ANDA DIBOHONGI INFLUENCER SAHAM? Mantan Analis Washington Post Bongkar Rahasia Gelapnya!
8jg9F7h2P9c • 2025-06-13
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Benar enggak sih bisa kaya dari saham? Bahkan ada istilah bermain saham atau ada beberapa orang pakar berkata, "Jangan bermain-main dengan saham bahkan enggak boleh bermain dengan apapun." Saya akan bahas lagi-lagi dengan Pak Toniaryo dan Prof. Feri Latuhihin. Benar enggak sih orang pemula bahkan yang saat ini punya pekerjaan tetap benar-benar bisa kaya dari sana? Welcome to Success Before 30 Level Up Podcast. [Musik] Pak Feri, welcome back to Level Podcast. Thank you, thank you, thank you. Yes, Pak Toni, welcome back. Ya, selamat pagi, Pak Candra. Pagi. Ini seru ini. Ini kalau sudah dua orang ini saya satukan ini dunia persilatan heboh. Apalagi kita bicara soal bisa enggak sih kita benar-benar bisa kaya dari saham? Sudah simpel itu aja dijawab, Pak. apa ya kan banyak buktinya ya kayak misalnya di Indonesia ini ada figur kehong ya kan beliau kan juga orang sudah tahu story-nya ya dari zaman Krismon kalau enggak salah ya 98 ya sampai akhirnya tetap Pak Lokhong stay di saham ya kan fokus ya di investasi sahaman is eh boleh dibilang sukses ya kan itu ada buktinya kalau di Amerika juga ya Pak Sandiagao juga kan ya banyak di kapital market pada waktu itu kan ya kapitalus dib mengawali dari bakti investama yang sekarang jadi MNC sekuritas iya basically semua apapun e yang kita mau achieve it is possible i kan asal satu punya kemauan dan punya pengetahuan iya kan pengetahuan penting ya kan karena tanpa pengetahuan anda mau buka bengkel mobil juga kalau enggak tahu bagaimana caranya dongkrak mobil kan ban mobil kan enggak mungkin bisa ya kan. Jadi dan di luar negeri banyak banget miliarder jutawan yang berasal dari pasar modal. H iya Warren Buffet, Peter Lynch ya kan banyaklah ya semua. Iya. Dulu banyak orang-orang kaya naik spot car. Indonesia belum musim sport car waktu itu. Itu di Amerika yang pakai spot car rata-rata orang-orang Wall Street. Betul enggak? Oh iya B. Iya betul betul. Makanya sampai ada yang keren filmnya sempat ngetop tuh judulnya Wolf of Wall Street. Iya. I ya. Nah, itu ee keren banget itu nunjukin bahwa gimana seorang bisa berubah hidupnya dari pasar saham. Pak kemudian pursuit of happiness itu sempat top juga. Itu juga dari orang yang dulunya enggak hanya dari cleaning service jadi orang kaya ya. Itu ada story juga. Saya juga pernah di Wall Street ya tahun 2000 ya. I was to L Brothersum waktu itu ya. Tenar ya memang semboyannya pada waktu itu. Semboyannya pada waktu itu ya. Bahkan saya bilang, "Wah, gua sampai tulis di kaos gua ya dengan satu slogan, "I'm young, rich, restless, and very dangerous." Ya, itu benar. Karena di Wall Street itu anak-anak yang baru fresh graduate ya kan dari heart science bukan matematik, physik segala macam. Masuk ke Wall Street mereka jadi bikin model-model matematik yang gila untuk structured finance like option, futures dan segala macam. And they they become very very rich. Iya. Dan pada usia yang sangat mudah. Tapi satu apa modelnya? Pengetahuan bro. Iya. I dan sebetulnya di Indonesia di depan kita ini proferi ini sempat legend bro. E Pak Candra waktu dulu dulu zaman tahun 2000-an itu jarang orang punya spot car. Masud nih saya kenal Proferiy tahun 2000-an tuh itu dia sudah punya mobil spot car itu enggak cuman