Tanda-Tanda Ekonomi RI Ambles, Pengusaha akan Tercekik + (Efek Tarif19%)
CdHev8ROEEg • 2025-07-25
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Saya tahu saat ini kamu bekerja sudah
sangat keras. Saya tahu kamu sampai
lembur-lembur. Bahkan mungkin saat ini
kamu terkena sakit asam lambung. Tapi
sayangnya di era sekarang tahun 2025
ini, kerja keras saja tidak cukup. Tapi
kalian dan kamu harus bekerja pintar.
Kamu harus peka. Kamu harus lebih
adaptif. Kamu harus mengerti
makroekonomi. Kamu harus mengerti
kondisi geopolitik dunia. Karena itu,
cepat atau lambat sangat mempengaruhi
bisnis yang sudah kamu rintis selama
ini. Video kali ini saya buat untuk
mengasa kepekaan itu.
Welcome to Success before Business and
Financial Mentoring.
Sahabat entrepreneur, salam hebat luar
biasa. Di video kali ini saya kembali
akan membahas tentang kondisi geopolitik
dunia, kondisi makroekonomi. Di sini
kita akan membuat Anda berpikir bahwa di
zaman sekarang ini tidak cukup kalian
itu bekerja keras. Mungkin saat ini yang
penonton Sucsess Vivo 30, Anda adalah
seorang fighter, Anda adalah seorang
pejuang. Kalian sedang mati-matian, saya
salut dengan kalian itu semua. Tapi di
era zaman sekarang ternyata tidak cukup
untuk bekerja keras, tapi kalian
dituntut untuk mempunyai skill lebih.
Dan ini sangat berbeda dengan era yang
lalu. Semua ini terjadi ketika era
sosial media, era perang dagang, ekonomi
global itu sangat berdampak terhadap
bisnis kalian. Suka atau tidak suka.
Nah, oleh sebab itu video kali ini saya
akan membahas tentang kondisi terupdate
global saat ini. Nah, kita lihat ekonomi
Indonesia mulai 2025 ini diramal akan
ambles pengusaha bisa jadi korban
pertama. Kok bisa sih? Mari kita bahas
satu persatu. Yang pertama saya tahu
Anda sudah bekerja sangat keras. Anda
sudah putar otak. Anda sudah banting
tulang. Anda sudah melakukan ilmu yang
kalian miliki saat ini. Bahkan jam tidur
Anda sudah berkurang. untuk
mempertahankan bisnis yang sudah Anda
rindis. Tapi malangnya saat ini kerja
keras itu enggak cukup. Kenapa kerja
keras enggak cukup? Ada tiga tanda besar
yang akan saya bahas melalui video ini.
Nah, yang pertama adalah ada bahaya
merah. Ini yang kalian harus ketahui dan
ini sedikit banyak akan terimbas sama
bisnis kalian. Kalaupun bisnis kalian
ramai, bisnis kalian bagus, yes. Tetapi
bisa jadi itu cuman sementara, enggak
bisa langgeng. Nah, tanda baying pertama
adalah saya terpasar menyampaikan
kenyataan pahit. di ekonomi mulai 2025
kerja keras itu enggak cukup. Kenapa?
Karena ini bukan lagi siapa yang paling
rajin, tapi ini tanda untuk semua
pengusaha di Indonesia dan ini mulai
terjadi di tahun ini. Yang kedua adalah
tiga tsunami ekonomi sedang menuju kita.
Dan ini sedikit banyak
namanya tsunami. Tsunami itu kan paling
kena di tepian kan. Tapi Anda itu
mungkin di radius 2 km juga pasti akan
terdampak sama banjirnya. Nah, ini yang
harus Anda tonton dari video ini supaya
Anda betul-betul ini istilahnya early
warning lah ya. Saat ini kalau kita
bicara ada tiga tsunami raksaka yang
sedang bergerak menuju ke arah kita.
Tsunami pertama adalah kebijakan dari
negeri kita sendiri yaitu baru-baru ini
deal dari produk Amerika yang bisa masuk
ke Indonesia bebas beak 0%. We made with
Indonesia. I spoke to their great
president, very popular, very strong,
smart and we made the deal. We have full
access to Indonesia.
