi
Jaguar kemudian apa? BMW kemudian itu
pintu dua semua ya. Demler apaagi, Bro?
Waktu itu yang lu punya eh Porsche Mery
sudah jelas ya kan. Jaguar juga XK ya
kan yang pintu dua ya kan sama BM juga
pintu dua. Saya memang hobi pintu dua
pada waktu itu. Hobi pintu dua ya. And
eh ya because of my career di pasar
modal ya. Iya. I. Jadi karena pada waktu
itu saya sebagai analisis, saya banyak
memberikan masukan juga kepada market ya
kan saham-saham apa yang harus dipicing
ya kan ya. Dan tiap kali saya
rekomendasi kadang-kadang auto rejection
atas dalam 1 hari ya bahkan ada yang 3
hari berturut-turut rejection atas ya
and they made a lot of money because of
my advice pada waktu itu. Nah, dan di
zaman tahun 2000-an Pak Candra tahu
enggak? Iya.
Ini orang depan kita ini sempat masuk
Washington Post. Washington Post ya?
Iya. Analis pasar modal. Wow. Munculnya
di The Washington Post ini gila itu
gimana tuh ceritanya? Gua lupa itu iya
ya. Karena waktu itu saya berkali-kali
terpilih sebagai eh the most popular
analis ya di Indonesia. Jadi tahun dari
tahun eh dari tahun 2000, 2001, 2002 dan
2023 pada waktu itu sampai datang wasing
Washington Post ke saya untuk interview
and eh I claim pada waktu itu I was the
only analist ya yang pernah diinterview
oleh Was dan itu bukan koran koran
ece-ecekan
bukan Quran terubus bro ya bukan itu
koran kelas dunia bos I was shock as
well gituah aku juga surprise pada waktu
itu karena pada waktu itu memang I I was
so popular
Wah, dan baru-baru ini kan masuk majalah
tempo juga
depan juga. Betul. Nah, sekarang ini ini
kita akan ngomong enaknya. Iya.
Lagi-lagi kalau orang yang sukses itu
kan golongan 1% tuh. I yang tadi
diomongin kan golongan 1% semua. Betul.
Masalahnya 99%
itu dispo
jangan main saham.
Iya kan? Abullshit main saham banyak
boncosnya.
Nah, ini saya mau debat dikit nih. Ig
tahun 2018 itu kan nilainya 6.000-an
tuh, Pak Feri. Iya. Sekarang kan
7.000-an. Iya. Bahkan sempat ke 6.200
kemarin meskipun sudah di 7.100.
Kita bicara salah satu saham lah BBRI
kan diomongkan terus tuh dari 2018
nilainya 3.700
sekarang baru 4450.
Iya, Prof. Pertumbuhannya itu sebenarnya
enggak banyak. Mending orang jualan
cilok, Bro. ini atau jualan Indomie aja.
Gimana menurut Profesor statement ini?
Ya gini ee kalau saham-saham bank kita
harus lihat ee perhitungkan juga dividen
yang dibayarkan. Oh iya i ya ya. Beda
saham-saham yang tidak bayar dividen.
Tapi kalau bank kayak seperti Mandiri,
BRI, BNI apalagi BCA, kita harus hitung
juga selama kita holding that saham,
kita berapa kali dapat dividen ya kan
tadi katakanlah kapital game-nya tadi
3.800 ya kan ke 4.200 tapi juga jangan
lupa along that period over that period
kita juga dapat dividen atau saja
memberikan dividen gitu loh ya. Nah,
gini. Kalau kembali lagi ke indeks itu
sendiri dari 6.000 ke 7.900 tahun lalu
ya piknya ya terus jatuh lagi ke 6.200
gitu kan ya yang namanya pasar modal
pasar saham tidak terlepas dari
fundamental ekonomi suatu negara ya kan.
Makanya pada waktu Pak Prabowo bilang,
"Ah, enggak rakyat kecil juga ngamen
saham." Bukan itu poinnya, tapi ini
adalah indikator kalau harga saham naik
itu indikator terhadap negara tersebut
ekonominya gitu kan ya. Kalau sampai
investor pada kabur dari pasar modul
apalagi investor asing ya kan. Pertama
adalah dolar bisa kena ya kan rupiah ya.
