Tanda-Tanda Ekonomi RI Ambles, Pengusaha akan Tercekik + (Efek Tarif19%)
CdHev8ROEEg • 2025-07-25
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Saya tahu saat ini kamu bekerja sudah sangat keras. Saya tahu kamu sampai lembur-lembur. Bahkan mungkin saat ini kamu terkena sakit asam lambung. Tapi sayangnya di era sekarang tahun 2025 ini, kerja keras saja tidak cukup. Tapi kalian dan kamu harus bekerja pintar. Kamu harus peka. Kamu harus lebih adaptif. Kamu harus mengerti makroekonomi. Kamu harus mengerti kondisi geopolitik dunia. Karena itu, cepat atau lambat sangat mempengaruhi bisnis yang sudah kamu rintis selama ini. Video kali ini saya buat untuk mengasa kepekaan itu. Welcome to Success before Business and Financial Mentoring. Sahabat entrepreneur, salam hebat luar biasa. Di video kali ini saya kembali akan membahas tentang kondisi geopolitik dunia, kondisi makroekonomi. Di sini kita akan membuat Anda berpikir bahwa di zaman sekarang ini tidak cukup kalian itu bekerja keras. Mungkin saat ini yang penonton Sucsess Vivo 30, Anda adalah seorang fighter, Anda adalah seorang pejuang. Kalian sedang mati-matian, saya salut dengan kalian itu semua. Tapi di era zaman sekarang ternyata tidak cukup untuk bekerja keras, tapi kalian dituntut untuk mempunyai skill lebih. Dan ini sangat berbeda dengan era yang lalu. Semua ini terjadi ketika era sosial media, era perang dagang, ekonomi global itu sangat berdampak terhadap bisnis kalian. Suka atau tidak suka. Nah, oleh sebab itu video kali ini saya akan membahas tentang kondisi terupdate global saat ini. Nah, kita lihat ekonomi Indonesia mulai 2025 ini diramal akan ambles pengusaha bisa jadi korban pertama. Kok bisa sih? Mari kita bahas satu persatu. Yang pertama saya tahu Anda sudah bekerja sangat keras. Anda sudah putar otak. Anda sudah banting tulang. Anda sudah melakukan ilmu yang kalian miliki saat ini. Bahkan jam tidur Anda sudah berkurang. untuk mempertahankan bisnis yang sudah Anda rindis. Tapi malangnya saat ini kerja keras itu enggak cukup. Kenapa kerja keras enggak cukup? Ada tiga tanda besar yang akan saya bahas melalui video ini. Nah, yang pertama adalah ada bahaya merah. Ini yang kalian harus ketahui dan ini sedikit banyak akan terimbas sama bisnis kalian. Kalaupun bisnis kalian ramai, bisnis kalian bagus, yes. Tetapi bisa jadi itu cuman sementara, enggak bisa langgeng. Nah, tanda baying pertama adalah saya terpasar menyampaikan kenyataan pahit. di ekonomi mulai 2025 kerja keras itu enggak cukup. Kenapa? Karena ini bukan lagi siapa yang paling rajin, tapi ini tanda untuk semua pengusaha di Indonesia dan ini mulai terjadi di tahun ini. Yang kedua adalah tiga tsunami ekonomi sedang menuju kita. Dan ini sedikit banyak namanya tsunami. Tsunami itu kan paling kena di tepian kan. Tapi Anda itu mungkin di radius 2 km juga pasti akan terdampak sama banjirnya. Nah, ini yang harus Anda tonton dari video ini supaya Anda betul-betul ini istilahnya early warning lah ya. Saat ini kalau kita bicara ada tiga tsunami raksaka yang sedang bergerak menuju ke arah kita. Tsunami pertama adalah kebijakan dari negeri kita sendiri yaitu baru-baru ini deal dari produk Amerika yang bisa masuk ke Indonesia bebas beak 0%. We made with Indonesia. I spoke to their great president, very