Dan sedangkan kalau barang kita masuk ke
ee Amerika memang dari awalnya tarif 32%
sekarang diturunkan 19%. Ini harus Anda
ee pelajari, ini harus Anda kuasai.
Mengapa harus paham ini? Karena cepat
atau lambat ini akan berdampak sama
bisnis kalian. Nah, itu tsunami yang
pertama yaitu kebijakan negeri kita
sendiri. Tsunami yang kedua itu
barang-barang China. Dengan kekuatan
penuh, barang-barang China ini pasti
akan banjir. Sekarang Anda sudah
lihatlah, Anda lihat di ruko-ruko
semuanya itu ada makanan dari China, ada
restoran dari China. Produk China itu
udah banjir di marketplace kita. Semua
barang-barang kualitas murah, keren, itu
semua dari China. Itu tsunami yang
kedua. Itu suka atau tidak suka saya
sudah bahas berkali-kali. Yang ketiga
yaitu kemungkinan paling besar adalah
barang yang paling mematikan. Barang
dari Amerika akan banjir di Indonesia
dan semuanya bebas BH 0%. Nah, loh Anda
kan makin senang loh, Pak, kan jadi
murah barangnya mereka. Wait, nanti saya
akan beritahu terlebih dahulu di mana
letak berbahayanya ketika barang Amerika
juga akan banjir karena masuk ke
Indonesia 0%. Memang barang Amerika akan
lebih murah, tapi tunggu dulu ini
dampaknya apa bagi kita. So, yang
ketiga, bisnis Anda akan di jalur
tabrakan. Jadi, ada tiga tsunami.
Tsunami barat, tsunami timur, dan
kebijakan tsunami dari bangsa kita
sendiri. Dan bisnis Anda sekecil apapun
itu berada di tiga jalur tabrakan ini.
Video ini bukan cuman untuk cari
motivasi. Ayo semangat, Anda pasti bisa.
Betul. Tapi kita semua ayo pasti bisa
itu kalau dipenuhi dengan strategi yang
tepat maka semangat pasti bisa itu kalau
Anda dengan strategi yang matang pasti
Anda akan mendapatkan hasil yang
maksimal. Tapi kalau Anda cuman motivasi
semu, Anda tidak akan mendapatkan
apa-apa. So, oleh sebab itu, proyek
ekonomi 2025 ini akan dipangkas
habis-habisan. Nah, oleh sebab itu ini
bukan sekedar perlambatan ekonomi biasa.
Jawaban ini ee nyata. Jadi, Bank Dunia,
lembaga top lainnya sudah memberikan
sigyal proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025
ini akan dipangkas. Kue ekonomi kita
memang enggak akan berkembang seperti
biasanya. Dan ini skenario dikeroyok
kita ini ditawur lah istilahnya begitu.
Saya ulangi, ini bukan sekedar ekonomi
melambat tapi ini wajar. Masalah ekonomi
kondisi saat ini lebih seperti dikeroyok
oleh tiga kekuatan raksasa. Kebijakan
kita sendiri, kekuatan China dan
kekuatan Amerika. Dan ini seperti surat
cinta dari Donald Trump yang
kelihatannya manis tapi isinya ternyata
tagihan triliunan rupiah. Ini kuncinya
strategi kita gimana kalau Anda harus
smart, Anda bisa keluar dari badai tiga
tsunami ini. Pertanyaan adalah sekarang
bukan apa yang terjadi, tapi di tengah
kondisi ekonomi yang lagi dikeroyok tiga
ini, strategi apa yang harus kita pasang
agar tidak hancur tapi keluar sebagai
pemenang. Ini yang paling penting. So,
ada dua jenis tekanan yang kita harus
perhatikan. Tekanan yang pertama adalah
mesin pemerintah yang haus bensin. Kita
tahu APBN barusan ini defisit. Ibu Sri
Mulyani sudah bilang APBN kita defisit
100 triliun lebih. Itu artinya apa? Wah,
siap-siap pajaknya akan dinaikkan lagi.
Pengusaha akan ditaki lagi soal pajak
untuk menutup anggaran yang defisit ini.
