Transcript
K_GhRyUNUCU • Mantan Bupati BONGKAR Cara Pikir Koruptor Proyek - Begini Mereka "MAIN" ft Kang Yoto
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/sb30official/.shards/text-0001.zst#text/1383_K_GhRyUNUCU.txt
Kind: captions
Language: id
Wah, ini pertama kalinya podcast level
up pinggir jurang ya. Kenapa saya
katakan pinggir jurang? Karena kita tahu
bahwa bukan rahasia umum kalau Indonesia
ini banyak pengusaha yang berkolusi atau
berkongkalikong dengan polisi, dengan
jaksa, bahkan berkolusi dengan oknum
kepala daerah. Nah, kali ini saya
mengundang kepala daerah, mantan kepala
daerah yang bersih terbukti tidak.
Beliau akan cerita blak-blakan. Kenapa
sih kalau di Indonesia ini kalau mau
kaya harus dengan oknum-oknum seperti
itu? Dan bisakah pengusaha itu kalau
transparansi dan bersih kalau ingin
berbisnis atau bermitra dengan
pemerintah, tapi semua sama-sama jalan
seperti negara-negara maju seperti di
China, di Amerika atau di Eropa yang
bebas dari korupsi tapi benar-benar akan
menjadi mitra yang sejahtera. Kita
bongkar habis setelah yang satuya ini.
Welcome to Success Before Tury Level Up
Podcast.
[Musik]
Sahabat entrepreneur, salam hebat luar
biasa. Waduh, kali ini saya kedatangan
teman lama ini. Ini ini mantan kepala
daerah favorit saya ini. Beliau sudah
pernah mampir ke level up 7 tahun yang
lalu ya sebelum COVID. Sebelum Covid dan
akhirnya saya undang lagi 7 tahun
kemudian dan kali ini membahas sesuatu
yang pinggir jurang. Ngeri ngeri ngeri
ngeri ngeri sedap ini. Tapi saya sangat
tertarik ee untuk membahas yang Kang
Yoto atau Bapak Suyoto mantan kepala
daerah Bupati Bojonegoro periode 2008
sampai 2018.
Kang, selamat datang kembali, Kang.
Selamat datang, Mas. Matur suwun. Terima
kasih, Kang Yoto. Seperti pembukaan saya
tadi, ini memang saya enggak meneralisir
semua kepala daerah seperti itu. Saya
enggak meneralisir semua polisi seperti
itu. Saya enggak menjeneralisir semua
jaksa seperti itu. Jaksa semua pengusaha
tapi dan semua pengusaha juga seperti
itu. Dan kita tahu yang gitu itu malah
kaya raya di Indonesia, Kang. He. Nah,
kenapa kok bisa enggak sih, Kang, kita
itu menjadi mitra pemerintah yang bersih
gitu loh? Hm. Menurut Kangoto itu
kenapa? Coba Kang Yoto jelaskan sebagai
pengalaman sebagai mantan kepala daerah
yang sudah 10 tahun dan Kang Yoto
terbukti mampu membuat Bojonegoro itu
bangkit dengan cara yang bersih.
Kita mengenal di Indonesia ini ada tiga
pengusaha, Mas. I jadi saya juga masih
ingat kalau saya kasih, saya masih ingat
waktu jadi bupati, pengusaha-pengusaha
saya kasih duduk di kanan kiri saya. He
kalau birokrat pasti langsung loh
pengusaha kok ditaruh di kanan kirinya
Kang Yoto gitu kan. Wah ini mau kolusi
apa ini? Jadi mindset kita umumnya
langsung kalau ada pengusaha dekat
dengan pejabat itu langsung bilang
kolusi. Kolusi. Wah ini pasti kolosi mau
main-main apa gitu ya. Padahal
sebenarnya ada tiga jenis pengusaha di
Indonesia ini. Oke. Satu adalah
pengusaha yang dia bisa kaya dengan ee
sumber daya alam Indonesia. Heeh. Karena
itulah dia akan berusaha keras untuk
mendapatkan license izin, tambang
tambang ya, sawit. Sawit, hutan gitu ya.