lima, Pak. Iya. I ada 11 ya, Bro. Iya. Iya. Iya dia suka koleksi Jaguar kemudian apa? BMW kemudian itu pintu dua semua ya. Demler apaagi, Bro? Waktu itu yang lu punya eh Porsche Mery sudah jelas ya kan. Jaguar juga XK ya kan yang pintu dua ya kan sama BM juga pintu dua. Saya memang hobi pintu dua pada waktu itu. Hobi pintu dua ya. And eh ya because of my career di pasar modal ya. Iya. I. Jadi karena pada waktu itu saya sebagai analisis, saya banyak memberikan masukan juga kepada market ya kan saham-saham apa yang harus dipicing ya kan ya. Dan tiap kali saya rekomendasi kadang-kadang auto rejection atas dalam 1 hari ya bahkan ada yang 3 hari berturut-turut rejection atas ya and they made a lot of money because of my advice pada waktu itu. Nah, dan di zaman tahun 2000-an Pak Candra tahu enggak? Iya. Ini orang depan kita ini sempat masuk Washington Post. Washington Post ya? Iya. Analis pasar modal. Wow. Munculnya di The Washington Post ini gila itu gimana tuh ceritanya? Gua lupa itu iya ya. Karena waktu itu saya berkali-kali terpilih sebagai eh the most popular analis ya di Indonesia. Jadi tahun dari tahun eh dari tahun 2000, 2001, 2002 dan 2023 pada waktu itu sampai datang wasing Washington Post ke saya untuk interview and eh I claim pada waktu itu I was the only analist ya yang pernah diinterview oleh Was dan itu bukan koran koran ece-ecekan bukan Quran terubus bro ya bukan itu koran kelas dunia bos I was shock as well gituah aku juga surprise pada waktu itu karena pada waktu itu memang I I was so popular Wah, dan baru-baru ini kan masuk majalah tempo juga depan juga. Betul. Nah, sekarang ini ini kita akan ngomong enaknya. Iya. Lagi-lagi kalau orang yang sukses itu kan golongan 1% tuh. I yang tadi diomongin kan golongan 1% semua. Betul. Masalahnya 99% itu dispo jangan main saham. Iya kan? Abullshit main saham banyak boncosnya. Nah, ini saya mau debat dikit nih. Ig tahun 2018 itu kan nilainya 6.000-an tuh, Pak Feri. Iya. Sekarang kan 7.000-an. Iya. Bahkan sempat ke 6.200 kemarin meskipun sudah di 7.100. Kita bicara salah satu saham lah BBRI kan diomongkan terus tuh dari 2018 nilainya 3.700 sekarang baru 4450. Iya, Prof. Pertumbuhannya itu sebenarnya enggak banyak. Mending orang jualan cilok, Bro. ini atau jualan Indomie aja. Gimana menurut Profesor statement ini? Ya gini ee kalau saham-saham bank kita harus lihat ee perhitungkan juga dividen yang dibayarkan. Oh iya i ya ya. Beda saham-saham yang tidak bayar dividen. Tapi kalau bank kayak seperti Mandiri, BRI, BNI apalagi BCA, kita harus hitung juga selama kita holding that saham, kita berapa kali dapat dividen ya kan tadi katakanlah kapital game-nya tadi 3.800 ya kan ke 4.200 tapi juga jangan lupa along that period over that period kita juga dapat dividen atau saja memberikan dividen gitu loh ya. Nah, gini. Kalau kembali lagi ke indeks itu sendiri dari 6.000 ke 7.900 tahun lalu ya piknya ya terus jatuh lagi ke 6.200 gitu kan ya yang namanya pasar modal pasar saham tidak terlepas dari fundamental ekonomi suatu negara ya kan. Makanya pada waktu Pak Prabowo bilang, "Ah, enggak rakyat kecil juga ngamen saham." Bukan itu poinnya, tapi ini adalah indikator kalau harga saham naik itu indikator terhadap negara tersebut ekonominya gitu kan ya. Kalau sampai investor pada kabur dari pasar modul apalagi investor asing ya kan. Pertama adalah dolar bisa kena ya kan rupiah ya. Yang