Anda harus paham. Jadi yang kita lawan
adalah rumah kita sendiri defisit. Jadi
daya belanja kita lebih besar daripada
APBN yang kita miliki. Lagi-lagi
defisit. dan dari mana harus berhutang
lagi ke luar negeri dan sebagainya. APBN
kita, pengeluaran kita lebih besar dari
pemasukan. Logikanya pemerintah harus
cari pemasukan tambahan karena hutangnya
lebih gede. Dari mana salah satu yang
paling jelas adalah pajak. Nah, sasaran
ekonomi digital. Sasarannya adalah
content kreator yang selama ini
happy-happy aja kolam basah akan
dikejar. E-commerce jadi satpam pajak.
Jadi jangan lupa dengan lewat PMK nomor
37 tahun 2025, raksasa e-commerce resmi
jadi satpam pajak. Ya, Satpam pajak dia
akan jadi pengawas dan era abu-abu telah
berakhir. Artinya apa? Anda yang main di
era abu-abu buat para online seller
kelar hidup loh. Yaitu ini bukan lagi
soal bayar atau tidak, tapi soal
administrasi yang lebih rumit dan biaya
operasional yang potensi membengkak
sehingga Anda terpaksa lebih
profesional. Artinya ada yang biaya
tambahan. Jadi jangan salah kalau Anda
yang dagang e-commerce dan sebagainya,
Anda dagang di marketplace pajaknya akan
lebih besar, biayanya akan lebih besar.
So, itu tekanan yang pertama dari
internal dalam negeri sendiri. Tekanan
yang kedua adalah bom waktu yang ada di
piring makan kita. Program makan bergizi
gratis MBG yang dicanangkan dari
pemerintahan Pak Prabowo. Tekanan dari
dalam memang enggak berhenti di situ.
Ada program super ambisius yang
tujuannya mulia, program makan bergizi
gratis. Tujuannya investasi SDM supaya
SDM kita enggak bodoh katanya. Karena
bodoh itu tercipta karena makan gizi
yang tidak seimbang. Resiko inflasi
harga. Yang kedua adalah permintaan
pangan melonjak drastis. Jelas dong. Dan
yang ketiga risiko inflasi harga pangan.
Ekonomingati
kita. Kalau permintaan lonjak drastis
tanpa diimbangi peningkatan produksi dan
logistik yang sepadan, hukum ekonomi
dasar pasti berlaku. Harga pangan,
pokok, beras, telur, daging resikonya
meroget. Dan ini jadi dampak yang
keempat adalah dampaknya biaya produksi
naik, daya beli menurun. Buat Anda apa?
Kalau Anda main di bisnis FnB, congrat
harga pokok produksi Anda akan naik ya.
Anda bisa jual lebih tinggi tapi margin
Anda kegerus. Selain itu, kalau di
bisnis lain daya beli customer Anda akan
menurun karena uang mereka lebih banyak
habis untuk makan. Kalau customer ngerem
belanja tercipta deflasi, enggak lagi
inflasi, daya beli menurun, dan bisnis
Anda juga ikut terseret. Memang harga
pokok penjualan Anda, HPP Anda naik,
tapi daya beli enggak ada karena MBG.
Nah, secara enggak langsung efek domino
itu akan terjadi. Nah, sekarang kita
lihat itu tekanan dari dalam negeri.
Jadi, defisit sama program MBG. Tekanan
dari luar ini yang jadi problem yaitu
tsunami dari timur. Tadi saya sudah
sampaikan di awal tiga bentrokan tsunami
terjadi di satu titik. Tsunami dari
timur bukan sekedar murah tapi produk
subsidi. Sekarang kita lihat lawan dari
luar China. Mungkin Anda pikir, "Ah,
produk China kan dari dulu murah."
Salah. China sekarang sudah memberantas
barang-barang palsu dan China sekarang
sudah menaikkan levelnya. Dia enggak mau
lagi dicap barang KW nomor satu di
dunia. Bahkan Anda jangan salah, China
pun sekarang saat ini banyak
produk-produk dari Eropa yang ori itu
bikinnya di China tapi dengan grade ori.