popular, very strong, smart and we made the deal. We have full access to Indonesia. Dan sedangkan kalau barang kita masuk ke ee Amerika memang dari awalnya tarif 32% sekarang diturunkan 19%. Ini harus Anda ee pelajari, ini harus Anda kuasai. Mengapa harus paham ini? Karena cepat atau lambat ini akan berdampak sama bisnis kalian. Nah, itu tsunami yang pertama yaitu kebijakan negeri kita sendiri. Tsunami yang kedua itu barang-barang China. Dengan kekuatan penuh, barang-barang China ini pasti akan banjir. Sekarang Anda sudah lihatlah, Anda lihat di ruko-ruko semuanya itu ada makanan dari China, ada restoran dari China. Produk China itu udah banjir di marketplace kita. Semua barang-barang kualitas murah, keren, itu semua dari China. Itu tsunami yang kedua. Itu suka atau tidak suka saya sudah bahas berkali-kali. Yang ketiga yaitu kemungkinan paling besar adalah barang yang paling mematikan. Barang dari Amerika akan banjir di Indonesia dan semuanya bebas BH 0%. Nah, loh Anda kan makin senang loh, Pak, kan jadi murah barangnya mereka. Wait, nanti saya akan beritahu terlebih dahulu di mana letak berbahayanya ketika barang Amerika juga akan banjir karena masuk ke Indonesia 0%. Memang barang Amerika akan lebih murah, tapi tunggu dulu ini dampaknya apa bagi kita. So, yang ketiga, bisnis Anda akan di jalur tabrakan. Jadi, ada tiga tsunami. Tsunami barat, tsunami timur, dan kebijakan tsunami dari bangsa kita sendiri. Dan bisnis Anda sekecil apapun itu berada di tiga jalur tabrakan ini. Video ini bukan cuman untuk cari motivasi. Ayo semangat, Anda pasti bisa. Betul. Tapi kita semua ayo pasti bisa itu kalau dipenuhi dengan strategi yang tepat maka semangat pasti bisa itu kalau Anda dengan strategi yang matang pasti Anda akan mendapatkan hasil yang maksimal. Tapi kalau Anda cuman motivasi semu, Anda tidak akan mendapatkan apa-apa. So, oleh sebab itu, proyek ekonomi 2025 ini akan dipangkas habis-habisan. Nah, oleh sebab itu ini bukan sekedar perlambatan ekonomi biasa. Jawaban ini ee nyata. Jadi, Bank Dunia, lembaga top lainnya sudah memberikan sigyal proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 ini akan dipangkas. Kue ekonomi kita memang enggak akan berkembang seperti biasanya. Dan ini skenario dikeroyok kita ini ditawur lah istilahnya begitu. Saya ulangi, ini bukan sekedar ekonomi melambat tapi ini wajar. Masalah ekonomi kondisi saat ini lebih seperti dikeroyok oleh tiga kekuatan raksasa. Kebijakan kita sendiri, kekuatan China dan kekuatan Amerika. Dan ini seperti surat cinta dari Donald Trump yang kelihatannya manis tapi isinya ternyata tagihan triliunan rupiah. Ini kuncinya strategi kita gimana kalau Anda harus smart, Anda bisa keluar dari badai tiga tsunami ini. Pertanyaan adalah sekarang bukan apa yang terjadi, tapi di tengah kondisi ekonomi yang lagi dikeroyok tiga ini, strategi apa yang harus kita pasang agar tidak hancur tapi keluar sebagai pemenang. Ini yang paling penting. So, ada dua jenis tekanan yang kita harus perhatikan. Tekanan yang pertama adalah mesin pemerintah yang haus bensin. Kita tahu APBN barusan ini defisit. Ibu Sri Mulyani sudah bilang APBN kita defisit 100 triliun lebih. Itu artinya apa? Wah, siap-siap pajaknya akan dinaikkan lagi. Pengusaha akan ditaki lagi soal pajak untuk menutup anggaran