Yang kedua itu indikasi bahwa oh asing
tidak percaya kepada ekonomi anda kan
gitu ya. Nah, jadi e poinnya adalah ya
saya saya tidak bilang Pak Prabowo
salah. Memang benar juga banyak yang
main sama salah salalan i enggak punya
ilmu. Akhirnya apa? Pasar saham jadi
meja judi. Karena investasinya dengerin
tetangga rumor, "Oh, si ini mau merger
sama itu gitu kan. Ini bank ini mau
dibeli sama itu." Padahal itu rumor
doang gitu loh. Nah itu Pak Prabowo.
Benar. Wah, itu jadinya meja judi, masar
modal. Tapi kalau investasi yang benar
ada ya Warren Buffet masa main judi sih.
Iya. I kan enggak lokehong masa main
judi sih kan enggak ya kan ya. Ya they
manage their money very very well ya
pengetahuan mereka ya kan. Nah untuk
teman-teman yang masih pemula the very
first thing that you have to wear in
mind adalah you invest learning.
Ya kan belum all out all your money ya
kan. sambil learning belajar beli saham
apa ya istilahnya orang belajar naik
sepeda ya harus ngejot juga bukan cuma
belajar teorinya kalau belajar doang
anda enggak bisa naik sepeda nanti ya
tapi tetap ilmunya harus ada, Bos. Oke.
Nah, ini sekarang kita juga diskusi sama
Pak Toni. Kalau gitu kita optimis enggak
dengan ISG kita 4 sampai 5 tahun ke
depan? Seberapa optimis kinerja BUMN
kita? ya. Kalau nanti ini kita
betul-betul bisa melakukan perbaikan ya
dari sisi apa ee regulasi, terus
kemudian dari sisi pasar modal juga,
terus kemudian kita bisa mengundang
investor asing masuk juga. Maka ke depan
akan bagus. Apalagi ee terakhir-terakhir
ini BPJS melihat value daripada
ee saham-saham di Indonesia. Iya. Ada
beberapa yang menurut mereka murah. He.
Makanya BPJS sudah kemarin sudah
memutuskan untuk meningkatkan porsinya
dari sejak krisis jiwa seraya yang waktu
itu membuat ee BPJS itu menurunkan porsi
investasinya di saham sampai kemarin
hanya tinggal 6% ee sekarang sudah mulai
ke 7% dan dalam 3 tahun ke depan BPJS
merencanakan akan kembali menaikkan
porsinya sampai 20% karena di luar
negeri memang rata-rata pensiun fund itu
biasanya dikisaran 18 sampai 20%. Nah,
kemarin karena faktor ya banyak
kasus-kasus di Indonesia dan ini kan
BPJS ini kan ee dia harus bertanggung
jawab ya karena ee dia harus bertanggung
jawab dengan uang rakyat gitu. Makanya
dalam kondisi pasar modal yang kurang
bagus maka dia mengurangi porsi
sahamnya. Tapi saat ini kelihatannya
melihat menurut ee mereka sudah mulai
positif, mereka mulai masuk dan ini ya
harapan kita ini akan membuat market
kita akan lebih bagus dan kalau itu bisa
mengimbangi outflow dari capital AC
kapital ee dari capital outflow daripada
asing. Nah, ini yang membuat kenapa
indeks kita dari kemarin 58 sekarang
bisa kembali ke 7.000 salah satunya
karena BPJS masuk Pak. Hm. He di situ.
Oke. Di era gilanya Trump,
kondisi global seperti saat ini seperti
yang kita pernah bahas di podcast yang
lalu, Pak Feri. He. Lebih baik kita tuh
beli SAM perusahaan apa? Itu satu.
Perusahaan Indonesia kah? Sam Indonesia
jelek dibanding sama Amerika kah? Atau
karena ISG sama emas nilainya kalau
dibilang dilihat bagus emas loh saat ini
dibanding ISG. Jadi menurut Pak Feri
gimana? Gini, kalau saya pribadi
beranggapan saham-saham yang mempunyai
masa depan ya. Jadi kalau kita ngomong
saham, saya selalu berpikir tentang
longd. He ya kan. Saya akan berpikir
teknologi. Oh
di mana-mana, Bos. Kalau ngomong saham
sekarang eranya teknologi, tapi
teknologi kan cepat berubah.
Depension. Kalau you are the first
mover, why not? Kayak Nvidia misalnya. H
iya kan? H yang bergerak di bidang EA.