Nah, artinya China juga sudah belajar
ancaman sekarang ada dua. Pertama bukan
lagi produk murah biasa, tapi produk
yang disubsidi habis-habisan oleh
pemerintahnya. Karena pemerintahan
China, bayangkan listrik, pajak,
kemudian pendiri modal usaha kadang
difasilitasi sama pemerintah, apalagi
sektor UMKM. Makanya harganya bisa
murah. Jadi berlomba-lomba entrepreneur
di China itu menciptakan kreatif
produk-produk yang murah karena
disubsidi oleh pemerintah China. Mereka
lagi kelebihan produksi sehingga mereka
sendiri sektor dalam negerinya
oversupply. Akhirnya mereka lagi
membidik pangsa pasar area ASEAN yang
jumlahnya 600 juta ini dan 600 juta
ASEAN yang paling besar Indonesia.
Setengahnya Indonesia penduduk yang
hampir R00 juta, 280 juta something. Dan
ini akan menjadi pasar yang empuk dari
China. Oleh sebab itu mungkin dilawan
ini bukan kompetisi, ini pembantaian
harga. Makanya saya pernah bikin konten
kan, kenapa Anda beli di Taupau itu jauh
lebih murah sampai di Indonesia dan
gudangnya sudah ada di Indonesia. Itu
saya sudah buat itu videonya. Nah, ini
yang terjadi. Kemudian platform TEMU.
Nah, ini memotong tuntas rantai
distribusi lokal. Isunya buka lapak
bakal diakuisisi sama Temu. Kalau ini
terjadi ini bahaya juga. Dan ini paling
mematikan karena model bisnis platform
seperti Temu ini mematikan UMKM
Indonesia. Pahamkan mereka memotong
tuntas semua rantai distribusi lokal dan
mereka dari importir, distributor, agen,
crosir, toko, semuanya dilompati. Dia
langsung bareng China langsung murah di
Indonesia. Enggak usah lagi biaya impor.
Itu betul betul-bet berbahaya. Dan Anda
bukan langsung cek toko sebelah, tapi
langsung harga pabrik. Nah, ini ngeri
kan? Kalau sudah masuk ke Indonesia,
barang dikirim langsung dari pabrik
China ke HP konsumen. Anda enggak perlu
lagiat grosir. Ini mematikan grosir
lokal. ini mematikan semuanya. Jadi,
gimana caranya UMKM kita mau bersaing
kalau ini terjadi? Nah, ini tekanan dari
luar dari China itu sendiri. Tekanan
yang kedua yaitu surat cinta dari Barat.
Kita lihat ini kemarin sepertinya
seolah-olah kemenangan berasil
menurunkan tarif kita masuk ke AS dari
32% ke 19%. Tapi wait tunggu dulu. Ini
dari barat, Amerika ceritanya lebih
licik lagi. Kelihatannya kita dapat good
news. Tapi sebenarnya tarif dagang kita
itu turun 19% lebih rendah dari Vietnam.
Keren kan? Tapi ancaman awal 32% karena
hilirisasi dan bricks itu memang membuat
Amerika tidak senang karena kita masuk
ke bloknya bricks. Tapi itu cuman
sampulnya. Ceritanya ini lebih gelap.
Awalnya kita diancam tarif 32%. Kenapa?
Karena dual kebijakan hilirisasi kita
yang bikin mereka enggak bisa dapat
bahan mentah murah dari Indonesia dan
keputusan kita gabung ke bridge dianggap
menentang dominasi mereka. Nah, ini
problemnya harga yang dibayar impor
ratusan triliun dan tarif 0% untuk AS.
Inilah kompensasinya. Enggak ada
ceritanya Amerika itu mau diam-diam dari
32 menurunkan ke 19 tetap ada harga yang
dibayar. E untuk menebus dosa itu kita
harus bayar mahal. Komitmennya gila.
kita harus beli 50 pesawat Boeing.
Ya maklum Amerika produksi Boeing. Impor
energi ratusan triliun. Impor loh. Impor
produk pertanian puluhan triliun. Kamu
sangka kedeleai kita itu dari mana kalau
bukan dari Amerika? Anda coba cek aja.