Kita tidak menutup mata. Memang ada
orang yang dengan cepat kaya di situ.
Setuju ya. Yang kedua adalah pengusaha
yang basisnya adalah sumber apa? APBN.
APBN dan APBD. H karena itu orang ini
berburu bagaimana supaya bisa
mendapatkan ABBN, ABBD jadi berbisnis
dengan anggaran melalui melalui skenario
proyek mau melalui KSO apapunlah caranya
dia akan masuk ke situ. Nah, yang ketiga
sebenarnya adalah pengusaha yang ee dia
betul-betul menciptakan nilai tambah ya
misalnya industri sepatu, industri
sarang burung, semua industri swasta
pure swasta dan menciptakan nilai
tambah. Dia menciptakan tenaga kerja.
Lalu dia bahkan bisa ekspor pendapatan
buat negara, dia bayar pajak buat negara
dan intinya adalah kreativitas,
kolaborasi dengan enabler misalnya
teknologi, enabler keuangan, enabler
entrepreneurship dengan enabler bahkan
juga ee IT yang belakangan ini. Itulah
munculnya ee sekarang banyak
pengusaha-pengusaha jenis ini. Nah,
untuk pengusaha yang terakhir ini kalau
saya bahkan ini harus dikasih karpet
merah. Berarti kayak saya dong, Kang.
Iya dong. Jadi kalau Mas Sandra kasih
karpet merah karena ini menciptakan
sesuatu dan pemerintah perlu seperti
ini. Pemerintah itu tidak mungkin bisa
menciptakan tenaga kerja, lapangan
pekerjaan kecuali dengan
pengusaha-pengusaha jenis seperti ini.
Kebetulan di negara-negara maju seperti
Amerika kita lihat Mark Zuckemberberg,
kemudian adalah Bill Gates, kemudian
yang sekarang terkenal misalnya Elon Mas
ya, Elon Mas ini orang-orang yang di
sini dia enggak perlu sama sekali
fasilitas pemin anggaran enggak perlu
tambah enggak perlu dia menciptakan
teknologi ya. Iya. Nah, kebetulan di
Indonesia ini uniknya kita ini suka di
yang pertama kedua ini. Oh. Oh. Nah,
makanya orang kemudian mengatakan kalau
orang yang basis usahanya adalah sumber
daya alam dan kemudian dia menghalalkan
semua cara, bahkan ada yang mengatakan
ini golongan hitam gitu kan. Iya. Ya,
peng hitam. Wah, ini ya. Begitu juga
kalau dia pengusaha yang kedua dan dia
adalah menghalalkan semua cara. Dia
berkolosi dengan oknom-oknom, berkolusi
dengan pejabat ya, produksi dengan
pejabatnya, dengan penguasanya. Dia
terabas semua, diatur semua untuk
mendapatkan proyeknya. Betul.
pekerjaan-pekerjaan ini ya juga ada yang
seperti ini gitu ya. Ada yang seperti
ini. Tapi pembelajaran yang saya lihat
ini tidak sustain. Enggak bisa sustain.
Enggak bisa sustain. Kenapa, Kang? Ya,
pertama ee
hampir bisa dipastikan kualitas akan
menjadi taruan. Hmm. Dari era Pak Harto,
ya. Ya, zaman Pak Harto sampai sekarang
kita lihat. Dan yang kedua, kolusi itu
ada usianya. Kolusi itu ada usianya. Ada
usianya. Kenapa usianya ada, Kang? Iya,
karena pejabatnya pasti juga akan
pensiun, pejabatnya akan berhenti dan
pasti Oke berarti tanda tangan itu
enggak laku ya, enggak laku lagi dan
kebenaran itu punya kekuatan. Begitu
juga yang namanya kebohongan punya
kelemahan. One day pasti akan dibuka.
Makanya orang kalau seperti ini biasanya
enggak tenang hidupnya. Ya, kebohongan
kalau ditutupi dengan kebohongan yang
lain, dengan kebohongan yang lain dengan
berbagai macam cara. Dan kita bisa
melihat kok fakta-fakta seperti ini
banyak sekali. H. Dan makanya ketika
berkuasa seolah-olah mercuar, tapi
ketika kemudian gandolan kekuasaannya
hilang kan runtuh dengan cepat sekali.