H. Kalau dulu zaman pertama lagi
internet mungkin dulu Yahoo, Lantas ada
Google ya kan pada masanya Apple.
Teknologi will never die. Semua akan
menuju ke arah technological era. Yang
ini yang menakutkan juga nanti ada orang
yang berpikiran bahwa oh technology will
kill you. K orang enggak bakal dapat
kerja misalnya. Itu kan ekstrem ya kan.
Enggak. Tapi technology itself it is
going on Bos. Ya. Jadi kalau saya
memilih sekarang mau ekonomi cycling up,
mau ekonomi cycling down, yang paling
aman invest di mana teknologi? Ya, saya
tuh jujur ya, sering banyak orang bukan
cuma dengar tetangga, Prof. He. Tapi ada
orang dengerin di YouTube, dengar di
sosmet signal-signal saham
ada aja itu. Ya, saya juga ada orang
didengerin kayak gitu gitu ada. Iya.
Padahal ngasih isiknya juga enggak
kaya-kaya amat gitu ya kan. Nah,
sekarang, Bro, apakah sebaiknya kalau
teknik beli saham itu gimana sih? Lebih
baik kalau kita misalkan enggak usah
jauh-jauh, kita punya uang R10 juta aja
lah. Iya. Kita tuh beli R jutaan kali 10
saham. Heeh. atau 10 itu langsung full
di satu yang tadi Prof beli di satu
teknologi gini eimana iya itu tergantung
daripada ris appetite setiap investor
ada orang yang ris lover suka berisiko
kan dia enggak diversifikasi dia cuman
fokus kepada satu dual saham dan they
put all all the money ini ya kan itu
yang pertama yang kedua ada yang risk
neutral risk neutral tuh tergantung ya
kan istilahnya gini benci sama risiko
juga enggak tapi juga kalau kelewatan
risikonya juga gua malas kan gitu ya kan
emoderate ya kan ada yang ris affairs
yang ris affairs ini sama sekali benci
gua enggak mau ris avoider gua enggak
mau ada risiko segala macam maka kasih
tahu gua saham apa nih yang paling bagus
kan gitu ya kan ya ada saham apap pun
ada gitu loh tergantung eite-nya gitu
loh ya nah sekarang kalau kita kembali
lagi kalau tadi kita kaitkan dengan
eranya Trump ya kan basically kalau
Trump itu secara agregat semua saham
juga kena, Bos. Jadi, kita enggak bisa
diversifikasi gini, kita enggak bisa
mempicing, oh saham ini nanti ee anti
trum shock. Enggak juga. Cuma kalau
market itu secara sistemik ya kan kena
jebol, saham yang sehat pun kena jebol
gitu loh. Nah, tapi saya kasih tahu aja
ya, yang berbahaya dari masa Trump ini
yang harus diperhatikan adalah capital
flow. Hm.
Ya, sebab bisa tiba-tiba kapital nih
keluar nih dari Indonesia kukek kemarin
nih kan dolar terbang
tapi bisa juga tiba-tiba datang lagi bos
ya kan rupiah menguat lagi ya kan. Nah
ini yang bikin yang namanya jitri ya
njerot-njerrotan ya. Nah kayak naik kuda
ya kayak naik kuda. Roller coaster. Iya
roller coaster. Nah, kalau orang yang
enggak kuat jantungnya ya kan jantung
enggak aman itu. Iya. Jangan 100% put
your money. I kan boleh coba misalnya
25% aja deh. Misalnya punya duit R juta
atau R juta ya kan 2,5 juta atau R5 juta
you putin saham ya kan. Tapi yang boleh
dibilang syoknya enggak terlalu ee
kencang lah ya kan. Iya. Lakukan
diversifikasi. Iya lakukan
diversifikasi.
He.
Iya. Iya. Nah, jadi Pak Toni dari
diskusi kita sama Pak Feri dari sini
kita bisa lihat bahwa ternyata
secanggih-canggihnya tupai melompat itu
juga bisa jatuh gitu ya. Bisa karena
market enggak bisa kita enggak bisa
ramal, Pak. Apalagi dalam kondisi saat
ini ada katanya proferi Koplaks. Dan itu
enggak hanya cuman satu negara, tapi dua
negara. Satu di Amerika, satu di
Indonesia katanya Prof. Iya. Iya. Tapi
tetap di era Koplak itu tetap ada
opportunity ya. Oh, pasti ada. Nah, ini
opportunity ini kalau saya mau belajar.