Emang kedele kita yang bikin tempe itu
semua tempe lokal? Enggak. Tempenya
memang lokal, tapi kedelenya dari mana?
Hei, petani kedele di Indonesia, adakah
Anda produksi kedele? No. Kedele kita
itu harus impor dari Amerika.
Ini yang disembunyikan. Coba cek di
kolom komen. Memang tempe kita mereka
beli di pasar mana? Pasar-pasar beli
kedele. Tapi kedelenya di mana? Siapa
petani kedele di sini? Enggak ada. Ini
hati-hati ya. Dan ini bagian yang
terparahnya. Kita harus memberikan
mereka akses penuh ke pasar kita dengan
tarif 0%.
Ini dangerous. Hati-hati. Jangan percaya
aja. Dengarkan sendiri kata-kata Donald
Trump. Enaknya. Dan dia tersenyum. Dia
tertawa berkata apa, "We have full
access to Indonesia." Hei, "Wa.
Full access artinya apa? Barang Amerika
masuk ke pasar Indonesia 0% bebas B.
Banjir produk Amerika habis ini. Jangan
main-main. We will pay no tarif. Kita
tidak akan membayar tarif 1% pun. 0%
bebas bea." Wow. Ini bagus atau jelek
sih? Coba kamu pikir sendiri, tulis di
kolom komen ya. Ini saya mau ngajak Anda
diskusi. Dan ini bukan kemenangan, ini
barter. Artinya apa? Barter ini kita
dapat diskon kecil untuk ekspor tapi
kita gadaikan pasar domestik kita. Kita
buka pintu kita lebar-lebar untuk masuk
tanpa bayar tiket adil. Menurkah Anda
surat cinta dari Barat ini? Coba tulis
di kolom komen. Kadang kita harus
berpikir, maka melalui video ini
sebentar lagi barang Amerika akan
banjir. Oke. So, pelajaran mahal dari
Vietnam adalah mereka memang dapat deal
bagus, terus kenapa banyak bilang
Vietnam lebih pintar? Mereka bisa dapat
20% tarif impor segila kita. Apa
rahasianya? Target lobi bukan negara AS
tapi pribadi Trump. Karena Donald Trump
itu bukan cuman presiden, dia itu
pengusaha. Dia itu pebisnis properti.
Jadi mereka enggak nawarin keuntungan
buat Amerika, tapi buat bisnis
pribadinya Trump. Mereka komitmen bangun
Trump tower dan proyek properti lainnya
di Vietnam. Gila enggak? Dan mereka
paham permainan di Undertable atau bawah
meja. Jawabannya ada di permainan
Undertal. Vietnam ngerti cara main lobi
tingkat tinggi dan realita geopolitik
yang brutal dan transaksional. Ini bukan
cuman soal korupsi. Ini soal memahami
cara kerja lobi yang paling brutal dan
transaksional. Mereka tahu siapa yang
harus disenangkan. Ini adalah pelajaran
mahal tentang realita geopolitik yang
harus dipahami setiap pengusaha di
Indonesia. Nah, itu dealnya ala Vietnam.
Oleh sebab itu, wah Pak Candra kok
nakut-nakuti? Bukan nakut-nakuti, ini
adalah sebuah fakta dan kita harus tiba
di era ini. Pengusaha harus tiba di era
ini. Ini yang harus kita dan stop hari
ini menyalahkan pemerintah sebelumnya
dan sebagainya. Bukan. Ini sebuah
realita yang kita enggak bisa pungkiri.
Maka kita harus video ini untuk
mencerdaskan kalian. So, strategi
pertama adalah pahami medan perang.
Korban terbesar adalah produk nanggung.
Apa itu produk nanggung? Selama ini kan
kita tahu banyak influencer bilang,
"Bangun brand, bangun brand, bangun
brand." Betul. Enggak salah sih bangun
brand itu orang akan loyal. Tapi
permasalahannya ini pertarungan kelas
atas. Jadi bisnis itu kalau Anda mau
main segmen premium, ya segmen premium.
Kalau Anda mau main segmen bawah ya
segmen bawah. Jangan nanggung. Kalau
segmen nanggung ya ini jadinya Anda akan
bermain di era yang abu-abu. Terjepit di
tengah kala harga kualitas belum cukup.