yang defisit ini. Anda harus paham. Jadi yang kita lawan adalah rumah kita sendiri defisit. Jadi daya belanja kita lebih besar daripada APBN yang kita miliki. Lagi-lagi defisit. dan dari mana harus berhutang lagi ke luar negeri dan sebagainya. APBN kita, pengeluaran kita lebih besar dari pemasukan. Logikanya pemerintah harus cari pemasukan tambahan karena hutangnya lebih gede. Dari mana salah satu yang paling jelas adalah pajak. Nah, sasaran ekonomi digital. Sasarannya adalah content kreator yang selama ini happy-happy aja kolam basah akan dikejar. E-commerce jadi satpam pajak. Jadi jangan lupa dengan lewat PMK nomor 37 tahun 2025, raksasa e-commerce resmi jadi satpam pajak. Ya, Satpam pajak dia akan jadi pengawas dan era abu-abu telah berakhir. Artinya apa? Anda yang main di era abu-abu buat para online seller kelar hidup loh. Yaitu ini bukan lagi soal bayar atau tidak, tapi soal administrasi yang lebih rumit dan biaya operasional yang potensi membengkak sehingga Anda terpaksa lebih profesional. Artinya ada yang biaya tambahan. Jadi jangan salah kalau Anda yang dagang e-commerce dan sebagainya, Anda dagang di marketplace pajaknya akan lebih besar, biayanya akan lebih besar. So, itu tekanan yang pertama dari internal dalam negeri sendiri. Tekanan yang kedua adalah bom waktu yang ada di piring makan kita. Program makan bergizi gratis MBG yang dicanangkan dari pemerintahan Pak Prabowo. Tekanan dari dalam memang enggak berhenti di situ. Ada program super ambisius yang tujuannya mulia, program makan bergizi gratis. Tujuannya investasi SDM supaya SDM kita enggak bodoh katanya. Karena bodoh itu tercipta karena makan gizi yang tidak seimbang. Resiko inflasi harga. Yang kedua adalah permintaan pangan melonjak drastis. Jelas dong. Dan yang ketiga risiko inflasi harga pangan. Ekonomingati kita. Kalau permintaan lonjak drastis tanpa diimbangi peningkatan produksi dan logistik yang sepadan, hukum ekonomi dasar pasti berlaku. Harga pangan, pokok, beras, telur, daging resikonya meroget. Dan ini jadi dampak yang keempat adalah dampaknya biaya produksi naik, daya beli menurun. Buat Anda apa? Kalau Anda main di bisnis FnB, congrat harga pokok produksi Anda akan naik ya. Anda bisa jual lebih tinggi tapi margin Anda kegerus. Selain itu, kalau di bisnis lain daya beli customer Anda akan menurun karena uang mereka lebih banyak habis untuk makan. Kalau customer ngerem belanja tercipta deflasi, enggak lagi inflasi, daya beli menurun, dan bisnis Anda juga ikut terseret. Memang harga pokok penjualan Anda, HPP Anda naik, tapi daya beli enggak ada karena MBG. Nah, secara enggak langsung efek domino itu akan terjadi. Nah, sekarang kita lihat itu tekanan dari dalam negeri. Jadi, defisit sama program MBG. Tekanan dari luar ini yang jadi problem yaitu tsunami dari timur. Tadi saya sudah sampaikan di awal tiga bentrokan tsunami terjadi di satu titik. Tsunami dari timur bukan sekedar murah tapi produk subsidi. Sekarang kita lihat lawan dari luar China. Mungkin Anda pikir, "Ah, produk China kan dari dulu murah." Salah. China sekarang sudah memberantas barang-barang palsu dan China sekarang sudah menaikkan levelnya. Dia enggak mau lagi dicap barang KW nomor satu di dunia. Bahkan Anda jangan salah, China pun sekarang saat ini banyak produk-produk