Itulah sebab orang jujur di Indonesia
enggak kaya-kaya amat kayak saya ini ya,
Kang ya. Tapi bahagia. Tapi bahagia.
Setuju ya? Dan ee steady terus bergerak.
Tapi ini ada yang akrobat naik turun
naik turun hancur. Tapi sekarang kembali
lagi success story-nya orang-orang
Indonesia itu adalah pengusaha jenis
pertama dan kedua sehingga mereka tidak
mau merambah yang ketiga, Kang. karena
jujur enggak bisa lompat di Indonesia
gitu. Tapi kita lihat bahwa sumber daya
alam ada batasannya, APBN APBD kita ada
batasannya. Sekarang APBN APBD kan
basisnya utang. Basisnya kemudian adalah
ee pajak kita juga cukup harus digenjot.
Betul. Ketika semua orang yang bayar
pajak sadar bahwa duitnya mau apa kan
makin kritis. Betul ya. Saya bayar pajak
duitnya mau pakai apa? Lalu kalau ini
adalah hutang enggak bisa dihutang lagi
tapi impactnya enggak terasa. Semua
negara juga rugi. Pemerintah pun akan
mikir bahwa kalau ini tidak berdampak
dan tidak berjangka panjang akan
merugikan. Luar biasa. Let's say bangun
infrastruktur infrastrukturnya gak
berkualitas
kan rugi dua kali. Setuju. Jadi rugi
peluang, rugi kesempatan dan tidak
berdampak apapun. Oke. Nah gini Kang
pertanyaan saya ini sekarang bisakah
Indonesia ini menuju transparan? Hm.
Karena tadi Kang Yoto sempat bilang ini
yang sukses ini pengusaha hitam semua.
Ya, termasuk oknum kepala daerah, jaksa,
polisi yang hitam semua dan hitam
bekerja sama hitam. Tapi Kang Yoto tadi
bilang bahwa itu ada masanya ya. Nah,
sekarang kita mau menuju era
transparansi. Bisa enggak kalau
Indonesia ini level up menuju ke menjadi
mitra pemerintah yang putih? Ya, di
eranya seperti Kang Yoto di mana Kang
Yoto sebagai kepala daerah yang putih.
Terbukti Kang Yoto ketika mengakhiri
masa jabatan
ee diperiksa sama ee KPK bersih. Nah,
bagaimana Kang Yoto pengalaman Kang Yoto
menghadapi pengusaha-pengusaha hitam
yang mau menyuap ini? Nah, gimana itu,
Kang? Saya yakin ini apa sekarang kita
menuju kepada transparansi yang luar
biasa ya di zaman pemerintahan Pak
Prabowo Gibran ini. Hm. Karena itu tadi
jadi tantangan kita sumber daya alam.
Betul. Nyata. Bahkan kita sekarang sudah
tidak lagi clim tapi sudah ee apa derita
karena panas bumi. Ya, sudah lagi bukan
global warming tapi adalah global
boiling. Kita sudah nyata ya. Global
boiling. Lalu kemudian kita lihat
kompetensi global itu mengharuskan ada
keunggulan-keunggulan yang luar biasa.
Nah, misalnya sekarang kenapa sih kok
kalimat efisiensi dipakai? Efisiensi itu
bukan berarti enggak ada belanja, tapi
adalah momen di mana kita ingin
merasionalisasi belanja-belanja yang
tepat, belanja-belanja yang berdampak
kepada ee keberlanjutan ya, pembangunan
berkelanjutan itu momen untuk kemudian
kita melihat ulang. Nah, apa artinya
pesan ini adalah pesan kepada semua
bahwa ayo kita semua menjadi orang
putih. Ayo kita sekarang mengedepankan
rasionalitas, mengedepankan
profesionalitas, mengedepankan kebaikan.