Karena yang segmen premium orang yang
naik Garuda ya segmen naik Garuda
Indonesia bisnis class kalau perlu. Tapi
orang yang naik kelas Air Asia atau
kelas segmennya City Link atau ee
penerbangan eh apa ee penerbangan ee
tiket penerbangan yang ee murah ya
mereka akan main di situ. Hotel pun juga
sama. Kalau mau main bintang 5 ya
bintang lima. Kalau mau main hotel kelas
oyo ya kelas oyo. Jangan main di bintang
tiga. Enggak laku bintang dua enggak
laku. Atasatas bawah-bawah. Nah,
realitanya di gempuran produk China ini
Amerika tuh sudah masuk 0% korban
terbesarnya adalah produk nanggung.
Kenapa? Nanti barang Amerika jadi murah,
UMKM kita mati. Produk yang kualitasnya
lumayan harganya sedikit di atas produk
China. Memang mereka mending milih mana
ya? Meneh ke produk tersebut tapi belum
bisa dikatakan barang mewah. Jadi kenapa
mereka terjepit di tengah-tengah? Mau
lawan harga murah enggak mungkin. Mau
jual mahal, konsumen bakal mikir. Jadi
nanggung amat, mending sekalian beli
brand impor yang sudah jelas toh murah
lagi. Jadi jangan salah kalau nanti Nike
lebih murah ya jangan salah. iPhone bisa
lebih murah jangan salah karena udah 0%
bebas bea. Ya kan itu yang udah
kelihatan mata lah. Orang mau beli Nike
ori Amerika mikir. Nah ini kan jadi
pilihan hanya dua. Tarung di Liga Super
segmen atas atau pindah lapangan
sekalian. Jangan main di Liga Super,
pilihan kamu kena bantai. Jadi
pilihannya sekarang cuman dua kan,
tarung di Liga Super atau pindah
lapangan. That's it. Kita main ke
strategi berikutnya. Yang kedua, yaitu
kembali ke akar dan kebutuhan pokok.
Kita harus lihat nih yang Indonesia ini
adalah apa. Kalimantan itu hutan dunia,
paru-paru dunia. Tinggalkan sektor
lautan berdarah. Strategi pindah
lapangan ini bisa jadi lebih mikir
daripada Anda tarung di barang-barang
ori dari Amerika itu tadi, mereka akan
jauh lebih murah. Terus branding produk
lokal, ciptakan brand modern untuk
produk pangan tradisional yang asli
Indonesia yang mana kalian bisa
bersaing. Jadi kalian lebih baik keluar
dari kompetisi itu ya. Dan Indonesia
salah satu benteng terkokoh kita adalah
kedaulatan pangan. Makanya saya setuju
Pak Prabowo selalu bilang kedaulatan
pangan. kedolatan pangan. Jangan lagi
impor beras dari Thailand, jangan lagi
impor beras dari Vietnam. Dulu kita
ekspor orang Jepang itu dulu belajar
nanam padi itu sama Indonesia. Sekarang
kok beras Jepang lebih enak. Nah, ini
loh kedaulatan pangan ini yang penting.
Logistik cold change, logistik logistik
rantai yang diinginkan. Fokus ke benteng
terkoko, pangan. Indonesia itu kuatnya
apa? Di pangan. Maka kita harus
kedaulatan pangan kita. Jangan lagi
impor. Kita harus perkuat sektor dalam
negeri. Sektor yang menjadi pondasi
negara kita. Kita enggak mudah
digantikan pabrik di China atau deal
dengan Amerika, tapi pangan kita kuat
dan kebutuhan primer lainnya. Kenapa
pangan lebih aman? Karena kebutuhan
lokal yang pasti. Konggolan geografis,
Indonesia negara kaya, musim cuman dua,
musim panas sama musim bukan musim panas
ya, musim kemarau sama musim hujan.
That's it. Matahari sepanjang tahun kita
berada di garis katolistiwa lebih
stabil, maka pangan itu akan keluar.