dari Eropa yang ori itu bikinnya di China tapi dengan grade ori. Nah, artinya China juga sudah belajar ancaman sekarang ada dua. Pertama bukan lagi produk murah biasa, tapi produk yang disubsidi habis-habisan oleh pemerintahnya. Karena pemerintahan China, bayangkan listrik, pajak, kemudian pendiri modal usaha kadang difasilitasi sama pemerintah, apalagi sektor UMKM. Makanya harganya bisa murah. Jadi berlomba-lomba entrepreneur di China itu menciptakan kreatif produk-produk yang murah karena disubsidi oleh pemerintah China. Mereka lagi kelebihan produksi sehingga mereka sendiri sektor dalam negerinya oversupply. Akhirnya mereka lagi membidik pangsa pasar area ASEAN yang jumlahnya 600 juta ini dan 600 juta ASEAN yang paling besar Indonesia. Setengahnya Indonesia penduduk yang hampir R00 juta, 280 juta something. Dan ini akan menjadi pasar yang empuk dari China. Oleh sebab itu mungkin dilawan ini bukan kompetisi, ini pembantaian harga. Makanya saya pernah bikin konten kan, kenapa Anda beli di Taupau itu jauh lebih murah sampai di Indonesia dan gudangnya sudah ada di Indonesia. Itu saya sudah buat itu videonya. Nah, ini yang terjadi. Kemudian platform TEMU. Nah, ini memotong tuntas rantai distribusi lokal. Isunya buka lapak bakal diakuisisi sama Temu. Kalau ini terjadi ini bahaya juga. Dan ini paling mematikan karena model bisnis platform seperti Temu ini mematikan UMKM Indonesia. Pahamkan mereka memotong tuntas semua rantai distribusi lokal dan mereka dari importir, distributor, agen, crosir, toko, semuanya dilompati. Dia langsung bareng China langsung murah di Indonesia. Enggak usah lagi biaya impor. Itu betul betul-bet berbahaya. Dan Anda bukan langsung cek toko sebelah, tapi langsung harga pabrik. Nah, ini ngeri kan? Kalau sudah masuk ke Indonesia, barang dikirim langsung dari pabrik China ke HP konsumen. Anda enggak perlu lagiat grosir. Ini mematikan grosir lokal. ini mematikan semuanya. Jadi, gimana caranya UMKM kita mau bersaing kalau ini terjadi? Nah, ini tekanan dari luar dari China itu sendiri. Tekanan yang kedua yaitu surat cinta dari Barat. Kita lihat ini kemarin sepertinya seolah-olah kemenangan berasil menurunkan tarif kita masuk ke AS dari 32% ke 19%. Tapi wait tunggu dulu. Ini dari barat, Amerika ceritanya lebih licik lagi. Kelihatannya kita dapat good news. Tapi sebenarnya tarif dagang kita itu turun 19% lebih rendah dari Vietnam. Keren kan? Tapi ancaman awal 32% karena hilirisasi dan bricks itu memang membuat Amerika tidak senang karena kita masuk ke bloknya bricks. Tapi itu cuman sampulnya. Ceritanya ini lebih gelap. Awalnya kita diancam tarif 32%. Kenapa? Karena dual kebijakan hilirisasi kita yang bikin mereka enggak bisa dapat bahan mentah murah dari Indonesia dan keputusan kita gabung ke bridge dianggap menentang dominasi mereka. Nah, ini problemnya harga yang dibayar impor ratusan triliun dan tarif 0% untuk AS. Inilah kompensasinya. Enggak ada ceritanya Amerika itu mau diam-diam dari 32 menurunkan ke 19 tetap ada harga yang dibayar. E untuk menebus dosa itu kita harus bayar mahal. Komitmennya gila. kita harus beli 50 pesawat Boeing. Ya maklum Amerika produksi Boeing. Impor energi ratusan triliun. Impor loh. Impor produk pertanian puluhan triliun. Kamu sangka kedeleai kita itu dari mana