Iya. Apalagi Pak Feri yang tadi Pak Toni
bilang He. Pernah menjadi analis di eh
Washington Post. Iya. Iya kan? Nah, jadi
saya yakin dan dia pernah jadi juga jadi
chief ekonomis Bank BI di masa jayanya
Bank BII. Nah. I ya. Yang sekarang
diakuisisi Maybank ya. Iya. Nah, jadi
dulu tuh BI di zamannya dia jadi chief
ekonomis itu levelnya dengan BCA enggak
beda jauh ya, Pak? Iya, Bro. Betul.
Identik lah. Identik. Jadi waktu itu BI
itu grupnya Sinarmas, Pak. Iya. Iya.
Jadi gini, Prof. Supaya saya itu enggak
kan ee jangan taruh telur di satu
keranjang lah istilahnya gitu. Tapi
supaya saya itu mau taruh telur di
keranjang mana yang paling tepat itu?
Apakah ada ilmunya? Ada. Semua ada
ilmunya. Semua ada metodenya ya,
semuanya ada kiat-kiatnya, semua ada
meteran yang disebut kita yang kita
sebut matrix, financial matrix dan itu
syarat utama Anda menjadi investor yang
benar. Memahami inilah financial
language ya, bahasa finance di dalam
investasi. Dan cocok untuk Anda yang
para profesional, pengusaha yang memang
enggak punya waktu untuk melihat grafik
ya. Jadi, Anda taruh duit tapi Anda tahu
ini harga murah. Betul. Sama kayak
misalkan kita mau beli properti nih ya,
kita mau beli ini misalkan rumah ini ya.
Rumah ini kalau divaluasi contohnya
harga 7 M. Eh, ada orang bu H. Hah,
harga properti ini tinggal 4 M itu kan
berarti murah kan? Murah. Nah, saham
juga bisa kayak gitu. Saham-saham diskon
kayak gitu bisa ya. Bisa, Bo. Nah,
caranya benar ya harus bisa baca laporan
keuangannya. Oh, harus bisa apa
membuat kriteria atau matriksnya ya kan.
Misalnya kayak seperti return on equity,
return on invested capital, return on
capital employ. Itu semua gampang ya,
cuman kedengarannya susah. Karena apa?
Karena Anda tidak mau belajar dengan
benar. Gampang semua gampang. Saya bisa
kasih dalam 2 hari ada Anda bisa kerja
sendiri di serius du hari bisa
di kampus 4 tahun belum tentu bisa. bisa
ya. Ini koplak bener.
Nah, jadi gini nih. Enggak yang buat
gampang itu kan ee kita kemarin sudah
menyelenggarakan workshop-nya Profi.
Kenapa Proferi mengatakan gampang?
Karena yang membuat gampang Proferi
bukan ilmunya gampang. Yang membuat
gampang karena proferi sudah membuat
rumus-rumusnya itu dimasukkan di Excel.
Iya. Oh, sama aja. Dan 2 hari itu
diajarin bagaimana caranya menggunakan
Excel. He. Dan diajarin mengenai
istilah-istilah yang ada di ee dunia
saham keuangan itu apa? Langsung
praktik. Jadi dilihatin semua gitu.
Langsung praktik ya. Sifatnya praktis.
Jadi kita enggak pakai teori-teori. Di
dalam workshop tadi saya kasih lihat
bagaimana membuka website-nya Wall
Street Journal. Ada laporan keuangan
emiten apa aja. Anda bisa cari ya. E mau
gudang garam, HMS, PB, CA semua ada.
Anda mau valuasi yang mana? Ayo kita
valuasi. Jadi setelah workshop pun Anda
bisa praktikkan sendiri di rumah. Dan
Proferi ini juga mantan rocker. Makanya
dia buyar request. Biasanya kalau kita
pergi ke apa ee itu ke live music. Live
music itu kan selalu ditanyain mau lagu
apa gitu kan. Nah, kalau proferi
ngomongnya mau saham apa?