Kalau toh ada pengusaha-pengusaha yang
berbasis sumber daya alam, maka judulnya
ditantang hilirisasi kan. Hm. Itu nilai
tambah kan. Sudah begitu. Begitu
hilirisasi apa? Inovasi, riset,
teknologi. Tidak ada hilirisasi. Berarti
berarti orang tengah makelar ini hilang
semua ya, Kang ya. Tidak ada hilirisasi
loh. Kalau cuman maklar, jelas.
Hilirisasi itu inovasi, teknologi, uang
gitu ya. Harus masuk di situ dan
manajemen yang baik, leadership yang
kuat. layaknya perusahaan China seperti
startup yang sukses Alibaba Ten itu
hilirisasi. Jadi kita ngomong kosong
ngomong hilirisasi tapi riset inovasi
teknologinya enggak masuk.
Lalu kalau kita ngomong sekarang ee
pemerintah pasti mendorong partnership
kan. Makanya sampai ada PTSMI misalnya
ya. PTSMI itu kan untuk partnership di
mana swasta masuk menjadi mitra, menjadi
partner pemerintah. Ini didorong
bagaimana swasta menjadi partner
pemerintah untuk memberikan
solusi-solusi. Nah, pemerintah sendiri
di dalam merancang ee kita lihat
misalnya lahirnya Danantara itu kan
untuk menyongsong bagaimana hari ini dan
ke depan kan terobosan-terobosan itu.
Lalu kalau kita mau sekarang menjadi
pengusaha yang ini level up ya mau
enggak mau kita harus melihat
fakta-fakta baru ini. Betul ya. kita
harus melihat bahwa momen efisiensi
bukan momen untuk berhenti, tapi momen
untuk menawarkan sesuatu yang lebih
kompeten, yang lebih menjanjikan untuk
level up. H ini yang sekarang menurut
saya ee terjadi. Nah, tapi sekali lagi,
Kang, ini kan kita ini aliran kanan ini,
Kang. Sedangkan yang sukses ini kan
aliran kiri semua. Ini sudah kanan
ekstrem pula. Mungkin enggak, Kang? ini
let's say bahwa itu adalah fakta yang
tidak bisa kita tutup mata kitaul tapi
saya yakin itu akan menjadi masa lalu.
Oke ya itu akan menjadi masa lalu.
Sekarang kita harus mulai welcoming
melihat ini ada fakta sejarah baru.
Kesulitan terus mengajarkan kita i
bagaimana kita harus survive
bersama-sama. Oke. Dan itu artinya ee
pengusaha yang hanya mengandalkan
kolosi, yang hanya mengandalkan harga
murah, kualitas rendah, pasti nanti akan
ditinggalkan oleh zaman. Oke. Nah, Kang,
gini nih, Kang. Oke deh. Katakanlah
sekarang kan penonton kita ini banyak
anak-anak muda. Kita harus mendorong
para pengusaha-pengusaha baru itu
berbisnis atau bermitra dengan
pemerintah dengan cara yang transparan
dan jujur ya, Kang. Ya, itu kan tujuan
kita supaya level up dong, Kang. Kita
enggak kalah sama China, kita enggak
kalah sama negara maju. Padahal China
itu dulu lebih miskin dari kita loh,
Kang. Ya, saya sudah berkali-kali itu
bilang merdekanya 4 tahun lebih ee lebih
terlambat daripada kita. Tahun -an dia
lebih miskin dari kita. PDB kita dulu
lebih tinggi. Sekarang dia jauh lebih
maju. Karena Cina itu semua orang melek
itu yang dipikirkan adalah solusi. Yang
dipikirin adalah terobosan. Yang
dipikirkan adalah jualan apa supaya
lebih baik. Bangun pagi kayak gitu.
Bangun pagi lah. Kita ini bangun pagi
yang dipikir siapa yang disalahkan,
siapa yang kemudian dimakan.
Lalu aduh mau triky apaagi? Nah, itu itu
mindset yang harus dibuang. Lebang
jauh-jauh dibuang, Kang, saya kepengin
jadi mitra pemerintah yang jujur. Siap.
Kang Yoto bisa ngajarin saya enggak?