kalau bukan dari Amerika? Anda coba cek aja. Emang kedele kita yang bikin tempe itu semua tempe lokal? Enggak. Tempenya memang lokal, tapi kedelenya dari mana? Hei, petani kedele di Indonesia, adakah Anda produksi kedele? No. Kedele kita itu harus impor dari Amerika. Ini yang disembunyikan. Coba cek di kolom komen. Memang tempe kita mereka beli di pasar mana? Pasar-pasar beli kedele. Tapi kedelenya di mana? Siapa petani kedele di sini? Enggak ada. Ini hati-hati ya. Dan ini bagian yang terparahnya. Kita harus memberikan mereka akses penuh ke pasar kita dengan tarif 0%. Ini dangerous. Hati-hati. Jangan percaya aja. Dengarkan sendiri kata-kata Donald Trump. Enaknya. Dan dia tersenyum. Dia tertawa berkata apa, "We have full access to Indonesia." Hei, "Wa. Full access artinya apa? Barang Amerika masuk ke pasar Indonesia 0% bebas B. Banjir produk Amerika habis ini. Jangan main-main. We will pay no tarif. Kita tidak akan membayar tarif 1% pun. 0% bebas bea." Wow. Ini bagus atau jelek sih? Coba kamu pikir sendiri, tulis di kolom komen ya. Ini saya mau ngajak Anda diskusi. Dan ini bukan kemenangan, ini barter. Artinya apa? Barter ini kita dapat diskon kecil untuk ekspor tapi kita gadaikan pasar domestik kita. Kita buka pintu kita lebar-lebar untuk masuk tanpa bayar tiket adil. Menurkah Anda surat cinta dari Barat ini? Coba tulis di kolom komen. Kadang kita harus berpikir, maka melalui video ini sebentar lagi barang Amerika akan banjir. Oke. So, pelajaran mahal dari Vietnam adalah mereka memang dapat deal bagus, terus kenapa banyak bilang Vietnam lebih pintar? Mereka bisa dapat 20% tarif impor segila kita. Apa rahasianya? Target lobi bukan negara AS tapi pribadi Trump. Karena Donald Trump itu bukan cuman presiden, dia itu pengusaha. Dia itu pebisnis properti. Jadi mereka enggak nawarin keuntungan buat Amerika, tapi buat bisnis pribadinya Trump. Mereka komitmen bangun Trump tower dan proyek properti lainnya di Vietnam. Gila enggak? Dan mereka paham permainan di Undertable atau bawah meja. Jawabannya ada di permainan Undertal. Vietnam ngerti cara main lobi tingkat tinggi dan realita geopolitik yang brutal dan transaksional. Ini bukan cuman soal korupsi. Ini soal memahami cara kerja lobi yang paling brutal dan transaksional. Mereka tahu siapa yang harus disenangkan. Ini adalah pelajaran mahal tentang realita geopolitik yang harus dipahami setiap pengusaha di Indonesia. Nah, itu dealnya ala Vietnam. Oleh sebab itu, wah Pak Candra kok nakut-nakuti? Bukan nakut-nakuti, ini adalah sebuah fakta dan kita harus tiba di era ini. Pengusaha harus tiba di era ini. Ini yang harus kita dan stop hari ini menyalahkan pemerintah sebelumnya dan sebagainya. Bukan. Ini sebuah realita yang kita enggak bisa pungkiri. Maka kita harus video ini untuk mencerdaskan kalian. So, strategi pertama adalah pahami medan perang. Korban terbesar adalah produk nanggung. Apa itu produk nanggung? Selama ini kan kita tahu banyak influencer bilang, "Bangun brand, bangun brand, bangun brand." Betul. Enggak salah sih bangun brand itu orang akan loyal. Tapi permasalahannya ini pertarungan kelas atas. Jadi bisnis itu kalau Anda mau main segmen premium, ya segmen premium. Kalau Anda mau main segmen bawah ya segmen bawah. Jangan nanggung. Kalau segmen nanggung ya ini