kedua itu indikasi bahwa oh asing tidak percaya kepada ekonomi anda kan gitu ya. Nah, jadi e poinnya adalah ya saya saya tidak bilang Pak Prabowo salah. Memang benar juga banyak yang main sama salah salalan i enggak punya ilmu. Akhirnya apa? Pasar saham jadi meja judi. Karena investasinya dengerin tetangga rumor, "Oh, si ini mau merger sama itu gitu kan. Ini bank ini mau dibeli sama itu." Padahal itu rumor doang gitu loh. Nah itu Pak Prabowo. Benar. Wah, itu jadinya meja judi, masar modal. Tapi kalau investasi yang benar ada ya Warren Buffet masa main judi sih. Iya. I kan enggak lokehong masa main judi sih kan enggak ya kan ya. Ya they manage their money very very well ya pengetahuan mereka ya kan. Nah untuk teman-teman yang masih pemula the very first thing that you have to wear in mind adalah you invest learning. Ya kan belum all out all your money ya kan. sambil learning belajar beli saham apa ya istilahnya orang belajar naik sepeda ya harus ngejot juga bukan cuma belajar teorinya kalau belajar doang anda enggak bisa naik sepeda nanti ya tapi tetap ilmunya harus ada, Bos. Oke. Nah, ini sekarang kita juga diskusi sama Pak Toni. Kalau gitu kita optimis enggak dengan ISG kita 4 sampai 5 tahun ke depan? Seberapa optimis kinerja BUMN kita? ya. Kalau nanti ini kita betul-betul bisa melakukan perbaikan ya dari sisi apa ee regulasi, terus kemudian dari sisi pasar modal juga, terus kemudian kita bisa mengundang investor asing masuk juga. Maka ke depan akan bagus. Apalagi ee terakhir-terakhir ini BPJS melihat value daripada ee saham-saham di Indonesia. Iya. Ada beberapa yang menurut mereka murah. He. Makanya BPJS sudah kemarin sudah memutuskan untuk meningkatkan porsinya dari sejak krisis jiwa seraya yang waktu itu membuat ee BPJS itu menurunkan porsi investasinya di saham sampai kemarin hanya tinggal 6% ee sekarang sudah mulai ke 7% dan dalam 3 tahun ke depan BPJS merencanakan akan kembali menaikkan porsinya sampai 20% karena di luar negeri memang rata-rata pensiun fund itu biasanya dikisaran 18 sampai 20%. Nah, kemarin karena faktor ya banyak kasus-kasus di Indonesia dan ini kan BPJS ini kan ee dia harus bertanggung jawab ya karena ee dia harus bertanggung jawab dengan uang rakyat gitu. Makanya dalam kondisi pasar modal yang kurang bagus maka dia mengurangi porsi sahamnya. Tapi saat ini kelihatannya melihat menurut ee mereka sudah mulai positif, mereka mulai masuk dan ini ya harapan kita ini akan membuat market kita akan lebih bagus dan kalau itu bisa mengimbangi outflow dari capital AC kapital ee dari capital outflow daripada asing. Nah, ini yang membuat kenapa indeks kita dari kemarin 58 sekarang bisa kembali ke 7.000 salah satunya karena BPJS masuk Pak. Hm. He di situ. Oke. Di era gilanya Trump, kondisi global seperti saat ini seperti yang kita pernah bahas di podcast yang lalu, Pak Feri. He. Lebih baik kita tuh beli SAM perusahaan apa? Itu satu. Perusahaan Indonesia kah? Sam Indonesia jelek dibanding sama Amerika kah? Atau karena ISG sama emas nilainya kalau dibilang dilihat bagus emas loh saat ini dibanding ISG. Jadi menurut Pak Feri gimana? Gini, kalau saya pribadi beranggapan saham-saham yang mempunyai masa depan ya. Jadi kalau kita ngomong saham, saya selalu berpikir tentang longd. He ya kan. Saya akan berpikir teknologi. Oh di mana-mana, Bos. Kalau ngomong saham sekarang eranya teknologi, tapi teknologi kan cepat