Panjang itu. Panjang ya kayaknya enggak
bisa cuma dari podcast ya, Kang. Enggak
bisa. Tapi karena itu kemarin saya
ngomong kalau Mas Candra mau minta saya
sebenarnya salah.
Kenapa? Kalau trennya masih hitam minta
ajar ke saya itu salah. Apalagi minta
ajar ke jujur, terlalu putih. Nah, jadi
gini, Kang. Kebetulan saya ini mohon
pribadi karena saya tahu Kang Yoto ini
adalah kepala daerah yang jujur di
zamannya dan saya percaya sampai hari
ini Kang Yoto pun terbukti ee banyak
kepala daerah ketika kekuasaannya sudah
berakhir yang saya tahu itu kan mereka
itu pasti ee rata-rata kena stroke.
Kemudian ee apa ee kemudian mereka itu
cari job apa terus melamar jadi
komisaris apa supaya kekuasaannya itu
langgeng. Tapi Kang Yoto ini yang saya
kenal setelah pensiun pun tetap
ketawa-ketawa terus sampai hari ini.
Masih jadi pekerja. Masih jadi pekerja.
Masih mengikuti aliran hidup
membahagiakan banyak orang. Iya. Ojok
lali bahagia. Ojok lali bahagia. Itu
kata-katanya, Kang Yoto. Kang, saya
pengin nih jadi mitra pemerintah yang
jujur dan semoga pemerintah kita juga
jujur. Ya, kita bakal ada workshop,
Kang, yang mana akan kita adakan tanggal
27 Juli, ya. Ee, Kang Yoto bersediakah
menjadi salah satu narsum kami untuk
memberikan kami bagaimana sih menjadi
mitra pemerintah yang jujur, Kang? Kalau
untuk orang-orang yang mau level up,
Mas. Yes. Saya sebenarnya sulit untuk
menolak. Sulit untuk menolak. Sulit
untuk menolak. ini karena orang-orang
yang terpanggil untuk melihat masa depan
dan menyambut masa depan. Betul. Luar
biasa. Sulit untuk menolak. Itu adalah
bahasa yang betul-betul yang saya
tunggu-tunggu dari level up. Kenapa?
Karena merayu Kang Yoto ini tidak mudah.
Karena Kang Yoto tadi sudah bilang lah
sekarang bayangkan, Kang. Ibaratnya
bioskop ya, Kang ya. Indonesia ini yang
laku horor semua, Kang. He he. Lah
tiba-tiba Kang Yoto ini keluar dari
horor gitu loh. Ini laku enggak
bioskopnya ini? itu kita enggak tahu ini
kita kan ee nyeleneh sendiri ini kok
berani-beraninya ngundang saya. Nah,
karena kembali lagi, Kang, bukan level
up, Kang. namanya kalau saya enggak
berani mengambil oknum ya, Kang ya, yang
jujur karena harus kompeten terbukti
gitu loh, Kang Yoto. Nah, dan hebatnya
lagi duetnya duet maut, Kang, sama Pak
Ahok yang juga terkenal transparan,
bersih, lurus, dua aliran naga putih ini
ya, Kang Yoto. Kang, kira-kira Kang
selama ini kalau ee kita tahulah ya,
saya buka rahasia umum, wah saya susah
kalau kena procurement ya. Saya susah
ini, saya harus tahu oknum siapa yang
bisa saya suap. Nah, itu jalannya yang
penting kenal orang dalam. Iya. Selalu
kayak gitu, Kang. Kira-kira dengan
workshop kita ini hal kayak gitu tuh
bisa dihilangkan enggak sih, Kang?
Digitalisasi itu adalah kita sekarang
mengenal apa yang disebut dengan
transformasi digital. He. Dan pemerintah
Indonesia sudah masuk ke situ. Siap. Ya,
artinya sebenarnya kolusi itu ruangnya
makin kecil dan kalau kolusi cepat atau
lambat ketahuan pasti ketahuan. Oke.