Lu pilih tuh 900 ee ada 900 emiten tuh i
lu mau dibuka laporan keuangan saham
yang mana gua bukain gitu kita nyanyiin
bersama gitu kan. Jadi saya enggak perlu
belajar dari siapa. Justru Pak Feri akan
mengajarkan formulanya yang sederhana
ya. Seperti kayak Anda itu punya
software, Anda tinggal input langsung
keluar tuh
langsung keluar. Oh ini ternyata
sahamnya lagi kemahalan. Tapi
pertanyaannya kalau misalkan Pak Candra
dikasih software iya Pak Candra enggak
ngerti tentang hal itu. Bisa enggak buka
software? He. Nah, di sini Proferi akan
ngajarin gimana caranya buka
software-nya gitu. Oke. Oke. Dan
software-nya yang buat dia. Oh, iya. Ya,
jadi dia ini punya metode formula
tersendiri yang memang cuman bisa
didapat di workshop ya. Nah, setelah itu
setelah ngikut ee acaranya Proferi orang
tinggal memasuk ee mengoperasikan
software-nya. Dia bisa nganalisa sendiri
enggak perlu tanya ke Proferi. Oke ya.
Ya sudah. Jadi gini, tanggal besok
tanggal 29 dan 30 Juni ee ketika video
ini dibuat waktunya sudah tidak lama
lagi karena ada di bulan ini juga kalau
saya mau mendaftar dan ketika ee video
ini sebelum dibuat saja sudah ada ee
empat orang yang mendaftar ya. Jadi
workshop kami ini termasuk workshop yang
limited, tidak terlalu banyak karena
kalau mengajar itu kan juga perlu orang
yang enggak boleh terlalu banyak juga
ya. Iya. Supaya du hari 1 malam itu
maksimal ya. Dan Pak Feri meluangkan
waktunya untuk benar-benar mau
mengajarkan pada kita semua. Ini mahal
ilmunya ya. Saya sendiri juga sudah ikut
yang lalu. Iya. Ternyata kok mudah gitu.
Saya iya saya berani bilang Anda kuliah
4 tahun enggak dapat. Enggak dapat. Saya
kan dosen, saya ngajar. Belum tentu Anda
bisa memvaluasi. Belum tentu juga Anda
bisa membaca laporan keuangan yang
benar. Makanya saya bilang sifat
workshop ini sangat praktis karena
orientasinya saya ambil dari CFE ya.
Catat financial analy bukan dari teori
teks. Oke. Yes. Nah, jadi oleh sebab itu
kapan lagi kita bisa langsung belajar
langsung dari seorang CFE ya. Jadi
otomatis dari sini kita bisa benar-benar
dapat ilmu yang daging dan langsung
sudah diintisarikan.
kita bisa langsung praktikkan sehingga
kita enggak dengar apa kata tetangga
atau enggak mendengar apa kata
analis-analis yang memberikan signal,
tapi kita juga bisa mempunyai metode
untuk menganalisa sendiri sehingga kita
enggak FOMO, enggak FOMO ya. Nah, karena
banyak sekali sekarang orang-orang yang
FOMO gara-gara lihat influencer itu
pamer Porto. Iya. I. Nah, di sini
Proferi enggak akan pamer Porto, tapi
nunjukin gimana caranya buat Porto.
Betul. Iya. Siap. Siap. Oke, sampai
jumpa di workshop Pak Feri dan tentunya
semoga success before 30 ini benar-benar
terjadi. Khususnya Anda yang memang
pengin belajar apapun profesi kalian,
enggak harus trader, apapun profesi
kalian, kalian mau dokter gigi juga
boleh, punya warung juga boleh. Saat ini
mungkin masih mahasiswa ee tapi
di-support sama orang tua juga boleh.
Anda hari ini seorang profesional juga
boleh. Seorang lawyer, notaris juga
boleh, bahkan seorang pengusaha pun juga
boleh. termasuk Anda trader saham yang
mungkin selama ini sudah berguru ke mana
pun tapi boncos juga kayaknya kamu perlu
belajar lagi dengan Profesor Fer I ya
jadi sampai jumpa di workshop Pak Feri.
Thank you sudah mampir ke level Pak
sampai jumpa di workshop nanti. Siap
akhir bulan di bulan Juni. Sukses
selalu, Pak Toni. Thank you ya sudah
mampir ya. Kita tutup sampai jumpa di
Pjak kemakmuran and salam hebat luar
biasa.
23 menit.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:17:59 UTC
Categories
Manage