berubah. Depension. Kalau you are the first mover, why not? Kayak Nvidia misalnya. H iya kan? H yang bergerak di bidang EA. H. Kalau dulu zaman pertama lagi internet mungkin dulu Yahoo, Lantas ada Google ya kan pada masanya Apple. Teknologi will never die. Semua akan menuju ke arah technological era. Yang ini yang menakutkan juga nanti ada orang yang berpikiran bahwa oh technology will kill you. K orang enggak bakal dapat kerja misalnya. Itu kan ekstrem ya kan. Enggak. Tapi technology itself it is going on Bos. Ya. Jadi kalau saya memilih sekarang mau ekonomi cycling up, mau ekonomi cycling down, yang paling aman invest di mana teknologi? Ya, saya tuh jujur ya, sering banyak orang bukan cuma dengar tetangga, Prof. He. Tapi ada orang dengerin di YouTube, dengar di sosmet signal-signal saham ada aja itu. Ya, saya juga ada orang didengerin kayak gitu gitu ada. Iya. Padahal ngasih isiknya juga enggak kaya-kaya amat gitu ya kan. Nah, sekarang, Bro, apakah sebaiknya kalau teknik beli saham itu gimana sih? Lebih baik kalau kita misalkan enggak usah jauh-jauh, kita punya uang R10 juta aja lah. Iya. Kita tuh beli R jutaan kali 10 saham. Heeh. atau 10 itu langsung full di satu yang tadi Prof beli di satu teknologi gini eimana iya itu tergantung daripada ris appetite setiap investor ada orang yang ris lover suka berisiko kan dia enggak diversifikasi dia cuman fokus kepada satu dual saham dan they put all all the money ini ya kan itu yang pertama yang kedua ada yang risk neutral risk neutral tuh tergantung ya kan istilahnya gini benci sama risiko juga enggak tapi juga kalau kelewatan risikonya juga gua malas kan gitu ya kan emoderate ya kan ada yang ris affairs yang ris affairs ini sama sekali benci gua enggak mau ris avoider gua enggak mau ada risiko segala macam maka kasih tahu gua saham apa nih yang paling bagus kan gitu ya kan ya ada saham apap pun ada gitu loh tergantung eite-nya gitu loh ya nah sekarang kalau kita kembali lagi kalau tadi kita kaitkan dengan eranya Trump ya kan basically kalau Trump itu secara agregat semua saham juga kena, Bos. Jadi, kita enggak bisa diversifikasi gini, kita enggak bisa mempicing, oh saham ini nanti ee anti trum shock. Enggak juga. Cuma kalau market itu secara sistemik ya kan kena jebol, saham yang sehat pun kena jebol gitu loh. Nah, tapi saya kasih tahu aja ya, yang berbahaya dari masa Trump ini yang harus diperhatikan adalah capital flow. Hm. Ya, sebab bisa tiba-tiba kapital nih keluar nih dari Indonesia kukek kemarin nih kan dolar terbang tapi bisa juga tiba-tiba datang lagi bos ya kan rupiah menguat lagi ya kan. Nah ini yang bikin yang namanya jitri ya njerot-njerrotan ya. Nah kayak naik kuda ya kayak naik kuda. Roller coaster. Iya roller coaster. Nah, kalau orang yang enggak kuat jantungnya ya kan jantung enggak aman itu. Iya. Jangan 100% put your money. I kan boleh coba misalnya 25% aja deh. Misalnya punya duit R juta atau R juta ya kan 2,5 juta atau R5 juta you putin saham ya kan. Tapi yang boleh dibilang syoknya enggak terlalu ee kencang lah ya kan. Iya. Lakukan diversifikasi. Iya lakukan diversifikasi. He. Iya. Iya. Nah, jadi Pak Toni dari diskusi kita sama Pak Feri dari sini kita bisa lihat bahwa ternyata secanggih-canggihnya tupai melompat itu juga bisa jatuh gitu ya. Bisa karena market enggak bisa kita enggak bisa ramal, Pak. Apalagi dalam kondisi saat ini ada katanya proferi