Pasti ketahuan kalau sudah digitalisasi
ini hanya soal kamu ditindak atau tidak
gitu aja. Dan kamu untuk nutup-nutupi
itu ada pepatah mengatakan kebohongan
itu adalah mata rantai yang sangat
panjang. Sekali kamu nutupi maka dia
akan terus. Oke. Itulah sebabnya banyak
orang yang dapat untung. Untungnya aja
sak mbok-mboknya ikut kan ya untuk
nutup-nutupi seperti itu. Jadi pertama
digitalisasi ini sudah terjadi sudah
terjadi dan sekarang lihat semua sistem
prokromment kita sudah digitalisasi
semua ya. LP2 LPSE itu kan contoh yang
sama nyata ya. Iya. Dan ini terjadi dan
transformasi digital di era Pak Prabowo
yang saya tahu ini makin diperkuat ya.
ee karena itu enggak ada pilihan lain
kecuali kita harus ee menyiapkan diri
menjadi e level yang jauh lebih
profesional. Wah, ini kira berarti
workshop level up beneran ini. Dan itu
artinya pengetahuan kita harus lengkap.
Bagaimana kita mengerti cara pemerintah
membuat program, cara pemerintah
mendesain program, tapi juga tahu
bagaimana sebenarnya semua persyaratan
proen yang diperlukan oleh pemerintah
kalau kita mau masuk. Betul. Dan tetap
jangan sombong ya, tetap harus belajar
dengan semuanya agar kita bisa
mendapatkan yang terbaik dan bisa
memberikan yang terbaik. Berarti ini
adalah sebuah berita baik untuk
kebangkitan Indonesia baru menuju
Indonesia Mas 2045. Masih ada secerca
harapan di balik aliran hitam itu tadi,
Kang. Semoga ini workshop pertama karena
bukan rahasia umum, Kang. Orang mau
gabung Kadin itu untuk apa? Orang mau
gabung HIPMI itu untuk apa sih, Kang?
Ya, cari proyek lah, Kang. To the point
aja. To the point saya ngomong. I tapi
ini cari proyek yang benar, yang jujur
enggak apa-apa cari proyek itu ya, Kang
ya. Tapi gak apa-apa itu pemerintah
perlu partner kok. Perlu partner kan ya.
Nah, Guys. Jadi tanggal 26 27 Juli Anda
harus segera daftar sekarang juga.
Workshop ini saya taruh di kolom
deskripsi dan pengajarnya adalah orang
yang sudah terbukti kompeten. Ngerayunya
lama loh, enggak mudah. Karena apa? Yait
tadi beliau bilang di saat semuanya
hitam kok kita putih sendiri. Dan Kang
Yoto tadi sudah bilang sulit menolak.
Kalau mengajarkan yang benar, ada
closing statement enggak? Enggak. Saya
kepengin mendengar ini kalau ee podcast
ini ditonton semua teman-teman kalau ada
kasus, ada masalah tulis di kolom.
Tolong komen kira-kira kesulitan Anda
apa? Ya, kita mau ketika kita mulai dari
tulisan Anda. Ketika Anda sudah
mengajukan jadi mitra pemerintah, Anda
mau ngambil proyeknya pemerintah, Anda
mau jadi pengusaha yang bekerja sama
dengan anggaran yang selama ini terjadi
kendala itu apa, tolong tulis di kolom
komen sekarang juga ini di menit ke
berapa Anda tuliskan semua. Bisa jadi
tulisan Anda akan menjadi materi bagi
kami. Karena kita tidak mungkin
level up sendirian. Justru kita perlu
partner-partner ini semua. Siap.
Indonesia memerlukan orang-orang hebat
seperti yang nonton ini. Seperti ini.
Oke, kita tunggu Anda di workshop. Kang
Yoto menjadi salah satu pengajarnya dan
siap menjadi mitra pemerintah yang
transparansi menuju Indonesia Mas 2045.
Sampai jumpa di workshop 2627 Juli
2025 dan ingat seat sangat terbatas.
Terima kasih, Kang Yoto. Kita tutup
dengan salam kita. Salam hebat luar
biasa. Salam hebat luar biasa. Ojo lali
bahagia. Ojo lali bahagia. Jos. Yeah.