Kita lumbung pangan dunia. Nah, kita
buat negara lain ketergantungan sama
Indonesia karena itu pangan gitu.
peluang ekosistem agriteknologi. Peluang
bukan cuma jadi petani, tapi pikirkan
seluruh ekosistemnya karena teknologi
pertanian itu akan menjadi kuat. Dan
yang terakhir, food processing,
pengolahan pangan itu ada di Indonesia.
Itu yang bisa membuat kita menang dari
tiga tsunami tadi. So, siapa yang
tersenyum paling lebar? Pertama adalah
pemenang adalah jelas korporasi Amerika
Serikat. Setelah semua drama ini,
negosiasi alot, ya pemilik brand Amerika
happy lah karena dia dapat pangsa pasar
baru, buyer baru. Yang kedua adalah
pabrikan China. Happy dia over
supply-nya eh dapat konsumen baru 300
juta orang di Indonesia dan yang ketiga
jelas konglomerat. Anda jangan nyinyir
sama konglomerat karena potensial
konglomerat importi besar ada di
Indonesia. Nah, yang kasihan ini UMKM.
Oleh sebab itu, jawaban pemenang nomor
satu adalah korporasi Amerika. Korban
UMKM, petani lokal, pengusaha lokal.
Lalu siapa korbannya? Pengusaha lokal,
UMKM Indonesia, terutama yang bermain di
sektor manufaktur, fashion, dan barang
konsumsi pasti akan mati. Yang kedua,
mereka yang terjepit di tengah dalam
jangka panjang. Petani lokal kita juga
terancam oleh sebuah produk pertanian
impor yang lebih murah. Ini bukan lagi
sekedar bisnis untung rugi, tapi ini
pertaruhan kedaulatan ekonomi bangsa
kita. So, kenapa video ini saya buat?
Anda harus paham pertarungan ini. Jalan
ke depan tidak akan mudah. Pilihan yang
dibuat sekarang menentukan apakah masa
depan kita ditentukan oleh bangsa kita
sendiri atau kita cuma menjadi pasar
dari raksasa-raksasa
asing seperti barat dan timur. Kedua,
jadilah pengusaha yang cerdik, adaptif,
dan berani. Ya, memang seperti itu.
Orang miskin akan selamanya tetap miskin
gitu loh. Mau diedukasi level up
berkali-kali dengan ribuan video seperti
Success Boterti, tetap mereka tidak akan
mengubah nasib mereka. tetap sampai
kapan pun akan seperti itu. Tapi kita
para pengusaha memahami pertaron ini
adalah langkah pertama. Jalan ke depan
tidak akan mudah dan kita selalu ada
celah bagi mereka adaptif dan mengikuti
arus tapi menciptakan arusnya sendiri.
Dan yang ketiga, ciptakan arusmu
sendiri. Dan saya yakin dengan demikian
setelah video ini saya buat membuat
minimal Anda memikir, berpikir, cari
video-video success before ada
peluang-peluang bisnis apa yang tidak
akan kena arus disrupsi, tidak akan kena
arus ekonomi global tapi konsistenlah di
sana. Niscaya keluarga Anda tetap akan
makan. Kalaupun saat ini bisnis Anda
tergerus, saya sudah buat videonya. Tapi
kalau bisnis Anda sudah tergerus dan
Anda tidak tahu cara menyelamatkannya,
minimal Anda segera shifting ke
bisnis-bisnis lain. Videonya banyak di
Success B3. Bisnis apa yang tidak eh
termakan krisis, bisnis apa yang tidak
kena AI, cari aja video-video itu. Saya
sudah berikan solusinya. Jadi bukan
succes before namanya cuma
nakut-nakutin, kompor-komporin, tapi
tidak memberikan solusi. Oleh sebab itu,
jangan khawatir. Ingat orang sukses
selalu bilang di balik krisis ada
peluang. Ya, bukan cuman ada krisis,
Anda takut. balik krisis pasti ada
peluang. Demikian sahabat SP30. Semoga
video ini bermanfaat untuk Anda, sukses
untuk Anda, and I love you all. Salam
hebat luar biasa.
Resume
Read
file updated 2026-02-13 13:17:36 UTC
Categories
Manage