Koplaks. Dan itu enggak hanya cuman satu negara, tapi dua negara. Satu di Amerika, satu di Indonesia katanya Prof. Iya. Iya. Tapi tetap di era Koplak itu tetap ada opportunity ya. Oh, pasti ada. Nah, ini opportunity ini kalau saya mau belajar. Iya. Apalagi Pak Feri yang tadi Pak Toni bilang He. Pernah menjadi analis di eh Washington Post. Iya. Iya kan? Nah, jadi saya yakin dan dia pernah jadi juga jadi chief ekonomis Bank BI di masa jayanya Bank BII. Nah. I ya. Yang sekarang diakuisisi Maybank ya. Iya. Nah, jadi dulu tuh BI di zamannya dia jadi chief ekonomis itu levelnya dengan BCA enggak beda jauh ya, Pak? Iya, Bro. Betul. Identik lah. Identik. Jadi waktu itu BI itu grupnya Sinarmas, Pak. Iya. Iya. Jadi gini, Prof. Supaya saya itu enggak kan ee jangan taruh telur di satu keranjang lah istilahnya gitu. Tapi supaya saya itu mau taruh telur di keranjang mana yang paling tepat itu? Apakah ada ilmunya? Ada. Semua ada ilmunya. Semua ada metodenya ya, semuanya ada kiat-kiatnya, semua ada meteran yang disebut kita yang kita sebut matrix, financial matrix dan itu syarat utama Anda menjadi investor yang benar. Memahami inilah financial language ya, bahasa finance di dalam investasi. Dan cocok untuk Anda yang para profesional, pengusaha yang memang enggak punya waktu untuk melihat grafik ya. Jadi, Anda taruh duit tapi Anda tahu ini harga murah. Betul. Sama kayak misalkan kita mau beli properti nih ya, kita mau beli ini misalkan rumah ini ya. Rumah ini kalau divaluasi contohnya harga 7 M. Eh, ada orang bu H. Hah, harga properti ini tinggal 4 M itu kan berarti murah kan? Murah. Nah, saham juga bisa kayak gitu. Saham-saham diskon kayak gitu bisa ya. Bisa, Bo. Nah, caranya benar ya harus bisa baca laporan keuangannya. Oh, harus bisa apa membuat kriteria atau matriksnya ya kan. Misalnya kayak seperti return on equity, return on invested capital, return on capital employ. Itu semua gampang ya, cuman kedengarannya susah. Karena apa? Karena Anda tidak mau belajar dengan benar. Gampang semua gampang. Saya bisa kasih dalam 2 hari ada Anda bisa kerja sendiri di serius du hari bisa di kampus 4 tahun belum tentu bisa. bisa ya. Ini koplak bener. Nah, jadi gini nih. Enggak yang buat gampang itu kan ee kita kemarin sudah menyelenggarakan workshop-nya Profi. Kenapa Proferi mengatakan gampang? Karena yang membuat gampang Proferi bukan ilmunya gampang. Yang membuat gampang karena proferi sudah membuat rumus-rumusnya itu dimasukkan di Excel. Iya. Oh, sama aja. Dan 2 hari itu diajarin bagaimana caranya menggunakan Excel. He. Dan diajarin mengenai istilah-istilah yang ada di ee dunia saham keuangan itu apa? Langsung praktik. Jadi dilihatin semua gitu. Langsung praktik ya. Sifatnya praktis. Jadi kita enggak pakai teori-teori. Di dalam workshop tadi saya kasih lihat bagaimana membuka website-nya Wall Street Journal. Ada laporan keuangan emiten apa aja. Anda bisa cari ya. E mau gudang garam, HMS, PB, CA semua ada. Anda mau valuasi yang mana? Ayo kita valuasi. Jadi setelah workshop pun Anda bisa praktikkan sendiri di rumah. Dan Proferi ini juga mantan rocker. Makanya dia buyar request. Biasanya kalau kita pergi ke apa ee itu ke live music. Live music itu kan selalu ditanyain mau lagu apa gitu kan. Nah, kalau proferi ngomongnya mau saham apa? Lu pilih tuh 900 ee ada 900 emiten tuh i lu mau dibuka laporan keuangan saham yang mana gua bukain gitu kita nyanyiin