jadinya Anda akan bermain di era yang abu-abu. Terjepit di tengah kala harga kualitas belum cukup. Karena yang segmen premium orang yang naik Garuda ya segmen naik Garuda Indonesia bisnis class kalau perlu. Tapi orang yang naik kelas Air Asia atau kelas segmennya City Link atau ee penerbangan eh apa ee penerbangan ee tiket penerbangan yang ee murah ya mereka akan main di situ. Hotel pun juga sama. Kalau mau main bintang 5 ya bintang lima. Kalau mau main hotel kelas oyo ya kelas oyo. Jangan main di bintang tiga. Enggak laku bintang dua enggak laku. Atasatas bawah-bawah. Nah, realitanya di gempuran produk China ini Amerika tuh sudah masuk 0% korban terbesarnya adalah produk nanggung. Kenapa? Nanti barang Amerika jadi murah, UMKM kita mati. Produk yang kualitasnya lumayan harganya sedikit di atas produk China. Memang mereka mending milih mana ya? Meneh ke produk tersebut tapi belum bisa dikatakan barang mewah. Jadi kenapa mereka terjepit di tengah-tengah? Mau lawan harga murah enggak mungkin. Mau jual mahal, konsumen bakal mikir. Jadi nanggung amat, mending sekalian beli brand impor yang sudah jelas toh murah lagi. Jadi jangan salah kalau nanti Nike lebih murah ya jangan salah. iPhone bisa lebih murah jangan salah karena udah 0% bebas bea. Ya kan itu yang udah kelihatan mata lah. Orang mau beli Nike ori Amerika mikir. Nah ini kan jadi pilihan hanya dua. Tarung di Liga Super segmen atas atau pindah lapangan sekalian. Jangan main di Liga Super, pilihan kamu kena bantai. Jadi pilihannya sekarang cuman dua kan, tarung di Liga Super atau pindah lapangan. That's it. Kita main ke strategi berikutnya. Yang kedua, yaitu kembali ke akar dan kebutuhan pokok. Kita harus lihat nih yang Indonesia ini adalah apa. Kalimantan itu hutan dunia, paru-paru dunia. Tinggalkan sektor lautan berdarah. Strategi pindah lapangan ini bisa jadi lebih mikir daripada Anda tarung di barang-barang ori dari Amerika itu tadi, mereka akan jauh lebih murah. Terus branding produk lokal, ciptakan brand modern untuk produk pangan tradisional yang asli Indonesia yang mana kalian bisa bersaing. Jadi kalian lebih baik keluar dari kompetisi itu ya. Dan Indonesia salah satu benteng terkokoh kita adalah kedaulatan pangan. Makanya saya setuju Pak Prabowo selalu bilang kedaulatan pangan. kedolatan pangan. Jangan lagi impor beras dari Thailand, jangan lagi impor beras dari Vietnam. Dulu kita ekspor orang Jepang itu dulu belajar nanam padi itu sama Indonesia. Sekarang kok beras Jepang lebih enak. Nah, ini loh kedaulatan pangan ini yang penting. Logistik cold change, logistik logistik rantai yang diinginkan. Fokus ke benteng terkoko, pangan. Indonesia itu kuatnya apa? Di pangan. Maka kita harus kedaulatan pangan kita. Jangan lagi impor. Kita harus perkuat sektor dalam negeri. Sektor yang menjadi pondasi negara kita. Kita enggak mudah digantikan pabrik di China atau deal dengan Amerika, tapi pangan kita kuat dan kebutuhan primer lainnya. Kenapa pangan lebih aman? Karena kebutuhan lokal yang pasti. Konggolan geografis, Indonesia negara kaya, musim cuman dua, musim panas sama musim bukan musim panas ya, musim kemarau sama musim hujan. That's it. Matahari sepanjang tahun kita berada di garis katolistiwa lebih stabil, maka pangan itu akan keluar. Kita lumbung pangan