bersama gitu kan. Jadi saya enggak perlu belajar dari siapa. Justru Pak Feri akan mengajarkan formulanya yang sederhana ya. Seperti kayak Anda itu punya software, Anda tinggal input langsung keluar tuh langsung keluar. Oh ini ternyata sahamnya lagi kemahalan. Tapi pertanyaannya kalau misalkan Pak Candra dikasih software iya Pak Candra enggak ngerti tentang hal itu. Bisa enggak buka software? He. Nah, di sini Proferi akan ngajarin gimana caranya buka software-nya gitu. Oke. Oke. Dan software-nya yang buat dia. Oh, iya. Ya, jadi dia ini punya metode formula tersendiri yang memang cuman bisa didapat di workshop ya. Nah, setelah itu setelah ngikut ee acaranya Proferi orang tinggal memasuk ee mengoperasikan software-nya. Dia bisa nganalisa sendiri enggak perlu tanya ke Proferi. Oke ya. Ya sudah. Jadi gini, tanggal besok tanggal 29 dan 30 Juni ee ketika video ini dibuat waktunya sudah tidak lama lagi karena ada di bulan ini juga kalau saya mau mendaftar dan ketika ee video ini sebelum dibuat saja sudah ada ee empat orang yang mendaftar ya. Jadi workshop kami ini termasuk workshop yang limited, tidak terlalu banyak karena kalau mengajar itu kan juga perlu orang yang enggak boleh terlalu banyak juga ya. Iya. Supaya du hari 1 malam itu maksimal ya. Dan Pak Feri meluangkan waktunya untuk benar-benar mau mengajarkan pada kita semua. Ini mahal ilmunya ya. Saya sendiri juga sudah ikut yang lalu. Iya. Ternyata kok mudah gitu. Saya iya saya berani bilang Anda kuliah 4 tahun enggak dapat. Enggak dapat. Saya kan dosen, saya ngajar. Belum tentu Anda bisa memvaluasi. Belum tentu juga Anda bisa membaca laporan keuangan yang benar. Makanya saya bilang sifat workshop ini sangat praktis karena orientasinya saya ambil dari CFE ya. Catat financial analy bukan dari teori teks. Oke. Yes. Nah, jadi oleh sebab itu kapan lagi kita bisa langsung belajar langsung dari seorang CFE ya. Jadi otomatis dari sini kita bisa benar-benar dapat ilmu yang daging dan langsung sudah diintisarikan. kita bisa langsung praktikkan sehingga kita enggak dengar apa kata tetangga atau enggak mendengar apa kata analis-analis yang memberikan signal, tapi kita juga bisa mempunyai metode untuk menganalisa sendiri sehingga kita enggak FOMO, enggak FOMO ya. Nah, karena banyak sekali sekarang orang-orang yang FOMO gara-gara lihat influencer itu pamer Porto. Iya. I. Nah, di sini Proferi enggak akan pamer Porto, tapi nunjukin gimana caranya buat Porto. Betul. Iya. Siap. Siap. Oke, sampai jumpa di workshop Pak Feri dan tentunya semoga success before 30 ini benar-benar terjadi. Khususnya Anda yang memang pengin belajar apapun profesi kalian, enggak harus trader, apapun profesi kalian, kalian mau dokter gigi juga boleh, punya warung juga boleh. Saat ini mungkin masih mahasiswa ee tapi di-support sama orang tua juga boleh. Anda hari ini seorang profesional juga boleh. Seorang lawyer, notaris juga boleh, bahkan seorang pengusaha pun juga boleh. termasuk Anda trader saham yang mungkin selama ini sudah berguru ke mana pun tapi boncos juga kayaknya kamu perlu belajar lagi dengan Profesor Fer I ya jadi sampai jumpa di workshop Pak Feri. Thank you sudah mampir ke level Pak sampai jumpa di workshop nanti. Siap akhir bulan di bulan Juni. Sukses selalu, Pak Toni. Thank you ya sudah mampir ya. Kita tutup sampai jumpa di Pjak kemakmuran and salam hebat luar biasa. 23 menit.
Resume
Categories