dunia. Nah, kita buat negara lain ketergantungan sama Indonesia karena itu pangan gitu. peluang ekosistem agriteknologi. Peluang bukan cuma jadi petani, tapi pikirkan seluruh ekosistemnya karena teknologi pertanian itu akan menjadi kuat. Dan yang terakhir, food processing, pengolahan pangan itu ada di Indonesia. Itu yang bisa membuat kita menang dari tiga tsunami tadi. So, siapa yang tersenyum paling lebar? Pertama adalah pemenang adalah jelas korporasi Amerika Serikat. Setelah semua drama ini, negosiasi alot, ya pemilik brand Amerika happy lah karena dia dapat pangsa pasar baru, buyer baru. Yang kedua adalah pabrikan China. Happy dia over supply-nya eh dapat konsumen baru 300 juta orang di Indonesia dan yang ketiga jelas konglomerat. Anda jangan nyinyir sama konglomerat karena potensial konglomerat importi besar ada di Indonesia. Nah, yang kasihan ini UMKM. Oleh sebab itu, jawaban pemenang nomor satu adalah korporasi Amerika. Korban UMKM, petani lokal, pengusaha lokal. Lalu siapa korbannya? Pengusaha lokal, UMKM Indonesia, terutama yang bermain di sektor manufaktur, fashion, dan barang konsumsi pasti akan mati. Yang kedua, mereka yang terjepit di tengah dalam jangka panjang. Petani lokal kita juga terancam oleh sebuah produk pertanian impor yang lebih murah. Ini bukan lagi sekedar bisnis untung rugi, tapi ini pertaruhan kedaulatan ekonomi bangsa kita. So, kenapa video ini saya buat? Anda harus paham pertarungan ini. Jalan ke depan tidak akan mudah. Pilihan yang dibuat sekarang menentukan apakah masa depan kita ditentukan oleh bangsa kita sendiri atau kita cuma menjadi pasar dari raksasa-raksasa asing seperti barat dan timur. Kedua, jadilah pengusaha yang cerdik, adaptif, dan berani. Ya, memang seperti itu. Orang miskin akan selamanya tetap miskin gitu loh. Mau diedukasi level up berkali-kali dengan ribuan video seperti Success Boterti, tetap mereka tidak akan mengubah nasib mereka. tetap sampai kapan pun akan seperti itu. Tapi kita para pengusaha memahami pertaron ini adalah langkah pertama. Jalan ke depan tidak akan mudah dan kita selalu ada celah bagi mereka adaptif dan mengikuti arus tapi menciptakan arusnya sendiri. Dan yang ketiga, ciptakan arusmu sendiri. Dan saya yakin dengan demikian setelah video ini saya buat membuat minimal Anda memikir, berpikir, cari video-video success before ada peluang-peluang bisnis apa yang tidak akan kena arus disrupsi, tidak akan kena arus ekonomi global tapi konsistenlah di sana. Niscaya keluarga Anda tetap akan makan. Kalaupun saat ini bisnis Anda tergerus, saya sudah buat videonya. Tapi kalau bisnis Anda sudah tergerus dan Anda tidak tahu cara menyelamatkannya, minimal Anda segera shifting ke bisnis-bisnis lain. Videonya banyak di Success B3. Bisnis apa yang tidak eh termakan krisis, bisnis apa yang tidak kena AI, cari aja video-video itu. Saya sudah berikan solusinya. Jadi bukan succes before namanya cuma nakut-nakutin, kompor-komporin, tapi tidak memberikan solusi. Oleh sebab itu, jangan khawatir. Ingat orang sukses selalu bilang di balik krisis ada peluang. Ya, bukan cuman ada krisis, Anda takut. balik krisis pasti ada peluang. Demikian sahabat SP30. Semoga video ini bermanfaat untuk Anda, sukses untuk Anda, and I love you all. Salam hebat luar biasa.
Resume
Categories